Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Jombang, IPNU Tegal. Lantunan Syiir Tanpo Waton yang dikumandangkan KH Nizom Asshofa menghipnotis puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Tebuireng Jombang, Kamis malam (27/8).

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Syiir tanpo waton menutup kegiatan pengajian yang dihelat di areal makam Gus Dur yang menghadirkan mantan Menteri Agama Prof Tholhah Hasan, dan KH Maimun Zubair yang dihadiri sekitar 20 hingga 25 ribu jamaah.

Suara Gus Nizom yang memang terdengar sangat mirip dengan suara Al Marhum Gus Dur seakan sosok cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang dikenal dekat dengan beragai kalangan dan masyarakat kecil ini turut hadir ditengah tengah jamaah.

IPNU Tegal

”Suaranya memang sangat mirip dengan Gus Dur, padahal beliau masih sangat muda,” kata Yusuf salah satu wartawan yang tepat di depan podium.

IPNU Tegal

Gus Nizom, tampil dengan didampingi sekitar 20 pengikutnya dengan berpakain hitam dan berambut gondrong. Sementara para jamaah larut dengan lantunan lantunan syiir yang dikenal dengan Syiir Gus Dur.

Peringatan 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4, kemarin terlihat sangat meriah, sejaka siang ribuan jamaah sudah terlihat memasuki kawasan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Kondisi ini semakin padat ketika dimulai acara tahlil. 

Setidaknya 20 ribu orang memadati Pesantren Tebuireng. Membludaknya jamaah membuat banyak pengunjung tak bisa masuk ke areal pondok dan tertahan diluar pagar. 

"Panitia hanya memperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu orang, tapi melihat seperti ini bisa lebih 20 ribu orang,’’ kata Lukman Hakim ketua panitia pelaksana.

Saking padatnya pengunjung, jalan raya yang berada di depan pondok sampai harus ditutup. Sementara arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. Pengunjung memang mulai berdatangan dengan berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, mengendarai motor, mobil, bus serta kereta kelinci. Tak heran ketika jelang Magrib area parkir sudah penuh dengan kendaraan. Padahal acara baru dimulai setelah salat Isya.

Pukul 19.00, WIB jarak satu kilometer dari Tebuireng, jalan raya sudah padat merayap. Di kanan kiri jalan berderet mobil parkir. Nah, begitu memasuki gerbang Tebuireng, pengunjung sudah berdesak-desakan. Bahkan, di pintu gerbang utara, sejumlah petugas keamanan terpaksa menghalau para pengunjung. Pasalnya, area di sekitar makam Gus Dur sudah sesak pengunjung. 

"Maaf jangan masuk ke area makam. Karena pengunjung sudah penuh sesak. Sekali lagi, harap kembali lagi,’’ kata Djamaludin Karim Wakil Komandan Satkorcab Banser Jombang yang mengatur di pintu masuk gerbang pondok pesantren.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan

Pamekasan, IPNU Tegal

Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi mengatakan, kaderisasi adalah hal yang utama dalam organiasi NU. Berdasarkan amanat Muktamar ke-33 di Jombang, Lakpesdam PBNU ditugaskan untuk memperkuat berbagai program kaderisasi.

“Kali ini adalah program kaderisasi yang menyasar pengurus MWC dan Ranting,” kata dia di Pamekasan, Jawa Timur Ahad (6/3).

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan

Pelatihan Penggerak Ranting ini, kata Rumadi, adalah untuk memperkuat kapasitas pengurus MWC dan Ranting agar mereka semakin cakap dalam mengelola dan menggerakkan NU. Gerakan ini tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan jamaah, tapi juga penguatan tata kelola kelembagaan jam’iyah NU.

IPNU Tegal

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Islamiyah, Palengaan, Pamekasan ini diikuti oleh 30 peserta. Mereka adalah utusan perwakilan pengurus MWC dan Ranting NU se-Pamekasan.? Program ini terselenggara atas kerja sama Lakpesdam PBNU dengan Lakpesdam PCNU Pamekasan.

IPNU Tegal

“Program pelatihan penggerak NU ini ke depan akan dilakukan di tingkat PWNU dengan melibatkan PCNU di seluruh provinsi. Dengan begitu, dalam waktu yang tidak lama, program ini akan menyentuh selutuh PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia,” jelas Sekretaris Lakpesdam PBNU Marzuki Wahid yang didapuk menjadi Fasilitator pelatihan selama dua hari, 5-6 Maret. ?

Marzuki memaparkan, Lakpesdam PBNU sudah menyiapkan berbagai program kaderisasi yang beragam. Selain Pelatihan Penggerak Ranting, Lakpesdam tengah merancang program Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan, yang disingkat PPWK. Ini berbeda dengan Penggeran Ranting. “Sasaran peserta PPWK ini adalah kiai-kiai muda yang mempunyai basis komunitas dampingan di masyarakat,” pungkasnya. (Abdullah Ubaid/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

Surabaya, IPNU Tegal. Upaya mengembangkan kualitas dan kuantitas informasi dan keterampilan menulis, Humas PCNU Kota Surabaya serta Redaksi Website nusurabaya.or.id menggelar pelatihan jurnalistik guna menyiapkan kader santri jurnalis di Kantor NU Kota Surabaya, Senin (1/5).

Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Kota Surabaya Erwin Muhammad mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan guna meningkatkan penulisan sehingga informasi yang dibuat sesuai dengan kaidah jurnalistik yang benar.

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

“Selain menyiapkan kader jurnalis dilingkungan NU Kota Surabaya, kami juga ingin agar jurnalis NU mampu memberikan informasi sesuai dengan kode etik jurnalistik dan tidak hoax,” ujarnya, Selasa (2/5).

Erwin Muhammad yang juga Humas NU Kota Surabaya menambahkan, pihaknya ingin para kader tersebut bisa menjalankan juga salah satu fungsi kehumasan NU Kota Surabaya yang memiliki ciri khas tersendiri.

IPNU Tegal

“Sebagai Humas NU, harus mengedepankan ciri khas santri, selain harus menyebarkan berita apa saja yang dilakukan oleh Nahdliyin di Surabaya, juga harus mampu berkomunikasi dengan santun dan berakhlakul karimah pada semua masyarakat,” tambahnya. (M. Hisam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Pemurnian Aqidah, Olahraga IPNU Tegal

IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara

Pekalongan, IPNU Tegal. Sedikitnya 2000 jemaah memadati Dupan Square Pekalongan, Selasa (4/2). Mereka mengikuti silaturahmi nasional antara ulama, TNI, dan POLRI yang dirangkai dalam peringatan maulid Rasulullah SAW Majelis Kanzus Sholawat-nya pimpinan Habib Luthfi bin Yahya.

Mereka adalah tamu undangan yang terdiri dari ulama Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN), TNI, dan POLRI. Maulid ini secara teknis ditangani Pengurus Mahasiswa Ahlit Thariqah An Nahdliyyah (MATAN).

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara

Dalam ceramah, Habib Luthfi yang juga Rais Aam Idaroh Aliyah JATMAN mengimbau unsur ulama, jajaran TNI, dan elemen POLRI untuk memperkuat barisan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

IPNU Tegal

“Kekompakan ketiganya memberi jaminan bagi kelestarian NKRI. Sebaliknya, bila tiga komponen ini berjalan masing-masing, maka NKRI akan rapuh,” terang Habib Luthfi di hadapan hadirin.

Dalam silaturahmi nasional ini, tampak hadir Panglima TNI Jendral Moeldoko dan Kapolri Jendral Sutarman. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Sholawat IPNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menggagas sebuah majelis dzikir yang dinamakan Hubbul Wathon. Majelis tersebut dideklarasikan di hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (13/7). Deklarasi yang dihadiri 700 kiai itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

Apa dan bagaimana gerak dan cita majelis dzikir itu ke depan? Abdullah Alawi dari IPNU Tegal berhasil mewawancarai Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi. Berikut petikannya: ?

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir

Setelah dideklarasikan, apa rencana terdekat Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW)?

. Saat ini yang sedang dilakukan adalah mematangkan organisasi dan jaringannya karena kita sedang membangun infrastruktur organisasi nasional. Nanti kita akan mengajak para habaib, para kiai untuk bergabung bersama-sama. Ini kombinasinya para habaib, masyaikh, kiai-kiai kita. Kita tersentral pada visi dan misi. Visi misinya adalah kita ingin menjadi jembatan untuk mengatasi kebuntuan komunikasi, kebuntuan silaturahim yang hari ini terjadi, kelompok dalam rumah Indonesia ini tidak berkomunikasi dengan baik.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Bagaimana caranya?

. Dzikir itu kan bahasa spiritual, bahasa hati, bahasa bagaimana orang masuk ke dalam upaya meyelesaikan problem itu dari dalam dirinya sendiri, dan resistensi tidak ada. Kalau kita mau berdzikir, dari partai mana pun, dari kelompok mana pun, mereka pasti suka. Di situ kita masuk. Banyak problem ini bukan terjadi karena subtansi masalah, tapi karena problem komunikasi. Kita mencoba membantu mengatasi dari situ, mengatasi problem-problem dengan silaturahim.

Problem komunikasi diselesaikan dengan cara dzikir dalam praktiknya itu bagaimana?

. Begini, dzikir itu, wahana ya. Kalau kita ketemu, yang kita omongkan kan macam-macam, bisa politik, ekonomi, bisa macam-macam. Intinya, kalau orang ketemu, pasti akan komunikasi. Nah, jangankan untuk ketemu, menyelesaikan masalah, cara komunikasinya pun, orang sekarang tidak bisa. Beda pikiran. Beda macam-macam. Tidak nyambung. Kita bertengkar hari ini, tidak nyambung masalahnya ini. Kita ingin masuk melampaui itu semua. Bayangkan bagaimana jika suatu hari di Istana, Jokowi mengundang semua kelompok oposisi untuk berdzikir bersama. Atau sebaliknya, di kelompok oposisi mengundang Istana untuk berdzikir di situ. Ini kan bisa menjadi sesuatu yang bisa jadi jembatan.

Lalu, bagaimana bisa menjadi alat komunikasi bagi orang tidak suka dzikir? ?

. Dzikir kan memang bahasa kelompok yang suka dzikir memang. Kita tidak mau masuk kepada wilayah orang yang tidak suka dzikir.

Oh ya, tadi disebutkan akan melibatka habib-habib. Siapa di antaranya?

. Kita rencananya akan meminta Habib Zen bin Smith selaku Rabithah Alawiyah untuk jadi semacam Dewan Khosnya, juga Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyi, insyaallah jadi Korwil Jawa Timur.

Bagaimana dengan pelibatan anak muda?

. Ini yang kerja hari ini anak muda. Panitia. Yang berdzikirnya juga pasti melibatkan anak muda. Kita mengundang gus-gus yang setara dengan kita, para putra kiai yang muda-muda, dengan harapan mampu menjadi gerakan anak muda. Gus Wafi, putranya Mbah Moen, ada Gus Salam, cucunya Mbah Bisri, dan gus gus lain, yang alhamdulillah bersedia menjadi bagian majelis dzkir ini.

Bacaan dzikirnya itu bagaimana?

. Tadi sudah meminta ijazah dari Mbah Moen, mohon dibuatkan, dipersiapkan dzikir yang bisa diaplikasikan, sederhana, untuk kalangan umum karena kita kan bukan pengamal thoriqoh seperti thoriqoh tertentu ya. Kita ini majelis dzikir, dzikir yang umum untuk khalayak karena tujuannya kan menyatukan masyarakat dalam nuansa spiritualitas, jadi mencari model yang sederhana yang bisa diterapkan.

Kita berdzikir sebagaimana orang-orang berdzikir, tapi sebagaimana Kiai Ma’ruf sampaikan; ada halaqah, ada tahswirul afkarnya, ada tukar-menukar pikirannya, disamping juga ada istightsah, ada program sosial dan program ekonomi, modelnya korwil.



Tadi ada informasi majelis dzikir ini akan diundang ke Istana, bisa diceritakan?

. Tanggal satu itu kan menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari kemerdekaan. Yang kita undang perwakilan dari habaib, kiai-kiai, umat sendiri. Intinya akan rolling nanti. Rolling ke berbagai daerah di Indonesia.

Kenapa dinamakan Majelis Dzikir Hubbul Wathon?

. Penamaan, saya tidak berani mengklaim itu dari saya, tapi itu menunjukkan semangat hubbul wathon hari ini bagitu luar biasa. Kemarin memutuskannya, dapat itu.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme

Jember, IPNU Tegal. Kehadiran organisasi garis keras mengatasnamakan agama yang kian marak belakangan di Tanah Air menggugah Gerakan Pemuda Ansor dari sejumlah daerah untuk meningkatkan soliditas dan peran. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah pertumbuhan kelompok radikal ini.

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme

Di Jember, Jawa Timur, misalnya, untuk mengantisipasi masuknya gerakan ISIS (Iraqi-Syiria of Islamic State), PC GP Ansor? setempat mendatangi Mapolres Jember, Rabu (6/8).? Puluhan pengurus dan kader Ansor yang dipimpin Ayub Junaidi tersebut diterima Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitro.

“Kami ingin bersinergi dengan jajaran Polres untuk memantau sekaligus menangkal masuknya kelompok ISIS di Jember,” ujar Ketua PC GP.? Ansor Jember, Ayub Junaidi.

IPNU Tegal

Untuk itu, kata Ayub, pihaknya saat ini sudah menurunkan 10 anggota Banser di setiap desa yang diberi tugas khusus untuk memantau perkembangan atau gejala-gejala radilkasme di masyarakat. Selanjutnya, anggota Benser tersebut diimbau untuk melapor jika mendapatkan gejala-gejala yang mencurigakan.

Saat ditemui GP Ansor, Kapolres Jember, AKPB Awang Joko Rumitro menyatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan jajaran Polsek untuk terus mengawasi perkembangan terkait ISIS. “Sejauh ini belum ditemukan indikasi munculnya? ISIS,? dan jika ada kami siap bertindak,” ujarnya.

IPNU Tegal

Sementara itu, di Solo, Jawa Tengah, GP Ansor menyerukan penolakan keras terhadap kelompok-kelompok yang diketahui menyebarkan kekerasan dalam beragama. “Ansor dan Banser Surakarta menolak ISIS!” tegas Anwar, Kamis (7/8).

Menurut Anwar, gerakan ISIS, yang sering melakukan kekerasan bahkan pembunuhan, tidak sesuai dengan ajaran Islam dan nilai Kepancasilaan. “Secara resmi gerakan ISIS bertentangan dengan NKRI dan dilarang di Indonesia. Maka dari itu, kami mengajak kepada semua, khususnya kepada anggota Ansor dan Banser untuk mewaspadai gerakan ini,” ujarnya.

Anwar juga menghimbau kepada masyarakat untuk turut aktif dalam mencegah masuknya gerakan radikalisme, khususnya di wilayah Surakarta, mengingat beberapa waktu lalu telah terindikasi adanya gejala masuknya ISIS di Kota Bengawan.

“Waspadai sekitar lingkungan anda, jika terindikasi ISIS maupun gerakan radikalisme lainnya, segera laporkan ke pihak berwajib,” terangnya. (Aryudi /Ajie /Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja

Probolinggo, IPNU Tegal - Sedikitnya 70 orang Pengurus Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dari 11 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo dilantik secara bersamaan di Masjid Al-Anwar Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Ahad (26/2).

Para pengurus LDNU yang dikukuhkan ini berasal dari Kecamatan Dringu, Leces, Tegalsiwalan, Sumber, Kuripan, Bantaran, Wonomerto, Sumberasih, Tongas, Lumbang dan Sukapura. Pengukuhan ini dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri.

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja

Dalam sambutannya, Ketua PC LDNU Kabupaten Probolinggo Kiai Achmad Munir berpesan agar pengurus PAC LDNU di masing-masing kecamatan bisa menjadi pelopor aqidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

IPNU Tegal

"Caranya dengan terus berhikmah dan mauizhotul hasanah serta mampu menjadi pengasuh pesantren masyarakat yang bisa mengajak masyarakat yang beraneka ragam ke jalan Allah," katanya.

Sementara Kiai Jamaluddin Al-Hariri mengharapkan pengurus yang sudah dikukuhkan mampu menjalankan amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

IPNU Tegal

"Jalankan amanah yang sudah diterima dengan terus berupaya menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah maraknya paham-paham baru yang bertentangan dengan aqidah warga NU," ungkapnya.

Pengukuhan pengurus PAC LDNU se-Kabupaten Probolinggo ini bertujuan agar pengurus LDNU dapat menjalin hubungan baik antar umat dan menjadi orang yang berbahagia dunia akhirat dengan jalan dakwah. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Kongres Pergunu Bahas Full Day School

Bandung, IPNU Tegal - Peserta Kongres Ke-2 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang akan dilaksanakan pada 26-29 Oktober 2016 di Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto akan membahas isu-isu penting dalam pendidikan di antaranya gagasan Fulll Day School (FDS) yang dilontarkan pemerintah.

Menurut Ketua Umum Pergunu KH Dr Asep Saifuddin Chalim saat dihubungi di Kota Mekkah (24/9), bahwa gagasan FDS sebenarnya bukan sesuatu yang baru, model penyelenggaraan pendidikan seperti ini sesungguhnya sudah diaplikasikan oleh sebagian penyelenggara pendidikan di tanah air.

Kongres Pergunu Bahas Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Pergunu Bahas Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Pergunu Bahas Full Day School

"Tengok saja pendidikan di pondok pesantren, itu kan lebih dari pada full day school" tutur Kiai Asep

Wakil Ketua Umum Pergunu Dr H Rudolf Chrysoekamto mengatakan, upaya untuk mengadopsi pendidikan di pesantren justru dilihat sebagai solusi jalan di tempat, bukan sesuatu yang sama sekali baru.

IPNU Tegal

"Meski dilatari oleh keprihatinan mendalam terhadap kondisi moral bangsa, tetapi gagasan ini sungguh layak diapresiasi dengan catatan diawali dengan uji kelayakan terutama bagi subjek penyelenggaranya," tutur Dhofi.

Menurutnya, pemerintah perlu untuk menyiapkan model FDS yang akan diselenggarakan agar tidak lagi terkesan involutif dan menggesernya dari kesan inovatif menjadi inventif bahkan kalau memungkinkan makin discoverif.

IPNU Tegal

Sementara itu Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh berharap dalam Kongres Ke-2 Pergunu di Pesantren Amanatul Ummah Pacet-Mojokerto dapat memberikan kajian yang menyeluruh terkait gagasan FDS.

“Bahkan kalau bisa dalam kongres tersebut Pergunu membuat model pembelajaran full day school sebagai upaya kontribusi Pergunu dalam upaya terselenggaranya nation character building yang lebih menyeluruh,” katanya. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Lomba, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Jakarta, IPNU Tegal. Meskipun kongres I Pagar Nusa tinggal 8 hari lagi, sampai saat ini bursa kandidat yang akan memimpin Pagar Nusa sebagai badan otonom NU belum muncul.

“Sejauh ini belum ada wilayah atau cabang yang menyuarakan aspirasinya mendukung calon tertentu,” tutur Ketua Panitia Kongres. H. Fuad Anwar, Selasa.

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Mekanisme pencalonan sampai saat ini juga belum ditentukan, berapa suara minimal yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri.

“Masih terdapat perdebatan bagaimana mekanisme pemilihan ketua umum, melalui one man one vote, sistem ahlul halli wal aqdi atau sistem presidium, ini masih akan dibahas dalam tatib,” tutur Sekretaris Panitia Mujtahidur Ridho.

Edo, panggilan akrab Mujtahirur Ridho menjelaskan ada usulan dari pengurus PBNU yang menginginkan sistem ahlul halli wal aqdi untuk kongres pertama ini.

IPNU Tegal

Dalam acara pra kongres yang akhirnya forumnya dirubah menjadi kongres, namun tidak diakui oleh PBNU yang diselenggarakan pada 25 September 2005 di Ponpes Ciganjur, terpilih H. Suharbillah.

Kala itu, terdapat 5 kandidat yang bersaing dalam kongres. Dari 72 suara wilayah dan cabang, sebanyak 53 memilih Suharbillah diikuti KH Sayuthi Ghozali 13 suara, Kuncoro 3 suara, Abdul Latif 2 suara dan Abdul Halim 1 suara. Abstain 1 suara dan 1 suara lagi memilih Gus Maksum, pendiri Pagar Nusa yang saat ini sudah meninggal dunia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pendidikan, Pemurnian Aqidah, Pahlawan IPNU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, IPNU Tegal. Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek rupanya masih memiliki area pertanian cukup luas. Menempuh setengah jam dari pusat kota ke arah selatan, kita akan menemui luas hektaran sawah yang tampak membentang.

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Penampang sawah inilah yang selalu mengiringi perjalanan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus tiap menghadiri agenda Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan, seperti saat mendatangi kegiatan Buka Bersama, Kamis kemarin (10/7).

Luas wilayah Kabupaten Kudus memang kecil dalam peta Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, jarak antarkecamatan pun mestinya cukup berdekatan. Namun jika dibanding dengan wilayah kecamatan lain di Kudus, letak Kecamatan Undaan tergolong cukup jauh.

IPNU Tegal

Jalanan pun akan berubah total setelah masuk gang menuju pemukiman. Beda dengan jalan utama, kali ini jalanan yang membelah persawahan warga ini sungguh bergelombang tak rata, berdebu, panas, dan karenanya perjalanan menjadi lamban.

Kecamatan Undaan merupakan daerah paling selatan di Kudus, berbatasan dengan Purwodadi, Pati dan Demak. Namun kondisi geografis Kecamatan Undaan yang seperti ini tak lantas membuat kader malas berpartisipasi dalam wadah IPNU-IPPNU.

IPNU Tegal

Semangat para pelajar NU tersebut mendapat dukungan dari senior setempat. Anshori, salah satu alumni yang kini membina Ranting Kutuk sekaligus PAC Undaan, mengaku senang dapat berkontribusi dalam kegiatan. Ia pun meminta agar para kader mengabari alumni setiap mengadakan agenda. Lebih dari itu, kesiapan bantuan logistik juga ia ungkapkan.

“Baik pengurus Ranting hingga Cabang, kalau ada kegiatan, senior tetap dikabari. Semuanya harus tetap berumpun, jadi sering-seringlah sharing. Kalau perlu kami didatangi dan minta apa saja yang kalian butuhkan, insyaAllah bisa membantu. Butuh dana, beras, sekwintal juga boleh, datangi saja, tidak perlu sungkan, biar kami juga bisa ikut berjuang bersama. Kegiatan rutin yang diterima masyarakat itu harus tetap dilanjutkan,” ujar Anshori di depan peserta buka bersama.

Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus terpilih, menyatakan kebanggaannya terhadap semangat para kader Undaan. “Kudus, dalam wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten yang sempit. Nah, ini justru menjadi peluang kita agar semakin bersemangat berjuang di IPNU-IPPNU,” katanya saat sambutan.

“Dibandingkan Jepara, misalnya, Kudus lebih enak karena jarak masing-masing PAC dekat. Tapi antara Undaan dengan PAC lain di Kudus, lebih enak di PAC lain karena kondisi wilayahnya. Inilah yang membuat saya bangga dengan PAC Undaan, ternyata kadernya tetap bersemangat!” imbuh Joni.

Sambil mengenalkan para pengurus PC. IPNU yang juga hadir, Joni semakin mengungkapkan rasa bangganya kepada kader Undaan.

“Saya dengar, di desa Kutuk ada malam takbiran yang terbesar di Kudus. Jadi saya yakin, insyaallah pergaulan di daerah ini masih terjaga, dan karenanya bisa menjadi trendsetter (percontohan) IPNU-IPPNU di Kudus,” papar Joni melihat semangat yang indah di desa Kutuk.

PAC Undaan sendiri telah memiliki kader-kader unggulan yang juga aktif di kepengurusan baru PC.? Mereka adalah Mira Agustina (Bandahara Umum) dan Fauzul Khusnia (Waka IV bidang perekonomian) dari IPPNU, serta Ahmad Said (Waka IV bidang perekonomian) dan Abu Hasan Asy’ari (Komandan CBP) yang juga memimpin keredaksian majalah Pilar terbitan PC IPNU-IPPNU Kudus.

Acara ini merupakan pertemuan antara alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) bersama alumni Diklatama CBP dan KPP DKAC PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan. Sebelum berbuka, Anshori yang juga mengajar di madrasah memberikan ceramah ihwal keistimewaan bulan Ramadlan. Pertemuan ini dilaksanakan di rumah Arif Rahmat, alumni Lakmud delegasi dari Ranting Kutuk. Pada lebaran nanti juga direncanakan silaturrahim ke dewan pembina dan alumni di Kecamatan Undaan. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Olahraga, Nahdlatul IPNU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

STAINU Jakarta Berencana Tambah 4 Prodi Baru

Jakarta, IPNU Tegal

Tahun ini Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta genap berusia 14 tahun. Di usia ini, STAINU Jakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

STAINU Jakarta Berencana Tambah 4 Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Berencana Tambah 4 Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Berencana Tambah 4 Prodi Baru

Dalam dies natalis ini, Ketua Badan Pelaksana Perguran Tinggi NU (BPPT NU) KH Mujib Qulyubi mendorong adanya keterbukaan bagi masukan dan evaluasi agar STAINU Jakarta terus melakukan penguatan terhadap Islam dan kebangsaan. Selain itu, penentuan arah kebijakan STAINU Jakarta ke depan juga harus difokuskan.

Kiai Mujib juga mengingatkan bahwa alumni STAINU Jakarta tidak harus menjadi PNS. “Banyak pos-pos kosong di swasta yang perlu diisi lulusan STAINU,” paparnya di arena perayaan dies natalis STAINU Jakarta di Jalan Taman Amir Hamzah Menteng, Jakart Pusat, Sabtu (30/4) malam.

IPNU Tegal

Alasan lainnya adalah banyaknya pemikiran yang bertentangan dengan ajaran Aswaja yang beredar di masyarakat dewasa ini, yang sayangnya tidak memunculkan tanggapan dari alumni STAINU.

IPNU Tegal

Mohammad Faiz Maulana, alumni STAINU yang kini sedang menempuh pendidikan S2 Jurusan Antropologi Universitas Indonesia mengamini anjuran Kiai Mujib.

“Saya sangat sepakat dengan itu (alumni STAINU Jakarta tidak harus menjadi PNS). Negara butuh orang yang pikirannya out of the book. Orang-orang yang bisa berkreasi sesuai minatnya,” ujar Faiz.

Selain itu, Kiai Mujib juga mengatakan, yang harus dipahami oleh seluruh civitas akademik STAINU Jakarta adalah bahwa STAINU Jakarta berada di bawah naungan langsung PBNU. Oleh karena itu STAINU Jakarta harus menjadi contoh sekolah tinggi Islam lain yang berada di luar Jakarta.

Sementara itu, Ketua 1 Bidang Akademik Imam Bukhori mengungkapkan pada dies natalis ke-14 ini STAINU Jakarta hendaknya semakin? berkomitmen untuk mengembangkan inovasi dan menjaga tradisi yang selama ini berkembang di NU.

Ia mengungkapkan STAINU Jakarta akan menambah program studi yaitu Ekonomi Islam, Manajemen Dakwah, Pendidikan Guru MI, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Beberapa program studi tersebut disiapkan untuk memperluas akses pendidikan kepada masyarakat, yang selama ini terpinggirkan dan kebutuhan pendidikan mereka tidak terlayani terutama oleh negara. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Bangunannya terletak di pinggir jalan lintas Sumatera, jalur lalu lintas Padang Bukittinggi. Persisnya di Korong Batang Tapakih, Nagari Sintuak Tobohgadang Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat. Sekolah ini terkenal dengan nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubuk Alung, kecamatan tetangga dari Sintuak Tobohgadang. Sebelumnya, Kecamatan Sintuak Tobohgadang merupakan bagian dari Kecamatan Lubuk Alung. Di bagian atap sekolah ini pun tertulis huruf besar MAN LUBUK ALUNG.

Seperti sekolah MAN lainnya, sekolah ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya kegiatan pramuka yang wajib diikuti siswa kelas X yang dibina oleh Ade Erwin, S.Pd. Setiap Selasa Hafiz Al-Quran melalui pondok Hafiz yang diasuh guru Abdul Malik S.Pd.I, Qirat dibimbing Drs. Bukari Masnur, dan tajwid setiap hari.

"Beberapa kegiatan lomba yang diikuti, sempat meraih juara. Seperti juara I Pramuka Lomba PBB antara SMA/SMK/MA yang diikuti 34 sekolah di Padangpariaman tahun 2014. Juara I Lomba Fisika se-Kabupaten Padangpariaman yang diselenggarkaan STIKIP YDB Lubuk Alung tahun 2015. Juara II Lomba Biologi yang diselenggarakan STIKIP PGRI tahun 2015 di Padang. Tahun 2015 ini, sebanyak 6 orang siswa MAN Lubuk Alung lolos jadi pasukan Paskibraka di Kabupaten Padangpariaman. Sedangkan di tingkat Propinsi Sumatera Barat, lolos satu siswa, yakni Abdi Wijasaksana kelas XI," tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ali Nurdin, S.Ag, MM kepada IPNU Tegal di ruang kerjanya, Senin (21/9/2015).

Kepala Sekolah MAN Lubuk Alung Drs. H.Akhri Meinhardi, MM ternyata tidak hanya menumbuhkan prestasi siswa secara akademik dan bidang perlombaan. Justru yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan kepedulian antar siswa yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah keluarganya, namun memiliki semangat? belajar. Contoh konkrit, ada dua siswa yang mengalami kesulitan datang dan pulang dari sekolahnya. Seperti yang dialami Raki Paraski siswa kelas XI, dimana pergi ke sekolah jalan kaki sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami Ilma Rita siswi kelas X. Keduanya, masing-masing diberikan bantuan sepeda federal untuk Raki Paraski dan sepeda mini sanki untuk siswi Ilma Rita. Dengan sepeda tersebut, keduanya tidak perlu jalan kaki.

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Suatu hari, seorang siswa MAN yang bertempat tinggal di Nagari Pungguangkasiak meninggal dunia. Tentu saja pimpinan, guru dan teman-teman siswa yang meninggal datang melayat. Seluruh proses penyelenggaraan jenazah siswa itu dilaksanakan oleh siswa MAN. Mulai dari memandikan, mengapani, menshalatkan hingga ke pemakaman. Di sela-sela proses penyelenggaraan jenazah tersebut, Kepsek MAN Akhri menugaskan Ketua OSIS MAN Lubuk Alung Agung Irawan mendatangi rumah Muhammad Iqbal Abdilah. Rumahnya memang tidak jauh dari lokasi pemakaman. Selama ini Akhri mendapatkan informasi kondisi memprihatinkan keluarga Iqbal, siswa MAN kelas XI-PK.

Agung pun mengajak sekretarisnya Septia Intan Nurjanah mendatangi rumah Iqbal. Sampai di depan rumah Iqbal, keduanya sangat kaget dan penuh haru menyaksikan kondisi rumah teman sesama sekolahnya. Rumah itu tidak bisa dikatakan rumah, tapi layaknya kandang ternak peliharaan. Luasnya sekitar 4 x 6 meter persegi. Beratap rumbia, dindingnya terbuat dari bambu, tidak memiliki kamar, berlantaikan tanah. Saat hujan, mereka pun terpaksa bergantian tidur karena air masuk ke dalam. Rumah itu dihuni tujuh orang. Ayah, ibu dan lima anak. Masing-masing M.Iqbal, Hisam Ababil (siswa MTsN Sintuak), Fauziah Fisabillah Azmi (Siswa MTs Muhammadiyah Lubuk Alung), Ibrahim Arsyad (kelas 3 SD) dan Arsil Arsy (kelas 1 SD). Sedangkan dua kakak Iqbal, Risma Nizar Zamiati sudah berkeluarga dan M. Fahrizal Syamsuri merantau di Bogor.

IPNU Tegal

"Saya sempat meneteskan air mata saat mengetahui kondisinya. Saya dari keluarga yang miskin, ayah pengangguran, ibu petani, ternyata masih ada lagi teman yang hidupnya jauh lebih melarat dibanding saya," tutur Intan kepada IPNU Tegal? Senin (21/9/2015) di sekolahnya.

Pulang dari pemakaman, besoknya Kepsek Akhri mengumpulkan majelis guru dan karyawan MAN membicarakan apa yang harus dilakukan dengan kondisi rumah siswanya, Iqbal. Hasil rapat sepakat membedah rumah yang sangat tak layak huni itu.

Kepada IPNU Tegal, Iqbal bercerita ayahnya Zamzami bekerja sebagai pedagang barang mudo (buah-buah) yang dikumpulkan dari petani sekitar kampung. Sedangkan ibunya Siti Rusminah menerima upah cucian pakaian.

Meski hidup dengan prihatin, Iqbal bisa hafal 1 juz ayat-ayat Al-Quran. Dari kemampuan hafalan itu, sejak setahun lalu mengajar mengaji di sekitar tempat tinggalnya. Saat kelas III di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sintuak, Iqbal meraih juara III. Namun kondisi rumah yang tidak nyaman, prestasi belajarnya anjlok di MAN. Bahkan tinggal di kelas 1. "Bayangkan, saat mau sekolah, saya harus melangkahi ayah yang tengah tidur. Seringkali ayah marah-marah dilangkahi. Bagaimana tidak melangkahi, semua peralatan sekolah, pakaian dan tidur hanya menempati satu ruangan," kenang Iqbal kelahiran Bogor, 31 Mei 1996.

Sejak itulah Iqbal mengaku selalu berdoa, "Ya Allah, keluarkan keluargaku dari kondisi yang memprihatinkan ini. Berilah tempat yang layak untuk keluargaku ini ya Allah," begitulah rintihan doanya pada Sang Khalik. Walaupun ada satu dua orang yang datang ke rumahnya ingin membantu, diambil fotonya, katanya bisa membantu mencari bantuan ke pusat (Jakarta) kepada orang penting. Tapi hasilnya tak pernah jadi kenyataan. Hanya mimpi.

IPNU Tegal

Doa Iqbal yang bercita-cita jadi dosen ini akhir mulai melihat titik terang. Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman MM langsung melakukan? peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal pada 3 September 2015 lalu. Bangunan berpondasi batu beton berukuran 6 x 10 meter, tiga kamar, wc dan dapur. Spontan pula Salman memberikan bantuan tunai Rp 2 juta kepada ibu Iqbal. "Hingga kini sudah terkumpul uang sebesar Rp 38 juta yang berasal dari keluarga besar MAN Rp 25 juta, alumni MAN Rp 3 juta, Baznas Kabupaten Padangpariaman Rp 10 juta. Dana yang dibutuhkan hingga selesai bisa dihuni mencapai Rp 100 juta. Untuk itu kami mengajak donatur bisa menyalurkan bantuannya melalui rekening bank Mandiri Lubuk Alung nomor 111-000-754091-3 a.n. Ali Nurdin/Nelhasrati dengan nomor kontak 081267261575," kata Ali Nurdin.

Menurut Ali Nurdin, sumbangan dari MAN berasal dari guru melalui badoncek (menyumbang) dari Rp 300.000 hingga 1 juta. Sedangkan siswa per kelas dengan membelikan bahan bangunan yang dibutuhkan. Misal ada kelas yang menyumbang pasir, semen, triplek, seng dan batu air. Sesuai dengan kesepakatan kelas. Pada peletakan batu pertama, siswa MAN bergotongroyong bersama. Saat pengerasan lantai, nanti juga akan digoro dengan siswa. Penanggungjawab pembangunan rumah tersebut langsung kepala sekolah bersama Ketua Komite Tuanku Syamsuar S.Pd.I.

Ali Nurdin mengakui, Iqbal sering kelihatan termenung dan mengalami kesulitan konsentrasi saat belajar, seperti mengalami depresi. Sehingga seringkali pula bila kondisinya tidak mengizinkan belajar, dibiarkan pulang. Boleh jadi apa yang belum pantas dilihatnya di tengah rumah malam hari menjadi pemikiran berat sehingga mengganggu konsentrasi belajar.

Ketua OSIS Agung Irawan pulang dari menyaksikan rumah Iqbal langsung mengadakan rapat pengurus OSIS. Pemikiran untuk turut membantu beban Iqbal dapat dukungan semua pengurus. Makanya seluruh pengurus OSIS bekerja saat peletakan batu pertama. Setidaknya 90 persen siswa MAN Lubuk Alung sudah mengunjungi rumah Iqbal sebagai bentuk solidaritas.

Berbeda dengan Sekretaris OSIS Intan, saat peletakan batu pertama dalam dirinya terucap ternyata keluarga itu tidak hanya keluarga kandung, di rumah. Masih ada keluarga lagi, yakni rasa keluarga yang ditumbuhkan sekolah. Hari itu, keluarga kami yang tidak punya rumah yang layak, dibuatkan rumah oleh keluarganya bersama-sama. "Inilah bentuk syukur saya sekolah di madrasah ini. Belum tentu di sekolah lain akan saya temui bagaimana menumbuhkan rasa "keluarga" sesama siswa ini. Terutama jika sekolah SMA. Di madrasah ini nilai-nilai Islam yang memiliki rasa sosial, bersyukur dan selalu berbuat kebaikan sesama selalu ditumbuhkan. Antar guru pun terlihat ada kepedulian sehingga kami juga termotivasi," tambah Intan alumni SMPN 2 X 11 Enam Lingkung ini. (Armaidi Tanjung)

Foto: Foto bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman, MM usai peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal, 3 September 2015

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Nusantara IPNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013

Jakarta, IPNU Tegal. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) meraih juara kedua organisasi kepemudaan (OKP) terbaik tingkat nasional 2013. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memilihnya atas dasar kemandirian OKP.

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013

“Ketika Kemenpora membuka pendaftaran lomba OKP, kita memasukkan segala berkas yang disyaratkan,” kata Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Sururoh kepada IPNU Tegal di studio Radio NU, Gedung PBNU lantai tujuh, Jakarta Pusat, Kamis (24/10) petang.

Setelah persyaratan dinilai lolos, pihak Kemenpora kemudian mengadakan sidak langsung ke kantor Sekretariat PP IPPNU di Gedung PBNU lantai enam. Saat sidak di sekretariat, mereka mewawancarai kita, sambung Wilda.

IPNU Tegal

Beberapa waktu berselang, Kemenpora mengundang PP IPPNU untuk mempresentasikan program unggulannya, lanjut Wilda. Presentasi ini merupakan tahap terakhir. Untuk bisa juara, OKP harus melewati tiga tahapan.

IPNU Tegal

Kalau tidak lolos di satu tahap, peserta yang terdiri banyak OKP tidak bisa naik ke tahap berikutnya. Demikian seterusnya hingga tahap terakhir.

Dalam presentasi di kantor Kemenpora, IPPNU mengunggulkan program antiradikalisme, antikekerasan pelajar, dan antinarkoba. IPPNU mengikuti perlombaan OKP kelas pelajar. Selain kelas pelajar, Kemenpora juga membuka perlombaan OKP kelas mahasiswa dan pemuda.

Meskipun baru tahun ini mengikuti perlombaan itu, IPPNU sudah meraih juara kedua. Tetapi, kejuaraan ini menjadi pelajaran buat IPPNU agar terus membenahi diri, tegas Wilda. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa

Sumenep, IPNU Tegal - Pengurus Ranting NU Pasongsongan 2 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menggelar aksi sosial rutin tahunan yang mencakup santunan yatim, fakir miskin dan pasar murah bagi para janda. Aksi ini diadakan di tiga lokasi dan waktu yang berbeda.

Pada Jumat (23/12) panitia mengadakan santunan dan pasar murah di halaman Masjid Al-Mabarrot Dusun Morassen Desa Pasongsongan. Pada Sabtu (24/12) aksi ini digelar di Dusun Sempong. Sedangkan pada Ahad (25/12) kegiatan ini diadakan di Dusun Pakotan.

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa

Hal ini sengaja dilaksanakan secara bertahap di masing-masing dusun mengingat medan tempuh yang sangat jauh jika hanya difokuskan di satu tempat. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWCNU Pasongsongan dan Kepala Desa Pasongsongan Rasyid Busanto.

Ketua Panitia Slamet Hariyanto menjelaskan, kegiatan yang sangat sederhana ini terlaksana berkat kepercayaan masyarakat sebagai donatur kepada pengurus ranting NU dalam mengelola dan menyalurkan dana yang telah diterima.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Ketua Ranting NU Pasongsongan 2 Kiai Ahmad Sunni berharap kegiatan semacam ini terlaksana setiap tahun dan ada peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas.

Pada tahun ini pihak panitia menyalurkan bantuan kepada anak yatim sejumlah Rp.14.250.000. bantuan ini diberikan kepada anak yatim yang tersebar di wilayah ranting Pasongsongan 2 dan anak yatim di 13 ranting NU se-Pasongsongan.

Pihak panitia menyalurkan bantuan kepada 34 orang fakir miskin dengan masing-masing mendapat Rp 100.000. Sedangkan bantuan untuk para janda berbentuk pasar murah paket sembako senilai Rp 60.000 yang dijual dengan harga Rp 25.000. pihak panitia menyediakan sejumlah 300 paket plus mie instan bagi para janda pemegang Kartanu.

Sebelum pelaksanaan, panitia melakukan pendataan dan pembagian kartu undangan kepada yang berhak menerima. (AH Ihsan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Makam IPNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Etika Bepergian ke Pasar/Mall

Pada kesempatan yang lalu telah kami bahas pertanyaan pertama dari Bapak Mulyadi Agung tentang shalat jamaah di masjid untuk perempuan. Sekarang, kami akan menjawab pertanyaan kedua yaitu tentang hukum perempuan pergi ke pasar/mall.

Pasar/mall adalah tempat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup keluarga, mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Jadi wajar kalau banyak perempuan atau ibu rumah tangga pergi ke pasar. Namun kiranya perlu lebih berhati-hati terkait dengan hukum yang ditimbulkan dari aktivitas rutin itu.

Ulama memberikan penjelasan dalam hal perempuan keluar rumah baik itu ke pasar/mall atau acara-acara lain. Aktivitas berbelanja ke pasar dan mall hukumnya bisa haram apabila menimbulkan fitnah, misalnya jika mengenakan pakaian yang tidak patut.

Bahtsul masail dalam Muktamar ke-8 NU pernah membahas hal tersebut dengan merujuk pada kitab Is’ad ar-Rafiq ‘ala Syarh Sullam at-Taufiq karya Syekh Muhammad Babashil sebagai berikut :

Etika Bepergian ke Pasar/Mall (Sumber Gambar : Nu Online)
Etika Bepergian ke Pasar/Mall (Sumber Gambar : Nu Online)

Etika Bepergian ke Pasar/Mall

? ? ? ? ? ? ? ? ?….? ? ? ? ?. Dalam al-Zawajir Ibn hajar al-Haitami berkata: “Keluarnya wanita dari rumah dengan memakai parfum dan berhias meskipun seizin suami itu (bisa menyebabkan) dosa besar …. ketika nyata-nyata akan terjadi fitnah.”

IPNU Tegal

?

Perlu digarisbawahi di sini bahwa hukum-hukum yang disebutkan di atas terikat dengan ada tidaknya fitnah. Fitnah yang dimaksud di sini, sebagaimana dalam kitab-kitab fiqih, adalah mengundang nafsu birahi laki-laki serta adanya gangguan/tidak adanya rasa aman.

Untuk itu, apabila perempuan mau bepergian ke pasar/mall hendaknya memakai pakaian yang sewajarnya, menutup aurat, tidak memakai perhiasan yang mencolok dan memperhatikan situasi yang ada terkait keamanan dirinya. Lebih baik dalam perjalanan ke pasar atau mall didampingi oleh mahramnya.

Demikian jawaban dari kami, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah Ta’ala selalu memberi kekuatan kepada kita untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta memberikan keselamatan bagi kita di dunia dan akhirat. Aamiin.

? ? ?

IPNU Tegal

? ? ? ? ?

?

Ihya’ Ulumuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, News IPNU Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Bojonegoro, IPNU Tegal. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur,? Jumat (2/5) pagi, mendadak dihebohkan oleh kedatangan puluhan polisi, pramugari, sinden, guru, pilot, dokter, suster. Ada pula puluhan atlet, mulai dari jago silat hingga pemain sepakbola.

“Saya kaget, kok di MINU banyak polisi, perawat, polwan. Mereka cantik-cantik dan ganteng-ganteng pula,” kata Sri Wahyuni, salah satu walisiswa taman kanak-kanak yang pagi itu mengantarkan putranya bersekolah.

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Ternyata yang berpakaian aneka macam profesi tersebut adalah siswa-siswi MINU Walisongo yang merepresentasikan masa depan mereka. Dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2014 seluruh siswa-siswi MINU Walisongo memang disarankan mengenakan busana cita-cita mereka ketika kelak dewasa.

IPNU Tegal

Maka tidak heran suasana pagi di lembaga yang satu atap dengan TK Muslimat NU 28 Sumberrejo tersebut riuh oleh suara anak-anak yang akan berpawai.

IPNU Tegal

“Saya senang sekali memakai busana tentara ini, jadi gagah seperti ayah,” kelakar Rafli siswa kelas 1 Unggulan (kelas Bonang).

Semua berebut mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan madrasah yang berlokasi di Desa Sumuragung tersebut. Banyak juga pengguna jalan serta bapak-ibu walisiswa menyempatkan diri untuk sekedar bersalaman atau foto bersama para bocah mungil itu.

Selain upacara bendera dan “narsisme” busana, peringatan Hardiknas di MINU Walisongo juga diisi dengan lomba merangkai puisi kepada dewan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan pawai ta’aruf. Hal ini diadakan guna mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran serta pendidikan bagi generasi mendatang.

“Kami masih banyak menemui anak usia sekolah namun sudah bekerja. Semoga orang-orang yang memperkerjakannya dengan menyaksikan pawai pendidikan kami ini tergugah, bahwa masa depan anak-anak itu jauh lebih penting daripada laba yang mereka dapat,” pinta Mariyanto, kepala madrasah di bawah naulang LP Ma’arif NU Bojonegoro ini yang juga anggota PPK Sumberrejo tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, IMNU, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Kamis, 02 November 2017

Jama Shalat Karena Kesibukan

Shalat adalah kewajiban bagi setiap orang muslim, kapanpun dan dimanapun. Artinya kewajiban shalat tidak tergoyahkan oleh ruang dan waktu. Namun, dalam realita kehidupan manusia, seringkali keadaan berbicara lain.

Bisa saja kondisi tidak mengizinkan seseorang menjalankan shalat secara sempurna, misalkan karena orang tersebut di dalam perjalanan, atau di atas perahu atau di ruang angkasa berjam-jam.

Jama Shalat Karena Kesibukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama Shalat Karena Kesibukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama Shalat Karena Kesibukan

Oleh karena itulah dalam fiqih mengajarkan jama’ shalat. Yaitu melaksanakan dua macam shalat yang berbeda dalam satu waktu, karena adanya satu alasan tertentu. Meski demikian para ulama fiqih berbeda pendapat mengenai alasan diperbolehkannya jama’ shalat.

Sebagain ulama fiqih hanya membolehkan jama’ shalat ketika seseorang dalam keadaan bepergian jauh (musafir).

Namun sebagian ulama yang lain seperti Ibnu Sirrin, al-Qaffal dan Abu Ishaq al-Marwazy membolehkan menjama’ shalat walaupun ada di rumah (hadir) dikarenakan keadaan yang amat sangat sibuknya dan jama’ ini tidak menjadi kebiasaan. Misalnya jama’ shalat bagi pengantin baru yang sedang ? menjalani walimatul arusy dan selalu menerima tamu. Begitu diterangkan dalam Syarah Muslim lin Nawawi

IPNU Tegal

? وذهب جماعة Ù…Ù? الأئمة الى جواز الجمع فى الحاضر للحاجة لمÙ? لا Ù? تخذه عادة وهو قول ابÙ? سÙ? رÙ? Ù? وأشهب Ù…Ù? أصحاب مالك وحكاه الخطابÙ? عÙ? القفال والشاشى الكبÙ? ر Ù…Ù? أصحاب الشافعى عÙ? أبى إسحاق المروزى عÙ? جماعة Ù…Ù? أصحاب الحدÙ? Ø« واختاره ابÙ? المÙ? ذر

Sejumlah imam berpendapat tentang diperbolehkannya menjama’ shalat di rumah karena ada keperluan bagi orang yang tidak menjadikannya sebagai kebiasaan. Ini pendapat Ibnu Sirrin , Asyhab pengikut Imam Malik, al-Qaffal. As-Syasyi al-Kabir dari kalangan as-Syafi’I dan Abu Ishaq al-Marwazi dari kalangan ahlul hadits. Sebagaimana dipilij oleh Ibnu Mundzir.

IPNU Tegal

?

Redaktur: Ulil Hadrawy. Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nasional, Olahraga, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Kamis, 28 September 2017

Alfamart Tolak Putusan Badan Publik

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, perusahaan pengelola jaringan minimarket Alfamart, menyampaikan hak jawab atas pemberitaan berdasarkan sudut pandang Mustolih Siraj yang dimuat IPNU Tegal.

(Baca: Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik)



(Baca:? Mustolih: Kalau Tidak Transparan, Hentikan Pungutan Dana Publik)

Alfamart Tolak Putusan Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Alfamart Tolak Putusan Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Alfamart Tolak Putusan Badan Publik

(Baca:? Ini Tanggapan Mustolih atas Sidang Perdana Gugatan Alfamart)

Oleh karena itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk memandang perlu untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait munculnya upaya pembentukan opini publik yang menurut mereka tidak mendasar dan menyudutkan.?

IPNU Tegal

Berikut hak jawab dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk:



1. Bahwa donasi konsumen merupakan program pengumpulan donasi suka rela dari konsumen yang merupakan bentuk dukungan perusahaan atas aksi kemanusian yang dijalankan oleh lembaga sosial maupun lembaga non pemerintah (NGO).?

Program ini merupakan itikad baik perusahaan untuk berperan aktif membantu menggalang dan menyalurkan bantuan dari konsumen (yang mekanisme umumnya dari sebagian uang kembalian belanja) kepada masyarakat yang membutuhkan.?

IPNU Tegal

Setiap program penggalangan donasi konsumen yang dilakukan oleh perusahaan bekerja sama dengan yayasan-yayasan kredibel dan mendapatkan izin dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Peranan perusahaan adalah sebagai penghimpun donasi suka rela dari konsumen melalui kasir-kasir Alfamart. Sebagai bukti setiap donasi dari konsumen diberikan struk yang menyebutkan jumlah donasi sebagai bukti. Kemudian pada setiap akhir program, donasi dari konsumen sepenuhnya disalurkan kepada yayasan-yayasan yang kemudian menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.?

Pelaporan dan publikasi atas donasi yang terkumpul, serta penyalurannya kepada yayasan yang bekerja sama, dilakukan secara reguler melalui media massa serta bentuk lainnya, seperti laman (website) atau poster di gerai Alfamart, agar diketahui publik.?

Laporan pertangunggjawaban setiap program juga disampaikan secara reguler kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai institusi pemberi izin. Perusahaan pun atas inisiatifnya telah menunjuk akuntan publik independen untuk memeriksa keakuratan laporan donasi yang terkumpul dan penyalurannya kepada yayasan yang bekerja sama.

2. Bahwa kemudian ada salah seorang konsumen atau donatur kami mempertanyakan transparansi atas program donasi konsumen ini, perusahaan telah memberikan informasi kepada yang bersangkutan mengenai laporan penyaluran donasi konsumen kepada yayasan yang bekerja sama.?

Karena merasa tidak puas, yang bersangkutan membawa permasalahan ini ke Komisi Informasi Pusat (KIP) dimana kemudian KIP memeriksa dan mengeluarkan putusan karena KIP menyatakan berwenang terhadap Perusahaan.?

Perusahaan memandang bahwa KIP tidak tepat membuat keputusan tersebut karena sesuai dalam Undang-Undang No.14 tahun 2008 mengenai Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), perusahaan tidak memenuhi definisi sebagai Badan Publik, sementara kewenangan KIP menyidangkan sengketa hanyalah untuk Badan Publik.

Menurut UU KIP, definisi Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat dan/atau luar negeri.

Perusahaan merasa keberatan karena dengan KIP mengeluarkan putusan, KIP melaksanakan kewenangannya terhadap suatu badan publik. Selanjutnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, Perusahaan mengajukan keberatan dan menempuh prosedur hukum yang diperbolehkan dalam peraturan perundang-undangan. Perusahaan mengajukan keberatan, yang berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung No.2 tahun 2011 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Di Pengadilan ("Perma No.2/2011"), berbentuk gugatan ke Pengadilan Negeri, untuk membatalkan putusan KIP. Dalam gugatan tersebut, tidak ada tuntutan berbentuk ganti rugi apapun kepada pihak konsumen/donatur dalam kasus ini, selain sebagai pihak yang harus digugat, karena berdasarkan Perma No.2/2011, definisi Pihak adalah pihak-pihak yang semula bersengketa di Komisi Informasi, yaitu Pemohon Informasi dengan Badan Publik Negara atau Badan Publik selain Badan Publik Negara.?

Jelas bahwa gugatan yang diajukan perusahaan sama sekali tidak dikarenakan konsumen atau donatur tersebut mempertanyakan transparansi program donasi konsumen, namun semata-mata ditujukan agar putusan KIP yang menimbulkan konsekuensi Perusahaan dianggap sebagai badan publik, dapat dibatalkan.?

Kami berharap semua pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memahami langkah hukum yang dilakukan perusahaan.

Demikian penjelasan dan klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang sebenarnya atas hal yang terjadi. Perusahaan senantiasa berupaya menjunjung tinggi asas transparansi dan akuntabilitas, dan membuka diri untuk menerima masukan positif untuk dapat meningkatkan transparansi informasi.

Kami juga mengharapkan dukungan konsumen selaku donatur untuk senantiasa membantu masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui program donasi konsumen yang diselenggarakan oleh peritel.?

Terima kasih

Walaikumsalam ? Wr Wb?

H. Solihin?

Corporate Affairs Director

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sholawat, Warta, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Senin, 18 September 2017

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

Kudus, IPNU Tegal. Selama bulan Ramadhan, puluhan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) menyemarakan mushola Kantor NU Jalan Pramuka, Kudus, Jawa Tengah. Tiap malam, mereka melakukan tarawih dan tadarus Al-Quran bersama anak yatim piatu dari panti asuhan Darul Hadhanah Kudus.

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

Menurut Sekretaris PC IPNU Kudus Wahyu Hidayat, kegiatan malam Ramadhan dimaksudkan untuk mengisi kegiatan dengan amalan baik. Tujuannya, untuk menghidupi mushola kantor NU sehingga terlihat semarak dari kegiatan Ramadhan dan masyarakat sekitar juga bisa sholat tarawih berjamaah.

"Kegiatan ini juga sebagai ajang ukhuwah kader dan pelajar NU serta menjalin kebersamaan dengan anak-anak yatim piatu dan warga," ujarnya, Kamis (16/6).

Ia menjelaskan, tarawih dan tadarus al Qur-an di mushola telah menjadi agenda setiap malam puasa. Tahun ini pihaknya menjadual sembilan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU mengisi kegiatan tarawaih dan tadarus Al-Quran.

IPNU Tegal

"Setiap malam tarawih diimami pengasuh pesantren Darul Hadlanah. Alhamdulillah jamaahnya mencapai 4-5 baris, sedangkan tadarusnya tiap malam mengkhatamkan 2 juz," imbuh Wahyu.

Selain kegiatan di Musholla, PC IPNU-IPPNU Kudus selama Ramadhan ini juga mengadakan kunjungan turba (turun ke bawah) ke semua PAC. Agendanya, konsolidasi dan sosialisasi program IPNU-IPPNU seperti Porseni pelajar yang menjadi kegiatan penutup menjelang berakhirnya periode kepemimpinan 2016 ini. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

IPNU Tegal

Jumat, 15 September 2017

Kiai Said Pimpin Tahlil Haul Pertama Putra Menteri Susi

Pangandaran, IPNU Tegal - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memimpin jalannya tahlil sekaligus pengajian satu tahun meninggalnya putra Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudji Astuti di Masjid Besar Pangandaran, Jumat (14/1) malam.

Tampak hadir Menteri Susi, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Keluarga Besar Susi Air, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran KH Otong, para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Pangandaran serta jajaran pengurus PCNU dan Banom NU Kabupaten Pangandaran. Pembacaan tahlil sekaligus pengajian dimulai selepas shalat Isya.

Kiai Said Pimpin Tahlil Haul Pertama Putra Menteri Susi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Pimpin Tahlil Haul Pertama Putra Menteri Susi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Pimpin Tahlil Haul Pertama Putra Menteri Susi

Pada kesempatan ini, Kang Said mengatakan, Islam mengajarkan perdamaian, kerukunan, dan saling tolong-menolong. Maka percuma beragama kalau antaragama tak harmonis.Islam karenanya tidak heran Aswaja jadi landasan berpikir dalam menjaga keutuhan beragama dan berbangsa.

IPNU Tegal

"Berpangkat dan tidak berpangkat, miskin ataupun kaya di hadapan Allah SWT semuanya sama. Tidak ada yang berbeda. Hanya amal perbuatan yang akan dibawa nanti ke alam kekal yaitu alam akhirat," kata Kang Said.

IPNU Tegal

Sebelum tahlil, Jeje Wiradinata menyampaikan kepada Kang Said bahwa putra Menteri Susi, Panji Hilmansyah, meninggal di Florida Amerika Serikat pada 18 Januari 2016.

Hilman sedang melanjutkan study instruktrur pilot. Namun Allah SWT berkehendak lain sehingga almarhum dipanggil terlebih dahulu oleh Allah SWT. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock