Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Jakarta, IPNU Tegal

Proyek perluasan kilang Balikpapan (Refinery Unit V) yang dikelola PT. Pertamina, diperkirakan membutuhkan 20.000 tenaga terampil. Pemenuhan tenaga terampil tersebut sebagian akan diprioritaskan dari pekerja lokal, yakni dari daerah Kalimantan Timur.

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)
Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Terkait dengan rencana pemenuhan tenaga kerja, beberapa petinggi PT Pertamina melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Senin (20/11) kemarin.

"Kami sowan (silaturahim) ke Pak Menteri untuk menawarkan kerjasama pelatihan untuk  tenaga kerja lokal. Kebutuhan tenaga kerja terlatih sampai 20.000 orang, tapi sebagian akan dilatih dari tenaga kerja lokal sekitar 5000-7000 orang," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Ardhy N. Mokobombang.

Turut serta dalam rombongan audiensi adalah Vice President Refining Project Pertamina Ignatius Tallulembang, serta beberapa pejabat lainnya.

IPNU Tegal

Dijelaskannya, proyek perluasan kilang Balikpapan merupakan bagian dari program strategis meningkatkan kemandirian dan ketahanan energy nasional, baik peningkatan produksi BBM atau non BBM.

Kualitas produksi yang semula Euro 2 menjadi Euro 5. Proyek berdurasi 43 bulan ini akan menyerap tenaga kerja sedikitnya  20.000 orang. Saat kilang dioperasikan akan menyerap sekitar 2.500 orang pekerja.  

Rencananya, ground breaking mega proyek dengan investasi US$ 5 miliar ini akan  dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember atau Januari nanti.

IPNU Tegal

Terkait dengan rencana kerjasama menyiapkan pelatihan tenaga kerja terampil, saat ini pihak sedang menyusun silabi pelatihan yang akan diterapkan pada lima Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Timur. Atau di BLK lainnya sesuai kebutuhan pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker M Hanif Dhakiri menyatakan sangat mendukung adanya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

“Selain mendukung kemandirian energi dan dunia industri, proyek ini akan menyerap ribuan pekerja lokal.  Pemerintah dan Pertamina akan menyiapkan pelatihan bagi tenaga kerjanya,” kata Menaker.   

Menaker berjanji, untuk keperluan pemenuhan tenaga kerja lokal tersebut, pihaknya akan segera membuat tim khusus (pertamina dan Kemnaker) untuk menyusun silabus, instruktur, dan peralatan yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.  (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, News, Meme Islam IPNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Surabaya, IPNU Tegal - Konsep Islam Nusantara terus diperbicangkan oleh akademisi, mahasiswa dan publik. Sebagai gagasan, Islam Nusantara harus dikokohkan dengan konstruksi epistemik dan metodologi agar dapat diterima publik muslim internasional.

Hal ini terekam dalam diskusi yang dihadiri oleh Prof. Dr. Masdar Hilmy dari UIN Sunan Ampel Surabaya, peneliti Islam Nusantara Munawir Aziz, dan Pradana Boy ZTF dari UMM Malang.

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Agenda ini diselenggarakan di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (7/9) atas prakarsa Perpustakaan UIN Surabaya, Mitra Firdaus, dan Penerbit Mizan. Dalam diskusi ini, mereka membahas buku Islam Nusantara: dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan (Mizan, 2015) dan Islam Berkemajuan (Mizan).

IPNU Tegal

Dalam diskusi ini, Munawir Aziz menjelaskan tentang sisi-sisi penting dari gagasan Islam Nusantara. "Islam Nusantara itu menjadi produk pengetahuan yang berakar pada tradisi masyarakat di negeri ini. Nusantara tidak sekadar konsep geografis, namun juga strategis dan ideologis," jelas Munawir.

Menurutnya, Islam Nusantara menjadi tawaran alternatif gagasan bagi publik muslim internasional di tengah konflik Timur Tengah dan kekacauan Turki.

IPNU Tegal

Sementara Prof Dr Masdar Hilmy menjelaskan bahwa Islam Nusantara perlu diteruskan dengan menjelaskan teori dan epistemologinya. "Harus ada kiai-kiai dan akademisi NU yang fokus untuk membangun gagasan Islam Nusantara. Dengan demikian, Islam Nusantara menjadi konsep yang jelas dan dapat diterima publik internasional," terangnya.

Prof Masdar Hilmy adalah santri Kiai Mashum Lasem dan merupakan Asisten Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel.

Dalam diskusi ini, mereka membahas sinergi Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan yang dapat menjadi gagasan strategis bagi masyarakat muslim negeri ini. Islam Nusantara yang berkemajuan, inilah yang menjadi penerus gagasan untuk Islam yang damai, moderat, ramah dan toleran. (Firdaus/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Kajian, Sholawat IPNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

LPBI NU Blitar Dirikan 8 Posko Pengungsi

Blitar, IPNU Tegal. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) Kabupaten Blitar mendirikan posko di 8 (delapan) desa untuk masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Kelud (14/2). Posko-posko didirikan di salah satu kecamatan terdampak paling parah erupsi Gunung Kelud, yaitu Kecamatan Gondosari.

Para relawan LPBI NU bersama PCNU, MWCNU dan banom NU di Kabupaten Blitar telah melakukan kegiatan kemanusiaan, di antaranya turut serta mengevakuasi masyarakat dari zona bahaya erupsi Kelud, dan mendirikan posko sejak tanggal 13 Februari 2014.

LPBI NU Blitar Dirikan 8 Posko Pengungsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Blitar Dirikan 8 Posko Pengungsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Blitar Dirikan 8 Posko Pengungsi

Sampai hari ini, terdapat 28.003 KK (Kepala Keluarga) yang terdiri dari 96.843 jiwa di Kabupaten Blitar yang terdampak erupsi Gunung Kelud.

IPNU Tegal

Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH. Masdain, mengatakan bahwa pusat evakuasi ditempatkan di masjid dan mushola. Hal ini dilakukan agar fungsi sosial masjid dan mushola dapat semakin dirasakan oleh masyarakat selain juga karena secara fisik, memiliki struktur bangunan yang luas, kokoh dan memiliki ketersediaan air yang cukup memadai.

IPNU Tegal

Lebih lanjut, KH Masdain mengatakan bahwa masyarakat terdampak erupsi Gunung Kelud saat ini sangat membutuhkan masker, tikar, peralatan shalat (mukena/sarung), megaphone, dan sembako.

Di Kabupaten Blitar, erupsi Gunung Kelud berdampak pada 4 (empat) kecamatan yang tersebar di 13 (tiga belas) desa di Kabupaten Blitar. Kecamatan paling parah terdampak erupsi Gunung Kelud, yaitu Kecamatan Gondosari dan Kecamatan Legok.

Sementara desa terdampak erupsi Gunung Kelud di anataranya Kampung Aceh, Semen, Krisik, Nambaan, Sukosewu, Sumber Agung, Kampung Anyar, Bantaran, Puncuh, dan Karangkrejo. (Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian IPNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU

Pati, IPNU Tegal. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh tidak akan memberikan surat rekomendasi atau dukungan kepada salah satu kader NU yang maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub). Para pengurus dan warga NU disilakan menggunakan hak politiknya secara bebas dan tidak membawa atribut organisasi.



Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU

“NU jangan sampai terlibat dalam politik praktis, kalau sudah terlibat, ya berarti sudah tidak benar”, kata pemimpin tertinggi NU itu dalam forum silaturrahmi yang digelar di kediamannya di Kajen Margoyoso Pati Jawa Tengah, Sabtu (23/2). Agenda bertajuk “Forum Silaturrahmi PCNU dan KH Sahal Mahfudh”.

Kontributor IPNU Tegal Moena Aziz melaporkan, kegiatan itu dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU Jawa Tengah dan PCNU se-Jawa Tengah. Di antaranya, KH Muhammad Adnan, KH Masruri Mughni, Dr Abu Hafsin, KH Muadz Thohir dan beberapa kiai lainnya.

IPNU Tegal

Sebagian besar peserta menyampaikan “uneg-uneg” mereka tentang dinamika NU dalam ranah politik lokal. Di berbagai daerah, NU sering didekati elite politik agar dapat terjalin kerjasama. Ketua PCNU Pati, KH Muadz Thohir dalam kesempatan itu menyampaikan keluhan tentang politisasi NU di berbagai daerah, hingga adanya parpol yang menggunakan simbol NU untuk menarik massa.

Hal tersebut ditanggapi oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh, pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, dengan sangat antusias. Kiai Sahal Mahfudh menegaskan bahwa posisi NU sebagai jam’iyyah (organisasi) perlu dilepaskan dari konteks pribadi-pribadi, hubungannya dengan persoalan politik praktis.

IPNU Tegal

Dikatakannya, dalam ranah organisasi, NU tidak diperkenankan bergelut dalam kubangan politik, karena bertentangan dengan khittah NU, yang ditegaskan dalam muktamar Situbondo 1984.

Kiai Sahal mengingatkan, agenda pemberdayaan kaum nahdliyyin sering mengalami disorientasi dan tak jelas makna serta arahnya ketika pengurus NU sibuk dengan dunia politik. Garis perjuangan organisasi akan semakin kabur. “Politik akan lebih membawa madlarat daripada maslahat,” katanya.

Pada forum itu sempat terjadi perdebatan hangat tentang relasi NU dengan partai politik. Perbincangan dalam forum silaturrahmi itu berkisar tanggapan tentang banyaknya kader NU yang terjun di arena pertarungan Pilgub dan Pilkada.

Kiai Sahal menegaskan, sebagai Rais Aam PBNU dirinya tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu kader NU yang maju dalam Pilgub. Dikatakannya, forum silaturrahmi yang saat itu diadakan adalah murni agenda ulama.

“Sebagai shohibul bait, saya mengundang ulama dan pengurus NU, atas nama pribadi, bukan dengan legitimasi sebagai Rais Am PBNU. Untuk itu, forum ini tidak ada tendesi politis apapun. Tujuan saya, forum ini untuk menyegarkan kembali hubungan silaturrahmi antar ulama,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Wakil Ketua PWNU Jateng, Dr Abu Hafsin yang bertindak sebagai moderator mengatakan bahwa forum silaturrahmi bukan bermaksud sebagai agenda penggiringan suara kepada kader NU. “Ini murni forum silaturrahmi, bukan agenda penyatuan suara politik,” katanya.

Mengenai pencalonan KH Muhammad Adnan dalam Pilgub Jateng, Dr. Abu Hafsin menjamin ketua PWNU Jateng itu akan mematuhi peraturan organisasi. “Pak Adnan mematuhi garis perjuangan dan peraturan organisasi. Kalau nanti sudah mendaftar ke KPUD Jateng, beliau akan mengajukan surat non-aktif sebagai Ketua PWNU,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Kajian, Pendidikan IPNU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Napak Tilas Perjuangan Kiai As’ad Diikuti 10.000 Orang

Jember,IPNU Tegal



Napak Tilas untuk mengenang sejarah perjuangan Kiai As’ad Syamsul Arifin dalam mengusir penjajah di Dusun Curah Damar, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember, Jawa Timur, dimulai Selasa (14/11). Lebih dari 10.000 orang ambil bagian dalam napak tilas kali ini. Dengan mengambil start di halaman Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Jember, mereka berjalan kaki menuju arah selatan melewati jalan yang pernah dilalui Kiai As’ad saat berjuang mengusir penjajah.

Napak Tilas Perjuangan Kiai As’ad Diikuti 10.000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Napak Tilas Perjuangan Kiai As’ad Diikuti 10.000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Napak Tilas Perjuangan Kiai As’ad Diikuti 10.000 Orang

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf? yang didapuk melepas napak tilas. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa Kiai As’ad merupakan sosok ulama sekaligus pejuang yang selama hidupnya telah mendarmabaktikan tenaga dan pikirannya untuk bangsa dan negara tercinta, Indonesia.

Namun yang terpenting dari momentum napak tilas tersebut, katanya, adalah harapan munculnya semangat yang tinggi dari masyarakat untuk meneladani kegigihan Kiai As’ad dalam berjuang untuk membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajah. “Semangat itulah yang harus kita teladani saat ini. Semangat? untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ucapnya.

IPNU Tegal

Dalam pelepasan tersebut, hadir antara lain Wakil Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief, Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad, pejabat Kemensos RI dan sejumlah ulama.

IPNU Tegal

Sejurus kemudian, Gus Ipul –sapaan akrabnya— melepas peserta napak tilas tersebut. Dengan memekik Allahu Akbar, mereka pun memulai perjalanan sejauh 45 kilometer dengan durasi waktu 2 hari tersebut. Napak tilas itu dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo, Kiai Azaim Ibrahimy yang tak lain adalah cucu Kiai As’ad. Dengan menggunakan tongkat, Kiai Azaim pun melangkahkan kakinya didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan alumni pesantren yang diasuhnya serta peserta napak tilas di belakangnya.

Mereka akan singgah di beberapa titik yang sudah disiapkan hingga keesokan harinya sampai di Dusun Curah Damar. Yang menarik, di salah satu titik itu peserta napak tilas juga disambut umat nonmuslim. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Ratusan Santri Yafata Ikuti Silat Pagar Nusa

Subang, IPNU Tegal. Bakda Ashar, tiap Jumat di Pesantren Yafata Desa Marengmang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat lebih dari seratus santri mengikuti latihan silat yang diselenggarakan atas kerjasama Pesantren Yafata dengan Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Subang.

Ratusan Santri Yafata Ikuti Silat Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Yafata Ikuti Silat Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Yafata Ikuti Silat Pagar Nusa

Dari Pantauan IPNU Tegal pada hari Jumat (25/1) kemarin para peserta terlihat antusias mengikuti latihan silat tersebut. Menurut pengakuan ketua peserta latihan, Deden Muhammad Fauzi Ridwan (17) mengatakan bahwa santri Pesantren Yafata memang selalu semangat dalam mengikuti kegiatan mingguan ini.

“Kita baru mulai beberapa minggu yang lalu, jadi baru belajar kurang lebih dua jurus,” ujar Siswa kelas XII MA Yafata tersebut.

IPNU Tegal

Lebih lanjut ketua IPNU Kecamatan Kalijati ini menambahkan bahwa selain sebagai ajang olah raga, latihan silat ini juga dijadikan sebagai media dalam pengembangan minat dan bakat para santri di Pesantren Yafata.

IPNU Tegal

Di tempat yang sama, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Subang, Totoh Bustanul Arifin (30) menyampaikan tujuan diadakannya latihan silat ini adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para santri.

“Ingin mengembangkan pengetahuan dan kretifitas para santri, santri kan kalau ngaji sudah biasa, nah kita ingin mereka dibekali juga dengan pengetahuan bela diri,” paparnya.

Selain itu, latihan silat ini juga merupakan salah satu program Pagar Nusa Kabupaten Subang di tahun 2013 yang ingin mencetak 1000 pesilat di Kabupaten Subang.

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa, Habib, Kajian IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter

Jakarta, IPNU Tegal

Hari lahir (harlah) Ke-90 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada tanggal 31 Januari mendapat ucapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta menyampaikan ucapannya melalui akun twitter pribadinya pada Ahad (31/1/2016).

Dalam ucapan selamatnya kepada NU, Jokowi berharap NU selalu menjaga kebhinnekaan serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Hal ini ditegaskan, karena selama ini banyak gerakan dan paham radikal yang cenderung berpotensi memecah belah perdamaian dan keutuhan bangsa Indonesia.

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter

“Selamat Milad NU ke-90. Tetap setia mengawal kebhinnekaan dan wujudkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta,” tulis Jokowi.

Ucapan selamat dari Presiden Jokowi mendapatkan ribuan respon dari followernya. Saat berita ini ditulis, tweet ucapan Jokowi di-retweet oleh 1225 orang, di-like oleh 882 orang, dan di-replay tak kurang dari 120 orang.?

IPNU Tegal

Sebelumnya, PBNU dan PSNU Pagar Nusa yang menyelenggarakan peringatan Harlah Ke-90 NU menegaskan bahwa NU berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara. Komitmen ini terus digelorakan, karena NU melihat banyak gerakan dan paham yang cenderung mencerai-berai keutuhan bangsa yang sejak dahulu hingga kini terus dibangun oleh para ulama, khususnya ulama pesantren.

“Sinergi dan keselarasan antara agama nasionalisme hingga kini terjaga karena jasa dan perjuangan para ulama yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sabtu (30/1/2016).

Ulama Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, lanjut Kang Said, beserta para ulama lain tidak mempunyai ambisi mendirikan khilafah seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama Timur Tengah hingga kini. Karena menurutnya, agama dan nasionalisme sangat bisa berjalan beriringan membangun bangsa yang satu.

“Tugas kita saat ini meneruskan perjuangan ulama-ulama NU dari rongrongan paham radikal berbaju agama yang justru ingin membuat Indonesia porak poranda seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah karena mengusung khilafah,” tegas Kiai asal Kempek Cirebon ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pesantren, Kajian, Pendidikan IPNU Tegal

Rawan Gesekan Nahdliyin, Banser Amankan Pilgub Jateng

Wonosobo, IPNU Tegal. Satkorcab Banser X 23 Wonosobo ikut mengamankan proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng yang akan berlangsung pada tanggal 26 Mei 2013 mendatang.

Disinyalir banyak sekali kepentingan yang bermain. Salah satunya adalah dari masa pemilih yang rawan gesekan dengan berbagai trik dan isu yang berkembang. Apalagi mayoritas suara yang ingin di raih masing-,masing calon adalah warga Nahdliyyin, sehingga sangat rentan terhadap gesekan yang ada.

Rawan Gesekan Nahdliyin, Banser Amankan Pilgub Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Rawan Gesekan Nahdliyin, Banser Amankan Pilgub Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Rawan Gesekan Nahdliyin, Banser Amankan Pilgub Jateng

"Satkorcab berkepentingan untuk menyelaraskan dan menjaga kondusifitas di masyarakat, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari," kata  M. Kurniyanto, Kasatkorcab Banser x 23 Wonosobo, Jum’at (17/5).

IPNU Tegal

"Ibarat kue, NU sedang diperebutkan untuk mendulang suara dari berbagai elemen khususnya calon, Sehingga kami sebagai bagian dari masyarakat musti berperan dan berpartisipasi dalam menyelenggarakan Pilgub ini dari netralitas dan kepentingan tertentu,” imbuhnya.

IPNU Tegal

"Kami tidak ingin masyarakat NU terpetak-petak karena perbedaan dukungan, kita harus kembali kepada ukhuwah nahdliyah kita dengan mengedepankan kebijaksanaan dan kecerdasan berfikir."

"Siapapun yang jadi mestinya harus berpihak kepada kepentingan masyarakat Jateng, dengan meningkatkan struktur dan infra struktur secara merata," ungkap pengurus satkorcab yang lain.

"NU harus kompak, demikian juga banomnya, jangan melihat kepentingan sesaat, tetapi harus lebih luas dan jangka panjang," tambahnya.

Sementara itu kegiatan peningkatan kualitas kader juga terus dilaksanakan yang diharapkan nantinya bisa menjadi kader yang handal dan tangguh dalam berbagai hal.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Herry BH

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hikmah, Kajian IPNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan

Tidore, IPNU Tegal. Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober PW NU Maluku Utara bersama Pondok Pesantren Harisul Khairaat Tidore mengelar Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah, Sabtu (21/10). Acara dihadiri oleh Kemenag, Kapolda, dan Dandim 1505 Kota Tidore Kepulauan.

Pembacaan Shalawat Nariyah dipimpin Ketua PCNU Kota Tidore Kepulauan KH An’im Fatahna Jabir. Irama gema sholawat terlihat menambah semangat sedikitnya 900 orang yang hadir.

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan

Kapolres Tidore Azhari Juanda dan Dandim 1505 Tidore Letkol Inf Harrisal Ismail Sumbing kembali mempertegas semangat patriotisme kepahlawan para santri terdahulu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Orasi Kebangsaan disampaikan langsung oleh Ketua PW NU Maluku Utara KH Sarbin Sehe.

IPNU Tegal

“Hari Santri telah ditetapkan oleh negara sebagai penghargaan atas sejarah perjuangan para santri yang turut mempertahankan bangsa Indonesia dari penjajahan. Maka ini menjadi tugas kita bersama seluruh eleman bangsa termaksud santri untuk bisa menyelesaikan persoalan kebangsaan yang akhir-akhir ini merongrong semangat kebangsaan kita,” kata Kiai Sarbin.

Menurutnya NKRI telah final dan tugas kita adalah menjaga persatuan bangsa kita tetap utuh. (Aish Doank/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Hikmah, News, Kajian IPNU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Mengenang Wafatnya Hadratussyaikh di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bukan semata sebagai rahmat dan terbukanya pintu ampunan. Bulan suci ini juga menjadi saksi sejarah tentang duka mendalam keluarga besar Pesantren Tebuireng, warga NU, serta bangsa Indonesia secara umum.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa Rais Akbar NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari yang kemudian disebut Mbah Hasyim wafat pada hari ketujuh di bulan Ramadhan. Tepatnya tahun 1366 H. Ya, tidak terasa 69 tahun sudah peristiwa kewafatan sang kiai yang demikian dihormati ini.

Mengenang Wafatnya Hadratussyaikh di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Wafatnya Hadratussyaikh di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Wafatnya Hadratussyaikh di Bulan Ramadhan

Berbeda dengan meninggalnya sang cucu, yakni KH Abdurrahman Wahid yang demikian meriah diperingati, suasana Ramadhan membuat haul Mbah Hasyim serasa sepi tanpa acara yang spesial. Hal ini mungkin juga buah dari pandangan beliau yang menolak hari wafatnya diperingati secara khusus agar tidak ada kultus individu.

IPNU Tegal

Seperti diketahui, Mbah Hasyim terlahir pada Selasa Kliwon 24 Dzul Qa’dah 1287 H yang juga bertepatan dengan 14 Februari 1871 M di Pesantren Gedang, Tambakrejo Jombang, Jawa Timur. Beliau merupakan putra ketiga dari 11 bersaudara dari pasangan Kiai Asy’ari dan Nyai Halimah.

IPNU Tegal

Dari jalur ayah, nasabnya bersambung kepada Maulana Ishak hingga Imam Ja’far Shadiq bin Muhammad al-Baqir. Sedangkan dari jalur ibu, nasabnya bersambung kepada Raja Brawijaya VI (Lembu Peteng) yang berputera Karebet atau Jaka Tingkir, raja Pajang pertama (1568) dengan gelar Sultan Pajang atau pangeran Adiwijaya.

Dalam buku Profil Pesantren Tebuireng disampaikan bahwa pada 3 Ramadhan 1366 H yang bertepatan dengan tanggal 21 Juli 1947 M, jam menunjukkan pukul 21.00 WIB. Seperti biasa Hadratussyaikh baru saja selesai mengimami shalat tarawih. Beliau duduk di kursi untuk memberikan pengajian kepada ibu-ibu muslimat. Tidak lama kemudian, datang seorang tamu utusan Jendral Sudirman dan Bung Tomo. Kiai Hasyim menemui utusan tersebut didampingi Kiai Ghufron yang juga pimpinan Laskar Sabilillah Surabaya.

Sang utusan menyampaikan surat dari Jendral Sudirman yang berisi tiga pesan pokok. Kepada utusan kepercayaan dua tokoh penting tersebut Kiai Hasyim meminta waktu semalam untuk berpikir dan selanjutnya memberikan jawaban. Isi pesan tersebut adalah, pertama bahwa di wilayah Jawa Timur, Belanda melakukan serangan militer besar-besaran untuk merebut kota-kota di wilayah Karesidenan Malang, Besuki, Surabaya, Madura, Bojonegoro, dan Madiun.

Kedua, Hadratussyaikh dimohon berkenan untuk mengungsi ke Sarangan, Magetan, agar tidak tertangkap oleh Belanda. Sebab, jika tertangkap, beliau akan dipaksa membuat statemen mendukung Belanda. Jika hal itu terjadi, maka moral para pejuang akan runtuh. Pesan ketiga adalah jajaran TNI di sekitar Jombang diperintahkan untuk membantu pengungsian Kiai Hasyim.

Keesokan harinya, Kiai Hasyim memberikan jawaban bahwa beliau tidak berkenan menerima tawaran yang disampaikan.

Empat hari kemudian, tepatnya pada tanggal 7 Ramadhan 1366 M, sekitar pukul 21.00 WIB datang lagi utusan Jendral Sudirman dan Bung Tomo. Kedatangan utusan tersebut dengan membawa surat untuk disampaikan kepada hadratus syaikh. Secara khusus Bung Tomo memohon kepada Kiai Hasyim mengeluarkan komando jihad fi sabilillah bagi umat Islam Indonesia, karena saat itu Belanda telah menguasai wilayah Karesidenan Malang dan banyak anggota Laskar Hizbullah dan Sabilillah yang menjadi korban. Hadratus Syaikh kembali meminta waktu semalam untuk memberi jawaban.

Tidak lama berselang, hadratus syaikh mendapat laporan dari Kiai Ghufron selaku pimpinan Sabilillah Surabaya bersama dua orang utusan Bung Tomo, bahwa kota Singosari Malang yang juga merupakan basis pertahanan Hizbullah dan Sabilillah telah jatuh ke tangan Belanda. Kondisi para pejuang semakin tersudut, dan korban rakyat sipil kian meningkat. Mendengar laporan itu, Kiai Hasyim berujar: “Masya Allah, masya Allah…..” sambil memegang kepalanya. Lalu Kiai Hasyim tidak sadarkan diri.

Kala itu putra-putri beliau sedang tidak berada di Tebuireng. Tapi tidak lama kemudian mereka mulai berdatangan setelah mendengar sang ayahanda tidak sadarkan diri. Menurut hasil pemeriksaan dokter, Kiai Hasyim mengalami pendarahan otak (asemblonding) yang sangat serius.

Pada pukul 03.00, bertepatan dengan tanggal 25 Juli 1947 atau 7 Ramadhan 1366, hadratus syaikh KH M Hasyim Asy’ari dipanggil Sang Maha Kuasa. Inna lillahi wa inna ilahi raji’un.

Atas jasa-jasa beliau selama perang kemerdekaan melawan Belanda (1945-1947), terutama yang berkaitan dengan tiga fatwanya yang sangat penting: Pertama, perang melawan Belanda adalah jihad yang wajib dilaksanakan oleh semua umat Islam Indonesia. Kedua, kaum muslimin diharamkan melakukan perjalanan haji dengan kapal Belanda. Ketiga, kaum muslimin diharamkan memakai dasi dan atribut-atribut lain yang menjadi ciri khas penjajah, maka Presiden Soekarno lewat Keputusan Presiden (Kepres) No. 249/1964 menetapkan bahwa KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan nasional.

Kepergian Kiai Hasyim menjadi duka mendalam di awal bulan Ramadhan. Tidak hanya bagi keluarga besar Pesantren Tebuireng, tapi juga warga Nahdlatul Ulama (NU), masyarakat sekitar bahkan bangsa Indonesia.

Karena itu, sudah pada tempatnya bila malam ini kita menghadiahkan tahlil dan kalimat thayyibah kepada hadratus syaikh. Semoga amal baiknya diterima oleh-Nya dan besar harapan agar kita diberikan kekuatan meneruskan jariyah yakni eksistensi pesantren dan khidmat NU agar sesuai dengan cita awal pendirian.

Hiruk pikuk tahapan Pemilu, termasuk Pilpres semoga tidak melunturkan komitmen nahdliyin dalam mengabdi dan menyelamatkan khittah sesuai itikad awal pendirian jam’iyah diniyah ijtima’iyah ini. Bukan malah bisa diombang-ambing sejumlah kalangan atau orang perorang demi kepentingan pribadi maupun kelompok. Mampukah? Kita lihat saja kondisinya saat ini dan nanti. (Syaifullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nahdlatul, Kajian IPNU Tegal

Selasa, 28 November 2017

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

Bolmong Utara, IPNU Tegal - Gerakan Pemuda Ansor Bolang Mongondow Utara kembali berdakwah Islam rahmatan lil alamin di masjid-masjid. Mereka membuat mengadakan kajian-kajian rutin Islam yang penuh rahmat di tiap masjid.

Pada pekan ini, mereka menggelar kajian di masjid Al-Ikhwan Desa Tote, Sabtu (27/02). Pada kesempatan ini mereka mengangkat tema "Menangkal Bahaya Radikalisme dan Penguatan Kebangsaan Ini.”

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

"Kajian seperti ini memang harus dikuatkan pada setiap generasi penerus bangsa apalagi pada saat ini banyak paham-paham radikal,” kata Dansatkorcab Banser Bolmong Utara Ridwan.

Menurut Ridwan, Islam Rahmatan lil Alamin dan penguatan kebagsaan perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa sehingga mereka diharapkan tidak menjadi target penyebaran paham-paham radikal yang saat ini mengacam NKRI.

IPNU Tegal

Kajian ini langsung dipandu langsung oleh Ketua GP Ansor Bolmong Utara Donal Lamunte. Hadir Juga Ketua BPD Desa Tote dan para pemuda Desa Tote. (Taufik Paputungan/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, Amalan IPNU Tegal

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan Dibedah di UIN Surabaya

Surabaya, IPNU Tegal



Sejarah bangsa Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran para tokoh Nahdlatul Ulama. Organisasi ulama-santri ini berhasil membentuk citra dan cerita yang positif tentang bagaimana andil umat Islam dalam menegakkan bangsa dan Negara. Melihat pentingnya konstribusi tersebut, maka para pegiat literasi yang tergabung dalam Komunitas Baca Rakyat (Kobar) bekerjasama dengan Pustaka Tebuireng menggelar seminar dan bedah buku berjudul Membuka Ingatan: Memoar Tokoh NU yang Terlupakan bertempat di gedung B lantai 3 Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya.?

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan Dibedah di UIN Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Memoar Tokoh NU yang Terlupakan Dibedah di UIN Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan Dibedah di UIN Surabaya

Acara yang digelar pada hari Selasa (11/04) ini, dihadiri langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang sekaligus didapuk sebagai narasumber utama yaitu KH Shalahudin Wahid (Gus Sholah). Adapun narasumber kedua adalah KH Muhibin Zuhri selaku ketua PCNU Kota Surabaya, sementara itu Prof Masdar Hilmy mendapatkan tempat sebagai narasumber ketiga.?

Dalam paparannya, Gus Sholah menyatakan bahwa buku ini ditulis dalam rangka mengangkat kembali figur NU yang patut diteladani. Menurutnya ada beberapa hal yang perlu diikuti.

“Terutama motivasinya untuk maju, untuk mengembangakan diri, disiplin diri, tanggung jawab, integritas dan yang paling penting beliau semua adalah negarawan,” terangnya saat menyampaikan materi.

IPNU Tegal

Gus Sholah menambahkan bahwa para sosok yang diangkat dalam buku ini adalah seseorang yang secara sukses terbukti mampu menghidup-hidupi NU, bukan hidup di dalam NU.

Pernyataan ini, diperkuat oleh KH Muhibin Zuhri yang mengatakan bahwa para aktvis NU tempo dulu adalah orang-orang yang telah selesai urusan perutnya. “Para aktifis dulu adalah ? orang yang mapan, sehingga menjadi aktifis merupakan suatu pelarian dari segala hal yang mereka miliki. Karena, aktivis yang belum selesai masalah perutnya, biasanya justru masuk organisasi ? untuk menyelesaikan perutnya,” ujarnya dalam seminar tersebut.

Direktur Museum NU ini juga mengungkapkan bahwa buku ini penting karena banyak mengangkat tokoh yang semuanya merupakan pemimpin besar, karena mampu menginspirasi. Hal ini juga ditegaskan oleh Prof Masdar Hilmy yang menyatakan bahwa buku ini memberikan kontribusi sangat bagus bagi generasi muda untuk mengenal siapa saja yang mendedikasikan hidupnya untuk NU, Nusa dan bangsa.?

“Informasi yang dimuat dalam buku ini adalah jembatan antar generasi. Buku ini adalah media yang sangat penting untuk mengenalkan figur-figur yang punya nilai dalam hidupnya, yang bisa kita teladani, sehingga bisa kita buat sebagai kaca benggala untuk diri kita,” terangnya.

Acara yang digelar oleh Kobar ini semakin semarak karena dihadiri oleh para tokoh, antara lain Hj Farida Syaifudin (istri Gus Sholah), Prof.Abdul A’la (rektor UIN Sunan Ampel), Prof Husein Aziz (Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel), Prof Ridwan Natsir, Prof Ali Haidar dan para akademisi dari Surabaya, Jombang, Sidoarjo dan sekitarnya. (Eka Wahyudi/Mukafi Niam)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, Pahlawan IPNU Tegal

Senin, 27 November 2017

Merayakan Kemanusiaan

Oleh Ren Muhammad

Perang besar di Timur Tengah sejak satu dekade silam—yang digelorakan sebagai Perang Salib jilid baru, ditengarai bakal menghapus peta dunia Islam di jazirah yang dilintasi Sungai Eufrat dan Tigris. Sebagian besar alasan perang pecah di sana, dilandasi perebutan kue ekonomi yang berkedok agama. Perang yang sejatinya adalah kulminasi keputusasaan manusia mencari kebenaran. Selain itu, juga dilatari nafsu serakah menjarah kekayaan alam negeri—yang pernah melahirkan para Nabi. Itu baru di Timur Tengah, belum perang saudara yang tengah berkecamuk di bumi Afrika. Dunia kita seolah menuju titik nadir. Kedamaian hidup manusia, digerus keserakahan dan nafsu angkara.

Merayakan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Merayakan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Merayakan Kemanusiaan

Pendakuan manusia pada benar-salah, hanya perulangan cerita abad ke alaf. Tapi soal inilah yang kerap menghantui peradaban mana pun yang pernah ada. Agama, sebagai lokus utama yang mengajari manusia kehidupan setelah di dunia, kerap ditunggangi kepandiran. Agama dan penganutnya tak berjalin kelindan. Ia turun demi kebaikan manusia. Dilahirkan Langit, agar manusia tahu ke mana ia harus pamit, Pulang. Menganut agama, sama belaka dengan merangkul angin. Jika tak bisa dirasakan, maka belum absah disebut jalan hidup yang lurus.

IPNU Tegal

Para Nabi pembawa dan penganjur agama, tak pernah sekali pun menyebut diri merekalah yang paling benar. Mereka bukan pemabuk agama. Mereka hanya mengingatkan dan mengajak manusia yang mau menekuni perjalanan menuju Keabadian. Kembali ke sumber. Kembali ke asal. Hidup di dunia bukan tentang agama apa yang kita yakini, melainkan bagaimana hidup yang kita lalui dilandasi kebajikan dan kebijaksanaan. Jalan menuju kebenaran bisa serbaaneka. Namun kebenaran hanya satu jua—Tuhan sahaja.

Menghakimi Tuhan



Bagaimana mungkin Tuhan yang tanpa batas itu tak bisa didekati dengan cara apa saja? Padahal Dia menyelubungi semesta secara zhahir dan bathin. Ada sekaligus Tiada. Ada dalam rasa, karsa, cipta. Tiada satu pun yang menyamainya. Tan keno kinoyo ngopo. Laytsa kamitslihi syaiun.

IPNU Tegal

Kenapa selalu saja ada segelintir orang yang dengan gegabah meyakini bahwa ibadah yang ia lakukan, atau perilaku beragamanya pasti benar dan diterima tuhan? Sedang tak satu pun umat beragama di zaman ini yang pernah melihat langsung para Nabi dan Rasul menjalankan ibadah dan hidup kesehariannya. Pun jika Hadits—dalam kasus Islam misalnya, yang dijadikan tolok ukur, tetap saja itu hanya sebuah kabar. Bukan kebenaran itu sendiri. Jangankan mengetahui kebenaran, memahami tujuan kita dilahirkan saja sudah runyam.

Sejatinya, Kebenaran yang jelas paling Benar, hanya Dia saja yang tahu. Apa salahnya membiarkan setiap orang mencari jalan kebenaran yang sudah digariskan tuhan baginya. Apa susahnya menyadari bahwa kita semua sama tak tahu bahwa yang terbabar di alam semesta ini hanya senda gurau, lalu mengapa kita saling berbalahan mencabut pisau. Jika memang ada orang yang berani mengerangkeng kebenaran sedemikian rupa, tampaknya ia lebih pantas menjadi tuhan.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari permainan dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orangorang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. al-Anam [6]: 32)

Saat ini, sulit kiranya bagi kita menemukan kesantunan dalam beragama. Cinta dan welas asih yang menjadi spirit utama agama, menguap entah ke mana. Sementara anjuran itulah yang bertebaran di semua kitab suci agama manusia. Baik yang turun dari Langit (samawi), pun yang dianggit di bumi (ardhi). Sekadar menyegarkan pemahaman, berikut ini saya nukilkan sebuah kisah sederhana dari masa limabelas abad silam.

Seorang kepala kabilah di Yamamah—lahan subur pemasok bahan makanan bagi penduduk Makkah—yang secara sengit dan keji, getol memusuhi dan memerangi Islam, Tsumamah Ibn Ustal al-Hanafi, tertangkap oleh satuan pasukan di bawah komando Muhammad bin Maslamah. Selama ditawan kaum Muslimin di salah sebuah tiang Masjid Nabawi, Rasulullah Saw pun memperlakukan tahanan kakap pemimpin Bani Hanafi itu secara istimewa.

Kali perdana menemuinya, Rasulullah mengantarkan sarapan berupa susu dari onta miliknya sendiri, sambil menanyakan kabar, yang lalu dijawab, “Aku baik-baik saja, wahai Muhammad. Jika engkau ingin membunuh, berarti engkau akan membunuh seseorang yang masih memiliki darah. Jika engkau mau memberi makan, maka engkau memberi makan orang yang bersyukur. Jika engkau menghendaki harta benda, sebutkan saja, niscaya engkau akan mendapatkannya sesuai keinginanmu.” Pernyataan itu didiamkan saja oleh Rasulullah. Ia hanya mengulum senyum di wajahnya yang teduh.

Kejadian itu terus berulang sebanyak tiga kali, hingga kemudian Rasulullah berkata, “Lepaskanlah Tsumamah!” Maka para Sahabat pun melepasnya. Sambil terkejut melihat perlakuan Rasulullah yang di luar nalar manusia biasa, tanpa kata-kata, Ibn Ustal pun meninggalkan kawasan Masjid Nabawi—dengan seribu pertanyaan nirjawaban.

Ketika tiba di kebun korma dekat sebuah oase—tak jauh dari kawasan Masjid Nabawi, Ibn Ustal pun mandi, kemudian berbalik arah menuju Masjid Nabawi, menghadap Rasulullah lalu bersumpah, “Hai Muhammad! Demi Allah, tidak ada sebelum ini wajah yang paling kubenci di dunia selain wajahmu. Namun kini wajah yang paling kucintai adalah wajahmu. Demi Allah, tidak ada sebelum ini agama yang paling kubenci di muka bumi, selain agamamu. Kini agama yang paling kucintai adalah agamamu. Aku ingin naik kuda milikmu karena ingin melaksanakan umrah,” ujarnya mantap. Rasulullah pun mengabulkan permintaan itu dan meridhai Ibn Ustal berangkat umrah ke Makkah al-Mukarromah.

Kemerdekaan Manusia

Mengenang kelahiran sama dengan menelusur jejak kehadiran kita, dan akan ke mana kita setelah saat ini. Satu dua hari berlalu, tentu berbeda dengan satu dua tahun membeku—dalam kenangan. Kian rumit lagi jika sudah satu-dua dekade yang silam jadi sejarah waktu. Itulah kenapa bila melihat ke depan, terkadang tampak seperti menatap ke belakang.

Benarkah riwayat manusia abad ini tumbuh? Jika benar, kenapa yang terlihat malah kegalatan?Peradaban nampak maju berkembang. Namun kehidupan manusia mundur jauh ke belakang. Daya ingat manusia melemah. Wawasan semakin payah. Wacana tak lagi kritis. Jiwajiwa manusia mengering-menangis. Anakanak jadi lebih cepat dewasa. Sementara para orangtua berlomba lari ke masa lalunya. Sungai kehidupan kita menyusut jadi dangkal. Samudera ilmu menguap ke langit dan kembali ke asal.

Bela pati manusia kehilangan elan perjuangan. Tiada lagi yang bisa diharapkan kecuali harapan itu sendiri. Kita kesulitan membedakan kekeluargaan, kesukuan, kewargaan, kependudukan, kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan. Ditambah kerumitan meletakkan agama dan keyakinan di antara itu semua.

Sebagai bangsa, kita Indonesia. Maka lahirlah sebuah negara. Namun kelahiran bangsa Indonesia, belum berbanding lurus dengan kemerdekaan bangsa manusia untuk bertumbuh-kembang. Penjajahan di atas dunia belum benar-benar terhapuskan. Sebab manusia masih dijajah hidupnya sendiri. Hidup yang kian sulit ia mengerti.

Penulis adalah pendiri Khatulistiwamuda yang bergerak pada tiga matra kerja: pendidikan, sosial budaya, dan spiritualitas. Selain terus membidani kelahiran buku-buku, juga bertugas sebagai Pemimpin Redaksi Majalah ARKA.
Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah, Sholawat, Kajian IPNU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Bank Sampah Nusantara LPBINU Lebarkan Sayap ke Bogor

Bogor, IPNU Tegal

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul ulama (LPBINU) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Administrasi Niaga (HMAN) Politeknik Negeri Jakarta menggelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Non-Organik (Daur Ulang & Ecobricks) sekaligus meresmikan pembentukan Bank Sampah Nusantara (BSN LPBINU) Cabang Kampung Langkop, Desa Gunung Picung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1).

Bank Sampah Nusantara LPBINU Lebarkan Sayap ke Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sampah Nusantara LPBINU Lebarkan Sayap ke Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sampah Nusantara LPBINU Lebarkan Sayap ke Bogor

Ketua pelaksana HMAN Masuk Desa, Nurul Aulia Dewi berharap terbentuknya cabang BSN di Kampung Lengkop ini semoga dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah, serta dapat meningkatkan kreativitas para ibu-ibu untuk mengubah sampah menjadi berkah.

Sedangkan, Fitria Ariyani, Direktur Bank Sampah Nusantara LPBINU, menyatakan pembentukan BSN LPBI Cabang ini merupakan “pintu” untuk melakukan upaya penyadaran terhadap masyarakat akan bahaya membakar sampah dan memberikan pengetahuan terkait pemilahan sampah organik dan nonorganik.

IPNU Tegal

Bank Sampah Nusantara bertujuan memberikan pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenali jenis sampah, sehingga dapat memilah jenis-jenis sampah yang dapat dimanfaatkan, jadi tidak mudah dibuang begitu saja. BSN Cabang Kampung Langkop diharapkan dapat memberikan manfaat membuat lingkungan lebih bersih dan sehat serta memberikan peluang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif melalui kegiatan membuat produk daur ulang sampah.

IPNU Tegal

Selain itu, menurut Fitri, plastik merupakan molekul poliester, sampah yang sulit diurai, dibutuhkan waktu sekitar 500 sampai 1.000 tahun agar bisa terurai, karena plastik merupakan senyawa organik yang terdiri dari rantai atom karbon panjang berulang, yang di sebut polipropilena, salah satu cara paling efektif pengelolaan sampah nonorganik ialah dengan cara Ecobrik, yaitu sebuah botol yang diisi dengan sampah plastik hingga penuh, padat dan keras.

Kegiatan yang dipandu oleh Tim BSN LPBINU ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat Kampung Langkop dan peserta HMAN Masuk Desa. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, Berita IPNU Tegal

Selasa, 14 November 2017

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Kupang, IPNU Tegal. GP Ansor NTT dan Brigade Meo bentukan Pendeta Adi Ndiy bersama mendiskusikan berbagai isu yang mempengaruhi harmonisasi kehidupan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur. Bersama organisasi kepemudaan lainnya, mereka di akhir pertemuan mengeluarkan petisi perdamaian di Kantor PWNU NTT, Kupang, Sabtu (24/10).

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Mereka menginginkan suasana masyarakat lengang dari berbagai isu-isu SARA dalam rangka menjaga bingkai kemajemukan. Semua organisasi kepemudaan yang hadir bertekad menjadikan NTT sebagai barometer ukuran kemajemukan. Mereka tidak ingin ada langkah-langkah tertentu yang akan menghancurkan keberagaman.

Berbagai masukan seluruh organisasi dan beberapa petisi menyatakan keinginannya untuk menjaga keamanan dan kedamaian bersama masyarakat NTT melalui sebuah bingkai kemajemukan yang ada di kota Kupang.

IPNU Tegal

Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis mengajak seluruh komponen tokoh muda peduli kemajemukan.

“Mari sama-sama kita menjaga perdamaian untuk kerukunan. Jangan sampai terjadi di lingkungan atau tanah kita flobamora ini berbagai isu-isu miring yang dapat menghancurkan dan keretakan di antara kita. Oleh karena itu tanggung jawab kemajemukan di NTT ada di tangan para generasi-generasi penerus NTT.”

IPNU Tegal

Pendeta Adi Ndiy ? dalam forum juga mengajak seluruh komponen masyarakat para pemuka agama, tokoh pemuda untuk sama-sama membangun daerah dengan berbagai keragaman melalui perbedaan. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian IPNU Tegal

Selasa, 07 November 2017

PMII Bandung: Kekuatan Ekonomi Asia-Afrika Harus Saling Menopang

Bandung, IPNU Tegal. Ketua PC PMII Kota Bandung, Ahmad Riyadi mengatakan, hasil KAA memang bisa dilihat, tetapi harapan yang ideal dari KAA kali ini adalah negara Asia Afrika harus memiliki kekuatan ekonomi politik untuk menentang dominasi imperialisme Amerika.?

PMII Bandung: Kekuatan Ekonomi Asia-Afrika Harus Saling Menopang (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandung: Kekuatan Ekonomi Asia-Afrika Harus Saling Menopang (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandung: Kekuatan Ekonomi Asia-Afrika Harus Saling Menopang

“Harus adanya kekuatan ekonomi Asia Afrika yang saling menopang dan mengembangkan negara-negara berkembang, jangan sampai peserta negara KAA sendiri yang melakukan penghisapan dan eksploitasi terhadap negara berkembang lainnya. Maka, Indonesia sebagai tuan rumah harus lantang bicara soal koorporasi di Indonesia,” tegasnya saat dimintai konfirmasi oleh IPNU Tegal, Kamis (23/4) di Bandung.?

Selain itu, mahasiswa Pascasarjana Universitas Langlangbuana Bandung ini menilai, KAA harus memiliki suara lebih lantang untuk bicara persoal konflik di Timur Tengah yang sudah melanggar hukum kemanusiaan.

IPNU Tegal

Dia menginginkan, negara-negara peserta KAA harus saling menjaga dan menghargai kedaulatan negara, sehingga dalam konteks kerjasama ekonomi luar negeri harus berangkat dari hukum kemanusiaan bukan logika hukum dagang semata.

Selain itu, Riyadi menyampaikan, bahwa Konferensi Asia Afrika (KAA) jangan hanya ditinjau dari indahnya seremonial belaka dan maksimalnya persiapan, tetapi yang paling penting adalah muatan materi dan gerakan kemanusiaan yang nyata bagi kepentingan nasional dan global.

IPNU Tegal

“Kalau dinilai dari keindahan, maka saya katakan, Kota Bandung juga bisa disulap menjadi (bergaya) Eropa dalam sekejap,” jelasnya?

Riyadi meminta kepada Wali kota Bandung supaya jangan pernah berparadigma bahwa dengan bagusnya tata kota Bandung untuk menarik investor asing menanam modal di kota Bandung. Tetapi bagaimana menciptakan pasar ekonomi untuk mempromosikan kreatifitas masyarakat kota Bandung ke dunia Internasional.?

Pihaknya juga memandang peringatan ke-60 tahun KAA pada ini berlangsung terbuka, dan dalam seremonialnya terpublikasikan dengan baik.?

“Tapi pertemuan tertutup di Jakarta belum diberitakan untuk melahirkan (keputusan) apa. Mungkinkah ada kesepakatan yang sama seperti Dasa Sila Bandung dan semangat kebersamaan dan kemanusiaannya sama?” tandas Riyadi. (Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian IPNU Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Yang Bangun Masjid Warga NU, Kok yang Menguasai Pihak Lain?

Demak, IPNU Tegal

Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah H Muhlisin Bisyri mengimbau Nahdliyin agar selalu meramaikan masjid dan sering menggelar berbagai kegiatan keagamaan di masjid. Jangan sampai masjid sepi dari umat.

Hal itu ia tegaskan saat hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nahdlatul Ulama, di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Ahad (18/9).

Yang Bangun Masjid Warga NU, Kok yang Menguasai Pihak Lain? (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Bangun Masjid Warga NU, Kok yang Menguasai Pihak Lain? (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Bangun Masjid Warga NU, Kok yang Menguasai Pihak Lain?

"Masjid hari ini problemnya yang membikin orang NU, tapi kadang orang NU sendiri jadi pangling (lupa) dengan masjidnya. Sebab setelah masjid didirikan, kemudian diisi dan dikuasai orang lain yang beda paham. Ini sangat banyak," katanya.

IPNU Tegal

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan Semarang itu mencontohkan, di daerah Pucanggading Mranggen Demak, misalnya, terdapat kasus pihak notaris tidak bersedia menyerahkan sertifikat tanah masjid karena ada persoalan.

"Karena kalau diserahkan ke satu pihak, pihak lain tidak terima, ini jadi rebutan. Padahal yang jelas-jelas kerja keras membangun adalah warga Nahdliyin," tegasnya.

IPNU Tegal

Maka, berhubung saat ini proses pembangunan masjid NU ini masih dalam awal pembangunan, maka seluruh pengurus NU beserta badan otonomnya, serta warga setempat, harus bahu-membahu gotong-royong agar niatan mendirikan tempat ibadah ini segera tuntas.

"Setelah jadi, saya harap nanti dirawat bersama-sama. Biasanya NU yang membangun, tapi yang menempati pihak lain. Ini tidak boleh terjadi, meskipun masjid NU dengan masjid lainnya tidak ada bedanya, sama-sama untuk ibadah," ungkapnya.

Muhlisin juga menegaskan, ke depan masjid ini harus benar-benar mensyiarkan ubudiyah nahdliyin. Tidak ada toleransi pada pihak lain yang akan masuk dan mendominasi tata cara beribadah dan lainnya.

"Shalat tarawih harus tetap 20 rakaat, harus ada tongkat untuk khotbah, adzan Jumat harus dua kali, ada doa qunut ketika jamaah salat Subuh. Ini mutlak dan tidak bisa ditawar dan harga mati. Tidak ada kata toleransi," jelasnya.

Dalam acara peletakan batu pertama ini, juga dihadiri Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Saadah (Ida), dan Syuriyah PCNU Demak KH Ahmad Zaeni Mawardi yang juga Mustasyar NU Ranting Desa Kebonbatur.

Adapun masjid NU ini akan berdiri di atas tanah wakaf seluas 410 meter persegi dari total lahan seluas 625 meter persegi. Selain didirikan masjid, di komplek ini juga akan dibangun secretariat kantor NU Ranting Kebonbatur beserta seluruh badan otonomnya. Juga akan didirikan poliklinik NU.

Letak kompleks ini cukup strategis, karena berada di perbatasan antara perkampungan dengan komplek Perumnas. Sehingga ke depan, komplek ini akan menjadi saksi proses akulturasi budaya antara warga setempat dengan warga pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang bermukim di sekitarnya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid dan gedung NU tersebut, Munaji Effendi menambahkan, estimasi anggaran pembangunan masjid dan gedung NU ini mencapai Rp 1.863.620.409. Saat ini dana yang terkumpul dari infaq masyarakat mencapai sekitar Rp 10 juta.

"Kebanyakan warga ada yang menyumbangkan material berupa pasir, batu-bata, besi, semen, batu, dan sebagainya. Jadi, pembangunan ini kita lakukan dengan gotong-royong," ungkapnya.

Pihaknya menargetkan, pembangunannya akan selesai dalam waktu dua tahun terhitung mulai 2016. "Tapi kalau pendanaannya tersendat, ya tidak tahu selesainya kapan. Maka kami juga berharap pada para dermawan yang diberi rizki berlebih oleh Allah, untuk bisa andil dalam pembangunan masjid ini," tuturnya. (Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian IPNU Tegal

Sabtu, 14 Oktober 2017

Ikuti Lomba Video Puisi Pelajar IPNU-IPPNU Jatim

Surabaya, NU? Online . Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur (Jatim) menyemarakkan kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dengan mengadakan lomba video puisi pelajar. Lomba tersebut bertema “Cinta Kami untuk Negeri”.

"Dalam lomba ini, kita berharap para pelajar memanfaatkan media sosial sebagai ekspresi cinta kepada Indonesia," kata Ketua PW IPNU Haikal Atiq Z Jatim saat ditemui di kantor TV9, Jl Raya Darmo, Surabaya,? Senin (8/8).

Ikuti Lomba Video Puisi Pelajar IPNU-IPPNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Lomba Video Puisi Pelajar IPNU-IPPNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Lomba Video Puisi Pelajar IPNU-IPPNU Jatim

Menurut Haikal, lomba tersebut ingin menjadikan momentum HUT RI ini dengan menunjukkan kreativitas dalam hal berpuisi. Tentu sebagai wujud kecintaan pada bumi pertiwi.

IPNU Tegal

Sementara Ketua IPPNU Jatim Rosa mengatakan, tema kebangsaan sengaja diambil supaya generasi muda bangga dan mencintai Indonesia. "Menggelorakan semangat nasionalisme serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan seni budaya dalam hal ini puisi," tutur.

IPNU Tegal

Menurut Rosa, untuk menjangkau dan ingin hadir lebih dekat dengan generasi muda, panitia memilih instagram sebagai sarana media. Aplikasi berbasis foto, vidio dan chatting ini, memang menjadi primadona para generasi muda saat ini untuk mengapdate aktivitas sehari-hari.

Adapun pengiriman dimulai sejak tanggal 9 Agusturs 2016 hingga 14 Agustur 2016 dan akan ditutup pukul 23.59 WIB. Video dibuat dengan cara merekam lalu membacakan bait puisi paling menarik yang berdurasi satu menit. "Lampirakan juga teks puisi lengkap pada caption video," tambah Haikal.

Selanjutnya unggah memalui akun instagram dan ditag @tv9nusantara, @pwipnujawatimur dan @ippnujawatimur dengan hastag #videopuisipelajar. "Pemenang akan diumumkan live di TV9 Nusantara pada tanggal 16 Agustus pukul 21.30 WIB," jelas Rosa.

Pemenang ditentukan oleh dewan juri dan juara favorit ditentukan oleh peserta yang mendapatkan like terbanyak di instagram. Sebagai apresiasi untuk pemenang, Juara 1 mendapat tabungan senilai 750.000, juara 2 senilai 500.000, juara 3 senilai 250.000 dan juara favorit senilai 500.000.

Selain itu, semua juara juga mendapatkan piagam penghargaan yang ditandatangani oleh budayawan nasional, KH. Zawawi Imron selaku juri kehormatan. "Lomba ini bekerja sama dengan TV9, IPNU Tegal dan Nutizen," pungkas Haikal. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Lomba, Kajian, Tokoh IPNU Tegal

Selasa, 26 September 2017

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Oleh Miftakhur Risal



Dalam berbagai kesempatan, kita sering mendengar soal keterasingan dan keanehan Islam. Bahwa Islam dimulai dengan keadaan yang asing dan aneh, selanjutnya akan berakhir dalam keterasingan dan keanehan pula. Diucapkan dalam khutbah dan ceramah untuk membesarkan hati mereka yang “galau” dalam hijrahnya. Seolah ada pemahaman bahwa Islam yang benar adalah Islam yang teralienasi. Yang asing dan tidak familiar, itulah Islam yang sejati.

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Seseorang yang pindah (hijrah) dari sifat dan laku non-Islami menuju jalan hidup yang dianggapnya lebih Islami, memang kadang diselimuti kegalauan. Seseorang yang baru saja memutuskan bercadar, misalnya, harus menata diri berjumpa dengan kawan-kawan lamanya yang tidak sepemahaman. Saya tidak ingin membahas soal hukum cadar, tapi kondisi seperti ini jelas memerlukan pegangan yang kuat. Hadits soal “asingnya” Islam adalah satu di antaranya.

IPNU Tegal

Kondisi di atas sebenarnya bukanlah masalah serius. Menjadi genting ketika hadits yang sama digunakan oleh para pendukung radikalisme dan terorisme. Seolah menjadi pembenar bahwa meski tindakannya dikutuk mayoritas umat beragama, ia tetaplah aksi yang heroik. Tidak mengapa ada anggapan? aneh dan “asing”. Toh Islam juga dimulai dari situasi yang aneh dan asing. Kira-kira seperti itulah argumen yang sedang dibangun.

Doktrin seperti ini nyata. Kita bisa melacaknya jika memiliki banyak waktu untuk lakukan cyber-patrol. Cukup banyak penghuni dunia maya yang sorak-sorai rayakan aksi teror, alih-alih mengutuknya. Mengambil sisi mendukung tindakan pemerintahan yang (dalam kacamata mereka) thaghut. Hal yang demikian, saya rasa patut diluruskan.

Hadtis keterasingan Islam yang dimaksud, tertuang dalam Shahih Muslim dari Abi Hurairah yang berbunyi:

IPNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”

Merujuk pada sejarah Islam awal, keadaan asing yang dimaksud cukup beralasan. Nabi diutus dengan ajaran tauhid di tengah masyarakat yang mayoritas menyembah banyak berhala. Islam datang dengan ajaran-ajaran yang sebagian besarnya asing di telinga masyarakat. Keadaan asing yang dimiliki oleh Islam awal ini cocok digambarkan dengan hadits di atas.

Lantas bagaimana dengan keadaan Islam di masa depan? Apakah akan betul-betul asing seperti awal kehadirannya?

Pertama, perlu kita kompromikan hadits tersebut dengan ayat 33 dari at-Taubah yang artinya:

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”

Potongan ayat di atas berbicara mengenai janji Allah yang akan memenangkan Islam atas kelompok lain. “Menang” di sini tentu masih butuh banyak penafsiran. Namun tetap saja, menang dan asing adalah dua hal yang bertolak belakang. Pemenang biasanya akan dikenal, atau yang dikenal biasanya adalah yang menang. Bagaimana mungkin Islam dalam keadaan asing, tapi menjadi pemenang? Atau bagaimana mungkin Islam menang tapi tetap terasing?

Ada banyak tawaran untuk memaknai arti “asing” pada hadits tersebut. Salah satunya dengan mencerna riwayat Sahl bin Sa’d al-Sa’idi. Berdasar riwayat tersebut, ada penambahan kalimat tanya yang berbunyi, “siapakah mereka yang asing itu?” Rasul menjawab, “orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.

Dengan mengambil tawaran makna ini, bisa kita ajukan pertanyaan: apakah aksi teror adalah aksi perbaikan? Apakah sekian banyak manusia di Kampung Melayu, misalnya, sedang berbuat kerusakan, sehingga perlu “diperbaiki” dengan bom? Atau bukankah justru pelaku teror itu sedang—literally—melakukan kerusakan itu sendiri? Ini pertanyaan yang mestinya tidak terlalu sulit dijawab.

Alternatif pemaknaan yang kedua adalah dari riwayat Amr bin ‘Ash. Ketika Rasulullah Saw ditanya perihal orang asing yang beruntung tersebut, Rasulullah Saw menjawab, “Mereka (orang asing) adalah orang-orang salih di tengah-tengah mayoritas masyarakat yang buruk. Yang membangkang orang-orang shalih, lebih banyak dari yang menaatinya”.

Dalam kerangka ini, maka perlu dibuat kategori asing:

1. Asing dalam kebenaran di tengah masyarakat yang batil.

2. Asing dalam kebatilan di tengah masyarakat yang benar.

Jadi, tidak serta merta keterasingan dimaknai sebagai sesuatu yang Islami. Salah besar jika ada anggapan “semakin asing seseorang, semakin ia dekat dengan Islam”. Bukan begitu!

Yang juga menarik adalah jika memaknai “orang asing” sebagaimana riwayat Imam Baihaqi yang mengisahkan dialog antara Umar bin Khattab dan Mu’adz bin Jabal. Mu’adz menceritakan pada Umar satu hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi:

“Allah mencintai orang-orang yang tersembunyi, takwa, dan suci. Ketika mereka tidak ada, masyarakat tidak merasa kehilangan; ketika mereka ada, masyarakat tidak menyadari. (Namun demikian) Hati mereka (seperti) lampu-lampu hidayah, mereka keluar (menjauh) dari fitnah”. Gambaran di atas sangat identik dengan laku para sufi. Low profile, tidak menonjolkan diri, hidup damai, dan tentram. Jauh dari hingar-bingar kehidupan duniawi.

Apa pun yang digunakan untuk memaknai “orang asing”, tidak ada satupun yang bisa menjadi pembenar untuk pelaku teror.

Sebebarnya, hadits tersebut juga sama sekali tidak berisi perintah untuk mengasingkan diri. Untuk jauh dari kerumunan. Di banyak kesempatan justru sebaliknya, kita diminta untuk ambil peran dalam kehidupan masyarakat. Umat Islam diminta menjadi ummatan-wasathan. Secara literal berarti umat yang berada di tengah. Namun, secara kontekstual adalah umat yang senantiasa mengambil peran.

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta; penyuka kajian keislaman dan bahasa; penikmat film



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian IPNU Tegal

Pergunu Perhatikan Pendidikan Indonesia Timur

Manokwari, IPNU Tegal. Kemampuan mengajar peserta didik yang berkarakter di wilayah timur Indonesia menjadi perhatian Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Salah satu upaya untuk itu, Pergunu mensosialisasikan kurikulum 2013 untuk guru-guru sekolah swasta di wilayah Papua Barat.

Sosialisasi yang dikemas dengan workshop di Hotel Soribo Manokwari 1-3 Oktober 2014 tersebut menghadirkan penasehat Pimpinan Pusat Pergunu KH Mujib Qulyubi. Pada kesempatan itu ia mengatakan Pergunu harus bisa menjadi tauladan bagi pengembangan pendidikan di Papua Barat. “Pergunu harus menjadi motor penggerak di wilayah timur Indonesia,” tegasnya.

Pergunu Perhatikan Pendidikan Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Perhatikan Pendidikan Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Perhatikan Pendidikan Indonesia Timur

Ia juga meminta Pergunu untuk mendidik generasi penerus bangsa, menjadikan pendidikan sebagai sarana mencetak generasi yang berahlaqul karimah, mendedikasikan diri untuk kemajuan pendidikan dan menjadi pelopor dalam transformasi ilmu.

IPNU Tegal

Diakui Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Papua Barat Agus wilayah tersebut sangat butuh peningkatan kemampuan guru dalam mendidik siswa siswi agar dapat sejajar dengan provinsi lain."Mohon pemerintah pusat memperhatikan kami yang di wilayah timur," pintanya.

IPNU Tegal

Saat ditemui IPNU Tegal, Wakil Ketua PW Pergunu Papua Barat, Enderson Meage mengatakan, dengan kehadiran Pergunu di Tanah Papua, dia berharap besar perkembangan pendidikan di Papua Barat akan lebih menggeliat.

“Ini terindikasi oleh semangat peserta workshop yang diselenggarakan oleh PP.Pergunu  Di tempat kami, Sorong, banyak sekali lembaga pendidikan NU, sehingga untuk pengembangan ke depan akan lebih mudah dan lebih baik,” ungkapnya.

Workshop yang dibarengi dengan pelantikan PW Pergunu papua Barat masa khidmat 2014-2019 tersebut diikuti 60 peserta. Mereka terdiri kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fak Fak dan Sorong.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara PP Pergunu dengan Ditjem Pembinaan SMP Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI . (Akhsan Ustadhi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, Budaya, Pahlawan IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock