Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh

Medan, IPNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH. A. Hasyim Muzadi meminta umat Islam tidak terkecoh dan selalu waspada terhadap ajaran Islam yang “aneh-aneh” yang dapat meresahkan masyarakat.

Umat Islam perlu lebih berhati-hati dan selalu waspada terhadap setiap ajaran Islam model baru yang disebarkan secara simpatik oleh seseorang yang mengaku sebagai ustadz, wali dan bahkan Jibril.

“Di Malang ada yang mengaku sebagai kelompok Islam tapi sholatnya menggunakan dua bahasa,” kata Hasyim pada Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, di Medan, Minggu (20/8) kemarin.

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh

Dicontohkan lagi, di Purwokerto dan Jakarta seorang umat Islam mengaku sebagai Jibril atau mendapatkan wahyu dari Jibril. “Orang tersebut sudah diamankan oleh pihak berwajib,” katanya.

Begitu pula di salah satu daerah di Jawa Tengah ada kelompok yang sedang Shalat menganjurkan jamaahnya agar tidak menggunakan busana. “Tindakan seperti ini tidak hanya aneh, melainkan juga tidak sesuai dengan ajaran Islam,” kata Hasyim.

Umat Islam diminta jangan sampai terpengaruh dengan ajaran yang menyesatkan, karena ajaran yang aneh-aneh itu tidak ada dalam Islam. "Masyarakat jangan sampai terkecoh akan ajaran itu,” kata Hasyim.

IPNU Tegal

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu mengingatakan, saat ini, banyak orang yang kelihatan pandai dan mempunyai ilmu agama yang tinggi, namun tidak dibarengi keimanan kepada Allah SWT.

“Seorang yang mengetahui hukum kadang mereka itu sering melakukan pelanggaran dan perbuatan tidak terpuji yang bertentangan dengan hukum tersebut. Hal semacam itu terjadi karena ilmu tinggi yang dimilikinya tidak dibarengi keimanan, ketaqwaan serta tidak mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” ujarnya. (har/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU IPNU Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Ansor Solo Raya Tingkatkan Wawasan Kebangsaan

Solo, IPNU Tegal. Bertempat di Aula Asrama Haji Donohudan 50 Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo Raya, Kamis (29/8) mengikuti kegiatan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dengan menghadirkan pembicara Kompol Tumiran Kasi Binmas Polda Jateng.  

Dalam paparan selama lebih dari satu jam bapak tiga anak ini banyak memberikan gambaran kebangsaan terkini dan memberikan sharing berbagai solusi atau alternatif-alternatif mengenai bangsa Indonesia ke arah yang menjadi lebih baik terutama bagi GP Ansor. 

Selain itu, Tumiran berpesan kepada GP Ansor juga ikut berpran aktif dalam pencegahan keamanan, ketertiban di masyarakat. Karena hal tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat saja, justru diharapkan peran serta masyarakat secara aktif bersama dan bermusyawarah demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan yang kondusif.

Ansor Solo Raya Tingkatkan Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Solo Raya Tingkatkan Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Solo Raya Tingkatkan Wawasan Kebangsaan

“Kami berharap dari pertemuan ini agar generasi muda terutama Ansor dapat menatap masa depan kebangsaan Indonesia memiliki jati diri yang positif dan menatap ke arah yang lebih baik,” pintanya. 

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Mashri 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, Tegal IPNU Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Pelajar NU Jatilawang Berbagi Sembako dan Bershalawat

Banyumas, IPNU Tegal - Pengurus Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-62 IPNU dan Ke-61 IPPNU. Mereka mengawalinya berbagi sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di Desa Karanglewas Kecamatan Jatilawang pada Ahad (06/3). Sementara pada Rabu (9/3) mereka menggelar shalawatan dan istighotsah untuk kelulusan UN SD/MI sederajat, SMP/MTS sederajat, dan SMA/SMA/MA sederajat.

Shalwatan dan istighotsah dipimpin olehKatib Syuriyah MWCNU Jatilawang Kiai Karimul Wafa. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua IPNU Banyumas Sulistyo yang kemudian diberikan kepada Ketua IPNU Jatilawang Imam Edi Saputra.

Pelajar NU Jatilawang Berbagi Sembako dan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jatilawang Berbagi Sembako dan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jatilawang Berbagi Sembako dan Bershalawat

Imam Edi menjelaskan, Harlah Pelajar NU ini diharapkan dapat menjadikan tolok ukur untuk kader IPNU dan IPPNU ke depan untuk lebih sinergi mendukung serta mengembangkan ajaran-ajaran NU serta pengabdian kepada NKRI.

Disadari atau tidak, kaderisasi IPNU-IPPNU adalah pengkaderan paling awal bagi NU sebagai generasi penerus di masa mendatang.

IPNU Tegal

"Tujuan dilaksanakannya baksos dan istighotsah akbar ini adalah sebagai upaya memperkenalkan IPNU-IPPNU kepada masyarakat serta kader-kader baru untuk melatih pengurus betapa indahnya berbagi, juga doa bersama untuk menghadapi Ujian Nasional tingkat SD/MI sederajat, SMP/MTS sederajat, dan SMA/SMA/MA sederajat," katanya. (Imam Hidayat/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri, Kajian Sunnah, Fragmen IPNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Penghafal Al-Quran Diingatkan Wasiat Kiai Arwani

Grobogan, IPNU Tegal. Penghafal Juz ‘Amma yang telah belajar di majelis Hidayatul Qur’an diwisuda secara simbolik Jumat(13/12). Wisuda disaksikan oleh masyarakat sekitar mulai kanak-kanak hingga usia tua.

Penghafal Al-Quran Diingatkan Wasiat Kiai Arwani (Sumber Gambar : Nu Online)
Penghafal Al-Quran Diingatkan Wasiat Kiai Arwani (Sumber Gambar : Nu Online)

Penghafal Al-Quran Diingatkan Wasiat Kiai Arwani

Kegiatan ini dibarengkan dengan acara haul Simbah K. Muslih, salah seorang tokoh penyebar ilmu agama di Desa Selo, Grobogan Jawa Tengah.

Pada wisuda tersebut dibacakan wasiat ahli Al-Quran KH Arwani Amin Kudus oleh salah seorang pengajar.

IPNU Tegal

Inti wasiat dia adalah larangan Al-Qur’an dijadikan tujuan atau alat mencari dunia. Diantaranya jangan membaca Al-Qur’an dalam Musabaqah Tilawatul Qur’an (MTQ) dengan tujuan menjadi yang terbaik dan mendapat hadiah.

IPNU Tegal

KH Imron Hasani menggaristebali wasiat KH Arwani kudus tersebut. Membaca Al-Quran dengan tujuan hadiah bisa termasuk dalam hadit Nabi “rubba qoriin wal Qur’anu yal’anuh,”.

Menurut dia, terjemahan hadits tersebut betapa banyak orang yang membaca Al-Qur’an, namun Al-Qur’an justru melaknatnya. (Ibnu Muslih/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail IPNU Tegal, sekali waktu kami mendengar soal qunut nazilah yang dibaca pada saat bencana dialami umat Islam. Pertanyaan saya, bencana seperti apa yang menuntut kita membaca qunut nazilah dan sampai kapan kita harus mengamalkan qunut tersebut? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdus Salam/Jakarta Utara).

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Musibah sesekali datang menimpa umat Islam. Dalam kondisi demikian, umat Islam harus tetap bersabar sambil mencari solusi atas musibah yang mendera.

IPNU Tegal

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk membaca qunut di setiap shalat wajib lima waktu. Qunut ini disebut doa qunut nazilah atau qunut karena musibah.

Lalu bencana kategori apa saja yang membolehkan kita untuk mengamalkan qunut nazilah? Apakah hanya bencana alam saja, tidak untuk bencana kemanusiaan? Ada baiknya kita melihat pandangan Syekh M Nawawi Banten dalam kutipan Nihayatuz Zein berikut ini.

IPNU Tegal

?) ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Qunut nazilah) sunah dibaca pada i’tidal rakaat terakhir (di semua shalat yang diwajibkan) lima waktu sehari (karena sebuah musibah) yang menimpa umat Islam meskipun menimpa hanya seorang Muslim yang punya pengaruh luas seperti penawanan seorang alim atau seorang tokoh pemberani, sama saja baik musibah itu berbentuk kekhawatiran atas serangan musuh meskipun mereka adalah umat Islam sendiri, paceklik, kemarau panjang, wabah, maupun pes,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Syirkah Al-Ma’arif, tanpa tahun, halaman 67).

Kutipan ini jelas mengatakan bahwa bencana kemanusiaan juga menjadi sebab pengamalan qunut nazilah bahkan untuk menghindari serangan musuh meskipun musuh itu umat Islam sendiri.

Penyebab doa qunut nazilah ini mencakup bencana alam seperti hujan, paceklik, atau bencana kemanusiaan seperti penyerangan, penawanan, gangguan masalah keamanan, atau tindakan brutal dan sewenang-wenang lainnya sebagaimana keterangan berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Artinya, “Qunut juga disunahkan pada i‘tidal rakaat terakhir di setiap shalat wajib karena sebuah musibah yang menimpa umat Islam secara umum seperti paceklik, khawatir dari serangan musuh, kemarau panjang, hujan mengandung mudharat misalnya terhadap lahan pertanian, atau musibah yang menimpa beberapa orang Muslim yang berpengaruh luas seperti penawanan seorang alim atau seorang tokoh pemberani karena mudharat umat Islam tanpa keduanya; berdasarkan riwayat sahih bahwa Rasulullah SAW membaca qunut sebulan penuh seraya berdoa untuk mengecam pembunuh para sahabatnya di Bi’ri Ma‘unah untuk menolak kesewenang-wenangan para pelaku, bukan untuk memperbaiki korban tewas karena itu tidak mungkin. Diqiyas pula kasus selain kekhawatiran serangan musuh,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H, juz I, halaman 183).

Adapun pengamalan qunut nazilah hanya terbatas pada shalat wajib lima waktu. Kesunahan qunut nazilah tidak berlaku pada jenis shalat lainnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sembahyang sunah, nazar, dan shalat jenazah tidak termasuk kategori shalat wajib. Karena itu membaca qunut nazilah pada shalat jenazah makruh karena shalat itu harusnya sebentar. Di luar kategori ‘musibah’ adalah qunut yang dibaca bukan karena musibah. Ini jelas makruh,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H, juz I, halaman 183).

Qunut nazilah diamalkan sejauh bencana yang menimpa umat Islam itu masih berlangsung. Kalau bencana itu sudah tidak lagi berlangsung, maka qunut nazilah tidak lagi disunahkan. Hal ini disinggung oleh Sayyid Bakri dalam I‘anatut Thalibin berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak disunahkan sujud sahwi karena meninggalkan qunut nazilah karena qunut nazilah merupakan sunah sementara di dalam ibadah shalat di mana kesunahan qunut itu hilang seiring dengan hilangnya musibah yang menimpa,” (Lihat Sayyid Bakri bin Sayyid M Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, tanpa tahun, Syirkah Isa Al-Babi Al-Halabi, Daru Ihyail Kutubil Arabiyah, juz I, halaman 198).

Dari pelbagai keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa doa merupakan senjata ampuh orang-orang beriman. Terlebih lagi Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana doa qunut menjadi salah satu jalan dalam menghadapi sebuah musibah yang sedang mendera umat Islam. Tentu saja qunut nazilah diamalkan sesuai dengan ketentuan syara’ yang diatur dalam kitab fiqih.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, News IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS

Jakarta, IPNU Tegal. Menteri Pendidikan dan Olahraga Imam Nahrawi segera merealisasikan janji kepada para atlet Indonesia yang meraih medali emas di SEA Games 2017 Kuala Lumpur 2017 untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menpora menemui Menpan-RB, Asnan Abnur di Kantor Kemenpan-RB, Selasa (5/9).?

Pertemuan itu terkait koordinasi tindak lanjut usulan pengangkatan menjadi PNS yang saat ini berubah nama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi para atlet peraih medali emas SEA Games 2017.

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS

"Terima kasih tentunya kepada Menpan RB yang telah memberikan terobosan bagi masa depan atlet. Hal ini sebagai bentuk kesungguhan pemerintah terhadap masa depan atlet. Tentunya atlet tersebut harus memenuhi kualifikasi dan peraturan yang sudah baku di Kemenpan RB, baik dari sisi pendidikan, umur dan sebagainya,” kata Imam Nahrawi usai melakukan pertemuan tertutup dengan Menpan RB Asnan Abnur, Selasa (5/9) siang.

Lebuh lanjut, Imam yang didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Muhamad Hanan Rahmadi menambahkan, kemudahan untuk menjadi PNS merupakan salah satu bonus yang sudah disiapkan.?

IPNU Tegal

"Bonus untuk SEA Games 2017 tidak hanya berupa uang tunai. Tentunya ini merupakan terobosan baru yang disiapkan pemerintah kepada para atlet. Berapa banyaknya atlet yang akan di promosikan menjadi PNS tentu akan diverifikasi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Imam.

Sementara itu, Menpan-RB Asnan Abnur mengakui pihaknya bersama Kemenpora tengah merancang ? terobosan untuk ? para atlet yang berprestasi khususnya di SEA Games 2017.?

IPNU Tegal

“Ini merupakan terobosan khusus. Ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada para atlet yang sudah berprestasi terutama ? di level internasional. ? Dengan demikian, kalau mereka sudah tidak jadi atlet maka mereka bisa bekerja sesuai dengan keahliannya,” tandas Asnan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, RMI NU, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Media Sosial dan Mundurnya Akhlak Kita

Oleh Ahmad Faizal Amin

Pernah suatu masa, bangsa kita sangat disanjung oleh bangsa lain. Bukan hanya karena kekayaan alamnya, namun juga perilaku kita. Bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah, penuh sopan santun, gotong royong, dan sikap religius yang sangat kuat. Tak heran jika banyak warga asing yang langsung jatuh cinta kepada Indonesia karena melihat bagaimana orang-orang kita yang sangat beragam dapat hidup dengan damai dengan suasana penuh kekeluargaan dan saling menghargai dengan menjunjung tinggi sopan-santun.

Media Sosial dan Mundurnya Akhlak Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Sosial dan Mundurnya Akhlak Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Sosial dan Mundurnya Akhlak Kita

Orang jawa menyebutnya sopan-santun ini sebagai unggah-ungguh. Orang arab menyebutnya sebagai adab. Orang Inggris menyebutnya sebagai attitude. Meski berbagai macam sebutan, namun dapat ditarik definisi umum bahwa sopan-santun ini mempunyai arti sebagai sikap menghargai dan menghormati orang lain baik yang lebih mudah, lebih tua, maupun karena posisinya di dunia professional.

Meski bangsa kita dikenal dalam tempo sejarah yang panjang sebagai bangsa yang penuh sopan-santun dan religius. Namun, akhir-akhir ini kita melihat ada sebuah fenomena yang cukup memprihatinkan. Pergeseran pola komunikasi face to face menjadi komunikasi melalui dunia maya sedikit demi sedikit mulai membuat sopan-santun kita juga mulai bergeser. Orang yang dikenal dengan penuh keramahan dan sopan-santun di dunia nyata mendadak menjadi macan yang siap mencengkeram dan menerjang dengan kata-kata yang kasar di media sosial. Caci-maki dan saling lempar umpatan seolah menjadi menu harian yang hampir selalu kita temui di kolom komentar terutama karena perbedaan pendapat dan pandangan terkait isu-isu yang sensitif. Tidak ada lagi batasan umur maupun kedudukan seseorang, asal pendapatnya berseberangan, ya hajar saja.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Yang lebih memprihatinkan akhir-akhir ini adalah fenomena bagaimana ulama kita yang bertahun-tahun belajar, mengaji, kemudian mengajarkan ilmunya ke santri-santrinya dengan mudah diperolok dan dicaci-maki seolah-olah beliau-beliau baru belajar kemarin sore. Ketika seorang yang konon berpendidikan dengan mudahnya menghina sosok ulama kharismatik sekaliber Gus Mus dengan menyebut bagian tubuh yang melambangkan kehormatan dengan sebutan yang amat tidak pantas karena tweet yang berseberangan. Ketika seorang yang notabene lulusan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan mudahnya share foto pribadi wakil ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin, dengan caption yang sangat tidak pantas terkait dengan fatwa MUI yang dianggap politis. Atau ketika para santri gugel dengan mudahnya merendahkan sosok ulama besar semacam Prof. Quraish Shihab dan Prof. Syafi’i Ma’arif karena berbeda pendapat dengannya.

Apa yang salah dengan kita? Mengapa bangsa yang dulu dikenal dengan sopan-santunnya dengan sangat cepat berubah menjadi kumpulan orang-orang celelekan dan tidak tahu adab ketika sudah berada di depan layar gadget? Adakah yang salah dengan sistem pendidikan kita?

Apapun agama kita, di manapun kita belajar, setidaknya kita akan selalu mendapat pelajaran mengenai sopan-santun ini, yang termaktub dalam bab budi pekerti. Di dalam agama Islam, kita menyebutnya sebagai akhlak. Salah satu akhlak tersebut adalah tawadhu’ (rendah hati dan hormat) kepada orang-orang berilmu. Kita akan mudah melihat teladan ini kepada ulama-ulama yang sempat direndahkan ini, salah satu yang paling nyata adalah bagaimana Gus Mus menangis dan memohon bahkan menyatakan bersedia mencium kaki para kiai sepuh untuk menenangkan suasana muktamar NU tahun lalu. Di sinilah kita melihat betapa tinggi rasa tawadhu’ beliau dan seberapa tinggi derajat akhlak beliau.

Bagaimanapun juga agama tidak hanya mengajarkan mengenai akidah, namun juga akhlak. Akidah tanpa akhlak akan membuat orang tinggi hati, merasa dirinya paling mulia hingga merendahkan pendapat orang lain. Akhlak tanpa akidah hanya akan membuat kita bingung dan lupa jati diri kita sebagai muslim, lupa siapa Tuhan kita dan bagaimana kita harus beribadah. Maka, mempelajari keduanya adalah ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi dan tak dapat dipisahkan.

Sungguh amat tidak pantas kita sebagai orang yang beragama dan terpelajar dengan mudahnya merendahkan para ulama. Bagaimanapun juga, akhlak adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan di era social media ini, terlebih jika sudah berurusan dengan ulama. Pun juga dengan orang selain ulama, akhlak juga perlu deperhatikan. Tentu kita tidak mau mendapat masalah di kemudian hari karena ketidakhatihatian kita dalam ber-social media bukan? Tidak sedikit pelajaran yang dapat kita ambli dari teman-teman kita harus berurusan dengan hukum karena salah memanfaatkan social media. Atau beberapa orang harus kehilangan pekerjaan karena menghina orang lain di media sosial yang ternyata merupakan orang atau relasi penting di perusahaan. Atau beberapa orang yang sulit mendapat pekerjaan karena siulan di media sosialnya membuat recruiter ogah merekrut dirinya. Cukuplah kasus mereka menjadi pelajaran bagi kita. Mari lebih bijak dalam dalam ber-social media. Selalu perhatikan adab dalam ber-social media dan selalu berhati-hati dalam menulis. Ingat, lisanmu adalah pedangmu, socmed-mu adalah harimaumu!

Penulis adalah mahasiswa Teknik Geologi UGM; Exchange Student Tohoku University, Japan; anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI)-Sendai, JapanDari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah

Mataram,? IPNU Tegal. Pimpinan Wilayah Fatayat NU NTB mengajak semua Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama terlibat dalam aksi donor darah. Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Nurul Islam, Sabtu (13/3) lalu itu menjadi salah satu rangkain acara pelantikan PW Fatayat NU NTB Masa Khidmat 2015-2019.

"Insyaallah tiga bulan sekali akan rutin kami lakukan (Donor) bersama banom-banom lainnya," kata Ketua PW Fatayat NU NTB, Wartiah.?

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah

Lebih lanjut Ketua Komisi 5 DPRD NTB ini menjelaskan bahwa darah merupakan kebutuhan masyatakat banyak saat ini. Oleh karena itu pihaknya tidak menargetkan berapa kantong harus masuk melainkan sebanyak-banyaknya.

Sebelumnya, PW Fatayat NU NTB sudah berkunjung ke tokoh-tokoh NU di Lombok, ziarah makam ulama dan terakhir nanti, Ahad (20/3) akan berlangsung pelantikan PW Fayatat NU NTB yang dirangkai seminar nasional terkait tantangan perempuan menghadapi MEA di gedung Paraja Kantor Gubernur NTB. Setelah itu akan ditutup dengan santunan anak yatim piatu dan warga jompu. (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kajian Sunnah IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina

Jakarta, IPNU Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk membantu Palestina. Sehubungan itu, Menag berkeinginan agar negara dapat membantu Palestina melalui dana APBN 2016.

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Harapkan Pemerintah Sediakan Anggaran APBN untuk Bantu Palestina

“Mulai tahun depan, Insya Allah dan mudah-mudahan DPR RI bisa menyetujui, secara resmi bantuan bisa disalurkan melalui APBN,” kata Menag saat memberikan sambutan pada acara pemberian bantuan/Infaq Jamaah Masjid Istiqlal untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, Jakarta, Jumat (15/5) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Hadir dalam kesempatan ini, Dubes Palestina untuk Indonesia, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali, Ketua Badan Pelaksana Pengelolan Masjid Istiqlal Mubarok, dan ribuan jamaah Masjid Istiqlal.

IPNU Tegal

Menurut Menag, hubungan baik masyarakat Indonesia dengan Palestina bahkan sudah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Palestina adalah negara yang pertama kali memberikan dukungan atas Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dukungan itu disampaikan langsung oleh Mufti Palestina, Syekh Muhammd Amin Al Khusaini yang saat itu sedang mengungsi di Berlin, Jerman.

“Sehingga, bantuan tidak hanya dari masyarakat Indonesia saja, namun negara secara resmi memberikan bantuan demi mewujudkan kemerdekaan negara Palestina,” jelas Menag.

IPNU Tegal

Menag menegaskan bahwa membantu Rumah Sakit Indonesia di Ghaza merupakan wujud bahwa Bangsa Indonesia terus mendambakan dan memperjuangakan agar bangsa Palestina juga bisa mencapai kemerdekaannya.  (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Sejarah IPNU Tegal

Ribuan Warga Margaasih Pawai Hari Santri dari Darul Ma’arif ke Mahmud

Bandung, IPNU Tegal 



Ribuan santri dan warga NU Kecamatan Margaasih mengikuti Pawai Ta’aruf Hari Santri Nasional pada Sabtu (21/10). Mereka memulai pawai dari Pondok Pesantren Darul Ma’arif menuju makam penyebar Islam KH Abdul Manaf (Mahmud), kemudian kembali lagi di pondok pesantren semula. 

Ribuan Warga Margaasih Pawai Hari Santri dari Darul Ma’arif ke Mahmud (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Margaasih Pawai Hari Santri dari Darul Ma’arif ke Mahmud (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Margaasih Pawai Hari Santri dari Darul Ma’arif ke Mahmud

Pawai dimulai dengan penampilan drum band kolaborasi antara santri Darul Ma’arif dan para orang tua. Kemudian barisan siswa-siswi Madrasah Ibdtidiyah, para guru, orang tua, dan santri mengikuti pada barisan selanjutnya.

Kepala Sekolah MTs Darul Ma’arif Fauzi Mubarok, pihak pesantren mengerahkan sekitar 1200 santri pada pawai itu. Kemudian ditambah warga sekitar. 

Pawai ini merupakan rangkaian dari pelantikan MWACNU dan seluruh Ranting MWCNU di kecamatan Margaasih. Juga pelantikan Lesbumi Kabupaten Bandung. 

IPNU Tegal

Sehari sebelumnya di pondok pesantren itu juga, Lesbumi mengadakan diskusi bertajuk “Lawung Budaya dan Tirakat Sastra” dengan tema “Dasar Pemikiran Islam Sunda dalam perahu Islam Nusantara”. 

Dua narasumber pada kegiatan itu adalah Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto dan Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Barat Asep Salahuddin. Selepas itu diadakan pelatihan menulis dengan narasumber Iip D. Yahya dan Neneng Yant KH. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Nasional, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Jakarta, IPNU Tegal

Wapres Jusuf Kalla berpendapat tak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti yang dimiliki oleh Mantan Ketua Umum PBNU KH Idham Chalid dengan berbagai peran dan jabatan yang disandangnya.

“Beliau memiliki pengabdian dan pengalaman yang begitu beragam, begitu besar, begitu banyak, saya kira tidak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti KH Idham Cholid,” katanya dalam peluncuran buku ”Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah” di Jakarta, Kamis (6/3) malam.

Ketua Umum Golkar ini menjelaskan setidak-tidaknya Idham Cholid yang telah memimpin NU selama 28 tahun ini dalam karirnya selalu berada dalam tiga sosok, yaitu ketua NU sebagai ormas, NU sebagai parpol dan sebagai pejabat negera. Putra Kalsel tersebut juga pernah memimpin tiga partai yaitu Masyumi, NU dan PPP.

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Idham Cholid juga pernah menduduki tiga jabatan menteri, yaitu wakil perdana menteri, menkopolkam, dan menteri sosial. Di posisi legislatif, ia juga menduduki berbagai jabatan mulai dari anggota DPRD Kalsel, DPR dan MPR. “Wajar jika kita mempelajari, mengambil hikmahnya,” katanya.

Mengenai kemampuannya membawa NU dalam berbagai situasi, Jusuf Kalla berpendapat hal ini dikarenakan ia merupakan orang moderat yang selalu berada ditengah disertai sikap kesantunan sehingga bisa diterima oleh semua fihak.

IPNU Tegal

“Hanya kesantunan yang bisa menjaga kemoderatan. Kalau pandangannya ekstrim, tentu orangnya juga ekstrim. Hanya orang yang memahami banyak orang yang bisa mengerti,” imbuhnya.

Pengenalannya secara pribadi dengan Idham Chalid telah terjadi sejak ia tinggal di Makassar yang mana orang tuanya, H. Kalla merupakan tokoh NU setempat dan ketika ke Sulsel, Idham Chalid kadangkala berkunjung ke rumahnya. “Sekali-sekali acara NU di rumah orang tua saya, saya mendengar pembicaraan kepartaian atau apa saja. Jadi banyak hal yang menjadi pelajaran,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Jusuf Kalla juga mendoakan agar Idham Chalid yang saat ini terbaring sakit dapat diberi keselamatan, rahmat dan hidayah. (mkf)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Kajian Sunnah, Hadits IPNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Corak Keislaman NU Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta, IPNU Tegal - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyampaikan bahwa Islam Nusantara yang menjadi praktik keseharian warga NU memberikan kontribusi positif bagi stabilitas iklim perekonomian nasional. Keharmonisan antarelemen bangsa yang selama ini diperlihara oleh Nahdlatul Ulama mendorong perputaran perekonomian dengan lancar.

Demikian disampaikan Sri Mulyani seusai menjadi narasumber dalam seminar perekonomian di tengah rangkaian Rakernas II PBNU di Jakarta, Sabtu (19/11) siang

Corak Keislaman NU Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Corak Keislaman NU Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Corak Keislaman NU Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“NU ini memiliki perhatian besar bagi kesejahteraan masyarakat. Kontribusinya terhadap Indonesia luar biasa dalam menciptakan stabilitas nasional,” kata Sri Mulyani.

IPNU Tegal

Selain ekonomi, bidang politik, pendidikan, hukum, kesehatan, dan sektor lainnya memerlukan situasi sosial yang terkendali. Dengan situasi kondusif semuanya berjalan dengan baik.

IPNU Tegal

“NU menampilkan wajah Islam Nusantara yang aman dan ramah. Ini sangat baik bagi perkembangan ekonomi kerakyatan,” kata Sri.

Ia menganjurkan NU dan warganya untuk bisa memanfaatkan suasana kondusif ini untuk memperbaiki kesejahteraan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, Santri IPNU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Berbagai Penampilan Budaya Songsong Satu Abad Qudsiyyah

Kudus, IPNU Tegal. Dalam rangka menyongsong usia satu abad Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus, berbagai kegiatan digelar. Salah satunya orasi budaya dan seminar kebudayan yang diselenggarakan oleh Komunitas Pelajar Alumni Qudsiyyah (Kompaq) dan Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Kajian Multikultural (LSM Pusaka) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Berbagai Penampilan Budaya Songsong Satu Abad Qudsiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagai Penampilan Budaya Songsong Satu Abad Qudsiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagai Penampilan Budaya Songsong Satu Abad Qudsiyyah

Acara bertajuk "Menjadi Manusia Indonesia yang Berbudaya" ini dilaksanakan di Rumah Makan Gentong Sehat Getas Pejaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat sore (18/9). Hadir dalam kesempatan tersebut puluhan pelajar, santri, seniman, budayawan, ormas, dan sebagainya.

Acara tersebut diisi oleh beberapa penampilan, di antaranya pembacaan puisi oleh Seniman asal Jepara, penampilan teater dari Kibaru Kudus, Stand Up Comedy dari Sleman, Monolog dari Yogyakarta, dan diakhiri dengan Seminar Kebudayaan oleh dua Budayawan dari Kudus dan Yogyakarta, yaitu Miftah Ali dan Yazid Al-Bustomi.

IPNU Tegal

Chasan Albab selaku panitia mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memeriahkan satu abad Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus. "Acara ini termasuk dalam serangkaian acara Menyongsong Satu Abad Qudsiyyah yang mana puncaknya insyaallah bulan Syawal tahun depan," ujar santri Pondok Pesantren Raudlatul Mardiyyah Kudus ini.

IPNU Tegal

Lebih lanjut Chasan menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan para pelajar maupun masyarakat pada umumnya bisa sadar akan budaya Indonesia dan bisa menjadi manusia Indonesia yang berbudaya baik.

"Agar masyarakat lebih sadar akan budaya dan menjadi orang Indonesia yang berbudaya baik" kata Mahasiswa STAIN Kudus ini.

Di samping kegiatan tersebut, besok tanggal 23-25 September juga akan diadakan Perkemahan Bhakti Sosial Satu Abad Qudsiyyah di lapangan Desa Peganjaran, Bae Kudus. yang melibatkan sekolah setingkat SMP-SMA se-Kabupaten Kudus.

Dalam perkemahan tersebut sekolahan se-kabupaten Kudus akan untuk mengikuti lomba kaligrafi, fotografi, kreasi musik, melukis, dan sebagainya.

Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus merupakan madrasah salaf yang didirikan oleh KHR. Asnawi Kudus yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. Madrasah Qudsiyyah resmi berdiri pada tahun 1919 M. namun sejak tahun 1917 M kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah IPNU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis

Lumajang, IPNU Tegal. Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Lumajang tahun depan, patut bersyukur. Sebab, tidak perlu lagi merogoh  kocek untuk biaya pelepasan, pemberangkatan, dan pemulangan CJH karena sudah ditanggung Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis

Hal tersebut dikemukakan Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Lumajang, HM. Mudhafar di sela-sela pelepasan CJH Lumajang, kemarin (15/9).

Menurutnya, tahun  ini CJH dipungut biaya tambahan untuk keperluan pelepasan, pemberangkatan dan pemulangan CJH yang besarnya mencapai Rp. 400 ribu. "Tahun-tahun sebelumnya, CJH juga dipungut biaya tambahan itu. Tapi mulai tahun depan, CJH tak perlu lagi membayar biaya tambahan karena ditanggung Pemkab," ujarnya.

IPNU Tegal

Selain harus membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), CJH juga diwajibkan membayar biaya-biaya tambahan yang terpsiah dengan BPIH, seperti biaya pelepasan, pemberangkatan, pemulangan, cek kesehatan dan sebagainya.

IPNU Tegal

Diakaui Mudhafar, biaya-biaya tambahan tersebut bisa jadi cukup memberatkan bagi CJH, namun itu harus dipenuhi karena memang kegiatan-kegiatan itu memang keharusan. "Untuk CJH Kabupaten Lumajang, untuk cek kesehatan sudah lama digrariskan. Sekarang ditambah dengan biaya pelepasan dan sebagainya, juga gratis," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mudhafar juga berharap agar CJH bisa konsentrasi untuk melakukan ibadah haji dengan khusyu dan ikhlas, sehingga pulang bisa membawa gelar haji mabrur. Ia juga menghimbau agar keluarga tidak memaksa untuk menjemput CJH di Surabaya kelak. "Supaya tidak mengganggu ketenangan CJH yang dijemput dan CJH yang lain, maka lebih baik ditunggu saja di Lumajang," ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Pendidikan, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng

Tegal, IPNU Tegal - Ada yang berbeda dari gelaran Rapat Kerja Anak Cabang (Rakercab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Rapat Kerja biasanya digelar di daerah sendiri, kali ini dalam suasana yang berbeda yakni sekaligus berwisata di kawasan wisata Dieng Kabupaten Wonosobo, Sabtu (11/11).

Rombongan PAC GP Ansor Jatinegara, Tegal di bawah pimpinan Abdul Aziz  berangkat  dari daerah asal pada Jumat (10/11) malam dengan menggunakan 4 mobil menuju kawasan Dieng. "Rombongan terdiri dari semua pengurus Ansor dan pembina dengan total sebanyak 30 orang," terang Pengurus PAC GP Ansor Jatinegara, Amar Budimas saat dihubungi IPNU Tegal.

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng

Menurut Amar Budimas, GP Ansor adalah motor penggerak NU sekaligus wadah kaderisasi para calon pemimpin pemimpin NU. Oleh karena itu, Ansor harus intens berkomunikasi, menjalin silaturrahmi kepada para sesepuh NU dan seluruh stakeholder di semua tingkatan.

"Bahkan komunikasi dengan pemerintah setempat harus dimaksimalkan. Ini dalam rangka turut serta menjaga dan membangun NKRI tercinta," tandasnya.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Jatinegara Abdul Aziz mengatakan, rakerancab ini sebagai langkah awal GP Ansor Jatinegara dalam mewujudkan gerakan.

"Sebagaimana tema yang kami angkat, kebersamaan dan kekompakan seluruh kader PAC GP Ansor Jatinegara, harus tetap terjaga dari awal hingga akhir masa khidmah 2021 nanti," ujarnya.

Geliat organisasi GP Ansor Jatinegara, Tegal seakan lagi tinggi-tingginya, pascatiga bulan lalu dilantik di MDT Rhoutlotul Muttaqin Desa Sumbarang Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal.

Hal itu terbukti, usai acara Raker Anak Cabang rombongan Ansor Jatinegara langsung menuju Kajen, Kabupaten Pekalongan untuk turut menyuksekan gelaran Konferwil GP Ansor Jawa Tengah yang dihelat pada Ahad (12/11). (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ahlussunnah, Meme Islam, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Jangan Puas Sekedar Baca

Jakarta, IPNU Tegal
Acara Lomba Baca Kitab Kuning atau Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional II di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, hari ini, Jum’at (16/6) memasuki tahap akhir. Para juara akan diumumkan pada acara penutupan MQK malam nanti oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama RI.

“Acara ini baik sekali dimana kelebihan atau tipologi pesantren adalah mendidik santri-santri yang mahir membaca kitab-kitab kuning, kutubut turats, yaitu kitab-kitab primer yang ditulis oleh para ulama ratusan tahun yang lalu. Ini sangat baik dalam rangka memahami literatur itu,” kata Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj di Jakarta, Jum’at (16/6).

Namun demikian, Said Aqil melanjutkan, musabaqah akan lebih berarti jika ditingkatkan menjadi musabaqah ta’lif atau lomba menulis. “Sehingga santri bukan hanya qariut tafsir tapi juga mufassir, bukan hanya qa’riul hadits tapi menjadi muhaddits. Ya, itu memang berproses, belajar dari qariut tafsir kemudian berlajar menjadi mufassir, belajar dari qari kutub fikih menjadi fuqoha’,” kata Said Aqil.

Dirinya meminta para santri pesantren agar tidak hanya berkonsentrasi kepada bagaimana membaca kitab kuning. Menurutnya, yang terpenting adalah memahami dan menyimpulkan kitab itu kemudian mengaktualisasikan dan mengontekkan dengan situasi dan tutuntutan zaman.

MQK II meliputi dua tingkatan, wustho (menengah) dan ulya (tinggi) dengan empat bahasan yakni tafsir, hadits, fikih dan lughoh. Tingkat wustho dan ulya berturut-turut memakai standar kitab Tafsir Jalalain dan Al-Maraghi untuk bahasan tafsir, Bulughul Maram dan Fathul Bari untuk bahasan Hadits, Fathul Qarib dan Fathul Muin untuk bahasan fikih, dan Imrithi dan Alfiyah untuk lughoh (kebahasaan).

“Ya itu kan kitab standar. Artinya, barangsiapa yang sudah mampu membaca itu sudah kiita anggap mumpuni untuk atau dianggap dia memahami ilmu keislaman dengan lumayan. Tak perlu terburu-buru beralih ke kitab yang lain,” kata Said Aqil.

Kang Said, panggilan akrab KH. Said Aqil Siradj, mengusulkan beberapa bahasan penting lain seperti sejarah, peradaban, syi’ir dan novel untuk musabaqah selanjutnya. “Ya, misalnya untuk sejarahnya kita ambil Sirah Ibnu Hisyam. Syi’irnya memakai Mua’allaqah Sab’ah (syair-syair zaman jahiliyah) dan Alfu Lailah wa Lailah (seribu satu malam),” kata Kang Said. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Jangan Puas Sekedar Baca (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Puas Sekedar Baca (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Puas Sekedar Baca

Minggu, 12 November 2017

Radio Suara Aswaja Jadi Sarana Publikasi NU

Pringsewu, IPNU Tegal. Radio Suara Aswaja yang digagas oleh Lajnah Talif wan Nasyr Kabupaten Pringsewu, Lampung, dapat menjadi sarana transformasi informasi warga Pringsewu khususnya warga nahdliyyin.

Radio Suara Aswaja Jadi Sarana Publikasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Suara Aswaja Jadi Sarana Publikasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Suara Aswaja Jadi Sarana Publikasi NU

Mantan Ketua PWNU Lampung KH DR Khairuddin Tahmid mengatakan, kegiatan yang dilakukan NU sebenarnya sangatlah banyak dan besar namun dikarenakan kurangnya publikasi maka masyarakat umum tidak mengetahuinya. 

"Sementara yang lain kegiatan kecil dan cuma beberapa orang karena diekspos di media secara terus-menerus maka terlihat besar dan terkenal," katanya dalam diskusi ke-NU-an yang digelar di Kantor LTN NU Pringsewu, Senin (4/3).

IPNU Tegal

KH Khaeruddin Tahmid yang juga dosen di IAIN raden Intan Lampung mengharapkan Radio Suara Aswaja nantinya dapat mengemas acara acara yang informatif dan edukatif. 

IPNU Tegal

Ditambahkan, kemasan program siar Radio Suara Aswaja haruslah memberi penyejukan dan pencerahan kepada masyarakat dan bukan untuk mengkounter ajaran lain apalagi menyalahkan dan memojokkan pemahaman lain seperti yang sudah mulai muncul akhir-akhir ini. 

Redaktur     : A. Koirul Anam 

Kontributor : Fara Fatiha

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah IPNU Tegal

Kamis, 28 September 2017

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama

Pacitan,IPNU Tegal ? . Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengatakan, agama itu dasar dalam berjuang dan kekuasaan politik itu adalah pengawal dalam perjuangan. Bila perjuangan tanpa didasari dengan politik sebagai pengawalnya, maka kegagalan sebuah keniscayaan.

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Politik Pengawal Perjuangan Agama

Hal ini disampaikanya saat memberikan ceramah dalam acara pengajian umum Harlah NU dan Pelantikan Pengurus MWC NU Arjosari, di Pondok Pesantren Al-Fattah Kikil, Pacitan Jawa Timur Senin Siang (10/3).

Dikatakannya, memperjuangkan nilai-nilai agama, masyarakat dapat hidup tertib dan aman sejahtera, serta ingin agar pondok pesantren dijadikan bagian dari sistem pendidikan, maka kekuasaan politik perlu diraih.

IPNU Tegal

“Itulah sebabnya pada tahun 1936 NU dengan muktamanya di Banjarmasin menyatakan? berdirinya satu negara Republik Indonesia adalah suatu keharusan. Dan didirikanya Negara Kesatuan RI adalah sebagai negara darussalam bukan darul Islam. Itu yang diperjuangkan oleh NU sampai Sekarang.”

Lebih lanjut, dalam negara darussalam, hidup masyarakat di dalam kebersamaan dan perbedaan-perbedaan. Mereka hidup bersama secara damai di dalam negara darussalam. Masing-masing pemeluk agama harus dilindungi haknya oleh konstitusi.

IPNU Tegal

“Konsep ini yang akhirnya diperjuangkan oleh Gus Dur,” kata Mahfud MD yang akan dicalonkan menjadi Capres 2014 itu.

Sebelum memberikan pengajian kepada warga Nahdliyin Pacitan, Mahfud MD melakukan silaturrahmi kepada keluarga besar Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. Ia disambut dengan suasana hangat seluruh keluarga di Ndalem Paguron Soko Papat.

Pada kesempatan itu, Mahfud MD secara khusus didoakan oleh para kiai dengan harapan semoga dapat kuat dan dapat menjalankan amanah dengan baik. Doa khusus dibacakan KH Umar Syahid, KH. Luqman Harist Dimyathi, KH Rotal Amin, KH Abdul Mukti, KH Zuhdi (Takeran Magetan), KH Muhammad (Betengan Demak), KH Fuad Habib dan KH Hammad Al Alim. (Zainal Faizin/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sunnah, Budaya, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Selasa, 18 Juli 2017

Atasi Kekeringan dan Asap dengan Tindakan Dzohir-Batin

Pringsewu, IPNU Tegal. KH Nasihin dalam Khutbah Istisqa ketika menjadi khotib Shalat Istisqa di Lapangan Pemda Kabupaten Pringsewu, Jumat siang (6/11) mengatakan, kondisi kemarau dan kabut asap yang berkepanjangan sekarang ini, perlu disikapi dengan melakukan tindakan nyata baik bersifat dzohir maupun batin.

Atasi Kekeringan dan Asap dengan Tindakan Dzohir-Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Kekeringan dan Asap dengan Tindakan Dzohir-Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Kekeringan dan Asap dengan Tindakan Dzohir-Batin

"Tindakan bersifat dzohir sudah dilakukan oleh pihak pihak terkait seperti pemerintah dengan dibantu oleh masyarakat semisal dengan mengisolir titik api dilahan yang terbakar, membuat rekayasa hujan, melakukan penyiraman dengan pesawat atau tindakan lain yang dapat meminimalisir kabut asap," jelas Rais Syuriyah PCNU Pringsewu ini.

Namun menurutnya, yang tidak kalah pentingnya adalah usaha yang bersifat bathin seperti sholat Istisqa. "Usaha bersifat batin ini belum tentu bisa langsung dirasakan seketika oleh kita. Namun Sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa ada pihak lain yang berkehendak terjadinya kemarau panjang ini. Kita harus yakin bahwa Allah SWT lah yang berkehendak terhadap segala hal yang terjadi sekarang ini," lanjutnya.

IPNU Tegal

Untuk tindakan bathin ini, Kiai Nasihin mengajak seluruh warga khususnya Kabupaten Pringsewu untuk memperbanyak taubat, mendekatkan diri seraya berdoa kepadaNya dengan penuh keyakinan dan kepasarahan sekaligus Instropeksi diri. "Jangan jangan segala musibah yang terjadi pada saat ini merupakan ulah kita sehingga Allah menurunkan cobaan dikarenakan banyaknya dosa yang telah kita perbuat," tuturnya.

Ketika Pelaksanaan Shalat yang di Imami oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Anwar Zuhdi, nampak Suasa terik matahari sebelum pelaksanaan, seketika berganti dengan mendung hitam tepat diatas Lapangan. Dan ketika khutbah dimulai, rintik hujan mulai berjatuhan dan bertambah deras tepat ketika khotib membacakan doa kutbah Istisqa.

IPNU Tegal

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Pringsewu Hi Sujadi Saddad yang memimpin lantunan dzikir sebelum pelaksanaan Shalat Istisqa dimulai. Dalam kesempatan tersebut juga, Ia mengingatkan jamaah untuk dapat menggunakan air dengan sebaik baiknya. "Selain untuk kepentingan kehidupan seperti pertanian dan lain sebagainya, mari gunakan air yang telah diturunkan dari langit untuk bersuci dan beribadah kepada Allah SWT sebagai wujud syukur kepada-Nya," katanya.

Nampak hadir pula pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua Ormas Keagamaan dan segenap warga sekitar perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, Anti Hoax IPNU Tegal

Selasa, 04 Juli 2017

LPBH NU akan Somasi Partai Demokrat

Jakarta, IPNU Tegal. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) akan melakukan somasi kepas Partai Demokrat cq Sutan Bhatoegana yang menyatakan Gus Dur dilengserkan karena korupsi Buloggate dan Bruneigate.

“Ini bisa mendistorsi sejarah karena Gus Dur jatuh bukan kasus hukum, tapi korban konspirasi politik orang-orang yang terancam langkah Gus Dur selaku presiden. Sidang Istimewa 2001 dilakukan dengan agenda menyikapi pengangkatan Chaerudin Ismail sebagai Kapolri dianggap menyalahi TAP MPR VII/2000, bukan karena kasus hukum,“ kata ketua PP LPBHNU Andi Najmi Fuadi, Senin.

LPBH NU akan Somasi Partai Demokrat (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBH NU akan Somasi Partai Demokrat (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBH NU akan Somasi Partai Demokrat

Ia mengaku telah mendapat masukan dan protes keras dari sejumlah warga dan pengurus NU dari berbagai daerah. Langkah hukum seperti ini dinilainya tepat untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya.

IPNU Tegal

“Pernyataan tanpa dasar seperti ini termasuk pelecehan terhadap NU dan fitnah terhadap Gus Dur karena beliau tokoh panutan yang pernah memimpin PBNU tiga periode,“ paparnya

Ketua LDNU Jabar KH Maman Imanulhaq bersama dengan 50 ulama jabar lainnya juga menyatakan keberatan atas pernyataan Sutan dan menuntut Sutan meminta maaf dan melakukan klarifikasi atas pernyataan yang dibuat Sutan dalam sebuah diskusi di kompleks parlemen Senayan tersebut.

IPNU Tegal

Beberapa ulama Jabar yang mendukung Maman diantaranya adalah Ajengan Didi (Tasik), Kyai Zaenal (Majalengka), Ustad Watih Maulana (Subang), Ustad Husni Mubarok (Cianjur).

"Tuduhan Bhatoegana itu sangat menyakiti warga NU. Gus Dur memang kalah secara politik, tapi tidak pernah terbukti bersalah secara hukum. Gus Dur tak terlibat kasus Buloggate maupun Bruneigate," kata Kiai Maman dalam rilisnya, Ahad (25/11/2012).

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ulama, Meme Islam, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock