Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Januari 2018

Surat Kemenkumham Kian Kukuhkan Kepengurusan PBNU

Surabaya, IPNU Tegal. Legalitas kepengurusan hasil Muktamar ke-33 NU semakin kuat. Hal ini seiring dengan adanya keputusan Menteri Hukum dan HAM RI yang dikeluarkan 8 September 2015 lalu. "Setidaknya ada tiga alasan yang semakin menguatkan kepengurusan PBNU hasil Muktamar ke-33 di Jombang awal Agustus 2015," kata KH Sholeh Hayat, SH, Selasa (10/11).

Wakil Ketua PWNU Jatim ini kemudian memberikan rincian bahwa legalitas kepengurusan PBNU tidak lagi terbantahkan. "Pertama adalah kepengurusan hasil Muktamar ke-33 NU telah diterima oleh Presiden RI di istana kepresidenan pada tanggal 27 Agustus lalu," katanya. Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yakni KH Maruf Amin dan KH Said Aqil Siroj bersama sebagian pengurus harian telah diterima presiden dengan baik, lanjutnya.

Surat Kemenkumham Kian Kukuhkan Kepengurusan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Kemenkumham Kian Kukuhkan Kepengurusan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Kemenkumham Kian Kukuhkan Kepengurusan PBNU

Penguatan kedua adalah kehadiran Presiden RI pada pelantikan PBNU periode 2015 hingga 2020 di Masjid Istiqlal Jakarta, 5 September 2015. "Ini semakin meyakinkan bahwa secara hukum, keberadaan kepengurusan telah diakui negara," ungkapnya.

IPNU Tegal

Dan yang terbaru adalah dikeluarkannya keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM RI bernomor AHU – 70 AH.01.08 tahun 2015 tentang kepengurusan PBNU.

"Sehingga dengan demikian kepengurusan PBNU hasil Muktamar ke-33 yang berlangsung di Jombang telah diakui negara," kata KH Sholeh Hayat sembari menunjukkan salinan surat dimaksud.

IPNU Tegal

Mantan anggota DPRD Jatim ini tidak menampik adanya sejumlah kalangan yang masih mempersoalkan keabsahan kepengurusan PBNU. "Tapi kami rasa, itu adalah sebagai bagian dari dinamika yang ada di NU," katanya. Selanjutnya, setelah tiga fakta tersebut, semua pihak hendaknya dalam kembali bergabung dalam satu barisan dalam berkhidmat kepada NU, lanjutnya.

Kiai Sholeh, sapan akrabnya menandaskan ada banyak persoalan umat dan bangsa yang mendesak untuk segera disikapi dan dicarikan formula pemecahan terbaiknya. "Mari satukan kekuatan untuk mencarikan solusi terbaik agar bangsa ini segera dapat keluar dari berbagai masalah," katanya. Dan hal itu dapat dilakukan antara lain dengan terus memberikan dukungan kepada kepengurusan PBNU hingga daerah sehingga bisa berkiprah dengan lebih baik, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

?

Rabu, 17 Januari 2018

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

Jombang, IPNU Tegal. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur sedang mempersiapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja tingkat Jawa Timur.

"Kegiatan ini dalam mata rangkai menyambut Isra Miraj dan hari lahir NU yang ke-89," kata Abdurrouf, Kamis (23/4). Ketua panitia kegiatan yang bertema “Penguatan peran pondok pesantren sebagai benteng pertahanan Islam ala Aswaja dan NKRI” ini akan berlangsung 8 Mei mendatang dan dipusatkan di Pesantren Tebuireng.

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

"Seperti diketahui, IPNU merupakan salah satu pilar penyangga pembinaan? generasi bangsa yang bertaqwa, berilmu, berkarya, serta memiliki kedudukan yang strategis sebagai wahana kaderisasi putra dan putri Nahlatul Ulama," kata Ketua PK IPNU Tebuireng, M. Iqbal Abdurrouf.

IPNU Tegal

Dengan kegiatan ini diharapkan akan lahir insan yang bermutu di kalangan generasi muda, khususnya dari? IPNU. "Generasi muda merupakan aset terbesar yang dimiliki bangsa dan negara, karenanya upaya menjadikan mereka terutama pelajar NU sebagai penerus yang mampu mengembangkan bakat, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen untuk memperjuangkan perjuangan harus menjadi prioritas dan mendapat perhatian dari semua pihak," tandasnya.

Kegiatan juga didedikasikan agar mampu mewujudkan cita-cita IPNU sebagai media dan pelopor dalam setiap aktifitas yang berorientasi keilmuan dalam usaha meningkatkan kualitas? kader. "Juga terjalinnya silaturahim antara pelajar dan santri dengan IPNU," katanya.

IPNU Tegal

Abdurrouf menandaskan bahwa kegiatan akan berisi lomba atau olimpiade dan pengajian umum. Olimpiade dilangsungkan Jumat pagi hingga selesai. "Sedangkan pengajian umum yang menghadirkan KH Ilyas sekaligus pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan malam hari," terangnya.

Panitia sangat terbuka menerima pendaftaran bagi kepengurusan IPNU di sejumlah madrasah dan sekolah, termasuk pesantren. "Silakan mendaftar dan mengisi formulir yang telah disediakan panitia," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, Nasional, Quote IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus

Kudus, IPNU Tegal. Setelah meresmikan gedung SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  M Nuh mengunjungi kampus Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Jl Lambao Bae Kudus, Jum’at (29/3) lalu. 

M Nuh  diterima pengurus Badan Pelaksana pendidikan Ma’arif NU Az-zahra, Direktur dan dosen serta seluruh mahasiswi 

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus

Dalam pengarahannya, M Nuh merasa bangga terhadap Muslimat NU yang memiliki tekad luar biasa untuk mencerdaskan anak bangsa.  

IPNU Tegal

“Oleh karena itu pemerintah harus mengucapkan terima kasih karena tugas pemerintah dibantu NU,” ujarnya.

Ia mengatakan bidang yang terkait kesehatan termasuk kebidanan, perawat merupakan bidang dasar yang harus dilakukan secara profesionalitas karena ada fase kekritisan.

IPNU Tegal

“Dalam  melayani orang melahirkan kelahiran, sangat erat akan nasib ibu dan anak sehingga profesionalitas menjadi hal penting,” tandasnya.

M Nuh mengajak para mahasiswi untuk menanam investasi kebaikan dengan melaksanakan kebaikan dan kemuliaan.  Ia menegaskan investasi kebaikan ittu bisa dikonversi menjadi  pemenuhan kebutuhan. 

“Meskipun kita belum butuh, pada saatnya investasi kebaikan itu  bisa sebagai tabungan,” imbuh M Nuh.

Pada kesempatan itu, M Nuh menandatangani prasasti peresmian gedung baru Akbid Muslimat NU Kudus. 

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum GP Ansor H Nusron Wahid dan ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms.

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sholawat, Warta, Budaya IPNU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu

Pringsewu, IPNU Tegal. Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi Saddad mengajak warga Desa Danau Margakaya Kabupaten Pringsewu untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurut H Sujadi yang juga Bupati Pringsewu, peringatan yang berdekatan antara maulid dan natal menjadi pelajaran penting untuk umat beragama di Indonesia.

Demikian disampaikan H Sujadi pada Puncak Rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Masjid Jamiil HudawWat Taqwa, Sabtu (26/12).

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu

ia mengatakan, kedekatan ini diharapkan dapat menjadi momen peningkatan kerukunan antarumat beragama khususnya di Kabupaten Pringsewu.

IPNU Tegal

ia mengapresiasi warga Danau yang secara rutin memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan meriah melalui rangkaian kegiatan seperti pembacaan shalawat, pawai dan pengajian akbar. Ia berharap kegiatan itu terus dilaksanakan dan dilestarikan sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Baharudin, kegiatan yang pada tahun ini bertema Jadikan Pribadi Rasulullah SAW Sebagai Suri Tauladan Demi Terciptanya Generasi Umat Yang Berakhlakul Karimah ini merupakan wujud kecintaan warga Danau kepada Rasulullah SAW.

IPNU Tegal

“Pawai dan pengajian Akbar yang dilaksanakan merupakan ajang silaturahmi bagi seluruh warga Danau untuk menciptakan kerukunan dan kekompakan. Kekompakan ini terlihat dari antusias warga yang secara swadaya membuat berbagai model ornamen pawai seperti hiasan berbentuk gajah, unta, menara Banten, kapal, tumpeng, ada juga ornamen hiasan berbentuk tugu bambu selamat datang Pringsewu,” ujar Bahrudin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Budaya IPNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

NU dan Muslimat Malaysia Bersilaturahim ke PBNU

Jakarta, IPNU Tegal. Sekitar 50 orang yang pengurus PCINU dan PCI Muslimat NU Malaysia berkunjung ke PBNU di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (11/12). Selain silaturahim, mereka bertujuan bertukar pikiran dalam memperkuat organisasi, baik antara pengurus NU dengan badan otonom (banom) serta jamaah. 

NU dan Muslimat Malaysia Bersilaturahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Muslimat Malaysia Bersilaturahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Muslimat Malaysia Bersilaturahim ke PBNU

Rais Syuriah PCINU Malaysia KH Sibron Abdul Halim mengungkapkan perbedaan pemerintah Indonesia dengan Malaysia dalam merespon kelompok-kelompok radikal. Menurutnya, Malaysia lebih cepat bertindak dalam pencegahannya. 

"Jadi kalau ada HTI (misalnya), pemerintah sudah bertindak," katanya sembari mengatakan, karena itulah PCINU dan PCI Muslimat NU pun bisa fokus untuk berdakwah. 

IPNU Tegal

Berbeda dengan di Indonesia, lanjutnya, karena pemerintah kurang tegas, sehingga Nahdlatul Ulama harus turut membendung gerakan-gerakan radikal. 

Rombongan itu diterima Ketua PBNU H. Robikin Emhas, Bendahara Umum PBNU Ing H Bina Suhendra, Wakil Sekretaris PBNU Ishfah Abidal Azis, Ketua II PP Muslimat NU Nyai Hj Nur Hayati Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Umum PP Muslimat NU Hj Ulfah Mashfufah.

Robikin menyampaikan tentang pentingnya konsolidasi, penguatan program, dan penguatan akidah, amaliyah an-nahdliayah. 

Lebih dari itu, seluruh pengurus NU harus memegang teguh prinsip dalam berdakwah, yaitu amar makruf bil makruf nahi munkar bil makruf. 

IPNU Tegal

"Itulah Islam washatiyah, Islam moderat, Islam nusantara, Islam yang diajarkan Nabi Muhammad Saw," jelasnya. 

Sebelum ke PBNU, mereka berziarah ke makam-makam Wali Songo untuk menapaki jejak Islam Nusantara. Dalam perjalanan, mereka bersilaturahim ke PCNU Jombang,  PCNU Jepara, dan salah satu MWC NU di Mojokerto. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai, Budaya IPNU Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru

Surakarta, IPNU Tegal. Memasuki tahun akademik 2015/2016, Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Surakarta berkomitmen akan menambah empat program studi (Prodi) baru. Empat prodi itu terdiri dari satu prodi program doktoral (S3) dan tiga prodi strata 1.

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru

"Empat prodi baru tersebut, kini sudah kami usulkan ke dua kementerian. Yakni, Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti," ujar Rektor UNU Surakarta DR H Ahmad Mufrod Teguh Mulyo dalam Rapat Senat Terbuka UNU Surakarta, 21 Febuari 2015, di Surakarta.

Dikatakan, dua prodi baru yang diusulkan ke Kemenag adalah prodi Pendidikan Agama Islam untuk jenjang S3 atau doktor. Proposal usulan program doktor sudah dipresentasikan di hadapan tim penilai dari Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kemenag pada 16 Mei 2014. Kini UNU Surakarta tinggaal menunggu visitasi dan terbitnya Surat Keputusan dari Dirjend Pendidikan Islam.

IPNU Tegal

Berikutnya prodi Ekonomi Syariah S1. Prodi ini sudah divisitasi oleh Tim Ahli dari Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama pada 17 Desember 2014. Hasilnya sangat baik. Kini, UNU tinggal menunggu Surat Keputusan dari Dirjend Pendidikan Islam.

Sedangkan dua prodi yang diusulkan ke Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti adalah prodi Teknik Industri S1 dan prodi Teknik Informatika S1. Dua prodi ini baru dalam proses pengusulan .

IPNU Tegal

Empat prodi tersebut diharapkan akan melengkapi prodi lama yang sudah ada. Seperti prodi magister Manajemen Pendidikan Islam (S2), prodi Pendidikan Agama Islam (S1), prodi Ahwal Asy-Syakhsyiyah (S1), prodi Manajemen (S1), prodi Manajemen Perusahaan (S1) dan? Akuntasi (D3). Selain itu, ada prodi Ilmu Hukum (S1), serta prodi Teknik Mesin (S1). (Sholihin Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, Warta IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim

Klaten, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Klaten kembali menggelar kajian rutin kitab Irsyadus Sari karya KH M Hasyim Asy’ari, Ahad (19/10). Kajian yang biasanya digelar setiap Ahad Pahing ini,  mundur dua pekan karena salah satu Ahad Pahing yang dijadwalkan bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

“Kami sangat bersyukur kajian rutin ini tetap istiqamah, meskipun mundur dari jadwal,” kata Ketua IPNU Klaten Ahmad Saifuddin.

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim

Kajian kali ini memasuki putaran kelima. Kajian yang dipandu Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Muhammad Nawawi Syafi’i, mendorong para hadirin untuk menghormati orang alim.

IPNU Tegal

“Penghormatan ini bukan pengkultusan, namun lebih pada pemuliaan ilmu Allah SWT yang ada dalam diri orang ‘alim tersebut’,” ujar pengasuh pesantren Roudlotush Sholihin dan Roudlotush Sholihat Batur Ceper Klaten.

Melalui karyanya, Mbah Hasyim mengatakan, “Dekat dengan ulama itu perhiasan. Bercampur dengan mereka adalah keuntungan. Ulama termasuk dari tiga golongan selain para Nabi dan syuhada yang diijinkan memberi syafa’at di hari Kiamat kelak.”

IPNU Tegal

“Maka dari itu, jangan sampai kita jauh dari ulama,” imbau Kiai Nawawi.

Kiai Nawawi juga mengajak pelajar NU untuk selalu mencari ilmu. Karena, orang berilmu itu seolah abadi. Meskipun sudah wafat, mereka akan tetap dikenang dan diingat lantaran kemuliaan ilmu yang dimilikinya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Pendidikan, Budaya IPNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU

Demak, IPNU Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) menilai gerakan wakaf uang dapat menjadi alternatif usaha untuk menyejahterakan NU. Dana yang terkumpul akan menjadi aset untuk menopang kegiatan dan perkembangan ormas Islam terbesar ini.

“Banyak warga NU yang mau mewakafkan harta kekayaannya,” kata Direktur Wakaf Uang PBNU Agus Setiawan saat sosialisasi gerakan wakaf uang di gedung PCNU Demak, Demak, Jawa Tengah, Ahad (3/11) kemarin.

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU

Lebih lanjut Agus Setiawan menyampaikan, gerakan wakaf uang ini adalah upaya untuk membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan di daerah masing-masing yang dikelola langsung oleh PBNU. Artinya, uang yang diwakafkan akan kembali lagi ke umat sesuai kebutuhan,

IPNU Tegal

“Uang yang di wakafkan warga nantinya langsung disetorkan ke badan wakaf PBNU dan dikembalikan lagi ke Cabang, MWC (Majelis Wakil Cabang), maupun Ranting yang setor dan membutuhkan,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, LWPNU akan menggunakan manajemen yang terbuka. Badan wakaf PBNU ini secara online akan mempublikasikan seluruh pendapatan agar dapat dibaca masyarakat luas.

“Kami dari PB akan melaporkan secara periodik hasil pengumpulan uang yang diwakafkan yang telah dibukukan,” tegas Agus Setiawan.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh pengurus MWCNU  Se-Kabupaten Demak dan di hadiri Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, RMI NU, Amalan IPNU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Membumikan Kebermaknaan Bahasa Persatuan

Oleh M. Haromain



Membumikan Kebermaknaan Bahasa Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Membumikan Kebermaknaan Bahasa Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Membumikan Kebermaknaan Bahasa Persatuan



"Tanpa mempelajari bahasa sendiripun, orang tak kan mengenal bangsanya sendiri"

(Pramoedya Ananta Toer)

Tak dapat dimungkiri apresiasi, perhatian dan kepedulian mayoritas warga bangsa ini terhadap nasib dan masa depan bahasa Indonesia cukup rendah, tak kecuali dalamgolongan intlektual dan terpelajar yang seharusnya mereka berada di garda terdepan dalam menjaga dan mengawal marwah dan kualitas bahasa Indonesia. Bila kalangan akademisi dan terpelajar saja bersikap apatis, apatah lagi kalangan umum.?

IPNU Tegal

Siapa yang membaca sejarah tentu tahu bahwa sebenarnya semua warga Indonesia tanpa terkecuali mendapatkan amanat dan tanggung jawab untuk melestarikan dan merawat bahasa Indonesia. Seandainya para pejuang kemerdekaan dan pembela bahasa Indonesia zaman revolusi seperti Bung Hatta, Muhammad Yamin, Dr Soetomo, dan Ki Hajar Dewantoro tidak berusaha mati-matian membendung hegemoni bahasa Belanda tempo itu yang tengah begitu merajalelanya.?

IPNU Tegal

Khususnya dalam lapangan jurnalistik dan politik, dan umpama mereka tidak terus berusaha memosisikan bahasa Indonesia sebagai alternatif bahasa persatuan dan perjuangan, bangsa kita tidak akan memiliki bahasa Indonesia sebagaimana sekarang ini.?

Bukankah pernah suatu tempo antara tahun 1930-an hingga 1940-an bahasa Indonesia sangat dihinakan dan dianggap "bahasa sarap" alias sampah yaitu saatbahasa Indonesia menjadisoaldaruratdalamduniajurnalistikdanpolitik kala itu.

Tak banyak yang sadar bahwa Bahasa Indonesia yang diadaptasikan dari bahasa melayu merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa kita yang tak ternilai harganya, disamping juga menjadi identitas bangsa serta taruhan hargadiri bangsa. Muhammad Yamin tokoh pejuang revolosi, sastrawan dan ahli bahasa pernah menyatakan: "Perubahan apapun yanga akan terjadi di Indonesia, namun satu hal tak akan berubah-ubah, bahasa indonesia tidak akan lenyap dari bumi indonesia dan mungkin menjadi bahasa yang terpenting di atas dunia".

Jadi, saat ini sangat krusial untuk menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya menjaga bahasa Indonesia yang baik dan benar. Diantara pengejawantahannya ialah mentradisikan anak-anak dan generasi muda agar akrab dengan kamus bahasa Indonesia, yaitu membiasakanmereka membuka kamus bahasa Indonesia.?

Pasalnya kebiasaan membuka kamus bahasa Indonesia juga belum menjadi tradisi dalam masyarakat kita bahkan oleh pelajar dan mahasiswa sekalipun. Umumnya mahasiswa pun baru sempat membuka KBBI hanya ketika terpaksa karena suatu tuntutan mengerjakan tugas karya ilmiah atau skripsi yang diantara prosedurnya adalah wajib menyertakan daftar istilah dan batasan makna dari kata-kata kunci yang menjadi variabel penelitianya.?

Kebanyakan mereka enggan membuka kamus bahasa Indonesia berdalih bahwa bahasa Indonesia itu mudah dikuasai karena merupakan bahasa ibu yang tentunya sudah familiar sedari masa anak-anak sehingga tidak perlu mempelajarinya sebagaimana belajar bahasa asing yang membutuhkan ketekunan.

Dan sangat disayangkan pula ternyata umumnya masyarakat penutur bahasa Indonesia sendiri belum mengerti betapa urgen nya membuka kamus. Padahal dengan mengakses kamus kita bisa mengetahui batasan makna suatu kata serta dalam konteks apa kata tersebut dipakai dalam kalimat, memahami makna halus dari suatu kata sehingga mampu memilih diksi kata yang tepat, tahu makna asal suatu kata sebelum kata tersebut masuk ke dalam istilah disiplin ilmu tertentu atau sebelum mengalami pergeseran makna.?

Dengan banyak membuka kamus seseorang akan memiliki bejibun kosa kata yang itu sangat memberi andil demi kelancaran dan keakuratan memilih kata ketika menuangkan gagasan atau pikiran baik melalui tulisan atau oral. Perbendaharaan kata yang minim akan menyulitkan komunikator dalam menyampaikan pesan kepada khalayak atau komunikate, meskipun sebenarnya sangat menguasai materi yang hendak dilontarkan.

Gabriel Garcia Marques sastrawan kenamaan keliber dunia asal Kolombia penerima penghargaan nobel sastra tahun 1982 semenjak usia belia sudah akrab dengan kamus. Bahkan salah satu kunci suksesnya menjadi sastrawan besar menurut Ruben Pelayo penulis biografi Gabriel Garcia Marques, karena sejak kecil Marques sudah mengenal kamus, kakeknya yang mengenalkan kamus ketika ia berusia lima tahun. Waktu itu kakeknya menasihati bahwa kamus tidak saja buku yang tahu akan semua hal, tetapi juga buku yang tak pernah keliru.

Akhirnya kita berharap kepada para pendidik, khususnya pengajar bahasa Indonesia supaya anak-anak didiknya sejak dini sudah mulai dikenalkan dan ditanamkan kebiasaan membuka kamus bahasa Indonesia, supaya mereka tidak terjebak menggunakan kata-kata yang salah kaprah dalam komunikasi praktis keseharian, yang selama ini memang bahasa Indonesia dirusak oleh massifnya bahasa gaul dan alai yang didominasi generasi muda.

Dedikasi tanpa pamrih dari segenap bapak bangsa di atas serta pejuang bahasa Indonesia seperti Muhamad Yamin dan Adinegoro yang telah memperjuangkan eksisnya bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional, bahasa persatuan dan menjadi identitas bangsa wajib kita hargai. Saatnya generasi sekarang untuk melanjutkan kebermaknaan bahasa Indonesia yang dahulu telah diamanahkaan pada saat konggres pemuda tahun 1928 dan konggres bahasa Indonesia I di Solo tahun 1938.

Penulis adalah jurnalis, tinggal di Temanggung, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, RMI NU, Pertandingan IPNU Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Bojonegoro, IPNU Tegal. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur,? Jumat (2/5) pagi, mendadak dihebohkan oleh kedatangan puluhan polisi, pramugari, sinden, guru, pilot, dokter, suster. Ada pula puluhan atlet, mulai dari jago silat hingga pemain sepakbola.

“Saya kaget, kok di MINU banyak polisi, perawat, polwan. Mereka cantik-cantik dan ganteng-ganteng pula,” kata Sri Wahyuni, salah satu walisiswa taman kanak-kanak yang pagi itu mengantarkan putranya bersekolah.

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Ternyata yang berpakaian aneka macam profesi tersebut adalah siswa-siswi MINU Walisongo yang merepresentasikan masa depan mereka. Dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2014 seluruh siswa-siswi MINU Walisongo memang disarankan mengenakan busana cita-cita mereka ketika kelak dewasa.

IPNU Tegal

Maka tidak heran suasana pagi di lembaga yang satu atap dengan TK Muslimat NU 28 Sumberrejo tersebut riuh oleh suara anak-anak yang akan berpawai.

IPNU Tegal

“Saya senang sekali memakai busana tentara ini, jadi gagah seperti ayah,” kelakar Rafli siswa kelas 1 Unggulan (kelas Bonang).

Semua berebut mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan madrasah yang berlokasi di Desa Sumuragung tersebut. Banyak juga pengguna jalan serta bapak-ibu walisiswa menyempatkan diri untuk sekedar bersalaman atau foto bersama para bocah mungil itu.

Selain upacara bendera dan “narsisme” busana, peringatan Hardiknas di MINU Walisongo juga diisi dengan lomba merangkai puisi kepada dewan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan pawai ta’aruf. Hal ini diadakan guna mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran serta pendidikan bagi generasi mendatang.

“Kami masih banyak menemui anak usia sekolah namun sudah bekerja. Semoga orang-orang yang memperkerjakannya dengan menyaksikan pawai pendidikan kami ini tergugah, bahwa masa depan anak-anak itu jauh lebih penting daripada laba yang mereka dapat,” pinta Mariyanto, kepala madrasah di bawah naulang LP Ma’arif NU Bojonegoro ini yang juga anggota PPK Sumberrejo tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, IMNU, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Jember, IPNU Tegal. Ribuan warga nahdliyyin membanjiri halaman kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (1/11) malam.  Mereka mengikuti  sholawatan untuk memperingati haul masyayikh dan dies natalis ke-30 perguruan tinggi milik NU Jember.

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Sholawatan bertajuk "UIJ Bershalawat" itu dipandu puluhan jamaah sholawat  Al-Amin, Ambulu asuhan KH Imam Ghazali. Tampak hadir dalam sholawatn Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dan para kiai sepuh.

KH Abdullah yang biasa disapa Gus Aab itu menyatakan, pihaknya terharu atas hadirnya ribuan nahdliyin di kampus tersebut. Menurutnya, hal itu  sangat membanggakan karena menandakan bahwa warga NU mencintai dan merasa memilki UIJ.

IPNU Tegal

"Kami ingin mengembalikan UIJ ke pangkuan warga NU. Kalau bukan warga NU, siapa lagi yang mau membesarkan UIJ," ujarnya.

IPNU Tegal

Ketua Yayasan Pendidikan NU Jember ini melanjutkan, seharusnya di usianya yang ke-30, UIJ lebih maju dari sekarang. Apalagi mayoritas penduduk Jember adalah warga NU, yang secara moral ikut bertanggung jawab untuk membesarkan NU.

"Namun faktanya, anak-anak NU masih relatif sedikit yang sekolah di UIJ," tukasnya seraya menghimbau agar segenap elemen NU ikut membesarkan UIJ.

Sementara itu, Rektor UIJ, Dodiek Sutikno mengaku gembira dan bangga dengan sambutan warga NU. "Baru kali ini saya melihat ribuan warga hadir di UIJ untuk syukuran dies natalis," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Budaya, Ahlussunnah IPNU Tegal

Senin, 13 November 2017

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes

Serang, IPNU Tegal. Untuk mempercepat penyebaran Teknologi Informasi (IT) masuk ke wilayah-wilayah pedesaan, PT Telkom mencanangkan program Internet masuk pedesaan dengan menggratiskan pemasangan internet di pondok-pondok pesantren.

"Sampai saat ini sudah tersambung sekitar 457 ribu sambungan internet gratis di berbagai pondok pesantren di pelosok desa Jabar dan Banten dengan memakai modem ADSL atau modem nirkabel Telkom Fleksi," kata Eksekutif Genegal Manajer PT Telkom Divre II Jakarta-Banten Abdul Aziz, Sabtu.

Program tersebut, kata dia, sekaligus juga dimaksudkan untuk mengenalkan sumber-sumber informasi dan ilmu dari dunia maya kepada kalangan ustadz, para kiai dan para santri.

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes (Sumber Gambar : Nu Online)
Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes (Sumber Gambar : Nu Online)

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes

Selain program internet masuk Ponpes, katanya, PT Telkom juga telah memberi keringanan dalam pemasangan sambungan-sambungan internet di sekolah serta lembaga-lembaga sosial dan pemerintahan.

"Tentu saja kami juga harus mewaspadai efek negatif dari internet seperti adanya situs-situs porno, brutal atau hal-hal lain yang tidak ber-etika. Karenanya komputer yang dipasang juga dilengkapi software penyaring masuknya web site yang tidak bermanfaat seperti itu," kata Abdul Azis.

IPNU Tegal

Sementara Ketua MUI Banten, KH Wahab Afif menyatakan, pihaknya menyambut baik program internet masuk Ponpes sejauh bisa mendatangkan manfaat yang optimal dan kalangan teknisi PT Telkom bisa menyaring pengaruh-pengaruh negatif dari internet.

"Tapi yang lebih penting lagi tentu saja pengawasan langsung dari para kiai dan pengasuh agar para santrinya bisa memilih pengambilan informasi yang bermanfaat dan menjauhkan pengaruh yang negatif," kata KH Wahab Afif. (ant/suh)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Budaya IPNU Tegal

Jumat, 10 November 2017

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil

Demak, IPNU Tegal. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen, Demak, Jawa Tengah, mewajibkan para santrinya hafal tahlil atau susunan bacaan yang terdiri dari ayat, shalawat, kalimah thayibah, dan doa-doa yang biasa dibaca warga NU.

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Wajibkan Santri Hafal Tahlil

Pesantren Putri Nurul Burhany merupakan pondok pesantren khusus putri yang fokus pada al Qur’an, baik dari segi hafalan (tahfidh) maupun tafsirnya. Semua santri di pesantren ini juga diharuskan untuk mengahafal al-Qur’an, minimal Juz ‘Amma. Hafalan tahlil berserta doanya adalah tugas wajib lainnya.

Menurut pengasuh pesantren, KH Helmi Wafa Mahsuni, tugas tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan bahwa tahlil merupakan salah satu bentuk amalan paham Ahlussunnah wal Jama’ah. Sehingga setelah santri pulang diharapkan santri dapat mengamalkan amalan yang sudah ditanamkan di pondok pesantren ini.

IPNU Tegal

kH. Helmi berharap setelah santri pulang di rumah atau kampung halaman masing-masing, para santri siap menjadi pemimpin atau imam tahlil di organisasi atau jama’ah yang ada di lingkungan masing-masing.

Dalam rangka menyiapkan hal tersebut, para santri dijadwal satu orang menjadi petugas tahlil dan satu orang lagi menjadi petugas do’a, dengan diikuti oleh santri-santri yang lain agar santri terbiasa menjadi pemimpin tahlil di hadapan orang banyak. (Abdus Shomad/Mahbib)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, Pesantren IPNU Tegal

Kamis, 28 September 2017

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama

Pacitan,IPNU Tegal ? . Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengatakan, agama itu dasar dalam berjuang dan kekuasaan politik itu adalah pengawal dalam perjuangan. Bila perjuangan tanpa didasari dengan politik sebagai pengawalnya, maka kegagalan sebuah keniscayaan.

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama

Hal ini disampaikanya saat memberikan ceramah dalam acara pengajian umum Harlah NU dan Pelantikan Pengurus MWC NU Arjosari, di Pondok Pesantren Al-Fattah Kikil, Pacitan Jawa Timur Senin Siang (10/3).

Dikatakannya, memperjuangkan nilai-nilai agama, masyarakat dapat hidup tertib dan aman sejahtera, serta ingin agar pondok pesantren dijadikan bagian dari sistem pendidikan, maka kekuasaan politik perlu diraih.

IPNU Tegal

“Itulah sebabnya pada tahun 1936 NU dengan muktamanya di Banjarmasin menyatakan? berdirinya satu negara Republik Indonesia adalah suatu keharusan. Dan didirikanya Negara Kesatuan RI adalah sebagai negara darussalam bukan darul Islam. Itu yang diperjuangkan oleh NU sampai Sekarang.”

Lebih lanjut, dalam negara darussalam, hidup masyarakat di dalam kebersamaan dan perbedaan-perbedaan. Mereka hidup bersama secara damai di dalam negara darussalam. Masing-masing pemeluk agama harus dilindungi haknya oleh konstitusi.

IPNU Tegal

“Konsep ini yang akhirnya diperjuangkan oleh Gus Dur,” kata Mahfud MD yang akan dicalonkan menjadi Capres 2014 itu.

Sebelum memberikan pengajian kepada warga Nahdliyin Pacitan, Mahfud MD melakukan silaturrahmi kepada keluarga besar Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. Ia disambut dengan suasana hangat seluruh keluarga di Ndalem Paguron Soko Papat.

Pada kesempatan itu, Mahfud MD secara khusus didoakan oleh para kiai dengan harapan semoga dapat kuat dan dapat menjalankan amanah dengan baik. Doa khusus dibacakan KH Umar Syahid, KH. Luqman Harist Dimyathi, KH Rotal Amin, KH Abdul Mukti, KH Zuhdi (Takeran Magetan), KH Muhammad (Betengan Demak), KH Fuad Habib dan KH Hammad Al Alim. (Zainal Faizin/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Budaya, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Selasa, 26 September 2017

Pergunu Perhatikan Pendidikan Indonesia Timur

Manokwari, IPNU Tegal. Kemampuan mengajar peserta didik yang berkarakter di wilayah timur Indonesia menjadi perhatian Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Salah satu upaya untuk itu, Pergunu mensosialisasikan kurikulum 2013 untuk guru-guru sekolah swasta di wilayah Papua Barat.

Sosialisasi yang dikemas dengan workshop di Hotel Soribo Manokwari 1-3 Oktober 2014 tersebut menghadirkan penasehat Pimpinan Pusat Pergunu KH Mujib Qulyubi. Pada kesempatan itu ia mengatakan Pergunu harus bisa menjadi tauladan bagi pengembangan pendidikan di Papua Barat. “Pergunu harus menjadi motor penggerak di wilayah timur Indonesia,” tegasnya.

Pergunu Perhatikan Pendidikan Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Perhatikan Pendidikan Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Perhatikan Pendidikan Indonesia Timur

Ia juga meminta Pergunu untuk mendidik generasi penerus bangsa, menjadikan pendidikan sebagai sarana mencetak generasi yang berahlaqul karimah, mendedikasikan diri untuk kemajuan pendidikan dan menjadi pelopor dalam transformasi ilmu.

IPNU Tegal

Diakui Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Papua Barat Agus wilayah tersebut sangat butuh peningkatan kemampuan guru dalam mendidik siswa siswi agar dapat sejajar dengan provinsi lain."Mohon pemerintah pusat memperhatikan kami yang di wilayah timur," pintanya.

IPNU Tegal

Saat ditemui IPNU Tegal, Wakil Ketua PW Pergunu Papua Barat, Enderson Meage mengatakan, dengan kehadiran Pergunu di Tanah Papua, dia berharap besar perkembangan pendidikan di Papua Barat akan lebih menggeliat.

“Ini terindikasi oleh semangat peserta workshop yang diselenggarakan oleh PP.Pergunu  Di tempat kami, Sorong, banyak sekali lembaga pendidikan NU, sehingga untuk pengembangan ke depan akan lebih mudah dan lebih baik,” ungkapnya.

Workshop yang dibarengi dengan pelantikan PW Pergunu papua Barat masa khidmat 2014-2019 tersebut diikuti 60 peserta. Mereka terdiri kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fak Fak dan Sorong.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara PP Pergunu dengan Ditjem Pembinaan SMP Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI . (Akhsan Ustadhi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, Budaya, Pahlawan IPNU Tegal

Selasa, 05 September 2017

Rajawali itu Bernama NU, Ini Kekuatan Dua Sayapnya

Aula milik Nahdlatul Ulama (NU) Purworejo malam itu gemuruh oleh lantunan mars Ansor, Banser dan yel-yel yang dinyanyikan oleh peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang diselenggarakan oleh pengurus GP Ansor Purworejo, Jawa Tengah.

Hal itu mereka lakukan tiap kali pemateri datang, termasuk materi kali ini, ke-NU-an, yang akan disampaikan oleh KH Achmad Chalwani Nawawi, pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan.

Rajawali itu Bernama NU, Ini Kekuatan Dua Sayapnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Rajawali itu Bernama NU, Ini Kekuatan Dua Sayapnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Rajawali itu Bernama NU, Ini Kekuatan Dua Sayapnya

Moderator pun kemudian mengenalkan curiculum vitae Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah ini. “Beliau pernah menjadi ketua IPNU Ranting PGA Ma’arif Berjan, Pengurus PMII Komisariat Tribakti Lirboyo, Bidang Pendidikan Kader PC GP Ansor Kediri, dan juga pernah melenggang di senayan menjadi DPD RI periode 2004 – 2009,” ungkapnya, mengenalkan.

IPNU Tegal

“Sebagai kader Ansor, kita patut mencontoh beliau. Selain sebagai kiai yang pernah nyantri di berbagai pesantren seperti di Krapyak dan Lirboyo, beliau juga masih menempuh program S2,” imbuhnya.

Setelah disilakan, kemudian dengan nada rendah Kiai Chalwani menyampaikan materi secara perlahan. “NU adalah perkumpulan ulama dan pengikutnya. Maka namanya bukan Nahdlatul Ummat atau Nuhudlul Ulama,” ungkapnya.

IPNU Tegal

“Kenapa tidak Nahdlatul Ummat? Dalam sebuah Hadits, Nabi bersabda: ‘l? tajtami’u ummati ‘al?d dhal?lah, umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan’. Menurut Dr. Imam Bashori Anwar, yang dimaksud umat dalam hadits tersebut: ay ulam?i ummati, kesepakatannya ulama umatnya nabi. Jadi, yang dijamin kebenarannya adalah konsensus (ijma’, kesepakatan) ulama Islam, bukan kesepakatan umat Islam,” jelasnya. Para peserta diam mendengarkan, beberapa mencatat keterangan.

Kemudian, beliau memaparkan signifikansi Gerakan Pemuda Ansor dan Banser bagi NU. “Dulu, KH. Idham Cholid, mantan Ketua Umum PBNU pernah tiga kali ke sini, - Pondok Pesantren An-Nawawi – dan menyampaikan pidato begini: ‘NU ini ibarat burung garuda yang akan terbang. Sayap kanan dan kirinya harus fit. Sayap kanannya yaitu tahlilan, manaqiban, mujahadah, kenduri, riyadlah, dan tradisi-kultural NU yang lain. Sedangkan di sayap kiri ada IPNU, PMII, GP Ansor, Banser, beserta segenap neven-nevennya yang struktural’. Jadi, kedua-duanya harus berjalan seiring-seirama. Jika hanya satunya, takkan bisa terbang,” jelasnya.

Beliau juga membeberkan kealiman KH Idham Cholid. “Beliau adalah orang yang alim. Konon, bahasa Arabnya lebih fasih dari orang Mesir. Dalam suatu kesempatan, beliau pidato di Mesir dan orang sana takjub. Itulah kemudian beliau diberi gelar doktor oleh salah satu universitas di Mesir.”

Usai menceritakan KH Idham Cholid, sang guru politisi NU itu, beliau menceritakan perintis dan penggerak NU: KH Wahab Chasbullah. “Ketika Indonesia belum merdeka, tahun 1926 Mbah Wahab sudah mengatakan dalam syair lagunya yang heroik: Yalal Wathan, Indonesia Biladi, Indonesia Tanah Airku. Beliau sudah menyatakan Indonesia negara kita yang harus dibela, siapa saja yang mengganggu harus dibinasakan. Pemikiran beliau sudah maju, jauh sebelum Indonesia merdeka. Adapun mengapa beliau memakai bahasa Arab, adalah agar penjajah Belanda tidak tahu artinya. Jika Belanda tidak tahu artinya, ini artinya aman dari mereka. Ini strategi politik ketika itu,” ungkapnya.

Mbah Wahab, kata Kiai Chalwani, juga pernah menyampaikan keinginannya dalam suatu forum khataman di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. “Saya ingin NU punya tokoh yang berjenjang,” ungkapnya, menirukan Mbah Wahab. “Sebisa mungkin, kader-kader Ansor dan Banser berjenjang, mulai dari tingkat bawah sampai atas, mulai dari pengkaderan dasar sampai nasional,” ungkapnya, menginginkan kader NU patuh terhadap pesan Mbah Wahab.

Kiai Chalwani kemudian juga menyampaikan cuplikan pidato mantan Rais Aam PBNU, KH Achmad Shiddiq di Muktamar Situbondo (1984), yang salah satu hasilnya waktu itu adalah penetapan Pancasila sebagai dasar negara. Dalam forum tersebut, kata Kiai Chalwani, beliau berkata: “NU tidak punya watak menghimpun satu kekuatan untuk dihadapkan pada kekuatan lain. Tetapi NU berwatak menghimpun berbagai kekuatan untuk mencapai Islam yang rahmatan lil ‘?lamin.”

Menurut Kiai Chalwani, NU – yang notabene meneruskan paham Ahlussunnah wal Jamaah – didirikan? untuk mengawal agama dan bangsa, bukan hanya untuk suku, kelompok, ras, apalagi partai. “Di Indonesia ini, yang paling tangguh ya NU. Maka jika ingin merusak Indonesia, harus merusak NU terlebih dahulu.”

Di tengah suasana dewasa ini yang panas dengan berbagai isu fitnah dan sara, Kiai Chalwani menasehati kader-kader NU untuk menjaga toleransi. “Toleransi (tasamuh) itu bukan membenarkan yang lain, tetapi menghargai yang lain,” katanya, memberi batasan.

Beliau – mengutip KH Ali Maksum Krapyak – juga? berpesan agar kader-kader Ansor mengenal NU (al-ma’rifatu bi nahdlatil ulama), percaya pada NU (ats-tsiqatu bi nahdlatil ulama), berjuang di NU (al-jihadu fi nahdlatil ulama) dan bersabar di NU (ash-shabru fi nahdlatil ulama).

“Asshabru kashibri, sabar itu pahit,” kata beliau, mengutip kalimat Syekh Nawawi Banten. Dengan bekal itu, harap Kiai Chalwani, para alumnus PKL dan Susbalan ini menjadi penggerak dan pengendali NU di masa depan.

Banyak hal yang beliau sampaikan, dalam paparan selama kurang lebih satu jam di malam itu. Tak semua tertulis disini, oleh karena beberapa materi pengkaderan di NU bersifat eksklusif, tertutup dan rahasia. Usai menyampaikan materi, peserta dan panitia bersalaman, dan mengajak beliau berfoto bersama, sebagai kenang-kenangan. (Ahmad Naufa Khoirul Faizun/Abdullah Alawi)

Ahmad Naufa Khoirul Faizun adalah Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kabupten Purworejo. Features ini adalah reportase sebagian dari materi ke-NU-an yang disampaikan KH. Achmad Chalwani dalam forum Susbalan Banser dan PKL Ansor Cabang Purworejo, Jawa Tengah, 5-8 Januari 2017.



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya IPNU Tegal

Senin, 04 September 2017

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

Situbondo, IPNU Tegal



Setelah bersaing ketat dengan 142 Film Indie terpilih dari seluruh Nusantara, akhirnya film karya Andi Ahmad Miskil Khitam dinobatkan sebagai film terfavorit dalam ajang Moviestival 2016 di Bandung, Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan oleh PT Pos & Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI) dengan tema "Nurani Bangsaku: Filmkan Nuranimu untuk Indonesia yang Lebih Baik”.

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

Akil , sapaan akrab Andi Ahmad Miskil Khitam, yang merupakan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, mengalahkan finalis lain dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Malang, Bengkulu, dan kota lainnya.?

“Saya tidak menyangka karya wong ndeso asli Sukorejo Situbondo bisa menang di ajang yang sangat bergengsi ini. Ini semua berkat dukungan dan kerja keras dari semua tim yang terlibat dalam pembuatan film ini,” kata Akil.

Film yang berjudul “Jika Salah Karena Aku Berbeda" itu diumumkan sebagai film terfavorit dalam Malam Penghargaan Moviestival 2016 pada 27 Oktober 2016 di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda Nomor 30, Bandung. Sebagian cerita dalam film ini diangkat dari kisah nyata.

Video ini, jelasnya, mengandung pesan moral yang sangat dalam untuk menghargai perbedaan. “Karena setiap orang terlahir unik dan berbeda. Maka jadikanlah perbedaan itu indah, dengan segala dimensi maknanya. Karena nurani bangsa kita merangkul semua perbedaan," lanjut Akil.

IPNU Tegal

Akil yang merupakan tim Internet Cerdas Indonesia sebelumnya juga pernah membuat Situbondo bangga lewat video parawisata yang dibuatnya. Berkat video promosi tersebut, parawisata Situbondo lebih dikenal oleh netizen Indonesia.?

Rahmat Saputra, pendiri Internet Cerdas Indonesia, mengatakan, prestasi ini tentu sangat membanggakan Situbondo. Karena, menurutnya, walaupun pemuda desa, Akil mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satunya berkat teknologi internet, di mana kita bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Prestasi ini juga membanggakan dunia pesantren, apalagi kita baru saja memperingati hari santri 22 Oktober lalu.?

IPNU Tegal

“Saat ini, pesantren tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh agama, tapi juga seniman besar. Ini seperti cita-cita KHR As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pondok Pesantren Sukorejo dan mediator berdirinya organisasi NU: ‘Saya bercita-cita agar santri saya seperti santrinya Sunan Ampel, ada yang menjadi fuqaha, seniman, negarawan dan waliyullah’. Cita-cita itu mungkin telah terwujud sekarang. Ada banyak nama-nama seniman besar yang ada di Situbondo seperti Bapak Syamsul A Hasan, Bapak Zainul Walid, Ahmad Sufiatur Rahman, Muhammad Nur Taufiq, dan lain-lain,” ujarnya. ?

Di samping film “Jika Salah Karena Aku Berbeda", banyak karya lainnya yang bisa dilihat di chanel Youtube Mr Akil Angelo. Saat ini Akil sedang dikontrak eksklusif untuk membuat video dokumenter Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, Doa IPNU Tegal

Selasa, 25 Juli 2017

Tingkatkan Mutu Akademik, STISNU Nusantara Gandeng STAINU Jakarta

Tangerang, IPNU Tegal. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten, menjalin kemitraan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta. Keduanya sepakat bekerja sama dalam meningkatkan mutu akademik perguruan tinggi.

Tingkatkan Mutu Akademik, STISNU Nusantara Gandeng STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Mutu Akademik, STISNU Nusantara Gandeng STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Mutu Akademik, STISNU Nusantara Gandeng STAINU Jakarta

KH Ahmad Baijuri, Ketua STISNU Nusantara menyampaikan alasan kenapa pihaknya menggandeng STAINU Jakarta. Menurutnya, pertama STISNU di Tangerang lahir dari rahim STAINU Jakarta. Kedua, secara umur STAINU Jakarta? lebih lama, dan karenanya tentu lebih banyak pengalaman.

"Setidaknya, hal yang positif dari STAINU Jakarta bisa dishare dan dipergunakan di kampus NU Tangerang," ujarnya.

IPNU Tegal

Di depan forum penandatanganan nota kesepahaman itu, Ketua STAINU Jakarta H. Syahrizal Syarif menambahkan, STAINU Jakarta akan mendorong lahirnya kampus-kampus NU di daerah-daerah, khususnya daerah penunjang Jakarta. Ia mengklaim telah berhasil membimbing lahirnya kampus NU di Tangerang dan Cianjur.

IPNU Tegal

"Harapannya, ada sinergi antara STISNU dan STAINU untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi NU," ujarnya.

Aris Adi Leksono, Puka Bidang Kerja Sama STAINU Jakarta, menambahkan bahwa kerja sama ini mencakup beberapa hal, di antaranya pertukaran informasi di lingkungan perguruan tinggi NU, membuat desain kurikulum berbasis KKNI dan SKKNI, pembinaan tentang konsep pendidikan berbasis Syariah di STISNU, dan mutu jurnal pada program studi.

Acara dilaksanakan di aula Hadrotusyyaikh Hasyim Asyari STISNU Nusantara Tangerang. Hadir pada acara MoU tersebut H. Muhamad Qustulani (Puka I Bidang Akademik STISNU), Bahruddin (Puka II Bidang Kemahasiswaan STISNU), Imam Bukhori (Puka I Bidang Akademik STAINU), Arif Rahman (Puka Bidang Administrasi dan Keuangan STAINU), Nurul Huda (Puka Bidang Kemahasiswaan STAINU), dan Dede Setiawan (Kepala Prodi PAI STAINU). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Budaya IPNU Tegal

Senin, 17 Juli 2017

Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid

Jakarta, IPNU Tegal 



Warga NU dari Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat bersilaturahim dengan pengurus Lembaga Takmir Masjid PBNU. Mereka terdiri dari Ketua MWCNU Pacet H Deni Abdul Gani dan pengurusnya, Ketua Ranting NU Maruyung H. Umar dan para pengurusnya. Kedatangan mereka diterima pengurus Lembaga Takmir Masjid PBNU Mujahidin di gedung PBNU, Jakarta, Ahad (10/9).  

Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid

Menurut Sekretaris MWCNU Pacet, Ustadz Engan Abdul Wahid, sebetulnya mereka datang ke Jakarta dengan warga NU sebanyak 6 bus. Empat bus ditumpangi perempuan, dua bus laki-laki. Karena mereka berjumlah sekitar 300 orang, hanya 12 orang yang datang ke PBNU. 

Lebih lanjut ia menyebutkan, rombongan berangkat pukul 22.00 Sabtu (9/9) dari Pacet. Di Jakarta, mereka berziarah ke makam Mbah Priuk, Shalat Subuh di Masjid Istiqlal, berziarah ke Habib Luarbatang. 

Sementara Mujahidin menekankan untuk menjaga dan memakmurkan masjid yang ada di kecamatan Pacet. Ia mematok agar masjid mampu memakmurkan 50 orang di sekitarnya. Caranya dengan mengaktifkan Gerakan Infak Sedekah Masjid (Gismas). 

IPNU Tegal

Pertemuan tersebut diakhiri dengan rencana mengadakan pelatihan Muharik Masjid di Kecamatan Pacet dengan mengundang peserta dari beberapa Majelis Wakil Cabang NU terdekat. (Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Nasional, Kajian, Budaya IPNU Tegal

Minggu, 19 Februari 2017

Ini Daftar Konter Gerakan Bangkit Sedekah LAZISNU

Jakarta, IPNU Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memberi kemudahan bagi para donatur yang hendak berderma. Selain mempublikasikan nomor rekening resmi, LAZISNU juga mendirikan sejumlah konter yang siap melayani dan menerima donasi secara langsung.

Ini Daftar Konter Gerakan Bangkit Sedekah LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Daftar Konter Gerakan Bangkit Sedekah LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Daftar Konter Gerakan Bangkit Sedekah LAZISNU

Manajer Fundraising Pengurus Pusat LAZISNU Nur Rohman Suwardi menjelaskan, konter-konter yang tersebut tersebar di lima tempat itu selain menerima donasi, stan-stan ini juga merupakan sarana sosialisasi gerakan Bangkit Sedekah LAZISNU.

“Kami membuka beberapa konter, antara lain, di Mall Cinere Depok, Mall Depok Town Center, Kantor DPP PKB Jakarta, Soto Kudus Kulon belakang makam Pahlawan Kalibata (Jakarta), dan gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164,” paparnya, Kamis (3/7).

IPNU Tegal

Menurut Rohman, konter LAZISNU tersebut sengaja digencarkan selama bulan Ramadhan untuk memfasilitasi masyarakat yang hendak menunaikan zakat, sedekah, dan infaq di bulan suci. Dari tempat kecil itu, publik diharapkan dapat lebih mengenal dan mau menyalurkan sebagian hartanya melalui LAZISNU.

IPNU Tegal

LAZISNU menggunakan konter-konter itu sebagai fasilitas alternatif bagi para donatur yang tidak mengirimkan sejumlah uang ke rekening resmi LAZISNU, BCA (6340.161.481) atau Mandiri (123.000.483.89.77).

Selain pendirian konter, LAZISNU juga menyediakan tim penjemput zakat dengan menghubungi 08123-9800-9800. Zakat yang akan dijemput berjumlah tak kurang dari 1 juta rupiah.

Rohman menambahkan, dana diterima LAZISNU selama ini disalurkan kepada para mereka yang berhak mendapatkannya (mustahiq), termasuk untuk peningkatan mutu pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dengan gerakan ‘Bangkit Sedekah’ LAZISNU ingin mengubah mereka yang awalnya mustahiq menjadi muzakki (penunai zakat) di kemudian hari,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Budaya, Syariah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock