Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Amandemen UUD 45 Mengacaukan

Jakarta, IPNU Tegal
Undang Undang Dasar (UUD) 1945 hasil amandemen yang kini sedang disosialisasikan oleh MPR dan pemerintah, dinilai mengacaukan karena tidak serasi dengan mukadimah dan kehilangan roh UUD 1945 itu sendiri.

"Kita tidak anti amandemen, tapi anti amandemen yang kebablasan, yang menyimpang dari semangat dan jatidiri UUD 1945, yang bertentangan antara pembukaan dan batang tubuhnya, serta filosofi struktur dan sistem kenegaraannya," kata pengamat hukum H.Amin Aryoso SH di Jakarta, Senin (11/4).

Ia mengkhawatirkan, amandemen UUD 1945 yang kebablasan itu bisa mengacaukan tatanan dan berefek negatif bagi masyarakat bangsa Indonesia, yang seharusnya tetap berpegang teguh pada UUD 1945. Menurut Amin Aryoso, UUD 1945 asli yang kemudian diubah menjadi UUD 2002, merupakan hasil amandemen yang dilakukan anggota Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) tanpa memperoleh mandat dari rakyat.

UUD yang semula dibuat oleh badan konstituante, diamandemen oleh MPR tanpa mandat dari rakyat, karena parpol-parpol sebelum pemilu tidak ada yang mengusulkan perubahan UUD 1945. Tetapi setelah MPR terbentuk, tanpa mandat dari rakyat tiba-tiba mereka mengubah UUD 1945. Ia juga menjelaskan, di MPR sendiri banyak anggota majelis yang menentang adanya amandemen tersebut, tercatat sekitar 207 dari 500 anggota Majelis.
? ? ?
Kalau memang mau mengubah UUD 1945, amandemen mestinya dilakukan berdasarkan mandat rakyat melalui hasil referendum, dan isinya tidak menyimpang dari jiwa aslinya, melainkan justru makin bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Amin Aryoso menilai, UUD 1945 amandemen jelas bertentangan dengan idealisme, bentuk dan struktur Pembukaan UUD 1945, yang merupakan roh dari UUD itu sendiri. "Jadi, UUD 1945 amandemen jelas kebablasan," tegasnya.
? ? ?
Dalam kenyataannya sekarang, ia merujuk pada praktek-praktek yang merugikan rakyat, yang tidak menempatkan rakyat pada obyek pembangunan, seperti yang dikehendaki oleh jiwa UUD 1945. Amin juga mempertanyakan kemungkinan adanya skenario asing, termasuk LSM-LSM asing dan lokal yang menunggangi di balik amandemen UUD 1945.?

Sementara itu, di tempat terpisah mantan Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS) Ian Santoso Perdana kepada IPNU Tegal beberapa waktu lalu mengatakan, kondisi bangsa yang sedang carut marut ini, titik mulanya disebabkan oleh amandemen UUD 45 yang dipaksakan, padahal itu merupakan jantung dari sebuah ideologi bangsa, jika itu di rubah, bangsa ini kehilangan semangat dan ruh nasionalisme.? Hal ini bisa dilihat dari perkembangan politik Indonesia sekarang ini.?

Meskipun demikian, kata Ian Amandemen boleh-boleh saja di rubah tapi bukan di batang tubuh, tapi di aturan peralihan saja, karena ruh UUD 45 ada di pembukaan dan batang tubuh. "Tetapi ketika itu (zaman MPR di ketuai Amin Rais) langsung menyetujui Amandemen tanpa melalui persetujuan rakyat," ungkap Ian yang sempat mengikuti rapat mewakili TNI AL bersama ketua MPR ketika itu masih dipimpin Amin Rais yang membahas soal amandeman. (Cih)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan IPNU Tegal

Amandemen UUD 45 Mengacaukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amandemen UUD 45 Mengacaukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amandemen UUD 45 Mengacaukan

Senin, 05 Februari 2018

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Lamongan, IPNU Tegal?

Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korp Pelajar Putri Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamtan Babat, Lamongan, Jawa Timur menggelar olahraga alam.?

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Kegiatan dilaksanakan di Sendang Desa Pucakwangi ini diikuti alumni Diklatama dan Diklat Scraft IPNU IPPNU. Olahraga alam ini merupakan tindak lanjut dari Diklatama dan Diklat Scraft IPNU dan IPPNU pada bulan September.

Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin Setiowati mengatakan, kegiatan rutin bulanan ini sebagai upaya memperkuat jasmani dan rohani pelajar NU. Tak hanya itu, juga bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan, keharmonisan, dan loyalitas para kader DKAC CBP KPP Babat serta pelajar NU di Kecamatan Babat.

IPNU Tegal

"Saya bangga memiliki kader-kader hebat DKAC CBP KPP Babat. Selain kompak juga selalu produktif membuat kegiatan. Tidak hanya itu, DKAC CBP KPP Babat juga selalu eksis melaksanakan latihan rutin. Semoga selalu istiqomah dan tetap kompak", ungkapnya pada sambutan berlangsung 14 Oktober 2016. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Syariah, Amalan IPNU Tegal

Perilaku Eksklusif Jadi Indikator Aliran Agama yang Melenceng

Pringsewu, IPNU Tegal. Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Khairuddin Tahmid menjelaskan bahwa jika ingin melihat apakah suatu aliran, paham atau organisasi keagamaan Islam memiliki aliran yang melenceng, sesat ataupun radikal dapat diketahui dengan keterbukaannya dalam melakukan aktivitas keagamaan.

Perilaku Eksklusif Jadi Indikator Aliran Agama yang Melenceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Perilaku Eksklusif Jadi Indikator Aliran Agama yang Melenceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Perilaku Eksklusif Jadi Indikator Aliran Agama yang Melenceng

"Kalau lihat kelompok atau paham yang pengajiannya nyumput-nyumput (tertutup, red) dan tidak boleh diketahui oleh orang lain diluar kelompoknya bisa jadi aliran tersebut patut diwaspadai sesat ataupun radikal," katanya didepan Jamaah Itikaf Bersama Malam Ramadhan di Masjid Baitul Izza Pringsewu, Kamis (16/6) malam.

Sikap Inklusif dan eksklusif menurutnya menjadi salah satu indikator untuk memahami sebuah paham atau aliran keagamaan dalam Islam. "Kalau ada kelompok pengajiannya terbuka pakai sound system melibatkan semua pihak? maka sulit untuk dikategorikan menyimpang," tambah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini sembari menjelaskan beberapa poin dari 10 Kriteria Aliran Sesat yang telah ditetapkan oleh MUI Pusat.

Penjelasan ini dipaparkannya di tengah-tengah kondisi Umat Islam saat ini yang terkadang gampang terbawa arus aliran-aliran sesat dan radikal tanpa dapat menyaring dengan komprehensif. Aliran tertutup dan radikal muncul dengan membawa berbagai motif serta merekrut jamaahnya dengan iming-iming materi maupun non materi.

Selain menjelaskan tentang hal tersebut, Kiai Khairuddin juga memaparkan sikap MUI sebagai organisasi Ulama dalam berkiprah dan mensikapi berbagai paham yang ada di Indonesia.

IPNU Tegal

"MUI mengusung Islam Washatiyyah atau moderat. Islam tengah-tengah yang terkadang harus tegas dan di sisi lain harus lembut. Layyinan Wala Radikaliyyan Wala Terorisiyyan," kata Kiai yang memiliki selera humor tinggi ini.

Kiai Khairudin mencontohkan sikap tegas MUI dalam menyikapi perkembangan perilaku masyarakat yang semakin tidak terkontrol di Media Sosial dengan mengeluarkan menerbitkan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.

IPNU Tegal

Saat ini lanjutnya diperlukan langkah-langkah untuk menjaga moralitas ummat sehingga Ibadah akan berpengaruh positif pada Haliyah keseharian dan peningkatan keimanan umat.

"Kalau mau tahu Jumlah umat Islam di Indonesia lihatlah berapa banyak yang shalat Jumat dan Shalat Id. Tapi kalau mau tahu berapa banyak orang Islam yang beriman di Imdonesia lihatlah ketika shalat shubuh," katanya diiringi senyum yang hadir. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, RMI NU IPNU Tegal

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Pati, IPNU Tegal. Mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) kabupaten Pati bersama aktivis lingkungan di Pati meramaikan kegiatan “Jogo Kali”, Ahad (1/11). Mereka memunguti sampah di sepanjang tepi sungai Bendokaton sampai Sambiroto kecamatan Tayu Kabupaten Pati.

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari, (31/10-1/11) mereka juga memunguti sampah di dalam sungai untuk kemudian dikumpulkan di daur ulang.

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Kegiatan “jaga kali” dan “bersih kali” ini diharapkan mengispirasi warga dan mau bergotong royong dalam merawat lingkungan dan mau melestarikan, ungkap aktivis lingkungan setempat Shoimul Mubarok.

IPNU Tegal

Kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai malam hari berjalan dengan teratur dan mengundang simpati dari warga dan masyarakat setempat. Sedangkan beberapa Kepala Desa di sepanjang sungai Dokaton sampai Sambiroto ikut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Mereka sepakat agar ke depan masyarakat yang letak rumahnya berada di tepi sungai agar tidak sembarangan lagi dalam membuang sampah lebih-lebih di area sungai.

Ketua BEM-Prodi PMI IPMAFA Zaky Fuad menjelaskan, “Respon masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa yang mengikuti kegiatan bersih sangat positif karena sungai mereka menjadi bersih dan elok.”

IPNU Tegal

Sementara itu, Ketua Prodi PMI Faiz Aminuddin mengapresiasi kegiatan bersih kali ini. ? Menurutnya, sudah sewajarnya menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas berkutat dengan buku dan teori, tetapi program aksi untuk menjawab problematika sosial penting untuk mulai ditumbuhkan.

“Niat baik para mahasiswa PMI yang ikut terlibat langsung dalam bersih kali merupakan langkah awal yang baik, dan kalau bisa berkelanjutan, apalagi sebentar lagi musim hujan sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko banjir,” kata Alumnus Psikologi Sosial UGM ini. (Siswanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kyai, News, Amalan IPNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Hukuman Mati Bagi Bandar Narkoba

Assalamu’alaikum wr. wb. Baru-baru ini muncul kontrovesi mengenai hukuman mati bagi bandar narkoba. Ada pihak yang setuju, ada juga pihak yang tidak setuju. Yang ingin saya tanyakan, apakah boleh dalam pandanngan hukum Islam menghukum mati bandar narkoba? Kami mohon penjelasannya, dan atas penjelasannya kami ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb (Agus Triyono/ Jakarta)

 

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa narkoba merupakan momok yang menakutkan bagi kita semua karena besarnya dampak negatif yang ditimbulkan. Bahkan dilaporkan setiap hari ada 40 nyawa melayang akibat kegananas narkoba. Ini artinya setiap satu hari kita kehilangan 40 generasi bangsa kita, meregang nyawa sia-sia.

Hukuman Mati Bagi Bandar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukuman Mati Bagi Bandar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukuman Mati Bagi Bandar Narkoba

Memang tidak ada nash yang secara sharih menjelaskan tentang ketentuan hukuman had atau kafarat bagi bandar narkoba. Padahal bandar narkoba jelas merupakan aktor penting yang berperan sebagai penyedia barang haram yang telah memakan korban yang tidak sedikit, merusak generasi bangsa kita, dan menimbulkan efek negatif (mafsadah) yang luar biasa besarnya. 

Di dalam hukum Islam dikenal istilah ta’zir. Menurut kesepakatan para ulama, ta’zir merupakan hukuman yang disyariatkan atas pelanggaran atau kemaksiatan yang di dalamnya tidak terdapat ketentuan hukuman had dan kafarat. Hal ini sebagaimana dikemukakan Ibnu Taimiyah.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IPNU Tegal

“Para ulama telah sepakat bahwa hukuman ta’zir itu disyariatkan untuk setiap pelanggaran (ma’shiyah) yang tidak terdapat ketentuan hukuman had dan kafarat”. (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatwa, Iskandaria-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005 M, juz, 30, h. 39). 

Pertanyaan penting yang harus diajukan di sini adalah apakah hukuman ta’zir diperbolehkan sampai pada taraf menghukum mati? Dalam pandangan kami, jelas diperbolehkan sepanjang pelanggaran yang dilakukan menimbulkan dampak negatif (mafsadah) yang massif. Bahkan memberikan hukuman ta’zir dengan cara menghukum mati pernah dilakukan pada masa sayyidina Umar bin al-Khaththab ra.

Sayyidina Umar bin al-Khaththab ra pernah mengumpulkan para sahabat senior yang alim dan mengajak mereka untuk mendiskusikan tentang hukuman yang setimpal bagi pelaku liwath. Mereka pun kemudian mengeluarkan fatwa agar pelakunya dihukum mati dengan cara dibakar.

…? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IPNU Tegal

“…bahwa sayyidina Umar bin al-Khaththab ra mengumpulkan para sahabat senior yang alim dan mengajak mereka bermusayawarah mengenai hukuman yang layak bagi pelaku liwath. Kemudian mereka pun memberikan fatwa hukuman mati bagi pelaku tersebut dengan cara membakarnya. Model hukuman ini merupakan model yang paling mengerikan dalam bab hukuman ta’zir…” (Abdurrahman al-Juzairi, al-Fiqh ‘ala Madzahbib al-Arba`ah, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 5, h. 249)

Berangkat dari penjelasan ini maka menghukum mati bandar narkoba itu jelas diperbolehkan dengan pertimbangan bahwa ia telah melakukan suatu tindak kejahatan yang membawa dampak negatif yang sangat luar biasa bagi kelangsungan kehidupan manusia.

Bahkan dalam beberapa kasus kami pernah mendengar bahwa para bandar narkoba yang tertangkap kemudian dipenjara, masih saja bisa menjalankan bisnisnya dari dalam penjara. Ini artinya hukuman penjara ternyata tidak bisa memberi efek jera. Dan sudah berang tentu hukuman mati pantas diberikan kepadanya. Sebab, kejahatan yang ia lakukan ternyata tidak dapat dicegah.

Nahdlatul Ulama sendiri dalam Muktamar ke-31 di Asrama Haji Donohudan-Boyolali-Jawa Tengah telah memutuskan kebolehan untuk menghukum mati bagi pemasok psychotropika dan narkotika. Alasan yang dikemukan dalam keputusan tersebut adalah karena menimbulkan mafsadah yang besar. (Lihat, Ahkam al-Fuqaha`, Khalista dan Lajnah Ta’lif Wan Nasyr, cet ke-1, 2011, h. 618-624)

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Dan sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk berperang melawan narkoba. Semua pihak harus saling bahu-membahu menyelamatkan generai bangsa ini dari ancaman narkoba. Karena ini juga merupakan bagian dari jihad di jalan Allah.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)             

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan IPNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Cinta Rasul, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Badar

Brebes, IPNU Tegal. Cara membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW antara lain dengan selalu memanjatkan shalawat dan salam kepada beliau. Dengan bershalawat, akan dimudahkan kita mendapatkan safaat dari Nabi, kelak di yaumul hisab (hari perhitungan).

“Shalawat Nabi, akan memberatkan timbangan amal sehingga membuka jalan menuju surga,” kata Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah SH saat membuka lomba membaca Shalawat Badar tingkat Kabupaten Brebes di gedung PCNU, Jalan Yos Sudarso Brebes, Sabtu (30/3).

Cinta Rasul, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Rasul, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Rasul, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Badar

Muslimat NU, kata Chulasoh, harus menjadi gerbang utama untuk mensyiarkan shalawat. Dengan ribuan pengajian yang dimiliki Muslimat NU bisa menjadi ladang persemaian untuk menanamkan dan memanen shalawat. “Bagaimanapun keadaanya, shalawat harus kita gelorakan, termasuk lewat perlombaan,” katanya.

IPNU Tegal

Lomba diikuti 17 peserta dari perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se Kabupaten Brebes. Dengan berbagai gaya dan lagu yang berbeda-beda mereka tampil dengan penuh semangat dan keceriaan.

IPNU Tegal

Setelah mengantongi nilai 93, akhirnya Grup PAC Muslimat NU Bulakamba Kabupaten Brebes berhasil menjadi juara I dalam lomba Baca Shalawat Badar. Juara II diraih PAC Muslimat NU Paguyangan (90) dan juara III PAC Muslimat NU Salem (85). Sedang juara harapan I PAC Losari (84), harapan II PAC Jatibarang (83) dan PAC Songgom (82)

Ketua Panitia Dra Hj Chulasoh menuturkan, lomba Shalawat Badar merupakan rangkain Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-67 tingkat Kabupaten Brebes. Selain lomba Shalawat, Harlah dimeriahkan dengan manasik haji untuk TK/RA se Kabupaten Brebes, pelayanan KB Kes, Santunan Anak Yatim dan Pengajian Akbar di Bantarkawung pada 7 April mendatang. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Ulama, Daerah IPNU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Derita Rohingya, Derita Kita

Hidup Muslim Rohingya yang tinggal di Provinsi Rakhine Myanmar seolah tak lepas dari derita. Bukan hanya beberapa tahun belakangan ini, catatan sejarah menunjukkan, mereka telah mengalami penganiayaan oleh pemerintah yang berkuasa dari periode ke periode. Kini, etnis Rohingya kembali menjadi perhatian internasional atas kekerasan yang mereka alami yang memaksa mereka harus mengungsi untuk menyelamatkan hidup. Perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling menderita atas situasi ini.

Kita memiliki konsep ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim, yaitu Muslim di mana pun adalah saudara. Jika mereka menderita, maka hal tersebut juga penderitaan kita. Dalam konteks inilah, terasa sekali nilai penting bagi kita untuk membantu orang-orang yang sedang ditimpa kesusahan. Ada banyak cara untuk membantu Muslim Rohingnya, bagi umat Islam secara umum, memberikan donasi untuk meringankan penderitaan yang mereka alami adalah cara paling mudah. Sedikit uang yang terkumpul dari jutaan umat Islam Indonesia, akan sangat bernilai. Jika belum mampu memberikan sumbangan, hal minimal yang kita lakukan adalah memanjatkan doa untuk kebaikan mereka.

Derita Rohingya, Derita Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Derita Rohingya, Derita Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Derita Rohingya, Derita Kita

NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil langkah nyata dalam meringankan beban Muslim Rohingya. NU melalui LAZISNU dalam hal ini memfasilitasi orang-orang yang ingin membantu dengan menyediakan rekening khusus yang dilaporkan pengkembangannya setiap hari demi menjaga transparansi dan akuntabilitas. Para aktivis NU yang tergabung dalam berbagai badan otonom NU seperti Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, pesantren, sekolah dan kelompok NU lainnya secara massif mengampanyekan kesadaran untuk turut memberikan sumbangan sesuai dengan kemampuan guna menolong mereka yang sedang mengalami musibah ini. Relawan-relawan NU yang selama ini sudah berpengalaman dalam mengatasi bencana, rencananya juga akan diterjunkan langsung ke lokasi konflik untuk memberi bantuan kepada semua pihak yang menderita.

IPNU Tegal

Bagi pemerintah Indonesia, hal yang penting untuk dilakukan selain memberikan bantuan keuangan adalah melakukan diplomasi kepada pemerintah Mynmar agar lebih bijak dalam menangani masalah tersebut. Langkah Menlu Retno Marsudi untuk berkunjung ke Mynmar dan ke Bangladesh sebagai negara yang paling terdampak oleh pengungsi Rohingnya patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh komunitas Muslim di dunia internasional.

Negara yang cukup aktif dalam membantu masalah Muslim Rohingya adalah Indonesia dan Turki. Karena itu, disayangkan jika komunitas Muslim internasional kurang memberikan perhatian yang cukup atas masalah ini, mengingat etnis Rohingya merupakan etnis minoritas yang paling menderita di dunia. Kekuatan internasional, baik dalam hal pengumpulan dana atau diplomasi akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam upaya penyelesaian ini agar tidak terus berlarut-larut dari waktu ke waktu.

IPNU Tegal

Aksi mendukung Muslim Rohingya dengan melakukan demonstrasi juga sah-sah saja selama menjaga ketertiban dan sesuai dengan koridor hukum yang ada. Aksi seperti itu akan menjadi perhatian publik internasional bahwa apa yang dialami oleh Rohingya menjadi perhatian pihak lain. Tetapi, jika aksi tersebut memiliki motif lain seperti sebagai sarana konsolidasi untuk menggoyang pemerintahan, tentu sangat disesalkan. Sikap pemerintah yang tidak memberi izin pada rencana aksi di dekat kompleks Candi Borobudur juga tepat. Umat Budha di Indonesia hidup dengan damai dan menjaga toleransi dengan sesama. Jangan sampai upaya untuk membantu saudara Muslim di negara lain malah menjadi masalah antarumat beragama di negeri sendiri.

Bagi umat Islam secara umum, bersikap kritis atas segala informasi yang beredar di internet sangat penting. Baru-baru ini beredar viral foto-foto di dunia maya yang ternyata hoaks. Ada pihak-pihak yang berusaha menunggangi penderitaan pihak lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Mawas diri dalam situasi yang tidak pasti menjadi sangat penting untuk menjaga kedamaian.

Upaya-upaya pertolongan dengan menggalang aksi kemanusiaan sangat bermakna sebagai solusi jangka pendek atas masalah Rohingya. Kini saatnya dicarikan solusi permanen agar nasib etnis Rohingya tidak sebagaimana yang terjadi dengan Pelestina yang terus menerus dilanda konflik dan menjadi faktor ketidakstabilan kawasan. Dengan perkembangan teknologi, masalah yang terjadi di satu daerah bisa menjadi problem yang meluas ke daerah-daerah sekitarnya. Keterlibatan ASEAN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini sangat penting. (Ahmad Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul, Amalan IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum

Jayapura, IPNU Tegal. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan, tuduhan bahwa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima dana dari Bulog dan Brunei sengaja diramaikan untuk menjatuhkan citra Presiden ke-4 RI ini. Berikut kronologi penurunan Gus Dur menurut Mahfud MD:

Dalam kasus yang selanjutnya disebut buloggate dan bruneigate tersebut, Gus Dur tak terlibat sama sekali. Dalam kasus buloggate, saat itu seseorang yang disebut sebagai tukang pijit Gus Dur, bernama Suwondo mengatasnamakan Gus Dur untuk kepentingan pribadi.

Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum

“Gus Dur itu orangnya egaliter. Siapapun yang ingin bertemu, diterimanya. ? Termasuk tukang pijit pun diterimanya. Saat itu ? Suwondo ingin bertemu Gus Dur dengan membawa Sapuan. Dalam pertemuan itu, Suwondo bicara soal Aceh, dan sebagainya. Gus Dur hanya bilang bahwa Aceh perlu dibantu. Tapi kemudian, paska pertemuan itu, Suwondo menemui Sapuan dan meminta uang sebesar Rp35 Miliar, dengan membawa nama Gus Dur,” ungkap Mahfud.

IPNU Tegal

“Gus Dur tak tahu menahu soal itu. Itu kasus Suwondo yang menyalahgunakan nama Gus Dur,” tandas Mahfud dalam Konferensi Pers, usai mengisi seminar tentang Hukum di arena Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkai dengan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jayapura, Papua, Rabu (12/12).

Sementara tentang Brunei, kata Mahfud, bermula dari keinginan Raja Brunei Darussalam, yang ingin memberi zakat kepada masyarakat Indonesia, melalui Aryo. “ Waktu itu kata Gus Dur, silahkan disalurkan, dan kemudian uang zakat itu disalurkan ke Aceh, dan lainnya. Jadi Gus Dur tak menerima uang tersebut,” ujarnya.

IPNU Tegal

Peristiwa pemberian zakat tersebut, kata Mahfud terjadi tahun 1999, ketika ? itu belum ? ada Undang-Undang ? Gratifikasi. Jadi Gus Dur langsung menyalurkannya tanpa melaporkan kepada negara. “ Saat itu dana tersebut langsung disalurkan. Jadi dua kasus hukum tersebut, tidak benar sama sekali. Tak terbukti sama sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa jatuhnya Gus Dur, adalah murni kasus politik. Gus Dur ? dianggap melanggar TAP MPR nomor 6 dan 7 tahun 1999, karena memberhentikan Suroyo Bimantoro dari jabatan Kapolri. “Tanggal 20 Kapolri diganti. Undangan sidang MPR untuk menghentikan Gus Dur bukan soal Bulog dan Brunei tapi karena Gus Dur menggantikan Kapolri tanpa persetujuan DPR/MPR,” ujarnya.?

Karena undangan semacam itu, Gus Dur tak memenuhi undangan MPR dan mengeluarkan maklumat atau dekrit. “Tuduhan korupsi adalah tuduhan paling jahat. Gus Dur jatuh secara politik tak ada kasus hukum apapun di situ,” kata ahli hukum ini.

“Secara politik memang merupakan fakta yang tak terhindarkan. Sebagai fakta politik saya terima, tapi kalau secara hukum itu tak bisa. Bahkan penjatuhan Gus Dur menurut saya melanggar hukum, sebab menurut Tap MPR ? disebutkan bahwa sidang umum MPR untuk menjatuhkan Presiden harus dihadiri oleh seluruh Fraksi. Saat itu PDKS dan PKB menyampaikan surat resmi untuk menolak sidang umum MPR tersebut,” paparnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, Amalan, IMNU IPNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Jakarta, IPNU Tegal

Wapres Jusuf Kalla berpendapat tak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti yang dimiliki oleh Mantan Ketua Umum PBNU KH Idham Chalid dengan berbagai peran dan jabatan yang disandangnya.

“Beliau memiliki pengabdian dan pengalaman yang begitu beragam, begitu besar, begitu banyak, saya kira tidak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti KH Idham Cholid,” katanya dalam peluncuran buku ”Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah” di Jakarta, Kamis (6/3) malam.

Ketua Umum Golkar ini menjelaskan setidak-tidaknya Idham Cholid yang telah memimpin NU selama 28 tahun ini dalam karirnya selalu berada dalam tiga sosok, yaitu ketua NU sebagai ormas, NU sebagai parpol dan sebagai pejabat negera. Putra Kalsel tersebut juga pernah memimpin tiga partai yaitu Masyumi, NU dan PPP.

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Idham Cholid juga pernah menduduki tiga jabatan menteri, yaitu wakil perdana menteri, menkopolkam, dan menteri sosial. Di posisi legislatif, ia juga menduduki berbagai jabatan mulai dari anggota DPRD Kalsel, DPR dan MPR. “Wajar jika kita mempelajari, mengambil hikmahnya,” katanya.

Mengenai kemampuannya membawa NU dalam berbagai situasi, Jusuf Kalla berpendapat hal ini dikarenakan ia merupakan orang moderat yang selalu berada ditengah disertai sikap kesantunan sehingga bisa diterima oleh semua fihak.

IPNU Tegal

“Hanya kesantunan yang bisa menjaga kemoderatan. Kalau pandangannya ekstrim, tentu orangnya juga ekstrim. Hanya orang yang memahami banyak orang yang bisa mengerti,” imbuhnya.

Pengenalannya secara pribadi dengan Idham Chalid telah terjadi sejak ia tinggal di Makassar yang mana orang tuanya, H. Kalla merupakan tokoh NU setempat dan ketika ke Sulsel, Idham Chalid kadangkala berkunjung ke rumahnya. “Sekali-sekali acara NU di rumah orang tua saya, saya mendengar pembicaraan kepartaian atau apa saja. Jadi banyak hal yang menjadi pelajaran,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Jusuf Kalla juga mendoakan agar Idham Chalid yang saat ini terbaring sakit dapat diberi keselamatan, rahmat dan hidayah. (mkf)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Kajian Sunnah, Hadits IPNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia

Jakarta, IPNU Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia mulai menggelar Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa) untuk para mahasiswa baru. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HM Maksum Mahfoedz, Kamis (25/8) di Aula Gedung PBNU Jakarta.

Sebelum membuka Propesa, Maksum memberikan sambutan pengarahan kepada ratusan mahasiswa baru. Dengan menggelar pembukaan Propesa di PBNU, mahasiswa diharapkan lebih mengenal rumah besar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai dasar pemikiran sekaligus pergerakan.

Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia

Guru Besar UGM ini tak lupa memberikan dorongan dan motivasi belajar kepada para mahasisa agar mempunyai pijakan yang kuat dalam melalui proses belajar di perguruan tinggi NU tersebut. Menurutnya, mahasiswa harus sadar bahwa persaingan global semakin ketat sehingga harus selalu mengembangkan kapasitas diri di luar kampus selain aktif di dalam kampus.

“Harus fight dalam belajar, jangan lupa memperluas jaringan dan menguasai teknologi,” anjur Maksum yang saat menjabat sebagai Rektor UNU Indonesia.

Sementara itu, Ketua STAINU Jakarta Syahrizal Syarif dalam sambutannya juga menjelaskan, kesuksesan dalam menjalani pendidikan ada pada motivasi diri untuk selalu belajar meski dalam keterbatasan fasilitas. Ia menganjurkan kepada mahasiswa agar memanfaatkan jantung belajar seperti perpustakaan selain aktif mengembangkan diri dalam organisasi.

IPNU Tegal

“Jangan terpaku dengan keterbatasan fasilitas, karena hal itu hanya akan mempersempit kalian dalam belajar. Padahal perpustakaan tersebar di mana-mana, bahkan saat ini mudah sekali mengakses perpustakaan di dunia melalui digital,” jelaanya.

Oleh karena itu, tegasnya, penguasaan teknologi dan pemahaman informasi sangat menunjang proses belajar generasi muda saat ini. Dia juga mendorong mahasiswa untuk dapat menguasai minimal 2 bahasa, yaitu bahasa Arab dan Inggris. Karena penguasaan bahasa asing saat mempunyai peran strategis dalam menunjang belajar sekaligus mengembangkan keilmuan secara global.

IPNU Tegal

Kegiatan Propesa ini akan berlangsung di Parung Bogor selama tiga hari ke depan. Usai mengikuti pembukaan, para mahasiswa baru digiring langsung menuju lokasi kegiatan. Acara pembukaan Propesa ini juga dihadiri oleh salah satu pendiri STAINU Jakarta , KH M. Mujib Qulyubi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Aswaja, IMNU IPNU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali

Jakarta, IPNU Tegal

Virginia Gray Henry, Pengajar Islam Klasik di Amerika Serikat memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam anak-anak. Ia dan timnya menerbitkan buku-buku untuk anak-anak antara lain tentang hidup dan ajaran Imam Al-Ghazali. Selain itu ia juga menyusun buku amaliyah wudlu, berdoa dan shalat.

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali

Hal itu disampaikannya di arena International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/5).

Virginia menuturkan, penerbitan buku-buku tersebut? sebagai upaya membantu anak-anak mempelajari Sunah juga pengajaran Islam dari sisi hati (tasawuf). “Ini untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak bahwa dalam hidup ada kesempatan untuk membersihkan hati,” kata Virginia.

IPNU Tegal

Virginia juga melakukan pendekatan dari hati dengan anak-anak didiknya. Misalnya ia pernah mengajak anak-anak untuk pergi ke sebuah taman kota dan bertemu dengan seorang alim yang kemudian dijadikan guru oleh anak-anak tersebut. Orang alim itu memberikan contoh bahwa setiap ibadah yang dilakukan untuk bersikap ramah dan ajaran baik lainnya.

Menurutnya, harapan pengajaran Islam kepada anak-anak sangat besar. Dan di antara pendekatan pengajaran kepada mereka adalah melalui cerita-cerita dari buku-buku yang diterbitkan.

IPNU Tegal

Dalam forum Isomil, Virginia juga memutarkan film pendek yang menceritakan berubahnya situasi kepada kembalinya keyakinan? anak-anak. Anak-anak dapat merasakan keyakinan dan percaya dengan kehidupan spiritual dan bagaimana anak-anak tidak hanya hidup dalam ketakutan.

Virginia sendiri terinspirasi dengan kehidupan Imam Al-Ghazali sejak kecil tepatnya? pada tahun 1966. Salah satu yang Virginia ingat adalah ungkapan, “Saya hancur bila tidak melakukan apa pun.”

Oleh karena itu, Virginia melakukan kerjasama penerjemahan buku-buku yang ditulisnya dengan beberapa negara untuk menyebarkan ajaran Islam.

Menanggapi paparan Virginia, salah seorang Mustasyar PBNU KH Abdullah Syarwani mengatakan bahwa upaya Virginia sangat baik untuk membangun karakter. “Manusia harus dibimbing dengan akal dan rasionya,” kata mantan Duta Besar RI untuk Syiria ini.

KH Syarwani yakin dan percaya bahwa dalam menghadapi radikalisme dunia, umat Islam harus kuat, tidak boleh takut. Kejahatan dilawan dengan cara yang santun, berbasis moral dan spiritual yang kuat.

Selanjutnya KH Syarwani mengatakan, kerja sama umat Islam dunia akan menyatukan itu. “Persatuan itu merupaka upaya basyariah di antara kita,” ungkap KH Syarwani. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Ulama IPNU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis

Lumajang, IPNU Tegal. Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Lumajang tahun depan, patut bersyukur. Sebab, tidak perlu lagi merogoh  kocek untuk biaya pelepasan, pemberangkatan, dan pemulangan CJH karena sudah ditanggung Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis

Hal tersebut dikemukakan Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Lumajang, HM. Mudhafar di sela-sela pelepasan CJH Lumajang, kemarin (15/9).

Menurutnya, tahun  ini CJH dipungut biaya tambahan untuk keperluan pelepasan, pemberangkatan dan pemulangan CJH yang besarnya mencapai Rp. 400 ribu. "Tahun-tahun sebelumnya, CJH juga dipungut biaya tambahan itu. Tapi mulai tahun depan, CJH tak perlu lagi membayar biaya tambahan karena ditanggung Pemkab," ujarnya.

IPNU Tegal

Selain harus membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), CJH juga diwajibkan membayar biaya-biaya tambahan yang terpsiah dengan BPIH, seperti biaya pelepasan, pemberangkatan, pemulangan, cek kesehatan dan sebagainya.

IPNU Tegal

Diakaui Mudhafar, biaya-biaya tambahan tersebut bisa jadi cukup memberatkan bagi CJH, namun itu harus dipenuhi karena memang kegiatan-kegiatan itu memang keharusan. "Untuk CJH Kabupaten Lumajang, untuk cek kesehatan sudah lama digrariskan. Sekarang ditambah dengan biaya pelepasan dan sebagainya, juga gratis," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mudhafar juga berharap agar CJH bisa konsentrasi untuk melakukan ibadah haji dengan khusyu dan ikhlas, sehingga pulang bisa membawa gelar haji mabrur. Ia juga menghimbau agar keluarga tidak memaksa untuk menjemput CJH di Surabaya kelak. "Supaya tidak mengganggu ketenangan CJH yang dijemput dan CJH yang lain, maka lebih baik ditunggu saja di Lumajang," ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, Pendidikan, Kajian Sunnah IPNU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau

Yogyakarta, IPNU Tegal. Penggunaan padi hibrida membuat Indonesia terjerat lagi pada revolusi hijau yang menimbulkan dampak negatif pada ekologi.

"Indonesia pernah terjerat oleh revolusi hijau yang berimplikasi pada terciptanya ketergantungan input yang bukan main dan timbulnya kerusakan ekologi," kata pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Mochamad Maksum M.Sc. di Yogyakarta, Kamis.

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)
Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau

Menurut Pengurus PWNU DI Jogjakarta ini,, secara ekologis benih padi hibrida memiliki tuntutan kesesuaian pada kondisi tertentu dan menimbulkan dampak secara ekologis. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh revolusi hijau akan terulang lagi dengan adanya pengembangan benih padi hibrida.

Pada sisi biologis, benih hibrida dikembangkan berdasarkan basis teknologi impor dengan segala syarat kesesuaian teknologi untuk bisa berkembang. Pengembangannya tidak sekedar menanam benih saja namun membutuhkan penekanan pada penggunaan obat, pupuk, dan sebagainya.

"Secara ekonomis revolusi hijau telah menghasilkan pangan murah, namun tidak berpihak sama sekali pada kesejahteraan petani dan menyebabkan rusaknya ekologi," kata dia.

IPNU Tegal

Menurut dia, secara politis adopsi hibrida akan meningkatkan ketergantungan pangan nasional terhadap impor benih sehingga menimbulkan pula ketergantungan ketahanan pangan dan ketahanan nasional kepada luar negeri.

"Ini urusan kedaulatan, kalau bicara komoditas lain, implikasi ekspor impor hanya sampai pasar saja, namun tidak demikian halnya dengan komoditas pangan strategis," katanya.

IPNU Tegal

Menurut dia, masalah ini perlu diperhatikan, apalagi menyangkut benih padi yang merupakan komoditas pangan strategis dengan implikasiyang multidimensi mulai dari aspek biologis hingga aspek politis.

"Daripada menggadaikan kedaulatan Republik Indonesia, lebih baik mengembangkan benih dan teknologi lokal yang akrab lingkungan," kata Maksum. (ant/nun)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah, Amalan, Syariah IPNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Songsong Pilkada Tasikmalaya 2017, Banser Gelar Simulasi Pengamanan

Tasikmalaya, IPNU Tegal - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tasikmalaya siap turut andil dalam mengamankan Pilkada Kota Tasikmalaya 2017. Sekira 100 anggota Banser menggelar latihan pengendalian massa di halaman Balai Pertanian Cibeureum, Jalan Nagarakasih, Tasikmalaya, Rabu (28/9).

Layaknya Petugas Dalmas Kepolisian, Banser juga melakukan simulasi pengamanan demonstrasi. Pendemo dan Anggota Banser saling dorong yang saat simulasi sempat jadi tontonan warga. Bahkan tingkat siaga satu pun dipraktikkan. Seandainya terjadi kericuhan anggota Banser harus bisa menghalau sekaligus meredam kekecauan.

Songsong Pilkada Tasikmalaya 2017, Banser Gelar Simulasi Pengamanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Pilkada Tasikmalaya 2017, Banser Gelar Simulasi Pengamanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Pilkada Tasikmalaya 2017, Banser Gelar Simulasi Pengamanan

Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Dansatkorcab) Banser Kota Tasikmalaya Ujang Haedar menjelaskan, latihan sekaligus simulasi pengendalian massa ini untuk jaga-jaga seandainya Pilkada berlangsung ricuh. Banser tidak ingin kondusivitas warga Kota Tasikmalaya terganggu oleh hiruk pikuknya politik.

IPNU Tegal

"Maka kami serius latihan karena mayoritas warga di Kota Tasik adalah NU. Kewajiban kami menjaga mereka, apalagi terhadap para ulama," ujarnya.

Kendati demikian, latihan ini bukan berarti mengecilkan peran Kepolisian dan TNI, tetapi justru akan ikut membantu Kepolisian seandainya Banser diperlukan.

"Minimal kalau sudah siap, segala kemungkinan apapun bisa diantisipasi," kata Ujang.

IPNU Tegal

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya Riky Assegaf mengatakan, jalannya Pilkada dipastikan aman terkendali. Kepolisian dibantu TNI sudah lebih dari siap karena tugasnya memang di sana. Namun, taka da salahnya Banser salahnya ikut mengantisipasi yang minimalnya menjaga setiap objek vital milik Nahdlatul Ulama.

"Intinya kami siap membantu keamanan Pilkada. Latihan ini merupakan bentuk kesiapan kami dalam bersinergi dengan Polisi dan TNI," ucap Riky. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan IPNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

10 Ribu Warga NU Sumut ‘Serbu’ Istana Maimun

Medan, IPNU Tegal

Di Jakarta, pada 3 Februari mendatang, Gelora Bung Karno akan ‘dikepung’ 300 ribu Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU). Di Medan, pada hari yang sama, Istana Maimun, bakal ‘diserbu’ sekira 10 ribu kaum Nahdliyin se-Sumatera Utara (Sumut).

Bukan untuk berunjuk rasa atau berbuat kekacauan di istana seluas 2.772 meter persegi itu, melainkan akan melakukan istighosah. Ritual doa massal dan tablig akbar itu digelar untuk menyambut Hari Lahir (harlah) ke-82 NU yang juga diperingati di kota-kota lainnya di Indonesia.

10 Ribu Warga NU Sumut ‘Serbu’ Istana Maimun (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Ribu Warga NU Sumut ‘Serbu’ Istana Maimun (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Ribu Warga NU Sumut ‘Serbu’ Istana Maimun

“Kami mengestimasi, jamaah istigosah itu mencapai 10 ribu orang. Hadir juga para ulama NU, sejumlah tokoh di Sumut, pejabat pemerintah dan konsul negara sahabat,” ujar Ketua Pengurus Wilayah NU Sumut, Ashari Tambunan—seperti dilaporkan Kontributor IPNU Tegal di Medan, Muhammad Safii.

IPNU Tegal

Ia mengatakan hal itu saat bertemu Sekretaris Daerah Kota Medan Afifuddin Lubis, di Balai Kota Medan, Rabu (23/1) lalu. Turut bersamanya dalam kesempatan itu sejumlah petinggi PWNU Sumut, antara lain, M Arifin Matondang, Zainul Irfan Harahap, Tatang Arbela dan Parulian Siregar.

Afifuddin Lubis mengaku menyambut baik dan mendukung hajatan akbar PWNU Sumut tersebut. Ia berharap agar dalam pelaksanaan istigosah itu, warga Nahdliyin berdoa untuk keselamatan dan kedamainan Kota Medan. “Agar tetap dalam suasana kondusif dan terkendali,” ujarnya.

IPNU Tegal

Sementara, M Arifin Matondang, Ketua Panitia Pelaksana Harlah PWNU Sumut, menjelaskan, istigosah tersebut merupakan puncak Bulan Harlah ke-82 NU yang sudah dimulai sejak 1 Januari lalu.

Selain pemberian bantuan kepada fakir-miskin dan kaum dhuafa, pihaknya, dalam waktu dekat juga akan menggelar nikah masal yang dipelopori Pengurus Wilayah Fatayat NU Sumut.

Ia mengatakan, pihaknya telah menggandeng sejumlah media cetak dan elektronik untuk menyampaikan pesan-pesan moral NU. Dengan demikian, diharapkan masyarakat mengetahui tentang kegiatan selama Bulan Harlah NU itu digelar. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian Islam, Tokoh, Amalan IPNU Tegal

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU

Demak, IPNU Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) menilai gerakan wakaf uang dapat menjadi alternatif usaha untuk menyejahterakan NU. Dana yang terkumpul akan menjadi aset untuk menopang kegiatan dan perkembangan ormas Islam terbesar ini.

“Banyak warga NU yang mau mewakafkan harta kekayaannya,” kata Direktur Wakaf Uang PBNU Agus Setiawan saat sosialisasi gerakan wakaf uang di gedung PCNU Demak, Demak, Jawa Tengah, Ahad (3/11) kemarin.

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Wakaf Uang Sanggup Makmurkan NU

Lebih lanjut Agus Setiawan menyampaikan, gerakan wakaf uang ini adalah upaya untuk membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan di daerah masing-masing yang dikelola langsung oleh PBNU. Artinya, uang yang diwakafkan akan kembali lagi ke umat sesuai kebutuhan,

IPNU Tegal

“Uang yang di wakafkan warga nantinya langsung disetorkan ke badan wakaf PBNU dan dikembalikan lagi ke Cabang, MWC (Majelis Wakil Cabang), maupun Ranting yang setor dan membutuhkan,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, LWPNU akan menggunakan manajemen yang terbuka. Badan wakaf PBNU ini secara online akan mempublikasikan seluruh pendapatan agar dapat dibaca masyarakat luas.

“Kami dari PB akan melaporkan secara periodik hasil pengumpulan uang yang diwakafkan yang telah dibukukan,” tegas Agus Setiawan.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh pengurus MWCNU  Se-Kabupaten Demak dan di hadiri Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, RMI NU, Amalan IPNU Tegal

Selasa, 28 November 2017

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

Bolmong Utara, IPNU Tegal - Gerakan Pemuda Ansor Bolang Mongondow Utara kembali berdakwah Islam rahmatan lil alamin di masjid-masjid. Mereka membuat mengadakan kajian-kajian rutin Islam yang penuh rahmat di tiap masjid.

Pada pekan ini, mereka menggelar kajian di masjid Al-Ikhwan Desa Tote, Sabtu (27/02). Pada kesempatan ini mereka mengangkat tema "Menangkal Bahaya Radikalisme dan Penguatan Kebangsaan Ini.”

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

"Kajian seperti ini memang harus dikuatkan pada setiap generasi penerus bangsa apalagi pada saat ini banyak paham-paham radikal,” kata Dansatkorcab Banser Bolmong Utara Ridwan.

Menurut Ridwan, Islam Rahmatan lil Alamin dan penguatan kebagsaan perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa sehingga mereka diharapkan tidak menjadi target penyebaran paham-paham radikal yang saat ini mengacam NKRI.

IPNU Tegal

Kajian ini langsung dipandu langsung oleh Ketua GP Ansor Bolmong Utara Donal Lamunte. Hadir Juga Ketua BPD Desa Tote dan para pemuda Desa Tote. (Taufik Paputungan/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, Amalan IPNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

UIM-IPNU Sulsel Gelar Uji Coba UN di Tiga Kota

Makassar, IPNU Tegal. Dalam rangka menyambut Ujian Nasional tahun ini, Universitas Islam Makassar (UIM) bersama Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulawesi Selatan malaksanakan uji coba (try out) Ujian Nasional tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat yang ada di Kota Makassar, Maros, dan Gowa.

Kegiatan yang dijadwalkan terlaksana pada 23 Maret 2014 ini tidak memungut biaya dari peserta alias gratis. Rencananya, uji coba UN akan berlangsung di kampus Universitas Islam Makassar.

UIM-IPNU Sulsel Gelar Uji Coba UN di Tiga Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM-IPNU Sulsel Gelar Uji Coba UN di Tiga Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM-IPNU Sulsel Gelar Uji Coba UN di Tiga Kota

Selasa (18/3), panitia dari IPNU telah mengadakan pertemuan dengan Rektor UIM Dr A Majdah  M Zain, Pembantu Rektor IV UIM Dr Nur Taufiq Sanusi, dan Humas UIM. Ketua Panitia Aswad didampingi Ketua IPNU Makassar Muh Nur, dan. Pertemuan tersebut membahas persiapan panitia dan teknis pelaksanaan acara.

IPNU Tegal

“Sosoialisasi Try Out UN di beberapa sekolah di Makassar sudah dilaksanakan. Alhamdulillah banyak sekolah yang sudah konfirmasi untuk  mengutus siswanya hadir pada kegiatan tersebut”, ungkap Aswad. Kegiatan ini merupakan latihan menjawab soal bagi siswa mematangkan persiapan dalam menghadapi Ujian Nasional nanti.

Rencananya, kegitan tersebut akan dihadiri Rektor Universitas Islam Makassar, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel, Ketua  Tanfidziah PWNU Sulsel, dan Ketua PW IPNU Sulsel. Peserta ujian juga akan dihibur oleh grup musik “Launun”, serta hiburan-hiburan lainnya. Kegiatan ini bekerja sama dengan Bimbingan belajar JILC dan Staedtler. (Red: Mahbib Khoiron)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan IPNU Tegal

Jumat, 24 November 2017

Berpikir dan Bertindak Sederhana untuk Membangun Masyarakat yang Sehat

Dalam? membangun pola hidup sederhana ( ? ? ? -? Iqamatul mujtama’ al-muqtashid) baik sederhana dalam pola berpikir, dalam tindakan dan tingkah laku. Sesungguhnya kehidupan yang sederhana diawali dari tindakan yang sederhana. Tindakan yang sederhana diawali dari ucapan yang sederhana, dan ucapan yang sederhana bersumber dari pola pikir yang sederhana. Dan pola pikir sederhana adalah memikirkan sesuatu yang bermanfaat, dan menjauhkan diri dari sesuatu yang dinilai tidak perlu. ? ?

?? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Berpikir dan Bertindak Sederhana untuk Membangun Masyarakat yang Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Berpikir dan Bertindak Sederhana untuk Membangun Masyarakat yang Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Berpikir dan Bertindak Sederhana untuk Membangun Masyarakat yang Sehat

?

Khotbah kali ini merupakan keterangan panjang dari satu hadits yang sangat pendek sekali, tentang anjuran meninggalkan segala centang preneng yang tidak penting. Menghindarkan diri dari segala macam hal yang bersifat skunder dan mementingkan yang primer. Inilah yang oleh Ibn Rajab dinilai sebagai akar dari hadits pendidikan. Yaitu hadits yang berupa ajaran dasar yang harus difahami dan diamalkan oleh seorang muslim. Hadits pendek itu berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? : ( ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ?

IPNU Tegal

Salah satu tanda kesempunaan islamnya seseb orang adalah meninggalkan segala yang dinilai tidak perlu.

Hadits yang tergolong pendek ini memuat beberapa hikmah yang sangat luas. Dalam kitab al-Wafi fi Syarahil Arbain an-Nawawi, Musthafa ? al-Bugha menjelaskan bahwa sebagian ulama mengatakan inilah hadits yang muatan isinya setengah dari ajaran agama. Karena agama sejatinya berisikan tentang laku yang berasal dari perintah dan tinggal yang berasal dari larangan. Sedangkan hadits ini merupakan sumber dari pemahaman segala larangan. Larangan berbuat sesuatu yang tidak penting, baik tidak penting dari tinjauan dunyawi maupun ukhrawi.

Ma’asyiral Muslimin Rahimkumullah

IPNU Tegal

Marilah kita refleksikan hadits ini dalam kehidupan masing-masing diri kita. Benarkah selama ini kita telah mengamalkannya, dengan meninggalkan segala yang terasa tidak perlu? Ataukah malah sebaliknya mementingkan segala yang tidak penting? Berapakah HP yang kita miliki, apakah kecanggihan dan harga mahal itu seseuai dengan kebutuhan kita? Benarkan kita membeli HP karena terjadi kerusakan ataukah karena gengsi dan mengikuti arus trend pasar? Berapakah motor yang kita punya? Benarkah anak kita yang berada di SMP benar-benar memerlukan motor? Ataukah itu sekedar menuruti gengsi saja? Berpakah baju koko yang kita punya dan seberapa rajin kita shalat? dan seterusnya. deretan ini masih bisa diperpanjang hingga tak terhingga. Dan semoga kita segera bersadar bahwa apa yang kita lakukan jauh dari aplikasi hadits ini. Meninggalkan apa yang tidak perlu.

Jama’ah jum’ah yang Berbahagia

Hadits ini dapat dijadikan inspirasi dari tiga hal besar, pertama; membangun masyarakat sosial yang idealis (? ? ? iqamatul mujtama’ al-fadhil). Islam sangat menjaga akan kesehatan sosial kemasyarakatan. Diantara ciri-ciri masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang hidup dengan tatanan yang rapi. Masyarkat yang saling menghargai kepentingan dan kebutuhan yang lain. Sehingga kepentingan seseorang tidak akan mengganggu kebutuhan orang lain. Demikian pula dengan kebebasannya, tidak akan melanggar kebebasan orang lain. Hal ini bisa tercapai jika seorang individu berkonsesntrasi dan bertindak dalam batas kepentingannya masing-masing, jika individu tidak ada keinginan untuk mengurus urusan orang lain yang sebenarnya tidak perlu baginya. Karena jika diamati virus sosial itu bermula dari ketumpang tindihan (at-tadakhul) yang membuat kehidupan makin semrawut secara sosial dan sangat merugikan secara mental. Bukankah perasaan ingin tahu dengan keadaan orang lain awal dari hasud, iri dan dengki. Penyakit hati yang akut dan berbahaya.

Kedua, membangun pola hidup sederhana ( ? ? ? - Iqamatul mujtama’ al-muqtashid) baik sederhana dalam pola berpikir, dalam tindakan dan tingkah laku. Sesungguhnya kehidupan yang sederhana diawali dari tindakan yang sederhana. Tindakan yang sederhana diawali dari ucapan yang sederhana, dan ucapan yang sederhana bersumber dari pola pikir yang sederhana. Dan pola pikir sederhana adalah memikirkan sesuatu yang bermanfaat, dan menjauhkan diri dari sesuatu yang dinilai tidak perlu.? ? ?

Memang, sepintas lalu keterangan ini bersifat sangat individualis. Tetapi apabila difahami secara mendalam tidak demikian. Karena kesibukan seorang muslim pada dirinya sendiri -dalam hadits ini- tidak lain adalah kesibukan menata diri agar siap menghadapi masyarakatnya. Karena masyarakat yang sehat diawali oleh individu-individu yang sehat pula. Dengan kata lain, untuk membangun masyarakat yang islami, tentunya harus bermodal dari individu yang islami pula. Individu-individu yang saleh akan memiliki standar penilaian terhadap realita yang sama. Sesuatu yang bernilai negatif pasti disepakati kenegatifannya, begitu juga yang baik pasti mutlak disepakati kebaikannya. Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya:

? ? :? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sesungguhnya Rasulullah saw pernah ditanya tentang iman yang utama, maka beliau menjawab “apabila Engkau menyukai orang lain sebagaimana engkau menyukai diri sendiri, dan membenci mereka sebagaimana engkau membeci dirmu sendiri”

Secara tidak langsung hadits ini ingin mengatakan bahwa iman yang utama akan menyamakan standar nilai kebaikan bagi diri pribadi dan orang lain. Apa yang buruk bagi kita pastilah buruk bagi masyarakat dan begitupun sebaliknya.

Ketiga, membangun masyarakat yang beiman (religius) bukan individualis (? ? ? ? ? ? iqamatul mujtama’ al-iymany lal ananiy). Secara teoritis mempertentangkan individualis dengan religius adalah kurang tepat. Akan tetapi karakter religius pasti bertentangan dengan karakter individualis. Mengutamakan kepentingan bersama dan mengalahkan kepentingan pribadi adalah syarat mutlak sempurnanya iman seseorang. Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?".

“engkau melimat orang-orang yang beriman saling mencintai dan menyayangi seperti hanya satu badan yang apabila salah satu anggot badannya mengalami luka akan sekujur badan terasa meriang dan panas”

Begitu juga sebaliknya, seorang hamba yang di hatinya tidak ada rasa iman, pastilah tiada pula rasa sayang kepada sesama, porsi kebencian lebih dominan dari pada rasa sayang. Yang ada di dalam pikirannya adalah upaya mensejahterakan diri dan keluarganya. Usahanya adalah menumpuk kekayaan demi kesejahteraan anak, cucu hingga tujuh turunan. Masa bodoh dengan tetangga, masa bodoh dengan anak-anak kaum buruh yang bekerja di pabriknya. Dia merasa sudah cukup dengan memberi gaji bulanan. Padahal keringat para buruh itulah yang melipat gandakan keuntungannya. Na’udzu billahi min dzalik. Bukankah masyarakat seperti ini yang sedang merebak di sekeliling kita dengan berbagai farian dan ukuran yang berbeda?

Sesungguhnya seseorang yang mementingkan diri sendiri (Individulis) pastilah terjebak dalam pola pikir materialistik apapun diukur dengan harta dan benda. Sehingga dalam upaya melanggengkan harta bendanya itu mereka akan bertindak sebagai seorang kapitalis yang berdasar pada kaidah ‘mengambil untung sebanyak-banyaknya dengan modal sesedikit mungkin’.

Para Jama’ah Jumah yang berbahagia

Seseungguhnya hal-hal seperti ini bisa kita hindarkan dengan berpegang pada satu hadits yang sungguh mudah di hafal ? ? ? ? ? ? ? ? ? Salah satu tanda kesempunaan islam seseorang adalah meninggalkan segala yang dinilai tidak perlu.

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini semoga membawa banyak manfaat bagi diri khatib dan kita semua. Amin

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ?

? Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

(ulil)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Fragmen, Amalan, Nahdlatul IPNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Banyuwangi, IPNU Tegal - Berbagai prestasi terus dicapai oleh IPPNU Banyuwangi. Hal itu diwujudkan dengan diraihnya gelar Juara Umum IPPNU Award, Juara Ketiga Lomba Qosidah, dan Juara Ketiga Lomba Mars IPPNU oleh IPPNU Banyuwangi.

Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka Konferensi Wilayah Ke-19 IPPNU Jawa Timur oleh IPPNU Jawa Timur pada bulan Agustus lalu di Kantor PWNU Jawa Timur.

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Penyerahan piala dan hadiah yang dilakukan pada Pra Konferwil Ke-19 IPPNU Jawa Timur di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jumat (2/12). Dalam acara ini hadir Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan seluruh pengurus IPPNU se-Jawa Timur. Turut hadir juga Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menerima piala Juara Umum IPPNU Award yang diserahkan oleh Gus Ipul. Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan dalam lomba ini sangat singkat karena keterbatasan waktu.

IPNU Tegal

"Meskipun waktu untuk latihan mepet dan persiapan kurang begitu maksimal, alhamdulilah yang kami lakukan membuahkan hasil," kata Halimah saat diwawancari lewat ponsel

IPNU Tegal

Halimah mengajak kadernya untuk mempertahankan dan menyempurnakan capaian prestasi ini dengan sebaik-baiknya.

"IPPNU Banyuwangi harus bisa bersaing secara sehat dengan yang lain. Kita akan pertahankan prestasi itu dengan meningkatkan bakat para pelajar NU Banyuwangi. Dengan ini (prestasi), semoga dapat dicontoh oleh para pelajar NU Banyuwangi yang lainnya," harapnya.

Selain perolehan juara tersebut, IPPNU Banyuwangi juga meraih juara 6 dari 10 besar yang diraih oleh Risa Nurhayati, dalam Lomba Duta Pelajar Putri Jawa Timur. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Amalan, AlaSantri, Anti Hoax IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock