Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Struktur Kepengurusan PBNU Segera Dibentuk

Jakarta, IPNU Tegal. KH Said Aqil Siroj yang baru saja terpilih menjadi ketua umum PBNU dalam muktamar ke-33 NU akan secepatnya membentuk struktur kepengurusan NU agar bisa segera menyusun program kerja yang melaksanakan kegiatan.?

Struktur Kepengurusan PBNU Segera Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Struktur Kepengurusan PBNU Segera Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Struktur Kepengurusan PBNU Segera Dibentuk

Insyaallah minggu depan sudah beres. Kiai Makruf akan punya gawe besar, yaitu haulnya Syeikh Nawawi Al Bantani Jum’at malam, setelah itu baru kita rapat,” katanya di gedung PBNU, Senin (10/8).?

Ia mengaku, saat ini usulan nama para pengurus, baik di jajaran syuriyah, tanfidziyah maupun di lembaga dan lajnah sangat banyak.?

IPNU Tegal

“Waduh, sudah sangat banyak, tetapi tidak mungkin masuk semua. Kalau istilahnya Jokowi, tidak ada transaksional. Pengurus yang akan kita pilih dengan mempertimbangkan agenda NU ke depan.”?

IPNU Tegal

Mereka yang menjadi pengurus harus sudah pernah aktif di lingkungan NU atau badan otonom, dan tidak merangkap jabatan di partai politik.?

Ia juga berjanji akan mengakomodasi warga NU potensial, meskipun dalam momen muktamar lalu mendukung calon lain.

“Saya akan mengakomodasi semuanya, ngak ada rasa permusuhan atau dendam karena ke depan tantangannya sangat berat, kita memasuki pasar bebas, globalisasi yang sangat menantang, ekstrimisme, radikalisme dan lainnya.”

Mengenai program ke depan, fokus yang akan dilakukan adalah melanjutkan program yang saat ini belum tuntas.?

“Agenda baru, akan saya prioritaskan luar Jawa. Pelajaran bagi saya, luar Jawa sering mengkritik saya, merasa kurang diperhatikan. Saya terima kritikan itu,” tandasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa IPNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara

Jakarta, IPNU Tegal. Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) bekerjasama dengan Forum Bagi Bangsa (FBB) mengadakan Seminar Kebangsaan bagi Siswa-siswi di SMAN 70, Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu, (15/11).

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB), Abdul Ghopur yang juga intelektual muda Nahdlatul Ulama, mengatakan kenusantaraan atau keindonesiaan yang multi etnis, multi budaya dan multi bahasa serta beragam suku bangsa adalah anugerah luar biasa yang tiada tara. 

“Tidak ada bangsa atau negeri sekaya ini dan seindah serta senyaman Indonesia. Belum lagi alamnya yang ramah, iklimnya yang sedang-sedang saja, tidak ada musim yang ekstrim, terlalu panas tidak, terlalu dingin pun tidak. Ditambah dengan keanekaragaman hayati dan hewani-flora dan fauna yang sangat kaya tak terbanding,” kata Ghopur melalui materi Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman.

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara (Sumber Gambar : Nu Online)
Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara (Sumber Gambar : Nu Online)

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara

Ghopur menyebutkan hal itu sebagaimana disebutkan dalam penggalan Al-Qur’an Surat An Naml ayat 40, "Haadza min fadli rabbi liyabluwani a-asykuru am akfur, artinya: ini anugerah dari Tuhan untuk menguji kita untuk disyukuri atau diingkari).” 

Ghopur prihatin atas situasi bangsa Indonesia sekarang, 

“Ada sebagian kelompok masyarakat yang kurang mensyukuri karunia Tuhan ini dengan dalih atau atas nama kemurnian suatu paham agama tertentu dan atas nama kemodernan, sehingga, prinsip-prinsip kebangsaan, kenegaraan serta kewarganegaraan semakin hari semakin jauh. Bahkan jauh lebih menjauh setelah dikobarkannya reformasi Mei 98,” sesalnya.

IPNU Tegal

Menurutnya ada banyak jawaban atas persoalan tersebut. Tetapi,yang terpenting adalah karena; Pertama, problem Indonesia sesungguhnya adalah keberlangsungan manajemen negara pasca kolonial yang tak mampu menegakkan kedaulatan hukum, memberikan keamanan dan keadilan bagi warganya.

Di dalam ketiadaan keadilan, keamanan dan perlindungan hukum bagi individu untuk mengembangkan dirinya, orang lebih nyaman berlindung di balik  warga-tribus (tribalisme, premanisme, koncoisme dan sektarianisme) ketimbang warga-negara. 

Persoalan ekonomi-politik yang bersumber dari manajemen negara yang korup menyisakan kelangkaan dan ketimpangan alokasi sumberdaya di rumahtangga kebangsaan. Jika aparatur negara hanya sibuk mengamankan kekuasaan dan dapurnya sendiri, maka individu akan segera berpaling ke sumber-sumber tribus sebagai upaya menemukan rasa aman. Di sini persoalan ekonomi-politik yang objektif disublimasikan ke dalam bentrokan identitias yang subjektif. 

“Kedua, kita belum siap menerima keragaman. Padahal, keragaman bangsa bisa menjadi kekayaan jika negara mampu menjalankan fungsinya sebagai, apa yang disebut Mohammad Hatta, (panitia kesejahteraan rakyat),” katanya.

IPNU Tegal

Lebih lanjut, Ghopur menukil isi dari teks Piagam Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam sebagai hasil Munas NU, Situbondo, 21 Desember 1983, Meski Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dipergunakan untuk menggantikan agama. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat (1) Udang-Undang Dasar 1945, yang menjiwai sila-sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam.

“Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan antar manusia (hablumminannas),” tambahnya.

Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan (pengejawantahan) dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.

“Sebagai konsekuensi dari sikap ini, segenap anak bangsa yang masih mencintai dan menginginkan utuhnya negeri ini, berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak,” imbuhnya lagi.   

“Intinya, No Ekstrim Kanan, No Ekstrim Kiri! Jadilah Ummat yang Tengah-tengah (ummatan wasahan) yang seimbang, bersatulah Orang Indonesia (Oi)” tandasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa IPNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

PBNU Kecam Sikap RI Soal Sanksi terhadap Iran

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras sikap Pemerintah Indonesia yang mendukung perberlakukan sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran. PBNU menilai, sikap tersebut merupakan kesalahan fatal yang justru akan mempersulit posisi Indonesia sendiri.

”Sikap Indonesia yang ikut menyetujui sanksi terhadap Iran adalah blunder besar untuk pemerintah Indonesia,” ungkap Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (26/3).

DK PBB menjatuhkan sanksi bagi Iran melalui Resolusi 1747 pada Ahad (25/3). Rancangan resolusi yang dirumuskan Inggris, Prancis, dan Jerman itu disepakati secara bulat oleh 15 negara anggota DK PBB, termasuk Indonesia.

PBNU Kecam Sikap RI Soal Sanksi terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Sikap RI Soal Sanksi terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Sikap RI Soal Sanksi terhadap Iran

Resolusi ini memperluas sanksi atas Iran yang ditetapkan pada Desember 2006 dalam Resolusi 1737. Di antara isi Resolusi 1747 itu adalah larangan secara menyeluruh ekspor senjata Iran maupun pembatasan penjualan senjata ke Iran. Isi resolusi juga membekukan aset milik 28 lembaga atau perorangan yang berhubungan dengan program nuklir dan rudal Iran.

Iran juga dibatasi untuk memperoleh bantuan keuangan. DK PBB memberi batas waktu 60 hari setelah resolusi agar Iran menghentikan program pengayaan uraniumnya. Jika diabaikan, DK PBB bisa mengambil langkah yang lebih pantas berupa sanksi ekonomi, bukan militer.

Hasyim menambahkan, kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah akan berakibat menjauhnya umat Islam dan bangsa lain di seluruh duni dari Indonesia. Karena itu, menurutnya, pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab terhadap rakyatnya yang sebagian besar muslim.

IPNU Tegal

Tak hanya itu. Menurut Presiden World Conference on Religon for Peace itu, dukungan pemerintah atas pemberlakukan sanksi tersebut akan menghancurkan nama baik Indonesia di mata negara-negara berkembang dan negara-negara Islam. “Indonesia mungkin hanya mendapat pujian kosong dari Amerika Serikat. Tapi bangsa Indonesia tidak akan dapat untung apa-apa,” pungkasnya.

IPNU Tegal

NU, tegas Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu, akan mengambil sikap berbeda dengan pemerintah, yakni tetap mendukung Iran berikut program nuklirnya serta negara-negara di kawasan Timur Tengah yang menjadi korban ketidakadilan.

”NU sikapnya jelas, yaitu selalu memperkuat yang benar, bukan membenarkan yang kuat. NU melakukan gerakan moral, bukan gerakan kepentingan. Kita semua berdoa, sukses untuk bangsa Iran, Irak dan Pelestina dalam meraih haknya yang sah,” pungaksnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa, AlaSantri, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Surat Kemenkumham Kian Kukuhkan Kepengurusan PBNU

Surabaya, IPNU Tegal. Legalitas kepengurusan hasil Muktamar ke-33 NU semakin kuat. Hal ini seiring dengan adanya keputusan Menteri Hukum dan HAM RI yang dikeluarkan 8 September 2015 lalu. "Setidaknya ada tiga alasan yang semakin menguatkan kepengurusan PBNU hasil Muktamar ke-33 di Jombang awal Agustus 2015," kata KH Sholeh Hayat, SH, Selasa (10/11).

Wakil Ketua PWNU Jatim ini kemudian memberikan rincian bahwa legalitas kepengurusan PBNU tidak lagi terbantahkan. "Pertama adalah kepengurusan hasil Muktamar ke-33 NU telah diterima oleh Presiden RI di istana kepresidenan pada tanggal 27 Agustus lalu," katanya. Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yakni KH Maruf Amin dan KH Said Aqil Siroj bersama sebagian pengurus harian telah diterima presiden dengan baik, lanjutnya.

Surat Kemenkumham Kian Kukuhkan Kepengurusan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Kemenkumham Kian Kukuhkan Kepengurusan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Kemenkumham Kian Kukuhkan Kepengurusan PBNU

Penguatan kedua adalah kehadiran Presiden RI pada pelantikan PBNU periode 2015 hingga 2020 di Masjid Istiqlal Jakarta, 5 September 2015. "Ini semakin meyakinkan bahwa secara hukum, keberadaan kepengurusan telah diakui negara," ungkapnya.

IPNU Tegal

Dan yang terbaru adalah dikeluarkannya keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM RI bernomor AHU – 70 AH.01.08 tahun 2015 tentang kepengurusan PBNU.

"Sehingga dengan demikian kepengurusan PBNU hasil Muktamar ke-33 yang berlangsung di Jombang telah diakui negara," kata KH Sholeh Hayat sembari menunjukkan salinan surat dimaksud.

IPNU Tegal

Mantan anggota DPRD Jatim ini tidak menampik adanya sejumlah kalangan yang masih mempersoalkan keabsahan kepengurusan PBNU. "Tapi kami rasa, itu adalah sebagai bagian dari dinamika yang ada di NU," katanya. Selanjutnya, setelah tiga fakta tersebut, semua pihak hendaknya dalam kembali bergabung dalam satu barisan dalam berkhidmat kepada NU, lanjutnya.

Kiai Sholeh, sapan akrabnya menandaskan ada banyak persoalan umat dan bangsa yang mendesak untuk segera disikapi dan dicarikan formula pemecahan terbaiknya. "Mari satukan kekuatan untuk mencarikan solusi terbaik agar bangsa ini segera dapat keluar dari berbagai masalah," katanya. Dan hal itu dapat dilakukan antara lain dengan terus memberikan dukungan kepada kepengurusan PBNU hingga daerah sehingga bisa berkiprah dengan lebih baik, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

?

Kamis, 25 Januari 2018

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

Jombang, IPNU Tegal. Panitia lokal muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum (PPBU), mengundang lebih dari 20 Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) untuk hadir dalam acara “Forum Diskusi dan Reuni PCINU Internasional” yang rencananya akan ditempatkan di Pondok Pesantren al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

Acara forum diskusi ini akan berjalan di sela-sela muktamar ke-33 NU berlangsung, yakni tanggal 1, 2, 4, dan 5 Agustus 2016. Target acara ini adalah mempertemukan kaum nahdliyin yang berada di luar negeri, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna.

“Tanggal 3 Agustus sengaja dikosongkan karena pada tanggal tersebut di masing-masing pesantren dipakai sidang komisi. Jadi Pondok Pesantren Tambak Beras sepakat mengosongkan semua kegiatan muktamar pada tanggal tersebut, dan mengharuskan semua untuk fokus ke sidang komisi,” kata ketua panitia Latif Malik kepada IPNU Tegal, Rabu (28/7).

IPNU Tegal

Acara ini akan diisi dengan diskusi berbagai tema penting, seperti krisis Timur Tengah dan materi muktamar ke-33 NU. “Forum ini akan dibuat santai, mengingat peserta muktamirin dalam forum muktamar biasanya sudah jenuh dengan materi utama muktamar, jadi yang kita tekankan adalah mempererat silaturrahim antar PCINU,” kata pria yang akrab disapa Gus Latif ini.

Dalam forum di atas, panitia akan memberikan berbagai fasilitas untuk peserta, di antaranya adalah 12 kamar penginapan, terdiri dari 8 putra dan 4 putri. Selain itu, peserta juga akan mendapat kartu identitas peserta dan kartu parkir, serta konsumsi tentu saja. Tamu yang diundang dari luar daerah ini juga dapat meminta panitia untuk menjemput mereka di lokasi terdekat, seperti bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus.

IPNU Tegal

Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut, peserta bisa menghubungi M. Najih Arromadloni sebagai pelaksana, di nomor ponsel 081938299525. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Lomba, Kiai, Doa IPNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Madrasah Ini Peringati Rajaban dengan Karnaval Pakaian dari Sampah

Bojonegoro, IPNU Tegal. Para siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bahrul Ulum Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (1/5/2014), mengadakan karnaval. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperingati bulan Rojab.

Madrasah Ini Peringati Rajaban dengan Karnaval Pakaian dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Ini Peringati Rajaban dengan Karnaval Pakaian dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Ini Peringati Rajaban dengan Karnaval Pakaian dari Sampah

Salah seorang guru MI Bahrul Ulum dan juga ketua panitia kegiatan, Khoirul Anam mengatakan, karnaval ini dalam rangka memperingati bulan Rojab, serta hari kartini dan juga Hari Pendidikan Nasional (Hardikanas).

Acara tersebut diikuti seluruh siswa-siswi di lembaga tersebut, mereka mengenakan pakaian daur ulang, dari sampah di sekitar kita. "Karena banyak sampah di sekitar kita, sehingga oleh para siswa dimanfaatkan menjadi baju," terangnya.

IPNU Tegal

Para siswa dibantu guru bersama-sama, merangkai menjadikan pakaian bahan daur ulang tersebut. "Agar siswa belajar berkreasi, menggunakan bahan di sekitarnya," sambungnya.

IPNU Tegal

Rencananya kegiatan tersebut akan rutin dilakukan setiap memperingati hari besar Islam, maupun hari besar nasional lainnya. Diharapkan para siswa tahu dan memahami hari-hari tersebut.

Sementara itu, salah seorang siswa yang mengenakan pakaian daur ulang, Nurotun mengaku, membuat baju daur ulang tersebut bersama teman-temannya dan dibantu guru. "Agar sampah di sekitar dapat dimanfaatkan," pungkasnya.

Para peserta karnaval nampak bersemangat menyusuri jalanan desa setempat. Meskipun cuaca panas, para peserta tidak ada yang mengeluh. Pasalnya mereka bangga mengenakan pakaian berbahan daur ulang itu. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Doa, Ahlussunnah IPNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Doa dan Dzikir Sangat Bermanfaat bagi Prajurit

Surabaya, IPNU Tegal. Di hadapan ratusan prajurit angkatan laut yang berkumpul di Markas Komando (Mako) Armatim Surabaya, Ustadz Maruf Khozin mengingatkan bahwa doa memiliki manfaat sangat besar. Apalagi hal tersebut dilakukan dalam kondisi genting dan menghadapi mara bahaya.

"Anda sudah hafal Surat Yasin?" tanya Ustadz Maruf Khozin saat berada di podium, Kamis (24/11). Serentak perajurit menjawab: "Sudah."

Doa dan Dzikir Sangat Bermanfaat bagi Prajurit (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa dan Dzikir Sangat Bermanfaat bagi Prajurit (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa dan Dzikir Sangat Bermanfaat bagi Prajurit

Kemudian Ustadz Maruf, sapaan akrabnya mengemukan bahwa di dalam surat Yasin terdapat keterangan yang menyebutkan keselamatan di laut. Secara khusus, anggota Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jatim ini menjelaskan ayat ke 41 hingga 44 dari Surat Yasin tersebut yang secara umum menjelaskan bahwa keselamatan dalam bahtera atau kapal sangat ditentukan oleh Allah SWT.

IPNU Tegal

"Karena itu saat berada di kapal hendaknya meminta kepada Allah dengan berdoa," pesannya. Karena manfaat dari doa saat kondisi aman terkendali, maka di saat keadaan membahayakan Allah akan menolong.

IPNU Tegal

Kemudian Ustadz Maruf membacakan teks hadis dari Abu Harairah yang mengemukakan "Barangsiapa senang doanya dikabulkan oleh Allah di saat ada kesulitan, maka perbanyaklah berdoa kepada Allah di saat kondisi tenang," terangnya sembari menyebutkan bahwa hadits tersebut diriwayatkan Tirmidzi.

Sebelumnya, jelang Hari Armada Nasional, Mako Armatim mengadakan istigatsah dan doa bersama yang rutin dilakukan tiap tahun. Dalam sambutannya, Panglima Armatim menyampaikan bahwa manfaat dari dzikir dan istigatsah sangat dirasakan prajurit manakala bertugas di tengah laut. Saat menghadapi terjangan ombak, badai, gempa laut, hujan deras, cuaca buruk dan sebagainya, semua akan terlewatkan dengan pertolongan dari Allah. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Doa, Makam IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock