Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Jakarta, IPNU Tegal

Proyek perluasan kilang Balikpapan (Refinery Unit V) yang dikelola PT. Pertamina, diperkirakan membutuhkan 20.000 tenaga terampil. Pemenuhan tenaga terampil tersebut sebagian akan diprioritaskan dari pekerja lokal, yakni dari daerah Kalimantan Timur.

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)
Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Terkait dengan rencana pemenuhan tenaga kerja, beberapa petinggi PT Pertamina melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Senin (20/11) kemarin.

"Kami sowan (silaturahim) ke Pak Menteri untuk menawarkan kerjasama pelatihan untuk  tenaga kerja lokal. Kebutuhan tenaga kerja terlatih sampai 20.000 orang, tapi sebagian akan dilatih dari tenaga kerja lokal sekitar 5000-7000 orang," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Ardhy N. Mokobombang.

Turut serta dalam rombongan audiensi adalah Vice President Refining Project Pertamina Ignatius Tallulembang, serta beberapa pejabat lainnya.

IPNU Tegal

Dijelaskannya, proyek perluasan kilang Balikpapan merupakan bagian dari program strategis meningkatkan kemandirian dan ketahanan energy nasional, baik peningkatan produksi BBM atau non BBM.

Kualitas produksi yang semula Euro 2 menjadi Euro 5. Proyek berdurasi 43 bulan ini akan menyerap tenaga kerja sedikitnya  20.000 orang. Saat kilang dioperasikan akan menyerap sekitar 2.500 orang pekerja.  

Rencananya, ground breaking mega proyek dengan investasi US$ 5 miliar ini akan  dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember atau Januari nanti.

IPNU Tegal

Terkait dengan rencana kerjasama menyiapkan pelatihan tenaga kerja terampil, saat ini pihak sedang menyusun silabi pelatihan yang akan diterapkan pada lima Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Timur. Atau di BLK lainnya sesuai kebutuhan pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker M Hanif Dhakiri menyatakan sangat mendukung adanya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

“Selain mendukung kemandirian energi dan dunia industri, proyek ini akan menyerap ribuan pekerja lokal.  Pemerintah dan Pertamina akan menyiapkan pelatihan bagi tenaga kerjanya,” kata Menaker.   

Menaker berjanji, untuk keperluan pemenuhan tenaga kerja lokal tersebut, pihaknya akan segera membuat tim khusus (pertamina dan Kemnaker) untuk menyusun silabus, instruktur, dan peralatan yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.  (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, News, Meme Islam IPNU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

Surabaya, IPNU Tegal. Upaya mengembangkan kualitas dan kuantitas informasi dan keterampilan menulis, Humas PCNU Kota Surabaya serta Redaksi Website nusurabaya.or.id menggelar pelatihan jurnalistik guna menyiapkan kader santri jurnalis di Kantor NU Kota Surabaya, Senin (1/5).

Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Kota Surabaya Erwin Muhammad mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan guna meningkatkan penulisan sehingga informasi yang dibuat sesuai dengan kaidah jurnalistik yang benar.

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

“Selain menyiapkan kader jurnalis dilingkungan NU Kota Surabaya, kami juga ingin agar jurnalis NU mampu memberikan informasi sesuai dengan kode etik jurnalistik dan tidak hoax,” ujarnya, Selasa (2/5).

Erwin Muhammad yang juga Humas NU Kota Surabaya menambahkan, pihaknya ingin para kader tersebut bisa menjalankan juga salah satu fungsi kehumasan NU Kota Surabaya yang memiliki ciri khas tersendiri.

IPNU Tegal

“Sebagai Humas NU, harus mengedepankan ciri khas santri, selain harus menyebarkan berita apa saja yang dilakukan oleh Nahdliyin di Surabaya, juga harus mampu berkomunikasi dengan santun dan berakhlakul karimah pada semua masyarakat,” tambahnya. (M. Hisam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Pemurnian Aqidah, Olahraga IPNU Tegal

IPNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat

Pringsewu, IPNU Tegal. Dalam satu tujuan yang sama-sama disepakati, kadangkala seseorang menempuh cara dan jalan yang berbeda-beda. Inilah keragaman dalam kenyataan. Perbedaan pendapat atas satu persoalan yang sama sekalipun, seringkali tidak bisa dihindari. Hal ini diungkapkan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Ahad (16/10) dalam akun Facebook miliknya.?

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat

Namun, tuturnya, tidak setiap perbedaan pendapat itu meniscayakan perpecahan selama ada sikap toleransi, saling menghargai, saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak karena merasa benar sendiri.?

Sebagaimana perbedaan agama yang dianut, suku, ras dan golongan menurutnya adalah hal nyata dalam kehidupan pada bangsa Indonesia ini. "Perbedaan tersebut tidak meniscayakan perpecahan yang berujung pada disintegrasi bangsa, selama warga negara ini menyadarinya, tunduk dan patuh kepada ajaran agamanya dengan pemahaman yang benar dan setia kepada pemimpin pemerintahannya," ujarnya.

Gus Ishom, saapaan akrabnya menambahkan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sangat penting dan sudah seharusnya setiap orang sebagai warga negara saling menyayangi, menghormati dan menaati konstitusi sebagai sebuah kesepakatan bersama.?

IPNU Tegal

Tanpa hal itu, menurut ulama muda ini, maka peluang perpecahan antar anak bangsa yang demikian beragam niscaya terjadi dan ini berbahaya, wajib kita hindari. Umat Islam di mana saja tidak dibenarkan memaksakan kehendak dari "kebenaran relatif" yang diyakininya kepada pihak lain dan tidak perlu melakukan kekerasan atas nama agama serta tidak coba-coba membenturkan secara diametral hubungan antara agama dan negara.?

"Tujuan bernegara ini antara lain untuk melindungi setiap hak warga negara, baik muslim maupun non-muslim. Sehingga tidak boleh ada saling menghalangi atau merebut hak orang lain. Setiap muslim mestinya bisa patuh pada kesepakatan atau konstitusi kita sebagai wujud ketaatan kepada ulil amri yang diperintahkan agama," tegasnya.

Pelanggaran terhadap konstitusi atau agama itu berdosa, sehingga mengguncangkan hati dan berakibat buruk pada kehidupan harmonis bersama. Di sinilah menurutnya, dalam hidup bersama yang plural ini yang diperlukan bukan hanya ilmu atau wawasan agama yang mendalam, tetapi juga perlu wawasan kebangsaan.?

Oleh karenanya umat Islam wajib mengkampanyekan Islam yang rahmatan lil-alamin dan terus berupaya mengamalkannya. Menurutnya perlu wasathiyah (moderasi) dalam pikiran, ucapan dan tindakan dan penting sikap tasamuh (toleransi) menghadapi setiap perbedaan, meski tidak setiap perbedaan perlu dipertimbangkan.?

IPNU Tegal

"Semoga umat Islam di seluruh Indonesia menyadari hal ini. Kehilangan emas bisa kembali membeli di toko emas, tetapi jika kita kehilangan tanah air kemana kita akan membelinya? Jadi, sayangilah dan hormatilah agar persatuan bangsa ini segera terwujud tanpa gangguan yang berarti," pungkasnya.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, News IPNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail IPNU Tegal, sekali waktu kami mendengar soal qunut nazilah yang dibaca pada saat bencana dialami umat Islam. Pertanyaan saya, bencana seperti apa yang menuntut kita membaca qunut nazilah dan sampai kapan kita harus mengamalkan qunut tersebut? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdus Salam/Jakarta Utara).

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Musibah sesekali datang menimpa umat Islam. Dalam kondisi demikian, umat Islam harus tetap bersabar sambil mencari solusi atas musibah yang mendera.

IPNU Tegal

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk membaca qunut di setiap shalat wajib lima waktu. Qunut ini disebut doa qunut nazilah atau qunut karena musibah.

Lalu bencana kategori apa saja yang membolehkan kita untuk mengamalkan qunut nazilah? Apakah hanya bencana alam saja, tidak untuk bencana kemanusiaan? Ada baiknya kita melihat pandangan Syekh M Nawawi Banten dalam kutipan Nihayatuz Zein berikut ini.

IPNU Tegal

?) ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Qunut nazilah) sunah dibaca pada i’tidal rakaat terakhir (di semua shalat yang diwajibkan) lima waktu sehari (karena sebuah musibah) yang menimpa umat Islam meskipun menimpa hanya seorang Muslim yang punya pengaruh luas seperti penawanan seorang alim atau seorang tokoh pemberani, sama saja baik musibah itu berbentuk kekhawatiran atas serangan musuh meskipun mereka adalah umat Islam sendiri, paceklik, kemarau panjang, wabah, maupun pes,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Syirkah Al-Ma’arif, tanpa tahun, halaman 67).

Kutipan ini jelas mengatakan bahwa bencana kemanusiaan juga menjadi sebab pengamalan qunut nazilah bahkan untuk menghindari serangan musuh meskipun musuh itu umat Islam sendiri.

Penyebab doa qunut nazilah ini mencakup bencana alam seperti hujan, paceklik, atau bencana kemanusiaan seperti penyerangan, penawanan, gangguan masalah keamanan, atau tindakan brutal dan sewenang-wenang lainnya sebagaimana keterangan berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Artinya, “Qunut juga disunahkan pada i‘tidal rakaat terakhir di setiap shalat wajib karena sebuah musibah yang menimpa umat Islam secara umum seperti paceklik, khawatir dari serangan musuh, kemarau panjang, hujan mengandung mudharat misalnya terhadap lahan pertanian, atau musibah yang menimpa beberapa orang Muslim yang berpengaruh luas seperti penawanan seorang alim atau seorang tokoh pemberani karena mudharat umat Islam tanpa keduanya; berdasarkan riwayat sahih bahwa Rasulullah SAW membaca qunut sebulan penuh seraya berdoa untuk mengecam pembunuh para sahabatnya di Bi’ri Ma‘unah untuk menolak kesewenang-wenangan para pelaku, bukan untuk memperbaiki korban tewas karena itu tidak mungkin. Diqiyas pula kasus selain kekhawatiran serangan musuh,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H, juz I, halaman 183).

Adapun pengamalan qunut nazilah hanya terbatas pada shalat wajib lima waktu. Kesunahan qunut nazilah tidak berlaku pada jenis shalat lainnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sembahyang sunah, nazar, dan shalat jenazah tidak termasuk kategori shalat wajib. Karena itu membaca qunut nazilah pada shalat jenazah makruh karena shalat itu harusnya sebentar. Di luar kategori ‘musibah’ adalah qunut yang dibaca bukan karena musibah. Ini jelas makruh,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H, juz I, halaman 183).

Qunut nazilah diamalkan sejauh bencana yang menimpa umat Islam itu masih berlangsung. Kalau bencana itu sudah tidak lagi berlangsung, maka qunut nazilah tidak lagi disunahkan. Hal ini disinggung oleh Sayyid Bakri dalam I‘anatut Thalibin berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak disunahkan sujud sahwi karena meninggalkan qunut nazilah karena qunut nazilah merupakan sunah sementara di dalam ibadah shalat di mana kesunahan qunut itu hilang seiring dengan hilangnya musibah yang menimpa,” (Lihat Sayyid Bakri bin Sayyid M Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, tanpa tahun, Syirkah Isa Al-Babi Al-Halabi, Daru Ihyail Kutubil Arabiyah, juz I, halaman 198).

Dari pelbagai keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa doa merupakan senjata ampuh orang-orang beriman. Terlebih lagi Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana doa qunut menjadi salah satu jalan dalam menghadapi sebuah musibah yang sedang mendera umat Islam. Tentu saja qunut nazilah diamalkan sesuai dengan ketentuan syara’ yang diatur dalam kitab fiqih.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, News IPNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Tidur sudah menjadi aktivitas rutin manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menghindar dari rasa kantuk. Baik suka ataupun tidak suka, rasa kantuk pasti akan datang pada setiap orang saat kondisi tubuh sudah lelah. Dikarenakan tidur sudah menjadi keniscayaan, Rasulullah SAW sering kali mengingatkan sahabat agar pandai membagi waktu ibadah dan istirahat.?

Jangan sampai seharian penuh beribadah terus tanpa henti karena tubuh juga butuh istirahat. Bahkan, Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang terlihat lemas di siang hari, lantaran beribadah sepanjang malam. Oleh sebab itu, kita sangat dianjurkan menyeimbangkan waktu tidur dengan ibadah. Pada saat tubuh lelah istirahatlah terlebih dahulu supaya nanti bisa mengerjakan ibadah dengan baik dan tepat waktu.

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Misalnya, waktu shalat digunakan untuk waktu tidur atau waktu tidur digunakan untuk bekerja. Beberapa kali, mungkin kita pernah merasakan, menjelang waktu shalat tiba, rasa kantuk datang mengantui dan membuat kita tertidur lelap atau memang sengaja untuk tidur dengan harapan bisa bangun sebelum waktu shalat berakhir.

Menurut Zaynuddin al-Malibari dalam? Fathul Mu’in, dimakruhkan tidur ketika waktu shalat sudah masuk dan yang bersangkutan belum mengerjakan shalat. Beliau mengatakan:

IPNU Tegal





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?


IPNU Tegal

“Dimakruhkan tidur saat waktu shalat telah masuk dan belum mengerjakannya, sekira-kira ada kemungkinan bangun tidur sebelum akhir waktu atau ada orang lain yang membangunkan. Jika tidak, diharamkan tidur (bagi yang tidak kantuk berat) di waktu shalat.”

Tidur pada waktu shalat ataupun menjelang waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirkan tidak bangun hingga waktu shalat sudah abis, meskipun menurut kebiasaan orang yang bersangkutan bisa bangun sebelum akhir waktu atau ada orang yang akan membangunkannya. Hukum tidur bisa berubah menjadi haram bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya.

? Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam? I’anatul Thalibin? menjelaskan:

? ? ? ? ?

“Andaikan tertidur lantaran kantuk berat tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan pula”

Tertidur dalam waktu shalat dan belum mengerjakannya, dalam pandangan Abu Bakar Syatha, tidak diharamkan dan dimakruhkan selama tidak sengaja dan dalam kondisi kantuk berat. Ini tidak diharamkan karena Rasulullah berkata, “Tidak dikenakan kewajiban pada tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi, dan orang gila sampai berakal atau normal” (HR: Ibnu Majah).

Dengan demikian, pada waktu shalat sudah masuk ataupun menjelang masuk waktu shalat, kerjakanlah shalat terlebih dahulu atau tunggu sampai waktu shalat tiba. Setelah itu, barulah tidur agar tidak dianggap melalaikan kewajiban.? Wallahu a’lam.? (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka

Jakarta, IPNU Tegal. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama kembali menggelar sidang itsbat penentuan Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1436 H nanti secara terbuka. Ada lima argumentasi yang disampaikan.

“Pertama, sidang itsbat itu merupakan syiar Islam di tengah masyarakat yang sedang hiruk pikuk,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri dalam konferensi pers terkait penetapan Idul Fitri di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (2/7).

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah PBNU Minta Sidang Itsbat Kembali Digelar Terbuka

Kedua, kata Kiai Ghazalie, sidang itsbat merupakan sarana silaturrahmi antar berbagai ormas dengan masyarakat luas yang menyaksikan sidang secara langsung dari layar televisi.

IPNU Tegal

Ketiga, sidang itsbat yang dilakukan secara terbuka diharapkan dapat memberikan pencerdasan kepada umat. Masyarakat memperoleh banyak pengetahuan tentang agama Islam, terutama terkait berbagai ketentuan mengenai penetapan awal bulan hijriyah.

IPNU Tegal

Keempat, melalui sidang yang disiarkan secara langsung, masyarakat akan mendapatkan informasi secara cepat, tanpa menunggu lama.

Kelima yang terpenting menurut Lanjnah Falakiyah PBNU, pelaksanaan sidang itsbat yang dipantau langsung oleh masyarakat luas sebenarnya mengarahkan semua pihak untuk mengikuti ketetapan pemerintah berserta berbagai ormas Islam, para tokoh masyarakat dan pakar astronomi.

“Melalui sidang itsbat terbuka yang diikuti semua ormas itu maka kemudian tidak ada lagi yang mengatakan, kami mengikuti ormas kami. Semua mengikuti pemerintah,” kata Kiai Ghazalie.

Pelaksanaan sidan itsbat untuk penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dilakukan secara terbuka selama kurang lebih sebelas tahun, sejak era Menteri Agama Said Aqil Husein Almunawwar. Sidang itsbat dilakukan secara tertutup setahun belakangan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Terkait penetapan Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal, Lajnah Falakiyah mengimbau masyarakat menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit yang dilakukan pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H bertepatan dengan tanggal 16 Juli 2015, yang diikuti dengan pelaksanaan sidang itsbat di Kantor Kementerian Agama.

Menurut Kia Ghazalie, penetapan Idul Fitri dilakukan dengan dua cara sekaligus, yakni hisab dan rukyat. Berdasarkan hasil hisab Lajnah Falakiyah hilal sudah mungkin diamati pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H, meskipun masih sangat rendah 3 derajat.

“Jika tanggal 29 itu hilal sudah terlihat, maka berarti besoknya atau bertepatan dengan tanggal 17 Juli sudah Idul Fitri. Tapi jika tidak terlihat maka kita istiqmal-kan puasanya menjadi 30 sehingga tanggal 1 Syawal bertepatan dengan 18 Juli,” kata Kiai Ghazalie. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Sholawat, Pendidikan IPNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT

Pringsewu, IPNU Tegal - Dalam perspektif Islam, setiap manusia dilahirkan dalam kondisi fitrah (suci). Ketidaksuciannya ditentukan oleh pengaruh orang tuanya atau lingkungan pergaulannya. Setiap orang tua berkewajiban menjaga anak-anaknya agar tidak keluar dari wilayah kesuciannya.

Anak-anak wajib diawasi agar anak membiasakan diri dalam kebaikan sesuai tuntunan agama, karena kebiasaan baik tersebut akan tercetak dan terpatri di otaknya. Orang tua, guru dan orang-orang di sekitar juga wajib menciptakan lingkungan pergaulan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT

Rendahnya kepedulian mereka terhadap anak-anak yang terlahir suci itu sanggup menodai kesuciannya hingga anak mencapai usia dewasa. Keburukan yang terpatri kuat di otak jika telah dibiasakan akan menjadi candu yang amat sulit ditinggalkan, menjadi semacam penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Apa saja yang dianggap sebagai penyakit oleh semua akal sehat dan jiwa yang bersih akan dianggap sebagai bukan penyakit yang oleh karena itu tidak perlu diobati atau disembuhkan.

IPNU Tegal

Hal ini disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Kamis (11/02/16) mengawali pernyataan dan keprihatinannya terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang sekarang sedang hangat dibahas diberbagai media terkait keinginan untuk mendapat legalitas atau pengakuan dari masyarakat.

"Semua itu bersumber kepada nafsu yang diperturutkan atas nama kebebasan seks yang sebebas-bebasnya, sehingga ajaran suci agama apa pun yang melarangnya tidak lagi dipedulikan," tegas Gus Ishom - begitu Ia biasa dipanggil - melalui akun facebooknya.

IPNU Tegal

Gus Ishom juga mengingatkan agar mereka yang tidak terlibat LGBT, tidak perlu latah membela dan memperjuangkan legalisasi tujuan mereka yang kini sedang terjebak dan terkurung dalam orientasi seksual "menyimpang" atas nama HAM.

" Yang perlu didukung atas nama HAM justru ketika mereka ingin kembali normal menjadi heteroseksual sebagaimana pada umumnya, sesuai fitrahnya,"? tegas Kiai Muda dari Pringsewu ini.

Menurutnya dibutuhkan motivasi yang kuat dari berbagai pihak--selain dari diri pelaku LGBT--dan lingkungan yang kondusif untuk merubah kebiasaan "negatif" tersebut agar tidak terulang kembali.

Sikap individualisme anggota masyarakat yang semakin menyuburkan perilaku LGBT menurutnya, harus dikikis habis dengan meningkatkan kepedulian untuk saling menasihati agar setiap manusia berada dalam koridor kebenaran (tawashau bil-haqqi). Dalam kesabaran (tawashau bish-shobri) dan dalam koridor saling mengasihi (tawashau bil-marhamah) dan tentu saja amar makruf dan nahi munkar tidak boleh diabaikan.

"Sementara dalam konteks ke-Indonesia-an yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap anggota legislatif, wakil rakyat, tidak dibenarkan untuk mengabulkan tuntutan legalisasi apa saja yang berkaitan dengan LGBT, seperti tidak berupaya membuat aturan yang mengesahkan pernikahan sejenis dan sebagainya " tegasnya.

Bahkan menurut Gus Ishom, pemerintahan negara kaum beragama ini, bukan sekadar mengawasi, tetapi harus segera turun tangan dengan tegas dan berani menindak setiap warganya yang terlibat dalam jaringan yang bertujuan mengabsahkan LGBT. Selain itu juga mencegah terwujudnya komunitas LGBT yang kini semakin nekat muncul terang-terangan tanpa rasa malu.

" Setiap individu yang terlibat LGBT mungkin telah mengetahui bahwa perbuatannya itu diharamkan oleh agama yang dianutnya, dan pasti terbersit dalam hati kecilnya untuk hidup normal sebagaimana orang banyak," ungkapnya.

Oleh karena itu Gus Ishom mengimbau agar kelompok ini tetap harus memperoleh kasih sayang, tidak boleh dikucilkan dari pergaulan apalagi menjadi sasaran ejekan dan penghinaan. Keyakinan atau keimanan beragama mereka harus ditumbuhkan dan diperkokoh sehingga mereka bertaubat, menyesali dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengulangi apa yang bertentangan dengan bisikan hati nuraninya sendiri.

" Perlu disadari, bukanlah hal yang mudah untuk berhenti dari kebiasaan buruk itu, namun jika masih ada kemauan maka terbuka lebar seribu jalan kebajikan. Kesembuhan hanya diberikan kepada siapa saja yang punya keinginan kuat dan upaya yang tak kenal lelah untuk hidup sehat dan normal kembali," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, News IPNU Tegal

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Pati, IPNU Tegal. Mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) kabupaten Pati bersama aktivis lingkungan di Pati meramaikan kegiatan “Jogo Kali”, Ahad (1/11). Mereka memunguti sampah di sepanjang tepi sungai Bendokaton sampai Sambiroto kecamatan Tayu Kabupaten Pati.

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari, (31/10-1/11) mereka juga memunguti sampah di dalam sungai untuk kemudian dikumpulkan di daur ulang.

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Kegiatan “jaga kali” dan “bersih kali” ini diharapkan mengispirasi warga dan mau bergotong royong dalam merawat lingkungan dan mau melestarikan, ungkap aktivis lingkungan setempat Shoimul Mubarok.

IPNU Tegal

Kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai malam hari berjalan dengan teratur dan mengundang simpati dari warga dan masyarakat setempat. Sedangkan beberapa Kepala Desa di sepanjang sungai Dokaton sampai Sambiroto ikut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Mereka sepakat agar ke depan masyarakat yang letak rumahnya berada di tepi sungai agar tidak sembarangan lagi dalam membuang sampah lebih-lebih di area sungai.

Ketua BEM-Prodi PMI IPMAFA Zaky Fuad menjelaskan, “Respon masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa yang mengikuti kegiatan bersih sangat positif karena sungai mereka menjadi bersih dan elok.”

IPNU Tegal

Sementara itu, Ketua Prodi PMI Faiz Aminuddin mengapresiasi kegiatan bersih kali ini. ? Menurutnya, sudah sewajarnya menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas berkutat dengan buku dan teori, tetapi program aksi untuk menjawab problematika sosial penting untuk mulai ditumbuhkan.

“Niat baik para mahasiswa PMI yang ikut terlibat langsung dalam bersih kali merupakan langkah awal yang baik, dan kalau bisa berkelanjutan, apalagi sebentar lagi musim hujan sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko banjir,” kata Alumnus Psikologi Sosial UGM ini. (Siswanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, News, Amalan IPNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi

Oleh: KH  Imam Jazuli MA*

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya! Begitu kata Bung Karno, pada pidatonya di hari pahlawan 10 November 1961.

Dan, mengenang riwayat perjuangan anak bangsa, terutama saat-saat peran pemuda begitu dominan dan sentral untuk sebuah nasionalisme; merebut atau mempertahankan kemerdekaan dengan caranya sendiri dan demi nilai agama sekaligus. 

Maka, kita tentu tak boleh lupa atau alpa pada riwayat apa dan bagaimana Ansor, sebagai barisan pemuda pesantren-islam tradisional itu berdiri dan lahir, dan pada masanya sangat dibutuhkan ketika republik yang kita cintai ini  baru merangkak dan belajar berdiri. 

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi

Ansor yang sering disebut sebagai anak rahim dari NU (Nahdlatul Ulama) bahkan secara de jure sudah terlahir lebih dulu sebelum NU berdiri. Tahun 1924, ketika organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, Jong Celebes mencuat, anak-anak muda yang terdiri dari santri pesantren dan langgar atau masjid mendirikan organisasi kepemudaan bernama: Syubbanul Wathan yang berarti Pemuda Tanah Air yang berdiri di bawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah dan dipimpin oleh Abdullah Ubaid.

IPNU Tegal

Perkembangan selanjutnya Subbanul Wathan semakin banyak diminati dan mendapatkan tempat di hati pemuda, saat itulah situasi konflik internal terjadi; antara tokoh-muda tradisional (KH. Abdul Wahab Hasbullah) dan tokoh muda-modernis (KH. Mas Mansyur) yang sama sama berada di tubuh Nahdlatul Wathan. Perbedaan itu muncul dalam cita-cita yang sama-sama mulia, yaitu bagaimana sebaiknya membina kader mubalig dan kemana idiologi mereka arahkan?. Perbedaan ini akhirnya melahirkan arus gerakan yang berbeda dalam mendirikan organisasi kepemudaan. KH. Wahab membawa gerbong cikal bakal Ansor, sementara Mas Mansyur kemudian kelak dikenal sebagai pioner dari Pandu Hisbul Wathan (Muhammadiyah). 

IPNU Tegal

Dari gagasan KH. Wahab tersebut, secara kongkrit dilanjutkan oleh kader Abdullah Ubaid dan Thohir Bakri pada tahun 1930 dengan nama Nahdlatus Subban (Kebangkitan Pemuda), yang dipimpin oleh Umar Burhan. Abdullah Ubaid kemudian mendirikan organisasi pemuda yang lebih luas yaitu persatuan pemuda Nahdlatul Oelama (PPNO) dan tahun 1934 namanya disempurnakan menjadi Ansor Nahdlotul Oelama (ANO), sebagai bagian dari NU pada Muktamar ke 9 di bayuwangi 21-26 April 1934. Selanjutnya, melalui kongres I tahun 1936, Kongres II Tahun 1937 dan Kongres III tahun 1938 memutuskan ANO mengadakan barisan berseragam yang diberi nama Banoe (Barisan Nahdlatul Oelama). Dari perkembangan-perkembangan yang terjadi inilah maka ANO kemudian menjadi Gerakan Pemuda Ansor dan Banoe menjadi Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat dengan Banser.

Peran Kongkrit Membela Negara

Meski kedua prototipe gerakan tersebut (Subbanul Wathan dan Pandu Hizbul Wathan) sering berbeda haluan, namun menurut catatan Prof. Anthony Ried, ada saat-saat yang mengharukan, dimana kedua gerakan pemuda itu dalam satu barisan, yaitu ketika  KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1944 berfatwa, untuk antara lain mengharamkan pribumi yang muslim menyanyikan lagu kebangsaan “Kimigayo”, dan mengibarkan bendera Hinomaru serta segala bentuk Niponisasi (serba Jepang). Hari berikutnya, dua gerakan pemuda itu, tidak sekedar mengikuti fatwa Kiyai Hasyim, tetapi saling bahu-membahu memerangi kolonialisme Jepang yang sangat kejam. KH. Hasyim bersama KH. Wahab Hasbullah kemudian secara sembunyi-sembunyi mencoba menyatukan dua gerakan anak muda itu dalam kelompok Laskar Hizbullah yang dikomandani Mahfudz Shidiq dan untuk yang tua-tua dalam barisan Laskar Sabilillah yang diketuai oleh KH. Abdul Kholik (Putra KH. Hasyim Asyari). (Anthony Ried. 1974. The Indonesian National Revolution, 1945-1950, Connectitud: GrPenwood Press)

Menariknya, meskipun pada akhirnya jumlah Pandu Hizbul Wathan (Muhammadiyah) tak begitu signifikan yang masuk dalam barisan pasukan Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah ini, tetapi usaha menyatukan sudah dicoba dilakukan dengan arif oleh KH. Hasyim Asyari, dan secara mengagetkan, segera saja, pasukan dari kalangan Islam tradisionalis ini jauh lebih banyak daripada pasukan resmi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Bahkan untuk menghadapi Perang Pasifik, kalangan Nasionalis dalam Hokokai pada bulan Agustus 1944, di seluruh Nusantara baru mempunyai anggota sekitar 80.000 pemuda di dalam unit para militernya dengan nama barisan Pelopor dengan komando Soekarno dan Hatta, dan organisasi PETA punya barisan perang dengan jumlah yang sama dengan Pelopor, yaitu sekitar 80.000 pemuda yang terdiri dari tentara dan kaum buruh tani, dengan komando Jenderal Sudirman dan Jenderal A. H. Nasution.

Sedangkan Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah yang anggotanya terdiri dari para santri, kaum muslim tradisionalis pedesaan di berbagai wilayah dan daerah dengan anggota di setiap wilayah sekitar 50.000 yang terpencar di kepulauan Nusantara, semuanya mencapai sekitar 500.0000. Jumlah tersebut tiap hari kian meledak, pemuda-pemuda desa  yang berumur sekitar delapan belas tahun sampai duapuluh tahun dengan antusias tergabung, dan  mengikuti pelatihan pusat di Malang. Dari semangat anak muda inilah, kelak kemerdekaan benar-benar terwujud. 

Setelah revolusi fisik (1945-1949) mereda. Tokoh Laskar Hizbullah dari barisan ANO Surabaya Moh. Chusaini Tiway, melegalkan ANO dengan Bansernya secara formal setelah sempat dibekukan oleh pihak Jepang. Ide tersebut mendapat sambutan positif dari KH. wahid Hasyim Menteri agama RIS kala itu, maka pada tanggal 19 desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO, dan secara de facto diakui dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor). 

Tentang Sepenggal Nama

Ansor Nahdlatul Oelama (ANO), adalah nama atas saran KH. Abdul Wahab. Nama ini menurutnya diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad Saw. kepada penduduk Madinah (kaum Ansorin) yang telah berjasa dalam membela dan ikut serta dalam perjuangan dan menegakan agama kaum muhajirin (Islam). Pengorbanan lahir maupun batin, mereka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membentengi perjuangan Islam. Kaum Ansor, berarti kaum asli pribumi, yang tak boleh meninggalkan karakter dan tradisi-tradisi arifnya, tetapi juga harus mau merima yang baik dari luar, yaitu dari kaum muhajirin (Makkah). Diktum ini kemudian dikenal luas oleh Nahdliyin dengan al-muhafadzah ala qadim as-shalih wal-akhdzu bil jadid al-ashlah (menjaga tradisi yang baik, dan mengambil baru yang baik). 

Dengan demikian ANO diharapkan dapat mengambil hikmahnya serta tauladan terhadap sikap, prilaku dan semangat perjuangan serta kiprah sahabat nabi dan yang dapat predikat Ansor tersebut. Yakni sebagai penolong perjuangan dan bahkan pelopor dalam menyiapkan gebrakan dan pembentengan kekuatan islam. Inilah komitmen yang sejak awal diperlihatkan anggota ANO (GP. Ansor), misalnya dalam kasus G. 30 SPKI, dan lain sebagainya.

GP. Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikian rupa, bahkan mungkin menjadi organisasi kemasyarakatan yang berbasis pemuda terbesar di Indonesia, dan memiliki watak mecintai tradisi dan bervisi keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 cabang (tingkat kabupaten/kota) di bawah koordinasi 32 pengurus wilayah (tingkat provinsi ). Ditambah dengan kemampuan pengelola keanggotaan khusus BANSER (barisan Ansor serbaguna) yang memiliki kemampuan dan kualitas kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Barangkali tantangan GP. Ansor yang paling kongkrit saat ini dan ke depan adalah ’berperang’ menyelamatkan negeri dengan cara ”meneguhkan kebinekaan dan mengentaskan kemiskinan” dari jarahan para koruptor yang semakin membudaya di kalangan  birokrat! Selamat ultah Ansor yang ke 78, yang saat ini dirayakan di Solo (dengan rencana dibuka oleh Presiden RI), mulai tanggal 13-18 Juli 2012. Semoga terus eksis dalam setiap episode sejarah perjuangan bangsa dan tetap menepati posisi dan peran yang strategis dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional. Amin

Jakarta, 10  Juli 2012

* Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabitah Maahid Islamiyah -Asosiasi Pesantren se-Indonesia- (PP RMI)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, Nahdlatul, News IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Gara-gara Tuan Guru Bengkel, H Hatifi Sekeluarga Jadi Nahdliyin

Mataram, IPNU Tegal. Dosen UIN Mataram Tuan Guru Sohimun Faisal menceritakan, dulu ada saudagar asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi warga Nahdliyin setelah mengetahui kebesara Tuan Guru Haji M Shaleh Hambali Bengkel. H Hatifi namanya. Bahkan, Ia mengajak keluarganya untuk masuk Nahdlatul Ulama.

H Hatifi, cerita Tuan Guru Sohimun, ketika itu sedang berdagang ke Surabaya. Teman pedagangnya dari Surabaya memberitahukan kepada H Hatifi bahwa ada ulama besar asal Lombok yang akan hadir dalam acara Nahdlatul Ulama di Kota Pahlawan tersebut.

“H Hatifi ini tidak kenal tentang NU, tidak kenal dengan Tuan Guru Shaleh Bengkel,” kata Tuan Guru Sohimun dalam acara bedah Buku Pemikiran Islam Lokal: TGH M Shaleh Hambali Bengkel di Universitas NU NTB Mataram, Rabu (22/11).

Gara-gara Tuan Guru Bengkel, H Hatifi Sekeluarga Jadi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara Tuan Guru Bengkel, H Hatifi Sekeluarga Jadi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara Tuan Guru Bengkel, H Hatifi Sekeluarga Jadi Nahdliyin

(Baca juga: http://www.nu.or.id/post/read/70398/pemikiran-islam-lokal-tuan-guru-bengkel)

Temen saudagarnya asal Surabaya itu mengajak H Hatifi untuk ikut serta dalam acara NU tersebut. Ketika sudah sampai di tempat acara, Ulama-ulama NU menyambut Tuan Guru Bengkel dengan hangat dan memanggilnya dengan sebutan ulama besar dari Lombok. 

“Ini dia ulama besar yang datang dari Lombok,” kata Rais Syuriah PWNU NTB ini menirukan ulama NU itu.

IPNU Tegal

H Hatifi kaget karena orang-orang menyebut Tuan Guru Bengkel dengan sebutan ulama besar. Di Lombok, Tuan Guru Bengkel dipanggil dengan Datuk Bengkel.

“Tidak pernah terkenal nama ulamanya,” ceritanya.

Lalu kemudian, H Hatifi pulang ke Lombok. Ia memberitahu keluarganya perihal peristiwa yang dialaminya di Surabaya terkait Tuan Guru Bengkel. 

IPNU Tegal

“Sehingga banyak keluarganya yang masuk NU,” tukasnya.

TGH M Shaleh Hambali atau Tuan Guru Bengkel adalah merupakan salah satu perintis kebangkitan pendidikan Islam di Lombok pada awal abad ke-20. Tuan Guru Bengkel merupakan Rais Syuriah pertama PWNU NTB. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ulama, News IPNU Tegal

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal

Solo, IPNU Tegal - Tim tuan rumah Pesantren Al-Muayyad FC berhasil melaju ke babak semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II (Soloraya).

Hasil tersebut didapat setelah kesebelasan asal Mangkuyudan Surakarta itu mengalahkan Al-Falah Baki Sukoharjo, pada laga yang dihelat di Lapangan Kota Barat, Sabtu (9/9).

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal

Al-Falah yang berkostum kuning sebetulnya sempat unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Sobri di menit 22.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Di menit 26, skor menjadi imbang 1-1. Sundulan pemain Al-Muayyad Miftakhul Amin meluncur deras ke gawang lawan.

IPNU Tegal

Semenit berselang, melalui kepala Khotibul Anam, mampu membalikkan keadaan untuk keunggulan Al-Muayyad. Skor. 2-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan wasit.

IPNU Tegal

Pelatih Al-Muayyad Edy Munkanif mengatakan kesiapan tim mereka untuk menghadapi lawan di babak semifinal.

Di babak semifinal yang digelar Ahad (10/9) sore, Al-Muayyad akan menghadapi Walisongo FC dari Sragen, yang juga berhasil memenangkan duel sesama kota melawan Al-Hikmah Tanon. (Ajie Najmuddin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya

Jakarta, IPNU Tegal. Beberapa waktu yang lalu tersiar berita mengenai pertanyaan KH Syukron Makmun tentang tanah wakaf yang dikenai pajak kepada Presiden. Dalam keterangan pers di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/4/2017), ia menyatakan bahwa tanah wakaf yang dikelolanya dikenai pajak.

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya

"Saya sendiri ditagih pajak, yang jumlahnya nanti istighfar mendengarnya," kata Syukron Makmun.

Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 Pasal 3 Ayat 1, tanah yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan, tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan.

Menurut Anggota Badan Wakaf Indonesia Soraya Devi, tanah wakaf yang dikenai pajak bisa jadi karena tanah itu belum memiliki sertifikat wakaf.

"Yang sekarang banyak terjadi adalah tagihan pajak timbul karena banyaknya tanah wakaf yang belum bersertipikat hak milik wakaf," jelas Devi, Selasa (5/4/2017) malam.

IPNU Tegal

Ia mencontohkan tanah wakaf yang masih bersertifikat hak milik (SHM), hak guna bangunan (HGB), hak guna usah (HGU), girik, dan verponding.

Untuk bisa mendapatkan sertifikat wakaf, menurut Devi, persyaratan berupa warkat atau surat-surat tanah harus lengkap. Namun, "Kelengkapan warkat inilah kendala utama," ujar Devi.

Untuk itu, Devi berharap Badan Pertanahan Nasional bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih memudahkan nazhir untuk mendapatkan sertifikat wakaf.

IPNU Tegal

"Terutama sertifikat wakaf untuk tanah yang di atasnya ada masjid," kata Devi.

Mengenai tanah wakaf yang digunakan untuk kegiatan usaha wakaf produktif, Devi menyatakan bahwa hanya kegiatan usahanya yang dikenai pajak. Adapun tanahnya tidak dikenai pajak jika sudah bersertifikat wakaf. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, News IPNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Pemerintah Siap Back-up Ansor Perang Hadapi Narkoba

Padangpariaman,IPNU Tegal?

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menegaskan siap memback-up di garda depan Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman dalam perang menghadapi penyalahgunaan narkoba yang sudah ? menghancurkan generasi bangsa Indonesia. Indonesia saat ini sudah berada pada darurat narkoba. Gerakan Pemuda Ansor terbukti terus mendengungkan perang terhadap narkoba yang merusak masa depan generasi muda bangsa.

?

Pemerintah Siap Back-up Ansor Perang Hadapi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Siap Back-up Ansor Perang Hadapi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Siap Back-up Ansor Perang Hadapi Narkoba

Penegasan itu diungkapkan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menjelang pembaitan dan penutupan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar Banser), Ahad (31/5/2015) malam dinihari di INS Kayutanam.

Sebelum menyampaikan penegasan tersebut, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni makan bersama dengan peserta PKD dan Diklatsar Banser. Makan bersama dengan ala pelatihan kader yang sudah disiapkan dan dengan menu seadanya. Bupati didampingi Wakil Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman, Bendahara Ansor Sumbar Armaidi Tanjung, Sekretaris Ansor Sumbar Zulhardi Z. Latif dan Ketua PC Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana. Bupati terlihat santai dan membaur dengan peserta PKD yang sudah mengikuti kegiatan sejak Jum’at (29/5/2015).

IPNU Tegal

?

"Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan yang sengaja dilakukan untuk menghancurkan generasi muda Indonesia oleh pihak asing yang ingin menguasai negeri ini. Buktinya, hanya 9 orang pelaku pengedar/gembong narkoba yang dihukum mati ributnya bukan main. Ancaman terhadap pemerintahan Indonesia pun dilayangkan. Tapi anehnya, sudah ribuan orang yang meninggal akibat mengkonsumsi narkoba, tidak satupun diantara mereka yang meributkan itu angkat bicara. Sungguh kenyataan pahit yang harus dihadapi," kata Ali Mukhni.

?

IPNU Tegal

Kenyataan itu, kata Ali Mukhni, membuktikan bahwa narkoba memang harus dilawan, diperangi dan dijauhkan dari generasi muda, khususnya di Padangpariaman.?

"Saya bangga dan memberikan apresiasi kepada Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman yang sudah melaksanakan PKD dan Diklatsar ini. Mereka yang sudah mengikuti kegiatan ini, pastilah menjadi garda terdepan terhadap perang narkoba itu. Karena Ansor sudah menyatakan perang dengan narkoba itu sendiri," kata Ali Mukhni.

?

"Saya tidak menginginkan satupun generasi muda Kabupaten Padangpariaman terlibat narkoba. Untuk itu kegiatan pelatihan seperti ini yang menyatakan perang dengan narkoba harus didukung penuh," tutur Ali Mukhni yang disambut dengan mars Ansor dan mars Banser oleh peserta.?

Dari mars Ansor dan Banser tadi, kata Ali Mukhni, Ansor sangat tegas komitmennya terhadap NKRI dan agama. Sudah pasti setiap gerakan dan upaya yang menghancurkan NKRI akan dilawan.? ?

Selain itu, kata Ali Mukni, PKD dan Diklatsar ini penting dalam proses melahirkan pemimpin bangsa dan Kabupaten Padangpariaman masa depan. Seorang pemimpin tidak lahir secara tiba-tiba. Tapi pemimpin yang baik itu harus lahir dari proses yang cukup panjang sehingga matang dalam menerima amanah sebagai seorang pemimpin.?

"Peserta PKD dan Diklatsar jadilah seorang pemuda pelopor. Dimana menjadi pelopor ? di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sahabat-sahabat yang sudah ditempa selama tiga hari tiga malam full, kurang tidur, makan seadanya, diharapkan mampu berbuat untuk bangsa, agama, masyarakat Padangpariaman dan untuk diri sendiri," tutur Ali Mukhni.?

Ali Mukhni juga menyatakan, banyak pemimpin yang mengaku beragama Islam, tapi tidak peduli dengan Islam itu sendiri. Banyak pula pemimpin yang pintar, bertitel banyak, tapi juga tidak peduli dengan masyarakatnya. Seharusnya kekuasaan yang diperolehnya untuk membela agama dan NKRI. Tapi justru menghancurkan agama sendiri dan merongrong NKRI.?

"Di Kabupaten Padangpariaman hampir tiada hari tanpa kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap berbagai kegiatan keagamaan. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan hendaknya di masa mendatang," kata Ali Mukhni yang juga Mustasyar Nahdlatul Ulama Padangpariaman ini.

?

Pentingnya kegiatan semacam ini, kata Ali Mukhni, Ansor Padangpariaman diminta untuk terus melakukan secara berkala. Minimal 2 kali setahun perlu diadakan. Terkait biaya pelaksanaan, tidak perlu ragu, pasti bisa diatasi.?

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Zeki Aliwardana menyebutkan, PKD merupakan yang kedua kali diselenggarakan di Padangpariaman. Sedangkan Diklatsar Banser yang pertama di Padangpariaman. PKD diberikan instruktur nasional KH Abdul Khalim Anwar (PP GP Ansor), Rusli Intan Sati dan Armaidi Tanjung (PW GP Ansor Sumbar), ? serta instruktur PW. Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman. Sedangkan instruktur Diklatsar Banser Hafnizon, dari Kodim 0308 Pariaman, Polres Padangpariaman dan Polres Kota Pariaman. PKD dan Diklatsar Banser dibuka Ketua PW GP Ansor Sumbar Rusli Intan Sati, Jumat 29/5/2015).?

"PKD dan Diklatsar Banser ini diikuti utusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan di Padangpariaman dan beberapa orang dari kabupaten lain. Usai lebaran, Ansor Padangpariaman kembali mengadakan PKD dan Diklatsar Banser karena mendapat sambutan dari peserta. Masing-masing peserta sudah bertekad untuk menyelenggarakan kegiatan ini dengan melibatkan generasi muda di lingkungan masing-masing," kata Zeki Aliwardana mantan Wakil Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini.

Dukungan terhadap kegiatan PKD dan Diklatsar Banser ini tidak hanya dari Bupati Padangpariaman, tapi juga dari Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim, Wakil Bupati Padangpariaman Damsuar, Ketua Baznas Kabupaten Padangpariaman Suhatri Bur, Dandim 0308 Pariaman, Kapolres Padangpariaman, Kapolres Kota Pariaman, PC Nahdlatul Ulama dan pihak lainnya. Ini menunjukkan Gerakan Pemuda Ansor di Padangpariaman ditunggu masyarakat untuk turut menyelamatkan generasi muda Padangpariaman masa depan.

?

Menurut Zeki, Diklatsar Banser merupakan pelatihan dasar yang diikuti Banser Ansor. Dari Diklatsar ini kita berharap akan muncul generasi muda Padangpariaman yang memiliki jiwa nasionalisme, kebangsaan dan tangguh dalam menghadapi tantangan yang muncul di tengah masyarakat. Terutama terkait dengan ancam gangguan keamanan ketertiban masyarakat baik yang datang dari dalam masyarakat Padangpariaman sendiri, maupun dari luar Padangpariaman.

"Banser Ansor di Padangpariaman mulai memahami betapa pentingnya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari serangan dan ancaman pihak luar. Khususnya jaringan transnasional yang belakangan jadi sorotan, misalnya paham dan rekrut simpatisan ISIS di daerah Kabupaten Padangpariaman," tambah Zeki. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, Internasional, News IPNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mustasyar NU Lampung: Hindari Saling Curiga, Hormati Agama Lain!

Pringsewu, IPNU Tegal - Agama mengajarkan agar penganutnya menanamkan pemahanan terhadap naskah suci melalui pendekatan kontekstual, bukan hanya pemahaman secara tekstual. Agama juga mengajarkan umatnya untuk bersikap inklusif serta toleran antara sesama umat beragama.

Selain itu, agama juga mengajarkan umatnya untuk menanamkan saling menerima keberadaan umat beragama lain dan saling mengerti kebutuhan umat beragama lain. Oleh karenanya perlu dihindari rasa curiga dengan mengembangkan forum dialog di lingkungan internal umat beragama, antarumat beragama, dan umat beragama dengan pemerintah.

Mustasyar NU Lampung: Hindari Saling Curiga, Hormati Agama Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar NU Lampung: Hindari Saling Curiga, Hormati Agama Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar NU Lampung: Hindari Saling Curiga, Hormati Agama Lain!

Demikian disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Mustasyar PWNU Lampung KH DR Khairuddin Tahmid saat menjadi pembicara pada Dialog Pelibatan Dai dan Tokoh Pendidikan dalam Pencegahan Paham Radikal-Terorisme yang dilaksanakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung di Hotel Balong Kuring Pringsewu, Kamis (11/8).

Apa yang disampaikan oleh Dosen Pasca Sarjana IAIN Raden Intan ini merupakan konsep dalam beragama yang dinamakan sebagai konsep tawasuthiyah atau moderat. Ia mengajak umat Islam untuk mengembangkan fikrah tawasuthiyah ini di tengah-tengah masyarakat agar radikalisme dan terorisme dapat dihilangkan.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Kiai Khairuddin, begitu ia biasa dipanggil, menjelaskan bahwa sikap tawasuth merupakan salah satu metode untuk melakukan dakwah inklusif sebagai model pencegahan radikalisme dan terorisme. Dakwah inklusif terbukti telah berhasil mencerahkan karena mengedepankan kearifan dalam berdakwah.

"Dakwah itu menyejukkan bukan menyalah-nyalahkan," tegas Kiai Khairuddin. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News IPNU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal!

Jakarta IPNU Tegal,. Film-film yang dianggap Islami sekarang, menurut Wakil Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri, sebenarnya terjebak dalam simbol agama yang dangkal. Hal itu dia tegaskan selepas Musyawarah Film Nasional dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional, yang berlangsung di PBNU belum lama ini.?



Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal! (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal! (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal!

KH A Mustofa Bisri mencontohkan film-film Islami yang pernah ada, “Dulu ketika Pak Usmar Ismail bikin film, tak ada idiom sorban, sajadah, tasbih. Kalau film sekarang, supaya cinta itu tampak Islami, jadi cinta bertasbih, cinta bersorban, yang gitu-gitulah. Ada subhanallah, istighfar segala macam begitu. Film-film Usmar Ismail nggak ada. Kenapa? Karena dia mengerti "inti" dari agama Islam itu apa,” tegasnya.

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini berpendapat, film Islam itu harus bertema yang universal."Islam yang sejak zaman Nabi Ibrohim; atau orang sekarang mengatakan Islam yang universal tentang kemanusiaan, tentang kasih sayang. Itu malah tidak naik dalam film-film kita sekarang. Dulu itu ada cinta kepada tanah air, kasih sayang terhadap sesama manusia, pasrah kepada Tuhan; yang esensial semacam itu yang bisa dirasakan penonton,” tambahnya.

Jadi, lanjut penulis kumpulan cerpen Lukisan Kaligrafi? ini, film sekarang terjebak pada simbol-simbol yang dangkal, “Simbol itu pun nggak bener. Misalnya yang pake sorban, itu nggak jelas, itu sorban model mana? Arab nggak, India nggak, Indonesia nggak. Kenapa nggak pake udeng-udeng aja?” ungkapnya sambil tertawa.

IPNU Tegal

Orang salah mengambil kesimpulan tentang simbol agama, tambah putra pengarang Tafsir Al-Quran bahasa Jawa: Al-Ibriz ini, “Mereka menganggap sorban, sajadah, jubah itu simbol agama dari Rosulullah. Tidak! Itu penghormatan Rosulullah kepada budaya setempat. Karena yang pake sorban, jubah, itu tidak hanya Rosulullah, Abu Jahal juga pake. Itu penghormatan Rosulullah terhadap budaya setempat!”

“Jadi,” sambung kiai yang pelukis ini, “kalau kita mau ittiba (mengikuti, red) Rasul dalam hal pakaian, ya begini, (Gus Mus menunjuk pada pakaian batik coklatnya). Kalau Kanjeng Nabi pakai pakaiannya orang Arab, meskipun sama dengan Abu Jahal, dia menghormati budaya setempat. Saya memakai pakaian orang Indonesia."

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang, Jawa tengah ini juga menambahkan, pembuat film bernuansa agama harus mengerti moral agama sehingga menghasilkan film yang mencerahkan penonton. Film yang bagus itu, selepas menontonnya, penonton tercerahkan, ”Penonton berpikir, apakah saya hamba yang baik atau bukan,” pungkasnya.

?

IPNU Tegal

Penulis ? ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, AlaNu, Doa IPNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan

Tidore, IPNU Tegal. Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober PW NU Maluku Utara bersama Pondok Pesantren Harisul Khairaat Tidore mengelar Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah, Sabtu (21/10). Acara dihadiri oleh Kemenag, Kapolda, dan Dandim 1505 Kota Tidore Kepulauan.

Pembacaan Shalawat Nariyah dipimpin Ketua PCNU Kota Tidore Kepulauan KH An’im Fatahna Jabir. Irama gema sholawat terlihat menambah semangat sedikitnya 900 orang yang hadir.

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan

Kapolres Tidore Azhari Juanda dan Dandim 1505 Tidore Letkol Inf Harrisal Ismail Sumbing kembali mempertegas semangat patriotisme kepahlawan para santri terdahulu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Orasi Kebangsaan disampaikan langsung oleh Ketua PW NU Maluku Utara KH Sarbin Sehe.

IPNU Tegal

“Hari Santri telah ditetapkan oleh negara sebagai penghargaan atas sejarah perjuangan para santri yang turut mempertahankan bangsa Indonesia dari penjajahan. Maka ini menjadi tugas kita bersama seluruh eleman bangsa termaksud santri untuk bisa menyelesaikan persoalan kebangsaan yang akhir-akhir ini merongrong semangat kebangsaan kita,” kata Kiai Sarbin.

Menurutnya NKRI telah final dan tugas kita adalah menjaga persatuan bangsa kita tetap utuh. (Aish Doank/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Hikmah, News, Kajian IPNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Etika Bepergian ke Pasar/Mall

Pada kesempatan yang lalu telah kami bahas pertanyaan pertama dari Bapak Mulyadi Agung tentang shalat jamaah di masjid untuk perempuan. Sekarang, kami akan menjawab pertanyaan kedua yaitu tentang hukum perempuan pergi ke pasar/mall.

Pasar/mall adalah tempat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup keluarga, mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Jadi wajar kalau banyak perempuan atau ibu rumah tangga pergi ke pasar. Namun kiranya perlu lebih berhati-hati terkait dengan hukum yang ditimbulkan dari aktivitas rutin itu.

Ulama memberikan penjelasan dalam hal perempuan keluar rumah baik itu ke pasar/mall atau acara-acara lain. Aktivitas berbelanja ke pasar dan mall hukumnya bisa haram apabila menimbulkan fitnah, misalnya jika mengenakan pakaian yang tidak patut.

Bahtsul masail dalam Muktamar ke-8 NU pernah membahas hal tersebut dengan merujuk pada kitab Is’ad ar-Rafiq ‘ala Syarh Sullam at-Taufiq karya Syekh Muhammad Babashil sebagai berikut :

Etika Bepergian ke Pasar/Mall (Sumber Gambar : Nu Online)
Etika Bepergian ke Pasar/Mall (Sumber Gambar : Nu Online)

Etika Bepergian ke Pasar/Mall

? ? ? ? ? ? ? ? ?….? ? ? ? ?. Dalam al-Zawajir Ibn hajar al-Haitami berkata: “Keluarnya wanita dari rumah dengan memakai parfum dan berhias meskipun seizin suami itu (bisa menyebabkan) dosa besar …. ketika nyata-nyata akan terjadi fitnah.”

IPNU Tegal

?

Perlu digarisbawahi di sini bahwa hukum-hukum yang disebutkan di atas terikat dengan ada tidaknya fitnah. Fitnah yang dimaksud di sini, sebagaimana dalam kitab-kitab fiqih, adalah mengundang nafsu birahi laki-laki serta adanya gangguan/tidak adanya rasa aman.

Untuk itu, apabila perempuan mau bepergian ke pasar/mall hendaknya memakai pakaian yang sewajarnya, menutup aurat, tidak memakai perhiasan yang mencolok dan memperhatikan situasi yang ada terkait keamanan dirinya. Lebih baik dalam perjalanan ke pasar atau mall didampingi oleh mahramnya.

Demikian jawaban dari kami, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah Ta’ala selalu memberi kekuatan kepada kita untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta memberikan keselamatan bagi kita di dunia dan akhirat. Aamiin.

? ? ?

IPNU Tegal

? ? ? ? ?

?

Ihya’ Ulumuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, News IPNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

25 Ribu Orang Ziarahi Makam Gus Dur

Jombang, IPNU Tegal. Kharisma KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sangat luar biasa. Memperingati 1.000 hari wafatnya mantan Presiden Indonesia yang digelar Kamis (27/9/2012) malam, diperkirakan diikuti 25 ribu orang.

25 Ribu Orang Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Orang Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ribu Orang Ziarahi Makam Gus Dur

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim Sinarto mengatakan, besarnya luberan peziarah terlihat dari pergerakan orang yang keluar masuk makam Gus Dur yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Berdasar pantauan stafnya di lokasi makam dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD), ? hingga pukul 15.00 WIB, jumlah pengunjung diperkirakan sudah mencapai 10 ribu orang.

IPNU Tegal

Namun menjelang petang hingga malam hari nanti, luberan peziarah – baik dari wisatawan nusantara (Wisnus) maupun wisatawan mancanegara (Wisman) dipastikan semakin banyak. “Kami perkirakan jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai 25 ribu orang,” ujarnya.

Jumlah tersebut, ujar pejabat yang juga dalang ini, naik 500 persen dibandingkan pengunjung pada hari biasa yang hanya 5-6 ribu orang.

IPNU Tegal

Bahkan dibandingkan pengunjung yang ke makam Sunan atau Wali Songo yang ada di Jatim, jumlah yang datang ke makam Gus Dur ini tetap lebih banyak.“Bahkan luar biasanya, mereka yang datang ke makam Gus Dur tidak hanya dari kalangan muslim saja, tapi juga lintas agama,” jelasnya.

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Tribunnews

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News IPNU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo

Lampung Tengah, IPNU Tegal - Ratusan santri dan ratusan Tentara Nasional Indonesia di bawah Komando Dandim 0411 Kabupaten Lampung Tengah mengikuti upacara penurunan bendera di Pesantren Walisongo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. Mereka juga menggelar doa kebangsaan di pesantren tersebut, Kamis (17/8) sore.

Ada yang berbeda  pada upacara penurunan bendera dalam Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia tahun ini di halaman Pesantren Walisongo. Peserta upacara tidak hanya para santri pesantren setempat tetapi tampak hadir pula seratusan lebih pasukan TNI anggota Dandim 0411 Kabupaten Lampung Tengah.

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo

Pengasuh Pesantren Walisongo Kiai Syaikhul Ulum Syuhada di sela-sela sebelum upacara penurunan bendera menyampaikan, agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama pesantren dan militer, Polres Lampung Tengah, MWCNU Bumi Ratu Nuban untuk terus memupuk rasa nasionalisme di kalangan santri dan aparatur negara dalam hal ini TNI dan Polri.

IPNU Tegal

“Mari kita kirimkan hadiah surat Al-Fatihah untuk Komanadan Dandim Lampung Tengah dan Kapolres Lampung Tengah semoga para prajurit, anggotanya senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dalam mengemban tugas negara menjaga ketertiban, keamanan masyarakat Indonesia,” kata alumnus Fakultas Tarbiyah IAIM NU Kota Metro Lampung ini.

IPNU Tegal

Inspektur upacara penurunan bendera adalah Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Janjang Kurniawan. Selepas shalat magrib berjamaah mereka makam tumpeng bersama.

Upacara penurunan bendera di Pesantren Walisongo Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah dihadiri Pengasuh Pesantren Walisongo Kiai Syaikhul Ulum Suhada, Ketua MUI Lampung Tengah H Mutawalli, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, jajaran pengurus MWCNU Bumi Ratu Nuban, para santri Walisongo, pengurus harian Satkorcab Banser Lampung Tengah, Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Janjang Kurniawan, Kapolres Lampung Tengah AKBP Purwanto Puji Suttan, para anggota TNI Dandim 0411 Lampung Tengah, dan masyarakat sekitar. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Aswaja, News IPNU Tegal

Kamis, 16 November 2017

Majelis Alumni Jelaskan 3 Tantangan Terkini IPNU-IPPNU

Jakarta, IPNU Tegal

Majelis alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama beri arahan khusus dalam rapat kerja dan orientasi kepengurusan PP IPNU periode 2015-2018.? Ketua Umum PP IPNU periode 1988-1996 Zainut Tauhid Saadi memberi pemaparan tantangan IPNU-IPPNU ke depan akan dihadapkan pada persoalan kualitas kader, karena di era global ini kita tidak hanya bisa berbicara soal kuantitas.

"Berbicara soal hari ini kita akan dihadapkan dengan tiga tantangan yang terus saling bersinggungan, yaitu idealisme, pragmatisme, dan tata nilai. Ketiga hal tersebut harus dipadukan agar seimbang," kata Zainut saat memaparkan arahan, Ahad (27/03), di Aula Asrama Haji Pondok Gede.

Majelis Alumni Jelaskan 3 Tantangan Terkini IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni Jelaskan 3 Tantangan Terkini IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni Jelaskan 3 Tantangan Terkini IPNU-IPPNU

Ia menjelaskan bahwa tiga kunci kesuksesan dalam organisasi adalah SDM, jejaring sosial, dan finansial.? "Tentu ketiga hal tersebut krusial semua, tapi jangan terpaku karena masalah finansial, coba perluas jaringan pasti banyak jalan," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPNU periode 1996-2000 Hilmi Muhammadiyah memberikan arahan atas nama Majelis Alumni IPNU bahwa arah gerak IPNU sangat didukung oleh Majelis Alumni IPNU. Begitu pula IPPNU, meski saat ini belum terbentuk Majelis Alumni.

"Majelis Alumni IPNU bukan sebagai partner yang mengintervensi tapi membina dan mengarahkan serta membantu mencari jalan untuk berlangsungnya organisasi pelajar yang besar ini," kata Hilmi.

IPNU Tegal

Ia juga menambahkan bahwa IPNU-IPPNU perlu aktif berkoordinasi dengan Majelis Alumni agar mendapat dukungan serta akses yang mempermudah perjalanan organisasi. (Afifah Marwa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Tokoh, News, Halaqoh IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock