Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Wagub NTB Buka Rakorwil Ansor NTB

Mataram, IPNU Tegal - Pengurus Wilayah GP Ansor? NTB menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) mulai 7 hingga 8 Oktober 2017, dengan mengambil tema Bela Bangsa Agama dan Negeri di Hotel Mataram Squaredi, Sabtu (7/10).

Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz mengatakan dalam sambutanya bahwa Rakowil bertujuan untuk mengonsolidasi organisasi sampai tingkat dusun untuk penguatan struktur Ansor di NTB, dan juga siap melaksanakan apel Banser sebanyak 1000 personel dalam rangka menyambut Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang akan digelar November mendatang.

Wagub NTB Buka Rakorwil Ansor NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub NTB Buka Rakorwil Ansor NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub NTB Buka Rakorwil Ansor NTB

"Kirab Nusantara akan kami laksanakan di bulan Oktober ini. Mengenai pilkada secara organisasi Ansor tidak berpolitik akan tetapi masing-masing punya hak serta kader-kader Ansor ada di mana-mana," jelas Zamroni.

Kegiatan tersebut baginya merupakan rangkaian awal dari pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU dan Ansor siap menyukseskan acara munas.

IPNU Tegal

Sementara Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur mengatakan, NU tidak akan berkembang kalau tidak didukung penuh GP Ansor dan peran Ansor sangat besar dan kuat.

Apalagi sebentar lagi akan dilaksanakan Munas Alim Ulama dan Konbes NU pada November 2017. Kepada GP Ansor dan Banser kami mengundang dan untuk dikawal dengan baik acara besar kita ini. Kita dukung dengan sungguh-sungguh.

IPNU Tegal

Perwakilan PP GP Ansor H Hasan Basri Sagala menyampaikan akan merumuskan poin-poin penting yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa semua kader Ansor adalah kader NU.

"Pertama kita tahu dan kita ini semua kader Ansor dan kader NU, jarang kita mengingkari kalau kita sudah menjadi kader Ansor, ada kader yang setengah-setangah, berlomba-lomba untuk melaksanakan kebaikan-kebaikan," kata Hasan Basri Sagala.

Kedua, lanjutnya, agar Ansor lebih kuat dan lebih bagus akan kuat jika kita melaksanakan ilmu ulama, keadilan pemimpin, kedermawanan para orang kaya, dan doa para fakir miskin. "Ber-Ansor ini kita lakukan untuk meneruskan apa yang sudah digariskan para ulama dan tentu kita yang akan melanjutkan," tegasnya.

Para kader Ansor, menurutnya, harus menjadi para pengusaha dan membuka peluang kreativitas dalam ekonomi. Kader Ansor jangan menjadi orang yang merusak. "Semoga Rakorwil ini menjadi ujung tombak kita untuk membangun organisasi Ansor dan NU," katanya.

Sementara itu Wagub NTB H Muh. Amin sekaligus yang membuka acara mengatakan, kegiatan seperti Rakorwil ini merupakan suatu hal yang sangat strategis. Hasilnya tentu dengan ide dan gagasan yang menjadi rekomendasi dalam pembahasan Rakorwil Ansor NTB ini.

"Kita harus mampu menangkap suatu hal untuk kita rumuskan menjadi suatu kebijakan-kebijakan baik secara nasional dan daerah," kata Wagub.

Menurutnya, pemerintah tentu sudah melaksanakan sesuai dengan amanah dan kita terus koordinasikan dengan seluruh komponen seperti Ansor ini.

"Mari kita sinergikan secara bersama-sama. Semangat perjuangan kita di daerah yaitu mengenai kesejahteraan dan lainnya menjadi agenda kita. Saya selaku pimpinan daerah tentu kita terus menjaga komitmen kita bersama, mari kita terima dengan baik semua yang ikut dalam kontestan pilkada. Komitmen ke-NTBan kita ini harus kita jaga bersama," kata mantan Ketua GP Ansor Sumbawa ini.

Hadir dalam Rakorwil ini, Wagub NTB H Muh Amin, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli, Kabid Humas Polda NTB AKBP Hj Tri Budi Pangestuti, Kepala Kanwil Kemenag NTB H Nasrullah, Kapolres Mataram AKBP Muhammad, Perwakilan Danrem 162/WB, Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur, Ketua PP GP Ansor, Korwil dan jajaran serta para tamu dan perwakilan PC GP Ansor se-NTB. (Syamsul Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai IPNU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Kiai Marzuki Beri Taushiyah di Haul Gus Dur

Yogyakarta,IPNU Tegal. KH Marzuki menegaskan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah orang yang peduli dan membela orang yang tidak mampu seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh pendiri NU terdahulu.

Kiai Marzuki Beri Taushiyah di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Marzuki Beri Taushiyah di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Marzuki Beri Taushiyah di Haul Gus Dur

Ia menegaskan hal itu pada taushiah singkat yang diungkapkan dalam acara Majlis Sholawat Gusdurian (MSG) di pendopo Yayasan LKIS, Yogyakarta pada Senin (30/12) malam.

Kiai Marzuki mengimbau, latar belakang kesejatian Gusdurian harus dijaga. "Gusdurian harus mengikuti jejak perjuangan yang dilakukan Gus Dur. Gus Dur konsisten dalam mengayomi kaum minoritas," tegasnya.

IPNU Tegal

Forum yang sudah 9 kali dilaksanakan ini diawali dengan membaca tahlil untuk Gus Dur dan korban longsor di Banjarnegara.Kemudian penampillan grup hadroh MSG.

Jamaah terdiri dari warga sekitar Sorowajan, peserta kelas pemikiran Gus Dur, tim majalah Bangkit, dan intelektual muda NU Nur Khalik Ridwan. (muhlisin/abdullah)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Berita, Kiai IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

IPNU Jakpus Gelar Turnamen Futsal untuk Para Artis Cebol

Jakarta, IPNU Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat mengadakan turnamen futsal se-DKI Jakarta. Kali ini turnemen tergolong unik, karena semua pesertanya adalah orang mini (cebol) yang tak asing lagi di layar televisi Indonesia.

Kebanyakan dari mereka adalah pemain sinetron, seperti Tarzan Betawi, Ronaldowati, dan  7 Manusia Harimau, yang sampai saat ini sinetronnya masih tayang. “Saya sendiri awalnya meragukan akan terlaksanannya turnamen ini. Mereka adalah pemain sinetron, terlebih ada yang bilang bahwa setelah futsal mau langsung menuju lokasi syuting di Cibubur,” ujar Yani Rahman, Ketua PC IPNU Jakarta Pusat.

IPNU Jakpus Gelar Turnamen Futsal untuk Para Artis Cebol (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakpus Gelar Turnamen Futsal untuk Para Artis Cebol (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakpus Gelar Turnamen Futsal untuk Para Artis Cebol

Turnamen yang digelar Sabtu (12/9) ini dihadiri langsung oleh Faisal dari Deputi 3 Kemenpora Republik Indonesia. Ia membuka turnamen ini dengan menendangkan bola dari tengah lapangan yang kemudian disahut gemuruh tepuk tangan para peserta dan panitia.

IPNU Tegal

Faisal tampak terkejut dan senang ketika memasuki lapangan futsal, di kawasan Kwitang, Jalan Keramat 2, Jakarta Pusat itu. “Waw, ini merupakan suatu kegiatan yang beda dengan yang lain, tetap jaya olahraga Indonesia,” ujarnya.

IPNU Tegal

PC IPNU Jakarta Pusat mengadakan turnamen ini karena menilai bahwa olahraga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Gelak tawa yang tanpa henti mewarnai turnamen futsal tersebut. Semua larut dalam kebersamaan dan kegembiraan, termasuk bagi tim yang kalah. “Ini merupakan kemenangan kita bersama,” ujar Farly sesaat setelah menerima piala juara 1 turnamen futsal mini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai, Berita IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Santri CSSMoRA Siap Layani Pemudik di 3 Kota

Semarang, IPNU Tegal. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pengurus Nasional CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) pada 2016 ini kembali membuka layanan posko mudik di 3 kota, yakni Semarang, Pasuruan dan Makassar yang berlangsung tanggal 1-4 Juli 2016.

Adapun lokasinya, pertama di depan Masjid Jami’ Baitul Izzah, Ngilir Terboyo Wetan, Genuk, Semarang; depan Masjid Muhammad Cheng Ho, Petungsari, Pandaan, Pasuruan; depan Masjid Raya Makassar.

Santri CSSMoRA Siap Layani Pemudik di 3 Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri CSSMoRA Siap Layani Pemudik di 3 Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri CSSMoRA Siap Layani Pemudik di 3 Kota

Sementara fasilitas yang disediakan oleh organisasi mahasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) ini di antaranya, cek kesehatan, tempat istirahat, konsultasi pendidikan perguruan tinggi dan pondok pesantren, wifi area, pembagian takjil berbuka dan hidangan sahur, dan lain-lain. Semua fasilitas diberikan secara gratis.

Menurut Ketua Umum CSSMoRA Nasional Muhammad Zidni Nafi, dari tahun ke tahun pelayanan posko mudik lebaran selalu dibuka lantaran kesadaran bersama dari anggota CSSMoRA untuk ikut berkontribusi dalam melancarkan tradisi mudik masyarakat.

IPNU Tegal

"Ini bagian dari pelayanan serta pengabdian santri kepada masyarakat, sekaligus mempraktikkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi," kata Zidni melalui pers rilisnya, Kamis (30/6).

"Apalagi ada ratusan santri anggota CSSMoRA yang masih studi di bidang kesehatan, kedokteran, teknologi, dan lain-lain, sehingga sedikit banyak dapat diamalkan untuk melayani pemudik dan masyarakat sekitar lokasi posko," tambahnya.

Zidni menghimbau kepada masyarakat atau pemudik yang melewati ketiga lokasi posko tersebut untuk bisa mengunjungi stand posko yang dibuka oleh santri-santri CSSMoRA.

"Kami siap untuk melayani. Semoga berawal dari langkah kecil ini, banyak dari kalangan santri muda semakin memperluas jaringan pengabdiannya untuk kemaslahatan masyarakat luas," pungkas santri asal Kudus yang sedang menempuh studi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kiai IPNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan BNN

Padang, IPNU Tegal - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemudan Ansor bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Barat untuk pencegahan semakin meluasnya penyebaran penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda Sumatera Barat. Sebagai bagian dari generasi muda, Ansor akan turut berperan aktif dalam upaya mencegah makin banyaknya korban dari narkoba.

Hal itu diungkapkan Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, Kamis (18/8) di sekretariatnya di Jalan Ciliwung No. 10 Padang. Menurut Rahmat, secara lebih rinci, Ansor Sumbar sudah beraudiensi dengan Kepala Ali Azhar BNN Sumatera Barat dan Kabag Rehabilitas dan Pemberdayaan Masyarakat S. Boy pada Selasa (16/8) di Jalan Belanti Ujung, Padang. ?

GP Ansor Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan BNN (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan BNN (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan BNN

Dikatakan Rahmat, kondisi penyebaran penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat sungguh memprihatinkan. Sebagaimana diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada malam “Doa dan Zikir untuk Bangsa” yang digelar PW Ansor Sumbar sehari sebelumnya, bahwa Sumatera Barat sudah darurat narkoba. Jika tidak ada gerakan bersama pemerintah dengan masyarakat, maka kehancuran generasi muda sudah di ambang pintu.

"Jika generasi muda sudah hancur, siapa lagi yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Untuk itu, Ansor sebagai bagian dari masa depan? bangsa Indonesia harus turut berperan. Ansor akan melakukan pendekatan secara humanis terhadap pecandu narkoba dan berkonstribusi untuk melakukan pencegahan narkoba di kalangan anak muda," kata Rahmat didampingi sekretarisnya Arianto, Wakil Ketua Nafriandi,? Satkorwil Banser Hardi Candra yang Ketua Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), dan Sekretaris Baanar Fauzan Ahmad. ?

IPNU Tegal

Dikatakan Rahmat, kader-kader Ansor harus bisa menjadi tenaga rehabilitasi dan penyuluh untuk pencegahan narkoba. Mereka terlebih dahulu dibekali agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

IPNU Tegal

Ketua BNN Ali Azhar menyebutkan, Ansor melaksanakan MoU dengan BNN dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi, serta melakukan penyuluhan di tengah masyarakat. Ansor bisa melakukan peran dengan bekerja sama dengan BNN dalam bidang pencegahan dan penyuluhan relawan antinarkoba. Sedangkan rehabilitasi dengan mendirikan rumah rehabilitasi. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Kiai IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

Jombang, IPNU Tegal. Panitia lokal muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum (PPBU), mengundang lebih dari 20 Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) untuk hadir dalam acara “Forum Diskusi dan Reuni PCINU Internasional” yang rencananya akan ditempatkan di Pondok Pesantren al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

Acara forum diskusi ini akan berjalan di sela-sela muktamar ke-33 NU berlangsung, yakni tanggal 1, 2, 4, dan 5 Agustus 2016. Target acara ini adalah mempertemukan kaum nahdliyin yang berada di luar negeri, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna.

“Tanggal 3 Agustus sengaja dikosongkan karena pada tanggal tersebut di masing-masing pesantren dipakai sidang komisi. Jadi Pondok Pesantren Tambak Beras sepakat mengosongkan semua kegiatan muktamar pada tanggal tersebut, dan mengharuskan semua untuk fokus ke sidang komisi,” kata ketua panitia Latif Malik kepada IPNU Tegal, Rabu (28/7).

IPNU Tegal

Acara ini akan diisi dengan diskusi berbagai tema penting, seperti krisis Timur Tengah dan materi muktamar ke-33 NU. “Forum ini akan dibuat santai, mengingat peserta muktamirin dalam forum muktamar biasanya sudah jenuh dengan materi utama muktamar, jadi yang kita tekankan adalah mempererat silaturrahim antar PCINU,” kata pria yang akrab disapa Gus Latif ini.

Dalam forum di atas, panitia akan memberikan berbagai fasilitas untuk peserta, di antaranya adalah 12 kamar penginapan, terdiri dari 8 putra dan 4 putri. Selain itu, peserta juga akan mendapat kartu identitas peserta dan kartu parkir, serta konsumsi tentu saja. Tamu yang diundang dari luar daerah ini juga dapat meminta panitia untuk menjemput mereka di lokasi terdekat, seperti bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus.

IPNU Tegal

Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut, peserta bisa menghubungi M. Najih Arromadloni sebagai pelaksana, di nomor ponsel 081938299525. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Lomba, Kiai, Doa IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren

Sukabumi, IPNU Tegal. Sebanyak 850 Pesantren penyelenggara pendidikan dijadikan target riset pengajian Kitab Kuning. Penelitian yang diinisiasi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag RI melibatkan para peneliti internal Puslitbang tersebut dan peneliti dari kampus dan perwakilan ormas Islam.

Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Amsal Bachtiar mengabarkan hal tersebut di kantornya usai melepas tim terjun ke lapangan. Akar historis pesantren, kata dia, merupakan lembaga pencetak dan pengkaderan ulama. Sebagian besar ulama dilahirkan oleh pendidikan pesantren dan sejenisnya.

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Riset Kitab Kuning Libatkan 850 Pesantren

“Maka fungsi pesantren sebagai lembaga reproduksi ulama hendaknya terus didorong untuk tetap dipertahankan keberlangsungannya agar pesantren yang ada saat ini tetap mampu melahirkan ulama-ulama yang mutafaqqih fi al-din, karena hal itu merupakan tugas utama pendidikan pesantren,” ujar Amsal.

Dalam perkembangan mutakhir, lanjut dia, banyak lembaga pesantren yang mengembangkan pilihan pendidikan dalam setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Implikasinya saat ini terdapat diversifikasi layanan pendidikan di pesantren. 

IPNU Tegal

“Realitas inilah yang ditengarai berimplikasi kepada intensitas santri dalam mengikuti pengajian kitab kuning di pesantren. Ini pula yang melatari mengapa penelitian ini penting dilakukan,” tandas pria asal Padang ini.

Menurut Koordinator Riset, Nunu A Annahidl, penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Adapun besaran sampel survei pada tingkat kepercayaan 95% (MoE 3,5%) adalah 850 pesantren. Sampel diambil dengan menggunakan teknik multistages cluster proporsional random sampling.

“Wilayah sasaran penelitian terdiri dari 21 kabupaten/kota di 11 provinsi. Daerah yang menjadi sasaran mewakili karakteristik wilayah dan ketersebaran jumlah pesantren secara nasional,” jelas Nunu.

Ia merinci, selain Jakarta Timur di DKI Jakarta ada lima kabupaten untuk daerah di Jawa Barat, yaitu Bogor, Cirebon, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Garut. Sementara Provinsi Banten hanya dua kabupaten yakni  Pandeglang dan Lebak.

IPNU Tegal

“Total kuesioner di Jabar ada 279 buah. Banten 105 buah dan 4 di Jakarta,” ujarnya.

Untuk Jawa Tengah, lanjut dia, ada tiga kabupaten yakni Grobogan, Jepara, dan Magelang. Sementara  di Jawa Timur ada empat kabupaten yaitu Jember, Malang, Sampang, dan Probolinggo.

“Jadi ada 167 kuesioner di Jateng. Sementara di Jatim ada 222 buah,” ungkap pria kelahiran Bandung ini.

Total 777 kuesioner di 14 kabupaten/kota ini, kata Nunu, dikelola langsung oleh petugas di lapangan selama 12 hari. Terhitung mulai Selasa, 24 Oktober hingga Sabtu, 4 Nopember 2017. Sejumlah wilayah di luar Jawa juga terpilih secara random, yakni Padang Sumatera Barat, Palembang Sumatera Selatan, Kabupaten Lampung Tengah Lampung, Kabupaten Lombok Timur NTB, Banjarmasin Kalimantan Selatan, dan Makassar Sulawesi Selatan.

Penelitian tersebut bertujuan ingin memperoleh informasi tentang pelaksanaan pengajian kitab kuning di pesantren yang menyelenggarakan pendidikan madrasah dan atau sekolah formal.

“Ada delapan komponen data yang ingin digali, yaitu kurikulum, proses pelaksanaan, jenjang, jalur, kiai atau ustadz, santri, sarana dan prasarana, serta sistem evaluasi,” pungkas Nunu. (Musthofa Asrori/Kendi Setiawan)





Baca tulisan Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri, Cerita, Kiai IPNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

NU dan Muslimat Malaysia Bersilaturahim ke PBNU

Jakarta, IPNU Tegal. Sekitar 50 orang yang pengurus PCINU dan PCI Muslimat NU Malaysia berkunjung ke PBNU di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (11/12). Selain silaturahim, mereka bertujuan bertukar pikiran dalam memperkuat organisasi, baik antara pengurus NU dengan badan otonom (banom) serta jamaah. 

NU dan Muslimat Malaysia Bersilaturahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Muslimat Malaysia Bersilaturahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Muslimat Malaysia Bersilaturahim ke PBNU

Rais Syuriah PCINU Malaysia KH Sibron Abdul Halim mengungkapkan perbedaan pemerintah Indonesia dengan Malaysia dalam merespon kelompok-kelompok radikal. Menurutnya, Malaysia lebih cepat bertindak dalam pencegahannya. 

"Jadi kalau ada HTI (misalnya), pemerintah sudah bertindak," katanya sembari mengatakan, karena itulah PCINU dan PCI Muslimat NU pun bisa fokus untuk berdakwah. 

IPNU Tegal

Berbeda dengan di Indonesia, lanjutnya, karena pemerintah kurang tegas, sehingga Nahdlatul Ulama harus turut membendung gerakan-gerakan radikal. 

Rombongan itu diterima Ketua PBNU H. Robikin Emhas, Bendahara Umum PBNU Ing H Bina Suhendra, Wakil Sekretaris PBNU Ishfah Abidal Azis, Ketua II PP Muslimat NU Nyai Hj Nur Hayati Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Umum PP Muslimat NU Hj Ulfah Mashfufah.

Robikin menyampaikan tentang pentingnya konsolidasi, penguatan program, dan penguatan akidah, amaliyah an-nahdliayah. 

Lebih dari itu, seluruh pengurus NU harus memegang teguh prinsip dalam berdakwah, yaitu amar makruf bil makruf nahi munkar bil makruf. 

IPNU Tegal

"Itulah Islam washatiyah, Islam moderat, Islam nusantara, Islam yang diajarkan Nabi Muhammad Saw," jelasnya. 

Sebelum ke PBNU, mereka berziarah ke makam-makam Wali Songo untuk menapaki jejak Islam Nusantara. Dalam perjalanan, mereka bersilaturahim ke PCNU Jombang,  PCNU Jepara, dan salah satu MWC NU di Mojokerto. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai, Budaya IPNU Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

PP Muslimat NU Gelar Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan

Jakarta, IPNU Tegal. Pimpinan Pusat Muslimat NU menyegarkan kembali orientasi kepemimpinan organisasinya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu-Ahad (18-19/1). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 90 kader PP Mulimat NU ini merupakan upaya peningkatan kapasitas dan pengembangan kader.

PP Muslimat NU Gelar Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Gelar Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Gelar Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan

Kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tubuh Muslimat NU, menurut Ketua Panitia Hj Mahfudzhoh Aly Ubaid, penting untuk dilakukan karena berkenaan dengan titik tolak perjuangan Muslimat NU itu sendiri.

Acara ini terselenggara atas kerja sama PP Muslimat NU dan Dirjen Bimas Islam Kemenag Agama RI dengan tema, “Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan Berbasis Agama”. Pembukaan acara ini dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali.

IPNU Tegal

Menurut Sekjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dalam sambutannya, kegiatan seperti ini penting untuk semakin menguatkan posisi perempuan. “Meskipun bukan isu baru, peran publik perempuan tetap menjadi bagian penting untuk ormas-ormas keagamaan,” terang Muhammadiyah.

“Baik tua maupun muda kader Muslimat NU, hadir di sini. Karena kualitas pribadi aktivis Muslimat NU harus ditingkatkan sebagai modal utama kepemimpinan,” terang Ketua Periodik IV PP Muslimat NU, Hj Nurhayati Said A Siroj dalam sambutannya.

IPNU Tegal

Pembukaan acara ditandai dengan penyerahan suvenir oleh pengurus PP Muslimat NU kepada Muhammadiyah Amin. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai IPNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Amalan Mujarab Lancarkan Rezeki ala Rasulullah SAW

Pada prinsipnya, zikir sangat dianjurkan pada saat apa saja dan dengan lafazh apa saja. Tidak peduli panas, hujan, mendung, atau terik, zikir tetap disarankan. Tidak ada ketentuan bahwa zikir mesti diperbanyak saat saluran rezeki tersumbat atau kredit macet. Demikian juga di waktu senang. Singkatnya lidah tidak boleh kering dari zikir di mana saja dan kapan saja.?

Tetapi memang ada kalanya Rasulullah SAW menganjurkan para sahabat untuk melazimkan suatu amal. Sementara Rasulullah SAW sendiri menyebutkan buah dari amal tersebut atau tidak menyebutkannya sama sekali.

Amalan Mujarab Lancarkan Rezeki ala Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Mujarab Lancarkan Rezeki ala Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Mujarab Lancarkan Rezeki ala Rasulullah SAW

Berikut ini merupakan amalan yang dianjurkan Rasul SAW kepada sejumlah sahabatnya dengan faidah melonggarkan saluran-saluran rezeki. Demikian disebutkan Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam karyanya Hasyiyah I‘anatut Thalibin ala Fathil Mu‘in.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.?

IPNU Tegal

Tersebut dalam banyak hadits sahih sebuah riwayat di mana Nabi Muhammad SAW memerintahkan sejumlah sahabatnya untuk mengamalkan bacaan ini demi memperlapang rezeki. Sebagian ‘arifin mengatakan, amalan ini teruji dalam melapangkan rezeki lahir maupun batin. Bacaan yang dimaksud ialah “La ilaha illallah. Almalikul haqqul mubin” setiap hari 100 kali. “Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil adzim, astaghfirullahal adzim” setiap hari 100 kali. Banyak guru besar menganggap baik melazimkan bacaan ini saat di antara sembahyang sunah Subuh dan sembahyang Subuh. Kalau kesempatan itu luput, maka bacalah setelah Subuh hingga sebelum fajar menyingsing. Bila di waktu itu luput juga, maka bacalah setelah matahari gelincir (penanda Zhuhur). Singkatnya, kalau bisa jangan sampai setiap orang mengarungi hari-harinya tanpa bacaan ini.

IPNU Tegal

Rezeki yang dimaksud di atas mencakup rezeki lahir maupun batin. Artinya, tidak ada salahnya kalau bacaan ini diamalkan oleh para murid yang cenderung bebal menerima pelajaran atau mereka yang sulit mengubah kebiasaan buruk menjadi baik. Yang jelas, amalan ini menambah pahala yang bersangkutan.

La ilaha illallah. Almalikul haqqul mubin. Muhammadur Rasulullah Ash-shadiqul Wa‘dil Amin” merupakan kalimat yang tertera di pintu Ka‘bah. Siapa membacanya, akan mendapat pahala yang besar. Demikian keterangan Mufti Jakarta Habib Utsman bin Yahya dalam karyanya "Kitab Sifat Dua Puluh" dengan bahasa Arab Melayu. Wallahu A ‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Bahtsul Masail, Kiai, Tokoh IPNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Elemen NU Harus Bersinergi Hadapi Teror dan Gerakan Radikal

Jombang, IPNU Tegal

Terjadinya teror bom di kawasan Sarinah, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) hendaknya menyadarkan semua pihak, khususnya NU untuk semakin menjaga kekompakan. Ancaman gerakan radikal juga dapat diamputasi dengan sinergi seluruh elemen nahdliyin.

Elemen NU Harus Bersinergi Hadapi Teror dan Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Elemen NU Harus Bersinergi Hadapi Teror dan Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Elemen NU Harus Bersinergi Hadapi Teror dan Gerakan Radikal

Demikian disampaikan Ketua PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur, Ema Umiyyatul Chusnah saat dikonfirmasi media ini. "Teror bom yang mengguncang Jakarta membawa pesan agar kebersamaan sesama warga bangsa harus ditingkatkan," katanya, Jumat (15/1). Apalagi dalam waktu yang tidak lama, lanjutnya, bangsa ini juga tengah diuji dengan kemunculan Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara.

"Seperti diketahui, Gafatar mengincar anak muda yang labil untuk direkrut menjadi pengikut. Mereka membujuk secara halus calon anggotanya dengan berbagai program sosial," terang Ning Ema, sapaan akrabnya.

Intensitas mendampingi masyarakat bawah yang dilakukan NU lewat sejumlah kegiatan yang dilakukan lembaga dan badan otonom hendaknya kian ditingkatkan. "Jangan kendor apalagi lengah, karena ini akan menjadi ancaman serius bagi keamanan di kawasan setempat," pesan anggota DPRD Jombang ini.

IPNU Tegal

Yang juga tidak kalah penting diperhatikan, hendaknya lembaga dan Banom NU di semua lapisan bisa menawarkan kegiatan yang bermanfaat bagi nahdliyin. "Pengajian sebagai upaya menguatkan pemahaman agama juga penting untuk terus digalakkan," ungkap cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini. 

Akan tetapi, tambahnya, yang juga harus diperhatikan adalah memberikan keterampilan  bagi warga dengan sejumlah pelatihan yang berguna,. Dengan sejumlah kegiatan sarat makna tersebut dapat dipastikan godaan untuk bergabung dengan gerakan teror dan radikal akan mudah diredam.

Kepada aparat keamanan, salah seorang pengurus di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini juga mengharapkan untuk juga dapat mendeteksi secara dini gerakan yang membahayakan tersebut. 

"Apalagi di Jombang sudah ada 3 pilar keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas yang merupakan gabungan dari perangkat desa, kepolisian dan TNI. Keberadaan 3 pilar Kamtibmas tersebut hendaknya mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Dan kami berharap, tandasnya, baik NU dan 3 pilar Kamtibmas kian bersinergi dalam menjamin suasana kondusif bagi masyarakat di kota santri ini. Hal tersebut sebagai bagian menjaga keutuhan NKRI yang menjadi komitmen NU sejak awal. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai IPNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Jadikan Kiai sebagai Imam dalam Praktik Beragama di Tengah Masyarakat

Pacitan, IPNU Tegal

Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok, KH Luqman Harits Dimyathi menyatakan, pesantren turut bertanggung jawab pada praktik keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat. Pesantren sebagai pewaris ajaran para ulama diakui sebagai pihak yang diserahi tanggung jawab dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikannya pada acara pengajian umum Bakti Santri Ikatan Pelajar Pacitan Pondok Tremas (IPPAPONMAS) bersama dengan masyarakat Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa malam (19/1).

Jadikan Kiai sebagai Imam dalam Praktik Beragama di Tengah Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadikan Kiai sebagai Imam dalam Praktik Beragama di Tengah Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadikan Kiai sebagai Imam dalam Praktik Beragama di Tengah Masyarakat

Katib Syuriyah PBNU itu mengatakan, pesantren memiliki tugas mengajak masyarakat untuk menjalankan praktik keagamaan yang benar yang sesuai dengan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah. Ini sesuai dengan karakter pesantren sebagai risalah rahmatan lil alamin.

"Para kiai, pengasuh pesantren, oleh Allah SWT nanti akan dimintai pertanggungjawaban, sejauh mana pesantren mampu menjaga pengikut Ahlusunnah wal Jamaah dari keterperosokan akhlak dan perilaku keagamaan yang ekstrem," tuturnya.

Oleh sebab itu, pengasuh Pesantren Tremas Pacitan ini mengajak masyarakat dalam melakukan praktik keagamaan agar tidak jauh dari cara beragama dan bermuamalah seperti yang diajarkan oleh para kiai di pesantren. Bila di tengah masyarakat dijumpai persoalan seputar masalah keagamaan, masyarakat dapat meminta penjelasan kepada para santri atau pada kiai di lingkungan pesantren.

IPNU Tegal

"Mari kita jadikan para kiai, pengasuh pesantren sebagai imam dalam praktik beragama kita," jelasnya.

IPNU Tegal

Melalui gerakan Nasional Ayo Mondok, Kiai Luqman juga mendorong masyarakat untuk menjadikan pesantren sebagai pilihan utama dalam menuntut ilmu. "Minimal satu dari putra-putri kita untuk dikirim belajar ke pesantren. Pesantren mana saja, semuanya baik. agar sanad keilmuan dan praktik beragama kita tidak terputus dan terus bersambung hingga Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Para santri Pondok Tremas yang berasal dari Kabupaten Pacitan tiap tahun rutin menggelar kegiatan Bakti Santri IPPAPONMAS di tengah masyarakat. Sebagai upaya mendekatkan dan mengenalkan ajaran nilai-nilai kepesantrenan pada masyarakat.

Berbagai kegiatan dilakukan pada Bakti Santri ini, seperti Dakwah bil Hal, Pengajian umum, Semaan Al-Quran, Lomba-lomba, Kerja Bakti membersihkan lingkungan dan Pentas seni bersama masyarakat. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Kiai, Anti Hoax IPNU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

IPNU, Altruisme, dan Inovasi

Oleh Achmad Faiz MN Abdalla*

Dalam kunjungannya ke Graha Pena Surabaya (8/10) lalu, Presiden Jokowi mengungkapkan, ketertinggalan Indonesia di berbagai sektor terjadi karena iklim inovasi yang sangat rendah. Hal itu sebabkan roda politik, ekonomi, dan sosial stagnan serta cenderung selalu tertinggal. Menurut Presiden Jokowi, ada beberapa masalah yang menjadi penghambat inovasi. Antara lain, regulasi yang berbelit, kultur yang berorientasi prosedur, dan dunia pendidikan yang belum siap.

IPNU, Altruisme, dan Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU, Altruisme, dan Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU, Altruisme, dan Inovasi

Menurut Agustinus Simanjuntak (Jawa Pos, Opini, 13/8) pemerintah perlu membuat regulasi yang melindungi setiap pengambil kebijakan progresif (terkait inovasi teknologi) sekaligus mengfasilitasi para inovator supaya mereka tidak takut menghadapi jerat-jerat birokrasi maupun masalah hukum. Prosedur dan perizinan yang menghambat inovasi sudah seharusnya dihapus demi terciptanya produk barang/jasa yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Masalah lain, adalah kultur pendidikan yang belum siap. Di dalam tulisannya di Jawa Pos (13/8), Asra Al Fauzi menilai, mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya perguruan tinggi, masih jauh dari harapan. Berdasarkan penilaian terbaru dari QS World University Rankings, paling tinggi peringkat ke-277, yakni UI. Salah satu kriteria untuk menentukan reputasi universitas adalah faktor research impact. Karena itu, ditegaskan Asra Al Fauzi, jiwa inovatif generasi muda harus dibangun dari kultur pendidikan.

Sikap Altruistik

IPNU Tegal

Selanjutnya di dalam tulisannya, Agustinus Simanjutak menyebut, bahwa pejabat pengambil kebijakan progresif soal inovasi teknologi serta para inovator umumnya adalah kaum berintegritas dan berjiwa altruis (mementingkan kebutuhan orang lain). Dipaparkan dalam tulisannya, bahwa negara-negara paling inovatif di dunia (2017) didominasi mereka terbersih dari korupsi sekaligus mampu mengatasi regulasi dan birokrasi yang menghambat inovasi. 

Negara yang paling inovatif umumnya masuk dalam 25 besar peringkat terbersih dari korupsi versi Transparency International (TI) 2016. Misalnya, Swiss, Swedia, dan Jerman. Menurut The Global Innovation Index (GII) 2017, mereka sangat inovatif di sektor riset, infrastruktur, kecanggihan pasar, dan kreatifitas bisnis. Sedangkan tingkat inovatif kita masih cukup rendah, yakni di urutan ke-88 dari 128 negara. Kondisi itu selaras dengan hasil survey TII yang menempatkan Indonesia di urutan ke 90 dari 176 negara terkait dengan Corruption Perceptions Index 2016.

Data tersebut menunjukkan, ada keterkaitan antara hasil inovasi dengan tingkat korupsi. Negara-negara yang inovasinya terburuk umumnya memiliki tingkat korupsi paling tinggi. Karena itu, menurut Agustinus Simanjutak, tiada inovasi tanpa moral. Inovasi positif akan sulit lahir di negara yang korup serta warganya kebanyakan berperilaku curang. Korupsi akan merusak moral dan semangat berinovasi. Sebaliknya, inovasi-inovasi terbaik itu hanya lahir dari orang-orang yang berhati jujur dan mulia (altruis).  

Dijelaskan Agustinus Simanjutak, alasannya, pertama, kaum altruis pasti memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain. Misalnya, dulu produk jamu Nyonya Meneer dibuat Ibu Meneer saat prihatin dengan kondisi suaminya yang sakit keras. Rasa empati seorang istri terhadap suami ternyata bisa menghasilkan produk yang berguna bagi masyarakat. Kedua, kaum altruis pasti pekerja keras. Bahkan mereka tak mengenal waktu dalam berkarya untuk menuangkan inspirasinya ke dalam ragam kreatifitas produk.

Dalam artikel berjudul Altruisme dan Filantropis (Borrong, 2006), dijelaskan, suatu tindakan altruistik adalah tindakan kasih yang dalam bahasa Yunani disebut Agape. Agape adalah tindakan mengasihi atau memperlakukan sesama dengan baik semata-mata untuk tujuan kebaikan orang itu dan tanpa dirasuki oleh kepentingan orang yang mengasihi. Maka, tindakan altruistik pastilah selalu bersifat konstruktif, membangun, memperkembangkan dan menumbuhkan kehidupan sesama. 

IPNU Tegal

Suatu tindakan altruistik tidak berhenti pada perbuatan itu sendiri, tetapi keberlanjutan tindakan itu sebagai produknya dan bukan sebagai kebergantungan. Istilah tersebut disebut moralitas altruistik, dimana tindakan menolong tidak sekedar mengandung kemurahan hati atau belas kasihan, tertapi diresapi dan dijiwai oleh kesukaan memajukan sesama tanpa pamrih. Dari hal tersebut seseorang yang altruistik dituntut memiliki tanggung jawab dan pengorbanan yang tinggi.

Membangun Kultur Inovatif melalui IPNU

Organisasi pelajar seperti IPNU atau IPPNU, tentu penting peranannya bagi santri dan pelajar NU untuk menumbuhkan sikap altruistik. Sebagai bagian dari organisasi masyarakat NU, IPNU telah menjadi wadah bagi para pelajar NU untuk mengasah empatinya terhadap persoalan sosial. Itu yang penulis rasakan selama aktif di IPNU sejak masih duduk di bangku Tsanawiyah. IPNU memperkaya dimensi wawasan kadernya, sehingga mereka tidak terbatas di ruang kelas sekolah.

Ketika seseorang belajar di kelas, ia hanya akan disuguhi materi-materi normatif yang bersifat sollen. Pelajar hanya akan disuguhi indahnya teori, peraturan serta norma yang mengatur masyarakat mencapai tujuan bersama. Namun ketika seorang pelajar berorganisasi, ia tidak hanya mengandalkan apa yang ia dapatkan di kelas. Ia akan mengetahui kesenjangan antara apa yang seharusnya atau yang ideal (das sollen) dengan apa yang senyatanya (das sein). 

Kesenjangan itulah yang disebut persoalan atau masalah. Karena itu, di IPNU, pelajar NU didorong untuk tidak terbatasi oleh tembok sekolah. Para pelajar NU diajak untuk membaca realitas sosial serta persoalan-persoalan di dalamnya yang itu barangkali tidak didapatkannya di dalam kelas. Dengan begitu, berorganisasi di IPNU akan mendorong para pelajar NU untuk memiliki rasa empati dan kepekaan sosial. Maka, sikap altruistik para pelajar NU sedikit banyak telah terbangun melalui partisipasinya di IPNU.

Lantas menjadi perhatian kita sekarang, adalah bagaimana modal sikap altruistik yang sudah terbangun itu berdampak positif terhadap masyarakat dengan melahirkan inovasi-inovasi positif. Sikap altruistik tersebut harus dikontruksikan untuk melahirkan inovasi-inovasi, baik berupa kegiatan-kegiatan yang prososial maupun penelitian-penelitian ilmiah. Dengan begitu, sikap altruistik yang telah terbangun tersebut tidak sekedar bermakna partisipatif, melainkan juga harus bersifat produktif. 

Sebagai contoh, IPNU Banyutengah Gresik yang mendirikan Sekolah Kader Desa. Sekolah itu bertujuan untuk memberi wawasan ke masyarakat, terutama ke para pemuda, tentang aspek-aspek pembangunan desa yang diatur di dalam UU Desa. Misal saja tentang Dana Desa. Ide pendirian sekolah tersebut muncul setelah melihat fakta bahwa salah satu persoalan pembangunan desa partisipatif sebagaimana diamanahkan UU Desa adalah kualitas SDM.

Karena itu, pemberdayaan dan penguatan peran masyarakat menjadi urgen.

Maka, dalam rangka memperingati Hari Santri 2017, penting untuk kita renungkan, sejauh mana peran santri dan pelajar NU dalam membangun kultur inovasi. 

*Penulis adalah pelajar NU Gresik

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai IPNU Tegal

Jumat, 24 November 2017

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Jakarta, IPNU Tegal - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) menandatangani kerja sama dalam pelayanan jasa perbankan di Muamalat Tower, Kuningan, Jakarta, Senin (20/6) sore. Secara konkret NU DKI Jakarta akan membuka gerai Muamalat di lokasi yang jaringan berjejaring dengan NU DKI Jakarta.

Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah menyambut baik kerja sama kedua pihak ini. Ia mendukung gerai-gerai Muamalat untuk hadir di pelosok-pelosok DKI Jakarta.

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Alhamdulillah penandatanganan kesepakatan antara kedua pihak ini berjalan lancar. Saya akan berkomitmen bahwa setelah kesepakatan ini seluruh transaksi PWNU mesti pakai Bank Muamalat Indonesia,” kata H Saefullah.

IPNU Tegal

Ia berharap sosialisasi layanan perbankan berbasis syariah ini dikemas dengan bahasa yang sederhana.

“Saya sebagai Ketua PWNU sudah memulainya. Sejak ini saya menutup semua rekening bank lain,” kata H Saefullah.

Tampak hadir Rais Aam NU KH Makruf Amin, pengurus harian PWNU DKI Jakarta, dan jajaran Direksi Bank Muamalat serta Pimpinan Cabang Bank Muamalat Se-Jabodetabek. (Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai, Khutbah IPNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Syaikh Nawawi al-Bantani; Mutiara Nusantara yang Bersinar di Hijaz

Nama Syaikh Nawawi al-Bantani mungkin sudah tidak asing lagi, terutama di kalangan pesantren di Indonesia. Beliau merupakan ulama Nusantara yang multi talenta dan produktif dengan banyak karya tulis dari berbagai disiplin ilmu. Karya-karyanya tersebar keberbagai belahan dunia islam, terlebih di Timur Tengah dan Nuasantara. Bahkan sampai saat ini, karya-karya beliau masih eksis menjadi kajian utama di pesantren-pesantren salaf yang ada di Indonesia. Islam Nusantara yang dulunya masih terdengar tabu kini menjadi semakin dikenal dunia dengan tampilnya Syaikh Nawawi al-Bantani sebagai pengajar dan imam di Masjidil Haram. Kedalaman ilmu serta kerendahan sifatnya menjadi buah bibir banyak ulama di dunia terutama para ulama dari Haramain. Pengajiannya selalu ramai dipenuhi pelajar dari penjuru dunia yang ingin merasakan manisnya madu keilmuan Syaikh Nawawi al-Bantani.

Hal inilah yang membuat Amirul Ulum menulis buku yang mengupas sejarah Syaikh Nawawi al-Bantani. Melalui buku “Penghulu Ulama di Negeri Hijaz” ini, dikupas secara detail perjalanan hidup Syaikh Nawawi al-Bantani mulai dari sejarah leluhurnya yang gagah perkasa dengan kesulatanan Banten sampai lahir keturunan dari pendiri kesultanan itu Syaikh Nawawi al-Bantani, cahaya yang kelak akan ? bersinar terang melanjutkan kegemilangan yang pernah diraih kesultanan Banten sebelum diporakporandakan oleh kelicikan para kompeni.

Syaikh Nawawi al-Bantani; Mutiara Nusantara yang Bersinar di Hijaz (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaikh Nawawi al-Bantani; Mutiara Nusantara yang Bersinar di Hijaz (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaikh Nawawi al-Bantani; Mutiara Nusantara yang Bersinar di Hijaz

Saat kesultanan Banten dilenyapkan oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1813, di tahun tahun itu pula lahir bayi dari pasangan Kiai Umar dan Nyai Zubaidah yang diberi nama Muhammad Nawawi. Nama Nawawi yang disematkan Kiai Umar kepada putra sulungnya ini terinspirasi dari seorang ulama yang kitabnya sering dikaji oleh Kiai Umar. Ulama itu berasal dari daerah Nawa, Damaskus, Suriah, yang terkenal dengan sebutan Imam an-Nawawi. Dengan menamai putra sulungnya Nawawi, Kiai Umar berharap putranya itu akan menjadi seorang ulama yang handal seperti halnya Imam an-Nawawi yang merupakan sosok ulama alim yang ahli dalam berbagai kajian keilmuan. (hal 50-52)

Syaikh Nawawi al-Bantani lahir dan dibesarkan di lingkungan yang mengedepankan sendi-sendi keislaman. Ayahnya, Kiai Umar adalah seorang ulama alim yang selalu memantau pendidikannya bersama keenam saudaranya. Bersama dengan Nyai Zubaidah, Kiai Umar meniupkan pelajaran-pelajaran keislaman seperti membaca Al-Qur’an, Fiqih, Teologi dan Gramatika Arab. (hal 54)

IPNU Tegal

Sebelum mencari ilmu dan menetap di Hijaz, Syaikh Nawawi sempat melakukan pengembaraan dalam mencari ilmu ke tiga pesantren yang ada di tanah air.Yaitu ketika berusia 8 tahun, beliau beserta kedua adiknya diperintahkan Kiai Umar untuk belajar kepada Kiai Haji Sahal. Sebelum berangkat, Nyai Zubaidah menyampaikan sebuah pesan yang cukup unik kepada ketiga putranya itu, bahwa ia akan selalu mendoakan dan merestui dengan syarat tidak boleh pulang sebelum kelapa yang ditanam Nyai Zubaidah berbuah. (hal 56)

Setelah mendengar kabar bahwa kelapa yang ditanam ibunya telah berbuah, Syaikh Nawawi segera pulang. Baru setelah itu beliau melanjutkan belajar di tanah Haramain. Tiga tahun belajar di sana, Syaikh Nawawi akhirnya pulang ke tanah kelahirannya untuk menyebarkan ilmu yang diperolehnya dari Hijaz. Namun karena selalu diintimidasi oleh para kompeni akhirnya Syaikh Nawawi memutuskan kembali ke Hijaz untuk menetap dan memperdalam ilmunya sekaligus menyiapkan militan dari para penduduk pribumi yang belajar di Hijaz yang nantinya akan mengkader para pejuang-pejuang agar bisa mengusir para penjajah dari tanah mereka. (hal 77)

IPNU Tegal

Pada bagian akhir dari buku ini dipaparkan kontribusi besar yang diberikan Syaikh Nawawi kepada umat Islam khususnya umat Islam Nusantara, seperti banyaknya ulama yang dilahirkan dari tangan beliau. Diantara ulama-ulama itu ada yang menetap dan menjadi pengajar atau imam di Masjidil Haram seperti Syaikh Mafudz at-Turmusi, dan ada juga yang kembali ke Tanah Air seperti Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. (hal 117)

Kehadiran buku ini akan menambah khazanah Islam Nusantara yang telah harum di kancah keilmuan internasional. Membaca kisah Syaikh Nawawi dalam buku ini dapat memberikan sebuah semangat untuk meneladani dan meniru prestasi yang telah ditorehkan beliau untuk Islam Nusantara. Buku ini cocok dibaca untuk semua kalangan, terutama bagi generasi muda agar bisa meniru perjuangan Syaikh Nawawi dalam menuntut ilmu sehingga nantinya bisa melahirkan sosok-sosok seperti Beliau yang mampu membawa Nusantara go internasional. Dengan bahasa yang ringan dan sederhana, menambah kenikmatan untuk menyelami lautan kisah yang ada dalam buku ini.

Data buku

Judul Buku: Penghulu Ulama di Negeri Hijaz

Penulis: Amirul Ulum

Penerbit: Pustaka Ulama

Tahun: 2015

Tebal: 134 halaman

ISBN: 978-602-14834-8-0

Peresensi: Alfan Maghfuri, mahasiswa Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai, Ubudiyah IPNU Tegal

Kang Said Resmikan Abdurrahman Wahid Centre

Depok, IPNU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia KH Said Aqil Siroj meresmikan Abdurrahman Wahid Centre di Perpustakaan UI lantai Y, Depok, Rabu (18/7).

Kang Said didampingi Rektor UI Gumilar R Somantri dan Kepala Abdurrahman Wahid Centre Ahmad Suaedy. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh istri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Hadir juga tiga putrinya Yenny, Nita dan Inayah.

Kang Said Resmikan Abdurrahman Wahid Centre (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Resmikan Abdurrahman Wahid Centre (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Resmikan Abdurrahman Wahid Centre

Turut menyaksikan sutradara Garin Nugroho, peneliti NU dari Jepang Mitsuo Nakamura, rohaniwan Mudji Sutrisno dan Ketua ISNU Ali Masykur Moesa.

Upacara peresmian langsung dilanjutkan dengan diskusi publik bertajuk “Agama dan Toleransi di persimpangan Jalan”.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Dalam sambutannya Sinta Nuriyah berharap Abdurrahman Wahid Centre bisa menjadi ruang bersama untuk kemaslahatan umat dengan latar belakang yang berbeda.

Dirinya meminta pihak-pihak yang memiliki dan menyimpan koleksi Gus Dur baik berupa tulisa atau foto dapat digandakan untuk dikoleksi Abdurrahman Wahid Centre.

“AWC diharapkan dapat menambah khasanan pendidikan di UI,” katanya.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai IPNU Tegal

Senin, 13 November 2017

Mantan Pimpinan Teroris Ini Bersyukur Disadarkan

Makassar, IPNU Tegal

Mantan Pimpinan Teroris Asia Tenggara Nasir Abbas dalam orasi singkatnya di hadapan ratusan pengurus dan anggota Kosgoro Sulawesi Selatan mengungkapkan rasa syukurnya setelah disadarkan mengenai aksi brutalnya itu.

"Kesyukuran saya karena rencana besar saya untuk melakukan teror di Asia Tenggara pada tahun 2003 itu gagal setelah Pak Saud Usman menangkap saya," ujarnya saat menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan di Balai Jenderal Muh Yusuf Makassar, Jumat.

Mantan Pimpinan Teroris Ini Bersyukur Disadarkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Pimpinan Teroris Ini Bersyukur Disadarkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Pimpinan Teroris Ini Bersyukur Disadarkan

Nasir Abbas mengatakan, dirinya merupakan guru dari Imam Samudra serta guru dari para teroris terkenal lainnya di Asia telah banyak menciptakan banyak kamp latihan bagi para pemuda.

Di hadapan seribuan pengurus dan anggota Kosgoro itu, dia menceritakan bagaimana rasanya saat memimpin kelompok Mujahiddin di beberapa wilayah di Asia Tenggara sebagai otak kelompok teroris.

IPNU Tegal

Diungkapkannya, dirinya adalah Ketua Mantiqi III untuk mengatasi wilayah di Asia Tenggara, seperti, Sabah Malaysia, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan beberapa wilayah lainnya.

"Jadi wilayah-wilayah ini diamanahkan untuk saya untuk dijadikan sebagai tempat atau pintu masuk militer Jamaah Islamiyah. Jadi cara kerjanya itu, memanfaatkan konflik yang terjadi seperti di Poso," katanya.

Pengakuan Nasir Abbas yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Jend (Purn) Ryamizard Ryacudu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Agung Laksono serta Kepala BNPT Komjen Pol Saud Usman Nasution.

Dia mengaku, sejak remaja usia 18 tahun dirinya sudah dikirim ke Afghanistan mengikuti pelatihan militer selama enam tahun dan bergabung dengan beberapa kelompok radikal lainnya.

Nasir menyebutkan, Santoso adalah murid dari Imam Samudra yang dimana pada tahun 1992 di Afghanistan, dirinya bertemu langsung dengan Imam Samudra, Umar Patek, Dr Azhari, Ali Imron dan beberapa pelaku terorisme asal Indonesia lainnya yang masuk pada angkatan ke 10.

IPNU Tegal

Melalui pengalamannya itu, dia kemudian membangun kamp pelatihan militer di beberapa negara seperti Filipina. Selama tiga tahun, dirinya mempersiapkan para relawan yang akan menjadi mujahidin.

Bukan cuma itu, para mujahidin yang telah melalui proses pelatihan militer dengan keras itu juga dibekali dengan senjata, amunisi, bahan peledak dan peralatan perang yang kemudian disimpan untuk dipasok di beberapa wilayah seperti Poso, Sulawesi Tengah.

Menurut Nasir yang merupakan warga asli Malaysia itu, dirinya ditangkap di wilayah Bantar Gebang, Bekasi, 17 April 2003. Pada saat itu, dirinya ingin memanfaatkan perjanjian Malino dengan menciptakan teror dan meledakkan beberapa tempat.

Namun, upayanya itu gagal saat dirinya diringkus oleh detasemen khusus anti teror dengan dipimpin langsung oleh Saud Usman Nasution yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Pria berkacamata ini dikenal sebagai instruktur pelaku Bom Bali I, 2002 di kamp mujahidin, Kamp Saddah di Afghanistan (awal 1990) dan Kamp Hudaibiyah di Mindanao.?

Nasir masuk angkatan kelima pelatihan militer di Kamp Saddah. Tak heran jika Nasir merupakan tokoh teroris yang paling dicari di Asia Tenggara pada saat itu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga, Kiai IPNU Tegal

Kamis, 02 November 2017

Anak Muda Didorong Gunakan Internet “Sehat”

Bogor, IPNU Tegal

Dewasa ini konten internet sarat mengatasnamakan Islam, tapi tidak merepresentasikan ajaran Islam. Hal itu menggugah The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia dan Komunitas Belajar Islam untuk menggelar “Workshop Jurnalisme: Islam dan Media”. Kegiatan tersebut digelae di Pesantren Inggris Assalam, kabupaten Bogor, 14-16 Oktober 2016.

Dewan Pengurus AMAN Indonesia Imam Malik mengatakan, acara ini bertujuan untuk mendorong meningkatnya pemahaman kepada anak muda jurnalis dan pegiat dunia maya tentang kontra narasi untuk mewujudkan internet yang bersih dan? sehat.

Anak Muda Didorong Gunakan Internet “Sehat” (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda Didorong Gunakan Internet “Sehat” (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda Didorong Gunakan Internet “Sehat”

“Selain itu, hasil dari acara ini ke depannya dapat memproduksi konten yang berisi nilai-nilai utama agama yang meliputi keadilan, kebaikan dan persatuan untuk dipublikasikan secara online,” kata Malik pada workshop yang menggandeng CSSMoRA Nasional itu.

IPNU Tegal

Menulis, kata Malik, salah satu cara untuk mengubah peradaban. Terlebih perpaduan dunia digital dan internet, lalu dikemas dengan konten-konten keislaman yang harmoni, damai dan toleran.

IPNU Tegal

“Sehingga kalangan masyarakat yang ingin mengenal dan mempelajari Islam mendapatkan konten yang baik. Tidak tercampur dengan isu-isu politik dan terorisme saat ini yang sering kali tidak mencerminkan ajaran Islam,” lanjutnya.

Sebanyak 25 peserta dari kalangan santri dan mahasiswa perguruan tinggi di pulau Jawa itu mendapatkan materi tentang dasar menulis, narasi keramahan islam, digital dan internet, lalu praktik menulis.? Selanjutnya mereka akan menjadi kontributor situs mengenalislam.com. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kiai IPNU Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Peluang dan Tantangan Baru NU

Syukur alhamdulillah bahwa NU telah mencapai usia 94 tahun, jika dihitung dalam sistem penanggalan Hijriyah. NU telah melintasi berbagai zaman, dari era prakemerdekaan hingga era reformasi. Masing-masing memiliki dinamikanya sendiri yang tidak mudah untuk dijalani, tetapi semuanya berhasil dilalui dengan baik. Peluang dan tantangan ke depan tidak kalah dinamisnya karena kini tatanan kehidupan sudah berubah secara signifikan daripada masa-masa sebelumnya.

Kesempatan dalam bidang politik kini terbuka luas bagi kader NU setelah Orde Reformasi yang memungkinkan semua pihak membentuk partai politik baru. Dalam hal ini, telah NU membentuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjadi wadah bagi kader-kader NU untuk berkiprah dalam ranah politik. Perjuangan melalui parlemen ini telah mengupayakan sejumlah kebijakan yang lebih pro kepada rakyat kecil yang di dalamnya banyak terdapat warga NU. Banyak kader NU kini menjadi pemimpin daerah di mana mayoritas warganya adalah Nahdliyin. Dengan demikian, mereka lebih tahu dan lebih peka kebutuhan masyarakatnya yang selama ini kerap diabaikan.?

Peluang dan Tantangan Baru NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluang dan Tantangan Baru NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluang dan Tantangan Baru NU

Di sisi lain, demokrasi liberal yang padat modal saat ini menjadikan proses demokrasi berlangsung secara transaksional yang di antaranya berwujud dalam politik uang. Pola pemilihan seperti ini telah menyingkirkan orang-orang berintegritas tetapi minim modal. Para pemenang dalam kontestasi politik bukan hanya berusaha mengembalikan modalnya, tetapi mencari untung. Biaya politik yang mahal ini akhirnya berujung pada banyaknya kasus karupsi. Tentu saja rakyat yang paling dirugikan. NU dalam konteks ini merekomendasikan agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD sebagaimana ditetapkan dalam Munas NU Cirebon (2012).?

Isu SARA juga menjadi salah satu persoalan terkait dengan politik yang mengemuka. Para kontestan dalam pilkada menggunakan tema-tema SARA sebagai sarana untuk meraih dukungan massa. Akibatnya, harmoni masyarakat menjadi rusak karena kepentingan politik jangka pendek ini. NU telah berupaya keras menjaga menjadi penyeimbang sehingga kondisi ini tetap stabil, sekalipun hal ini tidak mudah.?

Kebijakan pemerintah yang lebih memperhatikan sektor pendidikan juga telah memberikan banyak kesempatan kepada warga NU untuk memperoleh pendidikan yang lebih layak atau pada jenjang yang lebih tinggi. Sertifikasi guru dan dosen sebagai sarana untuk peningkatan kualitas pendidikan, telah meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen berlatar belakang NU. Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) telah membantu operasional sekolah-sekolah NU. Kesempatan beasiswa terbuka bagi siapa saja, termasuk ada beasiswa khusus bagi santri. NU juga mendapat kesempatan mendirikan perguruan tinggi baru di sejumlah tempat untuk menampung lulusan sekolah menengah dari lingkungan NU. Pendidikan merupakan upaya untuk melakukan akselerasi yang cepat untuk masuk ke kelas menengah yang saat ini terus bertumbuh. Semuanya mengarah pada peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan warga NU secara keseluruhan.

IPNU Tegal

Di sisi lain, sekalipun sudah digelontorkan dana yang sangat besar, yaitu mencapai 20 persen dari APBN, ternyata banyak pihak merasa kualitas pendidikan yang ada saat ini masih jauh dari harapan. Daya kompetisi pendidikan Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Pendidikan agama yang menjadi basis utama NU yang dikelola di bawah Kementerian Agama mendapat alokasi dana yang lebih kecil daripada yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pesantren sampai saat ini belum diakui sebagai pendidikan formal. Akibatnya, sistem pendidikan asli Indonesia ini tidak mendapatkan kucuran dana untuk mendukung proses belajar mengajar. Padahal, sesungguhnya setiap warga negara mendapatkan hak atas kualitas yang sama dalam mengakses pendidikan.?

Teknologi informasi yang berkembang sedemikian cepat juga menjadi peluang bagi pengembangan dakwah NU. Sosial media sebagai bentuk baru komunikasi warga telah mampu menyebarkan informasi dengan sangat massif. Kini, warga NU dengan mudah dapat mengikuti petuah atau bertanya kepada para kiai dengan mengikuti media sosial yang dimiliki oleh para kiai. Video-video pengajian dai favorit dari kalangan NU bisa didengarkan melalui Youtube yang bisa diputar ualng kapan saja. Acara-acara besar NU juga bisa dihadiri melalui siaran langsung (live) melalui streaming dari mana saja, yang kini merupakan hal yang sangat mudah dilakukan. Dengan demikian, dakwah, pesan-pesan kebaikan, atau konsolidasi organisasi bisa dilakukan dengan sangat mudah dan hemat biaya. Efektifnya pembentukan PCINU-PCINU di sejumlah negara atau komunikasi dengan PCNU di daerah terluar dan terpencil sangat terbantu dengan teknologi informasi ini. ?

Di sisi lain, teknologi informasi bagaikan pedang bermata dua. Selain manfaat yang banyak, terdapat potensi negatif seperti pornografi, penyebaran ajaran radikal, hingga penyebaran berita palsu yang kini marak. Semuanya membutuhkan kemampuan dan daya kritis dalam dunia baru ini.

Semua baru ini perlu mendapat perhatian dan penanganan dari NU agar mampu mengambil manfaat dan meminimalisir dampak negatifnya. Zaman telah bergerak sedemikian cepatnya. Dan tanpa terasa kita menjadi bagian arus besar tersebut. Mereka yang ingin bertahan dapat menggunakan pepatah anglaras ilining banyu, ngeli, tapi ora keli, yaitu mengikuti arus air tetapi tidak hanyut. NU, menjadi tempat warganya untuk berpegangan, untuk memberi panduan atas perubahan-perubahan yang bisa menghanyutkan . Selamat harlah ke-94 NU.?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Kiai IPNU Tegal

Jumat, 07 Juli 2017

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara

Jepara, IPNU Tegal. KH Ubaidillah Nur Umar dan KH Hayatun Abdullah Hadziq terpilih menjadi Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidiyah PCNU Jepara masa khidmah 2015-2020, dalam Konferensi Cabang NU (Konfercab) ke-31 NU yang berlangsung di aula Gedung NU Jepara lantai 2, Ahad (15/11) dini hari.

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara

Kiai Ubaidillah dipercaya sebagai Rais Syuriyah setelah proses pemilihan menggunakan sistem Ahlul Halli wal Adqi (AHWA). Mulanya muncul 24 kandidat AHWA. Kemudian dikerucutkan menjadi 5 kiai.

Pada proses pemilihan anggota AHWA sudah muncul 5 besar, antara lain KH Ubaidillah Nur Umar (14), KH Kamil Ahmad (10), KH Makmun Abdullah Hadziq (9), KH Mahfudz Sidiq (6), dan KH Nur Hasan (4).

IPNU Tegal

Karena ada dua kiai yang berhalangan hadir, yakni Kiai Mahfud Sidiq dan Kiai Nur Hasan, sesuai dengan keputusan musyawarah dianggap batal, maka dilakukan pemilihan tahap kedua untuk mengisi posisi AHWA yang masih kosong.

IPNU Tegal

Pada sidang pemilihan yang diketuai H Mukhlisin dan wakil ketua Iman Fadlilah kembali mengerucut dua nama KH Nor Rohman Fauzan dan KH Nafiudin Hamdan.

Setelah terpilih 5 nama Ahwa KH Ubaid, KH Kamil, KH Makmun, KH Nor Rohman dan KH Nafiudin. Kelima kiai ini menggelar rapat terbatas dan memutuskan KH Ubaidillah Nur Umar sebagai Rais Syuriyah.

Dalam sidang pemilihan Ketua Tanfidiyah, KH Hayatun Abdullah memperoleh suara 10, disusul KH Asyhari Syamsuri dengan 5 suara dan Shodiq Abdillah 1 suara.

“Sesuai Pasal 27 ayat 4 Tatib Konfercab menyatakan calon yang memperoleh separo plus 1, 9 dinyatakan aklamasi dan tidak ada lagi pemilihan untuk kedua kalinya. Sehingga KH Hayatun terpilih secara aklamasi,” terang Mukhlisin, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Terpisah, KH Asyhari Syamsuri, ketua demisioner PCNU Jepara saat ditemui IPNU Tegal usai pemilihan, memberikan dukungan kepada ketua PCNU terpilih. “Semoga 5 tahun ke depan kepemimpinan KH Ubaidilllah dan KH Hayatun lebih baik dari yang sekarang,” katanya.

Sedangkan KH Hayatun, ketua terpilih menyatakan tanfidiyah merupakan pelaksana NU. Dalam kinerjanya pengasuh pesantren Hadziqiyah Jepara ini tidak ingin mendahului dawuh Syuriyah.

Pihaknya berkomitmen bersih dari aktivitas politik praktis menjelang pesta demokrasi 2017.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diikuti 16 MWCNU dan ratusan ranting se-Kabupaten Jepara. H. Slamet Effendy Yusuf didaulat untuk membuka konfercab yang ditandai dengan pemukulan kentongan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal IMNU, Kiai, Lomba IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock