Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Batam, IPNU Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pengusaha hiburan Batam menghormati Ramadhan dengan menutup usaha selama umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

“Selama 11 bulan, pengusaha mendapat keuntungan, jadi tidak ada salahnya, jika satu bulan ini aktivitas hiburan libur," kata Kiai Ma’ruf di Batam, Jumat (24/8).

Ia mengatakan pemerintah kota pun harus bijaksana mengambil keputusan buka-tutup usaha hiburan di Batam untuk menghindari konflik antara pengusaha dan organisasi masyarakat Islam.

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, pemerintah kota Batam terlambat memutuskan buka-tutup usaha hiburan Batam selama Ramadhan. "Seharusnya sekarang sudah ada komitmen buka-tutup itu," katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan hingga kini belum ada keputusan buka-tutup usaha hiburan. "Masih dalam pembahasan awal Dinas Pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan baru, maka peraturan? buka-tutup usaha hiburan mengacu masih tetap pada SK Walikota Batam No 10 tahun 2006. SK yang diterbitkan menjelang Ramadhan tahun lalu itu menegaskan penutupan usaha hiburan 15 hari ditambah dua hari sebelum bulan puasa dengan formulasi 2-8-2-5, tutup dua hari sebelum puasa, delapan hari pertama bulan Ramadan, dua hari Nuzulul Quran dan lima hari terakhir bulan Ramadhan.

IPNU Tegal

Pengusaha tolak

IPNU Tegal

Sebelumnya, pengusaha hiburan di Batam menolak usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Penolakan tersebut disampaikan pengusaha hiburan Batam kepada Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Syamsul Bahrum saat pertemuan tertutup di Batam, Kamis.

"Kata para pengusaha, supaya para pekerja tetap bekerja, dan mereka bisa memperoleh keuntungan selama Ramadhan untuk membayar gaji berikut THR," kata Syamsul di Batam, Kamis.

Menurut Syamsul, pengusaha menginginkan hanya tutup tujuh hari menjelang, saat dan usai Ramadhan. "Mereka memberikan dua formulasi 2-1-1-3 dan 2-3-1-3," kata Samsul.

Formulasi 2-1-1-3 yaitu tutup dua hari sebelum Ramadhan, satu hari di awal Ramadhan, satu hari saat Nuzulul Quran, dan tiga hari terakhir Ramadhan.

Sedangkan formulasi 2-3-1-3 adalah tutup dua hari menjelang Ramadhan, tiga hari diawal Ramadhan, satu di Nuzulul Qur’an dan tiga hari terakhir Ramadhan. (ant/lik)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Olahraga IPNU Tegal

Senin, 19 Februari 2018

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari inspirasi untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dengan meneguhkan ajaran Islam yang terbuka (inklusif) dan moderat. NU juga menebarkan nilai-nilai Islam dengan tidak mencerabut akar tradisi dan budaya masyarakat sehingga jiwa nasionalisme tetap teguh terjaga.

Secara historis, sebelum mendirikan NU, ulama pesantren berupaya menumbuhkan jiwa nasionalisme para pemuda melalui berbagai wadah. Seperti yang dilakukan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971), salah satu Pahlawan Nasional. 

Mbah Wahab mendirikan Tashwirul Afkar (pergolakan pemikiran) pada tahun 1914 untuk memberikan kebebasan berpikir kepada pra pemuda dan bangsa Indonesia yang pada akhirnya menumbuhkan kesadaran akan perlunya membebaskan diri dari penjajah yang tidak peri kemnausiaan.

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya

Kemudian, Pendiri Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur ini juga mendirikan Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air) pada tahun 1916 sebagai wadah internalisasi cinta tanah air kepada generasi muda sehingga tumbuh kesadaran untuk membangun bangsanya.

Perjuangan panjang ulama pesantren pada klimaksnya memberikan ruang bagi bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajah sekaligus mempertahankannya. Misal ketika bangsa Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaanya pada 17 Agustus 1945. 

Tetapi dua bulan kemudian NICA (Belanda) dengan membonceng tentara Sekutu ingin kembali menjejakkan kekuasaannya, ulama seperti KH Muhammada Hasyim Asy’ari (1875-1947) mencetuskan Fatwa Resolusi Jihad NU pada 22 Oktober 1945, bahwa wajib hukumnya bagi setiap warga untuk mempertahankan kemerdekaan RI dari tentara sekutu.

IPNU Tegal

Warisan kemerdekaan dari para ulama, santri, dan bangsa Indonesia tersebut tidak tanggung-tanggung senantiasa dijaga oleh warga NU hingga sekarang dalam bentuk apapun. Sejak pertama kali Hari Santri Nasional disahkan oleh pemerintah lewat Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Nahdliyin memanfaatkannya dengan berbagai kegiatan yang bertujuan menumbuhkan spirit nasionalisme.

Seperti saat peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016, NU menggulirkan gerakan 1 miliar shalawat Nariyah. Kegiatan santri dan Shalawat Nariyah 1 miliar inilah yang menjadi fokus utama informasi yang termuat dalam Majalah Risalah NU edisi November 2016. Lewat Shalawat Nariyah, NU ingin menegaskan bahwa upaya menjaga bangsa dan negara tidak cukup modal material, tetapi juga spiritual.

IPNU Tegal

Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy menegaskan bahwa Hari Santri yang merupakan representasi kebangkitan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan bukanlah hanya miliki NU, tetapi juga milik seluruh bangsa Indonesia. Karena ketika KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad, seluruh bangsa Indonesia secara kompak ikut berjuang melawan agresi ulang Belanda tersebut.

Selain mengupas tuntas mengenai Hari Santri Nasional 2016, Majalah Risalah juga masih konsiten dengan bacaan dan informasi menarik lain. Majalah setebal 66 halaman ini juga mengupas profil Pesantren Raudlatun Nasyi’in Ash-Shidiqiyah Rembang Jawa Tengah yang menampilkan gaya arsitektur budaya Tionghoa. Menarik juga mencermati rubrik muthala’ah Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang diasuh oleh Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali. Selangkapnya, selamat membaca!

(Fathoni Ahmad)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Quote, Aswaja IPNU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

Surabaya, IPNU Tegal. Upaya mengembangkan kualitas dan kuantitas informasi dan keterampilan menulis, Humas PCNU Kota Surabaya serta Redaksi Website nusurabaya.or.id menggelar pelatihan jurnalistik guna menyiapkan kader santri jurnalis di Kantor NU Kota Surabaya, Senin (1/5).

Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Kota Surabaya Erwin Muhammad mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan guna meningkatkan penulisan sehingga informasi yang dibuat sesuai dengan kaidah jurnalistik yang benar.

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

“Selain menyiapkan kader jurnalis dilingkungan NU Kota Surabaya, kami juga ingin agar jurnalis NU mampu memberikan informasi sesuai dengan kode etik jurnalistik dan tidak hoax,” ujarnya, Selasa (2/5).

Erwin Muhammad yang juga Humas NU Kota Surabaya menambahkan, pihaknya ingin para kader tersebut bisa menjalankan juga salah satu fungsi kehumasan NU Kota Surabaya yang memiliki ciri khas tersendiri.

IPNU Tegal

“Sebagai Humas NU, harus mengedepankan ciri khas santri, selain harus menyebarkan berita apa saja yang dilakukan oleh Nahdliyin di Surabaya, juga harus mampu berkomunikasi dengan santun dan berakhlakul karimah pada semua masyarakat,” tambahnya. (M. Hisam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Pemurnian Aqidah, Olahraga IPNU Tegal

IPNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

Jakarta, IPNU Tegal

Kehancuran negeri Irak bukan sekedar efek samping dari serbuan Amerika Serikat beserta sekutunya. Memang hal itu menjadi sasarn pokok sejak awal. Demikian Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (11/1).

Serangan ke Irak itu sejak awal memiliki tiga opsi. Pertama, membunuh Sadam dan menghancurkan rezimnya. Kedua, menghancurkan rakyat dan budayannya. Ketiga, menguras tambang minyak negeri itu.

Saat rakyat Irak yang cerdas-cerdas berguguran akibat perang tersebut, malah mereka dijebak dalam perang saudara yang mengerikan antara Sunni-Syiah. Kebudayaan Irak baik pada zaman Islam maupun pra Islam yang sangat kaya raya sebagai warisan dunia yang tak ternilai harganya itu sudah dihancurkan.

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

“Lalu Irak menjadi rezim baru sebagai boneka AS. Amerika bisa berbuat apa saja, dan sekarang tinggal mengeruk sumber  minyak yang ada di sana,” kata Hasyim.

Pemimpin besar Irak Saddam Husein telah dibunuh dengan kejam, namun seperti disaksikan banyak orang, sang pemimpin itu tidak tunduk dan penuh percaya diri menghadapi tiang gantungan sebagai seoramng Hero. Sampai-sampai anak-anak di di sana turut bergantung diri sebagai simpati pada sadam Husein.

IPNU Tegal

“Saddam dianggap bersalah karena membunuh 180 orang pemberontak harus dihukum mati, dan tidak ada grasi untuknya. Protes dunia termasuk dari Vatikan juga diabaikan. Lalu bagaiamana hukuman yang harus diterima Bush karena serbuannya ke Irak telah membunuh 655 ribu jiwa. Dengan dosanya itu Bush mestinya dihukum mati berkali-kali,” seru Hasyim.

Tetapi Dunia ini bukan diatur berdasarkan kebenaran dan keadilan seperti yang kita harapkan. Semuanya diatur berdasarkan kekuatan, siapa yang kuat bisa berbuat apa saja. Semuanya itu bisa di bungkus dengan berbagai misi mulia seperti membela kemanusiaaan, menegakkan demokrasi, membela perdamaian dan sebagainya. “Akhirnya orang percaya,” katanya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Olahraga, Hadits, Kyai IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Jakarta, IPNU Tegal. Meninggalnya KH Muchit Muzadi yang merupakan salah satu murid langsung dari Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari meninggalkan duka yang mendalam bagi warga NU. Semasa hidupnya, ia membaktikan seluruh hidupnya untuk kebesaran NU.

Katib Syuriyah PBNU H Asrorun Niam Sholeh menilai Kiai Muchit merupakan konseptor dan ideolog NU dalam bidang keagamaan maupun kebangsaan. Ia merupakan tokoh di balik layar yang menjadi pemantik perubahan besar.

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Kepada KH Hasyim Asyari, Mbah Muchit tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar berorganisasi dengan masuk dalam NU pada 1941. Di Tebuireng, Muchit muda bersentuhan dengan para aktivis NU, diantaranya dengan Ahmad Siddiq yang kemudian menjabat rais aam PBNU.

IPNU Tegal

Saat rais aam PBNU dijabat oleh KH Ahmad Siddiq, Mbah Muchit dipercaya menjadi sekretaris pribadi dan menjadi “dapur” dalam berbagai perumusan strategis NU, seperti rumusan aswaja, hubungan Islam dan negera, dan mencari rumusan pembaharuan pemikiran Islam serta strategi pengembangan masyarakat NU.

IPNU Tegal

“Salah satu yang fenomenal adalah khittah Nahdliyah dan hubungan NU dengan politik serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal,” katanya.

Dengan dibantu Mbah Muchit, maka langkah KH Ahmad Siddiq mampu mengimbangi gerak dan langkah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sehingga dalam waktu singkat NU menjadi organisasi yang sangat maju dan berperan besar dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

“Sukses duet KH Ahmad Siddiq dan Gus Dur tak lepas dari pikiran kreatif Mbah Muchit,” imbuhnya.

“Mari kita sebagai umat Islam dan warga NU khususnya mendoakan beliau, melakukan shalat janazah, shalat ghaib di masjid-masjid dan musholla, bertakziah dan bertahlil untuk beliau,” ajaknya.

Tak lupa, Asrorun Niam juga mengajak warga NU untuk meneladani perbuatan baik yang selama ini telah dilakukan oleh kakak dari mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini.

“Selamat jalan, semoga khusnul khotimah, jasa dan pahalanya dilipatgandakan pahalanya, dosa dan kesalahannya diampuni, dan kita diberi kekuatan untuk meneladani ketokohannya dan meneruskan perjuangannya,” katanya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan, Olahraga, Berita IPNU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, IPNU Tegal. Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek rupanya masih memiliki area pertanian cukup luas. Menempuh setengah jam dari pusat kota ke arah selatan, kita akan menemui luas hektaran sawah yang tampak membentang.

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Penampang sawah inilah yang selalu mengiringi perjalanan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus tiap menghadiri agenda Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan, seperti saat mendatangi kegiatan Buka Bersama, Kamis kemarin (10/7).

Luas wilayah Kabupaten Kudus memang kecil dalam peta Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, jarak antarkecamatan pun mestinya cukup berdekatan. Namun jika dibanding dengan wilayah kecamatan lain di Kudus, letak Kecamatan Undaan tergolong cukup jauh.

IPNU Tegal

Jalanan pun akan berubah total setelah masuk gang menuju pemukiman. Beda dengan jalan utama, kali ini jalanan yang membelah persawahan warga ini sungguh bergelombang tak rata, berdebu, panas, dan karenanya perjalanan menjadi lamban.

Kecamatan Undaan merupakan daerah paling selatan di Kudus, berbatasan dengan Purwodadi, Pati dan Demak. Namun kondisi geografis Kecamatan Undaan yang seperti ini tak lantas membuat kader malas berpartisipasi dalam wadah IPNU-IPPNU.

IPNU Tegal

Semangat para pelajar NU tersebut mendapat dukungan dari senior setempat. Anshori, salah satu alumni yang kini membina Ranting Kutuk sekaligus PAC Undaan, mengaku senang dapat berkontribusi dalam kegiatan. Ia pun meminta agar para kader mengabari alumni setiap mengadakan agenda. Lebih dari itu, kesiapan bantuan logistik juga ia ungkapkan.

“Baik pengurus Ranting hingga Cabang, kalau ada kegiatan, senior tetap dikabari. Semuanya harus tetap berumpun, jadi sering-seringlah sharing. Kalau perlu kami didatangi dan minta apa saja yang kalian butuhkan, insyaAllah bisa membantu. Butuh dana, beras, sekwintal juga boleh, datangi saja, tidak perlu sungkan, biar kami juga bisa ikut berjuang bersama. Kegiatan rutin yang diterima masyarakat itu harus tetap dilanjutkan,” ujar Anshori di depan peserta buka bersama.

Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus terpilih, menyatakan kebanggaannya terhadap semangat para kader Undaan. “Kudus, dalam wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten yang sempit. Nah, ini justru menjadi peluang kita agar semakin bersemangat berjuang di IPNU-IPPNU,” katanya saat sambutan.

“Dibandingkan Jepara, misalnya, Kudus lebih enak karena jarak masing-masing PAC dekat. Tapi antara Undaan dengan PAC lain di Kudus, lebih enak di PAC lain karena kondisi wilayahnya. Inilah yang membuat saya bangga dengan PAC Undaan, ternyata kadernya tetap bersemangat!” imbuh Joni.

Sambil mengenalkan para pengurus PC. IPNU yang juga hadir, Joni semakin mengungkapkan rasa bangganya kepada kader Undaan.

“Saya dengar, di desa Kutuk ada malam takbiran yang terbesar di Kudus. Jadi saya yakin, insyaallah pergaulan di daerah ini masih terjaga, dan karenanya bisa menjadi trendsetter (percontohan) IPNU-IPPNU di Kudus,” papar Joni melihat semangat yang indah di desa Kutuk.

PAC Undaan sendiri telah memiliki kader-kader unggulan yang juga aktif di kepengurusan baru PC.? Mereka adalah Mira Agustina (Bandahara Umum) dan Fauzul Khusnia (Waka IV bidang perekonomian) dari IPPNU, serta Ahmad Said (Waka IV bidang perekonomian) dan Abu Hasan Asy’ari (Komandan CBP) yang juga memimpin keredaksian majalah Pilar terbitan PC IPNU-IPPNU Kudus.

Acara ini merupakan pertemuan antara alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) bersama alumni Diklatama CBP dan KPP DKAC PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan. Sebelum berbuka, Anshori yang juga mengajar di madrasah memberikan ceramah ihwal keistimewaan bulan Ramadlan. Pertemuan ini dilaksanakan di rumah Arif Rahmat, alumni Lakmud delegasi dari Ranting Kutuk. Pada lebaran nanti juga direncanakan silaturrahim ke dewan pembina dan alumni di Kecamatan Undaan. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Olahraga, Nahdlatul IPNU Tegal

Manajemen Logistik Penting Dipahami dalam Tanggap Darurat Bencana

Jakarta, IPNU Tegal. Dalam rangka meningkatkan kapasitas relawan dan pengurus LPBINU dalam mengelola logistik selama masa tanggap darurat, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bekerja sama dengan Kuehne Foundation menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan dan Distribusi Bantuan di gedung PBNU lantai 5.?

Pelatihan yang berlangsung ? dari tanggal 10-12 Agustus 2016 ini dibuka oleh H Aizuddin Abdurrahman (Ketua PBNU), dan dihadiri oleh Temmy Tanubrata, Regional Director HELP Logistics untuk kawasan Asia.

Manajemen Logistik Penting Dipahami dalam Tanggap Darurat Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Manajemen Logistik Penting Dipahami dalam Tanggap Darurat Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Manajemen Logistik Penting Dipahami dalam Tanggap Darurat Bencana

Peraturan Kepala BNPB Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Pedoman Manajemen Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana menyebutkan bahwa dalam melakukan pengelolaan logistik, perencanaan/Inventarisasi Kebutuhan, Pengadaan dan/atau Penerimaan, Pergudangan dan/atau Penyimpanan, Pendistribusian, Pengangkutan, Penerimaan di tujuan, Penghapusan, dan Pertanggungjawaban harus dilaksanakan secara keseluruhan menjadi satu sistem terpadu.

“Meskipun sistem logistik bencana menjadi salah satu komponen penting dalam penanggulangan bencana, tetapi masih terdapat banyak permasalahan saat pelaksanaannya. Kesulitan dalam perencanaan, pengelolaan dan distribusi bahan bantuan seringkali menjadi masalah yang dihadapi dalam fase tanggap darurat bencana,” ujar Ketua PP LPBINU, M. Ali Yusuf.

IPNU Tegal

Selain itu, tambahnya, lemahnya koordinasi antar stakeholder dalam penanganan bencana turut memperlemah efektivitas penanggulangan bencana secara keseluruhan. Menyikapi hal tersebut, diperlukan sebuah pelatihan untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam mengelola logistik selama masa tanggap darurat. ?

Sinergi global

Pelatihan Manajemen Logistik dan Distribusi Bantuan ini difasilitasi oleh Temmy Tanubrata, Direktur dari HELP Logistics untuk wilayah Asia yang berkedudukan di Singapura dan Prof. Senator Nur Bahagia selaku pimpinan dari Pusat Kajian Logistik dan Rantai Pasok Institut Teknologi Bandung yang merupakan mitra dari program HELP Logistics di Indonesia, serta didukung oleh tim panitia dari LPBINU.?

HELP Logistics merupakan salah satu program unggulan dari Kuehne Foundation yang berfokus kepada peningkatan kemampuan logistik dan rantai pasok berbagai lembaga kemanusiaan di seluruh dunia.?

IPNU Tegal

“Kuehne Foundation berbasis di Swiss, untuk HELP Logistics sendiri di Singapura. Selain bergerak di bidang logistik kemanusiaan, kami juga bergerak di bidang pendidikan, dan sosial-budaya,” jelas Temmy, Kamis (11/8) saat mendampingi peserta pelatihan kunjungan ke gudang milik Bulog di Sunter Timur Jakarta.

Pria yang sudah 14 tahun bergerak di bidang penanggulangan bencana ini menjelaskan bahwa urusan logistik kerap kali jadi salah satu kendala dalam penanganan bencana. Problem terbanyak antara lain kekurangan pasokan kebutuhan bahan makanan pokok hingga suplai barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan korban bencana.

“Sebab itu pelatihan manajemen logistik kemausiaan ini sangat penting bagi relawan bencana agar problem kebutuhan logistik tidak menjadi bencana itu sendiri. Saya pikir, LPBINU harus memperkuat jaringan ke pengurus di daerah juga dengan masyarakat sehingga pengelolaan logistik bisa berjalan taktis-operasional,” ujar lulusan Cranfield University UK ini.

Bermodalkan kemampuan teknis dan diukung dengan jaringan yang luas, program pelatihan yang didukung oleh HELP Logistics ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi terbangunnya model atau sistem pengelolaan logistik yang lebih baik untuk LPBINU, sehingga penanganan tanggap darurat bencana selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Pelatihan di Jakarta ini diikuti oleh lebih dari 25 peserta, terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Cabang dan relawan LPBINU di Jakarta dan Jawa Barat. Kegiatan serupa akan dilaksanakan di Semarang untuk peserta dari Jawa Timur, dan Jawa Tengah menjelang akhir tahun ini. Pemilihan lokasi didasarkan atas pertimbangan bahwa Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.?

Jawa Barat menempati peringkat pertama wilayah rawan bencana di Indonesia, yang selanjutnya diikuti oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Potensi bencana yang terdapat di wilayah-wilayah tersebut meliputi bencana geologi, vulkanologi, klimatologi, dan lingkungan. Selain itu, terdapat 40 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang juga berpotensi menimbulkan bencana jika tidak dikelola dengan baik. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji

Jakarta, IPNU Tegal - Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berlangsung meriah, Jumat (23/12) malam, di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Di hadapan Presiden Joko Widodo, para tokoh, dan ribuan jamaah, putri sulung Gus Dur Alissa Wahid menegaskan bahwa haul bukanlah momen bersuka riya dan puja-puji. Seperti dalam tradisi Nahdlatul Ulama, katanya, haul adalah momen untuk memanjatkan doa, serta silaturahim dan peningkatan kohesifitas sosial.

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji

Alissa juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai kalangan atas penghormatan yang tinggi terhadap Gus Dur yang memang ia sadari bukan hanya milik keluarga namun juga bangsa Indonesia secara umum. Itulah yang membuat keluarganya salalu merasa Gus Dur masih ada di tengah-tengah mereka.

IPNU Tegal

Selanjutnya ia mengingatkan pesan-pesan presiden ke-4 itu. Menurutnya, Gus Dur adalah figur yang meneladani misi yang dibawa Nabi Muhammad sebagai penebar kasih sayang bagi seluruh alam. Hal ini tercermin dari pikiran-pikiran dan tindakan-tindakannya yang begitu menghargai perbedaan.

"Yang sama jangan dibeda-bedakan. Yang beda jangan disama-samakan," katanya mengutip pernyataan Gus Dur.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian ini juga mengungkap semangat kebangsaan Gus Dur yang ditemukan pula dalam pemikiran KH Achmad Shiddiq tentang trilogi ukhuwah (persaudaraan), yakni ukhuwah islamiyah (keislaman), ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (kemanusiaan).

IPNU Tegal

"Jika bicara Indonesia harus bicara umat Islam. Jika bicara Islam di Indonesia juga harus bicara keindonesiaan," tutur Alissa.

Tampak hadir dalam kesempatan itu mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para pemuka dari lintas agama, dan para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Olahraga, Cerita IPNU Tegal

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, IPNU Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

IPNU Tegal

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

IPNU Tegal

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Sholawat, Olahraga IPNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme

Mempawah, IPNU Tegal. Lembaga Pendidikan Babussalam bekerjasama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kalimantan Barat serta PC PMII Kabupaten Mempawah menggelar Dialog Publik dengan tema "Revitalisasi Pesantren dalam menangkal Radikalisme serta Peran Penting Santri Terhadap NKRI" yang diadakan di Aula Pondok Pesantren Babussalam Desa Paniraman Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah, Kalimantan Barat.

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme

Abdul Roni, mewakili Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) mengapresiasi kegiatan yang mengangkat tentang bahaya radikalisme, karena memang gerakan ini tidak main-main. Namun, untuk menjawab tantangan yang tentu jika dibiarkan akan membahayakan negeri ini.

"Membendung terorisme haruslah objektif dan hati-hati agar tidak salah langkah, peran ulama dan santri sangat diharapkan dalam menjaga kebhinekaan republik ini," ungkapnya saat memberikan sambutan.

IPNU Tegal

Kasat Bimas Polres Mempawah, AKP Gotot Purwanto menyampaikan, gangguan keamanan Indonesia memang sampai detik ini menjadi permasalahan yang perlu diselesai oleh aparat kepolisian. "Ciri-ciri paham radikalis yaitu berusaha menyalahkan pemerintah, karena akan mereka sulit dan selalu menghalang gerakan mereka," katanya.

Dikatakannya bahwa radikalisme muncul karena ketidaktahuan mereka akan ajaran agama atau karena pemahaman masyarakan yang berbeda tentang agama tanpa mengetahui yang benar membuat mereka awam pengetahuan.

IPNU Tegal

Ketua Nahdlatul Ulama Kubu Raya, Abdussalam, mengungkapkan. Bahwa potensi pondok pesantren yang saat berkisar 30 ribu pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dengan ratusan ribu santri terus menanamkan nilai-nilai keindonesiaan dan Nasionalisme.

Islam harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan NKRI, dengan jumlah umat Islam yang menjadi mayoritas penduduk di Indonesia. Sudah saat umat Islam mengambil peran menjaga keutuhan bangsa. Diharapkan santri dan pondok pesantren terus melakukan sosialisasi baik kepada tokoh pendidikan maupun tokoh masyarakat di Provinsi Kalbar dalam rangka meminimalisir gerakan radikalisme.

"NU datang untuk memupuk ukhuwah Islamiyah dari berbagai golongan di indonesia dengan wadah sosialisasi merupakan wujud penangkalan gerakan ini insyaallah negara kita akan aman dari gangguan luar," ungkapnya. (Slamet Funata/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga IPNU Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Najis di Musim Penghujan

Musim Hujan dan Percikan Najis

Musim pengujan datang lagi. Hujan turun setiap saat tak terikira. Genangan air ada di mana-mana. Di jalan di rumah dan di sekitar. Selokan dan berbagai jenis saluran air meluap tak mampu membendung datangnya hujan. Maka bercampurlah antara air hujan yang suci mengandung rahmat dengan air comberan yang kotor dan tidak jelas asal usulnya. Tidak mungkin untuk memisahkan keduanya.

Demikianlah realita di sekitar kita, najis menyebar bersama air hujan ke mana-mana. Lantas bagaimana kita harus bersikap mengingat kesucian badan dan pakaian adalah sayarat mutlaq dalam shalat? perlu diketahui bahwa ada beberapa najis yang dimaafkan, karena sulit dihilangkan ataupun dihindari.  Sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Al-Wajiz (Syarhul Kabir) karya Imam Al-Ghazali.

Najis di Musim Penghujan (Sumber Gambar : Nu Online)
Najis di Musim Penghujan (Sumber Gambar : Nu Online)

Najis di Musim Penghujan

? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Imam Al-Ghazali berkata: Pakaian yang terkena percikan lumpur maupun air dijalan karena sulitnya menghindarkan diri darinya, maka hal ini dimaafkan.

Kemudian jika percikan air maupun lumpur tersebut diyakini mengandung najis, misalnya genangan air tersebut adalah luapan dari got ataupun comberan yang najis. Maka hal ini juga dimaafkan jika memang percikan tersebut sedikit. Seperti pendapat Imam Ar-Rafi’I dalam kitabnya Al-Aziz Syarhul Wajiz.

IPNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

Jika diyakini jalan tersebut ada najisnya, maka hukumnya dimaafkan jika percikan tersebut hanya sedikit, namun jika percikan tersebut banyak maka tidak dimaafkan, sebagaimana hukumnya najis-najis yang lain.

Alasan kenapa najis yang sedikit diatas dimaafkan, karena akan memberatkan jika harus diperintahkan untuk segera mencuci pakaian yang terkena percikan tersebut. Padahal ia hanya membawa satu pakaian dan juga ia harus memenuhi kebutuhan hidupnya. (red. Ulil H)  

IPNU Tegal

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga IPNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Ramaikan Safari Ramadhan, PCINU Korsel Undang Dai-dai Muda Aswaja

Korea Selatan, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) NU Korea Selatan bekerjasama dengan jaringan dai muda Aswaja Indonesia akan menggelar safari dakwah selama bulan suci Ramadhan di berbagai masjid dan mushola di Korea Selatan. Safari ini menjadi agenda tahunan PCINU Korsel.

Beberapa dai muda Aswaja yang akan mengisi safari Ramadhan antara lain, Ust Moh. Fathurrozi. Santri asal Sampang, Madura ini merupakan alumnus jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Universitas Al Azhar Kairo, Mesir serta UIN Surabaya. Ia juga pernah nyantri di PP Al-Khoziny Buduran dan PP Raudhatul Marsinah, Kudus.

Dai muda lainnya adalah Ust Tian Kamaludin. Santri muda asal Pati ini pernah menjadi koordinator Lembaga Dakwah PCINU Lebanon, dan lulusan Universitas di lebanon jurusan Dakwah.?

Ramaikan Safari Ramadhan, PCINU Korsel Undang Dai-dai Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramaikan Safari Ramadhan, PCINU Korsel Undang Dai-dai Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramaikan Safari Ramadhan, PCINU Korsel Undang Dai-dai Muda Aswaja

Ust Mahmudi Parjo Karto Jaman, yang merupakan imam Masjid Baiturrohman Ngadipurwo, Blora. Saat ini ia menjabat Ketua Jamiyah Qubro wal Hufadz Kabupaten Blora, sekaligus pendiri dan pengasuh PP Hufadzil Quran Fadlullah.?

Selanjutnya Ust Masdain Rifai, pria kelahiran Tulungagung Jawa Timur ini pernah mondok di PP Darussalam, Banyuwangi dan PP Tahfidz Al-Quran An Nur Ngrungkem Bantul, Yogyakarta. merupakan Pengajar di PP Al Kholidin, Kebayoran Baru sekaligus Pengasuh Rumah Tahfidz Quran Ulujami, Jakarta Selatan.

Safari dakwah yang rencananya akan berlangsung selama bulan Ramadhan ini dimanfaatkan sebagai media silaturrahim antarwarga nahdiyin di Korea, sekaligus untuk memberikan pengajaran tentang keaswajaan, keindonesiaan dan melestarikan nilai-nilai dalam berdakwah sesuai prinsip Ahlussunah wal Jamaah. Membumikan Islam santun, moderat dan rahmatan lil alamin dengan senantiasa menjaga tradisi amaliyah Ahlussunah wal Jamaah An-nahdliyyah.

IPNU Tegal

Diharapkan program ini bisa bermanfaat dan membawa berkah bagi warga NU Korea Selatan yang haus akan ilmu agama di bulan suci Ramadhan. (Imam Sibaweh/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Olahraga IPNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2

Brebes, IPNU Tegal. Sebanyak 723 santri ? dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se Kabupaten Brebes mengikuti Wisuda Akbar ke-2 di Aula Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Ahad (21/5). Wisuda dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Imam Hidayat, ? disaksikan orang tua santri, dewan guru dan pejabat pemerintahan setempat.?

“Sebanyak 723 santri, mewakili madrasah masing-masing yang ada di Kabupaten Brebes,” ujar Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes H Sururi, di sela kegiatan.

Dari 723 madrasah MDTA yang ada di Kabupaten Brebes, dikatakannya, telah meluluskan 9.563 santri. Dijadwalkan untuk tahun mendatang seluruh santri akan di hadirkan di alun-alun, jadi meriah. Kalau sekarang, tempatnya tidak muat jadi hanya perwakilan saja yang diajak ke Islamic Center.

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2

Dari banyaknya madrasah diniyah di Brebes, lanjut Sururi, masih terjadi ketimpangan dengan kurangnya perhatian pemerintah. Terbukti hingga kini belum terlahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Madrasah. Diyakini Sururi, dengan madrasah, akhlakul karimah generasi muda bisa terjaga. Karena MDTA menjadi lembaga penjaga moral yang sangat penting yang harus dipertahankan.

“Tidak pernah tawuran ketika lulus madrasah, kalau sedari kecil sudah mengenyam pendidikan madrasah. Itu artinya memiliki akhlakul karimah, dan itu menjadi ukuran mutu dalam pendidikan,” ungkapnya.?

IPNU Tegal

Kasubid Diniyah Formal dan Ma’had Ali, Kementerian Agama (Kemenag) RI Ahmad Jayadi mengakui kalau tantangan terhadap MDTA tidaklah ringan. Terakhir, adalah dengan pemberlakukan 5 hari masuk sekolah. Yang artinya, waktu milik MDTA akan tercerabut oleh kebijakan Mendiknas yang dikabarkan kebijakan itu akan tetap diberlakukan pada 2018 mendatang.?

“MDTA perlu mencari terobosan dan inovasi waktu dan system pembelajaran, agar MDTA tetap lestari dan makin maju,” ujarnya.

IPNU Tegal

Untuk meningkatkan kualitas MDTA sepertinya perlu diterbitkan Perda Madrasah, kata Jayadi, harus dimulai dari diri sendiri. Artinya, madrasah itu dari, oleh dan untuk umat. Kalau umatnya berkehendak kuat, maka tidak mustahil Perda atau peraturan lainnya akan mudah dan cepat diterbitkan. “Pemerintah, pada dasarnya hanyalah fasilitator. Kemauan kuat justru berakar dari pengelola MDTA dan FKDT itu sendiri,” tandasnya.?

?

Kendala akibat kepentingan politik, menurutnya sudah biasa, untuk itu, seluruh komponen harus seiring sejalan dan harus berangkat bersama.

?

Jayadi menginformasikan, kalau saat ini tengah dirancang undang undang tentang Pendidikan Pesantren. “Mudah-mudahan madrasah bisa terakomodir didalamnya. Sehingga posisi pendidikan agama dan keagamaan setara dengan pendidikan yang lain,” tandasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Brebes, Imam Hidayat mengajak seluruh kepala MDTA untuk tidak patah arang dalam mengelola pendidikan Islam. “Kita harus optimis bahwa anak-anak yang lulus MDTA bisa melanjutkan ke Wustho. Pendidikan diniyah bukanlah sebagai pelengkap belaka, tetapi sudah menjadi kebutuhan yang urgen bagi masyarakat,” tandasnya.?

Agama lanjut Imam Hidayat, menjadi pemecah solusi tentang kemanusiaan dan kemasyarakatan. Bila agama sudah keluar dari karakter islam, maka pertanda islam hanya dijadikan alat politik belaka, seperti HTI yang menjadikan agama sebagai politik mendirikan khilafah. Lewat madrasah, anak-anak kita akan memiliki dasar akhlakul karimah yang sangat kuat.

? “Mendapatkan ilmu pengetahuan sangat mudah, tetapi menanamkan akhlakul karimah sangat sulit, untuk itu harus ditanamkan sejak dini,” kata Imam.?

Sementara itu, Kasubag Agama Bagian Kesra Pemkab Brebes, Harun menjelaskan, Pemkab Brebes telah memberikan dukungan yang banyak terhadap dunia pendidikan Islam. Diantaranya adalah, berupa pemberian bantuan hibah kepada para guru madrasah diniyah. “Tentang penerbitan Perda, tentu Pemkab sangat mendukung,” ucapnya. (Wasdiun / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Aswaja IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Warga NU Jangan Lari dari Ulama

Probolinggo, IPNU Tegal. Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah menyampaikan bahwa warga NU hendaknya jangan menjauh dan lari dari ulama, namun berupayalah untuk selalu dekat dengan para ulama.?

Warga NU Jangan Lari dari Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Jangan Lari dari Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Jangan Lari dari Ulama

Hal tersebut disampaikan peringatan Harlah ke-93 NU yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonomerto bekerja sama dengan Madrasah Diniyah (Madin) Infarul Ghoy Desa Pohsangit Tengah Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/5) malam.

“Ulama sebagai pewaris para Nabi sebagaimana telah banyak pijakan hukum baik Al-Qur’an maupun Al-Hadis yang menjelaskannya,” katanya.

Nahdlatul Ulama menurut Abdul Hadi sangat besar secara kuantitas. Oleh karena itu, hendaknya dibarengi juga dengan besar dan hebatnya kualitas. “Besar barokahnya bagi siapa yang mau berpegang berjuang menjalankan ajarannya yakni Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Menurut Abdul Hadi, NU sebagai salah satu ormas Islam keagamaan seharusnya juga bisa berperan aktif, jangan pasif dalam menyikapi setiap perkembangan. “Di era saat ini banyak sekali tugas yang harus kita mainkan, mulai penanganan merosotnya moral para remaja, paham keagamaan dan aliran hingga penanganan serta pencegahan narkoba perlu kita galakkan dengan memberikan penerangan melalui pengajian umum atau melalui pendidikan diniyah di masyarakat kepada para generasi muda kita,” tambahnya.

IPNU Tegal

Hal senada juga disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Syuhada’ Nasrullah. Menurutnya, umat Islam saat ini harus peka sosial, peka bermasayarakat sehingga akan terbangun kebersamaan yang bisa mewujudkan perdamaian.

Sedangkan Habib Qushay Bin Abdullah Assegaf memberikan ceramah sangat detail sekali akan pentingnya peran Nahdlatul Ulama di tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.?

“Ulama adalah bagian terpenting dalam menegakkan amar ma’ruf nahyu anil munkar. Saya menghimbau agar putra-putri warga NU di sekolahkan di pendidikan Islam seperti madrasah diniyah dan pondok pesantren. Harapannya kelak mereka akan menjadi generasi yang bisa mengarahkan umat pada jalan yang benar, mampu menjadi pencerah dalam kehidupan, selamat dunia dan akhirat,” katanya.?

IPNU Tegal

Sementara Ketua MWCNU Wonomerto KH. Muh. Hasan Sidik berharap harlah ini akan membangkitkan ghirah para penjuang NU untuk terus bangkit dalam khidmat kepada Nahdlatul Ulama (NU). Adanya madrasah diniyah tidak lepas dari adanya para pejuang NU sebelumnya.

“Saya sebagai penerima tongkat estafet dari para pendahulu, bersama dengan para pengurus yang lain semoga mampu menjalankan amanah ini dengan baik. Sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi Nahdliyin di Kecamatan Wonomerto,” katanya.

Peringatan Harlah ke-93 NU ini diawali dengan pembacaan istighotsah bersama-sama. Kegiatan ini diikuti oleh segenap jajaran pengurus mulai dari Tanfidziyah dan Syuriyah mulai dari lembaga dan badan otonom MWCNU Kecamatan Wonomerto. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Nasional, Olahraga IPNU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia

Manado,IPNU Tegal. Tuhan menghendaki Indonesia ini bhineka, beragam-ragam dari sisi agama, keyakinan, etnik, suku, golongan. Keberagaman dan perbedaan di Indonesia nyaris sempurna. Hampir semua berbedaan ada di negeri kepulauan ini.

Demikian pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutan pembukaan AICIS ke-15 di Manado, tadi malam (3/8). Menag menegaskan, warga Indonesia tidak boleh menolak keberagaman, warga Negara Indonesia tidak bisa menghindari perbedaan.

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia

Hadir dalam pembukaan wakil gubernur Sulawesi Selatan Djouhari Kansil, anggota Watimpres Hasyim Muzadi, para retor perguruan tinggi agama Islam, para pengamat dan penelisi keislaman dalam dan luar negeri.

IPNU Tegal

“Jika Tuhan menghendaki manusia ini sama, maka bisa saja. Tapi manusia ini, lebih-lebih di Indonesia, diciptakan Tuhan dengan berbeda-beda,” tegas Lukman seraya mengutip Al-Qur’an.

Dalam kesempatan itu, satu-satunya menteri kabinet Susilo Bambang Yudoyono yang menjabat lagi di era Presiden Joko Widodo itu menjelaskan bahwa Indonesia memang masih ada masalah keberagaman, masih ada konflik beragama. Tapi secara keseluruhan, Indonesia ini damai, hidup berdampingan, dan umat beragamanya punya solidaritas yang tinggi.

IPNU Tegal

“Dan Manado adalah contoh dan inspirasi keragaman umat beragama. Kata Pak Wakil Guberrnur, di sini hamper 70% warganya berpenduduk Nasrani. Tapi Sulawesi Utara, khususnya warga di sini membuka diri menjadi tempat konferensi internasonal kajian Islam. Ini luar biasa,” paparnya.

Manado, lanjutnya, mengabarkan pada kita, adalah kota keberagaman. “Kota ini mengesampingkan egonya sehingga berlapang dada menerima kehadiran para akademisi-akademisi studi Keislaman dari berbagai dunia. Ini sebuah keberanian yang mengubah pandangan umum bahwa Manado sewajarnya menggelar konferensi aktivis gereja sedunia, misalnya.” (Na Naafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, IMNU IPNU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab

Jakarta, IPNU Tegal. Dalam penentuan tanggal baru, negara-negara Islam ternyata lebih banyak menggunakan metode ru’yah atau melihat dengan mata telanjang daripada hisab atau cukup dengan perhitungan matematis dalam penentuan awal bulan. Perbedaan penggunaan metode ini menyebabkan seringnya terjadi perbedaan awal puasa atau hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

“Saudi Arabia, Syiria, Libya dan dunia Islam lainnya memakai ru’yah dalam penentuan bulan baru,” ungkap Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam pembukaan pelatihan Hisab dan Ru’yah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah NU (LFNU) di Gd. PBNU, Jum’at.

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab

Namun diingatkan oleh pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut bahwa metode ru’yah hanya efektif digunakan di daerah khatulistiwa dimana kemunculan bulan sabit dapat selalu diamati.

“Makanya, kalau ada uang saya ingin mengajak para pengurus Falakiyah pergi ke daerah sub tropis. Disini selisih satu derajat saja, orang wani gegeran, padahal disana matahari saja belum tentu muncul setiap hari,” tambahnya.

Dijelaskannya bahwa pengetahuan dan wawasan seperti ini diperlukan meskipun belum tentu digunakan di Indonesia karena situasinya memang berbeda. Diceritakannya bahwa metode penentuan waktu sholat yang ada dalam fikih tak bisa digunakan di negara seperti Eropa.

‘Disini tanda-tanda maghrib kalau sudah muncul mego abang, padahal disana meganya saja tidak ada,” ujarnya. Karena itu, penentuan waktu sholat mengikuti daerah yang paling dekat dengan kondisi normal.

IPNU Tegal

Dalam salah satu kunjungannya ke New York, ia juga pernah menemukan satu masjid menghadap ke barat sedangkan satunya lagi menghadap ke timur. “Mereka berargumentasi bahwa jaraknya ke Makkah sama baik dari Barat maupun Timur,” paparnya.

Ketua Lajnah Falakiyah KH Ghozalie Masroeri mengungkapkan bahwa pelatihan hisab dan ru’yah tingkat pemula ini merupakan upaya untuk transfer pengetahuan untuk para kader muda NU yang diharapkan bisa menggantikan para seniornya saat ini.

IPNU Tegal

Sejumlah sesepuh lajnah falakiyah seperti KH Muntari Abdullah yang sudah berumur 86 menyempatkan hadir, demikian pula KH Hasan Basri dari Gresik. Pelatihan ini akan diselenggarakan di Ponpes Al Itqon Cengkareng. Selain belajar teori, para peserta akan diajak praktek langsung agar bisa menentukan tanggal dan menentukan arah kiblat. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Pesantren IPNU Tegal

Senin, 13 November 2017

Mantan Pimpinan Teroris Ini Bersyukur Disadarkan

Makassar, IPNU Tegal

Mantan Pimpinan Teroris Asia Tenggara Nasir Abbas dalam orasi singkatnya di hadapan ratusan pengurus dan anggota Kosgoro Sulawesi Selatan mengungkapkan rasa syukurnya setelah disadarkan mengenai aksi brutalnya itu.

"Kesyukuran saya karena rencana besar saya untuk melakukan teror di Asia Tenggara pada tahun 2003 itu gagal setelah Pak Saud Usman menangkap saya," ujarnya saat menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan di Balai Jenderal Muh Yusuf Makassar, Jumat.

Mantan Pimpinan Teroris Ini Bersyukur Disadarkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Pimpinan Teroris Ini Bersyukur Disadarkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Pimpinan Teroris Ini Bersyukur Disadarkan

Nasir Abbas mengatakan, dirinya merupakan guru dari Imam Samudra serta guru dari para teroris terkenal lainnya di Asia telah banyak menciptakan banyak kamp latihan bagi para pemuda.

Di hadapan seribuan pengurus dan anggota Kosgoro itu, dia menceritakan bagaimana rasanya saat memimpin kelompok Mujahiddin di beberapa wilayah di Asia Tenggara sebagai otak kelompok teroris.

IPNU Tegal

Diungkapkannya, dirinya adalah Ketua Mantiqi III untuk mengatasi wilayah di Asia Tenggara, seperti, Sabah Malaysia, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan beberapa wilayah lainnya.

"Jadi wilayah-wilayah ini diamanahkan untuk saya untuk dijadikan sebagai tempat atau pintu masuk militer Jamaah Islamiyah. Jadi cara kerjanya itu, memanfaatkan konflik yang terjadi seperti di Poso," katanya.

Pengakuan Nasir Abbas yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Jend (Purn) Ryamizard Ryacudu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Agung Laksono serta Kepala BNPT Komjen Pol Saud Usman Nasution.

Dia mengaku, sejak remaja usia 18 tahun dirinya sudah dikirim ke Afghanistan mengikuti pelatihan militer selama enam tahun dan bergabung dengan beberapa kelompok radikal lainnya.

Nasir menyebutkan, Santoso adalah murid dari Imam Samudra yang dimana pada tahun 1992 di Afghanistan, dirinya bertemu langsung dengan Imam Samudra, Umar Patek, Dr Azhari, Ali Imron dan beberapa pelaku terorisme asal Indonesia lainnya yang masuk pada angkatan ke 10.

IPNU Tegal

Melalui pengalamannya itu, dia kemudian membangun kamp pelatihan militer di beberapa negara seperti Filipina. Selama tiga tahun, dirinya mempersiapkan para relawan yang akan menjadi mujahidin.

Bukan cuma itu, para mujahidin yang telah melalui proses pelatihan militer dengan keras itu juga dibekali dengan senjata, amunisi, bahan peledak dan peralatan perang yang kemudian disimpan untuk dipasok di beberapa wilayah seperti Poso, Sulawesi Tengah.

Menurut Nasir yang merupakan warga asli Malaysia itu, dirinya ditangkap di wilayah Bantar Gebang, Bekasi, 17 April 2003. Pada saat itu, dirinya ingin memanfaatkan perjanjian Malino dengan menciptakan teror dan meledakkan beberapa tempat.

Namun, upayanya itu gagal saat dirinya diringkus oleh detasemen khusus anti teror dengan dipimpin langsung oleh Saud Usman Nasution yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Pria berkacamata ini dikenal sebagai instruktur pelaku Bom Bali I, 2002 di kamp mujahidin, Kamp Saddah di Afghanistan (awal 1990) dan Kamp Hudaibiyah di Mindanao.?

Nasir masuk angkatan kelima pelatihan militer di Kamp Saddah. Tak heran jika Nasir merupakan tokoh teroris yang paling dicari di Asia Tenggara pada saat itu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Kiai IPNU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP

Sidoarjo, IPNU Tegal. Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra Wal Huffahz Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Sidoarjo akan mengadakan pelatihan Khat khusus untuk siswa MTs/SMP dan SMA sederajat.

Hal ini dilakukan karena pelatihan Khat pertama yang diadakan JQHNU Sidoarjo di aula Kemenang Sidoarjo mendapatkan respon positif dari para peserta.

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP

Melihat respon tersebut, JQHNU Sidoarjo akan mengadakan acara yang sama dan lebih difokuskan kepada para pelajar, mengingat saat ini pelatihan Khat sangat langkah.

"Alhamdulillah, saya melihat respon dari para peserta sangat luar biasa. Untuk itu, di tahun yang akan datang kami akan mengadakan pelatihan ini kepada para pelajar," kata Ketua PC JQHNU Sidoarjo, H Imam Mukozali, disela-sela pelatihan Khat di aula Kemenang Sidoarjo, Ahad (12/2).

IPNU Tegal

Senada juga dikatakan oleh ketua panitia pelatihan Khat, Moh Idris, ia mengimbau para peserta khususnya di tingkat MTs/SMP atau SMA untuk mengikuti pelatihan Khat yang diadakan oleh JQHNU Sidoarjo.

"Melihat animo masyarakat yang sangat merespon kegiatan tersebut, jadi pelatihan Khat mendatang khusus untuk siswa MTs/SMP dan SMA. Karena pelajar nanti juga bisa mengikuti lomba Aksioma. Kami juga mengimbau kepada dewan gurunya, barangkali ada murid yang berminat agar menghubungi JQHNU Sidoarjo," imbau Idris.

IPNU Tegal

Idris menegaskan bahwa, belajar Khat itu selain bersyiar juga turut melestarikan karya tulis kaligrafi yang telah diajarkan para pendahulu dan supaya tidak hilang. Karena, anak muda sekarang untuk menekuni Khat saat ini kurang. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Santri IPNU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Haramkan Sekolah Belanda, Hadhratus Syekh Diangkat Pahlawan Nasional

Jakarta, IPNU Tegal. Ketika Belanda menyediakan fasilitas pendidikan dengan sistem sekolah, Hadhratus Syekh KHM Hasyim Asy‘ari yang mewakili kalangan NU dan pesantren mengharamkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Bagi Hadhratus Syekh, umat Islam dalam menang maupun kalah wajib melawan kolonial. Tidak ada kata menyerah.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) Agus Sunyoto di gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (27/11) petang.

Haramkan Sekolah Belanda, Hadhratus Syekh Diangkat Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Haramkan Sekolah Belanda, Hadhratus Syekh Diangkat Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Haramkan Sekolah Belanda, Hadhratus Syekh Diangkat Pahlawan Nasional

Fatwa ini menjadi salah satu alasan pemerintah RI mengangkat KH Hasyim sebagai Pahlawan Nasional, tegas Agus Sunyoto.

IPNU Tegal

Dasar fatwa itu, ungkap Agus, sederhana sekali; tasyabbuh bil kafirin. Sebuah hadis menyatakan, man tasyabbaha bi qaumin fa hua minhum. Tentu fatwa ini efektif terhadap umat Islam. Karena, mereka tidak mau digolongkan ke dalam barisan orang kafir hanya karena meniru cara belajar dan hidupnya orang Belanda.

Agus menjelaskan kekalahan semua elemen pergerakan di Indonesia saat itu. Tetapi meskipun kalah, hanya kelompok NU dan pesantren yang pantang untuk menundukkan kepala kepada kolonial. KH Hasyim Asy‘ari membuktikan perlawanannya dengan fatwa itu.

IPNU Tegal

Fatwa Hadhratus Syekh ini tentu saja menakutkan Belanda. Belanda menilai fatwa KH Hasyim dapat menggagalkan agenda politik jangka panjang kolonial. Kebijakan sekolah merupakan politik Belanda untuk mencetak calon pegawai kolonial dengan gaji rendah selain penyeragaman cara berpikir model Barat. Cara berpikir model Barat itu pada gilirannya melemahkan pergerakan kemerdekaan, tambah Agus Sunyoto.

“Penjajahan bagi kalangan pesantren ialah penundukkan pikiran,” tegas Agus Sunyoto.

Dengan demikian, KH Hasyim membuktikan kalangan pesantren tidak pernah dijajah Belanda. Karena, kalangan pesantren memilih sendiri cara berpikirnya yang khas di luar ketentuan yang dikehendaki Belanda melalui sekolah-sekolah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, Pendidikan, Olahraga IPNU Tegal

Kamis, 02 November 2017

Jama Shalat Karena Kesibukan

Shalat adalah kewajiban bagi setiap orang muslim, kapanpun dan dimanapun. Artinya kewajiban shalat tidak tergoyahkan oleh ruang dan waktu. Namun, dalam realita kehidupan manusia, seringkali keadaan berbicara lain.

Bisa saja kondisi tidak mengizinkan seseorang menjalankan shalat secara sempurna, misalkan karena orang tersebut di dalam perjalanan, atau di atas perahu atau di ruang angkasa berjam-jam.

Jama Shalat Karena Kesibukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama Shalat Karena Kesibukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama Shalat Karena Kesibukan

Oleh karena itulah dalam fiqih mengajarkan jama’ shalat. Yaitu melaksanakan dua macam shalat yang berbeda dalam satu waktu, karena adanya satu alasan tertentu. Meski demikian para ulama fiqih berbeda pendapat mengenai alasan diperbolehkannya jama’ shalat.

Sebagain ulama fiqih hanya membolehkan jama’ shalat ketika seseorang dalam keadaan bepergian jauh (musafir).

Namun sebagian ulama yang lain seperti Ibnu Sirrin, al-Qaffal dan Abu Ishaq al-Marwazy membolehkan menjama’ shalat walaupun ada di rumah (hadir) dikarenakan keadaan yang amat sangat sibuknya dan jama’ ini tidak menjadi kebiasaan. Misalnya jama’ shalat bagi pengantin baru yang sedang ? menjalani walimatul arusy dan selalu menerima tamu. Begitu diterangkan dalam Syarah Muslim lin Nawawi

IPNU Tegal

? وذهب جماعة Ù…Ù? الأئمة الى جواز الجمع فى الحاضر للحاجة لمÙ? لا Ù? تخذه عادة وهو قول ابÙ? سÙ? رÙ? Ù? وأشهب Ù…Ù? أصحاب مالك وحكاه الخطابÙ? عÙ? القفال والشاشى الكبÙ? ر Ù…Ù? أصحاب الشافعى عÙ? أبى إسحاق المروزى عÙ? جماعة Ù…Ù? أصحاب الحدÙ? Ø« واختاره ابÙ? المÙ? ذر

Sejumlah imam berpendapat tentang diperbolehkannya menjama’ shalat di rumah karena ada keperluan bagi orang yang tidak menjadikannya sebagai kebiasaan. Ini pendapat Ibnu Sirrin , Asyhab pengikut Imam Malik, al-Qaffal. As-Syasyi al-Kabir dari kalangan as-Syafi’I dan Abu Ishaq al-Marwazi dari kalangan ahlul hadits. Sebagaimana dipilij oleh Ibnu Mundzir.

IPNU Tegal

?

Redaktur: Ulil Hadrawy. Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nasional, Olahraga, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock