Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor

Lampung Tengah, IPNU Tegal. Bertempat di dusun Neglasari, Kampung Marga Jaya, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, keluarga besar Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya menggelar pelantikan sekaligus hormat maulid Nabi Muhammad SAW pekan lalu.

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor

“Kami mohon doa restu sekaligus arahan poro kiai, para pengasuh pesantren dan pengurus Ranting NU kampung Marga Jaya dan pengurus GP Ansor Selagai Lingga agar mampu dan istiqomah mengembang amanah ini selama tiga tahun kedepan,” imbuhnya dalam kegiatan bertema membina kesatuan dalam bingkai NKRI melalui kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW ini.

Ketua Ansor Selagai Lingga, Edi Hermawan, berpesan, kepada seluruh jajaran pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya segera untuk Rapat Kerja guna menyusun Program Kerja Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya selama 2017 hingga 2020. 

Ia berharap, kader Ansor kompak menerjemahkan misi besar GP Ansor mulai dari tingkat Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Anak Ranting.

IPNU Tegal

Pertama, internalisasi nilai Aswaja dan sifatur rasul dalam gerakan Gerakan Pemuda Ansor. Kedua, membangun disiplin organisasi dan kadersasi bebasis profesi. 

Ketiga, menjadi sentrum lalu lintas informasi dan peluang usaha antar kader dengan stakeholder. dan keempat, mempercepat kemandirian ekonomi kader dan organisasi. 

“Semoga mulai dari kampung Marga Jaya inilah Ansor mampu menjangkau skala yang lebih besar, bukan hanya sektor keagamaan amaliyah An-Nahdliyyah, pemerintahan, namun mampu menciptakan kewirausahaan sehingga Ansor benar-benar dirasakan kehadirannya ditengah-tengah masyarakat,” tutup alumni Pascasarjana UIN Raden Bandar Lampung ini. 

Hadir dalam pelantikan GP Ansor Kampung Marga Jaya dan Maulid Nabi Muhammad SAW antara lain, Ketua NU Kampung Marga Jaya Kiai Bilal Assabid, Gus Mabadi Syauqi, Ketua Muslimat NU Selagai Lingga Murniati, Pengurus Fatayat NU Marga Jaya Siti Silaini, Kepala Kampung Marga Jaya Syafei, dan ratusan masyarakat setempat. (Syarief Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Tegal IPNU Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Ansor Solo Raya Tingkatkan Wawasan Kebangsaan

Solo, IPNU Tegal. Bertempat di Aula Asrama Haji Donohudan 50 Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo Raya, Kamis (29/8) mengikuti kegiatan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dengan menghadirkan pembicara Kompol Tumiran Kasi Binmas Polda Jateng.  

Dalam paparan selama lebih dari satu jam bapak tiga anak ini banyak memberikan gambaran kebangsaan terkini dan memberikan sharing berbagai solusi atau alternatif-alternatif mengenai bangsa Indonesia ke arah yang menjadi lebih baik terutama bagi GP Ansor. 

Selain itu, Tumiran berpesan kepada GP Ansor juga ikut berpran aktif dalam pencegahan keamanan, ketertiban di masyarakat. Karena hal tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat saja, justru diharapkan peran serta masyarakat secara aktif bersama dan bermusyawarah demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan yang kondusif.

Ansor Solo Raya Tingkatkan Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Solo Raya Tingkatkan Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Solo Raya Tingkatkan Wawasan Kebangsaan

“Kami berharap dari pertemuan ini agar generasi muda terutama Ansor dapat menatap masa depan kebangsaan Indonesia memiliki jati diri yang positif dan menatap ke arah yang lebih baik,” pintanya. 

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Mashri 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, Tegal IPNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes

Brebes, IPNU Tegal. Husni Mubaroq dari Tonjong dan Alimatul Khasanah (Wanasari), akhirnya terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes. Mereka mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi badan otonom NU dalam Konferensi Cabang (Konfercab) VIII IPNU-IPPNU Brebes untuk periode 2010-2012.

Terpilihnya Alim sebagai Ketua IPPNU, sangat melelahkan. Pasalnya terjadi pada pukul 03.00 dini hari Ahad (4/7). Dalam kesempatan tersebut peserta menyatakan kesanggupannya meneruskan persidangan hingga terpilih Ketua. Aula pondok pesantren Darunnajat Pruwatan Bumiayu Brebes tempat berlangsungnya konfercab menjadi lebih hidup.

Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes

Alim mengantongi menang tipis dengan selisih 1 suara dari rivalnya Toriqoh (Wanasari).  Alim mendapatkan 49 suara sedangkan Toriqoh 48 suara sementara 1 suara dinyatakan abstain dari 98 suara yang diperebutkan.

IPNU Tegal

Sebelumnya dalam pemilihan tahap pertama, ada 6 bakal calon. Selain Alim dan Toriqoh, ada Ani ulfiyati, Anisatul Kholisoh, Khoerunisa dan Tarini. Namun karena pada tahap pertama tidak mencapai batas minimal perolehan 20 suara, maka dianggap gugur.

IPNU Tegal

Sementara untuk Husni Mubaroq menang telak dalam satu tahapan dengan mengantongi 100 suara. Rivalnya  Ahmad Munjazi (Larangan) yang memperoleh 38 suara, dinyatakan tidak memenuhi syarat karena yang bersangkutan belum pernah mengikuti pelatihan pengkaderan. Munjazi dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga  (PD/PRT) IPNU.

“Salah satu syarat menjadi Ketua Pengurus Cabang IPNU, sekurang-kurangnya pernah mengikuti pelatihan pengkaderan. Karena Rekan Ahmad Munjazi belum pernah mengikuti pelatihan maka dinyatakan gugur dari pencalonan,” terang Wakil Ketua Pengurus Wilayah IPNU Jateng Nurcholis selaku pemimpin sidang.

Dalam programnya, Husni ingin lebih memfokuskan pada peningkatan nilai-nilai intelektualitas pelajar. “Pelajar NU, juga memiliki kemampuan intelektualitas yang tinggi dan ini akan kami buktikan dengan berbagai program unggulan kami ke depan, mohon doa restunya,” tutur Husni.

Sedang Alim berobsesi akan menciptakan kemandirian para pelajar putri NU. Meskipun kaum putri dinyatakan lemah, tetapi sesungguh tersimpan daya juang untuk bisa mandiri. “Kita tidak bisa bergantung terus dengan pelajar putra, kami pun bisa belajar, berjuang dan bertakwa secara mandiri,” tekadnya.

Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara Muhaemin Nursalim mengaku gembira telah menyelesaikan agenda dua tahunan ini. Menurutnya, Konfercab yang berlangsung sejak 2 sampai 4 Juli 2010 berlangsung sukses karena mendapat dukungan semua pihak. “Dengan mengusung tema Restorasi Gerakan Pelajar sebagai piranti perubahan, akan tercipta kader NU yang militant,” pungkasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, AlaSantri, Tegal IPNU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Hadiri Musker Camat Guntur Beri Bantuan Hibah Masjid

Demak, IPNU Tegal. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlarul Ulama (MWC NU) kecamatan Guntur Kabupaten Demak Ahad (10/3)  telah mengadakan musyawarah kerja (Musker) di Aula kantor kecamatan Guntur. 

Dalam pengarahannya ketua tanfidziyah Kiai Tamim Romli menyampikan Musker yang diikuti oleh pengurus pleno MWC, ranting, lembaga, lajnah dan badan otonom NU se Kecamatan Guntur tersebut bertujuan mengevalausi dan merumuskan prioritas program tiap tahun dengan berbagai solusi terhadap program yang kurang berjalan baik. 

Hadiri Musker Camat Guntur Beri Bantuan Hibah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Musker Camat Guntur Beri Bantuan Hibah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Musker Camat Guntur Beri Bantuan Hibah Masjid

"Dalam merencanakan program kita mengambil yang sederhana, mudah dan bisa dijalankan Disamping itu hendaknya program seharusnya bisa menumbuhkkan semangat berjamiyah dan  memberikan manfaat kepada warga NU," katanya.

IPNU Tegal

Ia menandaskan memasuki era globalisasi, NU harus tampil didepan dan mengambil peran yang maksimal dalam mengantisipasi perubahan zaman sekaligus kontribusi positif tetap eksis dalam bingkai Islam Aswaja.

"Budaya globalisasi sangat mempengaruhi kehidupan kita makanya perlu pemahaman bersama maupun bersikap profesional. Dari sini, peran NU sangat signifikan dalam kehidupan bermasyarakat," tandasnya..  

IPNU Tegal

Tak kalah menarik dan berita sangat menggembirakan dalam forum musker itu dengan hadirnya camat Guntur H Mohammad Syahri yang juga sebagai musytasar NU Guntur dimana walau datangnya terlambat ditengah tengah berlangsungnya rapat, saat diberi waktu untuk memberikan sambutan mantan satkorcab Banser Grobogan tersebut memberikan bantuan hibah empat masjid kepada empat ranting masing masing sejumlah Rp.10.000.000 yaitu ranting Tlogorejo, Sidokumpul, Blerong dan Trimulyo

“Dalam kesempatan  ini kami memberikan bantuan hibah kepada empat masjid dimana dalam penggunaannya bisa untuk memperbaiki masjid bapak bapak yang belum sempurna, dan ini insyaallah bertahap, silahkan dibagi pengurusnya” tutur HM Syahri yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta musker

Lebih lanjut Syahri meminta kepada pengurus dan ranting penerima bantuan untuk bisa dipergunakan sesuai peruntukannya dan bisa dipertanggungjawabkan denan laporan pertanggung jawabannya (LPJ),

“Hibah dari Pemda ini jikalau takmirnya bisa mempertanggungjawabkannya maka tahun berikutnya akan diberikan lagi, tentunya gentian pada ranting lain,” pintanya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : A Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal IPNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Saudi Luncurkan Proyek Wisata Pantai, Bagaimana soal Bikini?

Jeddah, IPNU Tegal - Kerajaan Arab Saudi telah resmi meluncurkan proyek kawasan pantai Laut Merah sebagai bagian dari program Visi 2030 negara setempat. Kawasan tersebut direncanakan bakal menjadi destinasi wisata internasional.

Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi Awad bin Saleh Al-Awad mengatakan, proyek Laut Merah adalah investasi yang efektif berbasis keuntungan dari kekayaan yang terdiversifikasi milik negara tersebut, agar dianfaatkan untuk kepentingan negara dan warga, demikian diberitakan kantor berita Arab Saudi, SPA, Selasa (1/8).

Saudi Luncurkan Proyek Wisata Pantai, Bagaimana soal Bikini? (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Luncurkan Proyek Wisata Pantai, Bagaimana soal Bikini? (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Luncurkan Proyek Wisata Pantai, Bagaimana soal Bikini?

Dia menjelaskan, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz sudah mengumumkan peluncuran proyek ini sebagai tujuan wisata internasional. Pengumuman ini muncul sebagai konfirmasi atas keberhasilan produk Visi 2030 Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, proyek ini merupakan tambahan yang bagus bagi proyek-proyek pembangunan dan kemabngkitan kembali di negaranya.

IPNU Tegal

“Kami menyampaikan selamat kepada tanah air atas proyek nasional yang ambisius ini, yang ditambahkan ke dalam serangkaian rencana dan inisiatif efektif yang terus berlanjut di lapangan dari hari ke hari,” katanya.

Soal Bikini

IPNU Tegal

Sejumlah media asing merespon kabar peluncuran proyek kawasan wisata tersebut sebagai transformasi sikap Arab Saudi dari norma yang selama ini ia pegang. Situs thetimes.co.uk, misalnya, menyebut Arab Saudi sedang menabrak tradisi keagamaannya yang ketat lantaran membuka kawasan pantai di Laut Merah, tempat para wanita asing berjemur mengenakan bikini di dekat para pria.

CNN Travel mengatakan, proyek Laut Merah akan membuka potensi kawasan sepanjang 125 mil dari garis pantai dan 50 pulau berlapis karang dengan pembangunan hotel dan perumahan mewah di zona wisata yang ditunjuk. Tahap pertama proyek direncanakan rampung pada 2022, dengan target pengunjung sekitar satu juta per tahun pada tahun 2035.

Media tersebut juga menyimpulkan dibolehkannya wanita berjemur dan berenang dengan bikini karena belum keluar larangan dari pihak kerajaan tentang hal ini.

Hingga berita ini ditulis, IPNU Tegal belum menemukan pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi soal peraturan bikini jika proyek itu berjalan kelak. Situs kantor berita Arab Saudi sendiri hanya menyampaikan informasi tentang peluncuran dan prospek ekonomi dari proyek ambisius tersebut yang menjadi alternatif sumber ekonomi lain di luar pendapatan minyak. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah, Lomba, Tegal IPNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Pelajar STAINU di Maroko Adakan Tasyakuran

Kenitra, IPNU Tegal. Malam pergantian tahun baru, bagi sebagian orang telah menjadi suatu peristiwa yang sangat istimewa dan sakral. Nampaknya, kurang afdol jika malam istimewa itu hanya berlalu begitu saja. Magnet tahun baru, bukan hanya ada di Indonesia, tetapi hampir di setiap pelosok dunia, ikut merayakannya dengan tradisi serta nuansa alami yang berbeda.

Namun lain halnya dengan para pelajar STAINU yang baru saja selesai mengikuti program kelas internsional di universitas Ibnu Tofail, Kenitra-Maroko. Menjelang kepulangnnya ke tanah air mereka mengadakan tasyakuran dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur karena telah menyelesaikan program tersebut dengan baik dan lancar yang bertepatan dengan malam pergantian tahun baru 2013. 

Pelajar STAINU di Maroko Adakan Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar STAINU di Maroko Adakan Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar STAINU di Maroko Adakan Tasyakuran

Acara yang bertempat di wisma STAINU Kenitra ini, juga dihadiri oleh sejumlah anggota dan pengurus PCINU Maroko. Dimana sehari sebelum acara tersebut para pelajar STAINU juga telah mengadakan rihlah penutupan dengan mendatangi rumah para ulama di Maroko dan dilanjutkan dengan berziaroh ke makam para ulama di Maroko selama dua hari yang didamping oleh sejumlah pengurus PCINU Maroko.

IPNU Tegal

Acara tersebut berlangsung dengan meriah dan penuh rasa kekeluargaan dengan sedikit mengharukan. Pasalnya ada sebagai pelajar yang menginginkan untuk bisa meneruskan program sarjananya di Maroko sampai selesai namun terpaksa harus kembali ke tanah air karena waktu yang telah ditentukan sudah habis.

IPNU Tegal

Sementara Ali Shodikin selaku  ketua rombongan pelajar STAINU juga mengatakan bahwa pada hari Jumat pagi nanti semua teman-teman STAINU harus sudah bersiap-siap menuju ke bandara Muhammad V.

Sebelum acara tasyakuran ditutup, Prabowo Wiratmoko Jati selaku Dewan Mustasyar PCINU Maroko menyampaikan kepada semua pelajar STAINU agar tetap menjaga silaturahmi dengan para dosen di Maroko yang telah memberikan ilmunya. Selain itu juga tetap menjaga hubungan yang baik dengan para staf dan local staf KBRI Rabat yang telah banyak membantu dalam proses belajar di Kenitra. Tak lupa Ia juga berharap semoga ilmu yang di dapat selama setahun bisa di fahami dengan baik dan bermanfaat bagi diri sendiri, agama, bangsa dan negara.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nahdlatul, Tegal, Hikmah IPNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Kekerasan Atas Nama Agama, Ini Sikap Banser

Jakarta, IPNU Tegal

Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) meminta seluruh kader siaga dalam satu komando menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari upaya segelintir orang yang menampilkan perilaku anarkis dengan mengatasnamakan agama.

Kekerasan Atas Nama Agama, Ini Sikap Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekerasan Atas Nama Agama, Ini Sikap Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekerasan Atas Nama Agama, Ini Sikap Banser

"Kami telah mencermati dinamika sosial dan kebangsaan akhir-akhir ini. Masyarakat disuguhi tontonan kekerasan yang didalangi segelintir orang. Gangguan kecil itu harus segera ditangani," ujar Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Selasa (24/1).

Banser sebagai bagian dari warga Indonesia, tergerak untuk mengambil sikap atas situasi yang memprihatinkan tersebut, mengingat aksi-aksi dimaksud telah memunculkan respon dan reaksi untuk melakukan perlawanan di berbagai daerah.

"Apa Islam agama marah? Apa Nabi Muhammad SAW berdakwah dengan marah? Islam disampaikan Nabi Muhammad dengan ramah. Maka wajar jika kita saksikan dakwah dengan kekerasan dan arogansi menimbulkan perlawanan seperti di Bali, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, NTB dan yang paling akhir di Bangka Belitung," paparnya.

Berkaitan dengan itu, imbuh Alfa, Banser mengajak kepada seluruh komponen bangsa yang masih mencintai Indonesia untuk bahu membahu menjaga tegaknya NKRI.?

IPNU Tegal

"Banser meminta kepada negara segera bertindak tegas dan jangan sampai terlambat menangani hal tersebut karena membahayakan kelangsungan ? kehidupan bernegara," kata dia lagi.

Terhadap keberadaan Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas sejenis yang melakukan ancaman dan tindakan kekerasan serta kerap menyatakan ujaran kebencian sebagai model gerakannya, Banser mengingatkan, negara jangan kalah.

"Segera ambil tindakan hukum tegas untuk menghindari terjadinya konflik horizontal. Adapun kepada seluruh jajaran Banser se-Indonesia, untuk tetap siaga dalam satu komando," demikian H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, Internasional IPNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PWNU Jateng: Sertifikasi Ulama Bentuk Kebingungan Pemerintah

Kudus, IPNU Tegal. Pengurus Wilayah nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa tengah  menilai sertifikasi ulama dan dai sebagai bentuk sikap kebingungan pemerintah dalam penanganan aksi radikal maupun teroris Oleh karenanya, Nahdlatul Ulama secara tegas menolak sertifikasi ulama atau dai yang diwacanakan Badan nasional penanggulangan terorisme (BNPT) tersebut.  

PWNU Jateng: Sertifikasi Ulama Bentuk Kebingungan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jateng: Sertifikasi Ulama Bentuk Kebingungan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jateng: Sertifikasi Ulama Bentuk Kebingungan Pemerintah

"Bila yang menjadi kerisauan pemerintah adalah dai  yang menimbulkan keresahan dan mendorong terjadinya radikal atau teror, tangkap saja! Apalagi  jumlahnya tidak banyak dan orangnya itu-itu saja," kata Ketua PWNU Jateng KH Moh Adnan, dalam acara Halal bi halal Badan Pelaksana Pendidikan Hasyim Asyari Kudus, Selasa (11/9).

Ia mengatakan ide BNPT ini membingungkan berbagai kalangan karena di masyarakat banyak sebutan dan kategori tokoh ulama maupun juru dakwah seperti dai panggung, khotib, dai radio atau tv, dan lainnya 

IPNU Tegal

"Jika semua juru dakwah diseragamkan harus bersertifikasi, korbannya akan bertambah banyak dari pada target untuk mengawasi atau membatasi gerakan dakwah orang-orang yang memprovokasi," tandas KH Moh Adnan.

IPNU Tegal

Di depan ratusan guru madrasah tersebut, KH Adnan menegaskan peranan dan posisi Nahdlatul Ulama terhadap nasib Bangsa. Dikatakan, NU dari masa ke masa selalu tampil di depan dalam menjawab persoalan bangsa.

"Termasuk saat muncul radikalisme dan terorisme, Nahdlatul Ulama tampil dengan mengusung konsep Islam rahmatal lil alamin," tandasnya.

Tetapi. ketika bangsa menghadapi problem multi komplek belakangan ini, imbuhnya, posisi NU sepertinya mengalami pergeseran tidak memahami atau mengambil inisiatif memecahkan persoalan kecuali secara parsial.

"Kalau  indonesia ini tidak menyelesaikan masalahnya dan Nu tidak memiliki kemampuan sebagaiamana yang dicatat sejarah, saya tidak hanya khawatir nasib NU melainkan juga nasib bangsa ini,"tegasnya..

Usai berceramah pada acara yang bertempat di aula MANU Hasyim Asyari 2 Karangmalang Gebog Kudus ini, KH.Moh Adnan mengunjungi kampus Akademi Kebidanan Muslimat NU di jl Lambao Bae Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, PonPes, Nusantara IPNU Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara

Pondok Pesantren dalam pendidikan Islam sejak zaman dahulu mempunyai peran signifikan. Belakangan ini di tengah tantangan global, sekurangnya pesantren mempunyai peran penting pada tiga hal.

Pertama, untuk pendidikan agama/akhlak (tafaqquh fiddin); kedua, penguatan agama dan bahasa Asing (modern); ketiga, persiapan kompetisi global dengan dunia Barat (Islam dan sains).?

Satu hal yang acapkali dilupakan orang tua atau wali para santri/peserta didik adalah sanad (jaringan) keilmuan dalam pendidikan (pembelajaran) Islam hingga sebuah pesantren itu masih tetap berdiri dan berlangsung. Tentu saja, hal itu hanya berlaku bagi pesantren yang berusia cukup tua.

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara

Berkaitan dengan itu, penulis punya pengalaman menarik, yang penulis temukan pada saat ikut dalam rombongan kegiatan Anjangsana Islam Nusantara Program Pascasarjana Magister STAINU Jakarta pada 23-28 Januari 2016 di Pulau Jawa.?

Khususnya ketika silaturahim di beberapa pondok pesantren, yaitu di Kanzus Shalawat Pekalongan (Habib Luthfi), At-Taufiqy Wonopringgo Pekalongan (Kiai Taufiq), Kaliwungu Kendal (Kiai Dimyati Rois), Raudlatut Thalibin Rembang (Kiai Mustofa Bisri/Gus Mus), Al-Anwar Rembang (Kiai Maemun Zubair, Mbah Mun), Amanatul Ummah Pacet Mojokerto (Kiai Asep Saifuddin Chalim), Tebuireng (Gus Sholah) dan Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (Kiai Nadjib Abdul Qadir).

Dari pesantren-pesantren di atas, semuanya mempunyai silsilah (sanad) keilmuan yang jelas dengan ulama-ulama di Nusantara, wabil khusus keterkaitannya dengan para pendiri Nahdlatul Ulama. Tulisan tangan atau naskah kuno juga menjadi bukti lain dari sanad keilmuan tersebut.?

IPNU Tegal

Sebagai contoh salah satunya, pesantren Amanatul Ummah milik Kiai Asep Saifuddin Chalim. Sebelum mendirikan pesantren yang sangat modern dari sisi pengelolaan dan materi pendidikannya, Kiai Asep ini adalah salah satu putra Kiai Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka, Jawa Barat, Kiai Chalim pernah nyantri dengan Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dan berguru kepada Kiai Wahab Hasbullah.

Pesantren Amanatul Ummah adalah di antara sedikit pesantren NU yang telah mendesain sejak awal untuk menyongsong peradaban pendidikan global dengan tetap pada tradisi NU, mulai dari Aswaja hingga keindonesiaan-nya. Tradisi tahqiq (filologis) juga dikenalkan sejak dini, hampir setiap hari oleh para pengasuhnya.?

Oleh karena itu, apabila para alumninya yang telah belajar di perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti UGM, UI, UNDIP, UIN, maupun di Eropa, Amerika, Asia, Timur Tengah, dan negara-negara lain, sudah dapat dipastikan mempunyai jalur sanad keilmuana Islam Nusantara. Hal itu tidak perlu diragukan lagi.

IPNU Tegal

Sanad keilmuan melalui pesantren semacam itu sangat penting saat ini di tengah budaya pragmatisme umat yang hanya belajar melalui google tanpa mau belajar langsung dengan para kiai atau guru yang mempunyai sanad keilmuan yang tersambung dengan Nabi Muhammad SAW.?

Di situlah salah satu pentingnya memilih pesantren yang mempunyai sanad keilmuan yang jelas, bukan semata-mata hanya untuk kepentingan kompetisi global, tetapi juga tafaqquh fiddin tetap dijaga.

Mahrus EL-Mawa, Wakil Ketua PP LP Maarif NU, Koordinator Diklat Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, Humor Islam IPNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Pelajar NU Pacitan Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Garut

Pacitan, IPNU Tegal. Bencana alam berupa banjir bandang yang menerjang Garut, Jawa Barat, pekan lalu, telah menggerakkan hati banyak orang untuk membantu meringankan beban para korban. Hingga saat ini bantuan itu masih datang silih berganti berbagai daerah di Indonesia. Seperti halnya Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang turut menggirimkan bantuan untuk korban banjir bandang di Garut.

Bantuan yang dikirimkan berupa peralatan sekolah dan bahan makanan pokok. Bantuan secara langsung diterima oleh perwakilan IPNU IPPNU Garut dan Fatayat NU Garut, Senin (3/10). Selanjutnya bantuan langsung didistribusikan kepada para korban yang membutuhkan, yang difokuskan di SMA 15 Garut dan di Rumah Sakit Dr Slamet Garut.

Pelajar NU Pacitan Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pacitan Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pacitan Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Garut

Ketua IPPNU Garut, Jawa Barat, Lilis Sa’adah menyampaikan terima kasih atas kepedulian masyarakat Pacitan yang turut membantu para korban banjir bandang yang menimpa Garut. dia berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat dan dapat meringankan beban para korban.

“Terima kasih pula kepada IPNU IPPNU Pacitan ? yang tanggap dan peduli terhadap sesama serta sudah mempercayakan penyaluran bantuan ini kepada kami, IPNU IPPNU Garut,” tulisnya melalui pesan Whatsaps yang dikirim kepada IPNU IPPNU di Pacitan.

IPNU Tegal

Ketua IPNU Pacitan, Amrudin, mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari masyarakat Pacitan, yang dikumpulkan oleh IPNU IPPNU Pacitan melalui aksi peduli bencana Pacitan dan Garut. Dari penggalangan donasi tersebut, berhasil terkumpul uang sebesar Rp.10.911.800. Donasi ini dibagi untuk korban bencana di Pacitan dan Garut, Jawa Barat.

“Untuk bantuan korban banjir bandang di Garut kami fokuskan untuk para pelajar yang kehilangan banyak peralatan sekolahnya, seperti buku dan alat tulis lainya, ” jelasnya kepada IPNU Tegal.

IPNU Tegal

IPNU IPPNU Pacitan menyampaikan terima kasih kepada IPNU IPPNU Garut, yang atas kerjasamanya dapat menyalurkan bantuan dari masyarakat Pacitan kepada masyarakat Garut.

Sementara itu, pada pekan lalu, dua desa di Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan, yaitu Klesem dan Sidomulya diterjang bencana tanah longsor akibat hujan deras yang terus menerus menguyur Pacitan. Longsor mengakibatkan beberapa rumah warga rusak dan menutup akses Jalur Lintas Selatan (JLS) di Pacitan.

Atas kejadian itu, IPNU IPPNU telah memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok, yang diserahkan langsung kepada salah satu korban bernama Katemi, warga desa Sidomulyo, Selasa (27/9) lalu.?

IPNU IPPNU Pacitan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pacitan yang telah menyisihkan sebagian rizkinya ? untuk para korban bencana alam di Pacitan dan Garut.” Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan ? dan partisipasi masyarakat Pacitan semuanya,” ucap Amrudin. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal IPNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat

Sumenep, IPNU Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dan jamaah PAC Rijalul Ansor bersama-sama membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW di Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih Sabtu malam (7/2).

Ketua GP Ansor Sumenep M Muhri menegaskan, tradisi membaca shalawat yang dipertahankan warga nahdliyin, merupakan salah satu upaya membentengi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat

Sebab, terang M Muhri, tradisi melantunkan shalawat serta menghayatinya, dapat menghadirkan kesejukan jiwa.

IPNU Tegal

"Apalagi ditopang dengan kesadaran muara dari shalawat itu, yakni Nabi Muhammad SAW. Kesadaran yang ditopang dengan semangat meneladani spirit dakwah Nabi, insyaallah dapat mengukuhkan NKRI dari gerakan perpecahan," tegas alumnus Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur tersebut.

Pihaknya bersyukur tradisi membaca shalawat terus menggema dan digenjot oleh pemuda-pemuda Ansor di Kabupaten Sumenep dan warga nahdliyin secara umum.

IPNU Tegal

"Tapi kalau membaca shalawat tapi masih berkata dan bersikap yang dapat merongrong keutuhan bangsa, berarti ruh shalawat belum sepenuhnya terpatri dalam jiwa," tandasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Tegal, AlaNu IPNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Warga NU Tiga Kecamatan Dilatih Handycraft

Probolinggo, IPNU Tegal

Dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan kerajinan tangan atau handycraft.

Warga NU Tiga Kecamatan Dilatih Handycraft (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Tiga Kecamatan Dilatih Handycraft (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Tiga Kecamatan Dilatih Handycraft

Pelatihan yang dipusatkan di aula Kantor MWCNU Kecamatan Gending, Rabu (3/2), ini diikuti 30 warga NU yang berasal dari Kecamatan Gending, Maron dan Pajarakan. Selama pelatihan mereka dilatih beragam handycraft mulai dari kaligrafi, bingkai foto, tempat tisu, dan lain sebagainya.

Kabid Perindustrian Disperindag Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala mengatakan pelatihan ini diberikan dalam rangka memberikan keterampilan kepada warga NU dengan memanfaatkan barang limbah kayu yang sudah dibuang dan tidak dimanfaatkan lagi. Sehingga nantinya menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang mampu menambah pendapatan masyarakat.

IPNU Tegal

“Selama ini banyak sekali limbah kayu yang terbuang begitu saja, bahkan karena banyak akhirnya dibakar. Padahal jika dibuat produk kerajinan tentunya itu akan menambah nilai jualnya yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” ujarnya.

Sementara Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gending Misnaji mengatakan bahwa pelatihan handycraft ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka memberdayakan warga NU yang selama ini masih belum memiliki kesibukan tetapi mempunyai bakat di bidang keterampilan.

IPNU Tegal

“Setidaknya dengan pelatihan ini warga NU memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai alternatif usaha dengan bahan baku yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar rumah. Apalagi selama ini warga NU sudah terampil dalam membuat sebuah kerajinan yang memiliki nilai jual yang tinggi,” ungkapnya.

Muslimin Syaba, salah satu pengurus NU mengaku jika pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan bakat dan keahlian yang dimiliki warga NU. “Sebenarnya warga NU itu memiliki bakat dan potensi, asalkan dilatih tentunya akan bisa diberdayakan dengan baik,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tokoh, Tegal, Ubudiyah IPNU Tegal

Senin, 20 November 2017

CBP-IPNU Gelar Pra-Rakornas di Grobogan

Grobogan, IPNU Tegal. Dewan Koordinasi Nasional Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul ulama (CBP-IPNU) menggelar Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Grobogan. Kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 27 hingga 29 Desember 2013 akan datang.

Jumat (27/12) pagi, kegiatan pra-rakornas resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat IPNU Khairul Anam HS di Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

CBP-IPNU Gelar Pra-Rakornas di Grobogan (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP-IPNU Gelar Pra-Rakornas di Grobogan (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP-IPNU Gelar Pra-Rakornas di Grobogan

Tema yang diusung dalam pra-rakornas tersebut yakni “Semangat Kepeloporan Pemuda Menjaga Kerukunan Dalam Keberagaman Negara Kesatuan Repblik Indonesia (NKRI)”.

IPNU Tegal

Turut Hadir mengisi sambutan, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Moh Mahfud MD, Komandan Nasional CBP Djunaidi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Sugiyanto. Dalam sambutannya, Mahfud MD bercerita tentang kali pertama CBP-IPNU terbentuk dan didirikan.

“Even seperti ini akan menjadi pemantik bagi organisasi kepemudaan di daerah untuk lebih aktif mempelopori gagasan konstruktif dalam upaya pembangunan daerah pada khususnya dan bagi Tanah Air kita tercinta pada umumnya,” ujar Maimun Rasyid, salah seorang anggota PMII yang turut berpartisipasi dalam acara pra-rakornas tersebut.

IPNU Tegal

Lebih dari 200 peserta hadir memadati  Gedung PCNU Grobogan. Peserta yang hadir bukan hanya dari Grobogan dan Jawa Tengah saja namun juga dari berbagai daerah, di antaranya DKI jakarta, Jawa timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat.

“Ketika kami melihat daftar hadir, tak sedikit peserta dari luar daerah,” papar salah seorang panitia, Qomar. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, Hikmah, AlaNu IPNU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Muhammad Basyuni Imran, Orang ‘Dibalik’ Terbitnya Buku Kenapa Umat Islam Tertinggal

Tangerang Selatan, IPNU Tegal. Pada akhir abad kesembilan belas, dunia Islam digegerkan dengan terbitnya buku karya Amir Syakib Arslan yang berjudul Kenapa Umat Islam Tertinggal? Dan Kenapa Umat Non-Islam Maju? Namun ternyata gagasan tentang buku itu berasal dari salah satu ulama Nusantara asal Sambas Muhammad Basyuni Imran. 

“Ternyata yang mengajukan pertanyaan ini (Mengapa Umat Islam Tertinggal? Dan Mengapa Umat Non-Islam Maju?) adalah orang kalimantan,” kata Direktur Islam Nusantara Center (INC) A Ginanjar Sya’ban di Tangerang Selatan, Sabtu (18/11).

Ginanjar menyebutkan, Basyuni Imran adalah salah seorang mufti Kesultanan Sambas Kalimantan. Ulama Sambas tersebut menulis surat-surat dan mengirimkannya ke Majalah Al-Manar. Salah satu gagasan yang diketengahkan adalah persoalan mengapa umat Islam tertinggal sementara non-muslim maju. 

Muhammad Basyuni Imran, Orang ‘Dibalik’ Terbitnya Buku Kenapa Umat Islam Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammad Basyuni Imran, Orang ‘Dibalik’ Terbitnya Buku Kenapa Umat Islam Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammad Basyuni Imran, Orang ‘Dibalik’ Terbitnya Buku Kenapa Umat Islam Tertinggal

Surat-surat tersebut kemudian direspon oleh Amir Syakib Arslan di dalam bukunya dengan judul yang sama dengan pertanyaan dari Mufti Kesultanan Sambas tersebut. Peran Basyuni Imran dalam penyusunan buku itu bisa dilihat di dalam pendahuluannya. Di situ tertulis nama Muhammad Basyuni Imran.

Muhammad Basyuni Imran juga dikenal sebagai ulama yang produktif dalam menulis. Diantara karyanya adalah Bidayah Al Tauhid fi Ilmi Al Tauhid, Tazkir Sabil Al Najah fi Tarki Al Shalah, Khulashah Al Sirat Al Muhammadiyah, Irsyadul Ghilman ila Adabi Tilawah Al Qur’an, Nurus Siraj fi Qisshah Al Isra’ wa Al Mi’raj, dan lainnya. (Muchlishon Rochmat)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, Bahtsul Masail IPNU Tegal

IPNU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Hamzah Haz: Saya Jadi Wakil Presiden Berkat Kiai Idham

Jakarta, IPNU Tegal

Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz mengatakan, Indonesia kehilangan sosok ulama besar dan politisi panutan seperti KH Idham Chalid. Secara pribadi ia mengaku telah kehilangan seorang guru.

"Beliau telah memberikan contoh prilaku hidup sehari-hari. Terutama dalam hal kepemimpinan, saya ini mengikuti beliau," katanya saat bertakziyah ke rumah duka Komplek Yayasan Darul Maarif, Cipete, Jakarta Selatan, Ahad (11/7) siang.

Hamzah Haz: Saya Jadi Wakil Presiden Berkat Kiai Idham (Sumber Gambar : Nu Online)
Hamzah Haz: Saya Jadi Wakil Presiden Berkat Kiai Idham (Sumber Gambar : Nu Online)

Hamzah Haz: Saya Jadi Wakil Presiden Berkat Kiai Idham

Di lingkungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menurut Hamzah Haz yang juga mantan Ketua Umum PPP ini, Kiai Idham telah berhasil mempersatukan berbagai elemen politik Islam yang ada.

IPNU Tegal

"Pada masa beliau tidak ada kelompok-kelompok. Beliau bukan tipe pemiompin yang kontroversial. Dan satu hal yang khas dari beliau, adalah ketaatannya kepada ulama yang besar sekali," katanya.

IPNU Tegal

Bagi PPP Kiai Idham dinilai telah berjasa membesarkan partai dan menelorkan banyak tokoh nasional. "Saya sendiri bisa menjadi wakil presiden ini karena Kiai Idham Chalid," katanya.

Menurut Hamzah Haz, bukan saja umat Islam yang merasa kehilangan atas meniggalnya KH Idham Chalid, tetapi juga seluruh elemen bangsa. "Ketokohan beliau diakui oleh semua kalangan," pungkasnya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Tegal IPNU Tegal

Minggu, 05 November 2017

Kenapa 1 Miliar Shalawat itu Penting?

Jakarta,IPNU Tegal. Sekitar 10 juta orang warga NU dari Aceh sampai Papua akan digerakkan PBNU untuk membacakan Shalawat Nariyah secara serentak untuk memperingati Hari Santri Nasional pada 21 Oktober mendatang. PBNU akan mengintruksikan hal itu sampai ke tingkat Ranting (desa).

Kenapa 1 Miliar Shalawat itu Penting? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa 1 Miliar Shalawat itu Penting? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa 1 Miliar Shalawat itu Penting?

Ketua PBNU KH Abdul Manan A. Ghani, mengatakan shalawat itu adalah perintaah Allah SWT. Ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Ahzab: 56, "Innallaha wa malaikatahu yusholluna alan nabi. Ya ayyuhalladziina amanu shollu alaihi wa salamu taslima."

Ayat itu artinya, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (memuji dan berdoa) ke atas Nabi (Muhammad SAW). Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan kepadanya"

IPNU Tegal

“Jadi, bershalawat itu adalah melaksanakan perintah Allah. Dalam shalat itu tidak sah kalau tidak ada shalawatnya,” katanya kepada IPNU Tegal di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (8/9). ?

IPNU Tegal

Salain itu, tambahnya, bershalawat menambah kecintaan kepad Nabi Muhammad SAW. Sementara efek positifnya orang yang bershalawat sekali, Allah memberikan rahmat 10 kali. “Rahmat itu adalah kasih sayang berupa kesehatan atau kemakmuran, dilapangkan dari segala kesulitan,” tambahnya.

Dengan agenda 1 miliar tersebut, sambungnya, juga akan menjadi perekat sosial anak bangsa. Jangan sampai kebiasaan berkumpul orang Indonesia hilang. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal IPNU Tegal

Rabu, 01 November 2017

Masjid Cangkring, Pelepas Lelah para Musafir

Orang sekitar Desa Cangkring Ngrandu Perak Jombang Jawa Timur, tentu tidak asing dengan masjid besar dan megah yang berdiri kokoh di tengah sawah ini. Bagi sebagian sales sejumlah produk dan mereka yang melangsungkan perjalanan melelahkan seharian menuju rumah, beristirahat di masjid ini seakan menambah stamina baru.

Sederet motor dan mobil terparkir rapi. Mereka beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina setelah seharian berkeliling. Secara bergiliran, mereka melaksanakan shalat Ashar atau Dhuhur dan dilanjutkan dengan bercengkrama sejenak.

Masjid ini menjadi semacam rest area usai menaklukkan perjalanan yang melelahkan. Lokasinya yang berada di pinggiran jalur utama yang menghubungkan Ngrandu dengan desa sebelah, membuatnya menjadi jujugan. Pemandangan sekitar berupa persawahan dan pepohonan rindang kian memanjakan mereka yang berkenan berhenti sejenak.

Fasilitas masjid yang bisa dinikmati secara gratis kian memanjakan sejumlah orang untuk singgah. Toilet dengan ketersediaan air yang melimpah, demikian juga bangunan masjid yang luas serta bersih juga menjadi alasan mereka mampir.

Masjid Cangkring, Pelepas Lelah para Musafir (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Cangkring, Pelepas Lelah para Musafir (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Cangkring, Pelepas Lelah para Musafir

Dan bila waktu menjelang Ashar, para “musafir” disuguhkan dengan pemandangan anak-anak yang tengah sibuk mengaji. Tidak hanya itu, para ibu yang mengantar turut dalam kegiatan mengaji. Para ibu muda dan mereka yang telah berumur, tidak merasa risih apalagi malu untuk belajar membaca al-Qur’an, “bersaing” dengan anak-anak mereka yang masih belia.

Setidaknya, inilah nuansa berbeda dari masjid tengah sawah di wilayah Cangkring Ngrandu ini. Sang pengasuh, Syaifullah Hidayat. LC, MHi dengan tiada henti menyapa dan memperhatikan perkembangan para “santri”nya dengan penuh kebanggan.

IPNU Tegal

Adalah bapak H Nur Hasan, tokoh masyarakat di desa ini yang merasa prihatin dengan perkembangan masyarakat yang jauh dari nilai agama. “Orang boleh banga dan mengklaim Jombang sebagai kota Santri,” tandas Gus Syaiful, sapaan kesehariannya. “Tapi untuk daerah ini, justru nuansa abangan yang lebih mengemuka,” lanjut pria kelahiran Jember tahun 1976.

Singkat cerita, H Nur Hasan yang juga penghulu di era tahun 1990-n memasrahkan tanahnya seluas satu hektar untuk dijariyahkan kepada KH Djamaluddin Ahmad yang lebih akrab disapa dengan Kiai Jamal. Sebelum dipasrahkan, itikad baik ini dikonsultasikan kepada guru Kiai Jamal yakni KH Jalil di Tulungagung. Atas saran sang guru, hendaknya di wilayah tersebut dibangun masjid yang lebih besar dari Masjid Muhibbin yang dimiliki Pesantren Tambakberas.

“Memboyong” Tambakberas

Mendapatkan tanah seluas itu tentu membanggakan. Namun tantangan selanjutnya adalah merealisasikan lahan sesuai harapan H Nur Hasan. Dan Kiai Jamal akhirnya membiayai seluruh biaya pembangunan masjid sehinga tahun 2005 bisa berdiri megah seperti sekarang. Berdirinya baitullah seakan membawa pesan bahwa akan ada perhatian dan sejumlah kegiatan bagi warga sekitar khususnya dalam masalah keagamaan yang selama ini jarang mereka terima.

IPNU Tegal

“Pertimbangan lain, masjid ini menjadi solusi dari sejumlah masjid setempat yang tidak mampu lagi menampung jamaah,” tandas suami dari Ny Zuhrotul Makiyah binti Kiai Jamal ini. Dan kepercayaan tersebut dilanjutkan dengan didirikannya Madrasah Ibtidaiyah Al-Anwar setahun berikutnya. Untuk pembangunan dan pembiayaan operasional madrasah kembali menjadi tangungjawab penuh Kiai Jamal. Bangunan madrasah terletak di selatan kediaman alumnus Fakultas Syariah Al-Ahgaff University Yaman ini yang juga arah selatan masjid.

“Kini madrasah mendapatkan kepercayaan masyarakat dan telah berdiri juga Madrasah Tsanawiyah,” tandas alumnus Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Ya, sejumlah kepercayaan dibayar dengan langkah nyata. Bahkan telah mulai dipikirkan mendirikan asrama dan pesantren bagi para siswa dan warga sekitar yang hendak memperdalam pemahaman dan praktik keagamaan. “Mohon doanya,” pinta alumnus pasca sarjana Universitas Islam Malang ini.

Yang membedakan madrasah ini dengan sejumlah sekolah dan madrasah di daerah sekitar adalah berusaha mempertahankan ciri khas Pesantren Tambakberas.  “Yang kental adalah adanya penulisan arab pego,” tandas putra pasangan H Mohammad Subtoni-Hj Munjidah ini. Dengan demikian, para siswa akan mengenal huruf hijaiyah secara baik serta mampu menuliskan dengan benar.  Produk Tambakberas lain yang di”boyong” adalah hafalan kosa kata bahasa Arab, pelajaran tajwid dan sejenisnya. “Dengan demikian ciri Tambakberas juga ada di madrasah kami,” kata ayah tiga anak ini.

Dengan sejumlah kelebihan yang dimiliki, diharapkan akan lahir para siswa dan santri yang memiliki pemahaman keagamaan kuat dengan diramu kemampuan dalam menerima ilmu baru demi khidmat kepada masyarakat. 

Ya. Tantangan jaman semakin berat. Jalan terbaik adalah membekali generasi muda dan masyarakat dengan pemahaman keagamaan sebagaimana diwarisi salafus shalih. Tidak ada salahnya belajar ke kampung Cangkring. (Saifullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, IMNU, Hadits IPNU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu

Konflik tanah di Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah berlangsung sejak penggabungan desa 1920. Pada 1932 pemerintah Kolonial Belanda mengadakan klangsiran tanah yang membagi tanah berdasarkan nilai ekonomisnya, dengan tujuan akhir menetapkan pajak yang harus dibayar oleh masyarakat.

Penjajah Belanda mengklaim tanah pada jarak ± 150—200 m dari garis pantai sebagai milik Belanda. Masyarakat menyebutnya sebagai “Tanah Kompeni”, dan melawan Belanda untuk merebut kembali tanah-tanah ini. Pada 1937, Tentara Kolonial Belanda memakai pesisir Urutsewu sebagai arena latihan militer, dan dilanjutkan oleh Jepang pada 1942-5.

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu

Maret-April 1998 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) melakukan pemetaan sepihak dan melabeli area lapangan tembak dengan “Tanah TNI-AD”, dan meminta tandatangan dari kepala desa di kawasan Urutsewu. Belakangan tanda tangan ini dipakai oleh TNI-AD sebagai klaim pengalihan status kepemilikan tanah, sesuatu yang tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Pada 2006, TNI kembali melakukan klaim lewat mekanisme tanah berasengaja yang dipakai untuk lapangan tembak. Dalam persepsi warga berasengaja adalah tanah yang sengaja di-bera-kan (tidak ditanami) dan digunakan sebagai penggembalaan ternak.

TNI AD meluaskan klaimnya menjadi 1000 m dari garis pantai pada 2007 dan meminta ganti rugi dalam proses pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa. Klaim TNI AD ini memicu perlawanan keras dari masyarakat dalam bentuk pencabutan patok radius 1000 m dari garis pantai. TNI AD mengancam warga terkait perlawanan ini. Belakangan, klaim “jarak 1000 m” TNI AD diakomodir dalam Draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kebumen.

IPNU Tegal

Pada 2008 Kodam IV Diponegoro mengeluarkan surat Persetujuan Pemanfaatan Tanah TNI AD di Kecamatan Mirit untuk Penambangan Pasir Besi kepada PT Mitra Niagatama Cemerlang (MNC). Artinya, TNI AD meneruskan klaimnya terhadap tanah di pesisir Urutsewu, sekaligus terlibat dalam bisnis pertambangan pasir besi. Hal terakhir ini diperkuat dengan terlibatnya salah seorang pensiunan TNI-AD sebagai komisaris PT MNC. Per Januari 2011, pemerintah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT MNC selama 10 tahun, tanpa sosialisasi. Dalam surat ini dinyatakan bahwa luasan lahan yang akan ditambang adalah 591,07 ha dengan 317,48 ha diantaranya adalah tanah milik TNI AD.

IPNU Tegal

Hal ini memicu reaksi keras dari warga yang disusul dengan penyerangan warga oleh TNI AD dan berujung pada 6 orang petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka, 6 orang diantara luka akibat tembakan peluru karet dan di dalam tubuh seorang petani lainnya bersarang peluru karet dan timah, 12 sepeda motor milik warga dirusak dan? beberapa barang, seperti handphone, kamera dan data digital dirampas oleh tentara. Tetapi pada Mei 2011, melalui surat Kodam IV Diponegoro, TNI AD mencabut persetujuan penambangan pasir besi yang telah diberikan kepada PT MNC.

Pada 2012, warga menolak pengesahan perda RTRW yang menjadikan Urutsewu sebagai kawasan pertambangan pasir besi dan area latihan dan uji coba senjata berat. Alternatif tuntutan warga adalah “jadikan Urutsewu hanya sebagai kawasan pertanian dan pariwisata”. Masih dalam fase yang sama, warga mengusir PT MNC dari Kecamatan Mirit, meskipun izin pertambangan belum dicabut sampai sekarang (Januari 2014).

Pada Desember 2013, TNI AD melakukan pemagaran dan sudah merambah 2 desa di Kecamatan Mirit, yaitu Desa Tlogodepok dan Mirit Petikusan. Meskipun sudah mendapatkan penolakan yang sangat keras dari masyarakat, tetapi TNI AD tetap melanjutkannya.

Karena itu, kami dari Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) dengan ini menuntut kepada Panglima TNI untuk :

1. Memerintahkan penghentian pemagaran di sepanjang pesisir Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jateng oleh TNI AD.

2. Memerintahkan untuk membersihkan semua material, baik yang sudah terpasang maupun belum terpasang dari lokasi pemagaran.

Mengingat mayoritas petani adalah Nahdliyin, kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, kami memohon perlindungan terhadap warga di Urutsewu sehubungan dengan konflik tanah yang berkepanjangan di daerah ini.

Dalam konteks yang lebih luas, mengingat tata kelola sumber daya alam (SDA) yang sebagain besar dikuasai oleh perusahaan asing dan maraknya konflik berbasis SDA di Indonesia dewasa ini, maka FNKSDA:

1. Menuntut Pemerintahan Republik Indonesia supaya menentukan sikap dan tindakan nyata dan sepadan terhadap usaha-usaha yang membahayakan KEDAULATAN NKRI MERDEKA dan AGAMA.

2. Menuntut Nahdlatul Ulama agar memerintahkan perjuangan “fi sabilillah” guna merebut penguasaan sumber daya alam demi tegaknya KEDAULATAN NKRI MERDEKA dan Agama Islam.

3. Menyerukan kepada semua warga Nahdliyin dan ummat Islam untuk mempertahankan tanah air dari rongrongan kapitalisme ekstraktif dengan merebut dan menasionalisasi penguasaan Sumber Daya Alam.

________

Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) adalah wadah koordinasi antara Jamaah NU yang memiliki kehirauan mengenai permasalahan konflik pengelolaan sumberdaya alam (SDA), seperti udara, air, tanah, dan segala yang terkandung di dalamnya, terutama yang terjadi di basis NU.

Kelahiran Front ini diawali oleh diskusi tematik bertajuk “NU dan Konflik Tata Kelola SDA” yang diadakan di Pendopo LKiS, Yogyakarta pada tanggal 4 Juli 2013 dengan pembahasan kasus di berbagai daerah di Indonesia. Diskusan sepakat untuk membentuk aliansi dengan tujuan menyiapkan media jaringan untuk kelancaran sirkulasi informasi dan kemudahan pengorganisasian serta mengarusutamakan tata kelola SDA di kalangan NU. (Red: Abdullah Alawi)

Keterangan foto: Warga NU diskusi Fiqih dan Kedaulatan Sumber Daya Alam di PCNU Kebumen, Ahad (26/1).

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, Tegal, Makam IPNU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf

Thawaf merupakan salah satu rukun haji yang tidak bisa ditinggal atau diwakilkan kepada siapapun. Pada tahun 2016, jamaah haji mencapai 1,8 juta orang lebih dengan masing-masing hujjaj mempunyai rukun haji yang sama yaitu menjalankan thawaf, belum lagi mereka yang menjalankan thawaf sunah, berapa banyak kelipatannya.

Merupakan hal yang cukup sulit bagi siapa saja untuk bisa mencari waktu senggang, mencari waktu di mana Masjidil Haram sepi dari lautan manusia di musim haji sehingga mereka bisa menjalankan thawaf secara leluasa tanpa bersentuhan lawan jenis, cukup susah.

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf

Jamaah haji asal Indonesia didominasi pengikut madzhab Syafii yang berarti mereka mengikuti pendapat bahwa bersentuhan antara laki-laki dan perempuan tanpa penghalang adalah salah satu hal yang bisa membatalkan wudhu sebagaimana pendapat yang masyhur dalam kalangan Syafiiyah.

IPNU Tegal

Ada pendapat lintas madzhab yang menyatakan bahwa bersentuhan lain jenis tidak membatalkan wudhu selama tidak syahwat namun dengan syarat harus pindah ke madzhab lain (intiqalul madzhab). Konskuensinya jika seseorang ingin pindah ke luar madzhab syafii maka harus pindah satu paket (satu qadliyah). Artinya mengikuti madzhab lain itu mulai dari syarat rukun hingga batalnya wudhu, tidak boleh setengah-setengah. Bagi masyarakat umum, hal ini cukup rumit.

IPNU Tegal

Sayid Abdurrahman Baalawi mengeluarkan sebuah kutipan tentang intiqalul madzhab yang bersumber dari Al-Kurdi dalam Al-Fawaidul Madaniyyah yang mengemukakan bahwa lebih baik mengikuti pendapat lemah dalam satu madzhab dari pada taklid (mengekor) kepada madzhab lain karena kesukaran dalam memenuhi segala syarat-syaratnya.

... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “..... iya memang, dalam Al-Fawaidul Madaniyah karya Al-Kurdi, bahwa taklid pada satu pendapat atau wajah yang dhaif dalam satu madzhab dengan (memenuhi) syaratnya itu lebih utama dari pada taklid kepada madzhab lain karena susah terpenuhi berbagai macam syaratnya, (Lihat Sayyid Abdurrahman Ba‘alawi, Bughyatul Mustarsyidin, Darul Fikr, halaman 16).

Dalam masalah thawaf, yang susah untuk dihindari adalah sentuhan antara laki-laki dengan perempuan lain mahram. Imam Nawawi mengatakan, sentuhan lain jenis dalam thawaf tersebut merupakan cobaan yang umum.

Ia menceritakan ada sebagian pandangan dalam madzhab Syafii yang menegaskan di antara orang yang berlainan jenis jika bersentuhan itu mempunyai hukum dua sisi.

Sisi yang pertama adalah bagi yang menyentuh (al-lamis). Ulama Syafiiyyah sepakat bahwa orang yang menyengaja menyentuh hukumnya batal.

Adapun sisi kedua adalah yang orang disentuh (al-malmus). Bagi orang yang disentuh (tidak sengaja menyentuh) terdapat dua pendapat. Menurut pendapat yang paling shahih adalah batal, sedangkan menurut pendapat sebagian ulama tidak batal.

Pendapat kedua inilah yang kemudian melahirkan sebuah kelonggaran bagi penganut madzhab Syafii dalam berthawaf. Redaksi yang dikemukakan Imam Nawawi sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Termasuk cobaan yang merata dalam thawaf adalah sentuhan dengan wanita karena berdesak-desakan. Sebaiknya bagi lelaki untuk tidak berdesak-desakan dengan para wanita tersebut. Begitu pula bagi para wanita jangan berdesakan dengan para lelaki karena kekhawatiran akan terjadi batalnya wudhu. Sesungguhnya bersentuhan salah satu dari keduanya terhadap kulit yang lain bisa menyebabkan batalnya kesucian orang yang menyentuh. Sedangkan bagi orang yang disentuh, terdapat dua pendapat dalam madzhab Syafii rahimahullah. Menurut pendapat yang paling sahih adalah batal wudhunya orang yang disentuh. Itu merupakan redaksi tekstual yang terdapat dalam mayoritas kitab-kitab Syafii. Adapun pendapat kedua mengatakan tidak batal. Pendapat ini dipilih oleh sebagian kecil golongan pengikut Syafii. Sedangkan pendapat yang terpilih adalah yang pertama,” (Lihat Imam Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Hajj wal Umrah, Al-Maktabah Al-Imdadiyah, halaman 220-221).

Setidaknya, dari pendapat yang semula dianggap lemah karena memang bertentangan dengan pendapat yang kuat dan masyhur di kalangan Syafiiyah, oleh Imam Nawawi kemudian memberi arahan bagi orang yang thawaf untuk menggunakan pendapat minoritas sebab keadaan yang memang sangat sulit dihindari.

Antara Sayyid Abdurrahman dan Imam Nawawi dalam masalah thawaf ini dapat ditarik sebuah benang merah kesimpulan, karena sulitnya memenuhi kriteria pindah madzhab dan karena kondisi Masjidil Haram yang tidak bisa dihindari dalam masalah persentuhan lawan jenis, maka pengikut madzhab Syafii tidak perlu pindah madzhab. Itu yang pertama.

Yang kedua, dalam hal batalnya wudhu, mereka tetap dapat mengikuti madzhab syafii asalkan tidak menyengaja menyentuh lawan jenis. Selama tidak menyengaja, tidak membatalkan wudhu.

Ketiga, pendapat bahwa bersentuhan lain jenis itu tidak batal memang tidak disarankan untuk digunakan dalam kondisi normal, hanya karena cobaan yang merata bagi orang yang thawaf, pendapat ini cukup menjadi solusi dan boleh digunakan sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi. (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, Daerah IPNU Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab

Jakarta, IPNU Tegal. Dalam penentuan tanggal baru, negara-negara Islam ternyata lebih banyak menggunakan metode ru’yah atau melihat dengan mata telanjang daripada hisab atau cukup dengan perhitungan matematis dalam penentuan awal bulan. Perbedaan penggunaan metode ini menyebabkan seringnya terjadi perbedaan awal puasa atau hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

“Saudi Arabia, Syiria, Libya dan dunia Islam lainnya memakai ru’yah dalam penentuan bulan baru,” ungkap Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam pembukaan pelatihan Hisab dan Ru’yah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah NU (LFNU) di Gd. PBNU, Jum’at.

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab

Namun diingatkan oleh pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut bahwa metode ru’yah hanya efektif digunakan di daerah khatulistiwa dimana kemunculan bulan sabit dapat selalu diamati.

“Makanya, kalau ada uang saya ingin mengajak para pengurus Falakiyah pergi ke daerah sub tropis. Disini selisih satu derajat saja, orang wani gegeran, padahal disana matahari saja belum tentu muncul setiap hari,” tambahnya.

Dijelaskannya bahwa pengetahuan dan wawasan seperti ini diperlukan meskipun belum tentu digunakan di Indonesia karena situasinya memang berbeda. Diceritakannya bahwa metode penentuan waktu sholat yang ada dalam fikih tak bisa digunakan di negara seperti Eropa.

IPNU Tegal

‘Disini tanda-tanda maghrib kalau sudah muncul mego abang, padahal disana meganya saja tidak ada,” ujarnya. Karena itu, penentuan waktu sholat mengikuti daerah yang paling dekat dengan kondisi normal.

Dalam salah satu kunjungannya ke New York, ia juga pernah menemukan satu masjid menghadap ke barat sedangkan satunya lagi menghadap ke timur. “Mereka berargumentasi bahwa jaraknya ke Makkah sama baik dari Barat maupun Timur,” paparnya.

Ketua Lajnah Falakiyah KH Ghozalie Masroeri mengungkapkan bahwa pelatihan hisab dan ru’yah tingkat pemula ini merupakan upaya untuk transfer pengetahuan untuk para kader muda NU yang diharapkan bisa menggantikan para seniornya saat ini.

Sejumlah sesepuh lajnah falakiyah seperti KH Muntari Abdullah yang sudah berumur 86 menyempatkan hadir, demikian pula KH Hasan Basri dari Gresik. Pelatihan ini akan diselenggarakan di Ponpes Al Itqon Cengkareng. Selain belajar teori, para peserta akan diajak praktek langsung agar bisa menentukan tanggal dan menentukan arah kiblat. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal AlaSantri, IMNU, Tegal IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock