Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok

Depok,IPNU Tegal. Ribuan jamaah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Habib Abu Bakar Bin Hasan Al-Athas di Jalan Karya Bakti 9, Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat.

Acara pada Rabu (24/12) tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan khusuk. Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan pembacaan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok

Dalam kesempatan tersebut Habib Salim bin Abdullah Syatiri dari Yaman menyampaika tausiyah dalamm bahasa Arab. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, dia berpesan agar meneladani akhlak Rasulullah SAW.

IPNU Tegal

Ia juga menambahkan, Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang wanita. Salah satunya, ajaran untuk menghormati Ibu dan perempuan. "Kita harus menghormati ibu,” katanya.

Selain itu, pendidikan pada anak sejak dini merupakan hal yang utama. Tentunya, dalam mendidik anak tidaklah mudah dan dalam tuntunan ajaran Islam sudah jelas diajarkan.

IPNU Tegal

Dirinya juga menegaskan, dalam dakwah Islam selalu mengedepankan dakwah secara hikmah atau bijaksana dan bukan dengan jalan kekerasan.

"Tentunya, untuk mempelajari Islam harus dari sumber aslinya dan bukan dari para orientalis. Ini yang banyak dijumpai, orang belajar ilmu tentang agama Islam tapi di tempat para orientalis seperti Rusia dan lainnya,"terangnya.

Di akhir taushiyah, ia berdoa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia. Serta mengajak agar mendidik anak dengan ketakwaan, menjauhi kalangan yang memusuhi wali Allah dan membenci sahabat.

Sementara Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas sendiri tidak tampil di podium. Ia memilih menyambut dan menemani tamu. Tampak hadir para alim ulama diantaranya Ketua PCNU Depok KH Burhanudin Marzuki,  Habib Alwy bin Abdurrahman al-Habsyi, KH Abuya Abdurrahman Nawi, KH Syafii Ahmad, H. Yuyun Wirasaputra dan lainnya. Seusai acara, para tamu dijamu dengan makanan nasi kebuli. (Aan Humaidi/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, Daerah, Sunnah IPNU Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus

Semarang, IPNU Tegal. Istri Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Hj Sinta Nuriyah berharap Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) selalu istiqomah menjaga, merawat dan mendampingi umat.

Hal itu disampaikannya pada saat memberikan testimoni pada acara Selametan 70 tahun Gus Mus di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu malam (6/9).

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus

"Saya berharap Gus Mus selalu Istiqomah menjaga ummat sebagaimana yang diharapkan Gus Dur. Jangan sia-siakan. Apalagi sebelum wafat,  Gus Dur menitipkan NU kepada Gus Mus," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sinta Nuriyah menceritakan persahabatan Gus Mus dengan suaminya. Dituturkan, persahabatan kedua sahabat ini sangat akrab sejak sama-sama kuliah di universitas Al  Azhar Kairo.

IPNU Tegal

"Persahabatannya sangat erat sekali,hingga segala kebutuhan Gus Dur itu ditanggung Gus Mus. Karena Gus Dur itu memang tidak punya dompet (uang)," ujarnya yang disambut senyum hadirin.

IPNU Tegal

Sangking eratnya, persahabatan kedua tokoh umat inipun masih terjalin dengan keluarga dan anak-anaknya. Bahkan, setiap ada hal  yang harus dicarikan solusi selalu mengkonsultasikan kepada pengasuh pesantren Raudhatut thalibin Leteh Rembang ini.

"Termasuk anak-anak saya memanggil beliau  dengan panggilan Om Mus sampai  sekarang. Ini saking akrabnya diantara kita,"kata istri cucu KH.Hasyim Asyari yang hadir didamping putrinya Yenny Wahid. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Halaqoh, Santri IPNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Ada Pesan Raja Salman di Balik Undangan Para Pimpinan Misi Haji

Mekkah, IPNU Tegal. Ada yang berbeda pada penyelenggaraan haji tahun ini. Pimpinan tertinggi Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman, mengundang para pimpinan misi haji, termasuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selaku Amirul Haj jemaah haji Indonesia.

Pertemuan Raja Salman dengan pimpinan misi haji ini digelar di Istana Negara di Mina hari ini, Selasa (13/9). Di hadapan mereka, Raja Salman menyampaikan rasa syukurnya atas penyelenggaraan haji tahun ini yang berlangsung aman dan tertib.

Ada Pesan Raja Salman di Balik Undangan Para Pimpinan Misi Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Pesan Raja Salman di Balik Undangan Para Pimpinan Misi Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Pesan Raja Salman di Balik Undangan Para Pimpinan Misi Haji

Menurutnya, Pemerintah Saudi telah mencurahkan segala daya dan upaya untuk terciptanya keamanan dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji sehingga dapat berlangsung dengan baik. "Pemerintah Saudi juga menolak keras upaya yang menjadikan ibadah haji sebagai isu politik atau persoalan madzhab. Ibadah haji diperuntukan kepada semua umat Islam tanpa ada diskriminasi atas dasar apapun," tegas Raja Salman.

Putera Raja Abdul Aziz (alm) ini mengajak negara-negara Muslim untuk bersatu padu menolak radikalisme dan ekstrimisme. Menurutnya, kedua hal itu merupakan paham yang tercela, baik secara syariat maupun logika. Jika telah merasuk dalam diri umat Islam, lanjutnya, maka faham itu akan menghancurkan kemuliaan dan masa depan umat Islam di mata dunia internasional.

IPNU Tegal

"Tidak ada jalan lain untuk keluar dari kubangan persoalan ini, kecuali dengan kembali kepada spirit ajaran Islam dan memperkuat persatuan dan kesatuan Umat Islam," seru Raja Salman.

Raja Salman mengaku prihatin dengan konflik, perpecahan, dan peperangan yang terjadi di negara-negara Islam. Padahal Islam adalah agama perdamaian dan keadilan yang menjunjung tinggi persaudaraan, kasih sayang, dan kebajikan. Untuk itu, Raja menyeru pimpinan umat Islam untuk merapatkan barisan demi terciptanya persatuan, serta mencari solusi bersama atas konflik berkepanjangan di antara umat Islam.

"Pemerintah Saudi sangat menaruh perhatian dengan segala upayanya untuk terciptanya kedamaian dan kebaikan bagi negar-negara Islam dan dunai secara keseluruhan," tandasnya.

Di akhir sambutannya, atas nama Kerajaan Saudi, Raja Salman menyampaikan penghargaan kepada semua tamu Allah, teriring doa semoga mendapat haji mabrur dan dapat kembali ke negara masing-masing dengan selamat. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Berita, Santri IPNU Tegal

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah

Betapa sering kita dapati upaya sebagian orang untuk melihat hubungan Muslim dan non-Muslim sebagai dua entitas yang saling memusuhi. Ditampilkanlah beberapa fakta sejarah atau dalil yang memperkuat relasi antagonistis tersebut: Rasulullah memusuhi atau dimusuhi, misalnya oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi.

Pandangan itu menjadi berbeda seandainya fakta dan dalil itu juga digandengkan dengan data lain yang justru menunjukkan hubungan harmonis Rasulullah dengan orang-orang yang belum secara total mengikuti risalah beliau. Salah satunya cerita tentang seorang Yahudi yang mendapatkan berkah dari doa Rasulullah.

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah

Kisah itu dimulai ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merasa haus dan mencari air. Dalam kondisi tersebut, seorang Yahudi pun memberinya minum. Atas perbuatan baik si Yahudi, Rasulullah lantas membalasnya dengan doa: jammalakallâh (semoga Allah memperelok dirimu).

IPNU Tegal

Ajaib. Lantaran doa itu hingga akhir hayat tak satu pun uban ditemukan di kepala orang Yahudi itu.

Demikian hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik sebagaimana dikutip Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkâr. Sebagaimana banyak hadits-hadits lain yang tak menyebutkan nama secara jelas dalam alur kisah, begitu pula tentang nama orang Yahudi itu.

IPNU Tegal

Riwayat tersebut lebih dari sekadar informasi tentang seseorang yang menerima pemberian berterima kasih kepada si pemberi. Doa Nabi kepada si Yahudi memberikan gambaran tentang bagaimana Rasulullah membangun hubungan positif dengan pihak-pihak di luar Islam.

Memang benar bahwa konflik sudah terjadi sejak zaman Nabi antara kaum Muslimin dan orang-orang kafir. Namun, belajar dari cerita di atas, rasanya sangat picik bila meyakini bahwa permusuhan itu hanya soal perbedaan dikotomis antara Muslim dan non-Muslim. Ada sebab lain yang lebih substansial mengapa peperangan harus terjadi, seperti ketidakadilan, perampasan hak-hak dasar, dan sejenisnya.

Rasulullah sendiri diutus sebagai rahmat bagi seluruh ciptaan (rahmatan lil alamin). Beliau tidak pernah menganjurkan memusuhi perbedaan identitas. Yang pasti adalah Islam memerangi kezaliman, sebagaimana pesan Al-Qur’an: falâ ‘udwâna illâ ‘aladh dhâlimîn (maka tidak ada permusuhan, kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pertandingan, AlaSantri, Santri IPNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM

Jakarta, NU.Online
Mantan Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 di RSCM Senin (4/8) dan setelah itu dia mungkin diizinkan pulang ke rumah.

"Besok jam 10.00 akan ada perayaan sederhana HUT Gus Dur di RSCM mengingat tanggal 4 Agustus adalah hari ulang tahunnya," kata Jubir Gus Dur, Adhi Massardi, di Jakarta, Senin malam.

Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, tanggal 4 Agustus 1940. Sejak Jumat dinihari (1/8) Gus Dur dirawat di RSCM karena tekanan darah tinggi.

Adhi belum bisa mengungkapkan siapa-siapa saja yang besok akan datang ke RSCM untuk ikut merayakan HUT Gus Dur dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. "Saya belum bisa memastikan siapa saja dan agenda apa yang akan dilakukan dalam perayaan HUT Gus Dur mengingat seharian ini saya belum sempat menengok beliau. Tapi mungkin selametan sederhana saja," katanya.

Menurut Adhi, kondisi Gus Dur dalam beberapa hari ini terus membaik namun tetap disarankan untuk melakukan istirahat total di tempat tidur. Gus Dur ingin keluar dari RSCM tetapi dokter Umar Wahid yang selama ini terus mengawasinya minta agar sebaiknya jangan pulang dahulu dan menunggu esok hari.

"Bisa jadi kalau keadaan terus membaik setelah merayakan HUT, Gus Dur sudah bisa meninggalkan RSCM untuk selanjutnya istirahat di rumah," kata Adhi. Ketika ditanya, tokoh masyarakat siapa-siapa saja yang menengok Gus hari Minggu, Adhi mengaku tidak tahu persis, mengingat seharian ini tidak sempat membesuk Gus Dur.

Adhi juga tidak tahu persis agenda penting apa yang akan
dilakukan Gus Dur setelah kembali ke rumah. Dokter Umar Wahid yang memeriksa pernah menyarankan agar Gus Dur tidak meninggalkan Jakarta selama seminggu untuk istirahat dan tidak melakukan aktivitas yang membebani pikirannya.(Ant/Cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, AlaSantri IPNU Tegal

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM

Kamis, 04 Januari 2018

Lakukan Penyegaran, Aswaja NU Center Jatim Kuatkan Kelembagaan

Surabaya, IPNU Tegal - Kepengurusan Aswaja Center PWNU Jatim menyelenggarakan rapat bersama sekaligus melakukan evaluasi terhadap program yang selama ini dilaksanakan. Sejumlah nama dan program baru diluncurkan sebagai jawaban atas tantangan yang kian kompleks.

"Kita ingin melakukan penguatan Ahlus Sunnah wal Jamaah sesuai yang digariskan Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari," kata KH Abdurrahman Navis, Sabtu (3/9). Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini kemudian menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Islam Aswaja adalah tidak melakukan tatharruf tasyaddudi yakni yang terlalu keras atau ekstrem seperti kalangan fundamentalis.

Lakukan Penyegaran, Aswaja NU Center Jatim Kuatkan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakukan Penyegaran, Aswaja NU Center Jatim Kuatkan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakukan Penyegaran, Aswaja NU Center Jatim Kuatkan Kelembagaan

"Demikian juga Aswaja bukanlah kelompok yang tatharruf tasahhuli atau kalangan yang cenderung memudahkan syariat seperti kalangan liberal," ungkapnya.? Dan tentu Aswaja juga bukan kelompok Syiah dan sejenisnya, lanjut dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

IPNU Tegal

Menurut Wakil Ketua PWNU Jatim tersebut, inilah yang kemudian dikenal sebagai fikrah nahdliyah yakni kerangka berpikir yang didasarkan pada ajaran Aswaja yang dijadikan landasan berpikir NU untuk menentukan arah perjuangan.

Secara lebih rinci, Pengasuh Pesantren Nurul Huda Surabaya ini mengemukakan bahwa dalam merespon persoalan, baik yang berkenaan dengan masalah keagamaan maupun kemasyarakatan, NU memiliki manhaj Aswaja dengan ciri khas. "Dalam bidang aqidah atau teologi, mengikuti manhaj dan pemikiran Abu Hasan Al-Asyari dan Abu Mansur Al-Maturidi," jelasnya.

IPNU Tegal

Sedangkan dalam bidang fiqih bermazhab kepada salah satu Al-Madzahibil Arbaah yakni Imam Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali. "Dan untuk bidang tasawuf, mengikuti Imam Al-Junaid Al-Baghdadi dan Abu Hamid Al-Ghazali," katanya di aula PWNU Jatim.

Untuk dapat menjabarkan fikrah nahdliyah tersebut, PW Aswaja NU Center telah membentuk sejumlah divisi. Pertama adalah uswah atau usaha sosialisasi Aswaja yang merupakan usaha menyosialisasikan dan menyebarkan paham Aswaja NU lewat media cetak, elektronik, pengajian, lailatul ijtima, khatbah Jumat, dan sebagainya.

"Demikian juga ada biswah yakni bimbingan dan solusi Ahlussunnah wal Jamaah," katanya. Divisi ini menfasilitasi pengurus Syuriyah NU secara berkala untuk membimbing dan memberikan solusi kepada masyarakat tentang paham Aswaja, baik secara langsung, melalui telpon ataupun media lain, jelasnya.

Yang ketiga adalah divisi dakwah yakni daurah kader Ahlussunnah wal Jamaah yang mengadakan pelatihan kader Aswaja secara berkala untuk mencetak kader loyal.

"Selanjutnya adalah kiswah atau kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah," ungkapnya. Dalam praktiknya, divisi ini melakukan kajian Islam Aswaja ditinjau dari berbagai disiplin ilmu dalam bentuk halaqah, seminar atau forum ilmiah lain dengan menghadirkan nara sumber dari berbagai ahli, terangnya.

Dan yang terakhir adalah makwah, yakni maktabah Ahlussunnah wal Jamaah dengan membuka perpustakaan di kantor PWNU untuk menyediakan kitab dan buku bacaan tentang Aswaja.

Kelima divisi ini telah dilakukan penyegaran personil. "Ini demi kian meningkatkan khidmah kita dalam memasyaratkan Aswaja," tandas Kiai Navis.

Sejumlah darah baru hadir pada koordinasi ini. Ada perwakilan dari UIN Sunan Ampel, Unesa, Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Unair, ITS serta kampus? lain. "Diharapkan kehadiran para aktivis kampus ini akan kian menyebarkan Aswaja An-Nahdliyah di seluruh lapisan masyarakat," pintanya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Santri IPNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Corak Keislaman NU Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta, IPNU Tegal - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyampaikan bahwa Islam Nusantara yang menjadi praktik keseharian warga NU memberikan kontribusi positif bagi stabilitas iklim perekonomian nasional. Keharmonisan antarelemen bangsa yang selama ini diperlihara oleh Nahdlatul Ulama mendorong perputaran perekonomian dengan lancar.

Demikian disampaikan Sri Mulyani seusai menjadi narasumber dalam seminar perekonomian di tengah rangkaian Rakernas II PBNU di Jakarta, Sabtu (19/11) siang

Corak Keislaman NU Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Corak Keislaman NU Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Corak Keislaman NU Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“NU ini memiliki perhatian besar bagi kesejahteraan masyarakat. Kontribusinya terhadap Indonesia luar biasa dalam menciptakan stabilitas nasional,” kata Sri Mulyani.

IPNU Tegal

Selain ekonomi, bidang politik, pendidikan, hukum, kesehatan, dan sektor lainnya memerlukan situasi sosial yang terkendali. Dengan situasi kondusif semuanya berjalan dengan baik.

IPNU Tegal

“NU menampilkan wajah Islam Nusantara yang aman dan ramah. Ini sangat baik bagi perkembangan ekonomi kerakyatan,” kata Sri.

Ia menganjurkan NU dan warganya untuk bisa memanfaatkan suasana kondusif ini untuk memperbaiki kesejahteraan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, Santri IPNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Dari Pengembangan Islam Nusantara, Pemberdayaan Syuriyah sampai Ekonomi Syariah

Keputusan sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk memilih KH Ma’ruf Amin sebagai rais aam PBNU periode 2015-2020 mencerminkan pengakuan para kiai sepuh terhadapnya. Ia memiliki berbagai kapasitas yang diperlukan untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Pandangan-pandangannya secara jelas dapat dilihat oleh publik dalam berbagai isu agama nasional. Kiprahnya bisa dilihat dalam pengembangan ekonomi syariah. Tak kalah penting, ia juga memahami politik nasional yang sangat krusial mengingat besarnya pengaruh yang dimiliki NU. Ia dikenal sebagai kiai yang sangat disiplin soal waktu dengan pergaulannya yang sangat luas. Kemampuannya dalam mengelola organisasi diharapkan akan mampu ‘menggerakkan’ jajaran syuriyah PBNU. 

Lalu, seperti apa visi dan misinya sebagai rais aam PBNU untuk periode lima tahun mendatang, upaya pengembangan Islam Nusantara, pemberdayaan syuriyah, pengembangan ekonomi syariah sampai dengan perannya di Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut wawancara Mukafi Niam  dengannya sesaat sebelum pengumuman jajaran kepengurusan PBNU, Sabtu (22/8).

Dari Pengembangan Islam Nusantara, Pemberdayaan Syuriyah sampai Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Pengembangan Islam Nusantara, Pemberdayaan Syuriyah sampai Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Pengembangan Islam Nusantara, Pemberdayaan Syuriyah sampai Ekonomi Syariah

Apa visi dan misi Kiai sebagai rais aam PBNU untuk lima tahun ke depan?. Pertama tentu, saya akan mendorong konsolidasi organisasi, melakukan revitalisasi di tingkat Pusat, Wilayah, Cabang, MWC sampai di Ranting. Semua tugas dan program tidak mungkin jalan tanpa konsolidasi organisasi yang solid. Itu mutlak. Karena itu, kita akan melakukan pemantauan-pemantauan, di mana bagian pusat yang harus dibenahi, didorong, kemudian wilayah mana yang tampak belum hidup. Dan kita harus bisa memantau secara tepat kondisi kepengurusan di semua tingkatan. 

IPNU Tegal

Selanjutnya apa Kiai?.

IPNU Tegal

Yang kedua, tentu program yang diprioritaskan di muktamar. Pasti kita akan melakukan sosialisasi, edukasi yang kita sudah kita sampaikan seperti Islam Nusantara. Islam Nusantara bagi saya bukan sesuatu yang baru, ini merupakan Islam Aswaja Annahdliyah. Kenapa Aswaja. Kerena ada ada paham lain seperti Syiah, ada Muktazilah, ada Jabariyah. Kemudian kenapa mesti Annahdliyah, karena ada yang mengaku Aswaja, tetapi tidak sama dengan paham Aswaja NU, seperti Wahabiyah. Kita mendasarkan akidahnya pada Asy’ari dan Maturidi, tetapi mereka menganggap Asy’ari menyimpang. Karena itu kita tegaskan bahwa Annahdliyah menjadi ciri khusus. Atau juga sekarang ini model ISIS. Mereka mengaku aswaja, tetapi melakukan tindakan yang radikal, teror dan itu tidak sesuai dengan watak Islam Nusantara. Maka Aswaja Annadliyah perlu kita pertahankan. Ini perlu sosialisasi dan edukasi di lingkungan warga NU dan di luar warga NU. 

Bagaimana dengan pengembangan Islam Nusantara?. Saya ingin perilaku Islam Nusantara ini menjadi perilakunya Islam di Indonesia, bahkan kalau perlu kita ingin ini menjadi perilaku bukan hanya di Indonesia, tetapi perilaku di dunia. Perilaku pergaulan dalam kehidupan global. Kita melihat Islam di Timur Tengah diliputi kekerasan. Banyak konflik dimana-mana karena itu kita menginginkan Islam Nusantara menjadi bagian dari Islam yang damai, tidak memaksa, tidak mengintimidasi, menjaga hubungan yang harmonis.

Apa point-point penting yang harus diperhatikan?. Islam menurut saya ada tiga faktor yang perlu diperhatikan. Pertama cara berpikirnya atau fikrah-nya. Saya sering mengemukakan, fikrah nahdliyah sebagai tawassutiyah, tatawwuriyah, wa manhajiyah. Artinya tawassutiyah moderat, tidak tekstual, tidak statis pada teks, beda dengan salafi. Mereka sangat tekstualis sehingga tidak memberi ruang pada yang tidak ada nash-nya. Cara berpikir ini penting karena di NU, atau kita sebut Islam Nusantara ini, kita memberi ruang sepanjang tidak bertentangan dengan nash. Kita menerima kebiasaan, tradisi, dan budaya selama ada maslahah, ya disitu sudah sesuai syariah, sepanjang tidak bertentangan dengan nash. Ini adalah al ihtisan, sesuatu yang kita anggap baik sepanjang tidak bertentangan. dalilnya “Jika orang Islam mengatakan itu baik, bagi Allah juga baik.” Kita mengakomodasi sepanjang tidak bertentangan dengan nash. Ada kaidah yang menyebut “sesuatu yang ditetapkan berlaku dalam kebiasaan, seperti sudah tercakup dalam nash.” Ini cara berpikir yang akomodatif, tetapi tidak liberal.

Bagaimana dengan kelompok Liberal?. Yang liberal cara berpikirnya terbalik dari kelompok tekstualis, tapi mereka berlebihan. Karena itu kita selain tawassutiyah, tetapi juga dinamis. Kita tidak boleh statis. Kita pernah terjabak pada teks kitab, maka di Lampung, kita buka insinbat mahaji. Berpikir secara manhaji atau metodologis, kemudian mendinamisir, tetapi sebaliknya ketika dinamisasi ini kebablasan, tidak memperhatikan metode-metode yang sudah diajarkan para ulama, maka pada tahun 2005 kita melakukan pengembalian, penjernihan kembali. Kalau di Lampung kita namakan tatwir, saat pengembalian kita namakan taswiyah. Ini dibersihkan dari unsur luar yang bisa merusak cara berpikir NU. Disini kita kembalikan pada manhaj-nya.

Tadi terkait dengan pemikiran, bagaimana dengan gerakan NU? . Ciri gerakan kita. Pertama kita islahiyah, ini artinya perbaikan. Sebab NU ini gerakan islahi. Ketika paradigma yang kita pakai ala qadimishaalih, menjaga yang lama yang baik-baik. Yang kedua, al akhdu bil jadidil aslah. Mengambil yang baru yang lebih baik. Ini kurang mendukung yang kita sebut al islah. Kalau hanya ‘mengambil’ kan bermakna pasif. ada produk orang yang lebih baik kemudian diambil, tetapi kita harus melakukan perbaikan. Saya menyebutnya al islah ila ma hua aslah summal aslah fal aslah. Memperbaiki keadaan untuk menjadi lebih baik, lebih baik lagi, lebih baik lagi secara sustainable. Ini adalah upaya menjadikan sesuatu inovatif, kreatif, dan aktif. Kalau cuma mengambil kan pasif. Karena itu, kita tidak cukup dengan mengambil. 

Memang NU itu kan jamiyyah islah, paradigmanya perlu dilengkapi, mendahulukan yang aslah, yang lebih baik daripada yang baik. Kenapa, karena ada ungkapan dari ahli ushul fikh, namanya Izzudin Ibnusalam “tidak mendahulukan yang baik daripada yang lebih baik, kecuali orang itu tidak mengerti, terhadap kelebihan yang lebih baik.” Kita harus melakukan itu. Namanya fikih aulawi, namanya auwaliyah. Ini mesti dibangun oleh kita. Ini kalau tidak menimbulkan kegoncangan. Kalau menimbulkan disharmoni, ya ditunda.

Kedua, tawazuniyah atau seimbang, ya masalah agama dan masalah keduniaan. Ketiga, ciri kita adalah mengajaknya dengan cara kesukarelaan. Tidak ada pemaksaan tapi juga tidak masa bodoh. Kemudian tasamuhiyah, toleran. Kita juga santun dalam menyampaikan dan mengajak. Itu gerakan yang saya sebut gerakan Islam Nusantara.

Selanjutnya adalah amaliyahnya, tradisi kita seperti shalawat dan istighotsah harus dihidupkan karena ini salah satu ciri Islam Nusantara. Ini perlu melakukan agar organisasi solid. 

Bagaimana mengenai pemberdayaan ekonomi?. Kita mengembangkan ekonomi kemasyarakat, ekonomi keumatan. Ini yang harus dibangun. Ada dua pendekatan, melakui ekonomi komersial dengan menumbuhkan dan menyemai pengusaha melalui upaya yang sungguh-sungguh, menghadirkan lembaga keuangan untuk mendukung, juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, tetapi juga ada sektor voluntary seperti dana sosial, wakaf, zakat, infak, dan sedekah. Jumlah warga NU yang besar ini menjadi potensi yang belum tergali. Ini bisa untuk membangun ekonomi masyarakat kita. Tentu yang tidak kita lupakan adalah akhlak bangsa. Dan ini memerlukan upaya sistematis, gerakan dakwah yang menurut saya high impact, jangan yang low impact atau bahkan yang no impact. Bagaimana, ini yang harus menjadi perhatian kita. 

Bagaimana dengan upaya penguatan syuriyah NU?. Salah satu faktor yang harus dibangun adalah penguatan kepemimpinan ulama di NU. Nah, penguatan kepemimpinan ulama ini identik dengan penguatan lembaga ulama di NU. Bagaimana syuriyah bisa efektif melakukan pengawasan, mendorong, kalau perlu melakukan pelurusan-pelurusan. Kalau kendor di dorong tanfidznya. Kalau terlalu kenceng dikendalikan biar tidak nabrak-nabrak, kan begitu. Jadi syuriyahnya harus aktif. Karena itu saya ingin mengefektifkan kekatiban. Karena rais syuriyah kan banyak yang jauh dari Jakarta. Syuriyah harus hadir. Kalau tidak hadir ya tidak berperan. 

Kiai tinggal di Jakarta, jadi lebih mudah beraktifitas di kantor PBNU?. Ya, akan saya usahakan karena kan ada harmoni antara syuriyah dan tanfidziyah, saling mengisi, saling memberi dan saling mendukung serta saling mengingatkan.

Kiai aktif di PBNU dan MUI, ke depan akan seperti apa?. Kalau saya masih di MUI, tentu saya pertama harus membagi. Kedua, berbeda antara fungsi MUI dan NU. MUI itu kan tidak punya umat. Umatnya ada di NU, di sana hanya bersifat kebijakan, pemikiran, tetapi operasionalisasi dalam rangka pemberdayaan umat, perbaikan akhlak, kemudian pemahaman Islam Nusantara, itu yang punya rakyat kan NU. Karena itu, cara kita kerja berbeda polanya. Disana pola besaran saja, konsep, dan pemikiran. Disini, di PBNU selain ada pemikiran, ada operasionalisasi. Langsung pada pembinaan umat.

Kadang ada beda sikap antara MUI dan NU?. Seharusnya sama, sayang ada perbedaan informasi. Di MUI sebenarnya juga anak NU. Ada paradigma yang dipakai terhadap suatu masalah. Kalau di MUI sudah saya gariskan. Kalau menyangkut makanan, kita mengambilnya al akhdu bil akhlab, wal khuruj minal khilab, mengambil pendapat yang paling hati-hati dan supaya keluar dari khilaf. Mengambil yang paling unggul. Tapi kalau dalam muamalah, ekonomi syariah, mengambilnya yang paling maslahah dan pendapat yang bisa mengakomodir, walaupun tidak unggul. Kenapa, karena dalam muamalah asalnya adalah boleh sepanjang tidak ada larangan. Karena itu yang lebih longgar. 

Dalam masalah label halal, nanti NU punya lembaga pemeriksa. UU-nya memang begitu, fatwa ada di MUI, obyek yang diperiksa dibagi oleh LP POM, mana yang dikasih ke NU, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) NU, mana yang akan diambil yang lain sehingga tidak terjadi rebutan. Ini harus dihindari, harus proporsional. Jadi sebenarnya tidak harus terjadi perbedaan, wong fikihnya sama, kitabnya sama, kaidahnya sama.

Kiai sangat aktif dalam pengembangan ekonomi syariah. Apakah hal ini juga akan dikembangkan di lingkungan NU?. Ini sudah menjadi sistem nasional, artinya sudah memperoleh tempat secara nasional. Bahkan insyaallah akan dibentuk Komite Nasional Keuangan Syariah. Ketuanya kalau tidak salah presiden atau wakil presiden. Anggotanya para menteri. NU harus memanfaatkan peluang ini. Kita yang punya potensi, jangan sampai diambil orang, dan NU yang paling punya referensi. Yang punya kitab kan NU, jangan sampai orang lain yang memakai. Kita hanya terlambat saja masuk sektor ini, tetapi potensinya ada di NU. Kita akan gerakkan ekonomi syariah di lingkungan pesantren. Saya kira ekonomi syariah itu nantinya yang memegang kendalinya orang NU. Itu keyakinan saya. 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hikmah, Santri, Nahdlatul IPNU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Sudah Final, Pancasila Perekat Ragam Suku dan Agam Indonesia

Karo,IPNU Tegal

Bagi Nahdlatul Ulama, Pancasila sebagai dasar Republik Indonesia (RI) sudah final. Ini karena ideologi Pancasila dipandang sebagai instrumen yang mampu merekatkan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai maca suku dan agama.

Sudah Final, Pancasila Perekat Ragam Suku dan Agam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudah Final, Pancasila Perekat Ragam Suku dan Agam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sudah Final, Pancasila Perekat Ragam Suku dan Agam Indonesia

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Robikin Emhas mewakili Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XVII Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara, Jumat (21/7) di Berastagi Cottage, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dikatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang penuh keragaman agama, etnik, budaya, bahasa dan terdiri dari beribu-ribu pulau ini didirikan di atas landasan yang kokoh yakni Pancasila. Pancasila merupakan titik kesepakatan paling demokratis dan menjadi jalan tengah dari dua pilihan ekstrim antara bentuk negara sekuler dan negara agama lewat salah satu Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa.

IPNU Tegal

"Negara ini bukan negara Islam (dar al-Islam), meskipun mayoritas penduduknya memeluk Islam. Namun jelas, bahwa negara dan bangsa kita berkarakter religius," tegas Robikin di depan ratusan nahdlyin (warga NU) Sumut.

IPNU Tegal

Karena itu, tambahnya, Pancasila selamanya tidak boleh dan tidak perlu dipertentangkan dengan agama. Sebab Pancasila tidak bertentangan dengan spirit Al-Quran dan Sunnah karena membingkai persatuan seluruh bangsa Indonesia.

"Pancasila bisa menjadi energi pemersatu yang tidak bertentangan dengan ajaran agama mana pun. Bila saja energi ini terus dikelola dengan benar dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran, niscaya negara ini pasti menjadi negara yang besar dan disegani," tandasnya.

Hal tersebut, katanya, sejalan dengan cita-cita para pendiri NU. Itulah sebabnya, Muktamar NU 1984 memutuskan, bahwa Pancasila dan NKRI dianggap final.

Pada bagian lain, KH Robikin Emhas mengatakan, pemerintah harus bisa menjamin bagi warganya terbebas dari ancaman kelaparan dan rasa ketakutan. Jika rakyat masih dalam ancaman kelaparan dan tidak mendapat jaminan keamanan maka pemerintah gagal dalam memimpin.

Dikatakan Robikin, ancaman kelaparan yang dimaksud adalah rakyat mudah mencari nafkah dalam artian pekerjaan dan tersedianya bahan pangan. Sedang bebas dari rasa takut adalah adanya jaminan keamanan dari pemerintah dalam melakukan ibadah dan beraktivitas sehari-hari.

"Fungsi utama pemerintah secara kolektif adalah mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia dan memastikan warganya bebas dari ancaman kelaparan dan rasa takut," katanya.

Ketua PWNU Sumut Drs H Afifuddin Lubis dalam sambutannya mengatakan, Konferwil memilih tema "Meneguhkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah dalam Bingkai NKRI" dengan harapan bahwa NU akan tetap menjaga marwah para ulama dan tetap berperan dalam pembangunan.

Sebelumnya, Ketua Konferwil XVII NU Sumut H. Takbir Siregar melaporkan, konferensi diikuti 31 pengurus cabang (PC) dari 33 pengurus cabang NU yang ada di Sumut. "Peserta konferwil adalah pengurus cabang yang sudah melaksanakan konfercab," kata Takbir.

Turut menyampaikan kata sambutan Gubernur Sumut diwakili Asisten I Pemerintahan Sekdaprovsu, Bupati Karo diwakili Asisten Umum. Setelah dibuka acara konferwil dilanjutkan siding-sidang. Konferwil akakan berlangsung hingga 23 Juli. (Hamdani Nasution/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri IPNU Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Ini Sejumlah Agenda Haul Ke-7 Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, IPNU Tegal. Dalam hitungan hari, peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Komplek Al-Munawwaroh Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan segera tiba. Haul ke-7 Gus Dur kali ini dilaksanakan Jumat, 23 Desember 2016 pukul 19.00 WIB. Haul ini mengambil tema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat.

Sejumlah agenda pun siap menyambut peringatan sang pembela kemanusiaan (humanis) tersebut. Termasuk beberapa tokoh penting yang dipastikan hadir di tengah-tengah ribuan para pecinta Gus Dur.

Ini Sejumlah Agenda Haul Ke-7 Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sejumlah Agenda Haul Ke-7 Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sejumlah Agenda Haul Ke-7 Gus Dur di Ciganjur

“Sebagaimana telah menjadi tradisi keluarga besar almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) setiap tahun, tahun ini kami kembali menggelar Peringatan 7 Tahun wafatnya Gus Dur,” ujar Ketua Panitia Haul, Alissa Wahid.

Putri sulung Gus Dur ini menerangkan, peringatan Haul ini akan diisi kegiatan seperti tahlil, Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Taushiyah, Doa Bersama, Deklarasi Damai, dan Pembacaan Puisi.

IPNU Tegal

Sejumlah tokoh agama, tokoh pemerintah, tokoh masyarakat, dan budayawan yang hadir antara lain, KH Ahmad Mustofa Bisri, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Sabam Sirait, Lukman Hakim Saifuddin, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida. Acara ini juga akan dimeriahkan pula oleh penampilan band musik tradisi Kunokini.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan diikuti ribuan orang yang datang dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka terdiri dari anggota majelis taklim, komunitas, hingga kalangan umum. Di pagi hari, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB diisi Khotmil Qur’an, jelas Alissa. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Santri IPNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

Semarang, IPNU Tegal. KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengisi Dialog Budaya Kebangsaan dalam rangka Closing Dies Natalis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Ahad (8/11). Gus Mus menjelaskan bagaimana bersikap sebagai muslim Indonesia yang teguh mempertahankan tradisi dan budayanya.

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

"Sering saya katakan dimanapun, bahwa kita ini adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia," terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah ini.

Gus Mus menuturkan, masyarakat Indonesia tidak membutuhkan dalil, tetapi tingkah laku mereka sudah mencerminkan kehidupan yang dianjurkan oleh Rasulullah. "Saat ini banyak orang yang sedikit-sedikit menggunakan dalil, sedikit-sedikit tanya dalilnya apa, itu orang yang baru mengenal dalil," ungkapnya.

IPNU Tegal

Kiai yang juga dikenal sebagai Budayawan ini menggambarkan kehidupan masyarakat desa yang dengan rukun saling tolong menolong dengan tetangganya. "Orang desa tidak membutuhkan dalil, tetapi tingkah laku yang meraka lakukan telah membudaya. Dan itu semua merupakan implementasi dalil-dalil," tegasnya lagi.

IPNU Tegal

Sehingga konsep tersebut merupakan Islam Indonesia, lanjutnya, adalah ajaran Islam yang senantiasa telah membudaya dalam kehidupan bermasyarakat.?

"Islam Indonesia pada zaman Soekarno sangat dihargai dimata dunia karena dengan bangganya Soekarno menyuarakan tentang Islam di Indonesia hingga pada sidang PBB pun beliau menggunakan dalil untuk meyakinkan bahwa Islam di Indonesia besar, sehingga saya sangat bangga memakai peci Soekarno ini," ungkap Gus Mus sambil menunjuk peci hitam yang beliau kenakan.

Gus Mus menandaskan, selain harus bangga dengan identitas, tradisi, dan budayanya, bangsa Indonesia juga harus sadar akan tantangan-tantangan besar ke depannya. (Mazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, Nahdlatul, Doa IPNU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik

Jakarta, IPNU Tegal?

Pimpinan Pusat GP Ansor meminta kepada semua pihak, termasuk mantan pengurus, untuk tidak melibatkan dan atau mengatasnamakan institusi dan personil GP Ansor dan Banser dalam kampanye dan kontestasi politik Pemilukada.

Penegasan itu disampaikan melalui Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Selasa (7/2).

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik

PP GP Ansor perlu mengklarifikasi sejumlah kesimpangsiuran informasi. Misalnya pemberitaan adanya rencana aksi protes Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Selatan atas perkataan tidak patut saudara Ahok kepada KH Maruf Amin pada Sidang Pengadilan ke-8 kasusnya serta pemberitaan media massa mutakhir.

"Berkaitan dengan itu, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor perlu menyatakan beberapa hal, pertama, sikap GP Ansor atas perkataan tidak patut saudara Ahok adalah sebagaimana sikap yang telah diambil Kiai kami, Rois Aam Syuriah PBNU, KH Maruf Amin telah memaafkan yang bersangkutan," ujar dia lagi.?

Meskipun demikian, GP Ansor mencermati bahwa kasus saudara Ahok yang menjadi terdakwa maupun pengacaranya dengan KH Ma’ruf Amin tidak akan selesai dengan baik, jika permintaan maaf tersebut masih bersifat politis dan masih adanya provokasi-provokasi dari pendukung saudara Ahok.?

IPNU Tegal

"Hal tersebut tergambar dari masih banyaknya protes atas perkataan tidak patut saudara Ahok dari pengurus GP Ansor dan NU di berbagai daerah, termasuk Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Selatan, ujar dia.?

Kasatkornas melanjutkan, Pimpinan Pusat GP Ansor perlu menegaskan bahwa protes GP Ansor atas perkataan tidak patut saudara Ahok adalah murni reaksi atas perlakuan tidak hormatnya kepada kiai dan pimpinan kami, dan bukan terkait politik Pemilukada.

IPNU Tegal

"Oleh karenanya, Pimpinan Pusat GP Ansor tidak membenarkan aksi protes anggota dan kader GP Ansor ditujukan pada simbol-simbol politik tertentu. Secara organisatoris, GP Ansor tetap tegas tidak berpolitik praktis sebagaimana keputusan Khittah NU 1926," kata Alfa lagi.

Untuk diketahui, bahwa otoritas kewenangan maupun instruksional di GP Ansor maupun Banser saat ini ada pada Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas.?

"Dalam kesempatan ini, Pimpinan Pusat GP Ansor perlu mengklarifikasi bahwa KH. Nuril Huda bukanlah pendiri Banser sebagaimana ditulis Kompas 6 Februari 2017 (Gus Nuril: Sekarang Banyak yang Mendadak NU), dan yang bersangkutan tidak memiliki otoritas apapun atas institusi dan personil Banser," demikian H Alfa Isnaeni (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, Daerah, Pahlawan IPNU Tegal

Kamis, 16 November 2017

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis

Pasuruan, IPNU Tegal. Tidak banyak kiai yang memiliki waktu dan kemampuan dalam menulis buku. Tapi kiai ini tidak semata menuangkan gagasan keagamaan lewat buku, juga membagikan karyanya secara cuma-cuma kepada masyarakat.

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis

Dialah KH Sholeh Bahruddin, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur. Baginya, menulis buku adalah sebagai panggilan jiwa sekaligus ingin meniru tradisi agung yang telah dilakukan para ulama terdahulu.

"Saya ingin meniru pengarang kitab Fathul Qarib, Fathul Muin dan lain-lain," katanya kepada sejumlah Pengurus Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PW LFNU) Jawa Timur.

IPNU Tegal

Penegasan ini disampaikan Kiai Sholeh, di sela-sela acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) falakiyah akhir pekan lalu yang diikuti ratusan peserta dari PC LFNU, utusan pesantren, pejabat kementerian agama, serta dosen sejumlah perguruan tinggi di pesantrennya.

Ia menandaskan, para pengarang kitab atau muallif tempo dulu tidak sekedar menulis kitab, juga tidak berkenan menerima dan meminta royalti dari karya yang telah dibuat. "Justru dengan tidak meminta royalti seperti ini, maka manfaat karya-karya mereka bisa bertahan ratusan tahun bahkan hingga sekarang," tandas  Mustasyar PCNU Kabupaten Pasuruan ini.

IPNU Tegal

Kepada setiap peserta diklat falakiyah, Kiai Sholeh memberikan secara gratis buku berjudul Ensiklopedi Fikih Jawabul Masail Bermadzhab Empat. Buku setebal 572 halaman dan dicetak dengan hard cover ini disusun bersama para santri. Isinya adalah tentang tanya jawab hukun Islam terhadap berbagai masalah berdasarkan sudut pandang keagamaan. Mulai dari masalah internasional, kebangsaan, politik, sosial, ekonomi, akidah, hinga persoalan amaliah ibadah sehari-hari.

Menurut Kiai Sholeh, buku-buku hasil karangannya memang sengaja dicetak dan dibagi-bagikan secara gratis. Bahkan  sudah didownload di situs pesantren dan dapat dimanfaatkan oleh siapapun tanpa batas. "Yang penting asas manfaat. Boleh diperbanyak dan tidak perlu izin," ungkapnya. Ia menandaskan, kalau hendak diterbitkan lagi maka identitas Pesantren Ngalah sebagai penerbit bisa dihilangkan.

Kiai Sholeh dan pesantren yang diasuhnya telah mentradisikan kegiatan menyusun, menerbitkan dan membagikan buku secara gratis sejak lama. Judul dan bahasan dari buku yang dihasilkan juga bervariasi. "Saya mendidik para santri agar memiliki kemampuan menulis dengan baik," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, kepada seluruh pengurus PW LFNU Jatim saat itu, Kiai Sholeh juga menghadiahkan satu buku dengan judul Sabilus Salikin. Buku setebal 791 halaman tersebut berisi tentang ensiklopedi tarekat yang berjumlah 31 aliran. Selain itu, di bagian awal dan akhir buku dijelaskan tentang esensi tasawuf dan tarekat serta tanya jawab masalah tarekat.

"Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi jawaban atas berbagai tuduhan terhadap tasawuf dan pengamal tarekat, semakin banyak yang memanfaatkan buku tersebut tentu kian baik,” pungkas kiai yang juga mursyid tarekat ini. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ahlussunnah, Santri IPNU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP

Sidoarjo, IPNU Tegal. Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra Wal Huffahz Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Sidoarjo akan mengadakan pelatihan Khat khusus untuk siswa MTs/SMP dan SMA sederajat.

Hal ini dilakukan karena pelatihan Khat pertama yang diadakan JQHNU Sidoarjo di aula Kemenang Sidoarjo mendapatkan respon positif dari para peserta.

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP

Melihat respon tersebut, JQHNU Sidoarjo akan mengadakan acara yang sama dan lebih difokuskan kepada para pelajar, mengingat saat ini pelatihan Khat sangat langkah.

"Alhamdulillah, saya melihat respon dari para peserta sangat luar biasa. Untuk itu, di tahun yang akan datang kami akan mengadakan pelatihan ini kepada para pelajar," kata Ketua PC JQHNU Sidoarjo, H Imam Mukozali, disela-sela pelatihan Khat di aula Kemenang Sidoarjo, Ahad (12/2).

IPNU Tegal

Senada juga dikatakan oleh ketua panitia pelatihan Khat, Moh Idris, ia mengimbau para peserta khususnya di tingkat MTs/SMP atau SMA untuk mengikuti pelatihan Khat yang diadakan oleh JQHNU Sidoarjo.

"Melihat animo masyarakat yang sangat merespon kegiatan tersebut, jadi pelatihan Khat mendatang khusus untuk siswa MTs/SMP dan SMA. Karena pelajar nanti juga bisa mengikuti lomba Aksioma. Kami juga mengimbau kepada dewan gurunya, barangkali ada murid yang berminat agar menghubungi JQHNU Sidoarjo," imbau Idris.

IPNU Tegal

Idris menegaskan bahwa, belajar Khat itu selain bersyiar juga turut melestarikan karya tulis kaligrafi yang telah diajarkan para pendahulu dan supaya tidak hilang. Karena, anak muda sekarang untuk menekuni Khat saat ini kurang. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Santri IPNU Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Puluhan Petani Kudus Ikuti Diklat Budidaya Tebu dengan Panen Cepat

Kudus, IPNU Tegal - Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Al-Mawaddah Kabupaten Kudus menggelar pelatihan Teknik Budidaya Tanaman Tebu bagi petani di Kudus, Selasa (23/8). Pelatihan ini diharapkan membuka paradigma baru di kalangan petani tebu bahwa untuk bisa panen menanam tebu tidak membutuhkan waktu tahunan.

Acara yang digelar di aula Pesantren Al-Mawaddah Honggosoco, Jekulo, Kudus, diikuti sebanyak 20 peserta petani yang berasal dari Kudus. Puluhan petani itu selama lima hari akan menerima materi yang disampaikan oleh para praktisi dan pakar berpengalaman dalam budidaya tebu.

Puluhan Petani Kudus Ikuti Diklat Budidaya Tebu dengan Panen Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Petani Kudus Ikuti Diklat Budidaya Tebu dengan Panen Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Petani Kudus Ikuti Diklat Budidaya Tebu dengan Panen Cepat

Kepala P4S Al-Mawaddah Sofiyan Hadi mengatakan, selama pelatihan yang akan berlangsung mulai 23-27 Agustus ini para peserta akan lebih ditekankan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber sekaligus praktik.

IPNU Tegal

"Dari total waktu yang tersedia selama 40 jam, 10 persennya teori. Selebihnya praktik. Karena kami ingin mengedukasi petani sekaligus bagaimana menjadi pengusaha," kata Sofiyan.

IPNU Tegal

Sementara itu Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Kudus Ir Budi Sulistiyanto berharap pascapelatihan para petani dapat menghasilkan produk unggulan ke depannya.

"Tanaman tebu ini merupakan tanaman prioritas nasional, selain padi, susu, dan kakao (kopi-coklat). Jadi apabila nanti setelah pelatihan ini dapat dihasilkan produk unggulan tentu akan luar biasa," ujarnya.

Menurut Budi, sejauh ini petani tebu di Kudus mulai dari proses penanaman sampai pengolahan masih menggunakan cara konvensional, yakni bergantung pada luas lahan seperti persawahan. "Maka P4S Al-Mawaddah ini berkewajiban mendidik, melatih petani tebu. Bagaimana nanti para petani ke depan tidak cuma menanam lalu menjual begitu saja. Melainkan bisa mengolahnya menjadi produk siap jual," terangnya.

Ia menambahkan, tebu saat ini tidak harus ditanam di lahan seperti persawahan. Lahan kering pun dapat ditanami tentunya dengan varietas yang disesuaikan dengan kontur tanah.

Pada pelatihan ini tampak hadir narasumber Koordinator Penyuluh Pertanian Kudus Ir Budi Sulistiyanto, Dosen UGM dan Penemu Varietas Baru Tebu Ir RMT Gembong Danudiningrat, Kepala BBPP Ketindan Malang Edi Suprapto. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Santri IPNU Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Mahasiswa Unsuri Buka Puasa Bareng Warga dan Anak Yatim

Surabaya, IPNU Tegal. BEM Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya mengadakan buka bersama dengan 28 anak yatim piatu, Kamis (9/7) lalu. Acara yang dilaksanakan di Musholla sekitar kampus Unsuri itu diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat dan beberapa perwakilan dari pihak Akademik.

Mahasiswa Unsuri Buka Puasa Bareng Warga dan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unsuri Buka Puasa Bareng Warga dan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unsuri Buka Puasa Bareng Warga dan Anak Yatim

Acara yang bertemakan Pererat Silaturahim di Bulan Ramadhan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan Unsuri dengan warga sekitar. “Kita, anggota BEM Unsuri merupakan partner Rektorat untuk mengembangkan kampus dengan aktif bersama masyarakat,” ucap Hasyim, Presiden BEM Unsuri disela-sela acara.

Sebab, tambahnya, posisi Unsuri sendiri berada di dalam kampung Pengkol. Banyak keluh kesah masyarakat sekitar terkait sikap mahasiswa atau dosen yang lewat. Seperti saat banyak warga duduk-duduk tapi mahasiswa melewati kampung dengan motor berkecepatan tinggi.?

IPNU Tegal

“Dari situ BEM membuat acara ini. Agar masyarakat sekitar Unsuri pelan-pelan bisa senang dengan adanya kampus Unsuri,” tambahnya.

IPNU Tegal

Kepala Badan Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK), Imam Turmudzi menyampaikan tausiyah kepada para hadirin. Banyak pesan-pesan agama yang disampaikan ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Surabaya tersebut.

“Kalian harus merasa beruntung meskipun yatim. Sebab orang lain tidak merasakan apa yang kalian rasakan. Belum tentu orang lain bisa sekuat kalian kalau orang itu dalam kondisi yatim. Untuk masyarakat yang disekitarnya ada anak yatim juga harus merasa beruntung, sebab adanya anak yatim itu bapak ibu bisa mempunyai tempat untuk melakukan amal kebaikan,” pungkasnya. (Rofii Boenawi/Fathoni)

Foto: Imam Turmudzi, Ketua BAAK Unsuri saat memberi santunan kepada bu RT secara simbolis.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ulama, Santri IPNU Tegal

Senin, 18 September 2017

Pelajar SMANUSA Siapkan Diri ke Jepang

Gresik, IPNU Tegal. Aula Idham Khalid SMANUSA Gresik dipenuhi ratusan siswa. Mereka menghadiri acara Talk On: "Japanese Culture and Education". Acara itu diadakan SMANUSA Gresik bekerja sama dengan Japan Consulate dan Untag Surabaya Selasa (30/9).

 

Sebelum Ms. Nakamura Iyoko (The Japan Foundation), Ms. Morohira Kaori (Japanese Consul) dan Dra. Endang Poerbowati Mpd (Untag) menguraikan seluk-beluk sistem pendidikan kebudayaan di Jepang, Kolintang Orkestra SMANUSA berunjuk karya. Musik orkestra yang merupakan musik modern pun berkolaborasi dengan musik kolintang yang tradisional. Aula Idham Khalid pun menjadi ramai.

Pelajar SMANUSA Siapkan Diri ke Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar SMANUSA Siapkan Diri ke Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar SMANUSA Siapkan Diri ke Jepang

 

"Memang, keterbukaan pendidikan dan kebudayaan antarnegara tak dapat dielakkan. Dan untuk itu kita tak boleh menjadi penonton saja. Tapi mesti turut serta di dalamnya.  Berperan dan berusaha mewarnai. Serta mengembangkan sesuai keberadaan kita sebagai bangsa Indonesia," kata Drs. H. Moh. Nasihuddin, M.Pd di sela-sela acara.

 

IPNU Tegal

Sedangkan, menurut Ahmad Mudjiono S. PdI., acara talk on itu, di samping menyiapkan siswa-siswa SMANUSA ke Jepang. Juga menjajagi kerja sama yang berbasis pada kebudayaan, pendidikan dan beasiswa. Dan penjajagan ini merupakan agenda besar SMANUSA, setelah tahun kemarin bekerja sama dengan beberapa universitas yang ada di Thailand dan Taiwan.

IPNU Tegal

 

Pada saat tanya jawab, beberapa siswa terlaihat antusias. Rata-rata mereka ingin mengetahui universitas-universitas di Jepang yang dapat menampung mereka jika sudah lulus SMA. Mereka ingin menimba ilmu ekonomi dan bahasa.

 

Oleh Nevi Sulistiyowati, siswa kelas X IBBU, dikatakan: "Bahwa acara perkenalan universitas-universitas dari luar negeri ke SMANUSA sangat penting. Sebab, dengan banyaknya pekenalan semacam ini, siswa dapat menentukan sendiri, kemana dan mau kemana setelah SMA. Apalagi, jika mau serius, beasiswa pun makin bertebaran."

 

Ada yang menarik dari brosur yang dibagi. Yaitu, kerja sama pendidikan ke Jepang  ternyata juga untuk guru. Baik guru SD sampai SMA. Baik negeri maupun swasta. Dan kerja sama itu berupa program penataran guru dari semua mata pelajaran. Kecuali bahasa Indonesia, bahasa daerah, agama, bahasa Arab, PKN dan bidang-bidang kejuruan.

 

"Program untuk penataran guru ini sangat baik. Jika ada kesempatan, saya ingin ikut serta," kata Faris, guru fisika SMANUSA. Dan ini ditimpali oleh Ratna, guru bahasa Indonesia SMANUSA, meski di program penataran untuk guru ke Jepang tak mengikutkan bidang pelajaran yang diampunya.

 

Menurut Anharul Machfudz, guru Aswaja SMANUSA, juga tetap menyambut baik program tersebut. Apalagi, jika nanti guru-guru agama bisa pergi secara mandiri ke Jepang. Di samping menengok siswa-siswa yang ada di sana, juga dapat belajar tentang kehidupan masyarakat Jepang. Yang hasilnya, bisa digunakan untuk pembekalan kerohanian bagi siswa-siswa yang berangkat tahun depan.

 

Saat acara berakhir, Krisadji AW, guru seni rupa  SMANUSA menghimbau: "Sudah saatnya kita memamerkan karya-karya siswa ke Jepang. Dan pameran itu, di samping sebagai penerusan acara talk on, juga sebagai unjuk karya. Bahwa siswa SMANUSA pun mampu untuk melakukan kerja kreatif secara kongkrit di luar negeri." (EmLu/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, Pahlawan, Ulama IPNU Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Berikut 18 Titik Kegiatan Kirab

Surabaya, IPNU Tegal. Ada sejumlah kota yang akan dilalui selama kegiatan Kirab Hari Santri Nasional. Di sejumlah titik, peserta kirab akan bersilaturahim dengan para tokoh. Juga diadakan kegiatan sosial.

Berikut 18 Titik Kegiatan Kirab (Sumber Gambar : Nu Online)
Berikut 18 Titik Kegiatan Kirab (Sumber Gambar : Nu Online)

Berikut 18 Titik Kegiatan Kirab

Penjelasan disampaikan Sekretaris Jendral PBNU, H Helmy Faishal Zaini sebelum menerima pataka berupa panji bendera merah putih dan NU dari Ketua Umum PBNU.

"Selama kirab, peserta akan melewati 30 kota," katanya, Ahad (18/10). Dari sejumlah kota tersebut ada 18 pemberhentian yang diisi dengan berbagai kegiatan, lanjutnya.

IPNU Tegal

"Para peserta kirab akan bertemu dengan KH Musthofa Bisri di Rembang," katanya. Demikian juga akan diterima oleh KH Dimyati Rais (Kendal), KH Maemun Zubair (Sarang), Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan), dan sejumlah kiai lain.

IPNU Tegal

"Ada juga kegiatan donor darah di 9 titik dan bazar murah," katanya.

Seperti pamflet yang dikeluarkan panitia, kegiatan kirab diawali dengan serah terima dan pemberangkatan dari Tugu Tahlawan Surabaya.

Peserta selanjutnya akan melakukan ziarah ke maqbarah Sunan Bonang (Tuban), sowan ke kediaman KH Maemun Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar (Sarang), serta KH Musthofa Bisri di PP Raudlatut Tholibin (Rembang).

Kemudian dilanjut ke maqbarah? (makam) KH Sahal Mahfudh dan Mbah Mutamakkin (Kajen), selanjutnya ke maqbarah Raden Patah di kompleks Masjid Agung, istighotsah kubro dipimpin KH Munif Zuhri (Demak).

Ada pentas seni budaya dan penyambutan kirab di Simpang Lima (Semarang), juga ziarah ke maqbarah Mbah Sholeh Darat.

Peserta akan diterima KH Dimyati Rois (Kendal) di kediamannya, serta menuju Habib Luthfi bin Yahya di Kanzus Sholawat (Pekalongan).

Dilanjutkan dengan pentas seni wayang penyambutan kirab di Pendopo Tegal.

Peserta berikutnya melakukan ziarah ke maqbarah Panglima Laskar Hizbullah, Kiai Abbas serta gerak jalan 20 ribu santri sambut kirab di Buntet.

Peserta kirab berikutnya sowan ke KH Makhtum Hannan (Babakan Cirebon), serta ziarah ke maqbarah Kiai Sholihin yakni santri atau pegawal pribadi KH Hasyim Asyari.

Peserta kemudian sowan ke kediaman KH Musthofa Aqil (Kempek, Cirebon), kemudian ziarah ke maqbarah Sunan Gunung Djati, serta penyambutan oleh PCNU Indramayu.

Berikutnya penyambutan oleh masyayikh dari Santri Subang dan pentas seni budaya.

Peserta kirab akan disambut pentas seni budaya, penyambutan kirab di Gedung Islamic Center di Karawang. ?

Dan upacara penyambutan kirab dan serah terima pataka, diiringi konvoi motor dan devile marching band di Jakarta. (Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, Nahdlatul Ulama, Pahlawan IPNU Tegal

Jumat, 09 Juni 2017

Kemenag Siapkan Pedoman Pengelolaan Zakat untuk Ormas

Bandung, IPNU Tegal - Setelah melalui serangkaian kajian, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama akan segera menerbitkan pedoman pengelolaan zakat. Kepala Balitbang Diklat Abd. Rahman Masud mengatakan, pedoman ini penting dan dibutuhkan organisasi pengelola zakat dalam menjalankan tugasnya.

“Jika nanti disahkan BAZNAS, pedoman ini sangat penting dan dibutuhkan sebagai panduan bagi organisasi-organisasi pengelola zakat dalam menjalankan tugasnya sehingga akan mendorong efektivitas pendayagunaan zakat,” kata Abd Rahman Masud saat membuka Workshop Pedoman Pengelolaan Zakat yang diselenggarakan oleh Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Bandung, Rabu (27/04), sebagaimana dilansir kemenag.go.id. ?

Kemenag Siapkan Pedoman Pengelolaan Zakat untuk Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Siapkan Pedoman Pengelolaan Zakat untuk Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Siapkan Pedoman Pengelolaan Zakat untuk Ormas

Senada dengan Masud,? Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Muharram Marzuki menyatakan bahwa? berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat, saat ini organisasi pengelola zakat ada dua yaitu BAZNAS untuk organisasi yang dibentuk pemerintah dan LAZ untuk organisasi yang dibentuk masyarakat.

IPNU Tegal

Pada tingkat yang lebih operasional, Pemerintah juga telah menerbitkan PP No. 14 tahun 2014 tentang pelaksanaan No 23 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat.? Namun demikian, peraturan yang lebih detail terkait? pedoman pengelolaan zakat belum ada. BAZNAS selaku lembaga pemerintah juga belum mengeluarkannya.

Untuk itu, Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menginisiasi penyusunan Draf Pedoman Pengelolaan Zakat, bekerja sama dengan banyak pihak, antara lain: BAZNAS Pusat, Forum Organisasi Zakat (FOZ), dan akademisi dari UIN Syarif Haidayatullah Jakarta.

IPNU Tegal

Menurut Muharram, kegiatan workshop ini akan membahas lima buah draf peraturan BAZNAS yang sudah disusun. Kelima aturan itu adalah: 1) pedoman pelaporan pelaksanaan pengelolaan zakat, 2) pedoman pendistribusian dan pendayagunaan zakat, 3) pedoman penyusunan naskah perjanjian, 4) kode etik amil zakat, dan 5) pedoman pengelolaan keuangan zakat.

Workshop Pedoman Pengelolaan Zakat ini akan berlangsung sampai 29 April 2016 mendatang dan diikuti oleh 40 orang peserta dari pengurus dari organisasi pengelola zakat yang ada di Kota Bandung dan Kabupaten sekitarnya (BAZNAS & LAZ). Selain itu, ikut dalam pembahasan juga para pejabat Kemenag, tokoh agama, dan peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kemenag.

Lokakarya di Bandung? ini adalah yang kedua kali dilakukan. Sebelumnya, kegiatan sejenis dilakukan di Bogor dengan peserta para pengurus organisasi pengelola zakat di Jabodetabek. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Pendidikan, Santri IPNU Tegal

Senin, 05 Juni 2017

Indonesia Jadi Model Pemberdayaan Perempuan Negara Muslim

Jakarta, IPNU Tegal - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan Indonesia menjadi model bagi beberapa negara Muslim, salah satunya Afghanistan, ? yang berhasil menyukseskan dan memberdayakan perempuan.

"Kami menjadi model bagi negara Muslim lainnya yang mungkin masih belum berhasil membawa perempuan dan anak-anak, mereka boleh datang dan belajar di Indonesia. Dalam waktu dekat, kami mulai survei ke Afghanistan," katanya di rumah dinasnya, Rabu malam.

Indonesia Jadi Model Pemberdayaan Perempuan Negara Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Jadi Model Pemberdayaan Perempuan Negara Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Jadi Model Pemberdayaan Perempuan Negara Muslim

Yohana mengaku sudah bertemu dengan Menteri Perempuan Afghanistan untuk dimintai bantuan dan akan mengawali survei Februari nanti dalam membantu pemberdayaan perempuan dan anak-anak di negara itu.

Dalam kesempatannya menghadiri rapat pertama UN Women tahun lalu, Yohana mengatakan kekerasan perempuan harus dihentikan, terlebih jika melihat kaum ekstremis yang menjadikan perempuan dan anak-anak korban.

IPNU Tegal

"Kami mengadakan pertemuan secara rutin dan mereka dilibatkan berbagai program dari kami terutama dalam menekan angka kekerasan perempuan dan anak-anak serta memberdayakan perempuan," kata Yohana.

IPNU Tegal

Ia menambahkan Kementerian PP & PA terus fokus pada kesetaraan gender, apalagi Indonesia termasuk 10 besar negara representatif yang mengedepankan perempuan menurut UN Women.

"Kami juga berusaha mengantar perempuan Indonesia ke depan menuju gender equality pada tahun 2030," kata wanita kelahiran Manokwari ini. (Antara/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Khutbah, Santri IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock