Jumat, 12 Januari 2018

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian

Jakarta, IPNU Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Mochammad Maksum Mahfoedz memaparkan sebab terjadinya ketimpangan harga hasil pertanian di desa yang berbeda jauh setelah didistribusikan ke kota.

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian

Pertama, petani kecil tidak mempunyai akses ke pasar. Oleh karenanya, persimpangan harganya bisa jauh sekali.

"Sebut saja (di pasar) Kramat Jati (Jakarta) harga bisa tinggi sekali, (lalu bandingkan) gak usah jauh-jauh di Brebes, itu bisa separuhnya (jauh lebih murah), padahal cuma berjarak beberapa kilometer. Nah kenapa begitu, karena petani kecil tidak punya bargaining power dan dibiarkan begitu saja oleh negara," kata Maksum di Gedung PBNU, Selasa (9/1).

Pria yang juga Guru Besar Sosial Ekonomi Industri Pertanian Universitas Gajah Muda Yogyakarta ini menyayangkan ketidakhadiran negara dalam persoalan pertanian para petani kecil yang tidak mempunyai daya tawar.

IPNU Tegal

"(Negara) sama sekali tidak hadir dalam urusan penanggulangan rakyat tani miskin. Dibiarkan petani kecil itu beratarung dengan tengkulak, dengan pasar besar, pasti dengan konsumen. Mereka gak punya daya tawar," jelasnya. 

Kedua, biaya produksi mahal sekali, sementara para petani kecil tidak mampu menjangkaunya. Padahal menurutnya, pemerintah harusnya memproteksi produksi petani kecil. 

"Kita (pemerintah) harusnya bersyukur masih ada yang mau nanam, sehingga ada produksi, sehingga harga murah, kita bisa menikmati makanan sehat. Sementara negara tidak bisa menyediakan lapangan kerja. Kalau negara bisa menyediakan lapangan kerja, bagus. Mereka akan bekerja di lapangan kerja yang disediakan, tapi gak ada lapangan kerja, sehingga mereka lahan sejengkal pun tetap digeluti untuk usaha tani, tetapi tidak pernah mengentaskan mereka dari kemiskinan," terangnya.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah seharusnya mampu memproteksi sistem produksi atau memperoteksi pasar, terlebih memproteksi keduanya.

IPNU Tegal

"Caranya tata niaga diatur agar tidak mencekik konsumen dan juga tidak membunuh petani," jelasnya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock