Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Pelajar NU Gelar Diskusi Publik "Spirit Kartini"

Cirebon, IPNU Tegal Sekitar tiga ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, aktifis, dan santri dari wilayah Cirebon dan sekitarnya menghadiri diskusi publik bertema “Spirit Kartini di Mata Perempuan Masa Kini”.

Acara yang merupakan hasil kerjasama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Cirebon serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Biruni ini digelar di Aula Kampus II STID Al-Biruni, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jum’at (26/4).

Pelajar NU Gelar Diskusi Publik Spirit Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Gelar Diskusi Publik Spirit Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Gelar Diskusi Publik "Spirit Kartini"

Selain sebagai refleksi dari peringatan hari Kartini, acara ini juga bertujuan untuk turut mengkampanyekan kedaulatan perempuan di segala bidang, dalam arti perempuan memiliki hak dan potensi yang setara dengan laki-laki di bidang pendidikan, ekonomi, dan politik. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Wahyono, ketua PC. IPNU Kab. Cirebon.

IPNU Tegal

“Perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata, perempuan harus sama-sama diberi hak untuk mengolah potensi baik di bidang ekonomi maupun politik, terlebih lagi di dalam bidang pendidikan,” jelas Wahyono.

Hal senada disampaikan Putri Hidayani, Ketua PC. IPPNU Kab. Cirebon. Menurutnya acara diskusi publik tentang peran perempuan ini penting untuk digelar, karena dapat dijadikan sebagai media untuk membangkitkan semangat Kartini dalam hal memaksimalkan peran perempuan di tengah masyarakat.

IPNU Tegal

Berkesempatan hadir sebagai salah satu pembicara dalam diskusi publik ini Dr. Siti Fatimah, M. Hum, dosen ISIF dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dia memaparkan bahwa perjuangan Kartini sampai sekarang masih perlu diteruskan, karena masih terdapat banyak perempuan yang menjadi objek dan korban kekerasan. Meminjam data dari Komnas HAM 2013, terdapat 8.315 korban kekerasan , termasuk didalamnya 1.085 korban dalam pacaran. 

“Data yang dijelaskan adalah data yang masuk, dan masih banyak lagi yang belum diketahui. Ini potret perjuangan Kartini di era dewasa ini, untuk menghapus kekerasan dan menjadi subjek bukan objek,” ungkap Siti Fatimah.

Ny. Hj. Masriyah Amva, pengasuh pondok pesantren Kebon Jambu menambahkan tentang realita perempuan yang masih ditemui di kalangan pesantren, perempuan masih cenderung dinilai lemah dan harus bergantung kepada laki-laki.

“Sebagai perempuan, penting untuk selalu bercermin kepada lelaki yang kuat, juga kepada wanita tangguh dalam kehidupan ini,” tegas perempuan yang biasa disapa Yu Mas tersebut.

Selain dua pembicara di atas, diskusi publik ini juga melibatkan pembicara dari dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olah raga (Disbudparpora) Kab. Cirebon, H. Asdullah Anwar, MM.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari Kartini yang digelar oleh pelajar NU Cirebon setelah sebelumnya melakuakn aksi tebar bunga bagi para pengendara yang melintas di sepanjang jalan Plered Cirebon, Ahad lalu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Ahlussunnah, Internasional IPNU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Jember, IPNU Tegal. Universitas Islam Jember (UIJ) terus berpartisipasi dalam melahirkan orang-orang terdidik di jagat nusantara ini. Hal ini bisa dilihat misalnya dari wisuda yang digelar perguruan tinggi milik NU Cabang Jember tersebut di hotel Bandung Permai, Sabtu (18/2).

Ada ada sekitar 350 mahasiswa diwisuda dalam rapat terbuka Senat UIJ tersebut. Mereka berasal dari Fakultas? Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum. Dari jumlah tersebut, peserta wisuda terbanyak berasal dari? FKIP dan FAI, yang masing-masing menyumbang? lebih dari 100 mahasiswa.

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Menurut? ketua panitia wisuda, Akhmadi, wisuda kali? ini memang dibatasi karena beberapa pertimbangan.? “Peserta wisuda dibatasi karena? disesuaikan dengan kenyamanan fasilitas,” tukasnya kepada IPNU Tegal.

Yang menarik, di wisuda ini? terdapat 17 wisudawan yang hafal Al-Quran 30 juz. Mereka adalah mahasiswa Prodi Komunikasi, FISIP. Mereka dinyatakan lulus dengan indeks prestasi (IP)? rata-rata di atas tiga koma. UIJ sendiri tidak mempunyai lembaga sayap? yang menggodok? mahasiswa peminat hafalan Al-Quran, namun itu hasil kerjasama antara UIJ dengan sebuah lembaga hafalan Al-Quran di Kabupaten Jember.

“Ini merupakan komitmen kami untuk terus mendorong lahirnya orang-orang terdidik yang hafal Al-Quran,” ujar Rektor UIJ H. Abdul Hadi.

IPNU Tegal

Sejak beberapa tahun lalu, UIJ memberi perhatian khusus kepada calon mahasiswa penghafal Al-Quran. Mereka yang hafal Al-Quran minimal 5 juz, bisa kuliah di UIJ dengan beasiswa terbatas, yaitu membayar separuh dari biaya normal. Program tersebut diutamakan bagi anak-anak tokoh NU atau lulusan sekolah yang berafiliasi ke NU.

“Itu sebagai penghargaan kami kepada anak-anak muda yang hafal Quran sekaligus untuk merangsang kader-kader NU hafal Quran,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Internasional, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri

Jakarta, IPNU Tegal. Buntut dari rencana kepergian 300 anggota DPR ke luar negeri menjelang akhir tahun 2006, Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda (GP) Ansor melancarkan kritik keras. Organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) itu mendesak Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) untuk mengaudit anggaran DPR.

“Ini penting agar anggaran ke luar negeri itu bisa ditekan seefisien mungkin. Bahkan kalau perlu dikurangi,” kata Sekjen PP GP Ansor Malik Haramain—sebagaimana dilansir www.gp-ansor.org--kepada wartawan di Jakarta, (27/11) kemarin.

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri

Menurutnya, GP Ansor sangat kecewa karena kepergian anggota DPR itu tidak ada gunanya dan tidak jelas pertanggungjawabannya kepada publik. “Selama ini mana sih hasilnya yang bisa dirasakan rakyat dari hasil kunjungan ke luar negeri itu. Ketimbang ke luar negeri tidak jelas, Lebih baik DPR mengurangi anggaran ke luar negeri,” gugatnya.

Lebih jauh, kata Malik, harus ada perubahan kebijakan tentang kegiatan ke luar negeri, selain menghabiskan banyak uang, toh hasilnya juga tidak ada. Apalagi publik tidak pernah tahu hasil kongkritnya. Pimpinan DPR harus betul-betul mempertimbangkan manfaat kunjungan ke luar negeri tersebut.

Seperti diketahui, setelah 30 orang komisi V DPR berkunjung ke Belanda, Perancis dan Jerman, BKSAP dan BURT ke Finlandia, sebagian Komisi VIII berangkat ke Turki. Kemudian menyusul Komisi IX DPR juga akan melakukan kunjungan kerja ke Hongkong dan Korea Selatan dengan agenda masalah kesehatan dan tenaga kerja. Rombongan terdiri dari dua tim, masing-masing beranggotan 15 orang.

IPNU Tegal

“Biayanya dari anggaran Sekjen DPR, diberi Rp 400 juta, namun yang dipakai hanya Rp 250 juta. Sisanya dikembalikan ke Sekjen DPR,” katakan Wakil Ketua Komisi IX DPR F-PD, Max Sopacua, kepada wartawan di DPR, (27/11) lalu.

Dia menambahkan total anggota Komisi IX DPR yang berangkat menjadi 30 orang. Masing-masing rombongan 15 orang. “Jadi, kalau dua tim itu, biayanya sekitar Rp500 juta. Sebenarnya anggaran yang diajukan itu Rp 600 juta, tapi sudah dua tahun Komisi IX DPR tak menggunakan anggaran itu,” katanya.

Max menambahkan, rombongan yang ke Hongkong berangkat  29 Nopember 2006 dan yang ke Korea Selatan berangkat pada 5 Desember 2006. “Masing-masing orang mendapatkan jatah 280 dolar untuk kunjungan selama 3 hari,” jelas Max.

Ditanya soal rumor pemberian dana dari Departemen Kesehatan sebesar Rp 2,5 miliar, Max membantahnya. “Wah, kalau sudah ada dari Depkes, tak perlu lagi dana dari Sekjen DPR. Jadi tidak ada pemberian dana dari Depkes itu,” ujarnya.

IPNU Tegal

Max tidak menampik jika ada anggota Komisi IX DPR dalam kunjungan kerja tersebut yang membawa isteri, asal tidak mempergunakan dana Komisi IX DPR. “Boleh asal ongkos sendiri, tapi tidak boleh tiket itu ditukar dengan kelas ekonomi. Saya akan laporkan kalau ada tiket yang ditukar dengan kelas ekonomi,” ujarnya. (eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Internasional, Sholawat IPNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan BNN

Padang, IPNU Tegal - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemudan Ansor bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Barat untuk pencegahan semakin meluasnya penyebaran penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda Sumatera Barat. Sebagai bagian dari generasi muda, Ansor akan turut berperan aktif dalam upaya mencegah makin banyaknya korban dari narkoba.

Hal itu diungkapkan Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, Kamis (18/8) di sekretariatnya di Jalan Ciliwung No. 10 Padang. Menurut Rahmat, secara lebih rinci, Ansor Sumbar sudah beraudiensi dengan Kepala Ali Azhar BNN Sumatera Barat dan Kabag Rehabilitas dan Pemberdayaan Masyarakat S. Boy pada Selasa (16/8) di Jalan Belanti Ujung, Padang. ?

GP Ansor Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan BNN (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan BNN (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan BNN

Dikatakan Rahmat, kondisi penyebaran penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat sungguh memprihatinkan. Sebagaimana diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada malam “Doa dan Zikir untuk Bangsa” yang digelar PW Ansor Sumbar sehari sebelumnya, bahwa Sumatera Barat sudah darurat narkoba. Jika tidak ada gerakan bersama pemerintah dengan masyarakat, maka kehancuran generasi muda sudah di ambang pintu.

"Jika generasi muda sudah hancur, siapa lagi yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Untuk itu, Ansor sebagai bagian dari masa depan? bangsa Indonesia harus turut berperan. Ansor akan melakukan pendekatan secara humanis terhadap pecandu narkoba dan berkonstribusi untuk melakukan pencegahan narkoba di kalangan anak muda," kata Rahmat didampingi sekretarisnya Arianto, Wakil Ketua Nafriandi,? Satkorwil Banser Hardi Candra yang Ketua Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), dan Sekretaris Baanar Fauzan Ahmad. ?

IPNU Tegal

Dikatakan Rahmat, kader-kader Ansor harus bisa menjadi tenaga rehabilitasi dan penyuluh untuk pencegahan narkoba. Mereka terlebih dahulu dibekali agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

IPNU Tegal

Ketua BNN Ali Azhar menyebutkan, Ansor melaksanakan MoU dengan BNN dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi, serta melakukan penyuluhan di tengah masyarakat. Ansor bisa melakukan peran dengan bekerja sama dengan BNN dalam bidang pencegahan dan penyuluhan relawan antinarkoba. Sedangkan rehabilitasi dengan mendirikan rumah rehabilitasi. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Kiai IPNU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Sarbumusi: Buruh Harus Rajin Lakukan Dialog Sosial

Jakarta, IPNU Tegal

Buruh harus lebih sering melakukan dialog sosial sebagai upaya penguatan, pemahaman peraturan dan regulasi ketenagakerjaan, ujar Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (DPP K-Sarbumusi NU) Syaiful Bahri Anshori.

“Langkah itu penting supaya buruh mengerti bagaimana hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” ujar Syaiful, di Jakarta, Selasa (4/4).

Sarbumusi: Buruh Harus Rajin Lakukan Dialog Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Buruh Harus Rajin Lakukan Dialog Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Buruh Harus Rajin Lakukan Dialog Sosial

Persoalan buruh, demikian Syaiful menambahkan, semakin banyak dan semakin kompleks. Karena itu, butuh dukungan dari pilar Tripartit, yakni serikat buruh yang kuat dan baik, Apindo yang apik dan pemerintah yang mempunyai regulasi tegas dan pengawasan efektif.

IPNU Tegal

“Persoalan hubungan industrial saat ini adalah bagaimana memahamkan Sarbumusi dan anggota dalam menyelesaikan persoalan-persoalan perburuhan sehingga penguatan dalam hal pembelaaan hak-hak buruh yang diabaikan menjadi berkurang,” paparnya.

IPNU Tegal

DPP K-Sarbumusi NU telah mengambil langkah untuk melakukan penguatan pembelaan hak-hak buruh melalui pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bagi buruh sebagai bagian penting pembelaan melalui litigasi dan nonlitigasi.

“DPP K-Sarbumusi NU juga terus berupaya melakukan terobosan dan inovasi terkait bagaimana mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui pendiri Koperasi Sarbumusi,” tuturnya.

Syaiful mengajak anggota Sarbumusi NU lebih banyak silaturahmi dan berkomunikasi dengan orang tuanya, yakni NU.

“Ini jelas karena Sarbumusi merupakan badan otonom NU. Setiap tingkatan organisasi juga harus lebih membangun solidaritas antarsesama dan antarstruktural. Ssehingga lebih cepat bergerak dan beraktivitas dalam mencapai tujuan,” pungkas Syaiful. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Ubudiyah, AlaNu IPNU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Perkokoh Silaturahim, Pengurus-Alumni IPNU se-Bandung Raya Bertemu

Bandung, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Bandung Raya mengadakan silaturahmi dan diskusi dengan Majelis Alumni IPNU. Hadir pada kesempatan itu IPNU Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Sumedang.

Kegiatan bertema "Membangun kader, mengembangkan jaringan di atas kebersamaan yang kokoh" tersebut berlangsung di Gedung PW NU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung, Kota  Bandung Jumat 26 September.

Perkokoh Silaturahim, Pengurus-Alumni IPNU se-Bandung Raya Bertemu (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkokoh Silaturahim, Pengurus-Alumni IPNU se-Bandung Raya Bertemu (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkokoh Silaturahim, Pengurus-Alumni IPNU se-Bandung Raya Bertemu

Menurut siaran pers yang dikirim PC IPNU Kota Bandung, Senin (29/9) kegiatan tersebut adalah sarana pertemuan pengurus IPNU se-Bandung Raya dengan para alumni IPNU demi memperkokoh barisan “barisan” pelajar NU, di Bandung khususnya.

IPNU Tegal

Pada kesempatan tersebut beberapa alumni IPNU yang hadir adalah H. Basukhi, Ahmad Satari, Abdussani Ramdhani, Abdul Rozak, Ganjar, H. Asep Mamun, Rekan Fauzul.

IPNU Tegal

Pada kesempatan tersebut hadirin sepakat untuk tetap berjuang dan beristikomah dalam kaderisasi serta mempertahankan ajaran wali Allah, guru-guru dan pendahulu. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Ulama IPNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Pemerintah Siap Back-up Ansor Perang Hadapi Narkoba

Padangpariaman,IPNU Tegal?

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menegaskan siap memback-up di garda depan Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman dalam perang menghadapi penyalahgunaan narkoba yang sudah ? menghancurkan generasi bangsa Indonesia. Indonesia saat ini sudah berada pada darurat narkoba. Gerakan Pemuda Ansor terbukti terus mendengungkan perang terhadap narkoba yang merusak masa depan generasi muda bangsa.

?

Pemerintah Siap Back-up Ansor Perang Hadapi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Siap Back-up Ansor Perang Hadapi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Siap Back-up Ansor Perang Hadapi Narkoba

Penegasan itu diungkapkan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menjelang pembaitan dan penutupan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar Banser), Ahad (31/5/2015) malam dinihari di INS Kayutanam.

Sebelum menyampaikan penegasan tersebut, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni makan bersama dengan peserta PKD dan Diklatsar Banser. Makan bersama dengan ala pelatihan kader yang sudah disiapkan dan dengan menu seadanya. Bupati didampingi Wakil Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman, Bendahara Ansor Sumbar Armaidi Tanjung, Sekretaris Ansor Sumbar Zulhardi Z. Latif dan Ketua PC Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana. Bupati terlihat santai dan membaur dengan peserta PKD yang sudah mengikuti kegiatan sejak Jum’at (29/5/2015).

IPNU Tegal

?

"Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan yang sengaja dilakukan untuk menghancurkan generasi muda Indonesia oleh pihak asing yang ingin menguasai negeri ini. Buktinya, hanya 9 orang pelaku pengedar/gembong narkoba yang dihukum mati ributnya bukan main. Ancaman terhadap pemerintahan Indonesia pun dilayangkan. Tapi anehnya, sudah ribuan orang yang meninggal akibat mengkonsumsi narkoba, tidak satupun diantara mereka yang meributkan itu angkat bicara. Sungguh kenyataan pahit yang harus dihadapi," kata Ali Mukhni.

?

IPNU Tegal

Kenyataan itu, kata Ali Mukhni, membuktikan bahwa narkoba memang harus dilawan, diperangi dan dijauhkan dari generasi muda, khususnya di Padangpariaman.?

"Saya bangga dan memberikan apresiasi kepada Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman yang sudah melaksanakan PKD dan Diklatsar ini. Mereka yang sudah mengikuti kegiatan ini, pastilah menjadi garda terdepan terhadap perang narkoba itu. Karena Ansor sudah menyatakan perang dengan narkoba itu sendiri," kata Ali Mukhni.

?

"Saya tidak menginginkan satupun generasi muda Kabupaten Padangpariaman terlibat narkoba. Untuk itu kegiatan pelatihan seperti ini yang menyatakan perang dengan narkoba harus didukung penuh," tutur Ali Mukhni yang disambut dengan mars Ansor dan mars Banser oleh peserta.?

Dari mars Ansor dan Banser tadi, kata Ali Mukhni, Ansor sangat tegas komitmennya terhadap NKRI dan agama. Sudah pasti setiap gerakan dan upaya yang menghancurkan NKRI akan dilawan.? ?

Selain itu, kata Ali Mukni, PKD dan Diklatsar ini penting dalam proses melahirkan pemimpin bangsa dan Kabupaten Padangpariaman masa depan. Seorang pemimpin tidak lahir secara tiba-tiba. Tapi pemimpin yang baik itu harus lahir dari proses yang cukup panjang sehingga matang dalam menerima amanah sebagai seorang pemimpin.?

"Peserta PKD dan Diklatsar jadilah seorang pemuda pelopor. Dimana menjadi pelopor ? di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sahabat-sahabat yang sudah ditempa selama tiga hari tiga malam full, kurang tidur, makan seadanya, diharapkan mampu berbuat untuk bangsa, agama, masyarakat Padangpariaman dan untuk diri sendiri," tutur Ali Mukhni.?

Ali Mukhni juga menyatakan, banyak pemimpin yang mengaku beragama Islam, tapi tidak peduli dengan Islam itu sendiri. Banyak pula pemimpin yang pintar, bertitel banyak, tapi juga tidak peduli dengan masyarakatnya. Seharusnya kekuasaan yang diperolehnya untuk membela agama dan NKRI. Tapi justru menghancurkan agama sendiri dan merongrong NKRI.?

"Di Kabupaten Padangpariaman hampir tiada hari tanpa kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap berbagai kegiatan keagamaan. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan hendaknya di masa mendatang," kata Ali Mukhni yang juga Mustasyar Nahdlatul Ulama Padangpariaman ini.

?

Pentingnya kegiatan semacam ini, kata Ali Mukhni, Ansor Padangpariaman diminta untuk terus melakukan secara berkala. Minimal 2 kali setahun perlu diadakan. Terkait biaya pelaksanaan, tidak perlu ragu, pasti bisa diatasi.?

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Zeki Aliwardana menyebutkan, PKD merupakan yang kedua kali diselenggarakan di Padangpariaman. Sedangkan Diklatsar Banser yang pertama di Padangpariaman. PKD diberikan instruktur nasional KH Abdul Khalim Anwar (PP GP Ansor), Rusli Intan Sati dan Armaidi Tanjung (PW GP Ansor Sumbar), ? serta instruktur PW. Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman. Sedangkan instruktur Diklatsar Banser Hafnizon, dari Kodim 0308 Pariaman, Polres Padangpariaman dan Polres Kota Pariaman. PKD dan Diklatsar Banser dibuka Ketua PW GP Ansor Sumbar Rusli Intan Sati, Jumat 29/5/2015).?

"PKD dan Diklatsar Banser ini diikuti utusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan di Padangpariaman dan beberapa orang dari kabupaten lain. Usai lebaran, Ansor Padangpariaman kembali mengadakan PKD dan Diklatsar Banser karena mendapat sambutan dari peserta. Masing-masing peserta sudah bertekad untuk menyelenggarakan kegiatan ini dengan melibatkan generasi muda di lingkungan masing-masing," kata Zeki Aliwardana mantan Wakil Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini.

Dukungan terhadap kegiatan PKD dan Diklatsar Banser ini tidak hanya dari Bupati Padangpariaman, tapi juga dari Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim, Wakil Bupati Padangpariaman Damsuar, Ketua Baznas Kabupaten Padangpariaman Suhatri Bur, Dandim 0308 Pariaman, Kapolres Padangpariaman, Kapolres Kota Pariaman, PC Nahdlatul Ulama dan pihak lainnya. Ini menunjukkan Gerakan Pemuda Ansor di Padangpariaman ditunggu masyarakat untuk turut menyelamatkan generasi muda Padangpariaman masa depan.

?

Menurut Zeki, Diklatsar Banser merupakan pelatihan dasar yang diikuti Banser Ansor. Dari Diklatsar ini kita berharap akan muncul generasi muda Padangpariaman yang memiliki jiwa nasionalisme, kebangsaan dan tangguh dalam menghadapi tantangan yang muncul di tengah masyarakat. Terutama terkait dengan ancam gangguan keamanan ketertiban masyarakat baik yang datang dari dalam masyarakat Padangpariaman sendiri, maupun dari luar Padangpariaman.

"Banser Ansor di Padangpariaman mulai memahami betapa pentingnya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari serangan dan ancaman pihak luar. Khususnya jaringan transnasional yang belakangan jadi sorotan, misalnya paham dan rekrut simpatisan ISIS di daerah Kabupaten Padangpariaman," tambah Zeki. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, Internasional, News IPNU Tegal

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul

Pemeberhentian terakhir dalam perjalanan malam itu adalah Baitul Maqdis. Dalam sekejap mata setelah Rasulullah saw sampai di Baitul Maqdis para nabi, rasul dan malaikat berkumpul . Kemudian dikumandangkanlah adzan dan iqamat. Mereka yang datang berbaris rapi bershaf-shaf. Lalu Jibril mempersilahkan Rasulullah saw menjadi imam. Begitulah setelah shalat dengan berjama’ah para nabi dan rasul memuji kepada Allah atas karunia dari-Nya. Begitu juga Rasulullah saw mengucap tasbih atas karunia yang istimewa yang tidak diperoleh nabi dan rasul lainnya.

Baitul Maqdis adalah merupakan pelabuhan terakhir isra’nya (perjalanan malam)Rasulullah saw sebelum kemudian dimi’rajkan Allah ke shidratil muntaha. Baitul Maqdis seolah memiliki jalur utama yang dapat menghubungkan dunia ini dengan pintu langit. Dikatakan demikian karena di sanalah para nabi dan rasul itu turun, dan dari sanalah Rasulullah saw akan memulai mi’rajnya.

Adapun mengenai shalat Jama’ah bersama para nabi dan rasul dan Muhammas saw sebagai Imamnya merupakan sebuah bukti bahwa mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai wasilah menuju Allah swt. Mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai penghubung kepada Allah swt, sebagaimana yang disebutkan dalam surat al-Maidah ayat 35:

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Demikianlah kepemimpinan Rasulullah saw sebagai imam dalam shalat ini menunjukkan pengakuan para nabi dan rasul itu akan syariat islam yang sempurna yang dibawa oleh Rasulullah saw, nabi sekaligus rasul pungkasan. Mengenai jama’ah itu sendiri sungguh tidak dapat dipungkiri fadhilannya, jika para nabi, rasul dan malaikat saja berjama’ah. (red.Ulil H) 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Internasional IPNU Tegal

IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri

Jombang, IPNU Tegal. Secara prinsip, negara harus berkomitmen untuk segera melunasi semua hutangnya. Postur APBN harus ditata sedemikian rupa agar pembangunan tetap berjalan, namun pada saat yang sama hutang juga terbayar.

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri

Demikian dinyatakan Abdul Moqsith saat membacakan hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah pada rapat pleno Muktamar Ke-33 NU dengan agenda pengesahan sidang-sidang komisi, di alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8).

?

Untuk kepentingan ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, pada dasarnya yang wajib kita bayar adalah utang-utang pokok, bukan beban bunga. Oleh karena itu sah apabila Pemerintah RI menuntut pembebasan bunga dari negara-negara kreditor.

?

IPNU Tegal

Kedua, Pemerintah harus secara tegas mengontrol anggaran agar tidak bocor, dan menarik kembali uang negara yang telah? dijarah oleh para koruptor, baik dari kalangan pejabat atau pengusaha.

?

"Ketiga, pemerintah sedapat mungkin melakukan efisiensi dengan menggunakan barang dan jasa dalam negeri yang dibarengi dengan kebijakan pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment," ujar anggota Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah itu.

IPNU Tegal

?

Keempat, Pemerintah dianjurkan melakukan optimalisasi dana penerimaan pajak, cukai dan pembiayaan non utang dari keuntungan pengelolaan aset negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pembiayaan dari saldo rekening Pemerintah dari penerimaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Pembangunan Hutan (RPH), Saldo Anggaran Lebih (SAL), dan rekening lainnya.

Forum bahtsul masail menyayangkan kondisi bangsa Indonesia yang hingga kini lekat dengan utang luar negeri. Menurut forum, jika dibandingkan dengan data kekayaan sumber daya alam, kondisi tersebut sangat ironis dan mengkhawatirkan, walau pemerintah dengan indikator ekonomi makro masih menyatakan aman. (Mahbib Khoiron)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Lomba, Tokoh IPNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Doa dan Dzikir Sangat Bermanfaat bagi Prajurit

Surabaya, IPNU Tegal. Di hadapan ratusan prajurit angkatan laut yang berkumpul di Markas Komando (Mako) Armatim Surabaya, Ustadz Maruf Khozin mengingatkan bahwa doa memiliki manfaat sangat besar. Apalagi hal tersebut dilakukan dalam kondisi genting dan menghadapi mara bahaya.

"Anda sudah hafal Surat Yasin?" tanya Ustadz Maruf Khozin saat berada di podium, Kamis (24/11). Serentak perajurit menjawab: "Sudah."

Doa dan Dzikir Sangat Bermanfaat bagi Prajurit (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa dan Dzikir Sangat Bermanfaat bagi Prajurit (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa dan Dzikir Sangat Bermanfaat bagi Prajurit

Kemudian Ustadz Maruf, sapaan akrabnya mengemukan bahwa di dalam surat Yasin terdapat keterangan yang menyebutkan keselamatan di laut. Secara khusus, anggota Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jatim ini menjelaskan ayat ke 41 hingga 44 dari Surat Yasin tersebut yang secara umum menjelaskan bahwa keselamatan dalam bahtera atau kapal sangat ditentukan oleh Allah SWT.

IPNU Tegal

"Karena itu saat berada di kapal hendaknya meminta kepada Allah dengan berdoa," pesannya. Karena manfaat dari doa saat kondisi aman terkendali, maka di saat keadaan membahayakan Allah akan menolong.

IPNU Tegal

Kemudian Ustadz Maruf membacakan teks hadis dari Abu Harairah yang mengemukakan "Barangsiapa senang doanya dikabulkan oleh Allah di saat ada kesulitan, maka perbanyaklah berdoa kepada Allah di saat kondisi tenang," terangnya sembari menyebutkan bahwa hadits tersebut diriwayatkan Tirmidzi.

Sebelumnya, jelang Hari Armada Nasional, Mako Armatim mengadakan istigatsah dan doa bersama yang rutin dilakukan tiap tahun. Dalam sambutannya, Panglima Armatim menyampaikan bahwa manfaat dari dzikir dan istigatsah sangat dirasakan prajurit manakala bertugas di tengah laut. Saat menghadapi terjangan ombak, badai, gempa laut, hujan deras, cuaca buruk dan sebagainya, semua akan terlewatkan dengan pertolongan dari Allah. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Doa, Makam IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU

Jombang, IPNU Tegal. Seorang ulama menurut Rais Aam PBNU KH Maruf Amin memiliki tanggung jawab yang kompleks. Selain harus membina umat atau bangsa, ulama juga harus memikirkan keselamatan negara dari gangguan-gangguan orang tak bertanggung jawab.

Persoalan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan belakangan ini kian beragam pula, sehingga peran ulama dalam hal ini harus benar-benar maksimal.

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU

Misalnya keberadaan sejumlah kelompok yang mencoba memecah belah bangsa sebab sebuah perbedaan pandangan, ditambah lagi kelompok lain yang hendak merusak tatanan kenegaraan karena sebuah pandangan sistem kenegaraan yang berbeda.

Demikian disampaikan Kiai Makruf saat memberikan taushiyah dalam kegiatan Haul ke-38 salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Selasa (27/3) lalu.

Tanggung jawab tersebut, kata kiai yang juga Ketua Umum MUI Pusat ini, telah diajarkan Nabi Muhammad SAW pada masanya, bahkan saat mau wafat pun salah satu yang dipikirkan adalah keselamatan umatnya. Karenanya, ulama sebagai pewaris perjuangan nabi sudah seharusnya mencontoh segala ucapan dan sikap para nabi.?

IPNU Tegal

"Rasulullah saat mau wafat, salah satu yang diingat adalah umat, jadi umat itu menjadi tanggung jawab ulama karena ulama pewaris para Nabi," ujarnya.

Demikian juga peran NU, organisasi kemasyarakatan bentukan para ulama ini memiliki peran yang sama. "NU adalah kumpulan para ulama, maka masalah keumatan dan kebangsaan merupakan tanggung jawab NU," imbuh Kiai Makruf.

IPNU Tegal

Namun demikian saat ini tantangan ulama kian besar. "Belakangan ini ada banyak kelompok yang bermacam-macam, baik dari yang berupaya untuk mengubah akidah, syariah juga sistem negara," lanjutnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Internasional IPNU Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Akibat Korban Kambing

Udin yang baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilai jayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun sowan ke pengasuh untuk pulang kampung.

Saat perjalanan menuju terminal Tirtonadi Solo, tiba-tiba ada kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan, maka Udin pun memutuskan untuk ikut menonton.

Berhubung kerumunan itu terlalu berjubel, sehingga Udin yang bertubuh kecil tidak bisa mendekat dan melihat korban. Udin santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik.

Akibat Korban Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)
Akibat Korban Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)

Akibat Korban Kambing

"Innalillahi wainnailaihi raji’un, saya keluarganya, saya keluarganya, mohon minggir, tolong minggir!" Ucap udin sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Orang yang berkerumun pun memandanginya dengan aneh, dan ternyata Udin memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada si Udin itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan.

Betapa terkejutnya ketika Udin melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata adalah kambing.

IPNU Tegal

Udin pun kaget dan ketawa meringis. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Cerita, Internasional, Ubudiyah IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

GP Ansor Jombang Hidupkan Anak Cabang Wonosalam yang Vakum 10 Tahun

Jombang, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengajak kepada para pemuda Nahdliyin di Kecamatan Wonosalam, Jombang, untuk membentuk kembali kepengurusan GP Ansor di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan berbagai ranting setempat yang vakum selama kurang lebih 10 tahun.

GP Ansor Jombang Hidupkan Anak Cabang Wonosalam yang Vakum 10 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jombang Hidupkan Anak Cabang Wonosalam yang Vakum 10 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jombang Hidupkan Anak Cabang Wonosalam yang Vakum 10 Tahun

Pembentukan pengurus dimulai dari tingkat PAC GP Ansor Kecamatan Wonosalam. Kegiatan berjalan lancar dan tertib melalui musyawarah mufakat Tim Formatur yang disepakati forum silaturahim generasi muda Wonosalam di Pondok Pesantren Fattahul Muhibbin, Sumberejo, Wonosalam, Ahad (3/1) malam.

Tim Formatur terdiri dari PC GP Ansor Jombang, Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonosalam, perwakilan dari pengurus ranting NU se-Wonosalam dan perwakilan generasi muda Wonosalam. Forum silaturahim tersebut memilih Muhammad Nurul Huda sebagai Ketua PAC GP Ansor Wonosalam masa khidmah 2016 – 2019.

IPNU Tegal

Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto mengatakan, dengan terbentuknya PAC GP Ansor Wonosalam, kini total ada 21 PAC GP Ansor aktif di 21 Kecamatan se-Kabupaten Jombang. “Bahkan untuk Wonosalam ini nanti akan diselenggarakan Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar Banser) dengan jumlah peserta 150 Orang,” katanya saat memberikan sambutannya.

IPNU Tegal

Gus Antok, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa GP Ansor adalah masa depan Nahdlatul Ulama (NU). “Untuk itu gerakan pemuda ansor harus bisa mandiri dan menata diri agar bisa menjadi organisasi yang sehat dan kuat serta berakhlakul karimah,” tambahnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, Kepala Satkorcab Banser, Bendahara dan beberapa pengurus harian PC GP Ansor Kabupaten Jombang. Hadir juga Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Wonosalam, dan Ketua MWCNU Wonosalam, beberapa perwakilan dari pengurus ranting NU se-Kecamatan Wonosalam, serta generasi muda dari berbagai desa di Wonosalam. (Syamsul Arifin/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional IPNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Kekerasan Atas Nama Agama, Ini Sikap Banser

Jakarta, IPNU Tegal

Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) meminta seluruh kader siaga dalam satu komando menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari upaya segelintir orang yang menampilkan perilaku anarkis dengan mengatasnamakan agama.

Kekerasan Atas Nama Agama, Ini Sikap Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekerasan Atas Nama Agama, Ini Sikap Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekerasan Atas Nama Agama, Ini Sikap Banser

"Kami telah mencermati dinamika sosial dan kebangsaan akhir-akhir ini. Masyarakat disuguhi tontonan kekerasan yang didalangi segelintir orang. Gangguan kecil itu harus segera ditangani," ujar Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Selasa (24/1).

Banser sebagai bagian dari warga Indonesia, tergerak untuk mengambil sikap atas situasi yang memprihatinkan tersebut, mengingat aksi-aksi dimaksud telah memunculkan respon dan reaksi untuk melakukan perlawanan di berbagai daerah.

"Apa Islam agama marah? Apa Nabi Muhammad SAW berdakwah dengan marah? Islam disampaikan Nabi Muhammad dengan ramah. Maka wajar jika kita saksikan dakwah dengan kekerasan dan arogansi menimbulkan perlawanan seperti di Bali, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, NTB dan yang paling akhir di Bangka Belitung," paparnya.

Berkaitan dengan itu, imbuh Alfa, Banser mengajak kepada seluruh komponen bangsa yang masih mencintai Indonesia untuk bahu membahu menjaga tegaknya NKRI.?

IPNU Tegal

"Banser meminta kepada negara segera bertindak tegas dan jangan sampai terlambat menangani hal tersebut karena membahayakan kelangsungan ? kehidupan bernegara," kata dia lagi.

Terhadap keberadaan Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas sejenis yang melakukan ancaman dan tindakan kekerasan serta kerap menyatakan ujaran kebencian sebagai model gerakannya, Banser mengingatkan, negara jangan kalah.

"Segera ambil tindakan hukum tegas untuk menghindari terjadinya konflik horizontal. Adapun kepada seluruh jajaran Banser se-Indonesia, untuk tetap siaga dalam satu komando," demikian H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, Internasional IPNU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Masjid Agung Jawa Tengah Bentuk Pusat Kajian Islam Internasional Berbasis Khazanah Lokal

Semarang, IPNU Tegal. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) terus melakukan inovasi. Jika sebelumnya menjalin kerjasama dengan Cina dengan mendirikan perpustakaan budaya Islam-Cina, kali ini Dewan Pengelola Pelaksana (DPP) MAJT akan membentuk pusat kajian Islam internasional. "Kita akan bentuk pusat kajian Islam internasional yang bercirikan Indonesia dan Jawa," demikian disampaikan Ketua DPP MAJT Noor Achmad saat membuka acara dzikir akbar dan doa bersama sukses Ujian Nasional (UN) 2016 oleh Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT) di aula ? MAJT, Jumat ? sore (1/4).

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU) itu menjelaskan, wawasan masyarakat Indonesia harus mendunia, tapi juga harus mengedepankan nilai luhur jatidiri bangsa Indonesia. Mengingat MASJT berada di Jawa, maka pusat kajian ini lebih fokus pada seputar Islam dan Jawa.

Masjid Agung Jawa Tengah Bentuk Pusat Kajian Islam Internasional Berbasis Khazanah Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Jawa Tengah Bentuk Pusat Kajian Islam Internasional Berbasis Khazanah Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Jawa Tengah Bentuk Pusat Kajian Islam Internasional Berbasis Khazanah Lokal

"Kita kaya akan budaya luhur Bangsa Indonesia dan Jawa, Dari pusat kajian Islam inilah, secara tidak langsung kita turut melestarikan sekaligus mempromosikan khazahnah kekayaan budaya kita," tegas Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ini.

Pria yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu juga menyampaikan, pihaknya akan terus menfasilitasi dan siap menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga atau pihak untuk melakukan atau mengembangkan kajian-kajian keagamaan. "Hari ini, kita bersama dengan para alumni Universitas Al Azhar Mesir Indonesia menggelar seminar kajian keislaman," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta para pelajar untuk berbuat jujur dalam menghadapi UN. Apa artinya nilai baik, namun ditempuh dengan cara-cara yang curang. Seperti menyontek, ngepek, nyogok (menyuap) guru atau membeli kunci jawaban. "Saya mengajak anda semua untuk berlaku jujur dalam UN. Belajar saja tidak cukup, berdoa saja juga tidak cukup. Belajar dan berdoa harus berjalan beriringan. Disinilah pentingnya dzikir dan doa bersama," ucapnya.

Ganjar berharap siswa yang ikut dzikir akbar ini bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. "Semoga di Jateng tingkat kelulusanya tinggi, namun dengan integritas tinggi pula," imbuhnya.

IPNU Tegal

Ustadz Khamami yang ? bertugas memimpin muhasabah, meminta kepada siswa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Ia juga ? mengajak mengingat segala kesalahan atau dosa yang pernah diperbuat, baik kepada Allah, kepada orang tua dan sesama. "Jangan lupa mohon maaf kepada kedua orang tua dan minta ridha-Nya. Ikhtiar, usaha lahir batin, lalu Tawakkal (berserah diri) kepada Allah," ucap Pengasuh Pondok Pesantren Multazam Semarang dengan berkaca-kaca.

Salah satu peserta dzikir, Rifki Adi, siswa kelas IX SMP Mardisiswa 2 Semarang yang datang bersama temanya itu berharap bisa lulus dengan nilai memuaskan. ? Di sepanjang doanya ia tak henti-hentinya mengucurkan air mata. "Saya menangis teringat kepada kedua orang tua yang telah tiada. Bapak saya meninggal di tahun 2001 dan Ibu saya meninggal di tahun 2003. Saya mau bersimpuh minta maaf sekaligus minta doa restu, namun sudah tidak bisa," kata Adi seraya sambil mengusap air matanya.

IPNU Tegal

Secara terpisah, Ketua RISMA JT Anies Muchabak menjelaskan acara dzikir dan doa bersama merupakan acara rutin tahunan yang di gelar jelang UN. "Kita sudah menggelar selama 7 kali. Dan tahun ini merupakan yang ke-8," jelas pria yang juga aktivis IPNU Kabupaten Demak Jateng ini. (Ahsan Fauzi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional IPNU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Way Kanan, IPNU Tegal

Kegagalan menutup mata dari persoalan kemanusiaan merupakan suatu kebahagiaan. Hal ini disampaikan Ketua PC GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto usai menyerahkan dana donasi Rp8,9 juta untuk Tasrini, warga Kampung Panengahan Kecamatan Negeri Agung. 

"Kami hanya menyalurkan hati, kepedulian para donatur yang dihimpun dari website kitabisa.com," ujar Gatot di Blambangan Umpu, Kamis (3/3).

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Didampingi Andreas Natalis Sapta Aji dari Pemuda Katholik dan Dian Firasta dari Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), dana donasi tersebut diserahkan kepada sepupu Tasrini, Teguh Yuwono, disaksikan Kepala Kampung Penengahan Hasanudin dan sejumlah warga setempat.

Menurut Gatot, dana berhasil dihimpun dari situs donasi dan menggalang dana (fundraising) untuk inisiatif, dan program sosial kitabisa.com sejumlah Rp8.793.261 dan selanjutnya dibulatkan menjadi Rp8,8 juta. Namun menjelang keberangkatan menuju tempat Tasrini mendapat tambahan Rp100 ribu, sehingga total diserahkan Rp8,9 juta.

IPNU Tegal

"Persoalan kemanusiaan seperti dialami Tasrini tidak layak dilihat dari sudut pandang suku hingga agama. Aji dari Pemuda Katholik ini rajin menyebarkan kampanye penggalangan dana sosial untuk Tasrini melalui media sosial. Karena itu, kami akui, jika gagal menutup mata terhadap persoalan kemanusiaan, namun itu membahagiakan sehubungan bisa membantu sesama kendati kecil," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu lagi.

Penyerahan dana donasi tersebut, lanjut Gatot yang juga penggiat Gusdurian di Lampung itu menambahkan, merupakan bentuk tanggung jawab terhadap para donatur, lahir batin tidak ada tendensi apa-apa, murni dan murni kepedulian sosial bagi sesama.  

Setelah dilepas Pj Bupati Albar Hasan Tanjung 15 Februari 2016, Tasrini bertolak menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), di Jakarta, untuk menjalani pengobatan atas penyakitnya.

IPNU Tegal

Teguh yang sempat mendampingi Tasrini di RSCM kemudian menuturkan, dokter yang menanganiTasrini menyatakan jika penyakit tersebut merupakan kasus terparah yang pernah ditangani, sehingga membutuhkan tempo untuk kesembuhannya, diperkirakan sekitar enam bulan.

"Sementara ini Anak-anak Tasrini ikut neneknya, lalu Tasrini ditampung di Yayasan Kanker Indonesia. Kemudian biaya dikenakan untuk Samidi, suami Tasrini  yang mendampingi pengobatan setiap hari Rp35 ribu, sudah termasuk makan, kami sangat terbantu. Terima kasih banyak kepada media, Ansor dan para donatur yang berkenan membantu keluarga kami," ujar Teguh lagi.

Senada Teguh, Hasanudin juga menyampaikan terima kasih atas penyerahan dana donatur yang disampaikan untuk warganya itu.

"Terima kasih kami sampaikan kepada media, Ansor dan semua pihak yang ikut serta memikirkan warga kami. Semoga apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan mendapat balasan setimpal dari Allah," ujar Hasanudin. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Ubudiyah, RMI NU IPNU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan

Karanganyar, IPNU Tegal. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menggiatkan kembali tradisi nyekar ke makam kakek-nenek, orang-tua, dan saudara. Hal ini dilakukan berdasarkan imbauan dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Mojogedang yang menegaskan agar tradisi-tradisi baik menjelang Ramadhan dilakukan kembali.

NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ngadirejo Giatkan Kembali Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan

Wati, salah satu warga Ngadirejo, mengatakan, awalnya tradisi nyekar sudah ada di desanya namun sempat terhenti beberapa tahun setelah ada seseorang yang mengatakan bahwa tradisi ini tidak boleh dilakukan.

“Masih ada beberapa yang melakukan namun dengan tata cara yang kurang sesuai misalnya dengan membawa makanan ke makam lalu makanan tersebut dibagi-bagi dan diletakkan pada masing-masing makam keluarga dan terkadang makanan tersebut lalu dibuang. Jadi hemat kami itu adalah bentuk pemubadziran,” ungkapnya kepada IPNU Tegal usai nyekar, Ahad (15/6).

IPNU Tegal

Momen Kebersamaan

IPNU Tegal

Lebih lanjut Wati menyatakan bahwa acara nyekar tahun ini berbeda. Dengan bimbingan dari salah satu pengurus Ranting NU Ngadirejo nuansa kebersamaan dan inti dari nyekar tersebut lebih mengena.

“Acara dimulai dari bakda maghrib. Jadi para warga berkumpul di masjid dengan membawa bunga yang ditaruh dalam air serta membawa makanan untuk dibagikan kepada anak-anak kecil serta tetangga yang tidak membawa makanan. Setelah itu pengurus ranting NU mulai memimpin pembacaan yasin serta tahlil dan dilanjutkan dengan tausyiah yang isinya adalah penjelasan dari makna dan tujuan tradisi tersebut,” imbuhnya.

Usai acara ini, lanjutnya, pagi harinya para warga mulai dari anak kecil hingga orang tua kembali berkumpul di masjid untuk kemudian berjalan bersama-sama ke makam. Memang semua dianjurkan untuk tidak membawa motor kecuali bagi yang udzur misal sudah sangat tua. Hal ini dimaksudkan agar tercipta rasa kebersamaan dan keakraban. Pasalnya, semenjak banyak warga yang memiliki motor sudah tidak ada lagi momen yang bisa membuat warga berjalan bersama-sama.

Sesampainya di kompleks makam para warga kemudian duduk untuk mendengarkan pengarahan dari pengurus Ranting NU tentang tata cara nyekar sebagaimana tata cara berziarah. Dilanjut  membaca tahlil dan tak lupa membacakan satu persatu nama ahli kubur dari masing-masing keluarga yang sudah ditulis. Barulah kemudian warga menuju makam keluarga untuk nyekar atau menaburkan sekar (bunga).

Dengan adanya pengarahan dari Ranting NU seperti ini, warga tampak sangat antusias karena tradisi yang hampir punah ini bisa dilanjutkan lagi. Warga pun sekarang sudah bisa membedakan tata cara nyekar atau ziarah yang tidak diperbolehan dan nyekar yang dianjurkan. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Nahdlatul Ulama IPNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Klarifikasi Surat Persekutuan Gereja Jayawijaya Tolak Pembangunan Masjid

Jakarta, IPNU Tegal

Pada Jumat (26/2/2016) pagi beredar kabar di sosial media (sosmed) terkait kabar yang menyatakan bahwa Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ) Kabupaten Jayawijaya Papua mengeluarkan surat larangan bagi kaum Muslimin untuk membangun masjid dan memakai jilbab bagi Muslimah.

Berikut adalah isi surat yang telah tersebar luas di jejaring sosial:

Klarifikasi Surat Persekutuan Gereja Jayawijaya Tolak Pembangunan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Klarifikasi Surat Persekutuan Gereja Jayawijaya Tolak Pembangunan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Klarifikasi Surat Persekutuan Gereja Jayawijaya Tolak Pembangunan Masjid

========== awal kutipan ==========

Pernyataan Sikap Gereja-Gereja Jayawijaya:

IPNU Tegal

1. Seluruh dominasi gereja di Kabupaten Jayawijaya meminta Pemda Jayawijaya mencabut/membatalkan ijin membangun Masjid Baiturahman Wamena.

2. Panitia pembangunan masjid harus menghentikan pembangunan.

IPNU Tegal

3. Menutup mushala/masjid yang tidak memiliki ijin bangunan.

4. Dilarang pembangunan mushala atau masjid baru di Kabupaten Jayawijaya.?

5. Dilarang menggunakan toa/pengeras suara saat shalat, karena sangat mengganggu ketenangan masyarakat.?

6. Dilarang menggunakan busana ibadah (jubah dan jilbab) di tempat umum.?

7. Hentikan upaya mendidik (menyekolahkan) anak-anak Kristen Papua di pesantren-pesantren.?

8. Hentikan mendatangkan guru-guru kontrak non-Kristen.?

9. Demi keharmonisan, kenyamanan, dan keamanan agar dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Wamena, 25 Februari 2016

Persekutuan Gereja Gereja Jayawijaya

========== akhir kutipan ==========

Terkait surat di atas yang beredar luas di kalangan masyarakat, Abdul Wahab, selaku Tim Kantor Berita Aswaja (KBA) News yang juga koordinator Aktivis NU PPM Aswaja dan Sarkub Papua segera melakukan tabayyun atau klarifikasi. Pejuang dakwah Ahlussunnah wal Jamaah Papua itu pun mencoba menghubungi beberapa tokoh di Papua. Salah satunya adalah Ridwan selaku Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua.

Berikut hasil wawancara Tim KBA News bersama Pengurus FKUB Provinsi Papua Ridwan:

Abdul Wahab

Ada surat yang menyebar luas terkait pelarangan membangun masjid dan memakai kilbab dari PGGJ di Jayawijaya. Apa surat itu benar adanya? Dan bagaimana FKUB menanggapi tentang surat tersebut yang sudah menyebar luas di kalangan masyarakat, sehingga menimbulkan keresahan?

Ridwan

Ya, surat edaran itu benar. Tapi sudah ditempuh cara-cara penyelesaian. Kemarin sudah rapat di Kanwil dan sudah ada tim yang akan turun ke Wamena.

Abdul Wahab

Harapan dan himbauan dari Bapak pengurus FKUB terkait surat tersebut bagaimana?

Ridwan?

Hasil rapat Kanwil Kemenag kemarin, pertama membentuk tim pencari fakta dan data ke lapangan. Kedua, mendukung Pemda dan FKUB menyelesaikan secara damai dan dialog, dan semua pihak menjaga kerukunan dan menahan diri untuk tidak memperkeruh suasana supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, sehari setelah beredarnya surat dari PGGJ pada Kamis (26/02/16), Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) langsung mengadakan pertemuan, yang mana dalam pertemuan tersebut menghasilkan beberapa pernyataan yang ditunjukan untuk Bupati Kabupaten Jayawijaya dan tembusan kepada instansi terkait.

Berikut isi dari pernyataan IKKW

========== awal kutipan ==========

Bahwasanya nilai kebenaran bersifat universal, ia tidak dibatasi oleh sekat-sekat apapun (ras dan warna kulit), sehingga agama dapat berkembang di manapun di belahan dunia. Lebih-lebih dalam perkembangan peradaban teknologi informasi dewasa ini nyaris tak ada batasan ruang dan waktu bagi individu maupun kelompok untuk menerima dan atau menolak ajaran/ideologi tertentu.

Dalam pada itu dan berkenan dengan adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh PGGJ pada tanggal 15 Februari kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, maka kami dari Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) di Jayapura yang merupakan bagian integral dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berpandangan bahwa, ke-9 (sembilan) poin tersebut mengandung unsur provokatif dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Perlu kami informasikan di sini bahwa, Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) di Jayapura adalah gabungan dari 3 (tiga) agama besar di Indonesia (Kristen, Katolik dan Islam) yang selalu hidup merekatkan diri di atas nilai-nilai adat dan kemanusiaan tanpa terjebak dalam perdebatan atas keyakinan kami masing-masing.

Untuk menjaga dan memupuk keharmonisan hubungan antaragama di Kabupaten Jayawijaya, Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) di Jayapura hendak memberikan sejumlah pemikiran terkait pernyataan PGGJ sebagaimana di atas, yakni sebagai berikut:

1. Bahwa kehidupan yang harmonis di Kabupaten Jayawijaya telah berjalan dengan sangat baik, dengan senantiasa mengedepankan kebersamaan dan toleransi di atas nilai-nilai adat istiadat leluhur orang Dani dan nilai-nilai kemanusiaan yang berketuhanan.

2. Karena itu kami sangat menyesalkan adanya pernyataan sikap PGGJ yang cenderung provokatif dan terkesan mengabaikan eksistensi masyarakat adat Wamena Muslim dan peran umat Islam umumnya di Kabupaten Jayawijaya.

3. Mengimbau kepada semua kelompok masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh hasutan apapun yang dapat menimbulkan ketegangan yang lebih besar di kalangan masyarakat Jayawijaya.

4. Mendesak Bupati Kabupaten Jayawijaya segera memfasilitasi sebuah perjumpaan di antara semua kelompok kepentingan di Kabupaten Jayawijaya untuk mendiskusikan dan meniadakan segala bentuk kesalahpahaman yang terjadi hingga menemukan solusi yang baik masing masing pihak.

5. Kepada pimpinan adat, pimpinan agama-agama di Papua, dan pemerintah daerah serta semua pihak di Kabupaten Jayawijaya, untuk tidak menyampaikan pendapat, pandangan dan statemen yang berpotensi semakin memunculkan kekisruhan sosisal di Kabupaten Jayawijaya.

Demikian pernyataan ini disampaikan kepada semua pihak sebagai wujud kepedulian kami dalam menciptakan Papua Tanah Damai, Nyaman dan Indag (DANI)

Wa... wa... wa...Nai Hawolok

Pengurus Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) di Jayapura

Panto Yalipele (Ketua Umum)

Musa Aso (Sekretaris Umum)

Perwakilan Unsur Unsur Agama Ikww Di Jayapura

1.Agama Katolik : Amatus Yalipele

2.Agama Kristen : Heni Yalipele

3.Agama Islam : H Abdul Kahar Yalipele

========== akhir kutipan ==========

Adapun Ketua MUI Provinsi Papua KH Saiful Islam Al Payage berpendapat bahwa adanya surat dari PGGJ karena faktor miskomunikasi antara teman-teman Muslim dan Kristen, Isu yang beredar katanya Masjid Baiturrahim akan direnovasi menjadi tujuh tingkat, padahal tidak, hanya 2 tingkat saja. Adapun surat yang beredar kan hanya aspirasi saja, dan Insyallah akan aman-aman saja

Ia juga menghimbau agar semua pihak untuk tidak terprovokasi terhadap berita yang berkembang, "Untuk saat ini sudah ditangani oleh Bupati dan instansi yang terkait, jadi kita jangan sampai terprovokasi", ujar KH Saiful Islam Al Payage.

“Mohon teman-teman ? jangan sampai mengeluarkan argumen atau berita yang hanya membikin suasana memanas. Di sini sudah adem dan sudah ditangani oleh pihak-pihak terkait: Salama ini kegiatan keagamaan juga berjalan lancar. Kami umat Islam di sini sudah biasa hidup rukun dan saling membantu dengan penganut agama lain. Bahkan lebih dari satu tahun saya difasilitasi kantor dakwah oleh tokoh Katolik di sini. Dalam acara keagamaan kita juga sudah biasa bantu membantu. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Doa, Internasional IPNU Tegal

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat

Sumenep, IPNU Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dan jamaah PAC Rijalul Ansor bersama-sama membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW di Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih Sabtu malam (7/2).

Ketua GP Ansor Sumenep M Muhri menegaskan, tradisi membaca shalawat yang dipertahankan warga nahdliyin, merupakan salah satu upaya membentengi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Batuputih Bentengi NKRI dengan Shalawat

Sebab, terang M Muhri, tradisi melantunkan shalawat serta menghayatinya, dapat menghadirkan kesejukan jiwa.

IPNU Tegal

"Apalagi ditopang dengan kesadaran muara dari shalawat itu, yakni Nabi Muhammad SAW. Kesadaran yang ditopang dengan semangat meneladani spirit dakwah Nabi, insyaallah dapat mengukuhkan NKRI dari gerakan perpecahan," tegas alumnus Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur tersebut.

Pihaknya bersyukur tradisi membaca shalawat terus menggema dan digenjot oleh pemuda-pemuda Ansor di Kabupaten Sumenep dan warga nahdliyin secara umum.

IPNU Tegal

"Tapi kalau membaca shalawat tapi masih berkata dan bersikap yang dapat merongrong keutuhan bangsa, berarti ruh shalawat belum sepenuhnya terpatri dalam jiwa," tandasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Tegal, AlaNu IPNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan

Karanganyar, IPNU Tegal. Dalam berdakwah terkadang membutuhkan pendekatan berbeda, agar tujuan dakwah lebih mengena kepada sasaran. Konsep ini pula yang coba diterapkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan GP Ansor Karanganyar.

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan

Melalui wadah Mafia Sholawat (Manunggaling Fikiran lan Ati ing Dalem Shalawat), NU dan Ansor Karanganyar mengakomodir para anak jalanan yang terdapat di seluruh kecamatan Karanganyar untuk bisa disatukan dan dididik pemahaman agamanya secara perlahan-lahan.

“Kita mengajak dari mulut ke mulut. Di jalanan itu kan banyak kelompok-kelompok seperti mereka (anak jalanan). Nah, kita ajak mereka untuk bergabung dalam Mafia Shalawat,” terang Wakil Ketua Mafia Shalawat, Pramono Jati di sela-sela acara Mafia Sholawat yang digelar di Alun-Alun Karanganyar, Ahad (8/3) malam.

IPNU Tegal

Selain dari Karanganyar, anak jalanan yang tergabung dalam Mafia Shalawat juga ada yang berasal dari? luar daerah. Diantaranya, dari Ponorogo dan Bojonegoro, Demak, Sukoharjo, Sragen, dan Wonosobo.

“Harapan kita, yang penting mereka senang dengan shalawat dulu. Setelah itu nanti kita memberi arahan-arahan supaya memperkuat syariatnya,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Menurut Pramono, mayoritas dari anak jalanan yang tergabung dalam Mafia Shalawat ini memang mereka yang telah putus sekolah. Namun, beberapa diantaranya juga masih aktif sekolah.

Dengan mengajak bershalawat dan dikenalkan dengan dakwah Islam yang santun, ia yakin nantinya anak jalanan yang sebelumnya cenderung jauh dari pemahaman agama ini akan mulai membenahi diri mereka.

“Orang seperti itu kan mau salat ke masji pasti malu. Ya, makanya dengan cara seperti ini, kita berharap mereka bisa sadar pelan-pelan,” imbuh Pramono yang juga merupakan Wakil Sekretaris PCNU Karanganyar ini. (Ajie, Rodif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Cerita, Internasional IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock