Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Gerakan Berbagi Buku GP Ansor Tambah Wawasan Masyarakat

Way Kanan, IPNU Tegal. Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Way Kanan Provinsi Lampung Desy Melda di Blambangan Umpu, Senin (6/7) menilai gerakan berbagi buku dimotori Pengurus Cabang GP Ansor setempat mendatangkan maslahat karena menambah wawasan masyarakat.

Gerakan Berbagi Buku GP Ansor Tambah Wawasan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Berbagi Buku GP Ansor Tambah Wawasan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Berbagi Buku GP Ansor Tambah Wawasan Masyarakat

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan buku dari alumni BPUN ini. Mudah-mudahan kegiatan dimotori oleh Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan ini bisa membawa dampak positif dan juga bermanfaat bagi kita semua," ujar Desy setelah menerima 40 paket buku (satu paket berisi dua buku) dimaksud dari kader muda NU tergabung dalam alumni Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2015.

Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 bekerjasama dengan PC GP Ansor, PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Waykanan secara bertahap akan mendistribusikan buku dari International Organization for Migration (IOM) kepada 227 kepala kampung, 14 camat dan 89 SMA sederajat di daerah itu.

IPNU Tegal

"Kami sedang berupaya untuk menambah perpustakaan kampung yang belum terbentuk dan membantu penambahan buku-buku yang ada di perpustakaan kampung yang sudah disediakan karena untuk saat ini bersifat meminjam. Karena itu, dengan adanya gerakan ini, otomatis sangat membantu apa yang telah diprogramkan pemerintah," papar Desy lagi.

IPNU Tegal

Buku dibagikan itu berjudul "Panduan Bekerja ke Luar Negeri Secara Resmi dan Aman" serta "Lika Liku Perdagangan Orang", mengulas tentang migrasi yang aman kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), lalu untuk mengembangkan monitoring perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) yang baik,  serta penyebaran tata cara TKI  yang aman, murah, cepat, dan bermartabat.

"Kami akan terus mengupayakan bagaimana caranya supaya minat membaca masyarakat terus meningkat seperti yang diharapkan. Peran organisasi kepemudaan seperti GP Ansor dan masyarakat sangat diperlukan sekali dalam upaya  menumbuhkan budaya minat membaca di Way Kanan," ujar Desy lagi.

Pendidikan merupakan politik yang harus dibela, demikian Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menambahkan. Karena itu, seperti maknanya yang berarti penolong, Ansor Way Kanan berkomitmen berpartisipasi untuk terlibat dalam pendidikan kendati sedikit, misalnya pada Mei lalu menggelar Sanlat BPUN untuk mendorong pelajar SMA sederajat di Way Kanan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri dan diapresiasi positif  oleh para peserta, Bupati, Ketua TP PKK hingga kepala sekolah di Way Kanan ni.

"Termasuk kegiatan berbagi buku dimaksud, semoga bisa menambah wawasan masyarakat mengenai migrasi aman. Selebihnya, mempelajari  Nabi Muhammad melalui tukang pos, yang amanah dan tidak mangkir saat diberi tanggung jawab. Kami hanya menyampaikan buku dari IOM Indonesia kepada pihak-pihak yang berhak," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu pula. (Saidi Fatah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Hikmah IPNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina

Jakarta, IPNU Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta menggelar aksi damai untuk Palestina di depan kantor Kedutaan Besar Palestina Jl Dipenogoro No 49 Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (12/07) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat di Jalur Gaza akibat agresi militer Israel.

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina

Dalam aksinya, IPNU DKI Jakarta meminta kepada perdana menteri Israel, Benyamin Nyetanyahu untuk segera merespon kecaman dunia, terkait dengan serangan yang dilakukan pihak militer Israel yang mengakibatkan ratusan korban dari warga sipil yang kebanyakan wanita dan anak-anak.

Pada kesempatan ini, dua perwakilan IPNU DKI diterima oleh Duta Besar Palestina Mr Fariz Mehdawi beserta staf. Mereka menyambut baik kedatangan pelajar-pelajar NU, seraya mengucapkan terima kasih atas aksi damai yang dilakukan.

IPNU Tegal

Mr. Fariz Mehdawi mengaku sangat terharu dengan kepedulian pelajar NU, dan ia menyebut ini sebagai langkah awal dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang berdasarkan pada ukhuwah islamiyah.

Ketua IPNU DKI Jakarta, Muhammad Said mengatakan, “Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kita atas penderitaan yang dialami saudara kita di Palestina sana, dengan harapan ada langkah konkret dari dubes Palestina dalam agresi militer tersebut."

IPNU Tegal

Sebagai tindak lanjut, katanya, pengurus IPNU DKI Jakarta akan mengadakan audiensi kembali bersama dubes dalam waktu dekat.

Aksi ini diikuti seluruh pengurus Pimpinan Wilayah IPNU DKI, pengurus Pimpinan Cabang dan Anak Cabang se-DKI Jakarta, serta para pelajar NU di tingkat SLTA maupun SLTP. (Mohammad Khoiron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam, Hikmah IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Suci Tanpa Deterjen

Mencuci pakaian adalah rutinitas harian bagi semua orang, entah hal itu dilakukan sendiri ataupun dilakukan oleh mesin cuci. Pada dasarnya mencuci pakaian bertujuan membersihkannya dari kotoran dengan menggunakan air. Adapun deterjen merupakan alat bantu mempermudah proses pencucian tersebut.

Secara fiqhy, tujuan mencuci pakaian adalah menjadikannya suci bukan bersih apalagi wangi. Mengingat fungsi pakaian sebagai salah satu syarat yang menjadikan sahnya shalat. oleh karenanya pakaian harus dalam keadaan suci, juga lebih afdhal jika bersih dan wangi.

Pada hakikatnya, mensucikan pakaian yang terkena najis cukup dengan menggunakan air saja, akan tetapi jika dengan deterjen proses pencucian lebih mudah maka tidak ada masalah. Sama sekali tidak ada kewajiban mencuci pakaian harus menggnuakan deterjen. Dalam Kitab Kifayatul Akhyar terdapat keterangan berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Suci Tanpa Deterjen (Sumber Gambar : Nu Online)
Suci Tanpa Deterjen (Sumber Gambar : Nu Online)

Suci Tanpa Deterjen

Syarat mensucikan sesuatu adalah dengan menggunakan air untuk menghilangkan najis, dan cukuplah air yang membersihkan najis.

Karena Islam adalah agama yang menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan, dan juga menjadikan bersuci dari najis sebagai salah satu syarat sahnya shalat, maka menjaga kebersihan dan kesucian menjadi prioritas yang senantiasa dilaksanakan.

IPNU Tegal

Dan tanpa memberatkan umatnya, maka pakaian menjadi suci cukup dengan menggunakan air saja, tanpa harus menggunakan deterjen atau sabun cuci. Seandainya mencuci harus menggunakan sabun cuci niscaya akan terasa berat bagi sebagian umat yang tidak mampu untuk memenuhinya. (Pen. Fuad H/ Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Nasional, Hikmah IPNU Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

PP Fatayat NU Pindah ke Kantor Baru

Jakarta, IPNU Tegal
Setelah melewati perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya PP Fatayat NU memiliki kantor baru yang terletak di Jl. Kramat Lontar i/60. Lokasi ini tak begitu jauh dengan kantor PBNU di Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Proses perpindahan ini baru berlangsung sekitar seminggu yang lalu.

Ketua Umum Fatayat Maria Ulfa Anshori mengungkapkan sebelum membangun gedung tersebut, memang mencari lokasi yang berdekatan dengan kantor PBNU. Dahulunya rumah tua di sebelah kantor PBNU yang diincarnya, tetapi karena permintaan harganya mahal, maka terpaksa mencari lokasi lain.

Pembangunan kantor baru tersebut dilatarbelakangi oleh kecilnya ruangan yang disediakan oleh PBNU untuk Fatayat. “Dahulu di gedung PBNU lama, kantor PP Fatayat lebih luas dari yang sekarang disediakan digedung baru sehingga PP Fatayat berfikir untuk membikin kantor baru,” tandasnya.

Dijelaskannya sebenarnya PP Fatayat berencana untuk menyewa ke pengelola gedung PBNU untuk memperluas kantornya dengan catatan mendapat diskon 50 persen, tetapi mereka tidak mau. “Kami mikir-mikir daripada 200 juta setahun untuk menyewa ruangan, lebih baik untuk membikin kantor sendiri,” tambahnya.

Rumah tua seluas 20 X 4 M di Jl. Kramat Lontar akhirnya dianggap cocok dan dibeli seharga 275 juta rupiah dan dibongkar untuk diganti dengan bangunan baru berlantai dua. Biaya pembangunan menghabiskan dana sekitar 300 juta rupiah.

“Sebelumnya banyak fihak yang menjanjikan bantuan dana, tapi janji tinggal janji dan kami berusaha mencicil sesuai kemampuan yang ada sampai akhirnya jadi begini,” imbuhnya.

Diatas bangunan dengan luas sekitar 200 meter persegi ini, saat ini semua aktifitas PP Fatayat dilaksanakan. Terdapat ruang rapat besar, ruang ketua umum dan bendahara umum, lemari-lemari untuk menyimpan data yang diletakkan disisi-sisi tembok berwarna hijau muda, dapur, kamar mandi, taman kecil didalam dan ruang penjaga. Sebagian ruangan saat ini juga digunakan untuk kantor sekretariat kongres Fatayat ke 13 Juli mendatang.

Meskipun pindah, nomer telepon 021-31908732 dan Fax 021-3197267 yang dahulu digunakan ketika berkantor di PBNU masih tetap digunakan. Sayang sekali kantor megah ini tidak memiliki lahan parkir sehingga pengurus atau tamu yang membawa mobil terpaksa parkir agak jauh.(mkf)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hikmah, Khutbah IPNU Tegal

PP Fatayat NU Pindah ke Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Fatayat NU Pindah ke Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Fatayat NU Pindah ke Kantor Baru

Kamis, 25 Januari 2018

PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa

Pariaman,IPNU Tegal. Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pariaman Satria Effendi mengungkapkan masih banyak ditemui mahasiswa yang tidak bersikap seperti layaknya mahasiswa. Hal ini terlihat dari sikap dan perilakunya yang tidak sesuai dengan status seorang mahasiswa.

Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, mengungkapkan hal itu saat membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ke-III Pengurus Komisariat STIE Sumbar, Sabtu (25/10), di TPA/MDA Masjid Raya Kampung Perak, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

PMII  Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa

Menurut Satria Effendi, mahasiswa memiliki peran amat penting dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Mengutip ungkapan dari Bung Karno, mahasiswalah kelak yang akan memimpin bangsa Indonesia. Untuk itu, Indonesia butuh mahasiswa.

IPNU Tegal

"Karena itu, mahasiswa harus siap membekali dirinya jadi pemimpin di negeri ini. Kalau mahasiswa tidak siap dalam memimpin, maka hancurlah Indonesia. Dengan demikian, di pundak mahasiswa terletak beban bangsa Indonesia ke depan," tambah Satria.

Satria mengakui, masih rendah minat mahasiswa di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman untuk berorganisasi. Padahal organisasi merupakan salah satu wadah melatih dan menyiapkan pemimpin masa depan.

IPNU Tegal

"Selama berorganisasi sudah pasti akan menghadapi hambatan, tantangan dan butuh perjuangan. Namun apa pun hambatan dan tantangan dihadapi adalah bagian proses pematangan diri. Kepada kader PMII terus ditekankan untuk tetap istiqamah selama berproses dalam perjuangan berorganisasi," tutur Satria mahasiswa pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Ditambahkan Satria, yakinkanlah diri saat berpikir dan berbuat untuk masyarakat, bangsa dan negara, berbagai hambatan akan dimudahkan oleh Allah Swt. Yang penting sebagai kader tidak boleh berputus asa.

Pembukaan MAPABA dihadiri  Ketua PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi Indra Saputra, Ketua Komisariat PMII STIT SB Rozi Yardinal, Ketua Komisariat PMII STIE Sumbar Iqbal. "Peserta MAPABA berasal dari mahasiswa STIE Sumatera Barat Pariaman, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, STIKIP Nasional Pauhkambar Padangpariaman dan STIKIP YDB Lubuk Alung Padangpariaman," kata Ketua Panitia Pelaksana Jefrizal.

Ditambahkan Jefrizal, MAPABA berlangsung selama 2 hari, hingga Ahad (26/10). Kegiatan tersebut bertema, “Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan mewujudkan tridarma perguruan tinggi di kalangan mahasiswa”.

Materi yang diberikan meliputi mahasiswa dan tanggungjawab sosial, motivasi dan semangat berorganisasi, Islam di Indonesia, antropologi kampus, teknik & praktek sidang, manajemen organisasi dan kepemimpinan, aswaja sebagai manhaj al-fikri, sejarah lokal PMII, emansipasi wanita (jender) dan nilai dasar perjuangan (NDP). (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Hikmah, Kyai IPNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Muslimat NU Merauke Dilantik

Merauke, IPNU Tegal. Sabtu malam (21/4) kemarin, Hotel Itese Merauke dibanjiri para undangan dalam acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU dan sekaligus Pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Merauke periode 2010-2015.

Pimpinan Wilayah Muslimat NU Papua dan Papua Barat Ibu Rahmatan secara resmi melantik Pengurus Muslimat NU Cab Merauke malam itu.

Muslimat NU Merauke Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Merauke Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Merauke Dilantik

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat R. Gatot Marsigit dan Sekretaris Daerah Daniel Pauta, Danlantamal XI, Wakil Ketua DPRD Merauke, Komandan Korem, Ketua MUI, Kementerian Agama Kab. Merauke, para pengurus NU dan organisasi Islam lainnya, Ketua GOW, Pembedayaan Perempuan dan Majelis ta’lim se-kota Merauke.

Momen tersebut sungguh sangat penting karen bertepatan dengan hari Kartini. Acara pelantikan dan Harlah tersebut mengambil  tema “Mari Tingkatkan Kesalehan Sosial Menuju Kemandirian Muslimat NU”.

IPNU Tegal

“Muslimat NU sudah berjalan 3 periode di Kabupaten Merauke ini dinilai cukup membantu program-program pemerintah dari bergai bidang, khususnya bidang Pendidikan dan Kesejahteraan,” demikian disampaikan Ibu Rahmatan di sela pelantikan.

IPNU Tegal

Di bidang pendidikan, Muslimat NU telah membangun 4 PAUD dan 1 TK dan di bidang Kesejahteraan Muslimat setempat juga telah banyak membantu kaum dhuafa dan anak yatim. Sementara di bidang Kesehatan hampir setiap momen penting Muslimat NU mengadakan Khitanan Massal.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syamsuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sholawat, Hikmah IPNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk

Jakarta, IPNU Tegal. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin berpendapat, pendidikan agama telah berkontribusi untuk menjadikan Indonesia seperti saat ini yakni negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan memiliki ekonomi yang stabil. Baginya, kalau tidak ada pendidikan agama yang moderat di lembaga pendidikan, Indonesia bisa menjadi negara dengan pemahaman keagamaan yang ekstrim.

“Secara inheren memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara ultra konservatif dengan jumlah muslim yang begitu besar. Bisa juga liberal,” katanya di Jakarta, Selasa (8/11).

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk

Namun hal itu tidak terjadi karena pengajaran agama di Indonesia baik di sekolah, pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi berhasil menciptakan infrastruktur sosial yang sangat kuat dan mengajarkan paham keagamaan yang moderat. 

Menurut Kamaruddin, pendidikan agama masih penting diajarkan di sekolah-sekolah. Hal itu untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi agar mereka tahu bagaimana cara beragama dalam masyarakat yang majemuk.

“Dan bagaimana cara berbangsa dan bernegara dalam konteks Indonesia yang religius,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa lembaga pendidikan agama masih memiliki banyak kelemahan yang harus segera diatasi seperti meningkatkan kualitas guru yang profesional dan kompeten, menambah jam pelajaran, memperbaiki kurikulum, dan menyediakan sumber-sumber bacaan yang memadahi. (Muchlishon Rochmat)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hikmah, RMI NU IPNU Tegal

IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock