Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3

Solo, IPNU Tegal - Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten berhasil melenggang ke babak final di Liga Santri Nusantara (LSN) U-18 Region Jateng 3 Zona Soloraya. Hasil tersebut diperoleh setelah mereka berhasil mengalahkan tim dari Boyolali, Al-Ikhlas Dawar dengan skor telak 5-0, pada laga yang digelar di Stadion Kotta Barat, Senin (29/8).

Gol-gol kemenangan Al-Manshur dicetak dari kaki M. Baidlowi di menit ke-5 dan 57’, Rahmadani (37’), Wahidin (50’), dan Rico Diman (56’). Hasil ini mengantar tim Al-Manshur melaju ke final, melawan sang juara bertahan Pesantren Walisongo Sragen.

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3

Sementara itu, tim sepakbola Pondok Pesantren Walisongo Sragen juga berhasil melenggang ke partai puncak, dengan skor yang cukup meyakinkan, 5-0. Masing-masing gol dicetak di Akbar Ramadhani (2 gol), Aldino Salva, Dicky Yuana dan Orananda Endar Aji.

Kemenangan Walisongo ini sudah diprediksi sebelumnya mengingat tim ini masih jadi unggulan lantaran berstatus sebagai juara bertahan Jawa Tengah musim lalu.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Berbeda dengan musim lalu yang langsung maju ke level nasional setelah jadi kampiun. Musim ini Jawa Tengah dibagi tiga region. Region 1 meliputi wilayah Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Cilacap. Region 2 wilayah Kendal, Semarang, Kudus, Demak, Jepara, Blora, dan Pati. Sedangkan Region 3 dipertandingkan di dua wilayah yakni Soloraya dan Magelang (eks Karesidenan Kedu).

“Sistem pertandingan berbeda dengan tahun lalu. Target kami jelas masuk putaran nasional. Tim yang menjadi juara di Region 3 akan bertanding lebih dulu dengan kampiun Magelang. Kabarnya kemungkinan besar level nasional digelar di Solo. Ini akan menjadi keuntungan bagi kami,” papar manajer Walisongo, Mustawa.

Namun demikian, Walisongo mesti menjadi pemenang di Region 3 terlebih dulu. “Juara Soloraya nanti akan bertanding melawan juara dari Magelang Raya, setelah itu pemenangnya berhak lolos ke babak 32 besar nasional,” imbuh Koordinator Liga Santri Nasional Region 3 Jateng, Abil Khoirudin. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Warta IPNU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional

Jakarta, IPNU Tegal. Pendidikan agama saat ini masih terhenti pada pengajaran ilmu agama, belum mencapai internalisasi nilai.? Pendidikan agama masih lebih terfokus pada aspek afektif, bukan kognitif.

“Pendekatannya masih pada a’malul jawarih (gerak tubuh), tidak sampai a’malul qulub (ketergerakan hati: red),” kata Mustasyar PBNU KH Tholchah Hasan, ketika menjadi narasumber dalam Temu Pakar Pendidikan Islam: Deradikalisasi, Multikultural, Wawasan Kebangsaan, serta PenguatanAkhlakul Karimah, di Jakarta, Senin (24/9).

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional

Dalam kesempatan itu, Kiai Tholchah mempertanyakan pencapaian pendidikan agama selama ini. “Banyaknya perilaku menyimpang di kalangan pemuda pelajar, seperti radikalisasi, narkoba, pergaulan bebas, dan kriminalitas, memunculkan pertanyaan tentang sampai di mana capaian dan pengaruh pendidikan Islam terhadap perubahan perilaku dan sikap peserta didik di sekolah,” ujarnya.

IPNU Tegal

Menurutnya, tidak semua guru agama di sekolah mempunyai kelayakan mengajar agama, baik dari segi penguasaan bahan ajar, performa dalam menjalankan tugas, maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, perlu adanya pembekalan berkesinambungan bagi peguatan penguasaan guru terhadap materi ajar.

IPNU Tegal

“Guru agama selama ini lebih mencerminkan dirinya sebatas sebagai pendidik professional, tidak bisa menjadi pendakwah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan spiritual,” katanya.?

Menurut Kiai Tholchah, di luar kompetensi pendidik yang diatur dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khusus guru agama, harus ada 2 kompetensi yang dikuasai, yaitu: leadership dan spiritual. Jika tidak ada 2 kompetensi ini, pendidikan agama di sekolah terasa kering.

Ditambahkan, guru agama selama ini juga kurang menggunakan soft-skill secara kreatif sehingga sulit dalam membentuk lingkungan keagamaan yang mendukung. Selain itu, apresiasi dan dukungan komunitas sekolah juga sering kurang memadai. Akibatnya fasilitas dan sarana pembelajaran pendidikan agama sangat terbatas.

Lebih dari itu, pendidikan agama sebagai saranan pembentukan karakter luhur, membutuhkan figur keteladanan (uswah hasanah). Tanpa itu, pendidikan agama akan kering dan hambar.?

Sayangnya, tambah Kiai Tholchah, keteladanan justru mulai langka di sekolah. Guru agama bahkan tidak mampu menjadi teladan di sekolahnya. Banyak guru agama yang minder di sekolahnya, dan merasa lebih rendah di banding guru lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : Kementerian Agama

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Kyai, Nasional IPNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Gerakan Berbagi Buku GP Ansor Tambah Wawasan Masyarakat

Way Kanan, IPNU Tegal. Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Way Kanan Provinsi Lampung Desy Melda di Blambangan Umpu, Senin (6/7) menilai gerakan berbagi buku dimotori Pengurus Cabang GP Ansor setempat mendatangkan maslahat karena menambah wawasan masyarakat.

Gerakan Berbagi Buku GP Ansor Tambah Wawasan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Berbagi Buku GP Ansor Tambah Wawasan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Berbagi Buku GP Ansor Tambah Wawasan Masyarakat

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan buku dari alumni BPUN ini. Mudah-mudahan kegiatan dimotori oleh Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan ini bisa membawa dampak positif dan juga bermanfaat bagi kita semua," ujar Desy setelah menerima 40 paket buku (satu paket berisi dua buku) dimaksud dari kader muda NU tergabung dalam alumni Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2015.

Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 bekerjasama dengan PC GP Ansor, PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Waykanan secara bertahap akan mendistribusikan buku dari International Organization for Migration (IOM) kepada 227 kepala kampung, 14 camat dan 89 SMA sederajat di daerah itu.

IPNU Tegal

"Kami sedang berupaya untuk menambah perpustakaan kampung yang belum terbentuk dan membantu penambahan buku-buku yang ada di perpustakaan kampung yang sudah disediakan karena untuk saat ini bersifat meminjam. Karena itu, dengan adanya gerakan ini, otomatis sangat membantu apa yang telah diprogramkan pemerintah," papar Desy lagi.

IPNU Tegal

Buku dibagikan itu berjudul "Panduan Bekerja ke Luar Negeri Secara Resmi dan Aman" serta "Lika Liku Perdagangan Orang", mengulas tentang migrasi yang aman kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), lalu untuk mengembangkan monitoring perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) yang baik,  serta penyebaran tata cara TKI  yang aman, murah, cepat, dan bermartabat.

"Kami akan terus mengupayakan bagaimana caranya supaya minat membaca masyarakat terus meningkat seperti yang diharapkan. Peran organisasi kepemudaan seperti GP Ansor dan masyarakat sangat diperlukan sekali dalam upaya  menumbuhkan budaya minat membaca di Way Kanan," ujar Desy lagi.

Pendidikan merupakan politik yang harus dibela, demikian Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menambahkan. Karena itu, seperti maknanya yang berarti penolong, Ansor Way Kanan berkomitmen berpartisipasi untuk terlibat dalam pendidikan kendati sedikit, misalnya pada Mei lalu menggelar Sanlat BPUN untuk mendorong pelajar SMA sederajat di Way Kanan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri dan diapresiasi positif  oleh para peserta, Bupati, Ketua TP PKK hingga kepala sekolah di Way Kanan ni.

"Termasuk kegiatan berbagi buku dimaksud, semoga bisa menambah wawasan masyarakat mengenai migrasi aman. Selebihnya, mempelajari  Nabi Muhammad melalui tukang pos, yang amanah dan tidak mangkir saat diberi tanggung jawab. Kami hanya menyampaikan buku dari IOM Indonesia kepada pihak-pihak yang berhak," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu pula. (Saidi Fatah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Hikmah IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim

Jombang, IPNU Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahudin Wahid (Gus Sholah), berharap kader NU bisa menjadi Guberur Jawa Timur. Untuk itu, cucu pendiri NU ini berharap menghadapi pemilihan Gubernur 2013 mendatang Kader NU harus menyatu.

"Pada pilbug mendatang menurut saya jangan ada lagi kader NU yang sama sama ngotot maju mencalonkan diri akibatnya suara NU terpecah. ? Calon Gubernurnya ? harus satu ? saja, jangan ada calon dua orang, termasuk ada yang mencalonkan wakil gubernur,” ujarnya menjawab wartawan disela sela menerima kunjungan mantan wakilpresiden Jusuf Kalla, Senin (17/12).

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim

Cucu pendiri NU ini sangat berharap dalam pilgub Jatim 2013 ? mendatang ? agar kader NU bisa menjadi Gubernur. Untuk menentukan siapa calon gubernur yang layak ? bakal running ? mendatang adik kandung Gus Dur ini berharap PWNU melakukan survey.

IPNU Tegal

“Harus. Untuk gubernur Jawa Timur menurut saya saatnya dari NU, siapa yang menentukan kader NU yang layak dan patut menjadi Gubernur harus dilakukan survey bersama,”tandas ? Gus Sholah menambahkan.

IPNU Tegal

Namun, meski mendukung kader NU maju menjadi orang nomor satu di Jatim, Gus Sholah ? tidak menginginkan NU secara kelembagaan terlibat aktif dalam pemilihan ” Tidak bolehlah, NU secara organisasi ikut terlibat aktif dalam politik,”tandasnya.

Tugas NU lanjutnya adalah hanya menentukan siapa yang layak untuk maju merebut Gubernur. Untuk itu dirinya menyarankan agar PWNU dan PW Muslimat duduk bersama untuk kemudian melakukan survey bersama guna menentukan siapa kandidat yang dimaui warganya.

”Karena ? sekarang yang muncul dua orang yakni Gus Ipul sama Khofifah. Maka menurut saya harus dilakukan survey bersama siapa yang paling layak menjadi Gubernur Jatim, ”pungkasnya seraya mengusulkan ? kalau perlu menyewa lembaga survey yang benar benar kompeten untuk menentukan kandidat.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdrrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nahdlatul Ulama, Pesantren IPNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul

Pemeberhentian terakhir dalam perjalanan malam itu adalah Baitul Maqdis. Dalam sekejap mata setelah Rasulullah saw sampai di Baitul Maqdis para nabi, rasul dan malaikat berkumpul . Kemudian dikumandangkanlah adzan dan iqamat. Mereka yang datang berbaris rapi bershaf-shaf. Lalu Jibril mempersilahkan Rasulullah saw menjadi imam. Begitulah setelah shalat dengan berjama’ah para nabi dan rasul memuji kepada Allah atas karunia dari-Nya. Begitu juga Rasulullah saw mengucap tasbih atas karunia yang istimewa yang tidak diperoleh nabi dan rasul lainnya.

Baitul Maqdis adalah merupakan pelabuhan terakhir isra’nya (perjalanan malam)Rasulullah saw sebelum kemudian dimi’rajkan Allah ke shidratil muntaha. Baitul Maqdis seolah memiliki jalur utama yang dapat menghubungkan dunia ini dengan pintu langit. Dikatakan demikian karena di sanalah para nabi dan rasul itu turun, dan dari sanalah Rasulullah saw akan memulai mi’rajnya.

Adapun mengenai shalat Jama’ah bersama para nabi dan rasul dan Muhammas saw sebagai Imamnya merupakan sebuah bukti bahwa mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai wasilah menuju Allah swt. Mereka para nabi dan rasul itu menjadikan Rasulullah saw sebagai penghubung kepada Allah swt, sebagaimana yang disebutkan dalam surat al-Maidah ayat 35:

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Baitul Maqdis Menjadi Imam Para Nabi dan Rasul

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Demikianlah kepemimpinan Rasulullah saw sebagai imam dalam shalat ini menunjukkan pengakuan para nabi dan rasul itu akan syariat islam yang sempurna yang dibawa oleh Rasulullah saw, nabi sekaligus rasul pungkasan. Mengenai jama’ah itu sendiri sungguh tidak dapat dipungkiri fadhilannya, jika para nabi, rasul dan malaikat saja berjama’ah. (red.Ulil H) 

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Internasional IPNU Tegal

IPNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul

Jakarta, IPNU Tegal. Telah berpulang ke rahmatullah Mustasyar PWNU DI Yogyakarta KH A Arwan Bauis pada Selasa (11/8) malam. Pejuang NU di Yogyakarta ini dipanggil oleh Allah pada pukul 22.00 setelah beberapa tahun terakhir menderita Leukemia.

Salah seorang pengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta KH Hilmi Muhammad mengatakan bahwa KH Arwan merupakan pejuang tulen NU yang tak tertandingi, lahir dan batin. Komitmennya terhadap NU tidak perlu diragukan. Pengabdiannya di GP Ansor di masanya juga memberikan bekas tersendiri.

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)
Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul

“Beliau adalah murid Simbah almarhum KH Ali Maksum, dan juga sahabat sekaligus pengawal almarhum KH Abdurrahman Wahid bila sedang di Yogya,” kata KH Hilmi dalam akun fesbuknya, Rabu (12/8).

IPNU Tegal

Ustadz Hilmi mengajak warga NU untuk meneladani KH Arwan terkait pengabdiannya untuk NU. Ia bercerita bahwa di era awal reformasi, almarhum mengalami puncak karier dan senioritas di Kanwil Depag DIY. Almarhum semestinya berhak untuk menjabat sebagai Kakanwil, namun ia dengan logowo menyerahkan posisinya untuk kalangan Muhammadiyah.

“Ini menjadi pelajaran besar bagi kita bahwa jabatan bukan segala-galanya, dan bahwa NU sebagai lembaga dakwah dan pengabdian tidak sepatutnya dijadikan pijakan guna mendapatkan suatu kedudukan tertentu,” ujar Ustadz Hilmi seraya mengajak warga NU untuk berdoa agar Allah mengampuni almarhum dan melipatgandakan amalnya. Allah yarhamuh. (Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah, Makam, Pesantren IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran

Malang, IPNU Tegal. Beberapa pengurus NU bereaksi terkait diadukannya Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH Marzuki Mustamar ke Kejaksaan Agung dan Mabes Polri oleh pimpinan organisasi garis keras yang menamakan diri MTA.

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran

Gus Mujib Sadzili, salah satu jajaran Ketua PCNU Kabupaten Malang berharap pengaduan itu dihentikan. Jika diteruskan, ditengarai akan berakibat konflik sosial.?

“Memang benar bahwa Beliau (Kiai Marzuki, red) telah diajukan oleh mereka. Tapi kami yakin perkara tersebut pasti akan dihentikan oleh kepolisian. Karena hal ini akan menyebabkan kekacauan negara atau chaos,” kata Gus Mujib itu kepada IPNU Tegal di Malang, Rabu (29/5).

IPNU Tegal

Menurut Gus Mujib cukup akrab dengan Kiai Marzuki, dengan mengadukan ke kepolisian, berarti pihak MTA telah melakukan sesuatu perbuatan mengingkari kebenaran. Karena, setelah mereka diberitahu sebuah kebenaran justru mereka ingin mencelakai NU. Dan adalah sebuah keanehan jika pemerintah berniat meneruskan perkara ini.

“Cuma, anehnya mereka itu, mengapa setelah kita beritahu sebuah kebenaran kok justru akan mengadukan kami ke penjara? dan adalah hal yang aneh jika perkara dilanjutkan, NU adalah pemilik rumah Indonesia dan berperan serta membangun negara. Lalu sekarang ada pendatang baru yang ingin memenjarakan pemilik rumah itu?” kata Gus Mujib.

IPNU Tegal

Sedangkan saat ditanya, tentang tanggapan Kiai Marzuki sendiri, ia mengatakan, pihak Kiai Marzuki tidak hendak memperpanjang masalah ini. Kiai Marzuki memang mengaku mendengar sendiri MTA menyampaikan dakwah yang negatif untuk NU dan merusak ukhuwah islamiyah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Jadwal Kajian IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock