Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Jakarta, IPNU Tegal

Proyek perluasan kilang Balikpapan (Refinery Unit V) yang dikelola PT. Pertamina, diperkirakan membutuhkan 20.000 tenaga terampil. Pemenuhan tenaga terampil tersebut sebagian akan diprioritaskan dari pekerja lokal, yakni dari daerah Kalimantan Timur.

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)
Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Terkait dengan rencana pemenuhan tenaga kerja, beberapa petinggi PT Pertamina melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Senin (20/11) kemarin.

"Kami sowan (silaturahim) ke Pak Menteri untuk menawarkan kerjasama pelatihan untuk  tenaga kerja lokal. Kebutuhan tenaga kerja terlatih sampai 20.000 orang, tapi sebagian akan dilatih dari tenaga kerja lokal sekitar 5000-7000 orang," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Ardhy N. Mokobombang.

Turut serta dalam rombongan audiensi adalah Vice President Refining Project Pertamina Ignatius Tallulembang, serta beberapa pejabat lainnya.

IPNU Tegal

Dijelaskannya, proyek perluasan kilang Balikpapan merupakan bagian dari program strategis meningkatkan kemandirian dan ketahanan energy nasional, baik peningkatan produksi BBM atau non BBM.

Kualitas produksi yang semula Euro 2 menjadi Euro 5. Proyek berdurasi 43 bulan ini akan menyerap tenaga kerja sedikitnya  20.000 orang. Saat kilang dioperasikan akan menyerap sekitar 2.500 orang pekerja.  

Rencananya, ground breaking mega proyek dengan investasi US$ 5 miliar ini akan  dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember atau Januari nanti.

IPNU Tegal

Terkait dengan rencana kerjasama menyiapkan pelatihan tenaga kerja terampil, saat ini pihak sedang menyusun silabi pelatihan yang akan diterapkan pada lima Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Timur. Atau di BLK lainnya sesuai kebutuhan pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker M Hanif Dhakiri menyatakan sangat mendukung adanya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

“Selain mendukung kemandirian energi dan dunia industri, proyek ini akan menyerap ribuan pekerja lokal.  Pemerintah dan Pertamina akan menyiapkan pelatihan bagi tenaga kerjanya,” kata Menaker.   

Menaker berjanji, untuk keperluan pemenuhan tenaga kerja lokal tersebut, pihaknya akan segera membuat tim khusus (pertamina dan Kemnaker) untuk menyusun silabus, instruktur, dan peralatan yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.  (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, News, Meme Islam IPNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Surabaya, IPNU Tegal - Konsep Islam Nusantara terus diperbicangkan oleh akademisi, mahasiswa dan publik. Sebagai gagasan, Islam Nusantara harus dikokohkan dengan konstruksi epistemik dan metodologi agar dapat diterima publik muslim internasional.

Hal ini terekam dalam diskusi yang dihadiri oleh Prof. Dr. Masdar Hilmy dari UIN Sunan Ampel Surabaya, peneliti Islam Nusantara Munawir Aziz, dan Pradana Boy ZTF dari UMM Malang.

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Agenda ini diselenggarakan di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (7/9) atas prakarsa Perpustakaan UIN Surabaya, Mitra Firdaus, dan Penerbit Mizan. Dalam diskusi ini, mereka membahas buku Islam Nusantara: dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan (Mizan, 2015) dan Islam Berkemajuan (Mizan).

IPNU Tegal

Dalam diskusi ini, Munawir Aziz menjelaskan tentang sisi-sisi penting dari gagasan Islam Nusantara. "Islam Nusantara itu menjadi produk pengetahuan yang berakar pada tradisi masyarakat di negeri ini. Nusantara tidak sekadar konsep geografis, namun juga strategis dan ideologis," jelas Munawir.

Menurutnya, Islam Nusantara menjadi tawaran alternatif gagasan bagi publik muslim internasional di tengah konflik Timur Tengah dan kekacauan Turki.

IPNU Tegal

Sementara Prof Dr Masdar Hilmy menjelaskan bahwa Islam Nusantara perlu diteruskan dengan menjelaskan teori dan epistemologinya. "Harus ada kiai-kiai dan akademisi NU yang fokus untuk membangun gagasan Islam Nusantara. Dengan demikian, Islam Nusantara menjadi konsep yang jelas dan dapat diterima publik internasional," terangnya.

Prof Masdar Hilmy adalah santri Kiai Mashum Lasem dan merupakan Asisten Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel.

Dalam diskusi ini, mereka membahas sinergi Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan yang dapat menjadi gagasan strategis bagi masyarakat muslim negeri ini. Islam Nusantara yang berkemajuan, inilah yang menjadi penerus gagasan untuk Islam yang damai, moderat, ramah dan toleran. (Firdaus/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Kajian, Sholawat IPNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

LPBI NU Blitar Dirikan 8 Posko Pengungsi

Blitar, IPNU Tegal. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) Kabupaten Blitar mendirikan posko di 8 (delapan) desa untuk masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Kelud (14/2). Posko-posko didirikan di salah satu kecamatan terdampak paling parah erupsi Gunung Kelud, yaitu Kecamatan Gondosari.

Para relawan LPBI NU bersama PCNU, MWCNU dan banom NU di Kabupaten Blitar telah melakukan kegiatan kemanusiaan, di antaranya turut serta mengevakuasi masyarakat dari zona bahaya erupsi Kelud, dan mendirikan posko sejak tanggal 13 Februari 2014.

LPBI NU Blitar Dirikan 8 Posko Pengungsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Blitar Dirikan 8 Posko Pengungsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Blitar Dirikan 8 Posko Pengungsi

Sampai hari ini, terdapat 28.003 KK (Kepala Keluarga) yang terdiri dari 96.843 jiwa di Kabupaten Blitar yang terdampak erupsi Gunung Kelud.

IPNU Tegal

Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH. Masdain, mengatakan bahwa pusat evakuasi ditempatkan di masjid dan mushola. Hal ini dilakukan agar fungsi sosial masjid dan mushola dapat semakin dirasakan oleh masyarakat selain juga karena secara fisik, memiliki struktur bangunan yang luas, kokoh dan memiliki ketersediaan air yang cukup memadai.

IPNU Tegal

Lebih lanjut, KH Masdain mengatakan bahwa masyarakat terdampak erupsi Gunung Kelud saat ini sangat membutuhkan masker, tikar, peralatan shalat (mukena/sarung), megaphone, dan sembako.

Di Kabupaten Blitar, erupsi Gunung Kelud berdampak pada 4 (empat) kecamatan yang tersebar di 13 (tiga belas) desa di Kabupaten Blitar. Kecamatan paling parah terdampak erupsi Gunung Kelud, yaitu Kecamatan Gondosari dan Kecamatan Legok.

Sementara desa terdampak erupsi Gunung Kelud di anataranya Kampung Aceh, Semen, Krisik, Nambaan, Sukosewu, Sumber Agung, Kampung Anyar, Bantaran, Puncuh, dan Karangkrejo. (Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian IPNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU

Pati, IPNU Tegal. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh tidak akan memberikan surat rekomendasi atau dukungan kepada salah satu kader NU yang maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub). Para pengurus dan warga NU disilakan menggunakan hak politiknya secara bebas dan tidak membawa atribut organisasi.



Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU

“NU jangan sampai terlibat dalam politik praktis, kalau sudah terlibat, ya berarti sudah tidak benar”, kata pemimpin tertinggi NU itu dalam forum silaturrahmi yang digelar di kediamannya di Kajen Margoyoso Pati Jawa Tengah, Sabtu (23/2). Agenda bertajuk “Forum Silaturrahmi PCNU dan KH Sahal Mahfudh”.

Kontributor IPNU Tegal Moena Aziz melaporkan, kegiatan itu dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU Jawa Tengah dan PCNU se-Jawa Tengah. Di antaranya, KH Muhammad Adnan, KH Masruri Mughni, Dr Abu Hafsin, KH Muadz Thohir dan beberapa kiai lainnya.

IPNU Tegal

Sebagian besar peserta menyampaikan “uneg-uneg” mereka tentang dinamika NU dalam ranah politik lokal. Di berbagai daerah, NU sering didekati elite politik agar dapat terjalin kerjasama. Ketua PCNU Pati, KH Muadz Thohir dalam kesempatan itu menyampaikan keluhan tentang politisasi NU di berbagai daerah, hingga adanya parpol yang menggunakan simbol NU untuk menarik massa.

Hal tersebut ditanggapi oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh, pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, dengan sangat antusias. Kiai Sahal Mahfudh menegaskan bahwa posisi NU sebagai jam’iyyah (organisasi) perlu dilepaskan dari konteks pribadi-pribadi, hubungannya dengan persoalan politik praktis.

IPNU Tegal

Dikatakannya, dalam ranah organisasi, NU tidak diperkenankan bergelut dalam kubangan politik, karena bertentangan dengan khittah NU, yang ditegaskan dalam muktamar Situbondo 1984.

Kiai Sahal mengingatkan, agenda pemberdayaan kaum nahdliyyin sering mengalami disorientasi dan tak jelas makna serta arahnya ketika pengurus NU sibuk dengan dunia politik. Garis perjuangan organisasi akan semakin kabur. “Politik akan lebih membawa madlarat daripada maslahat,” katanya.

Pada forum itu sempat terjadi perdebatan hangat tentang relasi NU dengan partai politik. Perbincangan dalam forum silaturrahmi itu berkisar tanggapan tentang banyaknya kader NU yang terjun di arena pertarungan Pilgub dan Pilkada.

Kiai Sahal menegaskan, sebagai Rais Aam PBNU dirinya tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu kader NU yang maju dalam Pilgub. Dikatakannya, forum silaturrahmi yang saat itu diadakan adalah murni agenda ulama.

“Sebagai shohibul bait, saya mengundang ulama dan pengurus NU, atas nama pribadi, bukan dengan legitimasi sebagai Rais Am PBNU. Untuk itu, forum ini tidak ada tendesi politis apapun. Tujuan saya, forum ini untuk menyegarkan kembali hubungan silaturrahmi antar ulama,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Wakil Ketua PWNU Jateng, Dr Abu Hafsin yang bertindak sebagai moderator mengatakan bahwa forum silaturrahmi bukan bermaksud sebagai agenda penggiringan suara kepada kader NU. “Ini murni forum silaturrahmi, bukan agenda penyatuan suara politik,” katanya.

Mengenai pencalonan KH Muhammad Adnan dalam Pilgub Jateng, Dr. Abu Hafsin menjamin ketua PWNU Jateng itu akan mematuhi peraturan organisasi. “Pak Adnan mematuhi garis perjuangan dan peraturan organisasi. Kalau nanti sudah mendaftar ke KPUD Jateng, beliau akan mengajukan surat non-aktif sebagai Ketua PWNU,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Kajian, Pendidikan IPNU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Napak Tilas Perjuangan Kiai As’ad Diikuti 10.000 Orang

Jember,IPNU Tegal



Napak Tilas untuk mengenang sejarah perjuangan Kiai As’ad Syamsul Arifin dalam mengusir penjajah di Dusun Curah Damar, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember, Jawa Timur, dimulai Selasa (14/11). Lebih dari 10.000 orang ambil bagian dalam napak tilas kali ini. Dengan mengambil start di halaman Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Jember, mereka berjalan kaki menuju arah selatan melewati jalan yang pernah dilalui Kiai As’ad saat berjuang mengusir penjajah.

Napak Tilas Perjuangan Kiai As’ad Diikuti 10.000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Napak Tilas Perjuangan Kiai As’ad Diikuti 10.000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Napak Tilas Perjuangan Kiai As’ad Diikuti 10.000 Orang

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf? yang didapuk melepas napak tilas. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa Kiai As’ad merupakan sosok ulama sekaligus pejuang yang selama hidupnya telah mendarmabaktikan tenaga dan pikirannya untuk bangsa dan negara tercinta, Indonesia.

Namun yang terpenting dari momentum napak tilas tersebut, katanya, adalah harapan munculnya semangat yang tinggi dari masyarakat untuk meneladani kegigihan Kiai As’ad dalam berjuang untuk membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajah. “Semangat itulah yang harus kita teladani saat ini. Semangat? untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ucapnya.

IPNU Tegal

Dalam pelepasan tersebut, hadir antara lain Wakil Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief, Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad, pejabat Kemensos RI dan sejumlah ulama.

IPNU Tegal

Sejurus kemudian, Gus Ipul –sapaan akrabnya— melepas peserta napak tilas tersebut. Dengan memekik Allahu Akbar, mereka pun memulai perjalanan sejauh 45 kilometer dengan durasi waktu 2 hari tersebut. Napak tilas itu dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo, Kiai Azaim Ibrahimy yang tak lain adalah cucu Kiai As’ad. Dengan menggunakan tongkat, Kiai Azaim pun melangkahkan kakinya didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan alumni pesantren yang diasuhnya serta peserta napak tilas di belakangnya.

Mereka akan singgah di beberapa titik yang sudah disiapkan hingga keesokan harinya sampai di Dusun Curah Damar. Yang menarik, di salah satu titik itu peserta napak tilas juga disambut umat nonmuslim. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Ratusan Santri Yafata Ikuti Silat Pagar Nusa

Subang, IPNU Tegal. Bakda Ashar, tiap Jumat di Pesantren Yafata Desa Marengmang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat lebih dari seratus santri mengikuti latihan silat yang diselenggarakan atas kerjasama Pesantren Yafata dengan Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Subang.

Ratusan Santri Yafata Ikuti Silat Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Yafata Ikuti Silat Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Yafata Ikuti Silat Pagar Nusa

Dari Pantauan IPNU Tegal pada hari Jumat (25/1) kemarin para peserta terlihat antusias mengikuti latihan silat tersebut. Menurut pengakuan ketua peserta latihan, Deden Muhammad Fauzi Ridwan (17) mengatakan bahwa santri Pesantren Yafata memang selalu semangat dalam mengikuti kegiatan mingguan ini.

“Kita baru mulai beberapa minggu yang lalu, jadi baru belajar kurang lebih dua jurus,” ujar Siswa kelas XII MA Yafata tersebut.

IPNU Tegal

Lebih lanjut ketua IPNU Kecamatan Kalijati ini menambahkan bahwa selain sebagai ajang olah raga, latihan silat ini juga dijadikan sebagai media dalam pengembangan minat dan bakat para santri di Pesantren Yafata.

IPNU Tegal

Di tempat yang sama, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Subang, Totoh Bustanul Arifin (30) menyampaikan tujuan diadakannya latihan silat ini adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para santri.

“Ingin mengembangkan pengetahuan dan kretifitas para santri, santri kan kalau ngaji sudah biasa, nah kita ingin mereka dibekali juga dengan pengetahuan bela diri,” paparnya.

Selain itu, latihan silat ini juga merupakan salah satu program Pagar Nusa Kabupaten Subang di tahun 2013 yang ingin mencetak 1000 pesilat di Kabupaten Subang.

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa, Habib, Kajian IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter

Jakarta, IPNU Tegal

Hari lahir (harlah) Ke-90 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada tanggal 31 Januari mendapat ucapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta menyampaikan ucapannya melalui akun twitter pribadinya pada Ahad (31/1/2016).

Dalam ucapan selamatnya kepada NU, Jokowi berharap NU selalu menjaga kebhinnekaan serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Hal ini ditegaskan, karena selama ini banyak gerakan dan paham radikal yang cenderung berpotensi memecah belah perdamaian dan keutuhan bangsa Indonesia.

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter

“Selamat Milad NU ke-90. Tetap setia mengawal kebhinnekaan dan wujudkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta,” tulis Jokowi.

Ucapan selamat dari Presiden Jokowi mendapatkan ribuan respon dari followernya. Saat berita ini ditulis, tweet ucapan Jokowi di-retweet oleh 1225 orang, di-like oleh 882 orang, dan di-replay tak kurang dari 120 orang.?

IPNU Tegal

Sebelumnya, PBNU dan PSNU Pagar Nusa yang menyelenggarakan peringatan Harlah Ke-90 NU menegaskan bahwa NU berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara. Komitmen ini terus digelorakan, karena NU melihat banyak gerakan dan paham yang cenderung mencerai-berai keutuhan bangsa yang sejak dahulu hingga kini terus dibangun oleh para ulama, khususnya ulama pesantren.

“Sinergi dan keselarasan antara agama nasionalisme hingga kini terjaga karena jasa dan perjuangan para ulama yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sabtu (30/1/2016).

Ulama Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, lanjut Kang Said, beserta para ulama lain tidak mempunyai ambisi mendirikan khilafah seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama Timur Tengah hingga kini. Karena menurutnya, agama dan nasionalisme sangat bisa berjalan beriringan membangun bangsa yang satu.

“Tugas kita saat ini meneruskan perjuangan ulama-ulama NU dari rongrongan paham radikal berbaju agama yang justru ingin membuat Indonesia porak poranda seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah karena mengusung khilafah,” tegas Kiai asal Kempek Cirebon ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pesantren, Kajian, Pendidikan IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock