Jumat, 29 Desember 2017

Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal!

Jakarta IPNU Tegal,. Film-film yang dianggap Islami sekarang, menurut Wakil Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri, sebenarnya terjebak dalam simbol agama yang dangkal. Hal itu dia tegaskan selepas Musyawarah Film Nasional dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional, yang berlangsung di PBNU belum lama ini.?



Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal! (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal! (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal!

KH A Mustofa Bisri mencontohkan film-film Islami yang pernah ada, “Dulu ketika Pak Usmar Ismail bikin film, tak ada idiom sorban, sajadah, tasbih. Kalau film sekarang, supaya cinta itu tampak Islami, jadi cinta bertasbih, cinta bersorban, yang gitu-gitulah. Ada subhanallah, istighfar segala macam begitu. Film-film Usmar Ismail nggak ada. Kenapa? Karena dia mengerti "inti" dari agama Islam itu apa,” tegasnya.

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini berpendapat, film Islam itu harus bertema yang universal."Islam yang sejak zaman Nabi Ibrohim; atau orang sekarang mengatakan Islam yang universal tentang kemanusiaan, tentang kasih sayang. Itu malah tidak naik dalam film-film kita sekarang. Dulu itu ada cinta kepada tanah air, kasih sayang terhadap sesama manusia, pasrah kepada Tuhan; yang esensial semacam itu yang bisa dirasakan penonton,” tambahnya.

Jadi, lanjut penulis kumpulan cerpen Lukisan Kaligrafi? ini, film sekarang terjebak pada simbol-simbol yang dangkal, “Simbol itu pun nggak bener. Misalnya yang pake sorban, itu nggak jelas, itu sorban model mana? Arab nggak, India nggak, Indonesia nggak. Kenapa nggak pake udeng-udeng aja?” ungkapnya sambil tertawa.

IPNU Tegal

Orang salah mengambil kesimpulan tentang simbol agama, tambah putra pengarang Tafsir Al-Quran bahasa Jawa: Al-Ibriz ini, “Mereka menganggap sorban, sajadah, jubah itu simbol agama dari Rosulullah. Tidak! Itu penghormatan Rosulullah kepada budaya setempat. Karena yang pake sorban, jubah, itu tidak hanya Rosulullah, Abu Jahal juga pake. Itu penghormatan Rosulullah terhadap budaya setempat!”

“Jadi,” sambung kiai yang pelukis ini, “kalau kita mau ittiba (mengikuti, red) Rasul dalam hal pakaian, ya begini, (Gus Mus menunjuk pada pakaian batik coklatnya). Kalau Kanjeng Nabi pakai pakaiannya orang Arab, meskipun sama dengan Abu Jahal, dia menghormati budaya setempat. Saya memakai pakaian orang Indonesia."

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang, Jawa tengah ini juga menambahkan, pembuat film bernuansa agama harus mengerti moral agama sehingga menghasilkan film yang mencerahkan penonton. Film yang bagus itu, selepas menontonnya, penonton tercerahkan, ”Penonton berpikir, apakah saya hamba yang baik atau bukan,” pungkasnya.

?

IPNU Tegal

Penulis ? ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal News, AlaNu, Doa IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Film Indonesia Terjebak Simbol Dangkal! di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock