Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Inilah 10 Karya Terbaik dalam Sayembara Logo Muktamar NU

Jakarta, IPNU Tegal. Ini nama peserta Sayembara Logo Muktamar NU yang masuk sepuluh besar. Muhammad Khoirul Umam dari Semarang (23 tahun), Agus Nasrudin dari Jogjakarta (20 tahun), Arif Setiarjo dari Tegal (31 tahun), Abdul Bastih dari Kudus (30 tahun), Agus Salim Toyyib dari Jakarta.

Berikutnya Ahmad Afandi dari Bantul (32), Moh Lutfhi dari Lamongan, Dodo Ardiles dari Grobogan (19 tahun), Zamzami Almakki (34 tahun), M Fadhil Ramadhani (27 tahun).

Inilah 10 Karya Terbaik dalam Sayembara Logo Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 10 Karya Terbaik dalam Sayembara Logo Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 10 Karya Terbaik dalam Sayembara Logo Muktamar NU

Dewan juri telah memilih dengan cara voting dalam rapat pleno yang dilakukan siang tadi di gedung PBNU, Kamis (5/3). Pleno langsung dipimpin oleh Ketua SC Muktamar NU dan sekaligus Ketua dewan juri H Slamet Effendi Yusuf. Anggota juri yang hadir adalah M Imam Aziz, Ilham Khoiri, Ahmad Mauladi, Savic Ali, Sadullah Affandy, dan Hamzah Sahal. Semantara itu Acep Zamzam Noor, dan Nukman Luthfie menilai karya melalui surat.

IPNU Tegal

Dewan juri menilai dalam beberapa tahap. Tahap pertama masing-masing dewan juri memilih 10 karya yang dianggap terbaik. Setelah terkumpul, panitia memilih 10 logo yang paling banyak dipilih dewan juri. 10 logo inilah yang diplenokan oleh dewan juri.

Ketua Panitia Muktamar M Imam Aziz menjamin semua proses penjurian obyektif.

IPNU Tegal

"Semua anggota dewan juri tidak mengetahui nama-nama peserta karena hingga penentuan pemenang, panitia hanya menyertakan angka dalam karya masing-masing. Panitia menjamin sayembara logo ini sangat obyektif," tegas M Imam Aziz yang juga Ketua PBNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, PonPes IPNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Rais Aam PBNU: Asal Tidak Bangkrut Boleh Selamatan Setiap Hari

Jakarta, IPNU Tegal. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyebut paham Ahlussunnah wal Jamaah ala Thariqatin Nahdliyah sebagai paham terbuka yang memberi kesempatan peran bagi budaya lokal maupun global dalam menjalankan perintah agama. Kiai Ma’ruf menyebut upacara selamatan, kendurian, tahlilan, atau haul sebagai contoh praktik Aswaja NU yang belakangan ramai dengan sebutan “Islam Nusantara”.

Demikian disampaikan KH Ma’ruf dalam forum Tashwirul Afkar di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat (18/9) sore.

Rais Aam PBNU: Asal Tidak Bangkrut Boleh Selamatan Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Asal Tidak Bangkrut Boleh Selamatan Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Asal Tidak Bangkrut Boleh Selamatan Setiap Hari

“Selamatan itu sendiri perintah syara’ (agama). Sedangkan hitungan harinya seperti selamatan 7 hari, 15 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari itu yang minal awaid faqath (berasal dari tradisi, Red). Dengan tradisi timbul kreativitas dalam mempraktikkan ajaran Islam di Nusantara,” kata Kiai Ma’ruf.

IPNU Tegal

Menurut Kiai Ma’ruf, syara’ selain tidak mempermasalahkan upacara selamatan, justru memerintahkan. Tetapi syara’ memang tidak mengatur jadwal dan tata cara selamatan itu sendiri.

IPNU Tegal

“Kalau mau bikin selamatan setiap hari juga boleh. Tetapi bisa bangkrut juga,” kata Kiai Ma’ruf Amin disambut tawa para peserta diskusi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, PonPes IPNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun

Karimun, IPNU Tegal. Peringatan Harlah ke-70 Muslimat NU telah berlalu. Ratusan ribu "Srikandi" Nahdatul Ulama menjadikan stadion kebanggaan warga Malang Gajayana menjadi hijau. Mereka adalah sedikit dari jutaan anggota Muslimat NU yang datang dari berbagai penjuru pelosok tanah air.

Satu di antara mereka yang menghijaukan stadion Gajayana tersebut adalah Nyimas Novi Ujiani. Ia datang dari Karimun, sebuah kabupaten kecil di Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Nyimas Novi Ujiani adalah sosok perempuan gigih, di balik kemajuan Muslimat NU di wilayah tersebut.

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun (Sumber Gambar : Nu Online)
Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun (Sumber Gambar : Nu Online)

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun

Lima tahun lalu, Muslimat NU bukan apa-apa di Kabupaten Karimun. Jangankan berkiprah, masyarakat pun belum banyak yang tahu mengenai apa itu Muslimat NU. Akhirnya dengan kegigihan dan tekad yang kuat, kini Muslimat NU mulai di kenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Karimun. Bahkan, Muslimat NU Karimun kini terbesar nomor 2 di provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam.

Nyimas Novi Ujiani memperkenalkan Muslimat NU di Karimun dengan pendekatan kultur masyarakat setempat. Wanita yang di lahirkan di Kp Laut Jambu 40 tahun lalu tersebut sangat menyadari, bahwa masyarakat Karimun yang multi etnis harus mendapatkan sentuhan dari hati. Semua pihak harus di akomodir tanpa meninggalkan basis budaya Melayu "pemilik" bumi Karimun.?

"Karimun selain wilayah perbatasan, juga di huni oleh banyak suku dari tanah air. Ada Melayu, Batak, Minang, Jawa dan banyak lagi. Maka saya harus masuk ke tata cara mereka tanpa harus meninggalkan ke-Melayu-an saye" kata wanita yang akrab di sapa Nyimas ini.

IPNU Tegal

Menyelami latar belakang dan kebiasaan positif masyarakat inilah yang akhirnya ia mampu masuk ke semua lapisan masyarakat tanpa sekat dan jarak.

Eksistensi Muslimat NU di Karimun

IPNU Tegal

Beberapa tahun lalu, setelah resmi mendapatkan SK sebagai pimpinan cabang Muslimat NU, Nyimas langsung menyusun kepengurusan tingkat PAC, di situlah tantangan besar di mulai.

Untuk kabupaten yang memiliki wilayah pulau-pulau, Nyimas harus mengarungi lautan untuk mewujudkan kepengurusan tingkat PAC. Ombak tinggi dan badai besar pernah ia rasakan. Bahkan ia harus rela menginap di rumah-rumah warga pulau jika transpirtasi untuk kembali ke Karimun tidak ada. Artinya, ia harus rela menginap di rumah warga dan meninggalkan segala fasilitas "komplit" di kediamannya.?

"Untuk menjangkau wilayah seperti kecamatan Moro dan Durai, kita harus menempuh perjalanan laut antara 1 setengah jam sampai 2 jam, itu kalau cuaca bersahabat, tapi kalau musim angin utara, bisa sampai 3 jam," lanjut Nyimas.

"Karena keterbatasan transportasi, kami sering menginap di rumah-rumah warga, namanya juga pulau ya, kadang untuk naik kapal itu harus menunggu air pasang, jadi kalau pas surut kapal tidak bisa merapat" tandas Nyimas.

Upaya keras Nyimas bersama jajarannya di Muslimat NU kini membuahkan hasil. Hampir seluruh kecamatan, kini telah terbentuk kepengurusan PAC, bahkan ada beberapa sudah terbentuk kepengurusan ranting. "Alhamdulillah berkat kerja keras pengurus dan arahan pimpinan wilayah serta pusat, kini telah terbentuk seluruh PAC dan ada beberapa ranting. Saya tidak akan dapat mewujudkannya, tanpa ada pengurus lainnya" ucap Nyimas.

Agar organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya, Nyimas yang juga anggota DPRD Karimun ini membentuk dan menjadi pembimbing beberapa majelis talim. Bahkan ia mengharuskan, setiap PAC mengadakan pengajian secara berkala, sehingga setiap anggota mampu melaksanakan amaliah ahlussunah wal jamaah an nadliyah.?

"Setiap PAC harus ada majelis talim, dan di dalam situlah di ajarkan amaliah-amaliah Nahdatul Ulama, seperti yang di ajarkan mbah Hasyim" ungkap Nyimas. Selain sebagai "arena" menuntut ilmu, majelis talim tersebut juga sebagai perekat hubungan batin antara sesama anggota Muslimat. "Di majelis talim tersebut sudah tentu dapat ilmu, di situ juga akhirnya terbangun komunikasi yang mampu menyatukan cara berpikir kami sesama anggota yang bermuara pada ikatan batin, loro siji loro kabeh, seneng siji seneng kabeh," ucap Nyimas bersemangat.

Selain itu, sebagai wujud perhatian Muslimat NU kepada generasi muda, kini Muslimat NU yang di pimpin oleh Nyimas Novi Ujiani juga merintis mendirikan lembaga pendidikan bagi anak-anak usia dini, baik yang formal maupun non formal. "Anak-anak adalah aset kita, maka jika kita ingin maju di masa depan tergantung cara kita mengelola aset kita saat ini. Mereka membutuhkan perhatian sesuai dengan tingkatannya, jangan di paksa paham jika belum waktunya. Kelihatannya hal sepele, tapi ini penting bagi mereka, apalagi yang memerlukan perhatian dan perlakuan khusus" ujar Nyimas yang diamini pengurus lainnya. Tahap awal, lembaga pendidikan ini akandi dirikan di pulau Karimun besar terlebih dahulu, kemudian akan menyusul ke pulau-pulau lainnya.

Kegiatan Muslimat NU Karimun Jelang Harlah

Kiprah istri dari ketua DPC PKB Karimun ini tidak berhenti di situ saja. Beberapa waktu lalu menjelang Harlah ke-70, ia menggelar seminar kesehatan mengenai kanker serviks dan payudara, dengan melibatkan puluhan organisasi wanita yang ada di Bumi Berazam. Sebagai pembicara, ia mendatangkan dari Rumah Sakit KPJ Johor Malaysia.?

"Iya betul, kemarin kami membuat seminar kesehatan, kami datangkan pembicara dari Malaysia specialis kanker servick dan payudara" jawab Nyimas menyangkut pertanyaan kegiatan Harlah Muslimat. "Sebagai organisasi berbasis massa wanita, hal tersebut penting, karena penyakit itu muncul akibat ketiadaan pengetahuan serta ketidak pedulian yang bersangkutan. Dan ingat, penyakit itu sangat membahayakan bagi kaum hawa," lanjut Nyimas.

Selain seminar kesehatan, menjelang Harlah beberapa waktu yang lalu Muslimat NU juga menyelenggarakan lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan SD yang di ikuti oleh 680 anak. Hal tersebut di lakukan agar ada rangsangan bagi anak-anak lebih kreatif lagi. "Sekali lagi anak-anak itu aset kita untuk masa depan. Bagi saya pinter itu penting, tetapi anak yang kreatif itu lebih penting, maka salah satu cara merangsang anak-anak itu kreatif kita selenggarakan lomba mewarnai," ujar Nyimas.

Di usia Muslimat NU ke 70 ini, Nyimas Novi Ujiani menyadari bahwa tantangan semakin berat. Kekompakan dan terus belajar akan menjadi kunci dalam keberhasilan untuk ikut andil memecahkan permasalahan bangsa ini. "Semakin tua usia, semakin maju zaman maka semakin banyak hal yang dapat menjadi masalah. Contohnya adalah narkoba, wilayah Karimun dan Kepri yang berbatasan dengan negara luar, menjadi pintu masuk narkoba, untuk itu di setiap kesempatan saya selalu mengingatkan kepada ibu-ibu untuk waspada, dan segera cari tahu jika suami atau anak-anak mereka ada perubahan sikap; karena bisa jadi itu akibat dari narkoba. Karena apa, untuk mendapatkan ekstasi atau sabu-sabu di Karimun buka hal yang sulit," beber Nyimas.?

"Saya, dan kami adalah ibu, tentu akan sakit dan memprihatinkan bagi saya dan kami semua jika satu di antara anggota keluarga kami menjadi budak narkoba," pungkas Nyimas. (Sularno Menot/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, PonPes IPNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PWNU Jateng: Sertifikasi Ulama Bentuk Kebingungan Pemerintah

Kudus, IPNU Tegal. Pengurus Wilayah nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa tengah  menilai sertifikasi ulama dan dai sebagai bentuk sikap kebingungan pemerintah dalam penanganan aksi radikal maupun teroris Oleh karenanya, Nahdlatul Ulama secara tegas menolak sertifikasi ulama atau dai yang diwacanakan Badan nasional penanggulangan terorisme (BNPT) tersebut.  

PWNU Jateng: Sertifikasi Ulama Bentuk Kebingungan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jateng: Sertifikasi Ulama Bentuk Kebingungan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jateng: Sertifikasi Ulama Bentuk Kebingungan Pemerintah

"Bila yang menjadi kerisauan pemerintah adalah dai  yang menimbulkan keresahan dan mendorong terjadinya radikal atau teror, tangkap saja! Apalagi  jumlahnya tidak banyak dan orangnya itu-itu saja," kata Ketua PWNU Jateng KH Moh Adnan, dalam acara Halal bi halal Badan Pelaksana Pendidikan Hasyim Asyari Kudus, Selasa (11/9).

Ia mengatakan ide BNPT ini membingungkan berbagai kalangan karena di masyarakat banyak sebutan dan kategori tokoh ulama maupun juru dakwah seperti dai panggung, khotib, dai radio atau tv, dan lainnya 

IPNU Tegal

"Jika semua juru dakwah diseragamkan harus bersertifikasi, korbannya akan bertambah banyak dari pada target untuk mengawasi atau membatasi gerakan dakwah orang-orang yang memprovokasi," tandas KH Moh Adnan.

IPNU Tegal

Di depan ratusan guru madrasah tersebut, KH Adnan menegaskan peranan dan posisi Nahdlatul Ulama terhadap nasib Bangsa. Dikatakan, NU dari masa ke masa selalu tampil di depan dalam menjawab persoalan bangsa.

"Termasuk saat muncul radikalisme dan terorisme, Nahdlatul Ulama tampil dengan mengusung konsep Islam rahmatal lil alamin," tandasnya.

Tetapi. ketika bangsa menghadapi problem multi komplek belakangan ini, imbuhnya, posisi NU sepertinya mengalami pergeseran tidak memahami atau mengambil inisiatif memecahkan persoalan kecuali secara parsial.

"Kalau  indonesia ini tidak menyelesaikan masalahnya dan Nu tidak memiliki kemampuan sebagaiamana yang dicatat sejarah, saya tidak hanya khawatir nasib NU melainkan juga nasib bangsa ini,"tegasnya..

Usai berceramah pada acara yang bertempat di aula MANU Hasyim Asyari 2 Karangmalang Gebog Kudus ini, KH.Moh Adnan mengunjungi kampus Akademi Kebidanan Muslimat NU di jl Lambao Bae Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tegal, PonPes, Nusantara IPNU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Soal UU Migas, Putusan MK Berpihak Modal Asing

Jakarta, IPNU Tegal
Pupus sudah upaya sebagian masyarakat untuk memperjuangkan pencabutan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang sudah diajukan ke Mahkamah Agung (MA) sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) terbentuk. Pada hari ini, Selasa (21/12), MK menolak tuntutan pencabutan UU Migas, dan hanya menerima sebagian permohonan uji materil atas UU Nomor 22 Tahun 2001 itu. 

Putusan MK ini mendapat sambutan keras dari karyawan PT Dirgantara Indonesia yang berunjuk rasa di depan kantor MK di Jalan Medan Merdeka Barat. Selain itu, sejumlah orang yang mengaku dari Masyarakat Peduli Migas (MPM) berteriak-teriak di ruang sidang mengecam Ketua MK Jimly Ashiddiqie. “Keputusan ini hasil kompromi dengan pemerintah,” teriak Koordinator Eksekutif MPM Eddy Syamsuri.

Kekecewaan massa demonstran tersebut bisa dimaklumi, sebab, menurut  Pengamat Perminyakan Dr. Kurtubi, sumber masalah antara UU Nomor 20/2002  tentang kelistrikan dengan UU Nomor 22/2001 tentang Migas adalah sama yaitu keterlibatan swasta dalam perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945. Sehingga sangat aneh bila MK bisa membatalkan UU Kelistrikan pada 15 Desember, sementara UU Migas tidak. Seharusnya untuk subtansi persoalan yang sama, UU Kelistrikan bisa menjadi yurisprudensi.

“Substansi yang dipermasalahkan dari UU Migas ini adalah sama dengan UU Kelistrikan, yakni adanya benang merah yang sama-sama menerapkan Konsensus Washington, yakni liberalisasi dengan menerapkan prinsip  unbundling dan berusaha menghilangkan peran negara,”kata Kurtubi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/22).

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada (PSPK-UGM) Dr. Ir. Mochammad Maksum, tidak heran dengan keputusan MK mengenai UU  Migas. “Tidak usah heran, kasusnya hampir sama dengan pernyataan pemerintah tentang ketiadaan wewenang mereka terhadap kenaikan bahan bakar Elpiji yang disebutnya sebagai   bahan bakar orang elit, bukan hajat hidup orang banyak. Padahal, saat ini bahan bakar elpiji telah menjadi kebutuhan bukan hanya kalangan perhotelan dan penghuni apartemen mewah, melainkan juga kalangan pedagang kaki lima, bukankah itu hajat hidup orang banyak? ” kata Mochammad Maksum kepada IPNU Tegal, Selasa (21/12).

Apa boleh buat, MK hanya menyoal tiga pasal dalam UU No. 22/2002 tentang Migas yang dinilai bertentangan dengan Konstitusi. Dari ketiga pasal itu,  satu pasal dibatalkan, sementara dua pasal lainnya diminta untuk direvisi. Selanjutnya, MK menganjurkan kepada pembentuk undang-undang untuk mengamandemen undang-undang tersebut.

Pada bagian lain MK menolak permohonan uji formil. MK berpendapat, proses pembentukan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas telah memenuhi mekanisme yang berlaku di parlemen.

Tiga pasal yang dinilai bertentangan dengan Konstitusi adalah pasal 12 ayat 3, pasal 22 ayat 1, dan pasal 28 ayat 2 dan 3. Ketiga pasal tersebut dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Pasal 12 ayat 3 yang memberi wewenang kepada Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap dinilai menghilangkan penguasaan negara. MK berpendapat, pasal ini sejauh kata-kata “diberi wewenang” bertentangan dengan UUD 1945

Pasal 22 ayat 1, dinilai MK, tidak menganut prinsip sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat seperti yang digariskan pasal 33 UUD 1945. Pasal 22 ayat 1 berbunyi, “Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menyerahkan paling banyak 25% bagiannya dari hasil produksi Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.”

MK menilai, prinsip sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dalam cabang produksi migas mengandung pengertian bukan hanya harga murah maupun mutu yang baik, tapi juga adanya jaminan ketersediaan bahan bakar minyak dan pasokan bagi seluruh lapisan masyarakat; MK menganggap kata-kata “paling banyak” dalam ayat tersebut harus dihapuskan.

Sementara, pasal 28 ayat 2 dan 3 seluruhnya dinilai bertentangan dengan UUD 1945. Pasal tersebut menyerahkan harga minyak pada mekanisme pasar. Dalam ayat 3 disebutkan, pelaksanaan kebijakan ini tidak mengurangi tanggung jawab pemerintah terhadap golongan masyaakat tertentu.

Menurut MK, seharusnya harga BBM dan Gas Bumi dalam negeri ditetapkan oleh pemerintah dengan memperhatikan kepentingan golongan masyarakat tertentu dan mempertimbangkan mekanisme persaingan usaha yang wajar.
.
Pemerintah berharap UU ini tidak dibatalkan. Sebab, UU Migas dibuat  sebagai upaya untuk memberikan kepastian hukum kepada calon investor hulu dan hilir migas yang akan masuk ke sektor tersebut di Indonesia. Apalagi beberapa kontrak investasi dengan pihak asing sudah ditandatangani yang mungkin dapat dibatalkan bila keberadaan UU ini dicabut. (dul)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tokoh, Kajian Islam, PonPes IPNU Tegal

Soal UU Migas, Putusan MK  Berpihak Modal Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal UU Migas, Putusan MK Berpihak Modal Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal UU Migas, Putusan MK Berpihak Modal Asing

Kamis, 23 November 2017

Inilah Pesan Wabup Lombok Tengah di Hadapan 2000 Warga NU

Lombok Tengah, IPNU Tegal. Sedikitnya 2.000 warga Nahdliyin memadati halaman Pondok Pesantren At Tamimy, Bransak, Praya, Lombok Tengah asuhan Rais Syuriyah PWNU NTB, TGH. Lalu Ahmad Khairi Adnan untuk mengikuti Istighotsah dan Sholawatan Akbar, Ahad (15/5) malam.?

Ketua Tanfidziyah PCNU Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri menyampaikan agar seluruh sekolah di lingkungan LP Maarif NU memasukkan Aswaja sebagai salah satu mata pelajaran agar kader muda NU memahami Islam Ahlussunnah Wal Jamaah sejak dini. Di samping itu, ia juga menekankan pendidikan berkarakter harus dikedepankan dengan pembiasaan berdoa untuk orang tua dan guru sebelum dan sesudah belajar. “Hal itu sangat penting untuk mendidik generasi masa depan yang bertakwa, beriman, dan mampu menghindari pengaruh radikalisme, dan kemerosotan moral lainnya,” kata Lalu? Fathul Bahri? yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Lombok Tengah.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta warga NU mendukung penuh penyelenggaraan MTQ Tingkat Nasional? untuk cabang Tilawah tingkat Remaja dan Anak-anak? yang akan berlangsung di Lombok Tengah pada akhir bulan Juli mendatang.?

Inilah Pesan Wabup Lombok Tengah di Hadapan 2000 Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesan Wabup Lombok Tengah di Hadapan 2000 Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesan Wabup Lombok Tengah di Hadapan 2000 Warga NU

Sementara terkait banyaknya destinasi wisata yang sangat bernilai bagi Kabupaten Lombok Tengah, dirinya mengharapkan agar warga NU turut berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan.?

Pada kesempatan yang sama, Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, TGH. Makrif Makmun Diranse menyampaikan pentingnya menjaga keutuhan Negara. Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final, dan bagi NU hal itu adalah harga mati, dan tak ada pihak yang boleh mengganggu keutuhan bangsa. Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa pengurus NU mendatang harus fokus melaksanakan program keagamaan di antaranya pembinaan dan pengembangan majlis taklim, mengaktifkan Bahtsul Masail, Lailatul Ijtima, dan pembacaan (Qiraah) Bukhori.

Istighotsah dan Shalawatan Akbar ? tersebut dilaksanakaan dalam rangka pengenalan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lombok Tengah Masa Khidmat 2016-2021, sekaligus untuk pelepasan jamaah umrah dan tasyakuran kelulusan santri. Pembacaan Istighotsah dan Shalawat dipimpin oleh Wakil Rais PCNU Lombok Tengah, TGH. Sabaruddin Abdurrahman (Qori Terbaik 3 MTQ Internasional di Iran Tahun 2013) dan Katib Syuriah, TGH. L. Muhammad Tamim. Pembacaan Doa-doa dipimpin oleh Rais Syuriyah PWNU NTB, TGH. L. Ahmad Khairi Adnan) dan Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, TGH. Makrif Makmun Diranse. (Lalu Rupawan Jhoni/Zunus)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal PonPes, AlaSantri, Sejarah IPNU Tegal

Jumat, 18 Agustus 2017

Pesantren An-Nawawi Gelar Tradisi Pengajian Kilatan

Purworejo, IPNU Tegal. Pengasuh pesantren An-Nawawi KH Achmad Chalwani membuka pengajian kitab khusus yang biasa disebut Pasanan atau Kilatan sepanjang Ramadhan di kompleks pesantrennya, Berjan, Purworejo. Pengajian Kilatan ini rutin digelar pesantren An-Nawawi asuhan Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah itu setia Ramadhan.

Saat ditemui saat acara pembukaan Kilatan pada Ahad (29/6) malam, Ketua panitia M Lutfi mengatakan, “Ramadhan itu bulan penuh berkah. Karenanya, pesantren An-Nawawi menjadikan pengajian Kilatan sebagai bagian tak terpisahkan dari bulan Ramadhan.”

Pesantren An-Nawawi Gelar Tradisi Pengajian Kilatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren An-Nawawi Gelar Tradisi Pengajian Kilatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren An-Nawawi Gelar Tradisi Pengajian Kilatan

Kilatan pada Ramadhan ini diikuti sejumlah 1525 santri baik putra maupun putri. Mereka terdiri dari satri An-Nawawi sendiri dan santri tamu dari berbagai daerah. Mereka akan mengaji hingga 21 Ramadhan.

IPNU Tegal

Dalam Kilatan, ustadz dan ustadzah mengajarkan sedikitnya 30 kitab oleh . Luthfi menyebutkan sejumlah kitab itu antara lain kitab Jawahirul Bukhori (hadis), Ta’lim al-Muta’alim (Akhlak), Tafsir Jalalain (Tafsir), I’anat at-Tholibin (Fiqh).

IPNU Tegal

Kiai Chalwani sendiri mengampu Jawahirul Bukhori setiap ba’da Tadarus al-Quran dan Ta’lim al-Muta’alim karangan Syeh Zarnuji ba’da Magrib. Pesantren membebaskan santri An-Nawawi memilih kitab yang akan dipelajari sejauh tidak berbenturan dengan jadwal wajib pengajian kitab mereka. (Mukti Ali/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Olahraga, PonPes IPNU Tegal

Minggu, 14 Mei 2017

Banser Maritim Ikuti Diklat Kemaritiman

Tuban, IPNU Tegal

Barisan Ansor Serbaguna Maritim Jawa Timur mengadakan Pendidikan dan Latihan Khusus (Diklatsus Banser Maritim Jatim) di Mangrove Center Tuban,Jumat-Ahad,17-19 November 2017.





Banser Maritim Ikuti Diklat Kemaritiman (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Maritim Ikuti Diklat Kemaritiman (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Maritim Ikuti Diklat Kemaritiman

Diklatsus Banser Maritim merupakan kegiatan tingkat nasional yang baru pertama kali diadakan. Kegiatan bertujuan agar seluruh warga NU sadar akan pentingnya laut dari berbagai segi, mulai pangan hingga lingkungan.

Diklatsus mendatangkan pemateri bekompeten di bidang kemaritiman yaitu Murdjito sebagai pakar kelautan Institut Teknologi Sepuluh November; Penyelam dari TNI Angkatan Laut; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Wisata Kemaritiman).

Diklatsus diikuti 100 anggota Banser Jawa Timur ini ditutup oleh H. Rudi Triwahid selaku Ketua PW GP Ansor Jatim turut hadir Haliq Rumkel selaku Kasatsus Banser Maritim Pusat, HM. Syafiq Syauqi, Lc. selaku

IPNU Tegal

Kasatkorwil Banser Jatim, M. Alaik S. Hadi berharap setelah diadakannya Diklatsus ini peserta dapat membentuk Satuan Khusus Banser di wilayah masing-masing dan juga turut berkoordinasi dengan pihak terkait untuk berkerja sama menjaga lingkungan dan kedaulatan maritim.





“Diklatsus ini merupakan aksi nyata Baritim dalam mengawal Indonesia sebagai poros maritim dunia,”  tegas Hadi yang juga Kasatkus Baritim Jatim. 

IPNU Tegal

Baritim atau banser maritim menjadi satu aksi nyata dalam menjawab persoalan masyarakat pesisir yang belum mengerti tentang penting dan berharganya laut Indonesia. (Sum/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal PonPes IPNU Tegal

Selasa, 21 Maret 2017

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar

Jakarta, IPNU Tegal - Melalui sebuah Halaqah Nasional Hak-hak Kewarganegaraan, Wahid Foundation mengimbau semua kalangan terutama warga Jawa barat untuk mengantisipasi derasnya ujaran kebencian dan politisasi agama pada Pilkada Jabar tahun 2018 mendatang. Sebab kampanye menggunakan isu keagamaan yang digunakan dalam pilkada DKI berpotensi besar digunakan kembali pada Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi yang hadir sebagai salah seorang pembicara menilai kampanye menggunakan agama sebagai cara kampanye sangat berbahaya terhadap keberagamaan dan kebersamaan.

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar

“Jangan lah kampanye menggunakan agama di ruang politik. Itu destruktif, merusak sekali. Itu (kampanye menggunakan agama) tidak pantas,” ujar Kiai Masdar di Swiss-Bell Hotel, Jakarta, Rabu (3/5).

IPNU Tegal

Kendati kampanye menggunakan agama disebut cara yang paling “murah” oleh Kiai Masdar, namun kampanye itu menurutnya sangat merugikan. Dampak dari kampanye dengan membenturkan agama bisa menyebabkan terjadinya benturan sosial. Dan jika diulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang, kampanye yang disebut sektarian ini dapat mengancam keamanan negara. “Bisa rontok negara ini, jika diterus-teruskan,” tegasnya.

Peneliti Senior Wahid Foundation yang juga merupakan anggota Ombudsman Indonesia Ahmad Suaedy mengungkapkan hal senada. Ia percaya bahwa kebersamaan dan toleransi warga Jawa Barat akan diuji dalam Pilkada Jawa Barat mendatang, terutama jika partai politik masih menggunakan motif keagamaan dalam prosesi kampanye sebagaimana yang terjadi pada pilkada DKI Jakarta.

IPNU Tegal

Ia tak memungkiri bahwa efektivitas kampanye bermotif agama ini cukup tinggi, mengingat keberhasilannya pada pilkada DKI Jakarta. Namun ia mengingatkan adanya ancaman perpecahan yang berpotensi tejadi. “Perpecahan antara agama dan kelompok keagamaan yang terjadi di Jakarta juga bisa terjadi di Jawa Barat ketika Pilkada nanti,” ujar Suaedy.

Mengaca dari Pilkada DKI Jakarta dari tiga periode terakhir, Suaedy menunjukkan adanya peningkatan kasus intoleransi di Indonesia. Hal yang paling terasa menjadi pembeda antara Pilkada kali ini dengan Pilkada sebelumnya adalah tingkat kerasnya konflik yang dihasilkan selama Pilkada berlangsung.

“Dalam Pilkada DKI 2017 kerusakan yang ditimbulkan oleh kampanye agama atau sektarianisme lebih dahsyat, sebab sampai merusak mekanisme sosial masyarakat,” jelasnya.

Ia menyontohkan masjid dan musalla yang dalam konteks sosial menjadi intrumen sosial untuk pemersatu masyarakat, dalam Pilkada DKI menjadi ajang kampanye negatif yang merusak komponen kemasyarakatan hingga level paling rendah. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal PonPes, Amalan IPNU Tegal

Jumat, 29 Mei 2015

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro

Jepara, IPNU Tegal. Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Guyangan kecamatan Bangsri kabupaten Jepara membuka kajian bertema “Menelisik Budaya Assyuro” di balai desa Guyangan, Rabu (14/10). Di pertemuan ini, mereka mencoba menggali tradisi yang sudah mengakar di masyarakat.

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro

Akademisi Unisnu Jepara Tupomo menerangkan bahwasa Assyuro sebenarnya jatuh bukan pada 1 Syuro (1 Muharram) tetapi tanggal 10.

Menurutnya, Asyuro berasal dari kata Asyura yang artinya kesepuluh. Bulan Syuro sendiri menurut Ketua Pergunu Jepara itu dipopulerkan oleh Sultan Agung karena pada bulan itu ia memperoleh kemenangan. Tanggal itu, bagi Sultan, dianggap sebagai hari yang sakti.

IPNU Tegal

Narasumber lainnya Ahmad Bahrowi menambahkan, setiap 1 Syuro gaman atau senjata yang dimiliki oleh orang-orang Jawa dikumbah (dimandikan, red) sebenarnya juga memiliki makna tersendiri.

“Gaman sendiri berasal dari kata agama. Gaman merupakan senjata sakti yang dijadikan sebagai media agar seseorang selamat,” terang Bahrowi yang kini mengajar di Unisnu Jepara.

IPNU Tegal

Ketika datang menyebarkan Islam, para wali mengakulturasinya dengan Islam. Dengan menambahkan kalimat Bismillah, Allahu akbar dalam tradisi mereka, masyarakat Jawa menerimanya dengan baik. Sehingga, agama harus dirawat, agar sesorang bisa selamat. Seperti halnya dengan gaman.

Hal itu menurutnya kejeniusan para Wali dalam mengislamkan Jawa. Manusia tidak akan selamat jika tidak menjaga agamanya (gamannya). “Itulah filosofi dari memandikan keris,” imbuhnya di hadapan ratusan peserta.

Dengan dihelatnya kegiatan ini, Ketua IPNU Guyangan David Herwanto menerangkan pelajar NU yang mulanya masih penasaran dengan bulan itu semakin mencerahkan.

“Merayakan bulan Syuro harus diisi dengan hal yang positif. Kami berharap tradisi yang dilakukan oleh masyakat kita, Jawa, tetap boleh dilakukan asal tidak melenceng dari aturan agama Islam,” harap David. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal PonPes IPNU Tegal

Jumat, 20 Maret 2015

Dansatkornas Kawal Diklatsar Banser Padang Lawas Utara

Jakarta, IPNU Tegal. Komandan Satuan Koordinasi Nasional (Dansatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memimpin langsung Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Pengawalan Dansatkornas ini bertujuan mengintensifkan Diklatsar Banser di tingkat cabang dan wilayah.

Dansatkornas Kawal Diklatsar Banser Padang Lawas Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dansatkornas Kawal Diklatsar Banser Padang Lawas Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dansatkornas Kawal Diklatsar Banser Padang Lawas Utara

Diklatsar Banser Padang Lawas Utara (Paluta) ini menghadirkan Ketua PP GP Ansor bidang Organisasi dan Kaderisasi Wilayah II Nuril Huda dan sekretarisnya, Hasan Basri Sagala sebagai insturktur pelatihan. Daerah operasi Wilayah II ini mencakup wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.

Ketua PC GP Ansor Paluta H Amran Saleh Siregar menyatakan tekad bulatnya untuk menjadikan GP Ansor Paluta menjadi barometer GP Ansor di Sumut.

IPNU Tegal

“Kita akan berupaya keras memosisikan GP Ansor Padang Lawas Utara ini menjadi model dan kiblat Ansor di Sumatera Utara,” tegas H Amran Saleh di hadapan sedikitnya 48 anggota Banser; peserta Diklatsar.

Sementara Ahmad Gozhali mendorong GP Ansor Paluta untuk terus meningkatkan kapasitas dan aneka bentuk pemberdayaan kadernya.

IPNU Tegal

“Ke depan GP Ansor Padang Lawas ini harus berupaya keras untuk masuk nominasi cabang terbaik GP Ansor di Indonesia. Karena, kabupaten ini merupakan basis NU di Sumut,” yakin Ahmad Ghozali.

Selain Ahmad Gozhali, tampak hadir Ketua PP GP Ansor bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah, Pertahanan, dan Partai Politik, Rakhmat Hidayat Pulungan dalam Diklatsar yang diselenggarakan di pesantren Thoyyibah Islamiyah kabupaten Paluta, Sumatera Utara, Jumat-Ahad (24-26/1). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah, PonPes IPNU Tegal

Kamis, 20 November 2014

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

Jakarta, IPNU Tegal - KH Gus Siroj Ronggo Lawe (Gus Siroj) secara aklamasi kembali terpilih menjadi Ketua Ranting NU Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dalam musyawarah Ranting NU pada 15 Juli di Jakarta. Gus Siroj siap menjalankan program prioritas, yakni melayani warga-warga HTI yang sudah tidak memiliki tempat berorganisasi di masyarakat.

Menurutnya, kelompok HTI juga masyarakat yang butuh perlindungan dan tempat untuk bermasyarakat.

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

"Selain menjalankan program-program yang sudah menjadi tradisi dan amalan NU selama ini, kami berencana mengajak warga HTI bergabung ke NU untuk bersama-sama mengikuti ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," tegas mantan komandan Banser NU ini.

IPNU Tegal

Untuk memperkuat dan menjalankan roda organisasi, pihaknya bersama pengurus Ranting NU Kapuk berencana akan menggelar musyawarah Ranting NU pada 27 Agustus mendatang dengan diawali ziarah Walisongo dan ke makam pendiri NU untuk meminta doa restu menjalankan roda organisasi di DKI Jakarta.

IPNU Tegal

Dalam musyawarah nanti, kata Gus Siroj, pihaknya akan membahas berbagai program dan kegiatan NU Kapuk, serta berencana melakukan peremajaan di 16 anak Ranting NU Kapuk. "Jadi, peremajaan itu harus dilakukan karena penting untuk menghidupkan generasi selanjutnya, kalau organisasi tidak jalan, ya harus diganti," ungkapnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah Ranting NU Kapuk Moch Ali dalam taushiyahnya meminta pengurus anak Ranting NU untuk tetap mempertahankan Gus Siroj menjadi Ketua NU. Karena menurutnya, Kelurahan Kapuk membutuhkan tokoh seperti Gus Siroj dalam menjalankan roda organisasi.

"Apalagi, daerah Kapuk banyak orang wahabi-nya, makanya sosok kiai seperti beliau (Gus Siroj) sangat dibutuhkan untuk membentengi NU dari ancaman Islam garis keras, dan ekstrem," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tokoh, PonPes, Cerita IPNU Tegal

Rabu, 20 Agustus 2014

Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama

Yogyakarta, IPNU Tegal. Kekhawatiran beberapa pihak akan adanya krisis ulama di masa yang akan datang seiring derasnya arus modernisasi dan globalisasi terjawab sudah. Prakarsa yang dilakukan oleh jajaran Kanwil Kementerian Agama Prov. D.I. Yogyakarta menyelenggarakan program tahfidz di Madrasah guna cetak kader ulama yang mempunyai kapasitas pemahaman Al-Qur’an secara kaffah patut mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kesempatan wisuda tahfidz Madrasah, Kamis (17/12), di GOR Amongrogo, Yogyakarta.?

Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama

“Saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas program tahfidz di Madrasah. Program ini merupakan jawaban atas kekhawatiran beberapa pihak akan adanya krisis ulama di masa depan,” Kata Menag seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

IPNU Tegal

Di hadapan ribuan siswa/i Madrasah dan calon wisudawan tahfidz Madrasah, Lukman Hakim Saifuddin beberapa pesan dan harapan, pertama: Al Qur’an tidak hanya perlu dibaca dan dihafal dengan bacaan yang benar dan lagu yang indah saja, tetapi harus dikaji isi dan kandungannya agar nilai Al-Qur’an dapat dijadikan landasan dan praktek dalam kehidupan di masyarakat.

IPNU Tegal

Kedua, mengajak kepada para huffazh untuk terus mengkampanyekan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ketiga, sebagai umat Islam harus mempunyai tanggung jawab bersama untuk senantiasa menjaga Al Qur’an dari kepunahan. Tradisi membaca dan mengkaji Al Qur’an setelah sholat Magrib yang telah dicontohkan para leluhur harus terus dilestarikan.

Keempat, mengajak kepada seluruh masyarakat Muslim untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman nilai yang dapat membimbing dan melandasi kita dalam langkah dan gerak kita dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelima, teringat akan nasehat Imam besar umat Islam Imam Syafii untuk menjaga hafalan dengan baik maka kita harus menjauhi perbuatan maksiat.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Machasin, Direktur Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Nur Kholis Setiawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. D.I. Yogyakarta Nizar Ali. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Ubudiyah, PonPes IPNU Tegal

Kamis, 13 September 2012

Berita Nahdlatoel Oelama

Majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO) diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), dengan alamat kantor NU, Sasak No 66, Surabaya. Menurut sebuah sumber, majalah tersebut terbit pertama kali pada tahun 1931.?

Pada terbitan Nomor pertama Tahun kelima, Muharam ? terbit pada 1 Januari 1936, terdapat keterangan yang mengungkapkan kebahagiaan bahwa majalah ini bisa terbit ? half maandblad atau terbit sebulan dua kali. Di edisi itu pula tertulis keterangan bahwa majalah tersebut diupayakan oleh para ulama NU.?

Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Nahdlatoel Oelama

Para ulama berharap, majalah tersebut dapat berperan sebagai obor kaum Muslimin pada umumnya dan Nahdliyin khususnya.?

Di dalam kota redaksi tercatat K. Machfoed Siddik Djember sebagai Hoofd Redacteur, dan K. Abdullah Oebaid Surabaya, KH Eljas Tubuireng dan KH A Wahid sebagai Redacteur. Sementara itu, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah Surabaya, dan KH Bisri Kauman duduk sebagai Mede Redacteur.

IPNU Tegal

Majalah BNO berbeda dengan majalah yang diterbitkan NU pada masanya. Jika majalah lain hanya berisi artikel-artikel keagamaan dan keorganisasian NU, maka BNO memuat banyak jenis tulisan, dari agama, organisasi, ekonomi, hingga permasalahan tanah dan pertanian. Dimuat juga tulisan-tulisan bertema politik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang sedang berkembang pada masanya.?

IPNU Tegal

Berita-berita NU di berbagai daerah juga termuat, bahkan hingga NU Teluk Lubuk, di Sumatra Selatan.?

Sebagai majalah berbasis aliran keagamaan, BNO tak lupa merespon dan membela keyakinannya. Nomor 9 Tahun 9 misalnya, majalah ini merespon tulisan yang ada di majalah Adil terbitan Muhammadiyah tentang hukum Azimat.?

BNO Nomor Pertama Tahun kesepuluh, Nopember 1940, juga merespon perselisihan Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah dengan Hamka tengang tarikat an-Naqsabandiyah yang diungkapkan dalam majalah Al-Mizan (majalah milik Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah yang terbit di Bukit Tinggi).?

BNO menolak keras padangan Hamka yang mengatakan tarikat itu sesat menyesatkan. dan mendukung terbitan majalah Al-Mizan.

Tak ketinggalan pula, seperti umumnya terbitan di NU, majalah ini, tiap terbitannya memuat nama-nama kyai, ulama, atau aktivis organisasi yang sudah meninggal. Maksdunya, meminta para pembaca untuk sholat ghoib atau berkirim doa.

Majalah BNO beredar di banyak kota, dari Madura, hampir semua kota di Jawa Timur, Yogyakarta, kota-kota di jawa Tengah hingga Cirebon, Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta. Pertanyaan-pertanyaan seputar keagamaan juga dikirimkan dari Lampung.?

Keragaman iklan yang dimuat juga menggambarkan keragaman pembaca. Dari iklan toko kain hingga tiket kapal laut, dari tukang jahit hingga toko buku yang menjual buku-buku Kristen, dari toko emas imitasi hingga iklan hotel, hingga iklan toko dasi bergambar lambang Muhammadiyah, semua ada. Dari sisi tampilan, majalah ini juga lebih rapi, baik sampul dan tata letak halamannya yang menggunakan tiga kolom di tiap halaman.

Ditemukan edisi No. 6/Tahun XII/Juni - Juli 1952 kolektor majalah Kemala Atmojo. Ada perubahan besar di edisi nomor tersebut, terbitan tidak sebulan dua kali lagi, tapi terbit dua bulan sekali. Perubahan lain adalah perpindahan alamat ke Jalan Maluku II/1, Semarang dan untuk alamat administrasi di Jalan Pekodjan 157, Kudus.?

Penerbitan majalah dikelola oleh PBNU bagian Da’wah. Susunan redaksi pada edisi yang sampul berwarna merah memasang foto Kyai Wahab Chasbullah sedang berpidato tersebut terdiri dari Pemimpin Redaksi: Saifuddin Zuhri. Anggota Redaksi: K.H.A. Wahid Hasjim; K.H. M. Dahlan; K.H. M. Iljas; A.A. Achsien; Idham Chalid; A. Fattah Jasin; Ahmad Shiddieq; Umar Burhan; A. Ch. Widjaja; K. R. Amin Tjokrowidagdo; Nurjaman. Administrasi: M. Zainury Noor. Belum ditemukan waktu perubahan majalah ini. Dan belum ada informasi yang pasti kapan berakhirnya majalah ini. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam, Ulama, PonPes IPNU Tegal

Minggu, 13 Mei 2012

Menag: Kiai Perlu Terapkan Manajemen Suksesi Kepemimpinan di Pesantren

Semarang,IPNU Tegal. Para kiai yang mengasuh pondok pesantren, pastilah sebagai pemegang otoritas penuh atas pondoknya. Tanggung jawabnya sebagai pemimpin bersifat hampir absolut karena ia sendirilah pemilik pesantren. Hal itu memang menjadi ciri khas pesantren dan telah berlangsung beratus tahun berjalan.

Demikian disampaikan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin dalam pidato pembukaan Halaqoh Pengembangan Leadership Pimpinan Pondok Pesantren se-Jawa Tengan di Hotel Aston Semaran, Sabtu (13/6).

Menag: Kiai Perlu Terapkan Manajemen Suksesi Kepemimpinan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Kiai Perlu Terapkan Manajemen Suksesi Kepemimpinan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Kiai Perlu Terapkan Manajemen Suksesi Kepemimpinan di Pesantren

Kewenangan tunggal pada kiai, sering kali menimbulkan masalah ketika sang pengasuh pesantren berhalangan tetap semisal sakit atau wafat. Banyak kejadian pesantrennya menjadi redup bahkan bubar karena tidak ada yang menggantikan peran sang kiai.

Karena itulah pesantren perlu menerapkan sebuah sistem yang memungkinkan kiai tidak memegang kendali penuh dalam semua urusan pesantren. Harus ada distribusi kewenangan, agar yang bekerja dalam pesantren adalah sistem pendidikan dengan segala perangkat spesialnya.

IPNU Tegal

Dengan kata lain, kiai perlu mendelegasikan sebagian tanggung jawabnya kepada beberapa orang untuk menjalankan program pesantren, sehingga semisal sang kiai bepergian dalam waktu cukup lama, atau bahkan meninggal dunia, pesantren tetap eksis dan tidak kehilangan santri.

IPNU Tegal

“Kami di Kementrian Agama terus berupaya mengembangkan pondok pesantren di Indonesia agar bisa tetap lestari sebagai sebuah lembaga pendidikan keagamaan. Karena itu jangan sampai ada pesantren yang redup atau tutup karena ditinggal pergi kiai,” tuturnya di hadapan pimpinan pondok pesantren se-Jawa Tengah. ?

Menag mengajak masyarakat pesantren untuk responsif terhadap perkembangan globalisasi, salah satunya pada aspek leadership dan manajemen. Menurutnya, halaqoh tersebut bukan memberi “pelatihan kepemimpinan” kepada para kiai. Tetapi mendiskusikan perlunya menerapkan manajemen suksesi dalam kepemimpinan di pondok pesantren.

“Para kiai itu para pemimpin yang sangat terhormat. Kiai adalah panutan umat, mana berani saya melatih kiai. Halaqoh ini untuk mendiskusikan perlunya manajemen dalam pesantren,” tuturnya dibumbui nada canda. ?

Dikatakan Menag, kontribusi pesantren terhadap bangsa sangat besar, bahkan sejak zaman pra kemerdekaan. Keberadaan lembaga pendidikan pesantren sebagai jantung pendidikan keagamaan yang sudah berkontribusi besar bagi negeri tercinta.

Ia ceritakan, buku KH Saifuddin Zuhri (alm) yang berjudul “Guruku? Orang-Orang? dari Pesantren”. Di buku karya ayahnya sendiri yang pernah jadi Menteri Agama, itu berisi catatan perjuangan pesantren dalam membangun bangsa.

Selain itu, tutur? dia, pada 1978-1980 an, muncul gerakan pesantren yang dimotori oleh KH Abdurrahman Wahid yang berupaya memperkenalkan pesantren hingga ke dunia luar. “Saya termasuk yang ikut dalam kumpulan itu,” kata Menag.

Didampingi Setditjen Pendis Ishom Yusqi, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Mubarok, dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Ahmadi,? Menag menyampaikan pentingnya up date managemen pesantren karena dinamika masyarakat begitu tinggi.

Menurutnya,? keluarga besar pesantren harus bisa merespon ekspektasi atau harapan masyarakat yang terus berkembang seiring perubahan zaman.

“Apa pun coraknya, pengembangan managemen pesantren sangat penting, karena tantangan itu juga semakin kompleks,” jelasnya.

Siapkan Regulasi

Dalam sambutannya Menag mengapresiasi pondok pesantren sebagai jantungnya pendidikan di? Indonesia, dan merupakan sistem pendidikan Islam terbaik yang juga diakui oleh ulama di dunia.? ? Ia katakan, sejarah membuktikan peran besar pesantren merebut kemerdekaan dan mendirikan negara Indonesia.

“Pesantren merupakan sebuah kekuatan dalam melawan penjajah” ungkapnya.

Tetapi dalam perkembangannya pesantren tidak bisa lepas dari problem, salah satunya tamatan pesantren tidak bisa diterima oleh dunia kerja hanya karena ijazanya tidak sama dengan pendidikan formal

Maka? dari itu Kemenag membuat satu kebijkanan yang bertujuan untuk mengembangkan pesantren baik dalam segi manajerial maupun penyetaraan. Baik dalam segi legalitas serta kemampuan lulusan pesantren itu sendiri.

Sekarang, lanjut Menag, Kementerian Agama terus berupaya menyiapkan regulasi agar lulusan pesantren tetap bisa melanjutkan penddikan yang lebih tinggi, agar bisa menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks.

Ia pun mengajak para kiai, ustad dan para santri untuk menguasai teknologi informasi. Konten internet perlu dipenuhi oleh ajaran para kiai dan karenanya santri harus aktif mengisi dunia maya dengan aneka keilmuan pesantren.

Lukman Hakim berharap halaqah tersebut bisa menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti masyarakat pesantren dalam merespon dan mengantisipasi perkembangan globalisasi. Ia katakan, pemerintah akan terus berupaya bekerjasama dengan pesantren dalam membangun Indonesia.

Sebelumnya, Sesditjen Pendis? Ishom Yusqi dalam sambutannya mewakili Dirjen Pendis menyampaikan, bahwa pelaksanaan halaqah ini diikuiti oleh 169 peserta yang terdiri dari pimpinan ponpes, serta para kiai dan ustaz.

Acara dimaksudkan sebagai wahana silaturahim para pimpinan pondok pesantren, tempat bermusyawarah untuk pengembangan pendidikan dan kemandirian di masa mendatang, serta pengembangan tatakelola pondok pesantren.

Hadir dalam acara tersebut Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Sodaqoh dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng Abu Hapsin beserta jajarannya, ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Jateng Gus Abdul Ghaffar Razin dan sejumlah pengurus lembaga lajnah dan badan otonom NU Jawa Tengah. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal PonPes IPNU Tegal

Senin, 05 Desember 2011

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab

Jakarta, IPNU Tegal. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Farida Farichah menilai penggunaan jilbab oleh anggota polwan di Indonesia sudah semestinya diberikan keleluasaan. Karena, anggota polwan sebagai warga negara memiliki hak untuk mengenakan jilbab.

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Dukung Polwan Kenakan Jilbab

Demikian dikatakan Farida Farichah menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Selasa (19/11) yang mengizinkan anggotanya untuk mengenakan jilbab saat bertugas.

“Meskipun belum ada aturan mengenai itu, kelonggaran yang diberikan Kapolri Sutarman patut diapresiasi,” kata Farida, Selasa (19/11).

IPNU Tegal

Kebijakan dari Kapolri perihal jilbab dinilai tepat. Karena, Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim dan juga negara yang sangat demokratis. Dari kelonggaran itu, polwan yang ingin mengenakan jilbab bisa leluasa tanpa terganggu dengan masalah kedisiplinan.

IPNU Tegal

Apalagi mengenakan jilbab, lanjut Farida, juga tidak menghalangi atau mengurangi kinerja polwan. Malah mungkin, kredibiltas atau integritas anggota polwan dengan mengenakan jilbab akan lebih meningkat.

Keleluasaan seperti itu, menurut Farida, menjadi langkah positif untuk mendorong dan memberikan kesempatan yang sama bagi muslimah di Indonesia untuk ikut terjun di dunia kepolisian.

Terlebih lagi tidak adanya peraturan kedisiplinan yang melarang anggota polwan mengenakan jilbab, pungkas Farida. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, PonPes, Anti Hoax IPNU Tegal

Kamis, 27 Mei 2010

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

London, IPNU Tegal. Berbagai benncana yang menimpan Indonesia baik di Gunung Merapi, Wasior, maupun tsunami Mentawai menjadikan empati mahasiswa muslim berbagai negara di Rusia dan membantunya melalui "Gerakan 100 Rubel". Selain sholat ghaib di kampus Patric Lumumba (RUDN), Moskow, Rusia, mereka juga mengumpulkan uang.

"Bagi kami, bencana yang terjadi di Indonesia adalah bencana kita semua umat Islam di dunia. Untuk itu, kami berdoa bersama untuk saudara-saudara kita itu,"tutur mahasiswa kedokteran asal Komo Astrov, Afrika, Usman dan Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), Khoirul Rosyadi, Senin (15/11).

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

Dalam sholat ghoib yang difasilitasi itu diikuti tidak kurang dari 20 mahasiswa asing yang ada di Rusia serta mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Sholat Ghaib ini adalah bentuk empati kami, bahwa Indonesia adalah saudara kami,”ujar mahasiswa S3 jurusan sejarah Patric Lumumba, asal Yaman, Muhammad Siyagi.

IPNU Tegal

Menurut Khoirul Rosyadi, Sholat Ghoib oleh mahasiswa asing yang ada di Rusia tersebut, merupakan salah satu acara rangkaian yang dikoordinir oleh PERMIRA untuk bencana yang terjadi di Indonesia.

IPNU Tegal

Selain sholat ghaib juga mengadakan acara penggalangan dana untuk korban bencana. Dalam acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu, PERMIRA menggelar acara pentas amal seni oleh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang ada di Rusia.

Sekretaris PERMIRA, Adniel Roemza, mengatakan, dalam acara gerakan 100 Rubel untuk Indonesia, dipentaskan, puisi, lagu, monolog, dan tari-tarian Indonesia oleh mahasiwa dan pelajar Indonesia yang ada di Rusia. Acara itu digelar di Kedubes RI.

Sementara itu, ketua Fungsi Pensosbud, KBRI Moskow, M Aji Surya, mengatakan, apa yang dilakukan PERMIRA merupakan bentuk dari kepedulian mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Semoga niat baik ini juga menghasilkan hal yang baik pula," katanya.

Sedangkan, Asep Indra Maulana, ketua pelaksana acara tersebut menjelaskan, acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini, tidak saja diikuti oleh warga Indonesia yang ada di Rusia tetapi juga dari berbagai negara. Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini dihadiri oleh masyarakat Indonesia yang ada di Rusia dan juga warga Rusia yang peduli bencana Indonesia.

Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu akan berlangsung selama satu minggu.  Di hari pertama, Gerakan 100 rubel untuk Indonesia tersebut, terkumpul uang sebesar 30.350 rubel dan 155 Dolar Amerika. "Jumlah yang terkumpul itu, hanya di kota Moskow, Kota-kota yang lain belum terhitung,"demikian Adniel Roemza, sekretaris PERMIRA.(amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal PonPes, Pahlawan IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock