Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat

Kudus, IPNU Tegal. Ketua Umum Presedium Majelis Alumni IPNU H Hilmi Muhammadiyah menilai pembahasan tarik ulur RUU Pilkada oleh DPR waktunya tidak tepat.

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat

Hal itu mengemuka dalam diskusi “Pilkada Langsung, Pilkada Tidak Langsung: Siapa Beruntung?” yang diadakan STAIN Kudus bekerja sama dengan Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah di aula Rektorat lantai 3, Sabtu (20/9) siang.?

Ketidaktepatan itu terkait hawa panas di gedung dewan antara kubu pendukung Pilkada Langsung dan Pilkada Tidak Langsung. “Saya menilai pembahasan RUU ini tidak tepat karena saya mencium aroma kekecewaan salah satu calon dalam Pilpres kemarin,” terangnya.?

IPNU Tegal

Idealnya, pembahasan RUU tersebut dilakukan 2019 mendatang, syaratnya dengan kejernihan berpikir. Hilmi juga menyayangkan DPR yang baru membahasnya saat ini. Padahal, Munas NU tahun 2012 di Kempek telah jelas membahas hal itu.?

Hasil Munas waktu itu menyebutkan Pilgub, Pilwali, dan Pilbup oleh DPRD layak diberlakukan lagi. “Hasil ini muncul lantaran keprihatinan konflik sosial dalam penyelenggaraan Pilkada Langsung,” jelasnya pada audien yang hadir.?

IPNU Tegal

Mestinya, sebelum Pilpres atau usai hasil Munas itu diputuskan DPR langsung tanggap. Jika tarik-menariknya baru sekarang, ia meyakini ada banyak kepentingan dibalik pembahasan RUU tersebut. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Cerita, Sunnah IPNU Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok

Depok,IPNU Tegal. Ribuan jamaah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Habib Abu Bakar Bin Hasan Al-Athas di Jalan Karya Bakti 9, Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat.

Acara pada Rabu (24/12) tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan khusuk. Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan pembacaan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok

Dalam kesempatan tersebut Habib Salim bin Abdullah Syatiri dari Yaman menyampaika tausiyah dalamm bahasa Arab. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, dia berpesan agar meneladani akhlak Rasulullah SAW.

IPNU Tegal

Ia juga menambahkan, Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang wanita. Salah satunya, ajaran untuk menghormati Ibu dan perempuan. "Kita harus menghormati ibu,” katanya.

Selain itu, pendidikan pada anak sejak dini merupakan hal yang utama. Tentunya, dalam mendidik anak tidaklah mudah dan dalam tuntunan ajaran Islam sudah jelas diajarkan.

IPNU Tegal

Dirinya juga menegaskan, dalam dakwah Islam selalu mengedepankan dakwah secara hikmah atau bijaksana dan bukan dengan jalan kekerasan.

"Tentunya, untuk mempelajari Islam harus dari sumber aslinya dan bukan dari para orientalis. Ini yang banyak dijumpai, orang belajar ilmu tentang agama Islam tapi di tempat para orientalis seperti Rusia dan lainnya,"terangnya.

Di akhir taushiyah, ia berdoa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia. Serta mengajak agar mendidik anak dengan ketakwaan, menjauhi kalangan yang memusuhi wali Allah dan membenci sahabat.

Sementara Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas sendiri tidak tampil di podium. Ia memilih menyambut dan menemani tamu. Tampak hadir para alim ulama diantaranya Ketua PCNU Depok KH Burhanudin Marzuki,  Habib Alwy bin Abdurrahman al-Habsyi, KH Abuya Abdurrahman Nawi, KH Syafii Ahmad, H. Yuyun Wirasaputra dan lainnya. Seusai acara, para tamu dijamu dengan makanan nasi kebuli. (Aan Humaidi/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, Daerah, Sunnah IPNU Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Jombang, IPNU Tegal - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyebut gerakan kelompok ekstrem baik ekstrem kanan atau kiri penting untuk diperhatikan. Kelompok ini berpotensi memicu perpecahan antarsesama, sebab secara umum kelompok ini tak bisa menerima terhadap perbedaan khususnya di tanah air, terutama soal syariah.

Kiai Maruf Amin mengimbau agar para ulama dan kiai hendaknya bisa menjaga generasi bangsa dari kelompok-kelompok tersebut. "Para kiai dan ulama harus menjaga dari pikiran-pikiran yang menyimpang," kata Kiai Ma’ruf saat menghadiri haul ke-38 almaghfurlah KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Selasa (28/3) malam.

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Ia menjelaskan, sikap kelompok ekstrem yang cenderung keras terhadap kelompok yang tidak sepaham ini diakibatkan oleh minimnya pemahaman terhadap syariah. Mereka hanya berpegang teguh pada teks sebagai sumber syariah, dan menyampingkan upaya ijtihad para ulama dalam merespon setiap persoalan aktual.

IPNU Tegal

"Kelompok-kelompok itu hanya kedepankan teks-teks saja, jika persoalan tidak ada nashnya maka dianggap bidah. Jika sudah bidah maka mereka menganggap tempatnya di neraka dan dimusuhi," jelasnya.

Dengan mengutip pendapat Imam Haramain, Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa syariah kebanyakan diperoleh dari proses ijtihad para ulama atas setiap masalah yang terjadi, dan nash tidak dijelaskan secara detail.

"Imamul Haramain dalam salah satu kitabnya menjelaskan, sebagian besar syariah itu lahir dari ijtihad bukan dari nash yang langsung ditafsirkan secara tekstual," kata Kiai Ma’ruf.

IPNU Tegal

Hal itu menunjukkan bahwa masalah-masalah keumatan terus berkembang hingga saat ini. "Al-Quran hanya 30 juz, sementara kejadian-kejadian itu terus berkembang. Makanya itu semua harus disikapi dengan ijtihad-ijtihad," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah IPNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Lezatnya Masjid Berbahan Intip

Solo,IPNU Tegal. Cara unik dilakukan oleh salah satu hotel di Kota Solo untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Pihak pengelola hotel membuat miniatur masjid yang terbuat dari jajanan khas Kota Solo, intip.

Lezatnya Masjid Berbahan Intip (Sumber Gambar : Nu Online)
Lezatnya Masjid Berbahan Intip (Sumber Gambar : Nu Online)

Lezatnya Masjid Berbahan Intip

Selain menggunakan panganan berbahan baku nasi tersebut, masjid berdimensi 2×1,5x 1 meter tersebut juga dibuat dari beberapa makanan ringan tradisional lainnya seperti

rengginang dan keripik pisang.

Executive Chef hotel tersebut, Topan Noer menjelaskan, untuk membangun miniatur masjid tersebut, menghabiskan 15 kilogram intip, 3-5 kilogram kurma, 2-3 kilogram kismis serta dark coklat.

IPNU Tegal

“Miniatur masjid ini terinsipirasi bangunan masjid di Yordania yang terbuat dari bongkahan batu yang jika dilihat dari dekat pada dindingnya akan terlihat tekstur batu yang tidak beraturan,” terangnya, Jumat (27/6).

IPNU Tegal

Topan memaparkan alasan penggunaan makanan tradisional untuk membuat miniatur masjid tersebut, yakni untuk melestarikan kuliner Indonesia dan juga mengenalkan panganan khas Solo.

“Apalagi, mayoritas tamu yang menginap di sini berasal dari luar kota. Karena itu, kita juga sediakan contoh makanan yang kita gunakan untuk bisa dicicip,” ungkap Topan.

(Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Pendidikan, Fragmen IPNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah

Kudus, IPNU Tegal. Pengajian rutin Tafsir Al-Qur’an yang diasuh Mustasyar PBNU KH Sya’roni di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat (30/5) pagi, mengkaji? surat Al-Mulk ayat 1. Dalam pengajian yang dimulai waktu fajar ini, KH Sya’roni menerangkan tentang makna barokah.

Diterangkan, tabarukan atau biasa disebut barokah mempunyai makna penambahan kebagusan dari Allah (ziyadatul khair). Artinya, setiap waktu semakin bertambah baik.

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah

“Nabi Muhammad, sebagaimana diterangkan dalam hadits Bukhari, pada waktu? mendoakan bayi selalu dengan barokah . Bunyi doanya barakallahu haadzal walad (Ya Allah semoga bayi ini diberi barokah). Ini artinya supaya semakin besar akan semakin bertambah baik,” jelas KH Sya’roni seraya mencontohkan acara walimatut tasmiyah (pemberian nama) bayi yang menjadi tradisi masyarakat Muslim.

IPNU Tegal

Lebih lanjut Ulama Kharismatik Kudus ini menjelaskan, meminta (doa) barokah juga merupakan tindakan (sunnah) yang dilakukan Nabi Muhammad. Pada waktu? disowani sahabat Umar yang pamitan hendak menunaikan umrah,? Nabi meminta supaya didoakan di tanah suci Makkah.

IPNU Tegal

“Padahal Nabi itu sosok yang paling mulia di dunia, kok masih minta didoakan sahabat Umar,ini pelajaran yang luar biasa bagi kita ummat. Makanya orang tua setiap ada yang menunaikan ibadah haji selalu datang mengikuti untuk didoakan di Makkah,” tuturnya.

Barokah , kata mbah Sya’roni melanjutkan keterangan ayat Al-Mulk, terkadang ada yang memaknai Maha Suci. Artinya, semua alam ini adalah kekuasaannya Allah karena selaku sang pencipta. “Allah mau membuat apapun pasti kuasa termasuk kematian makhluknya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, KH Sya’roni juga menerangkan tentang wasilah. Dijelaskan, wasilah itu mempunyai arti tiga yakni tempat terhormat di surga, suatu amal untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan meminta kepada Allah dengan perantara melalui Nabi atau orang shalih.

“Sahabat Bilal sering ke makam Rasulullah berdoa meminta hujan karena kondisi bangsa yang kekeringan. Hal ini meminta kepada Allah melalui perantara (wasilah) Nabi atau orang-orang baik,” tuturnya.

Mbah Sya’roni juga mengingatkan jamaah supaya pandai menggunakan kesempatan waktu untuk berbuat kebaikan seperti shalat, i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an, mendengarkan pengajian, bersedekah, dan amalan baik lainnya.

“Setiap saat jangan sampai mengosongkan amal . Paling tidak ketika diam membaca istighfar, berdzikir dan bertasbih,” ajaknya.

Pengajian rutin berlangsung setiap Jumat fajar dan diikuti ribuan jamaah dari Kudus dan daerah sekitarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Sunnah, Quote IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Waketum PBNU: Penulisan Sejarah Keislaman harus Dilanjutkan

Jakarta, IPNU Tegal. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali meminta agar penulisan sejarah keislaman, terutama yang menyangkut sejarah perjuangan komunitas NU terus dilanjutkan.  Peran para ulama  dalam perjuangan kemerdekaan seolah-olah diabaikan, padahal banyak diantara kaum santri yang meninggal.

Pernyataan tersebut diungkapkan dalam peluncuran buku Laskar Ulama-Santri  dan Resolusi Jihad yang digelar di Gedung Juang 45 Jakarta, Ahad (2/2).

Waketum PBNU: Penulisan Sejarah Keislaman harus Dilanjutkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU: Penulisan Sejarah Keislaman harus Dilanjutkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU: Penulisan Sejarah Keislaman harus Dilanjutkan

Ia menuturkan, suatu saat pernah diberi dokumentasi perjuangan kemerdekaan oleh Des Alwi, sejarawan dan penulis asal Jakarta, tetapi peran kaum santri sama sekali tidak disebutkan didalamnya.

IPNU Tegal

“Padahal banyak sekali santri yang meninggal waktu perjuangan kemerdekaan,” tandasnya.

Untuk itu, ia mengapresiasi langkah Zainul Millal dalam menelusuri dan menuliskan peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan ini.

IPNU Tegal

“Ini merupakan langkah awal untuk menuliskan sejarah selanjutnya,” tegasnya.

Ditegaskannya, para ulama memiliki peran sangat besar sejak zaman zaman Kesultanan Demak yang menyerang Malaka, kemudian Sultan Agung yang menyerang Jayakarta sampai zaman Diponegoro yang selanjutnya, para keturunannya melahirkan para kiai dan pejuang kemerdekaan.

Dengan latar belakang sejarah inilah, Indonesia menjadi sebuah negara nasionalis yang religius, bukan sebuah negara agama atau negara sekuler dan bisa hidup damai sampai sekarang.

Dalam pertemuan dengan para ulama Afganistan, mereka menanyakan, bagaimana Indonesia bisa menyatukan nasionalisme sekaligus agama sehingga bisa hidup damai. Mereka sendiri merasa kelelahan menghadapi perang selama 32 tahun terus menerus yang sampai sekarang belum selesai.

“Karena itu, mereka saya ajak ke sini untuk belajar tentang kebangsaan ini,” paparnya.

Buku Sejarah Ulama-Santri yang dalam satu bulan ini sudah cetak ulang yang kedua ini menelusuri jejak perjuangan para ulama, termasuk peran penting dalam pertempuran 10 November di Surabaya, yang dalam sejarah umum sampai saat ini belum banyak diungkap. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pahlawan, Sunnah, Berita IPNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Bersabar dan Memberi Maaf

Oleh KH Abdurrahman Wahid. Dalam kitab suci al-Qur’ân dinyatakan: “Demi masa, manusia selalu merugi, kecuali mereka yang beriman, beramal shaleh, berpegang kepada kebenaran dan berpegang kepada kesabaran (Wal-‘ashri innal–insâna la fî khusrin illâ-lladzîna ‘âmanû wa ‘amilus-shâlihâti wa tawâshau bil-haqqi wa tawâshau bis-shabr)” QS al-‘Ashr (103):1-3). Ayat tersebut mengharuskan kita senantiasa menyerukan kebenaran namun tanpa kehilangan kesabaran. Dengan kata lain, kebenaran barulah ada artinya, kalau kita juga memiliki kesabaran. Kadangkala kebenaran itu baru dapat ditegakkan secara bertahap, seperti halnya demokrasi. Di sinilah rasa pentingnya arti kesabaran.

Demikian pula sikap pemaaf juga disebutkan sebagai tanda kebaikan seorang muslim. Sebuah ayat menyatakan: “Apa yang mengenai diri kalian dari (sekian banyak) musibah yang menimpa, (tidak lain merupakan) hal-hal berupa buah tangan kalian sendiri. Dan (walaupun demikian) Allah memaafkan sebagian (besar) hal-hal itu (mâ ashâbakum min mushîbatin fa bimâ kasabat a’ydîkum wa ya’fû ‘an katsîrin)” (QS al-Syura (42):30). Firman Allah ini mengharuskan kita juga mudah memberikan maaf kepada siapapun, sehingga sikap saling memaafkan adalah sesuatu yang secara inherent menjadi sifat seorang muslim. Inilah yang diambil mendiang Mahatma Gandhi sebagai muatan dalam sikap hidupnya yang menolak kekerasan (ahimsa), yang terkenal itu. Sikap inilah yang kemudian diambil oleh mendiang Pendeta Marthin Luther King Junior di Amerika Serikat, dalam tahun-tahun 60-an, ketika ia memperjuangkan hak-hak sipil (civil rights) di kawasan itu, yaitu agar warga kulit hitam berhak memilih dalam pemilu.

Bersabar dan Memberi Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersabar dan Memberi Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersabar dan Memberi Maaf

Hal ini membuktikan, kesabaran dalam membawakan kebenaran adalah sifat utama yang dipuji oleh sejarah. Sebagaimana dituturkan oleh kisah perwayangan, para ksatria Pandawa yang dengan sabar dibuang ke hutan untuk jangka waktu yang lama, juga merupakan contoh sebuah kesabaran. Jadi, kesadaran akan perlunya kesabaran itu, memang sudah sejak lama menjadi sifat manusia. Tanpa kesabaran, konflik yang terjadi akan dipenuhi oleh kekerasan. Sesuatu yang merugikan manusia sendiri. Kekerasan tidak akan dipakai, kecuali dalam keadaan tertentu. Hal ini memang sering dilanggar oleh kaum muslimin sendiri. Sudah waktunya kita kaum muslimin kembali kepada ayat di atas dan mengambil kesabaran serta kesediaan memberi maaf, atas segala kejadian yang menimpa diri kita sebagai hikmah.

IPNU Tegal

***

Hiruk pikuk kehidupan, selalu penuh dengan godaan kepada kita untuk tidak bersikap sabar dan mudah memberikan maaf. Dalam pandangan penulis, kedua hal tersebut seharusnya selalu digunakan oleh kaum muslimin. Tetapi harus kita akui dengan jujur, bahwa justru kesabaran itulah yang paling sulit ditegakkan dan kalau kita tidak dapat bersabar bagaimana kita akan memberi maaf atas kesalahan orang kepada kita? Jelas, bahwa antara keduanya terdapat hubungan timbal balik yang sangat mendalam, walaupun tidak dapat dikatakan terjadi hubungan kausalitas antara kesabaran dan kemampuan memaafkan kesalahan orang lain pada diri kita.

IPNU Tegal

Kita sebagai seorang muslim, mau tidak mau harus menyediakan keduanya sebagai pegangan hidup baik secara kolektif maupun secara perorangan. Dari sinilah dapat dimengerti, mengapa hikmah 1 Muharam 1424 Hijriyah ini sebaiknya tetap ditekankan pada penciptaan kesabaran dan penumbuhan kemampuan untuk memberikan maaf kepada orang yang dalam pandangan kita, berbuat salah kepada diri kita. Bukankah kedua ayat kitab suci yang dikemukakan di atas, sudah cukup kuat dalam mendorong kita membuat kesabaran dan kemampuan memaafkan kesalahan orang kepada diri kita, sebagai hikmah yang kita petik di hari raya yang mulia tersebut. Kedengarannya prinsip yang sederhana, tetapi sulit dikembangkan dalam diri kita.

Namun, lain halnya dengan para politisi yang berinisiatif menyelenggarakan Sidang Istimewa yang terakhir, dengan dasar “kebenaran” hasil penafsiran politik masing-masing. Tindakan ini berarti melanggar Undang-undang Dasar 1945, karena tidak memiliki landasan hukum. Dengan “nafsu” politiknya –yaitu Presiden harus lengser- mereka pun meninggalkan jalan permusyawaratan. Padahal, semua persoalan yang melibatkan orang banyak harus dipecahkan dengan negosiasi, seperti firman Allah: “dan persoalan mereka harus lah di musyawarahkan oleh mereka sendiri (wa amruhum syûrâ bainahum)” (QS al-Syura [42]:38). Terlihat selain melanggar konstitusi, dalam hal ini merekalah yang tidak dapat memaafkan. Sederhana saja, walaupun rumit dalam kehidupan politik kita sebagai bangsa dan negara.

*) Diambil dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute). Tulisan ini pernah dimuat di Memorandum, 20 Februari 2003.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Jadwal Kajian, Pahlawan IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji

Jakarta, IPNU Tegal - Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berlangsung meriah, Jumat (23/12) malam, di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Di hadapan Presiden Joko Widodo, para tokoh, dan ribuan jamaah, putri sulung Gus Dur Alissa Wahid menegaskan bahwa haul bukanlah momen bersuka riya dan puja-puji. Seperti dalam tradisi Nahdlatul Ulama, katanya, haul adalah momen untuk memanjatkan doa, serta silaturahim dan peningkatan kohesifitas sosial.

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji

Alissa juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai kalangan atas penghormatan yang tinggi terhadap Gus Dur yang memang ia sadari bukan hanya milik keluarga namun juga bangsa Indonesia secara umum. Itulah yang membuat keluarganya salalu merasa Gus Dur masih ada di tengah-tengah mereka.

IPNU Tegal

Selanjutnya ia mengingatkan pesan-pesan presiden ke-4 itu. Menurutnya, Gus Dur adalah figur yang meneladani misi yang dibawa Nabi Muhammad sebagai penebar kasih sayang bagi seluruh alam. Hal ini tercermin dari pikiran-pikiran dan tindakan-tindakannya yang begitu menghargai perbedaan.

"Yang sama jangan dibeda-bedakan. Yang beda jangan disama-samakan," katanya mengutip pernyataan Gus Dur.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian ini juga mengungkap semangat kebangsaan Gus Dur yang ditemukan pula dalam pemikiran KH Achmad Shiddiq tentang trilogi ukhuwah (persaudaraan), yakni ukhuwah islamiyah (keislaman), ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (kemanusiaan).

IPNU Tegal

"Jika bicara Indonesia harus bicara umat Islam. Jika bicara Islam di Indonesia juga harus bicara keindonesiaan," tutur Alissa.

Tampak hadir dalam kesempatan itu mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para pemuka dari lintas agama, dan para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Olahraga, Cerita IPNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Satkorwil Banser Lampung Bangun Bangsa Dengan Gelar BPUN 2017

Bandarlampung, IPNU Tegal?



Sebagai partisipasi nyata dalam pembangunan bangsa dan mengimplementasikan Nawa Prasetya Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung melalui Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser menggelar Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2017.

Satkorwil Banser Lampung Bangun Bangsa Dengan Gelar BPUN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorwil Banser Lampung Bangun Bangsa Dengan Gelar BPUN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorwil Banser Lampung Bangun Bangsa Dengan Gelar BPUN 2017

?

Pelaksanaan Program Yayasan Mata Air tersebut, ujar Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim di Bandarlampung, Selasa (14/3), layak digelar sehubungan memiliki maslahat (manfaat) bagi anak-anak kurang mampu tapi berprestasi untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

?

Pemuda Ansor mendorong terjadinya perubahan untuk perbaikan. Pelaksanaan dan peningkatan BPUN 2017 biasa digelar tingkat kabupaten oleh PC GP Ansor Way Kanan menjadi tingkat provinsi adalah penegasan kecintaan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) terhadap NKRI.

IPNU Tegal

?

"Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemajuan generasi bangsa. Ini support kami untuk kemajuan generasi bangsa. Kecintaan kami kepada NKRI tidak hanya sekedar teriakan, namun juga melalui perbuatan nyata," ujar Hidir didampingi Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri.

?

IPNU Tegal

Nawa Prasetya Banser telah menegaskan, antara lain, Barisan Ansor Serbaguna setia kepada Pancasila dan UUD ? 1945 serta senantiasa siap siaga membela kehormatan dan martabat bangsa dan Negara Republik Indonesia.

?

"Kemajuan generasi bangsa adalah jalan membela kehormatan dan martabat bangsa sejalan dengan amanat terkandung dalam UUD 1945. Dan itu dapat tercapai melalui pendidikan," kata Tatang menambahkan.

?

BPUN Lampung 2017 digelar di Pesantren Al Wustho, Podorejo, Rejo, Pringsewu asuhan KH Ahmad Nasihin. Pelajar SMA sederajat yang berminat menjadi peserta harus mendaftarkan diri melalui http://mataair.or.id/bpun-2017/ .

"BPUN program berkualitas yang menumbuhkan kepercayaan diri dengan biaya terjangkau, 30 kilogram beras atau Rp300 ribu untuk keperluan konsumsi peserta sendiri. Selain memberi materi pelajaran akademik, BPUN menghadirkan motivator-motivator keren sehingga sangat layak diikuti," tutur alumni BPUN Way Kanan 2016, Zakiroh Mutawakkil.

?

Mantan pramusaji yang berhasil menjadi mahasiwa psikologi, Universitas Syiah Kuala, Nanggroe Aceh Darussalam yang berakreditasi A dan mendapatkan beasiswa Bidik Misi penuh itu menambahkan, BPUN juga memberikan sejumlah keterampilan menarik. Termasuk refreshing untuk menghilangkan kejenuhan peserta.

?

Dengan biaya sejumlah itu, ujar Manager BPUN Lampung, Gatot Arifianto, peserta dibebaskan dari biaya bimbingan belajar, mendapatkan ? try out SBMPTN 2017, motivasi, modul terpadu, outbond, hingga bimbingan rohani istiqomah.

?

"Banyak support kami berikan terkecuali kebutuhan konsumsi dan keperluan pribadi peserta. Calon peserta bisa menghubungi calon intelektual muda NU M Nurhidayat Rosihun di nomor 0856-5898-6748 selaku Koordinator Kesekretariatan dan Operasional BPUN Lampung 2017," kata mantan Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang bergiat di Gusdurian itu pula.

?

Motivator sekaligus praktisi Hypnosis dan Neo Neuro-Linguistic Programing itu menjanjikan akan ada perubahan positif bagi peserta BPUN.

"Pengandaiannya demikian, jika saat masuk seumpama kucing, Insya Allah keluar dari BPUN jadi singa," kata Gatot. (Malikaisa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Hadiri Pelantikan DPP Hanura, Kiai Said: Jadi NU itu Membuka Diri

Jakarta, IPNU Tegal?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2). Pada kesempatan tersebut, ia didaulat sebagai pembaca doa.?

Hadiri Pelantikan DPP Hanura, Kiai Said: Jadi NU itu Membuka Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Pelantikan DPP Hanura, Kiai Said: Jadi NU itu Membuka Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Pelantikan DPP Hanura, Kiai Said: Jadi NU itu Membuka Diri

“Saya habis membaca doa di pelantikan di DPP Hanura. Saya kenal lama dengan Pak Osman Sapta, seorang pengusaha sukses dan dermawan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta Rabu (22/2). ?

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, tersebut berharap Hanura dibawah kepemimpinan Osman Sapta Odang bisa memberikan harapan kepada rakyat, partai yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.?

Kehadirannya di pelantikan tersebut, menurut kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo dan Krapyak itu, artinya menjadi NU adalah terbuka dengan semua kalangan. ?

IPNU Tegal

“Saya dulu berdoa di PKPI. Itu artinya NU membuka diri dengan partai mana pun. Netral,” pungkas kiai kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Sunnah, Hikmah IPNU Tegal

PCNU Makassar Rayakan Tahun Baru Hijriyah

Makassar, IPNU Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar memperingati pergantian tahun baru hijriyah di Masjid Al-Hamzah, Jalan Monginsidi Baru. Peringatan ini dikemas bersama acara lailatul ijtima yang secara rutin dilaksanakan setiap malam Jumat ketiga bulan berjalan.

Ketua MUI Sulawesi Selatan Agh Sanusi Baco menyampaikan hikmah yang begitu besar dan penting dalam kisah hijrah Rasulullah SAW dan termasuk di antaranya pengorbanan tokoh muda sahabat Ali bin Abi Thalib yang menggantikan posisi Nabi Muhammad SAW saat menghadapi rencana jahat kaum musyrikin Mekkah.

PCNU Makassar Rayakan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Makassar Rayakan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Makassar Rayakan Tahun Baru Hijriyah

“Hijrah adalah pengorbanan, di antaranya pengorbanan meninggalkan tanah kelahiran, keluarga, harta kekayaan yang tentu saja merupakan nilai yang jika dijiwai dan diaplikasikan oleh umat Islam akan melahirkan generasi Islam yang dibanggakan oleh Rasulullah SAW," kata Agh Sanusi Baco.

Peringatan tahun baru Hijriyah di Masjid Al-Hamzah dihadiri juga oleh Rais Syuriyah PCNU Makassar Agh Baharuddin,  Sekretaris PCNU Makassar KH Masykur Yusuf, Katib Syuriyah H Saifullah Rusmin, beberapa pengurus PCNU Makassar,  Ketua MWC Kecamatan dan nahdliyin di Kecamatan Makassar. (Red Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaNu, Sunnah IPNU Tegal

IPNU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Seruan Jihad Menyambut Pertempuran 10 November 1945

Pagi hari tanggal 9 November 1945 tiga pesawat bomber melayang-layang di atas langit Surabaya sambil menyebarkan pamflet berisi ultimatum yang ditandatangani Mayor Jenderal E.C.Mansergh, yang isinya:

Kepada semua Bangsa Indonesia di Surabaya!

Seruan Jihad Menyambut Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Jihad Menyambut Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Jihad Menyambut Pertempuran 10 November 1945

Tanggal 9 November 1945 tiga pesawat bomber melayang-layang di atas langit Surabaya sambil menyebarkan pamflet ultimatum yang ditandatangani Mayor Jenderal E.C.Mansergh, yang isinya:

IPNU Tegal

Kepada semua Bangsa Indonesia di Surabaya!

Pada tanggal 28 Oktober 1945, rakyat Indonesia di Surabaya secara tidak jujur sekonyong-konyong menyerang angkatan perang Inggris yang datang untuk melucuti dan mengumpulkan angkatan perang Jepang, memberi bantuan kepada tawanan perang sekutu dan interniran, dan menyelenggarakan keamanan dan ketertiban.

IPNU Tegal

Dalam pertempuran yang berturut terjadi, maka banyak anggota kekuasaan Inggris menjadi korban, mati atau luka-luka; ada pula yang hilang. Perempuan dan anak-anak yang diinternir dibunuh secara kejam. Dan belakangan Brigadir Jenderal Mallaby dibunuh secara tidak jujur, yang pada waktu itu sedang berusaha memegang teguh persetujuan penghentian permusuhan yang telah dilanggar oleh pihak Indonesia tadi.

Kesalahan-kesalahan tersebut di atas tidak dapat dibiarkan begitu saja. Berdasarkan ini, saya mengeluarkan perintah yang harus dapat dilaksanakan. Selanjutnya pada tanggal 10 November 1945 Jam. 06.00 akan saya kerahkan semua kesatuan angkatan laut, darat dan udara di bawah komando saya untuk menundukkan orang-orang Indonesia yang mengabaikan perintah saya. Mereka bertanggung-jawab atas pertumpahan darah yang tak dapat dihindarkan

9 November 1945

Komando Angkatan Darat Sekutu Jawa Timur                                                                                                      ttd

E.C.Mansergh – Mayor Jenderal

Pamflet berisi ultimatum Mayor Jenderal E.C.Mansergh itu disusul Instruksi yang juga disebar dari pesawat terbang, yang isinya: (1) Pihak Indonesia harus menyerahkan semua tawanan pada tanggal 9 Novermber jam 18.00; (2)  Semua pimpinan Indonesia  harus melaporkan diri pada 9 November 1945 di Jalan Jakarta dengan membawa senjata yang diletakkan 100 yard dari tempat berkumpul untuk menandatangani perjanjian menyerah tanpa syarat; (3)  a.Bangsa Indonesia lain yang bersenjata harus melapor ke Westerbuiten Weg atau ke Darmo bouleverd dan Coen Bouleverd dengan mengibarkan bendera putih; (3) b. Yang diperkenankan membawa senjata hanya polisi berseragam dan TKR yang teratur; (4) tentara sekutu akan mengadakan pembersihan di dalam kota dan siapa yang diketahui menyimpan senjata akan dihukum mati; (5) Siapa yang mengaggu interniran sekutu akan dijatuhi hukuman mati; (6) para perempuan dan anak-anak Indonesia yang akan meninggalkan kota dibolehkan pada tanggal 9 November 1945 jam 19.00 terbatas pada jurusan Mojokerto dan Sidoarjo  lewat  jalan  besar.

Arek-arek Surabaya meraung marah membaca ultimatum dan instruksi E.C.Mansergh yang sangat merendahkan martabat Bangsa Indonesia. KH Hasyim Asy’ari yang saat itu berada di Surabaya, menyambut hinaan Mayor Jendera E.C.Mansergh itu dengan mengubah isi Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 menjadi lebih operasional, yaitu dari pernyataan resolusi berbunyi:

Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe Fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada di loear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itu djadi fardloe kifajah (jang tjoekoep, kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…”    menjadi “Bagi tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak (bersenjata ataoe tidak) yang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari Soerabaja, Fardloe ‘Ain hukumnya untuk berperang  melawan moesoeh oentoek membela Soerabaja..

Seruan jihad yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari pada 9 November 1945 itu dengan cepat menyebar ke berbagai daerah yang berjarak sekitar 94 km dari Surabaya seperti Mojokerto, Lamongan, Tuban, Pasuruan, Jombang, Malang, dan bahkan ke daerah-daerah yang lebih jauh seperti Probolinggo, Jember, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, Rembang, bahkan Cirebon. Para kyai, santri, satuan-satuan dari barisan Hizbullah dan Sabilillah berbondong-bondong ke Surabaya, bergabung dengan pasukan TKR Kota Surabaya, PRI, BPRI, TKR Laut, TKR Pelajar, Polisi Istimewa, Barisan Buruh, dan warga Kota Surabaya untuk menyambut serangan umum pasukan Inggris di bawah Mayor Jenderal E.C.Mansergh pada 10 November 1945.

Oleh karena perang melawan kekuatan pasukan Inggris pada 10 November 1945 dilandasi semangat Jihad Fii Sabilillah, maka teriakan “Allahu Akbar!” sebagai penanda jihad dikumandangkan sejak peluru pertama meletus sampai tarikan nafas terakhir seorang pejuang kehilangan nyawa menjadi syuhada. Dan Inggris yang menduga Rakyat Surabaya akan tunduk menyerah dalam tempo tiga hari – setelah kota dibombardir dari darat, laut dan udara – terbukti harus bersimbah darah dan airmata karena sampai tiga bulan bertempur, kekuatan rakyat Indonesia yang dikobari semanbgat Jihad fii Sabilillah tidak kunjung menyerah. Dan Inggris pun menandai momentum bersejarah yang paling keras itu dengan sebaris kalimat: Once and Forever! (Agus Sunyoto)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Lomba, Sunnah IPNU Tegal

Kamis, 12 Oktober 2017

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas

Jepara, IPNU Tegal. Menteri pendidikan dan kebudayaan, Prof Dr Ir H Mohammad Nuh, DEA mengungkapkan kurikulum pendidikan nasional 2013 adalah untuk menyongsong generasi emas 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.

Demikian diungkapkannya dalam Sosialisasi Kurikulum 2013 oleh Mendikbud di kampus Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara, Ahad (3/2).?

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas

Pernyataan itu menurutnya cukup beralasan mengingat populasi pemuda di Indonesia mulai 2010-2035 meningkat tajam. Kelak anak-anak yang saat ini duduk di bangku PAUD, TK, SD dan SMP akan memimpin Indonesia. Populasi pemuda yang meningkat menurut Nuh perlu diakomodir agar mampu bersaing dengan negara-negara yang lain.?

IPNU Tegal

Data yang ia lansir dari beberapa lembaga Internasional semisal Pisa dan Timms cukup memprihatinkan. Siswa SD dan SMP untuk mapel MTK, IPA dan Bahasa kualitasnya rendah. Apalagi analisis reasoning malah belum bisa sama sekali. Ditambah dengan urusan data yang sudah kadung tidak terbiasa.?

Karenanya Nuh menegaskan kurikulum 2013 yang sempat dipertentangkan bukan sekadar ganti menteri ganti kurikulum. Lebih dari itu, kedepan dari kurikulum terbaru ada logika berpikir, isi, proses, evaluasi yang siap mengahadapi tantangan zaman.

IPNU Tegal

“Untuk isi kurikulum tidak semua dirombak tetapi menggunakan metode mempertahankan cara lama yang baik dan mengambil cara baru yang baik,” terangnya kepada kepala sekolah se-eks karisidenan Pati.?

Berkenaan dengan guru yang biasanya membuat silabus lanjutnya dibebaskan tetapi guru dituntut memanfaatkan waktu selama proses belajar-mengajar. “Saya tahu kalau panjenengan silabusnya hasil kopi paste. Kalau diterus-teruskan isinya ya cuma kopi paste,” jelasnya dengan disambut tawa. ?

Kurikulum 2013 papar Nuh tidak hanya dijalankan di sekolah-sekolah top saja. Melainkan sekolah-sekolah di pelosok pedesaan pun juga bisa melaksanakannya. Semisal dalam mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerja tam tatap muka (JTM) ditambah 2 jam menjadi 4 jam.?

Pada mapel agama memuat Islam rahmatan lil alamin. Dirinya prihatin tatkala mapel agama tidak memuat fiqhun nisa. Kalau santri ia yakin memperoleh materi tersebut. Kalo di sekolah umum ia pesimis. “Sopo seng tanggung karo arek-arek iki?” katanya dengan logat Jawa Timuran.?

Dalam mapel tersebut 3 nilai yang harus dikedepankan yakni kejujuran, kedisiplinan dan kebersihan.

“Saya mendambakan pemuda jujur layaknya Syekh Abdul Qadir Jailani saat berusia 18 tahun. Ia dititipi ibunya emas yang dibawa ke Baghdad. Di tengah perjalanan ia bertemu perampok. Saat ditanya barang bawaan dirinya mengaku yang dibawanya emas tetapi perampok tidak percaya. Setelah ditunjukkan emas tersebut si rampok menangis dan mencium syekh Abdul Qadir,” ceritanya.

Hal tersebut, menurut Nuh, contoh pendidikan kejujuran yang patut diteladani.?

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributr: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Kamis, 28 September 2017

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama

Pacitan,IPNU Tegal ? . Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengatakan, agama itu dasar dalam berjuang dan kekuasaan politik itu adalah pengawal dalam perjuangan. Bila perjuangan tanpa didasari dengan politik sebagai pengawalnya, maka kegagalan sebuah keniscayaan.

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama

Hal ini disampaikanya saat memberikan ceramah dalam acara pengajian umum Harlah NU dan Pelantikan Pengurus MWC NU Arjosari, di Pondok Pesantren Al-Fattah Kikil, Pacitan Jawa Timur Senin Siang (10/3).

Dikatakannya, memperjuangkan nilai-nilai agama, masyarakat dapat hidup tertib dan aman sejahtera, serta ingin agar pondok pesantren dijadikan bagian dari sistem pendidikan, maka kekuasaan politik perlu diraih.

IPNU Tegal

“Itulah sebabnya pada tahun 1936 NU dengan muktamanya di Banjarmasin menyatakan? berdirinya satu negara Republik Indonesia adalah suatu keharusan. Dan didirikanya Negara Kesatuan RI adalah sebagai negara darussalam bukan darul Islam. Itu yang diperjuangkan oleh NU sampai Sekarang.”

Lebih lanjut, dalam negara darussalam, hidup masyarakat di dalam kebersamaan dan perbedaan-perbedaan. Mereka hidup bersama secara damai di dalam negara darussalam. Masing-masing pemeluk agama harus dilindungi haknya oleh konstitusi.

IPNU Tegal

“Konsep ini yang akhirnya diperjuangkan oleh Gus Dur,” kata Mahfud MD yang akan dicalonkan menjadi Capres 2014 itu.

Sebelum memberikan pengajian kepada warga Nahdliyin Pacitan, Mahfud MD melakukan silaturrahmi kepada keluarga besar Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. Ia disambut dengan suasana hangat seluruh keluarga di Ndalem Paguron Soko Papat.

Pada kesempatan itu, Mahfud MD secara khusus didoakan oleh para kiai dengan harapan semoga dapat kuat dan dapat menjalankan amanah dengan baik. Doa khusus dibacakan KH Umar Syahid, KH. Luqman Harist Dimyathi, KH Rotal Amin, KH Abdul Mukti, KH Zuhdi (Takeran Magetan), KH Muhammad (Betengan Demak), KH Fuad Habib dan KH Hammad Al Alim. (Zainal Faizin/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Budaya, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Jumat, 26 Mei 2017

Aksara Jawi, Pegon, dan Hanacaraka Harus Digunakan Kembali di Sekolah

Jakarta, IPNU Tegal - Penulis buku-buku pesantren dan ke-NUan Ahmad Baso mengajukan usul agar instansi dan pejabat pemerintah yang menangani bidang pendidikan memasukkan aksara Jawi, Pegon dan Hanacaraka masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Pasalnya, hanya dengan cara itu pelajar madrasah dan mahasiswa IAIN terbiasa kembali mengenal khazanah di luar bacaan beraksara latin.

Demikian disampaikan Ahmad Baso dalam seminar inventarisasi karya pemuka dan tokoh agama Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Bekasi sejak Rabu-Jumat (23-25/11).

Aksara Jawi, Pegon, dan Hanacaraka Harus Digunakan Kembali di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksara Jawi, Pegon, dan Hanacaraka Harus Digunakan Kembali di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksara Jawi, Pegon, dan Hanacaraka Harus Digunakan Kembali di Sekolah

Menurut Baso, setelah katalogisasi dan digitalisasi karya ulama Nusantara, tugas utama Kemenag adalah melakukan substansialisasi kurikulum bacaan anak sekolah.

IPNU Tegal

“Bahan bacaan buku agama anak-anak kita selama ini hanya latin, bukan bahan bacaan beraksara Arab, Pegon, Jawi, dan Hanacaraka,” kata Baso.

Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat mengakses karya Walisanga. Selama ini mereka tidak membaca karya ulama karena mereka hanya kenal aksara latin.

Semua karya beraksara Jawi dan pegon ini harus menjadi bahan ajaran di sekolah. Karya-karya ini diajarkan secara massif. Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kemenag baiknya melakukan sinkronisasi dengan instansi pendidikan terkait seperti Pendis dan lainnya.

IPNU Tegal

“Selama ini anak-anak kita baca buku-buku di luar karya ulama Nusantara seperti Wahabi, atau karya ulama timur tengah lain seperti Yusuf Qardhawi atau Wahbah Az-Zuhayli. Padahal wajah Islam Nusantara tampak dari karya para ulama. Ini semua bisa digali lewat karya mereka yang antara lain berbahasa Jawi, Pegon, Hanacaraka, dan aksara local Indonesia lainnya,” kata Basor. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Pesantren, Pertandingan IPNU Tegal

Jumat, 03 Februari 2017

Suami Harus Turuti Istri yang Ngidam

Ngidam adalah fenomena psikologis yang terjadi pada perempuan yang sedang mengandung. Ngidam bagi ibu hamil adalah sesuatu yang luar biasa. Keinginan itu terkadang tidak rasional dan terkadang terkesan mengada-ada. Menurut sebagian orang keinginan seorang istri yang sedang ngidam merupakan ujian bagi suaminya. Memenuhi permintaan perempuan ngidam berarti menunjukkan kasih sayang kepadanya, dan juga sebaliknya. Bahkan jika keinginannya tidak dipenuhi, sebagian masyarakat percaya hal itu berdampak pada calon bayi yang ada dalam kandungan.

Karena itulah bagi seorang suami diharuskan bisa memenuhi permintaan istri yang sedang ngidam. Bahkan keharusan memenuhinya selama tidak membahayakan dan tidak melanggar norma syariah. Dalam Khasyiatul Bujairomi alal Khatib diterangkan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...

Sebaiknya suami menuruti selera perempuan hamil yang dikenal dengan ngidam seperti halnya ketika menginginkan yang asam-asam sebagaimana yang menjadi adat kebiasaan.

Suami Harus Turuti Istri yang Ngidam (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami Harus Turuti Istri yang Ngidam (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami Harus Turuti Istri yang Ngidam

Memang tidak ada dalil yang mewajibkan seorang suami memenuhi permintaan istri yang sedang ngidam sebagaimana tidak adanya pelarangan untuk memenuhinya pula. Akan tetapi mempertimbangkan kepayahan perempuan yang hamil, tentunya pemenuhan itu bisa menjadi dukungan moral tersendiri bagi istri yang sedng hamil. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Halaqoh, Sunnah, Ahlussunnah IPNU Tegal

Minggu, 27 November 2016

Jam’iyyah NU, Pergerakan Para Guru

Lombok Tengah, IPNU Tegal

Ketua PWNU Nusa Tenggara Barat Tuan Guru H. Taqiuddin Mansur mengatakan, setiap warga NU, apa pun profesinya, jangan pernah melupakan jasa guru-guru yang telah mendidik di masa kecil, remaja hingga dewasa.

“Jadi apa saja, bupati, menteri, jangan melupakan gurumu. Guru derajatnya lebih tinggi dari apa pun,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat tersebut di Seminar Nasional Perlindungan Profesi Guru di hotel D’Praya Kamis (23/2).

Jam’iyyah NU, Pergerakan Para Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Jam’iyyah NU, Pergerakan Para Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Jam’iyyah NU, Pergerakan Para Guru

Ia menambahkan, guru jangan diartikan sebagai orang yang memunyai Surat Keputusan dari negara, tapi orang yang telah mendidik kita. Setelah kita dididik, dianjurkan kita juga menjadi guru bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

IPNU Tegal

“Kalau tidak bisa jadi guru, maka jadilah pembelajar. Jika tidak bisa, jadi pendengar yang baik,” tambah tuan guru kelahiran Lombok Tengah 1953 tersebut.

Menurut tokoh agama yang pernah aktif di IPNU, PMII, dan GP Andor tersebut, gerakan Nahdlatul Ulama sebenarnya adalah pergerakan guru. Karena, menurutnya, NU adalah gerakan pendidikan, melalui kiai dan tokoh NU mengajari jamaahnya dan santri.

IPNU Tegal

Ia berharap, Pergunu mampu meningkatkan peran dan fungsi guru-guru NU agar mampu mendidik anak-anak menjadi kader yang berkualitas.

Rapat Kerja Nasional Pergunu bertema Menggerakkan Pendidikan Nilai Ahlussunah wal-Jama’ah An-Nahdliyah untuk Kedaulatan NKRI tersebut berlangsung sampai Ahad (26/2). Rencananya, kegiatan tersebut dihadiri Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Sunnah IPNU Tegal

Selasa, 17 Maret 2015

Rektor UNM: Dirikan Rayon PMII di Semua Fakultas!

Makassar,? IPNU Tegal - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam mengintruksikan ketua Pengurus Komissariat Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNM dan jajarannya untuk segera membuat rayon baru di semua fakultas.

"Bergeraklah dan lakukan kaderisasi secara kontinu. Saya siap men-support semua kegiatan PMII komisariat UNM cabang Makassar," tuturnya saat menyampaikan kata sambutan dalam acara pelantikan PK PMII UNM di Ballroom Lantai 2, Gedung Phinisi UNM, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/9).

Rektor UNM: Dirikan Rayon PMII di Semua Fakultas! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UNM: Dirikan Rayon PMII di Semua Fakultas! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor UNM: Dirikan Rayon PMII di Semua Fakultas!

Lebih jauh, Husain memberi semangat kepada para kader PMII dengan mengatakan bahwa "Saya menjadi Rektor UNM berkat PMII," tutupnya.

Sementara itu, Supiardi sebagai Ketua Pengurus Komisariat PMII? UNM menyampaikan bahwa PMII betul-betul harus menjadi motor penggerak. “Agent of change dan agent of development menuju kebangkitan untuk masa depan bangsa yang lebih baik," tegas mahasiswa teknik pertanian UNM ini.

IPNU Tegal

Ketua Pengurus Cabang PMII Makassar Muh Basri yang melantik pengurus baru tersebut menyampaikan hal yang senada. Menurutnya, Pengurus Komisariat UNM harus terus memperluas pengetahuan para kader guna menghadapi tantangan globalisasi.

IPNU Tegal

“Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) dan follow up harus dilakukan oleh para pengurus untuk mencetak kader yabg ulul albab," papar Basri yang juga alumni PMII Rayon Ekonomi UMI.

Selain Rektor UNM, pelantikan yang mengusung tema “Revitalisasi PMII Berbasis Kaderisasi Gerakan Islam Ahlussunah wal Jamaah” ini juga dihadiri Pembantu Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan UNM, Kepala BAAK UNM, pengurus PB PMII, ketua Pengurus Komisariat PMII se-Makassar, ketua-ketua Pengurus Rayon PMII, dan perwakilan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di UNM, serta ketua organisasi daerah dari beberapa kabupaten. (Muhammad Aras Prabowo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Ubudiyah, Tegal IPNU Tegal

Kamis, 17 April 2014

Fatayat NU Lasem Gelar Konferensi Cabang

Lasem, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang Fatayat NU Lasem menggelar Konferensi Cabang yang diselenggarakan di Gedung LP Ma’arif NU Lasem Jl. Sunan Bonang Km 1 o. 87, Ahad, 16 Juni 2013. 

Acara dihadiri delegasi dari seluruh Pimpinan Ranting se-Lasem.  Hadir dalam pembukaan Ketua Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz, PCNU Lasem, PW Fatayat NU Jateng Khizanaturromah, PC Muslimat NU Lasem, PC IPNU-IPPNU Lasem, MWC NU Lasem, Organisasi Wanita Rembang, Istri Ketua DPRD Rembang, para sesepuh Cabang Lasem dan para tamu undangan lainya.

Fatayat NU Lasem Gelar Konferensi Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Lasem Gelar Konferensi Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Lasem Gelar Konferensi Cabang

Dalam pembukaan tersebut Ketua Fatayat NU Lasem Hj Durrorun Nafisah menyampaikan telah banyak kegiatan yang dilaksanakan selama 5 tahun kepemimpinan, terutama yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan, meliputi penguatan kemandirian  ekonomi dengan meningkatkan kewirausahaan perempuan, modernisasi pengelolaan keuangan organisasi dalam bentuk koperasi bersama dan lainnya.

IPNU Tegal

“Kami berharap landasan yang telah kita buat bersama dapat lebih ditingkatkan agar peran Fatayat semakin dalam dirasakan oleh masyarakat, makin mandiri, sejahtera, kompetitif, dengan tidak meninggalkan nilai-nilai akhlak mulia dan aswaja. Apakah gunanya sebuah kesuksesan, jika hanya meresahkan mesyarakat dan kurang dirasakan manfaatnya,” katanya.

IPNU Tegal

PW Fatayat NU Jateng menyampaikan terdapat dua tugas penting yang harus dijalankan, pertama, Fatayat NU merupakan kader yang akan meneruskan perjuangan NU, kedua Fatayat NU merupakan organisasi agama, sebagai  gerakan perempuan yang bisa mengentaskan masalah perempuan di Indonesia khususnya di Lasem, diantaranya diskriminasi dalam pelayanan publik, masalah reproduksi/kesehatan dan lain sebagainya. Kader Muda Fatayat mempunyai kewajiban mengentaskan masalah-masalah tersebut.

“Dalam Fatayat kita mencari saudara bukan mencari musuh,” katanya.

PCNU Juga menyampaikan bahwa tradisi NU seperti tahlil, manaqib, shalawat akan terus berkembang bilamana Fatayat NU juga menjalankannya, dan intinya orang NU harus kenal NU.

Wakil Bupait Rembang. Abdul Hafidz yang sekaligus membuka acara memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peran yang telah telah dijalankan Fatayat NU Lasem,

“Ambillah peran yang bisa mensinergikan program Fatayat,” katanya.

Selain itu PC Fatayat NU juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh PAC Fatayat NU se-cabang Lasem bagi yang mempunyai prestasi, diantaranya prestasi administrasi terbaik, rekrutmen anggota terbaik dan partisipan terbaik.

Dalam konferensi kali ini, Hj, Durrotun Nafisah terpilih menjadi ketua untuk yang kedua kalinya. Karena tidak ada calon lain, maka pemilihan ketua dilakukan secara aklamasi.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Akhmad Sayuti

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hadits, Sunnah IPNU Tegal

Sabtu, 08 Juni 2013

Sujiwo Tejo Sulap Gedung PBNU Jadi Panggung Wayang

Jakarta, IPNU Tegal. Setelah budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama kru musik Kiai Kanjeng memeriahkan peringatan hari lahir ke-87 NU, kini giliran dalang Sujiwo Tejo menyemarakkan perhelatan tersebut dengan aksi pertunjukan wayang.

Sujiwo Tejo Sulap Gedung PBNU Jadi Panggung Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujiwo Tejo Sulap Gedung PBNU Jadi Panggung Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujiwo Tejo Sulap Gedung PBNU Jadi Panggung Wayang

Pagelaran wayang yang diselenggarakan di halaman gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (1/2) hingga dini hari, ini mengambil lakon ”Sunan Kalijaga”. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, dan jajaran pengurus NU lainnya turut mengikuti ”kesenian para walii” itu.

Sujiwo Tejo tampil bersama rombongan selama tak kurang dari empat jam. Dalam durasi itu, pementasan lakon Sunan Kalijaga juga diselai dialog wayang dengan penonton, serta lantunan shalawat dan sejumlah lagu oleh sinden.

IPNU Tegal

Dalam kesempatan ini, sang dalang menceritakan perjalanan spiritual dan dakwah Sunan Kalijaga. Cerita tersebut antara lain memberi pesan tentang keharusan manusia meraih Kebenaran Hakiki dan menyampaikanya dengan cara-cara lembut.

Aksi panggung Sujiwo Tejo disambut antusias ratusan penonton yang mulai memadati halaman gedung PBNU sejak Jumat sore. Tingkahnya yang nyentrik sesekali membuat tertawa para hadirin. Apalagi, seniman kelahiran Jember, Jawa Timur, ini mampu menyelipkan sejumlah isu terkini dalam negeri di sela-sela perjalanan cerita.

IPNU Tegal

Peringatan harlah NU ke-87, 31 Januari-1 Februari 2013,  ini adalah hasil prakarsa Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU. Cak Nun dan Sujiwo Tejo diundang secara khusus untuk menyemarakkan rangkaian acara yang terangkum dalam tema ”Pengajian dan Bedah Buku Atlas Wali Songo”.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock