Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh

Medan, IPNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH. A. Hasyim Muzadi meminta umat Islam tidak terkecoh dan selalu waspada terhadap ajaran Islam yang “aneh-aneh” yang dapat meresahkan masyarakat.

Umat Islam perlu lebih berhati-hati dan selalu waspada terhadap setiap ajaran Islam model baru yang disebarkan secara simpatik oleh seseorang yang mengaku sebagai ustadz, wali dan bahkan Jibril.

“Di Malang ada yang mengaku sebagai kelompok Islam tapi sholatnya menggunakan dua bahasa,” kata Hasyim pada Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, di Medan, Minggu (20/8) kemarin.

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh

Dicontohkan lagi, di Purwokerto dan Jakarta seorang umat Islam mengaku sebagai Jibril atau mendapatkan wahyu dari Jibril. “Orang tersebut sudah diamankan oleh pihak berwajib,” katanya.

Begitu pula di salah satu daerah di Jawa Tengah ada kelompok yang sedang Shalat menganjurkan jamaahnya agar tidak menggunakan busana. “Tindakan seperti ini tidak hanya aneh, melainkan juga tidak sesuai dengan ajaran Islam,” kata Hasyim.

Umat Islam diminta jangan sampai terpengaruh dengan ajaran yang menyesatkan, karena ajaran yang aneh-aneh itu tidak ada dalam Islam. "Masyarakat jangan sampai terkecoh akan ajaran itu,” kata Hasyim.

IPNU Tegal

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu mengingatakan, saat ini, banyak orang yang kelihatan pandai dan mempunyai ilmu agama yang tinggi, namun tidak dibarengi keimanan kepada Allah SWT.

“Seorang yang mengetahui hukum kadang mereka itu sering melakukan pelanggaran dan perbuatan tidak terpuji yang bertentangan dengan hukum tersebut. Hal semacam itu terjadi karena ilmu tinggi yang dimilikinya tidak dibarengi keimanan, ketaqwaan serta tidak mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” ujarnya. (har/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU IPNU Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK

Tangerang, IPNU Tegal. Ratusan kader PMII PTNU Tangerang menyampaikan rasa kecewa atas kinerja kabinet Jokowi-Jk. Mereka tidak melihat peningkatan selama 1 tahun kinerja Jokowi. Untuk itu, mereka mengajukan sepuluh tuntutan untuk kepemimpinan Jokowi di depan kantor DPRD Kota Tangerang, Selasa (20/10).

Ketua PMII PTNU Tangerang Steven Idrus Maulana menyuarakan tuntutan terhadap Presiden Jokowi untuk meninjau ulang proyek pembangunan infrastruktur yang berasal dari hutang luar negeri.

PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK

Pemerintah, mereka menuntut, segera mengeluarkan kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, menolak impor pangan, mewujudkan kedaulatan pangan, melakukan upaya percepatan serapan APBN. Mereka mendesak pemerintah mencabut izin perusahaan pelaku pembakaran hutan.

IPNU Tegal

Tuntutan mereka antara lain berbunyi agar pemerintah mempercepat perubahan RUU KUHP, meningkatkan mutu pendidikan bangsa, memberikan akses pendidikan tinggi seluas-luasnya untuk masyarakat tidak mampu.

“Yang terpenting adalah tolak UU revisi KPK yang diajukan oleh DPR RI. Sebab itu adalah pembunuhan KPK secara perlahan-lahan. PMII mengajak rakyat Indonesia ikut serta mengawal kebijakan pemerintah dan mengkritisi jika ada kesewenang-wenangan dalam kepentingan pribadi yang mengatasnamakan negara," kata Steven.

IPNU Tegal

Aksi mahasiswa, dimulai pada 13.00 WIB. Aksi mereka mulai memanas ketika mahasiswa bergerak mundur ke depan DPRD. Pada saat aksi, mahasiswa sempat membakar ban bekas.

Humas PMII PTNU Tangerang Aflahul Mumtaz menambahkan, pihaknya meminta Jokowi mengingat Nawacita, Trisakti, dan Revolusi Mental yang selalu digaungkannya. Karena, jika hal tersebut dilupakan, berarti Jokowi-JK telah mengakhiri mimpi 250 juta masyarakat Indonesia untuk sejahtera.

"Namun dalam kenyataanya mimpi dan rakyat sirna termakan janji yang tak kunjung ditepati dan tersimpan rapi di dalam laci kabinet Jokowi-JK," tegas Aflah. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, IMNU IPNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua

Solo, IPNU Tegal

Alkisah, seorang bapak telah meninggal, hingga 3 tahun sejak ia dikuburkan. Selama itu pula ia terus mendapat siksa kubur, hingga pada suatu hari tiba-tiba siksaan yang ia terima dihentikan. Ia pun bertanya? Ada apa gerangan?

“Rupanya pada hari itu, anaknya yang dulu masih kecil, kini mulai belajar mengaji, membaca alif ba’ ta’. Bapak yang tidak mengajarkan anaknya mengaji, ikut mendapatkan berkah dari anaknya yang belajar Al-Qur’an,” tutur Habib Noval bin Muhammad Alaydrus, pada acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an siswa SD-MI-SMP Ta’mirul Islam, di Hotel The Sunan, akhir pekan lalu.

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua

Diterangkan pengasuh Majelis Ar-Raudhah tersebut, betapa pentingnya memberikan pendidikan membaca dan memahami Al-Qur’an kepada anak. Sebab, dari anak pula para orang tua mendambakan kiriman doa ketika mereka sudah meninggal dunia.

“Kalau kita sudah meninggal siapa yang akan mendoakan kita. Bagaimana kalau anak kita tidak bisa mengaji? Apa kita akan mengandalkan orang lain untuk mendoakan kita,” tanya dia.

Ditambahkan Habib Novel, yang juga penasihat GP Ansor Kota Solo, terlebih ketika memiliki putra-putri penghafal Al-Qur’an, maka sesuai dengan janji Allah pada sebuah hadits, orang tuanya akan mendapat mahkota dan pakaian yang indah.

IPNU Tegal

Sementara itu, pada kesempatan tersebut sebanyak 267 siswa diwisuda. Koordinator Al-Quran SD Tamirul Islam, Mukhlisin, para peserta yang diwisuda, sebelumnya telah menyelesaikan hafalan Al-Quran masing-masing minimal juz 30.

“Beberapa dari mereka, bahkan ada yang telah menyelesaikan hafalan juz 1, 2, 26, 27, 28, dan 29,” terang dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal IMNU IPNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri

Jakarta, IPNU Tegal. Buntut dari rencana kepergian 300 anggota DPR ke luar negeri menjelang akhir tahun 2006, Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda (GP) Ansor melancarkan kritik keras. Organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) itu mendesak Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) untuk mengaudit anggaran DPR.

“Ini penting agar anggaran ke luar negeri itu bisa ditekan seefisien mungkin. Bahkan kalau perlu dikurangi,” kata Sekjen PP GP Ansor Malik Haramain—sebagaimana dilansir www.gp-ansor.org--kepada wartawan di Jakarta, (27/11) kemarin.

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri

Menurutnya, GP Ansor sangat kecewa karena kepergian anggota DPR itu tidak ada gunanya dan tidak jelas pertanggungjawabannya kepada publik. “Selama ini mana sih hasilnya yang bisa dirasakan rakyat dari hasil kunjungan ke luar negeri itu. Ketimbang ke luar negeri tidak jelas, Lebih baik DPR mengurangi anggaran ke luar negeri,” gugatnya.

Lebih jauh, kata Malik, harus ada perubahan kebijakan tentang kegiatan ke luar negeri, selain menghabiskan banyak uang, toh hasilnya juga tidak ada. Apalagi publik tidak pernah tahu hasil kongkritnya. Pimpinan DPR harus betul-betul mempertimbangkan manfaat kunjungan ke luar negeri tersebut.

Seperti diketahui, setelah 30 orang komisi V DPR berkunjung ke Belanda, Perancis dan Jerman, BKSAP dan BURT ke Finlandia, sebagian Komisi VIII berangkat ke Turki. Kemudian menyusul Komisi IX DPR juga akan melakukan kunjungan kerja ke Hongkong dan Korea Selatan dengan agenda masalah kesehatan dan tenaga kerja. Rombongan terdiri dari dua tim, masing-masing beranggotan 15 orang.

IPNU Tegal

“Biayanya dari anggaran Sekjen DPR, diberi Rp 400 juta, namun yang dipakai hanya Rp 250 juta. Sisanya dikembalikan ke Sekjen DPR,” katakan Wakil Ketua Komisi IX DPR F-PD, Max Sopacua, kepada wartawan di DPR, (27/11) lalu.

Dia menambahkan total anggota Komisi IX DPR yang berangkat menjadi 30 orang. Masing-masing rombongan 15 orang. “Jadi, kalau dua tim itu, biayanya sekitar Rp500 juta. Sebenarnya anggaran yang diajukan itu Rp 600 juta, tapi sudah dua tahun Komisi IX DPR tak menggunakan anggaran itu,” katanya.

Max menambahkan, rombongan yang ke Hongkong berangkat  29 Nopember 2006 dan yang ke Korea Selatan berangkat pada 5 Desember 2006. “Masing-masing orang mendapatkan jatah 280 dolar untuk kunjungan selama 3 hari,” jelas Max.

Ditanya soal rumor pemberian dana dari Departemen Kesehatan sebesar Rp 2,5 miliar, Max membantahnya. “Wah, kalau sudah ada dari Depkes, tak perlu lagi dana dari Sekjen DPR. Jadi tidak ada pemberian dana dari Depkes itu,” ujarnya.

IPNU Tegal

Max tidak menampik jika ada anggota Komisi IX DPR dalam kunjungan kerja tersebut yang membawa isteri, asal tidak mempergunakan dana Komisi IX DPR. “Boleh asal ongkos sendiri, tapi tidak boleh tiket itu ditukar dengan kelas ekonomi. Saya akan laporkan kalau ada tiket yang ditukar dengan kelas ekonomi,” ujarnya. (eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Internasional, Sholawat IPNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT

Pringsewu, IPNU Tegal - Dalam perspektif Islam, setiap manusia dilahirkan dalam kondisi fitrah (suci). Ketidaksuciannya ditentukan oleh pengaruh orang tuanya atau lingkungan pergaulannya. Setiap orang tua berkewajiban menjaga anak-anaknya agar tidak keluar dari wilayah kesuciannya.

Anak-anak wajib diawasi agar anak membiasakan diri dalam kebaikan sesuai tuntunan agama, karena kebiasaan baik tersebut akan tercetak dan terpatri di otaknya. Orang tua, guru dan orang-orang di sekitar juga wajib menciptakan lingkungan pergaulan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT

Rendahnya kepedulian mereka terhadap anak-anak yang terlahir suci itu sanggup menodai kesuciannya hingga anak mencapai usia dewasa. Keburukan yang terpatri kuat di otak jika telah dibiasakan akan menjadi candu yang amat sulit ditinggalkan, menjadi semacam penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Apa saja yang dianggap sebagai penyakit oleh semua akal sehat dan jiwa yang bersih akan dianggap sebagai bukan penyakit yang oleh karena itu tidak perlu diobati atau disembuhkan.

IPNU Tegal

Hal ini disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Kamis (11/02/16) mengawali pernyataan dan keprihatinannya terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang sekarang sedang hangat dibahas diberbagai media terkait keinginan untuk mendapat legalitas atau pengakuan dari masyarakat.

"Semua itu bersumber kepada nafsu yang diperturutkan atas nama kebebasan seks yang sebebas-bebasnya, sehingga ajaran suci agama apa pun yang melarangnya tidak lagi dipedulikan," tegas Gus Ishom - begitu Ia biasa dipanggil - melalui akun facebooknya.

IPNU Tegal

Gus Ishom juga mengingatkan agar mereka yang tidak terlibat LGBT, tidak perlu latah membela dan memperjuangkan legalisasi tujuan mereka yang kini sedang terjebak dan terkurung dalam orientasi seksual "menyimpang" atas nama HAM.

" Yang perlu didukung atas nama HAM justru ketika mereka ingin kembali normal menjadi heteroseksual sebagaimana pada umumnya, sesuai fitrahnya,"? tegas Kiai Muda dari Pringsewu ini.

Menurutnya dibutuhkan motivasi yang kuat dari berbagai pihak--selain dari diri pelaku LGBT--dan lingkungan yang kondusif untuk merubah kebiasaan "negatif" tersebut agar tidak terulang kembali.

Sikap individualisme anggota masyarakat yang semakin menyuburkan perilaku LGBT menurutnya, harus dikikis habis dengan meningkatkan kepedulian untuk saling menasihati agar setiap manusia berada dalam koridor kebenaran (tawashau bil-haqqi). Dalam kesabaran (tawashau bish-shobri) dan dalam koridor saling mengasihi (tawashau bil-marhamah) dan tentu saja amar makruf dan nahi munkar tidak boleh diabaikan.

"Sementara dalam konteks ke-Indonesia-an yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap anggota legislatif, wakil rakyat, tidak dibenarkan untuk mengabulkan tuntutan legalisasi apa saja yang berkaitan dengan LGBT, seperti tidak berupaya membuat aturan yang mengesahkan pernikahan sejenis dan sebagainya " tegasnya.

Bahkan menurut Gus Ishom, pemerintahan negara kaum beragama ini, bukan sekadar mengawasi, tetapi harus segera turun tangan dengan tegas dan berani menindak setiap warganya yang terlibat dalam jaringan yang bertujuan mengabsahkan LGBT. Selain itu juga mencegah terwujudnya komunitas LGBT yang kini semakin nekat muncul terang-terangan tanpa rasa malu.

" Setiap individu yang terlibat LGBT mungkin telah mengetahui bahwa perbuatannya itu diharamkan oleh agama yang dianutnya, dan pasti terbersit dalam hati kecilnya untuk hidup normal sebagaimana orang banyak," ungkapnya.

Oleh karena itu Gus Ishom mengimbau agar kelompok ini tetap harus memperoleh kasih sayang, tidak boleh dikucilkan dari pergaulan apalagi menjadi sasaran ejekan dan penghinaan. Keyakinan atau keimanan beragama mereka harus ditumbuhkan dan diperkokoh sehingga mereka bertaubat, menyesali dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengulangi apa yang bertentangan dengan bisikan hati nuraninya sendiri.

" Perlu disadari, bukanlah hal yang mudah untuk berhenti dari kebiasaan buruk itu, namun jika masih ada kemauan maka terbuka lebar seribu jalan kebajikan. Kesembuhan hanya diberikan kepada siapa saja yang punya keinginan kuat dan upaya yang tak kenal lelah untuk hidup sehat dan normal kembali," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, News IPNU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

Jakarta, IPNU Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mendesak pemerintah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) 105/2013 dan 106/2013 yang mengatur memberikan fasilitas berobat gratis kepada pejabat negara hingga ke luar negeri.

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

“Memberikan fasilitas keuangan negara kepada pejabat negara secara berlebihan di tengah kemiskinan ekonomi rakyat serta derita karena bencana alam, adalah sebuah kezaliman,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Ahad (29/12).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengatakan, Perpres tersebut menyakiti nurani rakyat yang pada umumnya masih miskin dan dikhawatirkan menjadi pemicu perlawanan rakyat.

IPNU Tegal

“Oleh karenanya, Perpres 105 dan 106 tahun 2013 tertanggal 13 Desember 2013 yang memberikan fasilitas berobat gratis sampai ke luar negeri segera dicabut,” terang Kiai Hasyim.

Pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini juga menyarankan para penyelenggara negara dan pejabat publik yang masih punya rasa tanggungjawab kepada rakyat, hendaknya menolak fasilitas berlebihan tersebut.

IPNU Tegal

“Sekalipun yang mau menolak pasti jumlahnya sangat minoritas. Seandanya pejabat negara meninggal karena sakit, biarlah meninggal di tanah air bersama rakyat yang mengantarkan mereka menjadi pejabat,” katanya.

Keluarnya Perpres menjalang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan semakin menambah kebencian masyarakat kepada pejabat Negara.

“Hendaknya diingat saat ini menjelang pileg dan pilpres, maka perpres 105/106 akan menambah rasa kejengkelan kepada mereka yang akan menjadi penyelenggara Negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Presiden 105/2013 tentang Pelayanan Kesehatan Paripurna kepada Menteri dan Pejabat Tertentu. Juga, Perpres 106/2013 tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Pimpinan Lembaga Negara.

Dalam laman Sekretaris Kabinet, kedua produk aturan itu dikeluarkan Presiden terkait mulai dilaksanakannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai 1 Januari 2014.

Dengan Perpres itu, para menteri, pejabat eselon I, dan pimpinan lembaga negara dimudahkan untuk berobat ke luar negeri. Seluruh biaya itu nantinya akan ditanggung oleh negara, baik APBN maupun APBD.

Presiden mempertimbangkan risiko dan beban tugas menteri dan pejabat tertentu, serta ketua, wakil ketua dan anggota lembaga negara sehingga pemerintah memutuskan membuat perlindungan kesehatan khusus bagi pejabat negara. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Bahtsul Masail, IMNU IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi

Jakarta, IPNU Tegal

Bagi Suryandaru, dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, proses pembelajaran itu tidak sekadar teori. Tidak sekadar membaca, tapi juga dengan terjun langsung. Itu sebabnya dirinya selalu menyempatkan diri untuk mengajak mahasiswanya kunjungan studi, antara lain ke Pusat Penelitian Pengembangkan Teknologi (Pupitek), Serpong.

Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi

Dalam proses pengajaran di kelas, Ndaru juga sering memutarkan video untuk menunjukkan gambaran langsung peristiwa alam yang bisa dikaji dari ? ilmu pengetahuan.

Sebagai dosen yang merupakan bagian dari perguruan tinggi yang salah satu tugasnya adalah pengabdian di masyarakat, Ndaru juga sering terjun ke masyarakat untuk memberikan pelatihan penerapan teknologi, salah satunya adalah pembuatan biogas dari kotoran sapi.

“Ini semacam bentuk aktivitas sosial. Agar mereka bisa melihat teknologi yang bisa mengahasilkan energi dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber api,” kata Ndaru, Selasa (1/3) yang saat dihubungi lewat telepon sedang memberi pelatihan di Bintuhan, Kabupaten Riau, Bengkulu.

Ndaru menambahkan bahwa pelatihan-pelatihan tersebut bisa menjadi model awal yang bisa diterapkan di berbagai tempat. Ndaru sendiri menganggap bahwa kunjungan ke berbagai tempat itu sebagai pengabdian ilmu yang dimilikinya.

IPNU Tegal

Ditanya apakah aktivitas dan penelitiannya akan melibatkan UNU Indonesia tempatnya mengajar, Ndaru mengatakan sangat mungkin ke depan akan melibatkan mahasiswa UNU. “Tetapi itu tergantung dari pihak UNU,” Ndaru memberi catatan.

Ndaru yang menyenangi travelling dan karenanya sangat menikmati perjalanan dan kunjungan-kunjungan ke berbagai daerah, menyimpan harapan yang besar agar mahasiswa dan alumni UNU lebih banyak terlibat di masyarakat. Ndaru memandang Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisai masyarakat Islam terbesar di Indonesia yag saat ini sedang ditunggu kiprahnya, terlebih bidang sains dan teknologi.?

IPNU Tegal

“Kita mesti bisa mengonversi pemahaman keislaman kita menjadi wujud nyata di masyarakat. Dengan begitu, NU akan menjadi sahabat terbaik bagi masalah umat manusia di Indonesia bahkan dunia,” terang Ndaru yang baru-baru ini proposal penelitiannya ‘Pengolahan Limbah Seng Menjadi Nano Sengosida sebagai Aplikasi Kemasan Anti Bakteri dan Kosmetik’ disetujui oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek Dikti). (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Nasional IPNU Tegal

Dari Militer sampai Pendakwah

Ketika tentara Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942, Sekolah Tinggi Islam ditutup. Masyarakat diarak untuk mengikuti kerja rodi (paksa). Seperti pemuda-pemuda lain, Buya Abdul Gani Latif mengikuti latihan militer di Kandang Empat Pariaman untuk kepentingan Jepang. Tahun 1946, Buya dengan pangkat Letnan Dua ditugaskan sebagai staf Resimen VI. Karir sebagai orang militer tidak berlanjut. Namun tahun 1950 Buya Gani meninggalkan tugas militer, beralih sebagai guru agama.

Lahir tahun 1920 di desa Siteba Nanggalo (sekarang kawasan perumahan dan pasar) Kota Padang. Sebagai orang Minangkabau, Buya Gani (begitu akrab dipanggil), menyandar gelar pusako Malin Mudo, sekaligus kepala waris dalam kaum suko Koto di kaumnya.

Masa kecil Buya sama seperti anak-anak lain ketika negara Indonesia masih dijajah bangsa Belanda. Masa kecilnya dihabiskan mengaji di surau (tempat beribadah umat Islam milik kaum di Minangkabau). Setelah usia sekolah, Buya kecil masuk sekolah desa (Governemen) dan meneruskan pendidikan ke Thawalib  Padang Japang Kabupaten 50 Kota selama satu tahun. Selanjutnya pindak ke Thawalib Tiakar Payakumbuh sampai tamat tahun 1935.

Setahun kemudian Buya melanjutkan pendidikan ke Normal Islam di Padang di bawah pimpinan H Muhammad Yunus, tamat tahun 1940. Kemudian tahun 1941 melanjutkan ke Pendidikan Islam Tinggi (semacam perguruan tinggi IAIN sekarang) sebagai lanjutan Normal Islam.

Dari Militer sampai Pendakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Militer sampai Pendakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Militer sampai Pendakwah

Sebelum Jepang menjajah Indonesia, Buya Gani pernah mendirikan Sekolah Thawalib tahun 1935. Tahun 1936 tercatat 190 orang murid. Tempat belajarnya menggunakan beberapa surau yang ada di sekitar sekolah Thawalib. Sekolah ini setingkat dengan tsanawiyah.

Pendirian sekolah Thawalib didorong oleh amanat dari Syekh Ibrahim, guru Buya Gani. Dengan alasan kurangnya lembaga pendidikan agama di Padang. Materi yang diajarkan diperoleh dari gurunya Syekh Ibrahim Hasan seperti Ilmu Nahwu, Sharaf, Mantiq, Tarikh, Tafsir, Fiqih, dan lain-lain. Namun tidak berapa lama umurnya karena ditutup Belanda. Sekolah tersebut dianggap Belanda menentang pemerintah. Buya tak hilang akal. Nama sekolah tersebut diganti menjadi Persatuan Islam.

Tahun 1950 madrasah ini diambil-alih oleh organisasi Muhammadiyah. Di bekas sekolah itu didirikan Sekolah Rakyat yang selanjutnya berubah menjadi Sekolah Dasar Islam (SDI).  Buya Gani selanjutnya diangkat menjadi kepala sekolah, di samping guru agama.

IPNU Tegal

Buya Gani juga pernah menjadi Kepala Madrasah Persatuan Islam. Sekaligus diminta Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (yang dikenal dengan Inyiak Canduang) mengajar pada Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di Pasar Miskin Padang sebagai cabang dari MTI Canduang. Pada saat yang sama, Buya melanjutkan pendidikan ke Normal Islam di Padang.

IPNU Tegal

Hengkang dari dari militer tahun 1950, sampai tahun 1958 Buya Gani bertugas sebagai guru agama. Beliau memasukkan pelajaran gama dalam kurikulum sekolah umum. Kemudian tahun 1959 Buya Gani dipercaya menjabat Kepala Kantor Inspeksi Pendidikan Agama Padang/Padang Pariaman. Beliau merupakan orang pertama menjadi Kepala Inspeksi Pendidikan Agama di Kota Padang.

Tahun 1959 Buya Gani masuk organisasi Partai Nahdlatul Ulama (PNU). Setelah terjadinya pemberontakan PRRI di Sumatera Barat, memang banyak tokoh agama Islam yang berbondong-bondong bergabung dengan NU, sebagian benar-benar bermaksud memajukan syiar Islam bersama NU, sebagian lain sekedar agar tidak dianggap pemberontak. Dengan cara bergabung dengan NU, banyak ulama yang  diselamatkan Buya Gani dari anggapan pemberontak. Diantaranya adalah Buya H Darwas Idris dan Buya Yacub Thalib.

Gelar ”Kyai” diperoleh Buya Gani dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 1984. Sejak bergabung dengan NU, beliau aktif dalam berbagai aktifitas NU, termasuk ketika NU berafilisai dengan PPP dan ketika NU memasilitasi pendirian PKB, hingga terakhir beliau dipercaya menjadi Rais Syuriah PWNU Sumatera Barat (1999 – 2004).

Buya Gani pernah mempelopori berdirnya panti asuhan di Nanggalo ketika Belanda masih menjajah negeri ini. Setidaknya ada 40 anak-anak yatim yang ditampung di panti asuhan tersebut. Ketika zaman Jepang, panti asuhan tersebut terhenti. Setelah kemerdekaan panti asuhan tersebut dilanjutkan oleh organisasi Aisyiah.

Beliau juga dikenal sebagai imam masjid Sahara Padang Pasir Kota Padang. Sebagai seorang pensiun dari Departemen Agama, sehari-hari kegiatan Buya antara lain berdakwah, bergerak di bidang sosial keagamaan, membimbing mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang menghadapi ujian komprehensif sebagai salah satu syarat mengakhiri pendidikan.

Di antara guru yang berkesan, kata Buya Gani, antara lain H Mohammad Noer Simlanggang. Keahlian yang diperoleh dari guru ini adalah membaca kitab ilmu tata bahasa arab Matan Jurumiyah, ilmu fikih Matan Taqrib. Sedangkan dari gurunya Syekh Abbas Padang Japang diperoleh pelajaran membaca kitab fiqih Fathul Qarib dan Syarh al-Bajuri. Pelajaran ilmu fikih lainnya lebih banyak diperoleh dari Syekh Ibdrahim Hasan di Tiakar Payakumbuh. Ilmu tafsir dari Kaciwin Effendi. Sedangkan ilmu tasawuf diperoleh dari H Ramli, dengan kitab yang dibaca Ihyaulumiddin. Ilmu hadits diperoleh dari H Amir dengan buku yang dibaca Arba’in Nawawi dan Jawahir Bukhari.

Ilmu keagamaan yang sangat diminatinya adalah tafsir dan ilmu tafsir. Dalam muzakarah yang diadakan sewaktu belajar pada Syekh Ibrahim Hasan, Buya Gani sangat tekun menyimak setiap penyampaian dari gurunya. Alasannya, kedua ilmu itu sangat perlu disampaikan ke tengah-tengah masyarakat yang merupakan sumber pokok dari ajaran agama Islam.

Dalam berdakwah, Buya Gani tidak seperti mubaliqh lain pada umumnya yang menyampaikan materi dakwah yang penuh dengan agitasi. Tetapi beliau menyampaikan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist dengan cara menafsirkan dan membahasnya terlebih dahulu, membuktikan apa betul pengertian yang terkandung dalam Al-Qur’an itu.

Ternyata, dakwahnya dapat dimengerti oleh masyarakat awam sampai kalangan akademisi. Pembantu Rektor IAIN Imam Bonjol Padang DR Jaya Sukma pernah belajar dengan Buya Gani karena beliau memang ahli membaca tulisan Arab tanpa harakat (kitab gundul).

Bagindo Armaidi Tanjung

Kontribotor IPNU Tegal di Padang



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Halaqoh, IMNU IPNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Tom Roper: Kami Ingin Tetap Menjalin Kerjasama dengan NU

Leeds, IPNU Tegal. Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Leeds, Tom Roper, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap ingin menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan PBNU.

"Kami ingin agar kerjasama Universitas Leeds dengan NU tetap terjalin. Semoga kerjasama ini akan terus terjalin," ungkapnya kepada IPNU Tegal belum lama ini.

Tom Roper: Kami Ingin Tetap Menjalin Kerjasama dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tom Roper: Kami Ingin Tetap Menjalin Kerjasama dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tom Roper: Kami Ingin Tetap Menjalin Kerjasama dengan NU

Roper mengungkapkan, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dinilainya punya peran penting dalam mempromosikan Islam sebagai agama yang cinta damai.

IPNU Tegal

Pihaknya juga berharap, para duta NU yang sudah mengikuti pelatihan manajemen pendidikan di Universitas Leeds dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas terutama di lingkungan pesantren.

IPNU Tegal

"Kami berharap semoga sekembalinya pulang dari Leeds, kalian dapat memberikan manfaat terutama di lingkungan pesantren," ungkapnya sambil menambahkan agar para duta NU juga dapat mempromosikan Universitas Leeds di Indonesia.

Sementara itu Kordinator Program Pelatihan Manajemen Pendidikan, Hywel Coleman, mengungkapkan rasa senangnya kepada para peserta yang telah mampu menunjukkan perannya sebagai duta NU.

"Kepada para peserta, saya mengungkapkan rasa senang dan gembira karena kalian telah mampu menunjukkan peran kalian selama di Leeds bukan hanya sebagai duta NU namun juga sebagai duta bangsa," terang Hywel.Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Cerita, Sholawat IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum

Jayapura, IPNU Tegal. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan, tuduhan bahwa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima dana dari Bulog dan Brunei sengaja diramaikan untuk menjatuhkan citra Presiden ke-4 RI ini. Berikut kronologi penurunan Gus Dur menurut Mahfud MD:

Dalam kasus yang selanjutnya disebut buloggate dan bruneigate tersebut, Gus Dur tak terlibat sama sekali. Dalam kasus buloggate, saat itu seseorang yang disebut sebagai tukang pijit Gus Dur, bernama Suwondo mengatasnamakan Gus Dur untuk kepentingan pribadi.

Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum

“Gus Dur itu orangnya egaliter. Siapapun yang ingin bertemu, diterimanya. ? Termasuk tukang pijit pun diterimanya. Saat itu ? Suwondo ingin bertemu Gus Dur dengan membawa Sapuan. Dalam pertemuan itu, Suwondo bicara soal Aceh, dan sebagainya. Gus Dur hanya bilang bahwa Aceh perlu dibantu. Tapi kemudian, paska pertemuan itu, Suwondo menemui Sapuan dan meminta uang sebesar Rp35 Miliar, dengan membawa nama Gus Dur,” ungkap Mahfud.

IPNU Tegal

“Gus Dur tak tahu menahu soal itu. Itu kasus Suwondo yang menyalahgunakan nama Gus Dur,” tandas Mahfud dalam Konferensi Pers, usai mengisi seminar tentang Hukum di arena Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkai dengan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jayapura, Papua, Rabu (12/12).

Sementara tentang Brunei, kata Mahfud, bermula dari keinginan Raja Brunei Darussalam, yang ingin memberi zakat kepada masyarakat Indonesia, melalui Aryo. “ Waktu itu kata Gus Dur, silahkan disalurkan, dan kemudian uang zakat itu disalurkan ke Aceh, dan lainnya. Jadi Gus Dur tak menerima uang tersebut,” ujarnya.

IPNU Tegal

Peristiwa pemberian zakat tersebut, kata Mahfud terjadi tahun 1999, ketika ? itu belum ? ada Undang-Undang ? Gratifikasi. Jadi Gus Dur langsung menyalurkannya tanpa melaporkan kepada negara. “ Saat itu dana tersebut langsung disalurkan. Jadi dua kasus hukum tersebut, tidak benar sama sekali. Tak terbukti sama sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa jatuhnya Gus Dur, adalah murni kasus politik. Gus Dur ? dianggap melanggar TAP MPR nomor 6 dan 7 tahun 1999, karena memberhentikan Suroyo Bimantoro dari jabatan Kapolri. “Tanggal 20 Kapolri diganti. Undangan sidang MPR untuk menghentikan Gus Dur bukan soal Bulog dan Brunei tapi karena Gus Dur menggantikan Kapolri tanpa persetujuan DPR/MPR,” ujarnya.?

Karena undangan semacam itu, Gus Dur tak memenuhi undangan MPR dan mengeluarkan maklumat atau dekrit. “Tuduhan korupsi adalah tuduhan paling jahat. Gus Dur jatuh secara politik tak ada kasus hukum apapun di situ,” kata ahli hukum ini.

“Secara politik memang merupakan fakta yang tak terhindarkan. Sebagai fakta politik saya terima, tapi kalau secara hukum itu tak bisa. Bahkan penjatuhan Gus Dur menurut saya melanggar hukum, sebab menurut Tap MPR ? disebutkan bahwa sidang umum MPR untuk menjatuhkan Presiden harus dihadiri oleh seluruh Fraksi. Saat itu PDKS dan PKB menyampaikan surat resmi untuk menolak sidang umum MPR tersebut,” paparnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, Amalan, IMNU IPNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia

Jakarta, IPNU Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia mulai menggelar Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa) untuk para mahasiswa baru. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HM Maksum Mahfoedz, Kamis (25/8) di Aula Gedung PBNU Jakarta.

Sebelum membuka Propesa, Maksum memberikan sambutan pengarahan kepada ratusan mahasiswa baru. Dengan menggelar pembukaan Propesa di PBNU, mahasiswa diharapkan lebih mengenal rumah besar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai dasar pemikiran sekaligus pergerakan.

Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia

Guru Besar UGM ini tak lupa memberikan dorongan dan motivasi belajar kepada para mahasisa agar mempunyai pijakan yang kuat dalam melalui proses belajar di perguruan tinggi NU tersebut. Menurutnya, mahasiswa harus sadar bahwa persaingan global semakin ketat sehingga harus selalu mengembangkan kapasitas diri di luar kampus selain aktif di dalam kampus.

“Harus fight dalam belajar, jangan lupa memperluas jaringan dan menguasai teknologi,” anjur Maksum yang saat menjabat sebagai Rektor UNU Indonesia.

Sementara itu, Ketua STAINU Jakarta Syahrizal Syarif dalam sambutannya juga menjelaskan, kesuksesan dalam menjalani pendidikan ada pada motivasi diri untuk selalu belajar meski dalam keterbatasan fasilitas. Ia menganjurkan kepada mahasiswa agar memanfaatkan jantung belajar seperti perpustakaan selain aktif mengembangkan diri dalam organisasi.

IPNU Tegal

“Jangan terpaku dengan keterbatasan fasilitas, karena hal itu hanya akan mempersempit kalian dalam belajar. Padahal perpustakaan tersebar di mana-mana, bahkan saat ini mudah sekali mengakses perpustakaan di dunia melalui digital,” jelaanya.

Oleh karena itu, tegasnya, penguasaan teknologi dan pemahaman informasi sangat menunjang proses belajar generasi muda saat ini. Dia juga mendorong mahasiswa untuk dapat menguasai minimal 2 bahasa, yaitu bahasa Arab dan Inggris. Karena penguasaan bahasa asing saat mempunyai peran strategis dalam menunjang belajar sekaligus mengembangkan keilmuan secara global.

IPNU Tegal

Kegiatan Propesa ini akan berlangsung di Parung Bogor selama tiga hari ke depan. Usai mengikuti pembukaan, para mahasiswa baru digiring langsung menuju lokasi kegiatan. Acara pembukaan Propesa ini juga dihadiri oleh salah satu pendiri STAINU Jakarta , KH M. Mujib Qulyubi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Aswaja, IMNU IPNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

NU Tanggapi Perubahan Paradigma Masyarakat Terhadap Penyandang Disabilitas

Purwakarta, IPNU Tegal - Forum bahtsul masail pra-Munas NU 2017 mencoba menggali pandangan Islam terhadap penyandang disabilitas di Pesantren Al-Muhajirin 3, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/11) siang. Forum ini mengangkat pembahasan terkait pandangan Islam memperlakukan penyandang disabilitas.

“Ini berkaitan juga dengan fasilitas umum. Pembahasan ini lahir dari evolusi pemikiran manusia terhadap kalangan disabilitas,” kata Anis Masduki, salah seorang peserta forum bahtsul masail pra-Munas NU asal Yogyakarta.

NU Tanggapi Perubahan Paradigma Masyarakat Terhadap Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tanggapi Perubahan Paradigma Masyarakat Terhadap Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tanggapi Perubahan Paradigma Masyarakat Terhadap Penyandang Disabilitas

Forum ini dipimpin Wakil Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Muhibbul Aman yang didampingi Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Mahbub Maafi dan KH Najib Bukhori.

IPNU Tegal

Kiai Muhib mengatakan, disabilitas bukanlah merupakan aib karenanya Islam memandang penyandang disabilitas sebagai manusia yang memilik hak yang sama dengan yang lainnya. Tetapi mereka berhak mendapatkan perlakuan khusus dalam mendapatkan hak dan menunaikan kewajibannya baik dalam ranah sosial maupun agama karena keterbatasannya.

Forum ini membahas masalah disabilitas dalam konteks taklif syar’i dan peran negara serta elemen masyarakat dalam memperlakukan mereka.

“Dengan demikian individu, masyarakat maupun negara tidak boleh memperlakukan mereka secara diskriminatif. Maka masyarakat dan negara sesuai dengan fungsi dan peran masing harus berperan secara aktif untuk membantu dan memberdayakan mereka,” kata Kiai Mahbub.

IPNU Tegal

Menurutnya, selama ini kelompok agamawan dan ormas Islam belum memberikan perhatian dalam bentuk pembahasan khusus terhadap penyandang disabilitas. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Sejarah, Berita IPNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Mendorong Perubahan Paradigma Tata Kelola SDA di Indonesia

“Ada tiga macam sumber alam, itu harus direbut kembali, dipakai untuk memakmurkan Bangsa kita…Satu, sumber hutan; kedua, sumber pertambangan dalam negeri; tiga, sumber kekayaan laut.” [Gus Dur]

Muqaddimah

PBNU Mendorong Perubahan Paradigma Tata Kelola SDA di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Mendorong Perubahan Paradigma Tata Kelola SDA di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Mendorong Perubahan Paradigma Tata Kelola SDA di Indonesia

Konflik Sumber Daya Alam (SDA) adalah salah satu masalah terbesar di Indonesia. Berbagai konflik yang melibatkan banyak pihak baik antara perusahaan dengan warga maupun warga dengan aparat keamanan tak jarang diwarnai intimidasi dan kekerasan yang memakan korban pihak-pihak yang terlibat. Bahkan akibat meluasnya intensitas dan kedalaman konflik itu berlangsung, telah terbukti  menyebabkan kerugian sosial, budaya dan ekonomi yang tak ternilai harganya.

Kami menyadari bahwa sikap parsial dan reaktif dalam menyelesaikan konflik SDA tidak lagi memadai, tanpa mencari akar permasalahan konflik itu sendiri. Dalam pengelolaan sumber daya alam, sistem pengelolaan SDA yang sangat kapitalistik meletakkan korporasi sebagai pihak yang dominan dalam menentukan hitam-putih jalannya operasi dan pengelolaan tanpa mau mendengarkan aspirasi masyarakat setempat. Triad negara-korporasi-masyarakat yang tadinya dibayangkan memiliki kekuatan yang setara dengan negara sebagai regulator, pada kenyataannya tidaklah demikian. Korporasi mendominasi, diikuti oleh negara yang seringkali tunduk pada korporasi, dan masyarakat dalam posisi yang paling lemah. Hukum bukan cuma tidak ditegakkan, tetapi sudah menjadi bagian dari bagian penyuksesan penetrasi korporasi ini.

IPNU Tegal

Dalam banyak kasus korporasi mengklaim diri telah berkonsultasi dengan rakyat setempat melalui penyusunan dokumen usaha seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun kenyataannya bentuk partisipasi warga yang dimaksud adalah mobilisasi sekelompok orang demi memenuhi tertib prosedural AMDAL, tanpa menyentuh substansi masalah orientasi pembangunan yang melibatkan rakyat. Sistem ekonomi kapitalisme memang membuka keran partisipasi, tapi faktanya itu tak lebih untuk kelanggengan ekspansi kapital itu sendiri. Partisipasi hanya pelengkap, bukan inti dari bagaimana sebuah arah pembangunan/kebijakan yang berhubungan dengan orang banyak diputuskan.

IPNU Tegal

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki tujuan di bidang ekonomi untuk “mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat” memandang bahwa tata kelola SDA demikian itu sangat tidak adil dan mengkhianati cita-cita ekonomi yang termaktub dalam UUD 1945. Dan tak ada jalan lain, kita harus menilik ulang Tata kelola SDA yang amburadul tersebut dan mencari upaya untuk membangun paradigma baru Tata Kelola Sumber daya alam (SDA) yang mampu menjamin sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka dengan ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA) dan elemen-elemen masyarakat sipil menyatakan sikap untuk:

1. Mendukung sepenuhnya aksi warga Rembang dalam menuntut penghentian pendirian Pabrik Semen di Kabupaten Rembang, atas pertimbangan besarnya daya rusak ekologis yang dialami masyarakat setempat di masa yang akan datang.

2. Menyerukan kepada aparat untuk mengusut kasus-kasus intimidasi terhadap penduduk di sekitar wilayah tambang dan memperlakukan para pemrotes secara manusiawi dengan sungguh-sungguh menjamin perlindungan hak-hak asasi mereka

3. Menyerukan kepada Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Rembang untuk menghentikan semua kegiatan PT. Semen Indonesia di Rembang dan operasi perusahaan-perusahaan tambang lainnya di wilayah Kabupaten Rembang untuk kemudian dilakukan audit lingkungan secara menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan tersebut

4. Mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh Gerakan Samarinda Menggugat (GSM) dalam menegakkan kedaulatan lingkungan bagi warga kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur.

5. Mendukung langkah-langkah bagi digelarnya pembicaraan yang substansial menuju konsensus nasional tentang paradigma tata kelola ekonomi SDA secara komprehensif demi menjamin terlaksananya asas kepentingan rakyat banyak dan pemeliharaan lingkungan hidup.

6. Demi kepentingan konsensus nasional tersebut di atas, maka di perlukan langkah-langkah perubahan paradigma tata kelola sumber daya alam. Karena itu, kami  mendesak pemerintahan nasional yang akan datang untuk membentuk suatu instansi yang menangani permasalahan konflik sumber daya alam (SDA) di seluruh Indonesia. Tugas pertama dari instansi ini adalah me-review semua bentuk perizinan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.  

7. Mendorong pemerintah untuk membentuk badan konstitusi di bagian hulu sebelum perumusan rancangan undang-undang agar fungsi MK yang berada di hilir dan pasif, tertutupi di daerah “hulu” menjadi aktif dan preventif agar produk hukum sesuai dengan rel konstitusi.

8. Mendorong pemerintahan nasional untuk menginisiasi pengadilan lingkungan dengan salah satu tugas utamanya melakukan eksaminasi terhadap dokumen AMDAL. Hal ini sekaligus untuk mengantisipasi pendangkalan makna “partisipasi” dalam penyusunan dokumen AMDAL, dimana selama ini “partisipasi” telah berubah menjadi “mobilisasi,” prosedural, dan meminggirkan kualitas dan substansi partisipasi itu sendiri.

9. PBNU menginstruksikan jajaran NU untuk berperan aktif dalam pengawasan praktek-praktek ekstraksi SDA di lingkungan masing-masing dalam konteks memperjuangkan kepentingan rakyat banyak dan memelihara kemaslahatan alam.

Demikian pernyataan ini disusun sebagai bahan acuan dan pertimbangan bagi semua pihak terkait.

 

Jakarta, 15 Agustus 2014

Inisiator pertemuan:

1. KH Yahya Staquf Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

2. KH Abbas Muin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU)

3. M. Imam Aziz Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU)

4. Mas Ubaidillah  Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA)

5. Bosman Batubara Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA)

6. Roy Murtadlo  Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA)

Pendukung:

KH. Masdar F Masudi (Rais Syuriyah PBNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ahlussunnah, IMNU IPNU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Menag Berharap Kerjasama Pendidikan Indonesia-Mesir Terus Meningkat

Jakarta, IPNU Tegal. Berbagai program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Mesir sudah berlangsung lama dan terwujud secara baik, namun demikian kerjasama kedua negara ini harus terus ditingkatkan terlebih dalam bidang pendidikan, demikian Menteri Agama Surydharma Ali.

"Sejak dekade tahun 1900-an sampai dewasa ini perkembangan mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir semakin meningkat jumlahnya," kata Menag dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Menag Dr. Nurhayati Jamas saat menerima puluhan siswa madrasah Al-Azhar, Mesir di kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng 3-4 Jakarta, Rabu (28/7).

Menag Berharap Kerjasama Pendidikan Indonesia-Mesir Terus Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berharap Kerjasama Pendidikan Indonesia-Mesir Terus Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berharap Kerjasama Pendidikan Indonesia-Mesir Terus Meningkat

Menag mengatakan, dalam bidang pendidikan banyak siswa Indonesia belajar di Mesir termasuk juga perguruan Al Azhar. Para lulusan perguruan ini banyak yang menjadi tokoh masyarakat dan ulama di Indonesia. "Berdasarkan data saat ini sebanyak 4.356 mahasiswa Indonesia tinggal di berbagai kota di Mesir, ada yang di Kairo serta kota-kota lain," jelasnya.

IPNU Tegal

Menag berharap, lawatan para siswa Mesir ini semakin dapat mempererat hubungan yang baik antara Indonesia dengan Mesir, terlebih sebagaimana dalam konteks sejarah bahwa Mesir lah yang pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.

"Saya kira ke depan hubungan pemerintah Indonesia dan Mesir dapat lebih ditingkatkan lagi kualitasnya yang tidak terbatas pada aspek pendidikan saja, tetapi juga pada aspek-aspek lain seperti ekonomi, sosial dan budaya," papar Menag.

IPNU Tegal

Sementara pimpinan rombongan dari Mesir, Fareed Ibrahim Ismail mengatakan, kegiatan para siswa dari madrasah Al Azhar Mesir ke Indonesia ini merupakan kegiatan yang rutin di lakukan sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang berprestasi, kemudian mereka mengadakan wisata budaya ke luar negeri.

"Kegiatan ini juga bekerja sama dengan surat kabar Al Jumhuriyah," kata Fareed yang juga Wakil Pemimpin Redaksi surat kabar terbesar di Mesir ini. Tampak menyambut kehadiran tamu Mesir, Direktur Pendidikan Madrasah Firdaus Basuni, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren,Choirul Fuad Yusuf dan Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Machasin.

Bisa Berprestasi

Sementara itu Menteri Agama Suryadharma Ali berharap lembaga pendidikan madrasah terus membenah diri dengan pengelolaan yang lebih baik, sehingga mampu melahirkan peserta didik yang berprestasi bukan hanya di tingkat nasional juga internasional.

"Anak madrasah bisa berprestasi kalau dikelola secara maksimal," kata Menag, Rabu (28/7) saat menerima Thoriq Salafi, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong yang meraih medali perunggu pada Olympiade Biologi 2010 di Korea Selatan. di ruang kerjanya Lt 2 gedung Kemenag, Jl Lapangan Banteng 3-4 Jakarta.

Menteri Agama mengatakan, untuk meningkatkan mutu madrasah maka harus ada peningkatan budaya keagamaan dan budaya ilmiah. "Memang sarana dan prasarana itu penting, tapi lebih penting lagi adalah peningkatan budaya mutu," kata Menag seperti disampaikan Kepala Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia, Ahmad Hidayatullah saat mendampingi Thoriq Salafi.

Sementara itu Thoriq, siswa kelahiran Purwokerto 28 September 1993 merasa gembira mewakili negaranya mengikuti ajang yang melibatkan 59 negara dengan 233 peserta. "Event di Korea Selatan ini berlangsung 11-18 Juli, dari Indonesia ada 4 peserta, tiga orang pelajar SMA. Prestasi yang dicapai meraih 2 medali emas dan 2 medali perunggu," katanya.

Untuk bisa dikirim ke ajang internasional, kata Thoriq, setiap peserta melalui pelatihan dan seleksi. "Pada tingkat nasional saya meraih perak, kemudian bersama 14 orang mengikuti pelatihan, lalu disaing menjadi 10 orang dan akhirnya diseleksi lagi menjadi 4 orang," ungkap anak pasangan Abdul Haris dan Uun Chunaenah ini.

Kedatangan Thoriq menemui Menteri Agama juga didampingi guru biologinya Renelita, Direktur Pendidikan Madrasah Firdaus Basuni, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Mahsusi, dan Kasubbag TU Madrasah, Aceng Abdul Azis. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU IPNU Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Miliki Alat Canggih Pemantau Hilal

Banyuwangi, IPNU Tegal. Beberapa orang santri dari beberapa pesantren tampak sedang sibuk dengan berbagai peralatan yang terlihat canggih itu. Alat yang menyerupai teropong bintang itu diarahkan ke garis cakrawala. Mata mereka dipicingkan ke alat tersebut.

Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Miliki Alat Canggih Pemantau Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Miliki Alat Canggih Pemantau Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Miliki Alat Canggih Pemantau Hilal

“Mereka sedang memantau posisi hilal untuk menentukan kapan jatuhnya awal bulan,” ungkap Sekretaris Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Banyuwangi Gufron Musthofa yang mendampingi kegiatan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di Pusat Observasi Bulan (POB) Pantai Pancur, wilayah Balai Taman Nasional Alas Purwo, Tegaldlimo, Senin (31/10).

Tak berapa lama, hasil pengamatan sudah terlihat dari monitor yang tersambung ke alat yang semacam teropong itu. “Sayang, kondisi langit yang sedang tertutup kabut, jadi hilal tidak bisa terlihat. Tapi, bulan baru sudah bisa diperkirakan jatuh pada besok (hari ini, red),” jelas Gufron.

Meski pengamatan hilal tidak tampak secara langsung, tim LFNU Banyuwangi dan para santri pegiat ilmu falak itu merasa puas. Alat-alat yang dipergunakannya bekerja secara optimal. “Ada tiga alat yang kami gunakan, Telescope Computerised, William Optic Tripled, dan Total Station Nikon D22+,” papar Gufron.

Dengan alat-alat tersebut, kerja-kerja pengamatan bisa optimal. Proses rukyatul hilal tak lagi menggunakan peralatan sederhana seperti batang pipa yang dimodifikasi sedemikian rupa. Hasil pengamatan bisa terlihat secara digital sehingga bisa lebih akurat dalam menentukan hilal dan peristiwa astronomi lainnya.

IPNU Tegal

“Ini alat-alat yang cukup canggih untuk rukyatul hilal. Karena harganya yang mahal, tak banyak yang memilikinya. Bisa jadi di Banyuwangi hanya NU yang punya, karena Kemenag (Kementerian Agama) Banyuwangi saja tidak punya,” tutur Ketua LFNU Banyuwangi Mustain Hakim beberapa waktu lalu.

Dengan berbagai peralatan tersebut, sangat membantu kerja LFNU Banyuwangi. Selain itu, juga memberikan semangat baru para pengurus untuk mengembangkan kajian falakiyah di Banyuwangi.

“Selain rukyatul hilal pada bulan-bulan tertentu, seperti awal dan akhir Ramadhan, serta awal Dzulhijah, mulai bulan ini, kita akan mengadakan pengamatan rutin tiap akhir bulan hijriyah,” terang Hakim.

IPNU Tegal

Untuk proses rukyatul hilal itu sendiri, LFNU bekerja sama dengan pihak Administrasi Balai Taman Nasional Alaspurwo, Banyuwangi. “Sedangkan pesertanya kami mengajak para santri yang berminat dengan studi falakiyah,” tuturnya.

Selain aktif melakukan rukyatul hilal, LFNU Banyuwangi juga melakukan pelatihan-pelatihan falakiyah dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Bulan kemarin diadakan di PP. Al-Azhar, Sempu. “Untuk bulan ini di Pesantren Gumirih, Singojuruh,” terang Gufron.?

Pelatihan maupun rukyatul hilal sendiri, menurut Gufron, terbuka untuk umum. “Siapa saja yang berminat boleh untuk ikut. Bagi yang berminat bisa datang ke sekretariat kami di Kantor PCNU Banyuwangi,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Yogyakarta, IPNU Tegal. Gunungan wayang merupakan salah satu simbol kebudayaan Jawa dan Keraton Yogyakarta. Sebab itu, ikon yang terdapat wayang kulit itu juga menghiasi pembukaan ajang Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) itu digunakan untuk membuka kegiatan.

Dalam pembukaan yang diikuti oleh sekitar 12.000 hadirin yang memenuhi tribun stadion Mandala Krida itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mencabut gunungan wayang sebagai tanda dibukanya kegiatan Aksioma-KSM. Lalu ia memberikannya kepada Dirjen Pendis Kamaruddin Amin.

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Dalam sambutan sebelum membuka acara, Lukman mendorong agar siswa madrasah bisa menjadi bagian dari kemajuan zaman. Untuk menjawab semua itu, kompetisi seni dan sains digelar setiap tahunnya.

Menurut Menang, siswa madrasah harus memperkuat nilai, naik yang bersifat akademik maupun akhlak. Kecerdasan tersebut akan mengantarkan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik dalam menghadapi zaman yang semakin maju.

"Ini bagian dari pembelaan nusa dan bangsa," tegas Menag di hadapan sekitar 1178 kontingen dari 34 Provinsi, Senin (7/8). Selain Aksioma dan KSM, juga diselenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Madrasah Expo.

IPNU Tegal

Selain para pejabat Kementerian Agama lintas eselon, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Paduka Paku Alam X juga hadir untuk mewakili Gubernur Sri Sultan Hamengku Bowono yang berhalangan hadir.

?

Acara pembukaan juga dimeriahkan sejumlah pentas seni dan budaya yang dibawakan langsung oleh para siswa madrasah. Di antara penampilan mereka ialah, tari kolosal, peragaan pakaian daerah dari 34 provinsi, dan pagelaran wayang kulit dengan dalang cilik Fahri Shodiq dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul, Yogyakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal RMI NU, Kyai, IMNU IPNU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia

Manado,IPNU Tegal. Tuhan menghendaki Indonesia ini bhineka, beragam-ragam dari sisi agama, keyakinan, etnik, suku, golongan. Keberagaman dan perbedaan di Indonesia nyaris sempurna. Hampir semua berbedaan ada di negeri kepulauan ini.

Demikian pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutan pembukaan AICIS ke-15 di Manado, tadi malam (3/8). Menag menegaskan, warga Indonesia tidak boleh menolak keberagaman, warga Negara Indonesia tidak bisa menghindari perbedaan.

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia

Hadir dalam pembukaan wakil gubernur Sulawesi Selatan Djouhari Kansil, anggota Watimpres Hasyim Muzadi, para retor perguruan tinggi agama Islam, para pengamat dan penelisi keislaman dalam dan luar negeri.

IPNU Tegal

“Jika Tuhan menghendaki manusia ini sama, maka bisa saja. Tapi manusia ini, lebih-lebih di Indonesia, diciptakan Tuhan dengan berbeda-beda,” tegas Lukman seraya mengutip Al-Qur’an.

Dalam kesempatan itu, satu-satunya menteri kabinet Susilo Bambang Yudoyono yang menjabat lagi di era Presiden Joko Widodo itu menjelaskan bahwa Indonesia memang masih ada masalah keberagaman, masih ada konflik beragama. Tapi secara keseluruhan, Indonesia ini damai, hidup berdampingan, dan umat beragamanya punya solidaritas yang tinggi.

IPNU Tegal

“Dan Manado adalah contoh dan inspirasi keragaman umat beragama. Kata Pak Wakil Guberrnur, di sini hamper 70% warganya berpenduduk Nasrani. Tapi Sulawesi Utara, khususnya warga di sini membuka diri menjadi tempat konferensi internasonal kajian Islam. Ini luar biasa,” paparnya.

Manado, lanjutnya, mengabarkan pada kita, adalah kota keberagaman. “Kota ini mengesampingkan egonya sehingga berlapang dada menerima kehadiran para akademisi-akademisi studi Keislaman dari berbagai dunia. Ini sebuah keberanian yang mengubah pandangan umum bahwa Manado sewajarnya menggelar konferensi aktivis gereja sedunia, misalnya.” (Na Naafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, IMNU IPNU Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

NU Paciran Sowan ke PBNU

Jakarta, IPNU Tegal. Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sowan ke PBNU di Jakarta, pada Jumat sore, (04/01).

NU Paciran Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Paciran Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Paciran Sowan ke PBNU

Menurut perwakilan rombongan, Misbahul Munir, tujuan sowan tersebut adalah silaturahim jasadiyah dan bathiniyah. Jasadiyah, ingin melihat gedung PBNU yang selama ini hanya dilihat di TV. Juga ingin bertemu dengan pengurus PBNU secara langsung.

“Silaturahim bathiniyah, kami ingin mendapat taushiyah dari PBNU,” kata Misbah yang juga Kepala MTs Tarbiyatu Tholabah tersebut.

IPNU Tegal

Taushiyah itu, sambung pria berusia 44 tahun tersebut, adalah bagaimana cara terbaik untuk membentengi warga Nahdliyin di Paciran dari “aliran” Islam garis keras yang mulai berkembang di kecamatan tersebut.

Mereka datang ke rumah-rumah untuk mengajak kelompok mereka. Satu dua warga Nahdliyin sudah ada yang masuk aliran tersebut. ? “Dengan demikian, meminta PBNU bagaimana cara membentenginya,” tanyanya.

IPNU Tegal

Juga, kami ingin meminta petunjuk bagaimana cara mengelola pendidikan yang baik dan profesional dan meningkatkan mutu SDM. Selama ini, lembaga di bawah Ma’arif masih tertinggal dari sekolah-sekolah lain.

Rombongan berjumlah 27 orang terdiri dari pengurus MWC, Ma’arif dan kepala Madrasah Ibtidaiyah di Paciran tersebut diterima Bendahara PBNU, Nasirul Falah dan Wakil Ketua PP LP Maa’rif, Sri Mulyati, di aula PBNU lantai 5.

Menanggapi permintaan perwakilan rombongan, Nasirul Falah mengatakan, untuk membentengi warga Nahdliyin, sedang diupayakan melalui Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang akan turun ke daerah-daerah.

Selain itu, Nasirul juga menjelaskan, PBNU melalui Lembaga Perekonomian NU mendorong pemberdayaan ekonomi warga Nahdlyin. “Sementara ini baru melalui pasar rakyat yang memasarkan salah satu produk unggulannya minyak goreng bintang sembilan,” katanya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis: Abdulllah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU IPNU Tegal

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Bojonegoro, IPNU Tegal. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur,? Jumat (2/5) pagi, mendadak dihebohkan oleh kedatangan puluhan polisi, pramugari, sinden, guru, pilot, dokter, suster. Ada pula puluhan atlet, mulai dari jago silat hingga pemain sepakbola.

“Saya kaget, kok di MINU banyak polisi, perawat, polwan. Mereka cantik-cantik dan ganteng-ganteng pula,” kata Sri Wahyuni, salah satu walisiswa taman kanak-kanak yang pagi itu mengantarkan putranya bersekolah.

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Ternyata yang berpakaian aneka macam profesi tersebut adalah siswa-siswi MINU Walisongo yang merepresentasikan masa depan mereka. Dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2014 seluruh siswa-siswi MINU Walisongo memang disarankan mengenakan busana cita-cita mereka ketika kelak dewasa.

IPNU Tegal

Maka tidak heran suasana pagi di lembaga yang satu atap dengan TK Muslimat NU 28 Sumberrejo tersebut riuh oleh suara anak-anak yang akan berpawai.

IPNU Tegal

“Saya senang sekali memakai busana tentara ini, jadi gagah seperti ayah,” kelakar Rafli siswa kelas 1 Unggulan (kelas Bonang).

Semua berebut mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan madrasah yang berlokasi di Desa Sumuragung tersebut. Banyak juga pengguna jalan serta bapak-ibu walisiswa menyempatkan diri untuk sekedar bersalaman atau foto bersama para bocah mungil itu.

Selain upacara bendera dan “narsisme” busana, peringatan Hardiknas di MINU Walisongo juga diisi dengan lomba merangkai puisi kepada dewan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan pawai ta’aruf. Hal ini diadakan guna mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran serta pendidikan bagi generasi mendatang.

“Kami masih banyak menemui anak usia sekolah namun sudah bekerja. Semoga orang-orang yang memperkerjakannya dengan menyaksikan pawai pendidikan kami ini tergugah, bahwa masa depan anak-anak itu jauh lebih penting daripada laba yang mereka dapat,” pinta Mariyanto, kepala madrasah di bawah naulang LP Ma’arif NU Bojonegoro ini yang juga anggota PPK Sumberrejo tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, IMNU, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Malam ini Refleksi Pendiri PMII dan Panggung Seni

Surabaya, IPNU Tegal. Salah satu rangkaian Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-55, pada Kamis malam ini (16/4) akan digelar “Malam Refleksi Harlah PMII dan Panggung Seni” di halaman parkir Utara PWNU Jawa Timur, Surabaya.

Malam ini Refleksi Pendiri PMII dan Panggung Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam ini Refleksi Pendiri PMII dan Panggung Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam ini Refleksi Pendiri PMII dan Panggung Seni

Menurut Ketua Panitia Harlah PMII ke-55 Mukafi Makki, kegiatan itu akan diisi dengan refleksi sejarah PMII dari dua pendiri yang masih tersisa dari 13 orang, yaitu KH Chalid Mawardi dan KH Nuril Huda.  

Keduanya, sambung Mukafi, akan menceritakan perjalanan PMII dari sejak didirkan di Surabaya pada tahun 1960, perkembangan, sampai kondisi saat ini.

IPNU Tegal

Kemudian, kata dia, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf akan menyampaikan orasi pergerakan yang dilanjutkan sambutan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, disusul sambutan Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PMII HM Hanif Dhakiri. Kemudian pemotongan tumpeng.

Sementara panggung seni akan dimeriahkan penampilan grup musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Al-Zastrouw Ngatawi. Akan tampil pula budayawan Sujiwo Tejo, pedangdut Dara KDI, dan pembacaan puisi oleh KH D Zawawi Imron. Juga penampilan tari Gandrung Banyuwangi.

IPNU Tegal

Kemudian akan diumumkan para pemenang ragam lomba, mulai lomba Puisi Pergerakan, Cipta Lagu Pergerakan, dan Fotografi Pergerakan. "Kegiatan ini akan dihadiri sekitar 2000 kader PMII dan terbuka untuk umum," pungkas Mukafi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Internasional IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock