Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Begini Perayaan Hari Kartini di Pesantren Al-Imdad

Bantul, IPNU Tegal. “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kamu.” KH Habib Abdus Syakur, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad, mengutip ayat Al-Qur’an itu di sela-sela amanatnya sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Kartini, 21 April 2014 yang diselenggarakan di halaman Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul.

Dalam kesempatan itu Habib juga menegaskan bahwa Islam mengajarkan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. Tidak ada keunggulan bangsa Arab atas bangsa lainnya, bahkan tidak ada keunggulan apapun dari laki-laki atas perempuan, melainkan semata ketaqwaan mereka kepada Allah.

Begini Perayaan Hari Kartini di Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Perayaan Hari Kartini di Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Perayaan Hari Kartini di Pesantren Al-Imdad

Di hadapan segenap siswa-siswi MA Unggulan Al-Imdad Bantul yang khusyu’ mengikuti jalannya Peringatan Hari Kartini tersebut, Habib juga menyampaikan besarnya peran kaum perempuan dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

IPNU Tegal

“Dengan demikian Hari Kartini ini sangat pantas dipersembahkan bukan hanya untuk Raden Ajeng Kartini, melainkan juga untuk pahlawan-pahlawan perempuan lainnya. Bahkan juga bagi semua yang berusaha mewujudkan kesetaraan tersebut. Termasuk santri-santri putri yang berjuang meraih ilmu demi mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik,” ujar Habib.

IPNU Tegal

MA Unggulan Al-Imdad yang berdiri belum genap dua tahun ini memang telah memprogramkan peringatan Hari Kartini 2014 secara khusus. Terkait hal ini, pihak madrasah melalui Fajar Bashir selaku Kepala TU telah meminta segenap siswa dan siswi untuk mengenakan busana adat.

“Untuk para siswi kita sudah meminta mereka untuk mengenakan kebaya, dan para siswa dipersilahkan untuk mengenakan batik yang dilengkapi dengan sarung setinggi lutut,” ujarnya

“Bahkan para guru yang memiliki kegiatan belajar-mengajar di hari ini juga kita minta untuk turut mensukseskan acara Peringatan Hari Kartini yang kita gagas,” imbuhnya.

“Dan terimakasih kepada Kiai Habib sebagai Pengasuh Pondok Pesantren dan Bapak Taufiq Bukhori selaku Sekretaris Yayasan yang secara khusus mengenakan surjan sebagai sebuah bentuk teladan bagi para santri.” (Muhammad Yusuf Anas/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaNu, Tokoh, Sholawat IPNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Surabaya, IPNU Tegal - Konsep Islam Nusantara terus diperbicangkan oleh akademisi, mahasiswa dan publik. Sebagai gagasan, Islam Nusantara harus dikokohkan dengan konstruksi epistemik dan metodologi agar dapat diterima publik muslim internasional.

Hal ini terekam dalam diskusi yang dihadiri oleh Prof. Dr. Masdar Hilmy dari UIN Sunan Ampel Surabaya, peneliti Islam Nusantara Munawir Aziz, dan Pradana Boy ZTF dari UMM Malang.

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Agenda ini diselenggarakan di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (7/9) atas prakarsa Perpustakaan UIN Surabaya, Mitra Firdaus, dan Penerbit Mizan. Dalam diskusi ini, mereka membahas buku Islam Nusantara: dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan (Mizan, 2015) dan Islam Berkemajuan (Mizan).

IPNU Tegal

Dalam diskusi ini, Munawir Aziz menjelaskan tentang sisi-sisi penting dari gagasan Islam Nusantara. "Islam Nusantara itu menjadi produk pengetahuan yang berakar pada tradisi masyarakat di negeri ini. Nusantara tidak sekadar konsep geografis, namun juga strategis dan ideologis," jelas Munawir.

Menurutnya, Islam Nusantara menjadi tawaran alternatif gagasan bagi publik muslim internasional di tengah konflik Timur Tengah dan kekacauan Turki.

IPNU Tegal

Sementara Prof Dr Masdar Hilmy menjelaskan bahwa Islam Nusantara perlu diteruskan dengan menjelaskan teori dan epistemologinya. "Harus ada kiai-kiai dan akademisi NU yang fokus untuk membangun gagasan Islam Nusantara. Dengan demikian, Islam Nusantara menjadi konsep yang jelas dan dapat diterima publik internasional," terangnya.

Prof Masdar Hilmy adalah santri Kiai Mashum Lasem dan merupakan Asisten Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel.

Dalam diskusi ini, mereka membahas sinergi Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan yang dapat menjadi gagasan strategis bagi masyarakat muslim negeri ini. Islam Nusantara yang berkemajuan, inilah yang menjadi penerus gagasan untuk Islam yang damai, moderat, ramah dan toleran. (Firdaus/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Kajian, Sholawat IPNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Alumni Beri Arahan Pengurus Baru IPNU-IPPNU Wonosobo

Wonosobo, IPNU Tegal. Menjelang pelaksanaan rapat kerja, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wonosobo, Jawa Tengah, menggelar pertemuan rutin, Jumat (11/7).

Alumni Beri Arahan Pengurus Baru IPNU-IPPNU Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Beri Arahan Pengurus Baru IPNU-IPPNU Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Beri Arahan Pengurus Baru IPNU-IPPNU Wonosobo

Namun, ada yang berbeda dengan forum yang diadakan tiap sore tersebut. Pertemuan mendalami program kerja ke depan dengan melibatkan alumni kepengurusan lama.

Ketua PC IPNU Wonosobo peroide 1997-2001, A Muzan, hadir dalam kesempatan itu. Muzan memberikan gambaran serta arahan kepada pengurus PC IPNU-IPPNU masa khidmah 2014-2016 tentang beberapa hal.

IPNU Tegal

Menurutnya, beberapa hal penting yang harus menjadi pedoman dalam membuat program kerja, yaitu keislaman, kebangsaan, keilmuan, serta isu kaderisasi. “Membuat progam kerja adalah penjabaran empat visi umum,” kata A. Muzan.

Ia menambahkan, program kerja yang dibuat harus bisa menyentuh langsung kepada semua anggota, karena dengan seperti itu maka program kerja itu akan dinikmati langsung oleh semua anggota. ”Buatlah program kerja yang langsung mengena,” tambahnya.

IPNU Tegal

Kaderisasi, katanya, menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan. Ia menekankan tentang perlunya peningkatan profesonalisme pada setiap pengisi materi pada jenjang pengkaderan IPNU-IPPNU. (Arif Syukron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sholawat, Makam IPNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri

Jakarta, IPNU Tegal. Buntut dari rencana kepergian 300 anggota DPR ke luar negeri menjelang akhir tahun 2006, Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda (GP) Ansor melancarkan kritik keras. Organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) itu mendesak Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) untuk mengaudit anggaran DPR.

“Ini penting agar anggaran ke luar negeri itu bisa ditekan seefisien mungkin. Bahkan kalau perlu dikurangi,” kata Sekjen PP GP Ansor Malik Haramain—sebagaimana dilansir www.gp-ansor.org--kepada wartawan di Jakarta, (27/11) kemarin.

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri

Menurutnya, GP Ansor sangat kecewa karena kepergian anggota DPR itu tidak ada gunanya dan tidak jelas pertanggungjawabannya kepada publik. “Selama ini mana sih hasilnya yang bisa dirasakan rakyat dari hasil kunjungan ke luar negeri itu. Ketimbang ke luar negeri tidak jelas, Lebih baik DPR mengurangi anggaran ke luar negeri,” gugatnya.

Lebih jauh, kata Malik, harus ada perubahan kebijakan tentang kegiatan ke luar negeri, selain menghabiskan banyak uang, toh hasilnya juga tidak ada. Apalagi publik tidak pernah tahu hasil kongkritnya. Pimpinan DPR harus betul-betul mempertimbangkan manfaat kunjungan ke luar negeri tersebut.

Seperti diketahui, setelah 30 orang komisi V DPR berkunjung ke Belanda, Perancis dan Jerman, BKSAP dan BURT ke Finlandia, sebagian Komisi VIII berangkat ke Turki. Kemudian menyusul Komisi IX DPR juga akan melakukan kunjungan kerja ke Hongkong dan Korea Selatan dengan agenda masalah kesehatan dan tenaga kerja. Rombongan terdiri dari dua tim, masing-masing beranggotan 15 orang.

IPNU Tegal

“Biayanya dari anggaran Sekjen DPR, diberi Rp 400 juta, namun yang dipakai hanya Rp 250 juta. Sisanya dikembalikan ke Sekjen DPR,” katakan Wakil Ketua Komisi IX DPR F-PD, Max Sopacua, kepada wartawan di DPR, (27/11) lalu.

Dia menambahkan total anggota Komisi IX DPR yang berangkat menjadi 30 orang. Masing-masing rombongan 15 orang. “Jadi, kalau dua tim itu, biayanya sekitar Rp500 juta. Sebenarnya anggaran yang diajukan itu Rp 600 juta, tapi sudah dua tahun Komisi IX DPR tak menggunakan anggaran itu,” katanya.

Max menambahkan, rombongan yang ke Hongkong berangkat  29 Nopember 2006 dan yang ke Korea Selatan berangkat pada 5 Desember 2006. “Masing-masing orang mendapatkan jatah 280 dolar untuk kunjungan selama 3 hari,” jelas Max.

Ditanya soal rumor pemberian dana dari Departemen Kesehatan sebesar Rp 2,5 miliar, Max membantahnya. “Wah, kalau sudah ada dari Depkes, tak perlu lagi dana dari Sekjen DPR. Jadi tidak ada pemberian dana dari Depkes itu,” ujarnya.

IPNU Tegal

Max tidak menampik jika ada anggota Komisi IX DPR dalam kunjungan kerja tersebut yang membawa isteri, asal tidak mempergunakan dana Komisi IX DPR. “Boleh asal ongkos sendiri, tapi tidak boleh tiket itu ditukar dengan kelas ekonomi. Saya akan laporkan kalau ada tiket yang ditukar dengan kelas ekonomi,” ujarnya. (eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Internasional, Sholawat IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka

Jakarta, IPNU Tegal. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama kembali menggelar sidang itsbat penentuan Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1436 H nanti secara terbuka. Ada lima argumentasi yang disampaikan.

“Pertama, sidang itsbat itu merupakan syiar Islam di tengah masyarakat yang sedang hiruk pikuk,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri dalam konferensi pers terkait penetapan Idul Fitri di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (2/7).

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka

Kedua, kata Kiai Ghazalie, sidang itsbat merupakan sarana silaturrahmi antar berbagai ormas dengan masyarakat luas yang menyaksikan sidang secara langsung dari layar televisi.

IPNU Tegal

Ketiga, sidang itsbat yang dilakukan secara terbuka diharapkan dapat memberikan pencerdasan kepada umat. Masyarakat memperoleh banyak pengetahuan tentang agama Islam, terutama terkait berbagai ketentuan mengenai penetapan awal bulan hijriyah.

IPNU Tegal

Keempat, melalui sidang yang disiarkan secara langsung, masyarakat akan mendapatkan informasi secara cepat, tanpa menunggu lama.

Kelima yang terpenting menurut Lanjnah Falakiyah PBNU, pelaksanaan sidang itsbat yang dipantau langsung oleh masyarakat luas sebenarnya mengarahkan semua pihak untuk mengikuti ketetapan pemerintah berserta berbagai ormas Islam, para tokoh masyarakat dan pakar astronomi.

“Melalui sidang itsbat terbuka yang diikuti semua ormas itu maka kemudian tidak ada lagi yang mengatakan, kami mengikuti ormas kami. Semua mengikuti pemerintah,” kata Kiai Ghazalie.

Pelaksanaan sidan itsbat untuk penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dilakukan secara terbuka selama kurang lebih sebelas tahun, sejak era Menteri Agama Said Aqil Husein Almunawwar. Sidang itsbat dilakukan secara tertutup setahun belakangan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Terkait penetapan Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal, Lajnah Falakiyah mengimbau masyarakat menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit yang dilakukan pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H bertepatan dengan tanggal 16 Juli 2015, yang diikuti dengan pelaksanaan sidang itsbat di Kantor Kementerian Agama.

Menurut Kia Ghazalie, penetapan Idul Fitri dilakukan dengan dua cara sekaligus, yakni hisab dan rukyat. Berdasarkan hasil hisab Lajnah Falakiyah hilal sudah mungkin diamati pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H, meskipun masih sangat rendah 3 derajat.

“Jika tanggal 29 itu hilal sudah terlihat, maka berarti besoknya atau bertepatan dengan tanggal 17 Juli sudah Idul Fitri. Tapi jika tidak terlihat maka kita istiqmal-kan puasanya menjadi 30 sehingga tanggal 1 Syawal bertepatan dengan 18 Juli,” kata Kiai Ghazalie. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Sholawat, Pendidikan IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara

Pekalongan, IPNU Tegal. Sedikitnya 2000 jemaah memadati Dupan Square Pekalongan, Selasa (4/2). Mereka mengikuti silaturahmi nasional antara ulama, TNI, dan POLRI yang dirangkai dalam peringatan maulid Rasulullah SAW Majelis Kanzus Sholawat-nya pimpinan Habib Luthfi bin Yahya.

Mereka adalah tamu undangan yang terdiri dari ulama Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN), TNI, dan POLRI. Maulid ini secara teknis ditangani Pengurus Mahasiswa Ahlit Thariqah An Nahdliyyah (MATAN).

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara

Dalam ceramah, Habib Luthfi yang juga Rais Aam Idaroh Aliyah JATMAN mengimbau unsur ulama, jajaran TNI, dan elemen POLRI untuk memperkuat barisan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

IPNU Tegal

“Kekompakan ketiganya memberi jaminan bagi kelestarian NKRI. Sebaliknya, bila tiga komponen ini berjalan masing-masing, maka NKRI akan rapuh,” terang Habib Luthfi di hadapan hadirin.

Dalam silaturahmi nasional ini, tampak hadir Panglima TNI Jendral Moeldoko dan Kapolri Jendral Sutarman. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Sholawat IPNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

IPNU–IPPNU Gandrungmangu Adakan Pesantren Ramadhan

Cilacap, IPNU Tegal. Bulan Ramadhan selalu mendapat tempat yang istimewa di hati umat Islam. Hampir semua kegiatan positif dilakukan di bulan ini, Tak terkecuali bagi Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Jateng.

Di sepertiga terahir Ramadhan ini, mereka menyelenggarakan “Pesantren Ramadhan” dengan tema Mencari Berkah di Bulan Penuh Hikmah.

IPNU–IPPNU Gandrungmangu Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU–IPPNU Gandrungmangu Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU–IPPNU Gandrungmangu Adakan Pesantren Ramadhan

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Sekolah MI Ma’arif I Muktisari Kecamatan Gandrungmangu. Pesantren Ramadhan ini diikuti oleh lebih dari 200 santri, yang merupakan delegasi 14 Ranting dan 8 komisariat. Acara tersebut diselenggarakan selama dua hari, sejak Sabtu pagi (3/8) sampai Ahad sore (4/8), bertepatan dengan 25-26 Ramadhan 1434 H.

IPNU Tegal

Para Santri Pesantren Ramadhan ini diberi pengetahuan tentang aswaja, keorganisasian, kepemimpinan, kesehatan remaja, dan diklat da’i- da’iyah.

IPNU Tegal

“Pesantren Ramadhan berguna untuk menambah pengetahuan agama bagi kader, sekaligus ajang silaturahim,“ ujar M Ali Mahfudz, ketua PAC IPNU setempat.

Hal ini senada juga diamini oleh Ulun Najah, ketua IPPNU Gandrungmangu. Selain hal tersebut di atas, pengetahuan seperti kesehatan remaja juga penting diketahuai oleh kader. Pengetahuan semacam ini jarang diberikan di kegiatan sejenis. Sabtu malam juga akan dilaksanakan lailatul ijtima’ dan sholat tarawih bersama.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja perdana masa kepengurusan PAC IPNU–IPPNU yang baru saja dilantik pada bulan Juni 2013.

 

Kegiatan ini dibuka oleh KH Tabingan SQ selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Gandrungmangu dan rencananya akan ditutup oleh Rais Syuriyah, K. Ngadziman.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Fragmen, Sholawat IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock