Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional

Jakarta, IPNU Tegal. Pendidikan agama saat ini masih terhenti pada pengajaran ilmu agama, belum mencapai internalisasi nilai.? Pendidikan agama masih lebih terfokus pada aspek afektif, bukan kognitif.

“Pendekatannya masih pada a’malul jawarih (gerak tubuh), tidak sampai a’malul qulub (ketergerakan hati: red),” kata Mustasyar PBNU KH Tholchah Hasan, ketika menjadi narasumber dalam Temu Pakar Pendidikan Islam: Deradikalisasi, Multikultural, Wawasan Kebangsaan, serta PenguatanAkhlakul Karimah, di Jakarta, Senin (24/9).

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional

Dalam kesempatan itu, Kiai Tholchah mempertanyakan pencapaian pendidikan agama selama ini. “Banyaknya perilaku menyimpang di kalangan pemuda pelajar, seperti radikalisasi, narkoba, pergaulan bebas, dan kriminalitas, memunculkan pertanyaan tentang sampai di mana capaian dan pengaruh pendidikan Islam terhadap perubahan perilaku dan sikap peserta didik di sekolah,” ujarnya.

IPNU Tegal

Menurutnya, tidak semua guru agama di sekolah mempunyai kelayakan mengajar agama, baik dari segi penguasaan bahan ajar, performa dalam menjalankan tugas, maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, perlu adanya pembekalan berkesinambungan bagi peguatan penguasaan guru terhadap materi ajar.

IPNU Tegal

“Guru agama selama ini lebih mencerminkan dirinya sebatas sebagai pendidik professional, tidak bisa menjadi pendakwah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan spiritual,” katanya.?

Menurut Kiai Tholchah, di luar kompetensi pendidik yang diatur dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khusus guru agama, harus ada 2 kompetensi yang dikuasai, yaitu: leadership dan spiritual. Jika tidak ada 2 kompetensi ini, pendidikan agama di sekolah terasa kering.

Ditambahkan, guru agama selama ini juga kurang menggunakan soft-skill secara kreatif sehingga sulit dalam membentuk lingkungan keagamaan yang mendukung. Selain itu, apresiasi dan dukungan komunitas sekolah juga sering kurang memadai. Akibatnya fasilitas dan sarana pembelajaran pendidikan agama sangat terbatas.

Lebih dari itu, pendidikan agama sebagai saranan pembentukan karakter luhur, membutuhkan figur keteladanan (uswah hasanah). Tanpa itu, pendidikan agama akan kering dan hambar.?

Sayangnya, tambah Kiai Tholchah, keteladanan justru mulai langka di sekolah. Guru agama bahkan tidak mampu menjadi teladan di sekolahnya. Banyak guru agama yang minder di sekolahnya, dan merasa lebih rendah di banding guru lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : Kementerian Agama

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Kyai, Nasional IPNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Rakernas Muslimat NU Bahtsul Masailkan Nikah Siri

Jakarta, IPNU Tegal. Komisi Bahtsul Masail Rakernas Muslimat NU di Asrama Haji Jakarta, Jumat (4/12) membahas tentang fenomena nikah siri. Bertajuk ‘Fenomena Nikah Sirri, Maslahah dan Mudharatnya Ditinjau dari Aspek Perlindungan Anak dan Perempuan’, Muslimat menghadirkan Rektor PTIQ Jakarta, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Komisi Fatwa MUI Pusat Prof Dr Hj Chuzaemah Tahido Yanggo, dan Ketua KPAI, Dr Asrorun Niam Sholeh sebagai narasumber.

Rakernas Muslimat NU Bahtsul Masailkan Nikah Siri (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Muslimat NU Bahtsul Masailkan Nikah Siri (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Muslimat NU Bahtsul Masailkan Nikah Siri

Ketua PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa hasil dari pembahasan ini akan dibawa ke musyawarah yang lebih intens lagi di Surabaya, Jawa Timur selama tiga hari. “Muslimat NU menyoroti dampak dari nikah jika sang suami ternyata menelantarkan istri, bahkan anaknya. Kita tidak ingin perempuan menjadi korban. Apalagi seorang anak yang membutuhkan perkembangan dan pendidikan untuk masa depannya,” ujar Mensos RI ini.

Karena menurut perempuan kelahiran Surabaya ini, banyak regulasi yang menyatakan bahwa anak dari hasil nikah siri tidak tercatat di catatan sipil sehingga tidak bisa membuat akte kelahiran yang seterusnya akan berdampak pada kesulitan administratif,baik sekolah, dan lain-lain.

IPNU Tegal

KH Nasaruddin Umar menerangkan, nikah siri merupakan hal yang tabu di tanah bugis, karena nikah ini tidak direstui oleh orang tuanya. Sebenarnya istilah nikah siri bersebalahan dengan kawin lari, maknanya sama, nikah yang tidak direstui oleh orang tua. Nikah jenis ini cenderung negatif sehingga biasanya tidak dipestakan secara adat.

“Menimbang maslahat dan mudharatnya, nikah siri lebih banyak mudharatnya ketimbang mendatangkan maslahah. Karena nikah ini tidak tercatat di KUA, jika mempunyai anak secara otomatis ? anak tidak bisa mendapatkan akte kelahiran. Padahal akte tersebut sangat penting untuk pembuatan KK, KTP, Paspor, dan lain-lain,” paparnya.

IPNU Tegal

Selain itu, lanjutnya, nikah siri juga akan memberi kelonggaran terhadap praktik poligami. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap pembagian warisan, yang jika pembagian warisan diadakan secara resmi, anak tidak akan mendapatkan warisan. Kemudian, anak dari hasil nikah siri juga hanya akan diakui sebagai anak ibunya, bukan anak bapaknya. “Tentu hal ini tidak masuk akal secara hukum agama sehingga dampak-dampak buruk tadi bisa menjadi alasan fiqh, karena bisa menjadi penghalang seseorang dalam melakukan praktik-praktik sosial dan administratif,” terang Prof Nasar.

Senada dengan Prof Nasar, Prof Chuzaemah juga mengatakan, bahwa praktik nikah siri atau nikah bawah tangan dapat menyebabkan maraknya praktik poligami. “Sewaktu saya menjadi saksi ahli di MK, saya ditanya oleh para penggugat poligami, kenapa sih negara ngatur-ngatur masalah poligami yang sudah diatur di dalam Al-Qur’an?,” tuturnya.?

Chuzaemah menjawab dengan memberi qiyasan ke persoalan haji. Haji merupakan kewajiban setiap muslim, terus kenapa pemerintah ikut mengatur paspor, dan lain-lain. Padahal itu katanya kewajiban pribadi. “Biar tidak tersesat, dan ada yang bertanggung jawab jika mengalami hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap A’wan (Dewan Pakar) PBNU ini.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, orang yang melakukan praktik nikah siri sesungguhnya berusaha menyembunyikan sehingga jika terjadi konflik keluarga akan berdampak pada penelantaran.

“Tapi peran KPAI dalam perlindungan anak sudah jelas. Yaitu meliputi pemenuhan hak berupa hak pendidikan, hak sosial, hak kesehatan, dan hak agama. Kemudian, perlindungan khusus yang meliputi perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi, perlindungan khusus bagi ABH, korban trafiking, penyalahgunaan napza, korban bencana alam dan konflik sosial, serta anak dengan disabilitas,” paparnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nasional, Lomba IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Suci Tanpa Deterjen

Mencuci pakaian adalah rutinitas harian bagi semua orang, entah hal itu dilakukan sendiri ataupun dilakukan oleh mesin cuci. Pada dasarnya mencuci pakaian bertujuan membersihkannya dari kotoran dengan menggunakan air. Adapun deterjen merupakan alat bantu mempermudah proses pencucian tersebut.

Secara fiqhy, tujuan mencuci pakaian adalah menjadikannya suci bukan bersih apalagi wangi. Mengingat fungsi pakaian sebagai salah satu syarat yang menjadikan sahnya shalat. oleh karenanya pakaian harus dalam keadaan suci, juga lebih afdhal jika bersih dan wangi.

Pada hakikatnya, mensucikan pakaian yang terkena najis cukup dengan menggunakan air saja, akan tetapi jika dengan deterjen proses pencucian lebih mudah maka tidak ada masalah. Sama sekali tidak ada kewajiban mencuci pakaian harus menggnuakan deterjen. Dalam Kitab Kifayatul Akhyar terdapat keterangan berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Suci Tanpa Deterjen (Sumber Gambar : Nu Online)
Suci Tanpa Deterjen (Sumber Gambar : Nu Online)

Suci Tanpa Deterjen

Syarat mensucikan sesuatu adalah dengan menggunakan air untuk menghilangkan najis, dan cukuplah air yang membersihkan najis.

Karena Islam adalah agama yang menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan, dan juga menjadikan bersuci dari najis sebagai salah satu syarat sahnya shalat, maka menjaga kebersihan dan kesucian menjadi prioritas yang senantiasa dilaksanakan.

IPNU Tegal

Dan tanpa memberatkan umatnya, maka pakaian menjadi suci cukup dengan menggunakan air saja, tanpa harus menggunakan deterjen atau sabun cuci. Seandainya mencuci harus menggunakan sabun cuci niscaya akan terasa berat bagi sebagian umat yang tidak mampu untuk memenuhinya. (Pen. Fuad H/ Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Nasional, Hikmah IPNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN

Kuburaya, IPNU Tegal

PMII Komisariat Untan Pontianak memberikan sosialisasi kepada puluhan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat terkait merebaknya paham radikalisme di lingkungan kampus. Kegiatan yang didukung Mata Air Foundation dan GP Ansor ini berlangsung di Kecamatan Ambawang, Rabu (4/5) malam.

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN

“Ketika kalian masuk ke dunia kampus, akan ada banyak macam perbedaan pemikiran, terlebih disaat baru masuk ke dunia kampus, mahasiswa sangat mudah dipengaruhi dan didoktrin. Maka kalian harus berhati-hati dan mempersiapkan diri dari sekarang, karena kalianlah yang menjadi harapan generasi ahlussunnah waljamaah, di dalam dunia kampus,” kata Abdul Wesi Ibrahim, Sekretaris Umum PMII Untan.

Abdul Wesi menjelaskan mahasiswa sebagai insan yang masih mencari jati diri, wajar jika mudah dipengaruhi. “Sebelum kalian terjun di dunia kampus, persiapkan itu semua” pungkasnya. (Ai, Sf/Zunus)

IPNU Tegal



IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah, Nahdlatul, Nasional IPNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

Jombang, IPNU Tegal. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur sedang mempersiapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja tingkat Jawa Timur.

"Kegiatan ini dalam mata rangkai menyambut Isra Miraj dan hari lahir NU yang ke-89," kata Abdurrouf, Kamis (23/4). Ketua panitia kegiatan yang bertema “Penguatan peran pondok pesantren sebagai benteng pertahanan Islam ala Aswaja dan NKRI” ini akan berlangsung 8 Mei mendatang dan dipusatkan di Pesantren Tebuireng.

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

"Seperti diketahui, IPNU merupakan salah satu pilar penyangga pembinaan? generasi bangsa yang bertaqwa, berilmu, berkarya, serta memiliki kedudukan yang strategis sebagai wahana kaderisasi putra dan putri Nahlatul Ulama," kata Ketua PK IPNU Tebuireng, M. Iqbal Abdurrouf.

IPNU Tegal

Dengan kegiatan ini diharapkan akan lahir insan yang bermutu di kalangan generasi muda, khususnya dari? IPNU. "Generasi muda merupakan aset terbesar yang dimiliki bangsa dan negara, karenanya upaya menjadikan mereka terutama pelajar NU sebagai penerus yang mampu mengembangkan bakat, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen untuk memperjuangkan perjuangan harus menjadi prioritas dan mendapat perhatian dari semua pihak," tandasnya.

Kegiatan juga didedikasikan agar mampu mewujudkan cita-cita IPNU sebagai media dan pelopor dalam setiap aktifitas yang berorientasi keilmuan dalam usaha meningkatkan kualitas? kader. "Juga terjalinnya silaturahim antara pelajar dan santri dengan IPNU," katanya.

IPNU Tegal

Abdurrouf menandaskan bahwa kegiatan akan berisi lomba atau olimpiade dan pengajian umum. Olimpiade dilangsungkan Jumat pagi hingga selesai. "Sedangkan pengajian umum yang menghadirkan KH Ilyas sekaligus pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan malam hari," terangnya.

Panitia sangat terbuka menerima pendaftaran bagi kepengurusan IPNU di sejumlah madrasah dan sekolah, termasuk pesantren. "Silakan mendaftar dan mengisi formulir yang telah disediakan panitia," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, Nasional, Quote IPNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Terima Kunjungan Kementerian Agama Malaysia

Jakarta, IPNU Tegal. Rombongan Kementerian Agama Malaysia mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Selasa (15/5) pagi. Rombongan yang berjumlah 29 orang ini, disambut baik oleh sejumlah Ketua Umum PBNU dan beberapa pengurus tanfidziyah. Kedua pihak saling mengabarkan kondisi sosial-keagamaan di masing-masing negara.

Dalam kesempatan ? tersebut, Iqbal Sullam, Ketua PBNU sempat mengenalkan profil singkat NU, badan otonom dan lembaga-lembaga yang ada di bawahnya. Pesantren dan madrasah yang menjadi kantong intelektual dan tata nilai moral-kultural NU, masuk dalam profil NU.

PBNU Terima Kunjungan Kementerian Agama Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Terima Kunjungan Kementerian Agama Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Terima Kunjungan Kementerian Agama Malaysia

Kedua pihak sepakat untuk mewaspadai gerakan-gerakan keagamaan yang ekstrem, terlebih lagi menggunakan kekerasan sebagai bentuk saluran aspirasinya. Masing-masing pihak, tidak menyetujui segala bentuk kekerasan atas nama apapun dan untuk tujuan apapun.

IPNU Tegal

PBNU menyatakan akan menerapkan, bentuk dakwah yang cocok dengan lokal setempat. “Dengan demikian, NU mengedepankan tawasuth, tasamuh, dan tawazun. Tiga istilah ini mungkin berbeda penyebutannya di Malaysia,” papar Iqbal Sullam disertai anggukan rombongan tamu.

Kedamaian dan persaudaraan bisa terjadi karena NU mendahulukan dan mementingkan 3 persaudaraan. Ketiganya adalah persaudaraan sesama muslim, persaudaraan se-tanah air, dan persaudaraan kemanusiaan. Karenanya, NU menjadi besar disebabkan oleh kalangan ulama yang mengorganisir dirinya dan menyatu dengan masyarakatnya.?

IPNU Tegal

“Kalau di Timur Tengah juga banyak ulama-ulama, namun tidak bisa menyelasikan konflik. Sedangkan kami di Indonesia mampu meredam konflik hingga tuntas,” ungkap Said Aqil Siroj, Ketum PBNU di hadapan tamunya.

Mayjen Dato Seri Jamil Khir bin Baharom, Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Agama) Malaysia, mengungkapkan pihaknya sepakat dengan paparan dari PBNU.

“Kita bangsa Malaysia juga sangat menghargai perbedaan seperti juga Nahdlatul Ulama. Dan kita bangsa Malaysia juga bagian dari persekawanan dengan Nahdlatul Ulama,” katanya.

Di akhir pertemuan, kedua pihak saling memberikan cendera mata. Pemberian cendera mata adalah bukti sambutan baik PBNU akan kunjungan pihak Kementrian Agama Malaysia. Pertemuan keduanya sempat diliput oleh pers Malaysia dan pers dalam negeri Indonesia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nasional, Ulama, Nusantara IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali

Denpasar, IPNU Tegal - Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Managemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI pekan ini menggelar workshop validasi terjemahan Al-Quran ke dalam Bahasa Bali. Kegiatan ini dihelat di Hotel Neo Denpasar.

“Kegiatan validasi ini diarahkan untuk mengecek, melihat secara keseluruhan, secara teliti dan seksama hasil penerjemahan yang sudah dilakukan tahun 2016 kemarin,” ujar Kepala Bidang Manajemen Organisasi Yasin Ansori saat upacara pembukaan, Selasa (5/4) malam.

Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali

Ia mengatakan, penerjemahan Al-Quran ke dalam Bahasa Bali merupakan satu dari sekian kegiatan yang ada di Puslitbang Lektur. Sampai saat ini, pihaknya telah melakukan penerjemahan Al-Quran ke dalam 15 bahasa daerah.

Menurut dia, penerjemahan ke Bahasa Bali ini unik sekali. Pasalnya, tim penerjemahnya bukan dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) seperti UIN, IAIN, dan STAIN. Akan tetapi dari STAI Denpasar. “Ini barangkali satu-satunya kampus swasta yang bekerja sama dengan kami,” ujarnya disambut aplaus peserta workshop.

IPNU Tegal

Ia menambahkan, proses validasi selama 2017 dilakukan hanya dalam waktu empat bulan, mulai April sampai Juli. “Memang sangat simpel. Karena Agustus harus masuk proses pentashihan oleh LPMQ. Itu nggak bisa ditunda karena telah terjadwal. Kalau sampai tertunda, otomatis menunda kegiatan di belakangnya,” kata Yasin.

IPNU Tegal

Usai validasi, dilanjutkan proses desain selama bulan September. “Lalu, Oktober proses cetak.  Itu kita asumsikan satu bulan selesai. Kemudian November kita akan melakukan audiensi ke Menag dan Gubernur Provinsi Bali,” katanya.

Kerja maraton ini dilakukan karena terjemahan tersebut akan diluncurkan Menag Lukman Hakim Saifuddin pada awal Desember 2017. “Jadi, tahun ini mutlak selesai. Jadi, proses itulah yang melandasi bahwa kerja kita dikejar waktu, hanya empat bulan,” katanya.

Tujuan peluncuran terjemahan ini, kata Yasin, hendak menyampaikan kepada Gubernur Bali bahwa di provinsi yang dipimpinnya sudah ada terjemahan Al-Quran dalam bahasa Bali.

“Ia rencananya akan kami undang saat peluncuran di Jakarta. Setelah diluncurkan, masyarakat langsung bisa menggandakan untuk sosialisasi,” kata Yasin.

Penerjemahan ke dalam sejumlah bahasa daerah ini, lanjut Yasin, merupakan kerja Kemenag di bidang konservasi budaya. “Jadi hasilnya nanti menjadi milik Kemenag, bukan milik lembaga atau perorangan,” tegasnya.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, Selasa-Kamis, 5-7 April 2017, ini diikuti delegasi sejumlah ormas Islam, antara lain NU, Muhammadiyah, MUI, peneliti serta para akademisi. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nasional, Pertandingan IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock