Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Brebes, IPNU Tegal. Meski mengalami keterlambatan akibat delay pesawat di Bandara King Abdul Azis Mekah, jamaah haji dari Kabupaten Brebes pulang ke kampung halamannya dengan selamat. Mereka tiba di Islamic Center Brebes terlambat lima jam dari waktu yang dijadwalkan semula.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut kedatangan haji kelompok terbang (Kloter) pertama di Islamic Center Sabtu dinihari (11/10). Idza mengaku sangat gembira karena tidak ada permasalahan yang menimpa jamaah haji Brebes. Sehingga semuanya dalam keadaan sehat walafiat. Dia berharap, para jamaah haji menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Selain itu, ia meminta mereka agar mampu menjadi contoh tauladan di masyarakat. “Gelar haji menjadi barometer akhlak dan tabiat di masyarakat,” katanya. Dengan tauladan yang telah dicontohkan para jamaah haji Brebes, mudah-mudahan Brebes semakin maju dan sejahtera dibawah naungan dan ridlo dari Allah SWT.

IPNU Tegal

Bupati juga menyambut kedatangan kloter 2 dan 3 di dampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi Garahaju) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Drs H Syauqi Wijaya. Kloter 1 sejumlah 363 jamaah tiba di Islamic Center Brebes Sabtu (11/10) pukul 00.30 dini hari dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan.

IPNU Tegal

Sementara kloter kedua yang berjumlah 366 calon haji tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 08.00 dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan. Sedangkan kloter ketiga yang berjumlah 167 tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 12.30 mengendarai 4 bus.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat yang melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan Solo melaporkan jamaah yang berangkat sejak 30-31 Agustus lalu sudah menunaikan ritual haji dan kembali tiba di Donohudan dengan selamat. Mereka pulang ke Brebes dengan mengendarai 22 bus dan 2 bus cadangan.

Menurut Imam, secara umum kondisi jamaah haji Indonesia asal Brebes dalam keadaan baik, sehat walafiat. Namun demikian ada 2 orang suami istri dari Salem yang tertinggal tidak mengikuti jamaah asal Brebes, tetapi mengikuti kloter 16.

Sehingga, kata dia, yang sudah pulang saat ini baru 896 jamaah. Pada saat pemberangkatan, istrinya mengalami sakit maka suaminya turut mendampingi dan diberangkatkan mengikuti kloter 16, maka kepulangannya pun ikut juga kloter 16. “Yang bersangkutan memilih pulang tunda untuk menyempurnakan ibadahnya,” tandas Imam.

Salah seorang jamaah haji dari Kloter 1 H Moh Aqso MAg menjelaskan, jumlah jamaah haji dunia saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa bila dibandingkan tahun lalu. Namun demikian jamaah haji Brebes yang berangkat lebih awal terasa diuntungkan karena telah melakukan ibadah masih dalam kondisi lengang.

“Meski padat, tapi pemberangkatan awal bagi jamaah Brebes sangat diuntungkan,” kata Aqso ketika di tanya Bupati sesampainya di Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pahlawan, Cerita, Halaqoh IPNU Tegal

Senin, 26 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat

Kudus, IPNU Tegal. Ketua Umum Presedium Majelis Alumni IPNU H Hilmi Muhammadiyah menilai pembahasan tarik ulur RUU Pilkada oleh DPR waktunya tidak tepat.

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat

Hal itu mengemuka dalam diskusi “Pilkada Langsung, Pilkada Tidak Langsung: Siapa Beruntung?” yang diadakan STAIN Kudus bekerja sama dengan Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah di aula Rektorat lantai 3, Sabtu (20/9) siang.?

Ketidaktepatan itu terkait hawa panas di gedung dewan antara kubu pendukung Pilkada Langsung dan Pilkada Tidak Langsung. “Saya menilai pembahasan RUU ini tidak tepat karena saya mencium aroma kekecewaan salah satu calon dalam Pilpres kemarin,” terangnya.?

IPNU Tegal

Idealnya, pembahasan RUU tersebut dilakukan 2019 mendatang, syaratnya dengan kejernihan berpikir. Hilmi juga menyayangkan DPR yang baru membahasnya saat ini. Padahal, Munas NU tahun 2012 di Kempek telah jelas membahas hal itu.?

Hasil Munas waktu itu menyebutkan Pilgub, Pilwali, dan Pilbup oleh DPRD layak diberlakukan lagi. “Hasil ini muncul lantaran keprihatinan konflik sosial dalam penyelenggaraan Pilkada Langsung,” jelasnya pada audien yang hadir.?

IPNU Tegal

Mestinya, sebelum Pilpres atau usai hasil Munas itu diputuskan DPR langsung tanggap. Jika tarik-menariknya baru sekarang, ia meyakini ada banyak kepentingan dibalik pembahasan RUU tersebut. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Cerita, Sunnah IPNU Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi

Brebes, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang Fatayat NU Brebes mendirikan Baitul Mal wat Tamwil Syirkah Muawanah Fatayat Nahdlatul Ulama (BMT SM FNU). Kehadiran lembaga ini diharapkan menjawab tantangan ekonomi yang mendera sebagian warga NU di kabupaten Brebes.

“Fatayat NU senantiasa melakukan gerakan-gerakan ekonomi dengan mengembangkan sayap ekonomi, seperti BMT,” ujar Ketua Fatayat NU Brebes Mukminah usai peluncuran Koperasi Serba Usaha (KSU) BMT SM FNU di jalan raya Kluwut KM 03 Bulakamba, Brebes, Ahad (17/5).

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi

Pemberdayaan perempuan sebagai kader NU, menurutnya, berpotensi besar dalam pengaturan roda ekonomi keluarga. Kehadiran BMT menjadi jawaban kegelisahan perempuan Nahdliyin. Apalagi di daerah Kluwuat, mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani yang sangat memerlukan langkah penyejahteraan keluarganya.

IPNU Tegal

“BMT SM berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dan petani Brebes pada umumnya,” terang Mukminah.

IPNU Tegal

Direktur BMT SM FNU Hj Eva Trisnawati menjelaskan, BMT didirikan dengan modal awal sebesar Rp 100 juta dari investasi sejumlah orang. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang juga Wakil Ketua Fatayat NU berinvestasi sebesar Rp 10 juta. Bahrudin Nasori Rp 25 juta. H A Rafiq Abdillah Rp 10 Juta. H Toridin (Pengusaha Tambak) Rp 25 juta. Selain mereka, ada 20 orang pengurus masing-masing berinvestasi Rp 1 juta serta nasabah lainnya sehingga genap Rp 100 juta.

“Modal awal Rp 100 juta ini mudah-mudahan menjadi titik awal keberkahan usaha kami,” kata Eva.

Untuk sementara, bidang usaha yang dijalani masih berkutat di simpan pinjam. Mudah-mudahan sepanjang perjalanan waktu akan dikembangkan berbagai usaha untuk membantu kesejahteraan bersama.

Hadir dalam peluncuran ini Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Brebes Sutejo, Ketua KSU Windu Kencana Brebes Komar, Kasi Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UMKM Sunoto, beserta pimpinan cabang NU, Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU, Ketua anak cabang Fatayat NU sekabupaten Brebes, dan sejumlah undangan lainnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pahlawan, Cerita IPNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mendukung gerakan ekonomi IPPNU Garut dalam pengembangan industri kuliner kreatif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dirintis dan dikembangkan rekanita IPPNU Garut. Kepekaan dalam melihat peluang memang terlihat dari upaya konkret dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada," kata Puti kepada IPNU Tegal, Rabu (10/2).

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Ia menegaskan bahwa IPPNU akan terus mendorong para kadernya menciptakan kreasi-kreasi, inovasi, dan jeli melihat potensi serta peluang pasar dalam memanfaatkan bonus demografi sebagai jawaban menghadapi MEA.

IPNU Tegal

"Upaya ke depan, pelatihan-pelatihan berbasis kewirausahaan akan makin ditingkatkan dan ditindaklanjuti secara serius oleh IPPNU," ujarnya.

Puti berharap IPPNU di semua lini baik wilayah, cabang, anak cabang maupun ranting di daerah lain harus dapat termotivasi dan tidak boleh kalah dengan IPPNU Garut.

IPNU Tegal

Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah yang tentunya beragam, saya berharap kader-kader IPPNU dapat mewujudkan inovasi-inovasi baru yang sesuai dengan selera pasar di era MEA, pungkasnya. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Halaqoh, Meme Islam IPNU Tegal

Penghafal Al-Quran Diingatkan Wasiat Kiai Arwani

Grobogan, IPNU Tegal. Penghafal Juz ‘Amma yang telah belajar di majelis Hidayatul Qur’an diwisuda secara simbolik Jumat(13/12). Wisuda disaksikan oleh masyarakat sekitar mulai kanak-kanak hingga usia tua.

Penghafal Al-Quran Diingatkan Wasiat Kiai Arwani (Sumber Gambar : Nu Online)
Penghafal Al-Quran Diingatkan Wasiat Kiai Arwani (Sumber Gambar : Nu Online)

Penghafal Al-Quran Diingatkan Wasiat Kiai Arwani

Kegiatan ini dibarengkan dengan acara haul Simbah K. Muslih, salah seorang tokoh penyebar ilmu agama di Desa Selo, Grobogan Jawa Tengah.

Pada wisuda tersebut dibacakan wasiat ahli Al-Quran KH Arwani Amin Kudus oleh salah seorang pengajar.

IPNU Tegal

Inti wasiat dia adalah larangan Al-Qur’an dijadikan tujuan atau alat mencari dunia. Diantaranya jangan membaca Al-Qur’an dalam Musabaqah Tilawatul Qur’an (MTQ) dengan tujuan menjadi yang terbaik dan mendapat hadiah.

IPNU Tegal

KH Imron Hasani menggaristebali wasiat KH Arwani kudus tersebut. Membaca Al-Quran dengan tujuan hadiah bisa termasuk dalam hadit Nabi “rubba qoriin wal Qur’anu yal’anuh,”.

Menurut dia, terjemahan hadits tersebut betapa banyak orang yang membaca Al-Qur’an, namun Al-Qur’an justru melaknatnya. (Ibnu Muslih/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Merespon Konflik Suriah: Repotnya Berdiri di Tengah

Oleh Edi Subkhan



Di tengah isu penistaan agama yang disangkakan pada Ahok, akhir 2016 time line Facebook dikuasai perang opini pihak yang pro Bashar al-Assad maupun yang kontra. Jutaan informasi disebar via Facebook, dan barangkali sebagian besar dari kita tanpa sempat mengkonfirmasi sumbernya langsung saja menjadi bagian dari jaringan penyebar informasi mengenai konflik Suriah, apapun itu, baik yang pro maupun kontra Assad.

Merespon Konflik Suriah: Repotnya Berdiri di Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Merespon Konflik Suriah: Repotnya Berdiri di Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Merespon Konflik Suriah: Repotnya Berdiri di Tengah

Taggar #SaveAleppo mengemuka, banyak mengundang simpati bahkan dorongan agar pemerintah Indonesia segera mengirim kekuatan militernya untuk ikut serta mengakhiri konflik Suriah. Ketika pemerintah Arab Saudi menggalang kekuatan militer beberapa negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan Indonesia menolak ikut serta, Jokowi jadi bulan-bulanan bullying. Lawatan Presiden dan parlemen Indonesia ke Iran jadi bumbu penyedap tuduhan bahwa Jokowi pro Assad dan akan membawa nasib umat Islam di Indonesia sama seperti di Suriah.

Hal itu karena Iran dalam konflik Suriah menyokong pemerintahan Assad bersama Russia, dan isu sektarian yang diembuskan adalah: Assad presiden Syi’ah yang kejam dan membantai warganya sendiri. Narasi drama yang dibangun lebih lengkapnya adalah: Bashar al-Assad presiden Syi’ah yang kejam terhadap rakyatnya sendiri, hingga muncul para pemberontak yang ingin menumbangkannya. Setelah konflik bersenjata terjadi, kabut asap peta politik mulai tersingkap. Arab Saudi, Qatar, Yordania, Turki, Amerika Serikat (AS), Israel, dan beberapa negara Eropa tampak mendukung para pemberontak, di sisi lain Iran dan Russia mendukung Bashar al-Assad.

IPNU Tegal

Respon umat Islam di Indonesia terbelah. Beberapa kelompok yang selalu responsif terhadap isu-isu politik Islam segera bersikap, walau sulit dan barangkali sadar pilihannya bukan tanpa risiko. Misalnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang berada di lingkaran partai dakwah (baca: Partai Keadilan Sejahtera [PKS]). Kedutaan besar Russia di Jakarta mereka demo karena melihat Russia mendukung Assad yang menurut mereka telah membantai Muslim Sunni di Suriah. Sikap politik tersebut secara tidak langsung telah menjadikan HTI dan PKS berada di blok/pihak AS, Israel, dan kawan-kawan, satu pihak yang selama ini jadi sasaran kritik abadi mereka.

IPNU Tegal

Sikap tersebut juga menunjukkan mereka dalam satu blok/pihak dengan ISIS, karena para pemberontak di Suriah tiada lain kecuali ISIS dan kawan-kawannya. Hal yang saya pribadi tidak habis pikir adalah: sekian banyak orang yang posting di media sosial berada dalam posisi kontra Assad dan jika ditanya ternyata tak banyak yang paham bahwa dengan demikian mereka berada dalam satu blok dengan AS, Israel, bahkan ISIS. Anehnya juga tak banyak yang kritis bagaimana bisa AS, Israel, berada satu blok dengan Arab Saudi, Qatar, Yordania, Turki, untuk sama-sama menggulingkan rezim Assad.

Sementara itu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah tampak lebih berhati-hati dalam bersikap, sebagaimana yang dilakukan pemerintah Indonesia. Hal tersebut bisa jadi karena memang konflik Suriah teramat pelik dan kompleks. Duta besar Indonesia untuk Suriah, Djoko Harjanto bahkan menyatakan banyak sekali informasi yang simpang siur hingga sampai di Indonesia. Misalnya tudingan bahwa Assad adalah Syi’ah dan juga keterlibatan media-media mainstream milik Barat yang membawa kepentingan Barat di Timur Tengah (Republika, 21/3/2016). Tuduhan bahwa rezim Assad merupakan rezim Syi’ah dan telah membantai Muslim Sunni juga dibantah oleh Muhammad Najih Arromadloni, sekretaris Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (al-Syami) (nu.or.id, 14/5/2016).

Belajar dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah, setidaknya kita perlu melihat tendensi kepentingan Barat atas Timur Tengah dan Islam.



Kepentingan Barat



Kehadiran Barat yang direpresentasikan oleh AS dan negara-negara Eropa (terutama NATO) di Timur Tengah tentu bukan tanpa tendensi kepentingan tertentu. Kita bisa ingat bagaimana AS mendukung penuh para mujahidin di Afganistan agar dapat menjadi pengganggu permanen dari Uni Soviet waktu itu. Sayangnya milisi yang disokong penuh oleh AS tersebut sekarang jadi tanpa tuan dan cenderung destruktif. Namun keberadaannya di Timur Tengah tetap menguntungkan bagi AS, yakni sewaktu-waktu dapat dimainkan untuk jadi bagian dari proxy war di Timur Tengah, sekaligus jadi kambing hitam jika diperlukan.

Motif untuk menjadi satu-satunya kekuatan adidaya di dunia barangkali menjadikan AS berupaya untuk menundukkan potensi-potensi adidaya yang dimiliki oleh negara-negara lain. Terlebih negara-negara tersebut tidak berada dalam satu aliansi dan kesepemahaman dengan AS Di tahun 1960-an kita bisa telisik beberapa versi sejarah yang menyatakan bahwa kejatuhan Presiden Soekarno salah satunya direncanakan dan disetir oleh C.I.A., tiada lain karena Soekarno tidak dapat lagi disetir oleh AS dan sekutunya, dan juga Soekarno mulai dekat dengan Tiongkok. Berikutnya tahun 1990-an Saddam Husain dijatuhkan bahkan dengan intervensi langsung AS ke Irak dengan dalih membebaskan rakyat Irak dari pemimpinnya yang otoriter dan mencegah perang dunia karena Irak memiliki senjata pemusnah massal. Tuduhan yang pada kemudian hari tak pernah terbukti sama sekali.

Kembali menurut penuturan Arromadloni, sekretaris al-Syami (nu.or.id, 14/5/2016), pada 2009 Qatar meminta agar Assad membukakan jalur pipa gas alamnya melintasi Suriah hingga Turki menuju Eropa. Namun Assad menolak permintaan tersebut dan justru pada 2011 bekerjasama dengan Irak dan Iran untuk membuka jalur pipa ke Timur. Bisa jadi hal tersebut menjadi salah satu pemicu keterlibatan dari Arab Saudi, Qatar, Yordania, dan Turki dalam menyokong para pemberontak Suriah dalam menggulingkan Assad. Yakni rasa sakit hati blok Qatar, Turki, Arab Saudi yang kemudian melibatkan AS dan NATO sebagai mitra bisnis yang saling menguntungkan dan harus menjaga kepentingan masing-masing. Kerjasama Assad dengan Iran juga artinya mengancam posisi AS di Timur Tengah.

Senada dengan itu, Steven Sahiounie (ahtribune.com, 10/8/2016) menyatakan bahwa target Arab Spring setelah Tunisia, Libya, dan Mesir berikutnya adalah Suriah. Namun rencana awal tidak berjalan baik di Suriah hingga AS out of budget. Sahiounie menulis AS memulai rencana penggulingan Bashar al-Assad dengan menyelundupkan para teroris yang sebelumnya dimainkan untuk menggulingkan Moammar Khaddafi di Libya ke Deera, daerah perbatasan Suriah dan Yordania. Masjid Omari menjadi basis masuk dan pelatihan para pemberontak awal. Syaikh Ahmad al-Sayasneh, imam masjid Omari yang sudah sepuh dan bermasalah dengan penglihatannya terkelabuhi.

Para pengikut Ikhwanul Muslimin dan juga pengkut Salafi lokal Suriah diidentifikasi oleh Sahiounie sebagai pihak yang juga ikut membantu pergerakan awal para teroris/tentara bayaran dari Libya yang diselundupkan ke Deera. Rencana ini disusun dengan baik oleh C.I.A. dan dimonitor langsung dari Yordania. Di situ senjata dan dana sudah disiapkan untuk membakar api konflik/revolusi Suriah. Para demonstran lokal yang sudah tidak suka dengan rezim Assad barangkali banyak yang tidak tahu bahwa mereka menjadi bagian dari bidak-bidak catur yang dimainkan oleh pihak luar Suriah.

Deera tak pernah disangka bisa jadi pemicu awal konflik karena letaknya yang di perbatasan. Namun justru karena di pinggiran Deera strategis sebagai jalur suplai senjata dari Yordania. Jika benar konflik Suriah karena rakyat ingin Assad lengser, fakta menunjukkan bahwa hingga tahun kedua konflik, warga Aleppo dan beberapa kota besar seperti Damaskus dan Basrah tak pernah ikut demonstrasi menuntut Assad lengser. Bisa jadi karena mereka relatif terpelajar hingga tidak mudah untuk diseret pada isu murahan sektarian Sunni vs Syi’ah. Sahiounie menegaskan bahwa upaya AS menghancurkan Suriah dengan melengserkan Assad dan mengganti dengan pemimpin lain yang lebih kooperatif bukan hanya soal jalur gas, ladang minyak, juga tambang emas, melainkan juga untuk melumpuhkan Suriah di bawah kepemimpinan Assad yang selama ini jadi penyeru utama di Timur Tengah soal Palestina.

Upaya Mencoreng Islam Rahmatan Lil ‘Alamin



Kepentingan Barat lain yang perlu ditelusuri adalah upaya untuk menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama Rahmatan lil ‘alamin. Pelanggengan konflik Timur Tengah bertahun-tahun bisa ditafsirkan sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa wilayah tempat lahirnya Islam sendiri tak pernah lepas dirundung konflik. Citra yang barangkali ingin ditunjukkan pada dunia adalah: Islam agama yang mengajarkan terorisme, peperangan dan pembunuhan, sebagaimana ditunjukkan oleh al-Qaeda, ISIS, Assad, dan lainnya. Karena itu pula barangkali media-media mainstream Barat menyebut para pemberontak di Suriah dengan sebutan “Jihadis”, satu label yang berkonotasi positif dalam ajaran Islam.

Provokasi media-media Barat dan juga ISIS telah banyak mengundang simpati dan dorongan para “Jihadis” dari berbagai penjuru dunia untuk ikut berjuang di Suriah. Sahiounie mengemukakan bahwa kebanyakan mereka datang ke Turki dari Afganistan, Australia, Afrika, dan Eropa, kemudian diangkut bus-bus milik pemerintah Turki langsung ke perbatasan Turki-Aleppo. Konon tiket pesawat, bus, gaji, persediaan makanan dan obat-obatan sudah disediakan oleh pejabat dari Saudi di Turki. Soal senjata, AS mensuplai penuh dari gudangnya di pelabuhan Benghazi, Libya, sebagian besar persenjataan tersebut merupakan sitaan saat sukses menggulingkan rezim Khaddafi. Mehdi al-Harati, warga Libya berpaspor Irlandia, dijadikan pimpinan Free Syrian Army (FSA) setelah sebelumnya sukses memimpin pasukan teror di Libya.

Sahiounie memungkasi analisisnya bahwa: krisis Suriah adalah produksi bersama AS, Uni Eropa, NATO, Turki, Yordania, Israel, Arab Saudi, dan Qatar. Suplai senjata dilakukan oleh AS, sementara gaji, uang suap, dan lainnya ditanggung pangeran Qatar dan raja Saudi. Media yang digandeng untuk mempropagandakan narasi Hollywood adalah al-Jazeera milik Qatar, CNN, BBC, dan France24. Mereka inilah yang menggambarkan para “jihadis”/pemberontah Suriah sebagai pejuang pembebasan yang perlu didukung. Padahal di situ jelas ada ISIS, hal yang sangat kontradiksi tentunya. Al-Jazeera sejak awal krisis bahkan telah menawarkan $100 bagi siapa pun yang dapat menyerahkan video amatir dari Suriah kepada mereka. Sayembara tersebut seketika jadi lahan subur industri baru di Suriah, ‘sutradara’ dan ‘aktor’ bermunculan. Tak ada yang memverifikasi kebenaran isi video, asal mendukung propaganda semua diterima dan sebarluaskan media-media mainstream.

Telaah Sahiounie tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Dr. Taufiq Ramadhan al-Buthi, putra dari almarhum Syaikh Ramadhan al-Buthi, salah seorang Ulama Suriah yang wafat di tangan kelompok pemberontak dalam konflik Suriah (republika, 7/12/2015). Ia menyatakan bahwa agenda memecah belah Suriah melalui konflik sektarian sudah terbaca ayahnya, oleh karena itu Syaikh Ramadhan al-Buthi memilih jalan tengah, berdiri di tengah, menjadi moderat, untuk menghindarkan konflik. Ia tak pernah mencela pemerintah namun tidak juga memujinya. Sebelumnya ia dikenal sebagai Ulama yang kritis terhadap pemerintah. Tiap bertemu Assad justru yang dilakukan adalah menasehatinya, bukan menyanjungnya. Namun karena upayanya untuk bersikap netral itulah al-Buthi di-bully sebagai Ulama pemerintah.

Pada akhirnya al-Buthi harus wafat dibom oleh para “jihadis” ketika sedang memimpin pengajian tafsir di Masjid al-Iman, Damaskus, 21 Maret 2013. Ironis sekali, seorang Ulama besar yang diakui keilmuannya di level internasional dibunuh karena dianggap pro pemerintah, dianggap akan menggagalkan skenario konflik sektarian di Suriah. Itulah yang terjadi, untuk berdiri di tengah menjadi moderat dan mencegah konflik saja fitnah datang bertubi-tubi, yang bisa saja fitnah itu datang dari pihak yang tidak tahu betul duduk perkaranya, bisa juga didalangi oleh pihak yang akan dirugikan jika konflik tak terjadi.

Dr. Taufiq Ramadhan menengarai bahwa konflik di Suriah sejatinya bukan konflik sektarian antara Sunni vs Syi’ah, apalagi Muslim vs non-Muslim. Menurutnya, selain menghancurkan Suriah menurutnya target dari konflik Suriah adalah mencoreng wajah Islam. Sekarang yang berkonflik dengan senjata bukan lagi warga Suriah, tapi diarahkan agar melibatkan warga Suriah. ISIS sendiri tak semuanya warga Suriah, demikian juga Jubha el-Nusra, anggotanya berasal dari berbagai negara. Ia mengatakan banyak sekali yang datang dari Eropa terutama melalui Turki untuk sampai ke Suriah. Ia mengatakan, tidak mungkin Barat tidak tahu hal ini, tidak mungkin intelijen tidak dapat mengidentifikasi gerakan mereka, namun dibiarkan saja karena akan menguntungkan dalam setting konflik yang disponsori oleh Barat.

Fenomena tersebut justru dimanfaatkan oleh Barat, yakni agar umat Islam di Eropa terprovokasi bertindak kriminal dan teror hingga wajah Islam benar-benar tampak buruk di Barat. Dr. Taufiq Ramadhan menyatakan bahwa yang ditakuti adalah kebangkitan Islam di Barat, oleh karenanya dibiarkan saja umat Islam datang ke Suriah dan saling bantai-membantai di situ. Ia juga meminta agar kita kritis terhadap ISIS: mengapa tak memerangi Israel, namun justru memerangi sesama Muslim? Begitu juga bagaimana Jubha el-Nusra dapat memperoleh bantuan logistik dan persenjataan dari Israel, termasuk Rudal Hawn, dan korban luka el-Nusra diobati di Israel. Barangkali para “jihadis” itu pun sebagian besar tak sadar jadi bagian yang dimainkan oleh para pemain yang lebih besar.

Selain itu Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin jelas punya kepentingan masing-masing, yakni mewujudkan cita-cita ideologisnya. Bagi Hizbut Tahrir Suriah harus direbut dari rezim Assad yang relatif sekuler dan diganti dengan Khilafah Islamiyah. Propaganda Hizbut Tahrir juga menggema ketika peristiwa Tahrir Square di Kairo, Mesir, juga misi pembebasan Palestina. Bagi Hizbut Tahrir pembebasan Palestina harus dilanjutkan dengan pendirian Khilafah Islamiyah, karena kalau yang dituju sekadar pengakuan terhadap Palestina sebagai negara yang merdeka ternyata tidak sejalan dengan visi ideologis Hizbut Tahrir. Oleh karena itu, informasi yang datang dari kanal-kanal informasi dan berita Hizbut Tahrir seluruh dunia, termasuk dari Timur Tengah, juga besar kemungkinan tidaklah netral. Sementara itu Ikhwanul Muslimin tampak lebih tertarik pada sentimen Sunni melawan Syi’ah.

Dus, mengamati banjir informasi di dunia maya mengenai Suriah, yang sebagian besar disetir oleh media-media mainstream Barat, juga media-media dari pihak yang punya kepentingan terhadap konflik Suriah, tentu kita mesti hati-hati. Dalam hal yang paling sederhana: janganlah ikut memperkeruh ruang publik umat Islam di Indonesia dengan berbagai posting yang provokatif, menyesatkan, dan belum dapat diverifikasi kebenarannya terkait dengan konflik Suriah. Upaya memecah belah umat Islam barangkali sedang terjadi juga di Indonesia, teror oleh jaringan ISIS dan sejenisnya dan provokasi para pemuka agama yang seringkali mengundang gesekan antara satu mazhab dengan mazhab lain perlu diwaspadai. Upaya membenturkan kelompok-kelompok ideologis di akar rumput bisa saja dilakukan sebagaimana terjadi di Suriah sebelum konflik pecah.

Oleh karenanya, menghindari konflik hendaknya lebih diutamakan. Hal ini penting mengingat tidak semua umat Islam di Indonesia terpelajar. Masih banyak yang lemah literasinya dalam berhadapan dengan jutaan informasi yang menyebar melalui televisi dan dunia maya. Wafatnya Syaikh Ramadhan al-Buthi patut jadi pelajaran, bahwa jadi moderat di tengah konflik pun berisiko difitnah, dihujat, dan dibunuh. Apalagi jika sudah memutuskan untuk ikut salah satu blok opini, padahal baik yang pro maupun kontra belumlah jelas betul mana yang benar. Namun satu yang pasti, bahwa konflik yang diuntungkan pasti bukan rezim Assad ataupun para “jihadis”, yang diuntungkan pasti para sutradara konflik di balik layar, juga industri persenjataan. Konflik Suriah mulanya juga bukanlah soal Sunni vs Syi’ah, ada intervensi AS, NATO, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Turki, di blok berbeda terdapat Iran dan Russia. Sekiranya pihak-pihak tersebut belum bersedia untuk melepaskan ego dan kepentingan masing-masing, barangkali perdamaian di Suriah belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis adalah Takmir Masjid Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES).



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember

Jember, IPNU Tegal - Katib Syuriyah PCNU Jember Muhammad Nur Harisudin mendukung langkah polisi untuk  mengusut tuntas kasus pernikahan sejenis di Kecamaman Ajung, Kabupaten Jember. Sebab, dari sisi hukum positif, pernikahan manusia sesama jenis kelamin jelas tidak bisa ditoleransi.

Dari sudut agama, tidak satu referensi pun yang membenarkan perilaku homoseksual itu. "Makanya, kita dorong polisi menuntaskan masalah itu,"  tukasnya di Kantor PCNU Jember, Rabu (18/10).

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember

Menurut alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo itu, dari sisi apapun perilaku LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) tidak mendapatkan pijakan, termasuk  dari sisi kepatutan dan kultur ketimuran. Dikatakannya, selama ini komunitas LGBT kerap menyodorkan dalih HAM sebagai alasan untuk  melegaliasi keberadaan mereka.

"Kita bukan alergi HAM. Tapi harus dilihat dulu, kalau (HAM) sesuai dengan Islam, wajib kita dukung. Tapi kalau bertentangan dengan Islam seperti LGBT, harus kita lawan," lanjutnya.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Seperti diketahui, saat ini Jember dihebohkan dengan terbongkarnya  pernikahan pasangan sama-sama lelaki, yaitu Muhammad Fadholi dan Ayu Puji Astutik. Kedua pasangan ini bahkan sudah resmi menikah di KUA Kecamatan Ajung, Jember, Juni 2017. Ayu Puji Astutik berhasil mengelabui petugas KUA dengan cara memalsukan dokumen dan "macak" perempuan.

Belakangan terbukti bahwa Ayu Puji Astutik adalah lelaki tulen, yang diakuinya sendiri  menyusul  desakan masyarakat. Keduanya  bahkan kemaren sudah diciduk polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Kajian Islam IPNU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

RMI NU Tangerang Tolak Kekerasan Atas Nama Agama

Tangerang, IPNU Tegal. Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU mengadakan halaqah Antiradikalisme dan Terorisme di pesantren Darul Amanah, Cipondoh, Kota Tangerang, Ahad, (7/12). Mereka mengajak unsur pemerintah seperti Wakilkota, MUI, dan Polres untuk bersama mencegah kekerasan atas nama agama di Tangerang.

RMI NU Tangerang Tolak Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU Tangerang Tolak Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI NU Tangerang Tolak Kekerasan Atas Nama Agama

Ketua RMI NU Kota Tangerang KH Asmuni Al-Khaitami menyampaikan, halaqah ini hadir atas keprihatinan RMI NU melihat begitu dahsyatnya radikalisme di Indonesia khususnya radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam.

“Mereka mengatasnamakan Islam, mengaku Islam tetapi perbuatannya tidak mencerminkan ajaran-ajaran Rasulullah SAW. Bahkan mereka berani mengkafirkan saudaranya sesama muslim. Bahkan yang ekstrem lagi mereka anti terhadap Pancasila dan NKRI,” ujar Kiai Khaitami.

IPNU Tegal

Hadir sebagai narasumber Ketua MUI Kota Tangerang KH Edi Junaidi dan Mayor Haris dari Polres Metro Tangerang Kota. Halaqah ini dihadiri oleh para santri, pelajar, dan wali santri serta masyarakat Tangerang.

Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah mengajak masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap radikalisme di tengah mereka. Pelaku terorisme dan penyebar ajaran kekerasan, kata Arief, umumnya hadir di sekeliling mereka.

IPNU Tegal

“Saya berharap agar kita saling mengenal dengan tetangga kita. Kita mesti peduli dengan lingkungan sekitar,” ujar Arief. (Atho Farhan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren

Sukabumi, IPNU Tegal. Sebanyak 850 Pesantren penyelenggara pendidikan dijadikan target riset pengajian Kitab Kuning. Penelitian yang diinisiasi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag RI melibatkan para peneliti internal Puslitbang tersebut dan peneliti dari kampus dan perwakilan ormas Islam.

Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Amsal Bachtiar mengabarkan hal tersebut di kantornya usai melepas tim terjun ke lapangan. Akar historis pesantren, kata dia, merupakan lembaga pencetak dan pengkaderan ulama. Sebagian besar ulama dilahirkan oleh pendidikan pesantren dan sejenisnya.

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren

“Maka fungsi pesantren sebagai lembaga reproduksi ulama hendaknya terus didorong untuk tetap dipertahankan keberlangsungannya agar pesantren yang ada saat ini tetap mampu melahirkan ulama-ulama yang mutafaqqih fi al-din, karena hal itu merupakan tugas utama pendidikan pesantren,” ujar Amsal.

Dalam perkembangan mutakhir, lanjut dia, banyak lembaga pesantren yang mengembangkan pilihan pendidikan dalam setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Implikasinya saat ini terdapat diversifikasi layanan pendidikan di pesantren. 

IPNU Tegal

“Realitas inilah yang ditengarai berimplikasi kepada intensitas santri dalam mengikuti pengajian kitab kuning di pesantren. Ini pula yang melatari mengapa penelitian ini penting dilakukan,” tandas pria asal Padang ini.

Menurut Koordinator Riset, Nunu A Annahidl, penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Adapun besaran sampel survei pada tingkat kepercayaan 95% (MoE 3,5%) adalah 850 pesantren. Sampel diambil dengan menggunakan teknik multistages cluster proporsional random sampling.

“Wilayah sasaran penelitian terdiri dari 21 kabupaten/kota di 11 provinsi. Daerah yang menjadi sasaran mewakili karakteristik wilayah dan ketersebaran jumlah pesantren secara nasional,” jelas Nunu.

Ia merinci, selain Jakarta Timur di DKI Jakarta ada lima kabupaten untuk daerah di Jawa Barat, yaitu Bogor, Cirebon, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Garut. Sementara Provinsi Banten hanya dua kabupaten yakni  Pandeglang dan Lebak.

IPNU Tegal

“Total kuesioner di Jabar ada 279 buah. Banten 105 buah dan 4 di Jakarta,” ujarnya.

Untuk Jawa Tengah, lanjut dia, ada tiga kabupaten yakni Grobogan, Jepara, dan Magelang. Sementara  di Jawa Timur ada empat kabupaten yaitu Jember, Malang, Sampang, dan Probolinggo.

“Jadi ada 167 kuesioner di Jateng. Sementara di Jatim ada 222 buah,” ungkap pria kelahiran Bandung ini.

Total 777 kuesioner di 14 kabupaten/kota ini, kata Nunu, dikelola langsung oleh petugas di lapangan selama 12 hari. Terhitung mulai Selasa, 24 Oktober hingga Sabtu, 4 Nopember 2017. Sejumlah wilayah di luar Jawa juga terpilih secara random, yakni Padang Sumatera Barat, Palembang Sumatera Selatan, Kabupaten Lampung Tengah Lampung, Kabupaten Lombok Timur NTB, Banjarmasin Kalimantan Selatan, dan Makassar Sulawesi Selatan.

Penelitian tersebut bertujuan ingin memperoleh informasi tentang pelaksanaan pengajian kitab kuning di pesantren yang menyelenggarakan pendidikan madrasah dan atau sekolah formal.

“Ada delapan komponen data yang ingin digali, yaitu kurikulum, proses pelaksanaan, jenjang, jalur, kiai atau ustadz, santri, sarana dan prasarana, serta sistem evaluasi,” pungkas Nunu. (Musthofa Asrori/Kendi Setiawan)





Baca tulisan Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri, Cerita, Kiai IPNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Sarbumusi Minta Presiden Tindak Tegas PT Chevron

Jakarta, IPNU Tegal

Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (DPP K-SARBUMUSI NU) meminta Presiden Joko Widodo menindak tegas PT Chevron Pasific Indonesia sehubungan mengingkari peraturan dan regulasi perundang-undangan ketenagakerjaan di Negara Kedaulatan Republik Indonesia.

Sarbumusi Minta Presiden Tindak Tegas PT Chevron (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Minta Presiden Tindak Tegas PT Chevron (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Minta Presiden Tindak Tegas PT Chevron

"Ada enam sikap Sarbumusi terkait persoalan PT Chveron, pertama, meminta Presiden Joko Widodo untuk menindak tegas dan melakukan pemanggilan serta meminta pertanggungjawaban manajemen Chevron supaya mematuhi peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia serta menindak tegas segala bentuk pelanggaran dilakukan oleh manajemen Chevron tersebut," ujar Presiden DPP K-SARBUMUSI NU Syaiful Bahri Anshori di Jakarta, Rabu (16/3).

Kedua, Sarbumusi menuntut kepada pihak korporat Chevron untuk segera menghentikan program Work Force Management (WFM) dengan dalih apapun melakukan efisiensi organisasi dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal tersembunyi tanpa mengindahkan peraturan perundang undanganberlaku di Indonesia.

IPNU Tegal

"Ketiga, kami meminta kepada pihak manajemen Chevron Corporation yang berkedudukan di Amerika Serikat untuk melakukan evaluasi kinerja manajemen di PT Chevron Pacific Indonesia dan Chevron Indonesia Company, dikarenakan banyaknya pelanggaran-pelanggaran telah terjadi dan cara-cara komunikasi yang tidak mengutamakan kepentingan lebih luas. Serta adanya standar ganda dalam kegiatan manajemen yang merugikan banyak pihak," ujar Syaiful lagi.

IPNU Tegal

Keempat, ujar Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal Sukitman Sujatmiko, Sarbumusi menuntut International Labour Office (ILO) untuk mengawal dan mengampanyekan bahwa Chevron yang menjunjung tinggi konstitusi hukum lokal ternyata hanya slogan semata, dan pada kenyataannya selalu melanggar dan melakukan perbuatan melawan hukum dalam konteks hubungan industrial.

"Kelima, kami menuntut kepada kedutaan besar Amerika Serikat di Indonesia untuk tidak melakukan perlindungan apapun pada Chevron terkait perbuatan melawan hukum dan konstitusi kedaulatan Republik Indonesia, dan kami meminta kepada Kedubes AS untuk menindak tegas segala pelanggaran tersebut dan meminta pihak berwenang Federal untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih dalam terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi," ujar Syaiful pula.

Keenam, DPP K Sarbumusi dan keluarga besar basis di PT Chevron Pacific Indonesia dengan ini tetap menolak program PHK massal tersembunyi yang dilakukan? oleh manajemen PT Chevron Pacific Indonesia sampai segala sesuatunya sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Pada 8 Maret 2015 bertempat di Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, kata dia melanjutkan, dilakukan pertemuan klarifikasi terkait program WFM dengan Sarbumusi.

"Dalam pertemuan ini masih ada lontaran arogan dan mementingkan diri sendiri dari pihak manajemen Chveron. Mereka dengan arogan menyatakan ada kesepakatan atau tidak ada kesepakatan program WFM tetap jalan terus," ujar dia lagi.

Menurut Syaiful, pernyataan tersebut juga dibiarkan oleh pihak Kemenaker seolah-olah sudah ada kesepakatan dan komitmen dengan pihak manajemen Chevron.

"Melihat indikasi dan pernyataan tersebut, kami melihat manajemen Chevron dengan arogan dan merasa berkuasa penuh tanpa mau mendengarkan dan mengindahkan semua peraturan dan regulasi perundang-undangan yang berada di Indonesia atau dengan kata lain tidak memandang sebelah matapun terkait konstitusi dan peraturan ketenagakerjaan di negara ini," paparnya.

Tuntutan dan pernyataan sikap tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan melindungi kepentingan anggota Sarbumusi di perusahaan dimaksud dan sebagai bagian dari negara bangsa yang berdaulat yang memiliki hukum dan konstitusi yang harus dipatuhi seluruh pihak yang berada di wilayah hukum negara Indonesia, demikian Syaiful Bahri Ansori. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita IPNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal

Lamongan, IPNU Tegal. Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengerahkan 25 ribu anggota satuan tugas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu mengamankan gereja-gereja selama perayaan Natal di Jawa Timur.

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal

"Kami sudah berkoordinasi dan memerintahkan semua personel Banser untuk terjun langsung mengamankan gereja-gereja yang tersebar di Jatim," ujar Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur Alva Isnaeni di sela Konferensi Wilayah Ansor di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Sabtu.

Ia mengatakan, setiap tahun Ansor membantu aparat menjaga keamanan selama perayaan Natal.

IPNU Tegal

Tahun ini, ia melanjutkan, anggota Banser akan mulai membantu aparat melakukan tugas pengamanan sejak 23 Desember hingga 27 Desember 2013.

IPNU Tegal

Anggota Banser, ia menjelaskan, tidak hanya akan membantu mengamankan gereja tapi juga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di jalanan sekitar gereja.

Bahkan, menurut dia, dalam beberapa pekan ini anggota Densus 99 Banser sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi wilayah.

"Densus 99 Banser ini bertugas mengamati dan mencari tahu atau memetakan kerawanan yang akan terjadi. Berdasarkan laporan yang kami terima, ada beberapa daerah sudah disasar oknum tak bertanggung jawab, seperti Surabaya, Malang dan kawasan Mataraman," kata dia.

Ia menambahkan, Banser sukarela membantu menjaga keamanan gereja selama perayaan Natal. "Ini wujud konkret Banser sebagai penjaga kebhinekaan," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Pondok Pesantren, Cerita IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji

Jakarta, IPNU Tegal - Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berlangsung meriah, Jumat (23/12) malam, di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Di hadapan Presiden Joko Widodo, para tokoh, dan ribuan jamaah, putri sulung Gus Dur Alissa Wahid menegaskan bahwa haul bukanlah momen bersuka riya dan puja-puji. Seperti dalam tradisi Nahdlatul Ulama, katanya, haul adalah momen untuk memanjatkan doa, serta silaturahim dan peningkatan kohesifitas sosial.

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji

Alissa juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai kalangan atas penghormatan yang tinggi terhadap Gus Dur yang memang ia sadari bukan hanya milik keluarga namun juga bangsa Indonesia secara umum. Itulah yang membuat keluarganya salalu merasa Gus Dur masih ada di tengah-tengah mereka.

IPNU Tegal

Selanjutnya ia mengingatkan pesan-pesan presiden ke-4 itu. Menurutnya, Gus Dur adalah figur yang meneladani misi yang dibawa Nabi Muhammad sebagai penebar kasih sayang bagi seluruh alam. Hal ini tercermin dari pikiran-pikiran dan tindakan-tindakannya yang begitu menghargai perbedaan.

"Yang sama jangan dibeda-bedakan. Yang beda jangan disama-samakan," katanya mengutip pernyataan Gus Dur.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian ini juga mengungkap semangat kebangsaan Gus Dur yang ditemukan pula dalam pemikiran KH Achmad Shiddiq tentang trilogi ukhuwah (persaudaraan), yakni ukhuwah islamiyah (keislaman), ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (kemanusiaan).

IPNU Tegal

"Jika bicara Indonesia harus bicara umat Islam. Jika bicara Islam di Indonesia juga harus bicara keindonesiaan," tutur Alissa.

Tampak hadir dalam kesempatan itu mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para pemuka dari lintas agama, dan para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Olahraga, Cerita IPNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Tom Roper: Kami Ingin Tetap Menjalin Kerjasama dengan NU

Leeds, IPNU Tegal. Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Leeds, Tom Roper, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap ingin menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan PBNU.

"Kami ingin agar kerjasama Universitas Leeds dengan NU tetap terjalin. Semoga kerjasama ini akan terus terjalin," ungkapnya kepada IPNU Tegal belum lama ini.

Tom Roper: Kami Ingin Tetap Menjalin Kerjasama dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tom Roper: Kami Ingin Tetap Menjalin Kerjasama dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tom Roper: Kami Ingin Tetap Menjalin Kerjasama dengan NU

Roper mengungkapkan, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dinilainya punya peran penting dalam mempromosikan Islam sebagai agama yang cinta damai.

IPNU Tegal

Pihaknya juga berharap, para duta NU yang sudah mengikuti pelatihan manajemen pendidikan di Universitas Leeds dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas terutama di lingkungan pesantren.

IPNU Tegal

"Kami berharap semoga sekembalinya pulang dari Leeds, kalian dapat memberikan manfaat terutama di lingkungan pesantren," ungkapnya sambil menambahkan agar para duta NU juga dapat mempromosikan Universitas Leeds di Indonesia.

Sementara itu Kordinator Program Pelatihan Manajemen Pendidikan, Hywel Coleman, mengungkapkan rasa senangnya kepada para peserta yang telah mampu menunjukkan perannya sebagai duta NU.

"Kepada para peserta, saya mengungkapkan rasa senang dan gembira karena kalian telah mampu menunjukkan peran kalian selama di Leeds bukan hanya sebagai duta NU namun juga sebagai duta bangsa," terang Hywel.Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Cerita, Sholawat IPNU Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Akibat Korban Kambing

Udin yang baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilai jayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun sowan ke pengasuh untuk pulang kampung.

Saat perjalanan menuju terminal Tirtonadi Solo, tiba-tiba ada kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan, maka Udin pun memutuskan untuk ikut menonton.

Berhubung kerumunan itu terlalu berjubel, sehingga Udin yang bertubuh kecil tidak bisa mendekat dan melihat korban. Udin santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik.

Akibat Korban Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)
Akibat Korban Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)

Akibat Korban Kambing

"Innalillahi wainnailaihi raji’un, saya keluarganya, saya keluarganya, mohon minggir, tolong minggir!" Ucap udin sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Orang yang berkerumun pun memandanginya dengan aneh, dan ternyata Udin memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada si Udin itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan.

Betapa terkejutnya ketika Udin melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata adalah kambing.

IPNU Tegal

Udin pun kaget dan ketawa meringis. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Cerita, Internasional, Ubudiyah IPNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Ke PWNU Sulsel, Ketum Fatayat Ingatkan soal Perbaikan Kaderisasi

Makassar, IPNU Tegal. Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama Anggia Ermarini berkunjung ke Kantor PWNU Sulawesi Selatan, Sabtu (31/10), seiring dengan pelaksanaan Konferensi Wilayah Fatayat NU Sulsel selama dua hari, 31 Oktober - 01 November 2015 di Makassar.

Ke PWNU Sulsel, Ketum Fatayat Ingatkan soal Perbaikan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PWNU Sulsel, Ketum Fatayat Ingatkan soal Perbaikan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke PWNU Sulsel, Ketum Fatayat Ingatkan soal Perbaikan Kaderisasi

Anggia dalam kesempatan itu mengingatkan, sebagai organisasi keagamaan NU ke depan mendapatkan banyak tantangan, salah satunya soal penataan organisasi hingga ke tingkat ranting. Selain manajemen, sistem kaderisasi di tubuh NU menurutnya juga perlu diperbaiki.

“Kemudian tantangan lainnya adalah sejauh mana NU merespon isu-isu nasional, misalnya kekerasan terhadap perempuan, radikalisme, kekerasan terhadap anak, dan lingkungan,” katanya.

IPNU Tegal

Di Kantor PWNU Sulsel Lantai 4 itu, Ketua Umum PP Fatayat NU disambut langsung Ketua PWNU Sulsel Prof Iskandar Idy beserta para pengurus lainnya. Iskandar Idy memaparkan capaian-capaian NU.

IPNU Tegal

Keberhasilan tersebut di antaranya dalam pengembangan perguruan tinggi NU di Sulsel, yakni Universitas Islam Makassar (UIM). UIM terbukti banyak diminati calon mahasiswa baru di Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Cerita, Kajian Islam IPNU Tegal

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memandang doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai teguran moral untuk para penegak hukum di Indonesia. Menurut Kang Said, pemerintah dan terutama aparat penegak hukum perlu melakukan reformasi kelembagaan terutama berkaitan dengan upaya penegakan hukum di Indonesia.

Demikian disampaikan Kang Said kepada IPNU Tegal di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

“Ini menunjukkan masyarakat masih belum percaya dengan sikap lembaga hukum,” kata Kang Said.

IPNU Tegal

Aparat penegak hukum dan lembaga peradilan, menurutnya, harus menangkap aspirasi doa bersama yang dilakukan masyarakat di Monas, Jumat lalu. Mereka diharapkan melakukan pembenahan dan menunjukkan kerja-kerja konkret terkait penguatan kelembagaan.

IPNU Tegal

“Jelas ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan lembaga hukum untuk membangun kepercayaan publik.”

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan pemerintah terutama aparat hukum dan lembaga peradilan untuk bekerja sesuai kode etik penegak hukum yang berlaku. Pasalnya kerja mereka selama ini mendapat pantauan dan sorotan publik.

“Ini akumulasi kekecewaan atas lemahnya penegakan hukum untuk kasus apapun di Indonesia selama ini,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Quote, Warta IPNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

Lampung Tengah, IPNU Tegal. Untuk kali kedua keluarga besar Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah akan mengadakan Pormanu (Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama) se-Kabupaten Lampung Tengah.?

H. Muhyidin Thohir selaku panitia pelaksana mengatakan, Pormanu 2017 yang kedua ini akan diikuti sekitar seribu lebih siswa-siswi Ma’arif NU dari 28 kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah yang meliputi semua jenjang pendidikan, mulai dari TK/RA, MI, MTs hingga MA/SMK/SMA.

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

“Pelaksanaan lomba akan di laksanakan di kompleks gedung LP Ma’arif NU Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah dan beberapa pesantren, pada Senin, tanggal 20 November 2017 atau bertepatan 1 Rabiul Awal 1439,” imbuh mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah ini di sela-sela persiapan dengan seluruh jajaran panitia Pormanu II 2017 di kediaman Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Lampung Tengah, H. Syarif Kusen, Selasa (14/11).

Cabang-cabang perlombaan Pormanu II 2017 antara lain hadrah, MTQ, Cerdas Cermat Aswaja/LCT Aswaja, marching band, adzan, bola voli, pidato, mewarnai, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat Pagar Nusa, dan Syarhil Quran.?

Seluruh sekolah yang di bawah naungan LP Ma’arif NU Lampung Tengah dapat mendaftarkan diri di sekretariat Pormanu II yakni LP Ma’arif NU Bangunrejo atau menghubungi panitia di nomor telepon 085840290366 (Rahmat Edi Santoso) dan 085768768821 (Afrianto).

IPNU Tegal

Pormanu II 2017 Lampung Tengah direncanakan akan dibuka oleh Bupati Lampung Tengah H. Mustafa, PW LP Ma’arif NU Provinsi Lampung, jajaran PCNU Lampung Tengah, kiai-kiai pesantren, serta utusan sejumlah badan otonom dan lembaga NU.?

IPNU Tegal

Saat ini sekolah/madrasah yang berada di bawah binaan LP Ma’arif NU Lampung Tengah tersebar di 28 kecamatan terdiri dari TK Ma’arif sebanyak 31, RA Ma’arif sebanyak 29, MTs Ma’arif sebanyak 27, SMP Ma’arif sebanyak 11. SMA Ma’arif sebanyak 5, MA Ma’arif sebanyak 17, dan SMK Ma’arif? sebanyak 5. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, RMI NU IPNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam

Kudus, IPNU Tegal. Sepanjang hayat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hanyalah menjadi pelayan masyarakat 24 jam setiap harinya. Ia menampung semua permasalahan agama, sosial, dan budaya yang dihadapi masyarakat.

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pelayan Umat 24 jam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam

“Sejak bangun tidur, Gus dur sudah dihadapkan masalah mulai pengaduan ibu-ibu yang tidak kuat bayar SPP sampai para koruptor yang banyak uang. Ibaratnya,  Gus Dur ini adalah rak besar yang menampung segala permasalahan,” kata pengasuh pesantren API Magelang KH Yusuf Chudhori dalam peringatan haul ke-4 Gus Dur dan menyambut 40 hari Nelson Mandela di rumah makan Bambu Wulung, Selasa (31/12) malam.

Gus Yusuf, sapaan akrab KH Yusuf Chudhori ini mengatakan, Gus Dur adalah pemimpin yang lebih mementingkan hasil daripada prosesnya. Meskipun langkahnya terkadang zig-zag, membikin gaduh, dan membingungkan orang tetapi ia mengarahkan tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat.

IPNU Tegal

Berbeda dengan Gus Dur, sekarang banyak pemimpin yang mementingkan proses tetapi hasil ujungnya tidak jelas. Politik bagi Gus Dur adalah seni menyejahterakan masyarakat dengan cara yang benar, kata Gus Yusuf di hadapan sedikinya 100 hadirin.

Kendati sering dihujat, Gus Dur selalu bilang “Yang penting orang lain senang”. Bila ada persoalan karena orang tidak paham, Gus Dur minta menunggu sampai orang itu paham, terang Gus Yusuf.

IPNU Tegal

Perjuangan dan tugas Gus Dur dalam membela HAM maupun menjaga kearifan lokal telah diteruskan para pecinta dan pengagumnya. Sekarang ini, lanjut Gus Yusuf, para kiai kampung menggelorakan Islam yang arif dalam  menjaga harmonisasi dengan kebudayaan.

Selain Gus Yusuf, Agus Maftuh dan pengasuh pesantren Soko Guru KH Nuril Arifin juga menyampaikan ceramah. Haul yang diselenggarakan Dewan Kesenian Kudus diakhiri dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang  Ki Heri dan Ki Agus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita IPNU Tegal

Kamis, 30 November 2017

Bekal Mandiri, TKI di Taiwan Digembleng Pelatihan Membuat Kue dan E-Commerce

Taipe, IPNU Tegal. Kisah tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, tidak melulu berisi kesedihan dan cucuran air mata. Seperti halnya di Taiwan, para TKI justru mengisi waktu luang di sela-sela hari libur dengan berlatih membuat kue tradisional khas Taiwan serta pelatihan bisnis e-commerce.

Bekal Mandiri, TKI di Taiwan Digembleng Pelatihan Membuat Kue dan E-Commerce (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekal Mandiri, TKI di Taiwan Digembleng Pelatihan Membuat Kue dan E-Commerce (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekal Mandiri, TKI di Taiwan Digembleng Pelatihan Membuat Kue dan E-Commerce

Tak kurang dari 40 TKI, hadir dalam pelatihan yang diadakan di Kainan Vocational High School, Taipei, Taiwan, Minggu (10/9). Direncanakan, puluhan TKI ini akan mengikuti pelatihan secara intens setiap minggu sebanyak 10 kali pertemuan atau sekitar 2,5 bulan ke depan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat, sebab benar-benar mendidik kita mengolah kue dari tahap pengenalan bahan-bahan hingga jadi,” tutur Nurnaningsih.

TKI asal Wonosobo, Jawa Tengah, ini bahkan telah berancang-ancang membuka usaha sekembalinya di Indonesia.

IPNU Tegal

“Saat ini, saya sudah merintis toko kue dengan saudara di Kebumen. Nantinya dengan bekal ilmu ini, saya mau mandiri, membuka toko kue sendiri,” ujar TKI yang sebelumya juga rutin mengikuti beragam pelatihan di Taiwan.

Nurnaningsih menjelaskan, pihak majikan sangat mendukungnya dengan memberikan ijin libur bagi TKI yang bekerja di Daan District, Taipei, ini.

IPNU Tegal

“Pelatihan intens selama 2,5 bulan ini sangat efektif. Insyaallah akan banyak ilmu yang bisa kami serap,” timpal Tarnia Tari.

TKI yang juga Ketua Fathayat Nahdlatul Ulama (NU) Taiwan ini menuturkan, kegiatan pelatihan ini merupakan oase bagi TKI yang membutuhkan kegiatan positif dan produktif di hari libur.

Untuk menunjang kualitas kegiatan, pelatihan hasil kerja sama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dan Global Workers Organization (GWO) ini diadakan di ruang praktikum. Bagi TKI yang berlatih membuat kue, seluruh bahan-bahan membuat kue telah disediakan, termasuk peralatan mengolah kue. Adapun untuk kelas bisnis e-commerce, selain disediakan komputer bagi masing-masing peserta, dihadirkan pula tutor yang memandu pengenalan bisnis e-commerce, penerapan sistem aplikasinya, strategi pemasaran produk, pemilihan transaksi pembayaran, serta cara mengelola bisnis e-commerce.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian khusus bagi TKI, sehingga dapat berwirausaha ketika kembali ke Indonesia,” tandas Kepala KDEI Taipei, Robert J Bintaryo didampingi Kabid Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis dan Analis Ketenagakerjaan Farid Maruf, di sela-sela kegiatan.

“Manfaat lainnya adalah menambah jaringan dan relasi, bisa bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi program pemberdayaan terintegrasi oleh Kemenaker dan BNP2TKI sesuai minat dan potensi,” imbuhnya. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Makam, Cerita IPNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan

Karanganyar, IPNU Tegal. Dalam berdakwah terkadang membutuhkan pendekatan berbeda, agar tujuan dakwah lebih mengena kepada sasaran. Konsep ini pula yang coba diterapkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan GP Ansor Karanganyar.

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan

Melalui wadah Mafia Sholawat (Manunggaling Fikiran lan Ati ing Dalem Shalawat), NU dan Ansor Karanganyar mengakomodir para anak jalanan yang terdapat di seluruh kecamatan Karanganyar untuk bisa disatukan dan dididik pemahaman agamanya secara perlahan-lahan.

“Kita mengajak dari mulut ke mulut. Di jalanan itu kan banyak kelompok-kelompok seperti mereka (anak jalanan). Nah, kita ajak mereka untuk bergabung dalam Mafia Shalawat,” terang Wakil Ketua Mafia Shalawat, Pramono Jati di sela-sela acara Mafia Sholawat yang digelar di Alun-Alun Karanganyar, Ahad (8/3) malam.

IPNU Tegal

Selain dari Karanganyar, anak jalanan yang tergabung dalam Mafia Shalawat juga ada yang berasal dari? luar daerah. Diantaranya, dari Ponorogo dan Bojonegoro, Demak, Sukoharjo, Sragen, dan Wonosobo.

“Harapan kita, yang penting mereka senang dengan shalawat dulu. Setelah itu nanti kita memberi arahan-arahan supaya memperkuat syariatnya,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Menurut Pramono, mayoritas dari anak jalanan yang tergabung dalam Mafia Shalawat ini memang mereka yang telah putus sekolah. Namun, beberapa diantaranya juga masih aktif sekolah.

Dengan mengajak bershalawat dan dikenalkan dengan dakwah Islam yang santun, ia yakin nantinya anak jalanan yang sebelumnya cenderung jauh dari pemahaman agama ini akan mulai membenahi diri mereka.

“Orang seperti itu kan mau salat ke masji pasti malu. Ya, makanya dengan cara seperti ini, kita berharap mereka bisa sadar pelan-pelan,” imbuh Pramono yang juga merupakan Wakil Sekretaris PCNU Karanganyar ini. (Ajie, Rodif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Cerita, Internasional IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock