Sabtu, 23 Desember 2017

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget

Kendal, IPNU Tegal. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyayangkan sepinya masjid dari kegiatan keagamaan, pendidikan, dan lainnya. Fungsi masjid kini seolah menjadi tempat shalat lima waktu saja.

Di zaman yang sudah penuh dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan ini, masjid sudah mulai tersisihkan dengan kegiatan duniawi. “Masjid sekarang ini sudah kalah dengan gadget. Betapa tidak, anak-anak kecil dan remaja bukannya pergi ngaji malah mainan HP. Sibuk dengan dunianya sendiri,” ujar Ketua PAC IPNU Sukorejo Budi Irwanto, Senin (23/2).

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget

Menurut alumni STAINU Temanggung ini, masjid seharusnya banyak-banyak diisi kegiatan islami atau diskusi ilmiah. Lebih-lebih anak muda juga ikut dilibatkan.

IPNU Tegal

“Masjid itu kan tempat orang Islam, harus ada kegiatan islami, entah diskusi ilmiah atau pengajian sore. Anak muda juga harus dilibatkan,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris IPNU Sukorejo Sukron. Ia menilai, masjid-masjid di sekitarnya sekarang ini sudah jarang yang mengunjungi, terutama di waktu sore. “Dulu, waktu saya masih kecil banyak anak-anak yang mengaji di waktu sore. Tapi sekarang berbeda, masjid-masjid mulai sepi,” ujarnya.

IPNU Tegal

Tidak hanya anak-anak, remaja dan dewasa pun juga sudah seperti enggan memanfaatkan masjid untuk kegiatan keagamaan. Padahal, lanjut dia, masjid merupakan tempat yang seharusnya ramai dengan kegiatan keagamaan.

“Harusnya kan masjid sering-sering digunakan untuk ngaji, biar tidak sepi.” Imbuhnya, yang juga Alumni Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo ini.

Di kesempatan yang sama, Said Jakfar, Wakil Ketua IPNU Sukorejo juga menyampaikan hal senada. Dirinya mengungkapkan, ramai atau sepinya sebuah masjid ditentukan oleh pengurus masjid itu sendiri. Karena pengurus masjid lah yang memegang peranan dalam menentukan sepi atau tidaknya sebuah masjid.

“Masjid mau sepi atau ramai, bergantung pada pengurusnya kok,” tandasnya.

Menurut mahasiswa tingkat akhir UIN Yogyakarta ini, sudah selayaknya masyarakat punya inisiatif sendiri untuk meramaikan masjid dengan kegiatan yang positif. “Masyarakat harus punya inisiatif sendiri meramaikan masjid,” tambahnya.

Perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat tentang masjid.  Menurut Said, masyarakat harus diberikan pemahaman dan penjelasan tentang pentingnya meramaikan masjid.

“Pengurus masjid perlu lah mengadakan kegiatan yang isinya memberikan pemahaman dan penjelasan betapa pentingnya meramaikan masjid,” ujar Said.

Untuk itu, diperlukan adanya sosialisasi agar masyarakat faham betul, bahwa masjid bukan hanya tempat shalat saja. Melainkan bisa digunakan sebagai tempat diskusi sesama pelajar, ataupun dialog mahasiswa.

“Jadi intinya, diskusi atau dialog tidak hanya di adakan di aula melulu. Bisa di masjid,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IPNU Tegal AlaSantri IPNU Tegal

PonPes Darussalam Jatibarang. Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget di PonPes Darussalam Jatibarang ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PonPes Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PonPes Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PonPes Darussalam Jatibarang dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock