Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional

Jakarta, IPNU Tegal. Pendidikan agama saat ini masih terhenti pada pengajaran ilmu agama, belum mencapai internalisasi nilai.? Pendidikan agama masih lebih terfokus pada aspek afektif, bukan kognitif.

“Pendekatannya masih pada a’malul jawarih (gerak tubuh), tidak sampai a’malul qulub (ketergerakan hati: red),” kata Mustasyar PBNU KH Tholchah Hasan, ketika menjadi narasumber dalam Temu Pakar Pendidikan Islam: Deradikalisasi, Multikultural, Wawasan Kebangsaan, serta PenguatanAkhlakul Karimah, di Jakarta, Senin (24/9).

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional

Dalam kesempatan itu, Kiai Tholchah mempertanyakan pencapaian pendidikan agama selama ini. “Banyaknya perilaku menyimpang di kalangan pemuda pelajar, seperti radikalisasi, narkoba, pergaulan bebas, dan kriminalitas, memunculkan pertanyaan tentang sampai di mana capaian dan pengaruh pendidikan Islam terhadap perubahan perilaku dan sikap peserta didik di sekolah,” ujarnya.

IPNU Tegal

Menurutnya, tidak semua guru agama di sekolah mempunyai kelayakan mengajar agama, baik dari segi penguasaan bahan ajar, performa dalam menjalankan tugas, maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, perlu adanya pembekalan berkesinambungan bagi peguatan penguasaan guru terhadap materi ajar.

IPNU Tegal

“Guru agama selama ini lebih mencerminkan dirinya sebatas sebagai pendidik professional, tidak bisa menjadi pendakwah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan spiritual,” katanya.?

Menurut Kiai Tholchah, di luar kompetensi pendidik yang diatur dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khusus guru agama, harus ada 2 kompetensi yang dikuasai, yaitu: leadership dan spiritual. Jika tidak ada 2 kompetensi ini, pendidikan agama di sekolah terasa kering.

Ditambahkan, guru agama selama ini juga kurang menggunakan soft-skill secara kreatif sehingga sulit dalam membentuk lingkungan keagamaan yang mendukung. Selain itu, apresiasi dan dukungan komunitas sekolah juga sering kurang memadai. Akibatnya fasilitas dan sarana pembelajaran pendidikan agama sangat terbatas.

Lebih dari itu, pendidikan agama sebagai saranan pembentukan karakter luhur, membutuhkan figur keteladanan (uswah hasanah). Tanpa itu, pendidikan agama akan kering dan hambar.?

Sayangnya, tambah Kiai Tholchah, keteladanan justru mulai langka di sekolah. Guru agama bahkan tidak mampu menjadi teladan di sekolahnya. Banyak guru agama yang minder di sekolahnya, dan merasa lebih rendah di banding guru lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : Kementerian Agama

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Kyai, Nasional IPNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat

Pringsewu, IPNU Tegal. Dalam satu tujuan yang sama-sama disepakati, kadangkala seseorang menempuh cara dan jalan yang berbeda-beda. Inilah keragaman dalam kenyataan. Perbedaan pendapat atas satu persoalan yang sama sekalipun, seringkali tidak bisa dihindari. Hal ini diungkapkan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Ahad (16/10) dalam akun Facebook miliknya.?

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat

Namun, tuturnya, tidak setiap perbedaan pendapat itu meniscayakan perpecahan selama ada sikap toleransi, saling menghargai, saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak karena merasa benar sendiri.?

Sebagaimana perbedaan agama yang dianut, suku, ras dan golongan menurutnya adalah hal nyata dalam kehidupan pada bangsa Indonesia ini. "Perbedaan tersebut tidak meniscayakan perpecahan yang berujung pada disintegrasi bangsa, selama warga negara ini menyadarinya, tunduk dan patuh kepada ajaran agamanya dengan pemahaman yang benar dan setia kepada pemimpin pemerintahannya," ujarnya.

Gus Ishom, saapaan akrabnya menambahkan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sangat penting dan sudah seharusnya setiap orang sebagai warga negara saling menyayangi, menghormati dan menaati konstitusi sebagai sebuah kesepakatan bersama.?

IPNU Tegal

Tanpa hal itu, menurut ulama muda ini, maka peluang perpecahan antar anak bangsa yang demikian beragam niscaya terjadi dan ini berbahaya, wajib kita hindari. Umat Islam di mana saja tidak dibenarkan memaksakan kehendak dari "kebenaran relatif" yang diyakininya kepada pihak lain dan tidak perlu melakukan kekerasan atas nama agama serta tidak coba-coba membenturkan secara diametral hubungan antara agama dan negara.?

"Tujuan bernegara ini antara lain untuk melindungi setiap hak warga negara, baik muslim maupun non-muslim. Sehingga tidak boleh ada saling menghalangi atau merebut hak orang lain. Setiap muslim mestinya bisa patuh pada kesepakatan atau konstitusi kita sebagai wujud ketaatan kepada ulil amri yang diperintahkan agama," tegasnya.

Pelanggaran terhadap konstitusi atau agama itu berdosa, sehingga mengguncangkan hati dan berakibat buruk pada kehidupan harmonis bersama. Di sinilah menurutnya, dalam hidup bersama yang plural ini yang diperlukan bukan hanya ilmu atau wawasan agama yang mendalam, tetapi juga perlu wawasan kebangsaan.?

Oleh karenanya umat Islam wajib mengkampanyekan Islam yang rahmatan lil-alamin dan terus berupaya mengamalkannya. Menurutnya perlu wasathiyah (moderasi) dalam pikiran, ucapan dan tindakan dan penting sikap tasamuh (toleransi) menghadapi setiap perbedaan, meski tidak setiap perbedaan perlu dipertimbangkan.?

IPNU Tegal

"Semoga umat Islam di seluruh Indonesia menyadari hal ini. Kehilangan emas bisa kembali membeli di toko emas, tetapi jika kita kehilangan tanah air kemana kita akan membelinya? Jadi, sayangilah dan hormatilah agar persatuan bangsa ini segera terwujud tanpa gangguan yang berarti," pungkasnya.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, News IPNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Pati, IPNU Tegal. Mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) kabupaten Pati bersama aktivis lingkungan di Pati meramaikan kegiatan “Jogo Kali”, Ahad (1/11). Mereka memunguti sampah di sepanjang tepi sungai Bendokaton sampai Sambiroto kecamatan Tayu Kabupaten Pati.

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari, (31/10-1/11) mereka juga memunguti sampah di dalam sungai untuk kemudian dikumpulkan di daur ulang.

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Kegiatan “jaga kali” dan “bersih kali” ini diharapkan mengispirasi warga dan mau bergotong royong dalam merawat lingkungan dan mau melestarikan, ungkap aktivis lingkungan setempat Shoimul Mubarok.

IPNU Tegal

Kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai malam hari berjalan dengan teratur dan mengundang simpati dari warga dan masyarakat setempat. Sedangkan beberapa Kepala Desa di sepanjang sungai Dokaton sampai Sambiroto ikut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Mereka sepakat agar ke depan masyarakat yang letak rumahnya berada di tepi sungai agar tidak sembarangan lagi dalam membuang sampah lebih-lebih di area sungai.

Ketua BEM-Prodi PMI IPMAFA Zaky Fuad menjelaskan, “Respon masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa yang mengikuti kegiatan bersih sangat positif karena sungai mereka menjadi bersih dan elok.”

IPNU Tegal

Sementara itu, Ketua Prodi PMI Faiz Aminuddin mengapresiasi kegiatan bersih kali ini. ? Menurutnya, sudah sewajarnya menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas berkutat dengan buku dan teori, tetapi program aksi untuk menjawab problematika sosial penting untuk mulai ditumbuhkan.

“Niat baik para mahasiswa PMI yang ikut terlibat langsung dalam bersih kali merupakan langkah awal yang baik, dan kalau bisa berkelanjutan, apalagi sebentar lagi musim hujan sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko banjir,” kata Alumnus Psikologi Sosial UGM ini. (Siswanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, News, Amalan IPNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

Jakarta, IPNU Tegal

Kehancuran negeri Irak bukan sekedar efek samping dari serbuan Amerika Serikat beserta sekutunya. Memang hal itu menjadi sasarn pokok sejak awal. Demikian Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (11/1).

Serangan ke Irak itu sejak awal memiliki tiga opsi. Pertama, membunuh Sadam dan menghancurkan rezimnya. Kedua, menghancurkan rakyat dan budayannya. Ketiga, menguras tambang minyak negeri itu.

Saat rakyat Irak yang cerdas-cerdas berguguran akibat perang tersebut, malah mereka dijebak dalam perang saudara yang mengerikan antara Sunni-Syiah. Kebudayaan Irak baik pada zaman Islam maupun pra Islam yang sangat kaya raya sebagai warisan dunia yang tak ternilai harganya itu sudah dihancurkan.

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

“Lalu Irak menjadi rezim baru sebagai boneka AS. Amerika bisa berbuat apa saja, dan sekarang tinggal mengeruk sumber  minyak yang ada di sana,” kata Hasyim.

Pemimpin besar Irak Saddam Husein telah dibunuh dengan kejam, namun seperti disaksikan banyak orang, sang pemimpin itu tidak tunduk dan penuh percaya diri menghadapi tiang gantungan sebagai seoramng Hero. Sampai-sampai anak-anak di di sana turut bergantung diri sebagai simpati pada sadam Husein.

IPNU Tegal

“Saddam dianggap bersalah karena membunuh 180 orang pemberontak harus dihukum mati, dan tidak ada grasi untuknya. Protes dunia termasuk dari Vatikan juga diabaikan. Lalu bagaiamana hukuman yang harus diterima Bush karena serbuannya ke Irak telah membunuh 655 ribu jiwa. Dengan dosanya itu Bush mestinya dihukum mati berkali-kali,” seru Hasyim.

Tetapi Dunia ini bukan diatur berdasarkan kebenaran dan keadilan seperti yang kita harapkan. Semuanya diatur berdasarkan kekuatan, siapa yang kuat bisa berbuat apa saja. Semuanya itu bisa di bungkus dengan berbagai misi mulia seperti membela kemanusiaaan, menegakkan demokrasi, membela perdamaian dan sebagainya. “Akhirnya orang percaya,” katanya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Olahraga, Hadits, Kyai IPNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul

Doa adalah senjata orang beriman. Kita sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar permintaan kita dikabulkan. Meski demikian, kita juga disarankan untuk meminta doa dari orang lain untuk kita. Bisa jadi doanya lebih diterima dibanding kita.

Kita menemukan riwayat-riwayat di mana Rasulullah SAW meminta orang lain bahkan derajatnya lebih rendah untuk mendoakannya kepada Allah. Sebut saja Rasulullah SAW meminta Sayidina Umar RA untuk mendoakannya di masjidil haram.

Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul

Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 364 mengatakan sebagai berikut,

IPNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

:? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IPNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Mereka (Red. yang hendak melangsungkan sembahyang Istisqa) keluar rumah setelah tiga hari sekira tiada halangan berpuasa di hari keempat sebagaimana berpuasa tiga hari sebelumnya. Pasalnya, doa orang yang sedang berpuasa tidak ditolak. Sebagian ulama menggubah syair perihal orang-orang yang doanya tidak ditolak,

Tujuh orang yang doanya tidak ditolak oleh Allah

doa orang yang teraniaya, doa bapak, doa orang berpuasa, doa orang sakit

Doa untuk orang lain yang jauh, doa nabi untuk umatnya, doa orang berhaji, demikian sudah ditentukan.”

Meski demikian, kita tidak diperbolehkan berdoa yang “tidak-tidak” saat posisi kita teraniaya, sebagai orang tua, sedang berpuasa, sedang sakit, sedang sendiri, atau sedang menunaikan ibadah haji. Karena pada saat demikian doa kita tidak ditolak Allah SWT.

Pada saat yang bersamaan, saat kita memiliki hajat perlu meminta doa kepada orang tua, sahabat, mereka yang sedang berpuasa atau berhaji termasuk mereka yang sedang sakit. Kita bisa bershalawat kepada Rasulullah di dalam doa kita. Dengan demikian kita mengharapkan pintu langit terbuka.

Kita sangat dianjurkan menjaga sikap. Jangan sampai perilaku kita menyakiti tujuh orang ini. Karena murka mereka dapat menghancurkan impian dan kehidupan kita. Di sini kita perlu waspada. Boleh jadi kegagalan kita berkaitan dengan perilaku kita yang menyakitkan hati mereka. Orang-orang menyebutnya “kualat”. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai IPNU Tegal

IPNU–IPPNU Gandrungmangu Adakan Pesantren Ramadhan

Cilacap, IPNU Tegal. Bulan Ramadhan selalu mendapat tempat yang istimewa di hati umat Islam. Hampir semua kegiatan positif dilakukan di bulan ini, Tak terkecuali bagi Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Jateng.

Di sepertiga terahir Ramadhan ini, mereka menyelenggarakan “Pesantren Ramadhan” dengan tema Mencari Berkah di Bulan Penuh Hikmah.

IPNU–IPPNU Gandrungmangu Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU–IPPNU Gandrungmangu Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU–IPPNU Gandrungmangu Adakan Pesantren Ramadhan

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Sekolah MI Ma’arif I Muktisari Kecamatan Gandrungmangu. Pesantren Ramadhan ini diikuti oleh lebih dari 200 santri, yang merupakan delegasi 14 Ranting dan 8 komisariat. Acara tersebut diselenggarakan selama dua hari, sejak Sabtu pagi (3/8) sampai Ahad sore (4/8), bertepatan dengan 25-26 Ramadhan 1434 H.

IPNU Tegal

Para Santri Pesantren Ramadhan ini diberi pengetahuan tentang aswaja, keorganisasian, kepemimpinan, kesehatan remaja, dan diklat da’i- da’iyah.

IPNU Tegal

“Pesantren Ramadhan berguna untuk menambah pengetahuan agama bagi kader, sekaligus ajang silaturahim,“ ujar M Ali Mahfudz, ketua PAC IPNU setempat.

Hal ini senada juga diamini oleh Ulun Najah, ketua IPPNU Gandrungmangu. Selain hal tersebut di atas, pengetahuan seperti kesehatan remaja juga penting diketahuai oleh kader. Pengetahuan semacam ini jarang diberikan di kegiatan sejenis. Sabtu malam juga akan dilaksanakan lailatul ijtima’ dan sholat tarawih bersama.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja perdana masa kepengurusan PAC IPNU–IPPNU yang baru saja dilantik pada bulan Juni 2013.

 

Kegiatan ini dibuka oleh KH Tabingan SQ selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Gandrungmangu dan rencananya akan ditutup oleh Rais Syuriyah, K. Ngadziman.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Fragmen, Sholawat IPNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU

Pati, IPNU Tegal. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh tidak akan memberikan surat rekomendasi atau dukungan kepada salah satu kader NU yang maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub). Para pengurus dan warga NU disilakan menggunakan hak politiknya secara bebas dan tidak membawa atribut organisasi.



Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU

“NU jangan sampai terlibat dalam politik praktis, kalau sudah terlibat, ya berarti sudah tidak benar”, kata pemimpin tertinggi NU itu dalam forum silaturrahmi yang digelar di kediamannya di Kajen Margoyoso Pati Jawa Tengah, Sabtu (23/2). Agenda bertajuk “Forum Silaturrahmi PCNU dan KH Sahal Mahfudh”.

Kontributor IPNU Tegal Moena Aziz melaporkan, kegiatan itu dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU Jawa Tengah dan PCNU se-Jawa Tengah. Di antaranya, KH Muhammad Adnan, KH Masruri Mughni, Dr Abu Hafsin, KH Muadz Thohir dan beberapa kiai lainnya.

IPNU Tegal

Sebagian besar peserta menyampaikan “uneg-uneg” mereka tentang dinamika NU dalam ranah politik lokal. Di berbagai daerah, NU sering didekati elite politik agar dapat terjalin kerjasama. Ketua PCNU Pati, KH Muadz Thohir dalam kesempatan itu menyampaikan keluhan tentang politisasi NU di berbagai daerah, hingga adanya parpol yang menggunakan simbol NU untuk menarik massa.

Hal tersebut ditanggapi oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh, pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, dengan sangat antusias. Kiai Sahal Mahfudh menegaskan bahwa posisi NU sebagai jam’iyyah (organisasi) perlu dilepaskan dari konteks pribadi-pribadi, hubungannya dengan persoalan politik praktis.

IPNU Tegal

Dikatakannya, dalam ranah organisasi, NU tidak diperkenankan bergelut dalam kubangan politik, karena bertentangan dengan khittah NU, yang ditegaskan dalam muktamar Situbondo 1984.

Kiai Sahal mengingatkan, agenda pemberdayaan kaum nahdliyyin sering mengalami disorientasi dan tak jelas makna serta arahnya ketika pengurus NU sibuk dengan dunia politik. Garis perjuangan organisasi akan semakin kabur. “Politik akan lebih membawa madlarat daripada maslahat,” katanya.

Pada forum itu sempat terjadi perdebatan hangat tentang relasi NU dengan partai politik. Perbincangan dalam forum silaturrahmi itu berkisar tanggapan tentang banyaknya kader NU yang terjun di arena pertarungan Pilgub dan Pilkada.

Kiai Sahal menegaskan, sebagai Rais Aam PBNU dirinya tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu kader NU yang maju dalam Pilgub. Dikatakannya, forum silaturrahmi yang saat itu diadakan adalah murni agenda ulama.

“Sebagai shohibul bait, saya mengundang ulama dan pengurus NU, atas nama pribadi, bukan dengan legitimasi sebagai Rais Am PBNU. Untuk itu, forum ini tidak ada tendesi politis apapun. Tujuan saya, forum ini untuk menyegarkan kembali hubungan silaturrahmi antar ulama,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Wakil Ketua PWNU Jateng, Dr Abu Hafsin yang bertindak sebagai moderator mengatakan bahwa forum silaturrahmi bukan bermaksud sebagai agenda penggiringan suara kepada kader NU. “Ini murni forum silaturrahmi, bukan agenda penyatuan suara politik,” katanya.

Mengenai pencalonan KH Muhammad Adnan dalam Pilgub Jateng, Dr. Abu Hafsin menjamin ketua PWNU Jateng itu akan mematuhi peraturan organisasi. “Pak Adnan mematuhi garis perjuangan dan peraturan organisasi. Kalau nanti sudah mendaftar ke KPUD Jateng, beliau akan mengajukan surat non-aktif sebagai Ketua PWNU,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Kajian, Pendidikan IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa

Pariaman,IPNU Tegal. Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pariaman Satria Effendi mengungkapkan masih banyak ditemui mahasiswa yang tidak bersikap seperti layaknya mahasiswa. Hal ini terlihat dari sikap dan perilakunya yang tidak sesuai dengan status seorang mahasiswa.

Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, mengungkapkan hal itu saat membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ke-III Pengurus Komisariat STIE Sumbar, Sabtu (25/10), di TPA/MDA Masjid Raya Kampung Perak, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

PMII  Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa

Menurut Satria Effendi, mahasiswa memiliki peran amat penting dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Mengutip ungkapan dari Bung Karno, mahasiswalah kelak yang akan memimpin bangsa Indonesia. Untuk itu, Indonesia butuh mahasiswa.

IPNU Tegal

"Karena itu, mahasiswa harus siap membekali dirinya jadi pemimpin di negeri ini. Kalau mahasiswa tidak siap dalam memimpin, maka hancurlah Indonesia. Dengan demikian, di pundak mahasiswa terletak beban bangsa Indonesia ke depan," tambah Satria.

Satria mengakui, masih rendah minat mahasiswa di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman untuk berorganisasi. Padahal organisasi merupakan salah satu wadah melatih dan menyiapkan pemimpin masa depan.

IPNU Tegal

"Selama berorganisasi sudah pasti akan menghadapi hambatan, tantangan dan butuh perjuangan. Namun apa pun hambatan dan tantangan dihadapi adalah bagian proses pematangan diri. Kepada kader PMII terus ditekankan untuk tetap istiqamah selama berproses dalam perjuangan berorganisasi," tutur Satria mahasiswa pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Ditambahkan Satria, yakinkanlah diri saat berpikir dan berbuat untuk masyarakat, bangsa dan negara, berbagai hambatan akan dimudahkan oleh Allah Swt. Yang penting sebagai kader tidak boleh berputus asa.

Pembukaan MAPABA dihadiri  Ketua PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi Indra Saputra, Ketua Komisariat PMII STIT SB Rozi Yardinal, Ketua Komisariat PMII STIE Sumbar Iqbal. "Peserta MAPABA berasal dari mahasiswa STIE Sumatera Barat Pariaman, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, STIKIP Nasional Pauhkambar Padangpariaman dan STIKIP YDB Lubuk Alung Padangpariaman," kata Ketua Panitia Pelaksana Jefrizal.

Ditambahkan Jefrizal, MAPABA berlangsung selama 2 hari, hingga Ahad (26/10). Kegiatan tersebut bertema, “Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan mewujudkan tridarma perguruan tinggi di kalangan mahasiswa”.

Materi yang diberikan meliputi mahasiswa dan tanggungjawab sosial, motivasi dan semangat berorganisasi, Islam di Indonesia, antropologi kampus, teknik & praktek sidang, manajemen organisasi dan kepemimpinan, aswaja sebagai manhaj al-fikri, sejarah lokal PMII, emansipasi wanita (jender) dan nilai dasar perjuangan (NDP). (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Hikmah, Kyai IPNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan

Jakarta, IPNU Tegal?

Ketua Majelis Agama Budha Mahayana Indonesia (Majabumi) Y.A Biksu Dutavira ? Mahastavira mengaku mendapat catatan yang luar biasa setelah membaca buku "Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan" karangan Sekjen PBNU H.A Helmy Faishal Zaini.?

"Saya sangat gembira dari buku ini, saya tahu kenapa terjadi hari santri, saat situasi yang begitu rupa mengenai nasionalisme, Mbah Hasyim berani tampil," katanya Biksu Dutavira di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/6).

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan

Ia juga mengutarakan ketertarikannya pada kata miqat yang di pakai pada judul buku tersebut dengan membagi dua menjadi miqat zamani (waktu) dan miqat makani (tempat).?

"Atas kehendak Tuhan juga, kita berada dalam ruang yang sama, dalam ruang yang besar yaitu Bangsa Indonesia," katanya.?

Ia mengakui bahwa peran dan sumbangsih NU dan kader kamernya yang sangat besar terhadap Bangsa Indonesia sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang.?

IPNU Tegal

"Terjadinya bangsa kita ini sumbangsih dari NU tidak perlu diragukan lagi. Itu dulu. Sekarang kondisi begini, muncul buku ini," katanya kagum.?

Ia berharap, melalui ruang yang sama, Bangsa Indonesia, menjadikan warganya satu rata sama rasa. "Kita gak mau bangsa ini hancur, "katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kyai, Quote, AlaSantri IPNU Tegal

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Pariaman, IPNU Tegal. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman sebagai bagian dari generasi muda Indonesia diharapkan terus meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang berhasil mengubah kondisi masyarakat yang jahiliyah kepada yang beradab.

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Melalui peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, PMII Pariaman berupaya memuliakan dan memahami perjuangan Nabi.

Ketua PC PMII Kota Pariaman Idris mengungkapkan hal itu, Kamis (24/1), pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Pinago, Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

IPNU Tegal

Tampil sebagai penceramah Deri Effendi Tuanku Sutan Bagindo. Ikut memberikan sambutan Katib PCNU Kota Pariaman Mardison, S.Ag, M.Si, Tuanku  Simarajo dan tokoh masyarakat H. Burhanuddin Zein, SH, sejumlah Mabincab PMII Kota Pariaman,  Ory Satifa Sakban, S.Pdi dan Hendri.

Menurut  Idris, sebagai organisasi berpahamkan Ahlussunnah Waljamaah, peringatan maulid Nabi merupakan kegiatan penting dilaksanakan. Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi dalam rangka mensyiarkan Islam.

IPNU Tegal

“Jadi kalau ada pihak yang membid’ahkan maulud Nabi Muhammad Saw, itu karena mereka tidak paham perbedaan tersebut,” kata Idris yang baru saja menyelesaikan pendidikan di STIT Syekh Burhanuddin ini.

Katib PCNU Kota Pariaman Mardison memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar PMII Kota Pariaman ini. Kegiatan ini tentu menjadi sumbangan berharga terhadap pembinaan generasi muda. Sebagai anak muda NU yang selalu kreatif dan inovatif, PMII Pariaman sudah menunjukkan jati dirinya. 

“Maulid Nabi Muhammad SAW penting disemangati oleh anak-anak muda kita. Sehingga mereka tidak salah memahami agama. Jangan sampai mereka terpengaruh oleh tindakan-tindakan radikal yang belakangan ini marah terjadi di Indonesia,” kata Mardison yang juga guru di SMA 4 Pariaman.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian

Jakarta, IPNU Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Mochammad Maksum Mahfoedz memaparkan sebab terjadinya ketimpangan harga hasil pertanian di desa yang berbeda jauh setelah didistribusikan ke kota.

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian

Pertama, petani kecil tidak mempunyai akses ke pasar. Oleh karenanya, persimpangan harganya bisa jauh sekali.

"Sebut saja (di pasar) Kramat Jati (Jakarta) harga bisa tinggi sekali, (lalu bandingkan) gak usah jauh-jauh di Brebes, itu bisa separuhnya (jauh lebih murah), padahal cuma berjarak beberapa kilometer. Nah kenapa begitu, karena petani kecil tidak punya bargaining power dan dibiarkan begitu saja oleh negara," kata Maksum di Gedung PBNU, Selasa (9/1).

Pria yang juga Guru Besar Sosial Ekonomi Industri Pertanian Universitas Gajah Muda Yogyakarta ini menyayangkan ketidakhadiran negara dalam persoalan pertanian para petani kecil yang tidak mempunyai daya tawar.

IPNU Tegal

"(Negara) sama sekali tidak hadir dalam urusan penanggulangan rakyat tani miskin. Dibiarkan petani kecil itu beratarung dengan tengkulak, dengan pasar besar, pasti dengan konsumen. Mereka gak punya daya tawar," jelasnya. 

Kedua, biaya produksi mahal sekali, sementara para petani kecil tidak mampu menjangkaunya. Padahal menurutnya, pemerintah harusnya memproteksi produksi petani kecil. 

"Kita (pemerintah) harusnya bersyukur masih ada yang mau nanam, sehingga ada produksi, sehingga harga murah, kita bisa menikmati makanan sehat. Sementara negara tidak bisa menyediakan lapangan kerja. Kalau negara bisa menyediakan lapangan kerja, bagus. Mereka akan bekerja di lapangan kerja yang disediakan, tapi gak ada lapangan kerja, sehingga mereka lahan sejengkal pun tetap digeluti untuk usaha tani, tetapi tidak pernah mengentaskan mereka dari kemiskinan," terangnya.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah seharusnya mampu memproteksi sistem produksi atau memperoteksi pasar, terlebih memproteksi keduanya.

IPNU Tegal

"Caranya tata niaga diatur agar tidak mencekik konsumen dan juga tidak membunuh petani," jelasnya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai IPNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Menteri Malaysia Ziarah Makam Sunan Ampel

Surabaya, IPNU Tegal. Dato Seri Mustapa Mohammed, Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia, berziarah ke Makam Sunan Ampel, Surabaya, Ahad (8/4) lalu. Ia didampingi oleh Abdul A’la, Rektor IAIN ? Sunan Ampel Surabaya, KH Khoiron Syuaib, dan serta Karim Raslan, seorang kolumnis Malaysia.

Menteri Malaysia Ziarah Makam Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Malaysia Ziarah Makam Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Malaysia Ziarah Makam Sunan Ampel

Dengan takzim, To’ Pa, panggilan akrab Dato Seri Mustapa Mohammed, mengikuti pembacaan tahlil di makam Sunan Ampel yang dipimpin oleh Kiai Khoiron.

Dalam kesempatan itu, dengan antusias Prof A’la dan Kiai Khoiron menjelaskan proses dakwah yang dilakukan oleh Walisongo, khususnya Sunan Ampel. Disampaikannya, dakwah walisongo dilakukan dengan penuh kedamaian dan tanpa pertumpahan darah.

IPNU Tegal

Berasal dari Kerajaan Champa, Raden Rahmatullah, nama asli Sunan Ampel, mengunjungi bibinya yang menjadi salah satu istri Raja Majapahit. Semangat dakwah membuat Sunan Ampel kemudian memutuskan tinggal di Ujung Galuh, nama kuno Surabaya, dan berdakwah hingga akhir hayatnya.

IPNU Tegal

Raut muka To’ Pa sedikit terkejut mendengar keterangan bahwa Sunan Ampel berasal dari Kerajaan Champa, yang saat ini berada di wilayah Kamboja. Arsitektur gapura makam yang berornamen Hindu juga tak luput dari penjelasan Prof A’la. “Hal ini menunjukkan bahwa dakwah yang dilakukan oleh Sunan Ampel merupakan dakwah yang arif dan bijak, serta secara evolutif melalui pendekatan kultural,” terang Prof A’la.

Kiai Khoiron juga menambahkan keterangan legenda-legenda seputar Sunan Ampel dan murid-muridnya. Mengenai Mbah Bolong, murid Sunan Ampel yang menjawab keraguan masyarakat mengenai arah kiblat dengan langsung melobangi dinding mihrab sehingga, konon, kota Makkah bisa terlihat, maupun tentang Mbah Soleh, murid Sunan Ampel yang memiliki sembilan makam.

“Meskipun tampak irasional, tapi biidznillah, kejadian ini merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah,” terang Kiai Khoiron, kiai yang berdakwah selama puluhan tahun di Lokalisasi Bangunsari Surabaya.

Dalam ziarah tersebut, To’ Pa mengungkapkan kekagumannya pada Sunan Ampel. Bagi To’ Pa, Sunan Ampel adalah teladan. “Perjuangan dakwah beliau dengan jalan damai, dengan pendekatan kultural dan langkah yang arif inilah yang saat ini harus kita lanjutkan,” tuturnya kepada wartawan.

Di akhir perjalanan ziarah tersebut, Prof A’la memberi kenang-kenangan kepada To’ Pa dan Karim Raslan buku berjudul Walisongo karya Agus Sunyoto, sejarawan-sastrawan yang sedang menyusun buku berjudul Atlas Walisongo. ?

Kedatangannya To’ Pa ke Surabaya dalam rangka menjalin hubungan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia. Bersama dengan 26 pengusaha Malaysia, pria ramah ini melakukan pertemuan dengan para pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghua (Perpit), maupun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).?

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Rijal Mumazziq Z

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Nahdlatul, Makam IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Banyumas, IPNU Tegal 

Menggeliatnya karya sastra yang semakin banyak bertebaran di dunia maya, di facebook, blog atuau pun situs-situs web lainya, yang lebih banyak bercerita tentang hiruk pikuk perkotaan atau berlatar belakang urban dan lebih bersifat lebih universal mengakibatkan semakin sedikitnya karya-karya sastra yang bersetting kehidupan lokal. 

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Ahmadun Yosi Hervanda, Wartawan senior asal Jakarta mengungkapkan hal tersebut dalam acara Sarasehan dan Pertunjukan Sastra Banyumas Besar, Sabtu (29/7) malam di Rumah Makan Selera Roso Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut Ahmadun, dunia sastra kini merindukan sosok penulis sastra yang ber-setting lokal, atau bercerita tentang lokalitas. "Dunia sastra merindukan penulis sastra lokal, bukan hanya sastra yang bersifat urban," katanya. 

Lokalitas yang dikemas dengan teknik penulisan yang baik akan terlihat lebih menarik dan mempunyai daya tarik tersendiri, "Itu lebih mudah ditulis pada karya sastra cerpen ataupun novel yang bersifat cerita," lanjutnya. 

Tapi, imbuh Ahmadun, meskipun mengangkat tema lokalitas, kita tidak boleh mengabaikan Jakarta, Jakarta tetap menjadi bagian yang penting karena terkait dengan obsesi penulis agar mendunia atau menasional. 

IPNU Tegal

"Apa cukup hanya menjadi penulis lokal," pangkasnnya. 

Acara sarasehan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Komunitas Sastra Getek Artinspiration Ajibarang tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagi komunitas sastra se-Kabupaten Banyumas. 

IPNU Tegal

Tampak hadir Camat Ajibarang Eko Heru Surono, Wanto Tirta Persiden Geguritan Banyumas, Jarot C Setyoko, Riswo Mulyadi, Amin Rohman dan para penyair Banyumas lainya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Halaqoh, Kyai IPNU Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

LK PBNU dan Kemenkes Mulai Sosialisasi Germas

Jakarta, IPNU Tegal. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan Direktorat Promosi Kesehatan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, bekerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan, salah satunya Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU). LK PBNU mewujudkannya dalam Germas di Pesantren. Sosialiasi Germas di Pesantren akan digelar pada awal Oktober 2016 untuk wilayah Jawa Barat, dan dijadwalkan pekan keempat Oktober di Jawa Timur.

Dian Dipo, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan pada Kamis (29/9), Germas dilakukan oleh semua kelompok umur, baik di sekolah, pesantren, rumah, kantor, dan di mana pun. Sehingga apabila LK PBNU turut menyosialisasikan Germas, diharapkan akan ada sosialisasi yang menyeluruh karena jangkauan PBNU yang luas.

LK PBNU dan Kemenkes Mulai Sosialisasi Germas (Sumber Gambar : Nu Online)
LK PBNU dan Kemenkes Mulai Sosialisasi Germas (Sumber Gambar : Nu Online)

LK PBNU dan Kemenkes Mulai Sosialisasi Germas

"Germas memiliki tiga fokus kegiatan, yaitu melakukan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur yang tepat, dan pemeriksaan kesehatan secara dini. Dalam wujud yang real, dengan melakukan tiga hal ini, diharapkan jumlah kasus penyakit di lingkungan pesantren, akan berkurang, dan kesehatan akan lebih terjaga," jelas Dian.

Pelibatan ormas dalam Germas, menurut Dian karena dalam ormas ada yang memimpin, yang tahu kebudayaan atau kebiasaan masyarakat dalam kelompok itu. Sehingga pelibatan ormas memungkinkan apa yang tidak dapat dilakukan langsung dari pusat terhadap individu-individu, dapat ditularkan melalui kelompok ini.?

Kelompok atau ormas itulah yang akan menterjemahkan ke dalam kebiasaan kehidupan mereka selama ini, sehingga lebih tepat sasaran. Misalnya kebiasaan olah raga yang dilakukan kelompok atau ormas, tidak menjadi masalah bagi individu-individu dalam kelompok tersebut, bahkan bisa menjadi contoh bagi yang belum melakukannya dengan baik.?

IPNU Tegal

Keterlibatan ormas dapat bersinergi dengan Dinas Kesehatan atau Pemerintah. Pemerintah, kata Dian mendukung dalam arti misalnya penyediaan fasilitas. Sehingga pemerintah-lah yang menyiapkan fasilitas untuk melakukan tiga kegiatan dalam Germas. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kyai IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Yogyakarta, IPNU Tegal. Gunungan wayang merupakan salah satu simbol kebudayaan Jawa dan Keraton Yogyakarta. Sebab itu, ikon yang terdapat wayang kulit itu juga menghiasi pembukaan ajang Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) itu digunakan untuk membuka kegiatan.

Dalam pembukaan yang diikuti oleh sekitar 12.000 hadirin yang memenuhi tribun stadion Mandala Krida itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mencabut gunungan wayang sebagai tanda dibukanya kegiatan Aksioma-KSM. Lalu ia memberikannya kepada Dirjen Pendis Kamaruddin Amin.

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Dalam sambutan sebelum membuka acara, Lukman mendorong agar siswa madrasah bisa menjadi bagian dari kemajuan zaman. Untuk menjawab semua itu, kompetisi seni dan sains digelar setiap tahunnya.

Menurut Menang, siswa madrasah harus memperkuat nilai, naik yang bersifat akademik maupun akhlak. Kecerdasan tersebut akan mengantarkan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik dalam menghadapi zaman yang semakin maju.

"Ini bagian dari pembelaan nusa dan bangsa," tegas Menag di hadapan sekitar 1178 kontingen dari 34 Provinsi, Senin (7/8). Selain Aksioma dan KSM, juga diselenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Madrasah Expo.

IPNU Tegal

Selain para pejabat Kementerian Agama lintas eselon, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Paduka Paku Alam X juga hadir untuk mewakili Gubernur Sri Sultan Hamengku Bowono yang berhalangan hadir.

?

Acara pembukaan juga dimeriahkan sejumlah pentas seni dan budaya yang dibawakan langsung oleh para siswa madrasah. Di antara penampilan mereka ialah, tari kolosal, peragaan pakaian daerah dari 34 provinsi, dan pagelaran wayang kulit dengan dalang cilik Fahri Shodiq dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul, Yogyakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal RMI NU, Kyai, IMNU IPNU Tegal

Selasa, 21 November 2017

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1

Tidak dinyana sebelumnya, kesadaran kaum salafi terutama di Indonesia untuk menggunakan ruang publik sebagai spatial medium bagi dakwah mereka begitu menakjubkan. Kelompok ini sangat cepat belajar menatap kebutuhan masa depan mereka. Setelah era majalah cetak di kalangan mereka habis, ditandai dengan kejatuhan majalah cetak Sabili, Hidayatullah, dan beberapa jenis yang lainnya, kaum salafi begitu cepat melakukan proses adaptasi ke online media.

Sebagaimana yang saya sebutkan di tulisan sebelumnya –lihat dua post terakhir saya—, gejala seperti ini, selain dilatarbelakangi oleh “kewarasan” mengenai perlunya terus eksis di ruang publik, gejala ini juga menunjukkan adanya penerimaan yang rendah atas kelompok ini di ruang konkrit kalangan Muslim Indonesia. Karenanya, bagi mereka, hijrah untuk menggunakan ruang online media atau internet merupakan ruang baru yang menjanjikan. Sebuah medan baru untuk melaksanakan jihad baru juga. Jihad lama dengan senjata tidak dihapus, namun jihad baru melalui pena dan tulisan perlu digalakkan.?

Tulisan ini tidak ingin mencari bagaimana masalah penggunaan teknologi internet atau online untuk keperluan dakwah di kalangan salafi, namun lebih ingin melihat antusiasme mereka dalam mengelola, menyajikan dan mengkampanyekan opini, diskursus, berita yang bernuansa salafi melalui surat kabar atau majalah, webpage, facebook, dan sarana-sarana online mereka lainnya. Basis analisis yang akan saya pakai di sini adalah teori-teori mengenai “ruang” (space) terutama abstract space. Yang saya maksud dengan abstract space di sini adalah ruang yang tidak tidak tersentuh oleh dunia nyata atau biasa disebut dengan istilah virtual. Selain itu, dalam menulis artikel ringan ini, saya terilhami oleh metode riset kualitatif yang biasa disebut dengan netnografi (netnography). Netnografi adalah etnografi di internet. Artinya, metode ini menggunakan teknik-teknik riset etnografis untuk mengkaji kebudayaan dan masyarakat yang muncul melalui komunikasi berbasis internet. Metode riset kualitatif ini pada mulanya digunakan untuk meriset konsumen di online misalnya forum-forum di internet untuk menjajagi apa yang diminati dan dikehendaki oleh konsumen. Metode ini sangatlah berguna untuk melihat kehadiran kaum salafi di ruang online –ruang-ruang forum–dan bagaimana mereka mempersuasi audien.

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1

?

Makna Ruang Maya Bagi Salafi

Sebagaimana kita tahu tahu bahwa kaum mainstream Indonesian yang berhaluan Sunni masih belum bisa menerima sepenuh hati kehadiran kalangan salafi. Meskipun istilah salafi atau salafiyyah sendiri sudah lama dipakai I Indonesia misalnya oleh kalangan NU untuk menamai pesantren mereka, namun salafi yang saya maksudkan di sini, masih dianggap oleh mainstream Islam di Indonesia sebagai Wahhabi. Dalam kajian Islam, Wahhabi sebenarnya masih dalam kategori Sunni, namun masyarakat Sunni Islam di Indonesia—merupakan Sunni terbesar di seluruh dunia—belum bisa memasukki Wahhabi ke dalam kelompok mereka. Dalam diskursus publik, mayoritas ulama di Indonesia keberatan dengan Wahhabi. Fenomena lain yang sering dijumpai adalah meskipun mereka secata teologis berafilalsi dengan Wahhabi namun kebanyakan juga tidak berterus terang atau enggan disebut sebagai kaum Wahhabi. Hal ini semua karena stigmatisasi Wahhabi di Indonesia sebagai kelompok sesat dalam Islam sudah sekalian lama terjadi. Sudah barang tentu bagi mereka yang belajar di sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah NU, Perti, al-Wasiliyah organisasi-organisasi lainnya, pernah disodori pelajaran Ahlusunnah Waljamaah dengan menggunakan buku pegangan yang dikarang oleh KH. Siradjuddin Abbas. Jelas dalam buku beliau, I’tiqad Ahlussunnah Waljamaah, Wahhabi dikeluarkan dari firqah najiyah (kelompok yang selamat). Tidaknya hanya Wahhabi, seluruh mereka yang menolak Imam AshʿārÄ« dan MāturidÄ« sebagai pedoman i’tiqad mereka bukan menjadi bagian dari mereka.

Namun yang lebih mendasar lagi, penolakan atas Wahhabi oleh kalangan Islam mainstream juga disebabkan oleh kekhuwatiran mereka akan ajaran Wahhabi yang mengancam pada tradisi keagamaan kaum mainstream. Di sini kaum mainstream bisa dikatakan sebagai kaum ortodoks dimana mereka menggunakan alasan-alasan kesucian doktrin agama untuk melarang ajaran lain yang dipandangnya keluar dari ortodoksi. Talal Asad menyatakan ortodoksi adalah pengaturan kembali pengetahuan yang bertujuan membangun sebuah relasi penguasaan wacana dalam hal pengaturan mana bentuk-bentuk praktis Islam yang benar. (210-11, Genealogy of Religion).

IPNU Tegal

Meskipun di Saudi Arabia, salafi-Wahhabi bisa dikatakan sebagai pemegang ortodoksi, tapi di Indonesia mereka tidak demikian adanya. Dari perspektif kaum mainstream Islam Indonesia, salafi-Wahhabi adalah kaum heterodok karena pemegang kebenaran ajaran Islam di Indonesia adalah kelompok mainstream Islam yang memiliki perbedaan cara pandang keagamaan dengan kaum salafi-Wahhabi. Karenanya, pada titik ini, keberadaan kaum Wahhabi sebenarnya hampir mirip dengan nasib-nasib kelompok sempalan lainnya, katakanlah kelompok Syiah atau Ahmadiyah. MUI sendiri misalnya secara implisit menolak salafi melalui fatwa-fatwa mereka yang menolak jihad ekstrim kaum salafi-Wahhabi sebagaimana juga menolak kaum Syiah. ? Nahdlatul Ulama secara keras menolak model pemikiran dan praktik keagamaan kaum Wahhabi.? Kembali kepada pandangan Talal Asad? bahwa kaum Muslim yang memiliki kuasa untuk mengatur, mempertahankan, mempersyaratkan, merendahkan atau mengganti hal-hal yang tidak benar adalah kaum ortodok.

Sebagai kelompok heterodok, kaum salafi-Wahhabi di Indonesia memerlukan ruang untuk mengekspresikan dan mempertahankan doktrin mereka yang dianggap “menyimpang” dari mainstream Islam di Indonesia dan “internet space” adalah pilihan yang tepat. Ketika mereka tidak bisa atau terancam oleh ketatnya ortodoksi dalam “concrete space,” maka ruang internet menyediakan mereka kebebasan untuk berdakwah karena di dalam ruang ini mereka adalah atau kita adalah pemegang kendali diskursus yang kita kehendaki. Berbeda dengan model interaksi “dari muka ke muka,” interaksi di ruang internet bisa dilakukan secara arbitrer, doktriner dan sekaligus otoriter. Dalam konteks Indonesia, Salafi-Wahhabi memerlukan ruang yang demikian ini untuk bergerak? karena pada dasarnya mereka adalah “kaum ortodoksi” juga di negara asalnya, namun karena ortodoksi mereka tidak mendapatkan legitimasi maka mereka menjadi heterodok. Di ruang maya ada proses dialog dan interaksi, tapi pemegang domain secara unilateral bisa menghentikan atau mentiadakan proses dialog atau forum. Ruang maya juga merupakan hal yang paling strategis untuk berkampanye pada audien yang tidak memerlukan penelahaan panjang (tidak kritik). Namun patut diakui bahwa daya juang kaum salafi-Wahhabi di ruang maya luar sangat efektif. Saya tidak menjumpau kelompok-kelompok heterodok lain yang seperti salafi-Wahhabi ini yang sedemikian efektif dan strategis dalam menggunakan “internet space.” Katakanlah kelompok Ahmadiyah dan Syiah Indonesia, mereka tidak punya “cyberspace fighters” sebagaimana yang dipunyai oleh kaum salafi-Wahhabi. Internet space sekarang menjadi semacam masjid virtual pusat pembelajaran alternatif.

Dalam kondisi yang terdesak di ruang konkrit, web-space menyediakan sifat immediacy, kecepatan untuk memanfaatkan media online ini dalam merespon peristiwa, kejadian, atau hal-hal genting lainnya, dalam waktu yang hampir bersamaan. Surat kabar, hasil riset, majalah dan sumber-sumber informasi offline lainnya tidak memiliki ini. Kita teringat ketika kaum salafi-Wahhabi mendapatkan tuduhan sebagai pelaku pengeboman beberapa tempat penting di Eropa, dengan cyberspace mereka bisa bereaksi secara cepat baik reaksi dan meluas itu untuk melakukan pembenaran maupun pengingkaran akan keterlibatan dirinya. Meskipun para ahli cyberspace crime bisa menemukan “concrete space” yang dijadikan sebagai tempat dimana mereka mengeluarkan pernyataan tersebut, tetapi hal ini memerlukan waktu yang lumayan agak panjang dan cara yang agak rumit.?

Dalam satu dekade terakhir, setelah beberapa peristiwa pengeboman di beberapa tempat penting di Indonesia dimana kaum salafi-Wahhabi adalah pihak yang banyak dituduh, dicurigai dan ada juga yang sudah terbutki secara hukum, mereka menyadari akan marginalisasi kelompok mereka di ruang konkrit. Tidak hanya menyadari hal ini, namun mereka berusaha untuk mencari ruang baru (alternative site). Ruang baru ini tidak hanya menyediakan kenyamanan bagi mereka, namun juga mempermudah transnasionalisasi ide dan gagasan mengingat frontier di dalam virtual space sangat cair dan bahkan bisa dikatakan borderless (tanpa batas). Di dunia nyata, transnasionalisasi membutuhkan ongkos yang tidak murah. Memindahkan dan mengirimkan orang, buku, dan juga hal-hal sarana lainnya dari satu negara ke negara lain tidak bisa dilakukan tanpa dukungan uang yang banyak. Lihat berapa uang yang dihabiskan oleh pemerintah Saudi dalam menyebarkan Islam-versi mereka ke negara-negara lain dalam kurun 30 tahun terakhir ini. Namun dalam dunia maya, mobilitas dan migrasi ide dan gagasan tidak memerlukan kehadiran seseorang, rujukan yang tersentuh, dan lain sebagainya.

IPNU Tegal

Lalu bagaimana dengan otoritas agama? Dunia maya tidak kurang canggih dalam mengakomodasi dan mempertahankan otoritas agama. Apabila di dunia offline, otoritas agama bisa runtuh gara-gara penampilan seorang pemegang otoritas yang kacau, di dunia maya, otoritas agama tidak hanya disediakan ruang untuk menyampaikan, tapi juga ruang untuk memperindah dan bila perlu memanipulasi kekurangan-kekurangan yang terjadi di ruang offline. Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh ruang maya dan salafi Wahhabi Indonesia membaca ini sebagai hal yang berguna bagi perjuangan mereka.

*) Penulis adalah Rais Syuriah PCI-NU Jerman, saat ini menetap di Berlin.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, AlaNu IPNU Tegal

Senin, 20 November 2017

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Ajak Santri Baru Adaptasi Lingkungan

Demak, IPNU Tegal - Pesantren putra-putri Al-Badriyyah Mranggen Kabupaten Demak mengadakan kegiatan Masa Orientasi Santri selama Senin-Kamis (25-28/7). Kegiatan rutin tahunan yang diikuti 200 santri ini diadakan agar santri baru lebih mengenal kehidupan pesantren. Sementara panitia mempersiapkan acara-acara yang dibutuhkan santri agar tidak kaget ketika memasuki kehidupan pesantren.

Kegiatan orientasi ini memuat ta’aruf, pendampingan, kerja bakti, kegiatan kebersamaan, materi-materi penting kepesantrenan dan kegiatan lainya. Materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi kepesantrenan, manajemen pesantren, keorganisasian, hubungan pesantren dan masyarakat, hak dan kewajiban santri, integritas dan akhlak santri dan self motivation.

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Ajak Santri Baru Adaptasi Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Ajak Santri Baru Adaptasi Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Ajak Santri Baru Adaptasi Lingkungan

Untuk pengembangan daya nalar ilmiah dan kritis peserta diberikan tugas untuk mempresantasikan tema-tema yang telah ditentukan oleh panitia. Pendampingan dilakukan juga oleh santri lama dengan sistem mentor untuk mendampingi secara pribadi, dilakukan pendampingan untuk mengontrol peserta secara personal.

IPNU Tegal

Dalam pengembangan softskill santri, peserta juga dituntut untuk berinteraksi dengan dewan ustadz, santri lama, dan lingkungan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, para santri baru diharapkan bisa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan pesantren dan mampu berinteraksi dengan baik. Santri yang dinyatakan lulus oleh panitia akan mengikuti pengukuhan santri baru dan pengucapan ikrar santri.

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen berdiri atas perintah Syekh KH Muslih bin Abdurrahman Qosidil Haq dengan memberi amanat kepada KH Muhibbin Muhsin dan Umi Hj Nadhiroh. Progam utama pesantren adalah tahfizhul Qur’an, pengajian kitab salaf, madrasah diniyyah, ta’limul khitobah, dan pelatihan life skill santri.

IPNU Tegal

Melalui Nyai Hj Nadhiroh, pengasuh pesantren putra-putri KH Muhibbin Muhsin mengatakan kepada santri baru, “Langkah kalian dan orang tua kalian adalah satu langkah yang besar dan tepat. Untuk itu jangan ragu menimba ilmu di pesantren Al-Badriyyah ini. Saya harapkan akan lahir para pemimpin-pemimpin dan penebar rahmat bagi dunia melalui Pesantren Al-badriyyah ini.”

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa generasi Qurani adalah generasi yang perilaku ucapan dan tindakannya didasarkan nilai-nilai Al-Quran. Ciri-ciri generasi Qurani adalah selalu merasa dekat dengan Allah SWT sehingga dia tidak berani menyimpang dari jalan yang diajarkan agama, memiliki hubungan yang dekat sesama manusia, memiliki akhlaq yang mulia dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

“Semoga kedatangan kalian akan membawa kebaikan untuk agama pada masa yang akan datang. Luruskan niat dan bersabarlah dalam mencari ridha Allah, terus giatlah belajar, berlomba-lombalah untuk menggapai prestasi,” ujarnya. (Ben Zabidy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Fragmen, Kyai IPNU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan ikhbar atau mengumumkan bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012. Hal ini berdasarkan hasil ru’yatul hilal bil fi’li atau observasi hilal yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah dan sejumlah ahli falak NU di sejumlah titik rukyat di Indonesia.

“Tim rukyatul hilal NU pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2012 M / 29 Sya’ban 1433 H telah melakukan ru’yatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal,” demikian dalam ikhbar PBNU.

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Karena hilal tidak terlihat maka umur bulan Sya’ban 1433 H adalah 30 hari (istikmal). “Atas dasar istikmal dan sesuai dengan pendapat al-madzahib arba’ah, maka dengan ini PBNU mengihbarkan bahwa awal bulan Ramadhan jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012.”

IPNU Tegal

Dalam surat ikhbar yang ditandatangani KH Ubaidillah Syatori (rais syuriyah), KH Malik Madani (katib aam), KH Said Aqil Siroj (ketua umum tanfidziyah) dan H Marsudi Syuhud (Sekjen) PBNU juga mengimbau umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1433 H dengan penuh keimanan dan keyakinan.

IPNU Tegal

“Mari menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum kerohanian untuk mensucikan diri dengan meningkatkan ketawqaan dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, beribadah dengan penuh kekhusyu’an dan berbagai aktifitas sosial yang bermanfaat,” demikian ikhbar PBNU.

Ikhbar PBNU ini dikeluarkan setelah sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H yang dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Kantor Kementerian Agama Jakarta telah menetapkan atau itsbat jatuhnya awal Ramadhan.

“Sesuai laporan dan pencermatan telah berkesimpulan bahwa hilal tidak bisa dilihat oleh karenanya 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 M,” demikian disampaikan Menteri Agama.

Pada saat berita ini diturunkan, sidang itsbat masih sedang mendengarkan berbagai pendapat dari para peserta sidang dari berbagai ormas Islam dan para ahli falak dan astronomi.

Penulis: A. Khoirul Anam

 

 





Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah, Sholawat, Kyai IPNU Tegal

Senin, 13 November 2017

KLH Way Kanan: Ansor Membuat Kami Memiliki Teman

Way Kanan, IPNU Tegal. Kepala Kantor Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Way Kanan Provinsi Lampung Rinaldi mengapresiasi PC GP Ansor yang mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020."

KLH Way Kanan: Ansor Membuat Kami Memiliki Teman (Sumber Gambar : Nu Online)
KLH Way Kanan: Ansor Membuat Kami Memiliki Teman (Sumber Gambar : Nu Online)

KLH Way Kanan: Ansor Membuat Kami Memiliki Teman

"Upaya tersebut membuat kami yang selama ini merasa sendiri menangani persoalan lingkungan hidup menjadi merasa memiliki teman dengan adanya silaturahmi sejumlah organisasi non goverment membahas aksi Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020. Terima kasih atas prakarsanya," ujar Rinaldi melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Kasi Wasdal) Arif Radigusman di Blambangan Umpu, Sabtu (6/2).

Hadir dalam pertemuan di KLH Way Kanan antara lain Pemuda Muhammadiyah, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), GP Ansor, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Palang Merah Indonesia (PMI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak, Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula) dan alumni Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN).

IPNU Tegal

Organisasi-organisasi tersebut berkomitmen untuk beraksi pada 21 Februari 2016 pukul 06.00 WIB dari sejumlah titik dan berkumpul di Monumen Mayjend Ryacudu pukul 10.00 WIB.

"Dengan segala keterbatasan dan kondisi, KLH Way Kanan berkomitmen untuk mendukung gerakan semacam itu. KLH Way Kanan berharap, isu lingkungan hidup bisa dianggap oleh masyarakat sehingga mereka bisa mengerti dan paham mengenai apa dan bagaimana lingkungan hidup. Persoalan lingkungan hidup persoalan kita bersama sehingga perlu bergandeng tangan dalam mengatasinya," ujar Arif lagi.

IPNU Tegal

Islam adalah rahmatan lil alamin, yang mana syariatnya tidak hanya untuk umat islam saja tapi bagi semesta alam sebagai Rahmat dari Allah. Bahkan diutusnya Nabi Muhammad adalah sebagai rahmat, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anbiya: 107 ? ? ? ? ?. Wamaa arsalnaaka ilaa rahmatal(n)-lilaalamiin(a). "Tidaklah kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekian alam."

Dalam surat Ar-Ruum: 41 Allah SWT berfirman: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Zhaharal fasaadu fiil barri wal bahri bimaa kasabat aidiinnaasi liyudziiqahum badhal-ladzii amiluu laallahum yarjiuun(a). "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, (yang) disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

"Menjadi penting bagi Gerakan Pemuda Ansor mengimplentasikan firman melalui perbuatan, salah satunya ikut serta menjaga lingkungan hidup. Terima kasih buat sahabat-sahabat dan saudara-saudara kami yang memiliki persepsi sama mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan hidup untuk saat ini dan esok. Kami juga mengundang organisasi lain di daerah ini untuk beraksi bersama pada 21 Februari," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Pada aksi tersebut nantinya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Munawar menyatakan siap menampung sampah bisa didaur ulang seperti botol air mineral sehubungan pihaknya memiliki bank sampah "Bumea". (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Nasional, Hadits IPNU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Hamzah Haz: Saya Jadi Wakil Presiden Berkat Kiai Idham

Jakarta, IPNU Tegal

Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz mengatakan, Indonesia kehilangan sosok ulama besar dan politisi panutan seperti KH Idham Chalid. Secara pribadi ia mengaku telah kehilangan seorang guru.

"Beliau telah memberikan contoh prilaku hidup sehari-hari. Terutama dalam hal kepemimpinan, saya ini mengikuti beliau," katanya saat bertakziyah ke rumah duka Komplek Yayasan Darul Maarif, Cipete, Jakarta Selatan, Ahad (11/7) siang.

Hamzah Haz: Saya Jadi Wakil Presiden Berkat Kiai Idham (Sumber Gambar : Nu Online)
Hamzah Haz: Saya Jadi Wakil Presiden Berkat Kiai Idham (Sumber Gambar : Nu Online)

Hamzah Haz: Saya Jadi Wakil Presiden Berkat Kiai Idham

Di lingkungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menurut Hamzah Haz yang juga mantan Ketua Umum PPP ini, Kiai Idham telah berhasil mempersatukan berbagai elemen politik Islam yang ada.

IPNU Tegal

"Pada masa beliau tidak ada kelompok-kelompok. Beliau bukan tipe pemiompin yang kontroversial. Dan satu hal yang khas dari beliau, adalah ketaatannya kepada ulama yang besar sekali," katanya.

IPNU Tegal

Bagi PPP Kiai Idham dinilai telah berjasa membesarkan partai dan menelorkan banyak tokoh nasional. "Saya sendiri bisa menjadi wakil presiden ini karena Kiai Idham Chalid," katanya.

Menurut Hamzah Haz, bukan saja umat Islam yang merasa kehilangan atas meniggalnya KH Idham Chalid, tetapi juga seluruh elemen bangsa. "Ketokohan beliau diakui oleh semua kalangan," pungkasnya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Tegal IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock