Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh

Medan, IPNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH. A. Hasyim Muzadi meminta umat Islam tidak terkecoh dan selalu waspada terhadap ajaran Islam yang “aneh-aneh” yang dapat meresahkan masyarakat.

Umat Islam perlu lebih berhati-hati dan selalu waspada terhadap setiap ajaran Islam model baru yang disebarkan secara simpatik oleh seseorang yang mengaku sebagai ustadz, wali dan bahkan Jibril.

“Di Malang ada yang mengaku sebagai kelompok Islam tapi sholatnya menggunakan dua bahasa,” kata Hasyim pada Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, di Medan, Minggu (20/8) kemarin.

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang Aneh-Aneh

Dicontohkan lagi, di Purwokerto dan Jakarta seorang umat Islam mengaku sebagai Jibril atau mendapatkan wahyu dari Jibril. “Orang tersebut sudah diamankan oleh pihak berwajib,” katanya.

Begitu pula di salah satu daerah di Jawa Tengah ada kelompok yang sedang Shalat menganjurkan jamaahnya agar tidak menggunakan busana. “Tindakan seperti ini tidak hanya aneh, melainkan juga tidak sesuai dengan ajaran Islam,” kata Hasyim.

Umat Islam diminta jangan sampai terpengaruh dengan ajaran yang menyesatkan, karena ajaran yang aneh-aneh itu tidak ada dalam Islam. "Masyarakat jangan sampai terkecoh akan ajaran itu,” kata Hasyim.

IPNU Tegal

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu mengingatakan, saat ini, banyak orang yang kelihatan pandai dan mempunyai ilmu agama yang tinggi, namun tidak dibarengi keimanan kepada Allah SWT.

“Seorang yang mengetahui hukum kadang mereka itu sering melakukan pelanggaran dan perbuatan tidak terpuji yang bertentangan dengan hukum tersebut. Hal semacam itu terjadi karena ilmu tinggi yang dimilikinya tidak dibarengi keimanan, ketaqwaan serta tidak mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” ujarnya. (har/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU IPNU Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK

Tangerang, IPNU Tegal. Ratusan kader PMII PTNU Tangerang menyampaikan rasa kecewa atas kinerja kabinet Jokowi-Jk. Mereka tidak melihat peningkatan selama 1 tahun kinerja Jokowi. Untuk itu, mereka mengajukan sepuluh tuntutan untuk kepemimpinan Jokowi di depan kantor DPRD Kota Tangerang, Selasa (20/10).

Ketua PMII PTNU Tangerang Steven Idrus Maulana menyuarakan tuntutan terhadap Presiden Jokowi untuk meninjau ulang proyek pembangunan infrastruktur yang berasal dari hutang luar negeri.

PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK

Pemerintah, mereka menuntut, segera mengeluarkan kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, menolak impor pangan, mewujudkan kedaulatan pangan, melakukan upaya percepatan serapan APBN. Mereka mendesak pemerintah mencabut izin perusahaan pelaku pembakaran hutan.

IPNU Tegal

Tuntutan mereka antara lain berbunyi agar pemerintah mempercepat perubahan RUU KUHP, meningkatkan mutu pendidikan bangsa, memberikan akses pendidikan tinggi seluas-luasnya untuk masyarakat tidak mampu.

“Yang terpenting adalah tolak UU revisi KPK yang diajukan oleh DPR RI. Sebab itu adalah pembunuhan KPK secara perlahan-lahan. PMII mengajak rakyat Indonesia ikut serta mengawal kebijakan pemerintah dan mengkritisi jika ada kesewenang-wenangan dalam kepentingan pribadi yang mengatasnamakan negara," kata Steven.

IPNU Tegal

Aksi mahasiswa, dimulai pada 13.00 WIB. Aksi mereka mulai memanas ketika mahasiswa bergerak mundur ke depan DPRD. Pada saat aksi, mahasiswa sempat membakar ban bekas.

Humas PMII PTNU Tangerang Aflahul Mumtaz menambahkan, pihaknya meminta Jokowi mengingat Nawacita, Trisakti, dan Revolusi Mental yang selalu digaungkannya. Karena, jika hal tersebut dilupakan, berarti Jokowi-JK telah mengakhiri mimpi 250 juta masyarakat Indonesia untuk sejahtera.

"Namun dalam kenyataanya mimpi dan rakyat sirna termakan janji yang tak kunjung ditepati dan tersimpan rapi di dalam laci kabinet Jokowi-JK," tegas Aflah. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, IMNU IPNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua

Solo, IPNU Tegal

Alkisah, seorang bapak telah meninggal, hingga 3 tahun sejak ia dikuburkan. Selama itu pula ia terus mendapat siksa kubur, hingga pada suatu hari tiba-tiba siksaan yang ia terima dihentikan. Ia pun bertanya? Ada apa gerangan?

“Rupanya pada hari itu, anaknya yang dulu masih kecil, kini mulai belajar mengaji, membaca alif ba’ ta’. Bapak yang tidak mengajarkan anaknya mengaji, ikut mendapatkan berkah dari anaknya yang belajar Al-Qur’an,” tutur Habib Noval bin Muhammad Alaydrus, pada acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an siswa SD-MI-SMP Ta’mirul Islam, di Hotel The Sunan, akhir pekan lalu.

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua

Diterangkan pengasuh Majelis Ar-Raudhah tersebut, betapa pentingnya memberikan pendidikan membaca dan memahami Al-Qur’an kepada anak. Sebab, dari anak pula para orang tua mendambakan kiriman doa ketika mereka sudah meninggal dunia.

“Kalau kita sudah meninggal siapa yang akan mendoakan kita. Bagaimana kalau anak kita tidak bisa mengaji? Apa kita akan mengandalkan orang lain untuk mendoakan kita,” tanya dia.

Ditambahkan Habib Novel, yang juga penasihat GP Ansor Kota Solo, terlebih ketika memiliki putra-putri penghafal Al-Qur’an, maka sesuai dengan janji Allah pada sebuah hadits, orang tuanya akan mendapat mahkota dan pakaian yang indah.

IPNU Tegal

Sementara itu, pada kesempatan tersebut sebanyak 267 siswa diwisuda. Koordinator Al-Quran SD Tamirul Islam, Mukhlisin, para peserta yang diwisuda, sebelumnya telah menyelesaikan hafalan Al-Quran masing-masing minimal juz 30.

“Beberapa dari mereka, bahkan ada yang telah menyelesaikan hafalan juz 1, 2, 26, 27, 28, dan 29,” terang dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal IMNU IPNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri

Jakarta, IPNU Tegal. Buntut dari rencana kepergian 300 anggota DPR ke luar negeri menjelang akhir tahun 2006, Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda (GP) Ansor melancarkan kritik keras. Organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) itu mendesak Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) untuk mengaudit anggaran DPR.

“Ini penting agar anggaran ke luar negeri itu bisa ditekan seefisien mungkin. Bahkan kalau perlu dikurangi,” kata Sekjen PP GP Ansor Malik Haramain—sebagaimana dilansir www.gp-ansor.org--kepada wartawan di Jakarta, (27/11) kemarin.

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Desak BPK Audit Anggaran DPR ke Luar Negeri

Menurutnya, GP Ansor sangat kecewa karena kepergian anggota DPR itu tidak ada gunanya dan tidak jelas pertanggungjawabannya kepada publik. “Selama ini mana sih hasilnya yang bisa dirasakan rakyat dari hasil kunjungan ke luar negeri itu. Ketimbang ke luar negeri tidak jelas, Lebih baik DPR mengurangi anggaran ke luar negeri,” gugatnya.

Lebih jauh, kata Malik, harus ada perubahan kebijakan tentang kegiatan ke luar negeri, selain menghabiskan banyak uang, toh hasilnya juga tidak ada. Apalagi publik tidak pernah tahu hasil kongkritnya. Pimpinan DPR harus betul-betul mempertimbangkan manfaat kunjungan ke luar negeri tersebut.

Seperti diketahui, setelah 30 orang komisi V DPR berkunjung ke Belanda, Perancis dan Jerman, BKSAP dan BURT ke Finlandia, sebagian Komisi VIII berangkat ke Turki. Kemudian menyusul Komisi IX DPR juga akan melakukan kunjungan kerja ke Hongkong dan Korea Selatan dengan agenda masalah kesehatan dan tenaga kerja. Rombongan terdiri dari dua tim, masing-masing beranggotan 15 orang.

IPNU Tegal

“Biayanya dari anggaran Sekjen DPR, diberi Rp 400 juta, namun yang dipakai hanya Rp 250 juta. Sisanya dikembalikan ke Sekjen DPR,” katakan Wakil Ketua Komisi IX DPR F-PD, Max Sopacua, kepada wartawan di DPR, (27/11) lalu.

Dia menambahkan total anggota Komisi IX DPR yang berangkat menjadi 30 orang. Masing-masing rombongan 15 orang. “Jadi, kalau dua tim itu, biayanya sekitar Rp500 juta. Sebenarnya anggaran yang diajukan itu Rp 600 juta, tapi sudah dua tahun Komisi IX DPR tak menggunakan anggaran itu,” katanya.

Max menambahkan, rombongan yang ke Hongkong berangkat  29 Nopember 2006 dan yang ke Korea Selatan berangkat pada 5 Desember 2006. “Masing-masing orang mendapatkan jatah 280 dolar untuk kunjungan selama 3 hari,” jelas Max.

Ditanya soal rumor pemberian dana dari Departemen Kesehatan sebesar Rp 2,5 miliar, Max membantahnya. “Wah, kalau sudah ada dari Depkes, tak perlu lagi dana dari Sekjen DPR. Jadi tidak ada pemberian dana dari Depkes itu,” ujarnya.

IPNU Tegal

Max tidak menampik jika ada anggota Komisi IX DPR dalam kunjungan kerja tersebut yang membawa isteri, asal tidak mempergunakan dana Komisi IX DPR. “Boleh asal ongkos sendiri, tapi tidak boleh tiket itu ditukar dengan kelas ekonomi. Saya akan laporkan kalau ada tiket yang ditukar dengan kelas ekonomi,” ujarnya. (eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Internasional, Sholawat IPNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT

Pringsewu, IPNU Tegal - Dalam perspektif Islam, setiap manusia dilahirkan dalam kondisi fitrah (suci). Ketidaksuciannya ditentukan oleh pengaruh orang tuanya atau lingkungan pergaulannya. Setiap orang tua berkewajiban menjaga anak-anaknya agar tidak keluar dari wilayah kesuciannya.

Anak-anak wajib diawasi agar anak membiasakan diri dalam kebaikan sesuai tuntunan agama, karena kebiasaan baik tersebut akan tercetak dan terpatri di otaknya. Orang tua, guru dan orang-orang di sekitar juga wajib menciptakan lingkungan pergaulan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ishom: Pemerintah Harus Turun Tangan Tangani Masalah LGBT

Rendahnya kepedulian mereka terhadap anak-anak yang terlahir suci itu sanggup menodai kesuciannya hingga anak mencapai usia dewasa. Keburukan yang terpatri kuat di otak jika telah dibiasakan akan menjadi candu yang amat sulit ditinggalkan, menjadi semacam penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Apa saja yang dianggap sebagai penyakit oleh semua akal sehat dan jiwa yang bersih akan dianggap sebagai bukan penyakit yang oleh karena itu tidak perlu diobati atau disembuhkan.

IPNU Tegal

Hal ini disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Kamis (11/02/16) mengawali pernyataan dan keprihatinannya terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang sekarang sedang hangat dibahas diberbagai media terkait keinginan untuk mendapat legalitas atau pengakuan dari masyarakat.

"Semua itu bersumber kepada nafsu yang diperturutkan atas nama kebebasan seks yang sebebas-bebasnya, sehingga ajaran suci agama apa pun yang melarangnya tidak lagi dipedulikan," tegas Gus Ishom - begitu Ia biasa dipanggil - melalui akun facebooknya.

IPNU Tegal

Gus Ishom juga mengingatkan agar mereka yang tidak terlibat LGBT, tidak perlu latah membela dan memperjuangkan legalisasi tujuan mereka yang kini sedang terjebak dan terkurung dalam orientasi seksual "menyimpang" atas nama HAM.

" Yang perlu didukung atas nama HAM justru ketika mereka ingin kembali normal menjadi heteroseksual sebagaimana pada umumnya, sesuai fitrahnya,"? tegas Kiai Muda dari Pringsewu ini.

Menurutnya dibutuhkan motivasi yang kuat dari berbagai pihak--selain dari diri pelaku LGBT--dan lingkungan yang kondusif untuk merubah kebiasaan "negatif" tersebut agar tidak terulang kembali.

Sikap individualisme anggota masyarakat yang semakin menyuburkan perilaku LGBT menurutnya, harus dikikis habis dengan meningkatkan kepedulian untuk saling menasihati agar setiap manusia berada dalam koridor kebenaran (tawashau bil-haqqi). Dalam kesabaran (tawashau bish-shobri) dan dalam koridor saling mengasihi (tawashau bil-marhamah) dan tentu saja amar makruf dan nahi munkar tidak boleh diabaikan.

"Sementara dalam konteks ke-Indonesia-an yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap anggota legislatif, wakil rakyat, tidak dibenarkan untuk mengabulkan tuntutan legalisasi apa saja yang berkaitan dengan LGBT, seperti tidak berupaya membuat aturan yang mengesahkan pernikahan sejenis dan sebagainya " tegasnya.

Bahkan menurut Gus Ishom, pemerintahan negara kaum beragama ini, bukan sekadar mengawasi, tetapi harus segera turun tangan dengan tegas dan berani menindak setiap warganya yang terlibat dalam jaringan yang bertujuan mengabsahkan LGBT. Selain itu juga mencegah terwujudnya komunitas LGBT yang kini semakin nekat muncul terang-terangan tanpa rasa malu.

" Setiap individu yang terlibat LGBT mungkin telah mengetahui bahwa perbuatannya itu diharamkan oleh agama yang dianutnya, dan pasti terbersit dalam hati kecilnya untuk hidup normal sebagaimana orang banyak," ungkapnya.

Oleh karena itu Gus Ishom mengimbau agar kelompok ini tetap harus memperoleh kasih sayang, tidak boleh dikucilkan dari pergaulan apalagi menjadi sasaran ejekan dan penghinaan. Keyakinan atau keimanan beragama mereka harus ditumbuhkan dan diperkokoh sehingga mereka bertaubat, menyesali dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengulangi apa yang bertentangan dengan bisikan hati nuraninya sendiri.

" Perlu disadari, bukanlah hal yang mudah untuk berhenti dari kebiasaan buruk itu, namun jika masih ada kemauan maka terbuka lebar seribu jalan kebajikan. Kesembuhan hanya diberikan kepada siapa saja yang punya keinginan kuat dan upaya yang tak kenal lelah untuk hidup sehat dan normal kembali," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, News IPNU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

Jakarta, IPNU Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mendesak pemerintah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) 105/2013 dan 106/2013 yang mengatur memberikan fasilitas berobat gratis kepada pejabat negara hingga ke luar negeri.

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

“Memberikan fasilitas keuangan negara kepada pejabat negara secara berlebihan di tengah kemiskinan ekonomi rakyat serta derita karena bencana alam, adalah sebuah kezaliman,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Ahad (29/12).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengatakan, Perpres tersebut menyakiti nurani rakyat yang pada umumnya masih miskin dan dikhawatirkan menjadi pemicu perlawanan rakyat.

IPNU Tegal

“Oleh karenanya, Perpres 105 dan 106 tahun 2013 tertanggal 13 Desember 2013 yang memberikan fasilitas berobat gratis sampai ke luar negeri segera dicabut,” terang Kiai Hasyim.

Pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini juga menyarankan para penyelenggara negara dan pejabat publik yang masih punya rasa tanggungjawab kepada rakyat, hendaknya menolak fasilitas berlebihan tersebut.

IPNU Tegal

“Sekalipun yang mau menolak pasti jumlahnya sangat minoritas. Seandanya pejabat negara meninggal karena sakit, biarlah meninggal di tanah air bersama rakyat yang mengantarkan mereka menjadi pejabat,” katanya.

Keluarnya Perpres menjalang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan semakin menambah kebencian masyarakat kepada pejabat Negara.

“Hendaknya diingat saat ini menjelang pileg dan pilpres, maka perpres 105/106 akan menambah rasa kejengkelan kepada mereka yang akan menjadi penyelenggara Negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Presiden 105/2013 tentang Pelayanan Kesehatan Paripurna kepada Menteri dan Pejabat Tertentu. Juga, Perpres 106/2013 tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Pimpinan Lembaga Negara.

Dalam laman Sekretaris Kabinet, kedua produk aturan itu dikeluarkan Presiden terkait mulai dilaksanakannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai 1 Januari 2014.

Dengan Perpres itu, para menteri, pejabat eselon I, dan pimpinan lembaga negara dimudahkan untuk berobat ke luar negeri. Seluruh biaya itu nantinya akan ditanggung oleh negara, baik APBN maupun APBD.

Presiden mempertimbangkan risiko dan beban tugas menteri dan pejabat tertentu, serta ketua, wakil ketua dan anggota lembaga negara sehingga pemerintah memutuskan membuat perlindungan kesehatan khusus bagi pejabat negara. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Bahtsul Masail, IMNU IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi

Jakarta, IPNU Tegal

Bagi Suryandaru, dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, proses pembelajaran itu tidak sekadar teori. Tidak sekadar membaca, tapi juga dengan terjun langsung. Itu sebabnya dirinya selalu menyempatkan diri untuk mengajak mahasiswanya kunjungan studi, antara lain ke Pusat Penelitian Pengembangkan Teknologi (Pupitek), Serpong.

Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi

Dalam proses pengajaran di kelas, Ndaru juga sering memutarkan video untuk menunjukkan gambaran langsung peristiwa alam yang bisa dikaji dari ? ilmu pengetahuan.

Sebagai dosen yang merupakan bagian dari perguruan tinggi yang salah satu tugasnya adalah pengabdian di masyarakat, Ndaru juga sering terjun ke masyarakat untuk memberikan pelatihan penerapan teknologi, salah satunya adalah pembuatan biogas dari kotoran sapi.

“Ini semacam bentuk aktivitas sosial. Agar mereka bisa melihat teknologi yang bisa mengahasilkan energi dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber api,” kata Ndaru, Selasa (1/3) yang saat dihubungi lewat telepon sedang memberi pelatihan di Bintuhan, Kabupaten Riau, Bengkulu.

Ndaru menambahkan bahwa pelatihan-pelatihan tersebut bisa menjadi model awal yang bisa diterapkan di berbagai tempat. Ndaru sendiri menganggap bahwa kunjungan ke berbagai tempat itu sebagai pengabdian ilmu yang dimilikinya.

IPNU Tegal

Ditanya apakah aktivitas dan penelitiannya akan melibatkan UNU Indonesia tempatnya mengajar, Ndaru mengatakan sangat mungkin ke depan akan melibatkan mahasiswa UNU. “Tetapi itu tergantung dari pihak UNU,” Ndaru memberi catatan.

Ndaru yang menyenangi travelling dan karenanya sangat menikmati perjalanan dan kunjungan-kunjungan ke berbagai daerah, menyimpan harapan yang besar agar mahasiswa dan alumni UNU lebih banyak terlibat di masyarakat. Ndaru memandang Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisai masyarakat Islam terbesar di Indonesia yag saat ini sedang ditunggu kiprahnya, terlebih bidang sains dan teknologi.?

IPNU Tegal

“Kita mesti bisa mengonversi pemahaman keislaman kita menjadi wujud nyata di masyarakat. Dengan begitu, NU akan menjadi sahabat terbaik bagi masalah umat manusia di Indonesia bahkan dunia,” terang Ndaru yang baru-baru ini proposal penelitiannya ‘Pengolahan Limbah Seng Menjadi Nano Sengosida sebagai Aplikasi Kemasan Anti Bakteri dan Kosmetik’ disetujui oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek Dikti). (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Nasional IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock