Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Jember, IPNU Tegal. Universitas Islam Jember (UIJ) terus berpartisipasi dalam melahirkan orang-orang terdidik di jagat nusantara ini. Hal ini bisa dilihat misalnya dari wisuda yang digelar perguruan tinggi milik NU Cabang Jember tersebut di hotel Bandung Permai, Sabtu (18/2).

Ada ada sekitar 350 mahasiswa diwisuda dalam rapat terbuka Senat UIJ tersebut. Mereka berasal dari Fakultas? Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum. Dari jumlah tersebut, peserta wisuda terbanyak berasal dari? FKIP dan FAI, yang masing-masing menyumbang? lebih dari 100 mahasiswa.

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Menurut? ketua panitia wisuda, Akhmadi, wisuda kali? ini memang dibatasi karena beberapa pertimbangan.? “Peserta wisuda dibatasi karena? disesuaikan dengan kenyamanan fasilitas,” tukasnya kepada IPNU Tegal.

Yang menarik, di wisuda ini? terdapat 17 wisudawan yang hafal Al-Quran 30 juz. Mereka adalah mahasiswa Prodi Komunikasi, FISIP. Mereka dinyatakan lulus dengan indeks prestasi (IP)? rata-rata di atas tiga koma. UIJ sendiri tidak mempunyai lembaga sayap? yang menggodok? mahasiswa peminat hafalan Al-Quran, namun itu hasil kerjasama antara UIJ dengan sebuah lembaga hafalan Al-Quran di Kabupaten Jember.

“Ini merupakan komitmen kami untuk terus mendorong lahirnya orang-orang terdidik yang hafal Al-Quran,” ujar Rektor UIJ H. Abdul Hadi.

IPNU Tegal

Sejak beberapa tahun lalu, UIJ memberi perhatian khusus kepada calon mahasiswa penghafal Al-Quran. Mereka yang hafal Al-Quran minimal 5 juz, bisa kuliah di UIJ dengan beasiswa terbatas, yaitu membayar separuh dari biaya normal. Program tersebut diutamakan bagi anak-anak tokoh NU atau lulusan sekolah yang berafiliasi ke NU.

“Itu sebagai penghargaan kami kepada anak-anak muda yang hafal Quran sekaligus untuk merangsang kader-kader NU hafal Quran,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Internasional, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menggagas sebuah majelis dzikir yang dinamakan Hubbul Wathon. Majelis tersebut dideklarasikan di hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (13/7). Deklarasi yang dihadiri 700 kiai itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

Apa dan bagaimana gerak dan cita majelis dzikir itu ke depan? Abdullah Alawi dari IPNU Tegal berhasil mewawancarai Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi. Berikut petikannya: ?

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir

Setelah dideklarasikan, apa rencana terdekat Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW)?

. Saat ini yang sedang dilakukan adalah mematangkan organisasi dan jaringannya karena kita sedang membangun infrastruktur organisasi nasional. Nanti kita akan mengajak para habaib, para kiai untuk bergabung bersama-sama. Ini kombinasinya para habaib, masyaikh, kiai-kiai kita. Kita tersentral pada visi dan misi. Visi misinya adalah kita ingin menjadi jembatan untuk mengatasi kebuntuan komunikasi, kebuntuan silaturahim yang hari ini terjadi, kelompok dalam rumah Indonesia ini tidak berkomunikasi dengan baik.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Bagaimana caranya?

. Dzikir itu kan bahasa spiritual, bahasa hati, bahasa bagaimana orang masuk ke dalam upaya meyelesaikan problem itu dari dalam dirinya sendiri, dan resistensi tidak ada. Kalau kita mau berdzikir, dari partai mana pun, dari kelompok mana pun, mereka pasti suka. Di situ kita masuk. Banyak problem ini bukan terjadi karena subtansi masalah, tapi karena problem komunikasi. Kita mencoba membantu mengatasi dari situ, mengatasi problem-problem dengan silaturahim.

Problem komunikasi diselesaikan dengan cara dzikir dalam praktiknya itu bagaimana?

. Begini, dzikir itu, wahana ya. Kalau kita ketemu, yang kita omongkan kan macam-macam, bisa politik, ekonomi, bisa macam-macam. Intinya, kalau orang ketemu, pasti akan komunikasi. Nah, jangankan untuk ketemu, menyelesaikan masalah, cara komunikasinya pun, orang sekarang tidak bisa. Beda pikiran. Beda macam-macam. Tidak nyambung. Kita bertengkar hari ini, tidak nyambung masalahnya ini. Kita ingin masuk melampaui itu semua. Bayangkan bagaimana jika suatu hari di Istana, Jokowi mengundang semua kelompok oposisi untuk berdzikir bersama. Atau sebaliknya, di kelompok oposisi mengundang Istana untuk berdzikir di situ. Ini kan bisa menjadi sesuatu yang bisa jadi jembatan.

Lalu, bagaimana bisa menjadi alat komunikasi bagi orang tidak suka dzikir? ?

. Dzikir kan memang bahasa kelompok yang suka dzikir memang. Kita tidak mau masuk kepada wilayah orang yang tidak suka dzikir.

Oh ya, tadi disebutkan akan melibatka habib-habib. Siapa di antaranya?

. Kita rencananya akan meminta Habib Zen bin Smith selaku Rabithah Alawiyah untuk jadi semacam Dewan Khosnya, juga Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyi, insyaallah jadi Korwil Jawa Timur.

Bagaimana dengan pelibatan anak muda?

. Ini yang kerja hari ini anak muda. Panitia. Yang berdzikirnya juga pasti melibatkan anak muda. Kita mengundang gus-gus yang setara dengan kita, para putra kiai yang muda-muda, dengan harapan mampu menjadi gerakan anak muda. Gus Wafi, putranya Mbah Moen, ada Gus Salam, cucunya Mbah Bisri, dan gus gus lain, yang alhamdulillah bersedia menjadi bagian majelis dzkir ini.

Bacaan dzikirnya itu bagaimana?

. Tadi sudah meminta ijazah dari Mbah Moen, mohon dibuatkan, dipersiapkan dzikir yang bisa diaplikasikan, sederhana, untuk kalangan umum karena kita kan bukan pengamal thoriqoh seperti thoriqoh tertentu ya. Kita ini majelis dzikir, dzikir yang umum untuk khalayak karena tujuannya kan menyatukan masyarakat dalam nuansa spiritualitas, jadi mencari model yang sederhana yang bisa diterapkan.

Kita berdzikir sebagaimana orang-orang berdzikir, tapi sebagaimana Kiai Ma’ruf sampaikan; ada halaqah, ada tahswirul afkarnya, ada tukar-menukar pikirannya, disamping juga ada istightsah, ada program sosial dan program ekonomi, modelnya korwil.



Tadi ada informasi majelis dzikir ini akan diundang ke Istana, bisa diceritakan?

. Tanggal satu itu kan menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari kemerdekaan. Yang kita undang perwakilan dari habaib, kiai-kiai, umat sendiri. Intinya akan rolling nanti. Rolling ke berbagai daerah di Indonesia.

Kenapa dinamakan Majelis Dzikir Hubbul Wathon?

. Penamaan, saya tidak berani mengklaim itu dari saya, tapi itu menunjukkan semangat hubbul wathon hari ini bagitu luar biasa. Kemarin memutuskannya, dapat itu.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal

Solo, IPNU Tegal - Tim tuan rumah Pesantren Al-Muayyad FC berhasil melaju ke babak semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II (Soloraya).

Hasil tersebut didapat setelah kesebelasan asal Mangkuyudan Surakarta itu mengalahkan Al-Falah Baki Sukoharjo, pada laga yang dihelat di Lapangan Kota Barat, Sabtu (9/9).

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal

Al-Falah yang berkostum kuning sebetulnya sempat unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Sobri di menit 22.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Di menit 26, skor menjadi imbang 1-1. Sundulan pemain Al-Muayyad Miftakhul Amin meluncur deras ke gawang lawan.

IPNU Tegal

Semenit berselang, melalui kepala Khotibul Anam, mampu membalikkan keadaan untuk keunggulan Al-Muayyad. Skor. 2-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan wasit.

IPNU Tegal

Pelatih Al-Muayyad Edy Munkanif mengatakan kesiapan tim mereka untuk menghadapi lawan di babak semifinal.

Di babak semifinal yang digelar Ahad (10/9) sore, Al-Muayyad akan menghadapi Walisongo FC dari Sragen, yang juga berhasil memenangkan duel sesama kota melawan Al-Hikmah Tanon. (Ajie Najmuddin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa

Pariaman,IPNU Tegal. Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pariaman Satria Effendi mengungkapkan masih banyak ditemui mahasiswa yang tidak bersikap seperti layaknya mahasiswa. Hal ini terlihat dari sikap dan perilakunya yang tidak sesuai dengan status seorang mahasiswa.

Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, mengungkapkan hal itu saat membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ke-III Pengurus Komisariat STIE Sumbar, Sabtu (25/10), di TPA/MDA Masjid Raya Kampung Perak, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

PMII  Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa

Menurut Satria Effendi, mahasiswa memiliki peran amat penting dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Mengutip ungkapan dari Bung Karno, mahasiswalah kelak yang akan memimpin bangsa Indonesia. Untuk itu, Indonesia butuh mahasiswa.

IPNU Tegal

"Karena itu, mahasiswa harus siap membekali dirinya jadi pemimpin di negeri ini. Kalau mahasiswa tidak siap dalam memimpin, maka hancurlah Indonesia. Dengan demikian, di pundak mahasiswa terletak beban bangsa Indonesia ke depan," tambah Satria.

Satria mengakui, masih rendah minat mahasiswa di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman untuk berorganisasi. Padahal organisasi merupakan salah satu wadah melatih dan menyiapkan pemimpin masa depan.

IPNU Tegal

"Selama berorganisasi sudah pasti akan menghadapi hambatan, tantangan dan butuh perjuangan. Namun apa pun hambatan dan tantangan dihadapi adalah bagian proses pematangan diri. Kepada kader PMII terus ditekankan untuk tetap istiqamah selama berproses dalam perjuangan berorganisasi," tutur Satria mahasiswa pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Ditambahkan Satria, yakinkanlah diri saat berpikir dan berbuat untuk masyarakat, bangsa dan negara, berbagai hambatan akan dimudahkan oleh Allah Swt. Yang penting sebagai kader tidak boleh berputus asa.

Pembukaan MAPABA dihadiri  Ketua PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi Indra Saputra, Ketua Komisariat PMII STIT SB Rozi Yardinal, Ketua Komisariat PMII STIE Sumbar Iqbal. "Peserta MAPABA berasal dari mahasiswa STIE Sumatera Barat Pariaman, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, STIKIP Nasional Pauhkambar Padangpariaman dan STIKIP YDB Lubuk Alung Padangpariaman," kata Ketua Panitia Pelaksana Jefrizal.

Ditambahkan Jefrizal, MAPABA berlangsung selama 2 hari, hingga Ahad (26/10). Kegiatan tersebut bertema, “Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan mewujudkan tridarma perguruan tinggi di kalangan mahasiswa”.

Materi yang diberikan meliputi mahasiswa dan tanggungjawab sosial, motivasi dan semangat berorganisasi, Islam di Indonesia, antropologi kampus, teknik & praktek sidang, manajemen organisasi dan kepemimpinan, aswaja sebagai manhaj al-fikri, sejarah lokal PMII, emansipasi wanita (jender) dan nilai dasar perjuangan (NDP). (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Hikmah, Kyai IPNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta

Jepara, IPNU Tegal - Peserta Bakti Sosial (Baksos) tampak antusias mengikuti rangkaian layanan kesehatan yang dibuka Muslimat NU Jepara di Klinik Masyithoh Gedung NU Jepara, Kamis (6/4). Terbukti sejak loket pendaftaran dibuka pukul 07.00 WIB, antrean peserta mengular untuk mendapatkan pelayanan.

Muslimat menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dalam baksos ini. Titik fokus kegiatan ini adalah kesehatan reproduksi.

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta

Layanan yang disediakan adalah pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implant serta deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. Selain itu peserta yang ingin memeriksakan mata dan cek gula darah juga dilayani.

“Meskipun tahun ini Muslimat mandiri dalam mencari akseptor, tetapi alhamdulillah peserta di luar dugaan target kami. Kegiatan baksos dalam rangka Harlah Ke-71 Muslimat dan Hari Jadi Ke-468 Jepara ini bisa bermanfaat,” kata Ketua Muslimat NU Noor Ainy.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

“Lebih dari 350 peserta yang ikut. IUD yang ditarget hanya 25 orang pada hari pelaksanaan lebih dari 38 akseptor,” imbuhnya.

Senada dengan Noor Ainy, Mayadina Rohma yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Harlah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang mengikuti baksos.

“Goal kami adalah peningkatan kualitas diri perempuan Jepara. Baksos ini bisa merupakan tangga pencapaian tujuan tersebut,” kata Mayadina.

Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Rini Kusumasari mengatakan bahwa kader Muslimat hendaknya ikut menggugah kesadaran perempuan untuk tidak malu memeriksakan diri. “Tidak perlu malu periksa, karena yang melayani pasti dokter perempuan juga. Mengetahui lebih awal semakin memperkecil kesempatan sel kanker berkembang lebih ganas,” pungkasnya.

Kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan Muslimat NU Jepara. Baksos ini juga merupakan pembuktian bagi DP3AP2KB yang dulunya berbentuk badan dan baru tahun ini di Jeapra menjadi dinas. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat luas. (YR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren IPNU Tegal

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul

Pemeberhentian terakhir dalam perjalanan malam itu adalah Baitul Maqdis. Dalam sekejap mata setelah Rasulullah saw sampai di Baitul Maqdis para nabi, rasul dan malaikat berkumpul . Kemudian dikumandangkanlah adzan dan iqamat. Mereka yang datang berbaris rapi bershaf-shaf. Lalu Jibril mempersilahkan Rasulullah saw menjadi imam. Begitulah setelah shalat dengan berjama’ah para nabi dan rasul memuji kepada Allah atas karunia dari-Nya. Begitu juga Rasulullah saw mengucap tasbih atas karunia yang istimewa yang tidak diperoleh nabi dan rasul lainnya.

Baitul Maqdis adalah merupakan pelabuhan terakhir isra’nya (perjalanan malam)Rasulullah saw sebelum kemudian dimi’rajkan Allah ke shidratil muntaha. Baitul Maqdis seolah memiliki jalur utama yang dapat menghubungkan dunia ini dengan pintu langit. Dikatakan demikian karena di sanalah para nabi dan rasul itu turun, dan dari sanalah Rasulullah saw akan memulai mi’rajnya.

Adapun mengenai shalat Jama’ah bersama para nabi dan rasul dan Muhammas saw sebagai Imamnya merupakan sebuah bukti bahwa mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai wasilah menuju Allah swt. Mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai penghubung kepada Allah swt, sebagaimana yang disebutkan dalam surat al-Maidah ayat 35:

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Demikianlah kepemimpinan Rasulullah saw sebagai imam dalam shalat ini menunjukkan pengakuan para nabi dan rasul itu akan syariat islam yang sempurna yang dibawa oleh Rasulullah saw, nabi sekaligus rasul pungkasan. Mengenai jama’ah itu sendiri sungguh tidak dapat dipungkiri fadhilannya, jika para nabi, rasul dan malaikat saja berjama’ah. (red.Ulil H) 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Internasional IPNU Tegal

IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

Jakarta, IPNU Tegal 



Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, reuni, kongres atau apapun namanya boleh saja dilakukan. Apalagi jika dimaksudkan untuk meningkatkan ukhuwah islamiyyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan sesama warga negara).

Ia mengatakan hal itu ketika mengomentari Reuni alumni 212 yang akan digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12). Reuni itu memperingati aksi yang dilakukan umat Islam setahun yang lalu.   

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

"Namun, jangan ada upaya untuk mengarus-utamakan agama dalam percaturan politik praktis, apalagi menjadikan agama sebagai tunggangan politik. Politisasi agama akan mengoyak kohesivitas sosial yang pada gilirannya merusak persatuan dan kesatuan bangsa," katanya di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (30/11). 

Ia meminta untuk menjadikan agama sebagai inspirasi dalam  mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan jadikan agama sebagai aspirasi politik. Kesepakatan para pendiri bangsa atas NKRI (mu’ahadah wathaniyyah, konsep negara bangsa) harus kita junjung tinggi.

“Betapa rendah kedudukan agama bila dijadikan aspirasi politik hanya untuk menangguk keuntungan politik elektoral lima tahunan. Apalagi untuk dikonversi dengan perolehan suara dalam politik elektoral.” (Abdullah Alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Pondok Pesantren, Sejarah IPNU Tegal

IPNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal

Lamongan, IPNU Tegal. Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengerahkan 25 ribu anggota satuan tugas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu mengamankan gereja-gereja selama perayaan Natal di Jawa Timur.

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal

"Kami sudah berkoordinasi dan memerintahkan semua personel Banser untuk terjun langsung mengamankan gereja-gereja yang tersebar di Jatim," ujar Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur Alva Isnaeni di sela Konferensi Wilayah Ansor di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Sabtu.

Ia mengatakan, setiap tahun Ansor membantu aparat menjaga keamanan selama perayaan Natal.

IPNU Tegal

Tahun ini, ia melanjutkan, anggota Banser akan mulai membantu aparat melakukan tugas pengamanan sejak 23 Desember hingga 27 Desember 2013.

IPNU Tegal

Anggota Banser, ia menjelaskan, tidak hanya akan membantu mengamankan gereja tapi juga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di jalanan sekitar gereja.

Bahkan, menurut dia, dalam beberapa pekan ini anggota Densus 99 Banser sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi wilayah.

"Densus 99 Banser ini bertugas mengamati dan mencari tahu atau memetakan kerawanan yang akan terjadi. Berdasarkan laporan yang kami terima, ada beberapa daerah sudah disasar oknum tak bertanggung jawab, seperti Surabaya, Malang dan kawasan Mataraman," kata dia.

Ia menambahkan, Banser sukarela membantu menjaga keamanan gereja selama perayaan Natal. "Ini wujud konkret Banser sebagai penjaga kebhinekaan," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Pondok Pesantren, Cerita IPNU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Cetak Kader Religus-Nasionalis, PMII STAI Denpasar Gelar Mapaba

Denpasar, IPNU Tegal 

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar, Bali menerima anggota baru melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). Kegiatan tersebut berlangsung di desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan 29 September-1 Oktober lalu.

Cetak Kader Religus-Nasionalis, PMII STAI Denpasar Gelar Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Kader Religus-Nasionalis, PMII STAI Denpasar Gelar Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Kader Religus-Nasionalis, PMII STAI Denpasar Gelar Mapaba

Pada Mapaba yang diikuti belasan mahasiswa dan mahasiswi itu, panitia pelaksana mengambil tema "Membangkitkan Jiwa Nasionalis serta Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan dan Keadilan". 

Menurut Ketua Panitia Mapaba Agus Irawan, kegiatan itu diadakan untuk mencetak kader PMII yang religius dan nasionalis sebagai pelanjut pergerakan organisasi itu di Denpasar. 

PMII, kata dia, melihat jiwa nasionalis pada mahasiswa dan mahasiswi di Denpasar semakin menurun. Hal itu disebabkan oleh apatisnya terhadap permasalahan yang ada di Indonesia dan adanya sekelompok orang yang ingin menggantikan Pancasila.

Sedangkan Ketua Komisariat PMII STAI Denpasar Teguh Irwansyah berharap anggota PMII baru itu menjadi kader yang berwawasan kebangsaan dengan pijakan Islam yang rahmatan lil alamin.

IPNU Tegal

“Selain itu dapat memberikan sikap loyalitas terhadap organisasinya," tegasnya.

Ketua PC PMII Denpasar Moh. Nur Wakhid Al-Hadi pada acara penutupan Mapaba mengajak untuk bersama-sama menanamkan rasa haus akan ilmu. 

“Ini adalah modal utama bagi kita untuk menjadi agen of change yang akan mengemban tongkat estafet untuk generasi penerus Bangsa ke depan,” katanya. (Red: Abdullah Alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran

Malang, IPNU Tegal. Beberapa pengurus NU bereaksi terkait diadukannya Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH Marzuki Mustamar ke Kejaksaan Agung dan Mabes Polri oleh pimpinan organisasi garis keras yang menamakan diri MTA.

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran

Gus Mujib Sadzili, salah satu jajaran Ketua PCNU Kabupaten Malang berharap pengaduan itu dihentikan. Jika diteruskan, ditengarai akan berakibat konflik sosial.?

“Memang benar bahwa Beliau (Kiai Marzuki, red) telah diajukan oleh mereka. Tapi kami yakin perkara tersebut pasti akan dihentikan oleh kepolisian. Karena hal ini akan menyebabkan kekacauan negara atau chaos,” kata Gus Mujib itu kepada IPNU Tegal di Malang, Rabu (29/5).

IPNU Tegal

Menurut Gus Mujib cukup akrab dengan Kiai Marzuki, dengan mengadukan ke kepolisian, berarti pihak MTA telah melakukan sesuatu perbuatan mengingkari kebenaran. Karena, setelah mereka diberitahu sebuah kebenaran justru mereka ingin mencelakai NU. Dan adalah sebuah keanehan jika pemerintah berniat meneruskan perkara ini.

“Cuma, anehnya mereka itu, mengapa setelah kita beritahu sebuah kebenaran kok justru akan mengadukan kami ke penjara? dan adalah hal yang aneh jika perkara dilanjutkan, NU adalah pemilik rumah Indonesia dan berperan serta membangun negara. Lalu sekarang ada pendatang baru yang ingin memenjarakan pemilik rumah itu?” kata Gus Mujib.

IPNU Tegal

Sedangkan saat ditanya, tentang tanggapan Kiai Marzuki sendiri, ia mengatakan, pihak Kiai Marzuki tidak hendak memperpanjang masalah ini. Kiai Marzuki memang mengaku mendengar sendiri MTA menyampaikan dakwah yang negatif untuk NU dan merusak ukhuwah islamiyah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Fiqih dan Security System dalam Parkir

Sekarang ini parkir telah menjadi bagian dari kehidupan bersama apalagi bagi masyarakat kota. Hampir di semua pemberhentian kendaraan selalu ada parkir. Mulai dari warung makan, mini market, bahkan juga gerai ATM. Tidak ada istilah gratis dalam jasa penitipan kendaraan, semua ada biayanya. Sebagai konsekwensinya, pengelola parkir akan menjaga kendaraan tersebut sekuat tenaga dan bertanggung jawab bila terjadi kerusakan apalagi kehilangan. Demikianlah idealnya.

Akan tetapi kebanyakan pengelola parkir cenderung lepas tanggung jawab. Mereka tidak ingin dituntut bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karenanya seringkali kita melihat tulisan yang berhubungan dengan hal ini “Apabila terjadi Kerusakan atau Kehilangan Sepenuhnya Tanggung Jawab Pemilik” atau dengan lebih halus “Pengelola tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan atau kehilangan”. Sehingga terbersit dalam benak masyarakat bahwa pengelola parkir hanya mau menerima uangnya saja, mereka tetapi tidak mau menerima resikonya. Bagaimanakah sebenarnya fiqih melihat fenomena semacam ini?

Dalam perspektif fiqih parkir dapat dikategorikan sebagai masalah wadiah (titipan). Wadiah mengandaikan adanya dua fihak antara fihak pertama selaku pemilik barang yang berkepentingan menitipkan barangnya dan fihak kedua penerima titipan yang merasa sanggup menjalankan amanah. Pada dasarnya wadi’ah tidak akan terjadi apabila fihak kedua (orang yang amanah) menolak untuk dititipi. Namun syara’ dengan hukum sunnahnya memberikan pahala bagi orang-orang amanah yang mau menerima titipan.

Dengan kata lain, kepentingan terbesar (yang bersifat aktif) pada dasarnya berada pada pihak penitip barang, sedngkan fihak penerima titipan hanya menerima saja (bersifat pasif).  Oleh karena itulah sistem wadiah dalam fiqih tidak memberatkan kepada pihak kedua selaku fihak yang dititipi. Sehingga tidak ada kewajiban menaggung resiko apalagi mengganti bila terjadi kerusakan atau kehilangan, selama fihak kedua bertanggung jawab penuh dan tidak ada keteledoran dalam penjagaan. Namun bila kehilangan dan kerusakan barang itu terjadi karena keteledorannya, maka wajib bagi pihak kedua mengganti titipan tersebut. Dalam Ghayah wat Taqrib Imam Abu Suja’ menerangkan:

Fiqih dan Security System dalam Parkir (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih dan Security System dalam Parkir (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih dan Security System dalam Parkir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

...? ? ? ? ? ?   

IPNU Tegal

Wadiah (barang titipan) adalah satu amanat yang disunnatkan menerimanya bagi orang yang sanggup memegang amanah. Ia tidak menanggung resiko, kecuali karena kelalaiannya.

...Baginya (orang yang dititipi) wajib menyimpannya (barang titipan) ditempat penyimpanan yang pantas…  

IPNU Tegal

Teks di atas menunjukkan bahwa menerima titipan bagi orang yang amanah hukumnya sunnah, tetapi menyimpan dan menjaga titipan itu dalam tempat yang aman adalah wajib.

Demikianlah seharusnya sistem perparkiran yang berlaku di masyarakat kita. Pengelola parkir yang menerima sejumlah upah harus menyiapkan diri sebagai oang yang amanah dan bertanggung jawab. Bentuk amanah dalam konteks kekinian dapat direpresentasikan dalam berbagai sisitem keamanan (scurity sistem) mulai dari pendataan, penjagaan hingga pengembalian. Sehingga tidak perlu lagi ada kalimat “Pengelola tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan atau kehilangan”. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Tokoh IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina

Jakarta, IPNU Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk membantu Palestina. Sehubungan itu, Menag berkeinginan agar negara dapat membantu Palestina melalui dana APBN 2016.

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina

“Mulai tahun depan, Insya Allah dan mudah-mudahan DPR RI bisa menyetujui, secara resmi bantuan bisa disalurkan melalui APBN,” kata Menag saat memberikan sambutan pada acara pemberian bantuan/Infaq Jamaah Masjid Istiqlal untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, Jakarta, Jumat (15/5) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Hadir dalam kesempatan ini, Dubes Palestina untuk Indonesia, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali, Ketua Badan Pelaksana Pengelolan Masjid Istiqlal Mubarok, dan ribuan jamaah Masjid Istiqlal.

IPNU Tegal

Menurut Menag, hubungan baik masyarakat Indonesia dengan Palestina bahkan sudah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Palestina adalah negara yang pertama kali memberikan dukungan atas Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dukungan itu disampaikan langsung oleh Mufti Palestina, Syekh Muhammd Amin Al Khusaini yang saat itu sedang mengungsi di Berlin, Jerman.

“Sehingga, bantuan tidak hanya dari masyarakat Indonesia saja, namun negara secara resmi memberikan bantuan demi mewujudkan kemerdekaan negara Palestina,” jelas Menag.

IPNU Tegal

Menag menegaskan bahwa membantu Rumah Sakit Indonesia di Ghaza merupakan wujud bahwa Bangsa Indonesia terus mendambakan dan memperjuangakan agar bangsa Palestina juga bisa mencapai kemerdekaannya.  (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Sejarah IPNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Beberapa Kekeliruan dalam Memahami Konflik di Timur Tengah

Jakarta, IPNU Tegal. Dosen Universitas King Fahd Arab Saudi Sumanto Al Qurtuby menilai, ada banyak kesalahpahaman yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam di Indonesia terkait dengan apa yang terjadi di Timur Tengah, terutama dengan konflik dan radikalisme yang ada di sana.

Di antara kesalahpahaman tersebut adalah bahwa banyak kelompok Islam di Indonesia yang menganggap konflik yang terjadi di Timur Tengah itu disebabkan oleh Barat, Yahudi, dan sekutu-sekutunya.

Beberapa Kekeliruan dalam Memahami Konflik di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Kekeliruan dalam Memahami Konflik di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Kekeliruan dalam Memahami Konflik di Timur Tengah

 

Menurutnya, itu adalah hal yang kurang tepat karena konflik yang terjadi di Timur Tengah sudah ada sebelum Negara-negara Barat seperti Amerika dan juga Yahudi ada. 

IPNU Tegal

“Kekerasan itu bukan melulu produk dari non-muslim, tetapi muslim sendiri juga terlibat. Bahwa benar Amerika terlibat, ada non-muslim yang terlibat, iya. Tetapi kelompok-kelompok Islam juga terlibat,” urainya saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia di Auditorium Gedung PPSDM Jakarta, Sabtu (22/7) sore.

Misalnya, jelas Sumanto, apa yang terjadi di Suriah juga tidak terlepas dari umat Islam. Di dalam sebuah studi disebutkan bahwa ada 160 faksi kelompok Islam garis keras di Suriah. Ini juga yang menyebabkan konflik yang berkepanjangan.

IPNU Tegal

Kesalahpahaman kedua adalah konflik yang terjadi di Timur Tengah dianggap sebagai konflik Sunni-Syiah. Hal itu tidak melulu demikian. Bahkan, ia menceritakan bahwa di beberapa daerah di Arab Saudi dan beberapa negara teluk lainnya terjadi kawin-mawin antara Sunni dan Syiah. Di Qatar pun demikian, belum ada sejarahnya konflik antara Sunni dan Syiah. 

Namun demikian, ia tidak menampik bahwa konflik yang disebabkan oleh Sunni-Syiah. Tetapi itu tidak bisa dijadikan sebagai representasi. Menurutnya Sumanto, kekerasan yang terjadi di beberapa negara Arab dilakukan oleh para ekstremis. 

“Kadang di dalam satu keluarga ada yang Sunni, ada yang Syiah. Meski satu klan tidak masalah. Jadi tidak melulu Sunni-Syiah bertengkar. Tergantung konteksnya,” katanya.

Kesalahpahaman terakhir adalah soal konflik Islam, Kristen, dan Yahudi. Ia menganggap, ini juga hal yang tidak selamanya benar. Di beberapa negara seperti Lebanon dan Yahudi, baik Islam, Kristen, maupun Yahudi memiliki hubungan yang baik. Bahkan mereka bekerjasama dalam menjalankan roda pemerintahan.

“20 persen masyarakat (Negara) Yahudi itu adalah Arab. Mereka juga banyak yang menduduki posisi strategis seperti polisi dan militer,” jelasnya.

Menurut dia, kesalahpahaman-kesalahpahaman tersebut sengaja disebarkan oleh sebagian kelompok Islam Indonesia dan dijadikan sebagai alat propaganda di Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta kepada umat Islam Indonesia untuk belajar lebih seksama terkait dengan apa yang terjadi di Timur Tengah.

“Agar tidak gampang dibelokkan ke sana-ke sini untuk kepentingan politik,” tegasnya didampingi narasumber lain yaitu Direktur Eksekutif The Wahid Foundationa Yenny Wahid dan Kepala BNPT Suhardi Alius. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Lomba IPNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Imlek Datang, Gus Dur Dikenang

Jakarta, IPNU Tegal

Bangsa Indonesia tidak akan pernah lupa terhadap jasa-jasa kemanusiaan yang telah banyak dirintis dan diwujudkan oleh Presiden Ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Khusus di hati orang Indonesia beretnis Tionghoa, Gus Dur merupakan manusia istimewa karena telah menempatkan mereka sejajar dengan etnis lain di Indonesia setelah puluhan tahun dimarjinalkan oleh Orde Baru, baik dalam beribadah maupun merayakan Imlek.

Memperjuangkan kemanusiaan seseorang atau kelompok orang yang tertindas memang sudah menjadi ruh perjuangan Gus Dur. Bahkan, Gus Dur telah meletakkan dasar bahwa orang Tionghoa secara terbuka boleh merayakan Hari Raya Imlek. Selain itu, Gus Dur juga ikut berjasa dalam menempatkan Konghucu sebagai salah satu agama resmi negara selain Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha.

Imlek Datang, Gus Dur Dikenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Imlek Datang, Gus Dur Dikenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Imlek Datang, Gus Dur Dikenang

Tidak berbeda dengan tahun-tahun terdahulu, dalam perayaan Imlek kali ini, warga Indonesia khususnya warga Tionghoa begitu mengapresiasi perjuangan dan jasa Gus Dur. Apresiasi tersebut banyak diungkapkan mereka di klenteng-klenteng hingga di media sosial. Sehingga “Gus Dur” pun naik menjadi trending topic di twitter hari ini. Bahkan di salah satu Klenteng tertua di Surabaya, Boen Bio hanya ada satu foto yang terpampang, yaitu foto Gus Dur.

Tribute untuk Gus Dur diantaranya datang dari komedian Ernest Prakasa dalam akun twitternya @ernestprakasa. Salah satu komedian berketurunan Tionghoa ini mengucapkan terima kasih kepada Gus Dur yang dulu telah mencabut peraturan yang melarang aktivitas warga Tionghoa di Indonesia.

IPNU Tegal

“Terima kasih Gus Dur yang tahun 2000 lalu mencabut Inpres Nomor 14/1967 Suharto tentang larangan perayaan Imlek. Hidup kami kini lebih menyenangkan,” ungkap Ernest Prakasa yang tadi pagi pukul 08.30 WIB bincang Live di Metro TV bareng salah satu Putri Gus Dur, Inayah Wahid.

“Selamat hari raya imlek bagi yang merayakannya. Terima kasih Gus Dur. Semoga kita semua diberi kesehatan dan rezeki yang mengalir deras, amin,” tulis akun bernama @sidewii.

“Mengenang Gus Dur, dan mereka yang terampas kebebasannya. Happy Imlek, kawan,” kicau akun @johanesjonaz.

IPNU Tegal

“Imlek begini saya jadi ingat Gus Dur tahun 1999. Cuma Gus Dur yang akui hak masyarakat Hoakiau dengan bolehkan imlek diadakan lagi. Respek,” cuit Damar Juniarto dalam akunnya @DamarJuniarto.

Selain akun-akun twitter di atas, ribuan akun lain juga turut mengenang dan memberikan apresiasinya kepada Gus Dur. Hal ini tidak hanya berlangsung di twitter, tetapi juga ramai di Facebook. Adapun Imlek tahun 2016 ini memasuki angka 2567 yang menurut perhitungan astrologi China adalah tahun Monyet dengan unsur api. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Pondok Pesantren, RMI NU IPNU Tegal

Selasa, 21 November 2017

JK Janji Tak Bedakan Sekolah Umum-Madrasah

Malang, IPNU Tegal. Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla berjanji tidak akan membedakan antara pendidikan atau sekolah umum dengan madrasah karena keduanya sama-sama membutuhkan perhatian.

"Saya dan Pak Jokowi akan berusaha memperhatikan dua model pendidikan ini. Hanya saja, strukturnya yang harus diperbaiki, sebab masyarakat kita tidak hanya membutuhkan pendidikan saja, tapi juga kesehatan, peningkatan infrastruktur serta faslitas dasar lainnya," tegasnya ketika memberikan sambutan pada silaturrahmi dan halalbihalal Muslimat NU se-Jatim di pesantren Bahrul Maghfiroh Malang, Sabtu.

JK Janji Tak Bedakan Sekolah Umum-Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
JK Janji Tak Bedakan Sekolah Umum-Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

JK Janji Tak Bedakan Sekolah Umum-Madrasah

Ia mengatakan tugas pemerintah bagaimana membuat masyarakat bisa mendapatkan fasilitas dan kebutuhannya terpenuhi secara layak. Namun, di luar itu, bagaimana cara masyarakat memberdayakan diri sendiri.

IPNU Tegal

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat Nahdatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, menilai pendidikan di pesantren dan madrasah kurang mendapat perhatian dari pemerintah, karena itu Muslimat NU berharap pemerintahan baru dibawah pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) lebih memperhatikan pesantren dan madrasah.

IPNU Tegal

"Saya berharap kartu Indonesia Pintar yang bakal digulirkan pemerintahan Jokowi-JK ini tidak hanya berlaku untuk siswa di sekolah umum, tapi juga untuk madrasah dan pesantren," kata Khofifah.

Menurut dia, selama ini ada dua lembaga yang mengelola pendidikan, yakni Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Kemendikbud mengelola pendidikan umum, dan Kemenag mengelola madrasah dan pesantren.

Selama ini, tegasnya, pendidikan umum mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tapi madrasah hanya mendapat Bantuan Operasional Madrasah (BOM) saja. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Kajian Islam, Ahlussunnah IPNU Tegal

Jumat, 13 Oktober 2017

Soal Perdamaian Dunia, Gus Yahya Sebut Islam Moderat Jalan Menuju Cahaya

Jakarta, IPNU Tegal - Katib Aam Nahdlatul Ulama (NU) KH Yahya Cholil Staquf? (Gus Yahya) menyampaikan pidato pembukaan forum internasional Global Unity Forum yang diinisiasi GP Ansor di The Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/5) siang. Pada kesempatan ini Gus Yahya menegaskan bahwa forum ini merupakan bentuk kelanjutan dari semangat perdamaian dunia yang disuarakan NU pada forum internasional empat hari lalu, (9-11/5).

Pertemuan ini mengambil tema From the Battleground on Religious Radicalism to the Common Ground of Peaceful Coexistence: Manifesting the Unity of Mankind (Ummatan Wahidan) through Global Unity Forum.

Soal Perdamaian Dunia, Gus Yahya Sebut Islam Moderat Jalan Menuju Cahaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Perdamaian Dunia, Gus Yahya Sebut Islam Moderat Jalan Menuju Cahaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Perdamaian Dunia, Gus Yahya Sebut Islam Moderat Jalan Menuju Cahaya

Menurut Gus Yahya, kita secara jujur dan tegas harus mengakui, sumber atau faktor yang paling mempengaruhi terjadinya krisis keamanan dunia adalah dari kesalahpahaman soal agama. Dalam hal ini, saat berbicara tentang ekstremisme Islam harus diakui bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah dari elemen Islam itu sendiri.

Gus Yahya menyebutkan, pengakuan yang jujur semacam ini belum pernah dilakukan oleh siapa pun, khususnya dari kalangan Islam saat membicarakan terorisme dan radikalisme. Selama ini yang sering kita dengar adalah penyangkalan dan pernyataan yang menolak hubungan antara masalah radikalisme dan Islam.

IPNU Tegal

Penyangkalan semacam itu terbukti tidak pernah menghasilkan solusi atas masalah yang dihadapi. Itu sebabnya persoalan radikalimse Islam tidak pernah selesai. Padahal bila tidak jujur mengenai apa yang menjadi sumber masalah, kita tidak bisa mencari jalan keluarnya.

IPNU Tegal

Menurut Gus Yahya, syarat pertama sebagai upaya jalan keluar dari krisis ini adalah kejujuran dalam memandang masalah. Harus diketahui pula masalah itu tidak berwajah tunggal, melainkan sangat kompleks yang mengandung dimensi terkait secara rumit. Strategi parsial tidak akan menghasilkan jalan keluar yang kita inginkan.

Syarat kedua adalah pendekatan komperhensif, bahwa masalah harus didekati secara global karena sifat masalah ini juga global. Dalam Deklarasi NU disebutkan pula bahwa tekad NU adalah mengambil inisiatif dan melaksanakan strategi yang konkret dalam rangka mencari jalan keluar dari krisis Islam yang telah mewujud menjadi krisis kemanusiaan, terbukti dengan meninggalnya ratusan ribu atau bahkan jutaan orang.

Satu peradaban besar bisa hancur dan ini memang masalah yang luar bisa. Sayangnya hampir tidak ada pihak yang mempunyai gagasan inisiatif untuk memecahkan masalah. NU dan Indonesia punya potensi besar sekaligus posisi yang tepat memulai strategi pemecahan krisis kemanusianan ini.

Masalah tersebut tidak mudah dan pasti upaya yang ditempuh juga tidak mudah. Seorang kawan dari Kanada, demikian Gus Yahya, mengatakan bahwa gagasan NU sangat ambisius.

“Tapi saya katakan ini bukan soal ambisi. Masalahnya ini adalah satu-satunya titik terang yang kita lihat di kejauhan, di tengah-tengah sekitar yang seluruhnya gelap gulita. Kita tidak punya pilihan selain berjalan ke arah cahaya itu, apa pun halangan yang dihadapi, karena kita ingin bebas dari kegelapan.”

Global Unity Forum ini menandai dan sebagai langkah awal yang konkret bahwa NU sedang bergerak penuh tekad. Kita tidak akan berhenti sampai tujuan yang kita cita-citakan tercapai, kata Gus Yahya di hadapan ratusan peserta yang berasal dari organisasi pemuda berbagai agama. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren IPNU Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Jakarta, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur resmi dipimpin oleh Kiai Mahmud Mudzofar yang sebelumnya menjabat sebagai ketua caretaker melalui Konfercab GP Ansor Jakarta Timur. Proses pemilihan dilakukan dengan jalan musyawarah. Dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, masing-masing Pimpinan Anak Cabung (PAC) GP Ansor dipersilakan untuk mengajukan satu calon kandidat.

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Sembilan PAC dari sepuluh kecamatan di Jakarta Timur, semua mengajukan nama Kiai Mahmud, hanya PAC GP Ansor Makassar mengajukan nama lain, Dendi Zuhairil Finsa dan Firman Abdul Hakim, akhir pekan lalu (18/10). Namun, nama Firman Abdul Hakim gugur karena tak memenuhi persyaratan mencalonkan diri sebagai ketua PC Ansor.

Sehingga hanya ada dua calon yang lolos, KH Mahmud dan Dendi pada putaran selanjutnya. Pada pemilihan terbuka tersebut, sembilan dari sepuluh pemilik suara semua memilih Kiai Mahmud, satu suara dari PAC Makassar memilih abstain.

IPNU Tegal

Secara aklamasi terpilihlah Kiai Mahmud Mudzofar sebagai Ketua PC Ansor Jakarta Timur Periode 2015-2019. "Bagi saya, amanah (memimpin GP Ansor Jakarta Timur) ini beban berat. Namun beban berat ini akan menjadi ringan bila kita sama-sama, baik PAC dan kepengurusan yang ada bekerja sama," kata Kiai Mahmud, usai pemilihan di Kantor PW NU di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (18/10) semalam.

Menurut ustadz muda alumni Pesantren Ploso ini, GP Ansor adalah milik umat dan organisasi berlatar belakang NU ini lahir untuk mengawal dan membangun bangsa ini sejahtera. Alasan itu, ia meminta agar kader Ansor lebih berkontribusi pada negara dan lebih bermanfaat bagi umat.

IPNU Tegal

"Tujuan kita ber-Ansor untuk memantapkan diri agar lebih bermanfaat bagi umat dan negara ini. Negara dalam hal ini, bukan pemerintahan, tapi tata kelola masyarakat perlu kita tata bersama dari unsur keumatan," jelasnya.

Ia menyadari bahwa GP Ansor Jakarta Timur banyak menghadapi kendala sehingga belum optimal memberi kontribusi kepada umat. Di era kepemimpinannya ini, Kiai Mahfud berjanji akan mengembalikan tradisi keilmuan NU dengan sistem pengajian santri.

"Kita di Ansor ada tradisi keilmuan dan berupaya menjaganya dengan banyak melakukan silaturahmi ke kaum ulama. Saya masih ingat pesan para alim ulama, ‘Jika mencari rezeki jangan di NU, tapi kalau mau mengabdi buat umat maka di Ansor NU tempatnya,’" ujarnya.

Terpisah M. Imaduddin, wakil sekretaris Pengurus Pusat LDNU mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Mahmud Muzofar. "Mudah-mudahan Gus Mahmud mampu membawa GP Ansor Jakarta Timur menjadi lebih baik lagi dan mampu mengakomodasi segenap potensi kader-kader GP Ansor Jaktim yang beragam".

Selanjutnya ia menyarankan kepada ketua terpilih untuk memaksimalkan potensi kader-kader Ansor Jakarta Timur yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

"Saya melihat kader-kader Ansor Jaktim bagus-bagus dan lengkap. Banyak kader yang berlatar belakang pondok pesantren salaf yang menguasai literatur kitab-klasik serta sudah berperan di masyarakat dan juga banyak yang berlatarbelakang aktifis mahasiswa yang sudah teruji di lapangan. Tentu bila dua latar belakang ini dapat dimaksimalkan maka saya yakin GP Ansor Jakarta Timur akan semakin maju", ujarnya.

Kader muda NU yang berangkat dari GP Ansor Jakarta Timur ini juga menyatakan, Mengingat kondisi masyarakat Jakarta yang heterogen dan masifnya serbuan ideologi-ideologi transnasional yang merongrong NKRI yang sasarannya adalah generasi muda, maka program GP Ansor Jaktim di masa kepemimpinan Gus Mahmud ke depan? hendaknya lebih fokus pada dua hal.

“Pertama, pengembangan keilmuan dan intelektualitas, terutama pengembangan dan sosialisasi faham aswaja an-nahdhiyah; kedua pemberdayaan masyarakat dengan mengadakan kegiatan-kegiatan dan pelatihan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dan melakukan pembelaan (advokasi) terhadap masyarakat. Dengan dua hal ini insya Allah GP Ansor akan semakin dicintai masyarakat Jakarta,” tutur alumni Pesantren Lirboyo ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, AlaNu IPNU Tegal

Selasa, 06 Juni 2017

Selamat Datang Bulan Shafar 1438 H

Jakarta, IPNU Tegal

Kalender hijriah tahun 1438 telah memasuki bulan kedua, Shafar, pada Selasa (1/11), atau persisnya sejak Senin (31/10) petang.

Selamat Datang Bulan Shafar 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat Datang Bulan Shafar 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat Datang Bulan Shafar 1438 H

Berdasarkan hasil observasi langit oleh Lembaga Falakiyah PBNU, Senin petang, hilal terlihat di Tanjung Kodok Lamongan, Jawa Timur. Saksi dalam pengamatan hilal kali ini adalah Ustadz H Inwanuddin, anggota tim Lembaga Falakiyah NU.

Hasil rukyat ini juga sesuai dengan prediksi Lembaga Falakiyah PBNU melalui penghitungan astronomis atau hisab sebagiamana tercatat dalam almanak resmi PBNU. Berdasarkan hisab awal bulan Shafar markaz Jakarta, ijtma’ atau konjungsi terjadi pada Senin Wage 31 Oktober 2016. Hilal mencapai ketinggian 070 00’ 43” di atas ufuk, dengan kondisi miring ke utara.

IPNU Tegal

Atas kesaksian tersebut, Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri mengucapkan terima kasih kepada warga NU yang terlibat dalam proses rukyat hilal. Metode rukyat dinilai sebagai tahapan yang harus dilalui untuk mengetahui awal bulan hijriah.

Kegiatan yang sama juga dilakukan tiap menjelang akhir bulan hijriah. Terkait bulan Muharram bulan lalu, Lembaga Falakiyah PBNU berdasarkan hasil rukyat mengeluarkan ikhbar bahwa 1 Muharram 1438 hijriah jatuh pada Senin, 3 Oktober 2016. (Mahbib)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Humor Islam, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Minggu, 05 Maret 2017

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan

Solo,IPNU Tegal. Pasca-kegiatan UAS I dimanfaatkan para murid kelas I SD Ta’mirul Islam Surakarta untuk menambah ketrampilan mereka dengan berlatih membuat batik teknik jumputan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah, Selasa (9/12).

Kegiatan pada pagi hari itu diawali dengan mendengarkan penjelasan dari seorang trainer, tentang cara membuat batik teknik jumputan. Dijelaskannya, terlebih dahulu kain mesti dicelupkan ke dalam air untuk kemudian di beberapa titik diikat menjadi sebuah simpul.

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan (Sumber Gambar : Nu Online)
Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan (Sumber Gambar : Nu Online)

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan

Usai mendengarkan penjelasan dari trainer, para siswa mulai praktik. Berbekal kuas dan pewarna, tangan-tangan mungil mereka mulai menari di atas kain putih. Alhasil, terciptalah paduan warna yang varian nan menarik.

IPNU Tegal

“Hasil akhir tidak terlalu penting, yang paling penting dari kegiatan ini anak dapat mengeksplorasi kreativitas mereka. Rencananya karya dari anak ini juga akan kita tampilkan dalam pameran anak” terang koordinator kegiatan, Esti Indriani, saat ditemui di sela kegiatan.

IPNU Tegal

Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan kesenian budaya lokal kepada anak seadari dini. “Kesenian batik ini sebuah budaya yang mesti kita kenalkan kepada para siswa, agar mereka mengenal akan budaya mereka sendiri,” jelas dia.

Salah satu siswa, Danica Felda, mengaku senang dapat mewarnai kain batik meski bajunya juga ikut belepotan warna. “Tadi warnanya aku campur, ada merah kuning hijau,” ujarnya.

Selain kegiatan berlatih membuat batik jumputan, pada jeda UAS kali ini, SD Ta’mirul Islam menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain pasar anak, fun games, dan kunjungan ke Techno Park. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Senin, 16 Januari 2017

Kiai Said Minta LAZISNU Dikelola Orang Melek Teknologi

Jakarta, IPNU Tegal. Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut setiap organisasi mampu menguasai teknologi. LAZISNU sebagai lembaga yang dipercaya untuk mengumpulkan zakat, infaq dan shodaqoh sudah selayaknya memanfaatkan media sosial guna membangun jaringan secara luas.?

“Kalau tidak pakai Medsos akan kalah. LAZISNU juga tidak akan sukses kalau tidak menguasai teknologi,”kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat membuka Seminar Nasional Filantropi Islam Nusantara yang diselenggarakan NU Care-LAZISNU di gedung PBNU, Kamis (2/2).

Pengasuh Pesantren Al Tsaqofah ini menjelaskan, tak ada seorang Islam pun yang mengingkari kewajiban zakat. Namun dalam prakteknya, banyak orang kaya yang susah mengeluarkan zakat.?

Kiai Said Minta LAZISNU Dikelola Orang Melek Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Minta LAZISNU Dikelola Orang Melek Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Minta LAZISNU Dikelola Orang Melek Teknologi

“Daftar haji ngantri, 30 tahun ngantri. Tapi ngantri bayar zakat itu tidak ada,” tambahnya.

Kiai Said menambahkan, kesalahan dan kelemahan itu ada pada diri sendiri sehingga belum mendapatkan kepercayaan. Ketidakpercayaan tersebut biasanya bukan terletak pada orangnya, tapi sistem administrasinya. “Oleh karena itu, mari perbaiki diri kita, dalam rangka membangun kepercayaan dari semuanya,” pintanya.

IPNU Tegal

Kiai Said juga mengingatkan kepada pengurus NU Care-Lazisnu agar mendapat kepercayaan dari muzakki dengan cara transparan, membangun kerjasama dengan siapapun dengan modal kebaikan, proporsional dan profesional, serta semua harus mampu bertangung jawab. (Husni Sahal/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kajian, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock