Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Jokowi di Mata Kiai Lokal

Oleh Irfan Nuruddin

---Berawal dari seringnya mendapat pertanyaan dari teman-teman alumni Pondok? Langitan, perihal sosok Jokowi,? bagaimana keislamannya dan kiprah dia sewaktu menjadi Wali Kota Solo. Pertanyaan tersebut ada mungkin karena seringnya kampanye hitam yang mereka terima, baik melalui SMS, transkrip pembicaraan, media cetak maupun di sosial media.

Awalnya saya jawab, “Menurutku, sepengetahuanku….” Tapi jawaban seperti itu, bagiku sendiri juga tidak afdhol, kurang begitu shohih, tsiqoh, aku iki lho sopo (saya bukan siapa-siapa)?

Jokowi di Mata Kiai Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi di Mata Kiai Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi di Mata Kiai Lokal

Kemudian saya berinisiatif untuk mendapatkan info tentang Jokowi dari sumber yang tsiqoh, yang tahu dan kenal dekat dengan Jokowi, dan yang aku tahu adalah KH. Abdul Kareem, seorang hafidzul Qur’an dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zayyady, Laweyan, Solo. Untuk masyarakat Solo dan sekitarnya pasti tahu siapa beliau. Beliau juga sahabat sekaligus mentor Jokowi.

“Pak, keislaman Jokowi niku pripun (bagaimana sebenarnya keislaman Jokowi)?” tanyaku langsung ke masalah. Siang itu, Ahad? 22 Juni di ndalem beliau, Tegal Ayu, Laweyan, Solo.

? “Islam-imanipun Jokowi miturut kulo sae, saestu sae (baik, benar-benar baik). Saya kenal Jokowi jauh sebelum dia menjadi walikota, ketika dia menjadi ketua Asmindo, Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia, dia punya perusahaan mebel namanya ‘Rakabu’. Dia aktif mengikuti pengajian-pengajian saya. Dan dikemudian hari membentuk majlis pengajian Pengusaha Islam Muda yang namanya Bening Ati, pengasuhnya kulo kiyambak (saya sendiri), Pak Yai Nahar, (Pengasuh PP Ta’mirul Islam waktu itu) dan juga PakYai Rozaq, (Pengasuh PP Al Muayyad).

IPNU Tegal

Tapi beberapa tahun majelis pengajian berlangsung, kemudian goyah, karena beberapa anggotanya sama mencalonkan dirimenjadi Wali Kota, Pak Jokowi sendiri, Pak Purnomo, (sekarang menjadi Wakil WaliKota Solo) dan Pak Hardono. Lah kulo ‘kebagian’ mendukung Pak Jokowi, dan pada saat itulah saya tahu betul bagaimana Pak Jokowi, sebab renteng-renteng bareng kemana-mana, puasa Senin-Kemisnya tidak pernah ketinggalan, tahajudnya juga luar biasa, sama sekali tidak pernah tinggal Jum’atan, apalagi cuma sholat lima waktu yang memang dah kewajiban. Keluarga Jokowi juga Islamnya taat, adik-adiknya putri semua berjilbab itu juga sejak dulu, dan juga diambil mantu oleh orang-orang? yang Islamnya baik semua, Jenengan ngertos kiyambak tho Gus?” jawab beliau lugas.

? ? “Tapi kulo gih tidak habis pikir, kenapa orang yang jelas-jelas keislamannya kok diisukan kafir, keturunan nasrani, cina dan lain-lain, hanya karena perbedaan politik, tur itu yang mengisukan yo wong islam dewe… Kulo ape meneng wae opo yo trimo, opo yo pantes, dulur Islam dikafir-kafirke kok meneng ora mbelani, opo yo pantes…” ucap beliau dengan berusaha keras menahan air mata sehingga mata beliau memerah. Suara beliau sengau menahan isak.

IPNU Tegal

Melihat pemandangan seperti itu, hatiku rasanya ngilu, seperti diremas-remas oleh kekuatan dunia lain, betapa ringannya orang mempolitisasi agama untuk kekuasaan, aku terdiam lama, untuk meneruskan pertanyaan rasanya tidak mampu.Terbawa suasana yang tiba-tiba mengiris-ngiris kalbu.

? “Ya memang Pak Jokowi bukanlah santri ndeles kados Jenengan Gus, bacaannya tidak sebagus santri-santri Muayyad, tapi opo terus kekurangan seperti itu menjadikan dia pantas dicap abangan, gak ngerti agomo…apalagi kafir?” Dengan menahan isak pertanyaan tersebut terucap.

Memang isu Jokowi sebagai orang abangan atau kejawen itu dimunculkan sejak Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta dua tahun lalu, dan setahuku Jokowi waktu itu sama sekali tidak menggubris isu-isu tersebut. Dan rupanya isu-isu tersebut dimunculkan lagi saat pilpres ini dan lebih masih dan dasyhat, sehingga pada waktu ? Jokowi sowan ke Pak Dul Kareem (begitu aku biasa menyebut KH Abdul Kareem Ahmad), 6 Juni lalu, JOKOWI madul, “Kulo kiyambak Gus Kareem, bisa menahan diri difitnah-fitnah seperti itu, tetapi menawi kalau itu ibu saya, ibu saya difitnah kafir, nasrani,… kulo sing mboten saget nrimo (tidak apa saya difitnah, tapi kalau ibu saya yang difitnah kafir, nasrani, saya tidak terima),”? kata Jokowi ditrukan Pak Dul Kareem. Lah dalah, aku merinding mendengar cerita tersebut.

Mungkin juga, Jokowi dianggap orang abangan karena dia diusung oleh PDIP yang identik dengan abang-abang, padahal PDIP Solo, sangat agamis, punya masjid sendiri di depan Kantor PDIP di Brengosan, dan masjidnya makmur, setiap minggu ada kegiatan semaan Al Qur’an bil ghoib dan pengajian rutin. Tur juga, partai yang terkuat di Solo adalah PDIP, partai-partai lain yang berbasis Islam seperti PPP, dan PKB sama sekali gak ada baunya, kecuali PAN dan PKS-mambu-mambu sitik (partai Islam di Solo tidak terlalu kuat).

Sebetulnya obrolan tersebut sangat panjang dan beragam masalah yang didawuhkan oleh Pak Dul Kareem, tapi karena terbatasnya halaman, aku singkat semua obrolan tersebut dengan sebuah pertanyaan, “Bagaimana kepemimpinan Jokowi selama menjadi wali kota Solo, ketegasannya dan juga kebijakannya, terutamapada umat Islam?”

? “Kebijakkan Pak Jokowi selama di Solo, sama sekali tidak ada yang merugikan umat Islam, kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan masalah agama selalu dikonsultasikan dulu pada ulama Solo, terutamanya pada Kyai Durrohim, Mustasyar NU waktu itu. Dan kebijakan Pak Jokowi itu bersifat Islam subtantif Gus, tur yo merakyat tenan, umat Islam di Solo itu kan mayoritas dan juga kalangan bawah, jadi ? Pak Jokowi untuk mengangkat ekonomi rakyat kecil dengan menbangun banyak pasar-pasar tradisional, minimarket tidak boleh buka 24 jam, tidak mengizinkan mall-mall ada lagi,jarene Pak Jokowi, kalo umat Islam sejahtera maka masjid dengan sendirinya akan dipenuhi jama’ah, gitu Gus,” jelas Pak Dul Kareem padaku.

Memang yang kudengar selama ini ya begitu itu, bahkan Jokowi berani menentang kebijakan Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah yang mengizinkan? dibangunnya mall di Sari Petojo, sebab memang tanah Sari Petojo adalah milik propinsi, dan berhubung itu berada di daerah Solo, pembangunan tersebut tidak diizinkan oleh Jokowi, karena tidak berpihak pada ekonomi rakyat kecil di sekitarnya.

? “Contoh lain, lokalisasi Shilir yang ada di Semanggi setahun menjadi Wali Kota, ditutup oleh Pak Jokowi, dan kemudian dibangun sebuah pasar untukmenghidupkan perekonomian warga sekitar. Dan yang mengisi pasar tersebut adalah para pedagang loak yang di Banjarsari, di sana itu ada sebuah monument yang menjadi cagar budaya, kumuh dan kotor karena di tempati oleh PKL-PKL yang tidak teratur. Dan cara memindahkannya pun, Masya Alloh, sangat manusiawi, nguwongke uwong tenan, perwakilan PKL di undang makan di Lodji Gandrung sampai puluhan kali kalau tidak ? salah untuk berdiplomasi dengan para pedagang, dan ketika para pedagang menerima dipindah, mindahnya pun tidak dengan kekerasan, dipawaikan… dikirab dengan marak… podo ditumpakke? jaran, seneng tenan… podo diuwongke mbek Wali Kotane… (proses pemindahan tidak dengan kekerasan, semua pihak merasa dihargai),” ? cerita PakDul Kareem panjang lebar.

Aku membayangkan kemeriahan tersebut dan kegembiraan warganya yang merasa dimanusiakan oleh pemimpinnya. Selama sebelum Jokowi, Solo kumuh dan semrawut, dan? sekarang terlihat lebih hijau dan rapi, meskipun tidak semuanya, tapi itu jauh lebih baik dari pada masa-masa sebelum Wali Kota Jokowi. Dan ketika Shilir di tutup, Habib Syekh yang memang tinggal di Semanggi mendirikan majelis “Shilir Berdzikir” yang menjadi cikal bakal Ahbabul Musthofa saat ini.

Solo saat ini jadi lebih hijau dhohiron wa bathinan, peringatan hari besar Islam juga lebih semarak, ada Parade Hadrah setiap Rajab, Festival Sholawat, kegiatan dzikir tahlil dan barzanji semakin marak, ada setiap saat, tidak hanya di masjid-masjid tapi juga di hotel-hotel mewah. Itu semua sebab kebijakan-kebijakan Jokowi dalam membangun Solo sebagai Kota Sholawat dan juga Spirit of Java. Sholawat Barzanji yang awalnya sesuatu yang jarang, karena NU di Solo adalah minoritas, sekarang menjadi hal yang seakan harus hadir dalam setiap moment, iya, sejak Jokowi menjadikan Majelis Dzikir dan Sholawatan sebagai tamu rutin di Balai Kota setiap Rabiul Awwal. Tidak hanya itu, di Rumah Dinas beliau, Lodji Gandrung dijadikan tempat rutin taraweh ala Masjidil Haram, 23 rakaat beserta witir dan mengkhatamkan Al Qur’an.

? “Ketika Jamuro pertama kali diundang di Balai Kota, Pak Jokowi memberi kenang-kenangan, dalam bungkusan yang sangat tebal, kulo ngiro niku isinya arto Gus, tapi jebule stiker (saya kira isinya uang, tapi sertanya isinya stiker) bertuliskan, “Jamuro, dengan Bershalawat Kita Semua Selamat Dunia Akhirat.”

Aku tertawa mendengar cerita tersebut, sebab kenang-kenangan tumpukan 5000 stiker sebesar uang kertas, dibungkus dengan rapi kertas coklat, yang dibuka di depan umum, bisa menjadikan orang menyangka itu adalah uang puluhan juta. Jebule cuma stiker.

Jamuro, singkatan dari Jam’ah Muji Rosul, awalnya hanya majlis dzikir tahlil dan pembacaan Barjanji yang menjadi rutinan segelintir jamaah, tapi sekarang jama’ahnya puluhan ribu dari Solo dan sekitarnya. Dan Pak Jokowi adalah salah satu pembinanya.

? “Lah ndilalah, Pak Jokowi satu tahun jadi wali kota, kulo kebetulan dados ketua PCNU Solo, jadi gih saget bersinergi dengan Pak Wali, dan Pak Jokowilah yang mengusulkan dan yang ngobrak-ngobrakki agar di bentuk Ranting NU di seluruh Solo, ada 51 Ranting, dan ini baru pertama kalinya PCNU Solo punya ranting, itu berkat Pak Jokowi dan Pak Jokowi juga yang membuatkan 51 papan nama untuk ranting NU tersebut,” cerita Pak Dul Kareem dengan antusias.

? “Di antara juga, shalat Idul Fitri bisa terlaksana di Balai Kota, itu juga kebijakan Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri yang menutupi dua arca yang di depan balai kota itu, pakai kain mori, ditutup sendiri, padahal untuk hal seperti itu, nyuruh ajudan kan bisa.” Saya jadi teringat ketika Jokowi ngangkati gong yang mau ditabuh oleh SBY, entah dalam pembukaan apa itu, aku lupa.

? Hal-hal seperti itu tentu tidak pernah kita dengar dari mulut Jokowi sendiri, yang kita dengar hanyalah pembelaan, “Saya Islam, dan saya meyakini kebenaran Islam saya.” Dan pembelaan diri Jokowi bahwa dirinya dari keluarga muslim yang baik, ? yang juga telah melakukan rukun Islam kelima, itu juga baru kita dengar setelah begitu gencarnya fitnah yang meragukan keislaman dia selama Pilpres 2014 ini. Selama Pilkada Jakarta, dua tahun lalu, JOKOWI membiarkan fitnah-fitnah itu bagai angin lalu, Islamku yo Islamku, lapo dipamer-pamerke… mungkin seperti itu pikirnya. ? Padahal sekarang yang lagi naik daun adalah ? “Akulah yang paling Islam, Akulah yang paling benar” yang lain KW.

Pak Kiai Dul Kareem, memang tidak semasyhur poro masyayih maupun poro mursyid, tapi beliau adalah orang yang ikhlas, dan juga salah satu tokoh yang nasehatnya di dengar Jokowi. Dan Jokowi pun tidak pernah menarik Pak Dul Kareem dalam ranah politik dia.

“Gus Kareem, saya minta dikawal sampai saya selesai, tapi Panjenengan hanya bisa menasehati kulo atau memberi usul, tidak bisa merubah kebijakan saya dalam hal pemerintahan. Kalo dalam hal wudhu, atau sholat, atau ibadah kulo yang salah, kulo menawi mboten nurut Jenengan, kulo monggo Jenengan sampluk. (Kalau dala urusan wudhu dan shalat saya salah, tolong saya diluruskan), itu perkataan Jokowi sendiri ketika dia menjadi Wali Kota Solo, begitu itu sosok Pak Jokowi Gus, tegas, semua bawahannya pasti tahu itu.” Akhir cerita PakDul Kareem, allohu yarham.

Terlepas dari penuturan di atas, Jokowi juga mempunyai banyak kekurangan, dalam pemerintahannya maupun perilaku. Dan itu kalau ditulis bisa jauh berlampir-lampir, beredisi-edisi, sebab mengurai kekurangan orang lain tidak akan habisnya. Ia hanyalah manusia biasa. Tapi aku hanya mengfokuskan diri menjawab pertanyaan teman-temanku selama ini.

Wallohu a’lam bisshowab.

Irfan Nuruddin, santri Pondok Pesantren Langitan, Khodimul ma’had Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Humor Islam, RMI NU IPNU Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Kiai-kiai di Wonosobo Nonton Bareng "Sang Kiai"

Wonosobo, IPNU Tegal. Sebanyak 231 kiai dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo menggelar nonton bareng film Sang Kiai di Dieng Cinema, Ahad (16/6) kemarin. Nonton bareng bersama kiai Wonosobo itu dilakukan di sela-sela harlah ke-90 NU sekaligus memperingati hari lahirnya Pancasila.

Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo Arifin Shiddiq menuturkan, kader muda NU seharusnya meniru rekam jejak mbah KH Hasyim Asy’ari. Karena pendiri NU tersebut memiliki karakter yang luar biasa. "Karakter tersebut belum banyak dimiliki penerus NU pada masa sekarang," katanya. 

Kiai-kiai di Wonosobo Nonton Bareng Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai-kiai di Wonosobo Nonton Bareng Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai-kiai di Wonosobo Nonton Bareng "Sang Kiai"

Pembantu Rektor I UNSIQ Jawa Tengah KH Mukhotob Hamzah yang ikut nonton bareng menambahkan, para santri di era sekarang harus memiliki mental pejuang. Yaitu berjuang untuk dirinya, berjuang buat agamanya, dan berjuang demi bangsanya yaitu bangsa Indonesia.

IPNU Tegal

"Para Santri di Wonosobo bisa belajar keteladanan yang dilakukan sosok mbah KH Hasyim Asy’ari," tandasnya usai nonton bareng film yang diaktor Ikranegara dan Agus Kuncoro tersebut.

IPNU Tegal

Kepala Kementrian Agama Kabupaten Wonosobo Drs. H. Muhtadin mengatakan, Mbah Hasyim juga merupakan sosok yang berani dalam tindakan. Dia berpendirian dan bersemangat melawan penjajah Jepang. Mbah Hasyim menunjukkan bahwa untuk meraih kemenangan tidak harus dengan senjata lengkap. Cukup dengan tekad yang kuat meskipun senjatanya ala kadarnya.

"KH Hasyim Asy’ari menunjukkan betapa wajibnya hukum membela tanah air dari penjajahan. Beliau menyeru para santrinya untuk membela tanah air," jelasnya.

Film yang disutradarai Rako Prijanto membuat para kiai di Wonosobo bangga. Bahwa NU memiliki sosok yang berani berjihad demi agama dan bangsanya. Di film ini membuktikan bahwa banyak peran tokoh ulama dan kiai yang ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Fathul Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Pertandingan IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU

Bondowoso, IPNU Tegal

Sekolah Menengah Atas (SMA) Nahdlatul Ulama 01 Kabupaten Bondowoso menindaklanjuti pelatihan jurnalistik Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU) beberapa waktu lalu dengan menerbitkan Buletin Mata Air NU.

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU 01 Bondowoso Terbitkan Buletin Mata Air NU

Pemimpin Redaksi Buletin Mata Air NU Reni mengatakan, nama buletin tersebut berdasarkan usulan salah satu tim redaksi. Nama ini merupakan perpaduan dari tiga kata, yaitu Mata, Air, dan NU. Dengan “Mata” diharapkan masyarakat melihat berita-berita dalam buletin yang pihaknya terbitkan sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara “Air” mengacu pada fungsinya sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup, baik

IPNU Tegal

manusia, hewan, dan tumbuhan. “Harapannya, media buletin Mata Air NU ini bisa menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat,” kata gadis yang masih duduk di kelas 11 itu.

Yang terakhir adalah kata “NU”. Menurutnya, ini bukan hanya lantaran SMA tempat penerbitan buletin tersebut berada di bawah naungan NU, melainkan juga agar buletin ini mendapatkan doa barokah dari para pendiri NU.

IPNU Tegal

Sebagian siswa-siswi SMA NU 01 setempat yang merupakan tim redaksi Buletin Mata Air NU berkumpul di ruang kelas 11 SMA NU 01 Belindungan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (11/5). Mereka menyiapkan email redaksi.

Tak hanya itu, mereka juga berbagi peran untuk mengerjakan pengetikan sejumlah tulisan. Ada yang menulis puisi, cerpen, juga ada yang menulis berita kegiatan di pondoknya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Pendidikan IPNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Perilaku Eksklusif Jadi Indikator Aliran Agama yang Melenceng

Pringsewu, IPNU Tegal. Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Khairuddin Tahmid menjelaskan bahwa jika ingin melihat apakah suatu aliran, paham atau organisasi keagamaan Islam memiliki aliran yang melenceng, sesat ataupun radikal dapat diketahui dengan keterbukaannya dalam melakukan aktivitas keagamaan.

Perilaku Eksklusif Jadi Indikator Aliran Agama yang Melenceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Perilaku Eksklusif Jadi Indikator Aliran Agama yang Melenceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Perilaku Eksklusif Jadi Indikator Aliran Agama yang Melenceng

"Kalau lihat kelompok atau paham yang pengajiannya nyumput-nyumput (tertutup, red) dan tidak boleh diketahui oleh orang lain diluar kelompoknya bisa jadi aliran tersebut patut diwaspadai sesat ataupun radikal," katanya didepan Jamaah Itikaf Bersama Malam Ramadhan di Masjid Baitul Izza Pringsewu, Kamis (16/6) malam.

Sikap Inklusif dan eksklusif menurutnya menjadi salah satu indikator untuk memahami sebuah paham atau aliran keagamaan dalam Islam. "Kalau ada kelompok pengajiannya terbuka pakai sound system melibatkan semua pihak? maka sulit untuk dikategorikan menyimpang," tambah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini sembari menjelaskan beberapa poin dari 10 Kriteria Aliran Sesat yang telah ditetapkan oleh MUI Pusat.

Penjelasan ini dipaparkannya di tengah-tengah kondisi Umat Islam saat ini yang terkadang gampang terbawa arus aliran-aliran sesat dan radikal tanpa dapat menyaring dengan komprehensif. Aliran tertutup dan radikal muncul dengan membawa berbagai motif serta merekrut jamaahnya dengan iming-iming materi maupun non materi.

Selain menjelaskan tentang hal tersebut, Kiai Khairuddin juga memaparkan sikap MUI sebagai organisasi Ulama dalam berkiprah dan mensikapi berbagai paham yang ada di Indonesia.

IPNU Tegal

"MUI mengusung Islam Washatiyyah atau moderat. Islam tengah-tengah yang terkadang harus tegas dan di sisi lain harus lembut. Layyinan Wala Radikaliyyan Wala Terorisiyyan," kata Kiai yang memiliki selera humor tinggi ini.

Kiai Khairudin mencontohkan sikap tegas MUI dalam menyikapi perkembangan perilaku masyarakat yang semakin tidak terkontrol di Media Sosial dengan mengeluarkan menerbitkan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.

IPNU Tegal

Saat ini lanjutnya diperlukan langkah-langkah untuk menjaga moralitas ummat sehingga Ibadah akan berpengaruh positif pada Haliyah keseharian dan peningkatan keimanan umat.

"Kalau mau tahu Jumlah umat Islam di Indonesia lihatlah berapa banyak yang shalat Jumat dan Shalat Id. Tapi kalau mau tahu berapa banyak orang Islam yang beriman di Imdonesia lihatlah ketika shalat shubuh," katanya diiringi senyum yang hadir. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, RMI NU IPNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme

Jakarta, IPNU Tegal



Negara-negara yang turut serta dalam KTT ASEAN 2016 di Laos mengapresiasi cara Indonesia dalam menangani kasus terorisme yang menimpa.

Presiden Joko Widodo di Vientiane, Laos, Kamis, menanggapi respons positif yang diberikan negara-negara anggota ASEAN terkait penanganan terorisme di Indonesia.?

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme

Dalam forum tersebut, Jokowi memang sempat mempertanyakan efektivitas penanganan terorisme dengan hanya mengandalkan kekuatan militer semata.

"Berbeda penanganannya di negara yang lain, yang banyak dilakukan dengan penegakan hukum, diburu dengan kekerasan. Kita ini punya pendekatan lunak, dengan cara pendekatan agama, dengan cara pendekatan budaya, itu yang kita sampaikan," katanya.

Meski demikian, dia memastikan bahwa pemerintah tetap akan melakukan penegakan hukum bila memang pendekatan-pendekatan lunak tidak membuat jera para pelaku terorisme.

IPNU Tegal

Sebab, menurut dia, Indonesia sejatinya menerapkan kombinasi antara pendekatan keras dengan pendekatan lunak.?

IPNU Tegal

Walaupun yang disebut terakhir itu merupakan prioritas pemerintah saat ini.

"Tapi dari proses yang mereka lihat di Indonesia, memang mereka lihat lebih memberikan hasil. Paling tidak, tidak memproduksi teroris semakin banyak. Mereka yang mengatakan itu sendiri," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU IPNU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

Jakarta, IPNU Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mendesak pemerintah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) 105/2013 dan 106/2013 yang mengatur memberikan fasilitas berobat gratis kepada pejabat negara hingga ke luar negeri.

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

“Memberikan fasilitas keuangan negara kepada pejabat negara secara berlebihan di tengah kemiskinan ekonomi rakyat serta derita karena bencana alam, adalah sebuah kezaliman,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Ahad (29/12).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengatakan, Perpres tersebut menyakiti nurani rakyat yang pada umumnya masih miskin dan dikhawatirkan menjadi pemicu perlawanan rakyat.

IPNU Tegal

“Oleh karenanya, Perpres 105 dan 106 tahun 2013 tertanggal 13 Desember 2013 yang memberikan fasilitas berobat gratis sampai ke luar negeri segera dicabut,” terang Kiai Hasyim.

Pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini juga menyarankan para penyelenggara negara dan pejabat publik yang masih punya rasa tanggungjawab kepada rakyat, hendaknya menolak fasilitas berlebihan tersebut.

IPNU Tegal

“Sekalipun yang mau menolak pasti jumlahnya sangat minoritas. Seandanya pejabat negara meninggal karena sakit, biarlah meninggal di tanah air bersama rakyat yang mengantarkan mereka menjadi pejabat,” katanya.

Keluarnya Perpres menjalang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan semakin menambah kebencian masyarakat kepada pejabat Negara.

“Hendaknya diingat saat ini menjelang pileg dan pilpres, maka perpres 105/106 akan menambah rasa kejengkelan kepada mereka yang akan menjadi penyelenggara Negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Presiden 105/2013 tentang Pelayanan Kesehatan Paripurna kepada Menteri dan Pejabat Tertentu. Juga, Perpres 106/2013 tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Pimpinan Lembaga Negara.

Dalam laman Sekretaris Kabinet, kedua produk aturan itu dikeluarkan Presiden terkait mulai dilaksanakannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai 1 Januari 2014.

Dengan Perpres itu, para menteri, pejabat eselon I, dan pimpinan lembaga negara dimudahkan untuk berobat ke luar negeri. Seluruh biaya itu nantinya akan ditanggung oleh negara, baik APBN maupun APBD.

Presiden mempertimbangkan risiko dan beban tugas menteri dan pejabat tertentu, serta ketua, wakil ketua dan anggota lembaga negara sehingga pemerintah memutuskan membuat perlindungan kesehatan khusus bagi pejabat negara. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Bahtsul Masail, IMNU IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS

Jakarta, IPNU Tegal. Menteri Pendidikan dan Olahraga Imam Nahrawi segera merealisasikan janji kepada para atlet Indonesia yang meraih medali emas di SEA Games 2017 Kuala Lumpur 2017 untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menpora menemui Menpan-RB, Asnan Abnur di Kantor Kemenpan-RB, Selasa (5/9).?

Pertemuan itu terkait koordinasi tindak lanjut usulan pengangkatan menjadi PNS yang saat ini berubah nama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi para atlet peraih medali emas SEA Games 2017.

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS

"Terima kasih tentunya kepada Menpan RB yang telah memberikan terobosan bagi masa depan atlet. Hal ini sebagai bentuk kesungguhan pemerintah terhadap masa depan atlet. Tentunya atlet tersebut harus memenuhi kualifikasi dan peraturan yang sudah baku di Kemenpan RB, baik dari sisi pendidikan, umur dan sebagainya,” kata Imam Nahrawi usai melakukan pertemuan tertutup dengan Menpan RB Asnan Abnur, Selasa (5/9) siang.

Lebuh lanjut, Imam yang didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Muhamad Hanan Rahmadi menambahkan, kemudahan untuk menjadi PNS merupakan salah satu bonus yang sudah disiapkan.?

IPNU Tegal

"Bonus untuk SEA Games 2017 tidak hanya berupa uang tunai. Tentunya ini merupakan terobosan baru yang disiapkan pemerintah kepada para atlet. Berapa banyaknya atlet yang akan di promosikan menjadi PNS tentu akan diverifikasi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Imam.

Sementara itu, Menpan-RB Asnan Abnur mengakui pihaknya bersama Kemenpora tengah merancang ? terobosan untuk ? para atlet yang berprestasi khususnya di SEA Games 2017.?

IPNU Tegal

“Ini merupakan terobosan khusus. Ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada para atlet yang sudah berprestasi terutama ? di level internasional. ? Dengan demikian, kalau mereka sudah tidak jadi atlet maka mereka bisa bekerja sesuai dengan keahliannya,” tandas Asnan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Sunnah, RMI NU, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Ribuan Warga Iringi Kirab Merah Putih

Kudus, IPNU Tegal. Ribuan masyarakat Kecamatan Undaan mengiringi kirab merah putih yang diadakan Kanzus Sholawat Angudi Barokahe Gusti (ABG) cabang Kudus Ahad (24/2) sore.

Mereka yang terdiri dari siswa berbagai sekolah, organisasi masyarakat, dan komunitas lintas agama itu mengiringi kirab dengan menempuh perjalanan 2,5 kilometer mulai dari Balai Desa Undaan Tengah.

Ribuan Warga Iringi Kirab Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Iringi Kirab Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Iringi Kirab Merah Putih

Kirab kebangsaan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berlangsung meriah. Ragam kebudayaan ditampilkan seperti pakaian adat nusantara, seni terbang papat, Barongan, reog ponorogo, barongsai dan marching band ? dari Madrasah Aliyah (MA) NU Nahdlatul Muslimin Undaan dan ? Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

IPNU Tegal

Ketua Panitia Ali Makhrus mengatakan nilai kebangsaan dan nasionalisme menjadi tema utama pelaksanaan peringatan maulid Nabi Muhammad oleh kanzus Sholawat. Tujuannya untuk menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme di kalangan anak bangsa yang akhir-akhir ini semakin luntur.?

"Melalui kirab kebangsaan ini dimaksudkan nilai-nilai dan semangat nasionalisme anak bangsa bisa tertanam kembali," ujarnya..

IPNU Tegal

Ia mengatakan, Nabi ? Muhammad SAW ? diturunkan sebagai rahmatal lil alamin (rahmat bagi semesta alam). Makanya dalam kirab kita menampilkan ragam budaya dari berbagai agama, suku dan etnis.

"Dari agama,suku maupun etnis apapun kita libatkan selama masih dalam bingkai NKRI. Makanya semboyan kegiatan ini adalah NKRI harga mati, bukan basa-basi, tegas Machrus..

Kirab kebangsaan ini, tambahnya, merupakan salah satu rangkaian ? peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Kanzus sholawat Cabang Kudus ini ? sejak 20 - 27 Februari. Kegiatan lainnya, ? Bazar maulid (20-27/2), Pentas seni Budaya (20-25/2),dan pentas malam pasihan bersama musik gambus Macica Solo (26/2).

"Puncak acaranya malam Kamis (27/2) berupa pengajian umum yang akan dihadiri Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan,"terangnya.

Kegiatan Maulid Nabi ? Kanzus Sholawat Kudus di Desa Undaan Lor ini selalu menjadi perhatian dan hiburan ? warga masyarakat kudus dan daerah lainnya. Salah seorang warga Undaan Lor Farhan mengaku terhibur dengan adanya rangkaian kegiatan maulid di kanzuz Sholawat ini.

"Setiap tahun acara semacam ini sudah rutin dan selalu dinanti masyarakat. Selain menghibur masyarakat terhibur juga ada tuntunannya terutama saat pengajian bersama ulama, kiai dan habaib," ujarnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU IPNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Ribuan Santri Babakan Ciwaringin Nonton Perjuangan Kiai dan Santri

Cirebon, IPNU Tegal. Memperingati kemerdekaan RI ke 69, santri Babakan Ciwaringin nonton bareng sejarah perjuangan kiai dan santri melalui film Dokumenter Resolusi Jihad dan Sang Kiai. Bertempat di halaman Madrasah al-Hikamus Salafiyah, Sabtu malam (16/8) ribuan santri khusuk menyimaknya.

"Santri harus dikenalkan sejarah bangsanya sendiri. Selama ini, pelajaran sejarah (tarikh) di pesantren kebanyakan sejarah Timur Tengah," kata Hasan Malawi, salah satu panitia.

Ribuan Santri Babakan Ciwaringin Nonton Perjuangan Kiai dan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Babakan Ciwaringin Nonton Perjuangan Kiai dan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Babakan Ciwaringin Nonton Perjuangan Kiai dan Santri

Di samping itu, kata Hasan, banyak sejarah kita yang dibelokkan. Jika membaca buku-buku sejarah di sekolah, peran ulama seolah (di)tenggelam(kan). Sejarah mainstream tidak banyak menampilkan keterlibatan ulama dan santri.

IPNU Tegal

Padahal, menurut dia, perjuangan mereka melawan dan merebut tanah air ini dari genggaman penjajah tidak diragukan lagi, sebagaimana salah satunya yang diceritakan film Sang Kiai.

IPNU Tegal

Karena itu, lanjut Hasan, sejarah harus direbut. Sejarah harus ditulis ulang oleh santri dan kiai sebagai pelaku sejarah. Selama belum ditulis, masih dalam bentuk sejarah lisan (oral history), sejarah hanya disebut cerita, legenda, bahkan mitos.

"Dengan menulis dan memunculkan kembali sejarah versi kita, akan timbul kesadaran baru tentang sejarah. Kita bukanlah pendatang dan penonton di negeri ini. Kita punya saham besar bagi terbentuknya NKRI. Karena itu, kita harus merawat dan menjaganya agar tidak direbut dan dijajah kembali melalui penjajahan gaya baru, penjajahan ekonomi, budaya, pemikiran dan ideologi," pungkas Hasan.

Para santri terlihat bersemangat menonton Sang Kiai hingga selesai. Teriakan takbir, tepuk tangan, sumpah serapah, berbaur dengan canda tawa dan kesedihan. Tampaknya, "pengajian sejarah" dalam bentuk tayangan film lebih mengena dibanding melalui pelajaran kitab dan buku.

Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Seniman Santri (KSS) dan Komunitas MB2 ini berjalan sukses hingga pukul 12.30 WIB. Acara ditutup dengan pembacaan doa untuk pahlawan-pahlawan bangsa yang telah mengantarkan kemerdekaan bangsa ini. Al-Fatihah! (Jamaluddin Mohammad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU IPNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk

Jakarta, IPNU Tegal. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin berpendapat, pendidikan agama telah berkontribusi untuk menjadikan Indonesia seperti saat ini yakni negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan memiliki ekonomi yang stabil. Baginya, kalau tidak ada pendidikan agama yang moderat di lembaga pendidikan, Indonesia bisa menjadi negara dengan pemahaman keagamaan yang ekstrim.

“Secara inheren memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara ultra konservatif dengan jumlah muslim yang begitu besar. Bisa juga liberal,” katanya di Jakarta, Selasa (8/11).

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk

Namun hal itu tidak terjadi karena pengajaran agama di Indonesia baik di sekolah, pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi berhasil menciptakan infrastruktur sosial yang sangat kuat dan mengajarkan paham keagamaan yang moderat. 

Menurut Kamaruddin, pendidikan agama masih penting diajarkan di sekolah-sekolah. Hal itu untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi agar mereka tahu bagaimana cara beragama dalam masyarakat yang majemuk.

“Dan bagaimana cara berbangsa dan bernegara dalam konteks Indonesia yang religius,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa lembaga pendidikan agama masih memiliki banyak kelemahan yang harus segera diatasi seperti meningkatkan kualitas guru yang profesional dan kompeten, menambah jam pelajaran, memperbaiki kurikulum, dan menyediakan sumber-sumber bacaan yang memadahi. (Muchlishon Rochmat)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hikmah, RMI NU IPNU Tegal

IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU

Jombang, IPNU Tegal. Seorang ulama menurut Rais Aam PBNU KH Maruf Amin memiliki tanggung jawab yang kompleks. Selain harus membina umat atau bangsa, ulama juga harus memikirkan keselamatan negara dari gangguan-gangguan orang tak bertanggung jawab.

Persoalan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan belakangan ini kian beragam pula, sehingga peran ulama dalam hal ini harus benar-benar maksimal.

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU

Misalnya keberadaan sejumlah kelompok yang mencoba memecah belah bangsa sebab sebuah perbedaan pandangan, ditambah lagi kelompok lain yang hendak merusak tatanan kenegaraan karena sebuah pandangan sistem kenegaraan yang berbeda.

Demikian disampaikan Kiai Makruf saat memberikan taushiyah dalam kegiatan Haul ke-38 salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Selasa (27/3) lalu.

Tanggung jawab tersebut, kata kiai yang juga Ketua Umum MUI Pusat ini, telah diajarkan Nabi Muhammad SAW pada masanya, bahkan saat mau wafat pun salah satu yang dipikirkan adalah keselamatan umatnya. Karenanya, ulama sebagai pewaris perjuangan nabi sudah seharusnya mencontoh segala ucapan dan sikap para nabi.?

IPNU Tegal

"Rasulullah saat mau wafat, salah satu yang diingat adalah umat, jadi umat itu menjadi tanggung jawab ulama karena ulama pewaris para Nabi," ujarnya.

Demikian juga peran NU, organisasi kemasyarakatan bentukan para ulama ini memiliki peran yang sama. "NU adalah kumpulan para ulama, maka masalah keumatan dan kebangsaan merupakan tanggung jawab NU," imbuh Kiai Makruf.

IPNU Tegal

Namun demikian saat ini tantangan ulama kian besar. "Belakangan ini ada banyak kelompok yang bermacam-macam, baik dari yang berupaya untuk mengubah akidah, syariah juga sistem negara," lanjutnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Internasional IPNU Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri

Yogyakarta, IPNU Tegal



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2017 di Stadion Krida Mandala.

Di hadapan ribuan siswa madrasah, Menag mengingatkan kewajiban mereka untuk menjaga diri dan menjaga negeri. Caranya pelajar menjaga diri dan negeri adalah dengan prestasi.

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri

“Terus berprestasi, hingga kalian menjadi seorang ahli. Bukan ahli yang lupa diri tetapi seorang ahli yang senantiasa mawas diri. Bukan ahli yang tidak berbakti tetapi seorang ahli yang siap mengabdi pada ibu pertiwi.

Bukan ahli yang tidak punya empati tetapi seorang ahli yang paham toleransi, selalu bergandeng tangan demi bangsa,” pekik Menag diiring tepuk tangan para siswa, Senin (7/8) sebagaimana diberitakan Kemenag.go.id.

Menag mengatakan, bangsa ini menaruh harapan besar kepada para siswa madrasah. Sebab, mereka adalah ? calon pemimpin bangsa masa depan.?

IPNU Tegal

“Pemimpin yang tidak sekedar mampu mengaplikasikan teknologi tetapi juga ? mengaplikasikan iman, taqwa dan cinta tanah air untuk menjaga keutuhan bangsa,” ucapnya.

IPNU Tegal

Menurut Menag AKSIOMA dan KSM merupakan kegiatan rutin Kementerian Agama ? dalam rangka mengaktualisasikan potensi siswa madrasah. Lebih dari itu, event ini menjadi ajang mereka untuk saling mengenal satu sama lain.

“Sehingga, tidak hanya potensi intelektulitas dan sportivitasnya saja yang terasah tetapi sekaligus integritas mereka juga ikut terlatih ketika mereka bertemu dan saling belajar satu sama lainnya,” ucap Lukman Hakim.

Para peserta datang bukan ingin ? menunjukan kemampuan dengan jumawa dan merasa ? paling digdaya, tetapi ingin menunjukkan bahwa inilah kami anak madrasah di negeri ini yang siap berkompetisi untuk maju bersama saling bersinegi demi ibu pertiwi.

Tampak hadir dalam pembukaan ini, Wakil Gubernur DI Yogyakarta dan jajaran Pemerintah Daerah, Dirjen Pendidikan Islam ? dan Irjen Kemenag RI beserta Kakanwil se-Indonesia. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nusantara, RMI NU IPNU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Inilah Cara Ahli Tarekat Mendekatkan Diri kepada Allah

Blitar, IPNU Tegal. Untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, anggota Tarekat Al-Mu’tabaroh An Nahdliyah memfida’i ? (mendenda) dirinya sendiri dengan cara menabung dzikir kalimat? Laailaahaillallah sebanyak 70.000 kali.

”Semua ahli Thoriqoh Al-Mu’tabaroh diharapkan bisa mida’i diriya dengan menabung dzikir 70.000 kali. Tabungan ini dimaksudkan untuk bisa lebih dekat kepada Allah. Baik di dunia maupun di akhirat nanti,’’ujar KH. Harun Ismail saat memberikan tausiyah pada penutupan Jamiyah Ahli Thoriqoh Naqshobandi Kholidiyah di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar, Senin (23/5) malam.

Menurut kiai Harun, dzikir tersebut tidak harus diselesaikan sekaligus dalam satu majlis. Namun bisa dicicil beberapa kali.

Inilah Cara Ahli Tarekat Mendekatkan Diri kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Cara Ahli Tarekat Mendekatkan Diri kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Cara Ahli Tarekat Mendekatkan Diri kepada Allah

”Mungkin para jamaah setiap hari sibuk dengan pekerjaan. Bisa dikerjakaan seusai shalat rowatib. Misalnya setiap habis shalat wajib kita membaca 100 atau 200 dzikir saja. Kan nanti akhirnya bisa lunas 70.000 bacaan dzikir,’’ ungkap Kiai Harun yang juga anggota Musytasar PCNU Kabupaten Blitar.

Saat ini pimpinan tarekat (mursyid) di wilayah tersebut dipegang KH Diya’uddin Azam-zami setelah menggantikan ayahnya, KH. Ahmad Zubaidi Abdulu Ghofur yang wafat 4 tahun lalu.

Pesantren Mambaul Hikam menjadi pusat Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah untuk wilayah Blitar. Pesantren ini memiliki jumlah santri sekitar 1500. Sedangkan anggota tarekatnya mencapi 5000 orang yang menyebar di Kabupaten Blitar, Malang, Tulungagung, Kediri dan sekitarnya. Setiap Senin malam, kegiatan tarekat di pesantren ini dilaksanakan sulukan.

IPNU Tegal

Selain menjadi pusat kegiatan tarekat, Pesantren Mambaul Hikam ini juga menjadi pusat kegiatan sholawat Nariyah Mughistul Al-Mughits yang memiliki jamaah puluhan ribu orang. Jamiyyah ini dipimpin oleh KH. Sunhaji Nawal Karim Zubaidi Abdul Ghofur yang juga adik kandung Kiai Diya’uddin Azam-zami. (Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Berita, Nasional, RMI NU IPNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Jangan Puas Sekedar Baca

Jakarta, IPNU Tegal
Acara Lomba Baca Kitab Kuning atau Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional II di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, hari ini, Jum’at (16/6) memasuki tahap akhir. Para juara akan diumumkan pada acara penutupan MQK malam nanti oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama RI.

“Acara ini baik sekali dimana kelebihan atau tipologi pesantren adalah mendidik santri-santri yang mahir membaca kitab-kitab kuning, kutubut turats, yaitu kitab-kitab primer yang ditulis oleh para ulama ratusan tahun yang lalu. Ini sangat baik dalam rangka memahami literatur itu,” kata Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj di Jakarta, Jum’at (16/6).

Namun demikian, Said Aqil melanjutkan, musabaqah akan lebih berarti jika ditingkatkan menjadi musabaqah ta’lif atau lomba menulis. “Sehingga santri bukan hanya qariut tafsir tapi juga mufassir, bukan hanya qa’riul hadits tapi menjadi muhaddits. Ya, itu memang berproses, belajar dari qariut tafsir kemudian berlajar menjadi mufassir, belajar dari qari kutub fikih menjadi fuqoha’,” kata Said Aqil.

Dirinya meminta para santri pesantren agar tidak hanya berkonsentrasi kepada bagaimana membaca kitab kuning. Menurutnya, yang terpenting adalah memahami dan menyimpulkan kitab itu kemudian mengaktualisasikan dan mengontekkan dengan situasi dan tutuntutan zaman.

MQK II meliputi dua tingkatan, wustho (menengah) dan ulya (tinggi) dengan empat bahasan yakni tafsir, hadits, fikih dan lughoh. Tingkat wustho dan ulya berturut-turut memakai standar kitab Tafsir Jalalain dan Al-Maraghi untuk bahasan tafsir, Bulughul Maram dan Fathul Bari untuk bahasan Hadits, Fathul Qarib dan Fathul Muin untuk bahasan fikih, dan Imrithi dan Alfiyah untuk lughoh (kebahasaan).

“Ya itu kan kitab standar. Artinya, barangsiapa yang sudah mampu membaca itu sudah kiita anggap mumpuni untuk atau dianggap dia memahami ilmu keislaman dengan lumayan. Tak perlu terburu-buru beralih ke kitab yang lain,” kata Said Aqil.

Kang Said, panggilan akrab KH. Said Aqil Siradj, mengusulkan beberapa bahasan penting lain seperti sejarah, peradaban, syi’ir dan novel untuk musabaqah selanjutnya. “Ya, misalnya untuk sejarahnya kita ambil Sirah Ibnu Hisyam. Syi’irnya memakai Mua’allaqah Sab’ah (syair-syair zaman jahiliyah) dan Alfu Lailah wa Lailah (seribu satu malam),” kata Kang Said. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Jangan Puas Sekedar Baca (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Puas Sekedar Baca (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Puas Sekedar Baca

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

Lampung Tengah, IPNU Tegal. Untuk kali kedua keluarga besar Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah akan mengadakan Pormanu (Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama) se-Kabupaten Lampung Tengah.?

H. Muhyidin Thohir selaku panitia pelaksana mengatakan, Pormanu 2017 yang kedua ini akan diikuti sekitar seribu lebih siswa-siswi Ma’arif NU dari 28 kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah yang meliputi semua jenjang pendidikan, mulai dari TK/RA, MI, MTs hingga MA/SMK/SMA.

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

“Pelaksanaan lomba akan di laksanakan di kompleks gedung LP Ma’arif NU Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah dan beberapa pesantren, pada Senin, tanggal 20 November 2017 atau bertepatan 1 Rabiul Awal 1439,” imbuh mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah ini di sela-sela persiapan dengan seluruh jajaran panitia Pormanu II 2017 di kediaman Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Lampung Tengah, H. Syarif Kusen, Selasa (14/11).

Cabang-cabang perlombaan Pormanu II 2017 antara lain hadrah, MTQ, Cerdas Cermat Aswaja/LCT Aswaja, marching band, adzan, bola voli, pidato, mewarnai, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat Pagar Nusa, dan Syarhil Quran.?

Seluruh sekolah yang di bawah naungan LP Ma’arif NU Lampung Tengah dapat mendaftarkan diri di sekretariat Pormanu II yakni LP Ma’arif NU Bangunrejo atau menghubungi panitia di nomor telepon 085840290366 (Rahmat Edi Santoso) dan 085768768821 (Afrianto).

IPNU Tegal

Pormanu II 2017 Lampung Tengah direncanakan akan dibuka oleh Bupati Lampung Tengah H. Mustafa, PW LP Ma’arif NU Provinsi Lampung, jajaran PCNU Lampung Tengah, kiai-kiai pesantren, serta utusan sejumlah badan otonom dan lembaga NU.?

IPNU Tegal

Saat ini sekolah/madrasah yang berada di bawah binaan LP Ma’arif NU Lampung Tengah tersebar di 28 kecamatan terdiri dari TK Ma’arif sebanyak 31, RA Ma’arif sebanyak 29, MTs Ma’arif sebanyak 27, SMP Ma’arif sebanyak 11. SMA Ma’arif sebanyak 5, MA Ma’arif sebanyak 17, dan SMK Ma’arif? sebanyak 5. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, RMI NU IPNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso

Bondowoso, IPNU Tegal. Pasangan suami istri Riski (50) dan Fatima (40) bersyukur cita-citanya melaksanakan ibada umroh telah tercapai. Pasangan tersebut melaksanakan ibadah itu dengan ongkos hasil dari berjualan es degan dan bakso yang telah mereka jalani selama 15 tahun.

Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasutri ini Beribadah Umroh Hasil Es Degan dan Bakso

Pasutri itu berangkat umroh 6 Desember dari Jember. Menurut Riski, ibadah tersebut ditempuh selama 20 hari, di Madinah 5 hari dan di Mekkah selama 15 hari.

“Saya tidak punya gaji bulanan, bukan pegawai negeri. Tidak punya juga apa yang mau dijual. Jadi, hasil jualan ini saya tabung," ujar pria lulusan SMP itu kepada IPNU Tegal di tempat bekerjanya, sebuah warung di pinggir jalan di Desa Lojejer, Selasa (10/1), ketika ditanya ongkos keberangkatan.

IPNU Tegal

Bapak dua anak ini menambahkan, awalnya ia mempunyai uang 5 juta untuk membuka tabungan dia dan istrinya.

IPNU Tegal

“Saya buka rekening di bank. Saya menabung tidak setiap hari. Saya kumpulkan dulu selama beberapa hari. Empat hari atau lima hari, saya tabungkan ke bank BRI Cabang Tenggarang dekat pasar itu sebesar 500 ribu atau 700 ribu itu untuk dua orang," jelasnya.

Warga Desa Kajar Rt 4 Rw 1 Kecamatan Tenggarang itu mengaku menjual satu es degan seharga 6 ribu rupiah. Sementara bakso per mangkok 5 ribu rupiah.

Ketika musim panas, lanjutnya, es degan laris manis. Sehari ia bisa menjual 100 -125 butir dengan harga sama, 6 ribu. Sementara ia membeli kelapa tersebut seharga 2 ribu per butir.

"Semua itu niat hati, insyaallah bisa berangkat (umroh, red.). Ini buktinya saya bisa berangkat umroh," ucapnya. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Pertandingan, Berita IPNU Tegal

Mengutamakan Amal dan Keteladanan

Khutbah I

? ? ? ?

Mengutamakan Amal dan Keteladanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengutamakan Amal dan Keteladanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengutamakan Amal dan Keteladanan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

IPNU Tegal

Hadirin jamaah sahalat jumat hafidhakumullah,

IPNU Tegal

Dalam kesempatan yang baik ini, saya berwasiat kepada pribadi saya sendiri dan kepada hadirin sekalian, mari kita tingkatkan takwa kita kepada Allah Taala dengan selalu berusaha menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi aneka macam larangan-Nya.

Hadirin!

Sebagaimana sudah maklum, Baginda Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah Taala di dunia ini adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia:

? ? ? ? ?

Oleh sebab itu, Rasulullah hadir memberikan contoh konkret dengan aneka ragam kebaikan sikap dan cara yang dapat kita baca sejarahnya di hadits-hadits Nabi shallallâhu alaihi wasallam.

Rasulullah tidak hanya mengajarkan kebaikan, namun beliau hadir memberi contoh berupa keteladanan. Maka, kenapa Allah mengutus utusan yang membawa risalah ke bumi itu berwujud manusia, tidak dari golongan malaikat? Karena jika malaikat yang diutus, manusia tidak mampu mengambil pelajaran secara nyata dalam sisi keteladanan berperilaku kepada Allah ta’ala atau adab antarsesama manusia.

Di akhir zaman ini kita lebih suka banyak berbicara tentang literatur ilmu, diskusi dengan materi selangit, membahas hal sulit nan rumit, namun amaliyah kita, ibadah kita, perilaku dan sikap kita tak seberapa. Naudzu billah.

Berbeda dengan zaman salaf dahulu. Para ulama salaf senantiasa mengamalkan ilmunya. Sedikit atau banyak ilmu yang mereka dapat.

Ibnul Mubarak mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adab yang sedikit itu lebih kami butuhkan daripada ilmu yang banyak.”

Selain itu Imam Al-Ghazali juga mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Andai saja kau baca literatur keilmuan selama seratus tahun dan kau kumpulkan sebanyak seribu buku, hal itu tak akan mampu menyiapkan dirimu menggapai kasih dan rahmat Allah kecuali hanya dengan cara mengamalkan ilmu yang kautahu.

Sayyidina Ali karramallahu wajhah berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai para pemilik ilmu, laksanakan ilmu yang pernah kau dapatkan. Sesungguhnya yang dinamakan cendekiawan itu adalah orang yang menjalankan apa yang ia mengerti, serta ilmunya sinkron dengan apa yang ia jalankan.

Hadirin!

Dengan hal itu, mari kita belajar saling mencari teladan atas kebaikan-kebaikan yang tersebar di sekitar kita dan mari kita beri teladan orang-orang di sekitar kita dengan contoh perilaku baik supaya kita dapat selamat dunia akhirat secara bersama-sama.

Menurut satu riwayat, dikisahkan bahwa Syekh Abdul Qadir Al Jilani mempunyai seorang sahabat yang mempunyai budak lelaki. Budak sahabatnya ini telah lama memimpikan untuk hidup merdeka, lepas dari ikatan perbudakan. Namun, ia tak berani? menyampaikan keinginan dan cita-citanya tersebut kepada majikan. Suatu ketika, si budak berinisiatif, ia minta tolong kepada Syekh Abdul Qadir untuk memberi saran kepada sang majikan supaya memerdekakannya.

Ditunggu sehari dua hari, si budak tak segera mendapat berita kemerdekaan. Seminggu-dua minggu, sebulan-dua bulan, kabar gembira itu juga tak kunjung datang. Namun, setelah setahun berlalu, ia baru dimerdekakan oleh majikannya. Ia mengetahui kemudian bahwa kemerdekaan pribadinya tidak lepas dari saran Syekh Abdul Qadir.

Merasa penasaran, budak yang telah merdeka ini menemui Syekh Abdul Qadir

"Ya Syekh, apa gerangan yang mendorong engkau untuk menyampaikan permintaan saya yang setahun lalu dan sekarang baru saja engkau laksanakan?" tanya budak

"Begini, selama ini aku tak pernah memberi saran atau menasihati seseorang dengan suatu hal yang aku sendiri belum pernah melaksanakannya. Nah, kau minta aku untuk menasihati majikanmu agar dia membebaskanmu, sedangkan aku sendiri selama ini belum pernah memerdekakan budak karena memang aku tak punya budak. Maka, aku harus memerdekakan budak dulu dengan cara aku menabung sampai setahun dengan uang yang cukup untuk membeli budak. Selepas aku mampu membeli, baru kemudian aku merdekakan. Setelah itu, aku berani memberi saran orang lain untuk memerdekakan budak."

Hadirin....

Nasihat-nasihat model Syekh Abdul Qadir di atas, sekarang ini semakin jarang kita temukan. Padahal, sebuah nasihat yang memang didasari dengan hati yang tulus akan menembus kepada hati.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jika nasihat keluar dari hati, maka akan mendarat, menancap di relung hari. Sedangkan bila keluar hanya dari lisan, tidak dari dalam hati, maka nasihatnya tak akan melampaui batas telinga saja. Artinya tak akan sampai ke dalam hati dan bisa merubah perilaku seseorang menjadi lebih baik dan dekat pada Allah.

Hadirin!

Mari kita benahi diri kita pribadi. Mari kita ambil contoh orang-orang baik serta mari kita tebar contoh-contoh kebaikan kepada anak cucu kita, orang-orang sekitar kita. Kita niati bahwa kita sedang menanam benih kebaikan untuk orang lain. Dan pada akhirnya jika kebaikan yang kita tanam itu diambil pelajaran oleh orang lain dan diajarkan kepada orang lain lagi, maka kita meski sudah tidak lagi di dunia ini, kita akan selalu memanen pahala tanaman amal baik kita.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Mundzir



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Lomba, Ulama, RMI NU IPNU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Way Kanan, IPNU Tegal

Kegagalan menutup mata dari persoalan kemanusiaan merupakan suatu kebahagiaan. Hal ini disampaikan Ketua PC GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto usai menyerahkan dana donasi Rp8,9 juta untuk Tasrini, warga Kampung Panengahan Kecamatan Negeri Agung. 

"Kami hanya menyalurkan hati, kepedulian para donatur yang dihimpun dari website kitabisa.com," ujar Gatot di Blambangan Umpu, Kamis (3/3).

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Didampingi Andreas Natalis Sapta Aji dari Pemuda Katholik dan Dian Firasta dari Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), dana donasi tersebut diserahkan kepada sepupu Tasrini, Teguh Yuwono, disaksikan Kepala Kampung Penengahan Hasanudin dan sejumlah warga setempat.

Menurut Gatot, dana berhasil dihimpun dari situs donasi dan menggalang dana (fundraising) untuk inisiatif, dan program sosial kitabisa.com sejumlah Rp8.793.261 dan selanjutnya dibulatkan menjadi Rp8,8 juta. Namun menjelang keberangkatan menuju tempat Tasrini mendapat tambahan Rp100 ribu, sehingga total diserahkan Rp8,9 juta.

IPNU Tegal

"Persoalan kemanusiaan seperti dialami Tasrini tidak layak dilihat dari sudut pandang suku hingga agama. Aji dari Pemuda Katholik ini rajin menyebarkan kampanye penggalangan dana sosial untuk Tasrini melalui media sosial. Karena itu, kami akui, jika gagal menutup mata terhadap persoalan kemanusiaan, namun itu membahagiakan sehubungan bisa membantu sesama kendati kecil," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu lagi.

Penyerahan dana donasi tersebut, lanjut Gatot yang juga penggiat Gusdurian di Lampung itu menambahkan, merupakan bentuk tanggung jawab terhadap para donatur, lahir batin tidak ada tendensi apa-apa, murni dan murni kepedulian sosial bagi sesama.  

Setelah dilepas Pj Bupati Albar Hasan Tanjung 15 Februari 2016, Tasrini bertolak menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), di Jakarta, untuk menjalani pengobatan atas penyakitnya.

IPNU Tegal

Teguh yang sempat mendampingi Tasrini di RSCM kemudian menuturkan, dokter yang menanganiTasrini menyatakan jika penyakit tersebut merupakan kasus terparah yang pernah ditangani, sehingga membutuhkan tempo untuk kesembuhannya, diperkirakan sekitar enam bulan.

"Sementara ini Anak-anak Tasrini ikut neneknya, lalu Tasrini ditampung di Yayasan Kanker Indonesia. Kemudian biaya dikenakan untuk Samidi, suami Tasrini  yang mendampingi pengobatan setiap hari Rp35 ribu, sudah termasuk makan, kami sangat terbantu. Terima kasih banyak kepada media, Ansor dan para donatur yang berkenan membantu keluarga kami," ujar Teguh lagi.

Senada Teguh, Hasanudin juga menyampaikan terima kasih atas penyerahan dana donatur yang disampaikan untuk warganya itu.

"Terima kasih kami sampaikan kepada media, Ansor dan semua pihak yang ikut serta memikirkan warga kami. Semoga apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan mendapat balasan setimpal dari Allah," ujar Hasanudin. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Ubudiyah, RMI NU IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Yogyakarta, IPNU Tegal. Gunungan wayang merupakan salah satu simbol kebudayaan Jawa dan Keraton Yogyakarta. Sebab itu, ikon yang terdapat wayang kulit itu juga menghiasi pembukaan ajang Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) itu digunakan untuk membuka kegiatan.

Dalam pembukaan yang diikuti oleh sekitar 12.000 hadirin yang memenuhi tribun stadion Mandala Krida itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mencabut gunungan wayang sebagai tanda dibukanya kegiatan Aksioma-KSM. Lalu ia memberikannya kepada Dirjen Pendis Kamaruddin Amin.

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Dalam sambutan sebelum membuka acara, Lukman mendorong agar siswa madrasah bisa menjadi bagian dari kemajuan zaman. Untuk menjawab semua itu, kompetisi seni dan sains digelar setiap tahunnya.

Menurut Menang, siswa madrasah harus memperkuat nilai, naik yang bersifat akademik maupun akhlak. Kecerdasan tersebut akan mengantarkan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik dalam menghadapi zaman yang semakin maju.

"Ini bagian dari pembelaan nusa dan bangsa," tegas Menag di hadapan sekitar 1178 kontingen dari 34 Provinsi, Senin (7/8). Selain Aksioma dan KSM, juga diselenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Madrasah Expo.

IPNU Tegal

Selain para pejabat Kementerian Agama lintas eselon, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Paduka Paku Alam X juga hadir untuk mewakili Gubernur Sri Sultan Hamengku Bowono yang berhalangan hadir.

?

Acara pembukaan juga dimeriahkan sejumlah pentas seni dan budaya yang dibawakan langsung oleh para siswa madrasah. Di antara penampilan mereka ialah, tari kolosal, peragaan pakaian daerah dari 34 provinsi, dan pagelaran wayang kulit dengan dalang cilik Fahri Shodiq dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul, Yogyakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal RMI NU, Kyai, IMNU IPNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU

Demak, IPNU Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) menilai gerakan wakaf uang dapat menjadi alternatif usaha untuk menyejahterakan NU. Dana yang terkumpul akan menjadi aset untuk menopang kegiatan dan perkembangan ormas Islam terbesar ini.

“Banyak warga NU yang mau mewakafkan harta kekayaannya,” kata Direktur Wakaf Uang PBNU Agus Setiawan saat sosialisasi gerakan wakaf uang di gedung PCNU Demak, Demak, Jawa Tengah, Ahad (3/11) kemarin.

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU

Lebih lanjut Agus Setiawan menyampaikan, gerakan wakaf uang ini adalah upaya untuk membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan di daerah masing-masing yang dikelola langsung oleh PBNU. Artinya, uang yang diwakafkan akan kembali lagi ke umat sesuai kebutuhan,

IPNU Tegal

“Uang yang di wakafkan warga nantinya langsung disetorkan ke badan wakaf PBNU dan dikembalikan lagi ke Cabang, MWC (Majelis Wakil Cabang), maupun Ranting yang setor dan membutuhkan,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, LWPNU akan menggunakan manajemen yang terbuka. Badan wakaf PBNU ini secara online akan mempublikasikan seluruh pendapatan agar dapat dibaca masyarakat luas.

“Kami dari PB akan melaporkan secara periodik hasil pengumpulan uang yang diwakafkan yang telah dibukukan,” tegas Agus Setiawan.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh pengurus MWCNU  Se-Kabupaten Demak dan di hadiri Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, RMI NU, Amalan IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock