Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3

Solo, IPNU Tegal - Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten berhasil melenggang ke babak final di Liga Santri Nusantara (LSN) U-18 Region Jateng 3 Zona Soloraya. Hasil tersebut diperoleh setelah mereka berhasil mengalahkan tim dari Boyolali, Al-Ikhlas Dawar dengan skor telak 5-0, pada laga yang digelar di Stadion Kotta Barat, Senin (29/8).

Gol-gol kemenangan Al-Manshur dicetak dari kaki M. Baidlowi di menit ke-5 dan 57’, Rahmadani (37’), Wahidin (50’), dan Rico Diman (56’). Hasil ini mengantar tim Al-Manshur melaju ke final, melawan sang juara bertahan Pesantren Walisongo Sragen.

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3

Sementara itu, tim sepakbola Pondok Pesantren Walisongo Sragen juga berhasil melenggang ke partai puncak, dengan skor yang cukup meyakinkan, 5-0. Masing-masing gol dicetak di Akbar Ramadhani (2 gol), Aldino Salva, Dicky Yuana dan Orananda Endar Aji.

Kemenangan Walisongo ini sudah diprediksi sebelumnya mengingat tim ini masih jadi unggulan lantaran berstatus sebagai juara bertahan Jawa Tengah musim lalu.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Berbeda dengan musim lalu yang langsung maju ke level nasional setelah jadi kampiun. Musim ini Jawa Tengah dibagi tiga region. Region 1 meliputi wilayah Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Cilacap. Region 2 wilayah Kendal, Semarang, Kudus, Demak, Jepara, Blora, dan Pati. Sedangkan Region 3 dipertandingkan di dua wilayah yakni Soloraya dan Magelang (eks Karesidenan Kedu).

“Sistem pertandingan berbeda dengan tahun lalu. Target kami jelas masuk putaran nasional. Tim yang menjadi juara di Region 3 akan bertanding lebih dulu dengan kampiun Magelang. Kabarnya kemungkinan besar level nasional digelar di Solo. Ini akan menjadi keuntungan bagi kami,” papar manajer Walisongo, Mustawa.

Namun demikian, Walisongo mesti menjadi pemenang di Region 3 terlebih dulu. “Juara Soloraya nanti akan bertanding melawan juara dari Magelang Raya, setelah itu pemenangnya berhak lolos ke babak 32 besar nasional,” imbuh Koordinator Liga Santri Nasional Region 3 Jateng, Abil Khoirudin. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Warta IPNU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Menyemai Kedewasaan dalam Beragama Melalui PAI di Sekolah

Oleh Suwendi

Di bulan Oktober ini, tepatnya tanggal 9 hingga 14 Oktober 2017, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan sejumlah even berskala nasional, di antaranya adalah Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) yang bertempat di Taman Sulthanah Ratu Shafiatudin Banda Aceh, Provinsi Aceh. Pentas PAI ini diikuti oleh seluruh siswa sekolah, mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dari 34 provinsi di Indonesia. 

Mereka akan mengikuti sejumlah even perlombaan yang mengasah atas pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan keagamaan dan kebangsaan yang telah diperoleh, khususnya, selamamengikuti mata Pelajaran Agama Islam (PAI) di sekolah. Pentas PAI yang kedelapan ini mengambil tema “Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan”.

Menyemai Kedewasaan dalam Beragama Melalui PAI di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyemai Kedewasaan dalam Beragama Melalui PAI di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyemai Kedewasaan dalam Beragama Melalui PAI di Sekolah

Even ini merupakan salah satu upaya Kementerian Agam dalam memperkuat PAI di sekolah, di samping terdapat upaya lain yang telah nyata dan sedang dilakukan, seperti program Bina Kawasan, Pengajaran Islam Rahmatan Lil’alamin, dan lain-lain. Memperkuat PAI di sekolah, termasuk di dalamnya melalui Pentas PAI, menurut hemat penulis, memiliki makna yang strategissetidaknya untuk menjawab tiga hal berikut. 

Pertama, merevitalisasi agama sebagai bagian dalam memperkokoh nilia-nilai kebangsaan di kalangan siswa sekolah. Agama didorong untuk menjadi penyanggah dalam meneguhkan komitmen kebangsaan di kalangan siswa sekolah, sehingga militansi kebangsaan di kalangan siswa sekolah tidak bisa dipisahkan dari sikap dan keyakinannya dalam beragama. Meneguhkan akan komitmen kebangsaan atas dasar agama di kalangan siswa ini, diakui belakangan menjadi sebuah kebutuhan mendesak. 

IPNU Tegal

Sebab, fenomena lunturnya semangat kebangsaan di kalangan para siswa sekolah, yang sebagian didasarkan atas pemahaman keagamaannya, menjadi keprihatinan tersendiri.

Data yang diperoleh dari hasil Penelitian Wahid Institute bertajuk “Bagaimana Potensi Radikalisme di Kalangan Aktivis Organisasi Rohani Islam (Rohis) di Sekolah-sekolah Umum” (2016) dengan 1.423 responden yang terdiri atas para aktivis Rohis menyajikan bahwa pada aspek pandangan dan sikap terhadap isu-isu dalam pidana (jinayah) dan politik Islam (siyasah) ditemukan 33%responden mengartikan jihad adalah berperang dan mengangkat senjata melawan orang kafir; 78% mendukung ide khilafah, 17% mendukung orang yang murtad dibunuh, 62% setuju orang yang berzina dihukum rajam hingga mati, dan 58% mendukung hukum potong tangan bagi pencuri, serta 1% sangat setuju dan 3% setuju bahwa memberi hormat bendera haram dilakukan.

IPNU Tegal

Pada aspek peta dukungan terhadap pelaku dan aksi terorisme ditemukan bahwa 33% meyakini Amrozi, Imam Samudera, Abu Bakar Baasyir, Abu Naim dan Oman Abdurrahman merupakan contoh muslim yang mempraktekkan jihad sejati; 37% meyakini Osama bin Laden mati syahid; 10% setuju terhadap Bom Sarinah; dan 6% mendukung ISIS. Aspek partisipasi bergabung ke Suria, Palestina, dan Poso ditemukan 60% siap bergabung saat ini dan 68% akan bergabung di masa akan datang.

Temuan di atas menujukkan betapa sebagian siswa di sekolah, utamanya pengurus Rohis, menghadapi problem kebangsaan dan keagamaan yang memprihatinkan. Untuk itu, melakukan revitalisasi peran agama dalam mendukung semangat nasionalisme kebangsaan di kalangan siswa sekolah mutlak dan segara dilakukan. Langkah dan kebijakan untuk menempatkan kesadaran bahwa Indonesia sebagai negara yang religius, bukan negara agama atau bukan negara sekuler, juga perlu ditanamkan. Demikian juga, gerakan menumbuhkan kesadaran bahwa nilai-niai keislaman di kalangan siswa juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan kita menjadi prioritas bersama. 

Kedua, membangun kesadaran akan keragaman baik dalam budaya, bahasa, etnis, dan agama sebagai karateristik Indonesia penting dilakukan. Keragaman ini merupakan fitrah yang Allah berikan sebagai kekayaan yang perlu dipertahankan dan, sekaligus, diberdayakan. Keragaman tidak kemudian dinafikan, tetapi dirawat dan dilestarikan sehingga mampu menciptakan kedamaian dan keharmonisan. Tentu, ini merupakan “pekerjaan” yang tidak mudah. Jika tidak mampu mengelolanya dengan baik maka akan terjadi benturan-benturan. 

Di sisi lain, Indonesia merupakan negara yang lekat dengan nilai-nilai religius-keagamaan. Meski bukan negara agama, kehidupan kebangsaan Indonesia dipenuhi dengan norma-norma keagamaan. Dalam konteks ini, menghadirkan dan memaksimalkan peran agama dan nilai-nilai agama dalam merawat kesadaran atas keragaman di kalangan siswa sekolah tampaknya menjadi pintu masuk yang efektif. Siswa di sekolah perlu dimantapkan pemahaman dan kemampuannya dalam mengartikulasikan agamasebagai perekat sosial di tengah-tengah keragaman.

Ketiga, meneguhkan kontribusi PAI dalam membangun kedewasaan dalam beragama. Even Pentas PAI dengan tema “Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan” menjadi pilihan yang tepat. Kondisi siswa di sekolah, sebagaimana ditemukan dari hasil studi Wahid Institut di atas, perlu untuk dilakukan kesadaran bahwa kita hidup di tengah negara-bangsa Indonesia dan kesadaran bahwa ternyata ada kebenaran agama lain menurut pengikutnya, selain kebenaran dalam agama yang kita anut.

PAI di sekolah mendorong untuk mengajarkan bahwa kita adalah orang Islam yang berwarganegara Indonesia sehingga artikulasi keislamannya harus sesuai dengan nilai keindonesiaan. Demikian juga, kesadaran bahwa Indonesia itu plural. Di samping kita yang beragama Islam, ada penganut lain yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan lain-lain. 

Kita meyakini bahwa kebenaran dalam agama yang kita anut merupakan sebuah keniscayaan. Namun, kebenaran di agama lain yang diyakini oleh patut penganutnya juga patut dihormati. Oleh karenanya, secara sosialkita harus menghargai atas kebenaran yang dianut mereka itu.Menghargai orang lain merupakan ajaran Islam itu sendiri.

Merevitalisasi agama dalam konteks kebangsaan dan merawat keragaman di kalangan siswa di sekolah merupakan domain dari pembelajaran PAI. Di banding dengan mata-mata pelajaran lainnya, PAI cenderung memiliki “hak” dan sekaligus “kewajiban” untuk mampu memposisikan agama pada tingkat yang semestinya. 

Kesuksesan dalam pembelajaran PAI di sekolahmerupakan modal dalam menatap masa depan Indonesia yang jauh lebih baik. Pasalnya, ada sekitar 80% siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah dari seluruh siswa di Indonesia, yang mengikuti pelajaran PAI. Ini artinya, PAI memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan watak anak bangsa ke depan. Keberhasilan dalam menyemai kedewasaan dalam beragama merupakan langkah yang harus dilakukan melalui PAI. Di sinilah peluang dan sekaligus tantangan bagi guru, pimpinan sekolah, dan pemerintah untuk mampu menghadirkan agama melalui materi-materi PAI sebagai “ruang titik temu” kesadaran kebangsaan dan keragaman itu.

Dalam konteks pengajaran PAI di sekolah, perlu ditekankan bahwa agama bukan hanya mengajarkan tentang agama itu sendiri, tetapi juga bagaimana agama itu menjadi instrumen dalam meneguhkan kohesi sosial dan karakter kebangsaan kita. Agama harus kontributif dalam membangun bangsa, dan sekaligus hadir sebagai solusi atas problem-problem sosial. Di sinilah yang perlu ditekankan oleh seluruh stakeholder pendidikan di sekolah agar menempatkan dan mengartikulasikan agama pada posisi yang semestinya.

Untuk meraih itu, tentu diperlukan kematangan berfikir, pemahaman keagamaan, hingga keterampilan teknis-operasional secara komprehensif dan genah (sesuai) yang dimiliki oleh seluruh stakeholder di sekolah menjadi penting dilakukan. PAI bukan hanya memompa semangat keagamaan yang bersifat elementer dan emosional semata, tetapi lebih dari itu, yakni menempatkan dan memfungsikan agama yang senantiasa berkorelasi dengan dinamika kehidupan sosial kebangsaan segera ditanamkan. Semoga.

Penulis adalah Pegiat Pendidikan Islam.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Berita, Daerah IPNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Surabaya, IPNU Tegal - Konsep Islam Nusantara terus diperbicangkan oleh akademisi, mahasiswa dan publik. Sebagai gagasan, Islam Nusantara harus dikokohkan dengan konstruksi epistemik dan metodologi agar dapat diterima publik muslim internasional.

Hal ini terekam dalam diskusi yang dihadiri oleh Prof. Dr. Masdar Hilmy dari UIN Sunan Ampel Surabaya, peneliti Islam Nusantara Munawir Aziz, dan Pradana Boy ZTF dari UMM Malang.

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Agenda ini diselenggarakan di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (7/9) atas prakarsa Perpustakaan UIN Surabaya, Mitra Firdaus, dan Penerbit Mizan. Dalam diskusi ini, mereka membahas buku Islam Nusantara: dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan (Mizan, 2015) dan Islam Berkemajuan (Mizan).

IPNU Tegal

Dalam diskusi ini, Munawir Aziz menjelaskan tentang sisi-sisi penting dari gagasan Islam Nusantara. "Islam Nusantara itu menjadi produk pengetahuan yang berakar pada tradisi masyarakat di negeri ini. Nusantara tidak sekadar konsep geografis, namun juga strategis dan ideologis," jelas Munawir.

Menurutnya, Islam Nusantara menjadi tawaran alternatif gagasan bagi publik muslim internasional di tengah konflik Timur Tengah dan kekacauan Turki.

IPNU Tegal

Sementara Prof Dr Masdar Hilmy menjelaskan bahwa Islam Nusantara perlu diteruskan dengan menjelaskan teori dan epistemologinya. "Harus ada kiai-kiai dan akademisi NU yang fokus untuk membangun gagasan Islam Nusantara. Dengan demikian, Islam Nusantara menjadi konsep yang jelas dan dapat diterima publik internasional," terangnya.

Prof Masdar Hilmy adalah santri Kiai Mashum Lasem dan merupakan Asisten Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel.

Dalam diskusi ini, mereka membahas sinergi Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan yang dapat menjadi gagasan strategis bagi masyarakat muslim negeri ini. Islam Nusantara yang berkemajuan, inilah yang menjadi penerus gagasan untuk Islam yang damai, moderat, ramah dan toleran. (Firdaus/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Kajian, Sholawat IPNU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung

Pamekasan, IPNU Tegal. Tujuh grup Albanjari tampil atraktif di pelantikan Pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, Sabtu (19/11). Gema musik rancak diiringi shalawat membuat masyarakat menyemut.

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung

Ragam lagu shalawat betul-betul mewarnai pelantikan. Mereka berasal dari pengurus pimpinan ranting GP Ansor se-Larangan Badung.

"Kehadiran Albanjari yang mencapai tujuh grup membuat suasana pelantikan berlangsung semarak nan menyejukkan," ujar Ketua PAC GP Ansor Palengaan Sudarsono.

Pengurus Pimpinan Anak Cabang Palengaan Hany, bertindak sebagai pelantik. Tampak hadir Ketua MWCNU Palengaan KH Afifurrohman dan Ketua PC GP Ansor Pamekasan Dr Fathorrahman.

Ketua Pimpinan Ranting Larangan Badung Moh Rofie menyatakan, pihaknya akan konsentrasi dalam memajukan GP Ansor yang dipimpinnya pada penguatan tradisi dan nilai ke-NU-an di kalangan pemuda. Sebut saja zikir dan shalawat bulanan, bakti sosial, pelatihan-pelatihan, dan ragam kegiatan positif lainnya.

IPNU Tegal

Salah satu pimpinan DPRD Pamekasan H Imam Qusyairi, tampak hadir bersama Satkorcab Bangser dan Satkorwil Banser. Selain pelantikan, juga dilangsungkan orasi kebangsaan oleh KH Hamid Mannan dari PCNU Pamekasan.

"Alhamdulillah sudah 11 pimpinan ranting yang kami bentuk. Sisanya 1 desa lagi ialah di Potoan Dejeh sudah proses perekrutan," terang Ketua PAC GP Ansor Palengaan Sudarsono. (Hairul Anam/Fathoni)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta IPNU Tegal

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU

Jombang, IPNU Tegal. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas kabupaten Jombang, menerima Award dari Lembaga Ta’mir Masjid PBNU, Rabu (14/10). Penghargaan ini diberikan karena masjid al-Madinah MAN Tambakberas dinilai sebagai masjid yang peduli pada lingkungan. MAN Tambakberas meraih kategori Muharrik Terbaik di bidang Peduli Lingkungan.

Pernyataan ini disampaikan Nidatus Sa’adah (Ninid), salah satu tenaga pendidik di lembaga sekolah ini. Sejak berdiri, masjid al-Madinah itu memang dibangun dengan komitmen yang berorientasi pada roh pendidikan pesantren yang peduli lingkungan. “Kita berkomitmen memberdayakan masjid itu sejalan dengan roh pesantren,” katanya kepada IPNU Tegal,? Kamis (15/10).

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU

Salah satu kegiatan yang sudah dilakukan pihak madrasah ini adalah memanfaatkan limbah wudhu dengan membangun kolam ikan di samping masjid, agar air yang mengalir tidak terbuang percuma.

IPNU Tegal

“Penghargaan serupa pernah diraih madrasah adiwiyata ini pada Desember tahun lalu dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Sebab sekolah ini juga mengorientasikan kepedulian pada lingkungan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pendidikan adiwiyata. Namun, rupanya hal ini menarik pihak LTMNU untuk memberi penghargaan sebagai Muharrik di bidang Peduli Lingkungan.”

Ninid menjelaskan, penghargaan ini diterima di Jakarta oleh Kepala MAN Tambakberas H Ahsan Sutari bersama Waka Sarpras Sutrisno dari ? beberapa kategori terbaik berbasis pemberdayaan masjid.

IPNU Tegal

“Di antaranya, Muharrik Terbaik, Perusahaan Peduli Masjid, BUMN Peduli Masjid, Tokoh Masyarakat Peduli Masjid, dan Pemerintah Daerah Peduli Masjid,” terangnya.

Disaksikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menristek Dikti H Muhammad Nasir, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua LTMNU KH Mansyur Syaerozi, Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen, perwakilan dari Kedutaan Negara sahabat, ulama dari Mesir, Tunisia, Maroko, Turki, dan para pengelola masjid dari berbagai daerah.

MAN Tambakberas menerima anugerah ini di Gedung Smesco UKM, jalan Gatot Subroto Jakarta dalam rangkaian perhelatan Nahdlatul Ulama Cultural and Business (NUCB) Expo, ? ujar Ninid. (Syamsul/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Daerah IPNU Tegal

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya

Jakarta, IPNU Tegal. Beberapa waktu yang lalu tersiar berita mengenai pertanyaan KH Syukron Makmun tentang tanah wakaf yang dikenai pajak kepada Presiden. Dalam keterangan pers di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/4/2017), ia menyatakan bahwa tanah wakaf yang dikelolanya dikenai pajak.

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya

"Saya sendiri ditagih pajak, yang jumlahnya nanti istighfar mendengarnya," kata Syukron Makmun.

Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 Pasal 3 Ayat 1, tanah yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan, tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan.

Menurut Anggota Badan Wakaf Indonesia Soraya Devi, tanah wakaf yang dikenai pajak bisa jadi karena tanah itu belum memiliki sertifikat wakaf.

"Yang sekarang banyak terjadi adalah tagihan pajak timbul karena banyaknya tanah wakaf yang belum bersertipikat hak milik wakaf," jelas Devi, Selasa (5/4/2017) malam.

IPNU Tegal

Ia mencontohkan tanah wakaf yang masih bersertifikat hak milik (SHM), hak guna bangunan (HGB), hak guna usah (HGU), girik, dan verponding.

Untuk bisa mendapatkan sertifikat wakaf, menurut Devi, persyaratan berupa warkat atau surat-surat tanah harus lengkap. Namun, "Kelengkapan warkat inilah kendala utama," ujar Devi.

Untuk itu, Devi berharap Badan Pertanahan Nasional bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih memudahkan nazhir untuk mendapatkan sertifikat wakaf.

IPNU Tegal

"Terutama sertifikat wakaf untuk tanah yang di atasnya ada masjid," kata Devi.

Mengenai tanah wakaf yang digunakan untuk kegiatan usaha wakaf produktif, Devi menyatakan bahwa hanya kegiatan usahanya yang dikenai pajak. Adapun tanahnya tidak dikenai pajak jika sudah bersertifikat wakaf. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, News IPNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil

Jakarta, IPNU Tegal. Pada saat terjadi resesi ekonomi di Asia Pasifik tahun 2008, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) didaulat untuk berbicara pada pertemuan para CEO Multinational Corporate (MNC). Gus Dur menyampaikan satu hal sederhana namun sangat mengena, jangan lupa kepada orang-orang kecil karena tanpa mereka Anda tidak akan jadi orang besar.

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil

Demikian diceritakan Ketua Majlis Pembina NahNu Aizzuddin Abdurrahman saat berpidato pada pembukaan seminar nasional yang dihelat di lantai 8 gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Selasa (30/9) siang. Seminar tersebut mengusung tema “Combined Assurance pada Industri Jasa Keuangan: Upaya mewujudkan Industri Jasa Keuangan yang Sehat dan Stabil”.

Menurut Gus Aiz, panggilan akrabnya, Nahdliyin Nusantara (NahNu) diharapkan tetap istiqomah menggelar acara-acara yang mencerdaskan bangsa. “Salah satunya adalah kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan seminar nasional pada hari ini,” ujarnya.

IPNU Tegal

Gus Dur, lanjut Gus Aiz, mengatakan bahwa jika kesejahteraan orang kecil tidak dijamin oleh para CEO itu, mereka bukanlah siapa-siapa.

IPNU Tegal

“Untuk konteks sekarang, isu tentang jasa keuangan ini sangat penting. Apalagi potensi NU terkait hal ini masih sangat minim dan terbatas. Oleh karenanya, diskusi ini diharapkan memberi pencerahan kepada kita semua,” harapnya.

Pantauan IPNU Tegal, acara tersebut dihadiri para Nahdliyin muda dari berbagai badan otonom semisal IPNU, IPPNU, dan Pagar Nusa yang datang atas nama pengurus cabang dari seluruh penjuru ibukota.

Seminar yang dimoderatori Wardi Taufiq tersebut menghadirkan tiga narasumber: anggota komisi XI DPR RI dari FPPP Zaini Rahman, pendiri Fine Institute Purnama Dhedhy Setyawan, dan Bayu Kariastanto, PhD.

Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan seminar masih berlangsung khidmat dengan pemaparan para narasumber yang berkompeten. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Habib, Warta IPNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat

Tasikmalaya, IPNU Tegal - Keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor kembali kehilangan sosok pemberani dan murah hati. Wawan, salah satu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) meninggal dunia, Kamis (9/3) pukul 03.30 WIB, selang beberapa jam selesai menjalankan tugas membantu korban puting beliung di daerah Tamansari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Haris sesama anggota Banser, Wawan seperti biasanya membantu warga masyarakat yang tertimpa musibah.

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat

"Dia itu Ketua RT dan mempunyai jiwa sosial tinggi, tegas, baik, dan perhatian terhadap keluarganya," ujar Haris selesai menshalatkan almarhum.

Haris menceritakan, setelah kejadian puting beliung yang mengakibatkan kerusakan di beberapa tempat, seketika para anggota Banser berdatangan untuk membantu tidak terkecuali almarhum.

IPNU Tegal

"Kami sesama Banser kaget, soalnya malam tadi Wawan bersama Ansor-Banser yang lainnya masih biasa saja, tidak terlihat sakit atau tanda-tanda, tiba-tiba menjelang Subuh kami mendengar kabar duka tersebut," tuturnya.

IPNU Tegal

Dikabarkan, Wawan pulang ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB setelah membersihkan puing reruntuhan dan pohon tumbang yang menimpa bangunan Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Nangela.

Almarhum yang beralamat di Ciharashas RT 01/RW 08 Kelurahan Sumelap ini meninggalkan seorang istri bernama Juju dan empat orang anak. Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Allahummaghfir lahu warhamhu waafihi wa`fu anhu.. Aamiin. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Warta, Ubudiyah IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus

Kudus, IPNU Tegal. Setelah meresmikan gedung SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  M Nuh mengunjungi kampus Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Jl Lambao Bae Kudus, Jum’at (29/3) lalu. 

M Nuh  diterima pengurus Badan Pelaksana pendidikan Ma’arif NU Az-zahra, Direktur dan dosen serta seluruh mahasiswi 

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus

Dalam pengarahannya, M Nuh merasa bangga terhadap Muslimat NU yang memiliki tekad luar biasa untuk mencerdaskan anak bangsa.  

IPNU Tegal

“Oleh karena itu pemerintah harus mengucapkan terima kasih karena tugas pemerintah dibantu NU,” ujarnya.

Ia mengatakan bidang yang terkait kesehatan termasuk kebidanan, perawat merupakan bidang dasar yang harus dilakukan secara profesionalitas karena ada fase kekritisan.

IPNU Tegal

“Dalam  melayani orang melahirkan kelahiran, sangat erat akan nasib ibu dan anak sehingga profesionalitas menjadi hal penting,” tandasnya.

M Nuh mengajak para mahasiswi untuk menanam investasi kebaikan dengan melaksanakan kebaikan dan kemuliaan.  Ia menegaskan investasi kebaikan ittu bisa dikonversi menjadi  pemenuhan kebutuhan. 

“Meskipun kita belum butuh, pada saatnya investasi kebaikan itu  bisa sebagai tabungan,” imbuh M Nuh.

Pada kesempatan itu, M Nuh menandatangani prasasti peresmian gedung baru Akbid Muslimat NU Kudus. 

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum GP Ansor H Nusron Wahid dan ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms.

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sholawat, Warta, Budaya IPNU Tegal

Radat, Tarian Dzikir dari Jombang

Jombang, IPNU Tegal

Radat adalah zikir yang dilakukan dengan melakukan gerakan dan variasi tertentu secara bersama-sama. Sehingga dalam satu event ada anggota 7, 12, 70, sampai 180 orang. Karena dilakukan secara bersama-sama maka diperlukan keseragaman, baik gerak maupun pakaian.

Pada masa lalu, radat biasa dilakukan di mushala atau mesjid setelah malam menjelang. Dilakukan untuk menghidupkan malam dengan berzikir di kampung-kampung.

Radat, Tarian Dzikir dari Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Radat, Tarian Dzikir dari Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Radat, Tarian Dzikir dari Jombang

Kiai Abdurrahman (70 tahun), penduduk desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur melestarikan tari ini di kampungnya. Ia menamakan Zikir Saman untuk kelompok radatnya.

IPNU Tegal

Dulu ia belajar radat dari seorang santri dari Pesantren Darul Ulum, Jombang. Kemudian ia menggabungkannya dengan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang didapat dari gurunya, KH Adlan Ali di daerah Cukir, Jombang.

IPNU Tegal

Dalam menyambut Ekspedisi Islam Nusantara di Pendopo Bupati Kabupaten Jombang Senin, (19/4), ia memulai dengan membaca tawasul. Kemudian, membaca kalimat-kalimat tarekat dan gerakan-gerakan ritmis sufistik. (Syakdillah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta IPNU Tegal

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim

Buleleng, IPNU Tegal?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali membentuk satuan khusus Barisan Ansor Maritim (Baritim) sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan pesisir, baik alam dan manusianya.

Ketua PAC, Abdul Karim Abraham mengatakan, pembentukan Baritim pada Ahad (5/3) bukan tanpa alasan, sebab kondisi geografis Kecamatan Gerokgak merupakan wilayah pesisir utara Bali sepanjang kurang lebih 60 km, membentang dari barat ke timur. Pertimbangan yang lain juga, karena mayoritas umat Muslim berada di wilayah pesisir.?

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim

Ia menginginkan Baritim ini bisa menjembatani keinginan nelayan dengan pihak lain, termasuk pemerintah dan investor.

“Nelayan di wilayah Kecamatan Gerokgak rata-rata muslim Nahdliyin, GP Ansor berkeinginan untuk bisa mengawal tatkala ada persolan nelayan dengan pihak luar, seperti contoh dengan pelaku wisata dan industri yang terkadang merugikan nelayan tradisional,” ungkapnya di Buleleng (7/3).

IPNU Tegal

Karim mencontohkan kasus nelayan yang harus terusir karena wilayah pesisirnya dibangun hotel-hotel. Dan yang paling parah, dampak laut karena limbah perusahaan seperti PLTU di Celukanbawang.

“Untuk langkah awal, Baritim akan menginventarisir masalah masalah yang dihadapi nelayan di setiap desa, kemudian kita akan coba mencari jalan keluarnya,” tegasnya.?

IPNU Tegal

Pembentukan Baritim ini ditandai dengan clean up sampah plastik di pulau Menjangan dan pengibaran Bendera Ansor dan Banser di bawah laut Bali.(Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, AlaSantri IPNU Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Makesta IPNU-IPPNU di MA Gandrirojo Masukkan Materi Islam Nusantara

IPNU Tegal, Rembang. Ratusan pelajar NU yang tergabung dalam IPNU-IPPNU Komisariat Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) desa Gandrirojo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang Jawa Tengah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di aula sekolah setempat, Senin hingga Kamis (6-9 Juli 2015).

Madrasah yang didirikan dibawah naungan Badan Pelaksana Pendidikan Maarif NU (BPPM-NU) ini menyelenggarakan kegiatan Makesta dalam rangkaian acara Orientasi Studi dan Pengenalan Madrasah (Ospem) yang diikuti 205 peserta didik baru tahun pelajaran 2015-2016.

Makesta IPNU-IPPNU di MA Gandrirojo Masukkan Materi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta IPNU-IPPNU di MA Gandrirojo Masukkan Materi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Makesta IPNU-IPPNU di MA Gandrirojo Masukkan Materi Islam Nusantara

Muhtar Nur Halim selaku Kepala Madrasah menuturkan, kegiatan ini sebagai wujud kaderisasi yang juga tidak meninggalkan proses pembentukan sikap akhlakul karimah. "Karena bagaimanapun Makesta ini merupakan rangkaian acara orientasi madrasah, kita juga harus menyiapkan kader-kader muda NU ini untuk tetap menjaga sikap akhlakul karimah", jelas Muhtar yang juga sebagai Ketua MWCNU Sedan itu.

IPNU Tegal

Dalam acara ini, panitia menyiapkan materi seputar ke-NU-an dan orientasi madrasah, diantaranya, Aswaja, tradisi ke-NU-an dan Islam Nusantara, kajian historis IPNU-IPPNU, serta sistem administrasi IPNU-IPPNU. Sedangkan materi untuk orientasi madrasah yaitu, program kegiatan kesiswaan, visi misi dan grand design madrasah, serta sistem pembelajaran di madrasah setempat.

Nashihun Amin selaku Pembina Komisariat MA YSPIS menuturkan, pihaknya telah menyiapkan materi-materi seputar ke-NU-an dan orientasi madrasah. "Ini sebagai bekal awal pengaderan NU yang kita selipkan dalam kegiatan orientasi madrasah, karena memang dalam madrasah kami menerapkan sistem ke-NU-an dalam proses pendidikan,” jelas Amin.

IPNU Tegal

Lebih lanjut, Amin menuturkan, apalagi dengan pentingnya kajian Islam Nusantara ini, sehingga apapun itu kita harus tetap membekali siswa dengan wajah Islam yang toleran, moderat dan juga berkebudayaan.

Acara yang dibuka pada Senin (6/7) malam itu juga turut dihadiri KH Sahlan M Nur selaku Ketua Yayasan BPPM-NU yang juga menjabat sebagai Ketua Mustasyar PCNU Rembang. (Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Tradisi Lisan Jadi Kunci Kerukunan Masyarakat Indonesia

Jakarta, IPNU Tegal. Kepala Badan Litbang Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Masud menegaskan bahwa Indonesia berada pada urutan terdepan negara-negara dunia dalam konteks kerukunan. Banyak negara mengakui keberhasilan Indonesia dalam menjaga harmoni dalam kemajemukan.

Menurut Masud, kerukunan Indonesia tidak terlepas dari kekayaan kearifan lokal yang telah diwariskan pendahulu bangsa sejak ratusan tahun lalu. Kekayaan kearifan lokal itu, kata Masud, antara lain berupa tradisi lisan yang sarat akan nilai dan pesan kerukuan, persatuan, dan kesatuan.

Tradisi Lisan Jadi Kunci Kerukunan Masyarakat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Lisan Jadi Kunci Kerukunan Masyarakat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Lisan Jadi Kunci Kerukunan Masyarakat Indonesia

“Tradisi lisan di daerah yang menjadi bagian dari kearifan lokal mempunyai korelasi dengan kerukunan daerah. Tradisi itu terbukti menjadi perekat kerukunan warga dan karenanya bisa dijadikan bahan kampanye perdamaian nusantara,” demikian penegasan Abdurrahman Masud sebagaimana dilansir di laman kemenag.go.id, Jumat (29/4).

Merujuk pada hasil penelitian Balai Litbang Keagamaan DKI Jakarta yang dilakuan sejak awal tahun ini. Penelitian yang bertajuk “Nilai Keagamaan dan Nilai Kerukunan dalam Tradisi Lisan Nusantara” mengungkap data dan fakta bahwa suku-suku bangsa di Indonesia sangat agamis dan rukun. Masyarakat Indonesia juga memiliki kekhasan dalam ? beragama yang terkait dengan kebudayaannya, dan salah satu wujudnya adalah tradisi lisan. Tradisi lisan itu diwariskan secara turun-temurun menjadikan pesan keagamaan dan kerukunan lebih mudah disampaikan dan diterima.

Anik Farida, selaku ketua tim peneliti mengungkapkan, ada delapan wilayah yang dijadikan sasaran penelitian, yakni: Jakarta, Banten, Bandung, Cirebon, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Penelitian dilakukan dengan menggali nilai keagamaan dan kerukunan yang tersirat dalam tradisi lisan pada sejumlah tradisi, yaitu: ? Ritual Akikah di Jakarta, Tradisi Panjang Mulud di Banten, Petatah-Petitih Sunan Gunung Jati di Cirebon, Tradisi Warahan di Lampung, Tradisi Tadud di Sumatera Selatan, Tradisi Teater Rakyat Mendu di Natuna Kepulauan Riau, dan Tradisi Pasambahan di Sumatera Barat. ? ? ?

IPNU Tegal

“Potensi harmoni di negara kita itu jauh lebih kuat dan dahsyat dibanding potensi disharmoni atau ? intoleransi. Makanya tidak aneh jika hasil penelitian kita, termasuk soal KUB, indeks kerukunan 2015, kita mencapai 75,36%. Bahkan yang nomor satu seperti di NTT dan Bali di atas 80%,” tandasnya. (Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Sejarah, Nahdlatul IPNU Tegal

IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Banyumas, IPNU Tegal 

Menggeliatnya karya sastra yang semakin banyak bertebaran di dunia maya, di facebook, blog atuau pun situs-situs web lainya, yang lebih banyak bercerita tentang hiruk pikuk perkotaan atau berlatar belakang urban dan lebih bersifat lebih universal mengakibatkan semakin sedikitnya karya-karya sastra yang bersetting kehidupan lokal. 

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Ahmadun Yosi Hervanda, Wartawan senior asal Jakarta mengungkapkan hal tersebut dalam acara Sarasehan dan Pertunjukan Sastra Banyumas Besar, Sabtu (29/7) malam di Rumah Makan Selera Roso Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut Ahmadun, dunia sastra kini merindukan sosok penulis sastra yang ber-setting lokal, atau bercerita tentang lokalitas. "Dunia sastra merindukan penulis sastra lokal, bukan hanya sastra yang bersifat urban," katanya. 

Lokalitas yang dikemas dengan teknik penulisan yang baik akan terlihat lebih menarik dan mempunyai daya tarik tersendiri, "Itu lebih mudah ditulis pada karya sastra cerpen ataupun novel yang bersifat cerita," lanjutnya. 

Tapi, imbuh Ahmadun, meskipun mengangkat tema lokalitas, kita tidak boleh mengabaikan Jakarta, Jakarta tetap menjadi bagian yang penting karena terkait dengan obsesi penulis agar mendunia atau menasional. 

IPNU Tegal

"Apa cukup hanya menjadi penulis lokal," pangkasnnya. 

Acara sarasehan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Komunitas Sastra Getek Artinspiration Ajibarang tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagi komunitas sastra se-Kabupaten Banyumas. 

IPNU Tegal

Tampak hadir Camat Ajibarang Eko Heru Surono, Wanto Tirta Persiden Geguritan Banyumas, Jarot C Setyoko, Riswo Mulyadi, Amin Rohman dan para penyair Banyumas lainya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Halaqoh, Kyai IPNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memandang doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai teguran moral untuk para penegak hukum di Indonesia. Menurut Kang Said, pemerintah dan terutama aparat penegak hukum perlu melakukan reformasi kelembagaan terutama berkaitan dengan upaya penegakan hukum di Indonesia.

Demikian disampaikan Kang Said kepada IPNU Tegal di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

“Ini menunjukkan masyarakat masih belum percaya dengan sikap lembaga hukum,” kata Kang Said.

IPNU Tegal

Aparat penegak hukum dan lembaga peradilan, menurutnya, harus menangkap aspirasi doa bersama yang dilakukan masyarakat di Monas, Jumat lalu. Mereka diharapkan melakukan pembenahan dan menunjukkan kerja-kerja konkret terkait penguatan kelembagaan.

IPNU Tegal

“Jelas ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan lembaga hukum untuk membangun kepercayaan publik.”

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan pemerintah terutama aparat hukum dan lembaga peradilan untuk bekerja sesuai kode etik penegak hukum yang berlaku. Pasalnya kerja mereka selama ini mendapat pantauan dan sorotan publik.

“Ini akumulasi kekecewaan atas lemahnya penegakan hukum untuk kasus apapun di Indonesia selama ini,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Quote, Warta IPNU Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru

Surakarta, IPNU Tegal. Memasuki tahun akademik 2015/2016, Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Surakarta berkomitmen akan menambah empat program studi (Prodi) baru. Empat prodi itu terdiri dari satu prodi program doktoral (S3) dan tiga prodi strata 1.

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru

"Empat prodi baru tersebut, kini sudah kami usulkan ke dua kementerian. Yakni, Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti," ujar Rektor UNU Surakarta DR H Ahmad Mufrod Teguh Mulyo dalam Rapat Senat Terbuka UNU Surakarta, 21 Febuari 2015, di Surakarta.

Dikatakan, dua prodi baru yang diusulkan ke Kemenag adalah prodi Pendidikan Agama Islam untuk jenjang S3 atau doktor. Proposal usulan program doktor sudah dipresentasikan di hadapan tim penilai dari Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kemenag pada 16 Mei 2014. Kini UNU Surakarta tinggaal menunggu visitasi dan terbitnya Surat Keputusan dari Dirjend Pendidikan Islam.

IPNU Tegal

Berikutnya prodi Ekonomi Syariah S1. Prodi ini sudah divisitasi oleh Tim Ahli dari Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama pada 17 Desember 2014. Hasilnya sangat baik. Kini, UNU tinggal menunggu Surat Keputusan dari Dirjend Pendidikan Islam.

Sedangkan dua prodi yang diusulkan ke Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti adalah prodi Teknik Industri S1 dan prodi Teknik Informatika S1. Dua prodi ini baru dalam proses pengusulan .

IPNU Tegal

Empat prodi tersebut diharapkan akan melengkapi prodi lama yang sudah ada. Seperti prodi magister Manajemen Pendidikan Islam (S2), prodi Pendidikan Agama Islam (S1), prodi Ahwal Asy-Syakhsyiyah (S1), prodi Manajemen (S1), prodi Manajemen Perusahaan (S1) dan? Akuntasi (D3). Selain itu, ada prodi Ilmu Hukum (S1), serta prodi Teknik Mesin (S1). (Sholihin Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, Warta IPNU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Haul ke-77 KH R. Moenawwir, Ini Rangkaian Acaranya

Yogyakarta, IPNU Tegal - Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta mengadakan peringatan haul ke-77, pendiri pesantren KH. R. Mohammad Moenawwir Bin Abdullah Rosyad.

Menurut salah satu panitia kegiatan, Farigh Rangkuti, untuk tahun ini, haul Kiai Munawwir bertepatan dengan haul? KH. R. Abdul Qodir Munawwir yang ke-57 akan diadakan berbagai rangkaian acara

Haul ke-77 KH R. Moenawwir, Ini Rangkaian Acaranya (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul ke-77 KH R. Moenawwir, Ini Rangkaian Acaranya (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul ke-77 KH R. Moenawwir, Ini Rangkaian Acaranya

“Pada tahun ini, rangkaian acara peringatan haul diselenggarakan mulai Kamis (17/3) kemarin, dan puncaknya acara pengajian, Sabtu (19/3), di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak,” terang Farigh, yang juga Wakil Ketua PC IPNU Yogyakarta itu.

Puncak acara pengajian tersebut akan menghadirkan pembicara Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatul Mutaallimin Lamongan KH. Syairozi dan KH Syarif Matnajih dari Jakarta.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Dipaparkan Farigh, adapun beberapa rangkaian acara lainnya yaitu pembacaan sholawat burdah, semaan Al-Quran, temu IKAPPAM, Ziarah dan Takhtim Quran.

Sementara itu Haflah Khotmil Quran ke XIII Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak akan memwisuda 168 khotimin dan khotimat, 125 peserta juz 30 bil Hifdzi, 40 peserta 30 Juz Bil Hifdzi dan 3 Peserta 30 Juz Bil Hifdzi Qiroat sabah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Daerah IPNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU

Jombang, IPNU Tegal. Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) yang digelar di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang selamat tiga hari, 13-15 April 2012, juga diramaikan dengan pameran UKM dan produk kesehatan serta pelayanan Rumah Sakit milik NU.

Salah satu RS milik NU yang ikut meramaikan adalah RSI Siti Hajar Sidorjo. RS milik NU dan Muslimat Sidoarjo ini berdiri sejak 1963. Awalnya RSI ini berawal dari Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang dikelola oleh Muslimat NU. Namun tekat pengurus NU kuat, kemudian Balai Kesehatan ini akhirnya dikembangkan menjadi RS.

RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU

Kini RS dengan tipe C Plus ini telah memiliki dokter sebanyak 47 dengan dokter spesialis 19 orang dan jumlah tenaga medis sebanyak 140 perawat.

IPNU Tegal

“RS ini telah terakreditasi penuh 12 pelayan ini  memiliki jumlah ruang 156 tempat tidur , terdiri dari kamar  VIP 12, kelas 1, 12, kelas II anak 12 dan II 12, kelas III, 36 ruangan dengan ruang isolasi 2,” ujar Imron salah satu pengurus.

Disamping RSI Siti Hajar Sidoarjo Rakornas juga diramaikan beberapa produk UKM dan lembaga pendidikan kesehatan milik NU dan warga NU. 

IPNU Tegal

“Panitia memang menyediakan lokasi untuk pameran UKM dan lembaga pendidikan kesehatan bagi warga NU, Karena yang mengikuti Rakornas tidak hanya dari Jawa Timur tetapi berasal dari beberapa  provinsi lain,” ujar Zulfikar As’ad ketua panitia mengatakan.

Gus Upiq biasa dipanggil mengatakan, peserta dari pengurus wilayah yang telah hadir sebanyak 24 Pengurus PW LKNU se Indonesia. Dan beberapa lembaga kesehatan serta pengelola RS milik NU.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta, Humor Islam, Halaqoh IPNU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Harta Istri Bukan Milik Suami

Suatu saat, Kiai Muhammadun Pondowan Tayu Pati bersama Kiai Abdullah Salam dan Kiai Sahal Mahfudz berjalan kaki bersama seteleh menghadiri sebuah acara di satu tempat. Diantara ketiganya, Kiai Muhammadun yang paling dituakan.?

Dalam perjalanan, tiba-tiba Kiai Muhammadun mendapat tawaran tumpangan dari seorang anak muda pengendara sepeda motor. “Maaf Kiai, mari saya antarkan” kata pemuda menawari. “Oh, tidak, terima kasih,” tolak kiai dengan nada halus.?

Pengendara motor mengulangi tawaran sebagai tanda tulus ikhlas. Namun Kiai Muhammadun tetap tidak berkenan hingga mereka bertiga ditinggalkan pemuda tersebut.?

“Sampean tahu, mengapa saya menolak tawaran lelaki tadi?” tanya Kiai Muhammadun kepada Kiai Sahal.?

Harta Istri Bukan Milik Suami (Sumber Gambar : Nu Online)
Harta Istri Bukan Milik Suami (Sumber Gambar : Nu Online)

Harta Istri Bukan Milik Suami

“Hm, itu kan karena kiai tidak enak hati sama kita berdua,” jawab Kiai Sahal.?

“Bukan,” sanggah Kiai Muhammadun. “Saya tolak karena saya tahu, dia adalah lelaki kurang mampu dan istrinya adalah orang kaya.”?

Kiai Abdullah Salam dan Kiai Sahal mendengarkan secara seksama, sedangkan Kiai Muhammadun melanjutkan alasan penolakannya.?

IPNU Tegal

“Adapun sepeda motor yang ia kendarai menurut dugaanku bukan miliknya sendiri, tetapi kepunyaan sang istri. Saya tidak berani menumpang karena ia belum meminta ijin istrinya sebagai pemilik kendaraan untuk mengantarkan saya,” jelas Kiai Muhammadun.?

Begitulah contoh kehati-hatian pribadi orang alim dan cerdas dalam beragama. Ia mengetahui hukum kemudian mengamalkan dengan jalan hati-hati, tidak serampangan.?

IPNU Tegal

Banyak kiai yang dalam kesehariannya melaksanakan hukum Islam secara leterlek (sesuai teks ajaran ulama salaf). Dalam hal ini, Kiai Muhammadun dan kiai-kiai lain banyak yang memilah antara harta suami dan istri sesuai ajaran kitab. Urusan nafkah adalah kewajiban suami, sedangkan jika istri mempunyai harta sendiri, itu merupakan hak mereka pribadi tanpa menutup kemungkinan suami boleh memanfaatkan atas ijin istri.?

Yang paling menonjol tentang pijakan hukum kiai NU adalah keras untuk diri mereka sendiri dan lentur kepada masyarakat awam sepanjang tidak bertentangan secara tegas dengan syari’at. Di samping itu, Kiai Muhammadun merupakan sosok contoh nyata, betapa ia tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan menumpang orang lain dengan mengabaikan dua kawan lainnya berjalan sendiri.?

(HM Shofi Al Mubarok Baedlowie / Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Warta IPNU Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Di Brebes, Tidak Ada Pemilu Ulang

Brebes, IPNU Tegal. Implikasi dari status tersangka Bupati Brebes H Indra Kusuma SSos oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus mark up tanah, menimbulkan rumor akan terjadi pemilu ulang pada tahun mendatang. Rumor ini makin menguat seiring genjarnya demontrasi yang digelar berbagai elemen masyarakat.



Di Brebes, Tidak Ada Pemilu Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Brebes, Tidak Ada Pemilu Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Brebes, Tidak Ada Pemilu Ulang

Bahkan Wakil Bupati dan beberapa pejabat tinggi di kota bawang itupun kabarnya akan bernasib sama seperti Bupati. Sehingga dimungkinkan terjadinya kekosongan kepeminan, yang selanjutnya layak menggelar Pemilu ulang di Brebes.

Wakil Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi membantah keras dengan rumor yang dilontarkan pihak-pihak tertentu. “Dalam sistem pemerintahan yang baik, siklus kepemimpinan Kepala Daerah itu lima tahunan, jadi tidak benar adanya pemilu ulang di Brebes,” ucap Agung Widyantoro saat memberikan sambutan pada peletekan Kubah Masjid ‘Griya Praja’, Perum Griya Praja Rw 13 Kelurahan Pasarbatang Brebes Ahad (24/1).

IPNU Tegal

Menurut dia, tata pemerintahan Kabupaten Brebes berjalan normal dan tidak ada masalah yang memungkinkan diadakannya pemilu lagi di Brebes. Sehingga dia perlu memberikan Statement yang tegas, agar masyarakat tidak dibuat limbung.

IPNU Tegal

“Pilkada itu mahal, bisa menelan dana 8 sampai 10 milyar rupiah. Lebih baik dana pemkab untuk membangun puluhan masjid ketimbang menuruti kehendak orang-orang yang tidak logis,” ujarnya tanpa mau menyebutkan pihak-pihak yang telah memperkeruh suasana di Brebes itu.

Dia meminta kepada masyarakat Brebes untuk tetap menjaga kebersamaan, jangan mudah dipecah belah. Sebagaimana dicontohkan warga griya praja, dalam semangat kebersamaan, membangun masjid untuk kepentingan bersama. Kepentingan dunia akherat.

Disamping itu, lanjutnya, untuk hal yang terjadi agar diambil hikmahnya. Dalam setiap pembangunan perumnas biasanya ada fasilitas umum seperti masjid atau mushola. Tapi di Griya Praja, ternyata hanya disediakan lahan saja. “Dibalik ini, ternyata ada hikmah agar warga griya praja saling guyub rukun dan gotong royong membangun masjid,” tuturnya.

Namun demikian, Wabup mengingatkan, agar semangat membangun masjid jangan seperti semangat membangun keranda. “Beramai-ramai memberikan jariyah tapi setelah jadi malah tidak ada yang mau memakainya,” ungkapnya berkelakar.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Masjid Griya Praja, H Mohammad Aqso MAg melaporkan, peletakan baru pertama telah dilangsungkan pada 10 Mei 2008. Pembangunan tahap awal tersebut menelan dana 80 juta rupiah yang didapat dari Swadaya masyarakat 55 juta dan bantuan Pemkab Brebes 25 juta. “Pembangunan tahap 2 dimulai pada 17 Oktober 2009 hingga sekarang telah menelan dana 78.836.500 dari total anggaran yang dibutuhkan sebesar 432 juta,” papar Aqso.

Menurut Aqso, masjid yang dibangun dengan luas 288 meter persegi itu, meskipun bangunan belum selesai tapi pemasangan kubah didahulukan. Dengan harapan, bila kubahnya sudah terpasang maka pembangunan akan rampung. “Ibarat ular, bila kepalanya bergerak, maka sampai ekornyapun ikut bergerak,” tuturnya berfilsafat.

Peletakan Kubah disambut sangat antusias oleh warga Griya Praja dan sekitarnya. Sebelumnya, kubah diarak mengelilingi perumnas griya praja yang terdiri atas 4 RT dengan penduduk 204 Kepala Keluarga itu.

Dalam kesempatan itu, atas nama pemerintah Kabupaten Wakil Bupati Brebes didaulat  menerima kubah secara simbolis dari Ketua Panitia. Wabup selanjutnya menyerahkan pada Kepala Tukang untuk memasangnya kepuncak masjid.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wabup yang selanjutnya diserahkan pada Ketua Panitia. Sebelum menyerahkan, Wabup berpesan, agar ketika kita makan agar selalu ingat tetangga. “Irislah sedikit makanan kita untuk berbagi dengan tetangga, termasuk bila mendapat rejeki sisihkan sebagian harta kita untuk amal jariyah, membangun masjid, Amin,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Brebes Drs. Edy Sudarmanto, Lurah Pasarbatang Darmono, Ketua RW 13 Taufiq MPd, dan seluruh warga griya praja. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah, Warta IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock