Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

KH Sya’roni Tekankan Pentingnya Silaturahim

Kudus, IPNU Tegal. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi mengajak warga untuk selalu mempererat silaturahim dengan sanak keluarga, saudara maupun sesama umat. Sebab, menurutnya, silaturahim mampu membangun kerukunan dalam kehidupan masyarakat.

“Sebagai umat Islam harus rukun bersatu dengan memperbanyak silaturahim,” katanya saat memberikan taushiyah pada acara open house halal bihalal di kediamannya di Desa Kajeksan, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (31/7).

KH Sya’roni Tekankan Pentingnya Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sya’roni Tekankan Pentingnya Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sya’roni Tekankan Pentingnya Silaturahim

Ulama kharismatik ini menerangkan, Rasulullah SAW dalam haditsnya menegaskan bahwa siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim.

IPNU Tegal

“Setiap orang yang berhubungan dengan sesama anak adam perlu menggunakan ajang silaturahim supaya ditambahi rizeki dan umur panjang,” tegas Mbah Sya’roni di hadapan ratusan tamu.

Di akhir taushiyahnya, Mbah Sya’roni menjelaskan, umat Islam pada hari kiamat nanti akan saling berangkulan sebagaimana diungkapkan Al-Qur’an pada Juz 19. Sementara orang kafir tidak demikian karena mereka tidak memperoleh syafaat.

IPNU Tegal

“Oleh karenanya jagalah umat Islam supaya tetap rukun dan bersatu,” tegasnya lagi.

Dalam acara open House idul fitri ini, KH Sya’roni selalu memberikan taushiyah beberapa saat sebelum bersalaman dengana ratusan tamu. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Lomba, Bahtsul Masail, AlaSantri IPNU Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Pelajar NU Jatilawang Berbagi Sembako dan Bershalawat

Banyumas, IPNU Tegal - Pengurus Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-62 IPNU dan Ke-61 IPPNU. Mereka mengawalinya berbagi sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di Desa Karanglewas Kecamatan Jatilawang pada Ahad (06/3). Sementara pada Rabu (9/3) mereka menggelar shalawatan dan istighotsah untuk kelulusan UN SD/MI sederajat, SMP/MTS sederajat, dan SMA/SMA/MA sederajat.

Shalwatan dan istighotsah dipimpin olehKatib Syuriyah MWCNU Jatilawang Kiai Karimul Wafa. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua IPNU Banyumas Sulistyo yang kemudian diberikan kepada Ketua IPNU Jatilawang Imam Edi Saputra.

Pelajar NU Jatilawang Berbagi Sembako dan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jatilawang Berbagi Sembako dan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jatilawang Berbagi Sembako dan Bershalawat

Imam Edi menjelaskan, Harlah Pelajar NU ini diharapkan dapat menjadikan tolok ukur untuk kader IPNU dan IPPNU ke depan untuk lebih sinergi mendukung serta mengembangkan ajaran-ajaran NU serta pengabdian kepada NKRI.

Disadari atau tidak, kaderisasi IPNU-IPPNU adalah pengkaderan paling awal bagi NU sebagai generasi penerus di masa mendatang.

IPNU Tegal

"Tujuan dilaksanakannya baksos dan istighotsah akbar ini adalah sebagai upaya memperkenalkan IPNU-IPPNU kepada masyarakat serta kader-kader baru untuk melatih pengurus betapa indahnya berbagi, juga doa bersama untuk menghadapi Ujian Nasional tingkat SD/MI sederajat, SMP/MTS sederajat, dan SMA/SMA/MA sederajat," katanya. (Imam Hidayat/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri, Kajian Sunnah, Fragmen IPNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Buntet Pesantren Bentuk Komunitas Falak

Cirebon, IPNU Tegal. Sedikitnya 75 pelajar NU Buntet Pesantren, Cirebon mendeklarasikan komunitas Falak. Mereka adalah peserta pelatihan Khazanah Teori dan Praktik Ilmu Falak yang diinisiasi MANU Putra Buntet Pesantren dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang, Senin-Selasa (27-28/1).

Buntet Pesantren Bentuk Komunitas Falak (Sumber Gambar : Nu Online)
Buntet Pesantren Bentuk Komunitas Falak (Sumber Gambar : Nu Online)

Buntet Pesantren Bentuk Komunitas Falak

Pembentukan komunitas Falak Buntet Pesantren dinyatakan di akhir pelatihan Falak, Selasa (28/1) yang berisi pengenalan teori dan perangkat penelitian Falak mulai dari alat tradisional hingga modern berbasis teknologi.

Kepala Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren KH Ade Mohammad Mansyur mendorong komunitas Falak ini menjadi wadah pelajar mengembangkan khazanah Falak yang kini sepi dari perhatian dunia pendidikan.

IPNU Tegal

“Deklarasi ini diharapkan menginspirasi pesantren-pesantren lain untuk menghidupkan kembali khazanah Falak di mana pemikir-pemikir besar Islam masa lalu di bidang Falak menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dunia,” jelas Kiai Ade Mansyur.

Ia mengharapkan komunitas Falak Buntet Cirebon ini semakin menambah ? gairah para santri mempelajari dan mengembangkan Ilmu Falak agar eksistensinya tetap terjaga di dunia pendidikan khususnya pesantren. (Khaerun Nufus/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, Sejarah, AlaSantri IPNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

40 Hari Doa Makbul Sepulang Haji

Sudah menjadi tradisi bertamu ke rumah mereka yang baru pulang dari tanah suci untuk mohon didoakan dan juga meminta cinderamata. Bahkan seringkali keluarga maupun tetangga mementingkan penyambutan dan berebut bersalaman lebih dahulu, dengan alasan tabarrukan doa.Memang dianjurkan untuk meminta do’a kepada mereka yang baru datang dari haji. Bukan untuk meminta cindera mata. Sebagian orang menamakan do’a orang yang baru pulang dari haji ini dengan sebutan do’a maghfiroh, yaitu do’a khusus meminta ampunan dari Allah swt atas segala dosa yang telah dilakukan.

Mereka yang baru datang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan, masih suci dari dosa-dosa.

Oleh karena itu, do’a dan permohonannya memiliki nilai lebih. Karena kesuciannya itulah posisinya dianggap lebih dekat kepada Allah. Dan diharapkan do’a-do’anya akan terkabulkan.

Sebagain ulama berkata bahwa kondisi tersebut (kemakbulan do’a) dapat bertahan sebelum orang tersebut masuk ke dalam rumahnya. Namun ada yang mengatakan kondisi tersebut akan bertahan hingga empat puluh hari.

40 Hari Doa Makbul Sepulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Hari Doa Makbul Sepulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Hari Doa Makbul Sepulang Haji

Hal ini diterangkan dalam Hasyiyatul Jamal:

وفÙ? Ù‡ Ø£Ù? ضا ماÙ? صه ÙˆÙ? Ù? دب للحاج الدعاء لغÙ? ره بالمغفرة واÙ? لم Ù? سأله ولغÙ? ره سؤاله الدعاء بها وفى الحدÙ? Ø« (اذا لقÙ? ت الحاج فسلم علÙ? Ù‡ وصافحه ومره Ø£Ù? Ù? دعولك فاÙ? Ù‡ مغفور له) قال العلامة المÙ? اوى ظاهره Ø£Ù? طلب الاستغفار Ù…Ù? Ù‡ مؤقت بما قبل الدخول فاÙ? دخل فات لكÙ? ذكر بعضهم اÙ? Ù‡ Ù? متد أربعÙ? Ù? Ù? وما Ù…Ù? مقدمه وفى الإحÙ? اء عÙ? عمر رضÙ? الله عÙ? Ù‡ Ø£Ù? ذلك Ù? متد بقÙ? Ø© الحجة والمحرم وعشرÙ? Ù? Ù? وما Ù…Ù? ربÙ? ع الأول..

IPNU Tegal

… dan dianjurkan (disunnahkan) bagi para haji untuk memohonkan ampun (do’a maghfiroh) kepada orang lain, walaupun mereka tidak memintanya. Demikian pula bagi mereka (yang tidak berangkat haji) agar meminta untuk dido’akan. Hal ini berdasar pada hadits Rasulullah saw “apabila kalian berjumpa dengan haji (orang yang pulang dari melaksanakan ibadah haji) maka salamilah dia dan jabatlah tangannya dan mintalah agar didoakan olehnya, karena doanya akan mengampunimu” Al-allamah al-Munawi berkata bahwa permitaan doa kepada haji ini sebaiknya dilakukan selama haji itu belum memasuki rumah.

Tetapi sebagian ulama mengatakan bahwa permintaan do’a ini dapat dilakukan hingga 40 hari sepulangnya dari rumah. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin diterangkan berdasakan cerita dari sahabat Umar ra. Keadaan ini dapat diberlangsungkan hingga akhir bulan Dzulhijjah, Muharram dan dua puluh hari Rabiul Awwal.? ?

Redaktur: Ulil hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Lomba, Bahtsul Masail, AlaSantri IPNU Tegal

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah

Betapa sering kita dapati upaya sebagian orang untuk melihat hubungan Muslim dan non-Muslim sebagai dua entitas yang saling memusuhi. Ditampilkanlah beberapa fakta sejarah atau dalil yang memperkuat relasi antagonistis tersebut: Rasulullah memusuhi atau dimusuhi, misalnya oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi.

Pandangan itu menjadi berbeda seandainya fakta dan dalil itu juga digandengkan dengan data lain yang justru menunjukkan hubungan harmonis Rasulullah dengan orang-orang yang belum secara total mengikuti risalah beliau. Salah satunya cerita tentang seorang Yahudi yang mendapatkan berkah dari doa Rasulullah.

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah

Kisah itu dimulai ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merasa haus dan mencari air. Dalam kondisi tersebut, seorang Yahudi pun memberinya minum. Atas perbuatan baik si Yahudi, Rasulullah lantas membalasnya dengan doa: jammalakallâh (semoga Allah memperelok dirimu).

IPNU Tegal

Ajaib. Lantaran doa itu hingga akhir hayat tak satu pun uban ditemukan di kepala orang Yahudi itu.

Demikian hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik sebagaimana dikutip Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkâr. Sebagaimana banyak hadits-hadits lain yang tak menyebutkan nama secara jelas dalam alur kisah, begitu pula tentang nama orang Yahudi itu.

IPNU Tegal

Riwayat tersebut lebih dari sekadar informasi tentang seseorang yang menerima pemberian berterima kasih kepada si pemberi. Doa Nabi kepada si Yahudi memberikan gambaran tentang bagaimana Rasulullah membangun hubungan positif dengan pihak-pihak di luar Islam.

Memang benar bahwa konflik sudah terjadi sejak zaman Nabi antara kaum Muslimin dan orang-orang kafir. Namun, belajar dari cerita di atas, rasanya sangat picik bila meyakini bahwa permusuhan itu hanya soal perbedaan dikotomis antara Muslim dan non-Muslim. Ada sebab lain yang lebih substansial mengapa peperangan harus terjadi, seperti ketidakadilan, perampasan hak-hak dasar, dan sejenisnya.

Rasulullah sendiri diutus sebagai rahmat bagi seluruh ciptaan (rahmatan lil alamin). Beliau tidak pernah menganjurkan memusuhi perbedaan identitas. Yang pasti adalah Islam memerangi kezaliman, sebagaimana pesan Al-Qur’an: falâ ‘udwâna illâ ‘aladh dhâlimîn (maka tidak ada permusuhan, kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pertandingan, AlaSantri, Santri IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

PBNU Kecam Sikap RI Soal Sanksi terhadap Iran

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras sikap Pemerintah Indonesia yang mendukung perberlakukan sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran. PBNU menilai, sikap tersebut merupakan kesalahan fatal yang justru akan mempersulit posisi Indonesia sendiri.

”Sikap Indonesia yang ikut menyetujui sanksi terhadap Iran adalah blunder besar untuk pemerintah Indonesia,” ungkap Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (26/3).

DK PBB menjatuhkan sanksi bagi Iran melalui Resolusi 1747 pada Ahad (25/3). Rancangan resolusi yang dirumuskan Inggris, Prancis, dan Jerman itu disepakati secara bulat oleh 15 negara anggota DK PBB, termasuk Indonesia.

PBNU Kecam Sikap RI Soal Sanksi terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Sikap RI Soal Sanksi terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Sikap RI Soal Sanksi terhadap Iran

Resolusi ini memperluas sanksi atas Iran yang ditetapkan pada Desember 2006 dalam Resolusi 1737. Di antara isi Resolusi 1747 itu adalah larangan secara menyeluruh ekspor senjata Iran maupun pembatasan penjualan senjata ke Iran. Isi resolusi juga membekukan aset milik 28 lembaga atau perorangan yang berhubungan dengan program nuklir dan rudal Iran.

Iran juga dibatasi untuk memperoleh bantuan keuangan. DK PBB memberi batas waktu 60 hari setelah resolusi agar Iran menghentikan program pengayaan uraniumnya. Jika diabaikan, DK PBB bisa mengambil langkah yang lebih pantas berupa sanksi ekonomi, bukan militer.

Hasyim menambahkan, kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah akan berakibat menjauhnya umat Islam dan bangsa lain di seluruh duni dari Indonesia. Karena itu, menurutnya, pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab terhadap rakyatnya yang sebagian besar muslim.

IPNU Tegal

Tak hanya itu. Menurut Presiden World Conference on Religon for Peace itu, dukungan pemerintah atas pemberlakukan sanksi tersebut akan menghancurkan nama baik Indonesia di mata negara-negara berkembang dan negara-negara Islam. “Indonesia mungkin hanya mendapat pujian kosong dari Amerika Serikat. Tapi bangsa Indonesia tidak akan dapat untung apa-apa,” pungkasnya.

IPNU Tegal

NU, tegas Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu, akan mengambil sikap berbeda dengan pemerintah, yakni tetap mendukung Iran berikut program nuklirnya serta negara-negara di kawasan Timur Tengah yang menjadi korban ketidakadilan.

”NU sikapnya jelas, yaitu selalu memperkuat yang benar, bukan membenarkan yang kuat. NU melakukan gerakan moral, bukan gerakan kepentingan. Kita semua berdoa, sukses untuk bangsa Iran, Irak dan Pelestina dalam meraih haknya yang sah,” pungaksnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa, AlaSantri, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM

Jakarta, NU.Online
Mantan Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 di RSCM Senin (4/8) dan setelah itu dia mungkin diizinkan pulang ke rumah.

"Besok jam 10.00 akan ada perayaan sederhana HUT Gus Dur di RSCM mengingat tanggal 4 Agustus adalah hari ulang tahunnya," kata Jubir Gus Dur, Adhi Massardi, di Jakarta, Senin malam.

Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, tanggal 4 Agustus 1940. Sejak Jumat dinihari (1/8) Gus Dur dirawat di RSCM karena tekanan darah tinggi.

Adhi belum bisa mengungkapkan siapa-siapa saja yang besok akan datang ke RSCM untuk ikut merayakan HUT Gus Dur dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. "Saya belum bisa memastikan siapa saja dan agenda apa yang akan dilakukan dalam perayaan HUT Gus Dur mengingat seharian ini saya belum sempat menengok beliau. Tapi mungkin selametan sederhana saja," katanya.

Menurut Adhi, kondisi Gus Dur dalam beberapa hari ini terus membaik namun tetap disarankan untuk melakukan istirahat total di tempat tidur. Gus Dur ingin keluar dari RSCM tetapi dokter Umar Wahid yang selama ini terus mengawasinya minta agar sebaiknya jangan pulang dahulu dan menunggu esok hari.

"Bisa jadi kalau keadaan terus membaik setelah merayakan HUT, Gus Dur sudah bisa meninggalkan RSCM untuk selanjutnya istirahat di rumah," kata Adhi. Ketika ditanya, tokoh masyarakat siapa-siapa saja yang menengok Gus hari Minggu, Adhi mengaku tidak tahu persis, mengingat seharian ini tidak sempat membesuk Gus Dur.

Adhi juga tidak tahu persis agenda penting apa yang akan
dilakukan Gus Dur setelah kembali ke rumah. Dokter Umar Wahid yang memeriksa pernah menyarankan agar Gus Dur tidak meninggalkan Jakarta selama seminggu untuk istirahat dan tidak melakukan aktivitas yang membebani pikirannya.(Ant/Cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Santri, AlaSantri IPNU Tegal

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM

Kamis, 01 Februari 2018

GP Ansor Jakenan Ngaji Umum Sambut Perpisahan KKN STAIN Kudus

Pati, IPNU Tegal - Pengurus harian GP Ansor Jakenan Kabupaten Pati menggelar pengajian umum saat perpisahan KKN STAIN Kudus, Rabu (30/3). Segenap anggota GP Ansor dan Banser Jakenan tumpah ruah memadati area pengajian yang bertemakan Membangun Spiritual Masyarakat Yang Berlandaskan Akhlak Islami.

Menurut Ketua GP Ansor Jakenan Masykur Mashudi, pengajian ini merupakan hasil musyawarah semua ranting GP Ansor di Jakenan dan peserta KKN STAIN Kudus di Kecamatan Jakenan, Selasa (29/3). Sesuai kesepakatan pelaksanaan acara diadakan di halaman Kantor Kecamatan Jakenan.

GP Ansor Jakenan Ngaji Umum Sambut Perpisahan KKN STAIN Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jakenan Ngaji Umum Sambut Perpisahan KKN STAIN Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jakenan Ngaji Umum Sambut Perpisahan KKN STAIN Kudus

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN STAIN Kudus yang memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk membangun SDM yang ada di desa-desa,” kata Masykur kepada IPNU Tegal.

Pada pengajian ini pihak penyelenggara menghadirkan KH Abdurrohman dan Habib Hilmy dari Kudus sebagai penyampai taushiyah.

IPNU Tegal

“Kami sengaja menghadirkan beliau untuk menggembleng jiwa spiritual untuk adik-adik KKN khususnya dan peserta pengajian yang hadir dalam acara ini,” imbuhnya.

IPNU Tegal

Sekretaris GP Ansor Pati Irham Shodiq mengatakan, pelaksanaan acara yang berkaitan dengan perpisahan KKN kali ini memang mendapatkan nilai tersendiri bagi segenap peserta KKN, PAC tempat pelaksanaan KKN, dan masyarakat umum di sekitar Kecamatan Jakenan.

“Acara pengajian menjadi pilihan yang paling tepat untuk menempa mental batin dan rohani peserta KKN,” kata Irham. Di samping itu segenap PAC GP Ansor Jakenan yang ditempati peserta KKN akan siap untuk membantu pelaksanaan acara (29/3).

Wakasatkorwil Banser Jawa Tengah Muhtar Ma’mun memberikan apresiasi kepada anggota Banser yang dengan rela dan ikhlas menjaga keamanan saat acara berlangsung. Ia telah melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan Banser di daerah kepada pengurus wilayah.

“Semua kegiatan yang dilakukan Banser akan menjadi arsip di pengurus wilayah GP Ansor Jateng,” kata Muhtar. (Hasanuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri IPNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes

Brebes, IPNU Tegal. Husni Mubaroq dari Tonjong dan Alimatul Khasanah (Wanasari), akhirnya terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes. Mereka mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi badan otonom NU dalam Konferensi Cabang (Konfercab) VIII IPNU-IPPNU Brebes untuk periode 2010-2012.

Terpilihnya Alim sebagai Ketua IPPNU, sangat melelahkan. Pasalnya terjadi pada pukul 03.00 dini hari Ahad (4/7). Dalam kesempatan tersebut peserta menyatakan kesanggupannya meneruskan persidangan hingga terpilih Ketua. Aula pondok pesantren Darunnajat Pruwatan Bumiayu Brebes tempat berlangsungnya konfercab menjadi lebih hidup.

Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes

Alim mengantongi menang tipis dengan selisih 1 suara dari rivalnya Toriqoh (Wanasari).  Alim mendapatkan 49 suara sedangkan Toriqoh 48 suara sementara 1 suara dinyatakan abstain dari 98 suara yang diperebutkan.

IPNU Tegal

Sebelumnya dalam pemilihan tahap pertama, ada 6 bakal calon. Selain Alim dan Toriqoh, ada Ani ulfiyati, Anisatul Kholisoh, Khoerunisa dan Tarini. Namun karena pada tahap pertama tidak mencapai batas minimal perolehan 20 suara, maka dianggap gugur.

IPNU Tegal

Sementara untuk Husni Mubaroq menang telak dalam satu tahapan dengan mengantongi 100 suara. Rivalnya  Ahmad Munjazi (Larangan) yang memperoleh 38 suara, dinyatakan tidak memenuhi syarat karena yang bersangkutan belum pernah mengikuti pelatihan pengkaderan. Munjazi dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga  (PD/PRT) IPNU.

“Salah satu syarat menjadi Ketua Pengurus Cabang IPNU, sekurang-kurangnya pernah mengikuti pelatihan pengkaderan. Karena Rekan Ahmad Munjazi belum pernah mengikuti pelatihan maka dinyatakan gugur dari pencalonan,” terang Wakil Ketua Pengurus Wilayah IPNU Jateng Nurcholis selaku pemimpin sidang.

Dalam programnya, Husni ingin lebih memfokuskan pada peningkatan nilai-nilai intelektualitas pelajar. “Pelajar NU, juga memiliki kemampuan intelektualitas yang tinggi dan ini akan kami buktikan dengan berbagai program unggulan kami ke depan, mohon doa restunya,” tutur Husni.

Sedang Alim berobsesi akan menciptakan kemandirian para pelajar putri NU. Meskipun kaum putri dinyatakan lemah, tetapi sesungguh tersimpan daya juang untuk bisa mandiri. “Kita tidak bisa bergantung terus dengan pelajar putra, kami pun bisa belajar, berjuang dan bertakwa secara mandiri,” tekadnya.

Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara Muhaemin Nursalim mengaku gembira telah menyelesaikan agenda dua tahunan ini. Menurutnya, Konfercab yang berlangsung sejak 2 sampai 4 Juli 2010 berlangsung sukses karena mendapat dukungan semua pihak. “Dengan mengusung tema Restorasi Gerakan Pelajar sebagai piranti perubahan, akan tercipta kader NU yang militant,” pungkasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, AlaSantri, Tegal IPNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Fatayat NU Larangan Bimbing 102 Calon Pelatih Tata Boga

Brebes, IPNU Tegal. Pengurus Anak Cabang ( PAC) Fatayat Larangan mengadakan pelatihan untuk para pelatih di bidang tata boga di kediaman Tunjiyah dusun Temukerep desa Larangan kecamatan Larangan, Brebes, Ahad (7/6). Sebanyak 102 aktivis Fatayat NU dari 17 ranting di Larangan, hadir sebagai peserta pelatihan.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Fatayat NU Larangan dan Celoteh Brebes Membangun (CBM). Kegiatan ini murni swadaya anggota Fatayat. Setiap ranting dikenakan biaya sebesar Rp 200.000 untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan tata boga. Semua peserta yang ikut harus membawa alat masak seperti oven, kompor, gas lpj, dan mixer serta alat cetak kue.

Fatayat NU Larangan Bimbing 102 Calon Pelatih Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Larangan Bimbing 102 Calon Pelatih Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Larangan Bimbing 102 Calon Pelatih Tata Boga

Ketua Fatayat NU Larangan Khurmah Al-Munawar bercerita bahwa pelatihan ini digagas bersama teman-teman CBM dengan maksud ? ke depan semua pengurus ranting Fatayat bisa melatih kembali warga NU di desanya. Dengan bekal itu, warga nantinya memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

IPNU Tegal

Praktisi Tata Boga CBM Amellya Shofiya Rizqiyaty mengajarkan empat menu yang meliputi kue nastar nanas, kue putri salju keju, kue kering choco chips, bolu karamel panggang sarang semut. Semua bahan yang disajikan, langsung disediakan dan dibelikan oleh praktisi biar memudahkan saat praktik nantinya.

"Keahlian memasak dan membuat menu ini nantinya bisa menjadi nilai tambah bagi aktivis Fatayat. Apalagi menjelang puasa dan lebaran, para peserta bisa memproduksi aneka kue yang bisa dikonsumsi sendiri atau dijual di pasar," ujarnya.

IPNU Tegal

Salah seorang peserta pelatihan tata boga Tunjiyah mengaku senang dengan pelatihan ini karena selama ini dirinya belum pernah mendapat pelatihan seperti ini.

Ke depan diharapkan ada produk yang dihasilkan dari para peserta dan memiliki nilai jual produk yang tinggi hingga sukses di pasaran. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri, Sejarah, Pahlawan IPNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan

Jakarta, IPNU Tegal?

Ketua Majelis Agama Budha Mahayana Indonesia (Majabumi) Y.A Biksu Dutavira ? Mahastavira mengaku mendapat catatan yang luar biasa setelah membaca buku "Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan" karangan Sekjen PBNU H.A Helmy Faishal Zaini.?

"Saya sangat gembira dari buku ini, saya tahu kenapa terjadi hari santri, saat situasi yang begitu rupa mengenai nasionalisme, Mbah Hasyim berani tampil," katanya Biksu Dutavira di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/6).

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan

Ia juga mengutarakan ketertarikannya pada kata miqat yang di pakai pada judul buku tersebut dengan membagi dua menjadi miqat zamani (waktu) dan miqat makani (tempat).?

"Atas kehendak Tuhan juga, kita berada dalam ruang yang sama, dalam ruang yang besar yaitu Bangsa Indonesia," katanya.?

Ia mengakui bahwa peran dan sumbangsih NU dan kader kamernya yang sangat besar terhadap Bangsa Indonesia sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang.?

IPNU Tegal

"Terjadinya bangsa kita ini sumbangsih dari NU tidak perlu diragukan lagi. Itu dulu. Sekarang kondisi begini, muncul buku ini," katanya kagum.?

Ia berharap, melalui ruang yang sama, Bangsa Indonesia, menjadikan warganya satu rata sama rasa. "Kita gak mau bangsa ini hancur, "katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kyai, Quote, AlaSantri IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim

Buleleng, IPNU Tegal?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali membentuk satuan khusus Barisan Ansor Maritim (Baritim) sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan pesisir, baik alam dan manusianya.

Ketua PAC, Abdul Karim Abraham mengatakan, pembentukan Baritim pada Ahad (5/3) bukan tanpa alasan, sebab kondisi geografis Kecamatan Gerokgak merupakan wilayah pesisir utara Bali sepanjang kurang lebih 60 km, membentang dari barat ke timur. Pertimbangan yang lain juga, karena mayoritas umat Muslim berada di wilayah pesisir.?

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim

Ia menginginkan Baritim ini bisa menjembatani keinginan nelayan dengan pihak lain, termasuk pemerintah dan investor.

“Nelayan di wilayah Kecamatan Gerokgak rata-rata muslim Nahdliyin, GP Ansor berkeinginan untuk bisa mengawal tatkala ada persolan nelayan dengan pihak luar, seperti contoh dengan pelaku wisata dan industri yang terkadang merugikan nelayan tradisional,” ungkapnya di Buleleng (7/3).

IPNU Tegal

Karim mencontohkan kasus nelayan yang harus terusir karena wilayah pesisirnya dibangun hotel-hotel. Dan yang paling parah, dampak laut karena limbah perusahaan seperti PLTU di Celukanbawang.

“Untuk langkah awal, Baritim akan menginventarisir masalah masalah yang dihadapi nelayan di setiap desa, kemudian kita akan coba mencari jalan keluarnya,” tegasnya.?

IPNU Tegal

Pembentukan Baritim ini ditandai dengan clean up sampah plastik di pulau Menjangan dan pengibaran Bendera Ansor dan Banser di bawah laut Bali.(Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, AlaSantri IPNU Tegal

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren

Sukabumi, IPNU Tegal. Sebanyak 850 Pesantren penyelenggara pendidikan dijadikan target riset pengajian Kitab Kuning. Penelitian yang diinisiasi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag RI melibatkan para peneliti internal Puslitbang tersebut dan peneliti dari kampus dan perwakilan ormas Islam.

Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Amsal Bachtiar mengabarkan hal tersebut di kantornya usai melepas tim terjun ke lapangan. Akar historis pesantren, kata dia, merupakan lembaga pencetak dan pengkaderan ulama. Sebagian besar ulama dilahirkan oleh pendidikan pesantren dan sejenisnya.

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren

“Maka fungsi pesantren sebagai lembaga reproduksi ulama hendaknya terus didorong untuk tetap dipertahankan keberlangsungannya agar pesantren yang ada saat ini tetap mampu melahirkan ulama-ulama yang mutafaqqih fi al-din, karena hal itu merupakan tugas utama pendidikan pesantren,” ujar Amsal.

Dalam perkembangan mutakhir, lanjut dia, banyak lembaga pesantren yang mengembangkan pilihan pendidikan dalam setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Implikasinya saat ini terdapat diversifikasi layanan pendidikan di pesantren. 

IPNU Tegal

“Realitas inilah yang ditengarai berimplikasi kepada intensitas santri dalam mengikuti pengajian kitab kuning di pesantren. Ini pula yang melatari mengapa penelitian ini penting dilakukan,” tandas pria asal Padang ini.

Menurut Koordinator Riset, Nunu A Annahidl, penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Adapun besaran sampel survei pada tingkat kepercayaan 95% (MoE 3,5%) adalah 850 pesantren. Sampel diambil dengan menggunakan teknik multistages cluster proporsional random sampling.

“Wilayah sasaran penelitian terdiri dari 21 kabupaten/kota di 11 provinsi. Daerah yang menjadi sasaran mewakili karakteristik wilayah dan ketersebaran jumlah pesantren secara nasional,” jelas Nunu.

Ia merinci, selain Jakarta Timur di DKI Jakarta ada lima kabupaten untuk daerah di Jawa Barat, yaitu Bogor, Cirebon, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Garut. Sementara Provinsi Banten hanya dua kabupaten yakni  Pandeglang dan Lebak.

IPNU Tegal

“Total kuesioner di Jabar ada 279 buah. Banten 105 buah dan 4 di Jakarta,” ujarnya.

Untuk Jawa Tengah, lanjut dia, ada tiga kabupaten yakni Grobogan, Jepara, dan Magelang. Sementara  di Jawa Timur ada empat kabupaten yaitu Jember, Malang, Sampang, dan Probolinggo.

“Jadi ada 167 kuesioner di Jateng. Sementara di Jatim ada 222 buah,” ungkap pria kelahiran Bandung ini.

Total 777 kuesioner di 14 kabupaten/kota ini, kata Nunu, dikelola langsung oleh petugas di lapangan selama 12 hari. Terhitung mulai Selasa, 24 Oktober hingga Sabtu, 4 Nopember 2017. Sejumlah wilayah di luar Jawa juga terpilih secara random, yakni Padang Sumatera Barat, Palembang Sumatera Selatan, Kabupaten Lampung Tengah Lampung, Kabupaten Lombok Timur NTB, Banjarmasin Kalimantan Selatan, dan Makassar Sulawesi Selatan.

Penelitian tersebut bertujuan ingin memperoleh informasi tentang pelaksanaan pengajian kitab kuning di pesantren yang menyelenggarakan pendidikan madrasah dan atau sekolah formal.

“Ada delapan komponen data yang ingin digali, yaitu kurikulum, proses pelaksanaan, jenjang, jalur, kiai atau ustadz, santri, sarana dan prasarana, serta sistem evaluasi,” pungkas Nunu. (Musthofa Asrori/Kendi Setiawan)





Baca tulisan Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri, Cerita, Kiai IPNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Pagar Nusa Jateng Dorong Pembentukan Kepengurusan Kecamatan

Kudus,? IPNU Tegal. Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah terus berupaya mengembangkan organisasi pada tingkat kecamatan. Dalam waktu dekat, badan otonom NU ini menginstruksikan seluruh Pimpinan Cabang Pagar Nusa se-Jateng membentuk kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

"Untuk kepentingan organisasi, kami minta semua PC Pagar Nusa di Jateng segera membentuk kepengurusan PAC,"ujar sekretaris Pagar Nusa Jateng Ghufron kepada IPNU Tegal saat menghadiri konferensi cabang Pagar Nusa Kudus, Kamis (4/8).

Ghufron mengakui pembentukan kepengurusan Pagar Nusa (PAC) belum maksimal. Baru beberapa kabupaten/kota yang sudah membentuk antara lain Grobogan, Kendal, Demak, dan Kudus. Sesuai peraturan, kepengurusan PAC tersebut disahkan oleh Pimpinan WIlayah.

Pagar Nusa Jateng Dorong Pembentukan Kepengurusan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Jateng Dorong Pembentukan Kepengurusan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Jateng Dorong Pembentukan Kepengurusan Kecamatan

"Dari catatan kami, hanya Tegal yang sudah terbetuk PAC seluruhnya 11 kecamatan. Lainnya masih terus diupayakan,"imbuhnya.

Disamping itu, pihaknya juga berencana membentuk kepemimpinan Rayon Pagar Nusa di madrasah atau sekolah terutama di lingkungan Maarif NU. Sebagai embrionya, ia mengharapkan dari hasil pendidikan dan pelatihan (diklat) Pagar Nusa bagi guru-guru olah raga madrasah/sekolah NU.

"Diklat ini menjadi langkah untuk penambahan anggota maupun pelatih pagar Nusa di madrasah. Mereka ini akan menjadi penjaga gawang pengembangan pencak silat NU ini,"tandasnya.

IPNU Tegal

Upaya pembentukan kepemimpinan anak cabang, ranting atau rayon, tegas Ghufron, bertujuan untuk memudahkan koordinasi organisasi. "Bila ada kebijakan strategis Pagar Nusa akan mudah terkoordinasikan,"tandasnya. (Qomarul Adib/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Fragmen, Tokoh, AlaSantri IPNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

STAINU Jakarta Gelar Kuliah Umum

Jakarta, IPNU Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar kuliah umum menyambut kuliah perdana semester ganjil tahun 2014. Acara yang bertemakan “Kemandirian Ekonomi dan Keuangan Indoenesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN” ini bertempat di lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta.

STAINU Jakarta Gelar Kuliah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Kuliah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Kuliah Umum

“Tema yang diangkat kali ini adalah tema yang besar, dimana setiap lulusan perguruan tinggi dituntut menjadi seorang entrepreneurship di era masyarakat global sekarang ini”, ujar Ketua STAINU Jakarta dr. H. Syahrizal Syarif, MPH.,Ph.D dalam sambutannya, Senin (15/9).

Tidak banyak sambutan yang diberikan Pimpinan baru STAINU Jakarta ini, tapi di dalam acara yang disambung dengan pelantikan pengurus BEM STAINU Jakarta periode 2014/2015 ini berpesan kepada pengurus BEM dan seluruh mahasiswa bahwa BEM adalah wadah keunggulan dan kemandirian, dimana tema tersebut bisa direalisasikan.

IPNU Tegal

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas dan Penyelanggara Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3T NU) H. Mujib Qulyubi, MH menjelaskan bahwa STAINU Jakarta adalah perguruan tinggi pertama NU yang bernaung di bawah badan hukum PBNU.?

IPNU Tegal

“BP3T NU ini diciptakan untuk mewadahi perguruan-perguruan tinggi NU yang masih banyak bernaung di bawah yayasan untuk bergabung di bawah badan hukum PBNU, kami harap selain STAINU Jakarta, perguruan tinggi NU lain bisa segera bergabung,” kata Mujib yang juga mantan Ketua STAINU Jakarta ini.

Adapun acara ini dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa STAINU Jakarta dari S1 dan S2 (pascasarjana). Untuk menajamkan tema, acara ini dilanjutkan diskusi dengan mendatangkan beberapa narasumber kompeten seperti, Deputi Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bidang Pengawasan Perbankan Nasional, Mulya S. Siregar, Ph.D; Head of Corporate Secretary Division Bank Syariah Mandiri (BSM), Taufik Machrus mewakili Dirut BSM, Agus Sudiarto. Hadir juga Wakil Ketua Umum PBNU, Dr. H. As’ad Said Ali untuk memberikan sambutan dan Ketua PW Pergunu DKI Jakarta Aris Adi Laksono. Diskusi dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab. (fathoni/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, AlaSantri IPNU Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget

Kendal, IPNU Tegal. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyayangkan sepinya masjid dari kegiatan keagamaan, pendidikan, dan lainnya. Fungsi masjid kini seolah menjadi tempat shalat lima waktu saja.

Di zaman yang sudah penuh dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan ini, masjid sudah mulai tersisihkan dengan kegiatan duniawi. “Masjid sekarang ini sudah kalah dengan gadget. Betapa tidak, anak-anak kecil dan remaja bukannya pergi ngaji malah mainan HP. Sibuk dengan dunianya sendiri,” ujar Ketua PAC IPNU Sukorejo Budi Irwanto, Senin (23/2).

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget

Menurut alumni STAINU Temanggung ini, masjid seharusnya banyak-banyak diisi kegiatan islami atau diskusi ilmiah. Lebih-lebih anak muda juga ikut dilibatkan.

IPNU Tegal

“Masjid itu kan tempat orang Islam, harus ada kegiatan islami, entah diskusi ilmiah atau pengajian sore. Anak muda juga harus dilibatkan,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris IPNU Sukorejo Sukron. Ia menilai, masjid-masjid di sekitarnya sekarang ini sudah jarang yang mengunjungi, terutama di waktu sore. “Dulu, waktu saya masih kecil banyak anak-anak yang mengaji di waktu sore. Tapi sekarang berbeda, masjid-masjid mulai sepi,” ujarnya.

IPNU Tegal

Tidak hanya anak-anak, remaja dan dewasa pun juga sudah seperti enggan memanfaatkan masjid untuk kegiatan keagamaan. Padahal, lanjut dia, masjid merupakan tempat yang seharusnya ramai dengan kegiatan keagamaan.

“Harusnya kan masjid sering-sering digunakan untuk ngaji, biar tidak sepi.” Imbuhnya, yang juga Alumni Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo ini.

Di kesempatan yang sama, Said Jakfar, Wakil Ketua IPNU Sukorejo juga menyampaikan hal senada. Dirinya mengungkapkan, ramai atau sepinya sebuah masjid ditentukan oleh pengurus masjid itu sendiri. Karena pengurus masjid lah yang memegang peranan dalam menentukan sepi atau tidaknya sebuah masjid.

“Masjid mau sepi atau ramai, bergantung pada pengurusnya kok,” tandasnya.

Menurut mahasiswa tingkat akhir UIN Yogyakarta ini, sudah selayaknya masyarakat punya inisiatif sendiri untuk meramaikan masjid dengan kegiatan yang positif. “Masyarakat harus punya inisiatif sendiri meramaikan masjid,” tambahnya.

Perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat tentang masjid.  Menurut Said, masyarakat harus diberikan pemahaman dan penjelasan tentang pentingnya meramaikan masjid.

“Pengurus masjid perlu lah mengadakan kegiatan yang isinya memberikan pemahaman dan penjelasan betapa pentingnya meramaikan masjid,” ujar Said.

Untuk itu, diperlukan adanya sosialisasi agar masyarakat faham betul, bahwa masjid bukan hanya tempat shalat saja. Melainkan bisa digunakan sebagai tempat diskusi sesama pelajar, ataupun dialog mahasiswa.

“Jadi intinya, diskusi atau dialog tidak hanya di adakan di aula melulu. Bisa di masjid,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri IPNU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Kirab Satu Suro, Napak Tilas atau Perayaan?

Solo, IPNU Tegal. Di momentum peringatan malam satu suro tahun ini (24/10), Langit Kota Solo pada malam itu tampak cerah. Warga pun mulai berdatangan untuk menyaksikan sebuah tradisi tahunan yang biasa digelar tiap pergantian tahun Hijriah ini.

Rombongan kirab mulai berjalan dengan formasi rombongan kerbau berada di barisan depan. Di belakangnya mengiringi rombongan yang membawa pusaka dan lainnya. Mereka berangkat dari Kori Kamandungan menuju Brojonolo.

Kirab Satu Suro, Napak Tilas atau Perayaan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Satu Suro, Napak Tilas atau Perayaan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Satu Suro, Napak Tilas atau Perayaan?

Pengageng Kusuma Wandawa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Puger, mengatakan peringatan malam satu suro ini dilakukan seperti biasa.

IPNU Tegal

“Seperti biasa untuk memperingati Tahun Baru Islam, kerbau dan pusaka dikirab. Dalam perjalanannya budaya ini kan milik semua orang, termasuk kirab ini juga milik semua masyarakat,” kata dia, di sela-sela acara.

IPNU Tegal

Menurut keterangan dari salah satu buku yang dikeluarkan dari Keraton Kasunanan Surakarta, tujuan kirab satu suro ini digelar salah satunya untuk mengingat kembali prosesi perpindahan keraton dari Pajang (Kartasura) ke Solo (Surakarta).

Adapula, versi yang menerangkan bahwa kirab dengan diiringi kerbau ini merujuk pada hal yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. ketika memilih tempat untuk dibangun Masjid Nabawi, dengan menggunakan unta al-Qoswah.

“Saya pernah baca di buku Keraton kalau kerbau itu yang menjadi cucuk lampah perpindahan dari Kartasura ke Surakarta,” ungkap Wakil Ketua PCNU Sukoharjo, Sofwan Faisal Sifyan.

Namun, menurutnya tradisi kirab ini hanya sebatas "perayaan" bukan napak tilas. “Kalau napak tilas tentunya dari Kartasura ke Surakarta,” ujarnya.

Meski demikian, Sofwan tetap berharap agar tradisi ini tetap dilestarikan, dengan memperbaiki kekurangan dan penyimpangannya serta mengakomodasi tradisi baru yang lebih baik.

“Soal ada penyelewengan keyakinan rebutan kotoran kerbau, ya itu wajib diluruskan orang-orang terdekat dan bukan dilenyapkan begitu saja,” tegasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nusantara, AlaSantri, Nasional IPNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Bersalaman Pria-Wanita Bukan Muhrim

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Kiai, saya mau bertanya, bagaimana hukum bersalaman antara pria dan wanita (muda) yang bukan muhrim? karena kan banyak sekarang ini di tengah masyarakat yang mengatakan bersalaman tesebut hukumnya haram. Bagaimana dalil-dalil salaman tersebut? terima kasih. Wassalam. Ahmad Syarif H.?

Waalaikumus salaam wr. wb.

Bersalaman Pria-Wanita Bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersalaman Pria-Wanita Bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersalaman Pria-Wanita Bukan Muhrim

Bapak Ahmad Syarif H. yang saya hormati,

Bersalaman secara umum memberikan efek positif dalam pergaulan sehari-hari. Bersalaman merupakan sebagian langkah untuk mengeratkan hubungan antar individu dalam hal apapun, baik itu hubungan kekerabatan, hubungan bisnis,dan lain-lain. Dengan bersalaman juga sebuah ikatan dimulai dan perjanjian dilakukan.

Namun demikian, ada perhatian khusus terkait bersalaman antara pria dan wanita yang bukan mahram yang bapak tanyakan. Ulama memberikan hukum haram atas hal tersebut. Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Muin hal. 98 mengatakan :

IPNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Artinya; sekiranya haram melihatnya maka haram pula menyentuhnya tanpa pemisah, karena memegang itu lebih menimbulkan ladzat.

Dalam sebuah hadits Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika Nabi Muhamamd SAW membaiat perempuan yang bukan mahram beliau tidak menjabat perempuan tersebut dan membaiat hanya dengan ucapan.(Al-Bukhari bab. Surat Al-Mumtahanah ayat 10)

IPNU Tegal

Bapak Ahmad Syarif H. yang budiman, memang dalam pergaulan sehari-hari sulit untuk menghindari berjabat tangan dengan perempuan bukan muhrim. Kita dituntut untuk mengikuti syariat tapi tetap tidak mengurangi kualitas hubungan antar individu laki-laki dan perempuan. Untuk itu, patutlah dicari cara yang elegan dalam menghindari bersalaman dengan perempuan bukan muhrim sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada agar keakraban tetap terjaga.

Semoga kita diberikan kemampuan untuk istiqamah menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya serta kemampuan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan sesama dan semua makhluk. Amiin

Walloohu Alamu bishshawaab

Wassalamualaikum wr. wb.

Maftuhan

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri, Lomba, Hikmah IPNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Banyuwangi, IPNU Tegal - Berbagai prestasi terus dicapai oleh IPPNU Banyuwangi. Hal itu diwujudkan dengan diraihnya gelar Juara Umum IPPNU Award, Juara Ketiga Lomba Qosidah, dan Juara Ketiga Lomba Mars IPPNU oleh IPPNU Banyuwangi.

Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka Konferensi Wilayah Ke-19 IPPNU Jawa Timur oleh IPPNU Jawa Timur pada bulan Agustus lalu di Kantor PWNU Jawa Timur.

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Penyerahan piala dan hadiah yang dilakukan pada Pra Konferwil Ke-19 IPPNU Jawa Timur di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jumat (2/12). Dalam acara ini hadir Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan seluruh pengurus IPPNU se-Jawa Timur. Turut hadir juga Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menerima piala Juara Umum IPPNU Award yang diserahkan oleh Gus Ipul. Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan dalam lomba ini sangat singkat karena keterbatasan waktu.

IPNU Tegal

"Meskipun waktu untuk latihan mepet dan persiapan kurang begitu maksimal, alhamdulilah yang kami lakukan membuahkan hasil," kata Halimah saat diwawancari lewat ponsel

IPNU Tegal

Halimah mengajak kadernya untuk mempertahankan dan menyempurnakan capaian prestasi ini dengan sebaik-baiknya.

"IPPNU Banyuwangi harus bisa bersaing secara sehat dengan yang lain. Kita akan pertahankan prestasi itu dengan meningkatkan bakat para pelajar NU Banyuwangi. Dengan ini (prestasi), semoga dapat dicontoh oleh para pelajar NU Banyuwangi yang lainnya," harapnya.

Selain perolehan juara tersebut, IPPNU Banyuwangi juga meraih juara 6 dari 10 besar yang diraih oleh Risa Nurhayati, dalam Lomba Duta Pelajar Putri Jawa Timur. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, AlaSantri, Anti Hoax IPNU Tegal

Inilah Pesan Wabup Lombok Tengah di Hadapan 2000 Warga NU

Lombok Tengah, IPNU Tegal. Sedikitnya 2.000 warga Nahdliyin memadati halaman Pondok Pesantren At Tamimy, Bransak, Praya, Lombok Tengah asuhan Rais Syuriyah PWNU NTB, TGH. Lalu Ahmad Khairi Adnan untuk mengikuti Istighotsah dan Sholawatan Akbar, Ahad (15/5) malam.?

Ketua Tanfidziyah PCNU Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri menyampaikan agar seluruh sekolah di lingkungan LP Maarif NU memasukkan Aswaja sebagai salah satu mata pelajaran agar kader muda NU memahami Islam Ahlussunnah Wal Jamaah sejak dini. Di samping itu, ia juga menekankan pendidikan berkarakter harus dikedepankan dengan pembiasaan berdoa untuk orang tua dan guru sebelum dan sesudah belajar. “Hal itu sangat penting untuk mendidik generasi masa depan yang bertakwa, beriman, dan mampu menghindari pengaruh radikalisme, dan kemerosotan moral lainnya,” kata Lalu? Fathul Bahri? yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Lombok Tengah.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta warga NU mendukung penuh penyelenggaraan MTQ Tingkat Nasional? untuk cabang Tilawah tingkat Remaja dan Anak-anak? yang akan berlangsung di Lombok Tengah pada akhir bulan Juli mendatang.?

Inilah Pesan Wabup Lombok Tengah di Hadapan 2000 Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesan Wabup Lombok Tengah di Hadapan 2000 Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesan Wabup Lombok Tengah di Hadapan 2000 Warga NU

Sementara terkait banyaknya destinasi wisata yang sangat bernilai bagi Kabupaten Lombok Tengah, dirinya mengharapkan agar warga NU turut berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan.?

Pada kesempatan yang sama, Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, TGH. Makrif Makmun Diranse menyampaikan pentingnya menjaga keutuhan Negara. Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final, dan bagi NU hal itu adalah harga mati, dan tak ada pihak yang boleh mengganggu keutuhan bangsa. Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa pengurus NU mendatang harus fokus melaksanakan program keagamaan di antaranya pembinaan dan pengembangan majlis taklim, mengaktifkan Bahtsul Masail, Lailatul Ijtima, dan pembacaan (Qiraah) Bukhori.

Istighotsah dan Shalawatan Akbar ? tersebut dilaksanakaan dalam rangka pengenalan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lombok Tengah Masa Khidmat 2016-2021, sekaligus untuk pelepasan jamaah umrah dan tasyakuran kelulusan santri. Pembacaan Istighotsah dan Shalawat dipimpin oleh Wakil Rais PCNU Lombok Tengah, TGH. Sabaruddin Abdurrahman (Qori Terbaik 3 MTQ Internasional di Iran Tahun 2013) dan Katib Syuriah, TGH. L. Muhammad Tamim. Pembacaan Doa-doa dipimpin oleh Rais Syuriyah PWNU NTB, TGH. L. Ahmad Khairi Adnan) dan Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, TGH. Makrif Makmun Diranse. (Lalu Rupawan Jhoni/Zunus)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal PonPes, AlaSantri, Sejarah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock