Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Komisariat IPNU-IPPNU Se-Jatim Siap Isi Kekosongan Kaderisasi di Kampus

Surabaya, IPNU Tegal. Para aktivis mahasiswa NU yang terwadahi dalam Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Palajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) menyatakan siap mengisi kekosongan organisasi resmi NU di perguruan tinggi tanpa harus membentuk badan otonom baru.

Lebih jauh lagi, seluruh kader PKPT yang hadir dalam pertemuan itu menyatakan siap mengisi kekosongan banom di tataran mahasiswa tanpa harus membentuk banom baru. Kesiapan itu juga diperkuat dengan komitmen pendirian PKPT IPNU-IPPNU di seluruh wilayah tanah air.

Komisariat IPNU-IPPNU Se-Jatim Siap Isi Kekosongan Kaderisasi di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisariat IPNU-IPPNU Se-Jatim Siap Isi Kekosongan Kaderisasi di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisariat IPNU-IPPNU Se-Jatim Siap Isi Kekosongan Kaderisasi di Kampus

Kesepakatan itu muncul dalam pertemuan 28 PKPT IPNU-IPPNU dan Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Jatim yang diselenggarakan di Aula lantai 3 PWNU Jawa Timur, Surabaya, 14-15 Maret 2015. Dari luar Jatim, hari pula PKPT IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang dan IAIN Banten.

IPNU Tegal

Kegiatan yang difasilitasi penuh oleh PW IPNU-IPPNU Jawa Timur tersebut juga menghasilkan beberapa poin rekomendasi yang diharapkan mampu memperkuat eksistensi PKPT IPNU-IPPNU di Indonesia, terkhusus di Jawa Timur. Di antaranya, PW IPNU-IPPNU Jatim mesti melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap PKPT IPNU-IPPNU dan berkoordinasi dengan PC IPNU-IPPNU di masing-masing kabupaten/kota.

Menurut ketua PW IPNU Jatim Imam Fadlli, kader PKPT IPNU-IPPNU merupakan aset yang sangat berharga bagi organisasi kader seperti IPNU-IPPNU. Ia mengapresiasi pertemuan itu dan menyatakan kesiapannya untuk mendampingi dan memberi pembinaan terhadap kader PKPT yang telah berkembang sangat pesat.

IPNU Tegal

Selain itu, Ketua PW IPPNU Rosa menambahkan bahwa PKPT mempunyai peran yang sangat strategis dalam membantu kepengurusan di pimpinan cabang dan wilayah. “Kader-kader IPNU-IPPNU yang ada di PKPT mempunyai kontribusi besar terhadap keberlangsungan organisasi kita ini, oleh karena itu semangat ini harus selalu kita jaga,” tegasnya.

Ahmad Ainun Najib, salah satu koordinator acara, menyatakan bahwa ikhtiar baik dan semangat perjuangan seluruh kader PKPT yang terus berkembang hingga saat harus diperjuangkan oleh semua pihak.

“Kami berharap agar seluruh jajaran pengurus IPNU-IPPNU yang berada di Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat agar senantiasa mendampingi dan memperjuangkan seluruh rekomendasi yang telah dihasilkan dalam pertemuan ini” terangnya.

Najib juga menandaskan bahwa ikhtiar ini merupakan salah satu bentuk amal jariyah dan pengabdian mahasiswa NU terhadap organisasi ini (IPNU-IPPNU) melalui perguruan tinggi.” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Pendidikan IPNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Makassar, IPNU Tegal. Ketua Tanfidiziyah PCNU Makassar Abd Wahid Thahir resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM. Rasjidi, Gedung Kemenrterian Agama RI Jl. MH Thamrin, Rabu (4/3).

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Setelah dilantik, pria yang dikenal dekat dengan para ulama dan warga nahdliyin tersebut, secara khusus mendatangi Anregurutta KH Sanusi Baco di Lailatul Ijtima NU Sulsel di kediaman Prof Dr dr Dali Amiruddin, Kamis (5/4).

Dalam sambutannya di acara itu, Wahid Thahir mengucapkan rasa syukur atas atensi dan doanya yang diberikan warga nahdliyin, khususnya Anregurutta Kiai Sanusi Baco sehingga mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Kantor Kemenag Sulsel.

IPNU Tegal

Pria yang pernah menjadi aktivis IPNU dan PMII tersebut berkomitmen mwndukung ormas keagamaan. Wahid Thahir berjanji akan membangun sinergitas program pemberdayaan umat beragama.

Karena menurutnya program ini, akan melahirkan komunikasi yang intens antarsesama umat beragama.

IPNU Tegal

Anregurutta Sanusi Baco memintanya untuk menjalankan amanah dengan baik dan tentunya memberikan manfaat kepada umat beragama di Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan IPNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Lezatnya Masjid Berbahan Intip

Solo,IPNU Tegal. Cara unik dilakukan oleh salah satu hotel di Kota Solo untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Pihak pengelola hotel membuat miniatur masjid yang terbuat dari jajanan khas Kota Solo, intip.

Lezatnya Masjid Berbahan Intip (Sumber Gambar : Nu Online)
Lezatnya Masjid Berbahan Intip (Sumber Gambar : Nu Online)

Lezatnya Masjid Berbahan Intip

Selain menggunakan panganan berbahan baku nasi tersebut, masjid berdimensi 2×1,5x 1 meter tersebut juga dibuat dari beberapa makanan ringan tradisional lainnya seperti

rengginang dan keripik pisang.

Executive Chef hotel tersebut, Topan Noer menjelaskan, untuk membangun miniatur masjid tersebut, menghabiskan 15 kilogram intip, 3-5 kilogram kurma, 2-3 kilogram kismis serta dark coklat.

IPNU Tegal

“Miniatur masjid ini terinsipirasi bangunan masjid di Yordania yang terbuat dari bongkahan batu yang jika dilihat dari dekat pada dindingnya akan terlihat tekstur batu yang tidak beraturan,” terangnya, Jumat (27/6).

IPNU Tegal

Topan memaparkan alasan penggunaan makanan tradisional untuk membuat miniatur masjid tersebut, yakni untuk melestarikan kuliner Indonesia dan juga mengenalkan panganan khas Solo.

“Apalagi, mayoritas tamu yang menginap di sini berasal dari luar kota. Karena itu, kita juga sediakan contoh makanan yang kita gunakan untuk bisa dicicip,” ungkap Topan.

(Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Pendidikan, Fragmen IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka

Jakarta, IPNU Tegal. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama kembali menggelar sidang itsbat penentuan Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1436 H nanti secara terbuka. Ada lima argumentasi yang disampaikan.

“Pertama, sidang itsbat itu merupakan syiar Islam di tengah masyarakat yang sedang hiruk pikuk,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri dalam konferensi pers terkait penetapan Idul Fitri di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (2/7).

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka

Kedua, kata Kiai Ghazalie, sidang itsbat merupakan sarana silaturrahmi antar berbagai ormas dengan masyarakat luas yang menyaksikan sidang secara langsung dari layar televisi.

IPNU Tegal

Ketiga, sidang itsbat yang dilakukan secara terbuka diharapkan dapat memberikan pencerdasan kepada umat. Masyarakat memperoleh banyak pengetahuan tentang agama Islam, terutama terkait berbagai ketentuan mengenai penetapan awal bulan hijriyah.

IPNU Tegal

Keempat, melalui sidang yang disiarkan secara langsung, masyarakat akan mendapatkan informasi secara cepat, tanpa menunggu lama.

Kelima yang terpenting menurut Lanjnah Falakiyah PBNU, pelaksanaan sidang itsbat yang dipantau langsung oleh masyarakat luas sebenarnya mengarahkan semua pihak untuk mengikuti ketetapan pemerintah berserta berbagai ormas Islam, para tokoh masyarakat dan pakar astronomi.

“Melalui sidang itsbat terbuka yang diikuti semua ormas itu maka kemudian tidak ada lagi yang mengatakan, kami mengikuti ormas kami. Semua mengikuti pemerintah,” kata Kiai Ghazalie.

Pelaksanaan sidan itsbat untuk penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dilakukan secara terbuka selama kurang lebih sebelas tahun, sejak era Menteri Agama Said Aqil Husein Almunawwar. Sidang itsbat dilakukan secara tertutup setahun belakangan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Terkait penetapan Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal, Lajnah Falakiyah mengimbau masyarakat menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit yang dilakukan pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H bertepatan dengan tanggal 16 Juli 2015, yang diikuti dengan pelaksanaan sidang itsbat di Kantor Kementerian Agama.

Menurut Kia Ghazalie, penetapan Idul Fitri dilakukan dengan dua cara sekaligus, yakni hisab dan rukyat. Berdasarkan hasil hisab Lajnah Falakiyah hilal sudah mungkin diamati pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H, meskipun masih sangat rendah 3 derajat.

“Jika tanggal 29 itu hilal sudah terlihat, maka berarti besoknya atau bertepatan dengan tanggal 17 Juli sudah Idul Fitri. Tapi jika tidak terlihat maka kita istiqmal-kan puasanya menjadi 30 sehingga tanggal 1 Syawal bertepatan dengan 18 Juli,” kata Kiai Ghazalie. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Sholawat, Pendidikan IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU

Bondowoso, IPNU Tegal

Sekolah Menengah Atas (SMA) Nahdlatul Ulama 01 Kabupaten Bondowoso menindaklanjuti pelatihan jurnalistik Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU) beberapa waktu lalu dengan menerbitkan Buletin Mata Air NU.

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU

Pemimpin Redaksi Buletin Mata Air NU Reni mengatakan, nama buletin tersebut berdasarkan usulan salah satu tim redaksi. Nama ini merupakan perpaduan dari tiga kata, yaitu Mata, Air, dan NU. Dengan “Mata” diharapkan masyarakat melihat berita-berita dalam buletin yang pihaknya terbitkan sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara “Air” mengacu pada fungsinya sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup, baik

IPNU Tegal

manusia, hewan, dan tumbuhan. “Harapannya, media buletin Mata Air NU ini bisa menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat,” kata gadis yang masih duduk di kelas 11 itu.

Yang terakhir adalah kata “NU”. Menurutnya, ini bukan hanya lantaran SMA tempat penerbitan buletin tersebut berada di bawah naungan NU, melainkan juga agar buletin ini mendapatkan doa barokah dari para pendiri NU.

IPNU Tegal

Sebagian siswa-siswi SMA NU 01 setempat yang merupakan tim redaksi Buletin Mata Air NU berkumpul di ruang kelas 11 SMA NU 01 Belindungan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (11/5). Mereka menyiapkan email redaksi.

Tak hanya itu, mereka juga berbagi peran untuk mengerjakan pengetikan sejumlah tulisan. Ada yang menulis puisi, cerpen, juga ada yang menulis berita kegiatan di pondoknya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Pendidikan IPNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa

Probolinggo, IPNU Tegal. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo mewisuda mahasiswanya di Gedung Islamic Centre (GIC) Kota Probolinggo, Kamis (1/10). Ada sebanyak 189 mahasiswa yang lulus pada tahun akademik 2014-2015 dari sekolah tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.

Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 64 mahasiswa D-3 Akademi Kebidanan (Akbid), 30 mahasiswa D-3 Akademi Keperawatan (Akper), 29 mahasiswa S-1 Keperawatan dan 66 mahasiswa D-4 Bidan Pendidik. Para wisudawan dikukuhkan oleh Ketua Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah.

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Probolinggo H. Asy’ari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan. Ia berharap, kelulusan para perawat dan bidan itu bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Khususnya dalam hal pengembangan pembangunan di sektor kesehatan.

IPNU Tegal

“Tak lupa kami sampaikan terima kasih pada Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong yang bertahun-tahun telah mencetak para perawat dan bidan yang berdedikasi tinggi. Kami mendoakan semoga ikhtiar pondok pesantren ini mendapat rahmat dari Allah SWT,” katanya.

Sementara Ketua Yayasan Hafshawaty Pondok Pesantren Zainul Hasan KH Moh Hasan Mutawakkil Allah mengatakan, wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh masing-masing wisudawan. Bagi yang ingin terus menuntut ilmu, bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

IPNU Tegal

“Bagi yang ingin bekerja bisa memanfaatkan mitra kerja Stikes Hafshawaty. Seperti magang di puskesmas dan beberapa rumah sakit. Kami doakan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai profesinya masing-masing,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur ini berharap, agar ilmu yang didapat selama di bangku kuliah bermanfaat bagi masyarakat. “Ilmu harus diamalkan jika ingin bermanfaat. Amalkan ilmu yang kalian dapat kepada sesama manusia. Semoga para wisudawan dan santri Genggong mendapatkan kemudahan dari Allah dalam mengamalkan ilmunya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Halaqoh, Pendidikan IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Jakarta, IPNU Tegal. Meninggalnya KH Muchit Muzadi yang merupakan salah satu murid langsung dari Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari meninggalkan duka yang mendalam bagi warga NU. Semasa hidupnya, ia membaktikan seluruh hidupnya untuk kebesaran NU.

Katib Syuriyah PBNU H Asrorun Niam Sholeh menilai Kiai Muchit merupakan konseptor dan ideolog NU dalam bidang keagamaan maupun kebangsaan. Ia merupakan tokoh di balik layar yang menjadi pemantik perubahan besar.

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Kepada KH Hasyim Asyari, Mbah Muchit tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar berorganisasi dengan masuk dalam NU pada 1941. Di Tebuireng, Muchit muda bersentuhan dengan para aktivis NU, diantaranya dengan Ahmad Siddiq yang kemudian menjabat rais aam PBNU.

IPNU Tegal

Saat rais aam PBNU dijabat oleh KH Ahmad Siddiq, Mbah Muchit dipercaya menjadi sekretaris pribadi dan menjadi “dapur” dalam berbagai perumusan strategis NU, seperti rumusan aswaja, hubungan Islam dan negera, dan mencari rumusan pembaharuan pemikiran Islam serta strategi pengembangan masyarakat NU.

IPNU Tegal

“Salah satu yang fenomenal adalah khittah Nahdliyah dan hubungan NU dengan politik serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal,” katanya.

Dengan dibantu Mbah Muchit, maka langkah KH Ahmad Siddiq mampu mengimbangi gerak dan langkah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sehingga dalam waktu singkat NU menjadi organisasi yang sangat maju dan berperan besar dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

“Sukses duet KH Ahmad Siddiq dan Gus Dur tak lepas dari pikiran kreatif Mbah Muchit,” imbuhnya.

“Mari kita sebagai umat Islam dan warga NU khususnya mendoakan beliau, melakukan shalat janazah, shalat ghaib di masjid-masjid dan musholla, bertakziah dan bertahlil untuk beliau,” ajaknya.

Tak lupa, Asrorun Niam juga mengajak warga NU untuk meneladani perbuatan baik yang selama ini telah dilakukan oleh kakak dari mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini.

“Selamat jalan, semoga khusnul khotimah, jasa dan pahalanya dilipatgandakan pahalanya, dosa dan kesalahannya diampuni, dan kita diberi kekuatan untuk meneladani ketokohannya dan meneruskan perjuangannya,” katanya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan, Olahraga, Berita IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock