Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari inspirasi untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dengan meneguhkan ajaran Islam yang terbuka (inklusif) dan moderat. NU juga menebarkan nilai-nilai Islam dengan tidak mencerabut akar tradisi dan budaya masyarakat sehingga jiwa nasionalisme tetap teguh terjaga.

Secara historis, sebelum mendirikan NU, ulama pesantren berupaya menumbuhkan jiwa nasionalisme para pemuda melalui berbagai wadah. Seperti yang dilakukan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971), salah satu Pahlawan Nasional. 

Mbah Wahab mendirikan Tashwirul Afkar (pergolakan pemikiran) pada tahun 1914 untuk memberikan kebebasan berpikir kepada pra pemuda dan bangsa Indonesia yang pada akhirnya menumbuhkan kesadaran akan perlunya membebaskan diri dari penjajah yang tidak peri kemnausiaan.

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Menjaga Bangsa dengan Segala Upaya

Kemudian, Pendiri Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur ini juga mendirikan Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air) pada tahun 1916 sebagai wadah internalisasi cinta tanah air kepada generasi muda sehingga tumbuh kesadaran untuk membangun bangsanya.

Perjuangan panjang ulama pesantren pada klimaksnya memberikan ruang bagi bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajah sekaligus mempertahankannya. Misal ketika bangsa Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaanya pada 17 Agustus 1945. 

Tetapi dua bulan kemudian NICA (Belanda) dengan membonceng tentara Sekutu ingin kembali menjejakkan kekuasaannya, ulama seperti KH Muhammada Hasyim Asy’ari (1875-1947) mencetuskan Fatwa Resolusi Jihad NU pada 22 Oktober 1945, bahwa wajib hukumnya bagi setiap warga untuk mempertahankan kemerdekaan RI dari tentara sekutu.

IPNU Tegal

Warisan kemerdekaan dari para ulama, santri, dan bangsa Indonesia tersebut tidak tanggung-tanggung senantiasa dijaga oleh warga NU hingga sekarang dalam bentuk apapun. Sejak pertama kali Hari Santri Nasional disahkan oleh pemerintah lewat Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Nahdliyin memanfaatkannya dengan berbagai kegiatan yang bertujuan menumbuhkan spirit nasionalisme.

Seperti saat peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016, NU menggulirkan gerakan 1 miliar shalawat Nariyah. Kegiatan santri dan Shalawat Nariyah 1 miliar inilah yang menjadi fokus utama informasi yang termuat dalam Majalah Risalah NU edisi November 2016. Lewat Shalawat Nariyah, NU ingin menegaskan bahwa upaya menjaga bangsa dan negara tidak cukup modal material, tetapi juga spiritual.

IPNU Tegal

Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy menegaskan bahwa Hari Santri yang merupakan representasi kebangkitan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan bukanlah hanya miliki NU, tetapi juga milik seluruh bangsa Indonesia. Karena ketika KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad, seluruh bangsa Indonesia secara kompak ikut berjuang melawan agresi ulang Belanda tersebut.

Selain mengupas tuntas mengenai Hari Santri Nasional 2016, Majalah Risalah juga masih konsiten dengan bacaan dan informasi menarik lain. Majalah setebal 66 halaman ini juga mengupas profil Pesantren Raudlatun Nasyi’in Ash-Shidiqiyah Rembang Jawa Tengah yang menampilkan gaya arsitektur budaya Tionghoa. Menarik juga mencermati rubrik muthala’ah Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang diasuh oleh Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali. Selangkapnya, selamat membaca!

(Fathoni Ahmad)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Quote, Aswaja IPNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah

Kudus, IPNU Tegal. Pengajian rutin Tafsir Al-Qur’an yang diasuh Mustasyar PBNU KH Sya’roni di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat (30/5) pagi, mengkaji? surat Al-Mulk ayat 1. Dalam pengajian yang dimulai waktu fajar ini, KH Sya’roni menerangkan tentang makna barokah.

Diterangkan, tabarukan atau biasa disebut barokah mempunyai makna penambahan kebagusan dari Allah (ziyadatul khair). Artinya, setiap waktu semakin bertambah baik.

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah

“Nabi Muhammad, sebagaimana diterangkan dalam hadits Bukhari, pada waktu? mendoakan bayi selalu dengan barokah . Bunyi doanya barakallahu haadzal walad (Ya Allah semoga bayi ini diberi barokah). Ini artinya supaya semakin besar akan semakin bertambah baik,” jelas KH Sya’roni seraya mencontohkan acara walimatut tasmiyah (pemberian nama) bayi yang menjadi tradisi masyarakat Muslim.

IPNU Tegal

Lebih lanjut Ulama Kharismatik Kudus ini menjelaskan, meminta (doa) barokah juga merupakan tindakan (sunnah) yang dilakukan Nabi Muhammad. Pada waktu? disowani sahabat Umar yang pamitan hendak menunaikan umrah,? Nabi meminta supaya didoakan di tanah suci Makkah.

IPNU Tegal

“Padahal Nabi itu sosok yang paling mulia di dunia, kok masih minta didoakan sahabat Umar,ini pelajaran yang luar biasa bagi kita ummat. Makanya orang tua setiap ada yang menunaikan ibadah haji selalu datang mengikuti untuk didoakan di Makkah,” tuturnya.

Barokah , kata mbah Sya’roni melanjutkan keterangan ayat Al-Mulk, terkadang ada yang memaknai Maha Suci. Artinya, semua alam ini adalah kekuasaannya Allah karena selaku sang pencipta. “Allah mau membuat apapun pasti kuasa termasuk kematian makhluknya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, KH Sya’roni juga menerangkan tentang wasilah. Dijelaskan, wasilah itu mempunyai arti tiga yakni tempat terhormat di surga, suatu amal untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan meminta kepada Allah dengan perantara melalui Nabi atau orang shalih.

“Sahabat Bilal sering ke makam Rasulullah berdoa meminta hujan karena kondisi bangsa yang kekeringan. Hal ini meminta kepada Allah melalui perantara (wasilah) Nabi atau orang-orang baik,” tuturnya.

Mbah Sya’roni juga mengingatkan jamaah supaya pandai menggunakan kesempatan waktu untuk berbuat kebaikan seperti shalat, i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an, mendengarkan pengajian, bersedekah, dan amalan baik lainnya.

“Setiap saat jangan sampai mengosongkan amal . Paling tidak ketika diam membaca istighfar, berdzikir dan bertasbih,” ajaknya.

Pengajian rutin berlangsung setiap Jumat fajar dan diikuti ribuan jamaah dari Kudus dan daerah sekitarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Sunnah, Quote IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Surabaya, IPNU Tegal. Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember akan diperingati besar-besaran di Surabaya. Acara dipusatkan di areal Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Kali ini acara besar itu akan diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qura’ wal Huffadz (JQH) Jawa Timur, bekerjasama dengan MUI, PWNU, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim.

Direncanakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa menteri dan gubernur di seluruh Indonesia akan turut hadir dalam perhelatan besar itu. “Semua undangan sudah kami sampaikan, dan dipastikan sudah sampai di tangan masing-masing yang kami undang,” kata KH Drs Abdullah Faqih, SH, Ketua Panitia Haul Pahlawan Nasional kepada IPNU Tegal di Surabaya, Selasa (6/11).

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Ustadz Faqih menuturkan, dalam pelaksanaan nanti pihaknya akan melibatkan 1945 hafidz (penghafal Al-Quran putra) dan hafidzah (penghafal Al-Quran putri). Pengambilan jumlah itu disesuaikan dengan tahun terjadinya peristiwa hari bersejarah di Surabaya itu.

Para Qori’ adalah para anggota JQH di seluruh Jawa Timur. Faqih menyatakan, pihaknya tidak kesulitan mencari penghafal Al-Quran sebanyak itu di wilayah kerjanya, sebab tidak kurang dari 9.000 anggota JQH Jatim adalah seorang hafidz/hafidzah.

“Itu yang sudah terdaftar resmi hafal 30 juz, yang belum terdaftar masih banyak,” tutur alumnus Pondok Pesantren Langitan itu. Ia menuturkan, dalam rapat pleno persiapan yang dilakukan pada awal November lalu, sudah ada 3.900 orang yang mendaftar. “Ya nanti kita bagi, selebih dari 1945 orang, sisanya sebagai mustami’in saja,” imbuh Sekretaris JQH Jawa Timur itu.

IPNU Tegal

Di tempat yang sama, H Ahid Sufiaji, Wakil Majelis Ilmi JQH Jatim menjelaskan, acara akan dimulai pukul 06.00 WIB pagi dengan khatmil Quran bil ghaib oleh 1945 orang penghafal Al-Quran di 114 majelis. Setiap majelis berada di dalam masjid, hanya 9 di antaranya adalah majelis besar yang berada di areal Monumen Tugu Pahlawan.

Penggunaan angka 9 disesuaikan dengan angka keramat NU. Jam 11.00 WIB berarti Al-Quran telah dikhatamkan sebanyak 114 kali. Angka itu adalah angka seluruh jumlah ayat yang ada dalam Al-Quran.

Setelah itu akan dilakukan pelantikan pengurus baru PW JQH Jatim, disusul dengan pembacaan istighosah dan do’a bersama untuk para pahlawan. Baru setelah itu dilakukan sambutan-sambutan, termasuk di dalamnya amanat presiden dan ceramah umum yang akan disampaikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH A Hasyim Muzadi. Sedangkan doa penutup akan disampaikan oleh DR KH MA Sahal Mahfudh.?

Anggota FKB DPRD Jatim itu menuturkan, tidak kurang dari 4.000 undangan telah diedarkan. Mereka adalah para penghafal Al-Quran, para pengurus Ormas Islam, partai politik, para kepala daerah tingkat II se-Jatim, gubernur se-Indonesia, veteran, seniman, budayawan, banom-banom dan lembaga NU, para calon gubernur, dan lain-lain.

IPNU Tegal

“Pokoknya acara ini sekaligus sebagai ajang menjalin silaturahmi untuk mempererat persaudaraan bangsa,” tutur H Ahid, yang duduk di dewan penasehat kepanitiaan.

Ia menjelaskan, perayaan Hari Pahlawan kali ini sengaja dibuat besar-besaran, karena jasa para pahlawan yang meletakkan kemerdekaan negeri ini juga besar. Sebenarnya ide semacam itu sudah muncul 3 tahun lalu, namun baru kali ini bisa dilaksanakan. “Semoga kali ini tidak ada lagi gangguan di tengah jalan,” ujarnya berharap. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Berita, Quote IPNU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina

Pamekasan, IPNU Tegal - Peringatan maulid nabi oleh Remaja Masjid (Remas) Agung Asy-Syuhada Pamekasan penuh kebahagiaan bercampur duka mendalam, Ahad (17/12). Bahagia karena memeriahkan momentum kelahiran Muhammad SAW, dan duka sebab dibayang-bayangi kesengsaraan umat Islam di Al-Aqsha Palestina.

Acara pun juga dikemas dengan doa bersama untuk sesaudara Muslim di Palestina. Setelah itu, siraman rohani diberikan oleh pengasuh Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan KH Idris Hamid.

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina

Peserta acara ini adalah delegasi dari remas yang ada di Kabupaten Pamekasan. Mereka terhimpun dalam Forum Komunikasi Remaja Masjid (FKRM) Kabupaten Pamekasan.

Ketua Umum Remas Asy-Syuhada Muhammad Nadir menegaskan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai apresiasi rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita untuk selalu memakmurkan masjid.

IPNU Tegal

"Serta, menjadi penggerak kegiatan-kegiatan keagamaan yang dapat digemari oleh remaja sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemakmuran masjid," terang Nadir.

Di samping itu, tambahnya, sesama saudara Muslim kita merasa wajib turut serta mendoakan mereka di Palestina. Diterangkan, Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari masjid umat Islam sedunia.

IPNU Tegal

"Kami sebagai remas tidak rela melihat tempat suci kita dikotori oleh manusia-manusia laknatullah. Maka dari itu, di masjid agung ini kita berdoa bersama untuk kebebasan masjid Al-Aqsa dan saudara-saudara kita," tegasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote IPNU Tegal

Banser Kawal Karnaval Gebyar Sultan Agung

Pati, IPNU Tegal. Sebanyak 1600 orang memeriahkan Karnaval Gebyar Sultan Agung yang diselenggarakan setiap tahun, Sabtu (26/12). Mereka adalah para siswa lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pengembangan Pendidikan Islam Sultan Agung (YPPISA), Sukolilo, Pati. Mereka terdiri atas siswa TK, MI, MTs, SMP, MA, dan SMK Sultan Agung.

“Kami sangat berterima kasih kepada anggota Banser yang sudah ikut mengawal dan menyukseskan acara Gebyar Sultan Agung,” kata Ketua Panitia Gebyar Sultan Agung Ahmad Mun’im.

Banser Kawal Karnaval Gebyar Sultan Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kawal Karnaval Gebyar Sultan Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kawal Karnaval Gebyar Sultan Agung

Ketua GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji mengatakan, karena banyak pengunjung yang menyaksikan Karnaval Gebyar Sultan Agung, anggota Banser disebar di titik-titik strategis guna lancarnya pawai.

IPNU Tegal

Tepat pada 08.00 wib Karnaval Gebyar Sultan Agung dimulai dan dibuka langsung oleh Bupati Pati H Haryanto. Titik awal karnaval dimulai dari halaman YPPISA kemudian melewati jalan raya Pati-Purwodadi Km 27 dan berakhir di titik awal semula.

IPNU Tegal

Gebyar Sultan Agung ini merupakan salah satu bentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Siswa-siswi yang ikut Karnaval Gebyar Sultan Agung diharapkan dapat mengambil hikmah dan keteladanan dari akhlak Nabi Muhammad SAW sehingga nanti terbentuk siswa yang berkarakter. (Moh Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, Quote IPNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan

Jakarta, IPNU Tegal?

Ketua Majelis Agama Budha Mahayana Indonesia (Majabumi) Y.A Biksu Dutavira ? Mahastavira mengaku mendapat catatan yang luar biasa setelah membaca buku "Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan" karangan Sekjen PBNU H.A Helmy Faishal Zaini.?

"Saya sangat gembira dari buku ini, saya tahu kenapa terjadi hari santri, saat situasi yang begitu rupa mengenai nasionalisme, Mbah Hasyim berani tampil," katanya Biksu Dutavira di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/6).

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan

Ia juga mengutarakan ketertarikannya pada kata miqat yang di pakai pada judul buku tersebut dengan membagi dua menjadi miqat zamani (waktu) dan miqat makani (tempat).?

"Atas kehendak Tuhan juga, kita berada dalam ruang yang sama, dalam ruang yang besar yaitu Bangsa Indonesia," katanya.?

Ia mengakui bahwa peran dan sumbangsih NU dan kader kamernya yang sangat besar terhadap Bangsa Indonesia sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang.?

IPNU Tegal

"Terjadinya bangsa kita ini sumbangsih dari NU tidak perlu diragukan lagi. Itu dulu. Sekarang kondisi begini, muncul buku ini," katanya kagum.?

Ia berharap, melalui ruang yang sama, Bangsa Indonesia, menjadikan warganya satu rata sama rasa. "Kita gak mau bangsa ini hancur, "katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kyai, Quote, AlaSantri IPNU Tegal

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil

Jakarta, IPNU Tegal. Pada saat terjadi resesi ekonomi di Asia Pasifik tahun 2008, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) didaulat untuk berbicara pada pertemuan para CEO Multinational Corporate (MNC). Gus Dur menyampaikan satu hal sederhana namun sangat mengena, jangan lupa kepada orang-orang kecil karena tanpa mereka Anda tidak akan jadi orang besar.

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil

Demikian diceritakan Ketua Majlis Pembina NahNu Aizzuddin Abdurrahman saat berpidato pada pembukaan seminar nasional yang dihelat di lantai 8 gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Selasa (30/9) siang. Seminar tersebut mengusung tema “Combined Assurance pada Industri Jasa Keuangan: Upaya mewujudkan Industri Jasa Keuangan yang Sehat dan Stabil”.

Menurut Gus Aiz, panggilan akrabnya, Nahdliyin Nusantara (NahNu) diharapkan tetap istiqomah menggelar acara-acara yang mencerdaskan bangsa. “Salah satunya adalah kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan seminar nasional pada hari ini,” ujarnya.

IPNU Tegal

Gus Dur, lanjut Gus Aiz, mengatakan bahwa jika kesejahteraan orang kecil tidak dijamin oleh para CEO itu, mereka bukanlah siapa-siapa.

IPNU Tegal

“Untuk konteks sekarang, isu tentang jasa keuangan ini sangat penting. Apalagi potensi NU terkait hal ini masih sangat minim dan terbatas. Oleh karenanya, diskusi ini diharapkan memberi pencerahan kepada kita semua,” harapnya.

Pantauan IPNU Tegal, acara tersebut dihadiri para Nahdliyin muda dari berbagai badan otonom semisal IPNU, IPPNU, dan Pagar Nusa yang datang atas nama pengurus cabang dari seluruh penjuru ibukota.

Seminar yang dimoderatori Wardi Taufiq tersebut menghadirkan tiga narasumber: anggota komisi XI DPR RI dari FPPP Zaini Rahman, pendiri Fine Institute Purnama Dhedhy Setyawan, dan Bayu Kariastanto, PhD.

Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan seminar masih berlangsung khidmat dengan pemaparan para narasumber yang berkompeten. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Habib, Warta IPNU Tegal

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

Jombang, IPNU Tegal. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur sedang mempersiapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja tingkat Jawa Timur.

"Kegiatan ini dalam mata rangkai menyambut Isra Miraj dan hari lahir NU yang ke-89," kata Abdurrouf, Kamis (23/4). Ketua panitia kegiatan yang bertema “Penguatan peran pondok pesantren sebagai benteng pertahanan Islam ala Aswaja dan NKRI” ini akan berlangsung 8 Mei mendatang dan dipusatkan di Pesantren Tebuireng.

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

"Seperti diketahui, IPNU merupakan salah satu pilar penyangga pembinaan? generasi bangsa yang bertaqwa, berilmu, berkarya, serta memiliki kedudukan yang strategis sebagai wahana kaderisasi putra dan putri Nahlatul Ulama," kata Ketua PK IPNU Tebuireng, M. Iqbal Abdurrouf.

IPNU Tegal

Dengan kegiatan ini diharapkan akan lahir insan yang bermutu di kalangan generasi muda, khususnya dari? IPNU. "Generasi muda merupakan aset terbesar yang dimiliki bangsa dan negara, karenanya upaya menjadikan mereka terutama pelajar NU sebagai penerus yang mampu mengembangkan bakat, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen untuk memperjuangkan perjuangan harus menjadi prioritas dan mendapat perhatian dari semua pihak," tandasnya.

Kegiatan juga didedikasikan agar mampu mewujudkan cita-cita IPNU sebagai media dan pelopor dalam setiap aktifitas yang berorientasi keilmuan dalam usaha meningkatkan kualitas? kader. "Juga terjalinnya silaturahim antara pelajar dan santri dengan IPNU," katanya.

IPNU Tegal

Abdurrouf menandaskan bahwa kegiatan akan berisi lomba atau olimpiade dan pengajian umum. Olimpiade dilangsungkan Jumat pagi hingga selesai. "Sedangkan pengajian umum yang menghadirkan KH Ilyas sekaligus pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan malam hari," terangnya.

Panitia sangat terbuka menerima pendaftaran bagi kepengurusan IPNU di sejumlah madrasah dan sekolah, termasuk pesantren. "Silakan mendaftar dan mengisi formulir yang telah disediakan panitia," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Budaya, Nasional, Quote IPNU Tegal

PCNU Cirebon: PMII Basis Gerakan NU di Kampus

Cirebon, IPNU Tegal. Dalam rangka memperkuat arah pergerakan dan tradisi ke-NU-an, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon bersilaturahmi ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon.

PCNU Cirebon: PMII Basis Gerakan NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cirebon: PMII Basis Gerakan NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Cirebon: PMII Basis Gerakan NU di Kampus

Dalam pertemuan pada Jum’at (2/1) siang tersebut, PMII berharap dukungan dan bimbingannya dari NU untuk menjalankan program keorganisasian di ranah mahasiswa.

“Dengan silaturahmi ini kami berharap ke depan antara PMII dan PCNU bisa saling bekerja sama melaksanakan program kerja yang manfaatnya untuk para mahasiswa di Cirebon,” kata Ketua PMII Cirebon, M. Yazidul Ulum.

IPNU Tegal

Yazid menambahkan, shilaturahmi ini juga bertujuan untuk pengenalan pengurus PMII Cirebon yang rencananya akan dilantik pada 10 Januari 2014 mendatang. “Ke depan tidak ada lagi pengurus cabang dan kader juga anggota PMII Cirebon yang tidak mengenal orang tuanya (NU-red),” terangnya.

IPNU Tegal

Silaturahmi PC PMII Cirebon ini diterima dengan baik oleh Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Usamah Manshur dan Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Ali Murtadlo.

“Kami bangga dengan awal kepengurusan kali ini. Dan alhamdulillah kita bisa sharing bersama. Bagaimanapun PMII adalah basis gerakan NU di kampus. Sehingga antara NU dan PMII bisa saling bersinergi,” jelas Kiai Ali yang merupakan alumni PMII STIQ Jakarta.

Kiai Ali juga menambahkan bahwa saat ini PMII perlu memperkuat diri dari segi al-fikratul an-nahdliyah (pemikiran ke-NU-an) dan juga al-harakatul an-nahdliyah (gerakan ke-NU-an).

Hal senada disampaikan KH Usamah Manshur bahwa PMII merupakan anak kandung NU maka sudah selayaknya antara PMII dan NU saling bergandengan tangan menjaga, mempertahankan dan mengembangkan Ahlussunnah Wal-Jama’ah dan tradisi-tradisi NU dikalangan mahasiswa.

“Ada anekdot yang mengatakan bahwa PMII adalah anak hilang yang belum pulang kembali,” kata pengasuh Pondok Pesantren Annashuha ini.

Alhamdulillah, kata dia, dengan shilaturahmi ini anak yang dulu hilang kini sudah kembali. Terlepas PMII menjadi banom kembali atau tetap interdependen yang terpenting adalah tetap mengembangkan Aswaja annahdliyyah di kampus masing-masing juga di masyarakat.”

Dari data yang dihimpun, saat ini tercatat ada 1.500 anggota dan 200 kader PMII Cirebon terdapat berbagai kampus di Cirebon seperti IAIN Syekh Nurjati, Unswagati Cirebon, STAI Ma’had Ali Cirebon, STAI Bunga Bangsa Cirebon, STAI Cirebon, UNU Cirebon, dan STID Al Biruni Cirebon.? (Ayub Al Ansori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote IPNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Empat Hal yang Harus Dihindari Jemaah Umrah

Jakarta, IPNU Tegal. Silaturahim ke Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat menjadi salah satu kegiatan sebelum keberangkatan 40 jamaah asal Kabupaten Sorong, Papua Barat yang melaksanakan ibadah umrah melalui PT Al Anshar Asbihu Tama Sejahtera atau ASBIHU Tour and Travel, operator Asosisi Bimbingan Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) pada Kamis (2/3) lalu.

Empat Hal yang Harus Dihindari Jemaah Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Harus Dihindari Jemaah Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Harus Dihindari Jemaah Umrah

Di masjid An-Nahdlah, selain melaksanakan salat duhur dan asar berjamaah, para jamaah juga berkesempatan mendengarkan tausiyah pembekalan dari Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyubi. Kiai Mujib mengingatkan, sempurnanya ibadah haji dan umrah adalah dengan niat hanya karena Allah SWT.?

Hal itu juga dikuatkan dengan hadist Nabi, yang menyebutkan ada empat golongan umrah dan haji yang tidak boleh diikuti. Pertama, orang yang berkemampuan melaksanakan haji dan umrah tetapi hanya untuk senang-senang. Kedua umrah atau haji karena berdagang mencari keuntungan finansial.?

“Orang kaya yang mempunyai harta dan uang yang banyak, tetapi berangkat haji dan umrah hanya untuk bersenang-senang. Karena sudah mengunjungi Eropa misalnya, karena kelebihan uang lalu pengin ke Mekah. Itu tidak boleh. Atau orang yang pergi haji dan umrah untuk berdagang mencari keuntungan finansial, jadi pergi umrah bawa barang dagangan. Ini juga tidak boleh,” papar Kiai Mujib.

IPNU Tegal

Ketiga, lanjut Kiai Mujib adalah orang melaksanakan umrah atau haji untuk tujuan riya dan sumah atau gengsi-gengsian.?

“Misalnya orang berangkat umrah karena dia merasa sering memimpin tahlil, atau ingin dianggap sebagai orang yang ahli ibadah, itu juga jangan,” kata Kiai Mujib.?

Keempat, tutur Kiai Mujib, orang yang berhaji atau umrah dengan memaksakan diri akhirnya malah menjadi beban orang lain dengan meminta-minta selama di masjid-masjid atau jalanan di Mekah dan Madinah.

IPNU Tegal

Akan tetapi, Kiai Mujib menegaskan apabila jamaah melihat ada orang-orang yang meminta-minta, hendaknya jangan buru-buru suudzon atau berburuk sangka dengan menganggap orang yang meminta-minta itu berhaji atau umrah sambil melakukan hal buruk.

Sebisa mungkin kita harus berbagi kepada mereka, bahkan menyiapkan sedekah bagi peminta-minta karena bisa jadi peminta-minta itu adalah malaikat yang menyerupai manusia. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote IPNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memandang doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai teguran moral untuk para penegak hukum di Indonesia. Menurut Kang Said, pemerintah dan terutama aparat penegak hukum perlu melakukan reformasi kelembagaan terutama berkaitan dengan upaya penegakan hukum di Indonesia.

Demikian disampaikan Kang Said kepada IPNU Tegal di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

“Ini menunjukkan masyarakat masih belum percaya dengan sikap lembaga hukum,” kata Kang Said.

IPNU Tegal

Aparat penegak hukum dan lembaga peradilan, menurutnya, harus menangkap aspirasi doa bersama yang dilakukan masyarakat di Monas, Jumat lalu. Mereka diharapkan melakukan pembenahan dan menunjukkan kerja-kerja konkret terkait penguatan kelembagaan.

IPNU Tegal

“Jelas ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan lembaga hukum untuk membangun kepercayaan publik.”

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan pemerintah terutama aparat hukum dan lembaga peradilan untuk bekerja sesuai kode etik penegak hukum yang berlaku. Pasalnya kerja mereka selama ini mendapat pantauan dan sorotan publik.

“Ini akumulasi kekecewaan atas lemahnya penegakan hukum untuk kasus apapun di Indonesia selama ini,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Quote, Warta IPNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Grand Syekh Al-Azhar Terima Gelar Doctor Kehormatan dari UIN Malang

Malang, IPNU Tegal

Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Muhammad Ahmad Al-Thayyib menerima gelar doktor Honoris Causa (HC) dalam bidang Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang.

Upacara penganugerahan gelar kehormatan ini ? berlangsung hikmat pada sidang senat terbuka di Auditorium Gedung Rektorat UIN Maliki Malang, Rabu (24/02). Hadir dalam acara ini Mantan Menag Quraish Shihab, Mantan Menag Tholhah Hasan, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Grand Syekh Al-Azhar Terima Gelar Doctor Kehormatan dari UIN Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar Terima Gelar Doctor Kehormatan dari UIN Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar Terima Gelar Doctor Kehormatan dari UIN Malang

Selaku promotor, Alwi Shihab menceritakan sejarah singkat perjalanan intelektual mantan Rektor Al-Azhar ini. Syekh Ahmad Ath-Thayeb ? lahir di Luxor-Mesir tahun 1946. Lulus sarjana pada tahun 1969, magister tahun 1971, dan doktor 1977 pada bidang Ilmu Filsafat Islam dan Teologi di Universitas Al Azhar Cairo.

Grand Syeikh Al-Azhar mengawali karier akademiknya sebagai instruktur di Fakultas Teologi (1969), Dosen Teologi dan Filsafat (1972-1977). Dia juga pernah dipercaya sebagai Dekan Fakultas Bahasa Arab dan Teologi Islam (1995-1999), Dekan Ushuluddin (1999-2000), dan Rektor Universitas Al Azhar (2003). Sejak 2010 hingga sekarang, Ahmad Ath-Thayeb diamanahi menjadi Grand Syekh Al Azhar.

IPNU Tegal

Dikatakan Alwi Shihab, Grand Syekh dikenal sebagai sosok toleran, menghormati aneka pendapat selama mencirikan perdamaian dan juga rendah hati. Dalam kedudukannya sebagai ulama, dia sangat memelihara kedamaian dunia.

Pada saat yang sama, lanjut Alwi, saat ini umat Islam dihadapkan dengan gerakan Islam yang cenderung membawa kekerasan dan intoleran. Padahal Islam mengajarkan kearifan, kasih sayang, dan kedamaian sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad Saw.?

Menurut Alwi, Grand Syeikh telah berhasil mengembangkan toleransi atas dasar kasih sayang. Atas dasar itu, selaku promotor Prof Dr Alwi Shihab, bersama Prof Dr Machasin, dan Prof Baharuddin, mendukung dan memperkuat keputusan senat UIN Maliki Malang untuk menganugerahkan gelar doktor ini.?

IPNU Tegal

“Kita berharap, penganugerahan ini memperkuat niat Grand Syeikh dalam menebarkan perdamaian. Ini perlu dikembangkan di Indonesia agar ini bisa menginspirasi ruang Islam di masa mendatang dengan tantangan global yang semakin kompleks,” papar Alwi Shihab.

Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Dr Mudjia Raharjo Msi mengatakan penghargaan akademik itu diberikan kepada Grand Syekh yang merupakan salah satu dari 500 orang terpenting di dunia.?

“Ini sebagai apresiasi atas jasanya. Terutama dalam pengembangan Islam moderat yang mengayomi semua golongan,” kata Mudjia.

Disampaikan Mudjia diberikannya gelar Doktor HC kepada Grand Syeikh Al Azhar oleh pemerintah lewat UIN Maliki Malang, merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasanya pada bidang pendidikan Islam moderat. Syeikh Al Azhar juga dikenal sebagai ulama moderat yang selalu menyuarakan perdamaian Muslim.

Pemberian gelar akademik ini digelar di lantai empat Gedung Rektorat UIN Maliki yang dihadiri 500 undangan dan merupakan pemberian gelar akademik pertama kalinya diadakan di Indonesia berskala intenasional. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Hadits, Ubudiyah IPNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Ini Alasan Tim Ahwa Pilih Gus Mus Meski Dirinya Menolak Jadi Rais Aam

Jombang, IPNU Tegal. Tim Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang terdiri dari 9 kiai khos mengadakan sidang untuk memilih Rais Aam PBNU. Sebelum sidang penentuan Rais Aam, Gus Mus menulis surat resmi yang menyatakan ketidaksediaannya untuk dipilih menjadi Rais Aam PBNU.

Ini Alasan Tim Ahwa Pilih Gus Mus Meski Dirinya Menolak Jadi Rais Aam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Tim Ahwa Pilih Gus Mus Meski Dirinya Menolak Jadi Rais Aam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Tim Ahwa Pilih Gus Mus Meski Dirinya Menolak Jadi Rais Aam

Dengan kenyataan seperti ini, justru salah satu anggota Ahwa, KH Maimun Zubair menyatakan sebaliknya. Mbah Mun menilai, bahwa menolak ingin dipilih inilah yang menjadi alasan utama Tim Ahwa untuk memilih KH Mustofa Bisri menjadi Rais Aam PBNU.

“Justru surat ketidaksediaan Gus Mus inilah yang menjadi alasan kami memilih Gus Mus. Dia layak menjabat pemimpin tertinggi NU karena dia tawadhu serta tidak punya nafsu dan ambisi secara kekuasaan,” ujar pemimpin sidang, KH Ma’ruf Amin menyampaikan pesan Mbah Maimun dari hasil sidang Tim Ahwa dihadapan Muktamirin, Rabu (5/8) di ruang sidang yang berada di komplek Alun-alun Jombang, Jawa Timur.

IPNU Tegal

KH Ma’ruf Amin sendiri ditetapkan sebagai Wakil Gus Mus melalui sidang Tim Ahwa tersebut. Sebelumnya, dalam sambutan di sidang pleno tata tertib yang sempat kurang kondusif, Gus Mus memang berharap tidak terpilih lagi menjadi Rais Aam PBNU. “Semoga Saya sekian saja jadi Rais Aam,” katanya.

IPNU Tegal

Hingga berita ini ditulis, sedang berlangsung rapat pleno pemilihan Ketua Umum PBNU di tempat yang sama. Sidang yang dipimpin oleh PWNU Jawa Timur, Prof Akh Muzakki ini telah memenuhi kuorum. “Dari 508 peserta pemilik hak suara, telah hadir di forum sebanyak 378 orang, jadi rapat pleno ini telah memenuhi kuorum,” terangnya dalam paparan pembuka. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pertandingan, Quote, Ulama IPNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Klarifikasi Surat Persekutuan Gereja Jayawijaya Tolak Pembangunan Masjid

Jakarta, IPNU Tegal

Pada Jumat (26/2/2016) pagi beredar kabar di sosial media (sosmed) terkait kabar yang menyatakan bahwa Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ) Kabupaten Jayawijaya Papua mengeluarkan surat larangan bagi kaum Muslimin untuk membangun masjid dan memakai jilbab bagi Muslimah.

Berikut adalah isi surat yang telah tersebar luas di jejaring sosial:

Klarifikasi Surat Persekutuan Gereja Jayawijaya Tolak Pembangunan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Klarifikasi Surat Persekutuan Gereja Jayawijaya Tolak Pembangunan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Klarifikasi Surat Persekutuan Gereja Jayawijaya Tolak Pembangunan Masjid

========== awal kutipan ==========

Pernyataan Sikap Gereja-Gereja Jayawijaya:

IPNU Tegal

1. Seluruh dominasi gereja di Kabupaten Jayawijaya meminta Pemda Jayawijaya mencabut/membatalkan ijin membangun Masjid Baiturahman Wamena.

2. Panitia pembangunan masjid harus menghentikan pembangunan.

IPNU Tegal

3. Menutup mushala/masjid yang tidak memiliki ijin bangunan.

4. Dilarang pembangunan mushala atau masjid baru di Kabupaten Jayawijaya.?

5. Dilarang menggunakan toa/pengeras suara saat shalat, karena sangat mengganggu ketenangan masyarakat.?

6. Dilarang menggunakan busana ibadah (jubah dan jilbab) di tempat umum.?

7. Hentikan upaya mendidik (menyekolahkan) anak-anak Kristen Papua di pesantren-pesantren.?

8. Hentikan mendatangkan guru-guru kontrak non-Kristen.?

9. Demi keharmonisan, kenyamanan, dan keamanan agar dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Wamena, 25 Februari 2016

Persekutuan Gereja Gereja Jayawijaya

========== akhir kutipan ==========

Terkait surat di atas yang beredar luas di kalangan masyarakat, Abdul Wahab, selaku Tim Kantor Berita Aswaja (KBA) News yang juga koordinator Aktivis NU PPM Aswaja dan Sarkub Papua segera melakukan tabayyun atau klarifikasi. Pejuang dakwah Ahlussunnah wal Jamaah Papua itu pun mencoba menghubungi beberapa tokoh di Papua. Salah satunya adalah Ridwan selaku Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua.

Berikut hasil wawancara Tim KBA News bersama Pengurus FKUB Provinsi Papua Ridwan:

Abdul Wahab

Ada surat yang menyebar luas terkait pelarangan membangun masjid dan memakai kilbab dari PGGJ di Jayawijaya. Apa surat itu benar adanya? Dan bagaimana FKUB menanggapi tentang surat tersebut yang sudah menyebar luas di kalangan masyarakat, sehingga menimbulkan keresahan?

Ridwan

Ya, surat edaran itu benar. Tapi sudah ditempuh cara-cara penyelesaian. Kemarin sudah rapat di Kanwil dan sudah ada tim yang akan turun ke Wamena.

Abdul Wahab

Harapan dan himbauan dari Bapak pengurus FKUB terkait surat tersebut bagaimana?

Ridwan?

Hasil rapat Kanwil Kemenag kemarin, pertama membentuk tim pencari fakta dan data ke lapangan. Kedua, mendukung Pemda dan FKUB menyelesaikan secara damai dan dialog, dan semua pihak menjaga kerukunan dan menahan diri untuk tidak memperkeruh suasana supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, sehari setelah beredarnya surat dari PGGJ pada Kamis (26/02/16), Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) langsung mengadakan pertemuan, yang mana dalam pertemuan tersebut menghasilkan beberapa pernyataan yang ditunjukan untuk Bupati Kabupaten Jayawijaya dan tembusan kepada instansi terkait.

Berikut isi dari pernyataan IKKW

========== awal kutipan ==========

Bahwasanya nilai kebenaran bersifat universal, ia tidak dibatasi oleh sekat-sekat apapun (ras dan warna kulit), sehingga agama dapat berkembang di manapun di belahan dunia. Lebih-lebih dalam perkembangan peradaban teknologi informasi dewasa ini nyaris tak ada batasan ruang dan waktu bagi individu maupun kelompok untuk menerima dan atau menolak ajaran/ideologi tertentu.

Dalam pada itu dan berkenan dengan adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh PGGJ pada tanggal 15 Februari kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, maka kami dari Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) di Jayapura yang merupakan bagian integral dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berpandangan bahwa, ke-9 (sembilan) poin tersebut mengandung unsur provokatif dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Perlu kami informasikan di sini bahwa, Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) di Jayapura adalah gabungan dari 3 (tiga) agama besar di Indonesia (Kristen, Katolik dan Islam) yang selalu hidup merekatkan diri di atas nilai-nilai adat dan kemanusiaan tanpa terjebak dalam perdebatan atas keyakinan kami masing-masing.

Untuk menjaga dan memupuk keharmonisan hubungan antaragama di Kabupaten Jayawijaya, Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) di Jayapura hendak memberikan sejumlah pemikiran terkait pernyataan PGGJ sebagaimana di atas, yakni sebagai berikut:

1. Bahwa kehidupan yang harmonis di Kabupaten Jayawijaya telah berjalan dengan sangat baik, dengan senantiasa mengedepankan kebersamaan dan toleransi di atas nilai-nilai adat istiadat leluhur orang Dani dan nilai-nilai kemanusiaan yang berketuhanan.

2. Karena itu kami sangat menyesalkan adanya pernyataan sikap PGGJ yang cenderung provokatif dan terkesan mengabaikan eksistensi masyarakat adat Wamena Muslim dan peran umat Islam umumnya di Kabupaten Jayawijaya.

3. Mengimbau kepada semua kelompok masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh hasutan apapun yang dapat menimbulkan ketegangan yang lebih besar di kalangan masyarakat Jayawijaya.

4. Mendesak Bupati Kabupaten Jayawijaya segera memfasilitasi sebuah perjumpaan di antara semua kelompok kepentingan di Kabupaten Jayawijaya untuk mendiskusikan dan meniadakan segala bentuk kesalahpahaman yang terjadi hingga menemukan solusi yang baik masing masing pihak.

5. Kepada pimpinan adat, pimpinan agama-agama di Papua, dan pemerintah daerah serta semua pihak di Kabupaten Jayawijaya, untuk tidak menyampaikan pendapat, pandangan dan statemen yang berpotensi semakin memunculkan kekisruhan sosisal di Kabupaten Jayawijaya.

Demikian pernyataan ini disampaikan kepada semua pihak sebagai wujud kepedulian kami dalam menciptakan Papua Tanah Damai, Nyaman dan Indag (DANI)

Wa... wa... wa...Nai Hawolok

Pengurus Ikatan Keluarga Wilayah Walesi (IKKW) di Jayapura

Panto Yalipele (Ketua Umum)

Musa Aso (Sekretaris Umum)

Perwakilan Unsur Unsur Agama Ikww Di Jayapura

1.Agama Katolik : Amatus Yalipele

2.Agama Kristen : Heni Yalipele

3.Agama Islam : H Abdul Kahar Yalipele

========== akhir kutipan ==========

Adapun Ketua MUI Provinsi Papua KH Saiful Islam Al Payage berpendapat bahwa adanya surat dari PGGJ karena faktor miskomunikasi antara teman-teman Muslim dan Kristen, Isu yang beredar katanya Masjid Baiturrahim akan direnovasi menjadi tujuh tingkat, padahal tidak, hanya 2 tingkat saja. Adapun surat yang beredar kan hanya aspirasi saja, dan Insyallah akan aman-aman saja

Ia juga menghimbau agar semua pihak untuk tidak terprovokasi terhadap berita yang berkembang, "Untuk saat ini sudah ditangani oleh Bupati dan instansi yang terkait, jadi kita jangan sampai terprovokasi", ujar KH Saiful Islam Al Payage.

“Mohon teman-teman ? jangan sampai mengeluarkan argumen atau berita yang hanya membikin suasana memanas. Di sini sudah adem dan sudah ditangani oleh pihak-pihak terkait: Salama ini kegiatan keagamaan juga berjalan lancar. Kami umat Islam di sini sudah biasa hidup rukun dan saling membantu dengan penganut agama lain. Bahkan lebih dari satu tahun saya difasilitasi kantor dakwah oleh tokoh Katolik di sini. Dalam acara keagamaan kita juga sudah biasa bantu membantu. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Doa, Internasional IPNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan

Karanganyar, IPNU Tegal. Dalam berdakwah terkadang membutuhkan pendekatan berbeda, agar tujuan dakwah lebih mengena kepada sasaran. Konsep ini pula yang coba diterapkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan GP Ansor Karanganyar.

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan

Melalui wadah Mafia Sholawat (Manunggaling Fikiran lan Ati ing Dalem Shalawat), NU dan Ansor Karanganyar mengakomodir para anak jalanan yang terdapat di seluruh kecamatan Karanganyar untuk bisa disatukan dan dididik pemahaman agamanya secara perlahan-lahan.

“Kita mengajak dari mulut ke mulut. Di jalanan itu kan banyak kelompok-kelompok seperti mereka (anak jalanan). Nah, kita ajak mereka untuk bergabung dalam Mafia Shalawat,” terang Wakil Ketua Mafia Shalawat, Pramono Jati di sela-sela acara Mafia Sholawat yang digelar di Alun-Alun Karanganyar, Ahad (8/3) malam.

IPNU Tegal

Selain dari Karanganyar, anak jalanan yang tergabung dalam Mafia Shalawat juga ada yang berasal dari? luar daerah. Diantaranya, dari Ponorogo dan Bojonegoro, Demak, Sukoharjo, Sragen, dan Wonosobo.

“Harapan kita, yang penting mereka senang dengan shalawat dulu. Setelah itu nanti kita memberi arahan-arahan supaya memperkuat syariatnya,” ungkapnya.

IPNU Tegal

Menurut Pramono, mayoritas dari anak jalanan yang tergabung dalam Mafia Shalawat ini memang mereka yang telah putus sekolah. Namun, beberapa diantaranya juga masih aktif sekolah.

Dengan mengajak bershalawat dan dikenalkan dengan dakwah Islam yang santun, ia yakin nantinya anak jalanan yang sebelumnya cenderung jauh dari pemahaman agama ini akan mulai membenahi diri mereka.

“Orang seperti itu kan mau salat ke masji pasti malu. Ya, makanya dengan cara seperti ini, kita berharap mereka bisa sadar pelan-pelan,” imbuh Pramono yang juga merupakan Wakil Sekretaris PCNU Karanganyar ini. (Ajie, Rodif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Cerita, Internasional IPNU Tegal

Jumat, 03 November 2017

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri

Jember, IPNU Tegal - Kalau mau menjadi anggota NU, niatilah? untuk? mencari ridlo Allah. Jangan berniat? mencari? sesuatu selain itu. Sebab, ketika berniat mencari sesuatu, pasti tidak akan didapat.? Hal tersebut dikemukakan Ketua PCNU Jember, KH Abdulah Syamsul Arifin dalam sebuah acara? pengajian Aswaja di Kaliwates,? belum lama ini.

Menurutnya, jika berniat mencari keuntungan duniawi lewat NU, biasanya tidak akan pernah tercapai. Sebab, NU bukan lembaga profit. "Tapi jangan khawatir jika bekerja untuk NU dengan ikhlas, keuntungan dunia pasti mengikuti. Itu namnya barokah. Ini fakta," terang Gus Aab, sapaan akrabnya Rabu (31/8).

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri

Ia lalu menceritakan sisi barokah NU yang dia rasakan sebagai Ketua NU. Dikatakannya, dalam menghadiri undangan apa pun yang atas nama NU, ia mengaku tak pernah menggunakan kas NU, tapi uang pribadi.

Namun, lanjutnya, uang tersebut pasti diganti oleh Allah di tempat lain dengan cara yang lain pula. "Saya misalnya diundang ke kantor PWNU Jawa Timur, saya pakai uang sendiri untuk ongkos,? tapi pulangnya insyaallah saya dapat lebih banyak dari ongkos yang saya keluarkan, karena saya masih mampir di sekian tempat untuk mengisi pengajian," tukasnya sambil tersenyum.

IPNU Tegal

Dekan Fakultas Tarbiyah? IAIN Jember itu lalu menyinggung kata-kata bijak yang sering diucapkan almarhum KH Muchit Muzadi terhadap pengurus NU. Katanya, kalau masuk atau menjadi pengurus NU, jangan berkata ingin membesarkan NU. NU tidak perlu dibesarkan. Sebab,? NU sudah besar.

"Yang penting? kita masuk NU, niat? dandani awak. Ingin membenahi diri. Karena di NU kita berkumpul dengan ulama dan orang? saleh. Itu? kata Kiai Muchit.? Jadi, dengan masuk NU, niat utama kita memperbaiki diri dulu.? Lebih dari itu, NU menjadi kontrol sosial bagi kita. Kita jadi malu untuk berbuat yang tidak-tidak, apalagi pengurus," terangnya. (aryudi a razak/ abdullah alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Habib, Quote, Meme Islam IPNU Tegal

Rabu, 13 September 2017

Pergunu Sosialisasi ke Universitas NU Kalbar

Pontianak, IPNU Tegal

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat mendapat kunjungan dari Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).

Pergunu Sosialisasi ke Universitas NU Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Sosialisasi ke Universitas NU Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Sosialisasi ke Universitas NU Kalbar

Selain untuk meninjau perkembangan UNU Kalbar, Koordinator Bidang Organisasi PP Pergunu Akhsan Ustadhi yang bersilaturahim ke sana juga menemui para guru di Pontianak untuk mengenalkan lebih jauh badan otonom yang beranggotakan para guru, ustadz, dan dosen Nahdliyin itu.

Para guru yang Akhsan temui ternyata sebagian besar dari mereka belum tau bahkan baru mendengar tentang Pergunu yang? sebenarnya sudah lama dirintis dan dibentuk oleh para peserta kongres Ma’arif pada 1 Mei 1958.

IPNU Tegal

Akibat represi selama masa Orde Baru, Pergunu memang seolah-olah mati suri karena tidak menunjukkan aktivitas yang cukup berarti. Kemudian pada tanggal 22 sampai dengan 24 Juli 2011 diselenggarakan Kongres Ke-1 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Salah satu hasil kongres pertama ini adalah terpilihnya Ketua Umum Pergunu Periode 2011-2016, KH Asep Saifuddin Chalim. Selanjutnya, ketua umum beserta jajarannya telah merumuskan AD/RT dan Program Kerja Pergunu Periode 2011-2016.

IPNU Tegal

Setelah bercerita tentang sejarah dari Pergunu, Akhsan lantas menjelaskan bahwa Pergunu sendiri merupakan wadah bagi para guru-guru yang memiliki latar belakang NU, baik dia mengajar di swasta maupun negeri. Ia pun menganjurkan untuk mendaftarkan diri melalui formulir yang telah dibuat oleh Pimpinan Pusat Pergunu. “Agar terdaftar sebagai anggota yang sudah barang tentu akan banyak pengaruhnya,” katanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Kajian, Quote IPNU Tegal

Selasa, 05 September 2017

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah

Jakarta, IPNU Tegal?



Menteri Sosial Mensos Republik Indonesia (RI) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ketimpangan yang terjadi pada umat Islam itu disebabkan oleh umat Islam itu sendiri. Salah satunya adalah tidak berjalan efektifnya zakat.?

Mengutip data dari Baznas, Khofifah mengungkapkan, potensi zakat dan sedekah umat Islam itu 217 triliun namun saat ini baru tergali tiga triliun.

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah

“Baznas menyebutkan ada 217 triliun, tetapi baru tiga triliun yang tergali. Ini artinya yang membuat ketimpangan ya kita sendiri,” ucapnya saat acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 pada hari ketiga yang diselenggarakan atas kerja sama LD PBNU dengan Hidmat Muslimat NU di Lantai 8 Gedung PBNU, Rabu (31/5). ? ?

Ia menyangka, hal itu disebabkan oleh ketidaktahuan umat Islam tentang manfaat bersedekah dan berzakat.?

“Mereka mungkin tidak tahu bahwa dalam berzakat atau bersedekah itu harus menggunakan hitungannya Allah, jangan menggunakan matematikanya manusia. Kalau bersedekah dan berzakat maka akan dilipatkagandakan harta kita menjadi tujuh ratus kali,” urainya.?

IPNU Tegal

Maka dari itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu mengajak para dai untuk menyebarluaskan bahwa orang yang berzakat atau bersedah itu akan dilipatgandakan hartanya dan juga akan mendapatkan pengurangan pajak, bukan malah berkurang. ?

“Kita viralkan itu anbatat sab’a sanabil fi kulli sunbulatin mi’atu habbah. Orang yang berzakat bisa mengurangi pajaknya. Seseuai dengan UU zakat,” terangnya.

IPNU Tegal

Setelah potensi zakat terkumpul dengan optimal, lanjut Khofifah, lalu harus ada rencana yang jelas dari pengelola zakat untuk mengelola dana tersebut agar manfaatnya bisa merata.

“Setelah itu, kemudian kita edukasi bagaimana 217 triliun itu bisa efektif dimanfaatkan,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote IPNU Tegal

Rabu, 05 Juli 2017

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Jember, IPNU Tegal - Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun. Sebab, hal tersebtu berkelit kelindan dengan rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan daya saing Indonesia di hadapan dunia internasional.

Penyataan tersebut diungkapkan Eksan saat menjadi narasumber seminar yang digelar mahasiswa peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) Posko 90 IAIN Jember di SDN Sumberpandan, Dusun Curah Kebo, Desa Sumberpandaan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Rabu (24/8).

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Keprihatinan yang diungkapkan Eskan bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada data yang dibeber United Nations Childrens Fund (UNICEF). Di situ disebutkan bahwa pada tahun 2016 lalu, jumlah putus sekolah di Indonesia mencapai 2,5 juta anak.

Jumlah tersebut terdiri dari anak SD 600 ribu, sementara anak SMP 1,9 juta. Anak-anak yang putus sekolah, disebabkan karena kekurangan biaya, bekerja membantu orang tua, melanjutkan pendidikan ke pesantren dan/atau keterampilan, dan lain sebagainya. Padahal, pemerintah telah menetapkan wajar (wajib belajar) 9 tahun gratis.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

"Kondisi tersebut membuktikan bahwa semangat belajar anak rendah, dan kesadaran pentingnya pendidikan bagi masa depan dari orang tua juga sama-sama rendah. Karena itu, minat dan kesadaran masyarakat akan Wajar 9 tahun, perlu terus didorong," lanjutnya.

Ia menambahkan, Islam menaruh perhatian yang sangat besar terhadap betapa pentingnya pendidikan bagi manusia. Terbukti, begitu banyak rekomendasi dan dorongan agar manusia terus mencari ilmu.

"Tanpa ilmu, seorang mustahil menggapai kesuksesan. Sebab, dunia butuh ilmu, akhirat membutuhkan ilmu, dan kedua-keduanya juga membutuhkan ilmu," ucapnya.

Dikatakannya, ilmu adalah satu-satunya cara untuk merubah nasib dan meningkatkan derajat sosial ekonomi bangsa. Allah bahkan menggaransi bahwa kaum yang beriman dan berilmu, derajatnya akan dinaikan.

"Pengertian derajat sangat luas, ya derajat kemuliaan, derajat ekonomi, derajat sosial dan sebagainya," lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaNu, Ubudiyah, Quote IPNU Tegal

Jumat, 09 Juni 2017

Kemenag Siapkan Pedoman Pengelolaan Zakat untuk Ormas

Bandung, IPNU Tegal - Setelah melalui serangkaian kajian, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama akan segera menerbitkan pedoman pengelolaan zakat. Kepala Balitbang Diklat Abd. Rahman Masud mengatakan, pedoman ini penting dan dibutuhkan organisasi pengelola zakat dalam menjalankan tugasnya.

“Jika nanti disahkan BAZNAS, pedoman ini sangat penting dan dibutuhkan sebagai panduan bagi organisasi-organisasi pengelola zakat dalam menjalankan tugasnya sehingga akan mendorong efektivitas pendayagunaan zakat,” kata Abd Rahman Masud saat membuka Workshop Pedoman Pengelolaan Zakat yang diselenggarakan oleh Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Bandung, Rabu (27/04), sebagaimana dilansir kemenag.go.id. ?

Kemenag Siapkan Pedoman Pengelolaan Zakat untuk Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Siapkan Pedoman Pengelolaan Zakat untuk Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Siapkan Pedoman Pengelolaan Zakat untuk Ormas

Senada dengan Masud,? Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Muharram Marzuki menyatakan bahwa? berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat, saat ini organisasi pengelola zakat ada dua yaitu BAZNAS untuk organisasi yang dibentuk pemerintah dan LAZ untuk organisasi yang dibentuk masyarakat.

IPNU Tegal

Pada tingkat yang lebih operasional, Pemerintah juga telah menerbitkan PP No. 14 tahun 2014 tentang pelaksanaan No 23 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat.? Namun demikian, peraturan yang lebih detail terkait? pedoman pengelolaan zakat belum ada. BAZNAS selaku lembaga pemerintah juga belum mengeluarkannya.

Untuk itu, Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menginisiasi penyusunan Draf Pedoman Pengelolaan Zakat, bekerja sama dengan banyak pihak, antara lain: BAZNAS Pusat, Forum Organisasi Zakat (FOZ), dan akademisi dari UIN Syarif Haidayatullah Jakarta.

IPNU Tegal

Menurut Muharram, kegiatan workshop ini akan membahas lima buah draf peraturan BAZNAS yang sudah disusun. Kelima aturan itu adalah: 1) pedoman pelaporan pelaksanaan pengelolaan zakat, 2) pedoman pendistribusian dan pendayagunaan zakat, 3) pedoman penyusunan naskah perjanjian, 4) kode etik amil zakat, dan 5) pedoman pengelolaan keuangan zakat.

Workshop Pedoman Pengelolaan Zakat ini akan berlangsung sampai 29 April 2016 mendatang dan diikuti oleh 40 orang peserta dari pengurus dari organisasi pengelola zakat yang ada di Kota Bandung dan Kabupaten sekitarnya (BAZNAS & LAZ). Selain itu, ikut dalam pembahasan juga para pejabat Kemenag, tokoh agama, dan peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kemenag.

Lokakarya di Bandung? ini adalah yang kedua kali dilakukan. Sebelumnya, kegiatan sejenis dilakukan di Bogor dengan peserta para pengurus organisasi pengelola zakat di Jabodetabek. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Quote, Pendidikan, Santri IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock