Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Jember, IPNU Tegal. Universitas Islam Jember (UIJ) terus berpartisipasi dalam melahirkan orang-orang terdidik di jagat nusantara ini. Hal ini bisa dilihat misalnya dari wisuda yang digelar perguruan tinggi milik NU Cabang Jember tersebut di hotel Bandung Permai, Sabtu (18/2).

Ada ada sekitar 350 mahasiswa diwisuda dalam rapat terbuka Senat UIJ tersebut. Mereka berasal dari Fakultas? Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum. Dari jumlah tersebut, peserta wisuda terbanyak berasal dari? FKIP dan FAI, yang masing-masing menyumbang? lebih dari 100 mahasiswa.

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Menurut? ketua panitia wisuda, Akhmadi, wisuda kali? ini memang dibatasi karena beberapa pertimbangan.? “Peserta wisuda dibatasi karena? disesuaikan dengan kenyamanan fasilitas,” tukasnya kepada IPNU Tegal.

Yang menarik, di wisuda ini? terdapat 17 wisudawan yang hafal Al-Quran 30 juz. Mereka adalah mahasiswa Prodi Komunikasi, FISIP. Mereka dinyatakan lulus dengan indeks prestasi (IP)? rata-rata di atas tiga koma. UIJ sendiri tidak mempunyai lembaga sayap? yang menggodok? mahasiswa peminat hafalan Al-Quran, namun itu hasil kerjasama antara UIJ dengan sebuah lembaga hafalan Al-Quran di Kabupaten Jember.

“Ini merupakan komitmen kami untuk terus mendorong lahirnya orang-orang terdidik yang hafal Al-Quran,” ujar Rektor UIJ H. Abdul Hadi.

IPNU Tegal

Sejak beberapa tahun lalu, UIJ memberi perhatian khusus kepada calon mahasiswa penghafal Al-Quran. Mereka yang hafal Al-Quran minimal 5 juz, bisa kuliah di UIJ dengan beasiswa terbatas, yaitu membayar separuh dari biaya normal. Program tersebut diutamakan bagi anak-anak tokoh NU atau lulusan sekolah yang berafiliasi ke NU.

“Itu sebagai penghargaan kami kepada anak-anak muda yang hafal Quran sekaligus untuk merangsang kader-kader NU hafal Quran,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Internasional, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menggagas sebuah majelis dzikir yang dinamakan Hubbul Wathon. Majelis tersebut dideklarasikan di hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (13/7). Deklarasi yang dihadiri 700 kiai itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

Apa dan bagaimana gerak dan cita majelis dzikir itu ke depan? Abdullah Alawi dari IPNU Tegal berhasil mewawancarai Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi. Berikut petikannya: ?

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir

Setelah dideklarasikan, apa rencana terdekat Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW)?

. Saat ini yang sedang dilakukan adalah mematangkan organisasi dan jaringannya karena kita sedang membangun infrastruktur organisasi nasional. Nanti kita akan mengajak para habaib, para kiai untuk bergabung bersama-sama. Ini kombinasinya para habaib, masyaikh, kiai-kiai kita. Kita tersentral pada visi dan misi. Visi misinya adalah kita ingin menjadi jembatan untuk mengatasi kebuntuan komunikasi, kebuntuan silaturahim yang hari ini terjadi, kelompok dalam rumah Indonesia ini tidak berkomunikasi dengan baik.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Bagaimana caranya?

. Dzikir itu kan bahasa spiritual, bahasa hati, bahasa bagaimana orang masuk ke dalam upaya meyelesaikan problem itu dari dalam dirinya sendiri, dan resistensi tidak ada. Kalau kita mau berdzikir, dari partai mana pun, dari kelompok mana pun, mereka pasti suka. Di situ kita masuk. Banyak problem ini bukan terjadi karena subtansi masalah, tapi karena problem komunikasi. Kita mencoba membantu mengatasi dari situ, mengatasi problem-problem dengan silaturahim.

Problem komunikasi diselesaikan dengan cara dzikir dalam praktiknya itu bagaimana?

. Begini, dzikir itu, wahana ya. Kalau kita ketemu, yang kita omongkan kan macam-macam, bisa politik, ekonomi, bisa macam-macam. Intinya, kalau orang ketemu, pasti akan komunikasi. Nah, jangankan untuk ketemu, menyelesaikan masalah, cara komunikasinya pun, orang sekarang tidak bisa. Beda pikiran. Beda macam-macam. Tidak nyambung. Kita bertengkar hari ini, tidak nyambung masalahnya ini. Kita ingin masuk melampaui itu semua. Bayangkan bagaimana jika suatu hari di Istana, Jokowi mengundang semua kelompok oposisi untuk berdzikir bersama. Atau sebaliknya, di kelompok oposisi mengundang Istana untuk berdzikir di situ. Ini kan bisa menjadi sesuatu yang bisa jadi jembatan.

Lalu, bagaimana bisa menjadi alat komunikasi bagi orang tidak suka dzikir? ?

. Dzikir kan memang bahasa kelompok yang suka dzikir memang. Kita tidak mau masuk kepada wilayah orang yang tidak suka dzikir.

Oh ya, tadi disebutkan akan melibatka habib-habib. Siapa di antaranya?

. Kita rencananya akan meminta Habib Zen bin Smith selaku Rabithah Alawiyah untuk jadi semacam Dewan Khosnya, juga Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyi, insyaallah jadi Korwil Jawa Timur.

Bagaimana dengan pelibatan anak muda?

. Ini yang kerja hari ini anak muda. Panitia. Yang berdzikirnya juga pasti melibatkan anak muda. Kita mengundang gus-gus yang setara dengan kita, para putra kiai yang muda-muda, dengan harapan mampu menjadi gerakan anak muda. Gus Wafi, putranya Mbah Moen, ada Gus Salam, cucunya Mbah Bisri, dan gus gus lain, yang alhamdulillah bersedia menjadi bagian majelis dzkir ini.

Bacaan dzikirnya itu bagaimana?

. Tadi sudah meminta ijazah dari Mbah Moen, mohon dibuatkan, dipersiapkan dzikir yang bisa diaplikasikan, sederhana, untuk kalangan umum karena kita kan bukan pengamal thoriqoh seperti thoriqoh tertentu ya. Kita ini majelis dzikir, dzikir yang umum untuk khalayak karena tujuannya kan menyatukan masyarakat dalam nuansa spiritualitas, jadi mencari model yang sederhana yang bisa diterapkan.

Kita berdzikir sebagaimana orang-orang berdzikir, tapi sebagaimana Kiai Ma’ruf sampaikan; ada halaqah, ada tahswirul afkarnya, ada tukar-menukar pikirannya, disamping juga ada istightsah, ada program sosial dan program ekonomi, modelnya korwil.



Tadi ada informasi majelis dzikir ini akan diundang ke Istana, bisa diceritakan?

. Tanggal satu itu kan menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari kemerdekaan. Yang kita undang perwakilan dari habaib, kiai-kiai, umat sendiri. Intinya akan rolling nanti. Rolling ke berbagai daerah di Indonesia.

Kenapa dinamakan Majelis Dzikir Hubbul Wathon?

. Penamaan, saya tidak berani mengklaim itu dari saya, tapi itu menunjukkan semangat hubbul wathon hari ini bagitu luar biasa. Kemarin memutuskannya, dapat itu.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal

Solo, IPNU Tegal - Tim tuan rumah Pesantren Al-Muayyad FC berhasil melaju ke babak semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II (Soloraya).

Hasil tersebut didapat setelah kesebelasan asal Mangkuyudan Surakarta itu mengalahkan Al-Falah Baki Sukoharjo, pada laga yang dihelat di Lapangan Kota Barat, Sabtu (9/9).

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalahkan Al-Falah, Al-Muayyad Melaju ke Semifinal

Al-Falah yang berkostum kuning sebetulnya sempat unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Sobri di menit 22.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Di menit 26, skor menjadi imbang 1-1. Sundulan pemain Al-Muayyad Miftakhul Amin meluncur deras ke gawang lawan.

IPNU Tegal

Semenit berselang, melalui kepala Khotibul Anam, mampu membalikkan keadaan untuk keunggulan Al-Muayyad. Skor. 2-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan wasit.

IPNU Tegal

Pelatih Al-Muayyad Edy Munkanif mengatakan kesiapan tim mereka untuk menghadapi lawan di babak semifinal.

Di babak semifinal yang digelar Ahad (10/9) sore, Al-Muayyad akan menghadapi Walisongo FC dari Sragen, yang juga berhasil memenangkan duel sesama kota melawan Al-Hikmah Tanon. (Ajie Najmuddin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Pondok Pesantren IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa

Pariaman,IPNU Tegal. Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pariaman Satria Effendi mengungkapkan masih banyak ditemui mahasiswa yang tidak bersikap seperti layaknya mahasiswa. Hal ini terlihat dari sikap dan perilakunya yang tidak sesuai dengan status seorang mahasiswa.

Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, mengungkapkan hal itu saat membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ke-III Pengurus Komisariat STIE Sumbar, Sabtu (25/10), di TPA/MDA Masjid Raya Kampung Perak, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

PMII  Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pariaman: Banyak Mahasiswa Tak Seperti Mahasiswa

Menurut Satria Effendi, mahasiswa memiliki peran amat penting dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Mengutip ungkapan dari Bung Karno, mahasiswalah kelak yang akan memimpin bangsa Indonesia. Untuk itu, Indonesia butuh mahasiswa.

IPNU Tegal

"Karena itu, mahasiswa harus siap membekali dirinya jadi pemimpin di negeri ini. Kalau mahasiswa tidak siap dalam memimpin, maka hancurlah Indonesia. Dengan demikian, di pundak mahasiswa terletak beban bangsa Indonesia ke depan," tambah Satria.

Satria mengakui, masih rendah minat mahasiswa di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman untuk berorganisasi. Padahal organisasi merupakan salah satu wadah melatih dan menyiapkan pemimpin masa depan.

IPNU Tegal

"Selama berorganisasi sudah pasti akan menghadapi hambatan, tantangan dan butuh perjuangan. Namun apa pun hambatan dan tantangan dihadapi adalah bagian proses pematangan diri. Kepada kader PMII terus ditekankan untuk tetap istiqamah selama berproses dalam perjuangan berorganisasi," tutur Satria mahasiswa pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Ditambahkan Satria, yakinkanlah diri saat berpikir dan berbuat untuk masyarakat, bangsa dan negara, berbagai hambatan akan dimudahkan oleh Allah Swt. Yang penting sebagai kader tidak boleh berputus asa.

Pembukaan MAPABA dihadiri  Ketua PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi Indra Saputra, Ketua Komisariat PMII STIT SB Rozi Yardinal, Ketua Komisariat PMII STIE Sumbar Iqbal. "Peserta MAPABA berasal dari mahasiswa STIE Sumatera Barat Pariaman, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, STIKIP Nasional Pauhkambar Padangpariaman dan STIKIP YDB Lubuk Alung Padangpariaman," kata Ketua Panitia Pelaksana Jefrizal.

Ditambahkan Jefrizal, MAPABA berlangsung selama 2 hari, hingga Ahad (26/10). Kegiatan tersebut bertema, “Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan mewujudkan tridarma perguruan tinggi di kalangan mahasiswa”.

Materi yang diberikan meliputi mahasiswa dan tanggungjawab sosial, motivasi dan semangat berorganisasi, Islam di Indonesia, antropologi kampus, teknik & praktek sidang, manajemen organisasi dan kepemimpinan, aswaja sebagai manhaj al-fikri, sejarah lokal PMII, emansipasi wanita (jender) dan nilai dasar perjuangan (NDP). (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Hikmah, Kyai IPNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta

Jepara, IPNU Tegal - Peserta Bakti Sosial (Baksos) tampak antusias mengikuti rangkaian layanan kesehatan yang dibuka Muslimat NU Jepara di Klinik Masyithoh Gedung NU Jepara, Kamis (6/4). Terbukti sejak loket pendaftaran dibuka pukul 07.00 WIB, antrean peserta mengular untuk mendapatkan pelayanan.

Muslimat menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dalam baksos ini. Titik fokus kegiatan ini adalah kesehatan reproduksi.

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta

Layanan yang disediakan adalah pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implant serta deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. Selain itu peserta yang ingin memeriksakan mata dan cek gula darah juga dilayani.

“Meskipun tahun ini Muslimat mandiri dalam mencari akseptor, tetapi alhamdulillah peserta di luar dugaan target kami. Kegiatan baksos dalam rangka Harlah Ke-71 Muslimat dan Hari Jadi Ke-468 Jepara ini bisa bermanfaat,” kata Ketua Muslimat NU Noor Ainy.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

“Lebih dari 350 peserta yang ikut. IUD yang ditarget hanya 25 orang pada hari pelaksanaan lebih dari 38 akseptor,” imbuhnya.

Senada dengan Noor Ainy, Mayadina Rohma yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Harlah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang mengikuti baksos.

“Goal kami adalah peningkatan kualitas diri perempuan Jepara. Baksos ini bisa merupakan tangga pencapaian tujuan tersebut,” kata Mayadina.

Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Rini Kusumasari mengatakan bahwa kader Muslimat hendaknya ikut menggugah kesadaran perempuan untuk tidak malu memeriksakan diri. “Tidak perlu malu periksa, karena yang melayani pasti dokter perempuan juga. Mengetahui lebih awal semakin memperkecil kesempatan sel kanker berkembang lebih ganas,” pungkasnya.

Kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan Muslimat NU Jepara. Baksos ini juga merupakan pembuktian bagi DP3AP2KB yang dulunya berbentuk badan dan baru tahun ini di Jeapra menjadi dinas. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat luas. (YR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren IPNU Tegal

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul

Pemeberhentian terakhir dalam perjalanan malam itu adalah Baitul Maqdis. Dalam sekejap mata setelah Rasulullah saw sampai di Baitul Maqdis para nabi, rasul dan malaikat berkumpul . Kemudian dikumandangkanlah adzan dan iqamat. Mereka yang datang berbaris rapi bershaf-shaf. Lalu Jibril mempersilahkan Rasulullah saw menjadi imam. Begitulah setelah shalat dengan berjama’ah para nabi dan rasul memuji kepada Allah atas karunia dari-Nya. Begitu juga Rasulullah saw mengucap tasbih atas karunia yang istimewa yang tidak diperoleh nabi dan rasul lainnya.

Baitul Maqdis adalah merupakan pelabuhan terakhir isra’nya (perjalanan malam)Rasulullah saw sebelum kemudian dimi’rajkan Allah ke shidratil muntaha. Baitul Maqdis seolah memiliki jalur utama yang dapat menghubungkan dunia ini dengan pintu langit. Dikatakan demikian karena di sanalah para nabi dan rasul itu turun, dan dari sanalah Rasulullah saw akan memulai mi’rajnya.

Adapun mengenai shalat Jama’ah bersama para nabi dan rasul dan Muhammas saw sebagai Imamnya merupakan sebuah bukti bahwa mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai wasilah menuju Allah swt. Mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai penghubung kepada Allah swt, sebagaimana yang disebutkan dalam surat al-Maidah ayat 35:

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Demikianlah kepemimpinan Rasulullah saw sebagai imam dalam shalat ini menunjukkan pengakuan para nabi dan rasul itu akan syariat islam yang sempurna yang dibawa oleh Rasulullah saw, nabi sekaligus rasul pungkasan. Mengenai jama’ah itu sendiri sungguh tidak dapat dipungkiri fadhilannya, jika para nabi, rasul dan malaikat saja berjama’ah. (red.Ulil H) 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Internasional IPNU Tegal

IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

Jakarta, IPNU Tegal 



Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, reuni, kongres atau apapun namanya boleh saja dilakukan. Apalagi jika dimaksudkan untuk meningkatkan ukhuwah islamiyyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan sesama warga negara).

Ia mengatakan hal itu ketika mengomentari Reuni alumni 212 yang akan digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12). Reuni itu memperingati aksi yang dilakukan umat Islam setahun yang lalu.   

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

"Namun, jangan ada upaya untuk mengarus-utamakan agama dalam percaturan politik praktis, apalagi menjadikan agama sebagai tunggangan politik. Politisasi agama akan mengoyak kohesivitas sosial yang pada gilirannya merusak persatuan dan kesatuan bangsa," katanya di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (30/11). 

Ia meminta untuk menjadikan agama sebagai inspirasi dalam  mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan jadikan agama sebagai aspirasi politik. Kesepakatan para pendiri bangsa atas NKRI (mu’ahadah wathaniyyah, konsep negara bangsa) harus kita junjung tinggi.

“Betapa rendah kedudukan agama bila dijadikan aspirasi politik hanya untuk menangguk keuntungan politik elektoral lima tahunan. Apalagi untuk dikonversi dengan perolehan suara dalam politik elektoral.” (Abdullah Alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Pondok Pesantren, Sejarah IPNU Tegal

IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock