Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Brebes, IPNU Tegal. Meski mengalami keterlambatan akibat delay pesawat di Bandara King Abdul Azis Mekah, jamaah haji dari Kabupaten Brebes pulang ke kampung halamannya dengan selamat. Mereka tiba di Islamic Center Brebes terlambat lima jam dari waktu yang dijadwalkan semula.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut kedatangan haji kelompok terbang (Kloter) pertama di Islamic Center Sabtu dinihari (11/10). Idza mengaku sangat gembira karena tidak ada permasalahan yang menimpa jamaah haji Brebes. Sehingga semuanya dalam keadaan sehat walafiat. Dia berharap, para jamaah haji menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Selain itu, ia meminta mereka agar mampu menjadi contoh tauladan di masyarakat. “Gelar haji menjadi barometer akhlak dan tabiat di masyarakat,” katanya. Dengan tauladan yang telah dicontohkan para jamaah haji Brebes, mudah-mudahan Brebes semakin maju dan sejahtera dibawah naungan dan ridlo dari Allah SWT.

IPNU Tegal

Bupati juga menyambut kedatangan kloter 2 dan 3 di dampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi Garahaju) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Drs H Syauqi Wijaya. Kloter 1 sejumlah 363 jamaah tiba di Islamic Center Brebes Sabtu (11/10) pukul 00.30 dini hari dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan.

IPNU Tegal

Sementara kloter kedua yang berjumlah 366 calon haji tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 08.00 dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan. Sedangkan kloter ketiga yang berjumlah 167 tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 12.30 mengendarai 4 bus.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat yang melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan Solo melaporkan jamaah yang berangkat sejak 30-31 Agustus lalu sudah menunaikan ritual haji dan kembali tiba di Donohudan dengan selamat. Mereka pulang ke Brebes dengan mengendarai 22 bus dan 2 bus cadangan.

Menurut Imam, secara umum kondisi jamaah haji Indonesia asal Brebes dalam keadaan baik, sehat walafiat. Namun demikian ada 2 orang suami istri dari Salem yang tertinggal tidak mengikuti jamaah asal Brebes, tetapi mengikuti kloter 16.

Sehingga, kata dia, yang sudah pulang saat ini baru 896 jamaah. Pada saat pemberangkatan, istrinya mengalami sakit maka suaminya turut mendampingi dan diberangkatkan mengikuti kloter 16, maka kepulangannya pun ikut juga kloter 16. “Yang bersangkutan memilih pulang tunda untuk menyempurnakan ibadahnya,” tandas Imam.

Salah seorang jamaah haji dari Kloter 1 H Moh Aqso MAg menjelaskan, jumlah jamaah haji dunia saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa bila dibandingkan tahun lalu. Namun demikian jamaah haji Brebes yang berangkat lebih awal terasa diuntungkan karena telah melakukan ibadah masih dalam kondisi lengang.

“Meski padat, tapi pemberangkatan awal bagi jamaah Brebes sangat diuntungkan,” kata Aqso ketika di tanya Bupati sesampainya di Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pahlawan, Cerita, Halaqoh IPNU Tegal

Kamis, 01 Maret 2018

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Oleh Mohamad Muzamil

Sebagai umat Islam kita patut bersyukur atas terselenggaranya Konferensi Internasional Bela Negara yang diselenggarakan Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Muktabaroh al-Nahdliyah (Jatman) bekerja sama dengan Kementerian pertahanan RI tanggal 27-29 Juli di Pekalongan. Konferensi yang dihadiri ulama thariqah dari 40 Negara tersebut menghasilkan 15 poin kesepakatan penting, agar umat Islam dan segenap komponen bangsa di dunia ini mencintai negaranya masing-masing serta mendorong terwujudnya kerja sama internasional dalam mewujudkan perdamaian, keadilan dan kemakmuran.

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Kesepakatan dalam konferensi internasional tersebut mencerminkan kedalaman dan keluasan serta pengamalan ilmu yang dimiliki ulama thariqah. Ulama thariqah bukan semata-mata menguasai ilmu tasawuf semata namun juga mengusai ilmu tauhid dan syariah secara lengkap serta menguasai ilmu-ilmu untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.

Dengan demikian ulama thariqah adalah kumpulan orang-orang yang muwahid (memahami dan mengamalkan tauhid), faqih (memahami dan mengamalkan syariah) dan shufi (memahami dan mengamalkan al-ihsan). Mereka termasuk orang-orang yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah, menebarkan semua kebahagiaan dan kebaikan dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat kelak.

IPNU Tegal

Mereka termasuk orang-orang pilihan Allah yang dikehendaki-Nya diberikan ilmu, hikmah dan keutamaan-keutamaan serta istiqomah dalam ibadah dan kebaikan. Mereka sama sekali tidak menaruh syak wasangka kepada siapa pun utamanya kepada orang-orang yang belum mendapat petunjuk sekalipun. Justru para ulama tersebut memiliki rasa kasih sayang yang besar kepada umat sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mencintai umat manusia.

IPNU Tegal

Mereka selalu berikhtiar dan mendoakan kepada semua umat manusia di dunia ini agar mendapatkan hidayah, keadilan dan kemakmuran dalam kehidupannya.

Dalam menjalankan amar maruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan mencegah keburukan), mereka melakukannya dengan hikmah, kearifan dan tanpa tindakan kekerasan. Mereka tidak memiliki kepentingan pribadi kecuali semata-mata mengharap ridha Allah Taala.? Mereka selalu berbuat baik kepada siapa pun sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya serta para al-salaf al-shalih melakukannya dalam sejarah yang telah lampau.

Para ulama thariqah selalu berprasangka baik kepada siapa pun. Jika mereka melihat orang yang lebih tua maka mereka beranggapan bahwa orang yang lebih tua itu telah memiliki amal kebaikan yang sangat banyak. Sedangkan jika mereka melihat orang yang lebih muda maka mereka menganggap bahwa yang masih muda belum memiliki dosa dan kesalahan yang banyak. Hal ini menjadi karakter yang luar biasa dari ulama thariqah karena diilhami sultan auliya Syekh Abdul Qadir al-Jailani radliyallahu anh. Pernah suatu ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani pulang dari shalat jamaah di masjid. Dalam perjalanan ia bertemu seorang pemuda yang sedang dalam kondisi mabuk karena minuman keras. Waktu itu dalam hati Syekh Abdul Qadir al-Jailani terlintas dalam pikirannya (tidak dikatakan): "Pemuda kok mabuk-mabukan". Alangkah terkejutnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pemuda itu mengatakan dengan lantangnya: "Hai Syekh, anda ditakdirkan Allah termasuk orang yang al-alim al-allamah dan rajin beribadah. Bagaimana jika anda ditakdirkan Allah seperti saya yang pemabuk ini?" Seketika itu pula Syekh Abdul Qadir menangis mohon ampun kepada Allah Taala.

Semangat Kebangsaan

Semangat kebangsaan para ulama thariqah diilhami dari semangat Rasulullah dalam mencintai umatnya. Karena begitu besar rasa cinta Rasulullah kepada umat atau bangsanya, Rasulullah tidak ingin adanya pertumpahan darah yang akan memakan korban akibat ancaman dan perilaku keras orang-orang kafir Quraisy. Berdasarkan wahyu dari Allah, Rasulullah memerintahkan kepada umatnya untuk hijrah ke Habasyah. Setelah itu diperintahkan untuk hijrah ke Yatsrib atau Madinah.

Hijrah Rasulullah dan para sahabatnya ke Madinah bukan untuk menjajah sebagaimana orang-orang imperialis, tetapi untuk melaksanakan perintah Allah dan adanya pertolongan dari penduduk Madinah yang disebut kaum Anshar. Rasulullah dan para sahabatnya (kaum muhajirin) dapat hidup rukun dan bekerjasama dalam membentuk peradaban baru yang damai atas dasar nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Taala.

Kaum muhajirin bukan hanya bekerjasama dengan kaum anshar yang muslim tetapi juga kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani di Madinah. Mereka saling memperkuat satu sama lainnya dan membentuk pertahanan yang kokoh di Madinah dari serangan musuh. Ini lah contoh sebuah peradaban yang agung dan sangat mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Semangat cinta tanah air juga dilakukan para ulama di Nusantara ini sejak datangnya kaum penjajah. Hal ini misalnya dilakukan para Wali Songo pada abad ke-15 masehi dengan adanya perlawanan Raden Fatahillah kepada penjajah Portugis di Batavia, kemudian disusul perlawanan dari kesultanan yang ada di nusantara ini seperti Sultan Hasanudin, Sultan Agung Hanyukrokusumo, Sultan Ternate, Tidure dan sebagainya yang kesemuanya adalah atas bimbingan dan nasihat dari para ulama thariqah.

Setelah itu pada awal abad ke-19, muncul Pangeran Diponegoro dari kasultanan Mataram Yogyakarta, yang melakukan perlawanan kepada penjajah Belanda di tanah air pada tahun 1825-1830. Pangeran Diponegoro adalah termasuk pengamal thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Kemudian perjuangan kemerdekaan Indonesia dilanjutkan oleh ulama thariqah seperti Syekh Yusuf almakasari, Syekhuna Mbah Kholil Bangkalan, Hadratus Syekh KH M Hasyim Asyari, Syekh Hasyim bin Yahya, Syekh KH Abdul Wahab Hasbullah, Syekh Subkhi Parakan, dan masih banyak lagi ulama thariqah hingga Indonesia dapat merdeka seperti sekarang ini.

Semangat dan cinta tanah air seperti ditunjukkan oleh para ulama thariqah tersebutlah yang harus diwarisi oleh generasi sekarang dan mendatang, guna mewujudkan perdamaian dan keadilan seluruh umat manusia. Wallahu alam.

Mohamad Muzamil, pernah tabarukan di Pesantren Al-Fattah Setinggil, Al-Istiqomah Kembangan, dan Futuhiyah Mranggen, Demak.



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Halaqoh, Syariah IPNU Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus

Semarang, IPNU Tegal. Istri Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Hj Sinta Nuriyah berharap Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) selalu istiqomah menjaga, merawat dan mendampingi umat.

Hal itu disampaikannya pada saat memberikan testimoni pada acara Selametan 70 tahun Gus Mus di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu malam (6/9).

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus

"Saya berharap Gus Mus selalu Istiqomah menjaga ummat sebagaimana yang diharapkan Gus Dur. Jangan sia-siakan. Apalagi sebelum wafat,  Gus Dur menitipkan NU kepada Gus Mus," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sinta Nuriyah menceritakan persahabatan Gus Mus dengan suaminya. Dituturkan, persahabatan kedua sahabat ini sangat akrab sejak sama-sama kuliah di universitas Al  Azhar Kairo.

IPNU Tegal

"Persahabatannya sangat erat sekali,hingga segala kebutuhan Gus Dur itu ditanggung Gus Mus. Karena Gus Dur itu memang tidak punya dompet (uang)," ujarnya yang disambut senyum hadirin.

IPNU Tegal

Sangking eratnya, persahabatan kedua tokoh umat inipun masih terjalin dengan keluarga dan anak-anaknya. Bahkan, setiap ada hal  yang harus dicarikan solusi selalu mengkonsultasikan kepada pengasuh pesantren Raudhatut thalibin Leteh Rembang ini.

"Termasuk anak-anak saya memanggil beliau  dengan panggilan Om Mus sampai  sekarang. Ini saking akrabnya diantara kita,"kata istri cucu KH.Hasyim Asyari yang hadir didamping putrinya Yenny Wahid. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Halaqoh, Santri IPNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mendukung gerakan ekonomi IPPNU Garut dalam pengembangan industri kuliner kreatif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dirintis dan dikembangkan rekanita IPPNU Garut. Kepekaan dalam melihat peluang memang terlihat dari upaya konkret dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada," kata Puti kepada IPNU Tegal, Rabu (10/2).

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Ia menegaskan bahwa IPPNU akan terus mendorong para kadernya menciptakan kreasi-kreasi, inovasi, dan jeli melihat potensi serta peluang pasar dalam memanfaatkan bonus demografi sebagai jawaban menghadapi MEA.

IPNU Tegal

"Upaya ke depan, pelatihan-pelatihan berbasis kewirausahaan akan makin ditingkatkan dan ditindaklanjuti secara serius oleh IPPNU," ujarnya.

Puti berharap IPPNU di semua lini baik wilayah, cabang, anak cabang maupun ranting di daerah lain harus dapat termotivasi dan tidak boleh kalah dengan IPPNU Garut.

IPNU Tegal

Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah yang tentunya beragam, saya berharap kader-kader IPPNU dapat mewujudkan inovasi-inovasi baru yang sesuai dengan selera pasar di era MEA, pungkasnya. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Halaqoh, Meme Islam IPNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Berperadaban dengan Pendidikan Islam

PENGANTAR REDAKSI - Perjalanan sistem pendidikan nasional menunjukkan bahwa sekat dikotomis antara pendidikan agama dan umum sudah semakin terbuka. Beberapa lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama telah melakukan banyak terobosan di bidang pengembangan pendidikan umum, dan sebaliknya lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah melakukan banyak inovasi dalam mengembangkan pendidikan agama.

Pada gilirannya semua lembaga pendidikan baik pendidikan agama yang bernaung di Kementerian Agama maupun pendidikan umum di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersaing secara sehat untuk meningkatkan kualitas dan menarik simpati masyarakat.

Banyak sekali lembaga pendidikan (agama) Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, yakni pesantren, madrasah dan perguruan tinggi Islam di beberapa daerah di Indonesia yang layak diberi label “unggulan” dan pantas dijadikan percontohan atau menjadi inspirasi bagi pesantren, madrasah dan perguruan tinggi Islam di daerah lain.

Berperadaban dengan Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Berperadaban dengan Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Berperadaban dengan Pendidikan Islam

Terhitung mulai 1 Juli 2015, rubrik khusus “Pendidikan Islam” IPNU Tegal yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama ini akan mengekspos berbagai capaian dan prestasi pesantren, madrasah dan perguruan tinggi Islam di sejumlah daerah, baik dari aspek kelembagaan maupun stakeholdernya. Rubrik ini juga akan membidik berbagai inovasi yang sedang dikembangkan serta berbagai potensi yang mungkin untuk terus disupport perkembangannya untuk kemajuan lembaga pendidikan Islam.

Kita semua mengakui bahwa pengabdian, jerih-payah dan keikhasan dari para perintis dan pengelola pesantren, madrasah dan perguruan tinggi Islam dalam mengembangkan pendidikan untuk rakyat Indonesia memang sangat luar biasa. Namun publikasi kita perlu bergerak lebih maju, yakni pada pencapaian dan prestasi yang telah dilakukan oleh pesantren, madrasah dan perguruan tinggi Islam di beberapa daerah untuk bisa menjadi percontohan bagi daerah lain, serta berbagai potensi dan inovasi baru yang mungkin untuk terus dikembangkan.

Rubrik ini mengambil tema “Berperadaban dengan Pendidikan Islam”. Berbagai sajian berupa profil, kisah, feature, atau catatan perjalanan dalam rubrik ini dikerjakan oleh tim redaksi IPNU Tegal bersama sejumlah kontributor yang tersebar di sejumlah daerah. Saran, catatan dan informasi dari para pembaca sangat kita harapkan. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Halaqoh, Khutbah IPNU Tegal

IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Pemerintah Resmi Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 27 Mei

Jakarta, IPNU Tegal - Pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar sidang itsbat bersama lintas ormas Islam dan para ahli perbintangan, Jumat (26/5) petang. Melalui forum tersebut, pemerintah secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1438 H jatuh pada Sabtu, 27 Mei 2018.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, ketetapan ini didasarkan pada dua metode, yakni hisab dan rukyat. Menurutnya, hisab penting untuk memberikan informasi posisi hilal, namun hisab juga harus dikonfirmasi melalui praktik rukyat. Hilal berhasil terlihat di sejumlah titik, antara lain Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Kepulauan Seribu.

Pemerintah Resmi Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 27 Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Resmi Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 27 Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Resmi Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 27 Mei

“Maka dengan dua hal tadi, penghitungan (hisab) dan rukyat, seluruh peserta sidang besepakat malam ini sudah masuk 1 Ramadhan, dan Sabtu 27 Mei 2018 kita bisa mengawali puasa Ramadhan,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (26/5) malam.

IPNU Tegal

Ketetapan pemerintah ini selaras dengan prediksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah yang menyatakan, umat Islam sudah bisa memulai puasa Ramadhan pada Sabtu (275) besok.

IPNU Tegal

Hal tersebut berdasarkan hasil penghitungan astronomis Lembaga Falakiyah PBNU yang memungkinkan hilal terlihat pada Jumat tadi.

Data hisab Lembaga Falakiyah PBNU menyebutkan, posisi hilal markaz Jakarta pada 29 Sya’ban 1438 H berada pada ketinggian 8 derajat 26 menit 15 detik di atas ufuk. Peristiwa ijtima’ atau konjungsi berlangsung pada Jumat (26/5), pukul 02.45.47 WIB. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nahdlatul, Ahlussunnah, Halaqoh IPNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa

Probolinggo, IPNU Tegal. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo mewisuda mahasiswanya di Gedung Islamic Centre (GIC) Kota Probolinggo, Kamis (1/10). Ada sebanyak 189 mahasiswa yang lulus pada tahun akademik 2014-2015 dari sekolah tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.

Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 64 mahasiswa D-3 Akademi Kebidanan (Akbid), 30 mahasiswa D-3 Akademi Keperawatan (Akper), 29 mahasiswa S-1 Keperawatan dan 66 mahasiswa D-4 Bidan Pendidik. Para wisudawan dikukuhkan oleh Ketua Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah.

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Stikes Hafshawaty Genggong Wisuda 189 Mahasiswa

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Probolinggo H. Asy’ari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan. Ia berharap, kelulusan para perawat dan bidan itu bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Khususnya dalam hal pengembangan pembangunan di sektor kesehatan.

IPNU Tegal

“Tak lupa kami sampaikan terima kasih pada Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong yang bertahun-tahun telah mencetak para perawat dan bidan yang berdedikasi tinggi. Kami mendoakan semoga ikhtiar pondok pesantren ini mendapat rahmat dari Allah SWT,” katanya.

Sementara Ketua Yayasan Hafshawaty Pondok Pesantren Zainul Hasan KH Moh Hasan Mutawakkil Allah mengatakan, wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh masing-masing wisudawan. Bagi yang ingin terus menuntut ilmu, bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

IPNU Tegal

“Bagi yang ingin bekerja bisa memanfaatkan mitra kerja Stikes Hafshawaty. Seperti magang di puskesmas dan beberapa rumah sakit. Kami doakan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai profesinya masing-masing,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur ini berharap, agar ilmu yang didapat selama di bangku kuliah bermanfaat bagi masyarakat. “Ilmu harus diamalkan jika ingin bermanfaat. Amalkan ilmu yang kalian dapat kepada sesama manusia. Semoga para wisudawan dan santri Genggong mendapatkan kemudahan dari Allah dalam mengamalkan ilmunya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Halaqoh, Pendidikan IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock