Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Oleh Mohamad Muzamil

Sebagai umat Islam kita patut bersyukur atas terselenggaranya Konferensi Internasional Bela Negara yang diselenggarakan Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Muktabaroh al-Nahdliyah (Jatman) bekerja sama dengan Kementerian pertahanan RI tanggal 27-29 Juli di Pekalongan. Konferensi yang dihadiri ulama thariqah dari 40 Negara tersebut menghasilkan 15 poin kesepakatan penting, agar umat Islam dan segenap komponen bangsa di dunia ini mencintai negaranya masing-masing serta mendorong terwujudnya kerja sama internasional dalam mewujudkan perdamaian, keadilan dan kemakmuran.

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Kesepakatan dalam konferensi internasional tersebut mencerminkan kedalaman dan keluasan serta pengamalan ilmu yang dimiliki ulama thariqah. Ulama thariqah bukan semata-mata menguasai ilmu tasawuf semata namun juga mengusai ilmu tauhid dan syariah secara lengkap serta menguasai ilmu-ilmu untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.

Dengan demikian ulama thariqah adalah kumpulan orang-orang yang muwahid (memahami dan mengamalkan tauhid), faqih (memahami dan mengamalkan syariah) dan shufi (memahami dan mengamalkan al-ihsan). Mereka termasuk orang-orang yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah, menebarkan semua kebahagiaan dan kebaikan dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat kelak.

IPNU Tegal

Mereka termasuk orang-orang pilihan Allah yang dikehendaki-Nya diberikan ilmu, hikmah dan keutamaan-keutamaan serta istiqomah dalam ibadah dan kebaikan. Mereka sama sekali tidak menaruh syak wasangka kepada siapa pun utamanya kepada orang-orang yang belum mendapat petunjuk sekalipun. Justru para ulama tersebut memiliki rasa kasih sayang yang besar kepada umat sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mencintai umat manusia.

IPNU Tegal

Mereka selalu berikhtiar dan mendoakan kepada semua umat manusia di dunia ini agar mendapatkan hidayah, keadilan dan kemakmuran dalam kehidupannya.

Dalam menjalankan amar maruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan mencegah keburukan), mereka melakukannya dengan hikmah, kearifan dan tanpa tindakan kekerasan. Mereka tidak memiliki kepentingan pribadi kecuali semata-mata mengharap ridha Allah Taala.? Mereka selalu berbuat baik kepada siapa pun sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya serta para al-salaf al-shalih melakukannya dalam sejarah yang telah lampau.

Para ulama thariqah selalu berprasangka baik kepada siapa pun. Jika mereka melihat orang yang lebih tua maka mereka beranggapan bahwa orang yang lebih tua itu telah memiliki amal kebaikan yang sangat banyak. Sedangkan jika mereka melihat orang yang lebih muda maka mereka menganggap bahwa yang masih muda belum memiliki dosa dan kesalahan yang banyak. Hal ini menjadi karakter yang luar biasa dari ulama thariqah karena diilhami sultan auliya Syekh Abdul Qadir al-Jailani radliyallahu anh. Pernah suatu ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani pulang dari shalat jamaah di masjid. Dalam perjalanan ia bertemu seorang pemuda yang sedang dalam kondisi mabuk karena minuman keras. Waktu itu dalam hati Syekh Abdul Qadir al-Jailani terlintas dalam pikirannya (tidak dikatakan): "Pemuda kok mabuk-mabukan". Alangkah terkejutnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pemuda itu mengatakan dengan lantangnya: "Hai Syekh, anda ditakdirkan Allah termasuk orang yang al-alim al-allamah dan rajin beribadah. Bagaimana jika anda ditakdirkan Allah seperti saya yang pemabuk ini?" Seketika itu pula Syekh Abdul Qadir menangis mohon ampun kepada Allah Taala.

Semangat Kebangsaan

Semangat kebangsaan para ulama thariqah diilhami dari semangat Rasulullah dalam mencintai umatnya. Karena begitu besar rasa cinta Rasulullah kepada umat atau bangsanya, Rasulullah tidak ingin adanya pertumpahan darah yang akan memakan korban akibat ancaman dan perilaku keras orang-orang kafir Quraisy. Berdasarkan wahyu dari Allah, Rasulullah memerintahkan kepada umatnya untuk hijrah ke Habasyah. Setelah itu diperintahkan untuk hijrah ke Yatsrib atau Madinah.

Hijrah Rasulullah dan para sahabatnya ke Madinah bukan untuk menjajah sebagaimana orang-orang imperialis, tetapi untuk melaksanakan perintah Allah dan adanya pertolongan dari penduduk Madinah yang disebut kaum Anshar. Rasulullah dan para sahabatnya (kaum muhajirin) dapat hidup rukun dan bekerjasama dalam membentuk peradaban baru yang damai atas dasar nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Taala.

Kaum muhajirin bukan hanya bekerjasama dengan kaum anshar yang muslim tetapi juga kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani di Madinah. Mereka saling memperkuat satu sama lainnya dan membentuk pertahanan yang kokoh di Madinah dari serangan musuh. Ini lah contoh sebuah peradaban yang agung dan sangat mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Semangat cinta tanah air juga dilakukan para ulama di Nusantara ini sejak datangnya kaum penjajah. Hal ini misalnya dilakukan para Wali Songo pada abad ke-15 masehi dengan adanya perlawanan Raden Fatahillah kepada penjajah Portugis di Batavia, kemudian disusul perlawanan dari kesultanan yang ada di nusantara ini seperti Sultan Hasanudin, Sultan Agung Hanyukrokusumo, Sultan Ternate, Tidure dan sebagainya yang kesemuanya adalah atas bimbingan dan nasihat dari para ulama thariqah.

Setelah itu pada awal abad ke-19, muncul Pangeran Diponegoro dari kasultanan Mataram Yogyakarta, yang melakukan perlawanan kepada penjajah Belanda di tanah air pada tahun 1825-1830. Pangeran Diponegoro adalah termasuk pengamal thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Kemudian perjuangan kemerdekaan Indonesia dilanjutkan oleh ulama thariqah seperti Syekh Yusuf almakasari, Syekhuna Mbah Kholil Bangkalan, Hadratus Syekh KH M Hasyim Asyari, Syekh Hasyim bin Yahya, Syekh KH Abdul Wahab Hasbullah, Syekh Subkhi Parakan, dan masih banyak lagi ulama thariqah hingga Indonesia dapat merdeka seperti sekarang ini.

Semangat dan cinta tanah air seperti ditunjukkan oleh para ulama thariqah tersebutlah yang harus diwarisi oleh generasi sekarang dan mendatang, guna mewujudkan perdamaian dan keadilan seluruh umat manusia. Wallahu alam.

Mohamad Muzamil, pernah tabarukan di Pesantren Al-Fattah Setinggil, Al-Istiqomah Kembangan, dan Futuhiyah Mranggen, Demak.



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Halaqoh, Syariah IPNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir

Tahun 2001 silam, angin kencang berhembus kepada Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sampai-sampai berbagai cara dilakukan oleh lawan politiknya untuk melengserkannya dari jabatan orang nomor satu di Indonesia, termasuk kriminalisasi.

Namun hingga sekarang, hukum tidak pernah bisa membuktikan bahwa Presiden Gus Dur bersalah dalam kasus yang dilemparkan oleh lawan politiknya di Parlemen. Sehingga kasus Gus Dur murni politisasi.

Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir

Baik secara hukum pidana maupun tata negara, Gus Dur tidak jatuh pada kasus Bulog dan Brunei seperti yang dituduhkan parlemen. Penjatuhan Gus Dur adalah persoalan pertarungan politik dimana yang satu kalah yang satu menang. Bukan soal hukum yang satu benar, yang satu kalah. Dan Gus Dur kalah dalam pertarungan politik itu, karena dikeroyok ramai-ramai.

Gus Dur saat itu berpikir daripada perang saudara hanya gara-gara mempertahankan jabatan duniawi, lebih baik ia mundur dari jabatan Presiden RI. Mundur bukan karena mengalah, tetapi Gus Dur lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan keutuhan negara. Sebab, jutaan rakyat Indonesia kala itu akan membela mati-matian agar Gus Dur tetap pada tampuk pimpinan tertinggi negara.

Gus Dur sekuat tenaga menahan amarah rakyat yang mendukung penuh dirinya. Namun, Gus Dur masih belum menemukan alasan yang tepat untuk keluar dari Istana Negara kala itu. Karena yang dituduhkan parlemen jelas tidak bisa diterima, sebab inkonstitusional dan tidak rasional (irrasional).

Yang menarik dalam persitiwa itu adalah cara Gus Dur yang menolak untuk menjadikan pelengseran itu sebagai tragedi personal. Ia tak merengek atau curhat di depan publik terkait dengan serangan politik terhadapnya. Sikap Gus Dur masih nampak sama, dengan logika komunikasi publik yang gitu saja kok repot.?

IPNU Tegal

Dalam sebuah acara, Gus Dur pernah bercerita tentang perbincangannya dengan Luhut Pandjaitan. Saat itu Gus Dur bercerita pada Luhut tentang hukum Islam yang mengatur bahwa kalau orang diusir dari rumahnya dia harus melawan, kalau perlu dengan menggunakan kekerasan. Namun karena Gus Dur tak ingin mengambil jalan kekerasan, dia lalu meminta bantuan Luhut untuk menguruskan surat perintah pengosongan Istana Negara dari kantor Kelurahan Gambir karena Istana Negara berdomisili di Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat.

IPNU Tegal

Karena pengosongan Istana adalah kehendak pemerintah setempat yang sah, maka Gus Dur tak perlu melawan sama sekali. Kewajiban mempertahankan “rumah” pun gugur. Urusan selesai, dan Gus Dur keluar dari Istana tanpa gejolak. Gus Dur tak menjadikan pelengseran dirinya sebagai beban personal.

Dalam perbincangan lain dengan KH Maman Imanulhaq, Gus Dur ditanya kenapa harus membuat surat perintah dari Lurah Gambir? "Supaya nanti ketika di hadapan Allah ditanya, kenapa kamu meninggalkan Istana Negara? Tinggal saya jawab: monggo (silakan) ditanya saja ke Lurah Gambir,” ujar Gus Dur.?

Itulah Gus Dur, sang Guru Bangsa. Bukannya susah payah mengumpulkan energi politik untuk melawan kekuatan para pengeroyok, Gus Dur justru menegaskan pada orang di sekitarnya bahwa “tak ada kekuasaan yang begitu berharga hingga harus dipertahankan dengan darah.” Bangsa Indonesia patut mencatat bahwa berbeda dengan kejatuhan Bung Karno dan Pak Harto yang diawali dan/atau disusul dengan konflik sosial yang berdarah-darah, pelengseran Gus Dur di tahun 2001 justru berjalan aman karena langkah brilian kemanusiaan (humanisme) yang ada pada diri Gus Dur.

Inilah refleksi paling konkret dari visi kemanusiaan yang secara ajeg ditunjukkan oleh Gus Dur. Bagi putra sulung KH Abdul Wahid Hasyim da cucu Hadlratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari ini, kemanusiaan bersumber dari pandangan ketauhidan bahwa manusia adalah mahluk Tuhan paling mulia yang dipercaya untuk mengelola dan memakmurkan bumi. Kemanusiaan merupakan cerminan sifat-sifat ketuhanan. Dalam hal ini, Gus Dur membela kemanusiaan tanpa syarat dan sama sekali tak berkehendak mengorbankan kemanusiaan itu demi kepentingan kekuasaan.

(Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Bahtsul Masail IPNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Surabaya, IPNU Tegal. Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember akan diperingati besar-besaran di Surabaya. Acara dipusatkan di areal Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Kali ini acara besar itu akan diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qura’ wal Huffadz (JQH) Jawa Timur, bekerjasama dengan MUI, PWNU, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim.

Direncanakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa menteri dan gubernur di seluruh Indonesia akan turut hadir dalam perhelatan besar itu. “Semua undangan sudah kami sampaikan, dan dipastikan sudah sampai di tangan masing-masing yang kami undang,” kata KH Drs Abdullah Faqih, SH, Ketua Panitia Haul Pahlawan Nasional kepada IPNU Tegal di Surabaya, Selasa (6/11).

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Ustadz Faqih menuturkan, dalam pelaksanaan nanti pihaknya akan melibatkan 1945 hafidz (penghafal Al-Quran putra) dan hafidzah (penghafal Al-Quran putri). Pengambilan jumlah itu disesuaikan dengan tahun terjadinya peristiwa hari bersejarah di Surabaya itu.

Para Qori’ adalah para anggota JQH di seluruh Jawa Timur. Faqih menyatakan, pihaknya tidak kesulitan mencari penghafal Al-Quran sebanyak itu di wilayah kerjanya, sebab tidak kurang dari 9.000 anggota JQH Jatim adalah seorang hafidz/hafidzah.

“Itu yang sudah terdaftar resmi hafal 30 juz, yang belum terdaftar masih banyak,” tutur alumnus Pondok Pesantren Langitan itu. Ia menuturkan, dalam rapat pleno persiapan yang dilakukan pada awal November lalu, sudah ada 3.900 orang yang mendaftar. “Ya nanti kita bagi, selebih dari 1945 orang, sisanya sebagai mustami’in saja,” imbuh Sekretaris JQH Jawa Timur itu.

IPNU Tegal

Di tempat yang sama, H Ahid Sufiaji, Wakil Majelis Ilmi JQH Jatim menjelaskan, acara akan dimulai pukul 06.00 WIB pagi dengan khatmil Quran bil ghaib oleh 1945 orang penghafal Al-Quran di 114 majelis. Setiap majelis berada di dalam masjid, hanya 9 di antaranya adalah majelis besar yang berada di areal Monumen Tugu Pahlawan.

Penggunaan angka 9 disesuaikan dengan angka keramat NU. Jam 11.00 WIB berarti Al-Quran telah dikhatamkan sebanyak 114 kali. Angka itu adalah angka seluruh jumlah ayat yang ada dalam Al-Quran.

Setelah itu akan dilakukan pelantikan pengurus baru PW JQH Jatim, disusul dengan pembacaan istighosah dan do’a bersama untuk para pahlawan. Baru setelah itu dilakukan sambutan-sambutan, termasuk di dalamnya amanat presiden dan ceramah umum yang akan disampaikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH A Hasyim Muzadi. Sedangkan doa penutup akan disampaikan oleh DR KH MA Sahal Mahfudh.?

Anggota FKB DPRD Jatim itu menuturkan, tidak kurang dari 4.000 undangan telah diedarkan. Mereka adalah para penghafal Al-Quran, para pengurus Ormas Islam, partai politik, para kepala daerah tingkat II se-Jatim, gubernur se-Indonesia, veteran, seniman, budayawan, banom-banom dan lembaga NU, para calon gubernur, dan lain-lain.

IPNU Tegal

“Pokoknya acara ini sekaligus sebagai ajang menjalin silaturahmi untuk mempererat persaudaraan bangsa,” tutur H Ahid, yang duduk di dewan penasehat kepanitiaan.

Ia menjelaskan, perayaan Hari Pahlawan kali ini sengaja dibuat besar-besaran, karena jasa para pahlawan yang meletakkan kemerdekaan negeri ini juga besar. Sebenarnya ide semacam itu sudah muncul 3 tahun lalu, namun baru kali ini bisa dilaksanakan. “Semoga kali ini tidak ada lagi gangguan di tengah jalan,” ujarnya berharap. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, Berita, Quote IPNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Lamongan, IPNU Tegal?

Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korp Pelajar Putri Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamtan Babat, Lamongan, Jawa Timur menggelar olahraga alam.?

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Kegiatan dilaksanakan di Sendang Desa Pucakwangi ini diikuti alumni Diklatama dan Diklat Scraft IPNU IPPNU. Olahraga alam ini merupakan tindak lanjut dari Diklatama dan Diklat Scraft IPNU dan IPPNU pada bulan September.

Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin Setiowati mengatakan, kegiatan rutin bulanan ini sebagai upaya memperkuat jasmani dan rohani pelajar NU. Tak hanya itu, juga bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan, keharmonisan, dan loyalitas para kader DKAC CBP KPP Babat serta pelajar NU di Kecamatan Babat.

IPNU Tegal

"Saya bangga memiliki kader-kader hebat DKAC CBP KPP Babat. Selain kompak juga selalu produktif membuat kegiatan. Tidak hanya itu, DKAC CBP KPP Babat juga selalu eksis melaksanakan latihan rutin. Semoga selalu istiqomah dan tetap kompak", ungkapnya pada sambutan berlangsung 14 Oktober 2016. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal

IPNU Tegal Syariah, Amalan IPNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Enam Mahasiswa Berprestasi Terima Penghargaan 15 Juta

Jakarta, IPNU Tegal. Kementerian Agama menggelar ajang apresiasi pendidikan Islam tahun 2015. Sejumlah stakeholders pendidikan Islam mendapat penghargaan, termasuk di antaranya adalah enam mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Dari sekian banyak mahasiswa yang mendaftar pada ajang apresiasi pendidikan Islam tahun ini, 6 mahasiswa terpilih dalam beberapa bidang, yaitu: Studi Islam, Humaniora, dan Sains-Teknologi. Mereka yang terpilih dinilai telah mengukir prestasi, baik nasional maupun internasional. Ke-6 mahasiwa ini mendapatkan penghargaan uang pembinaan sebesar Rp 15 Juta.?

Enam Mahasiswa Berprestasi Terima Penghargaan 15 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Mahasiswa Berprestasi Terima Penghargaan 15 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Mahasiswa Berprestasi Terima Penghargaan 15 Juta

Ke-6 mahasiswa tersebut adalah Badrut Tamam ( UIN Syarif Hidayatullah), Kategori Juara MHQ 30 Juz internasional di Brunei Tahun 2015; Edy Fajar Prasetyo (UIN Syarif Hidayatullah) Kategori Juara ASEAN Leaderpreneur Conference di Malaysia; M Sayyidathohirin (UIN Walisongo) Kategori Penulis aktif media, M Safari (IAIN Salatiga), Kategori Inovasi Pembelajaran Matematika; Husnul Athya (IAIN Banjarmasin) Kategori Musabaqah Makalah Qur’an, penulis puisi, cerpen; Irna Nova Damayanti (IAIN Purwokerto) Penulis aktif media, sastra budaya, lokal dan nasional. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id

IPNU Tegal

Untuk Dosen teladan, juara I-III, Dosen Teladan bidang Keahlian Sosial Humaniora adalah Mohammad Avicena, Rusdi dan Riswanto. Sedang Juara Dosen Teladan bidang Keahlian Islamic Studies adalah Jajang A Rohmana, Aksin dan Toto Suharto. Sementara Juara Dosen teladan bidang Sains dan Teknologi adalah Marjoni Imamora, Ade Yeti Nuryantini dan Wasilah. Masing-masing dosen teladan juara satu, mendapat penghargaan insentif sebesar Rp 40 Juta untuk juara I, 35 Juta untuk juara II dan Rp 30 juta untuk juara III.

Untuk kategori Jurnal berstandar Internasional, diraih oleh Jurnal Al-Jamiah (UIN Sunan Kalijaga) dan Jurnal Studi Islamika (UIN Syarif Hidatullah) dalam Kategori Jurnal bereputasi Internasional. Dua jurnal tersebut, masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 200 Juta dan fasilitas langganan Scopus sebesar Rp 750 Juta.?

IPNU Tegal

Sementara Kategori karya terpublikasi internasinal diraih oleh Budiyono Saputro (IAIN Salatiga); peraih ekspose karya ilmiah (EKI) dari Jawaharal Nehru University dengan judul: On the Scientific Approach Model of Social Religious life at Kampung Mualaf’s dan Istiningsih, Peraih Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam kategori Pendidikan tentang Model Pendidikan Profesi Guru dan Klinik Pendidikan. Dua Dosen tersebut mendapat insentif masing-masing senilai Rp 50 juta.

Dirjen Pendis mengajak civitas akademika untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas di bidang pendidikan dan tidak cepat puas.?

“Civitas akademika, jangan berhenti berkarya. Teruslah melakukan pengembangan diri, berinovasi dan kreatiflah. Teruslah menulis dan berkarya”

Dirjen mengaku, apresiasi yang diberikan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam masih sangat kecil dan tidak sebanding dengan karya yang dihasilkan para kaum cerdik pandai tersebut. Namun demikian, apresiasi ini diharapkan dapat menjadi ? stimulus untuk terus berkarya dan berinovasi. ?

“Insentif yang tidak seberapa ini diharapkan ? mampu menjadi pemicu bagi para penerima penghargaan dan anggota civitas lainnya untuk terpacu melakukan perbaikan diri, berkarya dan berprestasi. Semoga ke depan, Pendidikan Islam mampu bersaing dengan pendidikan umum, tidak hanya tingkat nasional, namun juga internasional. Semoga secepatnya, setiap PT mempunyai jurnal berstandar Internasional,” harap Dirjen. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil

Jakarta, IPNU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan agar umat Islam wajib memilih calon pemimpin muslim yang adil, jujur, dan bersih.

“Kalau ada calon (pemimpin) muslim yanga seperti itu, maka kita umat Islam harus memilih pemimpin yang muslim,” kata Kiai Said saat menerima kunjungan bakal calon gubernur Jakarta, Sandiaga S Uno di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta (22/6). ?

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil

Kiai Said menyayangkan banyak berita yang menyatakan bahwa dirinya mendukung pemimpin nonmuslim. Baginya, kutipan berita-berita tersebut tidak sesuai dengan apa yang dia sampaikan selama ini. “Itu salah besar itu, salah besar itu. Mengutipnya tak benar itu,” tegasnya.

Terkait dengan kedatangan Sandiaga, Kiai Said menjelaskan, PBNU bukanlah partai politik, maka dari itu NU tidak bisa mendukung siapa pun. NU hanya bisa mendoakan dan merestui calon pemimpin yang memenuhi persyaratan tersebut di atas.

IPNU Tegal

“PBNU tak bisa dukung mendukung karena bukan partai politik, tapi mendoakan semoga lancar dan Allah memberikan kekuatan lahir batin,” ucap Pengasuh Pesantren As Tsaqofah tersebut.

IPNU Tegal

Sementara itu, Sandiaga S Uno mengatakan, kedatangannya ke PBNU adalah untuk mengambil undangan acara buka puasa bersama dan peluncuran e-Kartanu yang akan dilaksanakan pada 27 Juni nanti.

“Dan juga sowan kepada Pak Kiai, sahabat lama, orang tua saya. Sekaligus mendapatkan nasihat dari beliau,” tutur Sandiaga.? ? ?

Sebagaimana kabar yang ada, Sandiaga S Uno akan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 nanti. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses yang mendapatkan pernghargaan sebagai Indonesian Entrepreneur of The Year dari Enterprise Asia pada tahun 2008.? (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun

Karimun, IPNU Tegal. Peringatan Harlah ke-70 Muslimat NU telah berlalu. Ratusan ribu "Srikandi" Nahdatul Ulama menjadikan stadion kebanggaan warga Malang Gajayana menjadi hijau. Mereka adalah sedikit dari jutaan anggota Muslimat NU yang datang dari berbagai penjuru pelosok tanah air.

Satu di antara mereka yang menghijaukan stadion Gajayana tersebut adalah Nyimas Novi Ujiani. Ia datang dari Karimun, sebuah kabupaten kecil di Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Nyimas Novi Ujiani adalah sosok perempuan gigih, di balik kemajuan Muslimat NU di wilayah tersebut.

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun (Sumber Gambar : Nu Online)
Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun (Sumber Gambar : Nu Online)

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun

Lima tahun lalu, Muslimat NU bukan apa-apa di Kabupaten Karimun. Jangankan berkiprah, masyarakat pun belum banyak yang tahu mengenai apa itu Muslimat NU. Akhirnya dengan kegigihan dan tekad yang kuat, kini Muslimat NU mulai di kenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Karimun. Bahkan, Muslimat NU Karimun kini terbesar nomor 2 di provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam.

Nyimas Novi Ujiani memperkenalkan Muslimat NU di Karimun dengan pendekatan kultur masyarakat setempat. Wanita yang di lahirkan di Kp Laut Jambu 40 tahun lalu tersebut sangat menyadari, bahwa masyarakat Karimun yang multi etnis harus mendapatkan sentuhan dari hati. Semua pihak harus di akomodir tanpa meninggalkan basis budaya Melayu "pemilik" bumi Karimun.?

"Karimun selain wilayah perbatasan, juga di huni oleh banyak suku dari tanah air. Ada Melayu, Batak, Minang, Jawa dan banyak lagi. Maka saya harus masuk ke tata cara mereka tanpa harus meninggalkan ke-Melayu-an saye" kata wanita yang akrab di sapa Nyimas ini.

IPNU Tegal

Menyelami latar belakang dan kebiasaan positif masyarakat inilah yang akhirnya ia mampu masuk ke semua lapisan masyarakat tanpa sekat dan jarak.

Eksistensi Muslimat NU di Karimun

IPNU Tegal

Beberapa tahun lalu, setelah resmi mendapatkan SK sebagai pimpinan cabang Muslimat NU, Nyimas langsung menyusun kepengurusan tingkat PAC, di situlah tantangan besar di mulai.

Untuk kabupaten yang memiliki wilayah pulau-pulau, Nyimas harus mengarungi lautan untuk mewujudkan kepengurusan tingkat PAC. Ombak tinggi dan badai besar pernah ia rasakan. Bahkan ia harus rela menginap di rumah-rumah warga pulau jika transpirtasi untuk kembali ke Karimun tidak ada. Artinya, ia harus rela menginap di rumah warga dan meninggalkan segala fasilitas "komplit" di kediamannya.?

"Untuk menjangkau wilayah seperti kecamatan Moro dan Durai, kita harus menempuh perjalanan laut antara 1 setengah jam sampai 2 jam, itu kalau cuaca bersahabat, tapi kalau musim angin utara, bisa sampai 3 jam," lanjut Nyimas.

"Karena keterbatasan transportasi, kami sering menginap di rumah-rumah warga, namanya juga pulau ya, kadang untuk naik kapal itu harus menunggu air pasang, jadi kalau pas surut kapal tidak bisa merapat" tandas Nyimas.

Upaya keras Nyimas bersama jajarannya di Muslimat NU kini membuahkan hasil. Hampir seluruh kecamatan, kini telah terbentuk kepengurusan PAC, bahkan ada beberapa sudah terbentuk kepengurusan ranting. "Alhamdulillah berkat kerja keras pengurus dan arahan pimpinan wilayah serta pusat, kini telah terbentuk seluruh PAC dan ada beberapa ranting. Saya tidak akan dapat mewujudkannya, tanpa ada pengurus lainnya" ucap Nyimas.

Agar organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya, Nyimas yang juga anggota DPRD Karimun ini membentuk dan menjadi pembimbing beberapa majelis talim. Bahkan ia mengharuskan, setiap PAC mengadakan pengajian secara berkala, sehingga setiap anggota mampu melaksanakan amaliah ahlussunah wal jamaah an nadliyah.?

"Setiap PAC harus ada majelis talim, dan di dalam situlah di ajarkan amaliah-amaliah Nahdatul Ulama, seperti yang di ajarkan mbah Hasyim" ungkap Nyimas. Selain sebagai "arena" menuntut ilmu, majelis talim tersebut juga sebagai perekat hubungan batin antara sesama anggota Muslimat. "Di majelis talim tersebut sudah tentu dapat ilmu, di situ juga akhirnya terbangun komunikasi yang mampu menyatukan cara berpikir kami sesama anggota yang bermuara pada ikatan batin, loro siji loro kabeh, seneng siji seneng kabeh," ucap Nyimas bersemangat.

Selain itu, sebagai wujud perhatian Muslimat NU kepada generasi muda, kini Muslimat NU yang di pimpin oleh Nyimas Novi Ujiani juga merintis mendirikan lembaga pendidikan bagi anak-anak usia dini, baik yang formal maupun non formal. "Anak-anak adalah aset kita, maka jika kita ingin maju di masa depan tergantung cara kita mengelola aset kita saat ini. Mereka membutuhkan perhatian sesuai dengan tingkatannya, jangan di paksa paham jika belum waktunya. Kelihatannya hal sepele, tapi ini penting bagi mereka, apalagi yang memerlukan perhatian dan perlakuan khusus" ujar Nyimas yang diamini pengurus lainnya. Tahap awal, lembaga pendidikan ini akandi dirikan di pulau Karimun besar terlebih dahulu, kemudian akan menyusul ke pulau-pulau lainnya.

Kegiatan Muslimat NU Karimun Jelang Harlah

Kiprah istri dari ketua DPC PKB Karimun ini tidak berhenti di situ saja. Beberapa waktu lalu menjelang Harlah ke-70, ia menggelar seminar kesehatan mengenai kanker serviks dan payudara, dengan melibatkan puluhan organisasi wanita yang ada di Bumi Berazam. Sebagai pembicara, ia mendatangkan dari Rumah Sakit KPJ Johor Malaysia.?

"Iya betul, kemarin kami membuat seminar kesehatan, kami datangkan pembicara dari Malaysia specialis kanker servick dan payudara" jawab Nyimas menyangkut pertanyaan kegiatan Harlah Muslimat. "Sebagai organisasi berbasis massa wanita, hal tersebut penting, karena penyakit itu muncul akibat ketiadaan pengetahuan serta ketidak pedulian yang bersangkutan. Dan ingat, penyakit itu sangat membahayakan bagi kaum hawa," lanjut Nyimas.

Selain seminar kesehatan, menjelang Harlah beberapa waktu yang lalu Muslimat NU juga menyelenggarakan lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan SD yang di ikuti oleh 680 anak. Hal tersebut di lakukan agar ada rangsangan bagi anak-anak lebih kreatif lagi. "Sekali lagi anak-anak itu aset kita untuk masa depan. Bagi saya pinter itu penting, tetapi anak yang kreatif itu lebih penting, maka salah satu cara merangsang anak-anak itu kreatif kita selenggarakan lomba mewarnai," ujar Nyimas.

Di usia Muslimat NU ke 70 ini, Nyimas Novi Ujiani menyadari bahwa tantangan semakin berat. Kekompakan dan terus belajar akan menjadi kunci dalam keberhasilan untuk ikut andil memecahkan permasalahan bangsa ini. "Semakin tua usia, semakin maju zaman maka semakin banyak hal yang dapat menjadi masalah. Contohnya adalah narkoba, wilayah Karimun dan Kepri yang berbatasan dengan negara luar, menjadi pintu masuk narkoba, untuk itu di setiap kesempatan saya selalu mengingatkan kepada ibu-ibu untuk waspada, dan segera cari tahu jika suami atau anak-anak mereka ada perubahan sikap; karena bisa jadi itu akibat dari narkoba. Karena apa, untuk mendapatkan ekstasi atau sabu-sabu di Karimun buka hal yang sulit," beber Nyimas.?

"Saya, dan kami adalah ibu, tentu akan sakit dan memprihatinkan bagi saya dan kami semua jika satu di antara anggota keluarga kami menjadi budak narkoba," pungkas Nyimas. (Sularno Menot/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Syariah, PonPes IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock