Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018

Jakarta, IPNU Tegal. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan Konferensi Nasional Kearifan Lokal 2017 penting dalam situasi bangsa Indonesia menghadapi Pilkada serentak tahun 2018. Solusi atas radikalisme, konflik sosial, eksklusivitas kelompok dan golongan, terorisme dan yang baru-baru ini terjadi adalah penyanderaan warga Indonesia oleh oleh kelompok bersenjata di Timika.

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018

"Alhamdulillah berkat perjuangan TNI, Polri, dan rakyat Papua yang setia mencintai NKRI, maka semuanya dapat diselesaikan tanpa korban jiwa," papar Khofifah, Rabu (29/11) di Jakarta.

Ini semua, lanjutnya, terjadi berkat semangat kesetiaan seluruh bangsa menjaga  NKRI agar terus tegak dalam harmoni. Tentunya hal ini  tidak terlepas dari peran  kearifan lokal sebagai patron keberagaman yang saat ini masih hidup, berkembang dan berlaku hampir di semua daerah, misalnya setelah sandera dibebaskan dengan aman dan selamat maka ada upacara bakar batu sebagai tanda syukur.

Seperti diketahui, keberagaman Indonesia tampak pada 300 kelompok etnis, 1340 suku, 6 agama besar, puluhan aliran kepercayaan, yang semuanya menyebar pada 17.000 pulau di seluruh wilayah. 

IPNU Tegal

"Keragaman ini jika dikelola dengan baik, maka identitas ke-Indonesiaan akan makin kental yaitu identitas kebangsaan yang bersumber dari kebhinekaan, diikat oleh Pancasila," tegas Khofifah.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan dalam Konferensi Nasional Kearifan Lokal dihasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk memperkuat fungsi kearifan lokal. 

IPNU Tegal

"Pertama adalah memperkuat regulasi tingkat nasional tentang kearifan lokal. Kemudian memasukkan kurikulum kearifan lokal dalam materi Muatan Lokal dimulai PAUD, TK, SD sampai perguruan tinggi baik formal maupun non formal, tidak hanya materi pengenalan bahasa daerah, tetapi penguatan faham keberagaman dalam.bingkai Pancasila," paparnya. 

Rekomendasi berikutnya adalah segera bersinergi dengan kementerian terkait khususnya Kementerian Desa dalam memperkuat kearifan lokal/adat dalam pembangunan desa. 

"Kita juga akan optimalkan dan mobilisasi Tenaga Pelopor Perdamaian sampai tingkat desa atau kelurahan untuk memperkuat peran dan fungsi kearifan lokal," kata Harry. 

Konferensi Nasional Kearifan Lokal 2017 diikuti 400 orang dari 34 provinsi, 340 unsur masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, lembaga keagamaan (NU, Muhammadiyah, PGI, KWI, Walubi, PKBI, Matakin), kepolisian, TNI, BIN Daerah, serta Dinas Sosial provinsi/kota/kabupaten. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Anti Hoax IPNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel

Pangkep, IPNU Tegal. Ikatan Alumni Pondok Pesantran Annahdlah (IAPAN) Makassar bekerja sama dengan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Aliyah mengadakan "English Camp" (perkampungan bahasa Inggris) bagi para santri, 4-8 April 2015, di Sumpang Bita, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti empat puluh santri dari berbagai jurusan setelah melalui seleksi yang cukup ketat. Abdul Latif sebagai ketua panitia mengungkapkan, sebelum kegiatan ini dilaksanakan, ratusan calon peserta mengikuti tes lisan maupun tulisan.

"Peserta diwajibkan menghafal minimal lima ratus? kosakata (vocabulary) dan ungkapan (expressions) dalam bahasa Inggris," ungkap Latif.

IPNU Tegal

Menurut Ketua IAPAN Makassar Firdaus Dahlan, dengan memadukan konsep outdoor dan indoor, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai bahasa asing, terutama bahasa Arab dan Inggris. Dua bulan yang lalu para santri ini juga mengikuti perkampungan Bahasa Arab.

"Kemampuan yang dimaksud seperti grammar (tata bahasa), speaking (berbicara),? reading (membaca), writing (menulis) dan listening (mendengar)," imbuh Firdaus. (Muhammad Nur/Mahbib)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Lomba IPNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

Jakarta, IPNU Tegal 



Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, reuni, kongres atau apapun namanya boleh saja dilakukan. Apalagi jika dimaksudkan untuk meningkatkan ukhuwah islamiyyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan sesama warga negara).

Ia mengatakan hal itu ketika mengomentari Reuni alumni 212 yang akan digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12). Reuni itu memperingati aksi yang dilakukan umat Islam setahun yang lalu.   

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

"Namun, jangan ada upaya untuk mengarus-utamakan agama dalam percaturan politik praktis, apalagi menjadikan agama sebagai tunggangan politik. Politisasi agama akan mengoyak kohesivitas sosial yang pada gilirannya merusak persatuan dan kesatuan bangsa," katanya di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (30/11). 

Ia meminta untuk menjadikan agama sebagai inspirasi dalam  mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan jadikan agama sebagai aspirasi politik. Kesepakatan para pendiri bangsa atas NKRI (mu’ahadah wathaniyyah, konsep negara bangsa) harus kita junjung tinggi.

“Betapa rendah kedudukan agama bila dijadikan aspirasi politik hanya untuk menangguk keuntungan politik elektoral lima tahunan. Apalagi untuk dikonversi dengan perolehan suara dalam politik elektoral.” (Abdullah Alawi)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Pondok Pesantren, Sejarah IPNU Tegal

IPNU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu

Pringsewu, IPNU Tegal. Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi Saddad mengajak warga Desa Danau Margakaya Kabupaten Pringsewu untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurut H Sujadi yang juga Bupati Pringsewu, peringatan yang berdekatan antara maulid dan natal menjadi pelajaran penting untuk umat beragama di Indonesia.

Demikian disampaikan H Sujadi pada Puncak Rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Masjid Jamiil HudawWat Taqwa, Sabtu (26/12).

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu

ia mengatakan, kedekatan ini diharapkan dapat menjadi momen peningkatan kerukunan antarumat beragama khususnya di Kabupaten Pringsewu.

IPNU Tegal

ia mengapresiasi warga Danau yang secara rutin memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan meriah melalui rangkaian kegiatan seperti pembacaan shalawat, pawai dan pengajian akbar. Ia berharap kegiatan itu terus dilaksanakan dan dilestarikan sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Baharudin, kegiatan yang pada tahun ini bertema Jadikan Pribadi Rasulullah SAW Sebagai Suri Tauladan Demi Terciptanya Generasi Umat Yang Berakhlakul Karimah ini merupakan wujud kecintaan warga Danau kepada Rasulullah SAW.

IPNU Tegal

“Pawai dan pengajian Akbar yang dilaksanakan merupakan ajang silaturahmi bagi seluruh warga Danau untuk menciptakan kerukunan dan kekompakan. Kekompakan ini terlihat dari antusias warga yang secara swadaya membuat berbagai model ornamen pawai seperti hiasan berbentuk gajah, unta, menara Banten, kapal, tumpeng, ada juga ornamen hiasan berbentuk tugu bambu selamat datang Pringsewu,” ujar Bahrudin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Budaya IPNU Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Rakernas, KMNU Rumuskan Program Kerja dan Resmikan Logo

Jakarta, IPNU Tegal. Pengurus Nasional Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pondok Pesantren Al-Aqsho, Kelapa Gading, Jakarta, 3-5 April 2015. Forum ini akan membahas dua agenda utama, yaitu penetapan program kerja kepengurusan periode 2015-2016 dan peresmian logo KMNU Nasional.

Rakernas perdana ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi guna Membangun Kinerja KMNU yang Produktif dan Berdedikasi dalam Mensinergikan Dakwah NU di Perguruan Tinggi”. Acara dihadiri seluruh pengurus KMNU Nasional yang terbentuk sesuai keputusan Munas KMNU bulan Januari lalu. Ada 71 orang yang diundang dalam acara tersebut.

Rakernas, KMNU Rumuskan Program Kerja dan Resmikan Logo (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas, KMNU Rumuskan Program Kerja dan Resmikan Logo (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas, KMNU Rumuskan Program Kerja dan Resmikan Logo

Panitia membagi acara tersebut dalam tiga sesi, yaitu Rapat General, Rapat Komisi, dan terakhir Pleno. Masing-masing Presidium Nasional akan menyampaikan usulan program kerjanya selama setahun ke depan dan akan dibahas bersama dalam Rapat General.

IPNU Tegal

Selain itu Rakernas juga akan merumuskan sistem Pengkaderan, membangun sistem komunikasi dan koordinasi, serta menyiapkan kegiatan akbar. (Red: Mahbib)

IPNU Tegal

 Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, AlaNu IPNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, IPNU Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

IPNU Tegal

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

IPNU Tegal

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax, Sholawat, Olahraga IPNU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Ketika Perbedaan Khilafiyah Tumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air

Perbedaan sudut pandang dalam menafsirkan nash, yaitu Al-Qur’an dan Hadits kerap menimbulkan perdebatan khilafiyah di antara umat Islam. Perbedaan ini juga sangat terkait dengan rujukan Imam Madzhab empat, terutama dalam tataran fiqih dan ubudiyah.

Perdebatan khilafiyah di antara para ulama Indonesia telah terjadi sejak zaman penjajahan. Satu sisi memang ironis berdebat masalah khilafiyah di tengah bangsa Indonesia yang masih dalam kondisi terjajah. Namun, di sisi lain ada positifnya juga karena dinamika ini dapat menjadikan para ulama dan tokoh agama mudah berkumpul, minimal menemukan problem-problem rakyat Indonesia disamping berdebat masalah khilafiyah.

KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan salah satu ulama yang teguh berpegang pada madzhab. Dalam hubungannya dengan gerakan pembaharuan, Kiai Wahab seringkali tidak bisa menghindar dari serangan-serangan kelompok modernis, baik yang ada di Syarikat Islam (SI) maupun dari KH Mas Mansur yang lebih cenderung ke kelompok modernis anti-madzhab. Kecenderungan inilah yang membuat Kiai Wahab dan Mas Mansur berpisah pada tahun 1922 setelah sebelumnya bersama-sama mendirikan perguruan Nahdlatul Wathan. ?

Ketika Perbedaan Khilafiyah Tumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Perbedaan Khilafiyah Tumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Perbedaan Khilafiyah Tumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air

Selain harus berjuang menghadapi kolonialisme, Kiai Wahab sangat getol dengan keyakinan bermadzhab sehingga dirinya juga mempersiapkan generasi-generasi muda yang tangguh ketika mereka harus dihadapkan dengan kelompok modernis anti-madzhab. Dalam prosesnya, Kiai mendirikan Kursus Masail Diniyah yang khusus mencetak generasi muda berakhlak mulia, cinta tanah air, dan teguh dalam mempertahankan keyakinan bermadzhab.

Di titik ini Kiai Wahab telah membangun pertahanan cukup ampuh dalam menghadapi serangan-serang kaum modernis anti-madzhab. Sebanyak 65 ulama muda yang dikursus memang disiapkan betul untuk menghadapi kelompok pembaharu. Sehingga dalam perkembangannya, ketika muncul perbedaan seputar masalah khilafiyah di beberapa daerah, tidak perlu lagi meminta kedatangan Kiai Wahab tetapi cukup dihadapi oleh ulama-ulama muda tersebut.

Faksi madzhab dan anti-madzhab agaknya terus membuat Kiai Wahab gelisah sehingga mengutarakan maksud untuk mendirikan organisasi Perkumpulan Ulama kepada tokoh sentral se-Jawa dan Madura, KH Muhammad Hasyim Asy’ari, guru sekaligus saudara sepupu Kiai Wahab. Namun Kiai Hasyim melihat bahwa berbagai masalah yang sering menjadi bahan perdebatan antara kelompok tradisionalis (madzhab) dan modernis (anti-madzhab) selama ini belum sampai menyentuh akidah atau prinsip agama.?

IPNU Tegal

Di sinilah Kiai Hasyim Asy’ari melihat bahwa perkumpulan para tokoh ulama dalam forum perdebatan masalah khilafiyah dapat membuat kaum penjajah gentar sehingga dapat mempercepat proses bangkitnya nasionalisme bangsa yang sedang terjajah. Untuk maksud ini, Kiai Hasyim memandang perdebatan soal khilafiyah tidak perlu dihentikan (Choirul Anam, 2010: 35).

IPNU Tegal

Namun demikian, berkobarnya api perdebatan antara ulama bermadzhab dan tokoh modernis anti-madzhab patut disayangkan. Terlebih ketika perdebatan yang melibatkan Kiai Wahab berhadapan dengan Soorkati dari Al-Irsyad dan Achmad Dachlan dari Muhammadiyah pada tahun 1921 yang berlangsung cukup sengit dan penuh dengan fanatisme.

Meskipun peristiwa tersebut pada hakikatnya melemahkan, tetapi dengan hadirnya beberapa ulama terkemuka seperti: KH Wahab Chasbullah, Achmad Dachlan, Ahmad Soorkati, Mas Mansur, Agus Salim, Sangadi, Wondoamiseno, dan tokoh lainnya di setiap forum perdebatan justru memunculkan percikan-percikan api kebenaran Islam dari Muslim yang pada akhirnya menjadi palu godam ampuh untuk dipukulkan kepada penjajah.

Artinya, perdebatan soal khilafiyah pada masa itu memang masih mengandung manfaat, terutama dapat menumbuhkan sikap dan semangat cinta tanah air bangsa Indonesia yang sedang dibelenggu penjajah. Forum ini tentu membuat kaum penjajah linglung dan merasa terganggu konsentrasinya karena para ulama pesantrenlah yang getol menyemayamkan sikap cinta tanah air sehingga membuat mereka harus memusatkan perhatian pada forum-forum perdebatan itu.?

Dari peristiwa sejarah yang sangat berharga itu, bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran bahwa di setiap perbedaan yang menyeruak dari setiap kelompok ada tujuan utama yang harus dicapai. Sebab itu, setiap forum pertemuan, diskusi bahkan perdebatan sekalipun harus mempunyai tujuan dan manfaat bagi orang banyak. Di titik inilah KH Hasyim Asy’ari selalu dapat melihat secara jernih setiap persoalan yang ada sehingga tidak begitu saja melarang forum-forum perdebatan khilafiyah Kiai Wahab dengan kaum anti-madzhab saat itu. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Anti Hoax IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock