Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Jombang, IPNU Tegal. Lantunan Syiir Tanpo Waton yang dikumandangkan KH Nizom Asshofa menghipnotis puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Tebuireng Jombang, Kamis malam (27/8).

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Syiir tanpo waton menutup kegiatan pengajian yang dihelat di areal makam Gus Dur yang menghadirkan mantan Menteri Agama Prof Tholhah Hasan, dan KH Maimun Zubair yang dihadiri sekitar 20 hingga 25 ribu jamaah.

Suara Gus Nizom yang memang terdengar sangat mirip dengan suara Al Marhum Gus Dur seakan sosok cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang dikenal dekat dengan beragai kalangan dan masyarakat kecil ini turut hadir ditengah tengah jamaah.

IPNU Tegal

”Suaranya memang sangat mirip dengan Gus Dur, padahal beliau masih sangat muda,” kata Yusuf salah satu wartawan yang tepat di depan podium.

IPNU Tegal

Gus Nizom, tampil dengan didampingi sekitar 20 pengikutnya dengan berpakain hitam dan berambut gondrong. Sementara para jamaah larut dengan lantunan lantunan syiir yang dikenal dengan Syiir Gus Dur.

Peringatan 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4, kemarin terlihat sangat meriah, sejaka siang ribuan jamaah sudah terlihat memasuki kawasan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Kondisi ini semakin padat ketika dimulai acara tahlil. 

Setidaknya 20 ribu orang memadati Pesantren Tebuireng. Membludaknya jamaah membuat banyak pengunjung tak bisa masuk ke areal pondok dan tertahan diluar pagar. 

"Panitia hanya memperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu orang, tapi melihat seperti ini bisa lebih 20 ribu orang,’’ kata Lukman Hakim ketua panitia pelaksana.

Saking padatnya pengunjung, jalan raya yang berada di depan pondok sampai harus ditutup. Sementara arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. Pengunjung memang mulai berdatangan dengan berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, mengendarai motor, mobil, bus serta kereta kelinci. Tak heran ketika jelang Magrib area parkir sudah penuh dengan kendaraan. Padahal acara baru dimulai setelah salat Isya.

Pukul 19.00, WIB jarak satu kilometer dari Tebuireng, jalan raya sudah padat merayap. Di kanan kiri jalan berderet mobil parkir. Nah, begitu memasuki gerbang Tebuireng, pengunjung sudah berdesak-desakan. Bahkan, di pintu gerbang utara, sejumlah petugas keamanan terpaksa menghalau para pengunjung. Pasalnya, area di sekitar makam Gus Dur sudah sesak pengunjung. 

"Maaf jangan masuk ke area makam. Karena pengunjung sudah penuh sesak. Sekali lagi, harap kembali lagi,’’ kata Djamaludin Karim Wakil Komandan Satkorcab Banser Jombang yang mengatur di pintu masuk gerbang pondok pesantren.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan

Pamekasan, IPNU Tegal

Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi mengatakan, kaderisasi adalah hal yang utama dalam organiasi NU. Berdasarkan amanat Muktamar ke-33 di Jombang, Lakpesdam PBNU ditugaskan untuk memperkuat berbagai program kaderisasi.

“Kali ini adalah program kaderisasi yang menyasar pengurus MWC dan Ranting,” kata dia di Pamekasan, Jawa Timur Ahad (6/3).

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan

Pelatihan Penggerak Ranting ini, kata Rumadi, adalah untuk memperkuat kapasitas pengurus MWC dan Ranting agar mereka semakin cakap dalam mengelola dan menggerakkan NU. Gerakan ini tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan jamaah, tapi juga penguatan tata kelola kelembagaan jam’iyah NU.

IPNU Tegal

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Islamiyah, Palengaan, Pamekasan ini diikuti oleh 30 peserta. Mereka adalah utusan perwakilan pengurus MWC dan Ranting NU se-Pamekasan.? Program ini terselenggara atas kerja sama Lakpesdam PBNU dengan Lakpesdam PCNU Pamekasan.

IPNU Tegal

“Program pelatihan penggerak NU ini ke depan akan dilakukan di tingkat PWNU dengan melibatkan PCNU di seluruh provinsi. Dengan begitu, dalam waktu yang tidak lama, program ini akan menyentuh selutuh PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia,” jelas Sekretaris Lakpesdam PBNU Marzuki Wahid yang didapuk menjadi Fasilitator pelatihan selama dua hari, 5-6 Maret. ?

Marzuki memaparkan, Lakpesdam PBNU sudah menyiapkan berbagai program kaderisasi yang beragam. Selain Pelatihan Penggerak Ranting, Lakpesdam tengah merancang program Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan, yang disingkat PPWK. Ini berbeda dengan Penggeran Ranting. “Sasaran peserta PPWK ini adalah kiai-kiai muda yang mempunyai basis komunitas dampingan di masyarakat,” pungkasnya. (Abdullah Ubaid/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

Surabaya, IPNU Tegal. Upaya mengembangkan kualitas dan kuantitas informasi dan keterampilan menulis, Humas PCNU Kota Surabaya serta Redaksi Website nusurabaya.or.id menggelar pelatihan jurnalistik guna menyiapkan kader santri jurnalis di Kantor NU Kota Surabaya, Senin (1/5).

Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Kota Surabaya Erwin Muhammad mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan guna meningkatkan penulisan sehingga informasi yang dibuat sesuai dengan kaidah jurnalistik yang benar.

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Cetak Santri Jurnalis

“Selain menyiapkan kader jurnalis dilingkungan NU Kota Surabaya, kami juga ingin agar jurnalis NU mampu memberikan informasi sesuai dengan kode etik jurnalistik dan tidak hoax,” ujarnya, Selasa (2/5).

Erwin Muhammad yang juga Humas NU Kota Surabaya menambahkan, pihaknya ingin para kader tersebut bisa menjalankan juga salah satu fungsi kehumasan NU Kota Surabaya yang memiliki ciri khas tersendiri.

IPNU Tegal

“Sebagai Humas NU, harus mengedepankan ciri khas santri, selain harus menyebarkan berita apa saja yang dilakukan oleh Nahdliyin di Surabaya, juga harus mampu berkomunikasi dengan santun dan berakhlakul karimah pada semua masyarakat,” tambahnya. (M. Hisam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, Pemurnian Aqidah, Olahraga IPNU Tegal

IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara

Pekalongan, IPNU Tegal. Sedikitnya 2000 jemaah memadati Dupan Square Pekalongan, Selasa (4/2). Mereka mengikuti silaturahmi nasional antara ulama, TNI, dan POLRI yang dirangkai dalam peringatan maulid Rasulullah SAW Majelis Kanzus Sholawat-nya pimpinan Habib Luthfi bin Yahya.

Mereka adalah tamu undangan yang terdiri dari ulama Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN), TNI, dan POLRI. Maulid ini secara teknis ditangani Pengurus Mahasiswa Ahlit Thariqah An Nahdliyyah (MATAN).

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Jemaah Ramaikan Silaturahmi Nasional Ulama dan Tentara

Dalam ceramah, Habib Luthfi yang juga Rais Aam Idaroh Aliyah JATMAN mengimbau unsur ulama, jajaran TNI, dan elemen POLRI untuk memperkuat barisan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

IPNU Tegal

“Kekompakan ketiganya memberi jaminan bagi kelestarian NKRI. Sebaliknya, bila tiga komponen ini berjalan masing-masing, maka NKRI akan rapuh,” terang Habib Luthfi di hadapan hadirin.

Dalam silaturahmi nasional ini, tampak hadir Panglima TNI Jendral Moeldoko dan Kapolri Jendral Sutarman. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah, Sholawat IPNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menggagas sebuah majelis dzikir yang dinamakan Hubbul Wathon. Majelis tersebut dideklarasikan di hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (13/7). Deklarasi yang dihadiri 700 kiai itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

Apa dan bagaimana gerak dan cita majelis dzikir itu ke depan? Abdullah Alawi dari IPNU Tegal berhasil mewawancarai Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi. Berikut petikannya: ?

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Memecah Kebuntuan Komunikasi dengan Dzikir

Setelah dideklarasikan, apa rencana terdekat Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW)?

. Saat ini yang sedang dilakukan adalah mematangkan organisasi dan jaringannya karena kita sedang membangun infrastruktur organisasi nasional. Nanti kita akan mengajak para habaib, para kiai untuk bergabung bersama-sama. Ini kombinasinya para habaib, masyaikh, kiai-kiai kita. Kita tersentral pada visi dan misi. Visi misinya adalah kita ingin menjadi jembatan untuk mengatasi kebuntuan komunikasi, kebuntuan silaturahim yang hari ini terjadi, kelompok dalam rumah Indonesia ini tidak berkomunikasi dengan baik.

IPNU Tegal

IPNU Tegal

Bagaimana caranya?

. Dzikir itu kan bahasa spiritual, bahasa hati, bahasa bagaimana orang masuk ke dalam upaya meyelesaikan problem itu dari dalam dirinya sendiri, dan resistensi tidak ada. Kalau kita mau berdzikir, dari partai mana pun, dari kelompok mana pun, mereka pasti suka. Di situ kita masuk. Banyak problem ini bukan terjadi karena subtansi masalah, tapi karena problem komunikasi. Kita mencoba membantu mengatasi dari situ, mengatasi problem-problem dengan silaturahim.

Problem komunikasi diselesaikan dengan cara dzikir dalam praktiknya itu bagaimana?

. Begini, dzikir itu, wahana ya. Kalau kita ketemu, yang kita omongkan kan macam-macam, bisa politik, ekonomi, bisa macam-macam. Intinya, kalau orang ketemu, pasti akan komunikasi. Nah, jangankan untuk ketemu, menyelesaikan masalah, cara komunikasinya pun, orang sekarang tidak bisa. Beda pikiran. Beda macam-macam. Tidak nyambung. Kita bertengkar hari ini, tidak nyambung masalahnya ini. Kita ingin masuk melampaui itu semua. Bayangkan bagaimana jika suatu hari di Istana, Jokowi mengundang semua kelompok oposisi untuk berdzikir bersama. Atau sebaliknya, di kelompok oposisi mengundang Istana untuk berdzikir di situ. Ini kan bisa menjadi sesuatu yang bisa jadi jembatan.

Lalu, bagaimana bisa menjadi alat komunikasi bagi orang tidak suka dzikir? ?

. Dzikir kan memang bahasa kelompok yang suka dzikir memang. Kita tidak mau masuk kepada wilayah orang yang tidak suka dzikir.

Oh ya, tadi disebutkan akan melibatka habib-habib. Siapa di antaranya?

. Kita rencananya akan meminta Habib Zen bin Smith selaku Rabithah Alawiyah untuk jadi semacam Dewan Khosnya, juga Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyi, insyaallah jadi Korwil Jawa Timur.

Bagaimana dengan pelibatan anak muda?

. Ini yang kerja hari ini anak muda. Panitia. Yang berdzikirnya juga pasti melibatkan anak muda. Kita mengundang gus-gus yang setara dengan kita, para putra kiai yang muda-muda, dengan harapan mampu menjadi gerakan anak muda. Gus Wafi, putranya Mbah Moen, ada Gus Salam, cucunya Mbah Bisri, dan gus gus lain, yang alhamdulillah bersedia menjadi bagian majelis dzkir ini.

Bacaan dzikirnya itu bagaimana?

. Tadi sudah meminta ijazah dari Mbah Moen, mohon dibuatkan, dipersiapkan dzikir yang bisa diaplikasikan, sederhana, untuk kalangan umum karena kita kan bukan pengamal thoriqoh seperti thoriqoh tertentu ya. Kita ini majelis dzikir, dzikir yang umum untuk khalayak karena tujuannya kan menyatukan masyarakat dalam nuansa spiritualitas, jadi mencari model yang sederhana yang bisa diterapkan.

Kita berdzikir sebagaimana orang-orang berdzikir, tapi sebagaimana Kiai Ma’ruf sampaikan; ada halaqah, ada tahswirul afkarnya, ada tukar-menukar pikirannya, disamping juga ada istightsah, ada program sosial dan program ekonomi, modelnya korwil.



Tadi ada informasi majelis dzikir ini akan diundang ke Istana, bisa diceritakan?

. Tanggal satu itu kan menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari kemerdekaan. Yang kita undang perwakilan dari habaib, kiai-kiai, umat sendiri. Intinya akan rolling nanti. Rolling ke berbagai daerah di Indonesia.

Kenapa dinamakan Majelis Dzikir Hubbul Wathon?

. Penamaan, saya tidak berani mengklaim itu dari saya, tapi itu menunjukkan semangat hubbul wathon hari ini bagitu luar biasa. Kemarin memutuskannya, dapat itu.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme

Jember, IPNU Tegal. Kehadiran organisasi garis keras mengatasnamakan agama yang kian marak belakangan di Tanah Air menggugah Gerakan Pemuda Ansor dari sejumlah daerah untuk meningkatkan soliditas dan peran. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah pertumbuhan kelompok radikal ini.

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme

Di Jember, Jawa Timur, misalnya, untuk mengantisipasi masuknya gerakan ISIS (Iraqi-Syiria of Islamic State), PC GP Ansor? setempat mendatangi Mapolres Jember, Rabu (6/8).? Puluhan pengurus dan kader Ansor yang dipimpin Ayub Junaidi tersebut diterima Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitro.

“Kami ingin bersinergi dengan jajaran Polres untuk memantau sekaligus menangkal masuknya kelompok ISIS di Jember,” ujar Ketua PC GP.? Ansor Jember, Ayub Junaidi.

IPNU Tegal

Untuk itu, kata Ayub, pihaknya saat ini sudah menurunkan 10 anggota Banser di setiap desa yang diberi tugas khusus untuk memantau perkembangan atau gejala-gejala radilkasme di masyarakat. Selanjutnya, anggota Benser tersebut diimbau untuk melapor jika mendapatkan gejala-gejala yang mencurigakan.

Saat ditemui GP Ansor, Kapolres Jember, AKPB Awang Joko Rumitro menyatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan jajaran Polsek untuk terus mengawasi perkembangan terkait ISIS. “Sejauh ini belum ditemukan indikasi munculnya? ISIS,? dan jika ada kami siap bertindak,” ujarnya.

IPNU Tegal

Sementara itu, di Solo, Jawa Tengah, GP Ansor menyerukan penolakan keras terhadap kelompok-kelompok yang diketahui menyebarkan kekerasan dalam beragama. “Ansor dan Banser Surakarta menolak ISIS!” tegas Anwar, Kamis (7/8).

Menurut Anwar, gerakan ISIS, yang sering melakukan kekerasan bahkan pembunuhan, tidak sesuai dengan ajaran Islam dan nilai Kepancasilaan. “Secara resmi gerakan ISIS bertentangan dengan NKRI dan dilarang di Indonesia. Maka dari itu, kami mengajak kepada semua, khususnya kepada anggota Ansor dan Banser untuk mewaspadai gerakan ini,” ujarnya.

Anwar juga menghimbau kepada masyarakat untuk turut aktif dalam mencegah masuknya gerakan radikalisme, khususnya di wilayah Surakarta, mengingat beberapa waktu lalu telah terindikasi adanya gejala masuknya ISIS di Kota Bengawan.

“Waspadai sekitar lingkungan anda, jika terindikasi ISIS maupun gerakan radikalisme lainnya, segera laporkan ke pihak berwajib,” terangnya. (Aryudi /Ajie /Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja

Probolinggo, IPNU Tegal - Sedikitnya 70 orang Pengurus Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dari 11 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo dilantik secara bersamaan di Masjid Al-Anwar Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Ahad (26/2).

Para pengurus LDNU yang dikukuhkan ini berasal dari Kecamatan Dringu, Leces, Tegalsiwalan, Sumber, Kuripan, Bantaran, Wonomerto, Sumberasih, Tongas, Lumbang dan Sukapura. Pengukuhan ini dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri.

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Harus Jadi Pelopor Aqidah Aswaja

Dalam sambutannya, Ketua PC LDNU Kabupaten Probolinggo Kiai Achmad Munir berpesan agar pengurus PAC LDNU di masing-masing kecamatan bisa menjadi pelopor aqidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

IPNU Tegal

"Caranya dengan terus berhikmah dan mauizhotul hasanah serta mampu menjadi pengasuh pesantren masyarakat yang bisa mengajak masyarakat yang beraneka ragam ke jalan Allah," katanya.

Sementara Kiai Jamaluddin Al-Hariri mengharapkan pengurus yang sudah dikukuhkan mampu menjalankan amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

IPNU Tegal

"Jalankan amanah yang sudah diterima dengan terus berupaya menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah maraknya paham-paham baru yang bertentangan dengan aqidah warga NU," ungkapnya.

Pengukuhan pengurus PAC LDNU se-Kabupaten Probolinggo ini bertujuan agar pengurus LDNU dapat menjalin hubungan baik antar umat dan menjadi orang yang berbahagia dunia akhirat dengan jalan dakwah. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock