Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok

Depok,IPNU Tegal. Ribuan jamaah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Habib Abu Bakar Bin Hasan Al-Athas di Jalan Karya Bakti 9, Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat.

Acara pada Rabu (24/12) tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan khusuk. Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan pembacaan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok

Dalam kesempatan tersebut Habib Salim bin Abdullah Syatiri dari Yaman menyampaika tausiyah dalamm bahasa Arab. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, dia berpesan agar meneladani akhlak Rasulullah SAW.

IPNU Tegal

Ia juga menambahkan, Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang wanita. Salah satunya, ajaran untuk menghormati Ibu dan perempuan. "Kita harus menghormati ibu,” katanya.

Selain itu, pendidikan pada anak sejak dini merupakan hal yang utama. Tentunya, dalam mendidik anak tidaklah mudah dan dalam tuntunan ajaran Islam sudah jelas diajarkan.

IPNU Tegal

Dirinya juga menegaskan, dalam dakwah Islam selalu mengedepankan dakwah secara hikmah atau bijaksana dan bukan dengan jalan kekerasan.

"Tentunya, untuk mempelajari Islam harus dari sumber aslinya dan bukan dari para orientalis. Ini yang banyak dijumpai, orang belajar ilmu tentang agama Islam tapi di tempat para orientalis seperti Rusia dan lainnya,"terangnya.

Di akhir taushiyah, ia berdoa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia. Serta mengajak agar mendidik anak dengan ketakwaan, menjauhi kalangan yang memusuhi wali Allah dan membenci sahabat.

Sementara Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas sendiri tidak tampil di podium. Ia memilih menyambut dan menemani tamu. Tampak hadir para alim ulama diantaranya Ketua PCNU Depok KH Burhanudin Marzuki,  Habib Alwy bin Abdurrahman al-Habsyi, KH Abuya Abdurrahman Nawi, KH Syafii Ahmad, H. Yuyun Wirasaputra dan lainnya. Seusai acara, para tamu dijamu dengan makanan nasi kebuli. (Aan Humaidi/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, Daerah, Sunnah IPNU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Karanganyar, IPNU Tegal. Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Karanganyar siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mencegah paham yang bertentangan dengan Pancasila.?

"Kami menyatakan setia pada Pancasila dan NKRI sampai darah penghabisan. Sikap ini, juga merupakan instruksi serempak di seluruh Indonesia dari Pimpinan Pusat GP Ansor," kata Ketua GP Ansor Karanganyar, Suwanto di sela-sela acara Apel Kesetiaan Pancasila dan NKRI, di Taman Pancasila, Karanganyar Jawa Tengah, Rabu (1/6).

Selain itu, Iwan sapaan akrab Suwanto mengungkapkan beberapa waktu terakhir ada pihak-pihak yang secara terang-terangan menentang Pancasila. Bahkan ada yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara khilafah.

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

"Untuk menyikapi hal itu, kami pemuda NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.

Kepala Kesbangpol Karanganyar, Indrayanto dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian GP Ansor dan Banser Karanganyar. Kesadaran kolektif masyarakat diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Apel kesetiaan Pancasila dan NKRI tersebut diikuti lebih dari 200 anggota Ansor-Banser se-Kabupaten Karanganyar. (Ahmad Rosidi/Zunus)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah, Berita, Tokoh IPNU Tegal

IPNU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Menyemai Kedewasaan dalam Beragama Melalui PAI di Sekolah

Oleh Suwendi

Di bulan Oktober ini, tepatnya tanggal 9 hingga 14 Oktober 2017, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan sejumlah even berskala nasional, di antaranya adalah Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) yang bertempat di Taman Sulthanah Ratu Shafiatudin Banda Aceh, Provinsi Aceh. Pentas PAI ini diikuti oleh seluruh siswa sekolah, mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dari 34 provinsi di Indonesia. 

Mereka akan mengikuti sejumlah even perlombaan yang mengasah atas pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan keagamaan dan kebangsaan yang telah diperoleh, khususnya, selamamengikuti mata Pelajaran Agama Islam (PAI) di sekolah. Pentas PAI yang kedelapan ini mengambil tema “Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan”.

Menyemai Kedewasaan dalam Beragama Melalui PAI di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyemai Kedewasaan dalam Beragama Melalui PAI di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyemai Kedewasaan dalam Beragama Melalui PAI di Sekolah

Even ini merupakan salah satu upaya Kementerian Agam dalam memperkuat PAI di sekolah, di samping terdapat upaya lain yang telah nyata dan sedang dilakukan, seperti program Bina Kawasan, Pengajaran Islam Rahmatan Lil’alamin, dan lain-lain. Memperkuat PAI di sekolah, termasuk di dalamnya melalui Pentas PAI, menurut hemat penulis, memiliki makna yang strategissetidaknya untuk menjawab tiga hal berikut. 

Pertama, merevitalisasi agama sebagai bagian dalam memperkokoh nilia-nilai kebangsaan di kalangan siswa sekolah. Agama didorong untuk menjadi penyanggah dalam meneguhkan komitmen kebangsaan di kalangan siswa sekolah, sehingga militansi kebangsaan di kalangan siswa sekolah tidak bisa dipisahkan dari sikap dan keyakinannya dalam beragama. Meneguhkan akan komitmen kebangsaan atas dasar agama di kalangan siswa ini, diakui belakangan menjadi sebuah kebutuhan mendesak. 

IPNU Tegal

Sebab, fenomena lunturnya semangat kebangsaan di kalangan para siswa sekolah, yang sebagian didasarkan atas pemahaman keagamaannya, menjadi keprihatinan tersendiri.

Data yang diperoleh dari hasil Penelitian Wahid Institute bertajuk “Bagaimana Potensi Radikalisme di Kalangan Aktivis Organisasi Rohani Islam (Rohis) di Sekolah-sekolah Umum” (2016) dengan 1.423 responden yang terdiri atas para aktivis Rohis menyajikan bahwa pada aspek pandangan dan sikap terhadap isu-isu dalam pidana (jinayah) dan politik Islam (siyasah) ditemukan 33%responden mengartikan jihad adalah berperang dan mengangkat senjata melawan orang kafir; 78% mendukung ide khilafah, 17% mendukung orang yang murtad dibunuh, 62% setuju orang yang berzina dihukum rajam hingga mati, dan 58% mendukung hukum potong tangan bagi pencuri, serta 1% sangat setuju dan 3% setuju bahwa memberi hormat bendera haram dilakukan.

IPNU Tegal

Pada aspek peta dukungan terhadap pelaku dan aksi terorisme ditemukan bahwa 33% meyakini Amrozi, Imam Samudera, Abu Bakar Baasyir, Abu Naim dan Oman Abdurrahman merupakan contoh muslim yang mempraktekkan jihad sejati; 37% meyakini Osama bin Laden mati syahid; 10% setuju terhadap Bom Sarinah; dan 6% mendukung ISIS. Aspek partisipasi bergabung ke Suria, Palestina, dan Poso ditemukan 60% siap bergabung saat ini dan 68% akan bergabung di masa akan datang.

Temuan di atas menujukkan betapa sebagian siswa di sekolah, utamanya pengurus Rohis, menghadapi problem kebangsaan dan keagamaan yang memprihatinkan. Untuk itu, melakukan revitalisasi peran agama dalam mendukung semangat nasionalisme kebangsaan di kalangan siswa sekolah mutlak dan segara dilakukan. Langkah dan kebijakan untuk menempatkan kesadaran bahwa Indonesia sebagai negara yang religius, bukan negara agama atau bukan negara sekuler, juga perlu ditanamkan. Demikian juga, gerakan menumbuhkan kesadaran bahwa nilai-niai keislaman di kalangan siswa juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan kita menjadi prioritas bersama. 

Kedua, membangun kesadaran akan keragaman baik dalam budaya, bahasa, etnis, dan agama sebagai karateristik Indonesia penting dilakukan. Keragaman ini merupakan fitrah yang Allah berikan sebagai kekayaan yang perlu dipertahankan dan, sekaligus, diberdayakan. Keragaman tidak kemudian dinafikan, tetapi dirawat dan dilestarikan sehingga mampu menciptakan kedamaian dan keharmonisan. Tentu, ini merupakan “pekerjaan” yang tidak mudah. Jika tidak mampu mengelolanya dengan baik maka akan terjadi benturan-benturan. 

Di sisi lain, Indonesia merupakan negara yang lekat dengan nilai-nilai religius-keagamaan. Meski bukan negara agama, kehidupan kebangsaan Indonesia dipenuhi dengan norma-norma keagamaan. Dalam konteks ini, menghadirkan dan memaksimalkan peran agama dan nilai-nilai agama dalam merawat kesadaran atas keragaman di kalangan siswa sekolah tampaknya menjadi pintu masuk yang efektif. Siswa di sekolah perlu dimantapkan pemahaman dan kemampuannya dalam mengartikulasikan agamasebagai perekat sosial di tengah-tengah keragaman.

Ketiga, meneguhkan kontribusi PAI dalam membangun kedewasaan dalam beragama. Even Pentas PAI dengan tema “Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan” menjadi pilihan yang tepat. Kondisi siswa di sekolah, sebagaimana ditemukan dari hasil studi Wahid Institut di atas, perlu untuk dilakukan kesadaran bahwa kita hidup di tengah negara-bangsa Indonesia dan kesadaran bahwa ternyata ada kebenaran agama lain menurut pengikutnya, selain kebenaran dalam agama yang kita anut.

PAI di sekolah mendorong untuk mengajarkan bahwa kita adalah orang Islam yang berwarganegara Indonesia sehingga artikulasi keislamannya harus sesuai dengan nilai keindonesiaan. Demikian juga, kesadaran bahwa Indonesia itu plural. Di samping kita yang beragama Islam, ada penganut lain yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan lain-lain. 

Kita meyakini bahwa kebenaran dalam agama yang kita anut merupakan sebuah keniscayaan. Namun, kebenaran di agama lain yang diyakini oleh patut penganutnya juga patut dihormati. Oleh karenanya, secara sosialkita harus menghargai atas kebenaran yang dianut mereka itu.Menghargai orang lain merupakan ajaran Islam itu sendiri.

Merevitalisasi agama dalam konteks kebangsaan dan merawat keragaman di kalangan siswa di sekolah merupakan domain dari pembelajaran PAI. Di banding dengan mata-mata pelajaran lainnya, PAI cenderung memiliki “hak” dan sekaligus “kewajiban” untuk mampu memposisikan agama pada tingkat yang semestinya. 

Kesuksesan dalam pembelajaran PAI di sekolahmerupakan modal dalam menatap masa depan Indonesia yang jauh lebih baik. Pasalnya, ada sekitar 80% siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah dari seluruh siswa di Indonesia, yang mengikuti pelajaran PAI. Ini artinya, PAI memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan watak anak bangsa ke depan. Keberhasilan dalam menyemai kedewasaan dalam beragama merupakan langkah yang harus dilakukan melalui PAI. Di sinilah peluang dan sekaligus tantangan bagi guru, pimpinan sekolah, dan pemerintah untuk mampu menghadirkan agama melalui materi-materi PAI sebagai “ruang titik temu” kesadaran kebangsaan dan keragaman itu.

Dalam konteks pengajaran PAI di sekolah, perlu ditekankan bahwa agama bukan hanya mengajarkan tentang agama itu sendiri, tetapi juga bagaimana agama itu menjadi instrumen dalam meneguhkan kohesi sosial dan karakter kebangsaan kita. Agama harus kontributif dalam membangun bangsa, dan sekaligus hadir sebagai solusi atas problem-problem sosial. Di sinilah yang perlu ditekankan oleh seluruh stakeholder pendidikan di sekolah agar menempatkan dan mengartikulasikan agama pada posisi yang semestinya.

Untuk meraih itu, tentu diperlukan kematangan berfikir, pemahaman keagamaan, hingga keterampilan teknis-operasional secara komprehensif dan genah (sesuai) yang dimiliki oleh seluruh stakeholder di sekolah menjadi penting dilakukan. PAI bukan hanya memompa semangat keagamaan yang bersifat elementer dan emosional semata, tetapi lebih dari itu, yakni menempatkan dan memfungsikan agama yang senantiasa berkorelasi dengan dinamika kehidupan sosial kebangsaan segera ditanamkan. Semoga.

Penulis adalah Pegiat Pendidikan Islam.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Berita, Daerah IPNU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

NU Akan Sampaikan Rekomendasi untuk Pemerataan Ekonomi

Medan, IPNU Tegal. Pra Muktamar NU di Medan, Sabtu-Senin (16-18/5), mengangkat tema Kedaulatan dan Pemerataan Ekonomi (Konsep dan Perundang-undangan). Kegiatan ini diisi dengan seminar dan focus group discussion yang membahas isu-isu ekonomi keumatan.

Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Mustofa Bisri dalam sambutannya di pembukaan pra muktamar NU di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Kota Medan, Sumatera Utara, Ahad (17/5) pagi mengatakan, penting untuk pengurus NU menawarkan masukan dan jalan keluar kepada Pemerintah dalam meningkatkan derajat ekonomi masyarakat.

NU Akan Sampaikan Rekomendasi untuk Pemerataan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Akan Sampaikan Rekomendasi untuk Pemerataan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Akan Sampaikan Rekomendasi untuk Pemerataan Ekonomi

"Warga NU kebanyakan rakyat jelata yang jarang tersentuh ekonominya, padahal sila kelima Pancasila adalah Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Maka wajar kalau sekarang pengurus NU membahas isu ekonomi. Semoga pembahasan ini nanti menghasilkan hal-hal positif untuk kepentingan umat," kata Gus Mus.

IPNU Tegal

Ketua Panitia OC Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz mengatakan, hasil pembahasan mengenai kedaulatan dan pemerataan ekonomi yang menghadirkan sejumlah pakar akan dirumuskan oleh tim komisi rekomendasi untuk dibahas pada muktamar NU di Jombang, 1-5 Agustus 2015 mendatang. (A. Khoirul Anam)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah IPNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional

Mranggen, IPNU Tegal. Sangat semarak. Itulah yang tergambar dari kegiatan pawai Hari Santri Nasional dan peringatan tahun baru Islam. Ribuan santriyyin dan santriyyat tampak berbaris rapi sambil bershalawat melakukan pawai melintasi Jalan Raya Mranggen, pada Ahad Sore (25/10). 

Start pawai diawali dari Pondok Pesantren Al Badriyyah Suburan Mranggen, menyusuri jalan Brumbungan hingga kembali finish ke Pesantren KH. Murodi. Pemberangkatan dilepas oleh KH Muhibbin Muhsin Al hafidz, didampingi Prof Dr KH Abdul Hadi, MA.

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional

Sekitar 3.000an santri terlihat riang dalam pawai tersebut. Mereka berasal dari Pesantren Al Badriyyah, Darul Ma’wa, KH Murodi, An Nur, Al Anwar, Roudlatul Muttaqin, Al Izzah dan pesantren lainnya. mereka juga membawa berbagai atribut seperti spanduk dan poster yang menyatakan kebahagiaan ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

IPNU Tegal

"Kita senang karena presiden bikin Hari Santri Nasional. Ini (pawai) ekspresi kegembiraan kita," ucap Lublubatus sakdiyah, salah seorang santri yang ikut dalam pawai.

Walaupun penetapan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober telah berlangsung yang tertuang lewat Keputusan Presiden (Keppres) No 22 Tahun 2015, namun tidak mengurangi antusiasme para santri Mranggen untuk merayakannya.

IPNU Tegal

"Pawai dan kirab ini adalah upaya mengingatkan kembali bangsa ini akan perjuangan para santri. Sudah banyak santri yang mengabdi untuk negeri ini. Pawai ini juga bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai dan gelora perjuangan para kiai dan santri serta mengingatkan kembali nasionalisme pada rakyat negeri ini,” terang panitia pengarah pawai, H Badrul Munir.

Para santri yang melakukan pawai mendapat pengawalan dari jajaran Polsek Mranggen. Sebab, mereka melakukan longmarch menyusuri jalan utama Semarang-Purwodadi.

Sesekali, para pelajar juga menyerukan bacaan shalawat dan gerakan semangat menjadi santri sejak dini. "Ayo mondok, ayo menjadi santri!," teriak para peserta.

"Selamat Hari Santri 22 Oktober. Dari Santri untuk Negeri," demikian tertulis dalam sebuah spanduk yang dibentangkan 3 santri yang berbaju gamis dan bersorban. Mereka dari Pondok Pesantren Al Badriyyah Suburan Mranggen. (Ben Zabidy/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah IPNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Cinta Rasul, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Badar

Brebes, IPNU Tegal. Cara membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW antara lain dengan selalu memanjatkan shalawat dan salam kepada beliau. Dengan bershalawat, akan dimudahkan kita mendapatkan safaat dari Nabi, kelak di yaumul hisab (hari perhitungan).

“Shalawat Nabi, akan memberatkan timbangan amal sehingga membuka jalan menuju surga,” kata Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah SH saat membuka lomba membaca Shalawat Badar tingkat Kabupaten Brebes di gedung PCNU, Jalan Yos Sudarso Brebes, Sabtu (30/3).

Cinta Rasul, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Rasul, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Rasul, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Badar

Muslimat NU, kata Chulasoh, harus menjadi gerbang utama untuk mensyiarkan shalawat. Dengan ribuan pengajian yang dimiliki Muslimat NU bisa menjadi ladang persemaian untuk menanamkan dan memanen shalawat. “Bagaimanapun keadaanya, shalawat harus kita gelorakan, termasuk lewat perlombaan,” katanya.

IPNU Tegal

Lomba diikuti 17 peserta dari perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se Kabupaten Brebes. Dengan berbagai gaya dan lagu yang berbeda-beda mereka tampil dengan penuh semangat dan keceriaan.

IPNU Tegal

Setelah mengantongi nilai 93, akhirnya Grup PAC Muslimat NU Bulakamba Kabupaten Brebes berhasil menjadi juara I dalam lomba Baca Shalawat Badar. Juara II diraih PAC Muslimat NU Paguyangan (90) dan juara III PAC Muslimat NU Salem (85). Sedang juara harapan I PAC Losari (84), harapan II PAC Jatibarang (83) dan PAC Songgom (82)

Ketua Panitia Dra Hj Chulasoh menuturkan, lomba Shalawat Badar merupakan rangkain Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-67 tingkat Kabupaten Brebes. Selain lomba Shalawat, Harlah dimeriahkan dengan manasik haji untuk TK/RA se Kabupaten Brebes, pelayanan KB Kes, Santunan Anak Yatim dan Pengajian Akbar di Bantarkawung pada 7 April mendatang. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Ulama, Daerah IPNU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU

Jombang, IPNU Tegal. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas kabupaten Jombang, menerima Award dari Lembaga Ta’mir Masjid PBNU, Rabu (14/10). Penghargaan ini diberikan karena masjid al-Madinah MAN Tambakberas dinilai sebagai masjid yang peduli pada lingkungan. MAN Tambakberas meraih kategori Muharrik Terbaik di bidang Peduli Lingkungan.

Pernyataan ini disampaikan Nidatus Sa’adah (Ninid), salah satu tenaga pendidik di lembaga sekolah ini. Sejak berdiri, masjid al-Madinah itu memang dibangun dengan komitmen yang berorientasi pada roh pendidikan pesantren yang peduli lingkungan. “Kita berkomitmen memberdayakan masjid itu sejalan dengan roh pesantren,” katanya kepada IPNU Tegal,? Kamis (15/10).

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU

Salah satu kegiatan yang sudah dilakukan pihak madrasah ini adalah memanfaatkan limbah wudhu dengan membangun kolam ikan di samping masjid, agar air yang mengalir tidak terbuang percuma.

IPNU Tegal

“Penghargaan serupa pernah diraih madrasah adiwiyata ini pada Desember tahun lalu dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Sebab sekolah ini juga mengorientasikan kepedulian pada lingkungan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pendidikan adiwiyata. Namun, rupanya hal ini menarik pihak LTMNU untuk memberi penghargaan sebagai Muharrik di bidang Peduli Lingkungan.”

Ninid menjelaskan, penghargaan ini diterima di Jakarta oleh Kepala MAN Tambakberas H Ahsan Sutari bersama Waka Sarpras Sutrisno dari ? beberapa kategori terbaik berbasis pemberdayaan masjid.

IPNU Tegal

“Di antaranya, Muharrik Terbaik, Perusahaan Peduli Masjid, BUMN Peduli Masjid, Tokoh Masyarakat Peduli Masjid, dan Pemerintah Daerah Peduli Masjid,” terangnya.

Disaksikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menristek Dikti H Muhammad Nasir, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua LTMNU KH Mansyur Syaerozi, Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen, perwakilan dari Kedutaan Negara sahabat, ulama dari Mesir, Tunisia, Maroko, Turki, dan para pengelola masjid dari berbagai daerah.

MAN Tambakberas menerima anugerah ini di Gedung Smesco UKM, jalan Gatot Subroto Jakarta dalam rangkaian perhelatan Nahdlatul Ulama Cultural and Business (NUCB) Expo, ? ujar Ninid. (Syamsul/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Daerah IPNU Tegal

Mayoritas Paruh Baya ke Atas, Muslimat NU Jombang Gandeng BPJS

Jombang, IPNU Tegal - Keberadaan Muslimat NU di Kabupaten Jombang terus berupaya menebar manfaat kepada warga masyarakat dan juga kader-kadernya. Sembari menuntaskan sejumlah programnya, kali ini pengurus harian Muslimat NU melakukan penandatanganan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Segenap pengurus Muslimat NU Jombang didorong untuk menjadi anggota BPJS sehingga masing-masing mereka memperoleh pelayanan kesehatan yang baik dan murah bahkan gratis saat dibutuhkan.

Mayoritas Paruh Baya ke Atas, Muslimat NU Jombang Gandeng BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)
Mayoritas Paruh Baya ke Atas, Muslimat NU Jombang Gandeng BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)

Mayoritas Paruh Baya ke Atas, Muslimat NU Jombang Gandeng BPJS

Kerja sama ini dilakukan tepat pada saat Muslimat NU menggelar resepsi hari lahir (harlah) ke-71 Muslimat NU di alun-alun Jombang, Sabtu (13/5) lalu.

Ribuan kader Muslimat NU dari berbagai daerah menyaksikan kontrak kerja sama ini. Tampak hadir Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan beberapa kepala dinas serta pimpinan partai politik (parpol) di Kota Santri ini.

IPNU Tegal

Ketua Muslimat NU Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu komitmen Muslimat NU dalam memberikan layanan kesehatan yang terbaik untuk para kadernya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan ini dinilai sangat perlu untuk kader Muslimat yang mayoritas sudah berusia lanjut sehingga otomatis membutuhkan pelayanan kesehatan yang intensif. Pada kondisi ini, mereka dengan mudah melakukan pemeriksaan.

IPNU Tegal

"Kita MoU dengan BPJS, setiap anggota nanti menjadi anggota BPJS sehingga saat melakukan pemeriksaan gratis," kata putri salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah kepada IPNU Tegal, Kamis (18/5). (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah IPNU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Haul ke-77 KH R. Moenawwir, Ini Rangkaian Acaranya

Yogyakarta, IPNU Tegal - Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta mengadakan peringatan haul ke-77, pendiri pesantren KH. R. Mohammad Moenawwir Bin Abdullah Rosyad.

Menurut salah satu panitia kegiatan, Farigh Rangkuti, untuk tahun ini, haul Kiai Munawwir bertepatan dengan haul? KH. R. Abdul Qodir Munawwir yang ke-57 akan diadakan berbagai rangkaian acara

Haul ke-77 KH R. Moenawwir, Ini Rangkaian Acaranya (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul ke-77 KH R. Moenawwir, Ini Rangkaian Acaranya (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul ke-77 KH R. Moenawwir, Ini Rangkaian Acaranya

“Pada tahun ini, rangkaian acara peringatan haul diselenggarakan mulai Kamis (17/3) kemarin, dan puncaknya acara pengajian, Sabtu (19/3), di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak,” terang Farigh, yang juga Wakil Ketua PC IPNU Yogyakarta itu.

Puncak acara pengajian tersebut akan menghadirkan pembicara Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatul Mutaallimin Lamongan KH. Syairozi dan KH Syarif Matnajih dari Jakarta.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Dipaparkan Farigh, adapun beberapa rangkaian acara lainnya yaitu pembacaan sholawat burdah, semaan Al-Quran, temu IKAPPAM, Ziarah dan Takhtim Quran.

Sementara itu Haflah Khotmil Quran ke XIII Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak akan memwisuda 168 khotimin dan khotimat, 125 peserta juz 30 bil Hifdzi, 40 peserta 30 Juz Bil Hifdzi dan 3 Peserta 30 Juz Bil Hifdzi Qiroat sabah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Daerah IPNU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja

Siak, IPNU Tegal

Sebanyak 105 peserta Diklatsar I Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dinyatakan lulus dan diberi tugas mengawal Kabupaten Siak, Riau sebagai bumi Aswaja (Ahlusunnah wal Jamaah) sebagaimana ketika masih berada dibawah kekuasaan Kesultanan Melayu Siak Sri Indrapura.

Tugas itu secara khusus disampaikan Ketua PW Ansor Riau, Purwaji yang menjadi instruktur Diklatsar bersama Dansatkornas Banser, Alfa Isnaini, Satkorwil Banser Riau, Ibadullah SE, Slamet Riyadi, Ketua PC Ansor Siak, Agus Mudhofar, dan para kiai NU Riau.

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja

Menurut Purwaji, dalam praktik keagamaannya, Kesultananan Siak Sri Indrapura adalah penganut paham Ahlusunnah wal Jamaah yang dibuktikan dengan masih digelarnya Haul Sultan Sultan Siak sampai sekarang ini oleh keluarga kerajaan. Ditambah lagi dengan masih eksisnya tradisi ziarah ke makam para Raja dan ulama penyebar Islam di kabupaten itu seperti Makam Raja Kecik, Makam Syech Abdurrahman, Makam Sultan Syarif Kasim, dan lainnya.

"Kabupaten Siak ini tanah Aswaja yang harus kita jaga dengan sekuat tenaga. Bentengi agama kita dan amaliyah-amaliyahnya dari serangan paham radikal yang tidak toleran dan suka mengafirkan orang lain," kata Purwaji.

IPNU Tegal

Dalam pantauan PW Ansor Riau, paham Islam radikal sudah masuk ke Siak dan semakin berani menunjukkan aksi melarang amaliyah-amaliyah orang NU dan orang Siak seperti yasinan, tahlilan dan maulidan.?

"Padahal Kerajaan Siak dulu Aswaja tulen, dan banyak keturunan Baginda Nabi Muhammad SAW yang berdakwah dan menjadi keluarga Kerajaan Siak. Amaliyah mereka adalah Aswaja yang sama dengan apa yang diamalkan warga NU. Karena itu Ansor dan Banser harus ikut menjaganya," kata Purwaji.

Diklatsar Banser Siak pertama ini digelar di Pondok ? Pesantren Al-Muttaqin Desa Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya selama tiga hari dari Jumat sampai Ahad (5-7/2/2016). Selama Diklat peserta diberi materi ke-NU-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an, Aswaja dan materi lapangan seperti baris-berbaris, tata upacara Banser, bela diri, serta latihan ketahanan fisik. (Red: Fathoni)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah IPNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan

Jakarta, IPNU Tegal

Menteri Hubungan Perempuan Palestina Dr Mariam Saleh mengungkapkan, penderitaan yang dihadapi rakyat Palestina saat ini tak hanya disebabkan pertikaian antara kelompok Hamas dan Fatah. Pendudukan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS), menurutnya, juga menjadi sebab keterpurukan negara yang pernah dipimpin Presiden Yasser Arafat itu

“Pendudukan Israel telah benar-benar menyulitkan kami. Amerika Serikat yang mendukung pendudukan Israel tak mengizinkan kami mendapatkan bantuan dari luar,” terang Mariam kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/1)

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan

?

Mariam yang didampingi anggota Parlemen Palestina Muna Mansur, mengungkapkan hal itu saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa. Sejumlah pengurus teras organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu turut hadir dalam kesempatan tersebut.

IPNU Tegal

Mariam mengaku tak bisa menggambarkan kepedihan yang dirasakan rakyat Palestina akibat pendudukan Israel. Negara Zionis tersebut, ungkapnya, tak hanya merusak seluruh apa yang dimiliki bangsanya, melainkan juga membunuh kaum perempuan dan anak-anak yang tak berdosa serta merampas tanah milik rakyat.

Sebagai menteri yang bertanggungjawab atas kesejahteraan dan masa depan kaum perempuan Palestina, Mariam mengaku tak bisa berbuat banyak. Organisasi yang menghimpun kaum perempuan semacam Muslimat NU juga ada di negaranya. Namun, sekali lagi, tegas Mariam, organisasi tersebut tak mampu berkembang karena sulit mendapatkan bantuan, terutama dana.

IPNU Tegal

“Kami bangga terhadap Indonesia yang mempunyai ormas (organisasi kemasyarakatan) dengan anggota yang besar pula seperti kalian (Muslimat NU, Red). Kami juga punya organisasi seperti kalian, tapi pemboikotan Israel benar-benar telah menyulitkan kami (kaum perempuan Palestina),” ungkap Mariam.

Hal serupa diungkapkan anggota Parlemen Palestina Muna Mansur. Israel telah sangat menyengsarakan rakyat Palestina. Bahkan, katanya, bagi umat Islam, untuk salat di Masjidil Aqsa saja, tentara Israel melarang. “Padahal Masjidil Aqsa merupakan masjid kebanggaan kami dan kebanggaan umat Islam seluruh dunia,” tandasnya.

Selain itu, ia juga mengaku salut terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia yang hingga saat ini tetap tak mengakui pendudukan Israel atas negaranya. Termasuk pula sikap politik luar-negeri Indonesia yang tegas memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Yahudi pimpinan Perdana Menteri Ehud Olmert tersebut.

“Saya berharap pemerintah Anda (Indonesia, Red) tetap memutuskan hubungan dengan Israel. Agar Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain,” ujar Muna tegas.

Kepada Khofifah Indar Parawansa dan petinggi Muslimat NU lainnya, Muna meminta dukungan atas upaya dan perjuangan memerdekakan bangsanya. Menurutnya, perjuangan rakyat Palestina tak akan banyak berarti tanpa dukungan dan bantuan dari negara lain, terutama negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia.

“Anda (Indonesia) juga bisa menghentikan pendudukan Israel melalui pembangunan opini lewat media massa,” ujar Muna. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Daerah, Berita IPNU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau

Yogyakarta, IPNU Tegal. Penggunaan padi hibrida membuat Indonesia terjerat lagi pada revolusi hijau yang menimbulkan dampak negatif pada ekologi.

"Indonesia pernah terjerat oleh revolusi hijau yang berimplikasi pada terciptanya ketergantungan input yang bukan main dan timbulnya kerusakan ekologi," kata pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Mochamad Maksum M.Sc. di Yogyakarta, Kamis.

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)
Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau

Menurut Pengurus PWNU DI Jogjakarta ini,, secara ekologis benih padi hibrida memiliki tuntutan kesesuaian pada kondisi tertentu dan menimbulkan dampak secara ekologis. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh revolusi hijau akan terulang lagi dengan adanya pengembangan benih padi hibrida.

Pada sisi biologis, benih hibrida dikembangkan berdasarkan basis teknologi impor dengan segala syarat kesesuaian teknologi untuk bisa berkembang. Pengembangannya tidak sekedar menanam benih saja namun membutuhkan penekanan pada penggunaan obat, pupuk, dan sebagainya.

"Secara ekonomis revolusi hijau telah menghasilkan pangan murah, namun tidak berpihak sama sekali pada kesejahteraan petani dan menyebabkan rusaknya ekologi," kata dia.

IPNU Tegal

Menurut dia, secara politis adopsi hibrida akan meningkatkan ketergantungan pangan nasional terhadap impor benih sehingga menimbulkan pula ketergantungan ketahanan pangan dan ketahanan nasional kepada luar negeri.

"Ini urusan kedaulatan, kalau bicara komoditas lain, implikasi ekspor impor hanya sampai pasar saja, namun tidak demikian halnya dengan komoditas pangan strategis," katanya.

IPNU Tegal

Menurut dia, masalah ini perlu diperhatikan, apalagi menyangkut benih padi yang merupakan komoditas pangan strategis dengan implikasiyang multidimensi mulai dari aspek biologis hingga aspek politis.

"Daripada menggadaikan kedaulatan Republik Indonesia, lebih baik mengembangkan benih dan teknologi lokal yang akrab lingkungan," kata Maksum. (ant/nun)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah, Amalan, Syariah IPNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Santunan untuk "Guru Ngaji" Diharap Tepat Sasaran

Pamekasan, IPNU Tegal Pemerintah Kabupaten Pamekasan memberi santunan kepada guru ngaji tiap tahunnya. Bahkan, anggaran bantuan tersebut mencapai Rp 1,5 miliar. Kendati demikian, pemerintah didesak untuk serius melakukan pendataan terhadap identitas guru ngaji.

Pasalnya, guru ngaji yang selama ini mendapat bantuan, tak sedikit yang menimbulkan tanda tanya. "Tanda tanya tersebut timbul karena pada pencairan bantuan guru ngaji, baru-baru ini ternyata tak sedikit yang dari pemuda dengan rambut pirang, gondrong, dan beranting," ungkap salah seorang tokoh pemuda NU Pamekasan, Adib Madzkur kepada IPNU Tegal, Selasa (22/10).

Santunan untuk Guru Ngaji Diharap Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Santunan untuk Guru Ngaji Diharap Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Santunan untuk "Guru Ngaji" Diharap Tepat Sasaran

Pihaknya menilai, guru ngaji itu tidak hanya diukur dari kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, juga bisa memberikan teladan dalam bersikap maupun berpenampilan.

IPNU Tegal

"Terlepas dari itu, guru ngaji di kabupaten yang menerapkan Perda Syariat ini, perlu untuk diadakan pelatihan supaya santri yang mengaji betul-betul maksimal. Kalau tidak, maka kami khawatir santrinya akan jadi brandalan semua," tukasnya.

Sementara itu, salah seorang Pengurus Cabang NU Pamekasan Salman Al-Farisi menyatakan, sangat mendukung gagasan Adib Madzkur. Mantan Ketua Umum PC IPNU Pamekasan ini menilai, guru ngaji itu merupakan salah satu cermin keagamaan yang harus menjadi teladan baik bagi pemuda dan masyarakat secara keseluruhan. (Hairul Anam)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah IPNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Hafidz Tunanetra ini Imami Tarawih di Masjid Gus Dur

Jakarta,IPNU Tegal. Shalat tarawih berjamaah di Masjid Al-Munawwaroh komplek kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Jalan Warung Sila Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (23/6) malam atau malam ketujuh Ramadhan menghatamkan 1 juz Al-Quran dan diimami oleh seorang hafidz tunanetra.

"Sholat Tarawih malam ini akan diimami seorang tunanetra. Namanya Muhammad Nurdin," ujar Imam Besar Masjid Al-Munawwaroh Kiai Ahmad Ahsin kepada IPNU Tegal menjelang buka bersama di teras masjid yang akrab disebut Masjid Gus Dur ini.

Hafidz Tunanetra ini Imami Tarawih di Masjid Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Hafidz Tunanetra ini Imami Tarawih di Masjid Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Hafidz Tunanetra ini Imami Tarawih di Masjid Gus Dur

Muhammad Nurdin (35 tahun), lulusan Pesantren Al-Anwar Desa Goa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon ini mengaku telah hafal Al-Quran 30 juz sejak usia 26 tahun. Ia mondok di pesantren yang diasuh KH Anwar Maksum, kakak sepupu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, sejak 2001 hingga 2006.

IPNU Tegal

"Ketika mondok di Cirebon, saya setoran hafalannya langsung satu maqra. Saya menghafal Quran memakai Quran Braille yang saya dapat dari kota Jogja. Waktu itu memang susah ya nyari Quran untuk kaum tunanetra," tuturnya.

Pria asal Kampung Bojong Pari, Desa Jaya Bakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi ini bercerita, ketika masih kecil belajar membaca Al-Quran huruf Braille di Yayasan Pesantren Al-Muawanah di Sukabumi. Setelah setahun, ia pindah mondok di Bandung.

IPNU Tegal

Nurdin mengatakan, awal ketertarikannya menghafal Quran lantaran keinginan belajar kitab kuning kandas. Sebab, belum ada yang ditulis Braille. “Quran aja satu juz itu gede banget. Makanya, wajar kalau susah ditemukan kitab kuning dalam tulisan Braille,” ujarnya.

Oleh kiainya, Nurdin disarankan untuk menghafal Al-Quran saja. “Jadi saya nggak langsung ke Cirebon. Tapi, ke Bandung dulu mondok di Al-Syifa’ khusus belajar Ilmu Qiraat dan Tajwid. Cuma memang waktu itu suara saya kurang memadai. Akhirnya, kiai menyuruh saya menghafal aja,” ungkapnya.

Nurdin lalu mengikuti petunjuk kiainya yang di Bandung untuk mondok Quran di Cirebon. “Saat menerima hafalan saya, Kiai Anwar biasa aja. Jadi, bareng dengan santri yang lain. Apalagi saya sudah mempunyai bekal, tajwid sudah bagus. Jadi langsung menghafal,” ujarnya bangga.

Jika ada anak tunanetra ingin menghafal Al-Quran, Nurdin menyarankan agar mereka belajar Braille terlebih dahulu di Sekolah Luar Biasa. “Memang ada yang model menuntun saja hingga bisa baca. Tapi kan kiai sibuk juga. Teman-teman juga nggak tentu senggang,” tandasnya.

Di tengah keterbatasannya, Nurdin tetap bersyukur karena diberi kemampuan oleh Allah menghafalkan kitab suci-Nya. Ia berharap, anak-anak tunanetra terus berlomba dalam kebaikan. Sebaiknya mereka tidak kalah dengan yang lain.

“Jangan ketinggalan lah sama anak-anak normal. Sekarang kan ada sekolahnya. Banyak juga tunanetra yang pinter, ada yang jadi dosen. Tapi, tantangannya orang tua ini. Setelah dilepas, banyak yang takut ini takut itu. Harus benar-benar tega lah untuk kemajuan anaknya,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah IPNU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan ikhbar atau mengumumkan bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012. Hal ini berdasarkan hasil ru’yatul hilal bil fi’li atau observasi hilal yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah dan sejumlah ahli falak NU di sejumlah titik rukyat di Indonesia.

“Tim rukyatul hilal NU pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2012 M / 29 Sya’ban 1433 H telah melakukan ru’yatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal,” demikian dalam ikhbar PBNU.

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Karena hilal tidak terlihat maka umur bulan Sya’ban 1433 H adalah 30 hari (istikmal). “Atas dasar istikmal dan sesuai dengan pendapat al-madzahib arba’ah, maka dengan ini PBNU mengihbarkan bahwa awal bulan Ramadhan jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012.”

IPNU Tegal

Dalam surat ikhbar yang ditandatangani KH Ubaidillah Syatori (rais syuriyah), KH Malik Madani (katib aam), KH Said Aqil Siroj (ketua umum tanfidziyah) dan H Marsudi Syuhud (Sekjen) PBNU juga mengimbau umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1433 H dengan penuh keimanan dan keyakinan.

IPNU Tegal

“Mari menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum kerohanian untuk mensucikan diri dengan meningkatkan ketawqaan dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, beribadah dengan penuh kekhusyu’an dan berbagai aktifitas sosial yang bermanfaat,” demikian ikhbar PBNU.

Ikhbar PBNU ini dikeluarkan setelah sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H yang dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Kantor Kementerian Agama Jakarta telah menetapkan atau itsbat jatuhnya awal Ramadhan.

“Sesuai laporan dan pencermatan telah berkesimpulan bahwa hilal tidak bisa dilihat oleh karenanya 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 M,” demikian disampaikan Menteri Agama.

Pada saat berita ini diturunkan, sidang itsbat masih sedang mendengarkan berbagai pendapat dari para peserta sidang dari berbagai ormas Islam dan para ahli falak dan astronomi.

Penulis: A. Khoirul Anam

 

 





Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah, Sholawat, Kyai IPNU Tegal

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik

Jakarta, IPNU Tegal?

Pimpinan Pusat GP Ansor meminta kepada semua pihak, termasuk mantan pengurus, untuk tidak melibatkan dan atau mengatasnamakan institusi dan personil GP Ansor dan Banser dalam kampanye dan kontestasi politik Pemilukada.

Penegasan itu disampaikan melalui Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Selasa (7/2).

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik

PP GP Ansor perlu mengklarifikasi sejumlah kesimpangsiuran informasi. Misalnya pemberitaan adanya rencana aksi protes Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Selatan atas perkataan tidak patut saudara Ahok kepada KH Maruf Amin pada Sidang Pengadilan ke-8 kasusnya serta pemberitaan media massa mutakhir.

"Berkaitan dengan itu, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor perlu menyatakan beberapa hal, pertama, sikap GP Ansor atas perkataan tidak patut saudara Ahok adalah sebagaimana sikap yang telah diambil Kiai kami, Rois Aam Syuriah PBNU, KH Maruf Amin telah memaafkan yang bersangkutan," ujar dia lagi.?

Meskipun demikian, GP Ansor mencermati bahwa kasus saudara Ahok yang menjadi terdakwa maupun pengacaranya dengan KH Ma’ruf Amin tidak akan selesai dengan baik, jika permintaan maaf tersebut masih bersifat politis dan masih adanya provokasi-provokasi dari pendukung saudara Ahok.?

IPNU Tegal

"Hal tersebut tergambar dari masih banyaknya protes atas perkataan tidak patut saudara Ahok dari pengurus GP Ansor dan NU di berbagai daerah, termasuk Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Selatan, ujar dia.?

Kasatkornas melanjutkan, Pimpinan Pusat GP Ansor perlu menegaskan bahwa protes GP Ansor atas perkataan tidak patut saudara Ahok adalah murni reaksi atas perlakuan tidak hormatnya kepada kiai dan pimpinan kami, dan bukan terkait politik Pemilukada.

IPNU Tegal

"Oleh karenanya, Pimpinan Pusat GP Ansor tidak membenarkan aksi protes anggota dan kader GP Ansor ditujukan pada simbol-simbol politik tertentu. Secara organisatoris, GP Ansor tetap tegas tidak berpolitik praktis sebagaimana keputusan Khittah NU 1926," kata Alfa lagi.

Untuk diketahui, bahwa otoritas kewenangan maupun instruksional di GP Ansor maupun Banser saat ini ada pada Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas.?

"Dalam kesempatan ini, Pimpinan Pusat GP Ansor perlu mengklarifikasi bahwa KH. Nuril Huda bukanlah pendiri Banser sebagaimana ditulis Kompas 6 Februari 2017 (Gus Nuril: Sekarang Banyak yang Mendadak NU), dan yang bersangkutan tidak memiliki otoritas apapun atas institusi dan personil Banser," demikian H Alfa Isnaeni (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, Daerah, Pahlawan IPNU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Tahun 2016 Anggaran Program Balitbang Diklat Kemenag Cukup Baik

Jakarta, IPNU Tegal

Berdasarkan pelaksanaan program dan anggaran, sasaran program dan kegiatan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama tahun 2016 dapat dicapai dengan cukup baik. Sementara realisasi anggaran pelaksanaan Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama hingga tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp492.366.059.166,- atau 85,77% dari total anggaran sebesar Rp574.045.616.000,-.

Tahun 2016 Anggaran Program Balitbang Diklat Kemenag Cukup Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun 2016 Anggaran Program Balitbang Diklat Kemenag Cukup Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun 2016 Anggaran Program Balitbang Diklat Kemenag Cukup Baik

 

Akan tetapi, apabila anggaran self blokir yang ada di Pagu Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Tahun 2016 dikeluarkan sebesar Rp27.518.899.000,-, maka realisasi Anggaran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama pada Tahun 2016 menjadi 90,09% dari total anggaran sesudah dikurangi self blocking sebesar Rp546.526.717.000,-. 

Ada pun pencapaian Indikator Kinerja Utama Outcome program terdiri dari 2 (dua) indikator. Pertama, persentase hasil penelitian dan pengembangan yang digunakan oleh pimpinan dan unit-unit teknis Kementerian Agama serta masyarakat dari target 63% dapat terealisasi 65% sehingga nilai capaiannya 103%. Sedangkan indikator yang kedua Persentase sumber daya manusia pejabat struktural, fungsional tertentu, dan fungsional umum yang mengikuti diklat dari target 11% dapat terealisasi 14,71% (33.488 Orang) sehingga nilai capaiannya 133,68%.

IPNU Tegal

Kinerja tersebut terdistribusi pada pencapaian kegiatan sebagai berikut

Pertama, Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya Badan Litbang dan Diklat 

IPNU Tegal

Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Lainnya Badan Litbang dan Diklat ini tidak hanya dilaksanakan oleh satker pusat sebagai penanggungjawab kegiatan yaitu unit kerja Sekretariat Badan Litbang dan Diklat yang dipimpin oleh Sekretaris Badan Litbang dan Diklat, tetapi juga dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) yaitu Lajnah Pentashihan Mushaf Al- Qur?an, Balai Litbang Agama, dan Balai Diklat Keagamaan. 

Tujuan kegiatan tersebut yaitu menyelenggarakan layanan tata kelola kepemerintahan yang baik di bidang kelitbangan dan kediklatan. Untuk mendorong terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama telah melakukan kegiatan, antara lain: penyempurnaan sistem perencanaan anggaran dengan melakukan sinkronisasi kegiatan dan anggaran; peningkatan kualitas laporan keuangan; peningkatan kualitas laporan program dan kegiatan; reformasi birokrasi melalui penataan struktur organisasi; penyempurnaan proses kerja; penguatan dan pemanfaatan Sistem Informasi Kelitbangan dan Kediklatan (Simlitbang Diklat); Penguatan dan implementasi Sistem Informasi Pelaporan Program dan Anggaran (SIPPA) berbasis Web, Sinkronisasi data antara pusat dan daerah; pengembangan SDM berupa pemberian beasiswa dan short course di dalam dan luar negeri; dan optimalisasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). 

Kedua, Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan

Pada tahun 2016, dalam kegiatan Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan terdapat kegiatan prioritas (RKP) yang dilaksanakan oleh Satker Pusat dan tercapai dengan baik (100%), antara lain: Penelitian Survey Kerukunan Umat Beragama 2016; Penelitian Perkembangan Gerakan Syiah di Indonesia; dan Penelitian Sikap Pelaku Usaha Kecil terhadap UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). (Husni Sahal/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah, Aswaja, Ubudiyah IPNU Tegal

Minggu, 05 November 2017

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah

Jakarta, IPNU Tegal. Partai Kebangkitan Bangsa melalui fraksinya di DPR RI mendeklarasikan diri sebagai oposisi dan berjanji bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sikap kritis ini, bukan berarti menggoyang pemerintahan Presiden Yudhoyono, tetapi mengkritisi setiap kebijakan pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara. Soalnya, banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR RI, Effendi Choirie, setelah menerima tugas sebagai ketua fraksi dari pejabat lama Ida Fauziah di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin.

Sementara itu, dalam acara serahterima pimpinan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, hadir beberapa pimpinan fraksi, di antaranya Ketua Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Syarif Hasan, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Lukman Hakiem Saifudin, juga Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Laode Ida serta sejumlah anggota dewan.

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah

Kepada wartawan, Effendi Choirie yang akrab disapa Gus Choi menambahkan, pihaknya juga telah sepakat untuk mendukung usulan amandemen ke-5 atas Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

"Sikap kritis yang dilakukan fraksi kami ini sesuai dengan keputusan rapat pleno DPP PKB yang dihadiri Ketua Dewan Syuro, Gus Dur. Beliau dalam rapat pleno meminta ketua fraksi yang baru bersikap kritis dan berani kepada pemerintah. Ini sesuai dengan moto baru PKB yakni, kritis, konstruktif dan solutif," katanya.

Ia berharap, sikap yang dilakukan fraksinya itu tidak disalahartikan oleh fraksi-fraksi lainnya, seperti Fraksi Partai Demokrat sebagai pendukung pemerintah. "Apa yang kami lakukan ini untuk mengkritisi kebijakan pemerintah jika tidak pro-rakyat. Tetapi bukan bertujuan untuk menjatuhkan pemerintah," katanya.

IPNU Tegal

Gus Choi lalu mencontohkan, kebijakan pemerintah Presiden Yudhoyono yang terkesan plin-plan, misalnya, dukungan pemerintah atas Resolusi Dewan Keamanan PBB dengan memberikan sanksi lebih berat terhadap Iran, juga proses penyelesaian kasus lumpur Lapindo serta DCA RI-Singapura.



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Daerah IPNU Tegal

Rabu, 01 November 2017

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan

Garut, IPNU Tegal - Muslimat NU Garut menyelenggarakan lomba pidato keagamaan di SMK Ma’arif Garut, Ahad (15/1). Perlombaan yang diikuti 40 peserta ini dimaksudkan untuk melihat potensi ceramah keagamaan di kalangan remaja NU khususnya pelajar di Garut.

Perlombaan ini diadakan untuk memperingati Maulid Nabi sekaligus menyongsong Harlah Ke-91 NU yang diinisiasi oleh PCNU Kabupaten Garut.

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Harlah NU, Muslimat NU Garut Gelar Lomba Pidato Keagamaan

Salah seorang panitia, Yayah Haryawati, menegaskan, penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak muda sehingga pesertanya terbatas pada siswa dan siswi setingkat SLTA atau sederajat di Garut.

“Acara ini diperlukan untuk mencari kader dan mengembangkan potensi anak-anak muda yang nantinya akan jadi penerus,? untuk da’i dan daiyah,” kata Yayah saat diwawancarai di sela-sela kegiatan di SMK Ma’arif Garut.

IPNU Tegal

Peserta berasal dari berbagai sekolah menengah atas dengan tiga juri, yaitu H Ahmad, H Samhari, dan Neneng. Semua peserta akan dinilai sesuai kebolehan dan penampilannya di panggung. Panitia akan mengumumkan tiga orang pemenang dalam kegiatan jalan sehat pada 29 Januari. Semua pemenang dari berbagai perlombaan akan turut diapresiasi pada hari tersebut.

IPNU Tegal

Sebelumnya pada (11/1) pihak panitia menyelenggarakan musabaqah qira’atul kutub, yang disusul dengan lomba paduan suara dan lomba liwet pada (4/1). Pada 16-28 Januari panitia menggelar olimpiade sains dan seni (O2SNU) dan cerdas cermat. Sementara Musyawarah Kerja Cabang NU Garut II (Mukercab II) digelar pada Selasa (17/1).

Pada Ahad (15/1) panitia menutup perlombaan untuk mencari MWCNU dan Ranting NU terbaik sekabupaten Garut yang dibuka sejak (25/12/16) lalu. Sementara pada Selasa-Rabu (31/1-1/2) PCNU Garut akan menyelenggarakan puncak peringatan Harlah Ke-91 NU di Gedung PCNU Garut. (Rohmah Nashruddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Daerah IPNU Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Kasmaran: Puisi-puisi Menuju Tuhan

Acep Zamzam Noor berkata seperti ini dalam catatan yang ia berikan kepada Usman Arrumy. “Ada dua hal yang akan berdampak positif pada proses kreatif kepenyairan seseorang di masa yang akan datang, keduanya itu adalah aktif menulis dan menerjemahkan puisi-puisi.” 

Hal itu terbukti dalam puisi-puisi Usman yang sufistik, ia tidak akan pernah menghasilkan puisi yang sufistik tanpa membaca puisi-puisi karya Jalaluddin Rummy, Ibn Arabi, Robi’ah Adawiyah dll. Seorang Usman juga tidak mungkin bisa melahirkan puisi-puisi indah tanpa mempraktekkannya langsung dengan menulis puisi itu sendiri. 

Mengapa Usman Arrumy bisa mendapat ruang khusus di Indonesia dalam dunia sastra? Saya rasa, ia telah mendapatkan keberkahan dari aktivitas yang ia tekuni dengan tulus, selain itu, ia juga nampaknya mendapat keberkahan dari tokoh-tokoh besar yang karya nya ia terjemahkan. 

Kasmaran: Puisi-puisi Menuju Tuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasmaran: Puisi-puisi Menuju Tuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasmaran: Puisi-puisi Menuju Tuhan

Sebelum buku Kasmaran ini diterbitkan oleh Diva Press, Usman Arrumy berhasil menerjemahkan puisi-puisi Nizar Qobbani ke dalam bahasa Indonesia dengan Judul “Surat dari Bawah Air”, kemudian Usman juga menerjemahkan puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono ke dalam Bahasa Arab dengan Judul “Hammuka Daimun”.

Pada tahun 2012 Usman Arrumy berangkat ke Mesir untuk melanjutkan pendidikan di Al-Azhar University, Fakultas Bahasa Arab dan Sastra. Melihat latar belakang pendidikan seperti itu, rasanya tidak heran jika puisi-puisi dalam buku yang bertajuk “Kasmaran” ini memiliki gaya bahasa dan ruh yang berbeda. Sedikit religius bercampur nafas-nafas anak muda zaman sekarang dalam mengekspresikan cintanya. 

Ketika Usman Arrumy menulis puisi nya yang berjudul Manunggaling Kawula Cinta, pada bait pertamanya, ia sudah menunjukkan jati dirinya sebagai penyair yang sufi, juga sebagai pemuda yang sedang gandrung terhadap Cinta. Setiap Kali Kau Tersenyum, Aku Menyaksikan Tuhan ada di Bibirmu.

IPNU Tegal

”Di situ ada kata “Kau” “Senyum” “Tuhan” dan “Bibir”. Empat kata yang sangat cukup untuk mewakili manusia dan penciptanya. Usman bisa menghadirkan Tuhan ketika ia sedang jatuh Cinta, meskipun saya sendiri tidak cukup tahu, apa yang ada di dalam ruang bathin Usman yang sesungguhnya. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh penyair lain di Indonesia, yang melulu berpuisi tentang cinta, tanpa mengingat dan melibatkan pemberi cinta itu sendiri.

Sebagaimana dikatakan oleh Aguk Irawan MN, seorang penyair yang sama-sama pernah mengenyam pendidikan di Al-Azhar Mesir, puisi yang bagus adalah ketika puisi itu mampu mewakili perasaan orang lain, tidak hanya satu dua manusia, bahkan manakala setiap pembaca sepakat dan setuju dengan puisi yang tertulis, maka puisi itu sebenarnya semakin sah untuk dicemburui. 

Misalnya dalam buku Kasmaran ini Usman Arrumy berpuisi tentang senyum, ia tidak hanya melibatkan eksistensi Tuhan, ia juga mengajak makhluk-makhluk lain yang ada di sekitarnya untuk hadir dalam puisinya, sehingga puisi yang ia tuliskan bisa semakin hidup. 

Senyummu selalu sejuk, apakah saat menciptakan bibirmu tuhan membasuhnya dengan embun pagi? Memandang senyummu selalu mengingatkanku saat menyesap sari tebu. Gila! Kenapa puisi ini tidak lahir dari kita? Kenapa Usman bisa begitu jeli dan sangat adil dalam memposisikan diri sebagai seorang penyair, makhluk tuhan, dan makhluk sosial.

IPNU Tegal

Untuk membuktikan pernyataan Aguk Irawan MN di atas, apakah Anda merasa setuju dan merasa terwakili oleh puisi pemuda kelahiran Demak yang pernah nyantri di Al-Fadlu, Djagalan, Kaliwungu ini? Saya sendiri sangat terwakili, karena dengan membaca puisi-puisi dalam buku ini saya merasa telah berhadap-hadapan dengan seseorang yang berulangkali membuat saya rindu, tentu rindu itu berasal dari senyumnya yang dalam. 

Sedalam harapan yang saya simpan untuknya, juga sedalam puisi Usman yang telah berhasil membuat saya berterima kasih, sebab, Usman telah membuat saya menjadi seorang pemberani, meskipun hanya berani bercita-cita untuk membuat puisi yang lebih bagus dari Usman. Tidak berani menyatakan Rindu itu secara terang-terangan, maka untuk menyembunyikan Rindu itu. Saya harus sesegera mungkin belajar membuat puisi.

Puisi-puisi dalam buku yang memiliki ketebalan 144 halaman ini ditulis di Mesir dalam rentang waktu antara 2013-2016, diantaranya pernah terbit di buku Mantra Asmara, beberapa yang lain sudah pernah rilis di surat kabar, dan sisanya dipersiapkan secara khusus oleh Usman untuk buku ini. Usman Meyakini bahwa cinta dan puisi memiliki ikatan bathin yang sangat purba, dan diam-diam ikatan tersebut bertaut-kelindan dalam diri Usman sendiri. Itulah yang membuat Usman merasa semangat dalam menjalani proses kreatif selama ini.

Sapardi Djoko Damono merasa kesulitan ketika ingin memilih antara Tuhan, Manusia, dan Cinta dalam buku Kasmaran ini. Karena menurut Prof Sapardi, buku ini tidak semata-mata dihadirkan oleh Usman untuk memetakan antara ketiganya. Justru sebaliknya, apa yang ditulis oleh Usman dalam buku ini sebagai upaya untuk membuktikan kepada kita bahwa ketiganya ada bersama-sama, membentuk sebuah struktur yang hubungan-hubungan di antaranya selalu muncul dalam puisi. 

Hal itu diakui Usman dalam kata pengantarnya, “Cinta dan Puisi menjadi rukun yang konstitusional dalam kehidupan saya, dan dari sini saya merasa berhak untuk beriman bahwa kesetiaan yang saya berikan kepada keduanya telah menjadi bagian yang sah dari tanggung jawab umat manusia.”

Meskipun Buku ini terdapat banyak kata “terbuat” yang menjadikan pembaca bosan, saya yakin buku ini mustahil bisa dikhatamkan jika tidak dibarengi dengan keinginan yang kuat untuk menjumpai cinta kita sendiri, yang secara diam-diam berkeliaran di belantara puisi dalam buku ini. Karena ketika buku ini dihatamkan, hakikatnya cinta, kesedihan, kesepian, nafas, air mata Usman telah menjadi milik kita, kita mempunyai nasib yang sama dengan Usman, tetapi tidak dalam keberhasilannya menuliskan puisi. 

Maka ketika kita telah menyadari hal itu, bahwa setiap manusia memiliki perasaan dan nasib yang sama. Sesungguhnya cinta belumlah menemui garis finish, cinta akan terus tumbuh dan hidup bebas di alam lain bernama puisi, dan jika kita ingin menulis puisi dengan segala penghayatan, sebenarnya kita telah memperbarui cinta dalam bentuk yang baru, dan akan seterusnya begitu.

Judul : Kasmaran

Penulis : Usman Arrumy

Penerbit : Diva Press

Cetakan : Pertama, 2017

ISBN : 978-602-391-416-6

Peresensi: Ali Adhim, Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta & Pegiat Sastra di Pesantren Baitul Kilmah.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa, Daerah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock