Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Batam, IPNU Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pengusaha hiburan Batam menghormati Ramadhan dengan menutup usaha selama umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

“Selama 11 bulan, pengusaha mendapat keuntungan, jadi tidak ada salahnya, jika satu bulan ini aktivitas hiburan libur," kata Kiai Ma’ruf di Batam, Jumat (24/8).

Ia mengatakan pemerintah kota pun harus bijaksana mengambil keputusan buka-tutup usaha hiburan di Batam untuk menghindari konflik antara pengusaha dan organisasi masyarakat Islam.

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, pemerintah kota Batam terlambat memutuskan buka-tutup usaha hiburan Batam selama Ramadhan. "Seharusnya sekarang sudah ada komitmen buka-tutup itu," katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan hingga kini belum ada keputusan buka-tutup usaha hiburan. "Masih dalam pembahasan awal Dinas Pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan baru, maka peraturan? buka-tutup usaha hiburan mengacu masih tetap pada SK Walikota Batam No 10 tahun 2006. SK yang diterbitkan menjelang Ramadhan tahun lalu itu menegaskan penutupan usaha hiburan 15 hari ditambah dua hari sebelum bulan puasa dengan formulasi 2-8-2-5, tutup dua hari sebelum puasa, delapan hari pertama bulan Ramadan, dua hari Nuzulul Quran dan lima hari terakhir bulan Ramadhan.

IPNU Tegal

Pengusaha tolak

IPNU Tegal

Sebelumnya, pengusaha hiburan di Batam menolak usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Penolakan tersebut disampaikan pengusaha hiburan Batam kepada Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Syamsul Bahrum saat pertemuan tertutup di Batam, Kamis.

"Kata para pengusaha, supaya para pekerja tetap bekerja, dan mereka bisa memperoleh keuntungan selama Ramadhan untuk membayar gaji berikut THR," kata Syamsul di Batam, Kamis.

Menurut Syamsul, pengusaha menginginkan hanya tutup tujuh hari menjelang, saat dan usai Ramadhan. "Mereka memberikan dua formulasi 2-1-1-3 dan 2-3-1-3," kata Samsul.

Formulasi 2-1-1-3 yaitu tutup dua hari sebelum Ramadhan, satu hari di awal Ramadhan, satu hari saat Nuzulul Quran, dan tiga hari terakhir Ramadhan.

Sedangkan formulasi 2-3-1-3 adalah tutup dua hari menjelang Ramadhan, tiga hari diawal Ramadhan, satu di Nuzulul Qur’an dan tiga hari terakhir Ramadhan. (ant/lik)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Olahraga IPNU Tegal

Senin, 19 Februari 2018

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari inspirasi untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dengan meneguhkan ajaran Islam yang terbuka (inklusif) dan moderat. NU juga menebarkan nilai-nilai Islam dengan tidak mencerabut akar tradisi dan budaya masyarakat sehingga jiwa nasionalisme tetap teguh terjaga.

Secara historis, sebelum mendirikan NU, ulama pesantren berupaya menumbuhkan jiwa nasionalisme para pemuda melalui berbagai wadah. Seperti yang dilakukan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971), salah satu Pahlawan Nasional. 

Mbah Wahab mendirikan Tashwirul Afkar (pergolakan pemikiran) pada tahun 1914 untuk memberikan kebebasan berpikir kepada pra pemuda dan bangsa Indonesia yang pada akhirnya menumbuhkan kesadaran akan perlunya membebaskan diri dari penjajah yang tidak peri kemnausiaan.

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya

Kemudian, Pendiri Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur ini juga mendirikan Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air) pada tahun 1916 sebagai wadah internalisasi cinta tanah air kepada generasi muda sehingga tumbuh kesadaran untuk membangun bangsanya.

Perjuangan panjang ulama pesantren pada klimaksnya memberikan ruang bagi bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajah sekaligus mempertahankannya. Misal ketika bangsa Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaanya pada 17 Agustus 1945. 

Tetapi dua bulan kemudian NICA (Belanda) dengan membonceng tentara Sekutu ingin kembali menjejakkan kekuasaannya, ulama seperti KH Muhammada Hasyim Asy’ari (1875-1947) mencetuskan Fatwa Resolusi Jihad NU pada 22 Oktober 1945, bahwa wajib hukumnya bagi setiap warga untuk mempertahankan kemerdekaan RI dari tentara sekutu.

IPNU Tegal

Warisan kemerdekaan dari para ulama, santri, dan bangsa Indonesia tersebut tidak tanggung-tanggung senantiasa dijaga oleh warga NU hingga sekarang dalam bentuk apapun. Sejak pertama kali Hari Santri Nasional disahkan oleh pemerintah lewat Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Nahdliyin memanfaatkannya dengan berbagai kegiatan yang bertujuan menumbuhkan spirit nasionalisme.

Seperti saat peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016, NU menggulirkan gerakan 1 miliar shalawat Nariyah. Kegiatan santri dan Shalawat Nariyah 1 miliar inilah yang menjadi fokus utama informasi yang termuat dalam Majalah Risalah NU edisi November 2016. Lewat Shalawat Nariyah, NU ingin menegaskan bahwa upaya menjaga bangsa dan negara tidak cukup modal material, tetapi juga spiritual.

IPNU Tegal

Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy menegaskan bahwa Hari Santri yang merupakan representasi kebangkitan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan bukanlah hanya miliki NU, tetapi juga milik seluruh bangsa Indonesia. Karena ketika KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad, seluruh bangsa Indonesia secara kompak ikut berjuang melawan agresi ulang Belanda tersebut.

Selain mengupas tuntas mengenai Hari Santri Nasional 2016, Majalah Risalah juga masih konsiten dengan bacaan dan informasi menarik lain. Majalah setebal 66 halaman ini juga mengupas profil Pesantren Raudlatun Nasyi’in Ash-Shidiqiyah Rembang Jawa Tengah yang menampilkan gaya arsitektur budaya Tionghoa. Menarik juga mencermati rubrik muthala’ah Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang diasuh oleh Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali. Selangkapnya, selamat membaca!

(Fathoni Ahmad)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Quote, Aswaja IPNU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

Surabaya, IPNU Tegal. Upaya mengembangkan kualitas dan kuantitas informasi dan keterampilan menulis, Humas PCNU Kota Surabaya serta Redaksi Website nusurabaya.or.id menggelar pelatihan jurnalistik guna menyiapkan kader santri jurnalis di Kantor NU Kota Surabaya, Senin (1/5).

Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Kota Surabaya Erwin Muhammad mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan guna meningkatkan penulisan sehingga informasi yang dibuat sesuai dengan kaidah jurnalistik yang benar.

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

“Selain menyiapkan kader jurnalis dilingkungan NU Kota Surabaya, kami juga ingin agar jurnalis NU mampu memberikan informasi sesuai dengan kode etik jurnalistik dan tidak hoax,” ujarnya, Selasa (2/5).

Erwin Muhammad yang juga Humas NU Kota Surabaya menambahkan, pihaknya ingin para kader tersebut bisa menjalankan juga salah satu fungsi kehumasan NU Kota Surabaya yang memiliki ciri khas tersendiri.

IPNU Tegal

“Sebagai Humas NU, harus mengedepankan ciri khas santri, selain harus menyebarkan berita apa saja yang dilakukan oleh Nahdliyin di Surabaya, juga harus mampu berkomunikasi dengan santun dan berakhlakul karimah pada semua masyarakat,” tambahnya. (M. Hisam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Pemurnian Aqidah, Olahraga IPNU Tegal

IPNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

Jakarta, IPNU Tegal

Kehancuran negeri Irak bukan sekedar efek samping dari serbuan Amerika Serikat beserta sekutunya. Memang hal itu menjadi sasarn pokok sejak awal. Demikian Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (11/1).

Serangan ke Irak itu sejak awal memiliki tiga opsi. Pertama, membunuh Sadam dan menghancurkan rezimnya. Kedua, menghancurkan rakyat dan budayannya. Ketiga, menguras tambang minyak negeri itu.

Saat rakyat Irak yang cerdas-cerdas berguguran akibat perang tersebut, malah mereka dijebak dalam perang saudara yang mengerikan antara Sunni-Syiah. Kebudayaan Irak baik pada zaman Islam maupun pra Islam yang sangat kaya raya sebagai warisan dunia yang tak ternilai harganya itu sudah dihancurkan.

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

“Lalu Irak menjadi rezim baru sebagai boneka AS. Amerika bisa berbuat apa saja, dan sekarang tinggal mengeruk sumber  minyak yang ada di sana,” kata Hasyim.

Pemimpin besar Irak Saddam Husein telah dibunuh dengan kejam, namun seperti disaksikan banyak orang, sang pemimpin itu tidak tunduk dan penuh percaya diri menghadapi tiang gantungan sebagai seoramng Hero. Sampai-sampai anak-anak di di sana turut bergantung diri sebagai simpati pada sadam Husein.

IPNU Tegal

“Saddam dianggap bersalah karena membunuh 180 orang pemberontak harus dihukum mati, dan tidak ada grasi untuknya. Protes dunia termasuk dari Vatikan juga diabaikan. Lalu bagaiamana hukuman yang harus diterima Bush karena serbuannya ke Irak telah membunuh 655 ribu jiwa. Dengan dosanya itu Bush mestinya dihukum mati berkali-kali,” seru Hasyim.

Tetapi Dunia ini bukan diatur berdasarkan kebenaran dan keadilan seperti yang kita harapkan. Semuanya diatur berdasarkan kekuatan, siapa yang kuat bisa berbuat apa saja. Semuanya itu bisa di bungkus dengan berbagai misi mulia seperti membela kemanusiaaan, menegakkan demokrasi, membela perdamaian dan sebagainya. “Akhirnya orang percaya,” katanya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Olahraga, Hadits, Kyai IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Jakarta, IPNU Tegal. Meninggalnya KH Muchit Muzadi yang merupakan salah satu murid langsung dari Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari meninggalkan duka yang mendalam bagi warga NU. Semasa hidupnya, ia membaktikan seluruh hidupnya untuk kebesaran NU.

Katib Syuriyah PBNU H Asrorun Niam Sholeh menilai Kiai Muchit merupakan konseptor dan ideolog NU dalam bidang keagamaan maupun kebangsaan. Ia merupakan tokoh di balik layar yang menjadi pemantik perubahan besar.

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Kepada KH Hasyim Asyari, Mbah Muchit tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar berorganisasi dengan masuk dalam NU pada 1941. Di Tebuireng, Muchit muda bersentuhan dengan para aktivis NU, diantaranya dengan Ahmad Siddiq yang kemudian menjabat rais aam PBNU.

IPNU Tegal

Saat rais aam PBNU dijabat oleh KH Ahmad Siddiq, Mbah Muchit dipercaya menjadi sekretaris pribadi dan menjadi “dapur” dalam berbagai perumusan strategis NU, seperti rumusan aswaja, hubungan Islam dan negera, dan mencari rumusan pembaharuan pemikiran Islam serta strategi pengembangan masyarakat NU.

IPNU Tegal

“Salah satu yang fenomenal adalah khittah Nahdliyah dan hubungan NU dengan politik serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal,” katanya.

Dengan dibantu Mbah Muchit, maka langkah KH Ahmad Siddiq mampu mengimbangi gerak dan langkah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sehingga dalam waktu singkat NU menjadi organisasi yang sangat maju dan berperan besar dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

“Sukses duet KH Ahmad Siddiq dan Gus Dur tak lepas dari pikiran kreatif Mbah Muchit,” imbuhnya.

“Mari kita sebagai umat Islam dan warga NU khususnya mendoakan beliau, melakukan shalat janazah, shalat ghaib di masjid-masjid dan musholla, bertakziah dan bertahlil untuk beliau,” ajaknya.

Tak lupa, Asrorun Niam juga mengajak warga NU untuk meneladani perbuatan baik yang selama ini telah dilakukan oleh kakak dari mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini.

“Selamat jalan, semoga khusnul khotimah, jasa dan pahalanya dilipatgandakan pahalanya, dosa dan kesalahannya diampuni, dan kita diberi kekuatan untuk meneladani ketokohannya dan meneruskan perjuangannya,” katanya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan, Olahraga, Berita IPNU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, IPNU Tegal. Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek rupanya masih memiliki area pertanian cukup luas. Menempuh setengah jam dari pusat kota ke arah selatan, kita akan menemui luas hektaran sawah yang tampak membentang.

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Penampang sawah inilah yang selalu mengiringi perjalanan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus tiap menghadiri agenda Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan, seperti saat mendatangi kegiatan Buka Bersama, Kamis kemarin (10/7).

Luas wilayah Kabupaten Kudus memang kecil dalam peta Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, jarak antarkecamatan pun mestinya cukup berdekatan. Namun jika dibanding dengan wilayah kecamatan lain di Kudus, letak Kecamatan Undaan tergolong cukup jauh.

IPNU Tegal

Jalanan pun akan berubah total setelah masuk gang menuju pemukiman. Beda dengan jalan utama, kali ini jalanan yang membelah persawahan warga ini sungguh bergelombang tak rata, berdebu, panas, dan karenanya perjalanan menjadi lamban.

Kecamatan Undaan merupakan daerah paling selatan di Kudus, berbatasan dengan Purwodadi, Pati dan Demak. Namun kondisi geografis Kecamatan Undaan yang seperti ini tak lantas membuat kader malas berpartisipasi dalam wadah IPNU-IPPNU.

IPNU Tegal

Semangat para pelajar NU tersebut mendapat dukungan dari senior setempat. Anshori, salah satu alumni yang kini membina Ranting Kutuk sekaligus PAC Undaan, mengaku senang dapat berkontribusi dalam kegiatan. Ia pun meminta agar para kader mengabari alumni setiap mengadakan agenda. Lebih dari itu, kesiapan bantuan logistik juga ia ungkapkan.

“Baik pengurus Ranting hingga Cabang, kalau ada kegiatan, senior tetap dikabari. Semuanya harus tetap berumpun, jadi sering-seringlah sharing. Kalau perlu kami didatangi dan minta apa saja yang kalian butuhkan, insyaAllah bisa membantu. Butuh dana, beras, sekwintal juga boleh, datangi saja, tidak perlu sungkan, biar kami juga bisa ikut berjuang bersama. Kegiatan rutin yang diterima masyarakat itu harus tetap dilanjutkan,” ujar Anshori di depan peserta buka bersama.

Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus terpilih, menyatakan kebanggaannya terhadap semangat para kader Undaan. “Kudus, dalam wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten yang sempit. Nah, ini justru menjadi peluang kita agar semakin bersemangat berjuang di IPNU-IPPNU,” katanya saat sambutan.

“Dibandingkan Jepara, misalnya, Kudus lebih enak karena jarak masing-masing PAC dekat. Tapi antara Undaan dengan PAC lain di Kudus, lebih enak di PAC lain karena kondisi wilayahnya. Inilah yang membuat saya bangga dengan PAC Undaan, ternyata kadernya tetap bersemangat!” imbuh Joni.

Sambil mengenalkan para pengurus PC. IPNU yang juga hadir, Joni semakin mengungkapkan rasa bangganya kepada kader Undaan.

“Saya dengar, di desa Kutuk ada malam takbiran yang terbesar di Kudus. Jadi saya yakin, insyaallah pergaulan di daerah ini masih terjaga, dan karenanya bisa menjadi trendsetter (percontohan) IPNU-IPPNU di Kudus,” papar Joni melihat semangat yang indah di desa Kutuk.

PAC Undaan sendiri telah memiliki kader-kader unggulan yang juga aktif di kepengurusan baru PC.? Mereka adalah Mira Agustina (Bandahara Umum) dan Fauzul Khusnia (Waka IV bidang perekonomian) dari IPPNU, serta Ahmad Said (Waka IV bidang perekonomian) dan Abu Hasan Asy’ari (Komandan CBP) yang juga memimpin keredaksian majalah Pilar terbitan PC IPNU-IPPNU Kudus.

Acara ini merupakan pertemuan antara alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) bersama alumni Diklatama CBP dan KPP DKAC PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan. Sebelum berbuka, Anshori yang juga mengajar di madrasah memberikan ceramah ihwal keistimewaan bulan Ramadlan. Pertemuan ini dilaksanakan di rumah Arif Rahmat, alumni Lakmud delegasi dari Ranting Kutuk. Pada lebaran nanti juga direncanakan silaturrahim ke dewan pembina dan alumni di Kecamatan Undaan. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Olahraga, Nahdlatul IPNU Tegal

Manajemen Logistik Penting Dipahami dalam Tanggap Darurat Bencana

Jakarta, IPNU Tegal. Dalam rangka meningkatkan kapasitas relawan dan pengurus LPBINU dalam mengelola logistik selama masa tanggap darurat, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bekerja sama dengan Kuehne Foundation menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan dan Distribusi Bantuan di gedung PBNU lantai 5.?

Pelatihan yang berlangsung ? dari tanggal 10-12 Agustus 2016 ini dibuka oleh H Aizuddin Abdurrahman (Ketua PBNU), dan dihadiri oleh Temmy Tanubrata, Regional Director HELP Logistics untuk kawasan Asia.

Manajemen Logistik Penting Dipahami dalam Tanggap Darurat Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Manajemen Logistik Penting Dipahami dalam Tanggap Darurat Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Manajemen Logistik Penting Dipahami dalam Tanggap Darurat Bencana

Peraturan Kepala BNPB Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Pedoman Manajemen Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana menyebutkan bahwa dalam melakukan pengelolaan logistik, perencanaan/Inventarisasi Kebutuhan, Pengadaan dan/atau Penerimaan, Pergudangan dan/atau Penyimpanan, Pendistribusian, Pengangkutan, Penerimaan di tujuan, Penghapusan, dan Pertanggungjawaban harus dilaksanakan secara keseluruhan menjadi satu sistem terpadu.

“Meskipun sistem logistik bencana menjadi salah satu komponen penting dalam penanggulangan bencana, tetapi masih terdapat banyak permasalahan saat pelaksanaannya. Kesulitan dalam perencanaan, pengelolaan dan distribusi bahan bantuan seringkali menjadi masalah yang dihadapi dalam fase tanggap darurat bencana,” ujar Ketua PP LPBINU, M. Ali Yusuf.

IPNU Tegal

Selain itu, tambahnya, lemahnya koordinasi antar stakeholder dalam penanganan bencana turut memperlemah efektivitas penanggulangan bencana secara keseluruhan. Menyikapi hal tersebut, diperlukan sebuah pelatihan untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam mengelola logistik selama masa tanggap darurat. ?

Sinergi global

Pelatihan Manajemen Logistik dan Distribusi Bantuan ini difasilitasi oleh Temmy Tanubrata, Direktur dari HELP Logistics untuk wilayah Asia yang berkedudukan di Singapura dan Prof. Senator Nur Bahagia selaku pimpinan dari Pusat Kajian Logistik dan Rantai Pasok Institut Teknologi Bandung yang merupakan mitra dari program HELP Logistics di Indonesia, serta didukung oleh tim panitia dari LPBINU.?

HELP Logistics merupakan salah satu program unggulan dari Kuehne Foundation yang berfokus kepada peningkatan kemampuan logistik dan rantai pasok berbagai lembaga kemanusiaan di seluruh dunia.?

IPNU Tegal

“Kuehne Foundation berbasis di Swiss, untuk HELP Logistics sendiri di Singapura. Selain bergerak di bidang logistik kemanusiaan, kami juga bergerak di bidang pendidikan, dan sosial-budaya,” jelas Temmy, Kamis (11/8) saat mendampingi peserta pelatihan kunjungan ke gudang milik Bulog di Sunter Timur Jakarta.

Pria yang sudah 14 tahun bergerak di bidang penanggulangan bencana ini menjelaskan bahwa urusan logistik kerap kali jadi salah satu kendala dalam penanganan bencana. Problem terbanyak antara lain kekurangan pasokan kebutuhan bahan makanan pokok hingga suplai barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan korban bencana.

“Sebab itu pelatihan manajemen logistik kemausiaan ini sangat penting bagi relawan bencana agar problem kebutuhan logistik tidak menjadi bencana itu sendiri. Saya pikir, LPBINU harus memperkuat jaringan ke pengurus di daerah juga dengan masyarakat sehingga pengelolaan logistik bisa berjalan taktis-operasional,” ujar lulusan Cranfield University UK ini.

Bermodalkan kemampuan teknis dan diukung dengan jaringan yang luas, program pelatihan yang didukung oleh HELP Logistics ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi terbangunnya model atau sistem pengelolaan logistik yang lebih baik untuk LPBINU, sehingga penanganan tanggap darurat bencana selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Pelatihan di Jakarta ini diikuti oleh lebih dari 25 peserta, terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Cabang dan relawan LPBINU di Jakarta dan Jawa Barat. Kegiatan serupa akan dilaksanakan di Semarang untuk peserta dari Jawa Timur, dan Jawa Tengah menjelang akhir tahun ini. Pemilihan lokasi didasarkan atas pertimbangan bahwa Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.?

Jawa Barat menempati peringkat pertama wilayah rawan bencana di Indonesia, yang selanjutnya diikuti oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Potensi bencana yang terdapat di wilayah-wilayah tersebut meliputi bencana geologi, vulkanologi, klimatologi, dan lingkungan. Selain itu, terdapat 40 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang juga berpotensi menimbulkan bencana jika tidak dikelola dengan baik. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock