Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina

Jakarta, IPNU Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta menggelar aksi damai untuk Palestina di depan kantor Kedutaan Besar Palestina Jl Dipenogoro No 49 Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (12/07) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat di Jalur Gaza akibat agresi militer Israel.

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina

Dalam aksinya, IPNU DKI Jakarta meminta kepada perdana menteri Israel, Benyamin Nyetanyahu untuk segera merespon kecaman dunia, terkait dengan serangan yang dilakukan pihak militer Israel yang mengakibatkan ratusan korban dari warga sipil yang kebanyakan wanita dan anak-anak.

Pada kesempatan ini, dua perwakilan IPNU DKI diterima oleh Duta Besar Palestina Mr Fariz Mehdawi beserta staf. Mereka menyambut baik kedatangan pelajar-pelajar NU, seraya mengucapkan terima kasih atas aksi damai yang dilakukan.

IPNU Tegal

Mr. Fariz Mehdawi mengaku sangat terharu dengan kepedulian pelajar NU, dan ia menyebut ini sebagai langkah awal dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang berdasarkan pada ukhuwah islamiyah.

Ketua IPNU DKI Jakarta, Muhammad Said mengatakan, “Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kita atas penderitaan yang dialami saudara kita di Palestina sana, dengan harapan ada langkah konkret dari dubes Palestina dalam agresi militer tersebut."

IPNU Tegal

Sebagai tindak lanjut, katanya, pengurus IPNU DKI Jakarta akan mengadakan audiensi kembali bersama dubes dalam waktu dekat.

Aksi ini diikuti seluruh pengurus Pimpinan Wilayah IPNU DKI, pengurus Pimpinan Cabang dan Anak Cabang se-DKI Jakarta, serta para pelajar NU di tingkat SLTA maupun SLTP. (Mohammad Khoiron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam, Hikmah IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember

Jember, IPNU Tegal - Katib Syuriyah PCNU Jember Muhammad Nur Harisudin mendukung langkah polisi untuk  mengusut tuntas kasus pernikahan sejenis di Kecamaman Ajung, Kabupaten Jember. Sebab, dari sisi hukum positif, pernikahan manusia sesama jenis kelamin jelas tidak bisa ditoleransi.

Dari sudut agama, tidak satu referensi pun yang membenarkan perilaku homoseksual itu. "Makanya, kita dorong polisi menuntaskan masalah itu,"  tukasnya di Kantor PCNU Jember, Rabu (18/10).

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember

Menurut alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo itu, dari sisi apapun perilaku LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) tidak mendapatkan pijakan, termasuk  dari sisi kepatutan dan kultur ketimuran. Dikatakannya, selama ini komunitas LGBT kerap menyodorkan dalih HAM sebagai alasan untuk  melegaliasi keberadaan mereka.

"Kita bukan alergi HAM. Tapi harus dilihat dulu, kalau (HAM) sesuai dengan Islam, wajib kita dukung. Tapi kalau bertentangan dengan Islam seperti LGBT, harus kita lawan," lanjutnya.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Seperti diketahui, saat ini Jember dihebohkan dengan terbongkarnya  pernikahan pasangan sama-sama lelaki, yaitu Muhammad Fadholi dan Ayu Puji Astutik. Kedua pasangan ini bahkan sudah resmi menikah di KUA Kecamatan Ajung, Jember, Juni 2017. Ayu Puji Astutik berhasil mengelabui petugas KUA dengan cara memalsukan dokumen dan "macak" perempuan.

Belakangan terbukti bahwa Ayu Puji Astutik adalah lelaki tulen, yang diakuinya sendiri  menyusul  desakan masyarakat. Keduanya  bahkan kemaren sudah diciduk polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Kajian Islam IPNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Ke PWNU Sulsel, Ketum Fatayat Ingatkan soal Perbaikan Kaderisasi

Makassar, IPNU Tegal. Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama Anggia Ermarini berkunjung ke Kantor PWNU Sulawesi Selatan, Sabtu (31/10), seiring dengan pelaksanaan Konferensi Wilayah Fatayat NU Sulsel selama dua hari, 31 Oktober - 01 November 2015 di Makassar.

Ke PWNU Sulsel, Ketum Fatayat Ingatkan soal Perbaikan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PWNU Sulsel, Ketum Fatayat Ingatkan soal Perbaikan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke PWNU Sulsel, Ketum Fatayat Ingatkan soal Perbaikan Kaderisasi

Anggia dalam kesempatan itu mengingatkan, sebagai organisasi keagamaan NU ke depan mendapatkan banyak tantangan, salah satunya soal penataan organisasi hingga ke tingkat ranting. Selain manajemen, sistem kaderisasi di tubuh NU menurutnya juga perlu diperbaiki.

“Kemudian tantangan lainnya adalah sejauh mana NU merespon isu-isu nasional, misalnya kekerasan terhadap perempuan, radikalisme, kekerasan terhadap anak, dan lingkungan,” katanya.

IPNU Tegal

Di Kantor PWNU Sulsel Lantai 4 itu, Ketua Umum PP Fatayat NU disambut langsung Ketua PWNU Sulsel Prof Iskandar Idy beserta para pengurus lainnya. Iskandar Idy memaparkan capaian-capaian NU.

IPNU Tegal

Keberhasilan tersebut di antaranya dalam pengembangan perguruan tinggi NU di Sulsel, yakni Universitas Islam Makassar (UIM). UIM terbukti banyak diminati calon mahasiswa baru di Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Cerita, Kajian Islam IPNU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Kasatkorwil Jatim: Banser Harus Tetap Berlatih

Pasuruan, IPNU Tegal - Kepala Satuan Koordinasi Wilayah ( Kasatkorwil) Banser Jawa Timur dr H Umar Usman menegaskan bahwa Banser bersama kekuatan bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segela ancaman, hambatan, gangguan, dan tantangan. Untuk itu Banser perlu membekali dengan pelbagai keterampilan dan giat berlatih.

“Artinya Apa? Banser bersama dengan komponen yang untuk tetap siaga menjaga keutuhan NKRI dari semua ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ini memang tanggung jawab Banser,” tegas dr H Umar Usman ketika memberikan materi ke-Banseran dalam Kusrsus Banser Lanjutan (Susbalan) di Pasuruan, Sabtu (30/7) siang.

Kasatkorwil Jatim: Banser Harus Tetap Berlatih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkorwil Jatim: Banser Harus Tetap Berlatih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkorwil Jatim: Banser Harus Tetap Berlatih

Tanggung jawab yang lain apa? Yakni menjaga, memilihara, dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan GP Ansor dan NU. Kalau ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan atau menghalangi, Banser harus berani mengatasinya.

IPNU Tegal

”Untuk itu Banser harus latihan dan latihan di semua bidang. Tujuannya agar mampu melaksanakan tanggung jawab itu,” katanya.

Sebagaimana diketahui Satkorwil BanserJawa Timur menggelar pelatihan Susbalan yang diikuti oleh 131 peserta di Pasuruan. Peserta adalah satkorcab-satkorcab se-Jatim. Acara berlangsung mulai 29 Juli hingga 1 Agustus.

IPNU Tegal

Lebih lanjut dr Umar mengimbau Banser untuk banyak beramal saleh, selalu terlibat aktif dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial di daerah yang terkena bencana. Terkait ini Banser sudah memiliki satuan khusus yang bernama Bagana (Banser Tanggap Bencana) yang baru saja diakui sebagai sahabat Tagana (Taruna Tanggap Bencana) oleh Menteri Sosial Hj Khofifah Indar Parawansa.

“Dalam kaitan ini kita di lapangan bisa berkoordinasi dengan elemen lain seperti LPBI NU, BPBD dan Basarnas. Karena memang ini salah satu dari kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Banser,” terangnya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Hadits, Kajian Islam IPNU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Soal UU Migas, Putusan MK Berpihak Modal Asing

Jakarta, IPNU Tegal
Pupus sudah upaya sebagian masyarakat untuk memperjuangkan pencabutan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang sudah diajukan ke Mahkamah Agung (MA) sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) terbentuk. Pada hari ini, Selasa (21/12), MK menolak tuntutan pencabutan UU Migas, dan hanya menerima sebagian permohonan uji materil atas UU Nomor 22 Tahun 2001 itu. 

Putusan MK ini mendapat sambutan keras dari karyawan PT Dirgantara Indonesia yang berunjuk rasa di depan kantor MK di Jalan Medan Merdeka Barat. Selain itu, sejumlah orang yang mengaku dari Masyarakat Peduli Migas (MPM) berteriak-teriak di ruang sidang mengecam Ketua MK Jimly Ashiddiqie. “Keputusan ini hasil kompromi dengan pemerintah,” teriak Koordinator Eksekutif MPM Eddy Syamsuri.

Kekecewaan massa demonstran tersebut bisa dimaklumi, sebab, menurut  Pengamat Perminyakan Dr. Kurtubi, sumber masalah antara UU Nomor 20/2002  tentang kelistrikan dengan UU Nomor 22/2001 tentang Migas adalah sama yaitu keterlibatan swasta dalam perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945. Sehingga sangat aneh bila MK bisa membatalkan UU Kelistrikan pada 15 Desember, sementara UU Migas tidak. Seharusnya untuk subtansi persoalan yang sama, UU Kelistrikan bisa menjadi yurisprudensi.

“Substansi yang dipermasalahkan dari UU Migas ini adalah sama dengan UU Kelistrikan, yakni adanya benang merah yang sama-sama menerapkan Konsensus Washington, yakni liberalisasi dengan menerapkan prinsip  unbundling dan berusaha menghilangkan peran negara,”kata Kurtubi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/22).

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada (PSPK-UGM) Dr. Ir. Mochammad Maksum, tidak heran dengan keputusan MK mengenai UU  Migas. “Tidak usah heran, kasusnya hampir sama dengan pernyataan pemerintah tentang ketiadaan wewenang mereka terhadap kenaikan bahan bakar Elpiji yang disebutnya sebagai   bahan bakar orang elit, bukan hajat hidup orang banyak. Padahal, saat ini bahan bakar elpiji telah menjadi kebutuhan bukan hanya kalangan perhotelan dan penghuni apartemen mewah, melainkan juga kalangan pedagang kaki lima, bukankah itu hajat hidup orang banyak? ” kata Mochammad Maksum kepada IPNU Tegal, Selasa (21/12).

Apa boleh buat, MK hanya menyoal tiga pasal dalam UU No. 22/2002 tentang Migas yang dinilai bertentangan dengan Konstitusi. Dari ketiga pasal itu,  satu pasal dibatalkan, sementara dua pasal lainnya diminta untuk direvisi. Selanjutnya, MK menganjurkan kepada pembentuk undang-undang untuk mengamandemen undang-undang tersebut.

Pada bagian lain MK menolak permohonan uji formil. MK berpendapat, proses pembentukan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas telah memenuhi mekanisme yang berlaku di parlemen.

Tiga pasal yang dinilai bertentangan dengan Konstitusi adalah pasal 12 ayat 3, pasal 22 ayat 1, dan pasal 28 ayat 2 dan 3. Ketiga pasal tersebut dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Pasal 12 ayat 3 yang memberi wewenang kepada Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap dinilai menghilangkan penguasaan negara. MK berpendapat, pasal ini sejauh kata-kata “diberi wewenang” bertentangan dengan UUD 1945

Pasal 22 ayat 1, dinilai MK, tidak menganut prinsip sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat seperti yang digariskan pasal 33 UUD 1945. Pasal 22 ayat 1 berbunyi, “Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menyerahkan paling banyak 25% bagiannya dari hasil produksi Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.”

MK menilai, prinsip sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dalam cabang produksi migas mengandung pengertian bukan hanya harga murah maupun mutu yang baik, tapi juga adanya jaminan ketersediaan bahan bakar minyak dan pasokan bagi seluruh lapisan masyarakat; MK menganggap kata-kata “paling banyak” dalam ayat tersebut harus dihapuskan.

Sementara, pasal 28 ayat 2 dan 3 seluruhnya dinilai bertentangan dengan UUD 1945. Pasal tersebut menyerahkan harga minyak pada mekanisme pasar. Dalam ayat 3 disebutkan, pelaksanaan kebijakan ini tidak mengurangi tanggung jawab pemerintah terhadap golongan masyaakat tertentu.

Menurut MK, seharusnya harga BBM dan Gas Bumi dalam negeri ditetapkan oleh pemerintah dengan memperhatikan kepentingan golongan masyarakat tertentu dan mempertimbangkan mekanisme persaingan usaha yang wajar.
.
Pemerintah berharap UU ini tidak dibatalkan. Sebab, UU Migas dibuat  sebagai upaya untuk memberikan kepastian hukum kepada calon investor hulu dan hilir migas yang akan masuk ke sektor tersebut di Indonesia. Apalagi beberapa kontrak investasi dengan pihak asing sudah ditandatangani yang mungkin dapat dibatalkan bila keberadaan UU ini dicabut. (dul)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tokoh, Kajian Islam, PonPes IPNU Tegal

Soal UU Migas, Putusan MK  Berpihak Modal Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal UU Migas, Putusan MK Berpihak Modal Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal UU Migas, Putusan MK Berpihak Modal Asing

Senin, 04 Desember 2017

10 Ribu Warga NU Sumut ‘Serbu’ Istana Maimun

Medan, IPNU Tegal

Di Jakarta, pada 3 Februari mendatang, Gelora Bung Karno akan ‘dikepung’ 300 ribu Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU). Di Medan, pada hari yang sama, Istana Maimun, bakal ‘diserbu’ sekira 10 ribu kaum Nahdliyin se-Sumatera Utara (Sumut).

Bukan untuk berunjuk rasa atau berbuat kekacauan di istana seluas 2.772 meter persegi itu, melainkan akan melakukan istighosah. Ritual doa massal dan tablig akbar itu digelar untuk menyambut Hari Lahir (harlah) ke-82 NU yang juga diperingati di kota-kota lainnya di Indonesia.

10 Ribu Warga NU Sumut ‘Serbu’ Istana Maimun (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Ribu Warga NU Sumut ‘Serbu’ Istana Maimun (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Ribu Warga NU Sumut ‘Serbu’ Istana Maimun

“Kami mengestimasi, jamaah istigosah itu mencapai 10 ribu orang. Hadir juga para ulama NU, sejumlah tokoh di Sumut, pejabat pemerintah dan konsul negara sahabat,” ujar Ketua Pengurus Wilayah NU Sumut, Ashari Tambunan—seperti dilaporkan Kontributor IPNU Tegal di Medan, Muhammad Safii.

IPNU Tegal

Ia mengatakan hal itu saat bertemu Sekretaris Daerah Kota Medan Afifuddin Lubis, di Balai Kota Medan, Rabu (23/1) lalu. Turut bersamanya dalam kesempatan itu sejumlah petinggi PWNU Sumut, antara lain, M Arifin Matondang, Zainul Irfan Harahap, Tatang Arbela dan Parulian Siregar.

Afifuddin Lubis mengaku menyambut baik dan mendukung hajatan akbar PWNU Sumut tersebut. Ia berharap agar dalam pelaksanaan istigosah itu, warga Nahdliyin berdoa untuk keselamatan dan kedamainan Kota Medan. “Agar tetap dalam suasana kondusif dan terkendali,” ujarnya.

IPNU Tegal

Sementara, M Arifin Matondang, Ketua Panitia Pelaksana Harlah PWNU Sumut, menjelaskan, istigosah tersebut merupakan puncak Bulan Harlah ke-82 NU yang sudah dimulai sejak 1 Januari lalu.

Selain pemberian bantuan kepada fakir-miskin dan kaum dhuafa, pihaknya, dalam waktu dekat juga akan menggelar nikah masal yang dipelopori Pengurus Wilayah Fatayat NU Sumut.

Ia mengatakan, pihaknya telah menggandeng sejumlah media cetak dan elektronik untuk menyampaikan pesan-pesan moral NU. Dengan demikian, diharapkan masyarakat mengetahui tentang kegiatan selama Bulan Harlah NU itu digelar. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam, Tokoh, Amalan IPNU Tegal

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) masa khidmat 2015-2020 terus mengembangkan potensi para da’i di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pada pertemuan perdana setelah dilantik, pengurus baru LDNU menambahkan fokus garapan pelatihan bagi calon khotib di perkantoran.

“Pengurus masjid di sejumlah kantor dan badan-badan negara sudah menghubungi kita untuk mengadakan khotib dari NU,” kata Ketua baru PP LDNU KH Manarul Hidayat di hadapan pengurus LDNU lainnya di Jakarta, Rabu (17/9) malam.

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran

Menurut Kiai Manarul, program pelatihan dakwah yang sudah berjalan pada kepengurusan LDNU sebelumnya tetap diteruskan. Hanya saja kebutuhan untuk menyiapkan khotib dan para da’i di perkantoran, patut dijawab.

IPNU Tegal

“Ini tantangan kita sekarang. Jangan sampai para da’i dan khotib NU hanya bergerak dari satu ke lain kampung. Kita perlu mempersiapkan kompetensi, pembawaan, dan pilihan materi sesuai selera orang-orang kantor,” terang Kiai Manarul.

Kiai Manarul mengatakan bahwa masjid perkantoran selama ini luput dari garapan dakwah NU.

IPNU Tegal

Gagasan ini akan dimatangkan pada rapat perdana pengurus PP LDNU di Jakarta pada Selasa, 22 September 2015. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Jadwal Kajian, Kajian Islam, Nahdlatul IPNU Tegal

Selasa, 21 November 2017

JK Janji Tak Bedakan Sekolah Umum-Madrasah

Malang, IPNU Tegal. Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla berjanji tidak akan membedakan antara pendidikan atau sekolah umum dengan madrasah karena keduanya sama-sama membutuhkan perhatian.

"Saya dan Pak Jokowi akan berusaha memperhatikan dua model pendidikan ini. Hanya saja, strukturnya yang harus diperbaiki, sebab masyarakat kita tidak hanya membutuhkan pendidikan saja, tapi juga kesehatan, peningkatan infrastruktur serta faslitas dasar lainnya," tegasnya ketika memberikan sambutan pada silaturrahmi dan halalbihalal Muslimat NU se-Jatim di pesantren Bahrul Maghfiroh Malang, Sabtu.

JK Janji Tak Bedakan Sekolah Umum-Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
JK Janji Tak Bedakan Sekolah Umum-Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

JK Janji Tak Bedakan Sekolah Umum-Madrasah

Ia mengatakan tugas pemerintah bagaimana membuat masyarakat bisa mendapatkan fasilitas dan kebutuhannya terpenuhi secara layak. Namun, di luar itu, bagaimana cara masyarakat memberdayakan diri sendiri.

IPNU Tegal

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat Nahdatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, menilai pendidikan di pesantren dan madrasah kurang mendapat perhatian dari pemerintah, karena itu Muslimat NU berharap pemerintahan baru dibawah pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) lebih memperhatikan pesantren dan madrasah.

IPNU Tegal

"Saya berharap kartu Indonesia Pintar yang bakal digulirkan pemerintahan Jokowi-JK ini tidak hanya berlaku untuk siswa di sekolah umum, tapi juga untuk madrasah dan pesantren," kata Khofifah.

Menurut dia, selama ini ada dua lembaga yang mengelola pendidikan, yakni Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Kemendikbud mengelola pendidikan umum, dan Kemenag mengelola madrasah dan pesantren.

Selama ini, tegasnya, pendidikan umum mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tapi madrasah hanya mendapat Bantuan Operasional Madrasah (BOM) saja. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Kajian Islam, Ahlussunnah IPNU Tegal

Rabu, 08 November 2017

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya

Bondowoso, IPNU Tegal - Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bondowoso berdoa bersama untuk musibah korban kekerasan Rohingya di Myanmar. Istighotsah ini yang dilaksanakan cukup sederhana ini diikuti beberapa pimpinan ranting, anak cabang, lembaga majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor, Banser beserta pengurus harian cabang GP Ansor di Sekretariat GP Ansor Bondowoso Jalan KH Mas Mansur Nomor 09 Kelurahan Belindungan Kecamatan Bondowoso, Ahad (3/9) sore.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, kita melaksanakan doa bersama-sama dan istighotsah bersama untuk saudara kita yang sekarang membutuhkan bantuan kita yaitu di Myanmar.

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya

Dimana kita sebagai saudara Muslim, saudara sesama manusia tentunya membutuhkan uluran tangan doa dan kita semua yang mana saat ini saudara kita etnis Rohingya di Myanmar itu betul-betul mengalami sebuah kekerasan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh sesama manusia yang terjadi di Myanmar.

IPNU Tegal

"Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana, selain acara itu juga syukuran hari Kemerdekaan RI, istighotsah serta mendoakan saudara Muslim Rohingya di Myanmar," jelasnya sebelum acara di mulai pada waktu itu.

Doa dan istighotsah bersama tersebut dipimpin langsung oleh sekretaris lembaga majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor (RA) GP Ansor Bondowoso Abdul Salam dan ditutup doa oleh Ketua majelis zikir dan shalawat RA Bondowoso Ahmad Junaidi. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pendidikan, Kajian Islam IPNU Tegal

Selasa, 07 November 2017

PCNU Sumedang Berikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang

Sumedang, IPNU Tegal. Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Sumedang pada selasa malam (20/9) mengakibatkan terjadinya longsor dibeberapa tempat. Salah satu lokasi longsor yang paling parah terjadi di Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selamat. Longsor yang terjadi mengusur beberapa rumah dan menuturkan jalanan umum. Korbanpun berjatuhan, tercatat dua orang meninggal dan beberapa orang masih belum ditemukan.

Takut terjadi longsor susulan, warga di sekitar longsor pun langsung dievakuasi ke Gedung Olahraga Raga Tajimalela. Tim dari kepolisian dan Banser NU Cabang Sumedang bahu membahu mengevakuasi korban bencana alam tersebut.

PCNU Sumedang Berikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Berikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Berikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang

Menyikapi fenomena tersebut, pada Rabu pagi (21/9) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang langsung cepat tanggap. H Sadulloh selaku ketua PCNU Sumedang menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan warga nahdliyin untuk membantu para korban bencana alam tersebut. Gerakan #NU_Peduli langsung dicanangkan oleh beliau.

Dalam waktu beberapa jam saja bantuan pun terus mengalir dan terkumpul. Untuk memudahkan mengumpulkan bantuan, H Sadulloh membagi posko #NU_Peduli di tiga titik. Titik pertama di Kantor PCNU Sumedang, titik kedua di Rumah Bendahara PCNU Dadan Buldani Jatinangor, dan titik ketiga di Rumah Katib PCNU Sumedang H Ade Gaos. Bantuan yang terkumpul berupa makanan, pakaian, dan uang.

IPNU Tegal

Bantuan yang sudah terkumpul sudah mulia didistribusikan. Lokasi pertama yang dikunjungi oleh rombongan PCNU Sumedang ialah GOR Tajimalela tempat para korban dievakuasi. H Sadulloh yang memimpin rombongan tersebut mengatakan sangat prihatin dengan adanya bencana alam yang terjadi di Sumedang ini. PCNU Sumedang akan terus membantu semaksimal mungkin kepada para korban.

PCNU Sumedang juga menyiapkan tim kesehatan melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang untuk membantu memeriksa dan mengobati para korban longsor yang kesehatannya agak terganggu. Semoga bencana alam seperti ini tidak terjadi lagi, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kajian Islam, RMI NU, Ulama IPNU Tegal

Selasa, 26 September 2017

Ribuan Nahdliyin Istighotsah Jelang Pilkada

Sidoarjo, IPNU Tegal. Ribuan Nahdliyin di Sidoarjo, Jawa Timur, mengikuti kegiatan Sidoarjo Bertafakur, Istighotsah dan pengajian akbar yang digelar di parkir timur Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (3/12) malam. Mereka bermunajat kepada Allah SWT, agar pemilihan kepala daerah Sidoarjo diberikan kedamaian.

Ribuan Nahdliyin Istighotsah Jelang Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Istighotsah Jelang Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Istighotsah Jelang Pilkada

"Ini merupakan bentuk ikhtiar kami agar pelaksanaan pilkada nanti berjalan aman, tertib dan damai," kata sekretaris panitia Sidoarjo Bertafakur, H Musauwimin.

Menurutnya, memilih pemimpin Sidoarjo yang amanah sangat penting karena nantinya bisa memberikan solusi dan sesuai dengan harapan masyarakat Sidoarjo. "Pemimpin yang amanah ibaratkan orang tua bagi semua golongan tanpa ada perbedaan sedikitpun," tambahnya.

IPNU Tegal

Musauwimin mengatakan, agar masyarakat Sidoarjo turut serta memiliki dan mempunyai kepedulian dalam pemilihan kepala daerah, 9 Desember mendatang, pihaknya sengaja mengundang ribuan warga NU di Sidoarjo dari berbagai desa. Ia meminta masyarakat Sidoarjo untuk menguatkan hati dan nurani agar Sidoarjo menjadi lebih baik.

Nampak hadir dalam acara itu, ribuan Muslimat, Fatayat, Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf, Ketua MUI Sidoarjo KH Usman Bahri, Pengasuh Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo KH Abdussalam Mujib, pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo nomor 1, H MG Hadi Sutjipto-H Abdul Kolik, para Kiai dan tokoh agama di Sidoarjo.``

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Internasional, Kyai, Kajian Islam IPNU Tegal

Minggu, 10 September 2017

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai

Purworejo, IPNU Tegal. Sebanyak 2.500an warga Purworejo dan sekitarnya mengikuti jalan santai yang digelar pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo Ahad (9/3). Kegiatan ini digelar menyusul peluncuran radio Shoutuna 89.3 Fm milik pesantren An-Nawawi.

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai

Ketua panitia Akmalul Khuluk mengatakan, kegiatan jalan santai kali ini mengerahkan hadiah senilai puluhan juta rupiah. Puluhan door prize dari berbagai pihak sponsor disiapkan dengan hadiah utama dua buah sepeda motor.

Jalan santai, lanjut Akmal, diberangkatkan langsung oleh Bupati Purworejo dari halaman gedung pendidikan An-Nawawi. Arak-arakan jalan santai menyusuri jalan raya sejauh kurang lebih 10 kilometer dari Berjan, alun-alun Purworejo, pasar Suronegaran, hingga kembali ke tempat semula.

IPNU Tegal

"Usai jalan santai ini, dilanjutkan dengan agenda terakhir yakni, hiburan dan pengundian hadiah di halaman kompleks gedung pendidikan An-Nawawi," pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan ini pengasuh pesantren An-Nawawi KH Achmad Chalwani, Bupati Purworejo, sejumlah tokoh agama dan masyarakat, mahasiswa, santri, alumni pesantren serta masyarakat jamaah pengajian thoriqoh dari sejumlah daerah di Kedu dan Jogjakarta.

IPNU Tegal

KH Achmad Chalwani Nawawi dalam sambutannya berharap agar radio ini nantinya memberikan manfaat terhadap dakwah agama Islam khususnya di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Siaran radio ini sudah menjangkau seluruh wilayah Purworejo dan sebagian wilayah Wonosobo, Magelang, Kebumen, dan Jogjakarta.

"Keberadaan radio sebagai media penyiaran dan dakwah agama Islam ahlussunnah waljamaah dirasakan menjadi sangat penting di tengah arus informasi dan hiburan yang ada saat ini," tutur KH Chalwani sebelum menyerahkan surat izin penyiaran dari Kemenkominfo kepada Dirut Shoutuna Fm Hj Ashfa Khoirunnisa. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hikmah, Kyai, Kajian Islam IPNU Tegal

Jumat, 08 September 2017

Jawaso Gelar Festival Rebana Klasik

Jepara, IPNU Tegal. Jamiyyah Shalawat Walisongo (Jawaso) menggelar Festival Rebana Klasik Se-Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di halaman MA Walisongo Pecangaan Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu (01/06) mendatang. 

Musyaifin, sekretaris festival mengatakan kegiatan bertujuan untuk menyemarakkan gema shalawat di Jepara. Disamping itu bersamaan dengan peluncuran album keempat Jawaso, “Festival rebana ini merupakan satu rangkaian kegiatan Muwaddaah dan Harlah Yayasan Walisongo Pecangaan Jepara,” katanya.

Jawaso Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jawaso Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jawaso Gelar Festival Rebana Klasik

Ia menjelaskan, perlombaan diikuti oleh masyarakat umum, “Peserta bisa grup dari sekolah, desa maupun perkumpulan lainnya,” jelasnya.

IPNU Tegal

Adapun persyaratan festival diantaranya adalah maksimal personil 12 orang, lagu wajib Anal Faqiru dan lagu pilihan bebas, durasi 15 menit (dari salam pembuka), alat musik klasik (bukan elektrik) serta pendaftaran Rp. 35.000.

“Pendaftaran dilakukan secara langsung ke sekretariat Jawaso, Jalan Kauman No.22 Pecangaan,” papar Alumnus MA Walisongo 2011.

IPNU Tegal

Musyaifin menerangkan pendaftaran dibuka mulai 13-30 Mei 2013. Untuk technical meetingnya dilaksanakan 31 Mei 2013 di Mushola MA Walisongo Pecangaan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Musyaifin (085740242978), Abdullah Karim (085713234677) dan Muhammad Nur Faizin (089669623958). 

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam IPNU Tegal

Selasa, 23 Mei 2017

Histeria Grup Musik Debu di Induk Pesantren Indonesia

Kebumen, IPNU Tegal. Grup musik Debu tampil di depan puluhan ribu jamaah pesantren tertua di Jawa Tengah, Alkahfi Somalangu Kebumen. Lantunan khas Debu pun sontak membuat para penonton berdiri bermaksud mengikuti irama khasnya, hingga kemudian pihak panitia meminta para penonton agar tetap duduk di tempat masing-masing.

?

Vokalis Debu, Mustafa mengaku sangat gembira bisa tampil di pesantren Alkahfi yang menurutnya sebagai induk dari seluruh pesantren yang ada di Indonesia. Terlebih bisa bersua dengan puluhan ribu jamaah pesantren paling bersejarah di negeri ini.

Histeria Grup Musik Debu di Induk Pesantren Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Histeria Grup Musik Debu di Induk Pesantren Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Histeria Grup Musik Debu di Induk Pesantren Indonesia

?

"Kami sangat senang, jadi kami akan tampilkan yang terbaik," kata Mustafa saat akan memulai memainkan alat musiknya di Pesantren Alkahfi Somalangu, Kebumen, Ahad (29/5) malam.

IPNU Tegal

?

Debu tampil di pesantren Alkahfi Somalangu melalui biaya Debu sendiri. Hal ini diakui Mustafa sebagai wujud menghormati sejarah pesantren tertua yang dinilainya tidak lelah dan terus eksis ikhlas melayani umat dari generasi ke generasi.?

IPNU Tegal





Salah satu penonton asal Wonosobo, Jawa Tengah, Fikri mengaku gembira melihat secara langsung penampilan Debu.

?

"Debu melantunkan lagu dengan membawa nilai-nilai historis. Tatkala saat ini banyak yang melupakan sejarah, seperti anak lupa dengan kakeknya, namun penampilan Debu mengingatkan kita," papar Fikri.

Pada acara siang harinya, dalam diskusi out door, M. Fathul Maskur (Hubungan Internasional PP GP. Ansor) berharap pesantren Alkahfi Somalangu Kebumen sebagai pesantren tertua yang telah menginspirasi hadirnya pesantren-pesantren di Indonesia dengan menggelar kegiatan Alkahfi Intercultural Fair telah memberikan edukasi tambahan pada seluruh pesantren yang ada saat ini.

Sekarang ini, lanjut Maskur, banyak orang menilai keras ajaran Islam, pesantren tertua ini dengan acara AIF menegaskan sebaliknya. Pesantren Alkahfi menampilkan berbagai budaya dari berbagai negara dengan para penampilnya beragama non-Islam.

?

"Pesantren Alkahfi sebagai pesantren tertua ini saat ini memperlihatkan apabila ajaran Islam itu seperti yang ditampailkan dalam acara AIF ini. Ratusan orang non-Muslim berjoged di panggung pesantren tertua ini. Inilah Islam," paparnya.

?

Penulis buku Islam Nusantara, Ahmad Baso berharap, nilai-nilai kepesantrenan bisa tersiar dalam pentas global. Mengingat, nilai-nilai kepesantrenan sebagai wujud Islam Nusantara.

?

"Nilai-nilai kepesantrenan seharusnya tersebar ke seluruh dunia," harapnya.

?

Pembicara lain, Hariqo Wibawa Satria (Koordinator Komunitas Peduli ASEAN) menilai, sudah saatnya santri menjadi generasi uploader bukan downloader. Generasi santri produktif bukan konsumtif. Ia juga beranggapan, dengan era internet saat ini, setiap santri dituntut untuk menjadi diplomat.

?

"Setiap santri adalah diplomat. Jadi harus bisa memanfaatkan internet sebaik-baiknya," katanya.

?

Debu dalam penampilannya merupakan penutup dari serangkaian acara Alkahfi Intercultural Fair yang diselenggarakan oleh pesantren Alkahfi Somalangu Kebumen. Setelah pagi sebelumnya tampil sembilan budaya dari sembilan negara. (Septika Wahyu Diananda/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam, RMI NU IPNU Tegal

Sabtu, 17 Desember 2016

Pasujudan Sunan Bonang Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran

Rembang, IPNU Tegal - Sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Rembang, Pasujudan Sunan Bonang yang terletak di Desa Bonang Kecamatan Lasem-Rembang pada lebaran tahun ini kembali ramai oleh pengunjung. Mereka memanfaatkan masa libur panjang 5 hingga 10 Juli 2016.

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Blora, Hadi, mengatakan, pasujudan merupakan destinasi wisata religi yang wajib di disinggahi saat melewati jalur pantura Lasem-Rembang.

Pasujudan Sunan Bonang Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasujudan Sunan Bonang Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasujudan Sunan Bonang Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran

"Saya memang sering mampir di pasujudan saat melakukan perjalanan ke Surabaya. Tapi jika berjalan melewati Rembang, rasanya belum plong (lega) jika belum berziarah ke makam Sunan Bonang yang ada di Desa Bonang Rembang ini, dan sekaligus menikmati pemandangan di area pasujudan yang tampak asri dan damai," katanya, Ahad (10/7).

Usai berziarah dan bersantai sejenak di atas pasujudan, ia selanjutnya meneruskan perjalanan ke Kota Suarabaya untuk berlebaran bersama keluarganya.

IPNU Tegal

Sementara itu, juru kunci Yayasan Sunan Bonang Abdul Wakhid menjelaskan, banyaknya pewisata religi setiap libur lebaran. Menurut Wakhid, di Desa Bonang banyak sekali tempat tujuan wisata religi yang dapat dikunjungi ketika libur panjang, di antaranya pasujudan Sunan Bonang sebagai tempat bermunajatnya Maulana Madum Ibrahim atau Sunan Bonang, Gunung Batu Layar, alat dakwah yang berupa bende becak, Masjid Sunan Bonang yang konon didirikan secara tiba-tiba tanpa sepengatehuan warga. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam, Makam IPNU Tegal

IPNU Tegal

Rabu, 25 Juni 2014

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Sleman, IPNU Tegal. Untuk memperingati HUT Ke-70 RI, santri Hufadz Pesantren Pandanaran mengisi momen spesial ini dengan Mujahadah dan tahlil bersama serta pembacaan Maulid ad-Dibai, Ahad (16/08). Kegiatan ini diselenggarakan bada Maghrib di Pesantren setempat.

Danang Tri Atmojo, salah satu santri Pandanaran mengatakan, bahwa acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT RI. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dalam rangka mendoakan para Pahlawan dan syuhada bangsa ini yang telah gugur demi kemerdekaan Republik Indonesia.

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

"Acara memperingati HUT ke-70 RI ini, memang dikemas dengan Mujahadah dan tahlil bersama, serta pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian dilakukan sebagai bentuk ekspresi kami sebagai santri, untuk memperingati momen HUT bangsa dan negara ini," tutur Danang.?

IPNU Tegal

Untuk membangkitkan rasa nasionalisme, para santri dengan penuh semangat, menggelorakan syiir Hubbul Wathon karya KH Wahab Chasbulloh ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai.

"Syiir karya KH Wahab Chasbulloh ini memang sengaja kami selipkan ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian kami maksudkan supaya ada sinergi antara rasa cinta kepada Allah, Nabi Muhammad, dan Tanah Air Indonesia," ungkap salah satu Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran ini. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Tegal, Kajian Islam IPNU Tegal

Kamis, 13 September 2012

Berita Nahdlatoel Oelama

Majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO) diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), dengan alamat kantor NU, Sasak No 66, Surabaya. Menurut sebuah sumber, majalah tersebut terbit pertama kali pada tahun 1931.?

Pada terbitan Nomor pertama Tahun kelima, Muharam ? terbit pada 1 Januari 1936, terdapat keterangan yang mengungkapkan kebahagiaan bahwa majalah ini bisa terbit ? half maandblad atau terbit sebulan dua kali. Di edisi itu pula tertulis keterangan bahwa majalah tersebut diupayakan oleh para ulama NU.?

Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Nahdlatoel Oelama

Para ulama berharap, majalah tersebut dapat berperan sebagai obor kaum Muslimin pada umumnya dan Nahdliyin khususnya.?

Di dalam kota redaksi tercatat K. Machfoed Siddik Djember sebagai Hoofd Redacteur, dan K. Abdullah Oebaid Surabaya, KH Eljas Tubuireng dan KH A Wahid sebagai Redacteur. Sementara itu, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah Surabaya, dan KH Bisri Kauman duduk sebagai Mede Redacteur.

IPNU Tegal

Majalah BNO berbeda dengan majalah yang diterbitkan NU pada masanya. Jika majalah lain hanya berisi artikel-artikel keagamaan dan keorganisasian NU, maka BNO memuat banyak jenis tulisan, dari agama, organisasi, ekonomi, hingga permasalahan tanah dan pertanian. Dimuat juga tulisan-tulisan bertema politik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang sedang berkembang pada masanya.?

IPNU Tegal

Berita-berita NU di berbagai daerah juga termuat, bahkan hingga NU Teluk Lubuk, di Sumatra Selatan.?

Sebagai majalah berbasis aliran keagamaan, BNO tak lupa merespon dan membela keyakinannya. Nomor 9 Tahun 9 misalnya, majalah ini merespon tulisan yang ada di majalah Adil terbitan Muhammadiyah tentang hukum Azimat.?

BNO Nomor Pertama Tahun kesepuluh, Nopember 1940, juga merespon perselisihan Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah dengan Hamka tengang tarikat an-Naqsabandiyah yang diungkapkan dalam majalah Al-Mizan (majalah milik Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah yang terbit di Bukit Tinggi).?

BNO menolak keras padangan Hamka yang mengatakan tarikat itu sesat menyesatkan. dan mendukung terbitan majalah Al-Mizan.

Tak ketinggalan pula, seperti umumnya terbitan di NU, majalah ini, tiap terbitannya memuat nama-nama kyai, ulama, atau aktivis organisasi yang sudah meninggal. Maksdunya, meminta para pembaca untuk sholat ghoib atau berkirim doa.

Majalah BNO beredar di banyak kota, dari Madura, hampir semua kota di Jawa Timur, Yogyakarta, kota-kota di jawa Tengah hingga Cirebon, Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta. Pertanyaan-pertanyaan seputar keagamaan juga dikirimkan dari Lampung.?

Keragaman iklan yang dimuat juga menggambarkan keragaman pembaca. Dari iklan toko kain hingga tiket kapal laut, dari tukang jahit hingga toko buku yang menjual buku-buku Kristen, dari toko emas imitasi hingga iklan hotel, hingga iklan toko dasi bergambar lambang Muhammadiyah, semua ada. Dari sisi tampilan, majalah ini juga lebih rapi, baik sampul dan tata letak halamannya yang menggunakan tiga kolom di tiap halaman.

Ditemukan edisi No. 6/Tahun XII/Juni - Juli 1952 kolektor majalah Kemala Atmojo. Ada perubahan besar di edisi nomor tersebut, terbitan tidak sebulan dua kali lagi, tapi terbit dua bulan sekali. Perubahan lain adalah perpindahan alamat ke Jalan Maluku II/1, Semarang dan untuk alamat administrasi di Jalan Pekodjan 157, Kudus.?

Penerbitan majalah dikelola oleh PBNU bagian Da’wah. Susunan redaksi pada edisi yang sampul berwarna merah memasang foto Kyai Wahab Chasbullah sedang berpidato tersebut terdiri dari Pemimpin Redaksi: Saifuddin Zuhri. Anggota Redaksi: K.H.A. Wahid Hasjim; K.H. M. Dahlan; K.H. M. Iljas; A.A. Achsien; Idham Chalid; A. Fattah Jasin; Ahmad Shiddieq; Umar Burhan; A. Ch. Widjaja; K. R. Amin Tjokrowidagdo; Nurjaman. Administrasi: M. Zainury Noor. Belum ditemukan waktu perubahan majalah ini. Dan belum ada informasi yang pasti kapan berakhirnya majalah ini. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam, Ulama, PonPes IPNU Tegal

Minggu, 26 Agustus 2012

Ulama Mancanegara Tertarik Belajar NU

Kudus, IPNU Tegal. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan, ulama negara Afghanistan dan Malaysia sangat tertarik belajar ajaran dan tradisi Nadlatul Ulama. Terutama pada sikap NU yang tasamuh, tawasuth, tawazun, dan musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus bangga menjadi NU karena banyak ulama luar seperti Afghanistan maupun Malaysia berdatangan ke Indonesia untuk mengetahui ajaran, tradisi, dan peranan NU membentuk dan mengawal Indonesia,” katanya dalam acara Halaqoh Pondok pesantren yang dilaksanakan Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semaranag di Hotel Abbas Kudus, Jawa Tengah, Ahad (22/9).

Ulama Mancanegara Tertarik Belajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Mancanegara Tertarik Belajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Mancanegara Tertarik Belajar NU

Di depan ratusan santri dari berbagai pesantren Kudus, Jepara dan Demak ini, As’ad lebih banyak menceritakan kedatangan ulama Afghanistan yang mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta belum lama ini. ? Dikatakannya, para ulama Afghanistan sangat kagum terhadap tradisi pesantren yang melatih dan mendidik langsung para santri untuk selalu dzikir, tawadhu, berakhlakul karimah, dan takut dosa.

IPNU Tegal

“Kekaguman mereka terlihat saat kita ajak mengunjungi pesantren di ? Yogyakarta. Bahkan mereka sangat histeris mendapat sambuatan dengan tradisi NU Dzibaan dan istighosahan,” ujarnya.

Saat mengunjungi Museum NU di Surabaya, ulama Afghanistan melihat isi surat Komite Hijaz yang dikirim kepada Kerajaan Arab Saudi. Mereka, tutur As’ad, merasa berhutang budi pada ulama (NU) Indonesia karena surat tersebut, Masjidil haram bebas menjalankan mazhab apapun.

IPNU Tegal

“Ini artinya sejarah itu penting jangan sampai hilang. Oleh karenanya orang NU selain tahu akidah maupun syariah, harus selalu menjaga sejarah dan tradisinya,” tegas As’ad.

As’ad menerangkan, hubungan antara kebangsaan dan keagamaan itu satu kesatuan yang tidak perlu dipertentangkan. Ia mencontohkan, Mbah Wahab Hasbullah pada tahun 1916 membentuk organisasi bernama Nahdlatul Wathan untuk menumbuhkan semangat keislaman dan nasionalisme.

Di akhir ceramahnya, ia menegaskan Pancasila merupakan manifestasi dari ajaran yang dibawa para wali. Pancasila adalah final dan harga mati sebagai dasar negara.

“NU berperan besar memperjuangkan Pancasila. Makanya orang NU harus mengisi dan mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara secara damai,” tandasnya. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Aswaja, Kajian Islam IPNU Tegal

Senin, 20 Oktober 2008

KH Idris Marzuki Wafat

?Jakarta, IPNU Tegal. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita duka datang lagi dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pengasuh Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Idris Marzuki meninggal dunia.

KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Idris Marzuki Wafat

Kiai Idris Marzuki kembali ke Rahmatullah pada sekitar pukul 09.45 WIB di Rumah Sakit Graha Amarta Surabaya selama beberapa hari.

Sementara itu dihubungi IPNU Tegal, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang juga alumni Pesantren Lirboyo sedang dalam perjalanan bertakziyah ke Kediri, Jawa Timur.

IPNU Tegal

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Allahummaghfirahu warhamhu waafihi wafu anhu. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kajian Islam, Ahlussunnah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock