Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018

Jakarta, IPNU Tegal. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan Konferensi Nasional Kearifan Lokal 2017 penting dalam situasi bangsa Indonesia menghadapi Pilkada serentak tahun 2018. Solusi atas radikalisme, konflik sosial, eksklusivitas kelompok dan golongan, terorisme dan yang baru-baru ini terjadi adalah penyanderaan warga Indonesia oleh oleh kelompok bersenjata di Timika.

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018

"Alhamdulillah berkat perjuangan TNI, Polri, dan rakyat Papua yang setia mencintai NKRI, maka semuanya dapat diselesaikan tanpa korban jiwa," papar Khofifah, Rabu (29/11) di Jakarta.

Ini semua, lanjutnya, terjadi berkat semangat kesetiaan seluruh bangsa menjaga  NKRI agar terus tegak dalam harmoni. Tentunya hal ini  tidak terlepas dari peran  kearifan lokal sebagai patron keberagaman yang saat ini masih hidup, berkembang dan berlaku hampir di semua daerah, misalnya setelah sandera dibebaskan dengan aman dan selamat maka ada upacara bakar batu sebagai tanda syukur.

Seperti diketahui, keberagaman Indonesia tampak pada 300 kelompok etnis, 1340 suku, 6 agama besar, puluhan aliran kepercayaan, yang semuanya menyebar pada 17.000 pulau di seluruh wilayah. 

IPNU Tegal

"Keragaman ini jika dikelola dengan baik, maka identitas ke-Indonesiaan akan makin kental yaitu identitas kebangsaan yang bersumber dari kebhinekaan, diikat oleh Pancasila," tegas Khofifah.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan dalam Konferensi Nasional Kearifan Lokal dihasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk memperkuat fungsi kearifan lokal. 

IPNU Tegal

"Pertama adalah memperkuat regulasi tingkat nasional tentang kearifan lokal. Kemudian memasukkan kurikulum kearifan lokal dalam materi Muatan Lokal dimulai PAUD, TK, SD sampai perguruan tinggi baik formal maupun non formal, tidak hanya materi pengenalan bahasa daerah, tetapi penguatan faham keberagaman dalam.bingkai Pancasila," paparnya. 

Rekomendasi berikutnya adalah segera bersinergi dengan kementerian terkait khususnya Kementerian Desa dalam memperkuat kearifan lokal/adat dalam pembangunan desa. 

"Kita juga akan optimalkan dan mobilisasi Tenaga Pelopor Perdamaian sampai tingkat desa atau kelurahan untuk memperkuat peran dan fungsi kearifan lokal," kata Harry. 

Konferensi Nasional Kearifan Lokal 2017 diikuti 400 orang dari 34 provinsi, 340 unsur masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, lembaga keagamaan (NU, Muhammadiyah, PGI, KWI, Walubi, PKBI, Matakin), kepolisian, TNI, BIN Daerah, serta Dinas Sosial provinsi/kota/kabupaten. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Anti Hoax IPNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel

Pangkep, IPNU Tegal. Ikatan Alumni Pondok Pesantran Annahdlah (IAPAN) Makassar bekerja sama dengan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Aliyah mengadakan "English Camp" (perkampungan bahasa Inggris) bagi para santri, 4-8 April 2015, di Sumpang Bita, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti empat puluh santri dari berbagai jurusan setelah melalui seleksi yang cukup ketat. Abdul Latif sebagai ketua panitia mengungkapkan, sebelum kegiatan ini dilaksanakan, ratusan calon peserta mengikuti tes lisan maupun tulisan.

"Peserta diwajibkan menghafal minimal lima ratus? kosakata (vocabulary) dan ungkapan (expressions) dalam bahasa Inggris," ungkap Latif.

IPNU Tegal

Menurut Ketua IAPAN Makassar Firdaus Dahlan, dengan memadukan konsep outdoor dan indoor, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai bahasa asing, terutama bahasa Arab dan Inggris. Dua bulan yang lalu para santri ini juga mengikuti perkampungan Bahasa Arab.

"Kemampuan yang dimaksud seperti grammar (tata bahasa), speaking (berbicara),? reading (membaca), writing (menulis) dan listening (mendengar)," imbuh Firdaus. (Muhammad Nur/Mahbib)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Lomba IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

Jakarta, IPNU Tegal 



Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, reuni, kongres atau apapun namanya boleh saja dilakukan. Apalagi jika dimaksudkan untuk meningkatkan ukhuwah islamiyyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan sesama warga negara).

Ia mengatakan hal itu ketika mengomentari Reuni alumni 212 yang akan digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12). Reuni itu memperingati aksi yang dilakukan umat Islam setahun yang lalu.   

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

"Namun, jangan ada upaya untuk mengarus-utamakan agama dalam percaturan politik praktis, apalagi menjadikan agama sebagai tunggangan politik. Politisasi agama akan mengoyak kohesivitas sosial yang pada gilirannya merusak persatuan dan kesatuan bangsa," katanya di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (30/11). 

Ia meminta untuk menjadikan agama sebagai inspirasi dalam  mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan jadikan agama sebagai aspirasi politik. Kesepakatan para pendiri bangsa atas NKRI (mu’ahadah wathaniyyah, konsep negara bangsa) harus kita junjung tinggi.

“Betapa rendah kedudukan agama bila dijadikan aspirasi politik hanya untuk menangguk keuntungan politik elektoral lima tahunan. Apalagi untuk dikonversi dengan perolehan suara dalam politik elektoral.” (Abdullah Alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Pondok Pesantren, Sejarah IPNU Tegal

IPNU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu

Pringsewu, IPNU Tegal. Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi Saddad mengajak warga Desa Danau Margakaya Kabupaten Pringsewu untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurut H Sujadi yang juga Bupati Pringsewu, peringatan yang berdekatan antara maulid dan natal menjadi pelajaran penting untuk umat beragama di Indonesia.

Demikian disampaikan H Sujadi pada Puncak Rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Masjid Jamiil HudawWat Taqwa, Sabtu (26/12).

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu

ia mengatakan, kedekatan ini diharapkan dapat menjadi momen peningkatan kerukunan antarumat beragama khususnya di Kabupaten Pringsewu.

IPNU Tegal

ia mengapresiasi warga Danau yang secara rutin memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan meriah melalui rangkaian kegiatan seperti pembacaan shalawat, pawai dan pengajian akbar. Ia berharap kegiatan itu terus dilaksanakan dan dilestarikan sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Baharudin, kegiatan yang pada tahun ini bertema Jadikan Pribadi Rasulullah SAW Sebagai Suri Tauladan Demi Terciptanya Generasi Umat Yang Berakhlakul Karimah ini merupakan wujud kecintaan warga Danau kepada Rasulullah SAW.

IPNU Tegal

“Pawai dan pengajian Akbar yang dilaksanakan merupakan ajang silaturahmi bagi seluruh warga Danau untuk menciptakan kerukunan dan kekompakan. Kekompakan ini terlihat dari antusias warga yang secara swadaya membuat berbagai model ornamen pawai seperti hiasan berbentuk gajah, unta, menara Banten, kapal, tumpeng, ada juga ornamen hiasan berbentuk tugu bambu selamat datang Pringsewu,” ujar Bahrudin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Budaya IPNU Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Rakernas, KMNU Rumuskan Program Kerja dan Resmikan Logo

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus Nasional Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pondok Pesantren Al-Aqsho, Kelapa Gading, Jakarta, 3-5 April 2015. Forum ini akan membahas dua agenda utama, yaitu penetapan program kerja kepengurusan periode 2015-2016 dan peresmian logo KMNU Nasional.

Rakernas perdana ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi guna Membangun Kinerja KMNU yang Produktif dan Berdedikasi dalam Mensinergikan Dakwah NU di Perguruan Tinggi”. Acara dihadiri seluruh pengurus KMNU Nasional yang terbentuk sesuai keputusan Munas KMNU bulan Januari lalu. Ada 71 orang yang diundang dalam acara tersebut.

Rakernas, KMNU Rumuskan Program Kerja dan Resmikan Logo (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas, KMNU Rumuskan Program Kerja dan Resmikan Logo (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas, KMNU Rumuskan Program Kerja dan Resmikan Logo

Panitia membagi acara tersebut dalam tiga sesi, yaitu Rapat General, Rapat Komisi, dan terakhir Pleno. Masing-masing Presidium Nasional akan menyampaikan usulan program kerjanya selama setahun ke depan dan akan dibahas bersama dalam Rapat General.

IPNU Tegal

Selain itu Rakernas juga akan merumuskan sistem Pengkaderan, membangun sistem komunikasi dan koordinasi, serta menyiapkan kegiatan akbar. (Red: Mahbib)

IPNU Tegal

 Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, AlaNu IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, IPNU Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

IPNU Tegal

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

IPNU Tegal

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Sholawat, Olahraga IPNU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Ketika Perbedaan Khilafiyah Tumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air

Perbedaan sudut pandang dalam menafsirkan nash, yaitu Al-Qur’an dan Hadits kerap menimbulkan perdebatan khilafiyah di antara umat Islam. Perbedaan ini juga sangat terkait dengan rujukan Imam Madzhab empat, terutama dalam tataran fiqih dan ubudiyah.

Perdebatan khilafiyah di antara para ulama Indonesia telah terjadi sejak zaman penjajahan. Satu sisi memang ironis berdebat masalah khilafiyah di tengah bangsa Indonesia yang masih dalam kondisi terjajah. Namun, di sisi lain ada positifnya juga karena dinamika ini dapat menjadikan para ulama dan tokoh agama mudah berkumpul, minimal menemukan problem-problem rakyat Indonesia disamping berdebat masalah khilafiyah.

KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan salah satu ulama yang teguh berpegang pada madzhab. Dalam hubungannya dengan gerakan pembaharuan, Kiai Wahab seringkali tidak bisa menghindar dari serangan-serangan kelompok modernis, baik yang ada di Syarikat Islam (SI) maupun dari KH Mas Mansur yang lebih cenderung ke kelompok modernis anti-madzhab. Kecenderungan inilah yang membuat Kiai Wahab dan Mas Mansur berpisah pada tahun 1922 setelah sebelumnya bersama-sama mendirikan perguruan Nahdlatul Wathan. ?

Ketika Perbedaan Khilafiyah Tumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Perbedaan Khilafiyah Tumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Perbedaan Khilafiyah Tumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air

Selain harus berjuang menghadapi kolonialisme, Kiai Wahab sangat getol dengan keyakinan bermadzhab sehingga dirinya juga mempersiapkan generasi-generasi muda yang tangguh ketika mereka harus dihadapkan dengan kelompok modernis anti-madzhab. Dalam prosesnya, Kiai mendirikan Kursus Masail Diniyah yang khusus mencetak generasi muda berakhlak mulia, cinta tanah air, dan teguh dalam mempertahankan keyakinan bermadzhab.

Di titik ini Kiai Wahab telah membangun pertahanan cukup ampuh dalam menghadapi serangan-serang kaum modernis anti-madzhab. Sebanyak 65 ulama muda yang dikursus memang disiapkan betul untuk menghadapi kelompok pembaharu. Sehingga dalam perkembangannya, ketika muncul perbedaan seputar masalah khilafiyah di beberapa daerah, tidak perlu lagi meminta kedatangan Kiai Wahab tetapi cukup dihadapi oleh ulama-ulama muda tersebut.

Faksi madzhab dan anti-madzhab agaknya terus membuat Kiai Wahab gelisah sehingga mengutarakan maksud untuk mendirikan organisasi Perkumpulan Ulama kepada tokoh sentral se-Jawa dan Madura, KH Muhammad Hasyim Asy’ari, guru sekaligus saudara sepupu Kiai Wahab. Namun Kiai Hasyim melihat bahwa berbagai masalah yang sering menjadi bahan perdebatan antara kelompok tradisionalis (madzhab) dan modernis (anti-madzhab) selama ini belum sampai menyentuh akidah atau prinsip agama.?

IPNU Tegal

Di sinilah Kiai Hasyim Asy’ari melihat bahwa perkumpulan para tokoh ulama dalam forum perdebatan masalah khilafiyah dapat membuat kaum penjajah gentar sehingga dapat mempercepat proses bangkitnya nasionalisme bangsa yang sedang terjajah. Untuk maksud ini, Kiai Hasyim memandang perdebatan soal khilafiyah tidak perlu dihentikan (Choirul Anam, 2010: 35).

IPNU Tegal

Namun demikian, berkobarnya api perdebatan antara ulama bermadzhab dan tokoh modernis anti-madzhab patut disayangkan. Terlebih ketika perdebatan yang melibatkan Kiai Wahab berhadapan dengan Soorkati dari Al-Irsyad dan Achmad Dachlan dari Muhammadiyah pada tahun 1921 yang berlangsung cukup sengit dan penuh dengan fanatisme.

Meskipun peristiwa tersebut pada hakikatnya melemahkan, tetapi dengan hadirnya beberapa ulama terkemuka seperti: KH Wahab Chasbullah, Achmad Dachlan, Ahmad Soorkati, Mas Mansur, Agus Salim, Sangadi, Wondoamiseno, dan tokoh lainnya di setiap forum perdebatan justru memunculkan percikan-percikan api kebenaran Islam dari Muslim yang pada akhirnya menjadi palu godam ampuh untuk dipukulkan kepada penjajah.

Artinya, perdebatan soal khilafiyah pada masa itu memang masih mengandung manfaat, terutama dapat menumbuhkan sikap dan semangat cinta tanah air bangsa Indonesia yang sedang dibelenggu penjajah. Forum ini tentu membuat kaum penjajah linglung dan merasa terganggu konsentrasinya karena para ulama pesantrenlah yang getol menyemayamkan sikap cinta tanah air sehingga membuat mereka harus memusatkan perhatian pada forum-forum perdebatan itu.?

Dari peristiwa sejarah yang sangat berharga itu, bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran bahwa di setiap perbedaan yang menyeruak dari setiap kelompok ada tujuan utama yang harus dicapai. Sebab itu, setiap forum pertemuan, diskusi bahkan perdebatan sekalipun harus mempunyai tujuan dan manfaat bagi orang banyak. Di titik inilah KH Hasyim Asy’ari selalu dapat melihat secara jernih setiap persoalan yang ada sehingga tidak begitu saja melarang forum-forum perdebatan khilafiyah Kiai Wahab dengan kaum anti-madzhab saat itu. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax IPNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

STAINU Jakarta Gelar Kuliah Umum

Jakarta, IPNU Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar kuliah umum menyambut kuliah perdana semester ganjil tahun 2014. Acara yang bertemakan “Kemandirian Ekonomi dan Keuangan Indoenesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN” ini bertempat di lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta.

STAINU Jakarta Gelar Kuliah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Kuliah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Kuliah Umum

“Tema yang diangkat kali ini adalah tema yang besar, dimana setiap lulusan perguruan tinggi dituntut menjadi seorang entrepreneurship di era masyarakat global sekarang ini”, ujar Ketua STAINU Jakarta dr. H. Syahrizal Syarif, MPH.,Ph.D dalam sambutannya, Senin (15/9).

Tidak banyak sambutan yang diberikan Pimpinan baru STAINU Jakarta ini, tapi di dalam acara yang disambung dengan pelantikan pengurus BEM STAINU Jakarta periode 2014/2015 ini berpesan kepada pengurus BEM dan seluruh mahasiswa bahwa BEM adalah wadah keunggulan dan kemandirian, dimana tema tersebut bisa direalisasikan.

IPNU Tegal

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas dan Penyelanggara Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3T NU) H. Mujib Qulyubi, MH menjelaskan bahwa STAINU Jakarta adalah perguruan tinggi pertama NU yang bernaung di bawah badan hukum PBNU.?

IPNU Tegal

“BP3T NU ini diciptakan untuk mewadahi perguruan-perguruan tinggi NU yang masih banyak bernaung di bawah yayasan untuk bergabung di bawah badan hukum PBNU, kami harap selain STAINU Jakarta, perguruan tinggi NU lain bisa segera bergabung,” kata Mujib yang juga mantan Ketua STAINU Jakarta ini.

Adapun acara ini dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa STAINU Jakarta dari S1 dan S2 (pascasarjana). Untuk menajamkan tema, acara ini dilanjutkan diskusi dengan mendatangkan beberapa narasumber kompeten seperti, Deputi Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bidang Pengawasan Perbankan Nasional, Mulya S. Siregar, Ph.D; Head of Corporate Secretary Division Bank Syariah Mandiri (BSM), Taufik Machrus mewakili Dirut BSM, Agus Sudiarto. Hadir juga Wakil Ketua Umum PBNU, Dr. H. As’ad Said Ali untuk memberikan sambutan dan Ketua PW Pergunu DKI Jakarta Aris Adi Laksono. Diskusi dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab. (fathoni/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, AlaSantri IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Jadikan Kiai sebagai Imam dalam Praktik Beragama di Tengah Masyarakat

Pacitan, IPNU Tegal

Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok, KH Luqman Harits Dimyathi menyatakan, pesantren turut bertanggung jawab pada praktik keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat. Pesantren sebagai pewaris ajaran para ulama diakui sebagai pihak yang diserahi tanggung jawab dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikannya pada acara pengajian umum Bakti Santri Ikatan Pelajar Pacitan Pondok Tremas (IPPAPONMAS) bersama dengan masyarakat Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa malam (19/1).

Jadikan Kiai sebagai Imam dalam Praktik Beragama di Tengah Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadikan Kiai sebagai Imam dalam Praktik Beragama di Tengah Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadikan Kiai sebagai Imam dalam Praktik Beragama di Tengah Masyarakat

Katib Syuriyah PBNU itu mengatakan, pesantren memiliki tugas mengajak masyarakat untuk menjalankan praktik keagamaan yang benar yang sesuai dengan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah. Ini sesuai dengan karakter pesantren sebagai risalah rahmatan lil alamin.

"Para kiai, pengasuh pesantren, oleh Allah SWT nanti akan dimintai pertanggungjawaban, sejauh mana pesantren mampu menjaga pengikut Ahlusunnah wal Jamaah dari keterperosokan akhlak dan perilaku keagamaan yang ekstrem," tuturnya.

Oleh sebab itu, pengasuh Pesantren Tremas Pacitan ini mengajak masyarakat dalam melakukan praktik keagamaan agar tidak jauh dari cara beragama dan bermuamalah seperti yang diajarkan oleh para kiai di pesantren. Bila di tengah masyarakat dijumpai persoalan seputar masalah keagamaan, masyarakat dapat meminta penjelasan kepada para santri atau pada kiai di lingkungan pesantren.

IPNU Tegal

"Mari kita jadikan para kiai, pengasuh pesantren sebagai imam dalam praktik beragama kita," jelasnya.

IPNU Tegal

Melalui gerakan Nasional Ayo Mondok, Kiai Luqman juga mendorong masyarakat untuk menjadikan pesantren sebagai pilihan utama dalam menuntut ilmu. "Minimal satu dari putra-putri kita untuk dikirim belajar ke pesantren. Pesantren mana saja, semuanya baik. agar sanad keilmuan dan praktik beragama kita tidak terputus dan terus bersambung hingga Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Para santri Pondok Tremas yang berasal dari Kabupaten Pacitan tiap tahun rutin menggelar kegiatan Bakti Santri IPPAPONMAS di tengah masyarakat. Sebagai upaya mendekatkan dan mengenalkan ajaran nilai-nilai kepesantrenan pada masyarakat.

Berbagai kegiatan dilakukan pada Bakti Santri ini, seperti Dakwah bil Hal, Pengajian umum, Semaan Al-Quran, Lomba-lomba, Kerja Bakti membersihkan lingkungan dan Pentas seni bersama masyarakat. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Kiai, Anti Hoax IPNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Hari Santri Nasional Juga Bergaung di SMAN

Jombang, IPNU Tegal

Guna memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPN) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jombang, Jawa Timur, menggelar kegiatan “Jumat Bahagia” di SMAN 1 Jombang, Jumat (21/10). Acara ini digelar sebagai puncak rangkaian kegiatan tengah semester yang digelar sejak Senin (17/10).

"Kami mengapresiasi kegiatan ini untuk memberikan nilai plus bagi siswa-siswi kami," ujar kepala SMAN 1 Jombang Nurhidayat. Dia berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi seluruh siswa.

Hari Santri Nasional Juga Bergaung di SMAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Nasional Juga Bergaung di SMAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Nasional Juga Bergaung di SMAN

Acara yang digelar di lapangan ini diikuti oleh semua siswa SMAN 1 Jombang. Dimulai dengan pembacaan istighotsah dan tahlil yang dipimpin Mukani, guru agama Islam di SMAN 1 Jombang. Kemudian dirangkai dengan shalawat Nabi oleh Group Seribu Rebana.

IPNU Tegal

Hadir sebagai penceramah adalah KH Nur Habibillah dan Wakil Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Saat menyampaikan tausiyah, Hj Munjidah Wahab lebih banyak mendorong peserta untuk bergaul yang sehat.

IPNU Tegal

Ketua PC Muslimat NU Jombang ini menjelaskan makna santri. "Seorang santri tidak hanya yang menimba ilmu di pesantren, tapi di sekolah sini juga santri namanya," bebernya. Definisi ini, lanjutnya, karena para siswa juga calon-calon pemimpin umat Islam di masa mendatang. "Karena itu, giatlah belajar untuk meraih cita-cita," pintanya.

Sebagai Kota Santri, imbuhnya, Jombang punya tiga pahlawan nasional. Ini tidak ditemukan di daerah-daerah lain. Ketiganya adalah KH HasyimAsyari, KH. Abdul Wahid Hasyim dan KH. Wahab Hasbullah.

"Di samping pendiri NU, beliau-beliau memberi komando kepada para santri untuk berjuang merebut kemerdekaan dari Belanda," ujarnya. Puncaknya adalah pada peristiwa resolusi jihad fi sabillah pada tanggal 22 Oktober 1945 silam. "Tanggal inilah yang sekarang diperingati sebagai hari santri nasional (HSN)," ujarnya.

Agar ke depan lahir santri yang cerdas, berkualitas dan ber-akhlaqulkarimah, Hj. Munjidah memotivasi peserta untuk giat belajar. "Juga bergaul cari teman yang baik, jangan sampai ikut-ikutan pergaulan negatif, apalagi sampai terlibat penyalahgunaan narkoba, karena itu dilarang oleh agama dan negara," ujar putrid pendiri NU KH. Wahab Hasbullah ini.

Sedangkan KH. Nur Habibillah lebih banyak membahas parahnya pergaulan remaja saat ini. Dia mendorong siswa memahami pentingnya menjaga hubungan yang sehat, tidak terjebak kepada pergaulan bebas. "Terutama dalam memilih teman di masa sekarang, bisa-bisa terjerumus kepada pergaulan yang rusak," ujarnya.

Pada kesempatan ini kiai berbadan gemuk tersebut juga mengajak peserta untuk mengucapkan ikrar santri. Isinya adalah tidak akan melakukan hubungan layaknya suami istri sebelum pernikahan. "Karena itu sangat dilaknat dalam ajaran Islam," imbuhnya.

Ditemui usai acara, ketua PC IPPNU Jombang Qurrotul Aini menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Bahagia digelar tiap Jumat pagi di sekolah-sekolah seluruh Jombang. "Tempatnya bergiliran dan berpindah-pindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya," ujarnya.

Perempuan bertubuh mungil ini mengaku bahwa tujuan kegiatan Jumat Bahagia adalah untuk menanamkan nilai-nilai bathiniyah, tidak cuma dzahiriyah. "Caranya dengan pembacaan shalawat Nabi dan istighatsah ini," pungkasnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax IPNU Tegal

Kamis, 30 November 2017

Penanganan Flu Burung di Indonesia Sangat Lemah Koordinasi

Jakarta, IPNU Tegal. Di Indonesia jumlah korban meninggal dunia akibat terinfeksi flu burung (Avian Influenza/AI) termasuk tinggi. Sejak kasus flu burung merebak di Indonesia hingga sekarang sudah merenggut 63 jiwa dan sebagian besar adalah anak-anak. Tingginya angka tersebut dikarenakan lemahnya koordinasi dalam penanganannya.

Demikian disampaikan Dr dr Paulus Januar saat menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Bisnis dan Politik Kesehatan di Indonesia” yang digelar IPNU Tegaldi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (21/2)

Penanganan Flu Burung di Indonesia Sangat Lemah Koordinasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penanganan Flu Burung di Indonesia Sangat Lemah Koordinasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penanganan Flu Burung di Indonesia Sangat Lemah Koordinasi

Indonesia merupakan negara paling parah terserang penyakit mematikan yang disebabkan virus H5N1 itu. Jumlah korban meninggal di Indonesia ini merupakan yang tertinggi di dunia. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), total 116 orang meninggal akibat flu burung di seluruh dunia sejak 2003 dan 272 telah terinfeksi

Menurut Paulus—begitu panggilan akrabnya—jika pemerintah Indonesia memiliki sistem koordinasi yang baik dalam penanganan virus yang telah mewabah ke seluruh dunia itu, tentu jumlah korbannya dapat ditekan. “Kalau dikoordinasikan dengan baik, maka tak akan sebanyak itu korbannya,” pungkasnya.

Paulus yang juga mantan aktivis Forum Demokrasi (Fordem) itu mencontohkan keberhasilan penanganan flu burung di sejumlah negara, seperti Thailand dan Jerman. Di kedua negara itu, karena memiliki sistem koordinasi yang rapi, maka penyebaran virus mematikan tersebut dapat dibatasi. Sehingga jumlah korban pun dapat ditekan.

IPNU Tegal

“Di Jerman, kalau ditemukan korban yang teridentifikasi terinfeksi flu burung, nggak banyak ribut. Radius satu kilometer dari tempat kejadian, semua unggas yang ada langsung dimusnahkan dan langsung diberikan ganti ruginya. Begitu juga di Thailand,” terang Paulus yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Paulus menjawab kecurigaan sejumlah kalangan yang mensinyalir bahwa virus flu burung tersebut memang sengaja diciptakan oleh negara-negara maju demi memenuhi kepentingan pasar. Menurutnya, virus tersebut memang murni keberadaannya sebagai sebuah wabah penyakit.

Migrasi unggas atau burung dari satu negara ke negara lain merupakan salah satu jalan mudah bagi penyebaran virus tersebut. Ditambah lagi sifat virus H5N1 itu mudah sekali berubah bentuk (mutasi genetika). Sehingga, lanjutnya, sangat memungkinkan perkembangannya tidak saja di tubuh unggas, melainkan juga pada manusia.

Namun demikian, ia tak membantah jika terdapat kelompok-kelompok bisnis tertentu yang sengaja ‘memanfaatkan’ keberadaan virus mematikan tersebut demi kepentingan ekonomis semata. “Itu (flu burung, Red) memang murni penyakit. Tapi kapitalis-kapitalis dunia pasti akan memanfaatkan kondisi tersebut. Misalkan dengan menawarkan vaksinnya ke negara-negara yang terserang flu burung,” jelasnya.

Ditambahkan Paulus, hal yang sama juga terjadi pada virus atau penyakit mematikan lainnya. “Tidak hanya flu burung, AIDS, malaria, demam berdarah dan sebagainya bisa dibisniskan,” katanya.

IPNU Tegal

Ia menilai, dunia kesehatan saat ini, termasuk di Indonesia, cukup sulit dibedakan antara kesehatan untuk tujuan kemanusiaan dan kepentingan ekonomi pasar. Menurutnya, bisnis obat antara perusahaan obat-obatan dengan penyelenggara layanan kesehatan sudah bukan rahasia lagi.

“Misal, seorang dokter membuat resep untuk pasiennya di mana obatnya adalah produk salah satu perusahaan obat tertentu. Dengan resep itu, nanti si dokter akan mendapatkan bonus dari resep yang ia buat. Itu sudah menjadi rahasia umum,” ungkap Paulus. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax IPNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Banyuwangi, IPNU Tegal - Berbagai prestasi terus dicapai oleh IPPNU Banyuwangi. Hal itu diwujudkan dengan diraihnya gelar Juara Umum IPPNU Award, Juara Ketiga Lomba Qosidah, dan Juara Ketiga Lomba Mars IPPNU oleh IPPNU Banyuwangi.

Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka Konferensi Wilayah Ke-19 IPPNU Jawa Timur oleh IPPNU Jawa Timur pada bulan Agustus lalu di Kantor PWNU Jawa Timur.

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Penyerahan piala dan hadiah yang dilakukan pada Pra Konferwil Ke-19 IPPNU Jawa Timur di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jumat (2/12). Dalam acara ini hadir Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan seluruh pengurus IPPNU se-Jawa Timur. Turut hadir juga Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menerima piala Juara Umum IPPNU Award yang diserahkan oleh Gus Ipul. Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan dalam lomba ini sangat singkat karena keterbatasan waktu.

IPNU Tegal

"Meskipun waktu untuk latihan mepet dan persiapan kurang begitu maksimal, alhamdulilah yang kami lakukan membuahkan hasil," kata Halimah saat diwawancari lewat ponsel

IPNU Tegal

Halimah mengajak kadernya untuk mempertahankan dan menyempurnakan capaian prestasi ini dengan sebaik-baiknya.

"IPPNU Banyuwangi harus bisa bersaing secara sehat dengan yang lain. Kita akan pertahankan prestasi itu dengan meningkatkan bakat para pelajar NU Banyuwangi. Dengan ini (prestasi), semoga dapat dicontoh oleh para pelajar NU Banyuwangi yang lainnya," harapnya.

Selain perolehan juara tersebut, IPPNU Banyuwangi juga meraih juara 6 dari 10 besar yang diraih oleh Risa Nurhayati, dalam Lomba Duta Pelajar Putri Jawa Timur. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, AlaSantri, Anti Hoax IPNU Tegal

Rabu, 08 November 2017

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Jombang, IPNU Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf optimis Mukatamar NU ke-33 pada tahun 2015 akan digelar di Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, usulan Jombang menjadi tuan rumah sudah disepakati PWNU Jatim dan disampaikan kepada PBNU.

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Optimis Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-33 NU

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan hal itu pada acara tasyakuran penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk KH Wahab Chasbullah di Jalan Gus Dur, depan GOR Merdeka, Jombang, Sabtu malam (15/11).

“Sudah saatnya NU kembali ke pendirinya, di Jombang ada tiga tokoh pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri yang harus dikenal lebih dekat dan diteladani oleh nahdliyin,” lanjut mantan ketua umum GP Ansor dua periode ini.

IPNU Tegal

Ia juga mengatakan, empat pesantren besar yang ada di Jombang sudah menyatakan kesiapannya. “Gus Sholah Tebuireng sudah siap, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, dan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso juga demikian. Serta pondok-pondok lainnya juga harus siap,” ujarnya.

IPNU Tegal

Menanggapi hal ini, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pagelaran akbar NU ini. Kita siap dan mendukung penuh Jombang jadi tuan rumah Muktamar NU. Bahkan, kita sudah menyiapkan anggaran khusus untuk kegiatan ini, tuturnya tanpa menyebutkan nominal anggarannya. (Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Tokoh, Fragmen IPNU Tegal

Minggu, 05 November 2017

LTMNU: Masjid Tidak Hanya Tempat Ibadah

Pamekasan, IPNU Tegal. Masjid-masjid NU tidak hanya sekadar tempat ibadah semata, tapi harus dijadikan sebagai pusat memenuhi kebutuhan dan pemberdayaan umat di sekitarnya.

Hal itu ditegaskan Ketua PP Lembaga Ta’mir Masjid KH Abdul Manan A. Ghani di hadapan 300 imam, khotib, dan DKM di Kabupaten Pamekasan, Madura.

LTMNU: Masjid Tidak Hanya Tempat Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Masjid Tidak Hanya Tempat Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Masjid Tidak Hanya Tempat Ibadah

Ia menyampaikan hal itu pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) koordinasi PP LTMNU dengan masjid-masjid NU yang berlangsung di pesantren Nurul Hikmah. ?

IPNU Tegal

Kiai Manan menambahkan, kebutuhan umat di sekitar masjid, bisa ketahui dari doa mereka, yaitu salamatan fiddin, penguatan akidah ahlusunnah, syariah, dan akhlak jamaah.?

“Bentuk aksinya adalah melalui pengajian. Dalam bentuk lain bisa melalui dengan perlombaan azan, MTQ,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Wafiyatan fil jasadi, masjid, sebagai pusat kesehatan. Masjid harus bersih dan sehat. “Gimana mau sujud khusuk jika kotor? Oleh karena itu, ? masjid-masjid NU ? harus bersih!”

Waziyadatan fil-ilmi, masjid sebagai pusat kegiatan keilmuan, misalnya dengan mendirikan TPA, pengajian akhlak, tafsir, atau bisang-bidang lain sesuai dengan keinginan jamaah.?

Wabarokatan fi rizky, masjid harus menjadi pemberdayaan umat. “Penguatannya melalui zakat, maka harus diaktifkan LAZISNU untuk membangun kewirausahaan umatnya,”

Wataubatan qobla maut, masjid sebagai pusat dakwah. Warahmatan qoblal maut, masjid sebagai kegiatan sosial, menolong orang sakit, bencana. Wa maghfirotan ba’dal maut, masjid juga tempat untuk mendoakan, tahlilan, istighotsah, Yasinan, ratiban, berzanjinan, atau laillatul ijtima’.

“Dengan demikian, mengaktifkan masjid-masjid NU tidak sulit, karena itu sudah ada dalam pikiran kita semua. Tinggal praktiknya,” pungkasnya. ? ?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax IPNU Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Kelengkapan Pengurus Lembaga di PBNU Rampung Sebelum Pengukuhan

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus inti harian Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyeleksi nama-nama yang masuk untuk menjadi pengurus lembaga-lembaga di lingkungan PBNU. Mereka hingga kini masih menampung masukan terkait orang-orang yang akan menjadi pengurus sejumlah lembaga di PBNU.

Susunan pengurus lembaga-lembaga di PBNU ditentukan oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendi Yusuf, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Helmi Faishal Zaini.

Kelengkapan Pengurus Lembaga di PBNU Rampung Sebelum Pengukuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelengkapan Pengurus Lembaga di PBNU Rampung Sebelum Pengukuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelengkapan Pengurus Lembaga di PBNU Rampung Sebelum Pengukuhan

“Silakan pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU untuk memberikan masukan soal nama pengurus lembaga. Nanti enam orang ini yang akan memutuskan,” kata Kiai Ma’ruf Amin saat rapat perdana pengurus baru harian PBNU di Jakarta, Jumat (28/8) sore.

IPNU Tegal

Enam orang ini menargetkan terbentuknya susunan pengurus lembaga-lembaga di NU sebelum pengukuhan pengurus lengkap PBNU di masjid Istiqlal pada 5 September mendatang.

IPNU Tegal

“Sebelum pengukuhan di Istiqlal, kelengkapan susunan pengurus lembaga-lembaga ini insya Allah sudah rampung,” kata Kiai Ma’ruf.

Mereka berharap orang-orang yang dipilih sebagai pengurus lembaga dapat menjadi kepanjangan tangan kerja PBNU sesuai dengan bidang lembaga masing-masing.

“Sekarang tidak ada lagi istilah ‘lajnah’. Semua namanya ‘lembaga’,” Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax IPNU Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

GP Ansor Wilayah Mulai Konsolidasi

JAKARTA, IPNU Tegal. Adanya upaya partai politik untuk mengintervensi Kongres Gerakan Pemuda Ansor ke-14 di Surabaya, 13-17 Januari 2010, mulai dirasakan. Tterutama terkait pemilihan calon ketua umum. Karena itu mereka mulai melakukan konsolidasi.



GP Ansor Wilayah Mulai Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Wilayah Mulai Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Wilayah Mulai Konsolidasi

"Mesin parpol mulai mendekati para ketua cabang Ansor," kata Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatera Selatan Koymuddin selaku juru bicara Kaukus Ansor Sumatera di Jakarta, Sabtu (8/1).

Menurut Koymuddin para pengurus parpol berkepentingan agar para ketua cabang Ansor selaku pemilik suara dalam kongres memilih kandidat tertentu. Untuk itu, Kaukus Ansor Sumatera sendiri telah berkomitmen untuk mendukung kandidat nonparpol, seperti Choirul Sholeh Rasyid (CSR) yang saat ini masih tercatat sebagai salah satu Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor.

IPNU Tegal

Komitmen tersebut mereka tegaskan dalam pertemuan di Jakarta pada Sabtu (8/1). Hadir dalam pertemuan itu ketua-ketua wilayah seperti Asnawi dari NAD, Fadli Yasir (Sumut), Rusli Intan (Sumbar), Koymuddin (Sumsel), Anshori (Riau), Darwis (Babel), Erwan Sulaeli (Bengkulu), Baru Rohim (Kepri), Aqil Irham (Lampung).

Hadir juga sejumlah ketua PW Ansor dari wilayah Indonesia Timur, antara lain Syaparuddin (Kaltim), Sahran Raden (Sulteng), dan Syaiful (Papua), serta beberapa fungsionaris lain dari Jatim, Jabar, Banten, dan DKI. "Sejauh ini kami sudah mempunyai komitemen untuk untuk mencari ketua yang tidak terlibat kepentingan politik praktis," kata Ketua PW Ansor Lampung Aqil Irham.

IPNU Tegal

Bursa kandidat ketua umum GP Ansor saat ini didominasi politisi Senayan yang berasal dari sejumlah parpol, meskipun mereka selama ini juga dikenal sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU), antara lain Khatibul Umam Wiranu (Partai Demokrat), A Malik Haramain dan Marwan Ja`far (PKB), Nusron Wahid (Partai Golkar), dan Saifullah Tamliha (PPP).

Banyaknya kandidat berlatar belakang parpol oleh sejumlah kalangan, antara lain mantan Ketua Umum GP Ansor KH Chalid Mawardi, dikhawatirkan akan menjadikan organisasi kepemudaan NU itu tidak independen.

"Kalau GP Ansor tidak mau diseret-seret untuk kepentingan parpol, maka kongres harus menghindari kader-kader parpol. GP Ansor harus kembali ke khittahnya yaitu menjadi bagian dari perjuangan NU dan tidak boleh berpolitik," kata Chalid di PBNU Jakarta, Kamis (6/1).

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Kongres, Choirul Sholeh Rasyid menegaskan dirinya sudah sowan ke Kiai Idris Marzuki (Lirboyo), Kiai Khotib Umar (Jember), Kiai Umam Yahya Mahrus. Juga telah menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU As`ad Said Ali, serta mantan Ketua Umum PP GP Ansor Chalid Mawardi dan Slamet Effendy Yusuf.

"Semua tokoh ini menyarankan perlunya dilakukan ikhtiar kembali ke khittah, agar jangan sampai Ansor dikooptasi sehingga berada dalam `penjara` partai politik," katanya. (amf)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Internasional, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Doa saat Mengenakan Pakaian Baru

Ketika mengenakan pakaian, baik serban, gamis, ataupun jubah baru, Rasulullah memberinya nama dengan namanya, lalu mengucapkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa saat Mengenakan Pakaian Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Mengenakan Pakaian Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Mengenakan Pakaian Baru

Allâhumma lakal hamdu anta kasautanîhi, as-aluka khairahu wa khaira mâ shni‘a lahû wa a‘ûdzu bika min syarrihi wa syarri mâ shuni‘a lahu



IPNU Tegal

Artinya: "Ya Allah bagi-Mu segala puji. Engkau telah memakaikannya untukku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan apa yang ia dijadikan untuknya, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan apa yang ia dijadikan untuknya.”

Dalam riwayat lain, pemilik baju baru saat hendak mengenakannya juga bisa membaca:

IPNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alhamdulillâhil ladzî kasânî mâ uwâriy bihi ‘aurâtî wa atajammalu bihi fî hayâtî



Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian sebagai penutup auratku dan penghias dalam hidupku."

Menurut hadits riyawat Abu Dawud dan at-Tirmidzi, barangsiapa yang membaca doa kedua tersebut, lantas ia mengambil pakaiannya yang lama dan menyedekahkannya, niscaya dia berada di dalam perlindungan dan penjagaan? Allah, hidup atau mati.

Doa ini dibaca untuk pakaian baru secara umum, tak hanya pakain badan (baju, gamis, jaket, mantel), tapi juga pakaian baru yang lain seperti sepatu, sandal, tas, dompet, kerudung, mukena, jam tangan, dan seterusnya. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax IPNU Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN

Kuburaya, IPNU Tegal

PMII Komisariat Untan Pontianak memberikan sosialisasi kepada puluhan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat terkait merebaknya paham radikalisme di lingkungan kampus. Kegiatan yang didukung Mata Air Foundation dan GP Ansor ini berlangsung di Kecamatan Ambawang, Rabu (4/5) malam.

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN

“Ketika kalian masuk ke dunia kampus, akan ada banyak macam perbedaan pemikiran, terlebih disaat baru masuk ke dunia kampus, mahasiswa sangat mudah dipengaruhi dan didoktrin. Maka kalian harus berhati-hati dan mempersiapkan diri dari sekarang, karena kalianlah yang menjadi harapan generasi ahlussunnah waljamaah, di dalam dunia kampus,” kata Abdul Wesi Ibrahim, Sekretaris Umum PMII Untan.

Abdul Wesi menjelaskan mahasiswa sebagai insan yang masih mencari jati diri, wajar jika mudah dipengaruhi. “Sebelum kalian terjun di dunia kampus, persiapkan itu semua” pungkasnya. (Ai, Sf/Zunus)

IPNU Tegal



IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax IPNU Tegal

Jumat, 13 Oktober 2017

Pasca Banjir, PCNU Kudus Gelar Pengobatan Gratis

Kudus, IPNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kudus  melalui tim Posko NU Peduli Bencana mengadakan bakti sosial (baksos) di beberapa titik desa terkena banjir. Pada hari pertama Rabu (5 /2), baksos diawali dengan pengobatan gratis bagi korban banjir di desa Larikrejo kecamatan Undaan Kudus.

Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi mengatakan, baksos dalam bentuk pengobatan gratis merupakan upaya kepedulian memulihkan kondisi  warga yang sudah kembali dari tempat pengungsian.

Pasca Banjir, PCNU Kudus Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Banjir, PCNU Kudus Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Banjir, PCNU Kudus Gelar Pengobatan Gratis

Selain pengobatan gratis, kata dia, PCNU juga membagikan nasi bungkus dan sembako, pembagian air bersih, pengerukan jalan rusak serta pendampingan pendidikan kepada anak- anak korban banjir.

IPNU Tegal

“Kami juga membantu meringankan beban korban banjir dan longsor yang mengalami kerugian akibat  musibah  banjir maupun longsor,”ujarnya kepada IPNU Tegal, Rabu (5/2).

IPNU Tegal

Dijelaskan, baksos pasca banjir ini memprioritaskan prioritaskan pada empat titik lokasi yang mengalami kerusakan paling parah yakni dukuh Ngeseng dan Ngelo desa Karawang dan desa Larikrejo (undaan) serta desa Payaman Mejobo.

“Saat banjir masing-masing MWCNU se Kudus membuka posko peduli bencana menggalang bantuan untuk disalurkan bersama-sama kepada mereka,” kata H Abdul Hadi.

Untuk kepentingan baksos, PCNU menerjunkan ratusan relawan yang terdiri dari Korp Peduli Bencana NU (KPBANU), CBP IPNU-KPP IPPNU, Banser, Fatayat NU, Mahasiwa Akbid Muslimat NU, Tenaga Medis RS Masyithoh Kudus dan Muslimat NU Kudus.

“Sebetulnya, para relawan NU sudah bergerak turun sejak bencana datang pertengahan januari lalu. Kali ini kita melakukan baksos sebagai pemulihan kondisi korban,” terangnya.

Sementara saat pengobatan gratis di desa Larikrejo kemarin, masyarakat menyambut antusias. Sedikitnya 200 warga mengantri berobat atas penyakit yang dideritanya. “Rata-rata masyarakat mengalami gangguan gatal kulit dan flu pusing kepala,” tutur Koordinator pengobatan H Sarmanto.

Untuk hari Kamis, pengobatan dialihkan ke desa Karangrowo. Beberapa tenaga medis dari RS Masyitoh dibantu beberepa mahasiswa Akbid Muslimat NU dan relawan lainnya melayani warga setempat (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, Ulama, Anti Hoax IPNU Tegal

Kamis, 14 September 2017

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Jepara, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk bershalawat. Kegiatan yang dilaksanakan kali ketiga itu ditempatkan di Alun-alun RS Kelet, Keling, Jepara, Ahad (17/11) siang. Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di kecamatan Nalumsari dan Mlonggo.?

Ketua PC GP Ansor Jepara, M Kholil mengatakan shalawat merupakan sarana yang mampu merekatkan ukhuwwah dan menyejukkan hati pada orang yang menghayatinya. Suasana itu terkadang merasuk jauh di relung hati sehingga membawa suasana yang indah melalui kebersamaan dengan mengumandangan shalawat secara bersama-sama.

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

“Dengan menyanjung kebesaran Nabi Muhammad, meneladani sifat-sifatnya dan memegang teguh sunnah-sunnahnya,” sebutnya. ?

IPNU Tegal

Harapan dari kesejukan itu, terang Kholil, juga membawa kesejukan suasana di lingkungan masyarakat sehingga kondusifitas masyarakat Jepara selalu terjaga. “Di samping itu untuk mengembalikan ruh Ansor menolong masyarakat atas berbagai permasalahan sosial yang dihadapi,” tambahnya.

IPNU Tegal

Pada putaran ketiga Ansor Bershalawat itu dibarengkan dengan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-kecamatan Keling juga santunan yatim piatu bersama Muslimat dan Fatayat NU kecamatan Keling. Jamaah pun membludak. Ditaksir sekitar 6000 jamaah yang turut hadir.

Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Jepara, Arif Mustofa mengungkapkan dengan membludaknya jamaah pihaknya berkoordinasi mengenai keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Karenanya, pihak Satkorcab didukung sepenuhnya Satkorcam Keling dan pasukan turun ke jalan untuk membantu keamanan lalu lintas, keamanaan pelaksanaan dan ketertiban pengunjung acara.?

Sementara itu, H Jajeri Amin selaku sekretaris PC GP Ansor mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara tersebut. Khususnya kepada PW GP Ansor Jawa Tengah dan Djarum 76. “Harapan kami acara ini tidak hanya berhenti sampai disini. Ini adalah awal dari keinginan kami untuk mengajak masyarakat mencintai Rasul melalui shalawat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, hadir para kyai, ulama dan habaib diantaranya Habib Farid Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin, Habib Ali Al-Habsyi, Habib Luthfi (Demak) dan Habib Abu Bakar Assegaf. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Tokoh, Anti Hoax, Ahlussunnah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock