Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Oleh Mohamad Muzamil

Sebagai umat Islam kita patut bersyukur atas terselenggaranya Konferensi Internasional Bela Negara yang diselenggarakan Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Muktabaroh al-Nahdliyah (Jatman) bekerja sama dengan Kementerian pertahanan RI tanggal 27-29 Juli di Pekalongan. Konferensi yang dihadiri ulama thariqah dari 40 Negara tersebut menghasilkan 15 poin kesepakatan penting, agar umat Islam dan segenap komponen bangsa di dunia ini mencintai negaranya masing-masing serta mendorong terwujudnya kerja sama internasional dalam mewujudkan perdamaian, keadilan dan kemakmuran.

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Kesepakatan dalam konferensi internasional tersebut mencerminkan kedalaman dan keluasan serta pengamalan ilmu yang dimiliki ulama thariqah. Ulama thariqah bukan semata-mata menguasai ilmu tasawuf semata namun juga mengusai ilmu tauhid dan syariah secara lengkap serta menguasai ilmu-ilmu untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.

Dengan demikian ulama thariqah adalah kumpulan orang-orang yang muwahid (memahami dan mengamalkan tauhid), faqih (memahami dan mengamalkan syariah) dan shufi (memahami dan mengamalkan al-ihsan). Mereka termasuk orang-orang yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah, menebarkan semua kebahagiaan dan kebaikan dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat kelak.

IPNU Tegal

Mereka termasuk orang-orang pilihan Allah yang dikehendaki-Nya diberikan ilmu, hikmah dan keutamaan-keutamaan serta istiqomah dalam ibadah dan kebaikan. Mereka sama sekali tidak menaruh syak wasangka kepada siapa pun utamanya kepada orang-orang yang belum mendapat petunjuk sekalipun. Justru para ulama tersebut memiliki rasa kasih sayang yang besar kepada umat sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mencintai umat manusia.

IPNU Tegal

Mereka selalu berikhtiar dan mendoakan kepada semua umat manusia di dunia ini agar mendapatkan hidayah, keadilan dan kemakmuran dalam kehidupannya.

Dalam menjalankan amar maruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan mencegah keburukan), mereka melakukannya dengan hikmah, kearifan dan tanpa tindakan kekerasan. Mereka tidak memiliki kepentingan pribadi kecuali semata-mata mengharap ridha Allah Taala.? Mereka selalu berbuat baik kepada siapa pun sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya serta para al-salaf al-shalih melakukannya dalam sejarah yang telah lampau.

Para ulama thariqah selalu berprasangka baik kepada siapa pun. Jika mereka melihat orang yang lebih tua maka mereka beranggapan bahwa orang yang lebih tua itu telah memiliki amal kebaikan yang sangat banyak. Sedangkan jika mereka melihat orang yang lebih muda maka mereka menganggap bahwa yang masih muda belum memiliki dosa dan kesalahan yang banyak. Hal ini menjadi karakter yang luar biasa dari ulama thariqah karena diilhami sultan auliya Syekh Abdul Qadir al-Jailani radliyallahu anh. Pernah suatu ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani pulang dari shalat jamaah di masjid. Dalam perjalanan ia bertemu seorang pemuda yang sedang dalam kondisi mabuk karena minuman keras. Waktu itu dalam hati Syekh Abdul Qadir al-Jailani terlintas dalam pikirannya (tidak dikatakan): "Pemuda kok mabuk-mabukan". Alangkah terkejutnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pemuda itu mengatakan dengan lantangnya: "Hai Syekh, anda ditakdirkan Allah termasuk orang yang al-alim al-allamah dan rajin beribadah. Bagaimana jika anda ditakdirkan Allah seperti saya yang pemabuk ini?" Seketika itu pula Syekh Abdul Qadir menangis mohon ampun kepada Allah Taala.

Semangat Kebangsaan

Semangat kebangsaan para ulama thariqah diilhami dari semangat Rasulullah dalam mencintai umatnya. Karena begitu besar rasa cinta Rasulullah kepada umat atau bangsanya, Rasulullah tidak ingin adanya pertumpahan darah yang akan memakan korban akibat ancaman dan perilaku keras orang-orang kafir Quraisy. Berdasarkan wahyu dari Allah, Rasulullah memerintahkan kepada umatnya untuk hijrah ke Habasyah. Setelah itu diperintahkan untuk hijrah ke Yatsrib atau Madinah.

Hijrah Rasulullah dan para sahabatnya ke Madinah bukan untuk menjajah sebagaimana orang-orang imperialis, tetapi untuk melaksanakan perintah Allah dan adanya pertolongan dari penduduk Madinah yang disebut kaum Anshar. Rasulullah dan para sahabatnya (kaum muhajirin) dapat hidup rukun dan bekerjasama dalam membentuk peradaban baru yang damai atas dasar nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Taala.

Kaum muhajirin bukan hanya bekerjasama dengan kaum anshar yang muslim tetapi juga kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani di Madinah. Mereka saling memperkuat satu sama lainnya dan membentuk pertahanan yang kokoh di Madinah dari serangan musuh. Ini lah contoh sebuah peradaban yang agung dan sangat mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Semangat cinta tanah air juga dilakukan para ulama di Nusantara ini sejak datangnya kaum penjajah. Hal ini misalnya dilakukan para Wali Songo pada abad ke-15 masehi dengan adanya perlawanan Raden Fatahillah kepada penjajah Portugis di Batavia, kemudian disusul perlawanan dari kesultanan yang ada di nusantara ini seperti Sultan Hasanudin, Sultan Agung Hanyukrokusumo, Sultan Ternate, Tidure dan sebagainya yang kesemuanya adalah atas bimbingan dan nasihat dari para ulama thariqah.

Setelah itu pada awal abad ke-19, muncul Pangeran Diponegoro dari kasultanan Mataram Yogyakarta, yang melakukan perlawanan kepada penjajah Belanda di tanah air pada tahun 1825-1830. Pangeran Diponegoro adalah termasuk pengamal thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Kemudian perjuangan kemerdekaan Indonesia dilanjutkan oleh ulama thariqah seperti Syekh Yusuf almakasari, Syekhuna Mbah Kholil Bangkalan, Hadratus Syekh KH M Hasyim Asyari, Syekh Hasyim bin Yahya, Syekh KH Abdul Wahab Hasbullah, Syekh Subkhi Parakan, dan masih banyak lagi ulama thariqah hingga Indonesia dapat merdeka seperti sekarang ini.

Semangat dan cinta tanah air seperti ditunjukkan oleh para ulama thariqah tersebutlah yang harus diwarisi oleh generasi sekarang dan mendatang, guna mewujudkan perdamaian dan keadilan seluruh umat manusia. Wallahu alam.

Mohamad Muzamil, pernah tabarukan di Pesantren Al-Fattah Setinggil, Al-Istiqomah Kembangan, dan Futuhiyah Mranggen, Demak.



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Halaqoh, Syariah IPNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir

Tahun 2001 silam, angin kencang berhembus kepada Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sampai-sampai berbagai cara dilakukan oleh lawan politiknya untuk melengserkannya dari jabatan orang nomor satu di Indonesia, termasuk kriminalisasi.

Namun hingga sekarang, hukum tidak pernah bisa membuktikan bahwa Presiden Gus Dur bersalah dalam kasus yang dilemparkan oleh lawan politiknya di Parlemen. Sehingga kasus Gus Dur murni politisasi.

Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir

Baik secara hukum pidana maupun tata negara, Gus Dur tidak jatuh pada kasus Bulog dan Brunei seperti yang dituduhkan parlemen. Penjatuhan Gus Dur adalah persoalan pertarungan politik dimana yang satu kalah yang satu menang. Bukan soal hukum yang satu benar, yang satu kalah. Dan Gus Dur kalah dalam pertarungan politik itu, karena dikeroyok ramai-ramai.

Gus Dur saat itu berpikir daripada perang saudara hanya gara-gara mempertahankan jabatan duniawi, lebih baik ia mundur dari jabatan Presiden RI. Mundur bukan karena mengalah, tetapi Gus Dur lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan keutuhan negara. Sebab, jutaan rakyat Indonesia kala itu akan membela mati-matian agar Gus Dur tetap pada tampuk pimpinan tertinggi negara.

Gus Dur sekuat tenaga menahan amarah rakyat yang mendukung penuh dirinya. Namun, Gus Dur masih belum menemukan alasan yang tepat untuk keluar dari Istana Negara kala itu. Karena yang dituduhkan parlemen jelas tidak bisa diterima, sebab inkonstitusional dan tidak rasional (irrasional).

Yang menarik dalam persitiwa itu adalah cara Gus Dur yang menolak untuk menjadikan pelengseran itu sebagai tragedi personal. Ia tak merengek atau curhat di depan publik terkait dengan serangan politik terhadapnya. Sikap Gus Dur masih nampak sama, dengan logika komunikasi publik yang gitu saja kok repot.?

IPNU Tegal

Dalam sebuah acara, Gus Dur pernah bercerita tentang perbincangannya dengan Luhut Pandjaitan. Saat itu Gus Dur bercerita pada Luhut tentang hukum Islam yang mengatur bahwa kalau orang diusir dari rumahnya dia harus melawan, kalau perlu dengan menggunakan kekerasan. Namun karena Gus Dur tak ingin mengambil jalan kekerasan, dia lalu meminta bantuan Luhut untuk menguruskan surat perintah pengosongan Istana Negara dari kantor Kelurahan Gambir karena Istana Negara berdomisili di Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat.

IPNU Tegal

Karena pengosongan Istana adalah kehendak pemerintah setempat yang sah, maka Gus Dur tak perlu melawan sama sekali. Kewajiban mempertahankan “rumah” pun gugur. Urusan selesai, dan Gus Dur keluar dari Istana tanpa gejolak. Gus Dur tak menjadikan pelengseran dirinya sebagai beban personal.

Dalam perbincangan lain dengan KH Maman Imanulhaq, Gus Dur ditanya kenapa harus membuat surat perintah dari Lurah Gambir? "Supaya nanti ketika di hadapan Allah ditanya, kenapa kamu meninggalkan Istana Negara? Tinggal saya jawab: monggo (silakan) ditanya saja ke Lurah Gambir,” ujar Gus Dur.?

Itulah Gus Dur, sang Guru Bangsa. Bukannya susah payah mengumpulkan energi politik untuk melawan kekuatan para pengeroyok, Gus Dur justru menegaskan pada orang di sekitarnya bahwa “tak ada kekuasaan yang begitu berharga hingga harus dipertahankan dengan darah.” Bangsa Indonesia patut mencatat bahwa berbeda dengan kejatuhan Bung Karno dan Pak Harto yang diawali dan/atau disusul dengan konflik sosial yang berdarah-darah, pelengseran Gus Dur di tahun 2001 justru berjalan aman karena langkah brilian kemanusiaan (humanisme) yang ada pada diri Gus Dur.

Inilah refleksi paling konkret dari visi kemanusiaan yang secara ajeg ditunjukkan oleh Gus Dur. Bagi putra sulung KH Abdul Wahid Hasyim da cucu Hadlratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari ini, kemanusiaan bersumber dari pandangan ketauhidan bahwa manusia adalah mahluk Tuhan paling mulia yang dipercaya untuk mengelola dan memakmurkan bumi. Kemanusiaan merupakan cerminan sifat-sifat ketuhanan. Dalam hal ini, Gus Dur membela kemanusiaan tanpa syarat dan sama sekali tak berkehendak mengorbankan kemanusiaan itu demi kepentingan kekuasaan.

(Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Surabaya, IPNU Tegal. Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember akan diperingati besar-besaran di Surabaya. Acara dipusatkan di areal Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Kali ini acara besar itu akan diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qura’ wal Huffadz (JQH) Jawa Timur, bekerjasama dengan MUI, PWNU, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim.

Direncanakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa menteri dan gubernur di seluruh Indonesia akan turut hadir dalam perhelatan besar itu. “Semua undangan sudah kami sampaikan, dan dipastikan sudah sampai di tangan masing-masing yang kami undang,” kata KH Drs Abdullah Faqih, SH, Ketua Panitia Haul Pahlawan Nasional kepada IPNU Tegal di Surabaya, Selasa (6/11).

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Ustadz Faqih menuturkan, dalam pelaksanaan nanti pihaknya akan melibatkan 1945 hafidz (penghafal Al-Quran putra) dan hafidzah (penghafal Al-Quran putri). Pengambilan jumlah itu disesuaikan dengan tahun terjadinya peristiwa hari bersejarah di Surabaya itu.

Para Qori’ adalah para anggota JQH di seluruh Jawa Timur. Faqih menyatakan, pihaknya tidak kesulitan mencari penghafal Al-Quran sebanyak itu di wilayah kerjanya, sebab tidak kurang dari 9.000 anggota JQH Jatim adalah seorang hafidz/hafidzah.

“Itu yang sudah terdaftar resmi hafal 30 juz, yang belum terdaftar masih banyak,” tutur alumnus Pondok Pesantren Langitan itu. Ia menuturkan, dalam rapat pleno persiapan yang dilakukan pada awal November lalu, sudah ada 3.900 orang yang mendaftar. “Ya nanti kita bagi, selebih dari 1945 orang, sisanya sebagai mustami’in saja,” imbuh Sekretaris JQH Jawa Timur itu.

IPNU Tegal

Di tempat yang sama, H Ahid Sufiaji, Wakil Majelis Ilmi JQH Jatim menjelaskan, acara akan dimulai pukul 06.00 WIB pagi dengan khatmil Quran bil ghaib oleh 1945 orang penghafal Al-Quran di 114 majelis. Setiap majelis berada di dalam masjid, hanya 9 di antaranya adalah majelis besar yang berada di areal Monumen Tugu Pahlawan.

Penggunaan angka 9 disesuaikan dengan angka keramat NU. Jam 11.00 WIB berarti Al-Quran telah dikhatamkan sebanyak 114 kali. Angka itu adalah angka seluruh jumlah ayat yang ada dalam Al-Quran.

Setelah itu akan dilakukan pelantikan pengurus baru PW JQH Jatim, disusul dengan pembacaan istighosah dan do’a bersama untuk para pahlawan. Baru setelah itu dilakukan sambutan-sambutan, termasuk di dalamnya amanat presiden dan ceramah umum yang akan disampaikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH A Hasyim Muzadi. Sedangkan doa penutup akan disampaikan oleh DR KH MA Sahal Mahfudh.?

Anggota FKB DPRD Jatim itu menuturkan, tidak kurang dari 4.000 undangan telah diedarkan. Mereka adalah para penghafal Al-Quran, para pengurus Ormas Islam, partai politik, para kepala daerah tingkat II se-Jatim, gubernur se-Indonesia, veteran, seniman, budayawan, banom-banom dan lembaga NU, para calon gubernur, dan lain-lain.

IPNU Tegal

“Pokoknya acara ini sekaligus sebagai ajang menjalin silaturahmi untuk mempererat persaudaraan bangsa,” tutur H Ahid, yang duduk di dewan penasehat kepanitiaan.

Ia menjelaskan, perayaan Hari Pahlawan kali ini sengaja dibuat besar-besaran, karena jasa para pahlawan yang meletakkan kemerdekaan negeri ini juga besar. Sebenarnya ide semacam itu sudah muncul 3 tahun lalu, namun baru kali ini bisa dilaksanakan. “Semoga kali ini tidak ada lagi gangguan di tengah jalan,” ujarnya berharap. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Berita, Quote IPNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Lamongan, IPNU Tegal?

Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korp Pelajar Putri Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamtan Babat, Lamongan, Jawa Timur menggelar olahraga alam.?

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Kegiatan dilaksanakan di Sendang Desa Pucakwangi ini diikuti alumni Diklatama dan Diklat Scraft IPNU IPPNU. Olahraga alam ini merupakan tindak lanjut dari Diklatama dan Diklat Scraft IPNU dan IPPNU pada bulan September.

Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin Setiowati mengatakan, kegiatan rutin bulanan ini sebagai upaya memperkuat jasmani dan rohani pelajar NU. Tak hanya itu, juga bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan, keharmonisan, dan loyalitas para kader DKAC CBP KPP Babat serta pelajar NU di Kecamatan Babat.

IPNU Tegal

"Saya bangga memiliki kader-kader hebat DKAC CBP KPP Babat. Selain kompak juga selalu produktif membuat kegiatan. Tidak hanya itu, DKAC CBP KPP Babat juga selalu eksis melaksanakan latihan rutin. Semoga selalu istiqomah dan tetap kompak", ungkapnya pada sambutan berlangsung 14 Oktober 2016. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Syariah, Amalan IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Enam Mahasiswa Berprestasi Terima Penghargaan 15 Juta

Jakarta, IPNU Tegal. Kementerian Agama menggelar ajang apresiasi pendidikan Islam tahun 2015. Sejumlah stakeholders pendidikan Islam mendapat penghargaan, termasuk di antaranya adalah enam mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Dari sekian banyak mahasiswa yang mendaftar pada ajang apresiasi pendidikan Islam tahun ini, 6 mahasiswa terpilih dalam beberapa bidang, yaitu: Studi Islam, Humaniora, dan Sains-Teknologi. Mereka yang terpilih dinilai telah mengukir prestasi, baik nasional maupun internasional. Ke-6 mahasiwa ini mendapatkan penghargaan uang pembinaan sebesar Rp 15 Juta.?

Enam Mahasiswa Berprestasi Terima Penghargaan 15 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Mahasiswa Berprestasi Terima Penghargaan 15 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Mahasiswa Berprestasi Terima Penghargaan 15 Juta

Ke-6 mahasiswa tersebut adalah Badrut Tamam ( UIN Syarif Hidayatullah), Kategori Juara MHQ 30 Juz internasional di Brunei Tahun 2015; Edy Fajar Prasetyo (UIN Syarif Hidayatullah) Kategori Juara ASEAN Leaderpreneur Conference di Malaysia; M Sayyidathohirin (UIN Walisongo) Kategori Penulis aktif media, M Safari (IAIN Salatiga), Kategori Inovasi Pembelajaran Matematika; Husnul Athya (IAIN Banjarmasin) Kategori Musabaqah Makalah Qur’an, penulis puisi, cerpen; Irna Nova Damayanti (IAIN Purwokerto) Penulis aktif media, sastra budaya, lokal dan nasional. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id

IPNU Tegal

Untuk Dosen teladan, juara I-III, Dosen Teladan bidang Keahlian Sosial Humaniora adalah Mohammad Avicena, Rusdi dan Riswanto. Sedang Juara Dosen Teladan bidang Keahlian Islamic Studies adalah Jajang A Rohmana, Aksin dan Toto Suharto. Sementara Juara Dosen teladan bidang Sains dan Teknologi adalah Marjoni Imamora, Ade Yeti Nuryantini dan Wasilah. Masing-masing dosen teladan juara satu, mendapat penghargaan insentif sebesar Rp 40 Juta untuk juara I, 35 Juta untuk juara II dan Rp 30 juta untuk juara III.

Untuk kategori Jurnal berstandar Internasional, diraih oleh Jurnal Al-Jamiah (UIN Sunan Kalijaga) dan Jurnal Studi Islamika (UIN Syarif Hidatullah) dalam Kategori Jurnal bereputasi Internasional. Dua jurnal tersebut, masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 200 Juta dan fasilitas langganan Scopus sebesar Rp 750 Juta.?

IPNU Tegal

Sementara Kategori karya terpublikasi internasinal diraih oleh Budiyono Saputro (IAIN Salatiga); peraih ekspose karya ilmiah (EKI) dari Jawaharal Nehru University dengan judul: On the Scientific Approach Model of Social Religious life at Kampung Mualaf’s dan Istiningsih, Peraih Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam kategori Pendidikan tentang Model Pendidikan Profesi Guru dan Klinik Pendidikan. Dua Dosen tersebut mendapat insentif masing-masing senilai Rp 50 juta.

Dirjen Pendis mengajak civitas akademika untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas di bidang pendidikan dan tidak cepat puas.?

“Civitas akademika, jangan berhenti berkarya. Teruslah melakukan pengembangan diri, berinovasi dan kreatiflah. Teruslah menulis dan berkarya”

Dirjen mengaku, apresiasi yang diberikan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam masih sangat kecil dan tidak sebanding dengan karya yang dihasilkan para kaum cerdik pandai tersebut. Namun demikian, apresiasi ini diharapkan dapat menjadi ? stimulus untuk terus berkarya dan berinovasi. ?

“Insentif yang tidak seberapa ini diharapkan ? mampu menjadi pemicu bagi para penerima penghargaan dan anggota civitas lainnya untuk terpacu melakukan perbaikan diri, berkarya dan berprestasi. Semoga ke depan, Pendidikan Islam mampu bersaing dengan pendidikan umum, tidak hanya tingkat nasional, namun juga internasional. Semoga secepatnya, setiap PT mempunyai jurnal berstandar Internasional,” harap Dirjen. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan agar umat Islam wajib memilih calon pemimpin muslim yang adil, jujur, dan bersih.

“Kalau ada calon (pemimpin) muslim yanga seperti itu, maka kita umat Islam harus memilih pemimpin yang muslim,” kata Kiai Said saat menerima kunjungan bakal calon gubernur Jakarta, Sandiaga S Uno di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta (22/6). ?

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil

Kiai Said menyayangkan banyak berita yang menyatakan bahwa dirinya mendukung pemimpin nonmuslim. Baginya, kutipan berita-berita tersebut tidak sesuai dengan apa yang dia sampaikan selama ini. “Itu salah besar itu, salah besar itu. Mengutipnya tak benar itu,” tegasnya.

Terkait dengan kedatangan Sandiaga, Kiai Said menjelaskan, PBNU bukanlah partai politik, maka dari itu NU tidak bisa mendukung siapa pun. NU hanya bisa mendoakan dan merestui calon pemimpin yang memenuhi persyaratan tersebut di atas.

IPNU Tegal

“PBNU tak bisa dukung mendukung karena bukan partai politik, tapi mendoakan semoga lancar dan Allah memberikan kekuatan lahir batin,” ucap Pengasuh Pesantren As Tsaqofah tersebut.

IPNU Tegal

Sementara itu, Sandiaga S Uno mengatakan, kedatangannya ke PBNU adalah untuk mengambil undangan acara buka puasa bersama dan peluncuran e-Kartanu yang akan dilaksanakan pada 27 Juni nanti.

“Dan juga sowan kepada Pak Kiai, sahabat lama, orang tua saya. Sekaligus mendapatkan nasihat dari beliau,” tutur Sandiaga.? ? ?

Sebagaimana kabar yang ada, Sandiaga S Uno akan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 nanti. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses yang mendapatkan pernghargaan sebagai Indonesian Entrepreneur of The Year dari Enterprise Asia pada tahun 2008.? (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun

Karimun, IPNU Tegal. Peringatan Harlah ke-70 Muslimat NU telah berlalu. Ratusan ribu "Srikandi" Nahdatul Ulama menjadikan stadion kebanggaan warga Malang Gajayana menjadi hijau. Mereka adalah sedikit dari jutaan anggota Muslimat NU yang datang dari berbagai penjuru pelosok tanah air.

Satu di antara mereka yang menghijaukan stadion Gajayana tersebut adalah Nyimas Novi Ujiani. Ia datang dari Karimun, sebuah kabupaten kecil di Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Nyimas Novi Ujiani adalah sosok perempuan gigih, di balik kemajuan Muslimat NU di wilayah tersebut.

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun (Sumber Gambar : Nu Online)
Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun (Sumber Gambar : Nu Online)

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun

Lima tahun lalu, Muslimat NU bukan apa-apa di Kabupaten Karimun. Jangankan berkiprah, masyarakat pun belum banyak yang tahu mengenai apa itu Muslimat NU. Akhirnya dengan kegigihan dan tekad yang kuat, kini Muslimat NU mulai di kenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Karimun. Bahkan, Muslimat NU Karimun kini terbesar nomor 2 di provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam.

Nyimas Novi Ujiani memperkenalkan Muslimat NU di Karimun dengan pendekatan kultur masyarakat setempat. Wanita yang di lahirkan di Kp Laut Jambu 40 tahun lalu tersebut sangat menyadari, bahwa masyarakat Karimun yang multi etnis harus mendapatkan sentuhan dari hati. Semua pihak harus di akomodir tanpa meninggalkan basis budaya Melayu "pemilik" bumi Karimun.?

"Karimun selain wilayah perbatasan, juga di huni oleh banyak suku dari tanah air. Ada Melayu, Batak, Minang, Jawa dan banyak lagi. Maka saya harus masuk ke tata cara mereka tanpa harus meninggalkan ke-Melayu-an saye" kata wanita yang akrab di sapa Nyimas ini.

IPNU Tegal

Menyelami latar belakang dan kebiasaan positif masyarakat inilah yang akhirnya ia mampu masuk ke semua lapisan masyarakat tanpa sekat dan jarak.

Eksistensi Muslimat NU di Karimun

IPNU Tegal

Beberapa tahun lalu, setelah resmi mendapatkan SK sebagai pimpinan cabang Muslimat NU, Nyimas langsung menyusun kepengurusan tingkat PAC, di situlah tantangan besar di mulai.

Untuk kabupaten yang memiliki wilayah pulau-pulau, Nyimas harus mengarungi lautan untuk mewujudkan kepengurusan tingkat PAC. Ombak tinggi dan badai besar pernah ia rasakan. Bahkan ia harus rela menginap di rumah-rumah warga pulau jika transpirtasi untuk kembali ke Karimun tidak ada. Artinya, ia harus rela menginap di rumah warga dan meninggalkan segala fasilitas "komplit" di kediamannya.?

"Untuk menjangkau wilayah seperti kecamatan Moro dan Durai, kita harus menempuh perjalanan laut antara 1 setengah jam sampai 2 jam, itu kalau cuaca bersahabat, tapi kalau musim angin utara, bisa sampai 3 jam," lanjut Nyimas.

"Karena keterbatasan transportasi, kami sering menginap di rumah-rumah warga, namanya juga pulau ya, kadang untuk naik kapal itu harus menunggu air pasang, jadi kalau pas surut kapal tidak bisa merapat" tandas Nyimas.

Upaya keras Nyimas bersama jajarannya di Muslimat NU kini membuahkan hasil. Hampir seluruh kecamatan, kini telah terbentuk kepengurusan PAC, bahkan ada beberapa sudah terbentuk kepengurusan ranting. "Alhamdulillah berkat kerja keras pengurus dan arahan pimpinan wilayah serta pusat, kini telah terbentuk seluruh PAC dan ada beberapa ranting. Saya tidak akan dapat mewujudkannya, tanpa ada pengurus lainnya" ucap Nyimas.

Agar organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya, Nyimas yang juga anggota DPRD Karimun ini membentuk dan menjadi pembimbing beberapa majelis talim. Bahkan ia mengharuskan, setiap PAC mengadakan pengajian secara berkala, sehingga setiap anggota mampu melaksanakan amaliah ahlussunah wal jamaah an nadliyah.?

"Setiap PAC harus ada majelis talim, dan di dalam situlah di ajarkan amaliah-amaliah Nahdatul Ulama, seperti yang di ajarkan mbah Hasyim" ungkap Nyimas. Selain sebagai "arena" menuntut ilmu, majelis talim tersebut juga sebagai perekat hubungan batin antara sesama anggota Muslimat. "Di majelis talim tersebut sudah tentu dapat ilmu, di situ juga akhirnya terbangun komunikasi yang mampu menyatukan cara berpikir kami sesama anggota yang bermuara pada ikatan batin, loro siji loro kabeh, seneng siji seneng kabeh," ucap Nyimas bersemangat.

Selain itu, sebagai wujud perhatian Muslimat NU kepada generasi muda, kini Muslimat NU yang di pimpin oleh Nyimas Novi Ujiani juga merintis mendirikan lembaga pendidikan bagi anak-anak usia dini, baik yang formal maupun non formal. "Anak-anak adalah aset kita, maka jika kita ingin maju di masa depan tergantung cara kita mengelola aset kita saat ini. Mereka membutuhkan perhatian sesuai dengan tingkatannya, jangan di paksa paham jika belum waktunya. Kelihatannya hal sepele, tapi ini penting bagi mereka, apalagi yang memerlukan perhatian dan perlakuan khusus" ujar Nyimas yang diamini pengurus lainnya. Tahap awal, lembaga pendidikan ini akandi dirikan di pulau Karimun besar terlebih dahulu, kemudian akan menyusul ke pulau-pulau lainnya.

Kegiatan Muslimat NU Karimun Jelang Harlah

Kiprah istri dari ketua DPC PKB Karimun ini tidak berhenti di situ saja. Beberapa waktu lalu menjelang Harlah ke-70, ia menggelar seminar kesehatan mengenai kanker serviks dan payudara, dengan melibatkan puluhan organisasi wanita yang ada di Bumi Berazam. Sebagai pembicara, ia mendatangkan dari Rumah Sakit KPJ Johor Malaysia.?

"Iya betul, kemarin kami membuat seminar kesehatan, kami datangkan pembicara dari Malaysia specialis kanker servick dan payudara" jawab Nyimas menyangkut pertanyaan kegiatan Harlah Muslimat. "Sebagai organisasi berbasis massa wanita, hal tersebut penting, karena penyakit itu muncul akibat ketiadaan pengetahuan serta ketidak pedulian yang bersangkutan. Dan ingat, penyakit itu sangat membahayakan bagi kaum hawa," lanjut Nyimas.

Selain seminar kesehatan, menjelang Harlah beberapa waktu yang lalu Muslimat NU juga menyelenggarakan lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan SD yang di ikuti oleh 680 anak. Hal tersebut di lakukan agar ada rangsangan bagi anak-anak lebih kreatif lagi. "Sekali lagi anak-anak itu aset kita untuk masa depan. Bagi saya pinter itu penting, tetapi anak yang kreatif itu lebih penting, maka salah satu cara merangsang anak-anak itu kreatif kita selenggarakan lomba mewarnai," ujar Nyimas.

Di usia Muslimat NU ke 70 ini, Nyimas Novi Ujiani menyadari bahwa tantangan semakin berat. Kekompakan dan terus belajar akan menjadi kunci dalam keberhasilan untuk ikut andil memecahkan permasalahan bangsa ini. "Semakin tua usia, semakin maju zaman maka semakin banyak hal yang dapat menjadi masalah. Contohnya adalah narkoba, wilayah Karimun dan Kepri yang berbatasan dengan negara luar, menjadi pintu masuk narkoba, untuk itu di setiap kesempatan saya selalu mengingatkan kepada ibu-ibu untuk waspada, dan segera cari tahu jika suami atau anak-anak mereka ada perubahan sikap; karena bisa jadi itu akibat dari narkoba. Karena apa, untuk mendapatkan ekstasi atau sabu-sabu di Karimun buka hal yang sulit," beber Nyimas.?

"Saya, dan kami adalah ibu, tentu akan sakit dan memprihatinkan bagi saya dan kami semua jika satu di antara anggota keluarga kami menjadi budak narkoba," pungkas Nyimas. (Sularno Menot/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, PonPes IPNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal

Lamongan, IPNU Tegal. Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengerahkan 25 ribu anggota satuan tugas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu mengamankan gereja-gereja selama perayaan Natal di Jawa Timur.

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ribu Banser Siap Bantu Amankan Natal

"Kami sudah berkoordinasi dan memerintahkan semua personel Banser untuk terjun langsung mengamankan gereja-gereja yang tersebar di Jatim," ujar Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur Alva Isnaeni di sela Konferensi Wilayah Ansor di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Sabtu.

Ia mengatakan, setiap tahun Ansor membantu aparat menjaga keamanan selama perayaan Natal.

IPNU Tegal

Tahun ini, ia melanjutkan, anggota Banser akan mulai membantu aparat melakukan tugas pengamanan sejak 23 Desember hingga 27 Desember 2013.

IPNU Tegal

Anggota Banser, ia menjelaskan, tidak hanya akan membantu mengamankan gereja tapi juga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di jalanan sekitar gereja.

Bahkan, menurut dia, dalam beberapa pekan ini anggota Densus 99 Banser sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi wilayah.

"Densus 99 Banser ini bertugas mengamati dan mencari tahu atau memetakan kerawanan yang akan terjadi. Berdasarkan laporan yang kami terima, ada beberapa daerah sudah disasar oknum tak bertanggung jawab, seperti Surabaya, Malang dan kawasan Mataraman," kata dia.

Ia menambahkan, Banser sukarela membantu menjaga keamanan gereja selama perayaan Natal. "Ini wujud konkret Banser sebagai penjaga kebhinekaan," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Pondok Pesantren, Cerita IPNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Kopreasi Nahdlatut Tujjar Berbagi Bingkisan untuk Anggota

Bandung, IPNU Tegal. Menjelang Ramadlan 1437 H, Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatur Tujjar (KSP Nahdlar) kabupaten Bandung menyalurkan paket bingkisan kepada semua anggotanya  di aula pesantren Darul Huda kecamatan Banjaran, Bandung, Kamis (17/6). Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin koperasi menjelang Ramadhan tiba.

Kegiatan ini dihadiri Ketua KSP Nahdlar H Saepuloh yang juga merupakan Sekretaris Pergunu Jabar.

Kopreasi Nahdlatut Tujjar Berbagi Bingkisan untuk Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopreasi Nahdlatut Tujjar Berbagi Bingkisan untuk Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopreasi Nahdlatut Tujjar Berbagi Bingkisan untuk Anggota

"Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadlan sebagai ajang silaturahmi antarpengurus dan anggota," tutur H Saepuloh.

IPNU Tegal

Pada kesempatan itu KSP Nahdlar membagikan tabungan yang diperuntukan untuk meringankan beban anggota dalam menghadapi Ramadlan.

"Semoga tabungan yang kami berikan bisa meringankan sebagian beban anggota dalam menghadapi acara ‘munggahan’ yang biasa dilaksanakan pada awal Ramadlan," tutur H Saepuloh.

IPNU Tegal

Menurutnya, jumlah tabungan yang diberikan kepada anggota pada kesempatan ini hanya  Rp. 14.710.000.

Sementara ibu Eti salah satu anggota KSP Nahdlar menyatakan rasa syukurnya atas kepedulian koperasi dengan memberikan bingkisan kepada seluruh anggota. "Ini wujud nyata bahwa KSP Nahdlar sebagai lembaga ekonomi yang bersifat sosial," tutur Eti. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pendidikan, Syariah IPNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam

Doa merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan agama. Sebagaimana ibadah lain, Islam juga mengatur adab yang meliputi tatacara dan etika doa. Salah satunya adalah keterjagaan hati. Doa merupakan komunikasi langsung hamba dan Sang Pencipta. Tidak heran kalau sebagian ulama memaknai doa sebagai bentuk eskpresi kefaqiran atau kebutuhan hamba-Nya kepada Allah SWT.

Mengutip Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar menyebutkan 10 adab berdoa. Hal ini menunjukkan betapa sakralitas ibadah doa.

Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam

Pertama, kita menantikan waktu-waktu mulia seperti hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumat, sepertiga terakhir dalam setiap malam, dan waktu sahur.

Kedua, kita memanfaatkan kondisi-kondisi istimewa untuk berdoa seperti saat sujud, saat dua pasukan berhadap-hadapan siap tempur, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat dan sesudahnya.

IPNU Tegal

Ketiga, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan mengusap wajah sesudah berdoa.

IPNU Tegal

Keempat, mengatur volume suara agar tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu rendah.

Kelima, menghindari kalimat bersajak dalam doa karena dikhawatirkan justru melewati batas dalam berdoa. Prinsipnya tidak berlebihan dalam penggunaan kata-kata saat berdoa.

Keenam, berdoa dengan penuh ketundukkan, kekhusyukan, dan ketakutan kepada Allah SWT.

Ketujuh, mantap hati dalam berdoa, meyakini pengabulan doa, dan menaruh harapan besar dalam berdoa. Sufyan bin Uyaynah mengatakan, sadar akan kondisi dirimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa kepada-Nya. Allah, kata Sufyan, tetap menerima permohonan Iblis yang tidak lain adalah makhluk-Nya yang paling buruk.

Kedelapan, meminta terus menerus dalam berdoa.

Kesembilan, membuka doa dengan lafal zikir. Kita dianjurkan untuk membuka doa dengan pujian dan shalawat. Demikian pula ketika mengakhiri doa.

Kesepuluh, tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah SWT dengan cara mematuhi segala aturan agama. Pasal sepuluh ini yang sangat penting.

? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pasal kesepuluh, ini pasal terpenting dan cukup mendasar dalam pengabulan doa, yaitu tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah SWT,” (Lihat An-Nawawi, Al-Adzkar Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar, Kairo, Darul Hadits, 2003 M/1424 H, halaman 372). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Kiai Said Sebut Tiga Peringatan Rasulullah SAW

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengajak masyarakat untuk mengingat kembali tiga pesan Rasulullah SAW kepada umatnya. Kang Said mengimbau masyarakat agar tidak terjerumus pada tiga godaan ini.

“Kalau kita lihat, ada tiga pesan atau peringatan Rasulullah yang harus kita perhatikan. Pertama, hati-hati fitnah perempuan. banyak orang yang berduit terkena fitnahnya perempuan,” kata Kang Said dalam pertemuannya dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (29/2) siang.

Kiai Said Sebut Tiga Peringatan Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Sebut Tiga Peringatan Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Sebut Tiga Peringatan Rasulullah SAW

Pesan kedua dari Rasulullah SAW, kata Kang Said, adalah menjaga nafsu terkait batas kepemilikan tanah. Rasulullah SAW sangat marah saat Beliau mengetahui ada sahabat yang memindahkan batas tanahnya walau hanya beberapa meter.

IPNU Tegal

Ketiga, jual beli emas dengan emas atau uang dengan uang. Nabi SAW melarang akad jual-beli karena yang demikian itu haram. Yang ketiga inilah yang menjadi tantangan kita untuk mengembangkan sistem ekonomi syariah agar bebas dari riba dan haram.

“Kalau semata-mata uang ditaruh di bank kemudian dibiarkan tidur begitu saja berbulan-bulan bahkan bertahun tahun, itu yang haram. Kalau mudharabah, musyarakah, dan murabahah itu sebuah jalan keluar yang baik dan harus terus kita kembangkan,” ujar Kang Said. (Ahmad Muchlishon/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Sejarah, Nahdlatul Ulama, Syariah IPNU Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Lebaran dalam Bahasa Kita

Oleh Bakhrul Amal?

Umat muslim Indonesia bolehlah berbahagia karena hampir sampai kepada hari lebaran. Ujian selama sebulah penuh di bulan Ramadlan, artinya sudah secara sah terlewati. Lelah payah, inysaallah diganti dengan kesucian. Setidaknya, begitulah janji Tuhan kepada umatnya yang bertakwa.

Jikalau kita ingat, pada saat menyambut momen lebaran itu, semua sibuk. Mal penuh sesak oleh mereka yang memburu diskon. Pasar ramai dengan orang-orang yang mencari jajanan untuk keperluan di hari lebaran. Tidak terkecuali di jalanan, jalanan nampak berpacu dan bising dipenuhi oleh pemudik yang merindukan kampung halaman. Semuanya digerakan oleh rasa yang sama, rasa bangga bahwa kita telah disucikan kembali oleh Allah melalui Ramadhan.

Lebaran dalam Bahasa Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebaran dalam Bahasa Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebaran dalam Bahasa Kita

Pada waktu itu, yang membeli baju merasa bahwa di hari lebaran nanti, tubuh yang suci haruslah dibalut dengan pakaian yang indah. Yang membeli jajanan punya maksud sendiri, mereka tidak mau mengecewakan tamu yang biasa hadir ke rumah dengan tradisi ‘halal-bi-halal’. Yang mudik dan menyemuti jalanan pun punya alasan, mereka diberangkatkan oleh keinginan bertemu keluarga agar maaf-me-maafkan itu nyata dan tak sekedar kata.

Di sisi yang lain, ada yang menilai bahwa hal-hal di atas tersebut tidak perlu dilakukan. Lebaran harus kembali pada nafas kesucian kita, yakni kesederhanaan. Yang lebih penting dari merayakan ialah merawat agar kebaikan, ketika dan pasca-Ramadhan, itu terus bersemai sepanjang hidup.

IPNU Tegal

Semua alasan di atas tadi adalah benar dan perlu kita hargai. Sekarang kita beranjak ke pembahasan yang lain, yakni pembahasan mengenai apa arti dari lebaran itu sendiri.?

Seperti kita ketahui bilasanya lebaran itu bahasa kita. Lebaran tidak memiliki arti kesucian ataupun pengembalian roh pada titik awal. Lebaran bukan kata ganti yang artinya sama dengan Idul Fitri (hari raya makan). Namun lebaran, karena sudah terlalu lama dan mengakar, lebih mudah diucapkan daripada menyebut Idul Fitri.?

Untuk itu, marilah kita mencari tahu darimana datangnya kata lebaran, sehingga hal itu menjadi relevan dengan budaya bangsa kita.

IPNU Tegal

Etimologi Lebaran

Dalam kajian ilmu filsafat, kita mengenal dua hal, etimologi dan terminologi. Etimologi mengupas tentang asal-usul kata. Sedangkan terminologi membahas mengenai makna daripada kata tersebut. Untuk membedah lebaran, kita hanya menggunakan etimologi saja.

Lebaran konon memiliki lima padanan kata yang berkaitan dengannya. Lima kata tersebut adalah lebar-an, luber-an, labur-an, lebur-an dan liburan. Mari kita bahas satu persatu.

Pertama, lebaran konon berasal dari lebar yang dibubuhi imbunan -an. Lebar yang menjadi awalan dari lebaran bukanlah lebar dalam arti bangunan, lapangan atau pun halaman. Akan tetapi ‘lebar hati’ kita untuk memaafkan. Orang tua suka berkata “sing gede atimu” manakala kita disakiti dan darisitulah lebar dimasukan sebagai awal mula kata ‘lebaran’.

Kedua, lebaran dianggap juga sebagai kata yang bermula dari ungkapan luber. Luber dalam KBBI memiliki arti melimpah, meluap. Ringkasnya, melewati batas daripada batas yang ditentukan. Luber maafnya, luber rezekinya dan luber pula pahalanya sehabis Ramadhan. Untuk itu, maka luber-an bertransformasi menjadi lebaran.

Ketiga, menurut Mustofa Bisri atau Gus Mus, lebaran diambil dari kata laburan (jawa;mengecat). Setiap kali menjelang datangnya Idul Fitri, semua kepala keluarga sibuk mengecat rumahnya agar tampak indah. Dari kebiasaan laburan menjelang Idul Fitri itulah, lebaran menjadi sebuah kata yang setara dengan makna Idul Fitri itu sendiri.

Keempat, dalam satu kesempatan, Almarhum KH Muhtar Babakan Ciwaringi pernah berujar bahwa lebaran itu berakar filosofis dari kata leburan (jawa:menyatukan). Dengan ujian dan cobaan, dengan kesabaran dan ketenangan, selepas Ramadhan itu diharapkan kita mampu meleburkan diri kita pada sifat-sifat Tuhan. Dalam bahasa Syeikh Siti Jenar “manunggaling kawula gusti”. Semangat perubahan itulah yang merubah leburan menjadi lebaran.

Kelima, atau yang terakhir, lebaran dimaknai sebagai plesetan dari liburan. Dalam kalender Nasional, Hari Raya Idul Fitri adalah tanggal merah yang artinya libur. Menikmati hari libur berarti liburan. Oleh karena alasan itu, maka liburan yang diucapkan berulang-ulang, menjadi titik pangkal dari munculnya lebaran.

Begitulah arti lebaran dalam bahasa kita. Unik dan bermacam-macam. Jauh dari nalar namun dekat dengan perasaan.

Lebih penting daripada arti-arti itu adalah esensi atau ruh yang seringkali dimiliki dalam setiap kali kita menyebut kata ‘lebaran’. Bagi kita, bangsa Indonesia, Idul Fitri itu lebaran. Dan lebaran itu memaafkan, lebaran itu kesucian, lebaran itu kebahagiaan, lebaran itu makan-makan, lebaran itu kerinduan, dan lebaran itu adalah lembaran baru untuk menuju optimisme esok yang lebih baik.

Selamat lebaran!





Penulis adalah dosen UNUSIA Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Hikmah, Syariah, Lomba IPNU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau

Yogyakarta, IPNU Tegal. Penggunaan padi hibrida membuat Indonesia terjerat lagi pada revolusi hijau yang menimbulkan dampak negatif pada ekologi.

"Indonesia pernah terjerat oleh revolusi hijau yang berimplikasi pada terciptanya ketergantungan input yang bukan main dan timbulnya kerusakan ekologi," kata pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Mochamad Maksum M.Sc. di Yogyakarta, Kamis.

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)
Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)

Benih Hibrida Membuat Indonesia Terjerat Lagi Pada Revolusi Hijau

Menurut Pengurus PWNU DI Jogjakarta ini,, secara ekologis benih padi hibrida memiliki tuntutan kesesuaian pada kondisi tertentu dan menimbulkan dampak secara ekologis. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh revolusi hijau akan terulang lagi dengan adanya pengembangan benih padi hibrida.

Pada sisi biologis, benih hibrida dikembangkan berdasarkan basis teknologi impor dengan segala syarat kesesuaian teknologi untuk bisa berkembang. Pengembangannya tidak sekedar menanam benih saja namun membutuhkan penekanan pada penggunaan obat, pupuk, dan sebagainya.

"Secara ekonomis revolusi hijau telah menghasilkan pangan murah, namun tidak berpihak sama sekali pada kesejahteraan petani dan menyebabkan rusaknya ekologi," kata dia.

IPNU Tegal

Menurut dia, secara politis adopsi hibrida akan meningkatkan ketergantungan pangan nasional terhadap impor benih sehingga menimbulkan pula ketergantungan ketahanan pangan dan ketahanan nasional kepada luar negeri.

"Ini urusan kedaulatan, kalau bicara komoditas lain, implikasi ekspor impor hanya sampai pasar saja, namun tidak demikian halnya dengan komoditas pangan strategis," katanya.

IPNU Tegal

Menurut dia, masalah ini perlu diperhatikan, apalagi menyangkut benih padi yang merupakan komoditas pangan strategis dengan implikasiyang multidimensi mulai dari aspek biologis hingga aspek politis.

"Daripada menggadaikan kedaulatan Republik Indonesia, lebih baik mengembangkan benih dan teknologi lokal yang akrab lingkungan," kata Maksum. (ant/nun)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Daerah, Amalan, Syariah IPNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

KPK Bantah Sita Masjid Syaikhona Kholil

Jakarta, IPNU Tegal. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah menyita masjid Syaikhona Kholil terkait kasus korupsi yang dilakukan mantan bupati Bangkalan Fuad Amin.

"Perlu diklarifikasi bahwa tidak benar KPK melakukan penyitaan terhadap masjid tersebut," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (24/3).

KPK Bantah Sita Masjid Syaikhona Kholil (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Bantah Sita Masjid Syaikhona Kholil (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Bantah Sita Masjid Syaikhona Kholil

Menurut Priharsa, seluruh penyitaan yang dilakukan KPK harus dikonfirmasi terlebih dahulu dengan tersangka. Petugas KPK, hanya menyita aset yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Fuad.

IPNU Tegal

"Penyitaan dilakukan setelah ada keyakinan bahwa aset tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana," kata Priharsa.

Sebelumnya, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Fuad Amin mengatakan, masjid Syaikhona Kholil telah disita oleh KPK.

IPNU Tegal

"Terpuruk saya, Masjid Martajasa, masjid Mbah saya yang keramat itu terampas karena tanahnya disita karena atas nama saya," ujar Fuad Senin (23/3). Kontan pernyataan ini menjadi berita menarik dan dikutip banyak wartawan.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Slamet Effendi Yusuf mengaku pihaknya juga mendapatkan pertanyaan dari berbagai daerah terkait isu penyitaan masjid bersejarah itu.

“Banyak sekali pertanyaan dari berbagai daerah seluruh penjuru Indonesia, karena Syaikhona Kholil merupakan guru dari pendiri NU. Makam beliau yang tidak jauh dari masjid tersebut juga selalu dikunjungi peziarah,” kata Slamet.

"Kita berharap berita itu tidak benar dan KPK harap segera mengklarifikasi. Kita gembira kalau KPK sudah mengklarifikasi," tambahnya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen

Sragen, IPNU Tegal. Kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) tidak mesti melulu identik dengan tarik-menarik pengaruh dalam proses pemilihan ketua, atau adu argumen di arena persidangan. Peserta Konfercab juga butuh hiburan sebagai jembatan komunikasi, menjalin keakraban, di samping tentunya dapat membaur dengan warga sekitar.?

Selain agenda formal macam pembahasan AD/ART dan pemilihan ketua baru, Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, juga menyiapkan ragam hiburan sebagai rangkaian Konfercab GP ke-IX di Kompleks Gedung DPRD Sragen, Ahad (10/4).

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen

“Rangkaian kegiatan sudah dimulai hari ini (Jumat), dengan diadakan Latihan Instruktur (LI) Ansor dan Banser se-Soloraya. Kegiatan tersebut nantinya berjalan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/4)” terang Ketua PC GP Ansor Sragen, Nur Muh Sugiyarto, Jumat (8/4).

Lebih lanjut dipaparkan Sugiyarto, selain kegiatan latihan bagi instruktur, juga akan ada pagelaran musik Islami Sukowati serta bazar “Pesta Rakyat”. Sedangkan pada Ahad pagi di Gedung Kartini Sragen, akan ada pagelaran ketoprak “Ngampung” Balekambang Surakarta.

Pementasan seni budaya ini menurut Sugiyarto dirasa penting, mengingat catatan sejarah membuktikan dakwah di Nusantara dapat berkembang pesat, salah satunya melalui media budaya.

IPNU Tegal

“Melalui integrasi budaya, terbukti Islam berkembang pesat di Indonesia dan memberikan citra sebagai agama yang menjadi rahmat untuk alam semesta,” pungkasnya.? (Ajie Najmuddin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

IPNU Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Mengantuk Ketika Shalat atau Dzikir

Assalamu alaikum wr. wb. Yth Redaksi. Ssaya seringkali mengantuk ketika sedang shalat ataupun berzikir, padahal sebelumnya saya sama sekali tidak mengantuk. Apakah hal ini termasuk gangguan setan? Dan bagaimana cara mengobati "penyakit" tersebut? Terima kasih.

Wassalamu alaikum wr.wb. (Ega Prasetya Noor)

Wa’alaikumsalam wa rahamatullah wa barakatuh

Mengantuk Ketika Shalat atau Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengantuk Ketika Shalat atau Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengantuk Ketika Shalat atau Dzikir

Saudara Ega Prasetya Noor yang terhormat.

Rasa kantuk mempunyai manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Dengan adanya rasa kantuk yang berdampak pada tidur, seseorang akan dapat mengembalikan staminanya setelah sekian lama beraktifitas. Dengan tidur pula orang akan dapat berisitirahat dari keletihan dan kelelahan saat bekerja. Hal ini merupakan dampak positif dari adanya rasa kantuk yang menghinggapi mata manusia.

IPNU Tegal

Penyebab ngantuk sebagaimana dikemukakan oleh para ahli adalah akibat mulai letihnya syaraf mata dan otak yang bekerja, hingga akhirnya menjadikan pikiran kurang fokus. Selain itu anemia atau sering juga disebut kurang darah, diabetes, depresi, dehidrasi (kurang cairan) dan gangguan tidur yang lain juga dapat menjadikan rasa kantuk seseorang kian bertambah.

Namun mengingat pertanyaan yang anda sampaikan tidak mengarah kepada sebab-sebab yang telah kami kemukakan, dengan bukti bahwa rasa kantuk muncul pada saat shalat atau dzikir saja, kami lebih menilai bahwa hal itu terjadi karena kurangnya niat maupun tekad untuk lebih fokus pada aktifitas yang dilaksanakan (shalat atau dzikir). Bisa juga memang syetan sedang menjalankan aktifitasnya untuk mengganggu anda dalam menunaikan ibadah.

IPNU Tegal

Ar-razi, Ibnu Katsir serta para mufassir lainnya ketika menafsirkan ayat 154 surat Ali ‘Imron banyak yang mengutip pendapat Abdullah bin Mas’ud yang menyatakan bahwa rasa kantuk yang menghinggapi manusia saat shalat berasal dari syetan. Dalam tafsir Mafatih al-Ghaib, Muhammad bin Umar atau yang sering dikenal dengan Fahruddin Ar-Razi mengatakan:

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: dari Ibnu Mas’ud: “Mengantuk ketika dalam kondisi perang dapat menjadikan rasa aman (bagi tentara yang berperang), sedangkan rasa kantuk dalam shalat adalah dari syetan. Hal itu dikarenakan rasa kantuk saat berperang hanya terjadi ketika ia (seorang tentara) telah menyerahkan jiwa raganya kepada Allah secara total dan ia juga tidak peduli lagi dengan urusan duniawi. Sementara kantuk dalam shalat hanya terjadi apabila seseorang jauh (lupa) dengan Allah.”

Saudara penanya yang disayangi Allah. Dari uraian diatas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa kantuk yang terjadi ketika sedang shalat atau dzikir:

Pertama, selalu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari godaan syetan (sering membaca ta’awwudz).

Kedua, kuatkan niat dan tekat untuk lebih fokus mengingat Allah ketika sedang shalat atau berdzikir.

Ketiga, lebih baik lagi apabila anda sering memperbarui wudhu (tajdid al-wudhu) menjelang shalat dan dzikir, agar siraman air yang mengguyur wajah serta sebagian anggota tubuh anda dapat menambah kesegaran dan kebugaran kondisi fisik saat beribadah kepada Allah swt.

Mudah-mudahan aktifitas ibadah yang akan kita lakukan semakin bertambah baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Amin. (Maftukhan)

Ilustrasi: Anggota DPR mengantuk saat sidang

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ulama, Syariah IPNU Tegal

Kamis, 30 November 2017

Pagar Nusa Gelar Tahlil Selama 7 Hari untuk KH Suharbillah

Jakarta, IPNU Tegal. Dalam rangka memperingati wafatnya penasihat dan salah satu pendiri Pagar Nusa, KH. Suharbillah, Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa menggelar doa bersama dan tahlil selama tujuh hari, Rabu (27/8)-Senin (1/9) di kantor PP Pagar Nusa, gedung PBNU, Lantai 7, Jalan Kramat Raya No 164, Jakarta.

Pagar Nusa Gelar Tahlil Selama 7 Hari untuk KH Suharbillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Gelar Tahlil Selama 7 Hari untuk KH Suharbillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Gelar Tahlil Selama 7 Hari untuk KH Suharbillah

"Jasa KH. Suharbillah sangat besar pada Pagar Nusa, dari mulai berdirinya hingga sekarang. Untuk menghormati beliau kami menggelar tahlil selama 7 hari di sekretariat (Pagar Nusa) yang juga dilaksanakan oleh Pagar Nusa di daerah," ungkap Ridwan Hidayat, salah satu ketua harian PP PSNU Pagar Nusa dari Manado yang menyempatkan hadir, Sabtu (30/8).

Tahlil dilaksanakan bakda shalat maghrib yang diikuti tidak hanya oleh pengurus pusat, tapi simpatisan Pagar Nusa yang selama ini selalu berinteraksi dengan Pagar Nusa. Tahlil di gelar dengan sangat sederhana seperti kesederhanaan beliau selama ini, lanjut Ridwan.

IPNU Tegal

"Insya Allah pada hari ke 7 wafatnya beliau nanti (Senin, 1/9) kita akan merefleksikan apa yang menjadi harapan beliau terhadap Pagar Nusa selama ini, termasuk konsep gerakan pencak silat untuk senam kesehatan jasmani (SKJ) yang sampai wafatnya beliau belum terlaksana," kata Ridwan

Gus Aizzudin selaku ketua umum Pagar Nusa sebelumnya sudah mengintruksikan kepada pimpinan wilayah, pimpinan cabang dan perguruan yang tergabung dalam Pagar Nusa untuk menggelar tahlil di daerah masing-masing. Hal ini di sambut baik oleh Pagar Nusa di beberapa daerah seperti Solo Raya, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan beberapa daerah lain yang sudah konfirmasi kepada kepala kesekretariatan PP Pagar Nusa siap menggelar tahlil selama 7 hari wafatnya KH. Suharbillah. (Nashr Fanie/Mahbib)

IPNU Tegal

Foto: KH Suharbillah menunjukkan satu gerakan silat Pagar Nusa dalam satu acara halaqah silat.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Makam, Syariah IPNU Tegal

Jumat, 24 November 2017

NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba!

Banyumas, IPNU Tegal

Peringatan hari lahir ke-93 NU menjadi momentum bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan sikap terhadap isu strategis akhir-akhir ini, termasuk soal narkoba dan radikalisme.

"Kami mengutuk keras segala bentuk produk yang merusak generasi muda dan bangsa Indonesia, di antaranya narkoba. Kami juga mendesak pemerintah segera eksekusi terpidana mati narkoba. Jangan ditunda, termasuk yang ada di Lapas Nusakambangan Cilacap," kata Ketua PCNU Banyumas H Hasan Maula.

NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba!

Gus Hasan, sapaan karibnya, juga menegaskan komitmen menjaga ketuhan NKRI. Segala bentuk propaganda makar yang mengatasnamakan Islam seperti khilafah harus mendapat sikap tegas dari pemerintah.

IPNU Tegal

"Kami juga menolak segala bentuk paham radikalisme, terorisme, dan Islam garis keras yang berpotensi merongrong keutuhan NKRI. Kami meminta pemerintah tindak tegas ormas yang jelas-jelas melawan pancasila dan UUD 45," tegasnya.

Pernyataan itu diungkapkan di sela peringatan harlah ke-93 NU yang dihadiri tak kurang dari 10.000 Nahdliyin di alun-alun Kota Purwokerto, ibu kota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhir pekan (24/4) kemarin.

IPNU Tegal

Terkait pemilihan lokasi, Gus Hasan menyebut semua mengandung pesan tersirat. "Alun-alun adalah jantung Kota Purwokerto, pusat pemerintahan. Ini adalah pesan bahwa NU mendukung penuh keutuhan NKRI, bersama-sama TNI-Polri. Siap menghadapi siapa saja yang mengancam keutuhan dan perdamaian yang tercipta di Indonesia tercinta," katanya lagi.

Puncak peringatan hari lahir ke-93 NU di Banyumas dihadiri Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Rais Syuriyah PCNU Banyumas KH Kharifi Sofa, KH Toha Alawiy Al Hafidz, serta tokoh NU se-Banyumas. Kapolres Banyumas AKBP Gideon Arif Setiawan, Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan, akademisi, serta seluruh badan otonom NU juga hadir.

Pada kesempatan itu PCNU Banyumas meluncurkan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Banyumas dengan presentasi Prof Ade Maman Suherman, guru besar Fakultas Hukum Universitas Jendral Soederman (Unsoed) yang juga pernah mengikuti seleksi KPK. Ada juga pengenalan batik NU dan Maarif Mart yang digagas dan sudah berjalan untuk mendorong sektor ekonomi Nahdliyin.

Koordinator acara, Muktamir menambahkan harlah di hadapkan menjadi momentum pemersatu bangsa. Di Banyumas, kumpulnya puluhan ribu Nahdliyyin disebut mengobati kerinduan untuk silaturahmi bersama sejalan dan seirama menjaga keutuhan negara. Dia juga menegaskan kesiapan Banser Banyumas menjadi garda depan melawan segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah kerukunan beragama di Banyumas khususnya.? (Djito el Fateh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Imlek Datang, Gus Dur Dikenang

Jakarta, IPNU Tegal

Bangsa Indonesia tidak akan pernah lupa terhadap jasa-jasa kemanusiaan yang telah banyak dirintis dan diwujudkan oleh Presiden Ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Khusus di hati orang Indonesia beretnis Tionghoa, Gus Dur merupakan manusia istimewa karena telah menempatkan mereka sejajar dengan etnis lain di Indonesia setelah puluhan tahun dimarjinalkan oleh Orde Baru, baik dalam beribadah maupun merayakan Imlek.

Memperjuangkan kemanusiaan seseorang atau kelompok orang yang tertindas memang sudah menjadi ruh perjuangan Gus Dur. Bahkan, Gus Dur telah meletakkan dasar bahwa orang Tionghoa secara terbuka boleh merayakan Hari Raya Imlek. Selain itu, Gus Dur juga ikut berjasa dalam menempatkan Konghucu sebagai salah satu agama resmi negara selain Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha.

Imlek Datang, Gus Dur Dikenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Imlek Datang, Gus Dur Dikenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Imlek Datang, Gus Dur Dikenang

Tidak berbeda dengan tahun-tahun terdahulu, dalam perayaan Imlek kali ini, warga Indonesia khususnya warga Tionghoa begitu mengapresiasi perjuangan dan jasa Gus Dur. Apresiasi tersebut banyak diungkapkan mereka di klenteng-klenteng hingga di media sosial. Sehingga “Gus Dur” pun naik menjadi trending topic di twitter hari ini. Bahkan di salah satu Klenteng tertua di Surabaya, Boen Bio hanya ada satu foto yang terpampang, yaitu foto Gus Dur.

Tribute untuk Gus Dur diantaranya datang dari komedian Ernest Prakasa dalam akun twitternya @ernestprakasa. Salah satu komedian berketurunan Tionghoa ini mengucapkan terima kasih kepada Gus Dur yang dulu telah mencabut peraturan yang melarang aktivitas warga Tionghoa di Indonesia.

IPNU Tegal

“Terima kasih Gus Dur yang tahun 2000 lalu mencabut Inpres Nomor 14/1967 Suharto tentang larangan perayaan Imlek. Hidup kami kini lebih menyenangkan,” ungkap Ernest Prakasa yang tadi pagi pukul 08.30 WIB bincang Live di Metro TV bareng salah satu Putri Gus Dur, Inayah Wahid.

“Selamat hari raya imlek bagi yang merayakannya. Terima kasih Gus Dur. Semoga kita semua diberi kesehatan dan rezeki yang mengalir deras, amin,” tulis akun bernama @sidewii.

“Mengenang Gus Dur, dan mereka yang terampas kebebasannya. Happy Imlek, kawan,” kicau akun @johanesjonaz.

IPNU Tegal

“Imlek begini saya jadi ingat Gus Dur tahun 1999. Cuma Gus Dur yang akui hak masyarakat Hoakiau dengan bolehkan imlek diadakan lagi. Respek,” cuit Damar Juniarto dalam akunnya @DamarJuniarto.

Selain akun-akun twitter di atas, ribuan akun lain juga turut mengenang dan memberikan apresiasinya kepada Gus Dur. Hal ini tidak hanya berlangsung di twitter, tetapi juga ramai di Facebook. Adapun Imlek tahun 2016 ini memasuki angka 2567 yang menurut perhitungan astrologi China adalah tahun Monyet dengan unsur api. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Pondok Pesantren, RMI NU IPNU Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Pelatihan Pulasara Mayit, Cara NU Pekalongan Peringati Harlah NU

Pekalongan, IPNU Tegal

Makin langkanya pengurus jenazah menjadikan keprihatinan tersendiri bagi PCNU Pekalongan. Karenanya, pada Kamis 28 April 2016 lalu, diselenggarakan pelatihan pulasara mayit (mengurus jenazah) di gedung Aswaja, yang di ikuti oleh ratusan kader dari PCNU kota Pekalongan. Acara ini juga merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Harlah ke-93 NU.

Pelatihan Pulasara Mayit, Cara NU Pekalongan Peringati Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Pulasara Mayit, Cara NU Pekalongan Peringati Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Pulasara Mayit, Cara NU Pekalongan Peringati Harlah NU

Koordinator kegiatan, KH Hasan Suaidi menjelasakan, kematian sebagai hal yang pasti mendatangi setiap insan yang hidup, akan tetapi dari tahun ke tahun para pengurus jenazah justru cenderung makin berkurang. 

“Ada banyak faktor yang menyebabkannya, diantaranya karena minimnya pengetahuan tentang bagaimana mengurus jenazah sesuai dengan syariat Islam. Untuk itu akhirnya PCNU menyelenggarakan pelatihan pulasara mayit,” jelas Kiai Hasan.

Lebih lanjut, Hasan Suaidi menambahkan, peserta tidak hanya dilatih tentang bagaimana mengurus jenazah, namun juga dibekali tentang dasar hukumnya. 

IPNU Tegal

Pembekalan semacam ini, tandas Hasan, memang sebetulnya tidak cukup hanya sekali, akan tetapi setidaknya dengan bekal dasar yang sudah diberikan dapat menambah wawasan mereka dalam hal mengurus jenazah, syukur-syukur di praktikkan, minimal jika ada tetangga di kampungnya yang meninggal. (Muhammad Ilham/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Syariah, Fragmen, Sholawat IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock