Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Jakarta, IPNU Tegal

Proyek perluasan kilang Balikpapan (Refinery Unit V) yang dikelola PT. Pertamina, diperkirakan membutuhkan 20.000 tenaga terampil. Pemenuhan tenaga terampil tersebut sebagian akan diprioritaskan dari pekerja lokal, yakni dari daerah Kalimantan Timur.

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)
Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5000 Pekerja Lokal Terampil

Terkait dengan rencana pemenuhan tenaga kerja, beberapa petinggi PT Pertamina melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Senin (20/11) kemarin.

"Kami sowan (silaturahim) ke Pak Menteri untuk menawarkan kerjasama pelatihan untuk  tenaga kerja lokal. Kebutuhan tenaga kerja terlatih sampai 20.000 orang, tapi sebagian akan dilatih dari tenaga kerja lokal sekitar 5000-7000 orang," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Ardhy N. Mokobombang.

Turut serta dalam rombongan audiensi adalah Vice President Refining Project Pertamina Ignatius Tallulembang, serta beberapa pejabat lainnya.

IPNU Tegal

Dijelaskannya, proyek perluasan kilang Balikpapan merupakan bagian dari program strategis meningkatkan kemandirian dan ketahanan energy nasional, baik peningkatan produksi BBM atau non BBM.

Kualitas produksi yang semula Euro 2 menjadi Euro 5. Proyek berdurasi 43 bulan ini akan menyerap tenaga kerja sedikitnya  20.000 orang. Saat kilang dioperasikan akan menyerap sekitar 2.500 orang pekerja.  

Rencananya, ground breaking mega proyek dengan investasi US$ 5 miliar ini akan  dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember atau Januari nanti.

IPNU Tegal

Terkait dengan rencana kerjasama menyiapkan pelatihan tenaga kerja terampil, saat ini pihak sedang menyusun silabi pelatihan yang akan diterapkan pada lima Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Timur. Atau di BLK lainnya sesuai kebutuhan pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker M Hanif Dhakiri menyatakan sangat mendukung adanya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

“Selain mendukung kemandirian energi dan dunia industri, proyek ini akan menyerap ribuan pekerja lokal.  Pemerintah dan Pertamina akan menyiapkan pelatihan bagi tenaga kerjanya,” kata Menaker.   

Menaker berjanji, untuk keperluan pemenuhan tenaga kerja lokal tersebut, pihaknya akan segera membuat tim khusus (pertamina dan Kemnaker) untuk menyusun silabus, instruktur, dan peralatan yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.  (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Kajian, News, Meme Islam IPNU Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Batam, IPNU Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pengusaha hiburan Batam menghormati Ramadhan dengan menutup usaha selama umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

“Selama 11 bulan, pengusaha mendapat keuntungan, jadi tidak ada salahnya, jika satu bulan ini aktivitas hiburan libur," kata Kiai Ma’ruf di Batam, Jumat (24/8).

Ia mengatakan pemerintah kota pun harus bijaksana mengambil keputusan buka-tutup usaha hiburan di Batam untuk menghindari konflik antara pengusaha dan organisasi masyarakat Islam.

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, pemerintah kota Batam terlambat memutuskan buka-tutup usaha hiburan Batam selama Ramadhan. "Seharusnya sekarang sudah ada komitmen buka-tutup itu," katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan hingga kini belum ada keputusan buka-tutup usaha hiburan. "Masih dalam pembahasan awal Dinas Pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan baru, maka peraturan? buka-tutup usaha hiburan mengacu masih tetap pada SK Walikota Batam No 10 tahun 2006. SK yang diterbitkan menjelang Ramadhan tahun lalu itu menegaskan penutupan usaha hiburan 15 hari ditambah dua hari sebelum bulan puasa dengan formulasi 2-8-2-5, tutup dua hari sebelum puasa, delapan hari pertama bulan Ramadan, dua hari Nuzulul Quran dan lima hari terakhir bulan Ramadhan.

IPNU Tegal

Pengusaha tolak

IPNU Tegal

Sebelumnya, pengusaha hiburan di Batam menolak usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Penolakan tersebut disampaikan pengusaha hiburan Batam kepada Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Syamsul Bahrum saat pertemuan tertutup di Batam, Kamis.

"Kata para pengusaha, supaya para pekerja tetap bekerja, dan mereka bisa memperoleh keuntungan selama Ramadhan untuk membayar gaji berikut THR," kata Syamsul di Batam, Kamis.

Menurut Syamsul, pengusaha menginginkan hanya tutup tujuh hari menjelang, saat dan usai Ramadhan. "Mereka memberikan dua formulasi 2-1-1-3 dan 2-3-1-3," kata Samsul.

Formulasi 2-1-1-3 yaitu tutup dua hari sebelum Ramadhan, satu hari di awal Ramadhan, satu hari saat Nuzulul Quran, dan tiga hari terakhir Ramadhan.

Sedangkan formulasi 2-3-1-3 adalah tutup dua hari menjelang Ramadhan, tiga hari diawal Ramadhan, satu di Nuzulul Qur’an dan tiga hari terakhir Ramadhan. (ant/lik)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Olahraga IPNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mendukung gerakan ekonomi IPPNU Garut dalam pengembangan industri kuliner kreatif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dirintis dan dikembangkan rekanita IPPNU Garut. Kepekaan dalam melihat peluang memang terlihat dari upaya konkret dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada," kata Puti kepada IPNU Tegal, Rabu (10/2).

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Ia menegaskan bahwa IPPNU akan terus mendorong para kadernya menciptakan kreasi-kreasi, inovasi, dan jeli melihat potensi serta peluang pasar dalam memanfaatkan bonus demografi sebagai jawaban menghadapi MEA.

IPNU Tegal

"Upaya ke depan, pelatihan-pelatihan berbasis kewirausahaan akan makin ditingkatkan dan ditindaklanjuti secara serius oleh IPPNU," ujarnya.

Puti berharap IPPNU di semua lini baik wilayah, cabang, anak cabang maupun ranting di daerah lain harus dapat termotivasi dan tidak boleh kalah dengan IPPNU Garut.

IPNU Tegal

Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah yang tentunya beragam, saya berharap kader-kader IPPNU dapat mewujudkan inovasi-inovasi baru yang sesuai dengan selera pasar di era MEA, pungkasnya. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Cerita, Halaqoh, Meme Islam IPNU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Warga NU Diimbau Tidak Termakan Kampanye Hitam

Jember, IPNU Tegal. Warga NU diimbau tidak mudah termakan kampanye hitam yang dilancarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab terkait dengan pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Imbauan ini disampaikan Sekretaris LDNU Jember Gus Moch Eksan menyusul beredarnya tabloid yang khusus mendiskreditkan salah satu pasangan Capres-Cawapres.

Warga NU Diimbau Tidak Termakan Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Diimbau Tidak Termakan Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Diimbau Tidak Termakan Kampanye Hitam

Menurutnya, kampanye hitam membahayakan bagi persatuan dan kerukunan umat. “Makanya, itu tak usah direken. Biarkan saja. Saya pastikan isi tabloid itu hanya rekayasa dan sangat tendensius, tidak berdasarkan fakta,” tuturnya kepada IPNU Tegal di kediamannya di kompleks pesantren Nuris 2 Jember, Kamis (29/5).

Mantan Komisioner KPUD Jember itu menambahkan, kampanye hitam merupakan bentuk ketakutan yang berlebihan dari pihak-pihak tertentu akan keberhasilan lawan. Mereka menggunakan cara apapun untuk menjatuhkan lawan.

IPNU Tegal

Dikemukakannya, cara-cara tersebut sangat jauh dari nilai-nilai yang dianut Nahdlatul Ulama. “Kalau mau berpolitik, marilah kita berpolitik yang santun dan elegan. Itulah NU,” tukas Eksan.

IPNU Tegal

Seperti diketahui, belum lama ini Rais Syuriyah PCNU Jember KH Imam Haromain mendapat kiriman segepok tabloid Obor Rakyat yang isinya menyudutkan salah satu capres-cawapres. Tabloid itu dikirim via pos tanpa alamat pengirim yang ditujukan kepada pengasuh pesantren Al-Hidayah desa Karangharjo kecamatan Silo KH Imam Haromain.

Kiai Haromain sendiri memastikan tabloid itu lebih bermuatan fitnah. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Aswaja, Meme Islam IPNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah

Kudus, IPNU Tegal. Pengajian rutin Tafsir Al-Qur’an yang diasuh Mustasyar PBNU KH Sya’roni di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat (30/5) pagi, mengkaji? surat Al-Mulk ayat 1. Dalam pengajian yang dimulai waktu fajar ini, KH Sya’roni menerangkan tentang makna barokah.

Diterangkan, tabarukan atau biasa disebut barokah mempunyai makna penambahan kebagusan dari Allah (ziyadatul khair). Artinya, setiap waktu semakin bertambah baik.

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU Terangkan Makna Barokah

“Nabi Muhammad, sebagaimana diterangkan dalam hadits Bukhari, pada waktu? mendoakan bayi selalu dengan barokah . Bunyi doanya barakallahu haadzal walad (Ya Allah semoga bayi ini diberi barokah). Ini artinya supaya semakin besar akan semakin bertambah baik,” jelas KH Sya’roni seraya mencontohkan acara walimatut tasmiyah (pemberian nama) bayi yang menjadi tradisi masyarakat Muslim.

IPNU Tegal

Lebih lanjut Ulama Kharismatik Kudus ini menjelaskan, meminta (doa) barokah juga merupakan tindakan (sunnah) yang dilakukan Nabi Muhammad. Pada waktu? disowani sahabat Umar yang pamitan hendak menunaikan umrah,? Nabi meminta supaya didoakan di tanah suci Makkah.

IPNU Tegal

“Padahal Nabi itu sosok yang paling mulia di dunia, kok masih minta didoakan sahabat Umar,ini pelajaran yang luar biasa bagi kita ummat. Makanya orang tua setiap ada yang menunaikan ibadah haji selalu datang mengikuti untuk didoakan di Makkah,” tuturnya.

Barokah , kata mbah Sya’roni melanjutkan keterangan ayat Al-Mulk, terkadang ada yang memaknai Maha Suci. Artinya, semua alam ini adalah kekuasaannya Allah karena selaku sang pencipta. “Allah mau membuat apapun pasti kuasa termasuk kematian makhluknya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, KH Sya’roni juga menerangkan tentang wasilah. Dijelaskan, wasilah itu mempunyai arti tiga yakni tempat terhormat di surga, suatu amal untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan meminta kepada Allah dengan perantara melalui Nabi atau orang shalih.

“Sahabat Bilal sering ke makam Rasulullah berdoa meminta hujan karena kondisi bangsa yang kekeringan. Hal ini meminta kepada Allah melalui perantara (wasilah) Nabi atau orang-orang baik,” tuturnya.

Mbah Sya’roni juga mengingatkan jamaah supaya pandai menggunakan kesempatan waktu untuk berbuat kebaikan seperti shalat, i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an, mendengarkan pengajian, bersedekah, dan amalan baik lainnya.

“Setiap saat jangan sampai mengosongkan amal . Paling tidak ketika diam membaca istighfar, berdzikir dan bertasbih,” ajaknya.

Pengajian rutin berlangsung setiap Jumat fajar dan diikuti ribuan jamaah dari Kudus dan daerah sekitarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Sunnah, Quote IPNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Kartini Nyantri: Inspirasi Perjuangan

Oleh Fathoni Ahmad

Selama ini RA Kartini dikenal sebagai seorang bangsawan Jawa sekaligus priyayi, cara mudah bagi orang yang pertama kali medengar namanya cukup dengan membaca gelarnya, Raden Adjeng (RA). Raden Adjeng Kartini adalah putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kiai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.

Kartini Nyantri: Inspirasi Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartini Nyantri: Inspirasi Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartini Nyantri: Inspirasi Perjuangan

Secara spesifik, tulisan ini tidak bermaksud membahas geneologi atau silsilah Kartini, tetapi bagaimana pemikiran revolusionernya tumbuh di tengah tradisi paternalisitik yang kental di lingkungan keluarganya. Tidak bisa dipungkiri, kuatnya paternalisitk inilah yang membuat Kartini selalu mencari jawaban dari anomali yang terjadi. Mengapa peran perempuan seolah hanya menjadi pelengkap kehidupan laki-laki? Tentang jawaban pertanyaan ini, Kartini sudah membuktikan diri dan memberi inspirasi bagi para perempuan untuk berperan sesuai dengan kemampuannya di tengah masyarakat dengan tidak menanggalkan perannya sebagai ibu di rumah tangga dan sebagai perempuan sesuai fitrahnya.

Masuk ke topik inti bahwa selain bangsawan Jawa, Kartini ? juga seorang santri. Dia nyantri dan belajar agama kepada Kiai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang, Jawa Tengah ? yang juga dikenal dengan Mbah Sholeh Darat. Sebelum melakukan perjuangan kemerdekaan peran perempuan, pola pikir Kartini terbentuk ketika belajar ngaji kepada Kiai Sholeh Darat. Sebelumnya, kegelisahan demi kegelisahannya muncul ketika fakta yang ada masyarakat hanya bisa membaca Al-Qur’an tetapi tidak diperbolehkan memahami artinya pada zaman itu.

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis:

IPNU Tegal

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?





Al-Qur’an terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Al-Qur’an tapi tidak memahami apa yang dibaca.



IPNU Tegal



Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.





Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?

RA Kartini melanjutkan kegelisahannya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim kepada Ny Abendanon.

Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Qur’an, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya.





Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kita ini terlalu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.

Sampai akhirnya Kartini bertemu dengan Kiai Sholeh Darat untuk belajar ngaji dan menanyakan berbagai hal yang menjadi kegelisahannya selama ini terkait dengan tidak diperbolehkannya masyarakat memahami isi dan makna Al-Qur’an. Fakta sejarah yang ada, ternyata kebijakan ini datang dari para penjajah dengan asumsi jika masyarakat memahami Al-Qur’an, maka jiwa merdeka akan tumbuh. Tentu hal ini akan mengancam eksistensi kolonial itu sendiri. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa tidak banyak ulama saat itu yang menerjemahkan Al-Qur’an, bukan tidak mau dan tidak mampu, tetapi harus berhati-hati dengan kebijakan Belanda itu.

Fakta sejarah pertemuan antara RA Kartini dengan Kiai Sholeh Darat memang tidak diceritakan Kartini di setiap catatan surat-suratnya. Hal ini tidak lebih karena Kartini sendiri mengkhawatirkan keselamatan Mbah Sholeh Darat karena tidak tertutup kemungkinan kaum kolonial akan mengetahuinya.

Mbah Sholeh Darat sendiri dalam pengajian yang diberikannya kepada Kartini menjelaskan tentang tafsir surat Al-Fatihah. Hal ini seperti yang diceritakan oleh cucu Mbah Sholeh Darat, Nyai Hj Fadhilah Sholeh. Dalam ceritanya, Nyai Fadhilah mengisahkan:

Takdir mempertemukan Kartini dengan Kiai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.





Kemudian ketika berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak, RA Kartini menyempatkan diri mengikuti pengajian yang diberikan oleh Mbah Sholeh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat al-Fatihah. RA Kartini menjadi amat tertarik dengan Mbah Sholeh Darat.





Kiai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kiai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang kiai.





Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.





Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kiai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kiai Sholeh.





“Kiai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.





Kiai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Adjeng bertanya demikian?” Kiai Sholeh balik bertanya.





“Kiai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al-Fatihah, surat pertama dan induk Al-Qur’an. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.





Kiai Sholeh kembali tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan, “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al-Qur’an adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Nyai Fadhila menulis Kiai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali berucap “Subhanallah”. Kartini telah menggugah kesadaran Kiai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Jawa.

Dari riwayat di atas, Kartini menemukan cahaya yang menerangi berbagai kegelapan pengetahuan dan ilmu yang selama ini melingkupinya dengan ngaji kepada Mbah Sholeh Darat. Inspirasi inilah yang membuat Kartini memberi judul buku yang berisi surat-suratnya dengan “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Secara historis, dalam pertemuan itu RA Kartini meminta agar Al-Qur’an diterjemahkan. Karena menurutnya, tidak ada gunanya membaca kitab suci tapi tidak memahami artinya. Namun pada saat itu pula penjajah Belanda secara resmi melarang penerjemahan Al-Qur’an. Mbah Sholeh Darat tetap melakukan penerjemahan, Beliau menerjemahkan Al-Qur’an dengan ditulis dalam huruf “Arab gundul” (pegon) sehingga tidak dicurigai dan dipahami penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an ini diberi nama Kitab Faidhur-Rohman, tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab pegon. Kitab ini pula yang dihadiahkannya kepada RA Kartini pada saat dia menikah dengan RM Joyodiningrat, seorang Bupati Rembang. ? Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan:

“Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ? ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kiai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa ? yang saya pahami.”

(Inilah dasar dari buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang ditulis RA Kartini, bukan dari sekumpulan surat-menyurat beliau. Dalam hal ini, substansi sejarah Kartini konon telah disimpangkan secara siginifikan). Melalui terjemahan Mbah Sholeh Darat itulah RA Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya yaitu:

“Orang-orang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya.” (QS. Al-Baqarah: 257).

Dalam sejumlah suratnya kepada Abendanon, Kartini banyak mengulang kata “dari gelap menuju cahaya” yang ditulisnya dalam bahasa Belanda, Door Duisternis Toot Licht. Oleh Armijn Pane, ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang,” yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.?

Surat yang diterjemahkan Kiai Sholeh adalah Al-Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Namun sayangnya penerjemahan Kitab Faidhur-Rohman ini tidak selesai karena Mbah Kiai Sholeh Darat keburu wafat.

Dari perjumpaannya dengan Mbah Sholeh Darat itu, Kartini juga banyak memahami kehidupan masyarakat yang selama ini terkungkung penjajahan sehingga banyak memunculkan sikap inferioritas terutama di kalangan perempuan. Keterbukaan pandangan dan pemikiran Kartini dari hasil kawruh (belajar) kepada Mbah Sholeh Darat inilah yang membuat langkahnya semakin mantap untuk mengubah tatanan sosial kaum perempuan dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Selamat Hari Kartini!

Penulis adalah Redaktur IPNU Tegal.

*) Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Lomba IPNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar

Sampang, IPNU Tegal. KSPP Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Tambelangan Kabupaten Sampang, Jawa Timur telah resmi diluncurkan, Kamis (12/1). Kehadirannya diharapkan dapat menjadi penyemangat "Nahdlatut Tujjar" yang digelorakan Mbah Wahab Chasbullah pada tahun 1914 silam.

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar (Sumber Gambar : Nu Online)

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar

"Tentu acara ini menjadi sebuah kebanggaan sendiri bagi kalangan NU wabilkhusus warga NU Tambelangan," ujar Ketua Tanfidziyah MWCNU Tambelangan, KH Mujib saat memberi sambutan.

Kalau selama ini NU dikenal kaya pendapat, tambah Kiai Mujib, maka dengan hadirnya BMTNU ke depan insya Allah kuga akan kaya pendapatan. Sehingga, lebih bisa mandiri dalam menggerakkan organisasi.

"Dengan adanya BMTNU ini, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga NU serta lebih memajukan perjuangan NU," tukasnya.

IPNU Tegal

Muaranya, BMTNU Tambelangan bisa menyemai manfaat bagi kemandirian jamaah dan jamiyah NU. Serta, berdaya guna untuk mendorong kejayaan agama, bangsa, dan negara. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Meme Islam, Tokoh IPNU Tegal

IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock