Rabu, 03 Januari 2018

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme

Mempawah, IPNU Tegal. Lembaga Pendidikan Babussalam bekerjasama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kalimantan Barat serta PC PMII Kabupaten Mempawah menggelar Dialog Publik dengan tema "Revitalisasi Pesantren dalam menangkal Radikalisme serta Peran Penting Santri Terhadap NKRI" yang diadakan di Aula Pondok Pesantren Babussalam Desa Paniraman Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah, Kalimantan Barat.

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme

Abdul Roni, mewakili Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) mengapresiasi kegiatan yang mengangkat tentang bahaya radikalisme, karena memang gerakan ini tidak main-main. Namun, untuk menjawab tantangan yang tentu jika dibiarkan akan membahayakan negeri ini.

"Membendung terorisme haruslah objektif dan hati-hati agar tidak salah langkah, peran ulama dan santri sangat diharapkan dalam menjaga kebhinekaan republik ini," ungkapnya saat memberikan sambutan.

IPNU Tegal

Kasat Bimas Polres Mempawah, AKP Gotot Purwanto menyampaikan, gangguan keamanan Indonesia memang sampai detik ini menjadi permasalahan yang perlu diselesai oleh aparat kepolisian. "Ciri-ciri paham radikalis yaitu berusaha menyalahkan pemerintah, karena akan mereka sulit dan selalu menghalang gerakan mereka," katanya.

Dikatakannya bahwa radikalisme muncul karena ketidaktahuan mereka akan ajaran agama atau karena pemahaman masyarakan yang berbeda tentang agama tanpa mengetahui yang benar membuat mereka awam pengetahuan.

IPNU Tegal

Ketua Nahdlatul Ulama Kubu Raya, Abdussalam, mengungkapkan. Bahwa potensi pondok pesantren yang saat berkisar 30 ribu pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dengan ratusan ribu santri terus menanamkan nilai-nilai keindonesiaan dan Nasionalisme.

Islam harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan NKRI, dengan jumlah umat Islam yang menjadi mayoritas penduduk di Indonesia. Sudah saat umat Islam mengambil peran menjaga keutuhan bangsa. Diharapkan santri dan pondok pesantren terus melakukan sosialisasi baik kepada tokoh pendidikan maupun tokoh masyarakat di Provinsi Kalbar dalam rangka meminimalisir gerakan radikalisme.

"NU datang untuk memupuk ukhuwah Islamiyah dari berbagai golongan di indonesia dengan wadah sosialisasi merupakan wujud penangkalan gerakan ini insyaallah negara kita akan aman dari gangguan luar," ungkapnya. (Slamet Funata/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal Olahraga IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock