Banyumas, IPNU Tegal
Peringatan hari lahir ke-93 NU menjadi momentum bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan sikap terhadap isu strategis akhir-akhir ini, termasuk soal narkoba dan radikalisme.
"Kami mengutuk keras segala bentuk produk yang merusak generasi muda dan bangsa Indonesia, di antaranya narkoba. Kami juga mendesak pemerintah segera eksekusi terpidana mati narkoba. Jangan ditunda, termasuk yang ada di Lapas Nusakambangan Cilacap," kata Ketua PCNU Banyumas H Hasan Maula.
| NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online) |
NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba!
Gus Hasan, sapaan karibnya, juga menegaskan komitmen menjaga ketuhan NKRI. Segala bentuk propaganda makar yang mengatasnamakan Islam seperti khilafah harus mendapat sikap tegas dari pemerintah.IPNU Tegal
"Kami juga menolak segala bentuk paham radikalisme, terorisme, dan Islam garis keras yang berpotensi merongrong keutuhan NKRI. Kami meminta pemerintah tindak tegas ormas yang jelas-jelas melawan pancasila dan UUD 45," tegasnya.Pernyataan itu diungkapkan di sela peringatan harlah ke-93 NU yang dihadiri tak kurang dari 10.000 Nahdliyin di alun-alun Kota Purwokerto, ibu kota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhir pekan (24/4) kemarin.
IPNU Tegal
Terkait pemilihan lokasi, Gus Hasan menyebut semua mengandung pesan tersirat. "Alun-alun adalah jantung Kota Purwokerto, pusat pemerintahan. Ini adalah pesan bahwa NU mendukung penuh keutuhan NKRI, bersama-sama TNI-Polri. Siap menghadapi siapa saja yang mengancam keutuhan dan perdamaian yang tercipta di Indonesia tercinta," katanya lagi.Puncak peringatan hari lahir ke-93 NU di Banyumas dihadiri Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Rais Syuriyah PCNU Banyumas KH Kharifi Sofa, KH Toha Alawiy Al Hafidz, serta tokoh NU se-Banyumas. Kapolres Banyumas AKBP Gideon Arif Setiawan, Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan, akademisi, serta seluruh badan otonom NU juga hadir.
Pada kesempatan itu PCNU Banyumas meluncurkan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Banyumas dengan presentasi Prof Ade Maman Suherman, guru besar Fakultas Hukum Universitas Jendral Soederman (Unsoed) yang juga pernah mengikuti seleksi KPK. Ada juga pengenalan batik NU dan Maarif Mart yang digagas dan sudah berjalan untuk mendorong sektor ekonomi Nahdliyin.
Koordinator acara, Muktamir menambahkan harlah di hadapkan menjadi momentum pemersatu bangsa. Di Banyumas, kumpulnya puluhan ribu Nahdliyyin disebut mengobati kerinduan untuk silaturahmi bersama sejalan dan seirama menjaga keutuhan negara. Dia juga menegaskan kesiapan Banser Banyumas menjadi garda depan melawan segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah kerukunan beragama di Banyumas khususnya.? (Djito el Fateh/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
IPNU Tegal Syariah IPNU Tegal

EmoticonEmoticon