Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat

Kudus, IPNU Tegal. Ketua Umum Presedium Majelis Alumni IPNU H Hilmi Muhammadiyah menilai pembahasan tarik ulur RUU Pilkada oleh DPR waktunya tidak tepat.

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat

Hal itu mengemuka dalam diskusi “Pilkada Langsung, Pilkada Tidak Langsung: Siapa Beruntung?” yang diadakan STAIN Kudus bekerja sama dengan Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah di aula Rektorat lantai 3, Sabtu (20/9) siang.?

Ketidaktepatan itu terkait hawa panas di gedung dewan antara kubu pendukung Pilkada Langsung dan Pilkada Tidak Langsung. “Saya menilai pembahasan RUU ini tidak tepat karena saya mencium aroma kekecewaan salah satu calon dalam Pilpres kemarin,” terangnya.?

IPNU Tegal

Idealnya, pembahasan RUU tersebut dilakukan 2019 mendatang, syaratnya dengan kejernihan berpikir. Hilmi juga menyayangkan DPR yang baru membahasnya saat ini. Padahal, Munas NU tahun 2012 di Kempek telah jelas membahas hal itu.?

Hasil Munas waktu itu menyebutkan Pilgub, Pilwali, dan Pilbup oleh DPRD layak diberlakukan lagi. “Hasil ini muncul lantaran keprihatinan konflik sosial dalam penyelenggaraan Pilkada Langsung,” jelasnya pada audien yang hadir.?

IPNU Tegal

Mestinya, sebelum Pilpres atau usai hasil Munas itu diputuskan DPR langsung tanggap. Jika tarik-menariknya baru sekarang, ia meyakini ada banyak kepentingan dibalik pembahasan RUU tersebut. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Cerita, Sunnah IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah

Jakarta, IPNU Tegal. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, Senin (10/8) dalam jumpa pers di kantornya menuturkan, bahwa pendidikan agama Islam di madrasah dan sekolah mempunyai peran yang sangat signifikan. Karena pengajaran agama tersebut turut menanamkan karakter kepada diri siswa.

“Bayangkan jika sekitar 50 juta siswa yang sedang belajar di madrasah dan sekolah ini pendidikan agamanya bersifat radikal, tentu negara ini akan mengalami kekacauan,” ujarnya di ruang jumpa pers, Kantor Kemenag lantai 7 Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah

Oleh sebab itu, menurutnya, pengajaran dan pendidikan Islam di sekolah harus dikemas semenarik mungkin agar peserta didik termotivasi untuk mendalami agama Islam yang baik dan benar.

IPNU Tegal

Kamaruddin menambahkan, bahwa salah satu instrumen untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik terhadap agama Islam, yaitu dengan menyelenggarakan Pentas PAI. Pentas ini tidak hanya mengakomodasi keterampilan seni siswa, tetapi juga mengolah pemahaman mereka selama di sekolah dengan lomba seperti cerdas cermat, pidato, debat, dan lain-lain.

IPNU Tegal

“Dari kegiatan tersebut , nanti akan terlihat seperti apa pemahaman agama yang dimiliki oleh peserta didik. Media ini juga sebagai sarana peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya dari sisi seni pendidikan Islam, seperti lomba kaligrafi, nasyid, tahfidz Qur’an, lomba kreasi busana, dan lain-lain,” paparnya.

Lebih jauh, Kamaruddin menjelaskan, potensi radikalisme di setiap sekolah pasti ada. Sebab itu, pendidikan dan pengajaran agama Islam yang menarik menjadi upaya yang penting untuk menanamkan pemahaman Islam yang damai.?

“Pendidikan Islam damai harus terus menerus kita ajarkan dan tanamkan kepada peserta didik, yaitu Islam yang berusaha menghargai dan menyadarkan kita sebagai warga negara,” terangnya.

Lomba Pentas PAI Nasional VII yang akan berlangsung 10-14 Agustus 2015 di Asrama Haji Embarkasi Bekasi ini akan diikuti oleh 1000 peserta hasil seleksi tingkat nasional yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, dan SMK dari 33 Provinsi.

Adapun jenis mata lomba yang dikompetisikan adalah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI (LPP), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI (LCP), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), dan Lomba Kreasi Busana (LKB).

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, Dr Amin Haedari menyatakan, bahwa kepada para siswa yang juara pada kompetisi ini akan diganjar dengan hadiah yang sangat menarik. “Kepada para juara I, II, dan III, serta juara harapan I, II, dan III, Kemenag telah menyiapkan hadiah dan pengahargaan yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus meningkatkan minat, bakat, dan keterampilan mereka di bidang agama Islam,” ucap Amin. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian IPNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Saksikan Pameran Lukisan Gus Mus, Kang Said: Sangat Dalam Maknanya

Kudus, IPNU Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali menunjukkan kepiawiannya dalam melukis, Beberapa karya lukisnya Sabtu (6/8) kemarin dipamerkan sebagai rangkaian acara “Selametan 70 Tahun Gus Mus” di Balairung Universitas PGRI Semaran, Jawa Tengah.

Saksikan Pameran Lukisan Gus Mus, Kang Said: Sangat Dalam Maknanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Saksikan Pameran Lukisan Gus Mus, Kang Said: Sangat Dalam Maknanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Saksikan Pameran Lukisan Gus Mus, Kang Said: Sangat Dalam Maknanya

Lukisannya yang dipamerkan itu antara lain berupa kaligrafi, lukisan nikotin dan tinta di atas amplop, hingga lukisan besar di atas kanvas. Judul-judul karya tersebut, di antaranya Hanya Lafal, Mulut-mulut, Pencitraan, O,Islamku, Potret Diri, Sujud, Tuhan yang Akan Menolongku, Bismillah, Alif, dan lainnya.

Beberapa pengunjung pameran mengapresiasi karya kiai yang juga penyair, penulis, dan pelukis itu. Ketua umum PBNU KH Said Agil Siraj yang hadir merasa kagum terhadap Gus Mus yang disebutnya sebagai sosok langka.

?

IPNU Tegal

"Karya Gus Mus sangat dalam maknanya karena lukisannya menyikapi berbagai hal terutama keislaman," kata Kang Said yang seketika itu membeli sebuah lukisan Gus Mus yang berlabel O.Islamku..! berukuran 70 x 90 cm.

?

IPNU Tegal

Pegiat tari Sufi Kiai Budi Harjono menilai Gus Mus adalah sosok prasojo (sederhana) tetapi mampu menampilkan pesona. Gus Mus bisa dilihat dari berbagai sudut pandang kekiaian, kapabilitasnya dan kekuatan dirinya sebagai seorang penyair, serta karya lukisnya yang berkarakter sesuai universialitasnya.

?

"Terlebih lagi Gus Mus didukung pesantrennya dengan literaturnya yang selalu menjaga kekuatan sastra yang berangkat dari dalil dan nash," katanya kepada IPNU Tegal.

?

Seorang pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Yogyakarta, Karsono, juga mengaku kagum dengan ketokohan Gus Mus. "Siapa pun sudah tahu Gus Mus itu lengkap, mulai kiai, penyair dan pelukis. Karyanya sangat menarik penuh makna," katanya singkat.

Pada 28 September-5 Oktober 2013 lalu, Gus Mus juga memamerkan lukisan dan puisi bertajuk "Rukun Lima" di Bandung, Jawa Barat. Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang ini memamerkan karyanya bersama empat penyair dan pelukis lain, yaitu Jeihan Sukmantoro, Sapardi Djoko Damono, D. Zawawi Imron, dan Acep Zamzam Noor. (Qomarul Adib/Mahbib)

Foto: Seorang pengunjung menyaksikan salah satu lukisan Gus Mus berjudul "Pencitraan"

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian IPNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Pariaman, IPNU Tegal. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman sebagai bagian dari generasi muda Indonesia diharapkan terus meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang berhasil mengubah kondisi masyarakat yang jahiliyah kepada yang beradab.

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Melalui peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, PMII Pariaman berupaya memuliakan dan memahami perjuangan Nabi.

Ketua PC PMII Kota Pariaman Idris mengungkapkan hal itu, Kamis (24/1), pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Pinago, Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

IPNU Tegal

Tampil sebagai penceramah Deri Effendi Tuanku Sutan Bagindo. Ikut memberikan sambutan Katib PCNU Kota Pariaman Mardison, S.Ag, M.Si, Tuanku  Simarajo dan tokoh masyarakat H. Burhanuddin Zein, SH, sejumlah Mabincab PMII Kota Pariaman,  Ory Satifa Sakban, S.Pdi dan Hendri.

Menurut  Idris, sebagai organisasi berpahamkan Ahlussunnah Waljamaah, peringatan maulid Nabi merupakan kegiatan penting dilaksanakan. Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi dalam rangka mensyiarkan Islam.

IPNU Tegal

“Jadi kalau ada pihak yang membid’ahkan maulud Nabi Muhammad Saw, itu karena mereka tidak paham perbedaan tersebut,” kata Idris yang baru saja menyelesaikan pendidikan di STIT Syekh Burhanuddin ini.

Katib PCNU Kota Pariaman Mardison memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar PMII Kota Pariaman ini. Kegiatan ini tentu menjadi sumbangan berharga terhadap pembinaan generasi muda. Sebagai anak muda NU yang selalu kreatif dan inovatif, PMII Pariaman sudah menunjukkan jati dirinya. 

“Maulid Nabi Muhammad SAW penting disemangati oleh anak-anak muda kita. Sehingga mereka tidak salah memahami agama. Jangan sampai mereka terpengaruh oleh tindakan-tindakan radikal yang belakangan ini marah terjadi di Indonesia,” kata Mardison yang juga guru di SMA 4 Pariaman.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Bersabar dan Memberi Maaf

Oleh KH Abdurrahman Wahid. Dalam kitab suci al-Qur’ân dinyatakan: “Demi masa, manusia selalu merugi, kecuali mereka yang beriman, beramal shaleh, berpegang kepada kebenaran dan berpegang kepada kesabaran (Wal-‘ashri innal–insâna la fî khusrin illâ-lladzîna ‘âmanû wa ‘amilus-shâlihâti wa tawâshau bil-haqqi wa tawâshau bis-shabr)” QS al-‘Ashr (103):1-3). Ayat tersebut mengharuskan kita senantiasa menyerukan kebenaran namun tanpa kehilangan kesabaran. Dengan kata lain, kebenaran barulah ada artinya, kalau kita juga memiliki kesabaran. Kadangkala kebenaran itu baru dapat ditegakkan secara bertahap, seperti halnya demokrasi. Di sinilah rasa pentingnya arti kesabaran.

Demikian pula sikap pemaaf juga disebutkan sebagai tanda kebaikan seorang muslim. Sebuah ayat menyatakan: “Apa yang mengenai diri kalian dari (sekian banyak) musibah yang menimpa, (tidak lain merupakan) hal-hal berupa buah tangan kalian sendiri. Dan (walaupun demikian) Allah memaafkan sebagian (besar) hal-hal itu (mâ ashâbakum min mushîbatin fa bimâ kasabat a’ydîkum wa ya’fû ‘an katsîrin)” (QS al-Syura (42):30). Firman Allah ini mengharuskan kita juga mudah memberikan maaf kepada siapapun, sehingga sikap saling memaafkan adalah sesuatu yang secara inherent menjadi sifat seorang muslim. Inilah yang diambil mendiang Mahatma Gandhi sebagai muatan dalam sikap hidupnya yang menolak kekerasan (ahimsa), yang terkenal itu. Sikap inilah yang kemudian diambil oleh mendiang Pendeta Marthin Luther King Junior di Amerika Serikat, dalam tahun-tahun 60-an, ketika ia memperjuangkan hak-hak sipil (civil rights) di kawasan itu, yaitu agar warga kulit hitam berhak memilih dalam pemilu.

Bersabar dan Memberi Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersabar dan Memberi Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersabar dan Memberi Maaf

Hal ini membuktikan, kesabaran dalam membawakan kebenaran adalah sifat utama yang dipuji oleh sejarah. Sebagaimana dituturkan oleh kisah perwayangan, para ksatria Pandawa yang dengan sabar dibuang ke hutan untuk jangka waktu yang lama, juga merupakan contoh sebuah kesabaran. Jadi, kesadaran akan perlunya kesabaran itu, memang sudah sejak lama menjadi sifat manusia. Tanpa kesabaran, konflik yang terjadi akan dipenuhi oleh kekerasan. Sesuatu yang merugikan manusia sendiri. Kekerasan tidak akan dipakai, kecuali dalam keadaan tertentu. Hal ini memang sering dilanggar oleh kaum muslimin sendiri. Sudah waktunya kita kaum muslimin kembali kepada ayat di atas dan mengambil kesabaran serta kesediaan memberi maaf, atas segala kejadian yang menimpa diri kita sebagai hikmah.

IPNU Tegal

***

Hiruk pikuk kehidupan, selalu penuh dengan godaan kepada kita untuk tidak bersikap sabar dan mudah memberikan maaf. Dalam pandangan penulis, kedua hal tersebut seharusnya selalu digunakan oleh kaum muslimin. Tetapi harus kita akui dengan jujur, bahwa justru kesabaran itulah yang paling sulit ditegakkan dan kalau kita tidak dapat bersabar bagaimana kita akan memberi maaf atas kesalahan orang kepada kita? Jelas, bahwa antara keduanya terdapat hubungan timbal balik yang sangat mendalam, walaupun tidak dapat dikatakan terjadi hubungan kausalitas antara kesabaran dan kemampuan memaafkan kesalahan orang lain pada diri kita.

IPNU Tegal

Kita sebagai seorang muslim, mau tidak mau harus menyediakan keduanya sebagai pegangan hidup baik secara kolektif maupun secara perorangan. Dari sinilah dapat dimengerti, mengapa hikmah 1 Muharam 1424 Hijriyah ini sebaiknya tetap ditekankan pada penciptaan kesabaran dan penumbuhan kemampuan untuk memberikan maaf kepada orang yang dalam pandangan kita, berbuat salah kepada diri kita. Bukankah kedua ayat kitab suci yang dikemukakan di atas, sudah cukup kuat dalam mendorong kita membuat kesabaran dan kemampuan memaafkan kesalahan orang kepada diri kita, sebagai hikmah yang kita petik di hari raya yang mulia tersebut. Kedengarannya prinsip yang sederhana, tetapi sulit dikembangkan dalam diri kita.

Namun, lain halnya dengan para politisi yang berinisiatif menyelenggarakan Sidang Istimewa yang terakhir, dengan dasar “kebenaran” hasil penafsiran politik masing-masing. Tindakan ini berarti melanggar Undang-undang Dasar 1945, karena tidak memiliki landasan hukum. Dengan “nafsu” politiknya –yaitu Presiden harus lengser- mereka pun meninggalkan jalan permusyawaratan. Padahal, semua persoalan yang melibatkan orang banyak harus dipecahkan dengan negosiasi, seperti firman Allah: “dan persoalan mereka harus lah di musyawarahkan oleh mereka sendiri (wa amruhum syûrâ bainahum)” (QS al-Syura [42]:38). Terlihat selain melanggar konstitusi, dalam hal ini merekalah yang tidak dapat memaafkan. Sederhana saja, walaupun rumit dalam kehidupan politik kita sebagai bangsa dan negara.

*) Diambil dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute). Tulisan ini pernah dimuat di Memorandum, 20 Februari 2003.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Jadwal Kajian, Pahlawan IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran

Malang, IPNU Tegal. Beberapa pengurus NU bereaksi terkait diadukannya Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH Marzuki Mustamar ke Kejaksaan Agung dan Mabes Polri oleh pimpinan organisasi garis keras yang menamakan diri MTA.

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran

Gus Mujib Sadzili, salah satu jajaran Ketua PCNU Kabupaten Malang berharap pengaduan itu dihentikan. Jika diteruskan, ditengarai akan berakibat konflik sosial.?

“Memang benar bahwa Beliau (Kiai Marzuki, red) telah diajukan oleh mereka. Tapi kami yakin perkara tersebut pasti akan dihentikan oleh kepolisian. Karena hal ini akan menyebabkan kekacauan negara atau chaos,” kata Gus Mujib itu kepada IPNU Tegal di Malang, Rabu (29/5).

IPNU Tegal

Menurut Gus Mujib cukup akrab dengan Kiai Marzuki, dengan mengadukan ke kepolisian, berarti pihak MTA telah melakukan sesuatu perbuatan mengingkari kebenaran. Karena, setelah mereka diberitahu sebuah kebenaran justru mereka ingin mencelakai NU. Dan adalah sebuah keanehan jika pemerintah berniat meneruskan perkara ini.

“Cuma, anehnya mereka itu, mengapa setelah kita beritahu sebuah kebenaran kok justru akan mengadukan kami ke penjara? dan adalah hal yang aneh jika perkara dilanjutkan, NU adalah pemilik rumah Indonesia dan berperan serta membangun negara. Lalu sekarang ada pendatang baru yang ingin memenjarakan pemilik rumah itu?” kata Gus Mujib.

IPNU Tegal

Sedangkan saat ditanya, tentang tanggapan Kiai Marzuki sendiri, ia mengatakan, pihak Kiai Marzuki tidak hendak memperpanjang masalah ini. Kiai Marzuki memang mengaku mendengar sendiri MTA menyampaikan dakwah yang negatif untuk NU dan merusak ukhuwah islamiyah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Gus Dur dalam Lukisan Pasir

Jakarta, IPNU Tegal. Salah satu rangkaian acara dalam kegiatan peringatan Haul Ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Ciganjur, Jakarta, Sabtu (27/12) malam, adalah pembacaan narasi puitis oleh Zastrouw Al-Ngatawi yang diiringi alunan musik dan kemudian narasi tersebut divisualisasikan dalam bentuk lukisan pasir oleh Fauzan.

Dalam kesempatan itu Zastrouw mengurai silsilah biologis dan ideologis Gus Dur. Di awal narasinya, Zastrouw menceritakan tentang sosok Syekh Subakir, seorang ulama dari Persia yang menumbal Nusantara pada umumnya dan Pulau Jawa khususnya.

Gus Dur dalam Lukisan Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dalam Lukisan Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dalam Lukisan Pasir

Saat Zastrouw membaca narasi, dengan sigap tangan seorang Fauzan langsung bergerak membentuk sebuah lukisan seorang tokoh yang diidentifikasi sebagai sosok Syekh Subakir.

IPNU Tegal

Begitu pun ketika Zastrouw menyinggung tentang peran Wali Songo dalam islamisasi di Nusantara, tangan kreatif Fauzan berhasil membentuk sebuah pola masjid yang di sekitarnya terdapat beberapa orang dan diduga kuat itu adalah gambar Wali Songo.

IPNU Tegal

Riuh tepuk tangan hadirin terus bergema menyaksikan krativitas Fauzan yang membuat logo Nahdlatul Ulama, tentu saja logo itu dibuat bersamaan dengan narasi yang disampaikan Zastrauw ketika menyinggung pendirian organisasi Nahdlatul Ulama.

Ketika logo NU sudah terbentuk, Zastrauw menceritakan sosok Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asyari, Fauzan menempatkan lukisan KH. Hasyim Asyari di samping kanan-depan logo NU dan disusul kemudian lukisan KH. Wahid Hasyim di sebelah kirinya lalu Fauzan melukis wajah Gus Dur di tengah-tengah lukisan kedua tokoh nasional tersebut.

Ketika Zastrouw mengatakan "Gus Dur menerangi masa depan", Fauzan memfokuskan lukisannya hanya pada sosok Gus Dur yang di belakangnya terdapat cahaya yang bersinar. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Jadwal Kajian, Hikmah IPNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Fatayat NU Gelar Peningkatan Kapasitas Daiyah di Daerah Transmigrasi

Jakarta, IPNU Tegal. Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) bekerja sama dengan Kementerian Desan dan Transmigrasi Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Mental Spiritual bagi Daiyah di Daerah Transmigrasi di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat  (BBPLM) Jakarta Timur, Selasa (17/10) lalu.

Kegiatan ini dilaksanakn selama empat hari (16-20/10) dan diikuti 30 peserta terdiri atas Daiyah Fatayat NU se-Sumatera dan Indonesia Timur, Organisasi Masyarakat (Ormas), dan undangan.

Fatayat NU Gelar Peningkatan Kapasitas Daiyah di Daerah Transmigrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Gelar Peningkatan Kapasitas Daiyah di Daerah Transmigrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Gelar Peningkatan Kapasitas Daiyah di Daerah Transmigrasi

Pengembangan dakwah Islam rahmatan lil alamin saat ini menjadi hal yang sangat urgen untuk dikembangakan terlebih bagi anak-anak dan perempuan. Perempuan sebagai  tulang punggung pertama dalam kelompok terkecil dalam amsyarakat, yaitukeluarga diharapkan menjadi agent of change bagi-minimal-keluarganya.

Ajaran islam rahmatan lil alamin juga menjadi counter dari radikalisme mengingat perkembangan radikalisme sudah menyebar ke semua kalangan masyarakat, termasuk perempuan dan kalangan anak muda.

IPNU Tegal

Oleh karena itu, perempuan sebagai pendakwah (daiyah) juga memiliki peran penting, bukan hanya sebagai pihak yang emlakukan transfer of knowledge pada masyarakat, namun telah meluas menjadi agent of change bagi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Demikian juga dalam persoalan radikalisme, daiyah memiliki peran yang sangat strategis untuk melakukan gerakan deradikalisasi.

Atas dasar itu uraian di atas,  Fatayat NuU merasa perlu berpartisipasi dalam deradikalisasi melalui peran perempuan, dengan meningkatkan peningkatan kualitas daiyah dan menguatkan materi dakwahnya.

IPNU Tegal

Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini dalam sambutannya mengatakan, daiyah sebagai orang yang dipercaya masyarakat di daerah transmigrasi, oleh karenanya peningkatan kapasitas daiyah perlu dikuatkan, tidak hanya peningkatan kapasitas secara ekonomi tapi juga secara rohani.

Menurutnya, Fatayat NU sangat concern para dai atau masyarakat di transmigrasi. Apalagi hari ini, Indonesia adalah negara di asia yang sangat cair sekali didatangi ideology-ideologi yang membawa masyarakatnya untuk tidak mencintai lagi negaranya.

“Karena transimgrasi  secara geografi jauh dari pusat kota, jauh dari komunitas secara umumm, ini lebih mudah untuk didatangi lebih mudah untuk dipengaruhi oleh ideology-ideologi ini, sehingga ini menjadi konsentrasi Fatayat NU yang sangat sinergi dengan programnya direktorat jenderal pengembangan kawasan transmigrasi,” terang Anggi.

Hadir pada kegiatan ini, Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Bidang Dakwah PP Fatayat NU Hj Anisa Rahmawati, dan Dirjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) HM. Nurdin. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sholawat, Jadwal Kajian, Pahlawan IPNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan

Jakarta, IPNU Tegal

Menteri Hubungan Perempuan Palestina Dr Mariam Saleh mengungkapkan, penderitaan yang dihadapi rakyat Palestina saat ini tak hanya disebabkan pertikaian antara kelompok Hamas dan Fatah. Pendudukan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS), menurutnya, juga menjadi sebab keterpurukan negara yang pernah dipimpin Presiden Yasser Arafat itu

“Pendudukan Israel telah benar-benar menyulitkan kami. Amerika Serikat yang mendukung pendudukan Israel tak mengizinkan kami mendapatkan bantuan dari luar,” terang Mariam kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/1)

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan

?

Mariam yang didampingi anggota Parlemen Palestina Muna Mansur, mengungkapkan hal itu saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa. Sejumlah pengurus teras organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu turut hadir dalam kesempatan tersebut.

IPNU Tegal

Mariam mengaku tak bisa menggambarkan kepedihan yang dirasakan rakyat Palestina akibat pendudukan Israel. Negara Zionis tersebut, ungkapnya, tak hanya merusak seluruh apa yang dimiliki bangsanya, melainkan juga membunuh kaum perempuan dan anak-anak yang tak berdosa serta merampas tanah milik rakyat.

Sebagai menteri yang bertanggungjawab atas kesejahteraan dan masa depan kaum perempuan Palestina, Mariam mengaku tak bisa berbuat banyak. Organisasi yang menghimpun kaum perempuan semacam Muslimat NU juga ada di negaranya. Namun, sekali lagi, tegas Mariam, organisasi tersebut tak mampu berkembang karena sulit mendapatkan bantuan, terutama dana.

IPNU Tegal

“Kami bangga terhadap Indonesia yang mempunyai ormas (organisasi kemasyarakatan) dengan anggota yang besar pula seperti kalian (Muslimat NU, Red). Kami juga punya organisasi seperti kalian, tapi pemboikotan Israel benar-benar telah menyulitkan kami (kaum perempuan Palestina),” ungkap Mariam.

Hal serupa diungkapkan anggota Parlemen Palestina Muna Mansur. Israel telah sangat menyengsarakan rakyat Palestina. Bahkan, katanya, bagi umat Islam, untuk salat di Masjidil Aqsa saja, tentara Israel melarang. “Padahal Masjidil Aqsa merupakan masjid kebanggaan kami dan kebanggaan umat Islam seluruh dunia,” tandasnya.

Selain itu, ia juga mengaku salut terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia yang hingga saat ini tetap tak mengakui pendudukan Israel atas negaranya. Termasuk pula sikap politik luar-negeri Indonesia yang tegas memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Yahudi pimpinan Perdana Menteri Ehud Olmert tersebut.

“Saya berharap pemerintah Anda (Indonesia, Red) tetap memutuskan hubungan dengan Israel. Agar Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain,” ujar Muna tegas.

Kepada Khofifah Indar Parawansa dan petinggi Muslimat NU lainnya, Muna meminta dukungan atas upaya dan perjuangan memerdekakan bangsanya. Menurutnya, perjuangan rakyat Palestina tak akan banyak berarti tanpa dukungan dan bantuan dari negara lain, terutama negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia.

“Anda (Indonesia) juga bisa menghentikan pendudukan Israel melalui pembangunan opini lewat media massa,” ujar Muna. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Daerah, Berita IPNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Satkorwil Banser Lampung Bangun Bangsa Dengan Gelar BPUN 2017

Bandarlampung, IPNU Tegal?



Sebagai partisipasi nyata dalam pembangunan bangsa dan mengimplementasikan Nawa Prasetya Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung melalui Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser menggelar Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2017.

Satkorwil Banser Lampung Bangun Bangsa Dengan Gelar BPUN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorwil Banser Lampung Bangun Bangsa Dengan Gelar BPUN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorwil Banser Lampung Bangun Bangsa Dengan Gelar BPUN 2017

?

Pelaksanaan Program Yayasan Mata Air tersebut, ujar Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim di Bandarlampung, Selasa (14/3), layak digelar sehubungan memiliki maslahat (manfaat) bagi anak-anak kurang mampu tapi berprestasi untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

?

Pemuda Ansor mendorong terjadinya perubahan untuk perbaikan. Pelaksanaan dan peningkatan BPUN 2017 biasa digelar tingkat kabupaten oleh PC GP Ansor Way Kanan menjadi tingkat provinsi adalah penegasan kecintaan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) terhadap NKRI.

IPNU Tegal

?

"Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemajuan generasi bangsa. Ini support kami untuk kemajuan generasi bangsa. Kecintaan kami kepada NKRI tidak hanya sekedar teriakan, namun juga melalui perbuatan nyata," ujar Hidir didampingi Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri.

?

IPNU Tegal

Nawa Prasetya Banser telah menegaskan, antara lain, Barisan Ansor Serbaguna setia kepada Pancasila dan UUD ? 1945 serta senantiasa siap siaga membela kehormatan dan martabat bangsa dan Negara Republik Indonesia.

?

"Kemajuan generasi bangsa adalah jalan membela kehormatan dan martabat bangsa sejalan dengan amanat terkandung dalam UUD 1945. Dan itu dapat tercapai melalui pendidikan," kata Tatang menambahkan.

?

BPUN Lampung 2017 digelar di Pesantren Al Wustho, Podorejo, Rejo, Pringsewu asuhan KH Ahmad Nasihin. Pelajar SMA sederajat yang berminat menjadi peserta harus mendaftarkan diri melalui http://mataair.or.id/bpun-2017/ .

"BPUN program berkualitas yang menumbuhkan kepercayaan diri dengan biaya terjangkau, 30 kilogram beras atau Rp300 ribu untuk keperluan konsumsi peserta sendiri. Selain memberi materi pelajaran akademik, BPUN menghadirkan motivator-motivator keren sehingga sangat layak diikuti," tutur alumni BPUN Way Kanan 2016, Zakiroh Mutawakkil.

?

Mantan pramusaji yang berhasil menjadi mahasiwa psikologi, Universitas Syiah Kuala, Nanggroe Aceh Darussalam yang berakreditasi A dan mendapatkan beasiswa Bidik Misi penuh itu menambahkan, BPUN juga memberikan sejumlah keterampilan menarik. Termasuk refreshing untuk menghilangkan kejenuhan peserta.

?

Dengan biaya sejumlah itu, ujar Manager BPUN Lampung, Gatot Arifianto, peserta dibebaskan dari biaya bimbingan belajar, mendapatkan ? try out SBMPTN 2017, motivasi, modul terpadu, outbond, hingga bimbingan rohani istiqomah.

?

"Banyak support kami berikan terkecuali kebutuhan konsumsi dan keperluan pribadi peserta. Calon peserta bisa menghubungi calon intelektual muda NU M Nurhidayat Rosihun di nomor 0856-5898-6748 selaku Koordinator Kesekretariatan dan Operasional BPUN Lampung 2017," kata mantan Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang bergiat di Gusdurian itu pula.

?

Motivator sekaligus praktisi Hypnosis dan Neo Neuro-Linguistic Programing itu menjanjikan akan ada perubahan positif bagi peserta BPUN.

"Pengandaiannya demikian, jika saat masuk seumpama kucing, Insya Allah keluar dari BPUN jadi singa," kata Gatot. (Malikaisa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Warga NU Jangan Lari dari Ulama

Probolinggo, IPNU Tegal. Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah menyampaikan bahwa warga NU hendaknya jangan menjauh dan lari dari ulama, namun berupayalah untuk selalu dekat dengan para ulama.?

Warga NU Jangan Lari dari Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Jangan Lari dari Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Jangan Lari dari Ulama

Hal tersebut disampaikan peringatan Harlah ke-93 NU yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonomerto bekerja sama dengan Madrasah Diniyah (Madin) Infarul Ghoy Desa Pohsangit Tengah Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/5) malam.

“Ulama sebagai pewaris para Nabi sebagaimana telah banyak pijakan hukum baik Al-Qur’an maupun Al-Hadis yang menjelaskannya,” katanya.

Nahdlatul Ulama menurut Abdul Hadi sangat besar secara kuantitas. Oleh karena itu, hendaknya dibarengi juga dengan besar dan hebatnya kualitas. “Besar barokahnya bagi siapa yang mau berpegang berjuang menjalankan ajarannya yakni Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Menurut Abdul Hadi, NU sebagai salah satu ormas Islam keagamaan seharusnya juga bisa berperan aktif, jangan pasif dalam menyikapi setiap perkembangan. “Di era saat ini banyak sekali tugas yang harus kita mainkan, mulai penanganan merosotnya moral para remaja, paham keagamaan dan aliran hingga penanganan serta pencegahan narkoba perlu kita galakkan dengan memberikan penerangan melalui pengajian umum atau melalui pendidikan diniyah di masyarakat kepada para generasi muda kita,” tambahnya.

IPNU Tegal

Hal senada juga disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Syuhada’ Nasrullah. Menurutnya, umat Islam saat ini harus peka sosial, peka bermasayarakat sehingga akan terbangun kebersamaan yang bisa mewujudkan perdamaian.

Sedangkan Habib Qushay Bin Abdullah Assegaf memberikan ceramah sangat detail sekali akan pentingnya peran Nahdlatul Ulama di tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.?

“Ulama adalah bagian terpenting dalam menegakkan amar ma’ruf nahyu anil munkar. Saya menghimbau agar putra-putri warga NU di sekolahkan di pendidikan Islam seperti madrasah diniyah dan pondok pesantren. Harapannya kelak mereka akan menjadi generasi yang bisa mengarahkan umat pada jalan yang benar, mampu menjadi pencerah dalam kehidupan, selamat dunia dan akhirat,” katanya.?

IPNU Tegal

Sementara Ketua MWCNU Wonomerto KH. Muh. Hasan Sidik berharap harlah ini akan membangkitkan ghirah para penjuang NU untuk terus bangkit dalam khidmat kepada Nahdlatul Ulama (NU). Adanya madrasah diniyah tidak lepas dari adanya para pejuang NU sebelumnya.

“Saya sebagai penerima tongkat estafet dari para pendahulu, bersama dengan para pengurus yang lain semoga mampu menjalankan amanah ini dengan baik. Sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi Nahdliyin di Kecamatan Wonomerto,” katanya.

Peringatan Harlah ke-93 NU ini diawali dengan pembacaan istighotsah bersama-sama. Kegiatan ini diikuti oleh segenap jajaran pengurus mulai dari Tanfidziyah dan Syuriyah mulai dari lembaga dan badan otonom MWCNU Kecamatan Wonomerto. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Nasional, Olahraga IPNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) masa khidmat 2015-2020 terus mengembangkan potensi para da’i di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pada pertemuan perdana setelah dilantik, pengurus baru LDNU menambahkan fokus garapan pelatihan bagi calon khotib di perkantoran.

“Pengurus masjid di sejumlah kantor dan badan-badan negara sudah menghubungi kita untuk mengadakan khotib dari NU,” kata Ketua baru PP LDNU KH Manarul Hidayat di hadapan pengurus LDNU lainnya di Jakarta, Rabu (17/9) malam.

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran

Menurut Kiai Manarul, program pelatihan dakwah yang sudah berjalan pada kepengurusan LDNU sebelumnya tetap diteruskan. Hanya saja kebutuhan untuk menyiapkan khotib dan para da’i di perkantoran, patut dijawab.

IPNU Tegal

“Ini tantangan kita sekarang. Jangan sampai para da’i dan khotib NU hanya bergerak dari satu ke lain kampung. Kita perlu mempersiapkan kompetensi, pembawaan, dan pilihan materi sesuai selera orang-orang kantor,” terang Kiai Manarul.

Kiai Manarul mengatakan bahwa masjid perkantoran selama ini luput dari garapan dakwah NU.

IPNU Tegal

Gagasan ini akan dimatangkan pada rapat perdana pengurus PP LDNU di Jakarta pada Selasa, 22 September 2015. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Kajian Islam, Nahdlatul IPNU Tegal

Kamis, 12 Oktober 2017

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas

Jepara, IPNU Tegal. Menteri pendidikan dan kebudayaan, Prof Dr Ir H Mohammad Nuh, DEA mengungkapkan kurikulum pendidikan nasional 2013 adalah untuk menyongsong generasi emas 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.

Demikian diungkapkannya dalam Sosialisasi Kurikulum 2013 oleh Mendikbud di kampus Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara, Ahad (3/2).?

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas

Pernyataan itu menurutnya cukup beralasan mengingat populasi pemuda di Indonesia mulai 2010-2035 meningkat tajam. Kelak anak-anak yang saat ini duduk di bangku PAUD, TK, SD dan SMP akan memimpin Indonesia. Populasi pemuda yang meningkat menurut Nuh perlu diakomodir agar mampu bersaing dengan negara-negara yang lain.?

IPNU Tegal

Data yang ia lansir dari beberapa lembaga Internasional semisal Pisa dan Timms cukup memprihatinkan. Siswa SD dan SMP untuk mapel MTK, IPA dan Bahasa kualitasnya rendah. Apalagi analisis reasoning malah belum bisa sama sekali. Ditambah dengan urusan data yang sudah kadung tidak terbiasa.?

Karenanya Nuh menegaskan kurikulum 2013 yang sempat dipertentangkan bukan sekadar ganti menteri ganti kurikulum. Lebih dari itu, kedepan dari kurikulum terbaru ada logika berpikir, isi, proses, evaluasi yang siap mengahadapi tantangan zaman.

IPNU Tegal

“Untuk isi kurikulum tidak semua dirombak tetapi menggunakan metode mempertahankan cara lama yang baik dan mengambil cara baru yang baik,” terangnya kepada kepala sekolah se-eks karisidenan Pati.?

Berkenaan dengan guru yang biasanya membuat silabus lanjutnya dibebaskan tetapi guru dituntut memanfaatkan waktu selama proses belajar-mengajar. “Saya tahu kalau panjenengan silabusnya hasil kopi paste. Kalau diterus-teruskan isinya ya cuma kopi paste,” jelasnya dengan disambut tawa. ?

Kurikulum 2013 papar Nuh tidak hanya dijalankan di sekolah-sekolah top saja. Melainkan sekolah-sekolah di pelosok pedesaan pun juga bisa melaksanakannya. Semisal dalam mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerja tam tatap muka (JTM) ditambah 2 jam menjadi 4 jam.?

Pada mapel agama memuat Islam rahmatan lil alamin. Dirinya prihatin tatkala mapel agama tidak memuat fiqhun nisa. Kalau santri ia yakin memperoleh materi tersebut. Kalo di sekolah umum ia pesimis. “Sopo seng tanggung karo arek-arek iki?” katanya dengan logat Jawa Timuran.?

Dalam mapel tersebut 3 nilai yang harus dikedepankan yakni kejujuran, kedisiplinan dan kebersihan.

“Saya mendambakan pemuda jujur layaknya Syekh Abdul Qadir Jailani saat berusia 18 tahun. Ia dititipi ibunya emas yang dibawa ke Baghdad. Di tengah perjalanan ia bertemu perampok. Saat ditanya barang bawaan dirinya mengaku yang dibawanya emas tetapi perampok tidak percaya. Setelah ditunjukkan emas tersebut si rampok menangis dan mencium syekh Abdul Qadir,” ceritanya.

Hal tersebut, menurut Nuh, contoh pendidikan kejujuran yang patut diteladani.?

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributr: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Selasa, 19 September 2017

Guru Madrasah ini Selamatkan Menu Tradisional Khas Brebes

Nur Azizah, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Brebes Nur Azizah SPd berkeinginan keras menyelamatkan menu-menu tradisional khas Brebes yang nyaris punah. Satu-persatu menu dikumpulkan dan dibuat ulang dengan penampilan yang mengundang selera hati untuk bernostalgia saat menyantapnya.

“Saya khawatir, menu tradisional khas Brebes punah sehingga harus kita selamatkan bersama-sama,” ungkap Azizah saat ditemui di MAN Brebes 01 Jalan Yos Sudarso Brebes, Awal Juli 2015 lalu.

Menurut alumni UNNES, lebih dari 50 menu tradisional yang harus dilestarikan. Namun dirinya baru membuat ulang 17 menu tradisonal khas Brebes. Antara lain Kapal Burak, Randa Keci, Jalabia, Bandeng Lumpur, Randa Kemul, Sate Blengong dan lain-lain.

“Saya akan membukukannya untuk disebarluaskan ke masyarakat dan dijadikan bahan ajar,” tutur guru Tata Boga yang mengajar sejak 2008 ini.

Guru Madrasah ini Selamatkan Menu Tradisional Khas Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madrasah ini Selamatkan Menu Tradisional Khas Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madrasah ini Selamatkan Menu Tradisional Khas Brebes

Dengan dibukukannya menu tradisional tersebut, tidak lagi ada yang mengklaim makanan khas tersebut dari mana berasal. “Para siswa juga harus mengerti benar dan menghargai warisan nenek moyang yang sehat dan alamiah,” terang istri dari Teguh Mulyono SPd dan ibu dari M Raihan Bagaskara (12) dan Maudi Nafizatus Zahra (7).

Dari kemahirannya memasak tradisional, ia menjadi pemenang pada ajang lomba masak ibu dan anak di Masak Musikal di ANTV tahun 2011 silam.

“Saya membuat masakan menu tradisional khas Brebes, ternyata kata Juri waktu itu menarik dan bernilai gizi tinggi,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Dia diganjar hadiah Rp 100 juta dan hadiah tersebut waktu itu bisa untuk membuat rumah di jalan Limbangan Baru B3, Brebes. “Sungguh bahagia, karena hadiah saat itu bisa bikin rumah,” kenangnya sembari tersenyum.

Terakhir, Azizah juga menjadi juara 1 lomba menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Jawa Tengah. Anak didiknya juga selalu menjadi juara 1 ketika ikut berlomba ditingkat Kabupaten.

IPNU Tegal

Apa yang dilakukan Guru kelahiran Brebes 21 Juni 1976 ini menjadi inspirasi bagi rakyat Brebes untuk melestarikan menu tradisional yang ternyata bernilai gizi tinggi.

Jejak langkah Azizah tidak hanya berkutat menularkan ilmunya di MAN saja. Tetapi bersama Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Darma Wanita Kabuapaten Brebes tanpa henti mensosialisasikan dan menularkan ilmunya kepada warga masyarakat. “Saya setiap saat menjadi tutor dan juri diberbagai kesempatan,” ucapnya.

Untuk menambah penghasilannya, dia membuka kafe kupat blengong di Jogja Mall Brebes. Ditempat itu juga dibuka konsultasi tentang berbagai menu tradisional bagi yang ingin mengembangkannya.

“Yang penting saya berbuat yang terbuat untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (Wasdiun)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Senin, 17 Juli 2017

Kader PMII Jogja Terima Penghargaan Kemenag

Yogyakarta, IPNU Tegal. Karena aktif menulis di media massa dan aktif penelitian, kader PMII UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Romel Masykuri, menerima penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2013 di bidang Mahasiswa Berprestasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Kader PMII Jogja Terima Penghargaan Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Jogja Terima Penghargaan Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Jogja Terima Penghargaan Kemenag

“Awalnya saya terkejut kok bisa saya menerima penghargaan ini, sebab saya cuma diminta CV oleh Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga, dan saya melampirkan dokumen tulisan-tulisan saya yang pernah dimuat di Koran,” ungkap Romel, Senin ? (16/12).

Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ini memperoleh penghargaan tersebut pada 13 Desember kemarin di Jakarta. Romel tergolong aktif menulis di media massa, baik lokal maupun nasional.?

IPNU Tegal

Selain menulis, kader PMII kelahiran Madura ini juga aktif terlibat penelitian bersama dosen. Menurut dia, sembari berorganisasi, seseorang juga mampu mengasah potensi diri.

IPNU Tegal

“Saya berharap, kader PMII tidak hanya prestasi di bidang organisasi saja, tapi harus aktif mengembangkan soft skills yang dimiliki, sehingga kader PMII bisa mewarnai setiap panggung keilmuan,” ungkap Romel. (Handini/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Jadwal Kajian, Pahlawan IPNU Tegal

Minggu, 18 Juni 2017

Rajin Ibadah tapi Merugi, Kenapa?

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rajin Ibadah tapi Merugi, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Rajin Ibadah tapi Merugi, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Rajin Ibadah tapi Merugi, Kenapa?

IPNU Tegal

Hadirin, Jamaah Jumah yang berbahagia

Pada kesempatan kali ini, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan hadirin sekalian, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah Taala dengan selalu berusaha menjalankan perintahNya serta selalu berusaha menjauhi segala hal yang dilarang olehNya. Dengan begitu kita akan memperoleh kebahagian, keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat kelak. amin.

IPNU Tegal

Hadirin, hafidhakumullah,

Kita sekarang sedang hidup di zaman yang serba diliputi fitnah dalam segala aspek. Fitnah yang dimaksud di sini adalah ujian-ujian yang tidak tingan. Manusia satu melukai manusia yang lain. Sesama manusia saling mencederai. Sesama muslim, menyakiti. Menyakiti tidak terbatas pada luka tubuh yang lahir, namun luka hati. Banyak orang yang mengoyak ketenteraman saudaranya.

Jauh-jauh hari, empat belas abad silam, Rasulullah SAW mengingatkan tentang singgungan ketentraman kehidupan bersama sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? - (? 1 / ? 15)

Pemeluk agama Islam adalah orang yang orang-orang muslim lainnya menjadi selamat dari (perbuatan buruk) lisan dan tangannya. Sedangkan orang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah.

Ada pula hadits shahih yang diriwayatkan oleh Anas ibn Malik dari Rasulullah SAW bersabda

? ? ? ?

“Orang yang beriman adalah orang di mana manusia lain merasa aman darinya.”

Dari kedua hadits di atas, setidaknya kita dapat mengambil pemahaman, bahwa baik antara definisi orang muslim maupun mukmin mempunyai dasar aspek yang sama. Selain mereka harus memenuhi kewajiban menjaga hubungan vertikal (hablun min Allah), juga harus menjaga baik hubungan horizontal (hablun min annas) dengan sebaik mungkin.

Artinya, sebaik apa pun dia melakukan ibadah mahdlah, namun jika dia selalu merugikan orang lain, mengecewakan sesama, menyakiti oran-orang di sekitarnya, maka iman Islamnya orang itu belum sempurna. Sehebat apa pun orang beribadah, jika ia merugikan orang, berarti ia termasuk orang yang rugi.

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan dalam shahih muslim. Suatu ketika Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat:

? ? ?

"Tahukah kalian, siapa orang yang merugi itu?" Tanya Nabi.

Para sahabat lalu menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ?

“Orang yang merugi di antara kita adalah orang yang tak mempunyai dirham (uang) dan tidak mempunyai harta benda.”

Mendengar jawaban demikian, Rasulullah kemudian menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang yang merugi adalah dari umatku adalah orang yang datang besok pada hari kiamat, sedang ia membawa pahala shalat, pahala puasa, pahala zakat.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Namun ia juga datang dengan amalan mencaci ini, menuduh ini, makan hartanya orang ini, mengalirkan darahnya orang ini, memukul orang ini.”

? ? ? ? ? ? ? ?

“Nah, kemudian pahala kebaikan orang yang ini pun akan diberikan kepada orang yang ini, orang yang ini pahalanya diberikan kepada orang ini.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Apabila pahalanya yang dibuat menebus sudah habis, dosa dari orang yang dizalimi akan diberikan kepada orang ini. Lalu, dimasukkanlah ia ke dalam api neraka.”

Hadirin!

Hadits di atas jelas menjelaskan bahwa kita tidak boleh sembrono dalam hubungan kepada siapa saja. Jangan-jangan ibadah malam kita, puasa kita, sedekah kita ataupun apa pun amal yang sudah capai kila jalankan, susah payah kita kumpulkan di dunia, akhirnya kita tidak dapat mengunduhnya di akhirat kelak. Hanya gara-gara habis dibuat menebus kesalahan-kesalahan kepada saudara kita. Naudzu billah min dzalik.

Rasulullah memberikan istilah orang yang mempunyai model seperti di atas dengan sebutan orang yang merugi. Maksud rugi, karena dia menanam, namun tidak mengunduh.

Hadirin, hafidhakumullah,

Selain dalam hadits, pada Al-Quran juga banyak dijelaskan tentang bagaimana kita perlu menjaga harmoni dengan baik serta harus kita rawat sejak dari alam pikiran kita, hingga aksi dunia nyata.

Menjaga kebaikan dari alam pikiran ini tampak dari ayat firman Allah SWT

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS al-Hujarat: 12)

Ayat lain menyebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ... ?

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (QS. Al Baqarah: 264)

Serta masih banyak keterangan lain yang menyatakan di mana kita dilarang menyakiti atau merampas hak orang lain dengan tanpa jalan yang dibenarkan oleh syariat Islam. Hal ini cukup berbahaya bagi keberlangsungan kita di hari kiamat kelak.

Dalam era media sosial seperti sekarang ini, orang sangat mudah mengumpat, mencaci, mencibir, melontarkan kalimat sampah serapah dengan tanpa tatap muka secara langsung atau bahkan kepada orang yang belum dan tidak akan pernah bertemu sama sekali di dunia ini. Tapi kita perlu waspada dan hati-hati, jangan-jangan orang yang dulunya kita hina di medsos, di akhirat, ia menjadi ganjalan yang menghalangi kita masuk surga, naudzu billah min dzalik.

Mari kita mawas diri, instrospeksi diri kita masing-masing. Sejak dalam pikiran, kita jangan berburuk sangka, dalam mulut jangan berkata yang menyakiti orang lain, tangan, mata, kaki dan anggota kita, mari kita berusaha menjaganya dari menyakiti sesama supaya kita hidup bermasyarakat yang baik dalam bingkai harmoni yang terawat.

Mari kita ingat, bagaimanapun mereka adalah saudara kita yang perlu kita jaga bersama supaya kita kuat dan tidak mudah roboh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman merupakan saudara. Perbaikilah kalian antara saudara kalian. Dan bertakwalah supaya kalian dibelaskasihani.

Hadirin ....

Kesimpulan yang dapat kita ambil pada kesempatan kali ini adalah pertama, kita, selain dituntut untuk berhubungan baik kepada Allah, kita juga harus memperbaiki hubungan antarsesama. Kedua, orang ahli ibadah, jika selalu merugikan orang lain, baik merugikan melalui lisan atau tindakan, mulai dari mencaci, mencuri, dan lain sebagainya, jika di dunia ini tidak diselesaikan, pada hari kiamat kelak, ia akan dimintai perhitungan oleh Allah SWT. Jangan-jangan itu bisa menjadikan rugi dari tanaman amal baik kita selama di dunia.

Semoga kita dan keluarga kita benar-benar dijaga oleh Allah SWT, amin ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Ahmad Mundzir)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian IPNU Tegal

Minggu, 08 Januari 2017

Haul Mualif Simtudduror Digelar di Masjid Riyadh Solo

Solo, IPNU Tegal. Haul mualif (pengarang) Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi digelar di Kompleks Masjid Riyadh Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Di sekitar masjid ramai didatangi para pedagang dan tamu dari berbagai daerah.

Haul Mualif Simtudduror Digelar di Masjid Riyadh Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mualif Simtudduror Digelar di Masjid Riyadh Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mualif Simtudduror Digelar di Masjid Riyadh Solo

Kepada IPNU Tegal, KH Ahmad Baidlowi, yang ikut mengurusi acara haul menuturkan, semarak haul sudah mulai dibuka Senin (17/2) lalu. "Acara selama tiga hari ini (Senin-Rabu), sudah dimulai dengan khataman Al-Quran," terang kiai yang juga Rais Syuriah PCNU kabupaten Sukoharjo.

Baidlowi menambahkan, puncak acara akan dilaksanakan pada kamis (20/2) pagi, dengan acara pengajian dan pembacaan manaqib Habib Ali.

IPNU Tegal

Pada malam harinya juga bagi yang tertarik, dapat mengikuti acara santai, yakni penampilan seni musik gambus dan tari zapin, bersama Grup Gambus Segaf As-Segaf.

Esok harinya, pembacaan Kitab Maulid Simtuddurar akan menandai ditutupnya rangkaian acara haul pada tahun ini. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, Pertandingan, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Minggu, 25 Desember 2016

PCNU Pringsewu Peringati 1000 Hari Gus Dur

Pringsewu, IPNU Tegal. “Gus Dur pasti tersenyum disana, beliau pasti bahagia karena dido’akan oleh segenap ummat, baik ummat muslim maupun non muslim”. 

Demikian sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Mustasyar NU Kabupaten Pringsewu KH Sujadi Saddad dalam peringatang haul 1000 hari wafatnya Gus Dur. KH Sujadi Saddad yang juga Bupati Kabupaten Pringsewu ini juga menyampaikan bahwa keberadaan NU sekarang ini tidak lepas dari perjuangan sosok seorang Gus Dur.

PCNU Pringsewu Peringati 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Peringati 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Peringati 1000 Hari Gus Dur

Oleh karena itu ia berpesan kepada  segenap warga nahdliyyin Kabupaten Pringsewu untuk meneruskan, menata NU supaya lebih eksis dalam membina ummat. Salah satu bentuk nyata penataan NU sebagai sebuah organisasi adalah tertata rapinya administrasi keorganisasian. 

IPNU Tegal

Dalam kesempatan ini ia memberitahu dan menunjukkan salah satu program dari PBNU yaitu program Pembuatan Kartanu (Kartu Anggota NU) bagi seluruh warga nahdliyyin di Indonesia. Ia berpesan kepada segenap warga NU Kabupaten Pringsewu untuk ikut mensukseskan program ini yang nantinya akan bermuara kepada semakin tertibnya keorganisasian NU.

Sujadi juga memberikan apresiasi kepada segenap Pengurus LTN NU Pringsewu yang sudah memberikan kontribusi nyata dengan berbagai macam kegiatan penerbitan seperti Buletin Aswaja. Sebagai lajnah yang menangani masalah penulisan dan penerbitan, LTN NU Pringsewu juga sedang menggarap Buku tentang Qurban dan Aqiqah yang sebentar lagi akan di distribusikan kepada segenap warga NU.

IPNU Tegal

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu 6 Oktober 2102 ini dibuka dihadiri oleh segenap jajaran Pengurus NU baik ditingkat Kabupaten maupun MWC Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu. Nampak Pula Hadir dalam acara ini Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali. Kegiatan yang berlangsung di Gedung NU Kabupaten Pringsewu ini diawali dengan Shalawat dan dilanjutkan dengan pembacaan surah Yasin, tahlil dan do’a yang dipimpin oleh KH Anwar Zuhdi.

Sementara dalam sambutannya, Ketua PCNU Pringsewu KH Mahfudz Ali menyampaikan beberapa hal mengenai kiprah Gus Dur. Ia yang juga Alumni Pesantren Tebuireng yang merupakan Pesantren yang didirikan oleh keluarga besar  Gus Dur ini menceritakan tentang keberadaan makam Gus Dur yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari segenap penjuru. Ia juga menceritakan beberapa cerita menarik mengenai sosok seorang Gus Dur yang terkenal senang membuat guyonan-guyonan yang memiliki banyak hikmah pelajaran. 

Di penghujung sambutannya, Ketua PCNU Pringsewu mengajak kepada segenap warga Nahdliyyin Kabupaten Pringsewu untuk bersama-sama membangun dan membesarkan NU di Kabupaten Pringsewu. Salah satu yang menjadi langkah PCNU Pringsewu untuk membesarkan NU yaitu membuat program-program yang dapat bermanfaat bagi warga yang salah satunya sudah dilaksanakan yaitu mendirikan Apotik NU Farma. Dengan keberadaan Apotik NU Farma ini diharapkan dapat memberi sumbangsih kepada masyarakat terutama dibidang kesehatan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Pesantren, Olahraga IPNU Tegal

Sabtu, 03 Desember 2016

Dubes Aljazair: HIPSI Garda Depan Kebangkitan Ekonomi Santri

Algier,IPNU Tegal. Sebelum pulang ke tanah air, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Aljazair secara resmi mengundang pengurus dan anggota Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI). Pertemuan kedua belah pihak berlangsung di kantor KBRI, Mourudia, Algeir pada Senin (28/11) pukul 17.00 waktu setempat.

Dubes Aljazair: HIPSI Garda Depan Kebangkitan Ekonomi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Aljazair: HIPSI Garda Depan Kebangkitan Ekonomi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Aljazair: HIPSI Garda Depan Kebangkitan Ekonomi Santri

Rombongan Hipsi yang berjumlah 25 oran diterima langsung Dubes RI untuk Aljazair Shafira Makhrusah beserta staf diplomat. Dalam sambutanya, Shafira mengapresiasi positif keikutsertaan Hipsi sebagai satu-satunya organisasi pengusaha santri yang mampu berperan di pameran internasional.

"Saya berterima kasih pada Hipsi jauh-jauh dari Indonesia tapi tetap semangat ikut serta pameran dalam upaya memajukan ekonomi di kalangan santri," katanya.

IPNU Tegal

Menurutnya, pameran yang merupakan program kementerian PU Aljazair ini tersukses semenjak keikutsertaan KBRI. Pada pameran internasional kali ini, menurut dia, diikuti perwakilan 18 negara.

"Alhamdulillah pada pameran kemarin, pavilion KBRI dinobatkan menjadi yang terbaik mengalahkan Amerika dan Jerman. Karena stand kita paling indah dan elok." tambahnya.

IPNU Tegal

Dubes juga berpesan agar Hipsi makin giat dan terus mendorong bangkitnya UKM di kalangan Pesantren. "Semoga ke depan, Hipsi menjadi garda depan bagi perekonomian kaum Santri," pungkasnya.

Sementara Sekjend Hipsi Muhammad Nurhayid mengungkapkan kegembiraanya dapat mengikuti event ini. sebab melalui kegiatan tersebut, peluang produk Indonesia menembus pasar Eropa makin terbuka.

"Dalam meeting bisnis dengan para pengusaha di sini, kita sepakat untuk suplay produk kopi, kelapa, terutama air santanya, juga minyak sawit," ujarnya.

Pertemuan yang ditutup dengan jamuan makan malam. Makan malam tersebut juga dihadiri? Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Aljazair KHMuhammad Toha. (Fatchurrahman/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hikmah, Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Jumat, 06 November 2015

PWNU Jatim Instruksikan PCNU Bangun “Aswaja Center”

Probolinggo, IPNU Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menginstruksikan cabang-cabang NU di Jawa Timur agar membangun "Aswaja Center" untuk menjaga akidah umat.

PWNU Jatim Instruksikan PCNU Bangun “Aswaja Center” (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Instruksikan PCNU Bangun “Aswaja Center” (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Instruksikan PCNU Bangun “Aswaja Center”

Demikian disampaikan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah saat melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo di kantor PCNU Jl. Bengawan Solo, Kota Probolinggo, Sabtu (6/4) malam lalu.

Menurutnya sebagian besar cabang sudah mempunyai Aswaja Center. “Alhamdulillah, tinggal mengisi kegiatannya,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong itu.

IPNU Tegal

Selain Aswaja Center, PWNU juga meminta cabang-cabang merealisasikan program pembuatan Kartanu (Kartu Tanda Anggota NU). Menurutnya, program itu penting karena selama ini ormas yang didirikan KH. Hasyim Asy’ari itu, belum memiliki database anggota yang lengkap meski selalu disebut sebagai ormas dengan jamaah terbesar.

Usai melantik jajaran pengurus syuriyah di bawah kepemimpinan KH Aziz Fadhal dan pengurus tanfidziyah di bawah kepemimpinan Maksum Subani, Kiai Mutawakkil mengatakan, menjadi pengurus NU merupakan perjuangan.

Meburus NU, menurutnya, harus ikhlas karena di organisasi keagamaan terbesar itu, tidak memperoleh gaji. “Kalau ikhlas, Insya Allah diberi kemudahan. Barokah,” katanya.

IPNU Tegal

Pelantikan PCNU Kota Probolinggo juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf, yang juga salah satu Ketua PBNU, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo Johny Haryanto dan anggota DPR RI dari fraksi PKB Malik Haramain.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo Maksum Subani mengatakan siap menjalankan amanah dari Konfercab, Desember 2012. “Yakni, mempertanggungjawabkan kinerja PCNU lima tahun ke depan, membuat program serta memilih pengurus PCNU,” ujarnya.

Lebih jauh, dirinya juga telah menyiapkan program lima tahun kedepan untuk PCNU kepemimpinan KH. Aziz Fadhal sebagai rais syuriyah dan dirinya sebagai ketua tanfidziyah periode 2012-2017. Maksum berharap, dengan dilantiknya dirinya dkk, bisa bekerja dengan lebih baik lagi dari lima tahun sebelumnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock