Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Islam dan Dinamika Sosial Terkini

Oleh Aswab Mahasin

Saya akan memulai tulisan ini dengan diskursus seorang atheis Will Durant, “Agama punya seribu jiwa, segala sesuatu jika sudah dibunuh ia akan sirna, kecuali agama. Agama sekiranya ia dibunuh seratus kali, akan muncul lagi dan kembali hidup setelah itu.” Pernyataan ini senada dengan judul buku Komarudin Hidayat, “agama punya seribu nyawa”.

Agama sekarang ini berada pada posisi “dimanfaatkan” dan “bermanfaat”. Agama dimanfaatkan ketika suatu kelompok tertentu bertindak, berbuat, dan berdalih atas nama agama demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Selanjutnya. Agama bermanfaat ketika agama benar-benar difungsikan sesuai dengan esensi dari nilai-nilai agama itu sendiri, sebagai sistem pengajaran yang mendidik, sebagai sistem sosial yang mensejahterahkan, dan sebagai ajakan yang menentramkan.

Islam dan Dinamika Sosial Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam dan Dinamika Sosial Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam dan Dinamika Sosial Terkini

Namun, kedua posisi itu tidak bisa dielakan dalam situasi dan dinamika sosialyang terus berkembang. Memang, agama tidak berubah, tetapi agama dianut oleh masyarakat baik secara menyeluruh maupun individudalam gerak sejarahnya terus mengalami perubahan, diberbagai dimensi sosialnya.

Fenomena tersebut terjadi disemua lapisan pemeluk agama, agama apapun mengalami hal yang sama. Dengan demikian, ada pergumulan antara agama dan sosial, atau biasa kita kenal juga dengan istilah “peradaban”. Agama dari mulai kelahirannya (agama manapun), selalu berinstrumen dengan kondisi sosialnya, di satu sisi agama membangun kebudayaan, di sisi lain agama berusaha membentuk peradaban.

Bila ditatap dari perspektif sejarah, setiap agama memang membentuk dan membangun kebudayaan serta peradabannya sendiri. Ketika Nabi Muhammad Saw Hijrah ke Yastrib, Kanjeng Nabi langsung mengganti nama kota Yastrib yang berarti “tanah gersang berdebu” menjadi Madinah yang berarti “kota atau peradaban”. Artinya, Nabi Muhammad Saw ingin membangun dan mewujudkan perdaban dunia melalui makna kota Madinah, dengan kreatifitas peradaban masyarakatnya dan nilai-nilai Islam melalui petunjuk Ilahi.

IPNU Tegal

Dengan demikian, secara alamiah agama mempunyai kemampuan untuk melahirkan peradaban (madinah atau tamaddun). Berarti agama dan peradaban dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, berdampingan dan bersamaan. Walaupun banyak orang menyangsikan bahwa agama dan peradaban adalah berbeda, mereka mencoba membuat distingsi (pembedaan), dengan konklusi, agama di satu sisi dengan peradaban di sisi yang lain.?

Misalnya dikatakan, Agama adalah wahyu Tuhan, sedangkan peradaban adalah inovasi manusia. Pembedaan semacam ini sesungguhnya hanya ada dalam wacana dan verbalisme belaka, dan tidak pernah ada dalam kenyataan hidup manusia. (Prof. Dr. Said Agil Husin Al-Munawwar, MA, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, dan Dr. Achmad Mubarok, MA, dalam buku Agenda Generasi Intelektual: Ikhtiar Membangun Masyarakat Madani: 2003)

Realitas hidup manusia menghendaki sesuatu yang oprasional, tidak hanya berhenti pada ajaran-ajaran kaku. Agama memang tidak berubah, namun sekali lagi saya tekankan masyarakatnya yang berubah, pemeluknya yang berubah. Perubahan ini mau tidak mau mempengaruhi pula cara dan sikap keberagamaan mereka.?

Apalagi di era informasi serba terbuka, tidak sedikit dari mereka berguru pada google, youtube, facebook, twitter, dan sebaginya—seringkali memuat informasi atau penyampaian tidak berimbang.Dari hal tersebut, akan terjadi penguapan yang tidak bisa dikontrol apalagi dibatasi, setiap orang boleh menyampaikan sesuatu, dan dilakukan secara bebas, dengan cara; emosi, tanpa data, ujaran kebencian, dan ngawur. Tidak bisa dipungkiri, hal tersebut merupakan masalah untuk mendapatkan pemahaman yang utuh.

IPNU Tegal

Menanggapi persoalan tersebut, kita harus berpikir dialektis, umat Islam berkembang variatif, jargon-jargon dan simbol-simbol keIslaman tidak hanya dimiliki oleh satu golongan, melainkan semua golongan yang beragama Islam dengan pandangan tertentu, madzhab tertentu, dan diskursus tertentu. Sehingga tidak sedikit dari kita terjebak pada kebingungan, mana yang Islam di antara kita. Ini menjadikan kita berpikir satu pihak, sehingga timbul sikap menyempit, karena Islam cenderung meluas.?

Sebab itu, dalam dinamika sosial ada kecenderungan kelompok yang menutup diri, sebagai cara untuk menjadikan kelompoknya pada kemurnian ideologi serta menuduh kelompok lain telah menyeleweng. Hal ini seleras seperti yang disampaikan Gunawan Mohamad dalam dialognya, “Efek dari penyempitan itu salah satunya adalah hilangnya toleransi.?

Namun, di sisi lain hilangnya toleransi bukan hanya masalah teologi lokal semata, juga menyangkut krisis sosial budaya. Sambung Gunawan Muhammad, Nurcholish benar ketika mengatakan semua agama dewasa ini mengalami krisis. Tidak hanya umat Islam, melainkan semua umat dari berbagai agama.”

Kita bisa lihat juga potret yang berkembang, di Amerika Serikat menjelang tahun 1980-an muncul gerakan intelektual internasional, dengan misi “Islamisasi Pengetahuan”, pertama kali gerakan ini didengungkan oleh Isma’il Raji Al-Faruqi dari lembaga Pemikiran Islam Internasional (Internatioanl Institute of Islamic Thouhgt). Gagasan ke arah Islamisasi Pengetahuan sebelumnya sudah dicetuskan oleh Naquib Al-Attas dari Malaysia. (Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu: 2006)

Hal tersebut adalah respon dari sebagian umat Islam, supaya tidak begitu saja menelan mentah-mentah ala Barat. Namun menjadi lucu, ketika objek dunia yang luas ini, dengan berbagai ragam spektrumnya lantas harus didudukan pada satu paradigma saja, dengan tiga dalih kesatuan; kesatuan pengetahuan, kesatuan kehidupan, dan kesatuan sejarah. Jelas, kalau kita jabarkan lebih panjang, akan rancu.?

Minimal Anda bisa menelaah sendiri, bagaimana jika pengetahuan hanya tunggal, dimana pengetahuan hanya punya satu kiblat pengetahuan. Saya hanya membayangkan, tidak kreatifnya dunia ini dan merupakan pekerjaan yang tidak berguna memikirkan islamisasi pengetahuan. Toh menurut Kuntowijoyo, metode dimana-mana sama: metode survei, metode partisipan, atau metode grounded dapat dipakai dengan aman, tanpa resiko akan bertentangan dengan iman kita.?

Dalam hal ini, saya lebih sepakat dengan istilah Kuntowijoyo, bukan Islamisasi Pengetahuan, melainkan “Pengilmuan Islam” terhadap ilmu-ilmu yang telah ada, gerakan ini tidak seperti Islamisasi Pengetahuan (konteks ke teks), melainkan (teks ke konteks).

Pengilmuan Islam yang dimaksud adalah di mana Islam mampu mewarnai perubahan dunia. Intinya, dalam hal ini Islam bukan hanya sebagai ideologi atau doktrin agama, melainkan sebagai ide dan ilmu.

Kuntowijoyo hanya masih salah satu gambaran pemikir Indonesia yang mencoba memetakan Islam sebagai model pembangunan untuk merespon dinamika sosial. Berbeda dengan Nurcholish Madjid mengembangkan “sekularisasi”, dan Amin Rais berkiblat pada “Islamisasi ilmu pengetahuan”, sedangkan Jalaludin Rahmat menggaungkan “Islam alternatif”.?

Lain lagi dengan Munawir Syadzali lebih banyak berbicara tentang “reaktualisasi Islam” mengingat dinamika historis sudah berkembang cepat di samping adanya prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan yang harus dikedepankan. (Syamsul Bakri dan Mudhofir, Jombang Kairo, Jombang Chicago: Sintesis Pemikiran Gus Dur dan Cak Nur dalam Pembaruan Islam Indonesia: 2004)

Sedangkan Gus Dur menggaungkan Pribumisasi Islam, untuk mencairkan pola dan karakter Islam yang normatif menjadi sesuatu yang kontekstual. “Pribumisasi Islam” tergambar bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing.

Pada pijakan tersebut, para pemikir melihat pentingnya perspektif universal sebagai sebuah sistem gagasan yang ideal/kompleks dalam memahami agama khususnya sejarah yang berkembang. Munculnya ide-ide baru ini, dan mungkin masih banyak ide lainnya dari para pemikir, tidak lain sebagai respon ideologi, respon ide, respon kultural, respon pemikiran, respon sosial, dan berbagai respon lainnya dengan menilik pada perkembangan dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Islam dan dinamika sosial adalah sebuah proses mencari bentuk operasional agama yang sesuai untuk menjawab persoalan-persoalan kemanusiaan, walaupun dengan corak dan karakter pemikiran yang berbeda. Namun, tetap dilandasi dengan pijakan-pijakan, data, refrensi yang ilmiah—tanpa gegabah dalam mengambil kesimpulan—dengan gambaran besarnya bagaimana Kitab Suci dan Rasulullah dalam menerjemahkan ajaran langit pada realitas bumi.

Saya tutup tulisan ini dengan wasiat dari KH Wahid Hasyim, semoga menjadi motivasi buat kitas semua, “Setiap manusia adalah anak dari jerih payahnya. Semakin keras berusaha, semakin pantas ia jaya. Cita-cita yang tinggi dapat mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Semakin keras berkemauan semakin terang derajat itu. Tak ada langkah mundur bagi orang yang ingin maju. Tak ada kemajuan bagi orang yang menghendaki mundur.”

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Nahdlatul Ulama, Ubudiyah IPNU Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Menyantap Ikan Bakar Pemakan Tinja

Ikan dalam keadaan hidup-hidup maupun bangkainya, dihukumkan halal. Bagi yang hobi, ikan bisa diolah dengan pelbagai macam cara dan aneka bumbu. Ikan bisa dibakar, digoreng, dipepes, atau diolah dengan lain cara. Status hukumnya bisa sedikit bergeser bagi ikan pemakan kotoran di sebuah empang.

Namun demikian Rasulullah SAW seperti dalam riwayat Turmudzi mengajarkan umatnya untuk menunda selama beberapa hari jika mau mengonsumsi hewan pemakan kotoran. Dari sana ulama menetapkan kemakruhan memakan hewan demikian.

Menyantap Ikan Bakar Pemakan Tinja (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyantap Ikan Bakar Pemakan Tinja (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyantap Ikan Bakar Pemakan Tinja

Syekh Abu Zakaria dalam Syarah Tahrir mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IPNU Tegal

Makruh hukumnya mengonsumsi hewan pemakan kotoran baik itu hewan ternak, ayam, atau hewan selain keduanya. Maksudnya, kemakruhan itu meliputi anggota tubuh hewan pemakan kotoran itu seperti susu, telur, daging, bulu, atau mengendarainya tanpa alas.

IPNU Tegal

Ungkapan saya “anggota tubuh” lebih umum dibanding ungkapan “dagingnya”. Makruh ini dikarenakan ada perubahan pada dagingnya yang mencakup rasa, bau, dan warnanya. Menyantap daging hewan seperti ini akan tetap makruh hingga hewan ini dibiarkan hidup beberapa waktu agar ia memakan barang-barang yang suci. Tujuannya tidak lain agar tubuhnya kembali bersih dengan sendirinya tanpa bantuan sesuatu (seperti mencucinya hingga bersih).

Sementara Syekh Syarqawi dalam Hasyiyah-nya menyebutkan.

? ? ? ? ? ? ? ?

Yang dimaksud dengan “hewan pemakan kotoran” di sini ialah segala hewan yang memakan najis mutlaq (najis apapun itu) seperti tinja.

Uraian ini cukup terang menjelaskan kedudukan ikan pemakan tinja di sebuah empang, sapi yang berkeliaran mencari makan di tempat pembuangan sampah, ayam yang mengais-kais gundukan sampah, atau hewan lain yang memakan barang-barang kotor. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah IPNU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Kemenag Beri Penghargaan pada Pionir dan Teladan Pendidikan Islam

Jakarta, IPNU Tegal. Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam kembali memberikan penghargaan kepada para pionir, teladan, dan tokoh-tokoh yang peduli dan berdedikasi dalam pengembangan pendidikan Islam. Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam ajang Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2015 di Jakarta, Jumat (11/12) malam.

API 2015 merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Kementerian Agama kepada insan pendidikan Islam yang telah berprestasi, berdedikasi, dan peduli dengan pengembangan dan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. ?

Kemenag Beri Penghargaan pada Pionir dan Teladan Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Beri Penghargaan pada Pionir dan Teladan Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Beri Penghargaan pada Pionir dan Teladan Pendidikan Islam

“Apresiasi ini diberikan kepada ? putera puteri bangsa dalam berbagai kategori, yang menunjukkan bahwa madrasah, sekolah, perguruan tinggi dan pesantren kita berhasil mengembangkan kognisi, afeksi dan psikomotoriknya serta karakter secara optimal,” kata Menag Lukman seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

IPNU Tegal

Apresiasi ? Pendidikan Islam juga dianugerahkan kepada para kepala madrasah, pengawas, guru/ustad, dan dosen di mana mereka telah berkarya dan mengabdikan dirinya dengan penuh totalitas.?

IPNU Tegal

“Juga ? dianugerahkan kepada Bupati dan Walikota ? yang telah memberikan atensi pada pengembangan Pendidikan Islam,” tegas Menag.

Dikatakan Menag , Pemerintah memberikan apresiasi ? pendidikan ini, sebagai ekspresi kesyukuran dan pengakuan, bahwa kita memiliki banyak putera-puteri terbaik bangsa yang peduli dan mewakafkan dirinya untuk pendidikan Islam, agar terus maju dan berkembang di seluruh pelosok tanah air.?

“Peristiwa ? saat ini merupakan momen ? istimewa bagi saya dan keluarga besar Kementerian Agama. Suatu kebanggaan bagi kita semua dapat berkumpul dengan para pionir dan inspirator pendidikan Islam dari seluruh Indonesia,” katanya.

Pendidikan Islam menurut Menag, sejak beberapa dekade terakhir semakin menampakkan identitas yang khas, modern, dan berdaya saing. Fenomena ini tidak sekedar sebagai respon terhadap dunia yang terus berubah, tetapi sekaligus sebagai refleksi kebangkitan dunia pendidikan Islam sebagai salah satu pilar terdepan peradapan bangsa.

“Kita tidak akan membiarkan bangsa yang besar ini kalah bersaing dengan bangsa –bangsa lain karena kelemahan sumber daya manusiannya. Kita semua menginginkan pendidikan islam tetap menjadi tuan rumah dinegeri sendiri,” ucapnya.

“Karena alasan itulah, maka pemerintah memperioritaskan pembangunan bidang pendidikan, Kementerian Agama bahkan telah mengalokasikan anggaran lebih dari 85 persen untuk pendidikan agama dan keagamaan,” tambahnya.

Tampak hadir dalam acara Apresiasi Pendidikan Islam, Sekjen Kementerian Agama Nur Syam, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin, para pejabat eselon II baik pusat maupun daerah, serta ? para penerima penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah, Ulama IPNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN

Kuburaya, IPNU Tegal

PMII Komisariat Untan Pontianak memberikan sosialisasi kepada puluhan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat terkait merebaknya paham radikalisme di lingkungan kampus. Kegiatan yang didukung Mata Air Foundation dan GP Ansor ini berlangsung di Kecamatan Ambawang, Rabu (4/5) malam.

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Radikal Merebak di Kampus, PMII Untan Kalbar Ingatkan Peserta BPUN

“Ketika kalian masuk ke dunia kampus, akan ada banyak macam perbedaan pemikiran, terlebih disaat baru masuk ke dunia kampus, mahasiswa sangat mudah dipengaruhi dan didoktrin. Maka kalian harus berhati-hati dan mempersiapkan diri dari sekarang, karena kalianlah yang menjadi harapan generasi ahlussunnah waljamaah, di dalam dunia kampus,” kata Abdul Wesi Ibrahim, Sekretaris Umum PMII Untan.

Abdul Wesi menjelaskan mahasiswa sebagai insan yang masih mencari jati diri, wajar jika mudah dipengaruhi. “Sebelum kalian terjun di dunia kampus, persiapkan itu semua” pungkasnya. (Ai, Sf/Zunus)

IPNU Tegal



IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah, Nahdlatul, Nasional IPNU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Sarbumusi: Buruh Harus Rajin Lakukan Dialog Sosial

Jakarta, IPNU Tegal

Buruh harus lebih sering melakukan dialog sosial sebagai upaya penguatan, pemahaman peraturan dan regulasi ketenagakerjaan, ujar Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (DPP K-Sarbumusi NU) Syaiful Bahri Anshori.

“Langkah itu penting supaya buruh mengerti bagaimana hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” ujar Syaiful, di Jakarta, Selasa (4/4).

Sarbumusi: Buruh Harus Rajin Lakukan Dialog Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Buruh Harus Rajin Lakukan Dialog Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Buruh Harus Rajin Lakukan Dialog Sosial

Persoalan buruh, demikian Syaiful menambahkan, semakin banyak dan semakin kompleks. Karena itu, butuh dukungan dari pilar Tripartit, yakni serikat buruh yang kuat dan baik, Apindo yang apik dan pemerintah yang mempunyai regulasi tegas dan pengawasan efektif.

IPNU Tegal

“Persoalan hubungan industrial saat ini adalah bagaimana memahamkan Sarbumusi dan anggota dalam menyelesaikan persoalan-persoalan perburuhan sehingga penguatan dalam hal pembelaaan hak-hak buruh yang diabaikan menjadi berkurang,” paparnya.

IPNU Tegal

DPP K-Sarbumusi NU telah mengambil langkah untuk melakukan penguatan pembelaan hak-hak buruh melalui pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bagi buruh sebagai bagian penting pembelaan melalui litigasi dan nonlitigasi.

“DPP K-Sarbumusi NU juga terus berupaya melakukan terobosan dan inovasi terkait bagaimana mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui pendiri Koperasi Sarbumusi,” tuturnya.

Syaiful mengajak anggota Sarbumusi NU lebih banyak silaturahmi dan berkomunikasi dengan orang tuanya, yakni NU.

“Ini jelas karena Sarbumusi merupakan badan otonom NU. Setiap tingkatan organisasi juga harus lebih membangun solidaritas antarsesama dan antarstruktural. Ssehingga lebih cepat bergerak dan beraktivitas dalam mencapai tujuan,” pungkas Syaiful. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Internasional, Ubudiyah, AlaNu IPNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat

Tasikmalaya, IPNU Tegal - Keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor kembali kehilangan sosok pemberani dan murah hati. Wawan, salah satu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) meninggal dunia, Kamis (9/3) pukul 03.30 WIB, selang beberapa jam selesai menjalankan tugas membantu korban puting beliung di daerah Tamansari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Haris sesama anggota Banser, Wawan seperti biasanya membantu warga masyarakat yang tertimpa musibah.

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat

"Dia itu Ketua RT dan mempunyai jiwa sosial tinggi, tegas, baik, dan perhatian terhadap keluarganya," ujar Haris selesai menshalatkan almarhum.

Haris menceritakan, setelah kejadian puting beliung yang mengakibatkan kerusakan di beberapa tempat, seketika para anggota Banser berdatangan untuk membantu tidak terkecuali almarhum.

IPNU Tegal

"Kami sesama Banser kaget, soalnya malam tadi Wawan bersama Ansor-Banser yang lainnya masih biasa saja, tidak terlihat sakit atau tanda-tanda, tiba-tiba menjelang Subuh kami mendengar kabar duka tersebut," tuturnya.

IPNU Tegal

Dikabarkan, Wawan pulang ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB setelah membersihkan puing reruntuhan dan pohon tumbang yang menimpa bangunan Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Nangela.

Almarhum yang beralamat di Ciharashas RT 01/RW 08 Kelurahan Sumelap ini meninggalkan seorang istri bernama Juju dan empat orang anak. Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Allahummaghfir lahu warhamhu waafihi wa`fu anhu.. Aamiin. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Khutbah, Warta, Ubudiyah IPNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul

Jakarta, IPNU Tegal. Telah berpulang ke rahmatullah Mustasyar PWNU DI Yogyakarta KH A Arwan Bauis pada Selasa (11/8) malam. Pejuang NU di Yogyakarta ini dipanggil oleh Allah pada pukul 22.00 setelah beberapa tahun terakhir menderita Leukemia.

Salah seorang pengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta KH Hilmi Muhammad mengatakan bahwa KH Arwan merupakan pejuang tulen NU yang tak tertandingi, lahir dan batin. Komitmennya terhadap NU tidak perlu diragukan. Pengabdiannya di GP Ansor di masanya juga memberikan bekas tersendiri.

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)
Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)

Telah Wafat KH Arwan Bauis, Pejuang NU Asal Bantul

“Beliau adalah murid Simbah almarhum KH Ali Maksum, dan juga sahabat sekaligus pengawal almarhum KH Abdurrahman Wahid bila sedang di Yogya,” kata KH Hilmi dalam akun fesbuknya, Rabu (12/8).

IPNU Tegal

Ustadz Hilmi mengajak warga NU untuk meneladani KH Arwan terkait pengabdiannya untuk NU. Ia bercerita bahwa di era awal reformasi, almarhum mengalami puncak karier dan senioritas di Kanwil Depag DIY. Almarhum semestinya berhak untuk menjabat sebagai Kakanwil, namun ia dengan logowo menyerahkan posisinya untuk kalangan Muhammadiyah.

“Ini menjadi pelajaran besar bagi kita bahwa jabatan bukan segala-galanya, dan bahwa NU sebagai lembaga dakwah dan pengabdian tidak sepatutnya dijadikan pijakan guna mendapatkan suatu kedudukan tertentu,” ujar Ustadz Hilmi seraya mengajak warga NU untuk berdoa agar Allah mengampuni almarhum dan melipatgandakan amalnya. Allah yarhamuh. (Alhafiz K)

IPNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Ubudiyah, Makam, Pesantren IPNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock