Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Jakarta, IPNU Tegal

Proyek perluasan kilang Balikpapan (Refinery Unit V) yang dikelola PT. Pertamina, diperkirakan membutuhkan 20.000 tenaga terampil. Pemenuhan tenaga terampil tersebut sebagian akan diprioritaskan dari pekerja lokal, yakni dari daerah Kalimantan Timur.

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)
Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Terkait dengan rencana pemenuhan tenaga kerja, beberapa petinggi PT Pertamina melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Senin (20/11) kemarin.

"Kami sowan (silaturahim) ke Pak Menteri untuk menawarkan kerjasama pelatihan untuk  tenaga kerja lokal. Kebutuhan tenaga kerja terlatih sampai 20.000 orang, tapi sebagian akan dilatih dari tenaga kerja lokal sekitar 5000-7000 orang," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Ardhy N. Mokobombang.

Turut serta dalam rombongan audiensi adalah Vice President Refining Project Pertamina Ignatius Tallulembang, serta beberapa pejabat lainnya.

IPNU Tegal

Dijelaskannya, proyek perluasan kilang Balikpapan merupakan bagian dari program strategis meningkatkan kemandirian dan ketahanan energy nasional, baik peningkatan produksi BBM atau non BBM.

Kualitas produksi yang semula Euro 2 menjadi Euro 5. Proyek berdurasi 43 bulan ini akan menyerap tenaga kerja sedikitnya  20.000 orang. Saat kilang dioperasikan akan menyerap sekitar 2.500 orang pekerja.  

Rencananya, ground breaking mega proyek dengan investasi US$ 5 miliar ini akan  dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember atau Januari nanti.

IPNU Tegal

Terkait dengan rencana kerjasama menyiapkan pelatihan tenaga kerja terampil, saat ini pihak sedang menyusun silabi pelatihan yang akan diterapkan pada lima Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Timur. Atau di BLK lainnya sesuai kebutuhan pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker M Hanif Dhakiri menyatakan sangat mendukung adanya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

“Selain mendukung kemandirian energi dan dunia industri, proyek ini akan menyerap ribuan pekerja lokal.  Pemerintah dan Pertamina akan menyiapkan pelatihan bagi tenaga kerjanya,” kata Menaker.   

Menaker berjanji, untuk keperluan pemenuhan tenaga kerja lokal tersebut, pihaknya akan segera membuat tim khusus (pertamina dan Kemnaker) untuk menyusun silabus, instruktur, dan peralatan yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.  (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, News, Meme Islam IPNU Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Batam, IPNU Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pengusaha hiburan Batam menghormati Ramadhan dengan menutup usaha selama umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

“Selama 11 bulan, pengusaha mendapat keuntungan, jadi tidak ada salahnya, jika satu bulan ini aktivitas hiburan libur," kata Kiai Ma’ruf di Batam, Jumat (24/8).

Ia mengatakan pemerintah kota pun harus bijaksana mengambil keputusan buka-tutup usaha hiburan di Batam untuk menghindari konflik antara pengusaha dan organisasi masyarakat Islam.

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, pemerintah kota Batam terlambat memutuskan buka-tutup usaha hiburan Batam selama Ramadhan. "Seharusnya sekarang sudah ada komitmen buka-tutup itu," katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan hingga kini belum ada keputusan buka-tutup usaha hiburan. "Masih dalam pembahasan awal Dinas Pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan baru, maka peraturan? buka-tutup usaha hiburan mengacu masih tetap pada SK Walikota Batam No 10 tahun 2006. SK yang diterbitkan menjelang Ramadhan tahun lalu itu menegaskan penutupan usaha hiburan 15 hari ditambah dua hari sebelum bulan puasa dengan formulasi 2-8-2-5, tutup dua hari sebelum puasa, delapan hari pertama bulan Ramadan, dua hari Nuzulul Quran dan lima hari terakhir bulan Ramadhan.

IPNU Tegal

Pengusaha tolak

IPNU Tegal

Sebelumnya, pengusaha hiburan di Batam menolak usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Penolakan tersebut disampaikan pengusaha hiburan Batam kepada Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Syamsul Bahrum saat pertemuan tertutup di Batam, Kamis.

"Kata para pengusaha, supaya para pekerja tetap bekerja, dan mereka bisa memperoleh keuntungan selama Ramadhan untuk membayar gaji berikut THR," kata Syamsul di Batam, Kamis.

Menurut Syamsul, pengusaha menginginkan hanya tutup tujuh hari menjelang, saat dan usai Ramadhan. "Mereka memberikan dua formulasi 2-1-1-3 dan 2-3-1-3," kata Samsul.

Formulasi 2-1-1-3 yaitu tutup dua hari sebelum Ramadhan, satu hari di awal Ramadhan, satu hari saat Nuzulul Quran, dan tiga hari terakhir Ramadhan.

Sedangkan formulasi 2-3-1-3 adalah tutup dua hari menjelang Ramadhan, tiga hari diawal Ramadhan, satu di Nuzulul Qur’an dan tiga hari terakhir Ramadhan. (ant/lik)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Olahraga IPNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mendukung gerakan ekonomi IPPNU Garut dalam pengembangan industri kuliner kreatif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dirintis dan dikembangkan rekanita IPPNU Garut. Kepekaan dalam melihat peluang memang terlihat dari upaya konkret dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada," kata Puti kepada IPNU Tegal, Rabu (10/2).

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Ia menegaskan bahwa IPPNU akan terus mendorong para kadernya menciptakan kreasi-kreasi, inovasi, dan jeli melihat potensi serta peluang pasar dalam memanfaatkan bonus demografi sebagai jawaban menghadapi MEA.

IPNU Tegal

"Upaya ke depan, pelatihan-pelatihan berbasis kewirausahaan akan makin ditingkatkan dan ditindaklanjuti secara serius oleh IPPNU," ujarnya.

Puti berharap IPPNU di semua lini baik wilayah, cabang, anak cabang maupun ranting di daerah lain harus dapat termotivasi dan tidak boleh kalah dengan IPPNU Garut.

IPNU Tegal

Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah yang tentunya beragam, saya berharap kader-kader IPPNU dapat mewujudkan inovasi-inovasi baru yang sesuai dengan selera pasar di era MEA, pungkasnya. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Halaqoh, Meme Islam IPNU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Warga NU Diimbau Tidak Termakan Kampanye Hitam

Jember, IPNU Tegal. Warga NU diimbau tidak mudah termakan kampanye hitam yang dilancarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab terkait dengan pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Imbauan ini disampaikan Sekretaris LDNU Jember Gus Moch Eksan menyusul beredarnya tabloid yang khusus mendiskreditkan salah satu pasangan Capres-Cawapres.

Warga NU Diimbau Tidak Termakan Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Diimbau Tidak Termakan Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Diimbau Tidak Termakan Kampanye Hitam

Menurutnya, kampanye hitam membahayakan bagi persatuan dan kerukunan umat. “Makanya, itu tak usah direken. Biarkan saja. Saya pastikan isi tabloid itu hanya rekayasa dan sangat tendensius, tidak berdasarkan fakta,” tuturnya kepada IPNU Tegal di kediamannya di kompleks pesantren Nuris 2 Jember, Kamis (29/5).

Mantan Komisioner KPUD Jember itu menambahkan, kampanye hitam merupakan bentuk ketakutan yang berlebihan dari pihak-pihak tertentu akan keberhasilan lawan. Mereka menggunakan cara apapun untuk menjatuhkan lawan.

IPNU Tegal

Dikemukakannya, cara-cara tersebut sangat jauh dari nilai-nilai yang dianut Nahdlatul Ulama. “Kalau mau berpolitik, marilah kita berpolitik yang santun dan elegan. Itulah NU,” tukas Eksan.

IPNU Tegal

Seperti diketahui, belum lama ini Rais Syuriyah PCNU Jember KH Imam Haromain mendapat kiriman segepok tabloid Obor Rakyat yang isinya menyudutkan salah satu capres-cawapres. Tabloid itu dikirim via pos tanpa alamat pengirim yang ditujukan kepada pengasuh pesantren Al-Hidayah desa Karangharjo kecamatan Silo KH Imam Haromain.

Kiai Haromain sendiri memastikan tabloid itu lebih bermuatan fitnah. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Aswaja, Meme Islam IPNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah

Kudus, IPNU Tegal. Pengajian rutin Tafsir Al-Qur’an yang diasuh Mustasyar PBNU KH Sya’roni di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat (30/5) pagi, mengkaji? surat Al-Mulk ayat 1. Dalam pengajian yang dimulai waktu fajar ini, KH Sya’roni menerangkan tentang makna barokah.

Diterangkan, tabarukan atau biasa disebut barokah mempunyai makna penambahan kebagusan dari Allah (ziyadatul khair). Artinya, setiap waktu semakin bertambah baik.

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah

“Nabi Muhammad, sebagaimana diterangkan dalam hadits Bukhari, pada waktu? mendoakan bayi selalu dengan barokah . Bunyi doanya barakallahu haadzal walad (Ya Allah semoga bayi ini diberi barokah). Ini artinya supaya semakin besar akan semakin bertambah baik,” jelas KH Sya’roni seraya mencontohkan acara walimatut tasmiyah (pemberian nama) bayi yang menjadi tradisi masyarakat Muslim.

IPNU Tegal

Lebih lanjut Ulama Kharismatik Kudus ini menjelaskan, meminta (doa) barokah juga merupakan tindakan (sunnah) yang dilakukan Nabi Muhammad. Pada waktu? disowani sahabat Umar yang pamitan hendak menunaikan umrah,? Nabi meminta supaya didoakan di tanah suci Makkah.

IPNU Tegal

“Padahal Nabi itu sosok yang paling mulia di dunia, kok masih minta didoakan sahabat Umar,ini pelajaran yang luar biasa bagi kita ummat. Makanya orang tua setiap ada yang menunaikan ibadah haji selalu datang mengikuti untuk didoakan di Makkah,” tuturnya.

Barokah , kata mbah Sya’roni melanjutkan keterangan ayat Al-Mulk, terkadang ada yang memaknai Maha Suci. Artinya, semua alam ini adalah kekuasaannya Allah karena selaku sang pencipta. “Allah mau membuat apapun pasti kuasa termasuk kematian makhluknya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, KH Sya’roni juga menerangkan tentang wasilah. Dijelaskan, wasilah itu mempunyai arti tiga yakni tempat terhormat di surga, suatu amal untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan meminta kepada Allah dengan perantara melalui Nabi atau orang shalih.

“Sahabat Bilal sering ke makam Rasulullah berdoa meminta hujan karena kondisi bangsa yang kekeringan. Hal ini meminta kepada Allah melalui perantara (wasilah) Nabi atau orang-orang baik,” tuturnya.

Mbah Sya’roni juga mengingatkan jamaah supaya pandai menggunakan kesempatan waktu untuk berbuat kebaikan seperti shalat, i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an, mendengarkan pengajian, bersedekah, dan amalan baik lainnya.

“Setiap saat jangan sampai mengosongkan amal . Paling tidak ketika diam membaca istighfar, berdzikir dan bertasbih,” ajaknya.

Pengajian rutin berlangsung setiap Jumat fajar dan diikuti ribuan jamaah dari Kudus dan daerah sekitarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Sunnah, Quote IPNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Kartini Nyantri: Inspirasi Perjuangan

Oleh Fathoni Ahmad

Selama ini RA Kartini dikenal sebagai seorang bangsawan Jawa sekaligus priyayi, cara mudah bagi orang yang pertama kali medengar namanya cukup dengan membaca gelarnya, Raden Adjeng (RA). Raden Adjeng Kartini adalah putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kiai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.

Kartini Nyantri: Inspirasi Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartini Nyantri: Inspirasi Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartini Nyantri: Inspirasi Perjuangan

Secara spesifik, tulisan ini tidak bermaksud membahas geneologi atau silsilah Kartini, tetapi bagaimana pemikiran revolusionernya tumbuh di tengah tradisi paternalisitik yang kental di lingkungan keluarganya. Tidak bisa dipungkiri, kuatnya paternalisitk inilah yang membuat Kartini selalu mencari jawaban dari anomali yang terjadi. Mengapa peran perempuan seolah hanya menjadi pelengkap kehidupan laki-laki? Tentang jawaban pertanyaan ini, Kartini sudah membuktikan diri dan memberi inspirasi bagi para perempuan untuk berperan sesuai dengan kemampuannya di tengah masyarakat dengan tidak menanggalkan perannya sebagai ibu di rumah tangga dan sebagai perempuan sesuai fitrahnya.

Masuk ke topik inti bahwa selain bangsawan Jawa, Kartini ? juga seorang santri. Dia nyantri dan belajar agama kepada Kiai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang, Jawa Tengah ? yang juga dikenal dengan Mbah Sholeh Darat. Sebelum melakukan perjuangan kemerdekaan peran perempuan, pola pikir Kartini terbentuk ketika belajar ngaji kepada Kiai Sholeh Darat. Sebelumnya, kegelisahan demi kegelisahannya muncul ketika fakta yang ada masyarakat hanya bisa membaca Al-Qur’an tetapi tidak diperbolehkan memahami artinya pada zaman itu.

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis:

IPNU Tegal

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?





Al-Qur’an terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Al-Qur’an tapi tidak memahami apa yang dibaca.



IPNU Tegal



Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.





Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?

RA Kartini melanjutkan kegelisahannya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim kepada Ny Abendanon.

Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Qur’an, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya.





Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kita ini terlalu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.

Sampai akhirnya Kartini bertemu dengan Kiai Sholeh Darat untuk belajar ngaji dan menanyakan berbagai hal yang menjadi kegelisahannya selama ini terkait dengan tidak diperbolehkannya masyarakat memahami isi dan makna Al-Qur’an. Fakta sejarah yang ada, ternyata kebijakan ini datang dari para penjajah dengan asumsi jika masyarakat memahami Al-Qur’an, maka jiwa merdeka akan tumbuh. Tentu hal ini akan mengancam eksistensi kolonial itu sendiri. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa tidak banyak ulama saat itu yang menerjemahkan Al-Qur’an, bukan tidak mau dan tidak mampu, tetapi harus berhati-hati dengan kebijakan Belanda itu.

Fakta sejarah pertemuan antara RA Kartini dengan Kiai Sholeh Darat memang tidak diceritakan Kartini di setiap catatan surat-suratnya. Hal ini tidak lebih karena Kartini sendiri mengkhawatirkan keselamatan Mbah Sholeh Darat karena tidak tertutup kemungkinan kaum kolonial akan mengetahuinya.

Mbah Sholeh Darat sendiri dalam pengajian yang diberikannya kepada Kartini menjelaskan tentang tafsir surat Al-Fatihah. Hal ini seperti yang diceritakan oleh cucu Mbah Sholeh Darat, Nyai Hj Fadhilah Sholeh. Dalam ceritanya, Nyai Fadhilah mengisahkan:

Takdir mempertemukan Kartini dengan Kiai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.





Kemudian ketika berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak, RA Kartini menyempatkan diri mengikuti pengajian yang diberikan oleh Mbah Sholeh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat al-Fatihah. RA Kartini menjadi amat tertarik dengan Mbah Sholeh Darat.





Kiai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kiai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang kiai.





Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.





Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kiai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kiai Sholeh.





“Kiai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.





Kiai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Adjeng bertanya demikian?” Kiai Sholeh balik bertanya.





“Kiai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al-Fatihah, surat pertama dan induk Al-Qur’an. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.





Kiai Sholeh kembali tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan, “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al-Qur’an adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Nyai Fadhila menulis Kiai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali berucap “Subhanallah”. Kartini telah menggugah kesadaran Kiai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Jawa.

Dari riwayat di atas, Kartini menemukan cahaya yang menerangi berbagai kegelapan pengetahuan dan ilmu yang selama ini melingkupinya dengan ngaji kepada Mbah Sholeh Darat. Inspirasi inilah yang membuat Kartini memberi judul buku yang berisi surat-suratnya dengan “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Secara historis, dalam pertemuan itu RA Kartini meminta agar Al-Qur’an diterjemahkan. Karena menurutnya, tidak ada gunanya membaca kitab suci tapi tidak memahami artinya. Namun pada saat itu pula penjajah Belanda secara resmi melarang penerjemahan Al-Qur’an. Mbah Sholeh Darat tetap melakukan penerjemahan, Beliau menerjemahkan Al-Qur’an dengan ditulis dalam huruf “Arab gundul” (pegon) sehingga tidak dicurigai dan dipahami penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an ini diberi nama Kitab Faidhur-Rohman, tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab pegon. Kitab ini pula yang dihadiahkannya kepada RA Kartini pada saat dia menikah dengan RM Joyodiningrat, seorang Bupati Rembang. ? Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan:

“Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ? ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kiai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa ? yang saya pahami.”

(Inilah dasar dari buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang ditulis RA Kartini, bukan dari sekumpulan surat-menyurat beliau. Dalam hal ini, substansi sejarah Kartini konon telah disimpangkan secara siginifikan). Melalui terjemahan Mbah Sholeh Darat itulah RA Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya yaitu:

“Orang-orang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya.” (QS. Al-Baqarah: 257).

Dalam sejumlah suratnya kepada Abendanon, Kartini banyak mengulang kata “dari gelap menuju cahaya” yang ditulisnya dalam bahasa Belanda, Door Duisternis Toot Licht. Oleh Armijn Pane, ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang,” yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.?

Surat yang diterjemahkan Kiai Sholeh adalah Al-Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Namun sayangnya penerjemahan Kitab Faidhur-Rohman ini tidak selesai karena Mbah Kiai Sholeh Darat keburu wafat.

Dari perjumpaannya dengan Mbah Sholeh Darat itu, Kartini juga banyak memahami kehidupan masyarakat yang selama ini terkungkung penjajahan sehingga banyak memunculkan sikap inferioritas terutama di kalangan perempuan. Keterbukaan pandangan dan pemikiran Kartini dari hasil kawruh (belajar) kepada Mbah Sholeh Darat inilah yang membuat langkahnya semakin mantap untuk mengubah tatanan sosial kaum perempuan dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Selamat Hari Kartini!

Penulis adalah Redaktur IPNU Tegal.

*) Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Lomba IPNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar

Sampang, IPNU Tegal. KSPP Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Tambelangan Kabupaten Sampang, Jawa Timur telah resmi diluncurkan, Kamis (12/1). Kehadirannya diharapkan dapat menjadi penyemangat "Nahdlatut Tujjar" yang digelorakan Mbah Wahab Chasbullah pada tahun 1914 silam.

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar (Sumber Gambar : Nu Online)

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar

"Tentu acara ini menjadi sebuah kebanggaan sendiri bagi kalangan NU wabilkhusus warga NU Tambelangan," ujar Ketua Tanfidziyah MWCNU Tambelangan, KH Mujib saat memberi sambutan.

Kalau selama ini NU dikenal kaya pendapat, tambah Kiai Mujib, maka dengan hadirnya BMTNU ke depan insya Allah kuga akan kaya pendapatan. Sehingga, lebih bisa mandiri dalam menggerakkan organisasi.

"Dengan adanya BMTNU ini, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga NU serta lebih memajukan perjuangan NU," tukasnya.

IPNU Tegal

Muaranya, BMTNU Tambelangan bisa menyemai manfaat bagi kemandirian jamaah dan jamiyah NU. Serta, berdaya guna untuk mendorong kejayaan agama, bangsa, dan negara. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Tokoh IPNU Tegal

IPNU Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Menag: Kualitas Pendidikan Berada di Tangan Pergunu

Mojokerto, IPNU Tegal - Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin atas nama pemerintah memberikan apresiasi kepada Pergunu yang telah membantu mendidik masyarakat Indonesia. Lukman berharap kerja keras para guru NU membuahkan hasil maksimal untuk melahirkan murid-murid berprestasi dan berakhlak.

“Kualitas pendidikan menjadi tujuan utama pemerintah, kami harap Pergunu bisa turut serta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” kata Lukman mengawali sambutannya dalam kongres yang kedua di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rabu (26/10).

Menag: Kualitas Pendidikan Berada di Tangan Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Kualitas Pendidikan Berada di Tangan Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Kualitas Pendidikan Berada di Tangan Pergunu

Menurut Lukman, kualitas pendidikan dari masa ke masa semakin maju. Kualitas pendidikan agama di Indonesia semakin membaik. Mulai dari kualitas kerukunan agama, kualitas lulusan madrasah atau pesantren.

IPNU Tegal

“Guru menduduki tempat strategis untuk turut andil dalam membangun negeri,” terangnya.

Saat ini pemerintah tengah memperbaiki lagi kualitas pendidikan dengan menetapkan standard indikator, isi, proses, dan lulusan. “Pergunu itu sudah satu misi dengan Kemenag,” katanya.

Pendidik pesantren atau madrasah saat ini sudah diakui oleh negara dan disetarakan dengan pendidikan negeri. “Kita terus berupaya ada program-program guru. Tunjangan guru akan diupayakan di tahun 2017, telah memiliki sertifikasi sesuai ketentuan regulasi yang ada,” jelas Lukman memberikan angin segar kepada para guru madrasah.

IPNU Tegal

Dengan ucapan basmalah Kongres Kedua Pergunu resmi dibuka oleh Menteri Agama RI. Hadir dalam pembukaan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Pembina Pergunu H As’ad Said Ali, Ketua MUI Jawa Timur, pendiri dan pejuang Pergunu serta para pengurus Pergunu di berbagai wilayah dan cabang se-Indonesia. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tokoh, Meme Islam, Ubudiyah IPNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu

Kaki kiri adalah anggota tubuh terakhir yang dibasuh saat berwudhu. Meratakan air ke seluruh bagiannya minimal dari ujung kuku hingga atas mata kaki merupakan sebuah keharusan. Doa berikut ini dianjurkan dibaca saat membasuh kaki kiri saat berwudhu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika an tazilla qadamayya ‘alas shirâti yauma tazillu aqdâmul munâfiqîna fin nâri.

IPNU Tegal

Artinya, “Wahai Tuhanku, aku berlindung kepadamu dari jatuhnya dua kakiku di atas shirath pada hari berjatuhan kaki semua orang-orang munafiq di dalam neraka,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Meme Islam, Halaqoh IPNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Gus Dur dalam Lukisan Pasir

Jakarta, IPNU Tegal. Salah satu rangkaian acara dalam kegiatan peringatan Haul Ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Ciganjur, Jakarta, Sabtu (27/12) malam, adalah pembacaan narasi puitis oleh Zastrouw Al-Ngatawi yang diiringi alunan musik dan kemudian narasi tersebut divisualisasikan dalam bentuk lukisan pasir oleh Fauzan.

Dalam kesempatan itu Zastrouw mengurai silsilah biologis dan ideologis Gus Dur. Di awal narasinya, Zastrouw menceritakan tentang sosok Syekh Subakir, seorang ulama dari Persia yang menumbal Nusantara pada umumnya dan Pulau Jawa khususnya.

Gus Dur dalam Lukisan Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dalam Lukisan Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dalam Lukisan Pasir

Saat Zastrouw membaca narasi, dengan sigap tangan seorang Fauzan langsung bergerak membentuk sebuah lukisan seorang tokoh yang diidentifikasi sebagai sosok Syekh Subakir.

IPNU Tegal

Begitu pun ketika Zastrouw menyinggung tentang peran Wali Songo dalam islamisasi di Nusantara, tangan kreatif Fauzan berhasil membentuk sebuah pola masjid yang di sekitarnya terdapat beberapa orang dan diduga kuat itu adalah gambar Wali Songo.

IPNU Tegal

Riuh tepuk tangan hadirin terus bergema menyaksikan krativitas Fauzan yang membuat logo Nahdlatul Ulama, tentu saja logo itu dibuat bersamaan dengan narasi yang disampaikan Zastrauw ketika menyinggung pendirian organisasi Nahdlatul Ulama.

Ketika logo NU sudah terbentuk, Zastrauw menceritakan sosok Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asyari, Fauzan menempatkan lukisan KH. Hasyim Asyari di samping kanan-depan logo NU dan disusul kemudian lukisan KH. Wahid Hasyim di sebelah kirinya lalu Fauzan melukis wajah Gus Dur di tengah-tengah lukisan kedua tokoh nasional tersebut.

Ketika Zastrouw mengatakan "Gus Dur menerangi masa depan", Fauzan memfokuskan lukisannya hanya pada sosok Gus Dur yang di belakangnya terdapat cahaya yang bersinar. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Jadwal Kajian, Hikmah IPNU Tegal

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng

Tegal, IPNU Tegal - Ada yang berbeda dari gelaran Rapat Kerja Anak Cabang (Rakercab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Rapat Kerja biasanya digelar di daerah sendiri, kali ini dalam suasana yang berbeda yakni sekaligus berwisata di kawasan wisata Dieng Kabupaten Wonosobo, Sabtu (11/11).

Rombongan PAC GP Ansor Jatinegara, Tegal di bawah pimpinan Abdul Aziz  berangkat  dari daerah asal pada Jumat (10/11) malam dengan menggunakan 4 mobil menuju kawasan Dieng. "Rombongan terdiri dari semua pengurus Ansor dan pembina dengan total sebanyak 30 orang," terang Pengurus PAC GP Ansor Jatinegara, Amar Budimas saat dihubungi IPNU Tegal.

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng

Menurut Amar Budimas, GP Ansor adalah motor penggerak NU sekaligus wadah kaderisasi para calon pemimpin pemimpin NU. Oleh karena itu, Ansor harus intens berkomunikasi, menjalin silaturrahmi kepada para sesepuh NU dan seluruh stakeholder di semua tingkatan.

"Bahkan komunikasi dengan pemerintah setempat harus dimaksimalkan. Ini dalam rangka turut serta menjaga dan membangun NKRI tercinta," tandasnya.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Jatinegara Abdul Aziz mengatakan, rakerancab ini sebagai langkah awal GP Ansor Jatinegara dalam mewujudkan gerakan.

"Sebagaimana tema yang kami angkat, kebersamaan dan kekompakan seluruh kader PAC GP Ansor Jatinegara, harus tetap terjaga dari awal hingga akhir masa khidmah 2021 nanti," ujarnya.

Geliat organisasi GP Ansor Jatinegara, Tegal seakan lagi tinggi-tingginya, pascatiga bulan lalu dilantik di MDT Rhoutlotul Muttaqin Desa Sumbarang Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal.

Hal itu terbukti, usai acara Raker Anak Cabang rombongan Ansor Jatinegara langsung menuju Kajen, Kabupaten Pekalongan untuk turut menyuksekan gelaran Konferwil GP Ansor Jawa Tengah yang dihelat pada Ahad (12/11). (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ahlussunnah, Meme Islam, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Makassar, IPNU Tegal. Peringatan Tahun Baru Islam dengan Pawai Muharram yang dilakukan oleh Pesantren Se-Utara Makassar yang dimulai di pesantren MDIA Bontoala (Jl. Lamuru No. 65) mendapatkan pengawalan dari Banser Ansor Makassar, Rabu (14/10).

Kepala Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Ansor Makassar, Haryono memimpin langsung pengamanan pawai tersebut.

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Di depan puluhan pasukannya yang berpakaian lengkap, Ono sapaan akrab Haryono memberikan instruksi agar pasukannya betul-betul mengatur dan mengamankan kegiatan tersebut.

IPNU Tegal

"Kita harus menyukseskan kegiatan ini sebagai wujud kecintaan kita terhadap kiai dan pesantren, kita harus memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar," tegas Mahasiswa Hukum Pascasarjana UMI ini.

IPNU Tegal

Sementara itu untuk memperingati pergantian tahun Hijriyah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Mataram berkumpul membaca doa akhir tahun menjelang Magrib kemudian dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa awal tahun. 

Setelah dilanjutkan dengan Yasinan bersama hingga diskusi. Keigiatan ini di berikan tema "Alhamdulillah... 1436 H dan Bismillah...1437 H". 

"Kegiatan ini sebagai wujud pelestarian budaya dan tradisi Islam Ahlussunah wal Jamaah," kata Hasan Basri Ketua Ansor Mataram di Aula Kantor PWNU NTB Jl Pendidikan No 6 Mataram (15/10).

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Ansor memiliki dua agenda besar dalam waktu dekat yaitu agenda internal dan eksternal. 

Agenda internal menurut Hasan akan dilaksanakannya Konferwil ke VII GP Ansor NTB, prakongres di Surabaya dan kongres di Yogyakarta pada bulan November mendatang. 

Sedangkan secara internal lanjutnya  mantan aktivis PP IPNU ini, Ansor Mataram akan menyambut hari Santri (22 Oktober) dan tanggal 28 Oktober akan menyambut hari Sumpah Pemuda dan gelar doa lintas agama.  

Sementara itu Suaeb Qury Ketua PW GP Ansor NTB berharap agar semua banom NU bersinergi dalam berkegiatan "Semua banom seperti IPNU-IPPNU Fatayat dan lainnya termasuk PMII juga harus senergi dengan Ansor," katanya.

Lebih lanjut Ketum PMII Mataram tahun 2000-2001 ini menyebutkan bahwa generasi Ansor ke depan adalah IPNU-IPPNU maupun PMII saat ini.   

Puluhan pimpinan Ansor dan banom lainnya tampak serius mengikuti agenda satu kali setahun ini. (Rahman Hasanuddin/Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Nahdlatul Ulama IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim

Klaten, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Klaten kembali menggelar kajian rutin kitab Irsyadus Sari karya KH M Hasyim Asy’ari, Ahad (19/10). Kajian yang biasanya digelar setiap Ahad Pahing ini,  mundur dua pekan karena salah satu Ahad Pahing yang dijadwalkan bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

“Kami sangat bersyukur kajian rutin ini tetap istiqamah, meskipun mundur dari jadwal,” kata Ketua IPNU Klaten Ahmad Saifuddin.

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim

Kajian kali ini memasuki putaran kelima. Kajian yang dipandu Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Muhammad Nawawi Syafi’i, mendorong para hadirin untuk menghormati orang alim.

IPNU Tegal

“Penghormatan ini bukan pengkultusan, namun lebih pada pemuliaan ilmu Allah SWT yang ada dalam diri orang ‘alim tersebut’,” ujar pengasuh pesantren Roudlotush Sholihin dan Roudlotush Sholihat Batur Ceper Klaten.

Melalui karyanya, Mbah Hasyim mengatakan, “Dekat dengan ulama itu perhiasan. Bercampur dengan mereka adalah keuntungan. Ulama termasuk dari tiga golongan selain para Nabi dan syuhada yang diijinkan memberi syafa’at di hari Kiamat kelak.”

IPNU Tegal

“Maka dari itu, jangan sampai kita jauh dari ulama,” imbau Kiai Nawawi.

Kiai Nawawi juga mengajak pelajar NU untuk selalu mencari ilmu. Karena, orang berilmu itu seolah abadi. Meskipun sudah wafat, mereka akan tetap dikenang dan diingat lantaran kemuliaan ilmu yang dimilikinya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Pendidikan, Budaya IPNU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Agama dan Problem Kependudukan

Oleh Amanah Nurish 

Tulisan ringan ini bermaksud untuk memaparkan fenomena mengenai isu kependudukan yang dilekatkan dengan mitos sekaligus konstruksi agama. Dalam sejarah peradaban manusia, faktor sumber daya alam dan agraria senantiasa menjadi sumber utama dalam konflik antar golongan, suku, negara, dan bangsa. Nilai-nilai utama dalam kekuasaan memang tidak lepas dari dua unsur penting; yakni sumber daya alam dan agraria. Pengaruh utama penyebab perang dan konflik di dunia dalam memperebutkan wilayah kekuasaan dan sumber energi yang ada di perut bumi secara tidak sengaja mengorbankan dua golongan umat manusia; kaum perempuan dan anak-anak.

Pascarevolusi industri, gaya hidup manusia bergeser dari cara hidup tradisional menjadi modern. Manusia lebih menggantungkan keberhasilan inovasi dan teknologi, termasuk pemanfaatan kemajuan teknologi kontrasepsi (Sachs, 2005). Di tengah arus modernisasi, jumlah manusia mengalami ledakan yang signifikan dari tahun ke tahun. Konsumsi energi, pangan, kesehatan, dan tempat tinggal menjadi semakin terbatas sehingga angka kemiskinan di dunia kian bertambah. Kemiskinan adalah penyebab utama dari kondisi ketidakmerataan ekonomi, sumber daya energi, dan lapangan pekerjaan pada populasi, yang biasanya diukur dari proporsi rumah tangga dengan penghasilan di bawah garis kemiskinan (Mason, 2005). Di Indonesia sendiri angka kelahiran dan ledakan penduduk menjadi salah satu kekhawatiran yang tak kunjung ada jawaban.

Agama dan Problem Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama dan Problem Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama dan Problem Kependudukan

Ledakan penduduk yang makin tak terkontrol selain menyebabkan masalah sosial dan ekonomi juga menyebabkan kerusakan ekosistem dan lingkungan hidup. Perebutan wilayah dan sumber daya alam yang konon memicu politik dunia tidak stabil sehingga terjadi konflik antar negara. Penekanan jumlah penduduk yang terus menerus diupayakan melalui program Millennium Declaration hingga disepakatinya indikator kependudukan dalam sasaran pembangunan global Millenium Development Golas (MDGs) masih menjadi pijakan yang cukup serius terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Regenerasi Atas Nama Agama

Peran Nahdlatul Ulama (NU) di masa orde baru sempat menjadi salah satu pilar penting dalam mensukseskan program pembangunan Keluarga Berencana Nasional (KBN) di tingkat Fatayat-Muslimat yang dialokasikan melalui wadah LKKNU. Selain organisasi NU, peran organisasi Muhammadiyah dalam program KBN juga memiliki keterlibatan yang cukup penting untuk dicatat. Melalui lembaga Majelis Pembina Kesehatan (MPK) Muhammadiyah didirikanlah klinik-klinik kesehatan dan rumah sakit untuk menyediakan pelayanan KB sekaligus pelayanan kesehatan reproduksi bagi kaum perempuan (Widyantoro, 2003). Namun organisasi-organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah dalam mendukung program KB mengalami fluktuasi. Peran MPK dan LKKNU yang bekerja sebagai lembaga advokasi perencanaan keluarga-yang zaman orde baru pemberdayaannya didukung oleh pemerintah, kini peran lembaga-lembaga tersebut mengalami kemandulan dan kemunduran.

Fatwa dari beberapa kelompok Islam radikal menyikapi KB sebagai suatu larangan dan diharamkan. Tentunya, menurut saya ini sungguh ancaman yang serius. Mengenai hukum KB menurut Syaikh Abdul Aziz Bin Baz adalah berdasarkan hasil Haiah Kibaril Ulama yakni organisasi ulama di Saudi yang telah memutuskan bahwa mengkonsumsi alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan tidak diperbolehkan dan bersifat haram. Dalam penjelasannya, kenapa KB itu diharamkan karena Allah mensyariatkan untuk hamba-Nya untuk mendapatkan keturunan dan memperbanyak jumlah umat.

IPNU Tegal

Kelompok-kelompok radikal yang menganggap KB sebagai produk barat memegang teguh sebuah hadis yang berbunyi “Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat yang lain di hari kita” (Abu Daud 1/320, Nasa’i 2/71, Ibnu Hibban No. 1229, Hakim 2/62). Interpretasi terhadap surat Al Isra yang berbunyi “Dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” (Al-Isra: 6) dipandang sebagai pedoman dalam memperbanyak keturunan. Persoalan kependudukan tidak hanya menyangkut masalah negara, melainkan juga melibatkan persoalan gender, ideologi dan agama yang turut bermain di dalamnya.

IPNU Tegal

Tingginya angka ledakan penduduk di Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab dan kesadaran pemerintah saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab dari semua elemen masyarakat. Jumlah penduduk yang kian hari kian bertambah tidak hanya menyebabkan terjadinya krisis pangan dan energi sebagai penopang kehidupan manusia, namun juga menyebabkan terjadinya krisis ekologi, oksigen, dan udara sehat yang akan dihirup oleh manusia-terutama di perkotaan. Kritik tajam atas masalah kependudukan di Indonesia pernah diungkapkan Prof Muhajir Darwin dari Pusat Studi Kependudukan (PSKK) Universitas Gadjah Mada, yang dengan tegas berpendapat bahwa isu-isu mengenai KB sudah tidak menjadi hal penting lagi semenjak runtuhnya rezim orde baru.

Problem kependudukan di Indonesia tidak sepenuhnya berada di tangan negara saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai individu dan masyarakat. Jika pertumbuhan penduduk rata-rata setiap tahunnya meningkat antara 3,4 juta – 3,5 juta, maka jumlah angka kelahiran di Indonesia berkisar kurang lebih 9.589 bayi setiap harinya. Artinya, dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat, maka menurut laporan BKKBN tahun 2012 menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia adalah masalah ketahanan pangan, dengan rasionalitas sebagai berikut: (1) Alih fungsi lahan pertanian akibat tingginya urbanisasi (2) Perubahan iklim sehingga mempengaruhi kemampuan produksi dan stok pangan, gejolak penawaran dan permintaan pangan, serta gejolak dan ketidakpastian harga pangan (3) 27% penduduk rawan pangan (4) Masih tingginya prevalensi gizi buruk.

Keberhasilan pembangunan di suatu negara tidak hanya bergantung pada jumlah sumber daya alam yang tersedia, namun bergantung pada kualitas penduduk. Melalui beberapa wawancara yang saya lakukan dengan kelompok organisasi keagamaan kelompok radikal menunjukkan indikator bahwa persoalan ledakan penduduk di Indonesia tidak menjadi soal asalkan pemerintah dan negara bisa mengatur sumber daya alam, sehingga seberapapun jumlah penduduk di negeri ini tidak jadi masalah.

Ledakan populasi yang makin hari makin meningkat memiliki implikasi persoalan kriminalitas, kemiskinan, pengangguran, kerusakan lingkungan, krisis energi, dsb. Menurut saya hal ini menjadi penting untuk direnungkan karena dogma agama mempunyai potensi untuk membesarkan populasinya masing-masing demi alasan regenerasi umat. Masih relevankah anekdot “banyak anak banyak rejeki” di era kapitalisme global seperti sekarang ini?







Warga Nahdliyin dan peneliti di bidang sosial keagamaan masyarakat Asia Tenggara. Saat ini sedang bekerja sebagai konsultan tim USAID-Washington untuk program Agama, Perdamaian, dan Lingkungan.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam IPNU Tegal

Jumat, 03 November 2017

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri

Jember, IPNU Tegal - Kalau mau menjadi anggota NU, niatilah? untuk? mencari ridlo Allah. Jangan berniat? mencari? sesuatu selain itu. Sebab, ketika berniat mencari sesuatu, pasti tidak akan didapat.? Hal tersebut dikemukakan Ketua PCNU Jember, KH Abdulah Syamsul Arifin dalam sebuah acara? pengajian Aswaja di Kaliwates,? belum lama ini.

Menurutnya, jika berniat mencari keuntungan duniawi lewat NU, biasanya tidak akan pernah tercapai. Sebab, NU bukan lembaga profit. "Tapi jangan khawatir jika bekerja untuk NU dengan ikhlas, keuntungan dunia pasti mengikuti. Itu namnya barokah. Ini fakta," terang Gus Aab, sapaan akrabnya Rabu (31/8).

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri

Ia lalu menceritakan sisi barokah NU yang dia rasakan sebagai Ketua NU. Dikatakannya, dalam menghadiri undangan apa pun yang atas nama NU, ia mengaku tak pernah menggunakan kas NU, tapi uang pribadi.

Namun, lanjutnya, uang tersebut pasti diganti oleh Allah di tempat lain dengan cara yang lain pula. "Saya misalnya diundang ke kantor PWNU Jawa Timur, saya pakai uang sendiri untuk ongkos,? tapi pulangnya insyaallah saya dapat lebih banyak dari ongkos yang saya keluarkan, karena saya masih mampir di sekian tempat untuk mengisi pengajian," tukasnya sambil tersenyum.

IPNU Tegal

Dekan Fakultas Tarbiyah? IAIN Jember itu lalu menyinggung kata-kata bijak yang sering diucapkan almarhum KH Muchit Muzadi terhadap pengurus NU. Katanya, kalau masuk atau menjadi pengurus NU, jangan berkata ingin membesarkan NU. NU tidak perlu dibesarkan. Sebab,? NU sudah besar.

"Yang penting? kita masuk NU, niat? dandani awak. Ingin membenahi diri. Karena di NU kita berkumpul dengan ulama dan orang? saleh. Itu? kata Kiai Muchit.? Jadi, dengan masuk NU, niat utama kita memperbaiki diri dulu.? Lebih dari itu, NU menjadi kontrol sosial bagi kita. Kita jadi malu untuk berbuat yang tidak-tidak, apalagi pengurus," terangnya. (aryudi a razak/ abdullah alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, Quote, Meme Islam IPNU Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Pramuka Ma’arif NU Didorong Terus Jaga Nasionalisme

Magelang, IPNU Tegal. Pada acara giat wawasan yang diselenggarakan di arena Perwimanas II, Kamis (21/9), peserta kemah diajak untuk meningkatkan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berkesempatan mengisi acara giat wawasan tersebut, Kolonel Armed Joko Purnomo dari Akademi Militer Magelang.

“Era sekarang perangnya bukan lagi adu otot, tapi proxy war. Indonesia ini ibarat gadis cantik yang diperebutkan banyak negara lain,” kata Kolonel Joko.

Pramuka Ma’arif NU Didorong Terus Jaga Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Ma’arif NU Didorong Terus Jaga Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Ma’arif NU Didorong Terus Jaga Nasionalisme

Menurut penuturan Kolonel Joko, Indonesia diserang oleh berbagai negara lain tapi bukan dengan tentara, tapi dengan narkoba, minuman keras, film-film tidak senonoh, dan lain sebagainya.

“Semua itu dilakukan untuk menghancurkan generasi muda Indonesia agar jadi generasi yang bodoh, malas, tidak mau belajar. Kalau generasi mudanya sudah hancur, sangat mudah sekali menguasai Indonesia,” tambah Kolonel Joko.

 

IPNU Tegal

Supaya negara ini besar, lanjut Kolonel Joko, semua komponen bangsa harus bahu-membahu membangun bangsa dan menjauhkan generasi muda dari barang-barang yang bisa merusak masa depannya. 

“Negara ini punya banyak pulau dari Sabang sampai Merauke dan dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Ini butuh generasi muda yang cakap untuk mengurusnya di masa depan. Semoga Pramuka Ma’arif bisa menjawab tantangan itu,” ujar Kolonel Joko. 

IPNU Tegal

Kolonel Joko mengajak segenap Pramuka Ma’arif NU di Perwimanas II untuk menjaga dan meningkatkan rasa nasionalisme, agar negara ini bisa menjadi negara besar yang disegani bangsa-bangsa lain di dunia.

“Belajar yang rajin, jangan sampai mencoba narkoba atau pun minum minuman keras. barang-barang itu semua merupakan senjata yang ampuh dari musuh-musuh Indonesia agar negara ini hancur,” tegas Kolonel Joko.

Pada kesempatan tersebut, Kolonel Joko juga menerangkan berbagai masalah yang dihadapi oleh bangsa dan negara ini. Kolonel Joko berharap peserta bisa sadar dan berupaya memperbaiki keadaan.

“Negara ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Angklung misalnya, sudah digandrungi negara lain. Bahkan di Australia ada Fakultas Bahasa Jawa. Jangan sampai kalian yang orang Indonesia asli malah tidak merawatnya,” tandas Kolonel Joko. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Cerita IPNU Tegal

Minggu, 24 September 2017

Ansor Garut Polisikan Oknum Ketua Partai

Garut, IPNU Tegal - Lagi-lagi unggahan di media sosial berujung di kepolisian. Kali ini, seorang oknum ketua partai di Kabupaten Garut dilaporkan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten setempat ke Mapolres Garut, Rabu (24/5).

Wakil Ketua GP Ansor Heri dan Cucu Rusman serta Wakil Sekretaris Idham Kholid dan Regi Firmansyah diterima Kasat Intelkam Polres Garut, AKP Saifullah. Di sana GP Ansor menyampaikan, kedatangan mereka ke Polres Garut untuk berkoordinasi sekaligus melaporkan adanya ketua partai yang melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj serta institusi Banser.

Ansor Garut Polisikan Oknum Ketua Partai (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Garut Polisikan Oknum Ketua Partai (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Garut Polisikan Oknum Ketua Partai

"Kami ke Polres Garut untuk berkoordinasi sekaligus melaporkan. Sangat tidak pantas seorang ketua partai menyebarkan meme bernada fitnah, kebencian dan bisa menimbulkan pertentangan antarmasyarakat," kata Wakil Ketua GP Ansor Garut, Ang Heri melalui sambungan telepon.

Menurut Heri, ketua partai dengan inisial HM itu menyebarkan konten dimaksud di grup WhatsApp (WA) Pilkada Garut 2018. Di dalam grup WA tersebut ada sejumlah ketua partai lain, termasuk ormas, organisasi kepemudaan, dan aktivis.

IPNU Tegal

"Dalam gambar dikatakan, Kiai Said, Kapolri, dan Banser sebagai pihak yang melakukan kriminalisasi ulama dan habaib. Termasuk tudingan (atas) PKI. Terhadap apa yang menimpa Rizieq Shihab kali ini, karena di belakangnya ada (peran) PKI," ujarnya.

IPNU Tegal

Untuk itu, GP Ansor berpandangan sangat tidak lucu seorang ketua partai menyebarkan meme yang bisa menimbulkan pertentangan antar kelompok masyarakat. "Maka mengantisipasi ada reaksi lebih luas dari masyarakat, terutama warga NU, kami mengambil sikap tegas dengan menempuh jalur hukum," ucap Heri. (Nurjani/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Sejarah, RMI NU IPNU Tegal

Selasa, 05 September 2017

Dimulai Wirid, Santri-santri Ini Adu Sepakbola Api

Magetan, IPNU Tegal - Warga NU Magetan, Jawa Timur, memperingati hari lahir (harlah) NU ke-93 dengan mengadakan kompetisi sepakbola api antarpondok pesantren. Kompetisi tersebut digawangi Rabhitah Maahid Islamiyah (RMI) NU bersama Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.

Kompetisi tersebut berlangsung sejak tanggal 4 sampai dengan 9 April. Meski tanpa dipungut biaya, panitia memberikan hadiah berupa piala bergilir serta uang pembinaan bagi juara.

Dimulai Wirid, Santri-santri Ini Adu Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimulai Wirid, Santri-santri Ini Adu Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimulai Wirid, Santri-santri Ini Adu Sepakbola Api

Sebelum memulai pertandingan, para pemain melakukan wirid khusus di bawah bimbingan Pengasuh Pondok Pesantren Subulus Safi’in KH Suprianto Ubaidillah. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dengan wasilah (perantara) wirid ini agar memperoleh keselamatan dan diberi kelancaran oleh Allah SWT,” ujar kiai asal Pojok Kawedanan ini.

IPNU Tegal

Menurut ketua panitia kegiatan tersebut Ahmad Choiruddin, pondok pesantren sangat luar biasa menyambut kegiatan tersebut. Target panitia, semula hanya 16 pesantren yang turut serta. Kuota langsung penuh hanya dalam waktu 2 minggu. “Bahkan ada beberapa pesantren terpaksa tidak panitia akomodir,” katanya.

Kegiatan tersebut diharapkan jadi pengikat silaturahim antarpesantren. “Kompetisi ini khas santri-santri salaf atau kaum sarungan. Semoga ini juga menjadi media silaturahim santri se-Kabupaten Magetan,” imbuh Ahmad.

IPNU Tegal

Panitia, lanjut dia, bertekad akan jadikan kompetisi sepakbola api jadi program khas tahunan bagi para santri se-Magetan dalam naungan NU.

Pada kesemptan pembukaan, Selasa malam 4 April 2016 di halaman kantor NU Magetan dipimpin langsung Ketua PCNU Magetan KH Mansur didampingi sekretaris Ahmad Sudarto. Turut hadir pula, Rais Suriah KH Supriyanto, Ketua RMINU Ubaidillah dan jajaran pimpinan banom. (Dewi/Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Meme Islam, Makam IPNU Tegal

Minggu, 30 Juli 2017

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor

Subang, IPNU Tegal - Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang dihujani ucapan terima kasih dari sejumlah gereja yang ada di Kabupaten Subang pada perayaan puncak hari raya Natal yang diselenggarakan di Bintang Fantasi, Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Kamis (29/12/2016) malam.

Menurut Ketua Panitia, Akay Hermanto, kehadiran dari organisasi kepemudaan Nahdltul Ulama tersebut dalam turut serta mengamankan jalannya ritual keagamaan umat Kristiani patut diapresiasi bersama.

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor

"Tentu dengan segala risiko, apa yang dilakukan teman-teman GP Ansor dalam turut serta pengamanan hari besar ini atas dasar rasa persaudaraan dan cerminan sikap saling toleransi terhadap keyakinan ummat beragama," ujar Akay.

IPNU Tegal

Dikatakan, dalam peringatan hari raya Natal ini dihadiri sedikitnya oleh 12 gereja dari 24 gereja yang ada di Kabupaten Subang.

"Ini sudah menjadi kesepakatan dengan pihak Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Kaupaten Subang bahwa perayaan Natal kita pusatkan di Pamanukan," kata Akay seraya mengatakan dalam perayaan Natal tersebut dilakukan pembagian 100 paket sembako kepada fakir miskin.

Hal senada disampaikan Plt. Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Menurutnya, kehadiran GP Ansor dengan menerjunkan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) patut dicontoh oleh segenap lapisan masyarakat yang beragam dan plural ini.

IPNU Tegal

"Sebagai sesama anak bangsa, tentu harus sama-sama saling menjaga persatuan dan kesatuan. Justru dengan perbedaan itu mesti dijadikan sebagai alat pemersatu elemen bangsa," katanya.

Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar Polisi, Yudhi Sulistianto Wahid mengapresiasi atas kiprah GP Ansor dalam kerja samanya dengan kepolisian dalam rangka pengamanan hari raya umat beragama.

"Karena keamanan dan ketertiban masyarakat itu bukan tanggungjawab pemerintah saja, melainkan tanggungjawab bersama dimana masyarakat turut di dalamnya," pungkas Kapolres. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam IPNU Tegal

Kamis, 20 Juli 2017

Tanpa Kesejahteraan, Nasionalisme Sulit

Jember, IPNU Tegal. Jangan berbicara ? nasionalisme tanpa memperbincangkan kesejahteraan. Sebab, saat ini bukan lagi jaman penjajahan, sehingga kesejahteraan menjadi ukuran tentang keberhasilan pemerintah dalam membangun bangsa.?

Hal tersebut diungkapkan oleh angota Komisi E DPRD Jawa Timur, ? Moch. Eksan saat menjawab penanya pada Dialog Kebangsaan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (28/4).?

Tanpa Kesejahteraan, Nasionalisme Sulit (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanpa Kesejahteraan, Nasionalisme Sulit (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanpa Kesejahteraan, Nasionalisme Sulit

Menurutnya, kesejahteraan merupakan kata kunci dalam membangun nasionalisme bangsa. Jika kesejahteraan tercapai, maka nasionalsme akan datang dengan sendirinya di hati masyarakat.?

"Jadi tidak bisa dibantah bahwa kesejahteraan adalah faktor penting dalam membangun nasionalisme. Artinya jika kita ingin nasionalisme atau rasa cinta terhadap bangsa dimiliki oleh masyarakat, maka kesejahteraan hidup perlu mereka rasakan. Tanpa kesejahteraan, nasionalisme sulit," tukasnya.

Secara teori, nasionalisme dalam artian yang ekstrem, tetap dipunyai oleh rakyat Indonesia. Yaitu nasionalisme dalam konotasi pembelaan ketika bangsa Indonesia diserang negara lain.?

IPNU Tegal

Katanya, jika bangsa Indonesia diejek atau diperlakukan tidak adil oleh bangsa lain, secara naluriah, rakyat ? Indonesia akan bergerak untuk membela. Tapi kondisinya saat ini sudah berbeda, bukan lagi zaman perang, sehinggaa nasionalisme yang seperti itu sudah tidak relevan.?

"Nasionalisme yang dibutuhkan sekarang ini adalah bagaimana kita semua bisa melawan terhadap ancaman penjajahan yang samar, melalui penjajahan ekonomi, politik dan sebagainya," lanjutnya.

Wakil Ketua PCNU Jember itu menambahkan, Indonesia adalah negara agraris. Tapi anehnya, begitu banyak produk pertanian yang masih harus diimpor dari negara lain. Bukan hanya beras yang diimpor dari Thailand dan Vietnam, tapi juga gula, cabai dan sebagainya,bahkan garam juga diimpor.?

IPNU Tegal

"Kalau hal yang kita punya bahan bakunya saja, tidak bisa berdaulat, lalau bagaimana dengan yang lain. Di mana rasa nasionalisme kita," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Pertandingan IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock