Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Komisariat IPNU-IPPNU Se-Jatim Siap Isi Kekosongan Kaderisasi di Kampus

Surabaya, IPNU Tegal. Para aktivis mahasiswa NU yang terwadahi dalam Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Palajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) menyatakan siap mengisi kekosongan organisasi resmi NU di perguruan tinggi tanpa harus membentuk badan otonom baru.

Lebih jauh lagi, seluruh kader PKPT yang hadir dalam pertemuan itu menyatakan siap mengisi kekosongan banom di tataran mahasiswa tanpa harus membentuk banom baru. Kesiapan itu juga diperkuat dengan komitmen pendirian PKPT IPNU-IPPNU di seluruh wilayah tanah air.

Komisariat IPNU-IPPNU Se-Jatim Siap Isi Kekosongan Kaderisasi di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisariat IPNU-IPPNU Se-Jatim Siap Isi Kekosongan Kaderisasi di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisariat IPNU-IPPNU Se-Jatim Siap Isi Kekosongan Kaderisasi di Kampus

Kesepakatan itu muncul dalam pertemuan 28 PKPT IPNU-IPPNU dan Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Jatim yang diselenggarakan di Aula lantai 3 PWNU Jawa Timur, Surabaya, 14-15 Maret 2015. Dari luar Jatim, hari pula PKPT IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang dan IAIN Banten.

IPNU Tegal

Kegiatan yang difasilitasi penuh oleh PW IPNU-IPPNU Jawa Timur tersebut juga menghasilkan beberapa poin rekomendasi yang diharapkan mampu memperkuat eksistensi PKPT IPNU-IPPNU di Indonesia, terkhusus di Jawa Timur. Di antaranya, PW IPNU-IPPNU Jatim mesti melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap PKPT IPNU-IPPNU dan berkoordinasi dengan PC IPNU-IPPNU di masing-masing kabupaten/kota.

Menurut ketua PW IPNU Jatim Imam Fadlli, kader PKPT IPNU-IPPNU merupakan aset yang sangat berharga bagi organisasi kader seperti IPNU-IPPNU. Ia mengapresiasi pertemuan itu dan menyatakan kesiapannya untuk mendampingi dan memberi pembinaan terhadap kader PKPT yang telah berkembang sangat pesat.

IPNU Tegal

Selain itu, Ketua PW IPPNU Rosa menambahkan bahwa PKPT mempunyai peran yang sangat strategis dalam membantu kepengurusan di pimpinan cabang dan wilayah. “Kader-kader IPNU-IPPNU yang ada di PKPT mempunyai kontribusi besar terhadap keberlangsungan organisasi kita ini, oleh karena itu semangat ini harus selalu kita jaga,” tegasnya.

Ahmad Ainun Najib, salah satu koordinator acara, menyatakan bahwa ikhtiar baik dan semangat perjuangan seluruh kader PKPT yang terus berkembang hingga saat harus diperjuangkan oleh semua pihak.

“Kami berharap agar seluruh jajaran pengurus IPNU-IPPNU yang berada di Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat agar senantiasa mendampingi dan memperjuangkan seluruh rekomendasi yang telah dihasilkan dalam pertemuan ini” terangnya.

Najib juga menandaskan bahwa ikhtiar ini merupakan salah satu bentuk amal jariyah dan pengabdian mahasiswa NU terhadap organisasi ini (IPNU-IPPNU) melalui perguruan tinggi.” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Pendidikan IPNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Makassar, IPNU Tegal. Ketua Tanfidiziyah PCNU Makassar Abd Wahid Thahir resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM. Rasjidi, Gedung Kemenrterian Agama RI Jl. MH Thamrin, Rabu (4/3).

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Setelah dilantik, pria yang dikenal dekat dengan para ulama dan warga nahdliyin tersebut, secara khusus mendatangi Anregurutta KH Sanusi Baco di Lailatul Ijtima NU Sulsel di kediaman Prof Dr dr Dali Amiruddin, Kamis (5/4).

Dalam sambutannya di acara itu, Wahid Thahir mengucapkan rasa syukur atas atensi dan doanya yang diberikan warga nahdliyin, khususnya Anregurutta Kiai Sanusi Baco sehingga mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Kantor Kemenag Sulsel.

IPNU Tegal

Pria yang pernah menjadi aktivis IPNU dan PMII tersebut berkomitmen mwndukung ormas keagamaan. Wahid Thahir berjanji akan membangun sinergitas program pemberdayaan umat beragama.

Karena menurutnya program ini, akan melahirkan komunikasi yang intens antarsesama umat beragama.

IPNU Tegal

Anregurutta Sanusi Baco memintanya untuk menjalankan amanah dengan baik dan tentunya memberikan manfaat kepada umat beragama di Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan IPNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Lezatnya Masjid Berbahan Intip

Solo,IPNU Tegal. Cara unik dilakukan oleh salah satu hotel di Kota Solo untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Pihak pengelola hotel membuat miniatur masjid yang terbuat dari jajanan khas Kota Solo, intip.

Lezatnya Masjid Berbahan Intip (Sumber Gambar : Nu Online)
Lezatnya Masjid Berbahan Intip (Sumber Gambar : Nu Online)

Lezatnya Masjid Berbahan Intip

Selain menggunakan panganan berbahan baku nasi tersebut, masjid berdimensi 2×1,5x 1 meter tersebut juga dibuat dari beberapa makanan ringan tradisional lainnya seperti

rengginang dan keripik pisang.

Executive Chef hotel tersebut, Topan Noer menjelaskan, untuk membangun miniatur masjid tersebut, menghabiskan 15 kilogram intip, 3-5 kilogram kurma, 2-3 kilogram kismis serta dark coklat.

IPNU Tegal

“Miniatur masjid ini terinsipirasi bangunan masjid di Yordania yang terbuat dari bongkahan batu yang jika dilihat dari dekat pada dindingnya akan terlihat tekstur batu yang tidak beraturan,” terangnya, Jumat (27/6).

IPNU Tegal

Topan memaparkan alasan penggunaan makanan tradisional untuk membuat miniatur masjid tersebut, yakni untuk melestarikan kuliner Indonesia dan juga mengenalkan panganan khas Solo.

“Apalagi, mayoritas tamu yang menginap di sini berasal dari luar kota. Karena itu, kita juga sediakan contoh makanan yang kita gunakan untuk bisa dicicip,” ungkap Topan.

(Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Pendidikan, Fragmen IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka

Jakarta, IPNU Tegal. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama kembali menggelar sidang itsbat penentuan Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1436 H nanti secara terbuka. Ada lima argumentasi yang disampaikan.

“Pertama, sidang itsbat itu merupakan syiar Islam di tengah masyarakat yang sedang hiruk pikuk,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri dalam konferensi pers terkait penetapan Idul Fitri di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (2/7).

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka

Kedua, kata Kiai Ghazalie, sidang itsbat merupakan sarana silaturrahmi antar berbagai ormas dengan masyarakat luas yang menyaksikan sidang secara langsung dari layar televisi.

IPNU Tegal

Ketiga, sidang itsbat yang dilakukan secara terbuka diharapkan dapat memberikan pencerdasan kepada umat. Masyarakat memperoleh banyak pengetahuan tentang agama Islam, terutama terkait berbagai ketentuan mengenai penetapan awal bulan hijriyah.

IPNU Tegal

Keempat, melalui sidang yang disiarkan secara langsung, masyarakat akan mendapatkan informasi secara cepat, tanpa menunggu lama.

Kelima yang terpenting menurut Lanjnah Falakiyah PBNU, pelaksanaan sidang itsbat yang dipantau langsung oleh masyarakat luas sebenarnya mengarahkan semua pihak untuk mengikuti ketetapan pemerintah berserta berbagai ormas Islam, para tokoh masyarakat dan pakar astronomi.

“Melalui sidang itsbat terbuka yang diikuti semua ormas itu maka kemudian tidak ada lagi yang mengatakan, kami mengikuti ormas kami. Semua mengikuti pemerintah,” kata Kiai Ghazalie.

Pelaksanaan sidan itsbat untuk penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dilakukan secara terbuka selama kurang lebih sebelas tahun, sejak era Menteri Agama Said Aqil Husein Almunawwar. Sidang itsbat dilakukan secara tertutup setahun belakangan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Terkait penetapan Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal, Lajnah Falakiyah mengimbau masyarakat menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit yang dilakukan pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H bertepatan dengan tanggal 16 Juli 2015, yang diikuti dengan pelaksanaan sidang itsbat di Kantor Kementerian Agama.

Menurut Kia Ghazalie, penetapan Idul Fitri dilakukan dengan dua cara sekaligus, yakni hisab dan rukyat. Berdasarkan hasil hisab Lajnah Falakiyah hilal sudah mungkin diamati pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H, meskipun masih sangat rendah 3 derajat.

“Jika tanggal 29 itu hilal sudah terlihat, maka berarti besoknya atau bertepatan dengan tanggal 17 Juli sudah Idul Fitri. Tapi jika tidak terlihat maka kita istiqmal-kan puasanya menjadi 30 sehingga tanggal 1 Syawal bertepatan dengan 18 Juli,” kata Kiai Ghazalie. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Sholawat, Pendidikan IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU

Bondowoso, IPNU Tegal

Sekolah Menengah Atas (SMA) Nahdlatul Ulama 01 Kabupaten Bondowoso menindaklanjuti pelatihan jurnalistik Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU) beberapa waktu lalu dengan menerbitkan Buletin Mata Air NU.

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU

Pemimpin Redaksi Buletin Mata Air NU Reni mengatakan, nama buletin tersebut berdasarkan usulan salah satu tim redaksi. Nama ini merupakan perpaduan dari tiga kata, yaitu Mata, Air, dan NU. Dengan “Mata” diharapkan masyarakat melihat berita-berita dalam buletin yang pihaknya terbitkan sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara “Air” mengacu pada fungsinya sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup, baik

IPNU Tegal

manusia, hewan, dan tumbuhan. “Harapannya, media buletin Mata Air NU ini bisa menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat,” kata gadis yang masih duduk di kelas 11 itu.

Yang terakhir adalah kata “NU”. Menurutnya, ini bukan hanya lantaran SMA tempat penerbitan buletin tersebut berada di bawah naungan NU, melainkan juga agar buletin ini mendapatkan doa barokah dari para pendiri NU.

IPNU Tegal

Sebagian siswa-siswi SMA NU 01 setempat yang merupakan tim redaksi Buletin Mata Air NU berkumpul di ruang kelas 11 SMA NU 01 Belindungan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (11/5). Mereka menyiapkan email redaksi.

Tak hanya itu, mereka juga berbagi peran untuk mengerjakan pengetikan sejumlah tulisan. Ada yang menulis puisi, cerpen, juga ada yang menulis berita kegiatan di pondoknya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Pendidikan IPNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa

Probolinggo, IPNU Tegal. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo mewisuda mahasiswanya di Gedung Islamic Centre (GIC) Kota Probolinggo, Kamis (1/10). Ada sebanyak 189 mahasiswa yang lulus pada tahun akademik 2014-2015 dari sekolah tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.

Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 64 mahasiswa D-3 Akademi Kebidanan (Akbid), 30 mahasiswa D-3 Akademi Keperawatan (Akper), 29 mahasiswa S-1 Keperawatan dan 66 mahasiswa D-4 Bidan Pendidik. Para wisudawan dikukuhkan oleh Ketua Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah.

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Probolinggo H. Asy’ari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan. Ia berharap, kelulusan para perawat dan bidan itu bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Khususnya dalam hal pengembangan pembangunan di sektor kesehatan.

IPNU Tegal

“Tak lupa kami sampaikan terima kasih pada Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong yang bertahun-tahun telah mencetak para perawat dan bidan yang berdedikasi tinggi. Kami mendoakan semoga ikhtiar pondok pesantren ini mendapat rahmat dari Allah SWT,” katanya.

Sementara Ketua Yayasan Hafshawaty Pondok Pesantren Zainul Hasan KH Moh Hasan Mutawakkil Allah mengatakan, wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh masing-masing wisudawan. Bagi yang ingin terus menuntut ilmu, bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

IPNU Tegal

“Bagi yang ingin bekerja bisa memanfaatkan mitra kerja Stikes Hafshawaty. Seperti magang di puskesmas dan beberapa rumah sakit. Kami doakan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai profesinya masing-masing,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur ini berharap, agar ilmu yang didapat selama di bangku kuliah bermanfaat bagi masyarakat. “Ilmu harus diamalkan jika ingin bermanfaat. Amalkan ilmu yang kalian dapat kepada sesama manusia. Semoga para wisudawan dan santri Genggong mendapatkan kemudahan dari Allah dalam mengamalkan ilmunya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Halaqoh, Pendidikan IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Jakarta, IPNU Tegal. Meninggalnya KH Muchit Muzadi yang merupakan salah satu murid langsung dari Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari meninggalkan duka yang mendalam bagi warga NU. Semasa hidupnya, ia membaktikan seluruh hidupnya untuk kebesaran NU.

Katib Syuriyah PBNU H Asrorun Niam Sholeh menilai Kiai Muchit merupakan konseptor dan ideolog NU dalam bidang keagamaan maupun kebangsaan. Ia merupakan tokoh di balik layar yang menjadi pemantik perubahan besar.

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Kepada KH Hasyim Asyari, Mbah Muchit tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar berorganisasi dengan masuk dalam NU pada 1941. Di Tebuireng, Muchit muda bersentuhan dengan para aktivis NU, diantaranya dengan Ahmad Siddiq yang kemudian menjabat rais aam PBNU.

IPNU Tegal

Saat rais aam PBNU dijabat oleh KH Ahmad Siddiq, Mbah Muchit dipercaya menjadi sekretaris pribadi dan menjadi “dapur” dalam berbagai perumusan strategis NU, seperti rumusan aswaja, hubungan Islam dan negera, dan mencari rumusan pembaharuan pemikiran Islam serta strategi pengembangan masyarakat NU.

IPNU Tegal

“Salah satu yang fenomenal adalah khittah Nahdliyah dan hubungan NU dengan politik serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal,” katanya.

Dengan dibantu Mbah Muchit, maka langkah KH Ahmad Siddiq mampu mengimbangi gerak dan langkah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sehingga dalam waktu singkat NU menjadi organisasi yang sangat maju dan berperan besar dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

“Sukses duet KH Ahmad Siddiq dan Gus Dur tak lepas dari pikiran kreatif Mbah Muchit,” imbuhnya.

“Mari kita sebagai umat Islam dan warga NU khususnya mendoakan beliau, melakukan shalat janazah, shalat ghaib di masjid-masjid dan musholla, bertakziah dan bertahlil untuk beliau,” ajaknya.

Tak lupa, Asrorun Niam juga mengajak warga NU untuk meneladani perbuatan baik yang selama ini telah dilakukan oleh kakak dari mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini.

“Selamat jalan, semoga khusnul khotimah, jasa dan pahalanya dilipatgandakan pahalanya, dosa dan kesalahannya diampuni, dan kita diberi kekuatan untuk meneladani ketokohannya dan meneruskan perjuangannya,” katanya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan, Olahraga, Berita IPNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU

Pati, IPNU Tegal. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh tidak akan memberikan surat rekomendasi atau dukungan kepada salah satu kader NU yang maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub). Para pengurus dan warga NU disilakan menggunakan hak politiknya secara bebas dan tidak membawa atribut organisasi.



Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Tak Akan Rekomendasikan Cagub dari NU

“NU jangan sampai terlibat dalam politik praktis, kalau sudah terlibat, ya berarti sudah tidak benar”, kata pemimpin tertinggi NU itu dalam forum silaturrahmi yang digelar di kediamannya di Kajen Margoyoso Pati Jawa Tengah, Sabtu (23/2). Agenda bertajuk “Forum Silaturrahmi PCNU dan KH Sahal Mahfudh”.

Kontributor IPNU Tegal Moena Aziz melaporkan, kegiatan itu dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU Jawa Tengah dan PCNU se-Jawa Tengah. Di antaranya, KH Muhammad Adnan, KH Masruri Mughni, Dr Abu Hafsin, KH Muadz Thohir dan beberapa kiai lainnya.

IPNU Tegal

Sebagian besar peserta menyampaikan “uneg-uneg” mereka tentang dinamika NU dalam ranah politik lokal. Di berbagai daerah, NU sering didekati elite politik agar dapat terjalin kerjasama. Ketua PCNU Pati, KH Muadz Thohir dalam kesempatan itu menyampaikan keluhan tentang politisasi NU di berbagai daerah, hingga adanya parpol yang menggunakan simbol NU untuk menarik massa.

Hal tersebut ditanggapi oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh, pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, dengan sangat antusias. Kiai Sahal Mahfudh menegaskan bahwa posisi NU sebagai jam’iyyah (organisasi) perlu dilepaskan dari konteks pribadi-pribadi, hubungannya dengan persoalan politik praktis.

IPNU Tegal

Dikatakannya, dalam ranah organisasi, NU tidak diperkenankan bergelut dalam kubangan politik, karena bertentangan dengan khittah NU, yang ditegaskan dalam muktamar Situbondo 1984.

Kiai Sahal mengingatkan, agenda pemberdayaan kaum nahdliyyin sering mengalami disorientasi dan tak jelas makna serta arahnya ketika pengurus NU sibuk dengan dunia politik. Garis perjuangan organisasi akan semakin kabur. “Politik akan lebih membawa madlarat daripada maslahat,” katanya.

Pada forum itu sempat terjadi perdebatan hangat tentang relasi NU dengan partai politik. Perbincangan dalam forum silaturrahmi itu berkisar tanggapan tentang banyaknya kader NU yang terjun di arena pertarungan Pilgub dan Pilkada.

Kiai Sahal menegaskan, sebagai Rais Aam PBNU dirinya tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu kader NU yang maju dalam Pilgub. Dikatakannya, forum silaturrahmi yang saat itu diadakan adalah murni agenda ulama.

“Sebagai shohibul bait, saya mengundang ulama dan pengurus NU, atas nama pribadi, bukan dengan legitimasi sebagai Rais Am PBNU. Untuk itu, forum ini tidak ada tendesi politis apapun. Tujuan saya, forum ini untuk menyegarkan kembali hubungan silaturrahmi antar ulama,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Wakil Ketua PWNU Jateng, Dr Abu Hafsin yang bertindak sebagai moderator mengatakan bahwa forum silaturrahmi bukan bermaksud sebagai agenda penggiringan suara kepada kader NU. “Ini murni forum silaturrahmi, bukan agenda penyatuan suara politik,” katanya.

Mengenai pencalonan KH Muhammad Adnan dalam Pilgub Jateng, Dr. Abu Hafsin menjamin ketua PWNU Jateng itu akan mematuhi peraturan organisasi. “Pak Adnan mematuhi garis perjuangan dan peraturan organisasi. Kalau nanti sudah mendaftar ke KPUD Jateng, beliau akan mengajukan surat non-aktif sebagai Ketua PWNU,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Kajian, Pendidikan IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja

Probolinggo, IPNU Tegal - Sedikitnya 70 orang Pengurus Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dari 11 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo dilantik secara bersamaan di Masjid Al-Anwar Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Ahad (26/2).

Para pengurus LDNU yang dikukuhkan ini berasal dari Kecamatan Dringu, Leces, Tegalsiwalan, Sumber, Kuripan, Bantaran, Wonomerto, Sumberasih, Tongas, Lumbang dan Sukapura. Pengukuhan ini dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri.

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja

Dalam sambutannya, Ketua PC LDNU Kabupaten Probolinggo Kiai Achmad Munir berpesan agar pengurus PAC LDNU di masing-masing kecamatan bisa menjadi pelopor aqidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

IPNU Tegal

"Caranya dengan terus berhikmah dan mauizhotul hasanah serta mampu menjadi pengasuh pesantren masyarakat yang bisa mengajak masyarakat yang beraneka ragam ke jalan Allah," katanya.

Sementara Kiai Jamaluddin Al-Hariri mengharapkan pengurus yang sudah dikukuhkan mampu menjalankan amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

IPNU Tegal

"Jalankan amanah yang sudah diterima dengan terus berupaya menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah maraknya paham-paham baru yang bertentangan dengan aqidah warga NU," ungkapnya.

Pengukuhan pengurus PAC LDNU se-Kabupaten Probolinggo ini bertujuan agar pengurus LDNU dapat menjalin hubungan baik antar umat dan menjadi orang yang berbahagia dunia akhirat dengan jalan dakwah. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Jakarta, IPNU Tegal. Meskipun kongres I Pagar Nusa tinggal 8 hari lagi, sampai saat ini bursa kandidat yang akan memimpin Pagar Nusa sebagai badan otonom NU belum muncul.

“Sejauh ini belum ada wilayah atau cabang yang menyuarakan aspirasinya mendukung calon tertentu,” tutur Ketua Panitia Kongres. H. Fuad Anwar, Selasa.

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Mekanisme pencalonan sampai saat ini juga belum ditentukan, berapa suara minimal yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri.

“Masih terdapat perdebatan bagaimana mekanisme pemilihan ketua umum, melalui one man one vote, sistem ahlul halli wal aqdi atau sistem presidium, ini masih akan dibahas dalam tatib,” tutur Sekretaris Panitia Mujtahidur Ridho.

Edo, panggilan akrab Mujtahirur Ridho menjelaskan ada usulan dari pengurus PBNU yang menginginkan sistem ahlul halli wal aqdi untuk kongres pertama ini.

IPNU Tegal

Dalam acara pra kongres yang akhirnya forumnya dirubah menjadi kongres, namun tidak diakui oleh PBNU yang diselenggarakan pada 25 September 2005 di Ponpes Ciganjur, terpilih H. Suharbillah.

Kala itu, terdapat 5 kandidat yang bersaing dalam kongres. Dari 72 suara wilayah dan cabang, sebanyak 53 memilih Suharbillah diikuti KH Sayuthi Ghozali 13 suara, Kuncoro 3 suara, Abdul Latif 2 suara dan Abdul Halim 1 suara. Abstain 1 suara dan 1 suara lagi memilih Gus Maksum, pendiri Pagar Nusa yang saat ini sudah meninggal dunia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pendidikan, Pemurnian Aqidah, Pahlawan IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter

Jakarta, IPNU Tegal

Hari lahir (harlah) Ke-90 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada tanggal 31 Januari mendapat ucapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta menyampaikan ucapannya melalui akun twitter pribadinya pada Ahad (31/1/2016).

Dalam ucapan selamatnya kepada NU, Jokowi berharap NU selalu menjaga kebhinnekaan serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Hal ini ditegaskan, karena selama ini banyak gerakan dan paham radikal yang cenderung berpotensi memecah belah perdamaian dan keutuhan bangsa Indonesia.

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Harlah Ke-90 NU di Twitter

“Selamat Milad NU ke-90. Tetap setia mengawal kebhinnekaan dan wujudkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta,” tulis Jokowi.

Ucapan selamat dari Presiden Jokowi mendapatkan ribuan respon dari followernya. Saat berita ini ditulis, tweet ucapan Jokowi di-retweet oleh 1225 orang, di-like oleh 882 orang, dan di-replay tak kurang dari 120 orang.?

IPNU Tegal

Sebelumnya, PBNU dan PSNU Pagar Nusa yang menyelenggarakan peringatan Harlah Ke-90 NU menegaskan bahwa NU berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara. Komitmen ini terus digelorakan, karena NU melihat banyak gerakan dan paham yang cenderung mencerai-berai keutuhan bangsa yang sejak dahulu hingga kini terus dibangun oleh para ulama, khususnya ulama pesantren.

“Sinergi dan keselarasan antara agama nasionalisme hingga kini terjaga karena jasa dan perjuangan para ulama yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sabtu (30/1/2016).

Ulama Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, lanjut Kang Said, beserta para ulama lain tidak mempunyai ambisi mendirikan khilafah seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama Timur Tengah hingga kini. Karena menurutnya, agama dan nasionalisme sangat bisa berjalan beriringan membangun bangsa yang satu.

“Tugas kita saat ini meneruskan perjuangan ulama-ulama NU dari rongrongan paham radikal berbaju agama yang justru ingin membuat Indonesia porak poranda seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah karena mengusung khilafah,” tegas Kiai asal Kempek Cirebon ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pesantren, Kajian, Pendidikan IPNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Kopreasi Nahdlatut Tujjar Berbagi Bingkisan untuk Anggota

Bandung, IPNU Tegal. Menjelang Ramadlan 1437 H, Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatur Tujjar (KSP Nahdlar) kabupaten Bandung menyalurkan paket bingkisan kepada semua anggotanya  di aula pesantren Darul Huda kecamatan Banjaran, Bandung, Kamis (17/6). Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin koperasi menjelang Ramadhan tiba.

Kegiatan ini dihadiri Ketua KSP Nahdlar H Saepuloh yang juga merupakan Sekretaris Pergunu Jabar.

Kopreasi Nahdlatut Tujjar Berbagi Bingkisan untuk Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopreasi Nahdlatut Tujjar Berbagi Bingkisan untuk Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopreasi Nahdlatut Tujjar Berbagi Bingkisan untuk Anggota

"Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadlan sebagai ajang silaturahmi antarpengurus dan anggota," tutur H Saepuloh.

IPNU Tegal

Pada kesempatan itu KSP Nahdlar membagikan tabungan yang diperuntukan untuk meringankan beban anggota dalam menghadapi Ramadlan.

"Semoga tabungan yang kami berikan bisa meringankan sebagian beban anggota dalam menghadapi acara ‘munggahan’ yang biasa dilaksanakan pada awal Ramadlan," tutur H Saepuloh.

IPNU Tegal

Menurutnya, jumlah tabungan yang diberikan kepada anggota pada kesempatan ini hanya  Rp. 14.710.000.

Sementara ibu Eti salah satu anggota KSP Nahdlar menyatakan rasa syukurnya atas kepedulian koperasi dengan memberikan bingkisan kepada seluruh anggota. "Ini wujud nyata bahwa KSP Nahdlar sebagai lembaga ekonomi yang bersifat sosial," tutur Eti. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan, Syariah IPNU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis

Lumajang, IPNU Tegal. Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Lumajang tahun depan, patut bersyukur. Sebab, tidak perlu lagi merogoh  kocek untuk biaya pelepasan, pemberangkatan, dan pemulangan CJH karena sudah ditanggung Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis

Hal tersebut dikemukakan Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Lumajang, HM. Mudhafar di sela-sela pelepasan CJH Lumajang, kemarin (15/9).

Menurutnya, tahun  ini CJH dipungut biaya tambahan untuk keperluan pelepasan, pemberangkatan dan pemulangan CJH yang besarnya mencapai Rp. 400 ribu. "Tahun-tahun sebelumnya, CJH juga dipungut biaya tambahan itu. Tapi mulai tahun depan, CJH tak perlu lagi membayar biaya tambahan karena ditanggung Pemkab," ujarnya.

IPNU Tegal

Selain harus membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), CJH juga diwajibkan membayar biaya-biaya tambahan yang terpsiah dengan BPIH, seperti biaya pelepasan, pemberangkatan, pemulangan, cek kesehatan dan sebagainya.

IPNU Tegal

Diakaui Mudhafar, biaya-biaya tambahan tersebut bisa jadi cukup memberatkan bagi CJH, namun itu harus dipenuhi karena memang kegiatan-kegiatan itu memang keharusan. "Untuk CJH Kabupaten Lumajang, untuk cek kesehatan sudah lama digrariskan. Sekarang ditambah dengan biaya pelepasan dan sebagainya, juga gratis," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mudhafar juga berharap agar CJH bisa konsentrasi untuk melakukan ibadah haji dengan khusyu dan ikhlas, sehingga pulang bisa membawa gelar haji mabrur. Ia juga menghimbau agar keluarga tidak memaksa untuk menjemput CJH di Surabaya kelak. "Supaya tidak mengganggu ketenangan CJH yang dijemput dan CJH yang lain, maka lebih baik ditunggu saja di Lumajang," ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Pendidikan, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Musimat NU Pringsewu Salurkan “Koin Surga” Sebesar Rp. 93,5 Juta

Pringsewu, IPNU Tegal. Tabungan “Koin Surga” 2015 berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 93.545.000. Tabungan berbahan bambu itu telah disebarkan selama satu tahun yang kemudian dibuka pada peringatan harlah ke-69 Muslimat NU di Lapangan Dirgahayu kecamatan Sukoharjo, Pringsewu. Dana ini didistribusikan untuk santunan dhuafa, lansia, anak-anak yatim piatu, khitanan massal, donor darah.

Penggagas tabungan ini Dra Hj Ani Fitriani Sobri menyatakan bahwa pihaknya sudah setiap tahun menyebar tabuhan tersebut ke seluruh anak cabang, ranting, dan majelis taklim di seluruh titik di kabupaten Pringsewu.

Musimat NU Pringsewu Salurkan “Koin Surga” Sebesar Rp. 93,5 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Musimat NU Pringsewu Salurkan “Koin Surga” Sebesar Rp. 93,5 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Musimat NU Pringsewu Salurkan “Koin Surga” Sebesar Rp. 93,5 Juta

Hj Ani Fitriani Sobri yang tidak lain adalah Ketua Muslimat NU Pringsewu mengatakan bahwa awalnya tabungan Koin Surga itu dibuat sebanyak 3000 buah. Tabungan ini dibuka untuk menghitung hasilnya setiap satu semester.

IPNU Tegal

“Namun sekarang sudah lebih dari 3000an tabungan dibuat setiap tahunnya dan dibuka bersamaan dengan kegiatan Harlah Muslimat NU. Meningkatnya jumlah tabungan didasarkan atas permintaan dan animo yang tinggi dari majelis-majelis taklim yang ada,” kata Hj Ani.

Tabungan Koin Surga berawal dari keinginan Muslimat NU Pringsewu untuk saling peduli dan berbagi kepada sesama muslim yang membutuhkan uluran tangan di Pringsewu.

IPNU Tegal

Berangkat dari keinginan mewujudkan program-programnya, Muslimat NU Pringsewu lalu meluncurkan program Koin Surga ini untuk pertama kalinya pada peringatan harlah ke-66 Muslimat-NU di pesantren YASMIDA Ambarawa, Pringsewu pada 2012.

Peluncuran perdana waktu itu dilakukan secara simbolis dengan memasukkan koin ke dalam tabungan bambu oleh Bupati Pringsewu KH Sujadi yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu.

Tidak tanpa alasan membuat media tabungan yang terbuat dari bambu tersebut. Hal ini didasarkan kepada arti yang terkandung dari nama Pringsewu yang berasal dari bahasa Jawa "Pring" yang berarti bambu dan "Sewu " yang berarti seribu. (M Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim

Klaten, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Klaten kembali menggelar kajian rutin kitab Irsyadus Sari karya KH M Hasyim Asy’ari, Ahad (19/10). Kajian yang biasanya digelar setiap Ahad Pahing ini,  mundur dua pekan karena salah satu Ahad Pahing yang dijadwalkan bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

“Kami sangat bersyukur kajian rutin ini tetap istiqamah, meskipun mundur dari jadwal,” kata Ketua IPNU Klaten Ahmad Saifuddin.

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim

Kajian kali ini memasuki putaran kelima. Kajian yang dipandu Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Muhammad Nawawi Syafi’i, mendorong para hadirin untuk menghormati orang alim.

IPNU Tegal

“Penghormatan ini bukan pengkultusan, namun lebih pada pemuliaan ilmu Allah SWT yang ada dalam diri orang ‘alim tersebut’,” ujar pengasuh pesantren Roudlotush Sholihin dan Roudlotush Sholihat Batur Ceper Klaten.

Melalui karyanya, Mbah Hasyim mengatakan, “Dekat dengan ulama itu perhiasan. Bercampur dengan mereka adalah keuntungan. Ulama termasuk dari tiga golongan selain para Nabi dan syuhada yang diijinkan memberi syafa’at di hari Kiamat kelak.”

IPNU Tegal

“Maka dari itu, jangan sampai kita jauh dari ulama,” imbau Kiai Nawawi.

Kiai Nawawi juga mengajak pelajar NU untuk selalu mencari ilmu. Karena, orang berilmu itu seolah abadi. Meskipun sudah wafat, mereka akan tetap dikenang dan diingat lantaran kemuliaan ilmu yang dimilikinya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Pendidikan, Budaya IPNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda

Bogor, IPNU Tegal

Guna membentengi NKRI dari ancaman paham radikal dan liberal yang kian marak, Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor mengajak warga Nahdliyin untuk memperkuat kembali relasi Islam dan kearifan lokal.

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda

Sekretaris LBM NU Kabupaten Bogor Ustadz Ahmad Idhofi mengatakan, NKRI bersatu karena budaya. Islam mengakar kuat di Indonesia juga karena budaya. “Islam dapat diterima secara terbuka oleh masyarakat Sunda karena adanya akulturasi. Islam dan budaya Sunda dapat hidup berdampingan,” kata Idhofi di Bogor, Rabu (25/1).

Sebelumnya pada Ahad (22/1), ia menggagas kegiatan “Tawassul dan Napak Tilas Sejarah dan Relasi Islam- Sunda” di Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah, Jalan Karacak KM 03, Kampung Geledug, Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

IPNU Tegal

Idhofi mengutarakan, penyebaran Islam di tatar Sunda tidak terlepas dari peran Maharaja Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran Prabu Siliwangi, bertahta pada 1482-1521 M. Ia berperan besar dalam proses Islamisasi Bogor maupun tatar Sunda umumnya.

“Semua kerajaan di tatar Sunda dan mayoritas ulama besar Sunda merupakan anak cucu keturunan Prabu Siliwangi,” papar alumnus program S2 Pascasarjana UIKA Bogor ini.

IPNU Tegal

Ketua MWC NU Kecamatan Leuwisadeng Baejuri mengatakan, orang Sunda identik dengan Islam. Ada istilah Islam itu Sunda, Sunda itu Islam. Hal ini berkat perjuangan para ulama dan pemimpin masa silam.

Ahmad Fahir menyampaikan, sejarah perjumpaan Islam dengan Sunda terbilang sangat panjang. Bahkan Islam masuk wilayah Sunda jauh sebelum era Wali Songo pada abad ke-15 dan 16, yang juga dikenal sebagai puncak Islamisasi Nusantara.

“Syaikh Quro mendirikan pesantren pertama di Nusantara sebelum era Wali Songo. Ia memiliki andil besar dalam mengislamkan Prabu Siliwangi dan menjadikan dinastinya di Kerajaan Pajajaran (terutama dari garis isteri Subang Larang Cirebon) dan dari garis Kerajaan Talaga sebagai aktor utama penyebaran Islam tatar Sunda,” kata Fahir.

Wilayah tatar Sunda dimaksud kini masuk dalam sejumlah provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan wilayah barat Jawa Tengah.

Islam diperkirakan telah masuk tatar Sunda sejak awal abad 12, seperti dikisahkan babad Pamijahan, Tasikmalaya. Pada abad 17, seorang ulama besar bernama Syaikh Abdul Muhyi, melakukan napak tilas bertahun-tahun mencari goa safar wadi peninggalan Syaikh Abdul Qodir al-Jailani saat berguru ke Syaikh Sanusi pada abad 12.

“Islam berkembang pesat tatar Sunda karena berdampingan dengan budaya Sunda. Masyarakat menerima Islam secara terbuka, dan tetap melestarikan budaya,” katanya.

Ustadz Zulfiqor, pengurus MUI Kabupaten Bogor menambahkan, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang relasi Islam-Sunda.

“Banyak sejarah Islam Sunda yang masih misteri dan belum terungkap karena kekurangan literatur. Tugas kita untuk menggalinya, agar dapat memahami sejarah secara utuh,” tutur mantan ketua IPNU Cabang Kabupaten Bogor ini.

Pesantren Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah didirikan KH Supendi pada 1993 dan mengelola SMP, MTs, SMK, MA, dan perguruan tinggi, dengan total santri lebih dari seribu orang.

Kegiatan tersebut menghadirkan aktivis NU dan pegiat budaya Sunda Ahmad Fahir, diikuti 50 orang alumni, mahasiswa, dan guru Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah; utusan MWCNU Kecamatan Leuwiliang, guru SMP Ma’arif NU Cilebut, dan pengurus MUI Kabupaten Bogor. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama IPNU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Habib Luthfi: Kita Siap Hadapi Pengganggu NKRI

Pekalongan, IPNU Tegal. Habib Luthfi bin Yahya menyatakan kesiapan umat Islam Indonesia menghadapi kelompok manapun yang mengubah bentuk negara Indonesia dengan bentuk lainnya. Bahkan kita bersedia berhadapan dengan mereka yang berupaya mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NKRI sudah bentuk akhir yang tidak bisa ditawar. Kita siap menghadapi mereka itu karena di belakang kita ada TNI dan POLRI sebagai pendukung penuh tegaknya NKRI,” kata Habib Luthfi dalam ceramahnya pada acara Silaturahmi Nasional antara Ulama, TNI, dan POLRI se-Indonesia di Dupan Square Pekalongan, Selasa (4/2).

Habib Luthfi: Kita Siap Hadapi Pengganggu NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Kita Siap Hadapi Pengganggu NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Kita Siap Hadapi Pengganggu NKRI

Di hadapan sedikitnya 2000 tamu undangan silaturahmi, Habib Luthfi menegaskan kembali sikap umat Islam Indonesia sebagai pembela NKRI hingga mati.

IPNU Tegal

"Saya harus menegaskan ulang sikap kita itu di hadapan seluruh tamu yang hadir mumpung ada ulama, TNI, POLRI, Panglima TNI Jendral Moeldoko, dan KAPOLRI Jenderal Sutarman,” tutur Habib Luthfi.

IPNU Tegal

Ia mengharapkan kerja sama lebih erat unsur ulama, TNI, dan Kepolisian dalam mengawal keutuhan NKRI. Koordinasi tiga komponen ini, lanjut Habib Luthfi, menjadi jaminan keselamatan NKRI.

Sementara Ketua PC LDNU Pekalongan Hasyim Basyaeban yang turut menghadiri silaturahmi mengatakan, acara tingkat nasional yang digagas Habib Luthfi menjadi bukti kedekatan dan jaringannya yang cukup luas untuk menjaga tetap utuhnya NKRI.

“LDNU Pekalongan dalam hal ini akan berupaya sekuat tenaga mewujudkan NKRI melalui program dakwah Islam yang ramah bukan dengan cara Islam yang marah,” tandas Hasyim kepada IPNU Tegal, Selasa (4/2). (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Bahtsul Masail, Pendidikan IPNU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Haramkan Sekolah Belanda, Hadhratus Syekh Diangkat Pahlawan Nasional

Jakarta, IPNU Tegal. Ketika Belanda menyediakan fasilitas pendidikan dengan sistem sekolah, Hadhratus Syekh KHM Hasyim Asy‘ari yang mewakili kalangan NU dan pesantren mengharamkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Bagi Hadhratus Syekh, umat Islam dalam menang maupun kalah wajib melawan kolonial. Tidak ada kata menyerah.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) Agus Sunyoto di gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (27/11) petang.

Haramkan Sekolah Belanda, Hadhratus Syekh Diangkat Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Haramkan Sekolah Belanda, Hadhratus Syekh Diangkat Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Haramkan Sekolah Belanda, Hadhratus Syekh Diangkat Pahlawan Nasional

Fatwa ini menjadi salah satu alasan pemerintah RI mengangkat KH Hasyim sebagai Pahlawan Nasional, tegas Agus Sunyoto.

IPNU Tegal

Dasar fatwa itu, ungkap Agus, sederhana sekali; tasyabbuh bil kafirin. Sebuah hadis menyatakan, man tasyabbaha bi qaumin fa hua minhum. Tentu fatwa ini efektif terhadap umat Islam. Karena, mereka tidak mau digolongkan ke dalam barisan orang kafir hanya karena meniru cara belajar dan hidupnya orang Belanda.

Agus menjelaskan kekalahan semua elemen pergerakan di Indonesia saat itu. Tetapi meskipun kalah, hanya kelompok NU dan pesantren yang pantang untuk menundukkan kepala kepada kolonial. KH Hasyim Asy‘ari membuktikan perlawanannya dengan fatwa itu.

IPNU Tegal

Fatwa Hadhratus Syekh ini tentu saja menakutkan Belanda. Belanda menilai fatwa KH Hasyim dapat menggagalkan agenda politik jangka panjang kolonial. Kebijakan sekolah merupakan politik Belanda untuk mencetak calon pegawai kolonial dengan gaji rendah selain penyeragaman cara berpikir model Barat. Cara berpikir model Barat itu pada gilirannya melemahkan pergerakan kemerdekaan, tambah Agus Sunyoto.

“Penjajahan bagi kalangan pesantren ialah penundukkan pikiran,” tegas Agus Sunyoto.

Dengan demikian, KH Hasyim membuktikan kalangan pesantren tidak pernah dijajah Belanda. Karena, kalangan pesantren memilih sendiri cara berpikirnya yang khas di luar ketentuan yang dikehendaki Belanda melalui sekolah-sekolah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, Pendidikan, Olahraga IPNU Tegal

Rabu, 08 November 2017

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya

Bondowoso, IPNU Tegal - Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bondowoso berdoa bersama untuk musibah korban kekerasan Rohingya di Myanmar. Istighotsah ini yang dilaksanakan cukup sederhana ini diikuti beberapa pimpinan ranting, anak cabang, lembaga majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor, Banser beserta pengurus harian cabang GP Ansor di Sekretariat GP Ansor Bondowoso Jalan KH Mas Mansur Nomor 09 Kelurahan Belindungan Kecamatan Bondowoso, Ahad (3/9) sore.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, kita melaksanakan doa bersama-sama dan istighotsah bersama untuk saudara kita yang sekarang membutuhkan bantuan kita yaitu di Myanmar.

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya

Dimana kita sebagai saudara Muslim, saudara sesama manusia tentunya membutuhkan uluran tangan doa dan kita semua yang mana saat ini saudara kita etnis Rohingya di Myanmar itu betul-betul mengalami sebuah kekerasan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh sesama manusia yang terjadi di Myanmar.

IPNU Tegal

"Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana, selain acara itu juga syukuran hari Kemerdekaan RI, istighotsah serta mendoakan saudara Muslim Rohingya di Myanmar," jelasnya sebelum acara di mulai pada waktu itu.

Doa dan istighotsah bersama tersebut dipimpin langsung oleh sekretaris lembaga majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor (RA) GP Ansor Bondowoso Abdul Salam dan ditutup doa oleh Ketua majelis zikir dan shalawat RA Bondowoso Ahmad Junaidi. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pendidikan, Kajian Islam IPNU Tegal

Jumat, 03 November 2017

Demokrasi ala Ansor, Bermartabat dan Damai

Boyolali, IPNU Tegal. Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah menggelar pelatihan peningkatan wawasan kebangsaan. Acara tersebut bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (kesbangpolinmas) Provinsi Jawa Tengah.

Demokrasi ala Ansor, Bermartabat dan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Demokrasi ala Ansor, Bermartabat dan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Demokrasi ala Ansor, Bermartabat dan Damai

Menurut salah satu panitia, Nuril Huda, pelatihan yang bertempat di Asrama Haji Donohudan Boyolali itu akan dilaksanakan selama tiga hari. 

“Peserta yang mengikuti acara ini 50 orang, diantaranya perwakilan Ansor dari Soloraya, Grobogan, Semarang dan Salatiga,” terang Korwil Ansor Soloraya itu, Selasa (27/8) kemarin.

IPNU Tegal

Lebih lanjut, ketua Ansor Sukoharjo itu menjelaskan beberapa pemateri akan dihadirkan pada pelatihan tersebut, diantaranya yakni perwakilan dari Korem Waraspratama dan dari Polda Jateng.

IPNU Tegal

Usai pembukaan acara Selasa kemarin, salah satu pemateri, Jabir Al Farouqi memaparkan materi tentang kondisi Ansor kekinian yang berkaitan dengan kondisi bangsa. Ketua Ansor Jateng itu juga menjelaskan demokrasi di mata orang Ansor. 

“Demokrasi bagi orang Ansor, adalah demokrasi yang mengedepankan martabat, santun dan kedamaian,” terangnya.

“Ketika mensukseskan apapun, kita juga harus menciptakan stabilitas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga digunakan untuk melakukan konsolidasi program para pengurus Ansor. Rencananya pelatihan kebangsaan ini akan berakhir sampai 29 Agustus 2013 nanti.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock