Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Kiai-kiai di Wonosobo Nonton Bareng "Sang Kiai"

Wonosobo, IPNU Tegal. Sebanyak 231 kiai dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo menggelar nonton bareng film Sang Kiai di Dieng Cinema, Ahad (16/6) kemarin. Nonton bareng bersama kiai Wonosobo itu dilakukan di sela-sela harlah ke-90 NU sekaligus memperingati hari lahirnya Pancasila.

Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo Arifin Shiddiq menuturkan, kader muda NU seharusnya meniru rekam jejak mbah KH Hasyim Asy’ari. Karena pendiri NU tersebut memiliki karakter yang luar biasa. "Karakter tersebut belum banyak dimiliki penerus NU pada masa sekarang," katanya. 

Kiai-kiai di Wonosobo Nonton Bareng Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai-kiai di Wonosobo Nonton Bareng Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai-kiai di Wonosobo Nonton Bareng "Sang Kiai"

Pembantu Rektor I UNSIQ Jawa Tengah KH Mukhotob Hamzah yang ikut nonton bareng menambahkan, para santri di era sekarang harus memiliki mental pejuang. Yaitu berjuang untuk dirinya, berjuang buat agamanya, dan berjuang demi bangsanya yaitu bangsa Indonesia.

IPNU Tegal

"Para Santri di Wonosobo bisa belajar keteladanan yang dilakukan sosok mbah KH Hasyim Asy’ari," tandasnya usai nonton bareng film yang diaktor Ikranegara dan Agus Kuncoro tersebut.

IPNU Tegal

Kepala Kementrian Agama Kabupaten Wonosobo Drs. H. Muhtadin mengatakan, Mbah Hasyim juga merupakan sosok yang berani dalam tindakan. Dia berpendirian dan bersemangat melawan penjajah Jepang. Mbah Hasyim menunjukkan bahwa untuk meraih kemenangan tidak harus dengan senjata lengkap. Cukup dengan tekad yang kuat meskipun senjatanya ala kadarnya.

"KH Hasyim Asy’ari menunjukkan betapa wajibnya hukum membela tanah air dari penjajahan. Beliau menyeru para santrinya untuk membela tanah air," jelasnya.

Film yang disutradarai Rako Prijanto membuat para kiai di Wonosobo bangga. Bahwa NU memiliki sosok yang berani berjihad demi agama dan bangsanya. Di film ini membuktikan bahwa banyak peran tokoh ulama dan kiai yang ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Fathul Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal RMI NU, Pertandingan IPNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah

Betapa sering kita dapati upaya sebagian orang untuk melihat hubungan Muslim dan non-Muslim sebagai dua entitas yang saling memusuhi. Ditampilkanlah beberapa fakta sejarah atau dalil yang memperkuat relasi antagonistis tersebut: Rasulullah memusuhi atau dimusuhi, misalnya oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi.

Pandangan itu menjadi berbeda seandainya fakta dan dalil itu juga digandengkan dengan data lain yang justru menunjukkan hubungan harmonis Rasulullah dengan orang-orang yang belum secara total mengikuti risalah beliau. Salah satunya cerita tentang seorang Yahudi yang mendapatkan berkah dari doa Rasulullah.

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Yahudi yang Dapat Berkah dari Rasulullah

Kisah itu dimulai ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merasa haus dan mencari air. Dalam kondisi tersebut, seorang Yahudi pun memberinya minum. Atas perbuatan baik si Yahudi, Rasulullah lantas membalasnya dengan doa: jammalakallâh (semoga Allah memperelok dirimu).

IPNU Tegal

Ajaib. Lantaran doa itu hingga akhir hayat tak satu pun uban ditemukan di kepala orang Yahudi itu.

Demikian hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik sebagaimana dikutip Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkâr. Sebagaimana banyak hadits-hadits lain yang tak menyebutkan nama secara jelas dalam alur kisah, begitu pula tentang nama orang Yahudi itu.

IPNU Tegal

Riwayat tersebut lebih dari sekadar informasi tentang seseorang yang menerima pemberian berterima kasih kepada si pemberi. Doa Nabi kepada si Yahudi memberikan gambaran tentang bagaimana Rasulullah membangun hubungan positif dengan pihak-pihak di luar Islam.

Memang benar bahwa konflik sudah terjadi sejak zaman Nabi antara kaum Muslimin dan orang-orang kafir. Namun, belajar dari cerita di atas, rasanya sangat picik bila meyakini bahwa permusuhan itu hanya soal perbedaan dikotomis antara Muslim dan non-Muslim. Ada sebab lain yang lebih substansial mengapa peperangan harus terjadi, seperti ketidakadilan, perampasan hak-hak dasar, dan sejenisnya.

Rasulullah sendiri diutus sebagai rahmat bagi seluruh ciptaan (rahmatan lil alamin). Beliau tidak pernah menganjurkan memusuhi perbedaan identitas. Yang pasti adalah Islam memerangi kezaliman, sebagaimana pesan Al-Qur’an: falâ ‘udwâna illâ ‘aladh dhâlimîn (maka tidak ada permusuhan, kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pertandingan, AlaSantri, Santri IPNU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Mentradisikan Teknologi

Judul Buku: Teknologi Sebagai Tradisi; Refleksi Pengalaman 4 Tahun IPNU Tegal

Pengantar: KH Hasyim Muzadi

Penulis: Abdul Mun’im DZ

Mentradisikan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentradisikan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentradisikan Teknologi

Penerbit: IPNU Tegal, Jakarta

Cetakan: I, Agustus 2007

Tebal: 56 Halaman

Peresensi: Ach Syaiful A’la*


IPNU Tegal

IPNU Tegal

Nahdlatul Ulama—biasa disingkat NU—artinya adalah ”Kebangkitan Ulama”. Sebuah organisasi keagamaan kemasyarakatan (jamiyah diniyah ijtimaiyah) yang didirikan para ulama, 31 Januari 1926 M/16 Rajab H di Surabaya.

Latar belakang berdirinya, berkaitan erat dengan perkembangan pemikiran kaum modernitas Islam atas situasi politik dunia Islam. Berawal dari pemikiran Syeikh Muhammad Abduh di Mesir, dan gerakan Wahabi yang dipelopori Abdul Wahab di Arab Saudi, dengan tujuan untuk memurnikan ajaran Islam.

Gerakan ini ingin memacu perkembangan Islam menghadapi perubahan zaman, dengan tetap berdasarkan Al-Quran dan Hadits (konservatif) yang tidak menghendaki ajaran bermazhab. Sementara, kalangan pesantren dan ulama salaf Indonesia, yang tetap berpegang pada ajaran bermadzhab dalam menjalankan syariat Islam, membentuk sebuah komite yang dipimpin KH Wahab Chasbullah atas restu KH Hasyim Asyari.

Komite kemudian mengalih perhatian ke kongres Islam yang diprakarsai Ibnu Suud, penguasa Hijaz baru di Arab. Gagasan Ibnu Suud akan menghapus tradisi keagamaan dan ajaran bermadzhab, tawasul, ziarah kubur, Maulid Nabi, dibicarakan dalam dua kongres umat Islam berturut-turut. Di Yogyakarta tahun 1925 dan di Bandung tahun 1926. Walaupun kongres Bandung sebenarnya hanya mengesahkan kesepakatan sebelumnya, karena nama, KH Abdul Wahab Chasbullah (delegasi pesantren) dicoret di konferensi khilafah umat Islam se-dunia, dengan alasan bukan organisasi. Peristiwa itu menyadarkan ulama pengasuh pesantren, betapa pentingnya sebuah organisasi. Akhirnya, para ulama pesantren sangat tidak bisa menerima kebijakan Ibnu Suud. Bahkan santer terdengar berita, rencana akan menggusur makam Nabi Muhammad Saw. Maka melalui proses panjang lahirlah “NU”.

Perkembangan NU ternyata semakin pesat. Mungkin di luar dugaan para pendirinya. Kebesaran ini tak lepas dari adanya kreatifitas para aktor sebagai pengendali dan uswah bagi umatnya. Dan sistem manajemen kepengurusan NU secara struktural sangat jelas, mulai tugas, fungsi, wewenang, kebijakan dari tingkat pusat hingga ranting.

NU, sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyah, sangat menghargai nilai-nilai tradisi dan budaya. Karena kehidupan tidak bisa dipisahkan dengan tradisi dan budaya. Salah satu karakter budaya adalah berubahan yang terus menerus, hal ini diciptakan oleh manusia. Maka, budaya bersifat beragam sebagaimana keberagaman manusia. Menghadapi hal semacam itu, NU mengacu pada salah satu kaidah fiqh “al-muhafazhah ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidil al-ashlah” (mempertahankan kebaikan warisan masa lalu dan mengkreasi hal baru yang lebih baik).

Di tengah arus informasi dan komunikasi yang tak lagi terbendung, ternyata internet menjadi sebuah sarana alternatif yang harus digalakkkan. Maka apresiasi terhadap teknologi terasa perlu dilakukan karena pengetahuan warga “Nahdliyin” masih terbatas tentang teknologi. Dengan harapkan akan memunculkan masyarakat terpelajar dan melek informasi. Masyarakat tidak hanya tahu informasi keagamaan dari para mubalig, tetapi juga bisa banyak mengakses informasi mengenai perkembangan politik, ekonomi, sosial serta gerak lajunya kebudayaan.

Membuka mata dengan informasi nantinya akan menjadi manusia yang kritis dan mandiri. Orang yang kritis dan mandiri bisa mengambil keputusan atau sikap atas dasar keyakinan dan pertimbangan menurut rasionalnya sendiri. Juga menambah wawasan para kiai, pengasuh pesantren, dan santri agar pemikiran mereka relevan bagi perkembangan zaman, shalih fi kulli zaman wa makan. Oleh karena itu, dirasa perlu “IPNU Tegal” lahir untuk masyarakat NU.

Kenapa harus ada “IPNU Tegal”? Padahal sudah banyak media NU lainnya yang menfokuskan berbagai kajian tentang NU dan Ahlussunnah Wal Jamaah, Aswaja. Di antaranya: Bintang Sembilan (Sumatera Barat), Aula dan Duta Masyarakat (Jawa Timur), Khittah (Sulawisi Selatan), Forum Warga (Jawa Tengah) dan beberapa media lainnya tingkat cabang.

Setelah membuka website “IPNU Tegal” pembaca akan menemukan jawabannya. Melalui proses panjang, yang pada tanggal 11 Juli 2003 secara resmi “IPNU Tegal” diluncurkan di hall Hotel Borobudur, Jakarta. Bahkan tahun 2004-2005 website “IPNU Tegal” mendapat penghargaan situs terbaik kategori “Sosial & Kemasyarakatan”. Ini menandakan bahwa NU tidak hanya berjuang dalam bentuk tindakan nyata di masyarakat. Tapi juga NU memberikan pencerahan-pencerahan dalam dunia maya.

Terlepas adanya beberapa kelemahan website itu, adalah hal yang tetap patut disyukuri. Karena dengan adanya media seperti ini, berarti NU telah memperkenalkan ajarannya, yaitu, Islam Indonesia yang moderat, rahmatan lil alamin. Karena kini, NU telah go international dikenal kurang lebih 21 negara belahan dunia.

Buku ini, tidak bermaksud dijadikan sebagai rujukan (reference) bacaan yang mempunyai dasar pemikiran, rumusan masalah, metode, dan lain-lain. Tapi hanya sebatas memperkenalkan kepada warga “Nahdliyin” khususnya, pembaca pada umumnya tentang adanya website “IPNU Tegal”.

Website ini menyediakan berbagai “menu”? all about NU: sejarah berdirinya, tokoh, forum diskusi, beberapa istilah organisasi, dan lain-lain. Menariknya lagi, di website “IPNU Tegal” tersedia dalam tiga bahasa. Pembaca bisa ber-cas-cis-cus dengan bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris sesuai dengan selera. Selanjutnya, selamat berkunjung di website: http://www.nu.or.id.



*Kader muda Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Aktif di Lesehan Komunitas Baca Surabaya (Kombas).
Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pertandingan, Tokoh IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali

Denpasar, IPNU Tegal - Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Managemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI pekan ini menggelar workshop validasi terjemahan Al-Quran ke dalam Bahasa Bali. Kegiatan ini dihelat di Hotel Neo Denpasar.

“Kegiatan validasi ini diarahkan untuk mengecek, melihat secara keseluruhan, secara teliti dan seksama hasil penerjemahan yang sudah dilakukan tahun 2016 kemarin,” ujar Kepala Bidang Manajemen Organisasi Yasin Ansori saat upacara pembukaan, Selasa (5/4) malam.

Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali

Ia mengatakan, penerjemahan Al-Quran ke dalam Bahasa Bali merupakan satu dari sekian kegiatan yang ada di Puslitbang Lektur. Sampai saat ini, pihaknya telah melakukan penerjemahan Al-Quran ke dalam 15 bahasa daerah.

Menurut dia, penerjemahan ke Bahasa Bali ini unik sekali. Pasalnya, tim penerjemahnya bukan dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) seperti UIN, IAIN, dan STAIN. Akan tetapi dari STAI Denpasar. “Ini barangkali satu-satunya kampus swasta yang bekerja sama dengan kami,” ujarnya disambut aplaus peserta workshop.

IPNU Tegal

Ia menambahkan, proses validasi selama 2017 dilakukan hanya dalam waktu empat bulan, mulai April sampai Juli. “Memang sangat simpel. Karena Agustus harus masuk proses pentashihan oleh LPMQ. Itu nggak bisa ditunda karena telah terjadwal. Kalau sampai tertunda, otomatis menunda kegiatan di belakangnya,” kata Yasin.

IPNU Tegal

Usai validasi, dilanjutkan proses desain selama bulan September. “Lalu, Oktober proses cetak.  Itu kita asumsikan satu bulan selesai. Kemudian November kita akan melakukan audiensi ke Menag dan Gubernur Provinsi Bali,” katanya.

Kerja maraton ini dilakukan karena terjemahan tersebut akan diluncurkan Menag Lukman Hakim Saifuddin pada awal Desember 2017. “Jadi, tahun ini mutlak selesai. Jadi, proses itulah yang melandasi bahwa kerja kita dikejar waktu, hanya empat bulan,” katanya.

Tujuan peluncuran terjemahan ini, kata Yasin, hendak menyampaikan kepada Gubernur Bali bahwa di provinsi yang dipimpinnya sudah ada terjemahan Al-Quran dalam bahasa Bali.

“Ia rencananya akan kami undang saat peluncuran di Jakarta. Setelah diluncurkan, masyarakat langsung bisa menggandakan untuk sosialisasi,” kata Yasin.

Penerjemahan ke dalam sejumlah bahasa daerah ini, lanjut Yasin, merupakan kerja Kemenag di bidang konservasi budaya. “Jadi hasilnya nanti menjadi milik Kemenag, bukan milik lembaga atau perorangan,” tegasnya.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, Selasa-Kamis, 5-7 April 2017, ini diikuti delegasi sejumlah ormas Islam, antara lain NU, Muhammadiyah, MUI, peneliti serta para akademisi. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nasional, Pertandingan IPNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan

Tegal, IPNU Tegal?

Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se eks Karesidenan Pekalongan mengikuti apel kebangsaan dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda di alun-alun kota Tegal, Ahad (28/10).?

Mereka datang dari Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, ? Pekalongan Kabupaten dan Kota serta tuan rumah sendiri.?

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya apel banser akan diwarnai juga dengan aksi penanaman 1000 pohon di wilayah kelurahan keturen, Kecamatan Tegal selatan. Kota Tegal dan akan dilakukan oleh Banser dan Ansor kota Tegal.?

Seperti biasa apel Banser jug di dalamnya dibacakan nawa prsetiya Banser sebagai pedoman bertingkah laku dan berideologi bagi anggota banser dan tentunya mengawal NKRI sebagai harga mati. Pembacaan nawa prsetiya Banser berjalan dengan khidmat dan penuh dengan semangat. ?

IPNU Tegal

“Aksi sosial tanam pohon yang dilakukan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda itu merupakan simbol kepedulian pemuda terhadap lingkungan hidup,” kata sekretaris panitia Sofyan Efendi.

IPNU Tegal

Menurut Sofyan, penanaman 1000 pohon yang terdiri dari jenis pohon Sawo dan pohon Sukun itu akan dilakukan usai mengikuti upacara peringatan hari Sumpah Pemuda yang diselenggaran Pemkot di alun-alun Kota Tegal.?

Seusai apel Banser peserta langsung kembali dengan kendaraan yang ditumpangi masing-masing, kabupaten Tegal peserta apel menggunakan kendraan bermotor, jadi seolah ada pawai yang menghiasi kegiatan itu.?

Wasat Satkorcab Banser Kabupaten Tegal Zeni Masardi mengatakan anggotanya hadir dalm apel itu Karena ada permintaan untuk mengikuti dan kami sangat bangga Karena sumpah pemuda yang merupakan peristiwa yang sangat bersejarah. “Ini menunjukan bahwa Banser selalu menghargai nilai-nilai sejarah," katanya.

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pahlawan, Pertandingan IPNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Peringati Hari Santri, NU Pringsewu Gelar Lomba Lalaran dan Baca Kitab Kuning

Pringsewu, IPNU Tegal. Ratusan Santri dari perwakilan pondok Pesantren di Kabupaten Pringsewu memenuhi Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (15/10). Dengan menggunakan seragam pakaian ciri khas masing-masing pesantren, para santri siap menunjukkan kemampuannya dalam Perlombaan Lalaran dan Baca Kitab Kuning yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Santri PCNU Kabupaten Pringsewu.

Peringati Hari Santri, NU Pringsewu Gelar Lomba Lalaran dan Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Santri, NU Pringsewu Gelar Lomba Lalaran dan Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Santri, NU Pringsewu Gelar Lomba Lalaran dan Baca Kitab Kuning

Dalam penjelasannya Koordinator Lomba tersebut, H Auladi Rosyad mengatakan bahwa dalam lomba lalaran para peserta dibagi kepada dua tingkatan atau kelas, yaitu kelas Tsanawiyah menggunakan Nadhoman Imrithy dan Aliyah menggunakan Nadloman Alfiyah.

"Satu grup 10 sampai 15 orang, masing-masing ada yang vokal dan lainya menabuh alat seperti galon bekas, rebana atau alat perkusi sejenisnya. Asal kompak dan harmonis," jelas Rosyad.

Sementara untuk lomba baca kitab panitia melombakan 2 kelas yaitu kelas Tsanawiyah dengan Kitab Mabadi dan Kelas Aliyah dengan Kitab Fathul Qarib.

Setelah melewati proses penampilan dan penjurian yang cukup ketat, akhirnya dewan juri memutuskan pemenang dari masing-masing tangkai lomba.

IPNU Tegal

Untuk Group Pemenang Lomba lalaran Imrithi adalah Pondok Pesantren Riyadlotut Tholibin Pardasuka sebagai Juara I, dan Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu yang berhasil menyabet sekaligus juara II dan Juara III.

Untuk Lalaran Alfiyah, Pondok Pesantren Al Hidayah Keputran berhasil menjadi Juara I diikuti oleh Pondok Pesantren Miftahul Huda Banyumas dan Pondok Pesantren Riyadlotut Tholibin Pardasuka sebagai Juara II dan III.

Sementara untuk Lomba Baca Kitab Mabadi, Santri atas nama Baaduddin dari Pondok Pesantren Al Hidayah Keputran berhasil menjadi Juara I diikuti oleh Ahmad Muhaimin dari Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu sebagai juara ke II dan M. Nurul Baihaqi dari Pondok Pesantren El Banun Keputran sebagai Juara III.

Untuk kelas Fathul Qarib Santri Pondok Pesantren Al Hidayah Keputran atas nama Aga Zainudin Ahsan berhasil menjadi Juara I diikuti Ahmad Afrizal dari Pondok Pesantren Al Hidayah Keputran sebagai Juara II dan Maratus Sholihah dari Pondok Pesantren Riyadlotut Tholibin Pardasuka sebagai Juara III.

IPNU Tegal

Rosyad menambahkan bahwa setelah para pemenang lomba diumumkan, mereka berhak mendapatkan hadiah berupa Thropy juara dan Uang Beasiswa Santri. "Kita akan bagikan hadiah tersebut pada Apel Hari Santri yang akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pringsewu pada 22 Oktober 2017 mendatang," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pertandingan, Doa, Nahdlatul Ulama IPNU Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

LP Ma’arif Tegal Gelar PK Guru dan PKB

Tegal, IPNU Tegal. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tegal menggelar Pelatihan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesional Berkelanjutan (PKB), di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Tegal, Selasa (26/2). 

Kegiatan itu diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari sekolah Ma’arif tingkat SMP/MTs se Kabupaten Tegal yang mengirimkan pesertanya.  

LP Ma’arif Tegal Gelar PK Guru dan PKB (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Tegal Gelar PK Guru dan PKB (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Tegal Gelar PK Guru dan PKB

Dalam laporannya Ketua Panitia, Komarudin mengatakan begitu pentingnya acara itu sehingga Ma’arif NU melakukan kegiatan ini.

“Saya juga sangat berharap ke depan implementasi dari kegiatan ini bisa diaplikasikan, karena penting sekali bagi guru-guru yang bersertifikat, karena ke depan penilaian Kinerja Guru melalui angka kredit. Dan formulasinya harus dilatih dengan baik.”

IPNU Tegal

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mempersiapkan para guru di lingkungan Ma’arif agar tidak ketinggalan dengan dinamika pendidikan,“ kata Guru SMKN 1 Dukuhturi itu. 

IPNU Tegal

Sementara ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Tegal H Muslikh menjelaskan persoalan pendidikan di lingkungan NU harus segera dibenahi. Menurutnya Pendidikan di NU saat ini dikelola banyak lembaga atau badan otonom sehingga terjadi tumpang tindih dalam pengelolaanya.

Ia berharap ke depan dari pelatihan ini bisa menyediakan assesor-asseror internal di sekolah masing-masing, karena mungkin ini  pelatihan pertama kali yang di lingkungan Ma’arif dan mungkin sekolah yang berada di lingkungan Kemenag. 

Dalam sesi itu juga ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, H Ahmad Wasy’ari mengatakan cara bersyukur menjadi guru adalah dengan menjadi guru profesional.

“Dengan bekal motivasi inilah, bapak atau ibu bisa hadir untuk memperkuat kualitas diri menjadi guru profesional.”

 Ia mengatakan, bagi sekolah yang hadir mengikuti pelatihan ini jelas akan mengharapkan berkah, karena telah bersungguh-sungguh ingin mengembangkan sekolah agar lebih baik, karena disana ada amanat yang yaitu peserta didik.

“Jadi jangan main-main karena kita juga mengharapkan berkah dari peserta didik juga,” tukas kepala UPTD Dipora kecamatan Adiwerna itu. 

Redaktur    : Mukafi  Niam

Kontributor: Abdul Muiz T                    

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Pertandingan, Khutbah, Lomba IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock